Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Sebanyak 14 grup dari kalangan pemuda kabupaten Kudus meramaikan Festival Tongtek yang diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU Kudus dan salah satu harian di Kudus. Pada Ahad (5/7) sore menjelang berbuka puasa di depan Matahari Plaza Kudus, mereka menunjukkan kebolehannya memukul bambu yang menimbulkan sebuah irama.

Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus

Tongtek merupakan seni musik tradisional yang menggunakan kentongan bambu kering. Pada bulan Ramadhan di beberapa daerah di Indonesia, tongtek sudah menjadi tradisi membangunkan warga untuk melaksanakan sahur.

Menurut ketua panitia Sodiqin, festival tongtek digelar khusus untuk membudayakan kembali kesenian tongtek agar semakin kreatif dalam berinovasi di masa depan. ? “Kami memfasilitasi, karena di desa-desa banyak kegiatan tongtek keliling. Di sini bisa menambah banyak pengalaman bagi teman-teman yang biasa membawakan kesenian tongtek,” katanya kepada PKS Piyungan Taubat usai acara.

PKS Piyungan Taubat

Ia berharap acara ini menginspirasi dan memberikan gambaran baru dalam masyarakat supaya menggerakan kegiatan-kegiatan tongtek di desa-desanya, tambah manajer iklan Radar Kudus itu.

Sementara pananggung jawab IPNU-IPPNU Kudus Muhammad Khoirun menyatakan rencananya untuk mengadakan festival ini berkelanjutan setiap tahun.

PKS Piyungan Taubat

“Setelah ini, di IPNU-IPPNU tingkat ranting dan anak cabang akan diadakan acara serupa setiap bulan suci Ramadhan,” ujar koordinator bidang Perekonomian IPNU Kudus itu.

Dalam kesempatan yang sama, Syaiful Anam, salah satu peserta festival menilai bahwa kesenian tongtek memiliki makna-makna tertentu, di antaranya setiap pukulan tongtek terdapat isyarat-isyarat seperti menandakan adanya kematian atau pembunuhan, pencurian, kebakaran, banjir bandang, dan lain-lain.

Bagi Anam, manfaat dari acara festival tongtek adalah pelestarian budaya di zaman modern. Untuk itu, ia mendorong anak muda NU untuk ikut serta mengembangkan tongtek supaya memasyarat dan lebih lestari.

“Saya sebagai warga NU menyarankan kepada masyarakat supaya melestarikan kesenian tongtek. Jangan khawatir kebisingan, karena ? tongtek ini sebagai kesenian yang harus dijaga,” pungkasnya. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Daerah, Berita, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Jumat, 02 Februari 2018

2018, PWNU Sumsel Canangkan Ada Muharrik di Tiap Masjid

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumatera Selatan KH Maman Abdurrahman mencanangkan pada 2018 ini, setiap kabupaten dan kota di Sumsel sudah ada muharrik di tiap-tiap masjid.

2018, PWNU Sumsel Canangkan Ada Muharrik di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
2018, PWNU Sumsel Canangkan Ada Muharrik di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

2018, PWNU Sumsel Canangkan Ada Muharrik di Tiap Masjid

"Saya ingin semua ada," katanya kepada PKS Piyungan Taubat di Jakarta Timur, Sabtu (21/1) malam.

Untuk mensukseskan rencana tersebut, Maman pun berharap kepada PWNU Sumsel baru dan semua badan otonom agar kembali ke masjid karena basis NU ada di masjid.

Melalui masjid, kata dia, pengurus NU bisa menyapa Nahdliyin dan menunjukkan keberadaannya di Sumsel. 

PKS Piyungan Taubat

"Jadi mari kita menyapa warga itu di masjid," ajak pria yang juga Wakil Ketua Lembaga Takmir Masjid PBNU ini.

PKS Piyungan Taubat

Maman mengatakan, dalam hal ubudiyah, hampir 90 persen masyarakat Sumsel penganut Ahlussunnah wal-Jama’ah. Jumlah yang banyak tersebut, diharapkan bisa lebih menenangkan daerah yang disebut dengan Bumi Sriwijaya ini.

"Kita itu memperkuat republik ini agar tetap tenang. Jangan sampai disusupi oleh organisasi lain yang menggangu republik ini," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Maman juga menyinggung perhelatan olahraga terbesar di Asia, Asian Games yang dilaksanakan di dua kota, Jakarta dan Palembang pada Agustus-September 2018.

Menurutnya, PWNU Sumsel sangat mendukung kegiatan yang akan diikuti 45 negara peserta ini. Ansor dan Banser, katanya, akan turut berpartisipasi mengamankan jalannya Aiean Games. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja PKS Piyungan Taubat

Rabu, 31 Januari 2018

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Meskipun kongres I Pagar Nusa tinggal 8 hari lagi, sampai saat ini bursa kandidat yang akan memimpin Pagar Nusa sebagai badan otonom NU belum muncul.

“Sejauh ini belum ada wilayah atau cabang yang menyuarakan aspirasinya mendukung calon tertentu,” tutur Ketua Panitia Kongres. H. Fuad Anwar, Selasa.

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Mekanisme pencalonan sampai saat ini juga belum ditentukan, berapa suara minimal yang harus dipenuhi untuk bisa mencalonkan diri.

“Masih terdapat perdebatan bagaimana mekanisme pemilihan ketua umum, melalui one man one vote, sistem ahlul halli wal aqdi atau sistem presidium, ini masih akan dibahas dalam tatib,” tutur Sekretaris Panitia Mujtahidur Ridho.

Edo, panggilan akrab Mujtahirur Ridho menjelaskan ada usulan dari pengurus PBNU yang menginginkan sistem ahlul halli wal aqdi untuk kongres pertama ini.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara pra kongres yang akhirnya forumnya dirubah menjadi kongres, namun tidak diakui oleh PBNU yang diselenggarakan pada 25 September 2005 di Ponpes Ciganjur, terpilih H. Suharbillah.

Kala itu, terdapat 5 kandidat yang bersaing dalam kongres. Dari 72 suara wilayah dan cabang, sebanyak 53 memilih Suharbillah diikuti KH Sayuthi Ghozali 13 suara, Kuncoro 3 suara, Abdul Latif 2 suara dan Abdul Halim 1 suara. Abstain 1 suara dan 1 suara lagi memilih Gus Maksum, pendiri Pagar Nusa yang saat ini sudah meninggal dunia. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat News, Aswaja, IMNU PKS Piyungan Taubat

Selasa, 30 Januari 2018

PWNU Jatim: Generasi Milenial Ujung Tombak Dakwah Medsos

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur KH M Hasan Ubaidillah mengatakan, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) merupakan generasi milenial atau bisa dikatakan sebagai generasi zaman now.

PWNU Jatim: Generasi Milenial Ujung Tombak Dakwah Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim: Generasi Milenial Ujung Tombak Dakwah Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim: Generasi Milenial Ujung Tombak Dakwah Medsos

Menurut Hasan, generasi milenial merupakan ujung tombak dakwah melalui media sosial yang memiliki peran strategis di masa yang akan datang. 

“Generasi milenial merupakan ujung tombak yang akan memerankan peran strategis ke depan, khususnya dakwah di media sosial,” ujarnya pada kegiatan Madrasah Desain yang digelar PW IPPNU Jatim di gedung PWNU Jatim Sabtu-Ahad (9-10/12).

Ia mengharapkan Madrasah Desain bisa ditransformasikan ke seluruh cabang IPPNU di Indonesia, khususnya di lingkup Jawa Timur. Hal itu dikarenakan program-program positif, khususnya mengenai dakwah Islam Ahlussunnah wal-Jamaah akan mudah diterima oleh masyarakat jika menggunakan media sosial.

PKS Piyungan Taubat

“Melalui dakwah di media sosial akan semakin mudah dipahami oleh masyarakat,” ujar dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya itu.

Di akhir sambutannya, ia mengharapkan kegiatan yang diikuti perwakilan dari seluruh PC IPPNU Jatim itu tidak hanya berhenti di tataran teoritis, tapi diaplikasikan pada ranah praktis. Juga jangan dilakukan sekali saja, melainkan berkelanjutan. 

PKS Piyungan Taubat

Hal itu, sambungnya, dikarenakan tiap hari terjadi inovasi maupun informasi selalu berkembang di masyarakat.

“Harapannya dengan adanya kegiatan semacam ini bisa menajamkan program-program yang ada melalui media sosial. Sehingga akan selalu update dan up to date. Sehingga kita tidak tertinggal zaman,” tutup Hasan. (Hanan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Argumentasi Peringatan Maulid Nabi

Secara istilah Maulid nabi Muhammad SAW merupakan perayaan kelahiran baginda Nabi SAW, dengan tujuan mengingat sirah beliau untuk menanamkan kecintaan kepadanya, serta mempraktikkan seluruh ajarannya.

Ada sejarah tersendiri dari perayaan Maulid Nabi SAW. Menurut beberapa pendapat orang yang pertama kali mengadakan perayaan maulid Nabi SAWadalah Syaikh bin Muhammad Umar al-Mulla (Abad 6 H) dan kemudian diikuti oleh Raja Irbil (Malik Mudzaffar Abu Sa’id al-Kukkburi bin Buktikin).

Argumentasi Peringatan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Argumentasi Peringatan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Argumentasi Peringatan Maulid Nabi

Namun pada hakikatnya perayaan maulid, sudah dilakukan oleh Nabi SAW sebagai shahib maulid itu sendiri. Beliau merayakan kelahirannya dengan berpuasa pada tiap hari senin, tidak dalam bentuk seremoni perayaan maulid Nabi SAW seperti yang dilakukan oleh raja Irbil dan kemudian terlaksan hingga saat ini.

Dibalik dari perayaan maulid Nabi SAW ini sendiri tidaka hanya sekedar perayaan seperti biasanya, namun ada beberapa keutamaan dan faedah dari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Sebelum itu, didalam perayaan maulid Nabi SAW ada beberapa unsur yang terkandung didalamnya diantaranya kebaikan, atau bahkan unsur syara’ seperti membaca al-Qur’an, shalawat, sedekah, nasihat, silaturrahmi, dan mengingat sejarah Rasulullah SAW dan mensyukuri lahirnya beliau. (Hal: 56)

Adapun keutamaan dan faedah dari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, sebagaimanaberikut: (1) Pembacaan sirah Nabawiyah (2) Pembacaan shalawat Nabi SAW

PKS Piyungan Taubat

(3) Kebaikan sosial (4) Pembacaan al-Qur’an dan lain-lain (5) Memperoleh hikmah dari kisah-kisah orang yang mmengagungkan Maulid Nabi SAWdan (6) Menghadirkan ruh Nabi SAW.

Sedangkan hikmah merayakan Maulid Nabi SAW pada hari Senin adalah:

PKS Piyungan Taubat

Pertama, sebagaimana tertera dalam hadis bahwa Allah SWT menciptakan pepeohonan pada hari Senin, dan hal itu merupakan peringatan besar bahwa penciptaan rezeki-rezeki, makanan-makanan pokok, serta kebutuhan primer yang lainnya.

Kedua, lafadz “rabi” dari pecahan kata rabi’ul awwal merupakan isyarat kebaikan serta tafa’ul (berharapan baik).

Ketiga, bulan Rabi’ adalah paling seimbangnya cuaca bulan diantara beberapa bulan, sedangkan syari’at Nabi SAW adalah paling seimbangnya syari’at diantara beberapa syari’at.

Keempat, Allah SWT menghendaki untuk memuliakan bulan ini dengan kelahiran Nbi SAW.

Mayoritas ummat Islam dipenjuru dunia ini merayakan maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan menjadi rutinitas tahunan yang ditepatkan pada bulan Rabi’ul Awwal namun ada sebagian kelompok Salafi Wahabi yang menolak keras terhadap perayaan Maulid Nabi SAW ini dengan dalih bahwa perayaan semacam ini tidak pernah dilakukan dan dipraktekkan oleh Nabi SAW sendiri bahkan para sahabat, tabi’in, dan semua orang yang hidup akhir era generasi salaf.

Seremonial perayaan Maulid Nabi SAW memang tidak pernah dilakukan oleh Nabi SAW dan sahabatnya. Akan tetapi nilai-nilai serta komponen-komponen yang terkandung didalam perayaan Maulid Nabi SAW ini merupakan anjuran syara’. Perayaan hanyalah sebuah seremonial yang membungkus dan mewadahi serangkaian ibadah-ibadah yang terlaksana didalamnya. (Hal 98)

Melihat dari buku ini ada beberapa poin yang membuat buku ini memang layak untuk dibaca oleh semua kalangan mulai dosen, ustadz, santri, dan para stakeholder yang lain yang ingin tahu tentang dalil-dalil maulid Nabi. Kelebihan lain buku ini adalah bahwa pemaparan dari semua isi serta pokok pemikiran yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembacaa sangat ? jelas alias tidak berbelit-belit sehingga mudah difahami oleh pembacanya dan serasa enak dan mengalir.

Namun, disamping itu, ada beberapa poin kekurangan dari buku ini, yaitu: banyaknya penulisan ayat al-Qur’an serta hadis yang ditulis tanpa harakat atau tanda baca, sehingga membuat sebagian pembaca tidak mengerti apa yang di maksud dari penjelasannya. ? Serta ada beberpa tata bahasa dan penulisan yang kurang tepat. Serta desain sampul yang kurang sempurna. Wallahu’alam.?

Judul : Argumentasi Peringatan Maulid Nabi Bantahan Terhadap Salafi-Wahabi

Penulis : M. Baits Kholili dan M. Faiz Nasir

Penerbit : Surabaya, Pustaka Radja

Cetakan ? : Agustus 2016

Tebal : xii + 114 halaman

Peresensi : Yunidan Halimah, Mahasantri Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember dan Mahasiswa IAIN Jember.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, Habib, Internasional PKS Piyungan Taubat

Minggu, 28 Januari 2018

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Garut, PKS Piyungan Taubat - Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyempatkan hadir dalam acara Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Satkorcab ke-15 Kabupaten Garut di Pesantren As-Saadah Kecamatan Limbangan, Garut. Kiai Ma’ruf memberikan amanat kepada 534 Banser yang baru saja diambil sumpah setianya.

"Banser itu bukan galak, tapi santun. Kita mengajak itu harus dengan cara yang santun agar yang diajak sadar dengan sendirinya. Karena itu yang dilakukan oleh Wali Songo," ujarnya.

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah bagi warga NU memiliki karakter khas yang membedakan dengan kelompok-kelompok Islam yang lain yang juga mengaku Ahlussunnah.

"Bagi warga NU itu Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Karena ada juga yang Ahlussunnah tapi mengkafirkan Imam Al-Asyari. Itu Wahabi namanya. Itu bukan NU," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Kiai Ma’ruf, Islam Nusantara yang hari ini diwacanakan dan dipegang teguh oleh NU memiliki sifat tidak tekstualis dan juga tidak liberalis.

PKS Piyungan Taubat

"NU itu moderat. Tidak tekstualis seperti Wahabi yang gampang membidahkan. Tapi juga tidak liberalis yang menganggap bahwa teks itu tidak penting. Kalau terlalu tekstualis maka umat Islam tidak akan maju. Karena hukum itu justru banyak lahir dari ijtihad," ujarnya.

Kiai Ma’ruf yang juga masih keturunan Syekh Nawawi Banten menegaskan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. NKRI merupakan buah hasil dari perjuangan para ulama.

"Pancasila itu dirumuskan oleh para kiai. NU itu pemilik sah NKRI. Karena menurut sejarawan sebelum ada tentara dan polisi, yang membuat gerakan melawan Belanda itu santri yang mencari ilmu di Mekkah. Meskipun kalau NU itu pemilik saham republik ini, tetapi belum menerima deviden," ujar Kiai Ma’ruf yang disambut tepuk tangan hadirin.

Terkait dengan wacana Khilafah Islamiah yang di Indonesia diwacanakan oleh HTI, Kiai Ma’ruf menganggap sudah tidak relevan.

"Khilafah Islam itu hanya sampai pada Khulafaur Rasyidun. Setelah itu bermacam-macam. Sekarang ada yang kerajaan seperti di Arab Saudi atau Republik seperti di Indonesia. Jadi sudah tidak relevan lagi. Kalau kita kembali mengusik dasar negara maka kita akan kembali pada situasi sebelum 1945. Kapan Indoensia majunya," jelasnya. (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, RMI NU, News PKS Piyungan Taubat

Jumat, 26 Januari 2018

Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri

Jakarta, PKS Piyungan Taubat?

Penyelenggaraan Liga Santri Nusantara tahun ini memiliki nuansa tersendiri dibandingkaan tahun-tahun sebelumnya. Keterlibatan sektor privat dan publik serta kehadiran dua media televisi nasional sebagai official media partner LSN 2017 menjadi pembeda dari penyelenggaraan liga santri tahun sebelumnya.

Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri

Hal ini tentu tidak terlepas dari kerja sama tim LSN baik di tingkat nasional, region hingga panitia tingkat pesantren. Salah satu yang perlu disebut di sini adalah Cornelius Ariyanto Wibisono. Nama tersebut adalah Direktur Pengembangan Bisnis LSN 2017.?

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa ada Cornelius di namanya?

Tak salah! Sosok yang akrab dengan nama sapaan Pak Ary adalah seorang mualaf, yang baru 2 tahun ini beralih dari keyakinan lamanya ke iman Islam. Melalui tangan dinginnya, LSN mendapatkan sentuhan managerial ke arah yang lebih profesional.

PKS Piyungan Taubat

Tidak mengherankan memang. Pak Ary memang memiliki segudang pengalaman dalam bidang menejemen. Meraih gelar MBA dalam bidang Human Resources Management dari Phoenix University Arizona Amerika Serikat setelah kuliah 2 tahun, Ary pernah hidup delapan tahun di negeri Paman Sam ketika ia bekerja di markas besar sebuah perusahaan rakasasa minyak, yakni Chevron. Selanjutnya ia bekerja dua tahun di sebuah perusahaan multinasional lainnya di Thailand.

Ada yang menarik ketika ia kembali ke tanah air untuk menduduki jabatan di top management di kantor Chevron Indonesia. Saat itu perusahaan multinasional tersebut sedang melakukan program perampingan pekerja di beberapa lini jabatan kerja. Salah satunya menimpa unit kerja perusahaan minyak tersebut di Riau.

PKS Piyungan Taubat

Alih-alih berdiri di pihak perusahaan, Ary malah melakukan pembelaan terhadap buruh-buruh yang terkena program perberhentian kerja dari perusahaan. Inilah awal persentuhannya yang intensif dengan komunitas Muslim. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Aswaja, Daerah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 19 Januari 2018

Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat

Padang, PKS Piyungan Taubat. Warga Nahdlatul Ulama  yang taat mengamalkan ajaran Islam akan melahirkan Negara Indonesia yang kuat. Karena ketika seseorang memperjuangkan Nahdlatul Ulama, maka mereka pun sekaligus turut memperjuangkan  berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebaliknya, mereka yang berjuang untuk menegakkan NKRI, sekaligus juga memperjuangkan NU.

KH Said Aqil Siroj mengungkapkan hal itu pada Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Region II PWNU Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi, Sabtu (30/6/2012) di Diklat Pertanian Sumbar, Padang. 

Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat

Menurut Kiai Said, penguatan nilai-nilai NU di berbagai level saat ini dirasakan makin penting. NU yang selalu mengusung Islam berpahamkan Ahlussunnah wal Jamaah selalu tampil dengan prinsip tasamuh, tawazun, I’tidal dan amar ma’aruf nahi mungkar. NU menganggap tidak ada perang suci atas nama agama. Karena perang itu menghancurkan, kotor dan keji. NU selalu tampil mengajak elemen masyarakat dengan berdialog.

PKS Piyungan Taubat

“Bagi NU, membangun nilai-nilai Islam bukan dengan kekerasan dan perang. Jika ada perbedaan dengan pihak lain, mari kita lakukan dialog. Bukan dengan kekerasan, apalagi dengan perang.  Mari kita bangun dunia ini dengan suasana damai,” ajak Kiai Said.

Bagi Indonesia yang mayoritas beragama Islam, dimana jamaah NU berkisar 60 – 70 juta jiwa, memiliki peran yang strategis untuk terus membangun Islam yang cinta damai, jauh dari nilai-nilai kekerasan dan radikalisme. Indonesia sebagai pintu gerbang Islam paling timur dan diapit oleh dua negara besar di dunia yang tak suka dengan Islam, yakni RRC dan Australia. Dengan kondisi tersebut, NU harus selalu tampil sebagai kekuatan Islam yang rahmatan lil alamin, jauh dari tindakan kekerasan atas nama agama dan organisasi.

PKS Piyungan Taubat

Dikatakan Said Aqil, sekarang  banyak yang mengaku ulama Islam yang mengkafirkan umat Islam sendiri. Padahal dulunya ulama itu mengislamkan orang dari non-muslim.  Untuk itu, harus diperbanyak nilai-nilai di pesantren yang mengajarkan pengalaman dan pengamalan ilmu selama 24 jam. Pesantren menanamkan nilai-nilai disiplin, ketaatan kepada kiai (ulama), dan membutuhkan proses.

“Memang berat mencetak ulama yang paham agama. Namun yang lebih berat lagi membangun masyarakat dan mewarnai nilai-nilai pesantren dalam kehidupan masyarakat,” kata Said Aqil.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Senin, 08 Januari 2018

Apa Daya Manusia untuk Membela Allah dan Agama-Nya?

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat - Dalam sebuah Hadits Qudsi Allah mengingatkan manusia untuk tidak berbuat zalim kepada orang lain maupun kepada diri sendiri. Terlebih lagi, Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT juga dilarang menzalimi sang khalik, yaitu Allah SWT.

Hal ini dijelaskan Pengasuh Pondok Pesantren Mathlaul Huda Ambarawa Pringsewu Kiai Mubalighin Adnan atau yang biasa dipanggil Gus Balighin, saat memaparkan materi pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Aula Gedung NU Pringsewu, Ahad (1/10).

Apa Daya Manusia untuk Membela Allah dan Agama-Nya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Daya Manusia untuk Membela Allah dan Agama-Nya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Daya Manusia untuk Membela Allah dan Agama-Nya?

Gus Balighin mengajak masyarakat untuk banyak bermuhasabah apakah sebagai makhluk kita sudah melaksanakan semua perintah-Nya atau malah kehidupan kita banyak diisi dengan melanggar perintah-Nya.

PKS Piyungan Taubat

"Ketika kita tidak mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, maka pada hakikatnya kita telah berbuat zalim kepada sang khalik, Allah SWT," tegas Gus Balighin seraya menjelaskan bahwa makna zalim secara luas adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya.

Lebih lanjut Wakil Rais Syuriyah PCNU Pringsewu ini mengatakan bahwa kekuasaan dan kemuliaan Allah SWT tidak terbatas. Pada hakikatnya Allah SWT tidak akan berkurang kekuasaan dan kemuliaan-Nya seandainyapun seluruh manusia didunia tidak taat dan tidak beribadah kepada Nya.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, jika ada orang yang merasa paling membela Allah, membela agama Allah dan membela Al-Quran maka sebenarnya ia akan tidak mampu. "Allah yang pencipta kita, Allah yang menurunkan agama dan Al-Quran dan Allah yang akan menjaganya," tegasnya seraya mengutip ayat Firman Allah dalam Quran Surat Al Hijr ayat 9 yang menegaskan tentang hal tersebut.

Ia teringat perkataan KH. Abdurrahman Wahid yang menegaskan bahwa manusia tidak punya kekuatan untuk membela Allah dan agama Allah. "Allah maha kuasa atas segalanya. Kita tidak punya kekuatan. Apa kekuatan kita dan apa yang mau dibela?" tanyanya.

Yang terpenting menurutnya adalah bagaimana sebagai makhluk, manusia dapat melaksanakan perintah Allah dan menjauhkan apa larangan-Nya serta menjadi jiwa yang baik dengan tidak menzalimi diri sendiri, orang lain dan Allah SWT.

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula," pungkasnya mengutip ayat 9 dan 10 Surat Az-Zalzalah. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tokoh, Aswaja, Berita PKS Piyungan Taubat

Minggu, 07 Januari 2018

Cicit Pendiri NU Siap Gantikan SDA Pimpin PPP

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Romahurmuzy, putra pendiri IPNU, KH Tholhah Mansyur  siap menggantikan, Surya Darma Ali (SDA), Ketua DPP PPP pada Muktamar yang rencananya bakal digelar bulan Oktober 2014 mendatang. Cicit pendiri NU, KH Wahab Chasbullah ini sekarang  adalah Sekretaris Jendral Partai berlambang Kabah.

Rommy, demikian ia disapa, mengatakan pihaknya siap dicalonkan jika peserta Muktamar menghendaki dirinya untuk memimpin PPP ke depan.  "Kita mengalir saja, kita serahkan ke Muktamirin, jika mereka menghendaki, ya amanah harus diterima," ujarnya ditemui usai mengahadiri haul ke-43 KH Wahab Hasbullah, Sabtu (6/9) kemarin.

Cicit Pendiri NU Siap Gantikan SDA Pimpin PPP (Sumber Gambar : Nu Online)
Cicit Pendiri NU Siap Gantikan SDA Pimpin PPP (Sumber Gambar : Nu Online)

Cicit Pendiri NU Siap Gantikan SDA Pimpin PPP

Darah politik cucu mantan Menteri Agama RI, KH Wahib Wahab, ini mengalir sejak kecil, sehingga saat bergabung dengan PPP dan lolos menjadi anggota DPR RI, Rommy di percaya menjadi sekretaris Fraksi PPP dan juga Ketua Komisi IV.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Romy, dunia politik adalah dunia permainan, namun jika sudah terjun dalam politik maka harus serius dan tidak boleh main main. "Kalau ikut bermain (politik) maka harus serius, seperti telah dicontohkan KH Wahab Chasbullah. Beliau adalah guru politik dan seorang negarawan," ujarnya saat memberikan sambutan mewakili keluarga.

Dukungan Rommy untuk maju sebagai ketua PPP ini dilontarkan salah satu ketua PBNU, Syaifullah Yusuf, yang ikut hadir dalam peringatan Haul KH Wahab Chasbullah. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan bahwa Rommy sangat pantas menggantikan SDA untuk memimpin PPP.

PKS Piyungan Taubat

"Kemarin Muktamar PKB kembali dipegang Muhaimin Iskandar, jika PPP dalam Muktamar nanti dijabat Gus Rommy sudah pas. Kalau ada persoalan tinggal memanggil keduanya dan bisa diselesaikan di makam Mbah Wahab," ujar mantan Ketua Umum PP GP Ansor yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur ini menuturkan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Aswaja, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Doa Ketika Kehilangan Barang

Kehilangan barang yang dimiliki disebabkan banyak hal. Sebabnya bisa jadi barang milik kita dicuri orang, tertinggal di sebuah tempat, lupa meletakannya, atau dibenahi oleh orang lain. Yang jelas kita ingat akan barang itu lebih-lebih saat kita membutuhkannya terlepas mahal atau murah.

Banyak hal yang dilakukan saat orang kehilangan barang. Ada yang panik, teriak histeris. Ada yang berjalan kian kemari sambil mengingat posisi barang tersebut. Ada juga yang mencoba mengingatnya sambil mencari-cari di tempat barang itu biasa diletakkan. Sebagian lagi bertanya kepada orang seisi rumah sambil menaruh harapan kemungkinan orang itu mengetahuinya.

Doa Ketika Kehilangan Barang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Ketika Kehilangan Barang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Ketika Kehilangan Barang

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKS Piyungan Taubat

Allâhumma yâ jâmi‘an nâsi liyaumin lâ raiba fîh, ijma’ bainî wa baina dlâllatî fî khairin wa ‘âfiyah

PKS Piyungan Taubat

Artinya, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhan yang mengumpulkan semua manusia di hari yang tiada ragu lagi padanya. Pertemukan aku dan barangku yang hilang dengan kebaikan dan ‘afiyah,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Apapun yang dilakukan itu sah-sah saja selagi tidak berperasangka buruk apalagi menuduh orang lain. Di samping itu kita juga dianjurkan membaca doa di atas saat kehilangan suatu barang. Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi mereka yang kehilangan barangnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, Budaya PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 02 Desember 2017

GP Ansor Jakbar Gelar Pelatihan Penyembelihan Qurban Steril dan Syari

Jakarta Barat, PKS Piyungan Taubat - Menjelang Idul Adha, GP Ansor Jakarta Barat menggelar Pelatihan Juru Sembelih Hewan Halal (Juleha) di Masjid Raya Hasyim Asy’ari Daan Mogot, Jakara Barat, Ahad (20/8). Pelatihan ini diadakan sebagai bentuk GP Ansor terhadap hari raya Idul Adha

“Sebagai Banom NU, Ansor ingin mensosialisasikan tata cara penyembelihan qurban yang sesuai syariat Islam dan higienis secara medis,” kata Ketua GP Ansor Jakarta Barat Alfanny.

GP Ansor Jakbar Gelar Pelatihan Penyembelihan Qurban Steril dan Syari (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jakbar Gelar Pelatihan Penyembelihan Qurban Steril dan Syari (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jakbar Gelar Pelatihan Penyembelihan Qurban Steril dan Syari

Instruktur pelatihan ini adalah Drh Elliata dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Jakarta Barat, KH Yusuf Ismail dari Rijalul Ansor Jakarta Barat, dan Lukman dari Aqiqah Bilik Kambing/Aspaqin.

PKS Piyungan Taubat

Pada pelatihan ini peserta mendapatkan teori penyembelihan qurban di kelas. Peserta juga diajak untuk melakukan praktik langsung penyembelihan hewan qurban.

PKS Piyungan Taubat

Ketua Panitia Nahraji Zen mengatakan, panitia menyediakan dua ekor domba untuk simulasi praktik di lapangan.

Alhamdulillah, panitia mendapatkan dukungan dari Aqiqah Bilik Kambing yang dipimpin Sahabat Reza Noval sehingga bisa menyembelih dua ekor domba. Tujuannya adalah peserta dapat melihat langsung penyembelihan sesuai syariat Islam,” kata Zen yang juga mantan Ketua IPNU Jakarta Barat.

Selain mengadakan pelatihan ini, GP Ansor Jakarta Barat bekerja sama dengan Aqiqah Bilik Kambing juga membuka kandang hewan qurban di dekat Masjid KH Hasyim Asy’ari Daan Mogot yang menyediakan hewan qurban layak dengan harga grosir. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Halaqoh, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia kini telah berusia 57 tahun. Organisasi yang didirikan di Surabaya tersebut, telah memiliki kader dari Sabang sampai Merauke. Para alumnusnya telah memasuki beragam bidang, baik di kemayarakatan maupun di pemerintahan.?

Meski demikian, organisasi yang baik adalah organisasi yang melihat masa lalu, potensi saat ini dan terutama tantangan masa depan. Agar PMII bisa terus eksis menjadi organisasi di kalangan mahasiswa.?

Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal

Sebagai salah satu upaya menjawab atau saran untuk PMII, Abdullah Alawi dari PKS Piyungan Taubat mewawancarai salah seorang alumnusnya, Juri Ardiantoro, yang saat ini menjadi salah seorang Ketua PBNU dan pernah menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Berikut petikannya: ? ?





Bagaimana melihat kaderisasi PMII hari ini?

PKS Piyungan Taubat

Kaderisasi harus diperluas orientasinya tidak hanya sekadar menambah jumlah kader. Tapi menambah bobot kader. Bobot kader juga harus diperluas tidak hanya sekadar menghiasi dunia politik, tapi dunia profesional. Dan mulai menyiapkan kader-kader untuk mengambil peran di wilayah itu.

Caranya agar PMII bisa seperti itu bagaimana?

Harus ada pemetaan potensi kader dan pemetaan berdasar keunikan kader di tiap-tiap daerah. Jadi, kaderisasi tak harus mesti sama seluruh daerah, seluruh Indonesia. Pada hal-hal yang sangat prinsip tata, nilai, ideologi harus sama. Tapi pada konteks pengembangan kader dan penyiapan kepemimpinan, ya harus memperhatikan karakater atau keunikan daerah. Sehingga kader PMII tidak setiap kader PMII harus ke Jakarta. Caranya harus pemetaan kader dulu yang membangun satu strategi penguatan kelembagaan dan kader serta bisa memanfaatkan sumber daya di lokal. Jadi, tidak harus ke Jakarta.

Kenapa politik masih pusat perhatian PMII?

PKS Piyungan Taubat

Makanya harus diperluas framenya, PMII tidak melulu urusan politik. Dunia profesional harus digeluti. Kalaupun politik, adalah politik dalam upaya penyiapan kader kepemimpinan bangsa, yang lebih luas, bukan sekadar anggota DPR.

Hubungan dengan alumni untuk membangun upaya PMII seperti itu?





Alumni harus menjadi inspiratif, bukan sekadar membangun patronase. Kelemahan organisasi mahasiswa itu kan alumninya membangun patronase sehingga membangun blok-blok. Nah, itu yang tidak bagus. Alumni harus bisa mengemong semua. Ini kader siapa, itu kader siapa. Nah, ini mestinya tidak begitu.?

Selain itu, tantangan PMII ke depan itu apa?

Salah satu tantangan organisasi Islam itu sekarang adalah memoderasi menguatnya kelompok garis keras di kalangan anak muda. Bagaimaana memoderasi radikalisme di kalangan anak muda ini yang harus digarap PMII. Jagan asyik di dunianya, lupa urusan gerakan keislaman di kalangan muda yang sudah mulai menguat unsur-unsur Islam garis kerasnya. Bukan hanya membaca buku, tapi memperkuat gerakan praksis untuk memoderasi gerakan Islam garis keras itu.?

PMII mampu melakukan hal itu? ?

Ya mampu karena PMII itu kan sudah menjadi organisasi besar ya, hampir di seluruh daerah mempunyai basis. Cuma ya itu tadi, orientasinya harus diubah tidak hanya urusan politik. Tapi kalaupun politik harus politik tingkat tinggi, jangan melupakan urusan lokal, mushala, kampus.?

Sebagai alumnus PMII, bagi Anda, apa manfaat berorganisasi di PMII itu?

Pada zaman saya itu kan di PMII menjadi tempat, menjadi media dimana kita diperkenalkan dengan bagaimana cara mengkonkretkan semangat kepemudaan yang berbasis agama. Itulah manfaatnya. Kemudian dengan ber-PMII, kita punya pandangan lebih luas, tidak sempit karena bertemu dengan banyak orang dan bertemu banyak perspektif pemikiran, banyak orang; dan kita juga bertemu dengan banyak potensi di tempat lain yang mungkin tidak kita temukan kalau tidak ikut organisasi. ?

Apa pesan pribadi kepada kader-kader PMII di seluruh Indonesia?

Mumpung masih muda dan PMII, berorganisasi tidak sekadar ingin bergaul atau memperoleh status di organisasi, tapi berorganisasi harus memiliki makna untuk dirinya sendiri dan bagi organisasi sendiri, dan bagi masyarakat pada umumnya. Jadi, organisasi menjadi alat untuk memberdayakan dirinya sebelum juga memberdayakan lingkungannya.?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Senin, 27 November 2017

GP Ansor Lakukan Koordinasi dengan Polres Terkait Muktamar HTI Bojonegoro

Bojonegoro, PKS Piyungan Taubat

Pimpinan Cabang (PC) Gerapan Pemuda (GP) Ansor NU Bojonegoro, Jumat (29/4) mendatangi Polres Bojonegoro. Kedatangan badan otonom (Banom) NU yang membidangi kepemudaan itu ke aparat penegak hukum itu untuk mendesak larangan dilaksanakannya Muktamar PDM HTI Kota Bojonegoro, yang direncanakan Ahad (1/5) besok.

GP Ansor Lakukan Koordinasi dengan Polres Terkait Muktamar HTI Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lakukan Koordinasi dengan Polres Terkait Muktamar HTI Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lakukan Koordinasi dengan Polres Terkait Muktamar HTI Bojonegoro

Para pengurus PC GP Ansor NU Bojonegoro berseragam, melayangkan surat pernyataan sikap nomor 24/PC/SR/IV/2016 kepada Kapolres Bojonegoro. Selain itu, surat tersebut juga ditembuskan ke PBNU, PP GP Ansor dan Satkornas Banser di Jakarta. Serta Gubernur, PWNU dan PW Ansor Jawa Timur.

Termasuk kepada PCNU Bojonegoro, Bupati, Ketua DPRD dan Kodim 0813 Bojonegoro. Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Abdulloh Faizin mendesak agar aparat kepolisian bertindak cepat untuk melarang kegiatan tersebut. Pasalnya kegiatan HTI yang akan digelar bersamaan dibeberapa daerah ini, diduga membawa misi untuk penyebaran ajaran Khilafah yang anti-Pancasila itu.

“Negara ini masih berazaskan Pancasila, jadi jangan coba-coba merusak NKRI dengan azaz yang lain," ungkap kader NU asal Kecamatan Kanor itu.

Dengan didampingi anggota Ansor NU dan Satkorcab Banser Bojonegoro, ia beraudiensi dengan Kasat Intel Polres Bojonegoro Akp Sodiq. Dengan membawa beberapa tuntutan, PC GP Ansor Bojonegoro menyikapi acara Muktamar Tokoh Umat oleh DPD HTI Kota Bojonegoro yang akan diselenggarakan di Gedung Serbaguna.?

PKS Piyungan Taubat

Diantaranya Polri sebagai alat keamanan negara, agar menjunjung tinggi azas pancasila sebagai ideologi negara dan menjaga keutuhan NKRI. Serta Polri harus bersikap tegas terhadap organisasi yang tidak sehaluan dengan 4 (empat) pilar kebangsaan yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

PKS Piyungan Taubat

Berikutnya, demi menjaga kondusifitas masyarakat Kota Bojonegoro, Polri diminta menganulir acara muktamar tokoh umat yang disinyalir membawa misi penyebaran ajaran khilafah islamiyah.?

Sementara itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan Satkorcab Banser Bojonegoro siap bekerja sama dengan siapapun untuk menolak gerakan penyebaran ajaran khilafah islamiyah di Bojonegoro dan akan menurunkan spanduk atau tulisan yang tidak sejalan dengan Pancasila dan NKRI.

"Besok kami akan menggelar aksi pernyataan sikap di halaman Polres Bojonegoro untuk membacakan tuntutan kami," pungkas Faizin. (M. Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

Membangun Optimisme Indonesia

Oleh Aswab Mahasin

Menurut data, indeks kesejahteraan di Indonesia terlihat berkembang pesat ketika masyarakat Indonesia sedang “bermimpi/berkhayal”. Namun, ini hanya data ala Cak Lontong. Yang hanya bisa dipertanggung jawabkan pada “Republik Dagelan”. Karena itu, mari kita bangun, bangunkan jiwamu, bangunkan badanmu, dan gelorakan semangatmu untuk Indonesia Raya.

Dalam hal ini, kita tidak akan berbincang mengenai data ekonomi, data kesejahteraan, data apa pun yang menyangkut hal tersebut. Melainkan, sebuah refleksi ringan untuk membangkitkan gairah kita dalam menyongsong masyarakat yang lebih ceria. 

Membangun Optimisme Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Optimisme Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Optimisme Indonesia

Setiap hari, di berbagai media elektronik ataupun cetak, online maupun offline—kritik tajam terhadap pemerintah selalu ada, tidak satu atau dua. Susah dihindari, hal tersebut pasti ada pada sebuah negara, walaupun sistem kerajaan. Apalagi Indonesia dengan alam demokrasi terbuka, ada dua kubu, koaliasi dan oposisi.

Hal wajar sebenarnya, seperti kecintaan seseorang terhadap pahlawan dan para tokoh Indonesia, tidak sedikit mereka cinta Soekarno, dan tidak sedikit juga dari mereka mengktitik Soekarno, begitupun dengan Hatta, Tjokroaminoto, Soeharto, dan seluruh Mantan Presiden Indonesia. Namun, tidak bisa dipungkiri—yang dicinta dan dibenci adalah sekelompok tokoh yang telah menyumbangkan banyak jasa untuk Indonesia. 

PKS Piyungan Taubat

Inilah lucunya Indonesia, selalu bahagia dan terhibur ketika melihat orang saling menjatuhkan, saling menghardik, dan saling ribut. Lantas apa sebenarnya peran positif kita untuk Indonesia? Renungkan saat ini juga.

Seperti sekarang, ramai-ramai setiap tahun tepatnya disetiap bulan September, Indonesia rutin dihebohkan oleh serangkaian berita mengenai pertentangan sejarah G30S/PKI. Di tahun ini, belum genap September habis, berita mengenai G30S/PKI sudah mewabah di setiap media, apalagi didukung dengan kejadian dramatis di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Saya berbicara ini hanya seklumit saja, sebagai pengantar—bukan kapasitas saya untuk bicara berlebih.

PKS Piyungan Taubat

Anehnya, dari setiap golongan, memegang teguh sejarah yang dipahaminya, saya baca diberbagai media, salah satunya media online, ada 6 tafsiran mengenai G30S/PKI, Anda bisa cari sendiri informasinya,saya tidak mau terjebak panjang lebar.

Dalam tulisan ini yang ingin dibangun adalah, Indonesia sudah terlalu lelah dengan intrik-intrik yang tidak mencerahkan. Pekerjaan rumah Indonesia masih seabrek, dari mulai korupsi, kesejahteraan belum merata, keadilan tumpang tindih, toleransi belum berimbang, dan sebagainya. Masalah-masalah tersebut seharusnya yang menjadi concern bangsa ini untuk menatap jauh kedepan.

Sejarah memang penting, namun lebih penting membuat sejarah (berkualitas). Sekarang momen yang tepat menggelorakan api optimisme Indonesia,bertepatan dengan “Tahun Baru 1 Muharram 1439 H” bisa dijadikan sebagai proses perjalanan ke dalam diri bangsa kita, apa yang salah dari bangsa ini? 

Bagi pemahaman saya, akar masalah dari bangsa kita adalah tipisnya pemahaman kita tentang “nilai”. Nilai sendiri menurut Louis O. Kattsoff ada dua, (1) Nilai Intrinsik, yakni nilai dari sesuatu yang sejak semula sudah bernilai, dan (2) Nilai Instrumental, ialah nilai dari sesuatu karena dapat dipakai sebagai sarana untuk mencapai tujuan sesuatu. 

Indonesia mempunyai sebuah nilai yang asal mula kelahirannya sudah bernilai, seperti Pancasila, Undang-undang Dasar 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Ke-4 prinsip nilai tersebut dijadikan oleh bangsa kita sebagai pedoman laku kita dalam merajut kualitas bangsa. 

Sudah kita ketahui bersama, Pancasila adalah realisasi dari ide-ide kemanusiaan kita sebagai makhluk spiritual, makhluk sosial, makhluk ekonomi, makhluk politik, dan sejenisnya. Di mana dalam butir-butirnya mengusung Ketuhanan, Kemanusiaan, persatuan, kebijaksanaan, dan keadilan.

Sama sekali tidak ada yang bertentangan, tinggal bagaimana kita menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan kita. Sayangnya, dari kita semua sering lupa (termasuk saya), kemanusiaan dan kesatuan lebih utama dari apapun, di sinilah manusia akhirnya membelot dari kepatuhannya terhadap hukum yang berlaku. Terlahirlah kebiasaan korupsi, melanggar hak, dan melanggar aturan. 

Kita semua pasti tidak berharap, kalau Indonesia yang kita cintai ini menjadi sebuah negara-bangsa yang remeh-temeh, tidak. Apalagi sampai masuk pada kubangan disintegrasi. Karena itu, optimisme harus kita tularkan, optimisme harus kita bangun, dan optimisme harus kita wariskan kepada anak-cucu kita kelak (pemegang estafet generasi selanjutnya)

Amerika memang super power, apakah warga Amerika lebih bahagia dari warga Indonesia, belum tentu juga. Bill Gates memang kaya, orang terkaya di dunia, dengan kekayaan mungkin 1.000 triliuan kali lipat dari warga kita, namun apakah Bill Gates lebih bahagia 1.000 triliuan kali lipat dari kita, tidak!Tidak selalu itu masalahnya, bukan masalah negara kita yang masih dalam taraf berkembang, atau dengan rakyat yang masih belum maju diberbagai hal. Utamanya adalah optimisme. Kreatifitas akan terlahir dari sikap yang optimis. 

Anda tahu? Janji Allah SWT dalam surat al-Insyirah, pada ayat 5-6, Allah SWT menyatakan dengan tegas, “Makasesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan adakemudahan.” Di sinilah Allah menyuruh setiap manusia berlaku optimis. Karena Allah memberikan pesan kepada manusia, “Janganlah berputus asa dari Rahmat Allah.”

Ini yang harus kita jemput dan harus kita rubah. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Rubahnya Indonesia, tidak hanya ditangan pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat pun bertanggung jawab atas perubahan Indonesia—kearah lebih baik. 

Membangun optimisme fungsional, salah satu syaratnya adalah menarik semua kepentingan pribadi kita, egoisme kita, dan kerakusan kita. Allah SWT dan Rasul-Nya selalu mengingatkan kita semua, kendalikan hawa nafsu, tarik hawa nafsu, dan jangan mengedepankan hawa nafsu. Nah, hawa nafsu ini harus kita alihkan kepada kemanfaatan yang nyata dan bermakna. 

Pengorbanan kita terhadap diri kita sendiri baru akan bermakna jika kemudian berefek dan berimplikasi pada kepentingan sosial. Melawan dan mengendalikan hawa nafsu dari berbuat jahat/korupsi, baru akan berarti ketika dalam praksisnya tidak berbuat jahat/korupsi. Yang diperlukan sekarang, bagaimana berbagai aksi pengendalian diri kita dimuarakan kepada kemaslahatan bersama, kepentingan bangsa dan masyarakat luas, sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. 

Sebagai contoh, para guru ngaji terus konsisten membimbing anak didiknya untuk berbuat baik, dengan berpegang pada akhlak yang mulia; para kiai merawat dan selalu mengingatkan serta mengontrol santri/jamaahnya untuk terus menebarkan kedamaian; majelis taklim, LSM, lembaga pendidikan, lembaga kemanusiaan terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat dengan memberi penyuluhan, pemberdayaan, pengembangan mental-spiritual, dan sebagainya; lalu pemerintah terus mengupayakan kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat dan terus memikirkan dibarengi dengan aksi nyata menanggulangi keresahan-keresahan yang terjadi di masyarakat.  Inilah seklumit contoh untuk menebarkan optimisme kepada Indonesia. 

Kita tidak bisa berpangku tangan hanya diam saja, apalagi dengan berbagai perdebatan-perdebatan yang sejatinya tidak mencirikan kemajuan bangsa. Perspektif kita sekarang harus didudukan pada pemahaman “disini, kini, dan nanti”.

Saya akan menutup tulisan ini dengan kata-kata sejarawan sekaligus pengamat politik Indonesia, yaitu Prof. Salim Said, ada kata-kata menarik dan menggairahkan dalam salah satu acara di stasiun televisi, beliau mengatakan, “Kenapa Indonesia masih jalan ditempat, sedangkan Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Israel maju dan berkembang. Kata beliau, karena ada yang mereka takuti, Taiwan takut sama Cina Daratan, Korea Selatan takut sama Korea Utara, Singapura karena dia mayoritas Tionghoa di tengah lautan melayu, Israel takut karena ditengah lautan Arab, kalau mereka tidak hebat, pasti “dikremus”, sedangkan“Indonesia?” Tuhan pun tidak ditakuti (banyak yang melanggar sumpah jabatan), satu bangsa tidak ada yang ditakuti, susah untuk berkembang. Mari kita renungkan bersama, banyak makna di dalamnya.

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Minggu, 12 November 2017

Kenali Aset, Pelajar MINU Sumberrejo Kunjungi PT Radio Nuansa Fm

Bojonegoro, PKS Piyungan Taubat. Mengahiri Kegiatan belajar mengajar pada Sabtu (08/11), seluruh siswa kelas VI MI Nahdlatul Ulama Sumberrejo kabupaten Bojonegoro bersama Wali kelasnya mengunjungi aset NU, PT Nuansa Fm Radio. Perseroan Terbatas yang bergerak dalam bidang jasa ini merupakan aset sekaligus media komunikasi dan dakwah yang berdiri sejak tahun 2008.

“Pengenalan aset milik NU sejak dini merupakan kemutlakan bagi stake holder MINU kepada anak didik sebagai bekal bagi generasi-generasi Nahdliyin tersebut melanjutkan estafet perjungan kedepannya,” tutur Amilin, wali kelas yang mendampingi anak didiknya.

Kenali Aset, Pelajar MINU Sumberrejo Kunjungi PT Radio Nuansa Fm (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenali Aset, Pelajar MINU Sumberrejo Kunjungi PT Radio Nuansa Fm (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenali Aset, Pelajar MINU Sumberrejo Kunjungi PT Radio Nuansa Fm

Dengan mengayuh sepeda angin, seluruh siswa kelas akhir ini menyusuri jalan poros kabupaten menuju Studio Radio Nuansa fm bersama-sama wali kelasnya. Selain menyehatkan, hal ini untuk mengenalkan kepada anak didik akan kesederhanaan dalam kehidupan.

PKS Piyungan Taubat

“Kami senang begini (mengayuh sepeda angin) tidak berdesakan dalam kendaraan,” kata Tita, siswi yang sering menjadi petugas paskibraka madrasah tersebut.

PKS Piyungan Taubat

“Kami berharap kunjungan ini tidak hanya formalitas namun lebih kepada penguatan mental ke-NUan anak didik agar mereka tidak hanya mengerti bahwa Nuansa adalah aset MWCNU Sumberrejo. Namun lain dari itu Nuansa adalah aset berharga yang harus tetap dijaga ke-NUanya oleh mereka kelak sebagai generasi Nahdliyin” kata Andik yang hampir 10 tahun mengabdikan diri di radio yang berada di jalan raya Sumberrejo.

Masih Amilin, kunjungan ini akan dimintakan bentuk tugas pengamatan objek atas sarana umum yang harus dibuatkan laporannya dan dikumpulkan pada Senin depan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja PKS Piyungan Taubat

Jumat, 10 November 2017

Bupati Sumenep Dorong Ansor Lakukan Pemberdayaan Ekonomi

Sumenep, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep, Jawa Timur, menggelar silaturahim dan buka puasa bersama dengan Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, Ahad (20/7) di kantor PCNU Sumenep, Jalan Raya Trunojoyo, Sumenep.

Selain unsur pengurus pimpinan anak cabang (PAC) dan pengurus pimpinan cabang (PC), hadir pula Wakil Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur Badrut Tamam dan Sekretaris PCNU Sumenep K. A. Dardiri Zubairi.

Bupati Sumenep Dorong Ansor Lakukan Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Sumenep Dorong Ansor Lakukan Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Sumenep Dorong Ansor Lakukan Pemberdayaan Ekonomi

Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim dalam sambutannya mengatakan, Ansor sebagai organisasi pergerakan harus menjadi lembaga yang mampu memberdayakan umat, khususnya warga Nahdliyin.

PKS Piyungan Taubat

“Sebagai banom NU, Ansor juga perlu melakukan dakwah islamiyah dengan melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ansor perlu melakukan dakwah kesejahteraan,” terang mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode itu.

PKS Piyungan Taubat

Selain itu, kata pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyah itu, Ansor mesti menjadi lembaga yang bisa mencetak kader-kader penggerak NU yang akan melanjutkan estafet pengabdian keumatan di masa  yang akan datang.

Badrut Tamam menuturkan, Ansor harus menjadi lokomotif gerakan dakwah kesejahteraan yang konsen di bidang usaha ekonomi kerakyatan. "Ansor adalah kader masa depan NU," tutur anggota DPRD Jawa Timur itu. (M Kamil Akhyari/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Senin, 30 Oktober 2017

Pramuka Mahasiswa PTK Bangun Toleransi dengan Kunjungi Berbagai Rumah Ibadah

Kendari, PKS Piyungan Taubat. Sekitar 200 mahasiswa peserta Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII di Bumi Perkemahan IAIN Kendari, Jumat, belajar toleransi dengan mendatangi pura, gereja, dan vihara.

Pramuka Mahasiswa PTK Bangun Toleransi dengan Kunjungi Berbagai Rumah Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka Mahasiswa PTK Bangun Toleransi dengan Kunjungi Berbagai Rumah Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka Mahasiswa PTK Bangun Toleransi dengan Kunjungi Berbagai Rumah Ibadah

Pertama mereka bertemu dengan Dewa Made Sute (70) Imam Pura Wawa yang berasal dari Pulau Dewata. Ia sudah menetap di Kendari sejak 1979 melalui program transmigrasi. Mengenakan kemeja tebal warna putih lengan panjang, Made Sute menerima mahasiswa UIN, IAIN, STAIN, dan PTK Swasta.

Kepada mereka, Made Sute berbagi cerita bahwa Pura yang berlokasi di THR Kota Kendari ini memiliki kurang lebih 200 jamaah yang melakukan ibadah tiap tanggal 15 bulan purnama atau yang dikenal dengan bulan mati. Selain sebagai tempat ibadah, Pura ini sering dijadikan tempat diskusi dan dialog forum lintas agama.?

“Gubernur Sulawesi Tenggara dan Walikota Kendari kerap berkenan mengunjungi Pura yang cukup besar ini,” tuturnya dalam siaran pers Kemenag, Jumat.

PKS Piyungan Taubat

Bagi Made Sute, kedatangan peserta PW PTK ke Pure merupakan kehormatan. Langkah seperti ini penting untuk lebih saling memahami perbedaan, sekaligus sarana mengembangkan kebersamaan, menghargai, dan tolong-menolong. Dewa Made mengaku kalau keluarganya juga sangat menghormati perbedan.?

“Saya mempunyai menantu beragama Islam, dan sudah terbiasa hidup bersama lintas iman. Karena aturan agama kami, seorang istri harus mengikuti suaminya, maka anak saya yang perempuan ? ketika mempunyai suami orang beragama Islam, dia pun ikut suaminya,” kata Dewa Made Sute.

PKS Piyungan Taubat

Kunjungan berikutnya ke Gereja Ora Etlabora yang lokasinya bersebelahan dengan Masjid Agung Al-Kautsar Kota Kendari. Kali ini, mahasiwa peserta PW PTK diterima Pendeta Agustinus Alimin dan salah satu Pengurus Majelis Jemaat, Petrus Sidupa.?

Gereja Era Etlabora yang memiliki jamaah sekitar 365 orang dibangun pada tahun 1963. Ibadah rutinnya dilakukan jam 07.00 sampai jam 11.00 pagi dan sore hari jam 17.00 sampai jam 19.00. Gereja dikelola oleh Majelis Jemaat yang beranggotakan 58 orang yang bertugas secara bergantian. Alimin menuturkan bahwa tiap bulan gereja dapat menghimpun dana dari jamaah hingga Rp2 miliar, bahkan kadang lebih.

Pendeta Alimin menyambut positif kegiatan anjang sana para mahasiswa ke rumah-rumah ibadah. “Sering-seringlah berkunjung kemari dan saya amat senang. Umat Kristiani juga saya kira senang sekali dengan kedatangan kalian semua,” kata Alimin.

Pendeta Asal Makassar ini mengaku siap bekerjasama dalam aksi-aksi sosial, membangun rumah ibadah, masjid, terlibat dalam menyiapkan MTQ, dan juga membangun fasilitas umum lainnya.?

“Dialog dan kerjasama harus menjadi komitmen bersama untuk mempererat persaudaraan kita, yang hidup di negara kesatuan dengan beragam agama, suku, ras dan antar golongan,” kata Alimin.

Pendeta Alimin juga sempat bercerita tentang keluarganya yang ? majemuk. “Bapak saya beragama Islam, ibu saya Kristen. Kami sepuluh bersaudara, enam di antaranya Muslim dan empat orang Kristen. Semua hidup rukun saling mendukung,” kisahnya.

Selanjutnya mereka mengunjungi Vihara “Eka Dharma Manggala” yang berlokasi di teluk Kendari. Vihara ini adalah satu dari 4 Vihara yang ada di Kota Kendari. Dibangun pada tahun 1997 dan baru diresmikan 7 tahun kemudian, tepatnya pada Desember tahun 2003. Berdiri di atas tanah 1,7 Ha, vihara ini mempunyai tempat peribadatan 2 lantai yang cukup besar. Tercatat ada sekitar 500 jamaah yang beribadah di tempat ini.?

Pengalaman tersendiri

Berkunjung ke Pura memberi pengalaman tersendiri bagi ? Musthofa, mahasiswa asal Afganistan. Musthofa yang kini ? duduk di Semster VI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mengaku ? terkesan dengan kerukunan di Indonesia. “Saya tidak bisa membayangkan di negeri kami Afganistan bisa mengunjungi pura, vihara, dan gereja,” katanya.

Kegiatan semacam ini bagi Musthofa penting untuk mengembangkan semangat toleransi antar umat beragama. “Negara-negara Muslim harus belajar dari Indonesia dalam membangun kehidupan yang rukun, damai,” kata Musthofa. ?

Hal sama dirasakan Ade, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUAD) IAIN Langsa Aceh Timur. Berkunjung ke ? Pura Wawa adalah pengalaman pertamanya. Sebagai mahasiswa Ushuluddin, Ade mengaku belajar tentang ? perbandingan agama dan ajaran agar hidup saling memahami dan menghargai perbedaan. ? “Nah ini bagi saya implelemtasi dari ilmu yang saya pelajari di IAIN,” kata Ade.

Kunjungan ke Rumah Ibadah diakhiri di Masjid Agung Al-Firdaus yang bersebelahan dengan Gereja Ora Etlabora. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Kamis, 21 September 2017

Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia

Blitar, PKS Piyungan Taubat. Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Udanawu, Blitar, menyelenggarakan sembahyang Tarawih berjamaah. Kegiatan ibadah sebanyak 20 rekaat plus shalat sunah witir 3 rekaat ini, dikerjakan dalam waktu 15 menit.

Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia

Durasi yang singkat ini menarik perhatian anak muda di sekitar pesantren untuk mengikuti shalat sunah pada malam puasa itu. Jumlah jamaahnya sangat fantastis, lebih dari 5000 orang, baik tua maupun muda setiap malamnya.

Dari jumlah itu hampir 75 persennya adalah muda dan mudi. Mereka datang dari wilayah Kediri,Blitar, dan Tulungagung.

PKS Piyungan Taubat

Pelaksanaan shalat Tarawih secara kilat itu sudah berlangsung secara turun-temurun dari generasi ke generasi, yakni mulai pesantren tersebut didirikan oleh KH Abdul Ghofur sekitar 160 tahun lalu.

“Saya ini hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh para sesepuh. Kami tidak berani mengubahnya,” kata KH Diya’uddin Az-Zamzami, salah seorang pengasuh pesantren Mambaul Hikam kepada PKS Piyungan Taubat pada suatu kesempatan.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Gus Diya’ yang juga anggota Jamiyah Ahlith thoriqoh Al-Mu’tabaroh Annahdliyah ( Jatman) itu, shalat secepat itu bisa dilakukan karena sang imam Tarawih hanya mengerjakan doa yang wajib-wajib misalnya niat, takbirotul ihram, baca Fatihah plus ayat pendek Al-Qur’an hingga salam.

“Doa ruku’, kita singkat cukup ‘Subhanallah. Lainnya hanya Allah-Allah saja.Tahiyat akhir juga hanya sampai bacaan shalawat untuk nabi Muhammad kemudian salam,” tandas Gus Diya’ yang juga salah seorang Mursyid Thoriqoh Naqshobandiyah Kholidiyah.?

Sementara Wakil Sekretaris PP LDNU H Syaifullah Amin mengatakan, di sini terjadi perbedaan keberkahan waktu. Artinya cepat atau lambat tidak mengurangi kekhusyu’an orang yang ibadah.

“Sebagian orang memang diberikan kelebihan oleh Allah dalam melipat waktu,” kata H Amin. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja PKS Piyungan Taubat

Jumat, 08 September 2017

LKNU Pusat; Adakan Pelatihan Dukungan ODHA

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Lembaga Kesehatan Nahdhatul Ulama (LKNU) Pusat mengadakan pelatihan “Peer Support Dukungan ODHA”. Pelatihan ini ditujukan untuk “pendukung sebaya”. Yakni yang mendampingi teman-teman yang “positif” atau Orang Dengan HIV & AIDS (ODHA).

Pelatihan ini diselenggarakan pada Senin- Jum’at, 21 – 25 April 2014 di Hotel Grand Tjokro, Jl. Gejayan 37, Yogyakarta. LKNU menggandeng Yayasan Spiritia dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut.

LKNU Pusat; Adakan Pelatihan Dukungan ODHA (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Pusat; Adakan Pelatihan Dukungan ODHA (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Pusat; Adakan Pelatihan Dukungan ODHA

“Pesertanya berasal dari berbagai provinsi, misalnya dari Jambi, Sumatra Barat dan Nusa Tenggara Barat. Ada 41 orang yang mewakili dari LSM Lokal yang bergerak dalam pendampingan ODHA di masing-masing daerah,“ kata Bahrul Ulum, Koordinator Nasional Program Penanggulangan HIV/ AIDS tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Ulum juga mengatakan bahwa pelatihan kali ini merupakan pelatihan yang ketiga. Pertama pernah dilaksanakan di Yogyakarta dan Pontianak. Kemudian pelatihan keduanya di Jakarta. Pelatihan ketiga ini paralel dengan yang di Jakarta. Acara yang di Jakarta itu ditujukan untuk Konselornya, sedangkan saat ini pendampingnya.

PKS Piyungan Taubat

“Acara serupa diagendakan secara berkala dalam beberapa gelombang. Rencananya ada sekitar 270-an sasaran yang harus dilatih. Semuanya tersebar dalam 21 provinsi se-Indonesia,” lanjutnya.?

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama LKNU Pusat dengan Yayasan Spiritia. Lembaga yang concern dalam mendampingi ODHA di Indonesia. “Mereka sudah mempunyai wilayah di semua provinsi. Kita dibantu mulai dari fasilitator sampai modul itu dari mereka semua,” jelas Ulum. (suhendra/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, Ubudiyah, Hikmah PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock