Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji

Suatu ketika Imam Junaid al-Baghdadi mendapat kunjungan dari seseorang yang baru saja pulang menunaikan haji. Meski ritual haji telah ia jalani, orang ini belum menunjukkan perubahan perilaku apa-apa dalam hidupnya.

“Dari mana Anda?” tanya Imam Junaid.

Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji

”Saya baru saja pulang dari ibadah haji ke Baitullah?” orang itu menimpali.

PKS Piyungan Taubat

”Jadi, Anda benar-benar telah melaksanakan ibadah haji?”

”Tentu, Imam. Saya telah menunaikan haji.”

PKS Piyungan Taubat

”Apakah Anda sudah janji akan meninggalkan dosa-dosa Anda saat meninggalkan rumah untuk pergi haji?”

“Tidak, Imam. Saya tidak pernah memikirkan hal itu.”

“Anda sejatinya tak pernah melangkahkan kaki untuk haji,” tegas Imam Junaid. “Saat Anda berada dalam perjalanan suci dan berhenti di suatu tempat semalaman, apakah Anda memikirkan tentang usaha mencapai kedekatan dengan Allah?”

“Itu semua tak terlintas di benak saya.”

“Berarti Anda tidak pergi menuju Ka’bah, tidak pula pernah mengunjunginya.”

“Saat Anda mengenakan pakaian Ihram dan melepas semua pakaian yang biasa Anda kenakan, apakah Anda sudah berketetapan untuk membuang semua cara dan perilaku buruk Anda, menjadi pribadi lebih baik?” tanya Imam Junaid lagi.

“Tidak, Imam. Saya juga tak pernah berpikir demikian.”?

“Berarti Anda tidak pernah mengenakan pakaian ihram,” Imam Junaid menyayangkan. ”Saat Anda Wuquf (berdiam diri) di padang Arafah dan bersimpuh memohon kepada Allah, apakah Anda merasakan bahwa Anda sedang wuquf dalam Kehadiran Ilahi dan menyaksikan-Nya?”

”Tidak. Saya tak mendapat pengalaman (spiritual) apa-apa.”

Imam Junaid sedikit kaget, ”Baiklah, saat Anda datang ke Muzdalifah, apakah Anda berjanji akan menyerahkan nafsu jamaniah.

“Imam, saya pun tak memikirkan hal itu.”

“Berarti Anda sama sekali tak mengunjungi Muzdalifah.” Lantas Imam Junaid bertanya, “O, kalau begitu, ceritakan kepadaku Keindahan Ilahi apa yang Anda tangkap sekilas saat Thawaf, mengitari Ka’bah.”

“Tidak ada, Imam. Sekilas pun saya tak melihat.”

“Sama artinya Anda tidak mengelilingi Ka’bah sama sekali.” Lalu, “Ketika Sa’i, lari-lari kecil antara Shafa dan Marwa, apakah Anda menyadari tentang hikmah, nilai, dan tujuan jerih payah Anda?”

“Tidak.”

“Berarti Anda tidak melakukan Sa’i.” “Saat Anda menyembelih hewan di lokasi pengurbanan, apakah Anda juga mengurbankan nafsu keegoisan untuk menapaki jalan Allah?”

“Tidak. Saya gagal memperhatikan hal itu, Imam.”

“Artinya, secara faktual Anda tidak mengusahakan pengurbanan apa-apa.” “Lalu, ketika Anda melempar Jumrah, apakah Anda bertekad membuang jauh kawan dan nafsu busukmu?”

“Tidak juga, Imam.”

“Berarti Anda sama sekali tidak melempar Jumrah.”

Dengan nada menyesal, Imam Junaid menyergah, “Pergi, tunaikan haji lagi. Pikirkan dan perhatikan seluruh kewajiban yang ada hingga haji Anda mirip dengan ibadah haji Nabi Ibrahim, pemilik keyakinan dan kesungguhan hati sebagaimana ditegaskan al-Qur’an:

Wa ibrahima l-ladzi waffa. Dan Ibrahim yang telah menyempurnakan janji.” (Mahbib Khoiron)

?

*) Diterjemahkan dari The Meaning of Hajj (www.israonweb.com)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Hadits PKS Piyungan Taubat

Minggu, 18 Februari 2018

Dorong Sidoarjo Bersih, PMII Deklarasikan Antikorupsi

Sidoarjo, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo menyatakan anti korupsi sebagai bagian dari gerakan antisipasi dan pencegahan terhadap kejahatan korupsi di Sidoarjo. Sebelumnya mereka menggelar halaqah bertajuk Pemantapan Integritas Menuju Sidoarjo Bebas dari Korupsi digelar di gedung LP Maarif Sidoarjo, Kamis (27/10).

Ketua panitia Haris Aliq mengajak organisasi masyarakat (ormas) dan masyarakat Sidoarjo untuk mencegah dan mengawal kasus korupsi bila terbukti ada yang terlibat dalam kasus tersebut.

Dorong Sidoarjo Bersih, PMII Deklarasikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Sidoarjo Bersih, PMII Deklarasikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Sidoarjo Bersih, PMII Deklarasikan Antikorupsi

"Mari bersama-sama konsisten mencegah kasus korupsi di Sidoarjo dan mengawal tindak pidana karena hal ini bentuk cinta kita kepada Sidoarjo," kata Haris.

Sementara itu Ketua PMII Sidoarjo Muhammad Mahmuda mengatakan, deklarasi antikorupsi ini merupakan upaya PMII mencegah agar pejabat di Sidoarjo tidak ada yang terlibat korupsi.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, sosialisasi tentang bahaya praktek korupsi sangat penting guna meningkatkan intensitas pengawasan baik dari sisi internal maupun eksternal, serta memperbaiki mental dan moral pejabat tinggi negara.

Mahmuda berharap kepada penegak hukum yang berada di Sidoarjo khususnya terus mengawasi dan mengawal para pejabat yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi.

PKS Piyungan Taubat

"Mencegah terjadinya praktik korupsi diperlukan peran aktif dari semua elemen baik dari media, masyarakat, maupun ormas kepemudaan. Karena mencegah korupsi tidak hanya diserahkan kepada penegak hukum, institusi pemerintah maupun legislatif, namun semua pihak harus ikut andil," jelasnya.

Hadir pada acara itu, Fatayat, IPNU IPPNU, PMII se-Sidoarjo, Karang Taruna, Pemuda Pancasila dan narasumber dari Polresta Sidoarjo serta Kejaksaan Negeri Sidoarjo. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Nahdlatul, Kajian Sunnah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 10 Februari 2018

Inilah Cara Mengetahui Kesahihan Hadits

Hadits sahih ialah hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang berkualitas dan tidak lemah hafalannya, di dalam sanad dan matannya tidak ada syadz dan illat.

Mahmud Thahan dalam Taysiru Musthalahil Hadits menjelaskan hadits sahih adalah sebagai berikut:

Inilah Cara Mengetahui Kesahihan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Cara Mengetahui Kesahihan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Cara Mengetahui Kesahihan Hadits

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKS Piyungan Taubat

Artinya, “Setiap hadits yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit dari awal sampai akhir sanad, tidak terdapat di dalamnya syadz dan ‘illah.”

PKS Piyungan Taubat

Dilihat dari definisi di atas, terdapat lima kriteria hadits sahih yang harus diperhatikan. Demikian pula ketika ingin mengetahui apakah hadits yang kita baca atau dengar sahih atau tidak, lima kriteria tersebut menjadi panduan utama. Kalau kelima kriteria itu ada dalam sebuah hadits, maka haditsnya sahih. Kalau tidak ada salah satunya berati hadits dhaif.

Sebagaimana dijelaskan Mahmud At-Thahan dalam Taysiru Musthalahil Hadits, kelima kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

Ketersambungan Sanad

Ketersambungan sanad (ittishâlul sanad) berati masing-masing perawi bertemu antara satu sama lain. Salah satu cara yang digunakan untuk membuktikan masing-masing rawi bertemu ialah dengan cara melihat sejarah kehidupan masing-masing perawi, mulai dari biografi guru dan muridnya, tahun lahir dan tahun wafat, sampai rekaman perjalanannya.

Perawi Adil (Kredibilitas)

Setelah mengetahui ketersambungan sanad, langkah berikutnya adalah meneliti satu per satu biografi perawi dan melihat bagaimana komentar ulama hadits terhadap pribadi mereka. Perlu diketahui, adil (‘adalah) yang dimaksud di sini berkaitan dengan muruah atau nama baik.

Perawi yang semasa hidupnya pernah melakukan perbuatan yang melanggar moral dan merusak muruah, hadits yang diriwayatkannya tidak bisa diterima dan kualitasnya rendah.

Hafalan Perawi Kuat

Selain mengetahui muruah perawi, kualitas hafalannya juga perlu diperhatikan. Kalau hafalannya kuat, kemungkinan besar haditsnya sahih. Tapi kalau tidak kuat, ada kemungkinan hadits tersebut hasan, bahkan dhaif.

Tidak Ada Syadz

Syadz berati perawi tsiqah bertentangan dengan rawi lain yang lebih tsiqah darinya. Misalkan, ada dua hadits yang saling bertentangan maknanya. Untuk mencari mana kualitas hadits yang paling kuat, kualitas masing-masing perawi perlu diuji, meskipun secara umum sama-sama tsiqah. Dalam hal ini, perawi yang paling tsiqah dan kuat hafalannya lebih diprioritaskan.

Dengan demikian, untuk memastikan kesahihan hadits, perlu dikonfirmasi dengan riwayat lain, apakah tidak bertentangan dengan hadits lain atau tidak.

Tidak Ada ‘Illah

Illah yang dimaksud di sini adalah sesuatu yang dapat merusak kesahihan hadits, namun tidak terlalu kelihatan. Maksudnya, ada hadits yang dilihat sekilas terkesan sahih dan tidak ditemukan cacatnya. Namun setelah diteliti lebih dalam, ternyata di situ ada sesuatu yang membuat kualitas hadits menjadi lemah. Hal ini dalam musthalah hadits diistilahkan dengan ‘illah.

Itulah lima kriteria yang perlu diperhatikan pada saat menguji apakah sebuah hadits sahih atau tidak. Kalau hilang salah satu dari lima kriteria tersebut, kualitas hadits bisa jatuh pada kedhaifan.

Misalnya hadits riwayat Al-Bukhari tentang Rasulullah membaca Surat At-Thur saat magrib. Al-Bukhari meriwayatkan hadits sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Abdullah bin Yusuf meriwayatkan dari Malik bin Anas, dari Ibnu Syihab, dari Muhammad bin Jubair , dari Muhammad bin Jubair bin Math’am, dari bapaknya (Jubair bin Math’am) yang berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah membaca Surat At-Thur saat magrib,’” (HR Al-Bukhari).

Riwayat di atas dihukumi sahih oleh para ulama hadits karena memenuhi kriteria hadits sahih. Dilihat dari ketersambungan sanad, masing-masing perawi terbukti bertemu antara satu sama lain; dilihat dari kualitas perawi semuanya dhabit dan ‘adil; serta tidak terdapat syadz dan illat dalam sanad hadits. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Rabu, 24 Januari 2018

Pedagang Pasar Kutoarjo Ajak Warga Tahlilan

Purworejo, PKS Piyungan Taubat -

Paguyuban Pedagang Pasar (PAPPAS) Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah mengadakan Tasyakuran Suran dengan mengajak warga sekitar membaca Yaasin dan Tahlil, di Kutoarjo, Kamis (27/10).

"Kami mohon maaf pada segenap warga pasar Kutoarjo, mengingat banyaknya agenda yang telah dilaksanakan pada bulan-bulan sebelumnya sehingga PAPPAS untuk tahun ini menggelar acara tasyakuran suran tidak bisa seperti biasanya,” ujar Ketua PAPPAS Kutoarjo H Muhamad Choirul Anwar.

Pedagang Pasar Kutoarjo Ajak Warga Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pedagang Pasar Kutoarjo Ajak Warga Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pedagang Pasar Kutoarjo Ajak Warga Tahlilan

Muharom 1438 H sebagai awal bulan dalam kalender Islam sudah hampir lewat. Namun PAPPAS Kutoarjo tidak ingin kehilangan keistimewaan bulan mulia tersebut. Sebagai rangkaian dari acara Tasyakuran Suran (peringatan bulan Muharram) mereka menyembelih kambing.

Pembacaan tahlil dipimpin tokoh agama Islam setempat, KH Mustofa dan kultum disampaikan oleh Ketua MWC NU Bayan, Purworejo, Kiai Achmad Mustawin, dihadiri oleh pengurus PAPPAS, pejabat pasar, dan beberapa dari perwakilan pedagang.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Pasar Kutoarjo, Suseno mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya pada seluruh warga pasar Kutoarjo.

PKS Piyungan Taubat

Suseno juga berharap agar pedagang melalui PAPPAS bisa memberikan kritik konstruktif kepada pejabat pasar sehingga tercipta kondisi pasar yang aman dan juga nyaman, bebas dari hal-hal berbau negatif.

“Sungguh, kami selaku pejabat pasar menerima dengan senang hati segala kritik saran dari pedagang demi terwujudnya kondisi pasar yang aman dan juga nyaman. Dengan bersama-sama semoga kita bisa menciptakan pasar yang semakin lebih baik” kata Suseno.

Pasar Kutoarjo merupakan salah satu pasar induk di Kabupaten Purworejo. Bulan Muharom biasa diperingati dengan menggelar acara pembacaan Yaasin dan Tahlil yang tidak hanya melibatkan warga pasar saja namun juga warga di sekitar pasar. (Muhammad Ghufron/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PonPes, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Minggu, 21 Januari 2018

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Sebagai perkumpulan yang mewadahi para pelajar Nahdlatul Ulama, IPNU dan IPPNU selayaknya sering menjalin komunikasi kepada para pengurus Badan Otonom NU lainnya yang lebih dewasa.?

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tanfidziyyah NU cabang Kudus, H Abdul Hadi pada pembukaan peringatan Hari Lahir IPNU ke-61 dan IPPNU ke-60 di aula Gedung NU Kudus Selasa, (24/2).

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU

Usai menghaturkan ucapan selamat hari kelahiran beserta doa harapan, Abdul Hadi kemudian memberikan beberapa pesan kepada ratusan pengurus IPNU-IPPNU se-kabupaten Kudus yang hadir pada acara tersebut.

PKS Piyungan Taubat

“Pengurus IPNU-IPPNU harus sering-sering silaturrahim dan konsultasi kepada NU, LP Ma’arif, juga kepada sesama pimpinan IPNU-IPPNU, jangan sampai putus,” ujar Abdul Hadi.?

Disampaikannya, bahwa ketika IPNU-IPPNU menghadapi masalah, apapun itu, sebaiknya disampaikan saja. Menurutnya, NU dan Banom sudah sepantasnya saling terbuka dan membantu.

PKS Piyungan Taubat

Di ulang tahun ini, diharapkan agar IPNU bersama IPPNU semakin mampu menjalankan tugas dengan disiplin dan tertata rapi. “Buatlah kegiatan yang sederhana saja, yang terjangkau, tapi terorganisir dengan baik,” paparnya.

Menurutnya, IPNU-IPPNU juga harus menjalankan organisasi dengan transparansi yang maksimal, sedari administrasi hingga persoalan dana. Organisasi dijalankan dengan ikhlas untuk kepentingan meningkatkan kualitas dan kuantitas NU.

Perayaan Harlah diresmikan dengan pemotongan tumpeng oleh KH M Ulil Albab, Rois Syuriah NU Kudus dan diserahkan kepada pengurus IPNU dan IPPNU Kudus, Joni Prabowo dan Septiyanti.?

Acara dilanjutkan dengan sarasehan bersama alumni dan nonton bareng video dokumentasi perjalanan IPNU-IPPNU Kudus dari masa ke masa. Terakhir, dibacakan doa manaqib. (Istahiyyah/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Kamis, 18 Januari 2018

PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan

Lamongan, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU IPPNU Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar aksi bakti sosial di Yayasan Panti Asuhan Siti Masyithoh Kecamatan Mantup, Lamongan, Ahad (15/2). Acara tersebut dalam rangkaian acara peringatan harlah ke-89 NU, ke-60 IPNU dan ke-61 IPPNU.

“Bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan dan sosial,” ujar Afifurrohman Ketua IPNU Unisla.

PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan

Acara yang dibuka pukul  09.00 WIB tersebut diikuti anggota IPNU-IPPNU dan anak–anak panti asuhan, mereka sangat antusias dan merasa senang. Anak–anak panti juga diberi motivasi training, dan diberi keyakinan agar mempunyai mimpi dan cita-cita yang tinggi. 

PKS Piyungan Taubat

“Hidup itu harus punya motivasi, harus punya harapan dan mimpi yang besar, karena Allah menciptakan manusia dalam kondisi sebaik-baiknya,” kata motivator Zainul Asyhari, S.Pd.I.

Selain itu, Ketua IPPNU Unisla Wellaika Pristya mengharapkan, bantuan yang disalurkan ke anak–anak panti dapat bermanfaat dan dipergunakan sesuai kebutuahan anak-anak.

PKS Piyungan Taubat

“Saya juga mengharap ke pemerintah Kabupaten Lamongan, supaya mengawal dengan teliti bantuan sosial yang disalurkan ke pihak yayasan panti asuhan karena rawan adanya penyelewengan,” imbuh Wella.

Sementara itu, Dewi, Ketua Panitia Kegiatan Baksos mengatakan, tidak hanya baksos saja, puncak dari kegiatan ini yakni menggelar motivasi training dan hypnoterapi ke sekolah-sekolah, dan memberi motivasi pelajar-pelajar yang akan menghadapi UN 2015. (Asyhari/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Humor Islam, Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Minggu, 14 Januari 2018

1.100 Anggota Banser Lampung Siaga di 11 Titik Mudik

Bandar Lampung, PKS Piyungan Taubat. Ketua PW GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim, di Bandar Lampung, Ahad (3/7) menyatakan, pihaknya mempersiapkan 11 pos komando (posko) untuk melayani pemudik di wilayah tersebut.

1.100 Anggota Banser Lampung Siaga di 11 Titik Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
1.100 Anggota Banser Lampung Siaga di 11 Titik Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

1.100 Anggota Banser Lampung Siaga di 11 Titik Mudik

"Dari 15 pimpinan cabang, hanya empat yang tidak mendirikan Posko mudik karena sebagian besar bukan titik utama yang dilintasi kendaraan pemudik," ujar panglima tertinggi Gerakan Pemuda Ansor Lampung itu didampingi Kasatkorwil Tatang Sumantri.

100 Barisan Ansor Serbaguna (Banser), ujar Tatang menambahkan, telah diintruksikan untuk bisa menjaga posko secara bergantian. "Jika bisa, 24 jam ada Banser di posko mudik. Empat pimpinan cabang yang tidak mendirikan Posko mudik ialah PC GP Ansor Lampung Selatan, Lampung Barat, Metro dan Tulang Bawang Barat," kata dia lagi.

Di Way Kanan, pendirian Posko mudik telah disampaikan kepada Ketua PCNU KH Nur Huda, jajaran dewan penasehat, Yozi Rizal, Iskardo P Panggar, Darul Hafiz, dan Bupati Raden Adipati Surya serta mendapat tanggapan positif.

PKS Piyungan Taubat

Berdasarkan data di lapangan dihimpun Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Way Kanan yang juga Ketua PAC Ansor Way Tuba Agung Rahadi Hidayat, sepanjang jalan lintas Sumatera, Kecamatan Gunung Labuhan yang berbatasan dengan Kabupaten Lampung Utara hingga Kecamatan Way Tuba yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, tercatat ada tujuh posko mudik, salah satu adalah posko mudik Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU).

Posko KBNU Way Kanan bertajuk Islam Rahmatan Lil Alamin, para pemudik yang lelah dipersilakan singgah guna menghindari hal tidak diinginkan. Dikoordinatori Wakil Kepala Satkorcab Banser Ponimin, Posko tersebut berada di depan Gedung PCNU, Jalan Lintas Sumatera, Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu menyediakan tempat sholat, istirahat, parkir dan MCK secara cuma-cuma.

Berikut daftar kontak posko mudik berada di Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Way Kanan tahun 2016. Posko RM Simpang Setia (0813 6901 5992) dan RM Posko RM Ngawi (0852 6748 8106), keduanya berada di Way Tuba. Posko RRI (0812 1211 7321) dan Posko Bina Marga Bedeng Alang-Alang (0821 8129 4883) keduanya berada di Kecamatan Blambangan Umpu.

PKS Piyungan Taubat

Lalu di Kecamatan Baradatu ada dua Posko, yakni Posko KBNU (0853 8200 8080/081379486987) dan Posko Gunung Katun (0821 7975 3828). Dan satu Posko di Kecamatan Gunung Labuhan (9119).

Untuk Puskesmas yang berada di sekitar jalan lintas Sumatera tercatat ada lima, Gunung Labuhan (085369415545), Baradatu (081272300302), Blambangan Umpu (08127826213) dan Bumi Baru (085279513282), lalu Way Tuba (0813 6763 1859).

Adapun untuk rumah sakit dan klinik berada di sekitar jalan lintas Sumatera, RSUD Z.A. Pagar Alam (085269508444), Klinik Gusna Medika Umpu Kencana, Blambangan Umpu (0822 8274 4443), Klinik AMC Blambangan Umpu (081373205690) dan RS Haji Kamino (081272095786). (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Nusantara, Internasional PKS Piyungan Taubat

Kamis, 11 Januari 2018

Unggul 6-0 atas Darunnajah, Tim Sepak Bola Al-Asyariah Masuk Babak Final

Sidoarjo, PKS Piyungan Taubat. Liga Santri Nusantara (LSN) U-17 di Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (3/12) mempertemukan tim sepak bola pesantren Darunnajah Garut melawan tim dari pesantren Al-Asyariah Tangerang. Pertandingan berakhir dengan skor 6-0 untuk tim sepak bola pesantren Al-Asyariah. Kemenangan ini mengantarkan tim Al-Asyariah pada putaran final.

Unggul 6-0 atas Darunnajah, Tim Sepak Bola Al-Asyariah Masuk Babak Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Unggul 6-0 atas Darunnajah, Tim Sepak Bola Al-Asyariah Masuk Babak Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Unggul 6-0 atas Darunnajah, Tim Sepak Bola Al-Asyariah Masuk Babak Final

Tim pesantren Al-Asyariah unggul lebih dulu pada menit ke-8 yang disunting M Sopyan. Gol kedua dicetak oleh M Janisahri di menit ke-13 lewat tendangan jarak jauhnya sehingga mampu merobek gawang tim sepak bola pesantren Darunnajah.

Wasit M Agus Muslim akhirnya harus memberikan ganjaran kartu merah kepada pemain dari kubu tim pesantren Darunnajah Asep Syahri karena melakukan pelanggaran.

PKS Piyungan Taubat

Tak berselang lama, tim sepak bola Al-Asyariyah mendapatkan hadiah penalti yang mampu dimanfaatkan oleh Afrisal dengan baik sehingga tendangan itu membobol gawang tim pesantren Darunnajah. Pertandingan bertahan dengan skor 3-0 hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua pemain pesantren Al-Asy-ariah mampu menambahkan tiga poin yang dihasilkan oleh Khairul, M Aruiyan lewat sundulannya, dan Afrisal sehingga skor akhir pada babak kedua menjadi 6-0.

PKS Piyungan Taubat

Selanjutnya, pesantren Al-Asyariah akan bertemu dengan tim sepak bola pesantren Nurul Islam Jember pada babak final yang digelar di Gelora Delta Sidoarjo, Ahad (6/12) mendatang.

Pelatih tim sepak bola pesantren Al-Asyariah H Agus Suparman mengaku, dengan hasil akhir 6-0 yang mampu dihasilkan oleh anak asuhnya pihaknya tetap akan memfokuskan anak asuhnya pada kosentrasi. Kemenangan yang dihasilkan itu merupakan gaya dari para pemain pesantren Al-Asyariah dan bukan terpengaruh oleh pemain lawan.

"Kita imbang dengan pemain dari Jember. Namun, kita harus juara. Karena sebelum sampai Surabaya kami selalu latihan rutin seminggu tiga kali. Mohon doanya sehingga kami mendapatkan juara," pinta Agus.

Salah satu pemain sepak bola Al-Asyariah Afrisal Dwi Salgani mengaku senang bisa lolos ke babak final. Hal itu ditegaskan Afrisal karena kerja sama tim yang cukup bagus.

"Kami sangat senang karena baru pertama main di stadion Gelora Delta Sidoarjo dan bisa lolos ke babak final. Hari ini permainan kami cukup bagus. Nanti ada yang diperbaiki lagi sehingga menambah finishing dan kondisional saja," kata Afrisal dengan nada gembira. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hikmah, Sejarah, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Rabu, 10 Januari 2018

Muliakan Bulan Puasa Dengan Safari Ramadhan

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat. Dalam rangka memulyakan sekaligus menyemarakkan kegiatan keagamaan pada bulan suci Ramadhan 1433 H ini, Bupati Probolinggo yang juga Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin bersama anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), tokoh agama dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melaksanakan Safari Ramadhan dan buka puasa bersama di beberapa tempat. 

Muliakan Bulan Puasa Dengan Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muliakan Bulan Puasa Dengan Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muliakan Bulan Puasa Dengan Safari Ramadhan

Rabu (1/8) sore kemarin, Safari Ramadhan dan buka bersama Bupati Probolinggo tersebut digelar di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Selain anggota Forpimda, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan H. Nasrullah Ahmad Suja’i dan Ketua Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil.

Safari Ramadhan dan buka puasa bersama ini dihadiri oleh ratusan masyarakat yang berasal dari Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Sejak pukul 16.00 WIB mereka sudah berkumpul di lokasi kegiatan.

PKS Piyungan Taubat

Dalam sambutannya Bupati Hasan mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan ini. Menurutnya, sudah menjadi tugas kita bersama untuk saling mengingatkan saudara seiman agar sadar untuk menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan suci Ramadhan ini.

”Mari kita berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah di bulan suci ini. Perbanyak shodaqoh kepada sesama yang membutuhkan, jangan berlomba-lomba untuk mencari shodaqoh,” ujar Bupati Hasan.

PKS Piyungan Taubat

Lebih lanjut Bupati Hasan juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk selalu menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dengan memberikan contoh perbuatan yang baik, bukan hanya wacana.

”Tugas kita adalah bagaimana mengingatkan sesama ummat Rasulullah untuk melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Yang diperlukan sekarang adalah uswah hasanah dan bukti nyata bukan wacana saja”, tegasnya.

Saat adzan Maghrib berkumandang, seluruh jamaah langsung membatalkan puasa dengan menyantap buah kurma dan segelas air mineral yang disediakan panitia. Usai sholat Maghrib berjamaah, Bupati Hasan dan seluruh anggota Muspida dan undangan lainnya berbuka puasa bersama.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Sejarah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 30 Desember 2017

Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun

Kebumen, PKS Piyungan Taubat?



Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin menginstruksikan para pengurus NU di tingkat Wilayah, Cabang, hingga Ranting, untuk bergerak bersama dalam memperkuat tradisi amaliah Nahdliyin, termasuk memperkuat madrasah diniyah.?

Instruksi itu disampaikan pada Halaqah Syuriyah PCNU dan Pengasuh Pondok Pesantren di bekas Karesidenan Kedu, yaitu daerah Magelang, Kebumen dan Banyumas (Dulangmas), di Pondok Pesantren Al-Huda, Kebumen, Ahad (3/9).

Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun

"NU sebagai jamiyah harus mampu mengorganisir jamaahnya. NU punya tanggung jawab keummatan, tanggung jawab kenegaraan dan tanggung jawab kebangsaan,” katanya.?

Menurut dia, yang konsisten dalam menjaga itu semua adalah pesantren dan madrasah diniyah. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat madrasah diniyah.?

“Kebijakan FDS ini kita memang kecolongan, tahu tahu ada Permendikbud, judulnya, penguatan karakter di sekolah, tetapi isinya adalah sekolah lima hari. Saya sudah sampaikan ke presiden, bahwa kebijakan tersebut ditolak umat. Jika diteruskan akan menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Kini, lanjutnya, Permendikbud itu akan direvisi dalam Perpres. Ia menduga, dalam Perpres itu, FDS akan diterapkan secara opsional. Jadi, nanti Pemda boleh memilih menerapkan atau tidak.?

Dengan demikian, NU harus kerja keras dengan harakah (gerakan) layyinan yang santun. NU tidak bergerak dengan intimidasi, tidak memaksakan, tapi mendorong kesadaran bersama.?

“PCNU dan PWNU harus melobi bupati dan gubernurnya untuk menolak kebijakan tersebut. Di Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, NTB sudah mulai menolak. Entah ini Jawa Tengah, katanya gubernurnya termasuk penggagas FDS. PCNU-PCNU-nya harus bergerak, meloby bupati-wali kota untuk menolak kebijakan penerapan FDS. (Abdul Malik/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Sholawat, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Jumat, 22 Desember 2017

PC Muslimat NU Grobogan Buka Lomba Pidato

Grobogan, PKS Piyungan Taubat. Demi peningkatan kualitas bicara di muka umum, Pimpinan Cabang Muslimat NU Grobogan menyiapkan lomba pidato bagi kader-kader Muslimat NU. Lomba ini diharapkan memotivasi dan memompa semangat kader Muslimat NU untuk mempelajarai kembali teknik pidato mereka.

PC Muslimat NU Grobogan Buka Lomba Pidato (Sumber Gambar : Nu Online)
PC Muslimat NU Grobogan Buka Lomba Pidato (Sumber Gambar : Nu Online)

PC Muslimat NU Grobogan Buka Lomba Pidato

Demikian disampaikan Ketua PC Muslimat NU Grobogan Sulthonatun dalam pengajian rutin yang digelar tiap Ahad pahing di Gedung Ikatan Haji Muslimat Nahdlatul Ulama (IHM NU) desa Kuripan kecamatan Purwodadi kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Ahad (2/2).

Ia meminta setiap PAC Muslimat NU mengirimkan delegasinya minimal 1 orang. Panitia menetapkan tema, “Muslimat NU di Era Grobalisasi”. “Tema ini diseragamkan agar tampak kualitas opini, daya pikir, dan terobosan baru dalam memaksimalkan intelektual masing-masing delegasi,” kata Sulthonatun.

PKS Piyungan Taubat

Lomba ini digelar dalam rangka memperingati Harlah ke-68 Muslimat NU. Lomba ini diharapkan menjadi media munculnya kader Muslimat NU yang mampu mengajak masyarakat dalam kebajikan lewat kata-kata mafhum yang disampaikan.

PKS Piyungan Taubat

PC Muslimat NU Grobogan tengah menyiapkan juri-juri berkompeten di bidang dakwah. Lomba rencananya dilangsungkan di Gedung IHM NU Grobogan, Ahad (23/2).

Sementara pengajian rutin ini dihadiri semua kader PAC Muslimat NU. Sedikitnya 19 PAC Muslimat NU berpartisipasi dalam pengajian rutin PC Muslimat NU Grobogan. Pengajian kali ini menghadirkan KH Saifuddin dari Wirosari, Grobogan sebagai penceramah yang mengupas makna syukur dan selawat. (Asnawi lathif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hikmah, Sholawat, Kiai PKS Piyungan Taubat

Kamis, 21 Desember 2017

Dana Mandiri untuk Hindari Intervensi Konfercab NU Jombang

Jombang, PKS Piyungan Taubat - Gelaran konferensi cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Jombang pada 22-23 April 2017 mendatang diupayakan terselenggara dengan profesional dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh nahdliyin di Kota Santri ini adalah memfasilitasi semua kebutuhan Konfercab dengan mandiri, khususnya dari sisi pendanaan.

Akumulasi dana dari warga nahdliyin Jombang hingga saat ini terkumpul sekitar Rp. 201.610. 000 mulai beberapa bulan terakhir. Dana itu diperoleh dengan cara menyebarkan voucher kepada sejumlah MWCNU, lembaga atau banom NU se-Jombang, di samping itu ratusan kaleng disebarkan LAZISNU khusus untuk kader penggerak NU, kaleng ini diisi tiga uang koin sebesar 500 rupiah setiap hari dengan membaca “Yaa Jabbaar Yaa Qohhaar “.

Dana Mandiri untuk Hindari Intervensi Konfercab NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dana Mandiri untuk Hindari Intervensi Konfercab NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dana Mandiri untuk Hindari Intervensi Konfercab NU Jombang

Ketua Pelaksana Konfercab Munif Khusnan mengatakan, gerakan kemandirian untuk Konfercab NU di Jombang ini baru pertama dilakukan sepanjang sejarah Konfercab.

PKS Piyungan Taubat

Untuk pertama kalinya, dana Konfercab ditanggung oleh warga nahdliyin sendiri yang tidak ada motif apapun selain niat mengabdi buat NU. Bisa jadi ini adalah langkah pertama bagi PCNU seluruh Nusantara, tegasnya di acara Tasyakuran Harlah NU ke-94 di GOR Chasbullah Said Tambakberas Jombang, Rabu (12/4).

Terobosan baru dari PCNU Jombang tersebut juga mendapat apresiasi dari Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Anwar Iskandar. “Catatan yang saya dengar bahwa PCNU Jombang satu-satunya cabang yang seperti ini ya baru cabang Jombang,” ujar Kiai Anwar.

PKS Piyungan Taubat

Dalam penuturannya, Kiai Anwar akan mensosialisasikan terobosan baru dari PCNU Jombang tersebut kepada PCNU-PCNU yang ada di Jawa Timur untuk dicontoh. Akan saya ceritakan di mana saja agar bisa dicontoh, pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Senin, 18 Desember 2017

LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Kraksaan menggelar halaqoh dengan tema Peningkatan Kapabilitas Takmir Masjid NU se-Cabang Kraksaan.

Kegiatan yang digelar di aula Kantor PCNU Kota Kraksaan ini diikuti oleh 130 orang peserta terdiri dari Ketua Takmir Masjid, Remaja Masjid, pengurus Syuriyah, Ketua PAC LTMNU, Takmir Masjid di Kota Kraksaan serta Takmir Masjid di 5 (lima) MWC se-Cabang Kota Kraksaan, Sabtu (14/10).

LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid

Halaqah ini dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU KH Mannan Abdul Mannan, Ketua LTM PBNU KH Mansur Saeroji, Ketua Lembaga Wakaf PWNU Jawa Timur KH Qosim, Ketua PCNU Kota Kraksaan KH Nasrullah Ahmad Suja’i, Ketua LTMNU Kota Kraksaan H Didik Abdul Rohim serta segenap jajaran pengurus.

Ketua LTMNU Kota Kraksaan H Didik Abdul Rohim mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM Takmir Masjid dalam melaksanakan amanah dan memberi motivasi dengan rasa hikmah yang tinggi kepada takmir masjid dalam mengelola secara profesional dan proporsional dengan melaksanakan muharrik masjid serta kegiatan gerakan infaq dan shodakoh untuk masjid.

PKS Piyungan Taubat

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar masjid yang ada di wilayah Kota Kraksaan ini sesuai motto dari LTMNU Kota Kraksaan yakni Masjid Itu Ada dan Berada,” harapnya.

Menurut Didik, Masjid Itu Ada dan Berada memiliki maksud bahwa Ada maksudnya fisik dan bangunannya jelas berwujud dan berada artinya ada di dalamnya idarah, imarah, dan ri’ayah. Dengan demikian masjid itu selain tempat bersujud dan rumah Allah SWT juga harus dan wajib dilaksanakan tiga bidang meliputi idarah, imarah, dan ri’ayah.

PKS Piyungan Taubat

“Serta membentengi aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaj) An-Nahdliyah di setiap masjid yang tercatat dan terdaftar di LTMNU Kota Kraksaan. Yang telah kami lakukan adalah pemberikan papan nama masjid dan piagam masjid ala NU,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Syariah, Berita PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 09 Desember 2017

Probolinggo Tuan Rumah LSN Region Jatim III

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat



Kota Probolinggo dipercaya sebagai tuan rumah perhelatan Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jatim III yang akan digelar Rabu (23/8). Liga yang mempertemukan tim sepak bola perwakilan pondok pesantren dari Pasuruan-Banyuwangi ini akan dilaksanakan di tiga tempat sekaligus.

Probolinggo Tuan Rumah LSN Region Jatim III (Sumber Gambar : Nu Online)
Probolinggo Tuan Rumah LSN Region Jatim III (Sumber Gambar : Nu Online)

Probolinggo Tuan Rumah LSN Region Jatim III

Tiga tempat itu meliputi Stadion Bayuangga, Lapangan Karya Bhakti dan Lapangan Scorpion. Stadion Bayuangga sendiri akan digunakan untuk dua laga pembuka dan babak final serta perebutan tempat ketiga.

“Kami sudah cek kesiapan ketiga venue pertandingan. Sekarang sudah siap 100 persen untuk kick off," kata Koordinator LSN Regional Jatim III Abd. Azis, Selasa (22/8) siang.

Dalam laga pembuka, dua tim asal Kabupaten Probolinggo akan saling bertanding. Yaitu tim Pondok Pesantren Ummul Quro Desa Kropak Kecamatan Bantaran dan tim Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan. Laga pembuka ini akan dimulai pukul 08.00 WIB.

PKS Piyungan Taubat

Selanjutnya pada pukul 09.30 WIB, tim Pondok Pesantren Roudlatul Karomah akan bertanding melawan tim Pondok Pesanteren Anwarul Maliki di stadion yang sama. Pertandingan sendiri akan berlangsung selama 2x35 menit.

Rencananya, LSN Region Jatim III akan dibuka Wali Kota Probolinggo Hj Rukmini. Sejumlah pejabat dan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Jawa Timur direncanakan akan hadir. Antara lain Katib PWNU Jawa Timur KH Syafrudin Syarif dan sejumlah pengurus NU di Kabupaten dan Kota Probolinggo. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Warta, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Rabu, 06 Desember 2017

Dimeriahkan Sepakbola Api, NU Semarang Siapkan 15 Rangkaian Acara

Semarang, PKS Piyungan Taubat - Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional, Pengurus Cabang Nadlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang mempersiapkan lima belas rangkaian kegiatan. Salah satu kegiatan yang akan menjadi daya tarik masyarakat luas adalah sepakbola api.

“Sepakbola api sengaja kami hadirkan dalam memeriahkan hari santri, sebab tradisi ini menjadi seni persepakbolaan khas pesantren,” kata Agus Fathuddin Yusuf, Ketua Panitia Hari Santri Kota Semarang, Sabtu (8/10).

Dimeriahkan Sepakbola Api, NU Semarang Siapkan 15 Rangkaian Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dimeriahkan Sepakbola Api, NU Semarang Siapkan 15 Rangkaian Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dimeriahkan Sepakbola Api, NU Semarang Siapkan 15 Rangkaian Acara

Sepakbola api akan dilaksanakan pada 21 Oktober 2016, pukul 19.00 WIB, di halaman plaza Masjid Agung Jawa Tengah sebelum acara Istighotsah Kebangsaan dan Pembacaan Satu Miliar Shalawat Nariyah. Peserta sepakbola api berasal dari Pondok Pesantren Darunnajah, Pondok Pesantren Azzuhri dan segenap santri Semarang.

PKS Piyungan Taubat

“Bagi masyarakat Kota Semarang yang ingin menikmati sensasi panasnya bola api juga diperbolehkan untuk bergabung meramaikan permainan ini,” tegas Agus.

Peringatan Hari Santri Nasional, lanjutnya, bukan upacara dan hura-hura semata. Tetapi lebih merupakan bentuk syukur anak bangsa masih diberi kesempatan mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah ala thariqati Nahdlatul Ulama dan mengawal kedaulatan NKRI sebagai harga mati. “Momentum ini sekaligus sebagai perenungan anak bangsa apa yang akan dilakukan dari santri untuk bangsa dan negeri ini di masa mendatang,” tegas Agus.

PKS Piyungan Taubat

Ketua Tanfidziyah PCNU KH Anasom mengajak kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama merayakan hari santri dengan kegiatan-kegiatan positif. “PCNU bersama Pemerintah Kota dan seluruh komponen masyarakat kompak menyambut hari santri,” ungkap Anasom.

Kegiatan hari santri kali ini mengambil tema “Merajut Kebhinekaan dan Kedaulatan Indonesia” sebagai wujud kecintaan kita pada Indonesia dalam bingkai persatuan. Santri berkomitmen kuat menjaga persaudaraan di negeri ini.

Jangan sampai negara kita diinjak-injak dan dikoyak oleh musuh bangsa yang merusak kerukunan masyarakat. “Kegiatan sepakbola api ini menjadi simbol tradisi, bahwa betapa panasnya api yang ditendang namun tidak diarahkan menyakiti tubuh pemain lainnya,” ungkap Anasom. Artinya bahwa panasnya api akan tetap memiliki manfaat asal dikelola dengan baik sesuai manfaatnya.

“Simbol api adalah semangat membangun negeri dan nasionalisme Indonesia dengan mencintai? tradisi” imbuh Anasom. Semua permainan santri sangat memiliki nilai filosofis dan ini akan kita persembahkan untuk menghibur masyarakat Kota Semarang. (Red: Mahbib)

Rangkaian acara hari santri Kota Semarang adalah sebagai berikut:

Ahad, 16 Oktober 2016

Musabaqah Santri (Lomba Mars Ya Lal Wathan & Lomba Menulis "Surat Kagem Mas Hendi")

Masjid Agung Jawa Tengah Semarang

Jam 08.00-15.00 WIB

Sabtu - Ahad, 15-16 Oktober 2016

Liga Futsal Santri Lapangan Merdeka Sekaran Semarang

Jam 08.00-15.00 WIB

Selasa, 18 Oktober 2016

Workshop Jurnalistik Santri

Aula SMA Nasima Gandanegara

Jam 09.00-12.00 WIB

Rabu, 19 Oktober 2016

Bedah Buku "KH Muhammad Sholeh Darat Al Samarani: Maha Guru Ulama Nusantara"

Auditorium Kampus II Universitas Wahid Hasyim

Jam 13.30-15.30 WIB

Narasumber: Amirul Ulum (Penulis Buku)

Kamis, 20 Oktober 2016

Ziarah Penggerak Aswaja KH Muhammad Sholeh Darat &

Ziarah Pendiri Nahdlatul Ulama KH Muhammad Ridwan Mujahid

Makam Bergota Semarang

Jam 15.00-16.30 WIB

Jumat, 21 Oktober 2016

Istighatsah Kebangsaan

Serambi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)

Jam 19.30-22.00

KH Kharis Shodaqah, KH Dzikron Abdullah, Habib Dja’far Al Musawwa,

KH Hanief Ismail Lc, KH Ahmad Darodji

Jumat, 21 Oktober 2016

Sepakbola Api

Genderang Shalawat Kasidah Modern YPI Nasima

Halaman Plaza Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)

Jam 19.00-19.30

Sabtu, 22 Oktober 2016

Upacara Hari Santri

Halaman Balaikota Semarang

Jam 06.30-08.00

Sabtu, 22 Oktober 2016

Festival Santri Hebat, Pameran Karikatur Santri,

Atraksi Barongsai Naga Doreng, Drum Band Baladika Arhanudse 15 Semarang,

Drum Band TK Muslimat NU, Drum Band MTs Hidayatus Syubban Genuk,

Pentas Seni Budaya Santri, Donor Darah & Konsultasi Hukum Gratis

Halaman Balaikota Semarang

Jam 08.00-10.00

Sabtu, 22 Oktober 2016

Kirab Santri

Ziarah Pahlawan

Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang

Jam 09.00-10.00

CP Panitia:

Jumarno 085799994774 & Rikyat 085726719342

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 25 November 2017

Di Depan Para Santri, Wafiq Azizah Ceritakan Kisah Suksesnya

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Para pengasuh dan santri Panti Asuhan Yatim Piatu (PAYP) Darussalamah Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terlihat bahagia, Kamis (1/10). Pasalnya, mereka bertatap muka langsung dengan qoriah internasional dan pelantun shalawat Hj. Wafiq Azizah.

Di Depan Para Santri, Wafiq Azizah Ceritakan Kisah Suksesnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Depan Para Santri, Wafiq Azizah Ceritakan Kisah Suksesnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Depan Para Santri, Wafiq Azizah Ceritakan Kisah Suksesnya

Penyanyi asal Magelang ini hadir dalam rangka menjadi pembicara pada sarasehan bertajuk “Niat Wujudkan Cita-cita” yang diselenggarakan pengurus Yayasan PAYP. Bersama tim el-Mira Music, Wafiq Azizah memberikan motivasi untuk meningkatkan prestasi kepada 70 santri yang sebagian besar anak yatim piatu itu.

Pelantun lagu Sepohon Kayu ini menceritakan awal kesuksesannya meraih presatasi sebagai penyanyi maupun qoriah terkenal hingga sekarang. Dituturkan,  sejak usia SD dirinya mendapat bimbingan dan latihan baca seni Al-Qur’an (MTQ) dari ayahnya. Kemudian ia mengikuti lomba-lomba MTQ tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional dan internasional.

PKS Piyungan Taubat

“Dari situlah, saya bisa  mendapat prestasi nasional dan internasional sesuai dengan usaha saya,” katanya di hadapan para santri.

Berkat prestasi itu, tutur Wafiq, ia mendapat penghargaan dari Walikota Magelang berangkat haji ke tanah Suci pada kelas 2 SMA. “Sekarang saya sering diundang konser mengisi acara-acara pengajian. Bulan ini rencananya ke Hongkong berceramah di hadapan TKI di sana,” imbuhnya.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara yang dimoderatori Ketua IPPNU Kudus Futuhal Hidayah ini, Wafiq mendorong santri meraih prestasi. Ditegaskan, santri harus mempunyai kemauan yang tinggi dan tidak boleh minder.

“Apalagi  PAYP Darussalam diajarkan MTQ maupun rebana, kembangkan minat bakat kalian supaya mendapat pengalaman serta prestasi yang luar biasa,” tegas wanita kelahiran Magelang 4 Mei 1987 ini.

Saat ditanya santri tentang kiat menjaga kesehatan suara agar tetap stabil, Wafiq mengatakan dirinya sering minum air putih dengan es batu, minum jamu gurah, menghindari makanan kolesterol tinggi, istirahat dan tidur yang berkualitas.

“Jaga pola hidup sehat, sebelum makan minum air putih yang banyak,” tegas ibu tiga anak ini.

Di samping memberikan motivasi, Wafiq juga melantunkan lagu album nasid terbarunya yang berjudul “Dosa” dengan iringan rebana dari santri PAYP Darussalam. Ia juga berduet dengan salah satu santri melantunkan lagu shalawat nabi.

Usai acara dari Darussalam, Wafiq Azizah melanjutkan agenda di Kudus mengisi pengajian dalam rangka tasyakuran khitanan putra warga Desa Kajar Dawe Kudus. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Budaya, Warta PKS Piyungan Taubat

Senin, 30 Oktober 2017

PCINU Jerman Adakan Pengajian Lintas Agama di Leipzig

Liepzig, PKS Piyungan Taubat

Warga NU di Leipzig mendatangkan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Abd A´la pada silaturahmi antar? Warga Indonesia di negara tersebut pada (14/10). Kegiatan yang biasa cuma dihadiri WNI muslim itu, kali ini juga didatangi WNA non-muslim.

PCINU Jerman Adakan Pengajian Lintas Agama di Leipzig (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Jerman Adakan Pengajian Lintas Agama di Leipzig (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Jerman Adakan Pengajian Lintas Agama di Leipzig

Rektor UIN Surabaya menekankan pentingnya menjaga silaturahim antar umatmanusia. Islam mengajarkan tidak hanya menjalin hubungan horisontal antara Tuhan dengan makhluk (hablun min allah)), tapi juga mempererat hubungan vertikal antara sesama ciptaan-Nya (hablun min al-nas).

Lebih lanjut ungkap, Islam yang sebenarnya adalah agama yang mengayomi seluruh umat manusia. Agama yang rahmatan lil alamin, agama kasih sayang sekalian alam.

PKS Piyungan Taubat

WNA yang hadir sangat antusias dalam mengikuti acara itu. Mereka larut dalam diskusi yang diselenggarakan PCINU Jerman bersama PPI Leipzig. Vano Sondakh, Humas PPI Leipzig, mengatakan bahwa pengajian semacam itu sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan setiap bulan.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Suhendra, ilmuwan semikonduktor asal Padang yang telah 13 tahun berkarir di Jerman, mengungkapkan kegiatan semacam itu baginya menjadi penyejuk rohani di negara penganut rasionalisme bebas itu.

Selain itu, para WNI dan WNA juga dapat saling bertukar pengetahuan kebudayaan masing-masing. Alexis, misalnya, seorang arsitek asal Meksiko, mengungkapkan ia sangat menikmati nuansa keramahan dan keakraban yang ditunjukkan oleh orang Indonesia. Selain itu, ia sangat takjub dengan cita rasa masakan Indonesia yang pedas.

Pengajian semacam itu diharapkan bisa menjadi perekat hubungan antar umat beragama. Selain itu juga dapat menjadi ajang saling tukar informasi kebudayaan antar bangsa.

Kebebasan Beragama di Jerman

Konstitusi Nasional Jerman tahun 1919 dan 1949 menjamin kebebasan individu dalam menganut kepercayaan dan agama masing-masing. Tidak boleh ada yang melarang atau bersikap deskriminatif? terhadap kepercayaan atau pandangan keagamaan seseorang.

Sensus yang dibuat pada tahun 2011 menyebutkan bahwa 66.8%? warga Jerman menganut agama Kristen. Islam menempati posisi kedua terbanyak dengan penganut sekitar 5% dari populasi penduduk Jerman.

Menurut data dari Euro Islam, 70% kaum muslim di Jerman berasal dari Turki. Selebihnya dari Bosnia Herzegovina (sekitar 167,081), Iran (81,495), Maroko (79,794), Afganistan (65,830), Lebanon (46,812), Pakistan (35,081), Syria (29,476), Tunisia (24,533), Aljazair (16,974), serta asal Indonesia (12,660). (Kamal Yusuf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 28 Oktober 2017

Menag: Keragaman Adalah Jati Diri Bangsa

Bogor, PKS Piyungan Taubat. Keragaman, termasuk dalam keragaman beragama, adalah jati diri bangsa. Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang hadir sebagai pembicara utama dalam Temu Kebangsaan Orang Muda, Sabtu, (9/4) di Cico Resort, Bogor.?

Menag: Keragaman Adalah Jati Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Keragaman Adalah Jati Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Keragaman Adalah Jati Diri Bangsa

Sejak dulu, papar Menag, Indonesia sudah kaya akan ? ritual keagamaan, terbukti ada selamatan kelahiran warga di masyarakat Indonesia. Dan jauh setelah meninggal dunia pun, seseorang masih dikirimi doa-doa. Dan itu dilakukan oleh banyak agama.

Menag mengatakan bangsa Indonesia telah mengalami proses yang panjang. Sejarah menunjukkan, bahwa bangsa Indonesia sangat beragam.?

“Kalau ditarik dari perspektif agama, Tuhan memang menciptakan kita dalam wujud keberagaman. Keragaman adalah sunnatullah, atau dengan bahasa lain memang begitulah kehendak Tuhan Yang Maha Esa,” terang Menag di hadapan sekitar seratus hadirin yang mememuhi ruangan.

Selanjutnya Menag menyebut dalam perumusan UUD 1945, terjadi perdebatan, tetapi nilai-nilai agama yang dipegang oleh para pendahulu bangsa dijadikan sesuatu yang mampu menyatukan Indonesia. Dengan demikian religiusitas menjunjung tinggi nilai agama. Dan nilai-nilai keagamaan lah yang sesungguhnya menyatukan bangsa Indonesia.

PKS Piyungan Taubat

Melengkapi paparannya, Menag membuat gambar sebuah bangun persegi panjang berukuran besar. Lalu Menag membuat garis-garis vertikal dan horisontal sehingga di dalam persegi panjang itu, terbentuk persegi panjang-persegi panjang lainnya.

“Menurut Anda berapa jumlah persegi panjang yang ada sekarang?” tanya Menag kepada peserta. Langsung saja para peserta menebak jumlah segi panjang yang ada.

Menag lalu menjelaskan satu gambar bisa melahirkan banyak persepsi atau pemahaman. Dari analogi itu terungkap bahwa dalam beragama Tuhan adalah satu. Kitab suci yang dipegang oleh penganut masing-masing agama juga satu. Orang suci yang diutus Tuhan juga ada satu. Tetapi, pemahaman keagaamaan itulah yang beragam.

“Islam misalnya banyak ahli tafsir yang menerjamahkan Al-Quran, memiliki pemahaman-pemahaman tergantung ? cara pandang, paradigma, dan seterusnya. Demikian juga Alkitab, saya pikir tidak tunggal. Terbukti ada sekte-sekte,” kata Menag.

PKS Piyungan Taubat

Menag melanjutkan, keragaman ini muncul sesungguhnya karena keterbatasan manusia. Manusia melihat sesuatu berdasarkan perspektif atau sudut pandang yang tak sama, karena memang manusia memiliki keterbatasan. Tuhan menciptakan keragaman agar manusia yang terbatas bisa saling melengkapi, sehingga bisa saling memperkaya dalam memahami kebenaran yang mutlak.?

Keberagaman agama tampak dalam sisi luar atau ritual. Tetapi bermuara pada pada satu hal sama. Agama apa pun pasti menjunjung misalnya hak asasi manusia, keadilan, dan upaya menyejahterakan manusia.

Oleh karena itu, Menag mengimbau agar kita tidak terjebak pada persoalan konflik, karena melihat sisi luar kebaragaman yang memang berbeda dan tak mungkin disatukan.?

“Tetapi kita dijalin oleh nilai-nilai agama, atau sisi dalam dari agama, sehingga tidak perlu terlalu fanatik yang berlebihan. Sisi dalam itulah yang menjadi esensi beragama,” ungkap Menang. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat PKS Piyungan Taubat

Rabu, 25 Oktober 2017

Amanat "Kolot" NU Sunda: Jangan Gelap dalam Dunia Politik

Jakarta, PKS Piyungan Taubat?

Rais Syuriah PWNU Jawa Barat KH M. Nuh Addawami merinci hal-hal yang dilakukan Nahdliyin pada sebuah rapat di gedung PWNU Jawa Barat beberapa waktu lalu. Rincian tersebut kemudian disebarluaskan GP Ansor melalui jejaring media sosial.?

Amanat Kolot NU Sunda: Jangan Gelap dalam Dunia Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Amanat Kolot NU Sunda: Jangan Gelap dalam Dunia Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Amanat "Kolot" NU Sunda: Jangan Gelap dalam Dunia Politik

(Baca: Nuh Addawami, Ajengan bil-Kalam wal-Qolam dari Garut)

Pada petuahnya itu, politik menduduki urutan ketiga, yaitu jangan gelap dalam ilmu politik. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan tokoh NU dari Pesantren Lirboyo almaghfurlah KH Machrus Ali yang mengatakan, “Nahdliyin harus mengerti politik supaya tidak dimakan politik.”

Berikut amant Kiai Nuh tersebut.



PKS Piyungan Taubat

1. Shalat awal waktu?

2. Ulah eureun néangan elmu (jangan berhenti mencari ilmu)

3. Ulah poekeun dunia pulitik (harus tahu politik)

PKS Piyungan Taubat

4. Ulah eureun néangan babaturan (jangan berhenti mencari teman)

5. Pertahankeun Aqidah tur istiqomah (harus mempertahankan aqidah dan istiqomah)

6. Lamun hayang maju ulah eureun mikir (jika ingin maju, jangan berhenti berpikir)

7. Lamun hayang maju kudu daék capé (jika ingin maju, harus mau capek)

8. Ulah embung disebut bodo (haru mau disebut bodoh)

9. Ulah embung disebut sahandapeun (harus mau disebut kalangan bawah)

10. Sagala nu tumiba ka diri gara-gara diri (hal yang menimpa adalah hasil perbuatan kita sendiri)

11. Ubar diri aya di diri (obat untuk kita ada dalam diri kita sendiri)

12. Euweuh nu nyaah kana diri kajaba anu boga diri (tidak ada yang menyayangi kita selain yang memiliki kita)

13. Harga diri kumaha diri (harga diri kita tergantung kita)

14. Ari ngitung kudu ti hiji ulah ujug-ujug angka salapan (jika berhitung harus berurutan dari satu, jangan langsung sembilan)

15. Mun keur nyieun pondasi tong sok waka mikiran kenténg (ketika membuat pondasi, jangan dulu berpikir genteng)

16. Sanajan teu lumpat tapi ulah cicing (kalaupun tidak berlari, janganlah berdiam diri)

17. Sagedé-gedéna jalan syaréat ulah matak ngurangan tawakkal ka Alloh (sebesarnya jalan syariat, jangan pernah mengurangi tawakkal kepada Allah)

18. Tong leumpang dina hayang, tong cicing dina embung, tapi kudu lempang dina kudu, kudu eureun dina ulah (jangan berjalan dalam keinginan, jangan diam pada kemalasan, tapi harus berjalan dalam keharusan, dan berhenti pada larangan)

19. Tong lésot haté tina éling ka Alloh dina kaayaan kumaha waé, sedih, susah jeung bungah (hati jangan berhenti ingat Allah dalam keadaan apa pun, sedih, susah, dan gembira)

20. Sarébu sobat saeutik teuing, hiji musuh loba teuing (seribut teman sedikit, satu musuh terlalu banyak)(Baca:? Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda Tulis Tangan (I))





(Baca:? Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda Tulis Tangan (II-Habis))

KH Nuh Addawami adalah pengasuh Pondok Pesantren Nurulhuda, Cisurupan, Garut. Selain sebagai dai yang rutin keliling ke wilayah selatan Garut dan daerah Jawa Barat lain, ia juga dikenal sebagai kiai penulis produktif. Puluhan karya telah tersebar di kalangan santri-santrinya. Hampir tiap tahun, ia selalu membuahkan karya. (Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Minggu, 22 Oktober 2017

KH Maruf: Soliditas Keumatan dan Kebangsaan Juga Tugas Ulama

Makassar, PKS Piyungan Taubat - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maruf Amin menghadiri Halaqah Dakwah Wasathiyah An-Nahdliyah yang diadakan oleh PWNU Sulawesi Selatan di Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar, Sabtu (20/5).

KH Maruf Amin menyampaikan, "Kepengurusan Syuriyah saat ini memiliki tugas untuk selalu turun ke daerah karena pada dasarnya PBNU tidak bisa mengontrol dari pusat, tetapi harus turun langsung untuk bersilaturrahim bersama ulama seluruh Indonesia."

KH Maruf: Soliditas Keumatan dan Kebangsaan Juga Tugas Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf: Soliditas Keumatan dan Kebangsaan Juga Tugas Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf: Soliditas Keumatan dan Kebangsaan Juga Tugas Ulama

Pemilik NU itu ulama. Pengurus hanya sopir atau yang menjalankan. Ulama jangan hanya mengurus pesantren, tetapi harus menjaga soliditas keumatan, kebangsaan, dan bernegara.

Selain itu tanggung jawab keumatan, NU harus menjadi penggerak bukan digerakkan. Syuriyah harus menggerakkan dan Tanfidziah yang menjalankan.

PKS Piyungan Taubat

Saat ini banyak kelompok yang mengaku Ahlusunnah wal Jamaah tetapi tidak mengakui Asyariyah dan Maturidiah, bahkan menyesatkan kedua ulama besar ini. Karena itu, kita harus menyebut “Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah”. Sementara pihak yang menyesatkan mesti disebut “Ahlusunnah wal Jamaah Wahabiyah”.

Secara garis besar NU meliputi lima hal, yaitu aqidah gerakan, aqidah yang sesuai ajaran Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Kedua, fiqrah yakni pola pikir, Ketiga, amaliah, yaitu istighotsah, qunut subuh, dan lain sebagainya.

PKS Piyungan Taubat

Keempat, haraqah yakni gerakan melindungi umat dari aqidah yang menyimpang seperti gerakan radikal, kelompok yang akan mengubah komitmen kebangsaan kita, yakni Pancasila dan NKRI. Kelima, jamiyyah yakni organisasi yang memiliki aturan-aturan, yaitu Qanun Asasi dan aturan lainnya. Dalam tradisi NU berbeda pendapat itu biasa, tetapi ketika sudah ada keputusan, maka semua pengurus harus mentaati.

Selain itu Nahdlatul Ulama harus menjadi kaidah penuntun dalam berbangsa dan bernegara. Nahdlatul Ulama harus menjadi pelayan umat untuk memudahkan. NU harus melakukan perbaikan secara terus-menerus dalam semua hal, yaitu aqidah, pendidikan, ekonomi, politik, dan lain sebagainya.

Di sesi arahan dan tausiahnya Rais Aam PBNU KH Maruf Amin meminta Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar untuk memberikan taushiyah.

Tampak hadir Rektor Universitas Islam Makassar Majdah Agus Arifin Numang, Kepala Kantor Kanwil Kemenag Sulsel Abd Wahid Thahir, para pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah NU se-Sulawesi Selatan, serta Pimpinan Pesantren se-Sulawesi Selatan. (Andy Muhammad Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock