Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

LTN Institute, Upaya Dakwah NU ke Masyarakat Kelas Menengah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Lembaga Taklif wan Nasyr PBNU menilai ekonomi Indonesia yang tumbuh dengan baik telah meningkatkan jumlah penduduk kelas menengah dan perubahan masyarakat desa ke perkotaan. Karena itu diperlukan sentuhan dakwah yang tepat dan sesuai segmen mereka, khususnya bagi remaja, siswa, mahasiswa, ataupun karyawan pemula.

LTN Institute, Upaya Dakwah NU ke Masyarakat Kelas Menengah (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN Institute, Upaya Dakwah NU ke Masyarakat Kelas Menengah (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN Institute, Upaya Dakwah NU ke Masyarakat Kelas Menengah

Untuk mewujudkan hal tersebut lembaga yang membidangi informasi dan penerbitan NU ini mengadakan LTN Institute, sebuah kursus pelatihan dan keterampilan berbasis IT. Materi kursus tersebut meliputi media sosial, video jurnalistik, e-marketing, dan beberapa materi pelatihan lainnya yang bersertifikat.

Sabtu (11/3), bertempat di gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta telah dibuka pelatihan pertama dengan fokus materi Video Jurnalistik dengan pemateri senior yang merupakan praktisi di bidang video dan pertelevisian. Peserta tampak sangat antusias. Keseriusan mereka terlihat saat memasuki sesi pengambilan objek, pengeditan, dan penampilan hasil.

PKS Piyungan Taubat

"Insya Allah acara ini akan diduplikasi ke LTN tingkat wilayah dan cabang yang akan disinergikan dengan banom terkait secara nasional. Mohon doa restu untuk istiqamah dan keberlanjutannya," kata Hari Usmayadi, Ketua LTN PBNU dalam kesempatan Kick Off LTN Institute tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Pelatihan yang berlangsung seharian penuh ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars NU. “Semoga menjadi tonggak awal dakwah NU dengan pola memberikan solusi kepada target dakwah remaja dan pemuda yang sedang aktif sebagai siswa maupun mahasiswa perkuliahan umum di era digital saat ini,” tambah Usmayadi. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen PKS Piyungan Taubat

Rabu, 14 Februari 2018

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sudah menapaki usia yang ke-53 tahun. Seperti manusia, usia PMII ini sudah tidak muda lagi. Usia yang semestinya cukup matang bagi sebuah organisasi dalam melibatkan diri dan merancang bangun perjalanan bangsa Indoensia.

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur mengajak seluruh kader untuk merefleksikan kembali demi menata fondasi PMII sebagai organisasi kader dan pergerakan yang betul-betul pergerakan.

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

"Pada Harlah PMII ke-53 kali ini harus dijadikan momentum untuk menyemarakkan kembali kagiatan-kegiatan kaderisasi di Jawa Timur,"kata Bendahara Umum PKC PMII Jatim, Rusman Hadi, di Surabaya, Selasa (2/4).

PKS Piyungan Taubat

Sehingga, menurut dia, peringatan Harlah PMII tidak sekadar bersifat rutinitas tahunan belaka. Menyemarakkan kegiatan kaderisasi sangat urgen. Sebab, kader merupakan ujung tombak sekaligus tulang punggung keberlangsungan sebuah organisasi.

PKS Piyungan Taubat

Mantan Ketua Umum PC PMII Sumenep ini menyadari, di usianya yang ke-53 ini, PMII masih lebih banyak mampu melahirkan kader-kader politisi. Sementara ruang-ruang lain bisa dikatakan masih sangat sedikit yang dijamah.

"Jadi saat inilah momentum untuk melahirkan kader-kader PMII yang siap berkompetisi dalam banyak lini, tidak hanya pada ruang politik semata,"tegasnya.

Bagi dia, pengembangan potensi kader akan menjadi jawaban terhadap kebutuhan organisasi di masa sekarang dan akan datang.

Ia mencontohkan Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PKC PMII Jatim. "Ini dalam rangka menantang para kader untuk berkarya, meningkatkan kemampuan, agar jati diri mahasiswa sebagai agen intelektual muncul,"tandasnya.

Pada momentum Harlah ke-53 ini, PKC PMII Jawa Timur menggelar LKTIM berhadiah total Rp 16,5 juta plus tropy bagi tiga pemenang dan tiga juara harapan. Hingga H-3 batas akhir penyetoran naskah LKTIM (batas akhir pada tanggal 5 April), baru belasan naskah yang masuk ke panitia.

"Pada hari terakhir, tanggal 5 April nanti insya Allah mencapai lebih 40 naskah peserta yang masuk, ini sudah banyak yang menghubungi, "kata Sekretaris Panitia LKTIM Anang Romli.

Rusman Hadi menambahkan, menggalakkan kegiatan kaderisasi tersebut, juga dalam rangka menguatkan mentalitas dan moralitas kader di tengah krisis moral yang melanda bangsa kita.

"Harapannya, PMII mampu melahirkan kader profesional yang bermoral, kader politik yg bermoral tak seperti para penguasa sekarang yang cenderung korup,"pungkasnya.

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Daerah, Lomba, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Minggu, 04 Februari 2018

Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. 270 mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru (Ormaba) di kampus berwarna  hijau muda berada di Jalan Lowanu, 47 Sorosutan, Umbul Harjo, Yogyakarta.

Selepas Dzuhur, Selasa (19/9), aula UNU menjadi riuh dengan semangat peserta Ormaba menyanyikan mars Syubanul Wathon, Kader Penggerak NU hingga Sholawat dengan riang.

Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta

"Shalatullah Salamullah Alla Toha Rasullilah. Shalattullah Sallamullah Alla Yasin Habibillah. Wetan kali, kulon kali. Tengah - tengah tanduran pari. Saiki ngaji, sesuk yo ngaji. Ayo manut poro kiai.  (Timur sungai, barat sungai. Di tengah-tengah tanaman padi. Sekarang ngaji besok ngaji, ayo ikut para kiai," seru peserta Ormaba itu kompak.

Mewakili Rektor UNU Yogyakarta Prof Purwo Santoso, Wakil Rektor II Fahmi Akbar Idries menerangkan, UNU Yogyakarta hadir sebagai lembaga keilmuan untuk mendukung terwujudnya tatanan masyarakat berkeadilan dan demokratis atas dasar Islam.

"UNU ialah universitas dengan nilai-nilai kepesantrenan. Lulusan UNU Insya Allah memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris hingga kewirausahaan," kata Fahmi.

Menurut dia pula, UNU Yogyakarta telah memiliki sejumlah fakultas dengan beberapa program studi (prodi). Fakultas Teknologi dengan prodi  Informasi, Teknik Informatika, Komputer dan Elektro.

PKS Piyungan Taubat

Lantas Fakultas Industri Halal, Prodi Agrobisnis, Tehknologi Hasil Pertanian dan Farmasi. Selanjutnya Fakultas Dirasah Islamiyyah dengan Prodi Dirasah Islamiyyah. Serta Fakultas Ilmu Pendidikan dengan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Pendidikan Bahasa Inggris. 

Kemudian Fakultas Ilmu ekonomi memiliki Prodi Akuntansi dan Manajemen. "Ini cukup menggembirakan, angkatan pertama UNU diminati hampir tiga ratus mahasiswa baru," kata Fahmi. 

PKS Piyungan Taubat

Ormaba UNU Yogyakarta mengambil tema Sociopreneurship, Untuk Kemandirian Bangsa, digelar mulai 18 September 2017 dan akan berakhir 20 September 2017. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja

Bagi mayoritas kalangan muda NU, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok yang paling inspiratif sekaligus memberikan energi yang luar biasa untuk berproses pada dunia yang mereka pilih di kemudian hari.

Saya termasuk pengagum berat beliau. Kekaguman tersebut diawali oleh perkenalan nama beliau yang seringkali di diskusikan oleh almarhum ayah saya, M. Ichsan, ketika saya baru akan lulus SD.

Sebagai kiai kampung dan aktivis NU tingkat desa di Blora, rumah kami hampir tiap malam selalu kedatangan orang-orang yang berbincang hingga tengah malam. Masih terlalu kecil bagi saya untuk mengikuti pembicaraan mereka. Namun dari obrolan malam ke malam tersebut, selalu ada satu nama yang disebut, Gus Dur. Ritual obrolan para aktivis kampung tersebut berlanjut hingga saya SMA.

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja

Belakangan, setelah ayah saya meninggal, saya baru sadar bahwa yang mereka bicarakan adalah seputar pergerakan kritik melawan Orde Baru. Saya mengetahuinya dari arsip yang ditinggalkan ayah, di situ ada tulisan-tulisan opini Gus Dur di beberapa media, termasuk Tempo. Sebagian besar dalam bentuk fotocopy.

PKS Piyungan Taubat

Juga ada beberapa coretan tangan, seperti penanda kode diskusi. Arsip tersebut sekaligus menjawab rasa ingin tahu saya di masa kecil perihal ayah saya, M. Ichsan, yang bolak-balik berurusan dengan aparat ABRI, Koramil, Korem, dan Kodim.

PKS Piyungan Taubat

Sebagai PNS rendahan, tentu sangat riskan bagi ayah saya untuk menunjukkan sikap oposan terhadap Orba. Tapi sikap tersebut dipilih secara sadar, karena sebagai ta’dzim kepada pimpinan. Sikap kepatuhan seorang ketua MWC NU terhadap ketua umum PBNU. Bukan saja dipilih secara sadar, bahkan melibatkan kiai-kiai langgar dan pemuda desa untuk mendukung pilihan yang diambil oleh pimpinan besar—oposan atas Orba!

Risikonya, ayah tak kunjung naik pangkat, hampir dipecat, rumah dilempar molotov, hingga suatu ketika kami sekeluarga pergi ke luar kota, lalu sepulangnya kami mendapati rumah kami sudah berganti cat berwarna kuning.

Perkenalan saya dengan sosok Gus Dur berlanjut secara intensif ketika saya kuliah di Jogja, melalui tulisan-tulisan beliau tentunya. Ada satu konsistensi yang tidak pernah pudar dari sosok KH Aburahman Wahid tersebut. Yakni, pembelaannya terhadap hak-hak kaum minoritas dan lemah secara politik. Perlawanan terhadap hegemoni Orde baru beliau lakukan ketika tidak banyak orang berani memulainya.

Saat itu, jangan pernah berharap bisa memiliki karir yang bagus di birokrasi atau swasta bila mengaku sebagai orang NU. Ini salah satu dampak opisisi Gus Dur terhadap Soeharto di saat belum ada tokoh publik sentral berani melakukannya.

Sikap oposan Gus Dur tersebut menghalangi peluang anak muda NU untuk meniti profesi di pemerintahan. Tetapi, perlu dicatat, langkah tersebut menjadi pemantik reproduksi kader yang paling massif dalam sejarah perjalanan NU, bahkan mungkin belum ada satu pun ormas yang mengalaminya.

Mulai saat itu, anak-anak muda NU aktif di dunia pergerakan. Bahkan dunia LSM saat itu penuh riuh dengan anak-anak muda NU. Tentu ini pergerakan sosial besar yang tidak bisa dilepaskan dari sosok Gus Dur.

Sosok Gus Dur seperti hadir dalam setiap perjalanan hidup saya, dari masa kecil, hidup di dunia pergerakan kampus, hingga suatu ketika saya akhirnya benar-benar bertemu langsung dengan beliau.

Saat itu tahun 2004, untuk keperluan melamar beasiswa S2 saya menyengajakan diri sowan Gus Dur ke PBNU. Saya minta restu, tapi beliau malah mentertawakan saya. “Kalau minta restu, kamu salah alamat. Lebih baik datang ke kiai-kiai kampung yang lebih sholeh. Kalau datang ke saya itu untuk minta rekomendasi saja,” kata Gus Dur.

Tentu saja ini sangat mengejutkan saya. Sebagai orang biasa dan bukan darah biru pesantren atau grade pertama NU, tentu saya tidak akan berani untuk minta rekomendasi tertulis dari Gus Dur. Tapi beliau malah menawarkan diri. Tidak itu saja, beliau juga langsung menelpon Pak Mahfud MD dan Pak Alw Shihab untuk menerima saya dan memberikan rekomendasi tertulis.

Luar biasa! Saya mendapatkan rekomendasi tertulis dari ketiga tokoh tersebut.

Ketika akhirnya saya bekerja di International Labour Organization (ILO), hingga sekarang, saya baru merasakan kehadiran Gus Dur di ‘dunia lain’, dunia yang selama ini tidak terlalu tampak di muka publik seperti pembelaan terhadap keyakinan minoritas. Gus Dur ternyata memiliki rekam jejak yang luar biasa terkait pembelaannya terhadap kelas pekerja/buruh! Pembelaan ini dilakukan Gus Dur secara konsisten jauh hari sebelum beliau menjadi Presiden RI hingga menjelang akhir hayat beliau.

Dalam catatan aktivis buruh Muchtar Pakpahan, misalnya, Abdurrahman Wahid menjadi salah satu tokoh sentral dalam pertemuan nasional aktivis buruh pada tahun 1992. Saat itu karena kebijakan penyeragaman dan kontrol Orde Baru, hanya ada satu organisasi buruh yang dibolehkan oleh pemerintah, yakni SPSI. Menjadi penjamin dan inisiator pertemuan di luar mainstream seperti itu tentu bukan perkara yang mudah bagi Gus Dur.

Menurut kesaksian Muchtar Pakpahan, arena pertemuan buruh tersebut sudah dikepung oleh tentara. Dari pembicaraan Handy Talky (HT) Muchtar mendengar inteljen melapor ke atasan bahwa “di dalam arena selalu ada gajah yang tak pergi-pergi.” Sosok tersebut adalah Gus Dur. Ternyata pertemuan tersebut tidak jadi dibubarkan dan melahirkan organisasi buruh baru, yakni SBSI.

Sejak saat itu Muchtar dan SBSI yang dipimpinnya dicap sebagai organisasi terlarang, diperlakukan seperti Orba memperlakukan PKI. Gus Dur seringkali memberikan perlindungan kepada aktivis-aktivis buruh yang dikejar-kejar aparat Orba saat itu. Bahkan, Muchtar Pakpahan seperti mendapat waktu khusus di PBNU karena setiap saat berdiskusi dan melaporkan perkembangan kepada Gus Dur yang saat itu menjadi Ketua Umum PBNU.

Perhatian Abdurrahman Wahid terhadap kelas pekerja tidak redup ketika ia berhasil menduduki kursi kepresidenan. Pada masa Gus Dur, setiap tahun gaji PNS mengalami kenaikan. Tidak hanya itu saja, Gus Dur juga menaikkan gaji guru hingga 150%. Saat itu guru merupakan PNS yang paling dipandang sebelah mata, karena gajinya paling kecil.

Kebijakan Gus Dur memberikan pijakan atas upaya profesionalisasi guru di masa kemudian. Saat ini bisa kita lihat, guru merupakan profesi yang menjanjikan semenjak ada kebijakan tunjangan profesi melalui sertifikasi guru. Guru yang tersertifikasi bisa bergaji lebih besar meski ia belum berstatus PNS.

Selanjutnya, Gus Dur sebenarnya layak disebut sebagai Bapak Jaminan Sosial Indonesia. Saat itu Indonesia terkenal sebagai salah satu dari sedikit negara di dunia yang tanpa jaminan sosial bagi warga negaranya.

Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara, Abdurrahman Wahid dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2000 mencetuskan perlunya bagi Indonesia untuk mengembangkan konsep Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Kini setelah 14 tahun berlalu, akhirnya rakyat Indonesia memiliki jaminan nasional dengan diberlakukannya UU BPJS per 1 Januari 2014.

Tentu ini merupakan salah warisan dari Gus Dur yang memberikan pondasi bagi perlindungan kesehatan yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. Bila dulu hanya orang-orang kaya saja yang memiliki jaminan sosial, sebentar lagi kelas buruh pun mendapatkan jaminan yang sama dari negara.

Gus Dur juga tercatat sebagai Presiden RI yang paling peduli terhadap nasib buruh migran atau lebih dikenal sebagai TKI. Gus Dur selalu menempatkan 1 nyawa warga negara yang terancam di luar negeri sebagai pertaruhan martabat bangsa.

Tahun 1999, ketika seorang TKI asal Bangkalan Madura mendapatkan ancaman hukuman mati di Arab Saudi, Gus Dur selaku Presiden RI turun tangan langsung dengan menulis surat resmi kepada Raja Arab Saudi untuk keringanan hukuman. Bahkan Gus Dur juga menelpon langsung Sang Raja. Akhirnya hukuman mati dibatalkan oleh Raja, diperingan dengan hukuman lainnya.

Pembelaan Gus Dur terhadap TKI tidak berhenti setelah beliau dilengserkan dari kursi kepresidenan. Beliau pernah menampung puluhan TKI yang dideportasi dari Malaysia dan tidak mendapatkan gaji. Bukan saja menampung mereka, Gus Dur bahkan melakukan lobi langsung untuk menyelesaikan gaji TKI yang tidak dibayar.

Pembelaan terhadap TKI dari ancaman hukuman mati juga pernah dilakukan oleh Gus Dur ketika seorang TKI asal Lombok Tengah, Adi bin Asnawi mendapat vonis hukuman gantung dari pengadilan Malaysia. Mendapatkan laporan dari keluarga Adi, Gus Dur langsung bertolak ke Malaysia untuk menemui langsung Perdana Menteri Malaysia saat itu, Abdullah Badawi, guna memperingan hukuman. Akhirnya Adi bisa menghirup udara tanah air pada tanggal 9 Januari 2010, satu minggu setelah Gus Dur wafat. Adi tidak sempat mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Gus Dur. ?

Satu hal lagi yang tidak banyak diketahui oleh publik adalah pembelaan Gus Dur terhadap hak-hak pekerja rumah tangga (PRT) atau lebih sering disebut sebagai pembantu tersebut. Seorang aktivis kawakan advokasi PRT, Lita Anggraini, pernah menuturkan kepada saya bahwa Gus Dur memberikan dukungan atas perjuangan PRT untuk mendapatkan pengakuan sebagai pekerja. Gus Dur bahkan menyumbang perangkat komputer kepada LSM tersebut ketika harga komputer masih belum terjangkau.

Pembelaan Gus Dur terhadap hak-hak PRT juga beliau tunjukkan secara langsung dengan datang ke kantor ILO Jakarta pada tahun 2005. Saat itu beliau datang untuk menegaskan betapa sentralnya peran PRT dalam bagi sektor ketenagakerjaan. Ironisnya PRT masih mengalami diskriminasi dan tidak diakui sebagai pekerja. Ini tentu sesuatu yang sangat berarti bagi PRT, di saat banyak aktivis sekaliber aktivis HAM sekalipun yang masih tidak terbuka terhadap pembelaan PRT, Gus Dur melakukan pembelaan secara konsisten.

Akhirul kalam, dari sekelumit jejak rekamnya tersebut, Gus Dur sebenarnya layak menyandang gelar sebagai Bapak Buruh Nasional, bukan saja tokoh pluralisme seperti yang kita kenal. Terima kasih Gus, semoga kami dapat mewarisi sedikit perjuanganmu. Hanya itu yang bisa kita lakukan, bukan?

IRHAM ALI SAIFUDDIN, adalah GUSDURian dan bekerja di ILO

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Meme Islam, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Sisi Lain Kiai Said yang Jarang Anda Ketahui

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj memiliki kegiatan yang sangat padat. Acara yang dihadiri pun bervariasi, mulai dari pelantikan pengurus NU dari tingkat cabang hingga wilayah, pengajian, seminar, sampai acara pernikahan.?

Kegiatan tersebut tempatnya tidak hanya acara di dalam kota, tetapi juga di luar kota, tak jarang di desa, bahkan luar negeri. Oleh karena itu, butuh tubuh yang kuat dan semangat yang tinggi untuk menghadiri acara-acara tersebut.

Sisi Lain Kiai Said yang Jarang Anda Ketahui (Sumber Gambar : Nu Online)
Sisi Lain Kiai Said yang Jarang Anda Ketahui (Sumber Gambar : Nu Online)

Sisi Lain Kiai Said yang Jarang Anda Ketahui

Sekretaris pribadi KH Said Aqil Siroj Muhammad Sofwan menuturkan, Kiai Said memiliki fisik yang luar biasa. “Tubuh Kiai Said kuat. Mobilitasnya tinggi,” kata Sofwan di gedung PBNU, Senin (3/4).?

Dalam satu hari, cerita Sofwan, Kiai Said bisa menghadiri acara di beberapa tempat. Bahkan, sehari ia pernah melakukan lima kali perjalanan pesawat. Saking padat aktivitasnya, lanjut Sofwan, Kiai Said memiliki tiga kamar, yaitu kamar di rumah, di mobil, dan di pesawat. ? ?

“Penerbangan paling padet itu lima kali sehari. (Penerbangan) Surabaya ke Batam, Batam-Medan, ? Medan-Aceh, Aceh-Pidi, dan Aceh-Jakarta. Ini terjadi saat kejadian bencana Pidi (Aceh),” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Sofwan, Kiai Said tidak menganggap simbol-simbol kearaban sebagai simbol kesalehan. Namun demikian, ia sangat hormat dan bahkan tidak segan-segan untuk mencium tangan seorang habib yang notabennya adalah keturunan Arab.

PKS Piyungan Taubat

“Beliau sangat hormat dengan habaib yang berilmu dan berakhlak seperti Habib Luthfi. Beliau juga mencium tangan Habib Luthfi dan bahkan duduk di bawah (sementara Habib Luthfi duduk di kursi),” terangnya.

Sisi lain yang tidak banyak orang tahu tentang Kiai Said, lanjut Sofwan, adalah ia memiliki kekuatan hafalan yang sangat tinggi. Ia bisa hafal meski hanya baru sekali membaca sebuah buku, terutama bidang sejarah.?

“Ingatan beliau sangat luar biasa. Riyadlohnya (latian menghafalnya) ya dari kebiasaan dzikir (yang dilakukan sehari-hari), ” katanya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen PKS Piyungan Taubat

Selasa, 23 Januari 2018

Inilah Lima Peringatan dari Alam Kubur

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat



Dalam hadits yang tertulis pada Kitab Daqoiqul Akhbar Rasulullah menjelaskan bahwa alam kubur memberikan peringatan kepada makhluk di dunia khususnya manusia tentang apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapinya.

Kehidupan seputar alam kubur tersebut dibahas oleh Ketua MWCNU Kecamatan Adiluwih Pringsewu H Basirun Nasir saat menjadi pemateri Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung PCNU Kabupaten Pringsewu, Ahad (24/4).

Inilah Lima Peringatan dari Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Lima Peringatan dari Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Lima Peringatan dari Alam Kubur

"Ada lima peringatan yang diberikan oleh alam kubur kepada manusia dan harus dipersiapkan agar dalam alam kubur kita mendapat ketenangan," katanya.

Yang pertama alam kubur mengingatkan bahwa kita manusia akan sendiri selama di dalam kubur. "Yang bisa menemani dan menghibur kesendirian tersebut adalah bacaan Al-Quran yang telah kita baca selama hidup di dunia," jelasnya.?

Selain bacaan Quran yang dilakukan sendiri, bacaan dan doa dari orang yang ditujukan kepada si mayit juga akan dapat menerangi semasa di alam kubur, katanya menambahkan.

PKS Piyungan Taubat

Yang kedua lanjutnya, alam kubur merupakan rumah yang sangat gelap dan yang dapat meneranginya adalah shalat malam. "Shalat malam di sini bukan hanya tahajud saja namun shalat shalat seperti tarawih dan witir juga merupakan shalat malam," terangnya

PKS Piyungan Taubat

Yang ketiga, alam kubur merupakan rumah tanah tanpa alas dan yang dapat menjadi alas para ahli kubur adalah amal shaleh selama di dunia.

Yang keempat, alam kubur merupakan tempat penuh dengan siksa yang diibaratkan dengan kalajengking.?

"Untuk menghindari siksa kubur Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk banyak banyak membaca lafadz Basmalah khususnya di setiap kegiatan yang akan kita lakukan," katanya.

Dan yang terakhir, alam kubur merupakan tempat di mana Malaikat Munkar dan Nakir menanyakan ketauhidan. "Agar kita dapat menjawab pertanyaan para malaikat, perbanyaklah membaca tahlil berupa Lailaaha illallah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Fragmen, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Senin, 22 Januari 2018

"Islam Radikal" Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal

Bondowoso,PKS Piyungan Taubat. Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda  (GP) Ansor Bondowoso Ustadz Salam menjelaskan, bahwa paham radikalisme agama tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di negara- negara lain, dengan pengaruh secara global.

Di Indonesia, kata dia, paham tersebut tersebar berangkat dari pemahan agama dangkal seperti memahami ayat secara tektualis.

Islam Radikal Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Radikal Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal (Sumber Gambar : Nu Online)

"Islam Radikal" Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal

“Maka hal ini pemahaman agama secara mendalam itu sangat perlu tentunya," terangnya pada workshop “Deradikalisasi Agama” dan “Akreditasi GP Ansor” di Aula Kantor Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama Jl.KH. Agus Salim No. 85 Belindungan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Ahad (20/9).

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, jika dibiarkan, paham Islam radikal sangat membahayakan pada keamanan Republik Indonesia (NKRI) dan ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah atau NU atau Islam Nusantara. Karena itu, ia mengimbau supaya jangan boleh berleha-leha membiarkan benih- benih paham radikalisme agama yang tumbuh di Bondowoso

“Tapi sepanjang Nahdlatul Ulama dan seluruh Banom-banom kuat, pesantren kuat, insya Allah ruang gerak radikalisme sempit,"tambahannya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, dengan workshop tersebut peran Ansor secara internal harus memperkuat basis keilmuan, semakin meneguhkan keislaman yang damai, toleran, moderat. Sementara secara eksternal, Ansor harus memberikan pemahan kepada publik tentang Islam secara teks yang dibarengi secara kontektual.

Workshop tersebut merupakan kegiatan PC GP Ansor se-Jawa Timur. Kegiatan itu telah dilakukan dengan melibatkan sebelas Pimpina Cabang. Tahap kedua melibatkan empat belas Pimpin Cabang.

Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso, Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, Kodim 0822 Bondowoso, serta Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor dan Pimpinan Anak Cabang (PAC)GP Ansor Se-Bondowoso.

Akreditasi GP Ansor

Pimpian Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur Habibullah Maksum mengatakan, pada workshop deradikalisasi, dimanfaatkan sebagai ajang akreditasi PC-PC.

Manfaat akreditasi itu, kata dia, untuk mengetahui kegiatan yang sudah dilakukan PC. Dari kegiatan tersebut bisa diketahui tolok ukur kinerja pengurusnya. “Supaya Ansor tetap berjalan secara struktrul dan berjalan secara operasional," tambahnya.

Workshop tersebut dibuka H.Yasin dari Pimpinan Wilayah (PW) Rijalul Ansor Jawa Timur. Workshop terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mengundang narasumber dari Kodim 0822 yang diwakili Handoko dan Gus H. Yasin dengan moderator Noval.

Sementara sesi kedua dengan narasumber dari Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur Habibullah Maksum dan Bakron Hadi dengan moderator Ustd Salam. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Fragmen, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 20 Januari 2018

Luthfi Abdul Hadi: Berita di Harian Bangsa Bukan Cerminan Pendapat Saya

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Jagat dunia maya dan media sosial dikejutkan dengan berita di Harian Bangsa, 27 Desember 2016 yang berbasis di Surabaya memuat berita tidak benar tentang Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.?

Luthfi Abdul Hadi: Berita di Harian Bangsa Bukan Cerminan Pendapat Saya (Sumber Gambar : Nu Online)
Luthfi Abdul Hadi: Berita di Harian Bangsa Bukan Cerminan Pendapat Saya (Sumber Gambar : Nu Online)

Luthfi Abdul Hadi: Berita di Harian Bangsa Bukan Cerminan Pendapat Saya

Pasalnya, Kiai Said dituduh menjadi makelar tanah di Kelurahan Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur yang akan dibangun seminari.

Berita di Harian Bangsa tersebut menjadi headline dengan judul: KH Luthfi Abdul Hadi: Said Aqil Kejam, Sadis, Ayo Sumpah Li’an Kalau Berani dengan mencantumkan judul prefiks Keluarga Korban Kasus Tanah yang Dijual ke Gereja Akhirnya Bicara.?

(Baca: Seribu Persen Bohong Kiai Said Makelari Tanah di Malang)?

Narasumber yang dikutip Harian Bangsa, KH Luthfi Abdul Hadi, Jumat (13/1) melalui surat pernyataannya secara tegas mengakui bersalah dan meminta maaf kepada Kiai Said.

PKS Piyungan Taubat

Ia juga menyatakan bahwa berita di Harian Bangsa tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan pendapatnya.

"Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa apa yang selama ini saya sampaikan mengenai KH Said Aqil Siroj adalah berdasarkan testimoni yang tidak benar. Oleh karenanya dengan kejadian ini, dengan tulus saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada KH Said Aqil Siroj," tulis Luthfi dalam pernyataan surat bermaterai.

(Baca: Luthfi Abdul Hadi Akui Bersalah Kaitkan Kiai Said dengan Penjualan Tanah di Malang)?

“Adapun mengenai berita di HARIAN BANGSA adalah tidak sepenuhnya mencerminkan pendapat saya, dan tidak pernah dikonfirmasi sebelum diberitakan kepada saya," terang Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ihsan Malang ini. (Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat RMI NU, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Rabu, 17 Januari 2018

Geram, PBNU Persilakan Presiden Temui Langsung Korban Lapindo

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengaku geram dengan sikap pemerintah yang terkesan sangat tidak serius menangani kasus semburan lumpur panas Lapindo, di Sidoarjo, Jawa Timur. Padahal, katanya, para korbannya sudah begitu telantar dan sangat menderita.

Hasyim menyarankan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berikut Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla untuk datang dan menemui langsung dengan para korbannya. Dengan demikian, katanya, Presiden dan Wapres bisa langsung menyaksikan penderitaan para korban.

Geram, PBNU Persilakan Presiden Temui Langsung Korban Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
Geram, PBNU Persilakan Presiden Temui Langsung Korban Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

Geram, PBNU Persilakan Presiden Temui Langsung Korban Lapindo

“Kalau tidak percaya bahwa para korban Lapindo itu sudah masuk tahap depresi, saya persilakan dengan hormat Presiden dan Wapres menemui mereka langsung. Coba saja, apakah Presiden dan Wapres bisa ketawa ketika melihat langsung penderitaan para korban itu,” pungkas Hasyim kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/60).

Mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim itu kembali mengingatkan kepada pemerintah bahwa saat ini keadaan warga korban bencana lumpur panas tersebut sudah sangat mengkhawatirkan. Bila hal tersebut dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya serius, bukan tidak mungkin keadaan semakin buruk.

Pada titik tertentu, lanjutnya, pemerintah juga yang akan menerima akibatnya. “Saya khawatir akan menjadi anarki (kekacauan, Red) yang luar biasa. Kalau hal itu sampai terjadi, ujung-ujungnya juga akan membenturkan pemerintah,” tandasnya.

PKS Piyungan Taubat

Karena itu, Hasyim mendesak kepada pemerintah agar tak lagi mengulur-ulur waktu bagi penyelesaian segera kasus tersebut, terutama nasib para korbannya yang hingga kini masih belum jelas. Menurutnya, masalah tidak terlalu sulit dan takkan menjadi lebih rumit seperti sekarang jika pemerintah memiliki kehendak sungguh-sungguh. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, Fragmen PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Minggu, 14 Januari 2018

NU Jombang Fokus Penguatan Anggota

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Melalui lembaga dan lajnah yang menjadi departemen pelaksana program, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, akan fokus untuk melakukan penguatan kepada anggota atau warga Nahdlatul Ulama.

Hal itu terurai dalam Logical framework (kerangka kerja logis) program NU Jombang 2012-2017 dan Workplan PCNU Jombang 2012-2013 hasil Muskercab yang dilakukan pada Oktober 2012. Hasil Muskercab tersebut Sabtu (17/11) malam kemarin kembali dibahas dalam Rapat Pleno yang menegaskan segera dimulainya program.

Penguatan tersebut akan dilakukan antara lain dalam bidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Dalam bidang pendidikan, melalui LP Maarif NU Jombang, PCNU Jombang akan melakukan penguatan kepada madrasah-madrasah yang selama ini dikelola oleh warga NU, baik di tingkat MI/SD, MTs/SMP dan MA/SMA/SMK. Disamping itu LP Maarif juga akan melakukan penguatan kepada Madrasah Diniyah (Madin).

NU Jombang Fokus Penguatan Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jombang Fokus Penguatan Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jombang Fokus Penguatan Anggota

Dalam bidang ekonomi, melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), dalam capaian program strategisnya selama lima tahun ke depan adalah adanya lembaga keuangan (BMT) yang berdiri dan berjalan dengan baik.

PKS Piyungan Taubat

Melalui Lembaga Pertanian (LPPNU), dalam lima tahun ke depan NU Jombang akan mendorong berdirinya organisasi Pertanu (Persatuan Tani NU). Meskipun secara nasional Pertanu masih belum didirikan kembali oleh PBNU, namun NU Jombang mencoba untuk menginisiasi kembali berdirinya Pertanu. Hal ini karena selama ini petani NU belum memiliki wadah perjuangan tersendiri seperti yang pernah dimiliki di jaman sebelumnya.

PKS Piyungan Taubat

Melalui LAZISNU, dalam lima tahun ke depan PCNU Jombang bisa menyalurkan kembali dana ZIS kepada masyarakat, khususnya warga NU dalam rupa dana bantuan modal usaha bagi kelompok-kelompok warga NU terutama yang telah memiliki lembaga keuangan.

Sedangkan melalui Lembaga Kesehatan NU (LKNU), dalam lima tahun ke depan, NU Jombang mencanangkan pendirian empat Balai Pengobatan di empat wilayah eks kawedanan di seluruh Jombang.

Rapat pleno yang dilaksanakan di aula kantor PCNU Jombang, dihadiri oleh seluruh PCNU, pengrus lembaga dan lajnah, serta pengurus Badan Otonom. Dalam kesempatan tersebut Rais Syuriah PCNU Jombang, KH Abdul Nashir Fattah mengingatkan kepada seluruh pengurus bahwa, rencana sudah dibuat dengan baik, selanjutnya adalah tinggal dilakukan.

“Kita sudah tidak perlu lagi untuk banyak bicara, saatnya sekarang kita melaksanakan rencana yang sudah dibuat,” tutur kiyai Nashir.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

16 Tentara Israel Tewas Bunuh Diri Selama 2017

Jerusalem, PKS Piyungan Taubat. Enam belas dari 55 tentara Israel yang meninggal tahun 2017 melakukan bunuh diri. Data ini terungkap dari laporan Channel 12 berdasarkan statistik tentara, Selasa (2/1), seperti dikutip kantor berita Anadolu.

16 Tentara Israel Tewas Bunuh Diri Selama 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
16 Tentara Israel Tewas Bunuh Diri Selama 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

16 Tentara Israel Tewas Bunuh Diri Selama 2017

Dua belas lainnya meninggal dalam kecelakaan mobil, sembilan oleh tembakan persahabatan, sementara yang lainnya meninggal karena penyakit, serangan oleh militan Palestina dan kecelakaan di pangkalan sendiri.

Pada tahun 2016, 41 tentara tewas, termasuk 15 orang yang bunuh diri. Tentara mengklaim bunuh diri menurun 50 persen dibandingkan dengan awal tahun 2000an.

Namun, jumlah keseluruhan kerugian meningkat lebih dari 30 persen karena 41 tentara tewas pada 2016. Pada 2015, 36 tentara tewas.

PKS Piyungan Taubat

Channel 12 dan Anadolu tidak merincin alasan para tentara ini bunuh diri, apakah karena faktor psikologis, untuk tujuan militer, atau lainnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Tegal PKS Piyungan Taubat

Kamis, 11 Januari 2018

Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing

Sleman, PKS Piyungan Taubat. STAI Sunan Pandanaran (STAISPA) gelar kuliah umum dalam rangka paripurna kegiatan Taaruf Mahasiswa Baru (Tamaba), Sabtu (12/9). Acara ini sekaligus membuka perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2015/2016.

Acara yang bertema Signifikansi Penguasaan Bahasa Asing dalam Studi Keislaman di Perguruan Tinggi berbasis Pesantren ini diisi oleh Prof Dr H Aziz Fahrurrozi.

Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing

"Ilmu tidak akan dinamis kalau basis bahasanya hanya tunggal. Bereferensi yang lengkap itulah kemudian menjadi sangat penting untuk menambah wawasan dan membaca situasi global. Karenanya penting sekali memiliki modal penguasaan bahasa untuk membaca dunia," terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut guru besar bahasa Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, perkembangan bahasa itu selalu terjadi asimiliasi (penyerapan, red). Setiap bahasa pasti mengalami akulturasi. Perkembangan kosakata ? dalam setiap bahasa pun terjadi juga karena adanya akulturasi antar-bahasa dalam setiap bangsa.

Selain menerangkan soal urgensi menguasai bahasa asing, ia juga membahas beberapa hal terkait lembaga pendidikan tinggi keagamaan ? dan pendidikan masa depan.

PKS Piyungan Taubat

"Penting dari adanya lembaga pendidikan tinggi keagamaan adalah untuk mencetak calon pemimpin profesional yang mampu membangun kader bangsa kreatif, inovatif, dan imajinatif. Dan hal ini akan tambah mantap jika peserta didiknya adalah santri," katanya.

Karena, menurut Prof. Aziz, salah satu pilar dari ? keniscayaan negara maju adalah adanya moralitas kokoh. Sementara Nabi Muhammad diutus tidak lain untuk menegakan moral umat. “Kepada santrilah moral tersebut ada, karena pesantren merupakan benteng moral yang kokoh,” ujarnya.?

Dalam kesempatan ini pula, ia berbagi kepada para peserta kuliah umum beberapa tips dan terobosan dalam belajar bahasa Arab supaya lebih mudah dipahami. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Minggu, 07 Januari 2018

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Jakarta, PKS Piyungan Taubat?

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj akan menyampaikan pidato kebudayaan di PBNU Jakarta Selasa malam (31/1) ini. ? Pidato tersebut dalam rangka peringatan Harlah ke-91 NU dengan tema “Budaya sebagai Infrastruktur Penguatan Paham Keagamaan”.

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Menurut Ketua Panitia Harlah ke-91 NU, Masduki Baidlowi, Kiai Said akan menyampaikan Islam Nusantara, budaya, dan masalah kemasyarakatan seperti menyinggung masalah ekonomi dan lain-lain. “Intinya Kiai Said akan menyampaiakan kerangka berpikir gerakan keagamaan melalui budaya. Dan itu harus diperkuat,” katanya di gedung PBNU, Senin (30/1).

Ia menambahkan, tema tersebut diusung dengan beberapa pertimbangan, di antaranya NU ingin menegaskan kembali strategi dakwah Islam yang berhasil tersebar dan dipeluk penduduk Nusantara.?

“Bahwa Islam menyebar ke Nusantara dari abad ke-9, berhasil diterima dengan gencar pada abad 12 dan 13 menggunakan kebudayaan lokal sebagai pemahaman keagamaan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta pada Senin (30/1). ?

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, contoh konkret dakwah dengan budaya adalah wayang. Wayang dipakai sebagai jalan nilai Islam. Cerita pewayangan yang berkembang kemudian dimasuki nilai-nilai keislaman sehingga diterima masyarakat lokal. Begitu juga ? tahlilan.

Selain pidato Kiai Said, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin akan berceramah.?

PKS Piyungan Taubat

Harlah tersebut akan dihadiri Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Juga dimeriahkan pelawak Cak Lontokng, penyair D Zawawi Imron, beberapa musisi, dan Nahdliyin. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Budaya, Nasional PKS Piyungan Taubat

Jumat, 05 Januari 2018

Siswa Madrasah Ibtidaiyah Raih Juara Internasional Bidang Matematika

Malang, PKS Piyungan Taubat. Prestasi Internasional kembali diraih oleh siswa-siswi madrasah. Kini giliran siswi MIN 1 Malang ? Jawa Timur yang mendapatkan prestasi. Maritza Gantari (mengenakan kerudung biru tua), siswi kelas 6 ini meraih medali perunggu Matematika pada International Mathematic and Science Olimpiad (IMSO) for Primary School di Pathumthani-Thailand, 1 – 7 November 2015.?

Anak pasangan Makhrus dan Sulastri ini mendapatkan prestasi tersebut melalui perjuangan yang panjang, yakni seleksi dari tingkat kecamatan hingga nasional. Maritza mengikuti pembekalan olimpiade dan evaluasi yang dilakukan oleh MIN 1 Malang ? dan juga Kemendikbud di Jakarta. Pada pembekalan tahap ke-5 bulan Oktober 2015, dipilihlah 12 peserta terbaik untuk mewakili Indonesia. Maritza Gantari adalah satu-satunya wakil Indonesia dari madrasah. Demikian dikutip dari situs kemanag.go.id.

Siswa Madrasah Ibtidaiyah Raih Juara Internasional Bidang Matematika (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Ibtidaiyah Raih Juara Internasional Bidang Matematika (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Ibtidaiyah Raih Juara Internasional Bidang Matematika

“Hampir setiap hari, sebelum mengikuti olimpiade, saya belajar matametika 1 jam hingga ? 1.5 jam. Itu saya lakukan setelah mengikuti bimbingan di Madrasah,” ungkap Maritza, Kamis (19/11).

PKS Piyungan Taubat

Saat kompetisi, Maritza harus menyelesaikan 25 soal isian dan 13 soal uraian pada hari pertama. Hari berikutnya harus menyelesaikan 6 soal eksplorasi dengan beragam percobaan. Dia merasa kesulitan justru di soal isian.?

Maritza merasa senang sekali, selain meraih medali dan mendapatkan piagam, dia juga bisa mengenal budaya negara lain dan mengetahui kemajuan negara Thailand. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Fragmen PKS Piyungan Taubat

Jumat, 29 Desember 2017

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Forum Gusdurian Yogyakarta kembali mengadakan kelas pemikiran Gus Dur yang ketigaselama dua hari pada Sabtu dan akan berakhir Ahad 25-26 Oktober. Kelas pemikiran Gus Dur ini diadakan di Yayasan LKiS Yogyakarta.

Ketua Panitia Kelas Pemikiran Gus Dur, Sarjoko, mengatakan kelas ini kembali diadakan untuk mengenalkan pemikiran Gus Dur lebih mendalam. “Pemikiran-pemikiran Gus Dur sangat banyak. Dengan forum ini kita akan menggali lebih dalam, mulai tentang politik, ekonomi, keislaman,” katanya.

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga

Lebih lanjut, Sarjoko menjelaskan bahwa kelas pemikiran Gus Dur ini merupakan awal dari kita mengkaji pemikiran Gus Dur. "Kegiatan ini insya Allah berkah karena dengan kreativitas panitia untuk mengadakan acara ini," tambahnya.

PKS Piyungan Taubat

Seknas Gusdurian, Alissa Wahid mengatakan bahwa Gus Dur tidak terkenal dengan pemikiran-pemikirannya saja. Ia juga terkenal karena sepak terjangnya. "Gus Dur terkenal dengan kerendahan hati, beliau tidak pernah mengambil ilmu begitu saja,” ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Putri sulung Gus Dur tersebut menambahkan, ayahnya mengambil ilmu dari mana-mana, tapi kemudian diolah dan menggunakan ilmu itu.

Kelas pemikiran  tersebut dibuka Alissa Wahid yang sekaligus memberikan materi. Selain dia, pemateri lain adalah Hairus Salim HS, Gaffar Karim, Nur Khalik Ridwan, dan Heru Prasetyo. (Nur Solikhin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Lomba PKS Piyungan Taubat

Jumat, 22 Desember 2017

Klarifikasi CSI terhadap Hasil Bahtsul Masail PBNU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Mari Kusbiyanto seorang advokat, Konsultan HaKI dari keluarga besar PT. Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) Senin (26/7) mendatangi kantor Redaksi PKS Piyungan Taubat Selasa (26/7). Ia mengklarifikasi pemberitaan PKS Piyungan Taubat yang dimuat Senin yang memberitakan konferensi pers PBNU selepas Rapat Pleno di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat. ?

Klarifikasi CSI terhadap Hasil Bahtsul Masail PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Klarifikasi CSI terhadap Hasil Bahtsul Masail PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Klarifikasi CSI terhadap Hasil Bahtsul Masail PBNU

PT CSI akan melayangkan surat kepada PBNU atas bahsul matsail tersebut untuk klarifikasi langsung. Sebelum itu, melalui Mari Kusbiyanto, CSI menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:

Subyek hukum? yang? menjadi pokok pembahasan adalah salah karena secara fakta yang sebenarya? adalah sebagai berikut :

PKS Piyungan Taubat

a. Keluarga Cakrabuana Sukses Indonesia mempunyai kegiatan usaha dalam berbagai wadah badan usaha diantaranya Koperasi KSPPS? BMT CSI Syariah Sejahtera, Koperasi KSPPS BMT CSI Madani Nusantara dan PT. Cakrabuana Sukses Indonesia. ?

PKS Piyungan Taubat

b. Bahwa Koperasi KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera salah satu produk andalanya adalah simpanan berjangka mudharabah (sajadah) yang diperuntukkan untuk para anggotanya sedangkan Koperasi KSPPS BMT CSI Madani Nusantara salah satu produk andalannya adalah Simpanan Mudharabah Mulia yang juga diperuntukkan khusus untuk para anggotanya.

c. PT. Cakrabuana Sukses Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan barang dan jasa yang berbadan hukum Perseroan Terbatas dan Akte Pendiriannya telah mendapatkan pengesahan dari kementerian Hukum dan HAM sehingga secara hukum telah sah sebagai badan hukum sedangkan dalam kegiatan usahanya? telah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

d. PT. Cakrabuana Sukses Indonesia tidak pernah menyelenggarakan akad atau kontrak kerjasama? investasi? karena kegiatan tersebut? tidak termasuk dalam kegiatan usahanya sebagaimana? dinyatakan dalam SIUP dan Keluarga Besar Cakrabuana Sukese Indonesia selalu menjaga etika dan hukum dalam melakukan kegiatan usaha sehingga tentu tidak melakukan kegiatan yang tidak terdapat dalam SIUP.



Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU Sarmidi Husna menyebutkan, bahwa pada Rapat Pleno PBNU lalu tersebut, panitia telah mengundang pihak PT. CSI. Namun, mereka tidak hadir sehingga di pembahasan tidak ada proses saling klarifikasi. Oleh sebab itu, ia menganjurkan kepada CSI untuk melayangkan surat resmi melakukan pembahasan tersebut.

Ia menambahkan, pembahasan itu bermula dari nasabah CSI yang mengajukan kepada panitia Bahtsul Masail Rapat Pleno PBNU agar status transaksinya bisa ditinjau dari sudut fiqih. Atas dasar itu, panitia menyepakati untuk membahasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, AlaSantri PKS Piyungan Taubat

Selasa, 19 Desember 2017

Menag Berkepentingan dengan Hasil Munas NU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU 2014 yang menyoroti isu kehidupan beragama. Hal ini akan menunjang program Kemenag yang tengah menggalakkan gerakan deradikalisasi agama.

Menag Berkepentingan dengan Hasil Munas NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Berkepentingan dengan Hasil Munas NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Berkepentingan dengan Hasil Munas NU

“Kami sangat berkepentingan dengan hasil Munas ini karena di dalamnya disinggung soal pemahaman keagamaan dan bagaimana agama bersikap dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya kepada wartawan selepas acara pembukaan Munas-Konbes NU 2014 di kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (1/11).

Munas NU yang akan berakhir Ahad (2/11) ini di antaranya mendiskkusikan kode etik penyiaran agama yang meliputi pula wewenang dan batasan negara mengatur kehidupan beragama, etika dakwah, penghargaan tradisi, dan penguatan harmoni di kalangan lintas agama.

PKS Piyungan Taubat

Lukman menunggu hasil pembahasan Munas NU. Menurtnya, NU mempunyai sejarah panjang tentang keterlibatannya dalam menjaga NKRI. “Saya menilai paham NU juga sangat cocok dengan jati diri bangsa ini,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Putra tokoh NU KH Saifuddin Zuhri ini mengatakan, bulan depan Kementerian Agama mulai bergerak melaksanakan program deradikalisasi yang bekerja sama dengan Mahkamah Konstitusi. Karenanya, rekomendasi Munas NU menjadi bahan penting bagi usaha menghapus ekstremisme dalam bergama dan membangun kesadaran berkonstitusi tersebut.

Lukman menilai, forum tertinggi setelah Muktamar NU ini merupakan salah satu tradisi yang baik karena dilakukan oleh para ulama kompeten dan melalui kajian mendalam terhadap teks-teks keagamaan.

Secara terpisah, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Ja’far juga mendukung penuh terselenggaranya Munas-Konbes NU. Ia berharap, hasil Munas dapat dikoordinasikan kepada pihaknya untuk ditindak lanjuti. “Tentu saya siap melaksanakan rekomendasi Munas nanti sesuai tupoksi (tigas poko dan fungsi) saya,” tuturnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Doa, Fragmen, Internasional PKS Piyungan Taubat

Jumat, 08 Desember 2017

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel

Makassar, PKS Piyungan Taubat. Ketua Tanfidiziyah PCNU Makassar Abd Wahid Thahir resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Sulawesi Selatan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Auditorium HM. Rasjidi, Gedung Kemenrterian Agama RI Jl. MH Thamrin, Rabu (4/3).

Setelah dilantik, pria yang dikenal dekat dengan para ulama dan warga nahdliyin tersebut, secara khusus mendatangi Anregurutta KH Sanusi Baco di Lailatul Ijtima NU Sulsel di kediaman Prof Dr dr Dali Amiruddin, Kamis (5/4).

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel

Dalam sambutannya di acara itu, Wahid Thahir mengucapkan rasa syukur atas atensi dan doanya yang diberikan warga nahdliyin, khususnya Anregurutta Kiai Sanusi Baco sehingga mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Kantor Kemenag Sulsel.

PKS Piyungan Taubat

Pria yang pernah menjadi aktivis IPNU dan PMII tersebut berkomitmen mwndukung ormas keagamaan. Wahid Thahir berjanji akan membangun sinergitas program pemberdayaan umat beragama.

PKS Piyungan Taubat

Karena menurutnya program ini, akan melahirkan komunikasi yang intens antarsesama umat beragama.

Anregurutta Sanusi Baco memintanya untuk menjalankan amanah dengan baik dan tentunya memberikan manfaat kepada umat beragama di Sulawesi Selatan. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Makam, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 24 November 2017

Puluhan Naskah Kuno Masjid Agung Solo Dimamah Rayap

Solo,PKS Piyungan Taubat. Ketua Takmir Masjid Agung Solo, Slamet Aby mengemukakan puluhan naskah kuno yang tersimpan di Masjid Agung Solo, Jawa Tengah rusak lantaran dimamah rayap. Naskah yang tak ternilai harganya itu harus segera ditangani.

Naskah Kuno tersebut di antaranya kitab bertuliskan huruf arab gundul peninggalan dari zaman Paku Buwono (PB) X dan Pamulangan (madrasah) Mambaul Ulum.

Puluhan Naskah Kuno Masjid Agung Solo Dimamah Rayap (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Naskah Kuno Masjid Agung Solo Dimamah Rayap (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Naskah Kuno Masjid Agung Solo Dimamah Rayap

“Kebanyakan rusak parah lantaran dimakan rayap,” ujar Slamet Aby, saat sejumlah tim dari DPRD Solo mengadakan tinjauan ke perpustakaan Masjid Agung, Senin (17/11).

PKS Piyungan Taubat

Aby menambahkan, kerusakan ini juga terjadi karena minimnya perawatan. “Saat ini hanya ada tiga mahasiswa dari IAIN Surakarta yang menjaga dan merawat kitab semampu mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta Umar Hasyim mengatakan pihaknya akan mengupayakan penyelamatan kitab ini. “Kitab-kitab bersejarah ini harus diselamatkan. Kami akan berjuang supaya perpustakaan Masjid Agung ini mendapatkan bantuan dana hibah dari APBD,” paparnya.

PKS Piyungan Taubat

Selanjutnya, langkah yang akan dilakukan yakni mendata naskah kuno tersebut, untuk kemudian dalam waktu dekat juga akan dibuatkan tempat khusus untuk menyimpannya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Cerita PKS Piyungan Taubat

Senin, 20 November 2017

IPNU-IPPNU Banyuwangi Dampingi Manajemen Organisasi Tingkat Ranting

Banyuwangi, PKS Piyungan Taubat - Ketua Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PAC IPNU) dan Ketua PAC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPPNU) Banyuwangi menghadiri undangan kader IPNU-IPPNU ranting Singotrunan. Keduanya memberikan pembekalan tata kelola organisasi sesuai dengan aturan.

Pertemuan pengurus ini berlangsung di Mushola Mbah Mas Sulaiman, Singotrunan, Banyuwangi, Banyuwangi, Ahad (4/12) malam. Tampak hadir perwakilan pengurus IPNU dan IPPNU ranting Singotrunan dan Ketua PAC IPNU-IPPNU Banyuwangi.

IPNU-IPPNU Banyuwangi Dampingi Manajemen Organisasi Tingkat Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Banyuwangi Dampingi Manajemen Organisasi Tingkat Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Banyuwangi Dampingi Manajemen Organisasi Tingkat Ranting

Ketua PAC IPPNU Banyuwangi Fitriyah menegaskan, pengurus dalam menjalankan roda organisasi harus didasari dengan aturan-aturan organisasi yang telah ditetapkan.

"Untuk efisiensi gerakan organisasi, kita dibekali oleh buku aturan secara lengkap mulai pedoman kaderisasi, pedoman organisasi dan administrasi, pedoman dasar rumah tangga, dan buku pedoman pelengkap lainnya. Untuk itu semua harus ditaati dalam menjalankan roda organisasi," kata Fitriyah pelajar asal Sutri.

PKS Piyungan Taubat

Ia menambahkan, organisasi kita khususnya Nahdlatul Ulama detil sekali dalam menetapkan aturan-aturan untuk menjalankan kinerja dan tata kelola organisasi secara formal.

PKS Piyungan Taubat

Di pengujung, Fitriyah mengatakan, karenanya mumpung kita masih sebagai kader-kader muda NU jangan sia-siakan proses belajar segala hal termasuk aturan-aturan organisasi.

Di antara antusias kader-kader Singotrunan yang masih baru mengikuti kegiatan Makesta Ketua PAC IPNU Banyuwangi M Sholeh Kurniawan menegaskan, sebelum kita melakukan perubahan dalam skala besar baiknya kita mulai dengan langkah yang kecil.

"Dalam proses belajar, berjuang, dan bertaqwa di IPNU yang notabene adalah salah satu organisasi yang menjadi banom NU harus kita maksimalkan. Meski ini termasuk kesempatan langkah kecil kita berproses di tingkat ranting, maka harus dimaksimalkan. Karena kesempatan ini tidak akan datang dua kali," tegas Sholeh.

Di hadapan kader-kadernya Sholeh juga menyampaikan secara global pengetahuan tentang administrasi surat-menyurat, PDPRT, dan buku pedoman kaderisasi. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, Habib, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock