Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua PBNU H Imam Aziz mengaku kagum terhadap pemikiran Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfud yang wafat Januari lalu. Menurutnya, kiai yang tak pernah mengenyam pendidikan formal ini telah melakukan terobosan dalam bidang fiqih.

H Imam Aziz yang pengurus pusat keluarga Mathali’ul Falah mengatakan, sosok Mbah Sahal tidak terlalu populer. Namun, Mbah Sahal mampu membuktikan kehebatannya, salah satunya dengan mendapatkan gelar doktor kehormatan untuk bidang fiqih pada tahun 2006.

Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail

“Karena sosok kiai, ia jarang tampil di publik. Namun, ia mengubah cara pandang dan cara kerja bahstul masail NU yang sering didasarkan hanya pada teks saja. Kiai sahal sudah memulai cara kerja ilmu dengan memecahkan masalah di masyarakat. Inilah yang perlu dikaji baik secara akademik dan nonakademik,” kata Ketua PBNU H Imam Aziz.

PKS Piyungan Taubat

Imam mengatakan hal tersebut pada forum bedah buku “Belajar dari Kiai Sahal” oleh Pengurus Pusat Keluarga Mathali’ul Falah (KMF) Kajen bersama KMF Yogyakarta dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Convention Hall Center UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (19/5) pagi. Buku ini memuat kumpulan tulisan perihal pemikiran keagamaan dan sosial Mbah Sahal.

PKS Piyungan Taubat

“Acara bedah buku ini merupakan rangkaian peringatan 100 hari KH Ahmad Sahal Mahfudz. Pertama diselenggarakan di Sekolah Tinggi Mathaliul Falah, Pati,” kata ketua panitia Sarjoko yang juga alumni Mathaliul Falah.

Bedah buku ini menghadirkan pembicara Ulil Abshar Abdalla, Moch Nur Ichwan, H Waryono Abdul Ghafur. Forum yang dihadiri mahasiswa di Yogyakarta ini menghadirkan putra Mbah Sahal, H Abdul Ghaffar Rozin, sebagai pembicara kunci.

Secara pemikiran, menurut Abdul Ghaffar Rozin, Mbah Sahal banyak dikenal melalui tulisan-tulisannya. Ide-ide yang dikeluarkan Mbah Sahal, lanjutnya, banyak menginspirasi orang lain. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah, Quote PKS Piyungan Taubat

Jumat, 26 Januari 2018

Ketua PWNU Jateng: Perbedaan itu Indah karena Sunnatullah

Semarang, PKS Piyungan Taubat. Keberagamaan di Tanah Air merupakan kenyataan yang diciptakan Allah. Berbagai perbedaan tak seharusnya memicu perpecahan. Sebaliknya, ragam suku, ras, bahasa, bahkan agama mesti menjadi kekayaan untuk kemajuan hidup besama.

Ketua PWNU Jateng: Perbedaan itu Indah karena Sunnatullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Jateng: Perbedaan itu Indah karena Sunnatullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU Jateng: Perbedaan itu Indah karena Sunnatullah

Hal ini muncul dalam seminar bertajuk "Merajut Toleransi dalam Negara Pluralis" yang digelar Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah bekerja sama dengan pemerintah provinsi setempat, di auditorium Masjid Agung Jawa Tengah.

"Perbedaan harus ditata dengan baik. Perbedaan terlihat indah karena bagian dari sunnatullah? (hukum Allah), ditambah me-manage perbedaan agar tidak salah tempat," ungkap Ketua PWNU Jateng H Abu Hafsin saat mengisi acara tersebut, , Senin (30/3).

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, manusia merupakan makhluk yang bisa menjalin persaudaraan dengan manusia lain, tanpa tersekat oleh perbedaan agama. Hal ini sesuai dengan pesan universal yang disampaikan al-Quran bahwa manusia adalah wakil Tuhan (khalifah) di muka bumi. Kita mengenal ukhwah insaniyyah sebagai persaudaraan manusia dan ukhwah wathaniyyah sebagai persaudaraan sebangsa untuk bersama-sama memakmurkan bumi.

Untuk tetap menjaga persaudaraan sesama ini, imbuh Abu, kita tidak bisa mengedepankan simbolisme dan formalisme masing-masing agama. Terbukti para pendiri republik ini, temasuk sesepuh NU, memahami agama dengan toleran, moderat, berimbang dan mengedepankan keadilan sehingga tujuh kata yang sebelumnya ada dalam sila pertama dihapuskan karena tak mendapat persetujuan khususnya kalangan nonmuslim.

PKS Piyungan Taubat

“Selanjutnya, pada Munas Alim Ulama NU (1984), NU secara resmi mengumumkan dan menjadikan Pancasila seabgai ideologi negara merupakan bentuk final,” kata pria yang sehari-hari mengajar di UIN Walisongo ini.

Perbedaan suku, bahasa, dialek, agama, atau madzhab tidak semestinya menjadi penghalang untuk bersatu. Ini menjadi kekayaan bangsa yang harus dipupuk. "Baik Pancasila maupun UUD 1945 sama sekali tidak melarang ajaran agama masuk mewarnai kehidupan politik maupun hukum di Indonesia," tutur Abu.

Tampak hadir Dr KH. Abu Hapsin (Ketua PWNU Jawa Tengah), Dr. Suranto (Dosen Sekolah Tinggi Agama Budha), (Ketua Seminari Tinggi Kenthungan Yogyakarta), dan Dr. Munir (UIN Walisongo).

Ketua PKC PMII Jateng Ibnu Ngakil menuturkan bahwa seminar kali ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut hari lahir PMII ke-55. Sebelumnya, Ahad (29/3) pihaknya telah mengumpulkan seluruh cabang se-Jateng untuk menyosialisasikan hasil keputusan PB PMII di gedung PWNU Jateng. (M. Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Quote PKS Piyungan Taubat

Kamis, 25 Januari 2018

Madrasah Diniyah Kian Diakui

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Keberadaan Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), dan Pondok Pesantren (Ponpes) kian mendapat pengakuan dari pemerintah. Pengakuan didapat setelah melalui perjuangan keras tanpa henti dan pantang putus asa.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kabid PD Pontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah Solikhin dalam sambutan Workshop Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Pembuatan Lembaga Pendidikan pada Pendidikan Agama Islam Kemenag Brebes, Jawa Tengah di Hotel Anggraeni Jatibarang, Rabu (23/10).

Madrasah Diniyah Kian Diakui (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Diniyah Kian Diakui (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Diniyah Kian Diakui

“Proses mendapatkan pengakuan dari pemerintah cukup berat. Untuk itu perlu adanya penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas,” kata Sholikhin.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Solikhin, ketiga lembaga yang memiliki misi utama menata akhlak generasi bangsa saat ini sangat diidolakan orang tua. Apalagi, dekadensi moral makin parah melanda generasi muda.

Rasul diturunkan ke dunia untuk menyempurnakan akhlak. Di era sekarang Madin, TPQ, dan Pesantren berkonsentrasi meneruskan peletakan landasan akhlak yang luar biasa, lanjut Solikhin didampingi Kepala Kemenag Brebes Imam Hidayat. 

PKS Piyungan Taubat

Pengakuan pemerintah antara lain, program Perkemahan Pramuka Santri, Musabaqoh Qiraatul Kutub (MQK) atau Musabaqoh Pembacan Kitab Kuning, Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (Porsadin), dan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI). Semuanya sudah mendapat pengakuan nasional dan mendapat anggaran dari pemerintah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Quote PKS Piyungan Taubat

Rabu, 17 Januari 2018

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog

Ponorogo, PKS Piyungan Taubat - Kedatangan Menpora RI H Imam Nahrawi dalam rangka membuka Kickoff Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur I di stadion Batoro Katong Kabupaten Ponorogo, Kamis (28/8) sore, disambut oleh tari-tarian dan pertunjukan Reog Ponorogo. Menpora berkesempatan menaiki topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari burung merak itu.

Setelah berada di atas kepala reog, sambil diiringi jathilan, warok, dan tabuhan gamelan, Nahrawi kemudian dibawa ke tengah lapangan stadion sambil melambaikan tangan kepada para santri dan penonton yang memenuhi sudut Stadion Batoro Katong.

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog

Ia tampak senang saat berada di atas kepala singa yang menjadi simbol kekuatan kesenian itu. Para juru warta tidak ingin ketinggalan mengabadikan momen langka tersebut. Mereka berebut mengambil gambar dari berbagai sudut.

“Terima kasih banyak. Saya sangat senang. Sampai sini (stadion) langsung disambut oleh kesenian Reog Ponorogo,” ujar Menpora.

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Reog Ponorogo dibawakan oleh oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam yang dipoles warna-warni. Sementara 6-8 gadis dengan keanggunannya membawakan tarian tradisional khas kesenian Reog. Selain itu, Menpora bersama para hadirin juga disuguhi atraksi dari pendekar Pagar Nusa yang menunjukkan kebolehan dalam ilmu beladiri dan tenaga dalam.

Bupati Ponorogo H Ipong Muclissoni berterima kasih atas kehadiran Menpora RI di Kota Reog ini. Ia mengatakan, Ponorogo dikenal sebagai kabupaten seribu pesantren.

“Pak Menteri, di Ponorogo ini ada sekitar 200 lebih pesantren. Bila Jombang dikenal dengan kota santri, maka Ponorogo pun sebenarnya merupakan kota santri,” kata H Ipong di hadapan Menpora.

Terkait pelaksanaan LSN di Ponorogo, Ipong mengapresiasi kerja sama antara Pemkab Ponorogo dan Panitia Pelaksana LSN. Bahkan LSN Region Jatim I dapat dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo U 18. Ia optimis LSN dapat berjalan sesuai harapan dan mampu menjadi media untuk pembinaan sepakbola santri pesantren.

Tampak hadir pada pembukaan LSN Region Jatim I yang meliputi Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan, Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghoffar Rozin, Koordinator Nasional Ayo Mondok KH Luqman Harits Dimyathi, Pengurus PCNU Ponorogo, Ketua RMI Ponorogo Gus Munir, Koordinator LSN Region Habib Mustofa, para kiai, para gus, dan para ribuan santri dari pesantren peserta LSN. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Quote PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel

Kairo, PKS Piyungan Taubat?

PCINU Mesir kedatangan tamu spesial, yaitu Hakam Mabruri dan istrinya Rofingatul Islamiyah pada kegiatan Lailatul Ijtima Kamis, 26 Oktober lalu. Ia tiba dua hari sebelumnya.?

Hakam dan istrinya tiba di Mesir setelah perjalanan keliling duniaa selama 10 bulan. Mereka berdua memulai perjalanan spektakulernya ini dimulai sejak tanggal 17 Desember 2016, dan dilepaskan secara resmi di Stadion Kanjuruhan kota Malang, Jawa Timur.

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel (Sumber Gambar : Nu Online)
Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel (Sumber Gambar : Nu Online)

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel

Pasutri asli Malang itu dengan gagah berani memiliki visi dan misi yang besar dalam perjalanan ini, yaitu mendemonstrasikan Islam sebagai agama yang mengajarkan rahmatan lil alamin yang dikemas dalam slogan Muslim for Peace.?

Hakam yang merupakan anggota GP Ansor dan istrinya anggota Fatayat itu beranggapan bahwa sementara ini banyak orang dalam skala internasional menilai Islam adalah agama yang sarat dengan kekerasan dan tindakan barbar.?

Oleh karenanya, dalam perjalanannya mereka selalu menginformasikan dan mempromosikan Islam yang damai kepada setiap orang yabg ditemuinya. Terhitung mereka sudah masuk dan melewati 6 negara dalam perjalanannya ini, di antaranya: Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Jordania, dan Mesir.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara Lailatul Ijtima PCINU Mesir, yang berisi kegiatan rutinan Yasinan, Tahlilan, dan pembacaan maulid Shimtu adh-Dhurar, Hakam Mabruri dan istri menjelaskan bahwa kegiatan yang oleh banyak orang dianggap sangat berani bahkan nekat ini diniati dan diupayakan dengan kepasrahan yang penuh kepada Allah SWT.?

Karena sudah pasti dalam perjalanannya yang panjang itu, mereka berdua akan menemui banyak tantangan-tantangan dan hambatan yang berbeda-beda.?

PKS Piyungan Taubat

"Saya dengan istri hanya bismillah saja dan pasrah kepada Allah SWT. untuk perjalanan ini. Selain itu juga, dengan melihat banyak ragam suku dan budaya di berbagai negara, kita merasakan begitu besar kuasanya Allah SWT dalam menciptakan perbedaan dan keanekaragaman hidup, sehingga kita bisa saling mengenal dan bershilaturrahim," jelasnya ketika ditanya oleh satu warga NU di Mesir.

Bak gayung bersambut, warga NU di Mesir menyambut dengan antusias dan menyimak pasutri pemberani ini dalam menceritakan pengalaman-pengalamannya.?

Bahkan dalam waktu dekat di Kairo, warga NU Mesir akan mengadakan ngetrip bareng bersamanya dengan berkeliling Kairo memakai sepeda ontel, sambil menikmati indahnya Piramida Mesir dan destinasi-destinasi wisata Mesir. (Ilman M. Abdul Haq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Doa, Quote PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 06 Januari 2018

RMINU Jateng Gelar Kelas Menulis Santri

Pati, PKS Piyungan Taubat. Asosiasi pesantren NU atau Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah bersama Yayasan Pantau Jakarta dan Perpustakaan Al-Mutamakkin Kajen menggelar kelas menulis santri (KMS) selama tiga hari, 14-16 Januari 2015.

RMINU Jateng Gelar Kelas Menulis Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Jateng Gelar Kelas Menulis Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Jateng Gelar Kelas Menulis Santri

Acara yang berlangsung di Perpustakaan Al-Mutamakkin ini diikuti santri dari berbagai pesantren di beberapa kabupaten, seperti Kudus, Rembang, Lasem dan Pati. Hadir sebagai narasumber Ketua Yayasan Pantau Imam Shofwan; aktivis muda NU, Munawir Aziz; dan wartawan Suara Merdeka, Zaky Amali.

Para peserta disuguhi sejumlah materi dasar jurnalistik, antara lain cara meliput peristiwa, teknik wawancara, menuliskan liputan, artikel, dan opini. Selain teori, para santri tersebut juga mendapatkan pengalaman praktik lapangan, termasuk kunjungan ke kantor redaksi Jawa Pos Grup. Kunjungan pada akhir KMS ini akan menunjukkan kepada santri bagaimana news room itu dikelola, rapat redaksi dan proses keredaksian di sebuah media.

PKS Piyungan Taubat

Ketua RMINU Jateng KH. Abdul Ghaffar Rozien menjelaskan, memasuki suasana perang wacana (ghazwatul fikr), penting bagi para santri untuk mengikuti kelas kali ini. "Ini permulaan sebuah program yang lebih besar dan perlu kita jaga kontinuitasnya ke depan. Kami memiliki harapan yang besar atas output pelatihan ini," ungkap Gus Rozien, sapaan akrabnya.

Menurut Imam, kelas menulis tiga hari tersebut ikut merangsang santri untuk membaca dan menulis di dunia jurnalistik. Imam mengaku kembali ke dunia pesantren setelah 10 tahun mengabdikan diri di Jakarta. Pelatihan ini merupakan KMS yang pertama dari rangkaian kelas-kelas berikutnya dalam dua bulan ke depan, yakni ke Yogyakarta, Pasuruan, Jombang dan Guluk-guluk.

PKS Piyungan Taubat

Hal ini, tambah Imam, sebagai balas budinya atas dunia pesantren yang telah mengenalkannya dengan dunia jurnalistik. Ia berharap, setelah KMS selesai para santri di masing-masing pesantrennya bisa membuat komunitas kecil untuk mengembangkan dunia jurnalistik dan sebagai tambahan bekal ilmu ketika telah kembali kepada masyarakat.  

KMS ini juga merupakan kegiatan untuk menyemarakkan peringatan haul pertama almaghfurullah KH MA. Sahal Mahfudh. (M. Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Quote, Daerah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 26 Desember 2017

GP Ansor Ponorogo Tuan Rumah Database Si-GAP

Ponorogo, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menunjuk Pimpinan Cabang GP Ansor Ponorogo menjadi tuan rumah sosialisasi database Sistem Manajemen Gerakan Pemuda Ansor (Si-GAP), Selasa (29/10).

PC GP Ansor Ponorogo ditunjuk tuan rumah Si-GAP untuk kawasan Mataraman Barat, meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek, bertempat di ruang rapat PCNU Ponorogo.

GP Ansor Ponorogo Tuan Rumah Database Si-GAP (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Ponorogo Tuan Rumah Database Si-GAP (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Ponorogo Tuan Rumah Database Si-GAP

Masing-masing Pimpinan Cabang mengikutsertakan ketua, sekretaris, dan staf administrasi untuk mendapat pembekalan teknis pengisian database Si-GAP oleh Tim Sosialisasi Si-GAP PW GP Ansor Jawa Timur.

PKS Piyungan Taubat

Hadir pada kesempatan itu Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Rudi Al-Wahid untuk memberikan pengarahan. Dalam sambutannya pria yang beberapa bulan lalu melepaskan jabatannya sebagai ketua PC GP Ansor Ngawi ini menegaskan pentingnya pendataan anggota sebagai salah satu syarat eksistensi sebuah PC.

PKS Piyungan Taubat

Selain itu pria yang akrab dipanggil Kaji Rudi itu juga mengingatkan hak dan kewajiban PC untuk memiliki 5 hal untuk dapat dinyatakan sebagai organisasi yang sehat sehat menurut PO GP Ansor.

Kelima hal itu adalah sistem keanggotaan, Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor, LKMS, LKP dan Banser. Pada akhir sambutannya Kaji Rudi menghimbau semua PC untuk terlibat aktif untuk melaksanakan pendataan anggota demi eksistensi organisasi GP Ansor di wilayah kerjanya.

Setelah acara pembukaan yang dipandu Idam Mustofa Pjs Ketua PC GP Ansor Ponorogo, para staf administrasi mendapat bimbingan teknis pengisian database si-GAP dari Abid Mahfudz selaku fasilitator.

Ketersediaan fasilitas hot spot di kantor PCNU Ponorogo memudahkan para peserta mengoperasikan aplikasi Si-GAP. Dalam suasana santai tapi serius pembekalan kali dinilai sukses. Tentu saja keberhasilan pendataan anggota tergantung pada keseriusan masing-masing PC melaksanakannya di lapangan. (Idam Mustofa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Quote PKS Piyungan Taubat

Rabu, 20 Desember 2017

Sambut Harlah, PWNU DIY Gelar Berbagai Acara

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Dalam rangka menyambut Harlah NU ke-90 yang jatuh pada tanggal 16 Rajab 1434/27 Mei 2013, Pengurus Wilayah NU DIY menggelar rangkaian acara bertemakan “Mempertegas Relasi Islam Aswaja-Budaya: Untuk Yogyakarta Damai-Sejahtera”. Jika dikalkulasi, ada sekitar 14 acara yang disiapkan untuk memeriahkan Harlah NU tersebut.

Setelah sebelumnya menggelar acara Diklat Dokumentasi dan Media (28/4), Ahad besok (5/5), PWNU DIY mengadakan acara Pameran Foto Dokumentasi Kegiatan NU. Acara yang akan diselenggarakan di Gedung PWNU DIY tersebut, rencananya diikuti oleh seluruh Lembaga/Lajnah PWNU DIY dan PCNU se-DIY.?

Sambut Harlah, PWNU DIY Gelar Berbagai Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, PWNU DIY Gelar Berbagai Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, PWNU DIY Gelar Berbagai Acara

Satu minggu kemudian, tepatnya pada tanggal 11 Mei 2013, PWNU DIY akan menggelar acara “Kirap Seni Budaya Aswaja” dengan rute Lapangan Piyungan-Prambanan-Kalasan- Berbah-Piyungan. Acara tersebut akan dimulai pada pukul 13.00-Selesai. Malamnya, masih di lapangan Piyungan pagelaran wayang dengan mengambil lakon “Lahirnya Sang Tetuko (Gatot kaca)” dikolaborasikan dengan Sholawat Arab-Tionghoa-Jawa dan Tausyiyah Budaya akan menjadi tontonan yang menarik bagi warga Nahdhiyin di DIY.?

PKS Piyungan Taubat

Tak berhenti sampai di situ, untuk mengkaji lebih mendalam tentang ketokohan seseorang dalam sebuah karya, PWNU DIY akan mengadakan kajian bedah buku. Buku pertama yang akan dibedah adalah buku “Sang Penakluk Badai” karya Aguk Irawan (14/05). Selanjutnya, buku yang berjudul “Babad Cariyos Ronggowarsito” akan dikaji dan dibedah lebih mendalam (18/05). Kedua acara bedah tersebut, akan diselenggarakan di Gedung PWNU DIY yang terletak di Jl MT. Haryono No. 40-42 Yogyakarta. Rencananya, acara akan dimulai pukul 20.00.

PKS Piyungan Taubat

Secara berurutan, acara selanjutnya yang akan digelar oleh PWNU DIY dalam menyambut Harlah NU ke-90 adalah, Apel Akbar yang akan diikuti oleh santri, ustadz pesantren/madrasah, pelajar dan guru Maarif se-DIY (14/05), gema dzikir dan tadarus puisi (17/05) di Alun-Alun Selatan Yogyakaarta, ? temu saudagar NU (18/05) dan masih ada sekitar tujuh acara lagi yang akan diselenggarakan oleh PWNU DIY ke depannya. Semoga semakin istimewa.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim Bangkit

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Quote, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Rabu, 13 Desember 2017

KH M Dahlan Bisri Wafat, UINSA dan Pesantren Darul Ulum Berduka

Surabaya, PKS Piyungan Taubat

Satu demi satu, hamba pilihan kembali keharibaan Allah SWT. Hari ini, Kamis (3/3), salah seorang pengasuh di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang Jawa Timur yakni KH Muhammad Dahlan Bisri, wafat. Yang istimewa, Kiai Dahlan menghembuskan nafas terakhir saat menjalankan tugas sebagai dosen di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

KH M Dahlan Bisri Wafat, UINSA dan Pesantren Darul Ulum Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)
KH M Dahlan Bisri Wafat, UINSA dan Pesantren Darul Ulum Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)

KH M Dahlan Bisri Wafat, UINSA dan Pesantren Darul Ulum Berduka

?

Sebelumnya beredar kabar bahwa almarhum meninggal karena terjatuh saat hendak membuka mata kuliah. Namun kabar tersebut dibantah. Informasi yang benar, KH M Dahlan Bisri meninggal dalam keadaan duduk saat hendak membuka materi kuliah.

?

PKS Piyungan Taubat

Kepada sejumlah media, Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UINSA, H Sahid Mantri, menjelaskan bahwa di fakultasnya, Kiai Dahlan mengajar mata kuliah Metodologi Kajian Teks Arab. Waktu kejadian, Kiai Dahlan akan mengajar di kelas Jurusan Hukum Keluarga. "Beliau masuk kelas sekitar pukul 09.30 WIB," katanya saat dikonfirmasi.

?

Begitu masuk kelas, almarhum duduk di kursi depan. Dia menyapa mahasiswanya lalu mengucapkan salam. Kiai Dahlan lalu membaca basmalah untuk membuka materi mata kuliah yang akan disampaikan. "Setelah baca basmalah, kepala beliau tertunduk dalam kondisi duduk seperti tertidur," kata mantan Ketua PW LTNNU Jatim ini.

?

Antara percaya dan tidak, sejumlah mahasiswa terlihat gelisah ketika dosennya tidak melanjutkan mata kuliah yang diampunya. Karena itu, sebagian mereka memberitahukan kejadian ini ke dosen lain. "Dosen kemudian membawa almarhum ke ruang dosen dan sempat diperiksa. Ternyata sudah meninggal dunia. Sekarang almarhum sudah berada di rumah duka di Pesantren Darul Ulum Peterongan, Jombang," kata H Sahid.

PKS Piyungan Taubat

?

Di lingkungan Pesantren Darul Ulum Rejoso, KH M Dahlan Bisri biasa disapa dengan sebutan Gus Mudib. Beliau adalah suami dari Ainul Mardhiyah (Ning Aan) yang juga Ketua PC Fatayat NU Jombang periode 2004-2009. Disamping sebagai dosen, Gus Mudib adalah pengasuh di Asrama IV Pondok Pesantren Rejoso. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Quote PKS Piyungan Taubat

Jumat, 08 Desember 2017

PB PMII: Mendukung Kemerdekaan Palestina Adalah Jihad Fi Sabilillah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indoenesia (PMII), Aminuddin Maruf mengapresiasi atas terselenggaranya KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (KTT OKI) 2016, yang digelar di Indonesia atas inisiasi Presiden Jokowi, yang khusus membahas berdirinya Negara Palestina.

PB PMII: Mendukung Kemerdekaan Palestina Adalah Jihad Fi Sabilillah (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII: Mendukung Kemerdekaan Palestina Adalah Jihad Fi Sabilillah (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII: Mendukung Kemerdekaan Palestina Adalah Jihad Fi Sabilillah

"Kami mengapresiasi hal itu dan mendukung dengan sepenuh hati upaya pemerintah Indonesia untuk mendorong berdirinya Negara palestina," ujar Aminuddin melalui rilis yang diterima PKS Piyungan Taubat, Senin (7/3).

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sebagai organisasi mahasiswa islam terbesar di indonesia, imbuh Amin, merupakan bagian dari komponen intelektual muda Islam Indonesia yang memiliki tangung jawab memperjuangkan cita-cita kemerdekaan sebagaimana termaktub dalam konstitusi, tentunya kami sangat mendukung hal itu.?

"Bagi kami, mendukung berdirinya Negara Palestina merdeka adalah final. PMII siap berjihad fi sabilillah untuk bersama-sama memperjuangkan hal itu," tegasnya.

Menurut Amin, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, dan sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian dunia.?

PKS Piyungan Taubat

"Perdamaian abadi, yang tidak lagi ada penjajahan, dimana pun, kapan pun dan Atas nama apapun. Kekerasan dan penjajahan di atas dunia harus di hapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan keadilan," papar Amin.

Masih menurut Amin, Indonesia juga memiliki tanggung jawab sejarah, sejarah Indonesia yang berdiri sebagai negara yang merdeka sangat jelas dalam pembukaan konstitusi negara ini.?

PKS Piyungan Taubat

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan". Ini adalah tanggung jawab sejarah Indonesia berdiri," tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Quote, Sejarah PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Sosialisasi Program, LAZISNU Pringsewu “Road Show” ke 9 Kecamatan

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat

Sehari setelah dikukuhkan pada Ahad (19/6), pengurus NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) Kabupaten Pringsewu segera bergerak cepat untuk menyosialisasikan dan meluncurkan program-program di 9 kecamatan yang ada di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis tersebut.

Kecamatan yang menjadi tempat kunjungan pertama tim LAZISNU pada Senin (20/6) adalah Kecamatan Pardasuka dan Pagelaran. Pada kunjungan tersebut, Ketua LAZISNU Kabupaten Pringsewu Khairuddin menyampaikan presentasi di hadapan seluruh jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Pardasuka dan 8 Ranting NU yang hadir di Kantor MWCNU Setempat.

Sosialisasi Program, LAZISNU Pringsewu “Road Show” ke 9 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasi Program, LAZISNU Pringsewu “Road Show” ke 9 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasi Program, LAZISNU Pringsewu “Road Show” ke 9 Kecamatan

Dalam pemaparannya Heru, begitu ia biasa dipanggil, mengimbau kepada warga NU agar menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) melalui lembaga yang sudah memiliki legalitas dari Pemerintah seperti LAZISNU. "Salah satu tugas LAZISNU adalah membentuk Unit Pengelola ZIS di masjid, musholla dan sejenisnya sehingga legalitasnya jelas," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Selain itu, menurut Heru LAZISNU juga memiliki tugas menyalurkan dan mendata hasil zakat yang dihimpun. "Setelah disalurkan dan didata berdasarkan laporan UP ZIS, LAZISNU akan merekapitulasi hasil pengimpulan zakat yang ada di daerah sehingga akan terlihat potensi zakat yang ada," jelasnya.

Menurut Heru ada 3 mekanisme penyetoran ZIS ke LAZISNU Kabupaten Pringsewu. Pertama, dengan menyetorkan langsung ke Kantor LAZISNU Kabupaten Pringsewu yang berada di Lantai 3 Gedung PCNU Kabupaten Pringsewu.

PKS Piyungan Taubat

Yang kedua, lanjutnya, melalui Rekening LAZISNU Kabupaten Pringsewu pada BRI Cabang Pringsewu dengan nomor 035801016988536 untuk zakat dan di nomor 035801016989532 untuk infaq dan shadaqah.

"Mekanisme yang ketiga dengan menggunakan fasilitas layanan Jemput ZIS dengan menelpon atau SMS di nomor 081369718849," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Quote, Kajian PKS Piyungan Taubat

Kelompok Radikal Salah Pahami Al-Qur’an dan Hadits

Mataram, PKS Piyungan Taubat. Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengungkapkan, munculnya gerakan-gerakan radikal yang mengatasnamakan Islam adalah akibat kesalahan mereka dalam menafsirkan Al-Quran dan dan Hadits Nabi Muhammad SAW.

Kelompok Radikal Salah Pahami Al-Qur’an dan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Radikal Salah Pahami Al-Qur’an dan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Radikal Salah Pahami Al-Qur’an dan Hadits

Demikian disampaikannya dalam seminar nasional “Menangkal Ideologi Radikal  dengan Paham Ahlussunnah wal Jamaah Ala Indonesia” di Mataram, Rabu (29/4) kemarin. Kegiatan diadakan oleh Lembaga Takmir Masjid PWNU NTB yang dibuka oleh Wakil Gubernur setempat.

Menurut KH Malik Madani, sebenarnya kelompok radikal itu ingin mengamalkan Al-Quran dan Al-Hadits secara kaffah, namun mereka salah jalan.

PKS Piyungan Taubat

“Akibat salah jalanya itu mereka berprilaku seperti orang-orang Khawarij yang mengkafirkan orang-orang yang tidak segolongan. Tidak hanya itu, mereka pun menghalalkan darah orang-orang yang merekakafirkan,” tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

Karena itu untuk menangkal merebaknya ideologi ini, menurutnya, pemahaman terhadap Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja) yang genuine harus didakwahkan di tengah-tengah masyarakat. Aswaja yang asli mengajarkan toleransi, keseimbangan, musyawarah, keadilan dan persamaan derajat.

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Cholil Nafis dalam kesemapatan itu juga menegaskan bahwa gerakan radikalis teroris yang mengatasnamakan Islam adalah akibat tidak paham dengan istilah negara Islam.

Menurut Cholil, Islam tidak menentukan model negara. “Asal dalam negara itu ada kesatuan dan kemaslahatan bagi umat beragama adalah negara Islam. Al-Quran mengatakan bahwa Islam adalah agama wasathi.  yaitu menjadikan umat pilihan yang adil, dan pertengahan dari ekstrim kanan dan ekstrim kiri," paparnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai Islam senantiasa humanistik dan tasamuh (toleran). Karena itu, kalau ada gerakan Islam yang anti kemanusiaan dan memaksakan kehendak dengan kekerasan destruktif, jelas itu bukan gerakan Islam. Karena itu jangan diikuti.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB dalam paparannya menyampaikan bahwa pesantren-pesantren yang berbasis budaya lokal telah terbukti mengajarkan Islam rahmatan lil alamin dan telah menjadi penopang berdiri tegaknya NKRI.

Ia juga menegaskan, kemenag telah membuat regulasi  agar pesantren tidak mengajarkan radikalisme agama karena itu pesantren yang diberi izin operasional adalah pesantren yang kurikulumnya tidak mengajarkan radikalisme.

Ketua PWNU NTB Tgh. Ahmad Taqiuddin Manshur, menyerukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pemahaman-pemahaman provokatif yang mengatasnamakan Islam. Karena itu, ia menghimbau agar masyarakat memahami betul ajaran Aswaja yang diajarkan di Indonesia.

Acara ini ditutup oleh doa yang dibacakan oleh Ulama Kharismatik NTB Tgh. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin. Dalam doanya  Tgh. Turmudzi memohon kepada Allah SWT agar umat Islam senantiasa ditunjukan pada pemahaman agama yang benar dan pemahaman agama agama yang dapat mengantarkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Quote PKS Piyungan Taubat

Kamis, 23 November 2017

Muslimat NU Desak Pemerintah Segera Bentuk BRR Lumpur

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU mendesak pemerintah untuk segera membentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Lumpur, seperti halnya BRR Aceh dalam menangani tsunami selama empat tahun.

"Yang penting adalah menyelamatkan rakyat, lingkungan, dan infrastruktur yang terkait roda perekonomian di Jatim," ujar Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa usai berbicara pada pembukaan Hari Lahir (Harlah) ke-61 Muslimat NU di Surabaya, Jumat.

<p>Dalam acara yang dihadiri Deputi Menteri KLH Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Sudaryono, ia mengemukakan badan khusus itu sudah sangat mendesak untuk dideklarasikan agar proses pemulihan cepat terjadi.

Muslimat NU Desak Pemerintah Segera Bentuk BRR Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Desak Pemerintah Segera Bentuk BRR Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Desak Pemerintah Segera Bentuk BRR Lumpur

"Kalau selama ini Timnas seperti tidak melakukan apa-apa, saya kira hal itu karena Timnas memang tidak dilengkapi dengan `alat` untuk operasional, sehingga sulit bekerja," tegasnya.

Oleh karena itu, katanya, BRR sangat mendesak dibentuk untuk korban lumpur di kawasan eksplorasi Lapindo, karena BRR akan dapat bekerja secara operasional.

PKS Piyungan Taubat

"Seperti BRR di Aceh yang dapat bekerja secara operasional, karena diberi back-up pemerintah seperti dalam masalah dana yang diambilkan dari APBN," ungkapnya.

Tentang peran Lapindo, katanya, Lapindo tetap harus memperhitungkan ganti rugi yang perlu ditanggung. "Jadi, pemerintah bertugas melindungi rakyat, sedang Lapindo membayar ganti rugi," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Dr KH Ali Maschan Moesa MSi juga mendesak pemerintah untuk segera membentuk BRR seperti BRR Aceh.

"Masyarakat menilai penanganan lumpur Lapindo selama ini masih bersifat main-main. Bahkan Tim Nasional (Timnas) yang dibentuk dengan Keppres juga gagal," ujarnya di sela-sela acara itu.

Menurut Doktor bidang Ilmu Sosial dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu, Timnas sudah tak memiliki kekuatan, karena pemerintah jangan main-main lagi, tapi pemerintah harus menangani lumpur di Porong itu dengan membentuk BRR seperti di Aceh.

PKS Piyungan Taubat

Pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna, Jemurwonosari, Surabaya itu menyatakan, BRR Lumpur nantinya dapat merancang konsep yang jelas dalam menangani luapan lumpur panas dengan program jangka pendek dan jangka panjang. (ant/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Quote PKS Piyungan Taubat

Senin, 20 November 2017

‘Miqat Kebinekaan’ Lahir dari Jiwa Rindu Kebhinekaan dan Toleransi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Direktur Penerbit Erlangga Raja Daud Manahara menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada penulis buku “Miqat Kebinekaan” karya Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini. Baginya, buku ini mudah dibaca karena menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.?

“Buku ini mudah dibaca. Setelah membaca buku ini, banggalah kita menjadi bangsa Indonesia,” kata Daud saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Buku Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan di Gedung PBNU, Jumat (9/6).

‘Miqat Kebinekaan’ Lahir dari Jiwa Rindu Kebhinekaan dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Miqat Kebinekaan’ Lahir dari Jiwa Rindu Kebhinekaan dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Miqat Kebinekaan’ Lahir dari Jiwa Rindu Kebhinekaan dan Toleransi

Menurut dia, buku ini lahir dari jiwa-jiwa yang rindu akan kebhinekaan dan toleransi. Ia menilai, buku ini sangat layak dibaca oleh siapa saja yang ingin tahu tentang peta permasalahan Indonesia yang beragama, terutama masalah ideologi negara dan Islam.

“Kalau dikasih nilai, sebelaslah nilainya dari skala sepuluh,” katanya. “Buku ini menjadi peta bagi kita bahwa persoalan Indonesia beragam,” lanjutnya.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, ? A Helmy Faishal Zaini menjelaskan, melalui buku ini ia berupaya untuk menyebarkan Islam yang ramah. Menurutnya, Islam seharusnya didakwahkan dengan cara-cara yang santun dan bijak, bukan dengan cacian, hinaan, teror, menebar kebencian, dan cara-cara lainnya yang tidak dibenarkan dalam Islam.

Ia menegaskan, NU melalui Muktamar Banjarmasin Tahun 1936 menegaskan bahwa Indonesia berbentuk negara bangsa (darussalam), bukan negara berdasarkan agama tertentu. Sepanjang negara ini memberikan perlindungan bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan ajaran agamanya masing-masing, maka negara ini adalah negara bersama dan setiap pemeluk agama harus mempertahankan keutuhannya.

“Hendaknya perbedaan itu menjadi kekuatan kita,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ulama, Anti Hoax, Quote PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 18 November 2017

Dari Begadang Inshomniyah hingga Malam Seribu Budaya

Cirebon, PKS Piyungan Taubat. Candra Malik, budayawan sufi, punya cara tersendiri untuk mensyukuri dan menyemarakkan Ramadan 1438 H. Wakil Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia pada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lesbumi PBNU) ini mengadakan safari silaturahmi ke berbagai daerah di Indonesia sepanjang bulan.?

Setelah usai menggarap produksi 30 episode taushiyah dua menitan bertajuk Hadiah Ramadan, yang audionya disebarkan ke 100 lebih radio dan video-nya diunggah ke Youtube, serta 10 episode video tanya-jawab yang disiarkan di Commuterline Jabodetabek, Gus Can -- demikian panggilan akrabnya - mulai berkeliling dari Solo pada 2 Juni, Yogyakarta 4 Juni, Surabaya 5-6 Juni, Cirebon 7 Juni dan Subang 8 Juni.

Dari Begadang Inshomniyah hingga Malam Seribu Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Begadang Inshomniyah hingga Malam Seribu Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Begadang Inshomniyah hingga Malam Seribu Budaya

Bertajuk Begadang Inshomniyah, Gus Can mengadakan dialog publik di Kedai Saung Juang Cirebon dan Sanggar Ringkang Nonoman Subang, Rabu dan Kamis malam, 7-8 Juni. Dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesiq Raya, ia mengajak masyarakat untuk mencintai tanah air dan menjaga kebangsaan Indonesia. "Mencintai Indonesia adalah mencintai jatidiri kita sebagai anak bangsa. Mencintai Islam adalah mencintai jatidiri kita sebagai hamba Allah. Satu dan lainnya tidak saling terpisah dan justru saling menguatkan," ungkapnya kepada publik.

PKS Piyungan Taubat

Bagi Gus Can, begadang adalah hal positif yang bisa dimanfaatkan untuk itikaf, mendaras Al-Quran, berzikir, shalat malam, maupun bercengkerama untuk saling belajar. Inshomniyah, dalam kegiatan Begadang Inshomniyah, diambilnya dari kata insomnia, yang sejak beberapa tahun terakhir digunakan untuk nama sebuah tarekat prakarsanya, yaitu Thariqat Al Inshomniyah, majelis di dunia maya khusus untuk malam hari.

Candra Malik tidak hanya gerilyawan di dunia maya, namun juga di dunia nyata. Ia berhasil memadukan keduanya untuk menggaungkan lebih jauh lagi seruan-seruan Cinta dan Kasih Sayang. Ia menjadikan diri sendiri sebagai episentrum gerakan walau itu berarti Gus Can harus selalu berdaya hidup. Bukan kebetulan jika ia memang sangat suka berkelana keliling daerah.?

Dikenal sebagai seorang pejalan spiritual, Gus Can bergerilya dari empat penjuru gerakan untuk mengajak pada cinta dan kasih sayang. Keempatnya ialah spiritualitas, seni, sastra, dan humaniora. Melalui linimasa, ketika malam telah menyisir dinihari, para pengikut akunnya, yaitu @CandraMalik, acap menanti Gus Can membuka pintu gerbang Thariqat Al Inshomniyah dengan kicau-kicaunya.

Begadang Inshomniyah adalah momen bagi publik dunia maya dan nyata untuk bertemu langsung dengan sosok Sang Mursyid Thariqat Al Inshomniyah: Gus Can. Dalam safari Ramadhan ke enam kota, yaitu Solo, Yogyakarta, Surabaya, Tangerang, Bali, dan Mataram, kegiatan ini dikemas dalam tiga pokok. Yaitu Saloka, Salik, dan Suluk; yang masing-masing mengenai kearifan, kesungguhan, dan kesetiaan pada nilai-nilai moral.

PKS Piyungan Taubat

SALOKA, Sebuah Dialog

Saloka adalah nilai-nilai budi pekerti luhur yang berakar dari ajaran para leluhur, yang dilisankan. Ia lebih luas daripada peribahasa karena mendorong manusia untuk lelaku hidup manusia. Terkandung tidak hanya ajaran diri dan semesta, di dalamnya juga hidup legenda dan mitos.?

Dalam Sesi Saloka, tokoh masyarakat memaparkan legenda dan mitos dari daerah yang disinggahi Gus Can dalam Begadang Inshomniyah. Di dalamnya, ia juga menyampaikan untaian kata-kata luhur yang diwariskan turun-temurun, baik secara lisan maupun tulisan.

Kemudian, tokoh ini membaca zaman. Ia menuturkan keadaan masyarakat beserta pergeseran tata nilai kehidupannya. Tidak untuk menghakimi, namun untuk memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang perlu diperbaiki demi kemaslahatan bersama. Dialog menjadi kunci utama.

SALIK, Sebuah Persembahan

Salik adalah manusia yang memilih jalan suluk untuk mencapai saloka. Jika suluk ibarat ilmu dan saloka cahayanya, maka salik adalah pembelajar. Ia tidak hanya menimba ilmu, namun juga membasuh dirinya dengan cahaya ilmu. Caranya adalah dengan mengamalkannya.?

Dalam Sesi Salik, para seniman muda menampilkan kesenian setempat atau kesenian yang telah melebur di dalam masyarakat, yang tentu saja memuat suluk dan saloka. Bisa pembacaan syair, lantunan lagu, permainan, atau lakon reportoar lainnya. Bisa pula kolaborasi.

Juga pada kesempatan ini, Gus Can dan para punggawa musiknya tampil dalam formasi akustik. Membawakan Kidung Sufi dan lagu-lagu terbaru, sesi ini jadi medium penghubung yang lebih luwes antara Gus Can dan audiens. Sebisa mungkin, jarak telah diatasi sejak awal.

SULUK, Sebuah Renungan

Suluk ialah lelaku hidup yang disarikan dari Saloka, perjalanan dan pengalaman hidup. Butuh kesetiaan dan kesabaran; atau jamak disebut istiqamah, untuk bisa mengendapkan diri menjalani suluk. Tak lagi hanya membicarakan kebenaran dan kebaikan, suluk mengutamakan kearifan.

Dalam Sesi Suluk, Gus Can berbagi hal-hal tentang Tasawuf yang telah menjadi lelaku hidupnya lebih dari separuh usia. Pengetahuan dan pengalaman belajar kepada mursyid, aerta perjumpaan dan perpisahan dengan handai taulan dan sahabat, menjadi tema perbincangannya.

Tentu saja, Gus Can membuka ruang dialog dengan audiens -- dan bukankah ini yang semakin menghangatkan malam? Kegiatan ini terbuka untuk siapa pun dari latar belakang apa pun karena Gus Can memang meyakini keberagaman sebagai khazanah semesta yang wajib dirawat.

Ramadan dalam Perjalanan

Berbeda dengan kebanyakan orang, Gus Can menikmati Ramadan bukan di rumah bersama keluarga, melainkan di dalam perjalanan. Selesai dari Subang, ia meneruskan safari Ramadan ke Jakarta dengan menggelar pertunjukan bertajuk Musikalisasi Sastra di Galeri Indonesia Kita, 9 Juni, bersama penyair Hasan Aspahani dan musisi Ary Juliant. Pada 11 Juni, ia akan tampil bersama Dik Doank dan Komunitas Kandank Jurank Doank di Tangerang.

Selanjutnya, ia akan menyeberang ke Bali untuk bersilaturahmi dengan masyarakat kampung muslim di Pulau Dewata. Pada 14 Juni, ia diundang oleh Menteri Agama Republik Indonesia KH Lukman Hakim Syaifuddin untuk menyampaikan ceramah dalam acara buka bersama pegawai Kementerian Agama di Jakarta. Pada 15 Juni, Gus Can menggelar dialog publik berjudul Malam Seribu Budaya di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ia akan mengakhiri tur pada 17-18 Juni dengan sebuah konser di Tasikmalaya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Budaya, Quote PKS Piyungan Taubat

Rabu, 15 November 2017

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo tampaknnya bisa berbangga hati. Sebab selain disiplin, tertib pengantrean, tertib adminstrasi juga karena ribuan warga Nahdliyin antusias mendatangi pemotretan pembuatan Kartanu yang digelar di masing-masing Ranting NU.

“Alhamdulillah warga Nahdliyin sangat antusias mendatangi lokasi pemotretan Kartanu yang sudah ditentukan oleh tiap-tiap Ranting NU. Hal ini menunjukkan bahwa warga NU sangat mendukung program Kartanu ini dan memahami manfaat yang diperolehnya,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Gending A. Zuhri Muslim disela-sela pemotretan Kartanu di Desa Sebaung, Jum’at (8/3).

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu

Menurut Zuhri, pada dasarnya pembuatan Kartanu ini targetnya bukan sebanyak-banyaknya, tetapi untuk yang benar-benar warga NU. Sebab buat apa banyak yang buat tetapi didalamnya ada penyusup yang bukan warga NU yang ikut membuat Kartanu.

PKS Piyungan Taubat

“Untuk itu jauh-jauh hari sebelumnya kami sudah meminta kepada seluruh pengurus ranting yang tahu persis kondisi warganya siapa saja yang bisa direkomendasikan membuat Kartanu. Jadi dalam pembuatan Kartanu ini NU jangan sampai salah sasaran,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gending Muslimin Saba’. Menurutnya, Kartanu ini sejatinya untuk data base warga NU, tetapi bukan berarti ketika suatu daerah yang membuat Kartanu hanya ratusan kemudian dikira warga NU nya hanya ratusan. Padahal ada yang pengurus rantingnya yang tidak membuat kemudian dikira ranting tersebut tidak memiliki warga NU.

PKS Piyungan Taubat

“Bagi warga NU yang tidak membuat Kartanu kami juga tetap menganggap dan mengakui sebagai warga NU tetapi belum memiliki kesadaran untuk membuat Kartanu. Oleh karena itu bagi semua warga NU silahkan berpartisipasi untuk turut membuat Kartanu,” ungkapnya.

Pelaksanaan pembuatan Kartanu di wilayah MWCNU Gending digelar selama empat hari mulai Kamis (7/3) hingga Ahad (10/3). Demi mensukseskan program Kartanu ini, pengurus MWCNU Gending bersama PAC GP Ansor Gending telah melakukan sosialisasi Kartanu di 13 Ranting se Wilayah Kecamatan Gending. Sosialisasi dilakukan dengan cara mendatangi tempat-tempat pertemuan, arisan, sarwaan, paguyuban, dan lain-lain selama seminggu sebelum pelaksanaan Kartanu.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Quote PKS Piyungan Taubat

Selasa, 14 November 2017

Mengkhayal Saat Shalat?

Shalat diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Takbiratul ihram dianggap sebagai pintu masuk untuk mengingat Allah SWT.? Segala bentuk kegiatan yang diperbolehkan di luar shalat, seketika takbir semuanya mesti ditinggalkan, alias diharamkan.

Setelah berniat dan melakukan takbir, seharusnya pikiran dan hati kita fokus untuk beribadah dan tertuju pada Allah SWT. Namun masalahnya, mengendalikan pikiran bukanlah perkara mudah.

Mengkhayal Saat Shalat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengkhayal Saat Shalat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengkhayal Saat Shalat?

Seringkali pikiran lain muncul tiba-tiba di benak kita seperti soal pekerjaan, anak, harta, dan dagangan. Bahkan dalam shalat pun, terkadang khayalan aneh datang menghantui pikiran. Sehingga, semua itu membuat kekhusyukan ibadah menjadi terganggu dan berkurang. Lalu bagaimana hukumnya? Apakah masih sah shalat orang yang mengkhayal ketika shalat?

PKS Piyungan Taubat

Terkait masalah ini, Imam An-Nawawi punya jawaban di dalam kitabnya Fatawa Al-Imam An-Nawawi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?..

PKS Piyungan Taubat

Artinya, “Bila seorang mengkhayal maksiat dan kezalimaan pada saat shalat sehingga hatinya tidak fokus dan dia tidak meresapi bacaannya, apakah shalatnya masih sah? ‘Shalatnya sah, namun makruh,’” jawab Imam An-Nawawi.”

Orang yang mengkayal, pikirannya melayang ke mana-mana, bahkan memikirkan sesuatu yang buruk, shalatnya masih dihukumi sah. Meskipun sah, shalatnya dianggap makruh karena hatinya tidak hadir dan dia tidak meresapi bacaan yang dilafalkannya.

Kekhusyukan memang tidak menjadi kewajiban di dalam shalat, namun bukan berarti kita mengabaikannya. Kita mesti? mengupayakan dan mengusahkannya. Minimal kita berusaha merenungi dan meresapi setiap bacaan yang dilafalkan ketika shalat. Di sini kita mengerti betapa kekhusyukan adalah barang mahal tiada tara. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Quote PKS Piyungan Taubat

Minggu, 12 November 2017

GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan

Kupang, PKS Piyungan Taubat. GP Ansor NTT dan Brigade Meo bentukan Pendeta Adi Ndiy bersama mendiskusikan berbagai isu yang mempengaruhi harmonisasi kehidupan antarumat beragama di Nusa Tenggara Timur. Bersama organisasi kepemudaan lainnya, mereka di akhir pertemuan mengeluarkan petisi perdamaian di Kantor PWNU NTT, Kupang, Sabtu (24/10).

GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan

Mereka menginginkan suasana masyarakat lengang dari berbagai isu-isu SARA dalam rangka menjaga bingkai kemajemukan. Semua organisasi kepemudaan yang hadir bertekad menjadikan NTT sebagai barometer ukuran kemajemukan. Mereka tidak ingin ada langkah-langkah tertentu yang akan menghancurkan keberagaman.

Berbagai masukan seluruh organisasi dan beberapa petisi menyatakan keinginannya untuk menjaga keamanan dan kedamaian bersama masyarakat NTT melalui sebuah bingkai kemajemukan yang ada di kota Kupang.

PKS Piyungan Taubat

Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis mengajak seluruh komponen tokoh muda peduli kemajemukan.

PKS Piyungan Taubat

“Mari sama-sama kita menjaga perdamaian untuk kerukunan. Jangan sampai terjadi di lingkungan atau tanah kita flobamora ini berbagai isu-isu miring yang dapat menghancurkan dan keretakan di antara kita. Oleh karena itu tanggung jawab kemajemukan di NTT ada di tangan para generasi-generasi penerus NTT.”

Pendeta Adi Ndiy ? dalam forum juga mengajak seluruh komponen masyarakat para pemuka agama, tokoh pemuda untuk sama-sama membangun daerah dengan berbagai keragaman melalui perbedaan. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Quote, Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Selasa, 31 Oktober 2017

Harlah Ansor di Pringsewu Penuh Kemeriahan

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat. Kemeriahan dan suka cita mewarnai peringatan hari lahir (Harlah) ke-82 Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Pringsewu dipusatkan di Gedung PCNU Pringsewu, Sabtu dan Ahad (23-24 April 2016).

Harlah Ansor di Pringsewu Penuh Kemeriahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ansor di Pringsewu Penuh Kemeriahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ansor di Pringsewu Penuh Kemeriahan

Rentetan kegiatan pun digelar oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu untuk memeriahkan harlah tersebut. Diawali dengan kegiatan istighotsah yang dipimpin langsung oleh ketua GP Ansor Kabupaten Pringsewu, M. Sofyan, dan dilanjutkan dengan potong tumpeng oleh mustasyar NU yang juga Bupati Pringsewu, Sujadi Saddat, sebagai puncak kegiatan pada malam itu.

Dalam sambutannya, M. Sofyan, mengatakan dalam peringatan harlah tahun ini harus dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat organisasi. Memperkuat organisasi yang dimaksud adalah secara struktural, dimana pekerjaan rumah yang belum terselesaikan bagi mereka selama ini yaitu terbentuknya semua Pimpinan Ranting Ansor di seluruh wilayah Kabupaten Pringsewu.

"Saya berharap betul, bahwa melalui momentum harlah tahun ini kita bisa memperkuat organisasi Ansor ini secara struktural dimana seluruh Pimpinan Ranting Ansor yang ada di Kabupaten Pringsewu harus terbentuk," katanya.

"Yang kedua adalah melalui momentum harlah ini pula, kita harus memperkokoh visi kebangsaan artinya adalah jangan sampai ada individu maupun kelompok-kelompok radikal yang mencoba untuk memecah belah persatuan dan kesatuan  bangsa. Karena bagi kita, NKRI adalah harga mati," serunya.

PKS Piyungan Taubat

Pada pagi harinya (Ahad), kegiatan dilanjutkan dengan Apel Siaga Banser yang diikuti oleh ratusan anggota Ansor dan Banser, puluhan kader PMII, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, beberapa perwakilan dari Fatayat dan Muslimat, serta MWC NU yang ada di Kabupaten Pringsewu.

Setelah Apel Siaga Banser, kemeriahan harlah ke-82 Ansor dilanjutkan dengan perlombaan Baris Berbaris dan Nawa Prasetya Banser bagi seluruh anggota Satkoryon Banser yang ada di Kabupaten Pringsewu. Ada delapan tim yang mengikuti perlombaan tersebut, tujuh tim dari perwakilan masing-masing Satkoryon dan satu tim dari Pagar Nusa.

Dengan menghadirkan tiga juri perlombaan yakni Agus Darmawan (ketua Purna Paskibra Indonesia Kabupaten Pringsewu), Nurul Halim (kepala Staf Banser Kabupaten Tanggamus) dan Suparman (tokoh Senior Ansor Kabupaten Tanggamus), tim Satkoryon Banser Pagelaran Utara dinobatkan sebagai Juara 1, disusul tim Satkoryon Banser Pringsewu dan Banyumas sebagai Juara 2 dan 3 pada perlombaan tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Selain tropi Juara, mereka juga mendapatkan hadiah uang pembinaan dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu. Dimana hadiah tersebut diklaim sebagai upaya motivasi bagi mereka yang sudah bersusah payah berlatih dan berjuang untuk mengikuti lomba tersebut. (Henudin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Quote, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Minggu, 29 Oktober 2017

Kirab Resolusi Jihad NU Tempuh 2000 Kilometer Selama 10 Hari

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Seperti tahun sebelumnya, tahun ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menggelar Kirab Resolusi Jihad NU. Penyelenggaraan kirab sebagai salah satu bentuk peringatan Hari Santri Nasional 2016, akan menempuh sekurang-kurangnya 2000 kilometer dan memakan waktu sepuluh hari. Para peserta diharapkan untuk dengan ikhlas menjalankan kegiatan ini, sekaligus menyiapkan fisik, karena jarak tempuh yang jauh dan lamanya waktu.

Hal itu muncul dalam rapat koordinasi Kirab Resolusi Jihad NU 2016 di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, Ahad (9/10) sore.

Kirab Resolusi Jihad NU Tempuh 2000 Kilometer Selama 10 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Resolusi Jihad NU Tempuh 2000 Kilometer Selama 10 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Resolusi Jihad NU Tempuh 2000 Kilometer Selama 10 Hari

Aizuddin Abdurahman mewakili panitia mengatakan, Kirab Resolusi Jihad NU tahun ini mengalami perkembangan yang luar biasa. Kirab tahun ini juga lebih istimewa karena animo, ekspektasi, dan harapan atas terselenggaranya kirab.

Selama perjalanan kirab, rombongan akan bersilaturahim kepada para kiai serta pengurus NU di daerah, berdialog, dan bersosialisasi dengan warga NU. Selain itu peserta kirab juga akan diajak melakukan ziarah ke makam pendiri dan pejuang NU. Oleh karena itu peserta kirab diharapkan ? benar-benar menjaga semangat kekhidmadan kirab karena bernilai sejarah.

PKS Piyungan Taubat

Sebanyak kurang lebih delapan puluh orang diberangkatkan dalam kirab yang dimulai di Banyuwangi pada 13 Oktober hingga tiba kembali di Jakarta pada 22 Oktober. Para peserta adalah perwakilan seluruh lembaga dan badan otonomi di bawah PBNU. Pemberangkatan peserta dari Jakarta dilakukan Selasa, 12 Oktober menggunakan kereta api, dan tiba di Banyuwangi Rabu, 13 Oktober.?

Setiba di Banyuwangi peserta akan menggunakan lima armada bus. Dari Banyuwangi peserta kirab dijadwalkan akan mengunjungi Situbondo, Probolonggo, Pasuruan, Malang, Sidoarjo, Bangkalan, Bubutan pada ? 14 Oktober. Hari berikutnya, 15 Oktober, rombongan akan memasuki Surabaya, Mojokerto, Rejoso, Jombang, Kertosono, Kediri.

Pada Ahad 16 Oktober, rombongan terjadwal mengunjungi Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun. Menginap semalam di Madiun, esok harinya 17 Oktober, rombongan akan mengunjungi Magetan, Ngawi, Mantingan, Sragen, Solo, Klaten, Jogjakarta.

Selasa, 18 Oktober rombongan meneruskan perjalanan ke Magelang, Parakan, Wonosobo, dan Banyumas. Sementara pada Rabu, 19 Oktober, perjalanan dilanjutkan ke Cilacap, Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, dan Bandung.

Kamis 20 Oktober, rombongan dijadwalkan tiba di Cianjur, meneruskan ke Bogor dan Tangerang Selatan pada sore harinya. Jumat 21 Oktober dari Tangerang Selatan rombongan akan mengunjungi Serang, Pandeglang, Cilegon dan Jakarta. Rombongan kirab akan mengikuti Upacara Hari Santri di Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Sabtu 22 Oktober.

PKS Piyungan Taubat

Kirab diharapkan tidak hanya utuk konsolidasi, namun juga akan menambah ketebalan ke-NU-an. Rute dan kegiatan kirab akan membawa rombongan pada napak tilas perjuangan para pendiri NU. ? Sehingga para peserta kirab nantinya akan merasakan perjuangan para pendahulu, serta ada nilai-nilai yang dapat diteladani. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Anti Hoax, Quote PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock