Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Islam, Prostitusi, dan Pencegahan AIDS

Oleh KH MA Sahal Mahfudh. AIDS merupakan penyakit yang relatif baru dikenal oleh para ahlinya. Bahaya penyakit ini, seperti banyak dimuat media massa, sangat besar. Penderita penyakit itu kebanyakan berakhir dengan kematian, sebelum dokter sanggup mengobati. Belakangan, penyakit mematikan itu sangat tinggi tingkat penyebarannya. Sementara sarana penularan AIDS belum banyak diketahui secara jelas.

Mengetahui cara penularan ini sebenarnya menjadi penting dan berpengaruh besar bagi pencegahannya, selama pengobatan dan imunisasi secara medis belum mampu memberi jawaban atas bahaya penyakit itu terhadap manusia. Dengan menghindari cara penularan sejauh mungkin, penyakit AIDS diharapkan mampu dibendung.

Penularan AIDS pada umumnya melalui hubungan seksual. Penderita AIDS, banyak terdapat pada pria homoseks dan belum pernah ditemukan di kalangan wanita lesbian. Di samping melalui hubungan seks, sebab lain adalah tranfusi darah, jarum suntik yang telah digunakan pecandu narkotika dan sejenisnya, serta kehamilan atau persalinan. Yang patut mendapat pembahasan dari dimensi Islam adalah soal hubungan seksual, prostitusi dan kesehatan secara umum, kaitannya dengan pencegahan penularan AIDS.

Islam, Prostitusi, dan Pencegahan AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam, Prostitusi, dan Pencegahan AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam, Prostitusi, dan Pencegahan AIDS

Syariah Islam pada dasarnya mengatur hal ihwal manusia sebagai makhluk individual maupun sosial dalam hubungannya dengan Allah, sesama manusia dan alam. Syariah ini dalam konsep fiqih sosial dijabarkan dalam beberapa komponen. Komponen-komponen itu meliputi; ibadah -formal (terikat oleh ketentuan syarat dan rukun) dan non-formal (bebas dari ketentuan syarat dan rukun); muamalah, berkaitan dengan hubungan antar manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup jasmani; munakahah, tata cara pernikahan dan berkeluarga dengan segala aspeknya; muasyarah, mengatur tata cara pergaulan manusia dalam berbagai komunitas; jinayah, yang ada hubungannya dengan perilaku pidana beserta sanksi-sanksinya; qadla, mengatur tata cara pengadilan dan hukum acara sekaligus; terakhir jihad, berkaitan dengan pertahanan dan keamanan.

***

Dalam perspektif fiqih, persoalan AIDS akan ditinjau melalui pengaturan Islam terhadap kesehatan secara umum, khususnya soal hubungan seksual dan prostitusi. Manusua sendiri memang tidak dapat melepaskan diri dari tiga soal itu. Dalam kerangka takdir -ketetapan Allah- manusia diletakkan pada suatu proses, dalam keadaan sehat dan sakit, serta tahapan berikhtiyar memberi makna bagi cobaan Allah dalam hidupnya.

PKS Piyungan Taubat

Dengan derajat yang berbeda-beda, semua orang memiliki pengertian tentang kesehatan bagi diri dan keluarganya. Namun sering kali pandangan masyarakat tentang kesehatan masih terlalu sempit dan terisolasi. Sebagian besar orang beranggapan, seseorang itu sehat bila ia berada dalam keadaan tidak sakit dan cacat secara fisik. Kesehatan dipandang sebagai sesuatu yang alami, akan menimpa setiap orang, sehingga tak perlu dipermasalahkan lagi.

PKS Piyungan Taubat

Orang baru sadar akan pentingnya kesehatan, bila suatu saat dirinya atau anggota keluarganya menderita sakit atau mendapat kecelakaan yang menyebabkan cacat. Dengan kata lain, pengertian tentang kesehatan dipersempit sedemikian rupa, menjadi hanya upaya mencari pengobatan terhadap penyakit yang sedang diderita. Yang terjadi barulah kesadaran akan sakit dan berobat.

Kesehatan juga diperlukan oleh banyak orang seca ra statis belaka. Jarang ada orang yang secara sadar berpikir untuk menciptakan dirinya sehat dan secara antisipatif menjauhkan diri dari penyakit. Kalau toh seseorang sadar akan hal itu, tidak semua orang bisa melakukannya secara baik. Upaya-upaya untuk menangkal timbulnya penyakit, atau melestarikan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan pada saat seseorang merasa sehat, kurang diperhatikan Kendatipun masyarakat menyadari, kesehatan amat penting untuk menunjang ikhtiar mencapai taraf kehidupan dan keberagamaan yang baik.

Dalam pandangan yang sempit dan terisolasi, banyak orang tidak mengkaitkan aspek kesehatan dengan berbagai aspek kehidupan yang lain. Kadang-kadang hal itu hanya dikaitkan dengan aspek sosial ekonomi saja. Pemahaman agama Islam yang menyangkut kesehatan kurang diaplikasikan atau direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Terjadilah kesenjangan antara nilai ukhrawi dan duniawi. Sistem nilai ukhrowi yang diatur oleh agama di satu sisi, terpisah dengan sistem nilai duniawi. Suatu contoh sederhana, dalam promosi kesehatan mengenai kebersihan kurang atau tidak dikaitkan dengan anjuran agama tentang al-nandhafah (kebersihan jasmani, pakaian mau pun lingkungan), walaupun ia sebenarnya telah memahaminya.

Setiap manusia yang lebih mulia dari sekian banyak makhluk Allah yang lain, telah dibekali dua kekuatan sangat mendasar, sebagai sarana untuk mencapai puncak tujuan hidupnya, saadatud darain (kebahagiann duniawi dan ukhrawi). Dua kemampuan itu adalah quwwah nadzariyah (kekuatan berpikir) dan quwwah amaliyah (kekuatan fisik). Ini sebagai bekal untuk berikhtiar memenuhi berbagai taklifat (tugas) yang diwajibkan Allah.

Dalam kaitan memenuhi taklifat dan ikhtiar itu, aspek kesehatan dipandang sangat penting, sebagai prasyarat yang harus dimiliki semna mukallaf. Kesehatan untuk melestarikan dan meningkatkan kualitas dua kemampuan di atas, sehingga manusia mampu berilmu dan beramal sebanyak-banyaknya.

Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin juz II mengatakan, tujuan hidup bagi orang-orang yang berakal adalah bertemu Allah Taala di Dar al-Tsawab (surga), dan tidak ada jalan lain untuk mencapai tujuan itu, kecuali dengan ilmu dan amal. Dan ilmu serta amal tiada mungkin ditekuni atau dicapai tanpa kesehatan dan keselamatan badan.

Islam telah meletakkan bagi badan manusia, suatu tatanan syariat khusus yang mengatur pemeliharaan badan jasmani dari penyakit, karena eratnya hubungan antara unsur rohani dan unsur jasmani. Dalam surat al-Baqarah ayat 247 Allah berfirman, "Sesunggahnya Allah telah memilih Thalut dan memberikan kepadanya dua kelebihan; keluasan ilmu dan kesempurnaan jasmani." Ini tentu saja tidak dapat meninggalkan aspek kesehatan.

Islam juga memperhatikan prinsip, memelihara kesehatan dan menangkal penyakit lebih baik daripada mengobati penyakit yang sudah menjangkiti tubuh. Dalam hal ini di dalam ajaran Islam ada empat pencegahan. Pertama, kebersihan (nadzafah) yang tercermin dalam wudlu, mandi, siwak (menggosok gigi), mencuci pakaian, memotong kuku dan rambut dan lain-lain.

Kedua, pelarangan makanan dan minuman yang tidak baik atau merusak kesehatan. Ini sudah ditegaskan dalam surat al-Baqarah ayat 172-173 dan surat al-Maidah ayat 90. Dalam ayat 30 surat al-Araaf Allah menegaskan, "Dan, makanlah serta minumlah kalian, namun jangan melampaui batas". Batas kuantitas mau pun batas kualitas dalam arti, keseimbangan antara kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang diperlukan bagi setiap insan, menurut kandungan zat dan mineral yang diperlukan untuk memelihara kesehatan.

Ketiga, kesehatan umum. Dalam hal ini Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, "Setiap penyakit itu ada obatnya, maka bila obat itu menyentuh penyakit, ia akan menjadi sembuh dengan izin Allah". Dalam Islam berlaku karantina demi kesehatan umum. Rasulullah bersabda pula dengan riwayat ashhab al-sunan, "Manakala di satu daerah wabah berjangkit, janganlah kalian masuk di dalamnya. Dan apabila berjangkit wabah di satu daerah di mana kalian sedang ada di situ, janganlah kalian keluar dari situ".

Bahkan pencegahan penularan penyakit seperti itu juga berlaku bagi hewan selain manusia, sebagaimana sabda Rasulullah riwayat Bukhori dan Muslim, "Jaanganlah mendekat pemilik onta yang sakit pada pemilik onta yang sehat, agar penyakit itu tidak terjangkiti". Yang keempat, olah raga (riyadlah). Hal ini tercermin dalam tingkah laku shalat, puasa dan laranganmenggunakan tenaga fisik melampaui batas maksimal.

Islam juga mengenal konsep yang ditentang kesehatan. Di dalamnya tercakup pengertian sihhah (kesehatan), ialah keadaan jasmani yang memungkinkan seluruh faal tubuh manusia berjalan dengan baik dan normal. Di atas pengertian sihhah itu ada pengertian afiyah, ialah keadaan yang lebih utama dan luas dari sihhah, yang dampaknya menjangkau kebahagiaan manusia, di dunia dan akhirat kelak. Rasulullah dalam hal itu bersabda dengan riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim, "Tidaklah berbahaya kekayaan bagi orang yang bertaqwa. Dan kesehatan bagi orang yang bertaqwa adalah lebih baik daripada kekayaan". Dalam hadits lain riwayat An-Nasai beliau juga mengatakan, "Mohonllah ampunan dan afiyah kepada Allah, karena tak seorangpun diberi sesuatu olehNya yang lebih baik setelah keyakinan (keimanan), kecuali muafah (afiyah)."

***

BAGAIMANA Islam mengatur hubungan seksual yang sehat sebagai pencegahan dini terhadap penularan AIDS? Sebab-sebab penularan AIDS antara lain melalui hubungan seks. Islam mengklasifikasi hubungan seks dalam berbagai cara:

Antara suami istri (yang secara legal sesuai dengan ketentuan lembaga pernikahan yang lazim). Antara lelaki lain perempuan, bukan suami-istri yang dilakukan secara syubhat. Misalnya seorang lelaki dalam keadaan tertentu menyetubuhi wanita yang diduga isterinya, ternyata bukan. Antara lelaki dan wanita di luar pernikahan, yang lazim disebut "kumpul kebo" mau pun perzinaan atau prostitusi bebas. Antara sesama lelaki yang sering disebut homoseks, dengan cara memasukkan kelamin lelaki ke dalam dubur sejenisnya, yang disebut liwath mau pun memasukkannya antara dua pangkal paha sejenisnya, yang disebut mufakhodzah. Ada juga yang dilakukan antara sesama wanita lesbian, yang disebut musahaqoh. Bahkan hubungan seks untuk mencari nafsu kelezatan sering juga dilakukan tanpa hubungan dengan orang lain, tetapi dengan tangan sendiri atau alat lain (onani) yang disebut istimna. Ada juga hubungan seks yang dilakukan seseorang dengan hewan, yang disebut ityanul bahimah. Hubungan seks yang dilakukan dengan cara (a) dan (b) dalam Islam kiranya telah jelas dari sisi hukumnya. Bahkan untuk yang pertama para pelakunya mendapat pahala. Akan tetapi bila dilakukan lewat dubur, meskipun dengan isterinya sendiri, ada beberapa pendapat ulama yang berselisih. Imam Syafii dan Abu Hanifah mengharamkan berdasarkan sebuah hadits, "Maka janganlah kalian menyetubuhi istrimu lewat duburnya". Imam Malik berpendapat boleh, sama halnya pada qubulnya. Sedangkan dengan cara (c) akan dibahas tersendiri pada bab berikutnya.

Adapun hubungan seks antara sesama lelaki dengan cara liwath mau pun mufakhodzah, para ulama sepakat hukumnya haram, bahkan dianggap suatu perilaku yang sangat jijik, keji dan melebihi hewan. Hanya saja dalam menentukan sanksinya ada tiga pendapat. Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal memberikan sanksi dibunuh, bagi pelaku mau pun lawannya. Dasar hukumnya adalah hadits riwayat Imam Khomsah kecuali Nasai, "Bila kalian menemukan seseorang mengerjakan pekerjaan kaum Luth (yaitu liwath), maka bunuhlah yang pelaku dan pelakunya".

Golongan Syafiiyah berpendapat, hukumannya sama dengan zina, berdasar hadits, "Apabila ada lelaki menyetubuhi sesama lelaki, maka keduanya adalah berbuat zina". Pendapat golongan Hanifah, bahwa hal itu tidak sama dengan zina. Sanksinya cukup dengan tazir.

Hubungan seks antara sesama wanita yang disebut muzahaqah atau dengan hewan, para ulama sepakat pula keharamannya dan sepakat mengenai sanksinya, cukup dengan tazir. Sedangkan onani (istimna), Imam Syafii berpendapat bahwa hukumnya haram. Imam Al-Ala bin Ziyad berpendapat, hal itu boleh. Sedangkan Ibnu Abbas mengatakan, hal itu lebih baik daripada zina.

Pada dasarnya, para ulama yang berpendapat haram melakukan hubungan seks antara sesama lelaki atau sesama perempuan atau yang tidak lazim dan tidak wajar, bertolak dari firman Allah surat Al-Muminun, "Dan orang-Orang yang memelihara farjinya kecuali untuk isterinya atau budaknya, maka mereka tiada tercela. Barangsiapa melakukan di luar hal tersebut, maka mereka itulah orang-orang yang berdosa dan melampaui batas".

Kebutuhan biologis manusia berupa kepuasan seksual, bagi Islam bukan sekedar watak manusiawi yang tanpa makna. Sebagai makhluk individu maupun sosial, manusia diciptakan Allah dilengkapi oleh dua kekuatan mendasar, yaitu kekuatan berfikir (quwwah nadhariyah) dan kekuatan fisik (quwwah amaliyah). Allah juga memberikan berbagai taklifat (tanggung jawab), agar manusia mampu meningkatkan kualitas dan kesempurnan hidupnya. Dalam hal ini, manusia bukan saja menghadapi tuntutan rasio berupa ilmu, atau tuntutan fisik berupa pemenuhan sandang, papan dan pangan. Ada juga tuntutan kesehatan jasmani dan rohani.

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat menghindari pergaulan sesama. Ia punya kebebasan bergaul dan memasuki berbagai komunitas yang beragam latar belakangnya. Namun kebebasan itu tidak selamanya absolut. Tentu ada batas-batas tertentu yang secara normatif disetujui oleh masyarakat mau pun ajaran agama yang ia yakini kebenarannya. Tanpa batasan itu, ia akan kehilangan kesempurnaan dan kemuliannnya, karena ia akan terjebak pada kebejatan moral yang tidak mustahil merusak jasmani.

Kebebasan yang dilakukan secara absolut, sering diterapkan orang pada kebebasan bergaul antara lelaki dan wanita. Memang pada komunitas tertentu, hal itu masih bernilai positif. Akan tetapi bila sudah meningkat pada kebebasan hubungan seksual, sadar atau tidak hal itu mengakibatkan perilaku yang abnormal, dari pandangan sosial mau pun agama. Akibat lebih jauh adalah timbulnya kerusakan moral dan kehormatan yang tidak jarang mengakibatkan kerusakan jasmani. Berjangkitnya penyakit kelamin seperti AIDS, lahir dari kebabasan seksual, tanpa kontrol terhadap kebersihan lawan seks.

***

Prostitusi atau perzinaan menurut pengertian masyarakat luas adalah persenggamaan antara pria dan wanita tanpa terikat oleh piagam pernikahan yang sah. Perbuatan ini dipandang rendah dari sudut moral dan akhlak, dosa menurut agama, tercela dan jijik menurut penilaian masyakat di Indonesia. Akan tetapi belakangan, prostitusi semakin dianggap sebagai hal yang wajar dan biasa. Bahkan ironisnya ada yang beranggapan, prostitusi adalah salah satu profesi, lahan bisnis untuk tujuan ekonomi.

Pengertian zina menurut Islam, seperti dijabarkan dalam fiqih, ada tiga pendapat:

Menurut Syafiiyah, zina adalah perbuatan lelaki memasukkan penisnya ke dalam liang vagina wanita lain (bukan isterinya atau budaknya) tanpa syubhat. Menurut Malikiyah, zina adalah perbuatan lelaki menyenggamai wanita lain pada vagina atau duburnya tanpa syubhat. Menurut Hanafiyah, ia adalah persenggamaan antara lelaki dan wanita lain di vaginanya, bukan budaknya dan tanpa syubhat. Pandangan Islam tentang zina dan prostitusi sudah dimaklumi, bukan saja oleh kalangan Islam sendiri, tapi juga oleh masyarakat luas yang berlainan agama. Di samping hukumnya haram dan termasuk dosa besar, Islam memandang perbuatan itu sebagai tindakan tercela dan punya sanksi berat.

Islam tidak membedakan, apakah tindakan zina dilakukan atas dasar suka sama suka, paksaan, oleh bujangan, suami atau isteri. Tidak beda pula, apakah ada tuntutan ke pengadilan atau tidak, semuanya dipandang sebagai perbuatan zina.

Begitu besarnya bahaya zina bagi pelakunya sendiri mau pun masyarakat, A1-Quran menguraikan beberapa hukum dan larangan yang berkaitan dengan zina, antara lain:

Larangan melakukannya. Larangan mendekatinya. Larangan menikahi wanita pezina kecuali bagi lelaki pezina atau musyrik. Diberlakukannya li’an. Mendapat kemarahan Allah. Mendapat laknat Allah. Melakukan dosa besar. Dilipatgandakan azabnya. Mendapat had 100 kali. Diasingkan 1 (satu) tahun. Dianggap fakhisyah (perbuatan jijik). Dan lain-lain. ***

Upaya pelarangan zina dan kebebasan seksual lainnya, dengan alasan penyakit jasmani mau pun rohani, sebelum ditemukannya penyakit AIDS, sudah cukup lama dilakukan. Pendekatan yang sering diupayakan masih bersifat simtomatif atau hanya mengendorkan sementara saja. Pendekatan kausatif dengan menelusuri latar belakang pelakunya, belum banyak dilakukan. Padahal pendekatan terakhir itu, dengan menepis sebab-sebab yang mengakibatkan timbulnya perbuatan zina dan kebebasan seks, merupakan kunci utama untuk mengatasi hal itu.

Islam melalui konsep fiqih mau pun petunjuk ayat Al-Quran dan Hadits telah memberikan petunjuk mengenai langkah-langkah menghindari tindakan amoral itu lebih dini.

Dalam hal pergaulan pria dan wanita, ajaran Islam membedakan antara status mahrom dan bukan mahrom. Bagi pria dengan wanita bukan mahrom, tidak diperkenankan memandangi, apalagi menyentuh dan meraba, tanpa tutup atau sarung tangan. Kholwah menyendiri berduaan, antara dua jenis kelamin bukan mahrom juga dilarang.

Aurat wanita di hadapan lelaki bukan mahrom diatur begitu rupa, meliputi seluruh tubuhnya. Kecuali dalam keadaan tertentu, mereka diperkenankan melihat atau meraba. Dalam bepergian pun, wanita harus didampingi mahram (suami, misalnya) atau minimal empat orang wanita yang dipercaya, bila dikhawatirkan ada fitnah.

Bagi wanita, tidak boleh taharruj (berpakaian dan berperilaku merangsang). Bahkan lelaki-perempuan sesama mahram sejak umur menjelang dewasa, sudah dianjurkan agar tdak tidur di satu tempat. Ketentuan-ketentuan ini, menunjukkan betapa jeli ajaran Islam berupaya menghindarkan sejauh dan sedini mungkin, perbuatan zina, demi pertimbangan moral mau pun kesehatan. Dalam masa penularan AIDS yang makin mengkhawatirkan, ajaran-ajaran itu patut dipertimbangkan.

?

*) Diambil dari KH MA Sahal Mahfudh, Nuansa Fiqih Sosial, 2004 (Yogyakarta: LKiS).? Judul asli "AIDS dan Prostitusi dari Dimensi Agama Islam".

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, Kajian Islam PKS Piyungan Taubat

Rabu, 28 Februari 2018

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat

Sebagai bentuk kepedulian dan kewajiban bagi seorang muslim yang sudah memenuhi syarat dalam mengeluarkan zakat fitrah bagi orang yang berhak menerimanya, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo menyalurkan 100 paket zakat fitrah.

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah

Pembagian zakat fitrah kepada kaum dhuafa ini dibagi menjadi 3 (tiga) zona. Yakni, zona 1 diletakkan di Kecamatan Tegalsiwalan, zona 2 di Kecamatan Kuripan dan zona 3 di Kecamatan Sumberasih. Setiap paket zakat fitrah berisi 5 kg beras.

?

Dalam penyaluran zakat fitrah ini, para pengurus PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo membawa puluhan paket sembako. Paket itu diberikan kepada warga desa yang lanjut usia (lansia) dan janda tua yang tidak mampu. Pembagian zakat fitrah ini tidak dipusatkan di satu tempat. Tetapi mereka memberikannya secara door-to-door kepada masyarakat.

PKS Piyungan Taubat

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengatakan bahwa dana dari pengadaan zakat fitrah ini diperoleh dari hasil pengumpulan dari semua pengurus GP Ansor di semua tingkatan di Kabupaten Probolinggo.

PKS Piyungan Taubat

“Dalam penyalurannya kami yang mendatangi ke setiap rumah yang diberikan, bukan memanggil mereka. Karena kami ingin niat dan tujuan yang baik harus dilakukan dengan proses yang baik,” katanya, Kamis (23/6).

Menurut Muchlis, penyaluran zakat fitrah dari pengurus GP Ansor di Kabupaten Probolinggo ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam melayani sesama yang membutuhkan pengayoman. “Semoga zakat fitrah yang kami berikan bisa menjadi sarana untuk berbagi kebahagiaan dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita PKS Piyungan Taubat

Senin, 26 Februari 2018

Konsep Barokah Jadi Inti Kehidupan

Jember, PKS Piyungan Taubat

Hal yang sering dilupakan orang di tengah kehidupan yang semakin pragmatis ini adalah barokah. Manusia kerap mamandang sesuatu hanya berdasarkan hitung-hitungan matematis. Sementara barokah tidak ada dalam rumus matematika, namun dampaknya bisa dirasakan. Demikian disampaikan Wakil Sekretaris PCNU Jember, ustadz Moch. Eksan saat menyampaikan ceramah dalam acara Haflatul Imtihan di Pondok Pesantren Nurul Ulum, Desa Pace, Kecamatan Silo, Malang, Jumat (3/5).?

Konsep Barokah Jadi Inti Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Barokah Jadi Inti Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Barokah Jadi Inti Kehidupan

Menurut Eksan, sesungguhnya inti dari kehidupan adalah barokah. Apakah itu rezeki, umur, jabatan dan sebagainya. "Rezeki kalau tidak barokah, ada saja yang menyebabkan habis. Jabatan kalau tidak barokah, bisa menjadi bumerang, ilmu yang tidak barokah bisa menjadi alat memperdayai orang," ucapnya.

PKS Piyungan Taubat

Eskan menambahkan, pesantren telah mengajarkan bagaimana barokah itu didapat. Memang tidak ada pelajaran khusus, tapi kehidupan praktis di pesantren secara alami telah memberikan bimbingan tentang barokah. Betapa banyak santri yang ketika di pesantren nilai pendidikannya biasa-biasa ? saja. Tidak menonjol, apalagi pintar. Tapi ketika sudah terjun di masyarakat mereka menjadi tokoh, disegani masyarakat. Bahkan terkadang "prestasi" santri tersebut jauh ? melebihi mereka yang jebelon perguruan tinggi ternama. "Itu namanya ilmunya barokah. Itu tidak bisa dinalar. Makanya, rajin belajar (di pesantren) itu penting. Tapi taat kepada kiai, pengasuh pesantren itu tak kalah penting. Karena itu bagian dari upaya memperoleh barokah," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Di bagian lain, mantan aktifis IPNU Jember itu mengaku bangga dirinya pernah mencicipi kehidupan di pesantren. Dikatakannya, suasana pesantren yang sederhana telah ? mengajarkan santri betapa berherganya kehidupan ini. Namun kesederhaann itu tidak menghambat santri untuk menjadi terbaik di masyarakat. "Banyak santri yang jadi dosen, jadi politisi hebat, jadi bupati, bahkan jadi menteri. Karena itu, kita tidak boleh minder jadi santri. Harus bangga," tuturnya. (Aryudi ? A. Razaq/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 17 Februari 2018

Songsong Konfercab NU, Banom Gelar Pengobatan Gratis

Jombang, PKS Piyungan Taubat. GP Ansor bersama badan otonom NU lainnya terlihat kompak menggelar pengobatan gratis. Pengobatan gratis digelar dalam rangka mnyongsong Konferensi cabang NU Jombang disambut ratusan warga NU dari berbagai pelosok desa.

Kegiatan Banom NU yang melibatkan Fatayat NU, IPNU- IPPNU, PMII, RSNU juga menggandeng Ikatan Naturopatis Indonesia Dewan Pengurus Daerah Jawa Timur (IKNI DPD Jatim)  Buddhist Education Centre(BEC), Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok(PPIT), Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) Jombang, Perhimpunan Indonesia Tionghoa Jombang, di gelar di Halaman Stikes Annajiah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. 

Songsong Konfercab NU, Banom Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Konfercab NU, Banom Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong Konfercab NU, Banom Gelar Pengobatan Gratis

”Kegiatan ini digelar menyongsong gawe Konfercab NU, disamping untuk membantu masyarakat yang butuh pengobatan melalui pijat tradisional,” ujar Dahril Kamal, ketua panitia pelaksana membeberkan.

PKS Piyungan Taubat

Pengobatan yang diberikan, lanjut Gus Aril biasa dipanggil, salah satunya adalah pijet taero (tulang), pijet elektrik (Diambo), pijet refleksi, pijat akupuntur (tusuk jarum). Yang diikuti tidak kurang sekitar 500 warga NU dari pelosok desa.

PKS Piyungan Taubat

”Sejak pagi mereka sudah mengantri, antusias warga mengikuti pengobatan tradisional ini sangat besar,” tandasnya.

Disamping pengobatan dengan metode Traditional Chinese Medicine (TCM) nampak ratusan warga antusias mencoba pijak refleksi, tusuk jarum serta Aero. ”Rasanya cukup bugar usai dipijat tulang,” ujar Fathul hidayat salah satu warga asal Kesamben usai menikmati pijatan.

Sementara itu, Ketua PC Ansor Jombang Sholahul ’Am Notobuwono mengatakan melihat antusias warga, kegiatan sosial ini rencananya akan dilakukan kembali. 

”Ini atas kerjasama temen temen Tionghoa yang juga peduli terhadap warga yang membutuhkan pengobatan, doakan kita bisa kembali bisa menggelar lagi,” ujarnya.

Disamping pengobatan secara tradisional, pihaknya lanjut salah satu pengasuh PP Bahrul Ulum ini menambahkan, sebenanrnya juga menggandeng Ikatan Dokter dan RSNU. ”Semuanya kita libatkan untuk membantu masyarakat, tadi juga ada donor darah yang ditangani PMI, pesertanya juga cukup banyak,” pungkasnya.

 Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Cerita PKS Piyungan Taubat

Senin, 05 Februari 2018

Jam’iyyatul Qurra wal-Huffaz, Berjuang Syi’arkan Al-Quran

Jam’iyyatul Qurra wal-Huffaz, Berjuang Syi’arkan Al-Quran Jam’iyyatul Qurra wal-Huffaz merupakan jam’iyyah atau organisasi yang didirikan KH Wahid Hasyim pada tanggal 12 Rabul Awwal 1371 H bertepatan 15 Januari 1951 M, di rumah H Asmuni, Sawah Besar, Jakarta. 

Tujuan organisasi ini adalah terpeliharanya kesucian dan keagungan Al-Qur’an. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an, terpeliharanya persatuan qurra wal-huffazh ahlussunah wal-jamaa’ah. 

Jam’iyyatul Qurra wal-Huffaz, Berjuang Syi’arkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Jam’iyyatul Qurra wal-Huffaz, Berjuang Syi’arkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Jam’iyyatul Qurra wal-Huffaz, Berjuang Syi’arkan Al-Quran

Organisasi ini pernah melakasanakan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) antar-Pondok Pesantren seluruh Indonesia. Kemudian kegiatan ini diambil-alih Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Nasional sejak tahun 1968 sampai sekarang. Di sisi lain, saat itu pula, JQH bisa dikatakan “mati suri”.

PKS Piyungan Taubat

Lalu, pada tahun 1992, saat KH Abdurahman Wahid menjadi ketua umum PBNU, JQH kembali diaktifkan. Pada tahun 1999, JQH mengadakan MTQ antar-Pondok Pesantren di Garut, Jawa Barat.  

Belum lama ini, JQH NU menggelar MTQ IV Nasional dan MTQ I Internasional, di samping Musyarah Nasional IV. Pada Munas tersebut, Dr. KH Ahsin Sakho Muhammad kembali dipilih menjadi Rais Majelis Ilmi JQH NU secara aklamasi. Sementara Ketua PP JQHNU KH Muhaimin Zen. Keduanya telah dilantik Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pertengahan Ramdhan tahun ini.

PKS Piyungan Taubat

Dengan demikian, perkumpulan para qori-qoriah, hafidz-hafidzah, para pecinta Al-Quran, yang bernaung di bawah Nahdaltul Ulama ini, akan segera mengabdi di masyarakat. Untuk mengenal gerak dan arah pengabdian organisasi ini, Abdullah Alawi dari PKS Piyungan Taubat, berhasil mewawancarai Rais Majelis Ilmi Dr KH Ahsin Sakho Muhammad. 

Bagaimana gerak dan pengabdian JQHNU ke depan?. Penataan organisasi terlebih dahulu. Kemudian program-programnya itu lebih dirasakan masyarakat luas dan yang kita harapkan adalah unit-unit JQH yang ada di setiap daerah, mulai dari provinsi sampai kabupaten, bahkan sampai kecamatan, semuanya itu bergerak melalui alur program-program yang ada pada masing-masing itu. ada program-program umum yang harus dilaksanakan, ada program khusus yang juga harus dilaksanakan, bisa dilaksanakan oleh masing-masing.

Selain itu, mendorong adanya insan-insan dari JQH itu bisa menelorkan hal-hal yang baru, metode-metode baru dalam cara menghafalkan Al-Quran, metode baru dalam mempelajari qiroah, tilawah, sosialisasi Al-Quran kepada masyarakat. Jadi, istilahnya insan akademis bisa masuk ke dalam program-program itu sehingga bisa diminati oleh masyarakat. 

JQH bergerak melalui pesantren-pesantren Al-Quran di lingkungan NU. Mereka yang mengajar di TK-TK Al-Quran itu kan sebenarnya berguru kepada kyai-kyai yang punya institusi tahfizd Al-Quran karena itu soko gurunya. Kyai-kyai yang memegang pesantren tahfidzul Quran, itu sebenarnya yang memegang barometer cara pembacaan yang benar.

Kendala yang paling sering dialami dalam gerak atau program JQH?. Yang peling besar kendala selama ini adalah dana, karena bagaiamana pun juga pada zaman sekarang ini, dana ibaratanya roda. Roda itu bisa berjalan dengan bensin. Hanya itu saja. Tapi, Alhamdulillah melalui ide-ide yang kita cetuskan bisa meyakinkan beberapa orang yang bisa mendukung berjalannya roda itu. 

Awal Juli tahun ini, JQHNU menggelar MTQ Nasional dan Internasional. Sebenarnya buat apa repot-repot menyelenggarakannya? 

Pertama adalah bahwa kita ingin mensyiarkan Al-Quran dan masyarakat akan tertarik apabila mendengarakan pembacaan Al-Quran dengan lagu-lagu. Jadi, lagu kan ada seninya. Dan masyarakat itu kan senang terhadap seni. Kalau ada peserta bagus, dihormati oleh orang, diberi hadiah, ini diharapkan masyarakat itu bisa ikut terdorong untuk menjadikan anak-anak mereka itu bisa mengaji, begitu. 

Apa yang ingin dicapai dengan menyelenggarkaan MTQ Internasional?. Pertama adalah silaturahim antar-para kaum muslimin secara keseluruhan. Kemudian antarnegara, antara Indonesia dengan negara-negara lain. Ketiga mempererat persahabatan antara para praktisi ke-Quranan antarnegara. Dan kita tahu bahwa Indonesia itu sering dipanggil kemana-mana, masak kita nggak pernah menghormati mereka. Kita dihormati dimana-mana di hampir 20 negara. Mulai Mesir, Iran, yang dahulu di Saudi Arabia sampai ke Maroko di Yordania. Banyaklah.

Itu karena kualitas ahl-ahli Al-Quran kita? 

Iya, karena mendengar bahawa Indonesia adalah sebuah negara yang mempunyai budaya MTQ yang sedemikian mapan. Dan kalau kita lihat, MTQ di Indonesia merupakan MTQ yang paling terbanyak cabangnya di dunia. Di Saudi cuma lima saja, di Iran cuma tiga saja, di Sudan cuma dua saja, di beberapa tempat nggak sampai 10 cabang. 

Di Indonesia, tilawah saja ada tilawah untuk tunanetra, anak-anak, remaja, dewasa, qiroat syab’ah, cerdas cermat Al-Quran, MHQ, Syarhil Quran, khotul Quran, kaligrafi itu sudah empat cabang, belum lagi tafisr bahasa Arab, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Banyak sekali. Kita harus bangga sekali, dan pemerintah memberikan keleluasaan bagi para pecinta Al-Quran untuk mengembangkannya. 

Dengan prestasi seperti itu, kita mengingat jasa KH Wahid Hasyim yang pertama kali mengusulkan terbentuknya JQH NU karena melalui lembaga inilah yang pertama kali mengadakan MTQ antarpesantren. Bagaimana menurut Kyai?

Luar biasa. KH Wahid Hasyim itu orang yang paripurna. Orang yang hafal Al-Quran, negarawan, demokrat, orang yang jenius, orang yang memikirkan persoalan ke-Quranan. Beliau negarawan, tapi peduli terhadap satu dunia, dunia yang belum terpikirkan oleh orang-orang. Pak Wahid Hasyim itu ingin memberikan wadah kepada para ahli-ahli Al-Quran di lingkungan jam’iyyah Nahdlatul Ulama, yaitu berupa Jam’iyyatul Qurra wal-Huffaz. Pengaruhnya sangat besar sekali bagi perkembangan Indonesia. 

Karena apa? Kita sudah diazani, wadah. Silakan kembangkan wadahnya. Selain itu, Abu Bakar Aceh juga salah seorang yang besar jasanya. Saaya ingat beliau menulis tentang masjid-masjid, sejarah masjid-masjid di Aceh, di Nusantara,  yang menceritakan anak-anak masa lalu. Dimana anak-anak Aceh dahulu, ketika kecil, menghormati Al-Quran. 

Landasan-landasan pertama bagi generasi berikutnya. Nah, menurut saya, mereka itu telah menyumbangkan apa yang mereka bisa sumbangkan. Makanya sekarang kita juga harus menyumbangkan sesuatu yang berarti bagi masyarakat sekarang ini.

Apa yang kira-kira dipikirkan Wahid Hasyim saat membentuk JQH waktu itu? 

Ya kita melihat ya bahwa di dalam lingkungan Nahdlatul Ulama itu kan ada dua jenis ulama. Ada ulama yang berkecimpung dalam kitab-kitab kuning; nahwu, sorof, fiqih, tasawuf. Kemudian, ada ulama-ulama yang menggeluti dalam bidang Al-Quran, menghafalkan Al-Quran. Kalau mereka yang ahli hadits, terbiasa dengan bahsul matsail. Sementara yang ahli Al-Quran ini mau dikemanain ini? Maka, saya melihat KH Wahid Hasyim itu, punya pemikiran yang luar biasa untuk memberikan wadah untuk satu kelompok lagi dalam lingkungan NU, yaitu kelompok, orang-orang mendalami dalam bidang tahfizul Al-Quranul Karim.

Lalu, perhatian pemerintah kepada para ahli Al-Quran bagaimana? 

Masih kurang. Masih belum optimal. Pertama, mereka yang sudah hafal Al-Quran yang ingin memasuki perguruan tinggi itu mestinya diperlakukan dengan berbeda. Kalau perlu dikasih beasiswa. Mestinya begitu. Atau mereka yang telah hafal Al-Quran itu mengabdi di masyarakat, mestinya mereka itu ditempatkan di masjid-masjid besar, di masjid raya, menjadi imam besar di situ. Kemudian mengajarkan Al-Quran kepada orang-orang di sekitar itu. 

Pemerintah juga belum mendirikan institusi pendidikan yang berbasis Al-Quran apakah mulai dari Tsanawiyahnya, Aliyahnya hingga perguruan tinggi. Jangankan untuk membikinkan begitu, program-program pembelajaran Al-Quran misalnya di Tsanawiyah negeri, Aliyah negeri, itu belum ada yang mengharuskan anak-anaknya itu menghafalkan Juz ‘Ama mislanya, menghafal Ya Siin, nggak ada. Malah yang berkembang itu di pesantren. 

Jadi, mereka yang ahl tahfizd yang ikut MTQ itu berasal dari pesantren-pesantren di lingkungan NU. 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, Tokoh PKS Piyungan Taubat

Jumat, 02 Februari 2018

Lima Asas Perbankan Syariah (1): Hifdhun Nafs, Hifdhul ‘Aql, Hifdhul Mal

Sepakat terhadap dlarurat yang bisa diterapkan pada kasus perbankan syari’ah, secara otomatis sepakat pula terhadap konsep al-dlaruriyyatu al-khams bisa berlaku pada perbankan tersebut. Kajian mendalam terkait dengan al-dlaruriyyatu al-khams serta hubungannya dengan eksistensi perbankan syariah, akan dikupas lebih mendalam lagi setelah kita mengetahui konsep umumnya.

(Baca: Konsepsi Darurat dalam Sistem Ekonomi Perbankan Syariah)Pada dasarnya konsep dlarurat dalam Islam itu tidak lepas dari 5 pilar kebutuhan primer (al-dlaruriyyatul al-khams), yaitu: hifdhun nafs (jaminan perlindungan jiwa), hifdhul ‘aql (jaminan perlindungan akal), hifdhul mâl (jaminan perlindungan harta), hifdhun nasl (jaminan perlindungan keturunan), dan hifdhud dîn (jaminan perlindungan agama). 

Lima Asas Perbankan Syariah (1):  Hifdhun Nafs, Hifdhul ‘Aql, Hifdhul Mal (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Asas Perbankan Syariah (1): Hifdhun Nafs, Hifdhul ‘Aql, Hifdhul Mal (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Asas Perbankan Syariah (1): Hifdhun Nafs, Hifdhul ‘Aql, Hifdhul Mal

Hifdhun nafs,  merupakan konsep penjagaan diri. Allah SWT berfirman dalam QS an-Nisa’: 29: 

PKS Piyungan Taubat

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Janganlah kalian membunuhdiri kalian! Sesungguhnya Allah Mahapenyayang terhadap kalian.”

PKS Piyungan Taubat

Ibnu ‘Asyur memberikan penjelasan terhadap ayat di atas dalam tafsirnya at-Tahrîr wat Tanwîr: 5/25:

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “[Janganlah kalian membunuh diri kalian!]. Allah SWT melarang seorang membunuh sesamanya. Keberadaan dua dlamir di firman tersebut berfaedah tauzî’ (pengaturan), maksudnya: karena diketahui bahwa bila seorang individu dilarang melakukan bunuh diri maka ia harus mencegah dirinya dari mendekati perbuatan tersebut. Dengan demikian, usaha bunuh dirinya seorang rajul termasuk bagian dari yang dilarang, karena sesungguhnya Allah tidak membolehkan seseorang melakukan kerusakan pada dirinya sendiri sebagaimana tidak membolehkan melakukan kerusakan dalam tasharruf hartanya. Adapun, ayat ini hanya dimaksudkan khusus berbicara tentang larangan dari bunuh dirinya seseorang maka tidak boleh.”

Dalam tafsir dan ayat di atas, Ibnu ‘Asyur menyandingkan antara perbuatan bunuh diri dengan berbuat kerusakan pada tasharruf harta. Penyandingannya disebabkan karena sama-sama memuat unsur itlaf-nya (sumber kerusakan).

Hifdhu al-aql merupakan konsep penjagaan akal. Menjaga kesehatan mental/akal meliputi larangan melakukan perbuatan yang bisa menghilangkan kewarasan akal itu sendiri. Seperti misalnya mengkonsumsi barang-barang yang memabukkan, atau bahkan melakukan tindakan yang diluar akal. Misalnya seperti mendatangi dukun, berbuatan thayyarah (ramalan buruk), undi nasib, perjudian, dan lain sebagainya.  Allah SWT telah berfirman Q.S. Al-Maidah: 90:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, perjudian, undi nasib, dan azlam merupakan perbuatan menjijikkan pekerjaannya syaithan. Oleh karena itu jauhilah agar kalian termasuk orang yang beruntung.”

Syeikh Al-Thabary dalam Kitab Tafsir Al-Thabary: 122, memberikan penjelasan mengenai ayat tersebut sebagai:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Allah SWT melarang kaum yang beriman dari mengharamkan suatu perkara yang baik yang dihalalkan oleh Allah untuk mereka. Kemudian disertai dengan firman: “janganlah kalian melampaui” batas-batas yang telah aku tetapkan, yaitu termasuk kamu menghalalkan apa yang aku haramkan kepada kalian, karena sesungguhnya hal yang demikian itu adalah tidak boleh, sebagaimana tidak boleh bagimu mengharamkan perkara yang halal. Sesungguhnya aku tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas”

Al-Dlaruriyyatu al-Khamsah berikutnya adalah hifdhul mâl, yaitu penjagaan harta. Dalil asal dari penjagaan harta ini adalah hadits, sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari, No. Hadits. 1477:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: " ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? "? ?

Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT membenci untuk kalian tiga perkara: dikatakan dan mengatakan (perdebatan), menyia-nyiakan harta dan banyak tanya.” HR. Bukhary.

Menyia-nyiakan harta termasuk bagian yang dibenci oleh syari’at sebagaimana hadits di atas. Termasuk tindakan menyia-nyiakan barang ada beberapa perincian, sebagaimana dalam catatan kaki dari Kitab tersebut, yaitu: 

? ? -  ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Menyia-nyiayakan harta, yaitu menginfakkannya dalam kema’siatan, atau berlebih-lebihan dalam penggunaannya untuk perkara yang mubah”

Mencermati qaul di atas, dalam kajian fiqih transaksi, maka termasuk bagian dari tindakan melakukan hifdhu al-maal adalah tindakan hajr (pemblokiran) oleh bank, tindakan pre-emption (menunda pemberian hak atas ahli waris yang safîh), mencegah keluarnya peredaran uang ke luar negeri, dan lain sebagainya. 





Bersambung...

Muhammad Syamsudin, Pegiat Kajian Fiqih Terapan dan Pengasuh PP Hasan Jufri Putri P. Bawean, Kab. Gresik, Jatim

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah, Berita, Cerita PKS Piyungan Taubat

Jumat, 19 Januari 2018

Ribuan Jamaah Banjiri 100 Hari Wafatnya KH M Arim Teluknaga

Tangerang, PKS Piyungan Taubat? . Tak kurang 5000-an jamaah hadir pada Peringatan 100 hari almaghfurlah wafatnya kiai sepuh Pesantren Al Hasaniyah Rawalini Teluknaga Tangerang, Banten. Mereka menghadiri mengikuti pengajian akbar pada peringatan tersebut.

KH Ahmad Sujai dalam sambutanya menyampai permohonan maaf, jika tidak bisa menjamu para jamaah. Hadirnya semua ke sini adalah wujud kecintaan terhadap ulama dan setia dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah Nahdlatul Ulama.?

Ribuan Jamaah Banjiri 100 Hari Wafatnya KH M Arim Teluknaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Banjiri 100 Hari Wafatnya KH M Arim Teluknaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Banjiri 100 Hari Wafatnya KH M Arim Teluknaga

KH Uci Thurtusi Cilongok Pasar Kemis, dalam mauizhoh hasanahnya mengingatkan hadirin agar senantiasa berpegang teguh dengan ajaran ulama sebagaimana yang diajarkan oleh guru-guru.?

PKS Piyungan Taubat

Ia juga meminta kepada para jamaah setia dengan Pancasila yang karena dasar negara Indonesia itu subtansinya menuhankan Allah Swt. “Sebab, orang yang bisa mengamalkan nilai nilai luhur pancasila akan terbang bersama burung garuda, wushul bersama Allah,” katanya.

Hadir pula pada kegiatan ini Dr. KH. Ahmad Suhaimi, KH. Muhamad Ibrohim, KH. M. Mansur Hasan, dan ulama ulama lainya. (qustulani muhamad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Cerita, Kajian Islam PKS Piyungan Taubat

Rabu, 17 Januari 2018

Geram, PBNU Persilakan Presiden Temui Langsung Korban Lapindo

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengaku geram dengan sikap pemerintah yang terkesan sangat tidak serius menangani kasus semburan lumpur panas Lapindo, di Sidoarjo, Jawa Timur. Padahal, katanya, para korbannya sudah begitu telantar dan sangat menderita.

Hasyim menyarankan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berikut Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla untuk datang dan menemui langsung dengan para korbannya. Dengan demikian, katanya, Presiden dan Wapres bisa langsung menyaksikan penderitaan para korban.

Geram, PBNU Persilakan Presiden Temui Langsung Korban Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
Geram, PBNU Persilakan Presiden Temui Langsung Korban Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

Geram, PBNU Persilakan Presiden Temui Langsung Korban Lapindo

“Kalau tidak percaya bahwa para korban Lapindo itu sudah masuk tahap depresi, saya persilakan dengan hormat Presiden dan Wapres menemui mereka langsung. Coba saja, apakah Presiden dan Wapres bisa ketawa ketika melihat langsung penderitaan para korban itu,” pungkas Hasyim kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/60).

Mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim itu kembali mengingatkan kepada pemerintah bahwa saat ini keadaan warga korban bencana lumpur panas tersebut sudah sangat mengkhawatirkan. Bila hal tersebut dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya serius, bukan tidak mungkin keadaan semakin buruk.

Pada titik tertentu, lanjutnya, pemerintah juga yang akan menerima akibatnya. “Saya khawatir akan menjadi anarki (kekacauan, Red) yang luar biasa. Kalau hal itu sampai terjadi, ujung-ujungnya juga akan membenturkan pemerintah,” tandasnya.

PKS Piyungan Taubat

Karena itu, Hasyim mendesak kepada pemerintah agar tak lagi mengulur-ulur waktu bagi penyelesaian segera kasus tersebut, terutama nasib para korbannya yang hingga kini masih belum jelas. Menurutnya, masalah tidak terlalu sulit dan takkan menjadi lebih rumit seperti sekarang jika pemerintah memiliki kehendak sungguh-sungguh. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, Fragmen PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB

Mataram, PKS Piyungan Taubat 

Di antara rangkaian kegiatan yang mengiringi perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, ialah Pembacaan Shalawat Badar di Taman Sangkareang, Mataram, NTB, Rabu (22 /11).

PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB

Turut mengikuti pembacaan Shalawat Badar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Mustasyar PBNU TGH Muhammad Turmudzi Badauiddin, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faisal Zaini, Sejumlah Pengurus PBNU, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) H Imam Nahrowi, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, dan belasan ribu Nahdliyin yang memadati jalan Pejanggik. 

Seusai Pembacaan Shalawat Badar, Kiai Said Aqil Siroj menegaskan tentang prinsip Nahdlatul Ulama yang moderat dan antiradikal. 

Menurut Kiai Said, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar membangun umat yang moderat, tidak radikal, apalagi teroris. 

PKS Piyungan Taubat

"Maka kalau kita betul-betul mengaku menjadi umat Nabi Muhammad tidak boleh radikal, tidak boleh ekstrem, tidak boleh menjadi teroris," tegas Kiai Said seusai mengikuti Pembacaan Shalawat Badar 

Kiai kelahiran Kempek, Cirebon ini mengatakan, NU yang didirikan oleh para ulama, terutama Hadratussyekh KH Hasyim Asyari mengajarkan kepada kita bahwa prinsip NU adalah tawassuth dan tasamuh, yakni moderat dan toleran. 

PKS Piyungan Taubat

Mbah Hasyim, lanjutnya, menginginkan semua bersaudara, baik melalui ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyah. 

Selama ada NU, yang prinsipnya membangun persaudaraan, katanya, maka umat Islam Indonesia akan dihargai oleh seluruh umat di dunia. Seluruh negara di dunia akan menghormati Indonesia 

"Karena Indonesia umat Islamnya tidak radikal, yaitu moderat dan toleran," jelas Kiai berumur 64 tahun ini. 

Agenda Pembacaan Shalawat Badar ini dilaksanakan seusai Pawai Taaruf dari Masjid Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat hingga Taman Sangkareang, Mataram dan Pengibaran Bendera NU yang dianugerahi oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai bendera terbesar. (Husni Sahal/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Lomba, Cerita PKS Piyungan Taubat

Minggu, 07 Januari 2018

Haul Tradisi Warga NU Sarat Berkat

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - A’wan PWNU Jawa Timur H Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa kegiatan haul yang sering dilakukan di tengah-tengah masyarakat merupakan budaya dan tradisi asli yang dilakukan warga NU. Inilah yang membedakan antara NU dan yang tidak NU.

Hal tersebut disampaikan H Hasan Aminuddin ketika menghadiri peringatan Haul Almarhum Al-Arief Billah Non Abdul Jalil Genggong di Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah Desa Mojolegi Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo, Senin (20/11) siang.

Haul Tradisi Warga NU Sarat Berkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Tradisi Warga NU Sarat Berkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Tradisi Warga NU Sarat Berkat

“Hanya saja banyak sekarang tradisi dan budaya NU yang putus karena sudah tidak mampu mengikuti perkembangan zaman dan tergilas ikut perkembangan zaman karena salah bergaul. Hakikatnya kita meninggalkan urusan duniawi hadir di sini akan mendapatkan barokah asalkan yakin dengan hati yang tulus,” ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Hasan Aminuddin, Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah ini istiqomah menggelar haul Non Abdul Jalil Genggong seperti ini. Inilah bukti nyata barokah Non Jalil. Sebab kalau cuma didongeng dan tidak ada bukti maka tidak akan nyata.

“Ini cerita fakta tentang barokah Non Abdul Jalil. Fakta itu benar-benar ada dan yang dihaul ini adalah kekasih Allah SWT,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Hasan menegaskan bahwa merawat ayah dan ibunya supaya tersenyum bisa dihitung, apabila gurunya. Lalu mau mendapatkan barokah dari mana. Apalagi saat ini orang banyak yang durhaka kepada orang tuanya. Sudah banyak generasi saat ini sudah tidak memuliakan kedua orang tuanya.

“Marilah majelis haul ini kita jadikan introspeksi tentang akhlak kepada orang tua dan guru. Ini penting kepada anak yang ada di pondok pesantren karena sekarang zaman digital. Saat kita sudah dijauhkan dengan manusia melalui alat berupa handphone. Kalau dulu bisa tertawa bersama, sekarang malah tertawa sendirian melalui Handphone,” terangnya.

Lebih lanjut Hasan menawarkan solusi bagaimana menyelamatkan generasi muda agar menjadi generasi yang sholeh dan sholehah. “Setiap orang tua yang mempunyai anak umur SD kelas 6 perubahan akhlaknya berbeda dan coba bandingkan dengan orang tuanya,” katanya.

Hasan menerangkan bahwa agar orang tua merasa tenang maka setelah lulus SD atau MI masukkan anaknya ke pondok pesantren. “Memang awalnya berat jika harus berpisah dengan anak. Bahkan terkadang kita sampai menangis. Tetapi lebih baik menangis sekarang dari pada menangis nanti karena anak salah pergaulan,” pungkasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah KH Muhammad Asy’ari Sholeh dalam sambutannya banyak menceritakan kisah kehidupan dan riwayat dari Non Abdul Jalil Genggong.

“Kita tidak bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh Non Abdul Jalil Genggong. Kalau lagi wiridan nyaris tidak bisa mendengar suaranya. Selain itu, kalau beribadah selalu dirahasiakan. Inilah yang kemudian membuat Non Abdul Jalil memperoleh kerahmatan yang luar biasa,” ungkapnya.

Haul Non Abdul Jalil Genggong yang istiqomah dilakukan setiap tahun ini diikuti oleh ratusan warga NU dan wali santri. Serta, santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Doa, Cerita PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 06 Januari 2018

Kang Said: Damai Adalah Wajah Islam Sesungguhnya

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. “Kalau ada satu orang Yahudi mati, beritanya merebak luar biasa di media massa. Tapi kalau ada orang Islam dalam satu bangsa yang mati beritanya paling cuma dua hari, itu pun di pojok,” demikian kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada Seminar Lembaga Persahabatan Indonesia-Libya (LPIL), di Hotel Sahid, Jakarta, 9 Januari 2011.

Karena pemberitaan yang tidak seimbang –menurut Kang Said- akhirnya Islam dianggap keras. “Padahal wajah Islam yang sebenarnya adalah sejuk dan damai, seperti di Indonesia ini,” tegas Kang Said kepada PKS Piyungan Taubat.

Kang Said: Damai Adalah Wajah Islam Sesungguhnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Damai Adalah Wajah Islam Sesungguhnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Damai Adalah Wajah Islam Sesungguhnya

Kang Said mengatakan bahwa suksesnya dakwah Islam di Indonesia adalah dengan dakwah yang damai, bukan dengan kekerasan. “Walisongo sudah memberikan contoh yang jelas, itu harus kita tiru. Walisongo sukses karena bisa memadukan ajaran dengan tradisi, sehingga tidak terjadi benturan dalam kultur masyarakat,” tambah Kang Said.

PKS Piyungan Taubat

Ia juga menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan sebagian kelompok Islam. “Islam tidak mengajarkan kekerasan. Ayat-ayat al Quran tentang perang pun diturunkan ketika kondisi perang. Ayat-ayat itu tidak diwahyukan kepada Rasulullah dalam kondisi aman dan damai. Banyak pihak yang salah menggunakan ayat-ayat al Quran karena tidak memahami asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya) ayat-ayat itu,” papar pria kelahiran Cirebon ini.

PKS Piyungan Taubat

Seminar LPIL yang mengetengahkan tema “Kebijakan Dakwah Menghadapi Islam Phobia” ini juga sekaligus menjadi seremonial pemberangkatan mahasiswa yang mendapat program beasiswa dari Pemerintah Libya. Seminar kali ini juga dihadiri pimpinan 12 ormas Islam anggota LPIL.

Dalam kesempatan ini para pimpinan ormas Islam mengusulkan agar Islam memperkuat jaringan media informasinya. “Merespon apa yang disampaikan Kiai Said, memang kita harus memiliki media informasi yang kuat untuk menyeimbangkan pemberitaan, sehingga Islam tidak selalu tersudut,” ujar perwakilan Al Ittihadiyah yang diamini para peserta seminar lainnya.

Hal ini juga diamini oleh pimpinan Majelis Az Zikra, Ust. Arifin Ilham, “Saya juga sepakat, dakwah yang kita sampaikan memang harus penuh dengan toleransi. Ada tetangga saya non Muslim yang bersikap kurang baik terhadap saya, tapi saya selalu memberinya senyuman. Alhamdulillah akhirnya dia masuk Islam,” cerita Arifin.

12 Ormas itu adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad Al Islamiyyah, Syarikat Islam Indonesia, Rabithah Alawiyyah, Mathlaul Anwar, Al Ittihadiyah, Ikadi, PITI, BKMT, dan Majelis Az Zikra. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, News PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia

Ciamis, PKS Piyungan Taubat. Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Non Tunai dipastikan menjangkau seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia awal Juni 2017. Perluasan jangkauan ini dalam rangka percepatan kenaikan indeks keuangan inklusif hingga 75 persen di tahun 2019 mendatang.?

Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia

"Paling cepat akhir Mei 2017 semua kabupaten/kota seluruh Indonesia sudah menerima secara non tunai," ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat penyaluran sejumlah bansos di Pendopo Bupati Kabupaten Ciamis, Senin (1/5).?

Khofifah menerangkan, perluasan tersebut mencakup kabupaten/kota yang secara geografis berada di wilayah perbatasan, kepulauan, dan terluar Indonesia. Sebelumnya terobosan penyaluran bansos melalui perbankan ini hanya menyentuh 98 kota dan 200 kabupaten.?

Terkait sarana prasarana beserta infrastruktur pendukung, kata Khofifah, Kementerian Sosial bersama Himpunan Bank Negara (Himbara) telah mempersiapkannya. Termasuk diantaranya berkoordinasi dengan PT Telkom terkait ketersediaan jaringan internet.?

"Untuk menjangkau wilayah-wilayah kepulauan, kami (Kemensos-red) bekerjasama dengan BRI melalui Layanan Teras Kapal BRI. Sementara untuk daerah-daerah terpencil ada fasilitas layanan gerak yang menerapkan sistem jemput bola," tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, perluasan jangkauan ini sejalan dengan nawacita butir kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Dikenalkannya masyarakat kurang mampu dengan industri jasa keuangan bank tidak sekedar untuk mengambil bansos yang disalurkan pemerintah

Lebih dari itu, lanjut Khofifah, masyarakat dikenalkan dengan apa itu kegunaan rekening, produk perbankan, perencanan keuangan keluarga, manfaat menabung, dan lain sebagainya, termasuk berbagai risiko yang mungkin terjadi.?

"Saat ini angka literasi atau pengetahuan masyarakat Indonesia tentang keuangan masih rendah terutama di wilayah pinggiran. Alhasil, akses masyarakat ke perbankan masih didominasi masyarakat perkotaan," ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Diungkapkan, tradisi masyarakat untuk menabung masih bersifat tradisional. Tidak sedikit yang masih menyimpan uang dibawah tempat tidur atau tempat tertentu di dalam rumah mereka. Akibat yang paling buruk karena rendahnya literasi tersebut, banyak masyarakat terjebak rentenir atau investasi bodong.?

"Dengan diperkenalkan berbagai produk perbankan, masyarakat diajari untuk menabung dan mengakses permodalan yang lebih aman dan menguntungkan," imbuhnya.?

PKH Dongkrak IPM Indonesia

Sementara itu, Khofifah menuturkan PKH merupakan program pengentasan kemiskinan yang efektif dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2016, IPM Indonesia telah mencapai 70,18. Angka ini meningkat sebesar 0,63 poin dibandingkan dengan IPM Indonesia pada tahun 2015 yang sebesar 69,55.

Demikian pula dengan status pembangunan manusia di Indonesia yang meningkat dari “sedang” menjadi “tinggi”. IPM Indonesia pada tahun 2016 tumbuh sebesar 0,91 persen dibandingkan tahun 2015.

"Komplementaritas Bansos PKH dengan bantuan sosial dan program subsidi lainnya berdampak signifikan dalam percepatan penanganan kemiskinan di Indonesia," tuturnya.?

"Saya optimistis, IPM akan semakin meningkat. Terlebih di tahun 2017 ini bantuan sosial disalurkan secara non tunai. Dan di tahun 2018 mendatang, jumlah KPM pun meningkat dari sebelumnya 6 Juta KPM menjadi 10 juta KPM," tambahnya.?

Dalam kunjungan ke Kabupaten Ciamis, Khofifah menyalurkan bansos senilai Rp175 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari PKH Non Tunai, beras sejahtera (Rastra), Bansos UEP-KUBE, Bantuan Keserasian Sosial, Bansos Disabilitas, dan Bansos Lanjut Usia. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Cerita, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Rabu, 27 Desember 2017

Habib Syech Ajak Mahasiswa UNS Ikut Bersholawat

Solo, PKS Piyungan Taubat. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah menggelar kegiatan UNS bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Kegiatan yang menjadi rangkaian Dies Natalis ke-39 Universitas Sebelas Maret (UNS) ? tersebut dihelat di Masjid Nurul Huda UNS, Selasa (10/3) lalu.

Menurut keterangan salah satu panitia, Irfan AN, acara yang dihadiri Menteri Negara Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek dan Dikti) Prof DR Mohammad Nasir dan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Dr Mohammad Mahfud MD ini juga digelar acara khataman al-Qur’an 30 juz.?

Habib Syech Ajak Mahasiswa UNS Ikut Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Ajak Mahasiswa UNS Ikut Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Ajak Mahasiswa UNS Ikut Bersholawat

“Ada 24 mahasiswa yang mengikuti khataman 30 juz,” terangnya.

Sementara itu, Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi berharap, dengan kegiatan khataman al-Qur’an dan sholawat ini, ke depan kampus UNS dapat membentuk generasi mahasiswa yang cerdas dan saleh.

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

“Kalau individu-individunya saleh, lingkungan kampusnya juga saleh, Insya Allah negara dan bangsa ini ke depan akan luar biasa makmur dan bahagia,” kata Ravik dalam sambutannya.

Usai sesi sambutan, ribuan jamaah yang hadir dalam kesempatan tersebut larut dalam membaca syair cinta dan pujian kepada Nabi Muahammad SAW yang dipimpin Habib Syech. Habib Syech mengajak kepada segenap mahasiswa dan jama’ah yang hadir untuk bersholawat untuk Nabi SAW agar mendapat berkah. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, Kajian Islam PKS Piyungan Taubat

Minggu, 17 Desember 2017

Santri Lakukan Ini di Haul Masyayikh

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Berniat mendoakan masyayikh dan pendiri Madrasah Miftahul Falah, para santri dan alumni menggelar Khataman Al-Quran 1000 Juz di halaman Madrasah Miftahul Falah  Jumat (13/10).

Pengurus Madrasah Miftahul Falah, Abrori mengatakan kegiatan dipelopori Ikatan Mutakhorijin Miftahul Falah (Imam) sebagai wujud syukur dan terima kasih atas pendidikan yang selama ini diberikan para guru dan kiai di Miftahul Falah Cendono.

Santri Lakukan Ini di Haul Masyayikh (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Lakukan Ini di Haul Masyayikh (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Lakukan Ini di Haul Masyayikh

Koordinasi dan persiapan dilakukan secara matang dalam kegiatan yang melibatkan ribuan peserta, mulai siswa/siswi, guru, staf, pengurus dan alumni Miftahul Falah dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

"Khataman seribu juz ini maksudnya diikuti oleh ribuan peserta yang membaca juz-juz Al-Quran hingga khatam. Alhamdulillah dari ribuan peserta tadi bisa khusyuk dan semoga membawa berkah bagi kita semua," imbuh Abrori usai acara.

PKS Piyungan Taubat

Sambutan baik dan dukungan pengurus madrasah terhadap Imam, menurutnya akan menjadi kekuatan tambahan untuk mengambangkan kualitas dan kapasitas madrasah.

“Harapannya akan ada berbagai inovasi, pemikiran dan gerakan nyata dari anggota IMAM yang nantinya bermanfaat bagi umat,” kata Abrori.

Sementara itu, Ketua Ikatan Mutakhorijin Madrasah Miftahul Falah, M Thoat Muhtar menjelaskan Imam adalah sebuah wadah alumni Madrasah Miftahul Falah Cendono yang nantinya akan bergerak ke lingkup sosial dan pemberdayaan masyarakat. Tahun ini Imam resmi berdiri dan menaungi seluruh alumni mulai MI, MTs, MA dan SMK Miftahul Falah.

PKS Piyungan Taubat

"Pada awalnya IMAM digagas para alumni MA NU Miftahul Falah mulai angkatan 1991 sampai 1995. Kemudian dikembangkan kepada lingkup yang lebih luas, yaitu seluruh angkatan dari semua tingkatan," jelasnya.

Pembentukan Imam bertujuan menggalang persatuan dan silaturrahim antar alumni. Dari situ diharapkan akan terwujud satu kekuatan utuh untuk meneruskan perjuangan para ulama dan masyayikh dalam menebar kebaikan kepada umat. (M Farid/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita PKS Piyungan Taubat

Rabu, 13 Desember 2017

3.000 Sembako Murah Disiapkan di Pasar Rakyat Purworejo

Purworejo, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo menggelar pasar rakyat yang menyediakan 3.000 paket sembako. Acara yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad (6-7/4) di lapangan Cangkreplor, dibuka oleh Sekda Purworejo Drs H Tri Handoyo MM dengan ditandai pemukulan bedug.

3.000 Sembako Murah Disiapkan di Pasar Rakyat Purworejo (Sumber Gambar : Nu Online)
3.000 Sembako Murah Disiapkan di Pasar Rakyat Purworejo (Sumber Gambar : Nu Online)

3.000 Sembako Murah Disiapkan di Pasar Rakyat Purworejo

Ketua panitia pasar rakyat H Achmad Chusaini SpdI dalam laporannya menjelaskan, pasar rakyat yang digelar oleh PBNU dan PCNU ini, sebagai solusi dalam memenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok, sekaligus sebagai sarana ukhuwah dalam hubungan dengan masyarakat sekitar.

Selain itu, acara ini bisa dijadikan sebagai motivasi dalam mewujudkan kepedulian sesama, dalam bentuk kemasan acara yang sangat menghibur serta mengedukasi khususnya masyarakat sekitar.

PKS Piyungan Taubat

Lebih lanjut Achmad menjelaskan, pasar rakyat ini menawarkan banyak konsep acara pada pelaksanaannya. Diantaranya adalah menjual sembako murah, pentas kesenian, music, workshop, bazar dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Adapun satu paket sembako yang disediakan berisi ? minyak dan beras masing masing 1 kilogram.

Dalam acara tersebut juga dipentaskan kesenian tradisional bernuansa Islami dari Kecamatan Kaligesing dan Purworejo. Selain itu juga workshop dengan tema wirausaha NU yang diikuti sekitar 150 peserta, berlangsung di aula Kecamatan Purworejo.

PKS Piyungan Taubat

“Dengan adanya gelaran pasar rakyat ini, masyarakat semakin mengerti bahwa umat Islam juga peduli terhadap kehidupan sosial ekonomi yang banyak menjadi masalah dalam kehidupan masyarakat dikalangan bawah khususnya di daerah pedesaan,” ungkapnya.

Sekda Drs H Tri Handoyo MM mengungkapkan, pasar rakyat ini merupakan media yang cukup efektif untuk memperkenalkan produk-produk unggulan mitra binaan yang merupakan usaha kecil menengah (UKM) sebagai karya anak bangsa, agar dapat meningkatkan potensi usahanya.?

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas bagi UKM untuk melakukan penjajagan situasi dan kondisi pasar, sekaligus sebagai sarana pertemuan antara UKM dengan konsumen maupun dengan pengusaha yang lebih besar atau investor.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Cerita, Kyai PKS Piyungan Taubat

Rabu, 06 Desember 2017

Nekat, Begini Cara MWCNU Pacet Membangun Sekretariat

Bandung, PKS Piyungan Taubat 



Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pacet sedang membangun gedung sekretariat di Desa Pangauban sejak enam bulan lalu atau pada Mei tahun ini. Hingga saat ini, pembangunan masih terus berlangsung dan masih belum rampung.  

Nekat, Begini Cara MWCNU Pacet Membangun Sekretariat (Sumber Gambar : Nu Online)
Nekat, Begini Cara MWCNU Pacet Membangun Sekretariat (Sumber Gambar : Nu Online)

Nekat, Begini Cara MWCNU Pacet Membangun Sekretariat

Sekretaris MWCNU Engan Abdul Wahid menceritakan, pembangunan gedung tersebut dimulai masa kepengurusan periode 2015-2020 di bawah kepemimpinan Rais Syuriyah MCNU KH Masluh Sakandari dan Ketua MWCNU KH Abdul Ghani. 

“Sebelumnya, MWCNU mengontrak sebuah rumah di Wanir, desa Maruyung, sebagai sekretariat. Kemudian pada Konferensi Wakil Cabang tahun 2015, para pengurus NU Pacet bertekad untuk membuat sekretariat milik sendiri,” katanya ketika ditemui di lokasi sekretariat itu, Desa Pangauban, Sabtu (18/11). 

(Baca: Sowan PBNU, NU Pacet Rencanakan Pelatihan Muharrik Masjid)

PKS Piyungan Taubat

Lalu, pada Musyawarah Kerja MWCNU di pondok pesantren Asyiroji Sinapeul, beberapa bulan setelah Konfercam, para pengurus memutuskan hanya memprioritaskan tiga program, pertama, membangun gedung sekretariat, kedua, merestrukturiasi kepengurusan, ketiga, turba ke Ranting-Ranting melalui pengajian. 

Tokoh NU Pacet, lanjut Engan, yaitu KH Didin Saepudin Ibad merespon cita-cita pembangunan kantor dengan mewakafkan tempatnya seluas 280 m persegi beberapa bulan selepas Muskercam. 

PKS Piyungan Taubat

“Beliau memang selalu support untuk NU Pacet,” tambahnya menjelaskan Kiai Didin yang merupakan pimpinan pondok pesantren Baiturrosyad, Mustasyar MWCNU Pacet, dan anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Partai Kebangkitan Bangsa. 

Kemudian pada Mei 2017 peletakkan batu pertama pembangunan sekretariat itu oleh Rais Syuriyah MWCNU Pacet KH Masluh Sakandari didampingi Ketua MWCNU Pacet KH Abdul Ghani. 

Pada waktu itu, MWCNU hanya memiliki uang Rp 4,5 juta, sisa biaya Muskercam. Uang itu kemudian langsung dibelikan untuk bahan bangunan seperti besi, semen, pasir, dan paralon. 

“Waktu itu kami nekat saja dengan uang 4, 5 juta. Tapi saat ini telah menghabiskan dana kurang lebih 153 juta Rupiah. Bangunan itu rencananya dua lantai, baru terlaksana 30 persen, baru pengecoran lantai pertama,” jelas Ketua Pelaksana Pembangunan MWCNU Pacet itu.  





(Baca: Tak Banyak, Tiga Program MWCNU Pacet Ini Sukses Terlaksana)

Uang sebesar itu didapat dari para pengurus dan simpatisan, serta warga NU sendiri dari 13 Ranting melalui iuran pengajian rutin. Warga NU dari Ranting itulah merupakan penyumbang terbesar pembangunan itu, yaitu sekitar Rp 110 juta. 

Lebih lanjut, Engan menambahkan, pembangunan itu terus digenjot, kecuali pada Juli dan Agustus karena memasuki bulan puasa. Selepas puasa, pembangunan kembali dilanjutkan. 

“Ketika mengecor, para santri, Ansor, Banser, banom-banom NU lain dan masyarakat turut serta membantu, termasuk Ketua MWCNU Kang Haji Deni,” lanjutnya. 





(Baca: Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi)





(Baca: Ribuan Santri Pacet Ngariung di Lapangan Cipeujeuh)

Wakil Sekretaris MWCNU Pacet A. Hasan Nurhuda menambahkan, nantinya gedung sekretariat itu akan menjadi pusat kegiatan dan kaderisasi NU dan menjadi kantor banom-banomnya. Malahan akan disediakan satu kamar untuk tamu menginap.

“Ada ruang musyawarah di lantai dua,” pungkasnya. 

Ketua MWCNU Pacet KH Abdul Ghani mengucapkan terima kepada seluruh pengurus NU beserta banom-banomnya, serta seluruh warga NU kecamatan Pacet yang telah mengulurkan tangan dalam pembangunan sekretariat itu. 

“Pembangunan ini masih panjang karena baru 30 persen dan biaya yang harus dikeluarkan masih banyak, sekitar 300 jutaan. MWCNU mengharapkan para dermawan, baik warga NU di kecamatan Pacet maupun di luar kecamatan Pacet untuk membantu penyelesaian pembangunan itu,” harapnya. (Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, Kajian, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 24 November 2017

Puluhan Naskah Kuno Masjid Agung Solo Dimamah Rayap

Solo,PKS Piyungan Taubat. Ketua Takmir Masjid Agung Solo, Slamet Aby mengemukakan puluhan naskah kuno yang tersimpan di Masjid Agung Solo, Jawa Tengah rusak lantaran dimamah rayap. Naskah yang tak ternilai harganya itu harus segera ditangani.

Naskah Kuno tersebut di antaranya kitab bertuliskan huruf arab gundul peninggalan dari zaman Paku Buwono (PB) X dan Pamulangan (madrasah) Mambaul Ulum.

Puluhan Naskah Kuno Masjid Agung Solo Dimamah Rayap (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Naskah Kuno Masjid Agung Solo Dimamah Rayap (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Naskah Kuno Masjid Agung Solo Dimamah Rayap

“Kebanyakan rusak parah lantaran dimakan rayap,” ujar Slamet Aby, saat sejumlah tim dari DPRD Solo mengadakan tinjauan ke perpustakaan Masjid Agung, Senin (17/11).

PKS Piyungan Taubat

Aby menambahkan, kerusakan ini juga terjadi karena minimnya perawatan. “Saat ini hanya ada tiga mahasiswa dari IAIN Surakarta yang menjaga dan merawat kitab semampu mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta Umar Hasyim mengatakan pihaknya akan mengupayakan penyelamatan kitab ini. “Kitab-kitab bersejarah ini harus diselamatkan. Kami akan berjuang supaya perpustakaan Masjid Agung ini mendapatkan bantuan dana hibah dari APBD,” paparnya.

PKS Piyungan Taubat

Selanjutnya, langkah yang akan dilakukan yakni mendata naskah kuno tersebut, untuk kemudian dalam waktu dekat juga akan dibuatkan tempat khusus untuk menyimpannya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Cerita PKS Piyungan Taubat

Senin, 20 November 2017

IPNU-IPPNU Banyuwangi Dampingi Manajemen Organisasi Tingkat Ranting

Banyuwangi, PKS Piyungan Taubat - Ketua Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PAC IPNU) dan Ketua PAC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPPNU) Banyuwangi menghadiri undangan kader IPNU-IPPNU ranting Singotrunan. Keduanya memberikan pembekalan tata kelola organisasi sesuai dengan aturan.

Pertemuan pengurus ini berlangsung di Mushola Mbah Mas Sulaiman, Singotrunan, Banyuwangi, Banyuwangi, Ahad (4/12) malam. Tampak hadir perwakilan pengurus IPNU dan IPPNU ranting Singotrunan dan Ketua PAC IPNU-IPPNU Banyuwangi.

IPNU-IPPNU Banyuwangi Dampingi Manajemen Organisasi Tingkat Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Banyuwangi Dampingi Manajemen Organisasi Tingkat Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Banyuwangi Dampingi Manajemen Organisasi Tingkat Ranting

Ketua PAC IPPNU Banyuwangi Fitriyah menegaskan, pengurus dalam menjalankan roda organisasi harus didasari dengan aturan-aturan organisasi yang telah ditetapkan.

"Untuk efisiensi gerakan organisasi, kita dibekali oleh buku aturan secara lengkap mulai pedoman kaderisasi, pedoman organisasi dan administrasi, pedoman dasar rumah tangga, dan buku pedoman pelengkap lainnya. Untuk itu semua harus ditaati dalam menjalankan roda organisasi," kata Fitriyah pelajar asal Sutri.

PKS Piyungan Taubat

Ia menambahkan, organisasi kita khususnya Nahdlatul Ulama detil sekali dalam menetapkan aturan-aturan untuk menjalankan kinerja dan tata kelola organisasi secara formal.

PKS Piyungan Taubat

Di pengujung, Fitriyah mengatakan, karenanya mumpung kita masih sebagai kader-kader muda NU jangan sia-siakan proses belajar segala hal termasuk aturan-aturan organisasi.

Di antara antusias kader-kader Singotrunan yang masih baru mengikuti kegiatan Makesta Ketua PAC IPNU Banyuwangi M Sholeh Kurniawan menegaskan, sebelum kita melakukan perubahan dalam skala besar baiknya kita mulai dengan langkah yang kecil.

"Dalam proses belajar, berjuang, dan bertaqwa di IPNU yang notabene adalah salah satu organisasi yang menjadi banom NU harus kita maksimalkan. Meski ini termasuk kesempatan langkah kecil kita berproses di tingkat ranting, maka harus dimaksimalkan. Karena kesempatan ini tidak akan datang dua kali," tegas Sholeh.

Di hadapan kader-kadernya Sholeh juga menyampaikan secara global pengetahuan tentang administrasi surat-menyurat, PDPRT, dan buku pedoman kaderisasi. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, Habib, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Rabu, 08 November 2017

Rapat Pleno PBNU Dimulai Istighosah

Wonosobo, PKS Piyungan Taubat. Rapat Pleno PBNU yang digelar di Universitas Sains Al-Quran (Unsiq) Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah yang akan berlangsung Sabtu-Ahad (7-8/9) diawali dengan istighosah dan pengajian. Kegiatan tersebut diikuti warga Nahdliyin daerah dingin itu dan sekitarnya.

Istighosah di masjid Unsiq itu dipenuhi santri dan mahasiswa yang duduk rapi. Mereka berkopiah, berbaju putih dan bersarung. Karena ruangan tak cukup, sebagian hadirin duduk di beranda. Karena tak cukup juga, halaman masjid ditilami karpet yang rata-rata diduduki ibu-ibu.

Rapat Pleno PBNU Dimulai Istighosah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Pleno PBNU Dimulai Istighosah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Pleno PBNU Dimulai Istighosah

Hadirin yang berada di luar masjid tetap bisa mengikuti kegiatan di dalam dengan menyimak layar yang disediakan panitia.

PKS Piyungan Taubat

Drs. KH. Muchotob Hamzah, M.M. yang mewakili PCNU Kabupaten Wonosobo dalam sambutan pembukaan mengungkapkan kebanggaan dan kebahagiaan karena daerahnya dipercaya sebagai tempat Rapat Pleno PBNU yang dimulai dengan doa bersama atau istighosah.

“Semoga kita mendapat manfaat tidak hanya di akhirat nanti, tapi di dunia ini,” ungkap kiai yang juga Rektor Unsiq ini.

PKS Piyungan Taubat

Di akhirat nanti kita berharap pahala yang akan kita butuhkan ketika menghadapa ke hadirat Allah Subhanahu wata’ala. “Sementara di dunia, kita mendapat ilmu dan dekat kepada Allah,” katanya.

Sementara sambutan Pemerintah Kabupaten Wonosobo disampaikan Wakil Bupati Maya Rosyida. Ia mengatakan kebanggaannya juga daerahnya dijadikan tempat Rapat Pleno PBNU.

“Dengan diadakannya acara tersebut, kita bisa memperkenalkan seluruh potensi Wonosobo kepada para peserta rapat,” ungkapanya yang mengenakan pakaian serba putih itu.

Selepas Maya, kemudian sambutan disampaikan Menteri Perumahan Rakyat Djan Farid dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil SIroj. Di sela sambutan, dilakukan penyerahan bantuan untuk usaha kecil oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, Daerah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 05 November 2017

Menyesatkan Orang Lain, Kemusyrikan Paling Besar

Cirebon, PKS Piyungan Taubat. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi mengimbau warga NU untuk tetap setia dengan prinsip tasammuh (toleransi) dengan tidak mudah menisbatkan kata ”sesat” pada pihak lain.

”Menyesatkan orang lain sama saja dengan memosisikan dirinya sebagai hakim keyakinan yang seharusnya hanya dimiliki Allah,” katanya dalam pembukaan Rapat Pimpinan Daerah Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) Kota Cirebon, Rabu (13/2), di Masjid Hijau Pegambiran, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Menyesatkan Orang Lain, Kemusyrikan Paling Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyesatkan Orang Lain, Kemusyrikan Paling Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyesatkan Orang Lain, Kemusyrikan Paling Besar

Kiai Masdar merujuk surat an-Nahl ayat (93) yang menyebutkan bahwa keanegaragaman umat merupakan kehendak Allah, melalui otoritas penuh untuk menyesatkan dan memberi petunjuk mereka.

PKS Piyungan Taubat

Dengan demikian, sambungnya, orang yang menyesatkan pada dasarnya telah musyrik, karena telah mengambil otoritas Tuhan untuk dirinya. ”Dan tidak ada dosa yang lebih besar dibanding memusyirkan dirinya dengan Allah,” kata Kiai Masdar.

Di hadapan hadirin, alumni Pesantren Krapyak ini juga mengajak untuk tidak menjadikan masjid sebagai ruang eksklusif yang menanamkan intoleransi. Sebab, dengan konsep pembagian ruang dalam dan ruang serambi, masjid sesungguhnya merupakan bangunan yang terbuka.

PKS Piyungan Taubat

Ruang serambi, demikian Kiai Masdar, harus dimaksimalkan perannya sebagai tempat berdiskusi dan memecahkan berbagai persoalan umat, termasuk menghidarkan dari paham yang terlalu dogmatis. ”Dogma bisa dicairkan jika serambi itu diperdayakan,” tegasnya.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Cerita PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock