Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Hadiri Kongres Pergunu, Rhoma Irama Ingatkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah

Mojokerto, PKS Piyungan Taubat. Akhir-akhir ini marak adanya kelompok yang sering membidah-bidahkkan dan suka mengkafir-kafirkan kelompok lain. Hal itulah yang membuat tidak kondusifnya ukhuwah Islamiyah.

Hadiri Kongres Pergunu, Rhoma Irama Ingatkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Kongres Pergunu, Rhoma Irama Ingatkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Kongres Pergunu, Rhoma Irama Ingatkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah

Demikian dikatakan oleh H Rhoma Irama dalam kegiatan “Semarak Kongres II Persatuan Guru Nahdlatul Ulama” di halaman Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Rabu (26/10) malam.

Pria yang juga dikenal dengan sebutan Raja Dangdut itu menyayangkan terjadinya suasana tidak kondusif pada jalinan ukhuwah Islamiyah.?

Melalui sebuah syair Rhoma lalu mengungkapkan, "Tuhan kita sama, Nabi kita sama, kiblat kita sama. Kenapa harus saling mengkafirkan? Shalat kita sama, puasa kita sama, zakat kita sama, haji kita sama. Kenapa harus saling membidahkan?”

PKS Piyungan Taubat

Ia menambahkan, perbedaan yang tidak penting jangan dipermasalahkan. Bina rasa persaudaraan bukan permusuhan. Semua harus diwujudkan.

Semarak Kongres II Pergunu merupakan kegiatan Pra-Kongres. Selain peserta Kongres, acara ini juga dibanjiri santri dan warga sekitar. Sebelumnya pengunjung dihibur dengan penampilan grup nasid dan kasidah. (Kendi Setiawan/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Islam, Pondok Pesantren, Kiai PKS Piyungan Taubat

Senin, 29 Januari 2018

Warga NU Biasa Bergotong-royong

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Warga NU di berbagai daerah masih terbiasa bergotong-royong dan menyumbang. Terutama hasil bumi dan bahan makanan. Hal itu tampak pada Munas Alim Ulama dan Konbes NU yang akan digelar 14-19 September mendatang.

Munas-Konbes yang akan berlangsung di Pesantren Kempek, Cirebon Jawa Barat tersebut melibatkan warga NU di wilayah III Jawa Barat, yaitu Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan. Mereka turut menyumbang bahan makanan.

Warga NU Biasa Bergotong-royong (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Biasa Bergotong-royong (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Biasa Bergotong-royong

Menurut budayawan Agus Sunyoto, apa yang dilakukan warga tersebut merupakan hal yang lazim dalam tradisi NU. “Memang di di NU itu begitu. Kalau dalam bentuk uang mereka agak susah, tapi harta benda, terutama makanan, sangat mudah,” katanya dihubungi PKS Piyungan Taubat, Senin (10/9) lalu. 

PKS Piyungan Taubat

“Kalau dimintai sumbangan,” sambung Wakil Ketua Lesbumi NU ini. “Dalam bentuk uang, misalnya untuk masjid atau pesantren, paling sepuluh ribu. Tapi kalau diadakan tahlil akbar misalnya, mereka berebutan, “Saya tumpeng satu!” padahal kalau diuangkan, tumpeng satu itu lebih dari sepuluh ribu,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Lebih jauh, penulis buku Atlas Walisongo ini menjelaskan, bahwa itu merupakan budaya gotong-royong khas Nusantara. Dan NU sebagai organisasi muslim yang berkepribadian Indonesia, memelihara budaya itu.   

Seperti diwartakan, warga NU menyumbangkan beragam hasil bumi dan ternak, sayur-mayur serta lauk-pauk, secara suka rela kepada panitia untuk bahan makanan selama Munas dan Konbes 2012. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Daerah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 25 Januari 2018

Madrasah Diniyah Kian Diakui

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Keberadaan Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), dan Pondok Pesantren (Ponpes) kian mendapat pengakuan dari pemerintah. Pengakuan didapat setelah melalui perjuangan keras tanpa henti dan pantang putus asa.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kabid PD Pontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah Solikhin dalam sambutan Workshop Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Pembuatan Lembaga Pendidikan pada Pendidikan Agama Islam Kemenag Brebes, Jawa Tengah di Hotel Anggraeni Jatibarang, Rabu (23/10).

Madrasah Diniyah Kian Diakui (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Diniyah Kian Diakui (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Diniyah Kian Diakui

“Proses mendapatkan pengakuan dari pemerintah cukup berat. Untuk itu perlu adanya penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas,” kata Sholikhin.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Solikhin, ketiga lembaga yang memiliki misi utama menata akhlak generasi bangsa saat ini sangat diidolakan orang tua. Apalagi, dekadensi moral makin parah melanda generasi muda.

Rasul diturunkan ke dunia untuk menyempurnakan akhlak. Di era sekarang Madin, TPQ, dan Pesantren berkonsentrasi meneruskan peletakan landasan akhlak yang luar biasa, lanjut Solikhin didampingi Kepala Kemenag Brebes Imam Hidayat. 

PKS Piyungan Taubat

Pengakuan pemerintah antara lain, program Perkemahan Pramuka Santri, Musabaqoh Qiraatul Kutub (MQK) atau Musabaqoh Pembacan Kitab Kuning, Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (Porsadin), dan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI). Semuanya sudah mendapat pengakuan nasional dan mendapat anggaran dari pemerintah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Quote PKS Piyungan Taubat

Selasa, 23 Januari 2018

PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu

Pangkalpinang, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Wilayah Nahdlathul Ulama (PWNU) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengadakan Pemberian Santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa, pada? Sabtu mendatang, 19 Juli 2014, bertempat di Kantor sekretariat PWNU Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang.

Demikian dikatakan M. Harjuna, ketua panitia kegiatan disela-sela? Bazar Ramadhan Pasar Murah Sembako, Senin, 14 Juli 2014.? Sebanyak 100 anak-anak yatim piatu dan 100 orang kaum dhuafa di sekita Kota Pangkalpinang akan menerima santunan berupa uang dan paket lebaran.

PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu

“Kegiatan ini merupakan salah satu bukti kepedulian PWNU Kepulauan Bangka Belitung terhadap masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi sehingga dapat membantu meringankan beban hidup mereka,”? ujar M. Harjuna yang juga mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Syeikh Abdurrahman Shiddik, Pangkalpinang.

PKS Piyungan Taubat

“Pemberian santunan nanti akan diserahkan langsung oleh Ketua PWNU Kepulauan Bangka Belitung Haji? Agus Erwin, dan dihadiri para habaib, pengurus ranting dan cabang diwilayah Pulau Bangka,” lanjutnya.

PKS Piyungan Taubat

Salah seorang pengurus PWNU Kepulauan Bangka Belitung, Drs. Ruslan, mengatakan bahwa pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Ramadhan PWNU Kepulauan Bangka Belitung tahun 1435 Hijriyah.? ?

Kegiatan lainnya adalah Bazar Ramadhan berupa pasar murah sembako yang telah dimulai pada tanggal 04 Juli 2014 lalu, dan rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup pada tanggal 27 Juli 2014 nanti atau satu hari sebelum hari raya Idul Fitri.

“Sembako yang dijual disini harganya jauh lebih murah dari harga dipasaran, seperti gandum satu kgnya Rp 9000,-, minyak goreng merk fortune satu liter Rp 11.500,-, satu lusin mie instant Rp 9.000,-, gula pasir satu kilo Rp 10.500,-, dan beras pulen 5 kg dijual Rp 44.000,” kata Drs. Ruslan. (Hardi Alqadry/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Kiai, Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Kamis, 18 Januari 2018

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional

Situbondo, PKS Piyungan Taubat



Setelah bersaing ketat dengan 142 Film Indie terpilih dari seluruh Nusantara, akhirnya film karya Andi Ahmad Miskil Khitam dinobatkan sebagai film terfavorit dalam ajang Moviestival 2016 di Bandung, Jawa Barat. Acara ini diselenggarakan oleh PT Pos & Komunitas Film Pendek Indonesia (KFPI) dengan tema "Nurani Bangsaku: Filmkan Nuranimu untuk Indonesia yang Lebih Baik”.

Akil , sapaan akrab Andi Ahmad Miskil Khitam, yang merupakan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, mengalahkan finalis lain dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Palembang, Pekanbaru, Malang, Bengkulu, dan kota lainnya.?

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional

“Saya tidak menyangka karya wong ndeso asli Sukorejo Situbondo bisa menang di ajang yang sangat bergengsi ini. Ini semua berkat dukungan dan kerja keras dari semua tim yang terlibat dalam pembuatan film ini,” kata Akil.

Film yang berjudul “Jika Salah Karena Aku Berbeda" itu diumumkan sebagai film terfavorit dalam Malam Penghargaan Moviestival 2016 pada 27 Oktober 2016 di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda Nomor 30, Bandung. Sebagian cerita dalam film ini diangkat dari kisah nyata.

Video ini, jelasnya, mengandung pesan moral yang sangat dalam untuk menghargai perbedaan. “Karena setiap orang terlahir unik dan berbeda. Maka jadikanlah perbedaan itu indah, dengan segala dimensi maknanya. Karena nurani bangsa kita merangkul semua perbedaan," lanjut Akil.

PKS Piyungan Taubat

Akil yang merupakan tim Internet Cerdas Indonesia sebelumnya juga pernah membuat Situbondo bangga lewat video parawisata yang dibuatnya. Berkat video promosi tersebut, parawisata Situbondo lebih dikenal oleh netizen Indonesia.?

Rahmat Saputra, pendiri Internet Cerdas Indonesia, mengatakan, prestasi ini tentu sangat membanggakan Situbondo. Karena, menurutnya, walaupun pemuda desa, Akil mampu bersaing di tingkat nasional. Salah satunya berkat teknologi internet, di mana kita bisa belajar dari mana saja dan dari siapa saja. Prestasi ini juga membanggakan dunia pesantren, apalagi kita baru saja memperingati hari santri 22 Oktober lalu.?

PKS Piyungan Taubat

“Saat ini, pesantren tidak hanya melahirkan tokoh-tokoh agama, tapi juga seniman besar. Ini seperti cita-cita KHR As’ad Syamsul Arifin, pendiri Pondok Pesantren Sukorejo dan mediator berdirinya organisasi NU: ‘Saya bercita-cita agar santri saya seperti santrinya Sunan Ampel, ada yang menjadi fuqaha, seniman, negarawan dan waliyullah’. Cita-cita itu mungkin telah terwujud sekarang. Ada banyak nama-nama seniman besar yang ada di Situbondo seperti Bapak Syamsul A Hasan, Bapak Zainul Walid, Ahmad Sufiatur Rahman, Muhammad Nur Taufiq, dan lain-lain,” ujarnya. ?

Di samping film “Jika Salah Karena Aku Berbeda", banyak karya lainnya yang bisa dilihat di chanel Youtube Mr Akil Angelo. Saat ini Akil sedang dikontrak eksklusif untuk membuat video dokumenter Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren, Kiai PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

LSN Region Nusa Tenggara 1 Dipusatkan di Loteng dan Mataram

Mataram, PKS Piyungan Taubat - Liga Santri Nusantara (LSN) Region Nusa Tenggara 1 akan dihelat mulai 25 Agustus 2017. Sistem pertandingan akan memakai setengah kompetisi agar peserta klub Pesantren bisa bermain dengan lebih dari satu kali.

Hal ini disampaikan oleh Kooreg LSN Region Nusra1 H Jamhur kepada PKS Piyungan Taubat di Kota Mataram, Sabtu (5/8).

LSN Region Nusa Tenggara 1 Dipusatkan di Loteng dan Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
LSN Region Nusa Tenggara 1 Dipusatkan di Loteng dan Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

LSN Region Nusa Tenggara 1 Dipusatkan di Loteng dan Mataram

Menurutnya, tahun lalu peserta bermain sekali langsung gugur. Kali ini berbeda arena dengan sistem setengah kompetisi sehingga tentu peserta tidak langsung gugur dan ada harapan lagi.

PKS Piyungan Taubat

Tetapi bukan itu tujuannya. Menurutnya, yang terpenting dan lebih penting baginya adalah melalui LSN ini ada nilai edukasi bagi santri khususnya di bidang olahraga sepakbola.

Ia juga menyebutkan dengan sistem ini akan memakan waktu lebih lama. Oleh karenanya pihaknya akan membagi dua kelompok dengan dua titik lapangan akan dipakai, yaitu Lombok Tengah dan Kota Mataram.

PKS Piyungan Taubat

Ia juga memastikan kompetisi sepakbola nasional ini akan dipusatkan di NTB dengan menggunakan stadion GOR Mataram.

"Insya Allah kick off nasional nanti akan dipusatkan di NTB dan kami akan minta semua santri peserta klub untuk hadir memeriahkan dan insya Allah akan dibuka oleh Wapres H Jusuf Kalla dan Menpora RI H Imam Nahrawi," katanya. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Kajian PKS Piyungan Taubat

Minggu, 24 Desember 2017

Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri

Jepara, PKS Piyungan Taubat. Hari Santri Nasional yang kali pertama diperingati 22 Oktober 2015 menurut Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi merupakan bentuk terima kasih pemerintah bahwa NKRI telah merdeka berkat keberhasilan kiai, masayih dan santri.?

“Selamat, selamat dan selamat kepada Bapak Joko Widodo yang memutuskan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” katanya dalam amanat Apel Akbar Hari Santri Nasional yang bertempat di alun-alun Jepara, Kamis (22/10).?

Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri

Ditambahkan Marzuqi dengan diperingatinya Hari Santri Nasional harapnya tidak sekadar peringatan tetapi ke depan mesti dirayakan lebih meriah lagi. Disamping itu kepada ribuan santri, pelajar dan mahasiswa ia berpesan bahwa santri itu bisa. Bisa berperan untuk bangsa dan negara. ?

PKS Piyungan Taubat

“Marwan Ja’far adalah contoh abituren dari pesantren Kajen yang sekarang menjadi menteri desa. Santri itu harus bisa,” imbuhnya.?

Dengan apel akbar itu “Resolusi Jihad” yang pernah digelorakan oleh KH Hasyim Asyari perlu disemangatkan kembali. “Menjadi santri adalah anugerah. Karenanya ia terus berperan untuk pembangunan NKRI,” tegasnya.?

PKS Piyungan Taubat

Peserta yang paling banyak mengikuti apel akbar ialah santri pesantren Balekambang Jepara sebanyak 2000 santri. Sisanya peserta berasal dari santri, pelajar, mahasiswa dan Banom NU se-Jepara.?

Kegiatan meriah dengan penampilan rebana, paduan suara, drum band dan pencak silat Pagar Nusa. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Kiai PKS Piyungan Taubat

Jumat, 22 Desember 2017

PC Muslimat NU Grobogan Buka Lomba Pidato

Grobogan, PKS Piyungan Taubat. Demi peningkatan kualitas bicara di muka umum, Pimpinan Cabang Muslimat NU Grobogan menyiapkan lomba pidato bagi kader-kader Muslimat NU. Lomba ini diharapkan memotivasi dan memompa semangat kader Muslimat NU untuk mempelajarai kembali teknik pidato mereka.

PC Muslimat NU Grobogan Buka Lomba Pidato (Sumber Gambar : Nu Online)
PC Muslimat NU Grobogan Buka Lomba Pidato (Sumber Gambar : Nu Online)

PC Muslimat NU Grobogan Buka Lomba Pidato

Demikian disampaikan Ketua PC Muslimat NU Grobogan Sulthonatun dalam pengajian rutin yang digelar tiap Ahad pahing di Gedung Ikatan Haji Muslimat Nahdlatul Ulama (IHM NU) desa Kuripan kecamatan Purwodadi kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Ahad (2/2).

Ia meminta setiap PAC Muslimat NU mengirimkan delegasinya minimal 1 orang. Panitia menetapkan tema, “Muslimat NU di Era Grobalisasi”. “Tema ini diseragamkan agar tampak kualitas opini, daya pikir, dan terobosan baru dalam memaksimalkan intelektual masing-masing delegasi,” kata Sulthonatun.

PKS Piyungan Taubat

Lomba ini digelar dalam rangka memperingati Harlah ke-68 Muslimat NU. Lomba ini diharapkan menjadi media munculnya kader Muslimat NU yang mampu mengajak masyarakat dalam kebajikan lewat kata-kata mafhum yang disampaikan.

PKS Piyungan Taubat

PC Muslimat NU Grobogan tengah menyiapkan juri-juri berkompeten di bidang dakwah. Lomba rencananya dilangsungkan di Gedung IHM NU Grobogan, Ahad (23/2).

Sementara pengajian rutin ini dihadiri semua kader PAC Muslimat NU. Sedikitnya 19 PAC Muslimat NU berpartisipasi dalam pengajian rutin PC Muslimat NU Grobogan. Pengajian kali ini menghadirkan KH Saifuddin dari Wirosari, Grobogan sebagai penceramah yang mengupas makna syukur dan selawat. (Asnawi lathif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hikmah, Sholawat, Kiai PKS Piyungan Taubat

Kamis, 14 Desember 2017

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60

Jakarta,PKS Piyungan Taubat. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar peringatan hari lahir (Harlah) ke-60 di aula Perpusatakaan Nasional, Jakarta pada Senin malam (24/2). Kegiatan yang digelar pimpinan pusat pelajar NU tersebut bertema “60 Tahun Berkhidmah untuk Indonesia”.

Kegiatan yang diikuti Pimpinan Wilayah IPNU itu diisi pidato Ketua Umum PP IPNU Khaerul Anam, stadium general Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letjeend Sjafrie Sjamsoeddin dan taushiyah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Peringati Harlah ke-60 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60

Sebagai bentuk penghargaaan kepada para pengabdi organisasi, PP IPNU memberikan plakat kepada mantan-mantan Ketua Umum IPNU dari periode awal sampa periode terakhir.

PKS Piyungan Taubat

“Bagaimanapun juga, 60 persen hidupnya (mantan-mantan Ketua Umum IPNU) dihabiskan di organisasi. Harus kita apresiasi atas pengabdiaannya,” kata Ketua Umum PP IPNU Khaerul Anam.

Rangkain Harlah

PKS Piyungan Taubat

Menurut Anam, beberapa rangkaian kegiatan peringatan harlah telah dilakukan mulai dari pra-Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan mengadakan capacity building pemuda dan pelajar Indonesia di Salatiga dan Bogor.

Kemudian pra-Rakernas kedua dialaksanakan di Permata Hotel, Bogor, pada 13-15 Desember 2013.  pra-Rakernas Corp Brigde Pembangunan (CBP) PP IPNU di Grobogan, Jawa Tengah, pada 27-29 Desember 2013.

Kemudian laga futsal bertema Rembuk Persaudaraan Pelajar Indonesia yaitu PP IPNU, PP Pelajar Islam Indonesia (PII), dan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), di Jakarta, 23 Januari 2014. Selanjutnya turnamen bulutangkis pelajar se-Jabodetabek kerjasama PP IPNU dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Istora Senayan, Jakarta, 21-23 2014.

Kemudian puncak peringatan hari lahir IPNU ke-60 digelar di aula Perpusnas, Jakarta, 24 Februari 2014. Setelah itu dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan berlangsung di Jakarta mulai tanggal 24 sampai 27 Februari. (Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Doa, Tegal PKS Piyungan Taubat

Senin, 11 Desember 2017

Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Salah satu tantangan berat yang dihadapi Kabupaten Jepara dalam pencanangan menjadi daerah wisata adalah berserakannya sampah-sampah nonorganik yang menyebar di tempat-tempat tujuan wisata.?

Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick (Sumber Gambar : Nu Online)
Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick (Sumber Gambar : Nu Online)

Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick

Mengantisipasi persoalan tersebut, LPBI dan PC Fatayat NU Kabupaten Jepara menggelar kegitan “Pelatihan Ekobrick” pada Ahad (12/3) di Gedung PCNU Jepara, Jl. Pemuda 51 Jepara.?

Perlatihan bertema “Menumbuhkan dan Menggali Kreativitas Perempuan dalam Eksistensinya Memerangi Sampah Plastik” menghadirkan mentor tim Ekobrick LPBI NU Jepara. Sebanyak 200 orang terlibat dalam kegiatan ini, mereka berasal dari PAC dan Pengurus Ranting Fatayat NU se-Kabupaten Jepara.

Wakil Ketua PCNU Jepara H Hisyam Zamroni berharap warga nahdliyyin di Kabuptaen Jepara siap menghadapi tantangan global khususnya dalam bidang pariwisata.

PKS Piyungan Taubat

“Kegiatan ini sangat penting dalam menghadapi tantangan global di bidang pariwisata. Karena bidang tersebut memerlukan kesiapan dan kekuatan budaya, sosial, ekonomi, lingkungan hidup khususnya tata kelola lingkungan melalui bentuk ekobrick ini,” kata Hisyam kepada PKS Piyungan Taubat melalui wawancara tertulis.

Dalam pelatihan tersebut juga dilakukan praktik ekobrick yang berdaya guna, di antaranya pembuatan souvenir, perabotan rumah tangga, dan berbagai barang hiasan.

Ketua PAC Fatayat Kecamatan Keling mengungkapkan, setelah mengikuti pelatihan, PAC Fatayat Keling akan melatih Pengurus Ranting Fatayat desa sekitar.

PKS Piyungan Taubat

“Agar anggota Fatayat mampu memanfaatkan sampah nonorganik menjadi souvenir untuk dijual kepad para wisatawan di lokasi wisata Benteng Portugis dan panorama indah Tempur. Lokasi tersebut dekat dengan Kecamatan Keling,” kata Wahyuni.

Selain Benteng Portugis dan Tempur, di Kabupaten Jepara terdapat sejumlah lokasi wisata lainnya, seperti Kepulauan Karimunjawa, Pantai Kartini, air terjun Songgo Langit. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Ahlussunnah, Hadits PKS Piyungan Taubat

Selasa, 05 Desember 2017

Ilmuwan Rusia Simpulkan Yasser Arafat Meninggal Alamiah

Moskow, PKS Piyungan Taubat. Mantan pemimpin Palestina Yasser Arafat meninggal dunia karena sebab alami, bukan karena racun radiasi, kata kepala forensik Rusia yang menyelidiki jenasah Arafat seperti dikutip kantor berita Interfax.

Ilmuwan Rusia Simpulkan Yasser Arafat Meninggal Alamiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ilmuwan Rusia Simpulkan Yasser Arafat Meninggal Alamiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ilmuwan Rusia Simpulkan Yasser Arafat Meninggal Alamiah

Kesimpulan Rusia ini bersesuaian dengan kesimpulan para pakar Prancis yang belum lama bulan ini bahwa Arafat, yang meninggal dunia pada 2004, tidak kehilangan nyawa akibat unsur radioaktif polonium.

PKS Piyungan Taubat

"Yasser Arafat meninggal dunia bukan akibat radiasi namun karena sebab-sebab alami," kata Vladimir Uiba, kepala Biro Medis Biologi Federal  (FMBA).

Arafat, yang menandatangani Perjanjian Damai Oslo 1993 Oslo dengan Israel meninggal dunia pada usia 75 tahun di sebuah rumah sakit Prancis, empat pekan setelah jatuh sakit setelah memakan daging di kediamannya di Ramallah yang dikepung tank-tank Israel.

PKS Piyungan Taubat

Waktu itu para dokter Prancis mengaku tak bisa menentukan penyebab sakitnya Arafat.

Tapi bulan lalu para pakar forensik Swiss mengumumkan bahwa setelah menguji sampel darah Arafat maka itu konsisten dengan polonium.

Sampel-sampel darah Arafat itu pada November 2012 dibawa oleh para pakar Swiss, Prancis dan Rusia, setelah video dokumenter Al Jazeera menyebutkan bahwa pakaian Arafat menunjukkan kandungan tinggi polonium, demikian Reuters. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Kajian PKS Piyungan Taubat

Minggu, 03 Desember 2017

SBY-JK Jadi Saksi Akad Yenny, Mahar 10 Ekor Sapi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Yenny Wahid akhinya resmi melepas masa lajangnya, menikah dengan Dhohir Farisi. Dalam akad nikah yang berlangsung di masjid Al Munawwarah Ciganjur, Kamis siang, Dhohir mengucapkan ijab Kabul dengan saksi presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla. Gus Dur sendiri didampingi oleh Gus Mus.

Sebagaimana tradisi yang berlaku di lingkungan pesantren, saat akad, Yenny tidak dihadirkan. Ia berada di rumah Gus Dur sampai kemudian dipertemukan setelah selesainya acara ijab kabul itu.

SBY-JK Jadi Saksi Akad Yenny, Mahar 10 Ekor Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
SBY-JK Jadi Saksi Akad Yenny, Mahar 10 Ekor Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

SBY-JK Jadi Saksi Akad Yenny, Mahar 10 Ekor Sapi

Yenny mendapatkan mahar berupa 10 ekor sapi, yang diserahkan dalam bentuk sertifikat kepemilikan. Mahar sapi merupakan simbol kebudayaan orang Madura sebagai kesiapan membangun rumah tangga. Dhohir Farisi masih keturunan Madura, tetapi tinggal di Probolinggo. Sasrahan lain yang diberikan adalah perhiasan emas, perlengkapan sholat dan beberapa perlengkapan pribadi wanita.

PKS Piyungan Taubat

"Pengantin pria memberikan 10 ekor sapi, karena sapi identik dengan orang Madura. Karena itu binatang piaraan orang Madura," kata Humas Panitia Pernikahan Yenny-Farisi, Akuat Supriyanto di kediaman Gus Dur.

Sebagai tuan rumah dari mempelai wanita, keluarga Gus Dur menggunakan adat Surakarta seperti masang bleketepe yang dilakukan oleh Gus Dur langsung dan serangkaian adat lainnya.

PKS Piyungan Taubat

"Kemarin waktu acara adat Yenny itu pake baju kebaya jadul, karena ingin seperti pernikahan ibunya dulu. Dan yang musti diingat ini adalah mantu pertama Gus Dur yang punya trah NU. Karena Farisi sejak kesil suka nganterin majalah NU pake sepeda di Probolinggo," terang Akuat

Beberapa undangan yang hadir dalam acara akad nikah diantaranya dr Umar Wahid, Hasyim Muzadi, KH Nuril Huda, KH Tolhah Hasan, Prabowo Subianto, Siti Fadillah Supari, KH Said Aqil Siradj, Syaifullah Yusuf, Mahfud MD, Effendy Choirie, KH Nur Iskandar SQ, KH Salahuddin Wahid, KH Mutawakkil Allallah, Soerjadi Soedirdja serta beberapa tamu lainnya. (mkf/min)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Kiai PKS Piyungan Taubat

Senin, 27 November 2017

Meningkatkan Akhlakul Karimah dalam Pergerakan Lewat Maulid

Tangsel, PKS Piyungan Taubat. Masih dalam suasana Maulid, PMII Komisariat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (Komfakkes) Cabang Ciputat melaksanakan kegiatan pembacaan shalawat dan pengajian di Aula Asrama PMII Ciputat, Tengerang Selatan (Tangsel), Jumat (1/1). Peringatan ini bertajuk “Menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Momentum Peningkatan Kualitas Akhlaqul Karimah dalam Nilai-Nilai Pergerakan”.

Meningkatkan Akhlakul Karimah dalam Pergerakan Lewat Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Meningkatkan Akhlakul Karimah dalam Pergerakan Lewat Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Meningkatkan Akhlakul Karimah dalam Pergerakan Lewat Maulid

Di samping peringatan Maulid, kegiatan tersebut juga bertujuan tasyakuran atas Hari Lahir PMII Komfakkes Ciputat yang kedelapan, dihadiri oleh para anggota komisariat.

Dimulai setelah Isya, Ketua Komfakkes PMII Ciputat Khoiron Nashirin dalam sambutannya menyebutkan bahwa kegiatan muludan dan peringatan harlah ini adalah momen yang penting dan vital dalam meneguhkan semangat keorganisasian. “Kader-kader Komfakkes sekalian sangat diharapkan peranannya oleh banyak kalangan dalam dunia profesional tenaga kesehatan nantinya, dengan tetap membawa nilai-nilai dasar pergerakan yang luhur, baik kepada Allah dan sesama manusia,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Acara ini mengundang Guru Besar UIN Jakarta, yaitu Prof. Dr. Ridwan Lubis sebagai pembicara dalam pengajian. Prof. Ridwan mengaku sangat senang dengan semangat mahasiswa dari Komfakkes yang kembali merevitalisasi keteladanan Nabi Muhammad sebagai tema kegiatan. “Nabi Muhammad sebagai sosok yang menyempurnakan moral umat, berhasil merubah paradigma kaum Arab Jahiliyah yang dipenuhi ketakutan dan kebodohan, menjadi bangsa yang sopan dan beradab. Acara ini tentu adalah langkah meneruskan perjuangan itu,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Selanjutnya, dikupas pula oleh Prof. Ridwan mengenai prestasi besar Nabi Muhammad dalam membentuk sebuah umat, mendakwahkan syariat, serta menjadikannya sebagai sebuah negara yang berdaulat. Dia mengutip pendapat Said Hawwa tentang empat modal Nabi dalam keberhasilan dakwahnya, yaitu jujur, konsisten, mampu menyampaikan pikiran secara baik, serta mapan dalam kecerdasannya.

“Saya harap nantinya mahasiswa kesehatan UIN Jakarta ini mampu membentuk suasana yang islami dalam lingkungan kerjanya, dengan senantiasa menjadikan sosok Nabi Muhammad sebagai teladan,” pesan Prof. Ridwan.

Kegiatan ini ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Komfakkes dan pembacaan shalawat Diba’ oleh seluruh hadirin. (Iqbal Syauqi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional, Kiai PKS Piyungan Taubat

Rabu, 22 November 2017

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik

Tasikmalaya, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar konferensi cabang NU di Cipasung, Kamis-Jumat (29-30/12). Setelah melalui beberapa rangkaian akhirnya Konfercab XVI mengamanahkan KH Atam Rustam sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Abun Bunyamin Ruhiyat Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2021.

KH Atam Rustam terpilih sebagai ketua dalam pemilihan langsung di putaran kedua. Kiai asal Sukamanah ini terima amanah forum konferensi untuk memimpin PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2021.

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik

Cucu pahlawan nasional KH Zainal Musthafa Sukamanah ini bertekad melaksanakan aqidah, syariah, dan akhlaq Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah dari berbagai bidang secara menyeluruh dari yang terkecil sampai terbesar.

PKS Piyungan Taubat

Insya Allah dengan bantuan semua pihak akan terlaksana,” kata Pengasuh Pesantren Sukamanah Kiai Atam.

Sebelumnya tim Ahlul Halli wal Aqdi yang terdiri atas lima kiai yaitu H Abun Bunyamin Ruhiyat Cipasung, KH Anwar Nasihin Leuwisari, KH Ee Sulaeman Rajapolah, KH Abdul Mu‘in Salopa, dan KH Acep Amin Bantarkalong menggelar musyawarah terbatas.

PKS Piyungan Taubat

Tim ini selanjutnya memutuskan Pimpinan Pesantren Cipasung KH Abun Bunyamin Ruhiyat sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Khutbah, Nasional PKS Piyungan Taubat

Selasa, 21 November 2017

Menteri Sosial Sesalkan Aksi Persekusi Pasangan Remaja di Cikupa

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyesalkan aksi persekusi terhadap pasangan muda-mudi berinisial R dan MA yang dituduh berbuat mesum di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/11) lalu. 

Terlebih setelah ditelusuri, didapati fakta bahwa kedua remaja itu tidak terbukti melakukan perbuatan asusila. Warga salah paham lantaran mendapati pasangan itu berada dalam rumah kontrakan pada malam hari.

Menteri Sosial Sesalkan Aksi Persekusi Pasangan Remaja di Cikupa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Sosial Sesalkan Aksi Persekusi Pasangan Remaja di Cikupa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Sosial Sesalkan Aksi Persekusi Pasangan Remaja di Cikupa

Menurut Khofifah, aksi penganiyaan tersebut dapat berdampak psikologis berat terhadap dua korban. Bukan tidak mungkin, keduanya mengalami trauma, stress bahkan depresi akibat kejadian tersebut. 

"Menelanjangi dan mengarak tertuduh mesum tidak dapat dibenarkan di negara hukum. Apapun alasannya," tegas Khofifah kepada PKS Piyungan Taubat di Jakarta, Kamis (16/11).

PKS Piyungan Taubat

Khofifah mengatakan, Kementerian Sosial akan melakukan pendampingan psikososial terhadap keduanya. Jika mereka setuju, keduanya akan dipindahkan terlebih dahulu ke Safe House milik Kementerian Sosial agar proses pendampingan psikososial berjalan efektif.

"Tim sudah bertemu korban dan akan lakukan assesment terlebih dahulu. Baru setelah itu, ditentukan tindakan seperti apa yang akan diberikan," imbuhnya. 

Sebelumnya, video aksi main hakim sendiri terhadap sepasang kekasih yang dituduh berbuat mesum beredar luas di media sosial.

PKS Piyungan Taubat

Dalam video berdurasi sekitar 53 detik itu, sejumlah orang memaksa sepasang remaja, untuk melepaskan pakaian yang melekat di tubuh mereka.

Orang-orang itu bahkan sempat melakukan penganiayaan. Usai membuka pakaian kedua remaja itu, sekelompok orang mengaraknya keliling kampung. Remaja perempuan yang berteriak histeris karena pakaiannya dilucuti.

Mensos Khofifah menilai apa yang terjadi di Tangerang tersebut sebagai tindakan tidak terpuji dan tidak berperikemanusiaan. Menurutnya, kita punya kewajiban menjaga norma sosial, agama, dan lingkungan. Tetapi pelaksanaannya harus penuh tanggung jawab dengan didahului tabayyun atau klarifikasi. Sehingga, apapun dalihnya tidak dibenarkan aksi main hakim sendiri . 

Apalagi, lanjut dia, terduga yang melakukan penganiayaan adalah ketua RT dan RW setempat yang seharusnya memberi contoh dan keteladanan serta perlindungan kepada warganya. 

"Saya kira motif pelaku penggerebekan dan penganiayaan bukan lagi memberi pelajaran kepada kedua remaja tersebut, lantaran aksi penelanjangan dan pengarakan itu direkam dan disebarluaskan lewat media sosial," tuturnya.

Oleh karena itu, Khofifah meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Termasuk diantaranya, pelaku yang memprovokasi dan juga penyebar video tersebut ke media sosial. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Hadits, Kiai PKS Piyungan Taubat

Senin, 13 November 2017

Prihatin Pengungsi Sampang, PMII Jatim Serahkan Bantuan

Sampang, PKS Piyungan Taubat. Konflik sosial bernuansa SARA yang berujung pembakaran puluhan rumah warga di Sampang Madura, akhir Agustus lalu, tampaknya menyisakan sekian rentetan persoalan. Bukan saja harus kehilangan tempat tinggal, sanak keluarga, dan lingkungan sosial yang sekian tahun dibangun bersama. Melainkan, mereka harus menjalani kehidupan sehari-harinya di pengungsian, tempat yang jauh berbeda dari tempat tinggalnya.

Prihatin Pengungsi Sampang, PMII Jatim Serahkan Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Pengungsi Sampang, PMII Jatim Serahkan Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Pengungsi Sampang, PMII Jatim Serahkan Bantuan

Implikasinya, profesi yang selama ini dilakoni sirna. Cita-cita dan berbagai rencana yang telah disiapkan demi sebuah masa depan seolah berantakan. Hidup di tempat baru memang memaksa mereka harus membangun cita-cita baru.

Namun, hidup di tempat pengungsian ternyata membuat hidup mereka kehilangan arah. Masa depan hidupnya kian suram. Termasuk nasib pendidikan anak-anak para pengungsi tersebut juga tak menentu.

PKS Piyungan Taubat

"Kami prihatin sekali. Hati kami terenyuh melihat nasib pendidikan anak-anak pengungsi ini ke depan," kata Ketua bidang Kajian Analisa Publik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur Moh Safiuddin, saat menyerahkan bantuan, Selasa (11/9).

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur merasa ikut prihatin atas kondisi kehidupan para pengungsi, korban kerusuhan sosial tersebut.?

PKS Piyungan Taubat

Organisasi berbasis kader muda NU ini pun turun tangan dengan memberikan bantuan alat perlengkapan sekolah dari tingkat PAUD, SD dan SMP, yaitu berupa beberapa perangkat olah raga dan ratusan paket alat tulis bagi anak-anak pengungsi usia sekolah serta alat bermain bagi anak usia dini.?

"Bantuan kami ini memang tak seberapa, cuma kami ingin ikut berbagi sebagai bentuk aksi (kepedulian) kemanusiaan," tegas Safiuddin. Meski begitu, Udin -sapaan akrab dia- berharap bantuan yang sedikit ini bisa ikut membantu mengembalikan kondisi psikis anak-anak para pengungsi.

Bantuan hasil kumpulan dari bantuan PMII cabang se Jatim dan ditambah partisipasi dari PMII cabang Sumbawa Kalimantan Barat, itu diserahkan langsung ke tempat pengungsian, tepatnya di lapangan tenis indoor Gedung Olah Raga (GOR) Kabupaten Sampang.

Bantuan tersebut diberikan langsung kepada setiap anak. Masing-masing anak mendapatkan satu paket yang berisi alat tulis dan perlengkapan olah raga, serta ? alat bermain untuk siswa PAUD.

Safiuddin menegaskan, pendidikan anak-anak pengungsi ini harus mendapat perhatian serius. Kelangsungan pendidikan mereka tidak boleh terputus. Sebab, anak-anak adalah generasi bangsa yang akan meneruskan estafet kepemimpinan di masa depan.

PMII Jatim memfokuskan bantuan hanya bagi kebutuhan anak-anak usia sekolah. Sebab, fasilitas dan kebutuhan pendidikan anak-anak di pengungsian masih sangat minim, sementara untuk kebutuhan pengungsi yang dewasa masih dikata lebih dari cukup.?

Hal ini disimpulkan, lanjut dia, setelah tim dari PMII Jatim beberapa hari mengamati di pengungsian serta melakukan wawancara dengan ketua tim pengungsi dan kordinator relawan setempat.

Udin menilai, bantuan ini semata-mata demi kemanusiaan, bukan karena kepentingan keyakinan atau agama dan etnis tertentu. ?

"Saat ini bukan persoalan perbedaan madzhab, tapi lebih kepada sisi kemanusiaan, apalagi di antara pengungsi ada anak-anak yang sangat membutuhkan fasilitas pendidikan yang memadai,"tandasnya.

Safiuddin datang ke tempat pengungsi bersama sejumlah pengurus cabang PMII Sampang. Semula rombongan pengurus PMII Jawa Timur rencana berangkat sekira pukul 08.30 WIB dan sudah bersiap-siap sejak semalam di kantor sekretariat di Surabaya.

Pengurus yang akan berangkat antara lain; Fairouz Huda (Ketua Umum), Ahmad Yazid (Sekretaris I), Rusman Hadi (Bendahara Umum), Muhaimin Kholid (Wakil Bendahara), dan Abdul Hady JM (Ketua Lembaga Pengembangan Isu dan Opini Publik). Namun, karena ada kendala mendadak, sehingga yang berangkat Sahabat Safiuddin, yang sebelumnya telah ditunjuk sebagai ketua tim penggalangan bantuan.

Di sisi lain, Ketua PMII Jatim Fairouz Huda, meminta pemerintah serius dalam menyelesaikan persoalan konflik tersebut. Sebab, menurutnya, jika para pengungsi berlarut-larut hidup di pengunsian maka dipastikan akan menimbulkan persoalan baru.

"Kami meminta kepada seluruh pihak terkait untuk penanganan konflik ini tidak hanya sekadar ? teoritis, tapi lebih pada gerakan taktis, dengan pendekatan secara persuasif humanis,"kata Fairouz penuh harap.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai PKS Piyungan Taubat

Minggu, 05 November 2017

Siswa SMP Ma’arif 1 Pamekasan Santuni Fakir Miskin

Pamekasan, PKS Piyungan Taubat. Ratusan bendera Nahdlatul Ulama (NU) masuk ke pelosok-pelosok desa. Rumah-rumah penduduk yang tergolong fakir miskin menatap bendera tersebut dengan wajah berbinar.

Mereka mendapatkan santunan dari ratusan siswa-siswi SMP Ma’arif 1 Pamekasan yang menyalurkan zakatnya didampingi dewan guru, Senin (19/6). Sedikitnya terdapat 150 zakat fitrah diberikan kepada kaum fakir miskin di dua desa, yaitu Terrak dan Mangar, Tlanakan.

Siswa SMP Ma’arif 1 Pamekasan Santuni Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa SMP Ma’arif 1 Pamekasan Santuni Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa SMP Ma’arif 1 Pamekasan Santuni Fakir Miskin

"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial para siswa terhadap fakir miskin," ungkap Moh. Fadoli selaku Pembina OSIS SMP Maarif 1 Pamekasan.

Melalui kegiatan blusukan membagikan zakat fitrahnya, pihak sekolah mendambakan siswa-siswinya menjadi pribadi yang dermawan. Sebab, Nabi Muhammad SAW mengajarkan tangan di atas lebih utama daripada tangan di bawah.

PKS Piyungan Taubat

Moh. Rosi, ketua OSIS SMP Maarif 1 Pamekasan menegaskan, ratusan zakat tersebut tidak serta merta langsung disalurkan. Melainkan, para siswa-siswi SMP Maarif 1 Pamekasan terlebih dahulu menjalani ritual keagamaan yang bernafaskan sunnah Nabi Muhammad SAW.?

"Kami mengawalinya dengan shalat dhuha dan tadarus Al-Quran. Semoga kita mendapatkan ridla Allah melalui berkah Ramadan dan pembersihan harta lewat zakat fitrah," ujar Rosi.

Usai shalat Dluha dan tadarus, siswa-siswi dibagi 8 kelompok. Selanjutnya, mereka menyebar sesuai lokasi sasaran pendistribusian. Dewan guru tampak berbinar mendampingi mereka. (Hairul Anam/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Ahlussunnah, Kiai PKS Piyungan Taubat

Menag Harapkan Pemerintah Sediakan Anggaran APBN untuk Bantu Palestina

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk membantu Palestina. Sehubungan itu, Menag berkeinginan agar negara dapat membantu Palestina melalui dana APBN 2016.

Menag Harapkan Pemerintah Sediakan Anggaran APBN untuk Bantu Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Harapkan Pemerintah Sediakan Anggaran APBN untuk Bantu Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Harapkan Pemerintah Sediakan Anggaran APBN untuk Bantu Palestina

“Mulai tahun depan, Insya Allah dan mudah-mudahan DPR RI bisa menyetujui, secara resmi bantuan bisa disalurkan melalui APBN,” kata Menag saat memberikan sambutan pada acara pemberian bantuan/Infaq Jamaah Masjid Istiqlal untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, Jakarta, Jumat (15/5) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id.

Hadir dalam kesempatan ini, Dubes Palestina untuk Indonesia, Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Bimas Islam Machasin, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muchtar Ali, Ketua Badan Pelaksana Pengelolan Masjid Istiqlal Mubarok, dan ribuan jamaah Masjid Istiqlal.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Menag, hubungan baik masyarakat Indonesia dengan Palestina bahkan sudah terjalin sejak awal kemerdekaan Indonesia. Sejarah mencatat bahwa Palestina adalah negara yang pertama kali memberikan dukungan atas Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dukungan itu disampaikan langsung oleh Mufti Palestina, Syekh Muhammd Amin Al Khusaini yang saat itu sedang mengungsi di Berlin, Jerman.

“Sehingga, bantuan tidak hanya dari masyarakat Indonesia saja, namun negara secara resmi memberikan bantuan demi mewujudkan kemerdekaan negara Palestina,” jelas Menag.

PKS Piyungan Taubat

Menag menegaskan bahwa membantu Rumah Sakit Indonesia di Ghaza merupakan wujud bahwa Bangsa Indonesia terus mendambakan dan memperjuangakan agar bangsa Palestina juga bisa mencapai kemerdekaannya.  (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai PKS Piyungan Taubat

Kamis, 26 Oktober 2017

Adakah Korelasi Pendidikan Dini dengan Saat Dewasa Seseorang?

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Ketua Badan Pelaksana Perguruan Tinggi Nahdaltul Ulama (BPPTNU) KH Mujib Qulyubi ? mempertanyakan adakah korelasi antara tingkah laku dan cara berpikir seseorang ketika dewasa dengan pendidikan yang didapatnya saat usia dini?

Pertanyaan itu disampaikannya saat membuka Seminar Nasional “Prospek dan Tantangan Guru PAUD pada Era Global” yang digelar Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) di Auditorium PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (29/4).

Adakah Korelasi Pendidikan Dini dengan Saat Dewasa Seseorang? (Sumber Gambar : Nu Online)
Adakah Korelasi Pendidikan Dini dengan Saat Dewasa Seseorang? (Sumber Gambar : Nu Online)

Adakah Korelasi Pendidikan Dini dengan Saat Dewasa Seseorang?

“Sekali lagi saya ingin tanyakan, adakah korelasi maksimal anak-anak yang mengikuti pendidikan dini dengan ketika sudah dewasa? Kalau ada, maka tantangan kita saat ini adalah menanamkan rasa cinta agama sekaligus cinta tanah air dan bangsa kepada anak-anak usia dini,” urai Kiai Mujib.

Kiai Mujid menyebut realitas saat ini menyatakan di lima negara di Timur Tengah yaitu Siria, Afganistan, Irak, Somalia, dan Yaman belum juga kunjung damai, padahal di sana banyak kiai, ulama, dan PAUD.

“Pihak-pihak yang ada, hari ini bersama-sama tetapi di kesempatan lain bisa saling bermusuhan. Pimpinan dan orang-orang dewasa di sana menanamkan kepada jamaah agar mencintai agama lebih besar daripada kepada bangsa,” papar kiai yang juga Khatib Syuriah PBNU.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Mujib menegaskan pada titik itulah PAUD di Indonesia harus mendesain sedemikian rupa pola dan sistem pengajaran agar peserta didik memiliki kecintaan kepada negara, selain kepada agama, seperti yang dikembangkan di Universitas Nadhlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).

“Banyak yang mencirikan bahwa orang Islam yang melakukan istighotsah, membaca doa qunut saat salat subuh, tawasul, atau tahlilan adalah pengikut NU. ? Itu betul, tetapi tak sempurna bila tidak masuk ke kepribadian NU. Anak didik yang sesuai dengan NU diajarkan dua pilar, ada harakah (gerakan), ada fikrah (pemikiran),” lanjutnya.?

Kaitannya dengan PAUD ke depan, Kiai Mujib menyebut harakah NU meliputi berbagai dinamika seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.?

PKS Piyungan Taubat

“Sementara fikrah ideologi akidah anak didik kita bekali militansi akidah yang betul menurut aswaja,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Doa, Tegal PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 30 September 2017

NU Kebumen Bentuk Forum Jurnalis Nahdliyin

Kebumen, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, membentuk forum Jurnalis Nahdliyin, Ahad (25/5), di SMK Ma’arif 1 Kebumen. Anggota dari wadah ini adalah para peserta pelatihan jurnalistik yang digelar PCNU setempat.

NU Kebumen Bentuk Forum Jurnalis Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kebumen Bentuk Forum Jurnalis Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kebumen Bentuk Forum Jurnalis Nahdliyin

PCNU Kebumen menyelenggarakan pelatihan jurnalistik berkerja sama dengan Majalah Nahnuniyah, PKS Piyungan Taubat Kebumen, dan SMK Ma’arif 1 Kebumen, dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) Nahdlatul Lama ke-91.

Sekolah Jurnalistik Sehari bertema “Membangun Informasi Nahdiyyin” ini menghadirkan dua narasumber Ari Suseno dari Komunitas Blogger dan Parwito Rafa dari Merdeka.com. Kegiatan ini diikuti para guru dan siswa SMK/MA di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif? NU Kebumen, serta perwakilan Pondok Pesantren dan Badan Otonom? NU Kebumen.

PKS Piyungan Taubat

“Selain sebagai ajang silaturrahim kegiatan ini sebagai embrio yang melahirkan Jurnalis pemula dari generasi Nahdiyin. Harapan panitia dari kegiatan Sekolah Jurnalistik Sehari tersebut, dapat membangun sebuah forum Jurnalis Nahdiyyin Kabupaten Kebumen,” ujar ketua panitia, Agus Salim.

Setelah dibekali wawasan jurnalistik, para peserta dibuat kelompok untuk praktik lapangan, mencari dan menulis berita di sekitar Kota Kebumen menurut aturan yang telah dipelajari. Salah satu peserta, Befa, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan harus ditindaklanjuti secara aplikatif merea dapat memberikan kontribusi terhadap sekolahnya masing-masing dan masyarakat sekitaranya.

PKS Piyungan Taubat

Forum Jurnalis Nahdliyin rencananya akan mengadakan pertemuan bulanan dan agenda lapangan. Tempat pertemuan diatur secara bergilir di seluruh kecamatan Kabupaten Kebumen. (Bahrun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Jadwal Kajian, Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock