Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Maret 2018

Luka Menuju Makkah

“Ahlan wasahlan, ya ukhti!”

Sayyidah Khumairah menyapaku ketika pak Rosyad mengenalkanku kepadanya. Binar matanya menyuguhkan keramahan dan kehangatan yang meluap ke dalam kalbuku. Kegugupan yang sedari awal mencengkramku perlahan surut. Seolah Aku bukan orang asing yang baru saja menjejakkan kaki di rumahnya. Kutatap suaminya Sayyid Kamil. Tak ada beda. Mereka sama-sama hangat penuh kerendahhatian.

Luka Menuju Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Luka Menuju Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Luka Menuju Makkah

“Semoga nak Sarifa nyaman bekerja di sini,” ucap Sayyid Kamil.

Aku hanya tersenyum tanpa berucap sepatah kata pun dalam ta’aruf ini. Lalu Sayyidah Khumairah menjelaskan tugas-tugasku bekerja di rumahnya. Terhitung ringan karena mereka tidak mempunyai anak. Ia juga berulang kali mengucapkan terima kasih pada pak Rosyad yang telah mengantarkan pembantu baru di rumahnya.

PKS Piyungan Taubat

Ya, Aku bekerja hanya sebagai pembantu rumah tangga biasa di negeri para nabi ini. Tak peduli, apapun pekerjaanku asalkan halal dan bisa membantu biaya pendidikan Naya, adikku nun di tanah air sana, serta menyampaikanku pada angan yang tak henti membara. Kuliah di Makkah adalah mimpi yang sekian tahun terjaga lekuk hidup. Tekad dan ketawakalanlah yang menyanggaku menata hidup baru, bersama kesendirian, dekapan rindu kepada keluarga dan kerabat-kerabatku di tanah air. Semoga mesir jalan awalku menggamit mimpi di kota ka’bah ini.

PKS Piyungan Taubat

Cairan hangat menapaki kedua pipiku tatkala pak Rosyad pamit pulang dan tak menemaniku lagi. Ia masih banyak urusan terkait profesinya sebagai agen visa dan pengkoordinir TKW dari indonesia. Meski kami baru mengenal dalam beberapa hari, namun sungguh saat ini hanya dia orang yang setanah air denganku.

“Jaga dirimu baik baik, sepertinya Sayyidah Khumairah menyukaimu hingga ia begitu hangat, dan jaga pula kepercayaannya,” pesan pak Rosyad.

Aku mematung dijalari kegugupan. Oh tuhan..., bukan main saat ini aku benar-benar sendiri di negeri orang. Sering kudengar kisah kisah tragis tentang nasib para pengembara dari tanah air terutama pekerja rumah tangga sepertiku. Sebagian dari mereka didera permasalahan serius, majikan yang tak memberi gaji, pekerjaan rumah yang sangat berat, siksaan majikan perempuan yang dipicu kecemburuan kepada suaminya karena menggoda atau terlibat hubungan istimewa dengan khodimahnya.

Lalu seperti apakah nasibku ke depan? Akankah tak ada beda dengan nasib kawan kawanku yang berujung duka? Ataukah didera rindu pada tanah air yang tiada henti menjamah lorong kalbuku?

***

Goresan waktu menyadarkanku bahwa tak ada satu pun sikap yang menggundahkan jiwaku dari Sayyidah Khumairah atau Sayyid Kamil. Semakin hari rasa sayang mereka benar-benar menenangkanku. Mereka tak pernah memberi pekerjaan yang berat untukku, sewajarnya saja. Bahkan tiap pekan kami berlibur ke tempat tempat bersejarah di Mesir. Ah, andai saja Sayyidah Khumairah mengajakku singgah di Makkah, kota pemangku mimpiku, pastilah rindu dan ketidaksabaran ini sedikitnya terobati meski tidak dengan tujuan kuliah.

Makkah, kau semakin meliuk-liuk di dasar hatiku menawarkan sejuta kenyamanan kalbu kala gema adzan membahana. Nikmatnya shalat berjama’ah di Masjidil Haram, tiap langkah tertata rahmat dari-Nya. Apalagi sambil menimba ilmu. Sungguh, Makkah tunggullah aku meraup ilmu-ilmu di tempat nabi kita mendakwahkan syi’ar-syi’ar agung agama islam.

“Sarifa, tolong kamu jaga Abi! Dia sakit. Aku harus menghadiri acara yang sangat penting,” perintah Sayyidah Khumairah. Ia tampak tergesa gesa keluar rumah.

Pengembaraanku pada Makkah seketika buyar. Aku tercenung mencerna ucapannya. Sayyid Kamil sakit, hanya Aku yang merawatnya hingga malam nanti. Terus terang hatiku enggan menjaganya. Bukan karena aku tak ingin merawatnya, tapi hatiku berfirasat lain. Mungkin karena gugup berhadapan dengan Sayyid Kamil, apalagi sampai menunggui di kamarnya. Bayangan teh Narti, tetanggaku di Indonesia, berkelebat. Nasib tragis menimpanya ketika ia berdua di rumah majikannya.Hanya berdua dengan majikan laki laki. Si majikan bersikeras menjamah tubuh teh Narti hingga tubuhnya dipenuhi luka pukulan dan kembali ke tanah air tanpa mengantongi uang serupiah pun. Aku bergidik ngeri mengingat nasibnya berakhir luka.

Perlahan kuseret kakiku ke tempat tidur Sayyid Kamil ia nampak terkulai dalam balutan selimut tebal. Aku hanya mematung di pintu kamar tak berani menanyakan sakit yang ia derita atau sekedar menawarkan air hangat.

“Sarifa, kemarilah!” ujarnya seraya melambaikan tangan. Seketika tenggorokanku tercekat . Tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mulutku untuk mengiyakan atau segera menyeret langkahku ke arahnya.

“Kemarilah!” pintanya kembali ketika aku masih bergeming. Dengan segala ketawakalan, perlahan kakiku melangkah dan kini berada di sampingnya.

“Duduk!” perintahnya seraya menunjuk ke sampingnya.

Dadaku bergemuruh, bertalu-talu seakan satu kata yang ia lontarkan bagai dentuman keras yang menanggalkan kekuatanku. Mau tak mau aku pun terduduk di sampingnya. Ia beringsut dan mensejajari posisi dudukku.

Huuhhh.... dadaku semakin tak karuan. Lalu, kurasakan sesuatu tengah menggerayang di punggungku. Kontan aku bangkit dengan perasaan amat mencekam.

“Diam atau kau mati!” kecamnya begitu buas.

Langkahku tersekat menuju kamarku. Seketika tangisku memecah. Lututku terasa berat melemah dan akhirnya ambruk.

“Ya Allah........tolong Aku!” pekik hatiku.

Ia beranjak mendekatiku, ia tersenyum penuh kegetiran. Tubuhku bergetar hebat, keringatku bercampur air mata yang kini jadi isakan yang sejadinya.

Sayyid Kamil yang begitu ramah kini menjelma hewan buas.

“Diam! Jangan menangis! Aku tidak akan mengapa-apakanmu. Kalau kamu bisa memenuhi keinginanku,” bentaknya. Bengis. Tepat di telingaku.

“Sayyid kalau mau makan atau air hangat saya akan bawakan sekarang,” tawarku tetap dengan tangis membuncah dan suara yang nyaris lenyap.

“Aku tak butuh itu. Lagi pula aku tidak sakit. Bagaimana kamu bersedia menemaniku menikmati surga duniawi?”

Aku menyeret kakiku kuat-kuat. Sial! Mengapa begitu kaku dan berat. Sedangkan dia terus mendekatiku. Tak mau menyerah.

“Tap...!” ia mencengkram kedua bahuku.

Aku meronta, memukulnya sekuat mungkin. Ia semakin tertantang malah. Jilbab dan penutup wajahku dengan kasar dijambak hingga tak sehelai kain pun yang menutupi kepalaku.

Lagi-lagi ia tersenyum penuh kemenangan. Tubuhku diseret dan diempaskan begitu saja ke atas ranjang.

Ia mendekati tubuhku. Sementara aku tak henti menepisnya, meski tubuhku semakin melemah.

“ Ya Allah, tak ada yang mampu menolongku selain Kau!” batinku menjerit menunggu pertolongan-Nya .

“Abii!” seketika bentakan keras menghentakkan Sayyid Kamil yang tengah membabi-buta. Ia menoleh ke belakang.

Tampak Sayyidah Khumairah berdiri menahan lonjakan amarah. Ia berlalu tanpa melontarkan satu kata pun. Sayyid Kamil berlari memburunya. Dan entahlah yang mereka lakukan. Sejurus kemudian terdengar suara pecahan beling bersahutan.

Aku selamat! Terimakasih, ya Allah! Tangisku meledak sambil memeluk kedua lututku. Sebutir cairan menjatuhi tanganku, memerah. Kuusap, darah bersimbah dari sudut bibirku. Ah, aku terisak sejadi-jadinya.

***

Tiga hari berlalu dari kejadian itu, selama itu Sayyidah Khumairah tampak jengah di depanku. Hingga aku tak tahan. Akhirnya aku memutuskan mengemasi barang-barangku.

Malam tadi sudah kuceritakan semua kejadian kepada Pak Rosyad. Ia sangat kaget dan menyuruhku untuk segera pergi dari rumah ini. Ia juga akan menjemputku beberapa saat lagi. Terakhir kutatap gambar ka’bah yang menggantung di dinding kamarku. Aku terisak sambil beranjak berniat menata langkah baru di luar sana.

“ Tunggu perempuan penggoda!”

“Plakk...” tamparan keras mendarat di wajahku. Tubuhku seketika terpelanting.

Aku terbangun gelagapan. Tampak di depanku Sayyidah Khumairah dengan wajah bengis. Matanya membulat. Kudengar deru nafas memburu di dadanya.

“Sayyidah, sungguh saya tidak pernah menggoda Sayyid Kamil,” ujarku merajuk bercucuran air mata.

Ia tak menggubris. Malah menyungkurkanku ke lantai.

Aku meringis.

Ketika aku bangkit, sebuah benturan keras mengambrukkan tubuhku. Seketika butir-butir cahaya hitam menyergap retinaku. Bumi terasa berputar mengelilingiku. Cairan hangat membasahi kepala. Ah, tubuhku ringan melayang-layang.

Sunyi menyungkupi tubuhku.

Hai! Apa itu? Ka’bah tampak terbang seolah akan menjemputku yang tengah melayang. Lalu itu! Riuh mahasiswi Makkah memasuki sebuah gedung. Namun, mengapa ada seorang perempuan yang tersenyum kepadaku. Dan herannya, perempuan itu adalah aku! ?

Dan cahaya Makkah begitu jelas menyemburat. Gema adzan menyusuri relung-relung hatiku. Namun, tiba-tiba senyap. Ka’bah seketika hilang tak adalagi suara suara yang menangkupi telingaku.

Kemana?

Senyap!

Kombongan, 3 Maret 2013

SITI ROHMAH adalah santriwati Pondok Pesantren Nuruh Huda, Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Ia masih tercatat sebagai siswi Madrasah Aliyah Nurul Huda.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Berita, Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Rabu, 21 Februari 2018

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

Arafah, PKS Piyungan Taubat. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, haji mabrur adalah mereka yang berhaji yang ditandai sikap cinta serta solidaritas yang tinggi terhadap sesama, saling menghargai dan toleransi terhadap perbedaan.

"Hal itu sejalan dengan pesan Rasulullah dalam khutbah wada 14 abad silam, yang perlu kita ke depankan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia," kata Menag Lukman dalam sambutan selaku Amirul Hajj Indonesia pada pelaksanaan wukuf haji di Arafah, Minggu.

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

Menurut Lukman, manusia ditakdirkan hidup dalam lingkungan masyarakat majemuk, baik dari segi etnis, suku, bahasa dan budaya maupun paham keagamaan.? Terhadap sesama manusia, kata dia, perlu ditumbuhkan solidaritas kemanusiaan (ukhuwah insaniyah), terhadap sesama Muslim kembangkan persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah) dan terhadap sesama bangsa rajut persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah).

"Pengejawantahan dari ketiga nilai ini merupakan bentuk kemabruran sosial yang perlu dipelopori oleh para haji di Tanah Air nanti," kata dia.

Dengan spirit persaudaraan, kata Lukman, umat manusia agar merajut kebersamaan, mengembangkan kerja sama dalam membangun kehidupan bersama yang maju dan berkeadaban.? Lukman mengatakan, di era digital sekarang, haji memiliki makna lebih mendalam yaitu sebuah jalan kembali dari keterasingan diri ketika terlena berkutat dengan teknologi komunikasi informasi.

PKS Piyungan Taubat

Haji, lanjut dia, ibarat install ulang terhadap segala program yang memengaruhi gerak tubuh dan perjalanan hidup. Waktu berhaji adalah masa perbaikan diri agar kembali berfungsi sesuai tujuan hidup setiap insani, yaitu beribadah dengan segala bentuknya sepenuh hati.? "Wukuf dapat bermakna hibernasi (proses mengistirahatkan diri) untuk mengoptimalkan kembali fungsi rohani dan ragawi," kata dia.

Menurut dia, kesediaan menahan kepenatan dalam melaksanakan rukun Islam kelima ini adalah wujud penegasan diri sebagai hamba yang hanya berserah kepada Sang Maha Kuasa. Kesabaran, berpanas-panas di Arafah adalah energi yang menghubungkan manusia dari berbagai latar belakang ke dalam satu ikatan.

PKS Piyungan Taubat

"Sebesar apapun perbedaan di antara kita, apapun latar belakang kita, dari manapun asal kita, sejatinya semua ingin berkomunikasi dengan pesan yang sama kepada Allah SWT, yakni diakui sebagai seorang Muslim, seorang yang berserah diri kepada ajaran Allah SWT demi mewujudkan keselamatan dan kedamaian," kata dia. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Nahdlatul Ulama PKS Piyungan Taubat

Kamis, 15 Februari 2018

Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir

Moskow, PKS Piyungan Taubat. Direktur Institut Orientologi Akademi Sains Nasional Armenia Ruben Safrastyan, dengan mengacu pada sifat program nuklir damai Iran, mengatakan tidak ada bukti mengenai upaya Teheran untuk membangun senjata nuklir.

Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir

Dalam satu wawancara dengan situs Rusia Regnum pada Jumat, Safrastyan mengatakan bahwa tidak ada organisasi intelijen di dunia yang memiliki bukti yang menunjukkan bahwa Iran sedang membuat senjata nuklir.

Ia menambahkan bahwa informasi dari semua organisasi intelijen menunjukkan bahwa Iran belum mampu mencapai tingkat pengayaan uranium untuk memungkinkan membuat senjata nuklir.

PKS Piyungan Taubat

Direktur Institut Orientologi Armenia melanjutkan bahwa Iran tidak melanggar program deklarasi nuklir damainya dan inspeksi dari para ahli Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) telah membuktikan kenyataan ini beberapa kali.

PKS Piyungan Taubat

Analis Armenia mengatakan bahwa Iran belum membuat keputusan politik untuk membuat senjata nuklir, dan menambahkan bahwa mempertimbangkan upaya damai Iran di wilayah tersebut, mereka tidak akan membuat senjata atom.

Ia mengatakan bahwa ancaman-ancaman AS dan militer rezim Zionis dan propaganda media mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran merupakan bagian dari perang psikologis terhadap Iran, dengan tujuan menciptakan ketidakpuasan dan kekhawatiran di kalangan rakyat Iran.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Jumat, 02 Februari 2018

Hj Sinta Nuriyah Minta Jaga Budaya dan Seni Daerah

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Istri Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid, Hj Sinta Nuriyah meminta masyarakat agar senantiasa menjaga dan melestarikan kesenian dan budaya daerah. Sebab budaya dan kesenian tersebut bisa dipakai sebagai benteng atau perisai dalam melawan kesenian dari luar.

Hal tersebut disampaikan Sinta Nuriyah ketika melakukan buka bersama dengan ratusan masyarakat dan pedagang pasar di Pasar Paiton Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, Ahad (26/6) sore.

Hj Sinta Nuriyah Minta Jaga Budaya dan Seni Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Sinta Nuriyah Minta Jaga Budaya dan Seni Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Sinta Nuriyah Minta Jaga Budaya dan Seni Daerah

“Kesenian dan budaya daerah memiliki banyak filsafat dan menunjukkan citra daerah yang bisa menghalau serangan budaya dari luar daerah. Sehingga keberadaan kesenian dan budaya ini harus terus dijaga dan dilestarikan,” katanya.

Terkait keberadaan perpustakaan yang dimiliki Pasar Paiton, Sinta Nuriyah mengharapkan agar tidak menjadi pajangan saja tetapi juga menjadi media menambah ilmu bagi para pedagang.

PKS Piyungan Taubat

“Sehingga masyarakat tidak hanya jualan saja, tapi juga bisa dijadikan sebagai sekolah yang bisa mengangkat kaum marjinal dan tidak kalah dengan yang di luar daerah. Mudah-mudahan menjadi orang luar biasa, bersijap jujur dan adil,” harapnya.

Sementara Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Hj. Sinta Nuriyah yang istiqomah setiap bulan Ramadhan mengunjungi Kabupaten Probolinggo. “Alhamdulillah beliau selalu istiqomah berkeliling setiap bulan suci Ramadhan. Tidak hanya di Kabupaten Probolinggo, tetapi juga di seluruh nusantara,” ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Hasan menyampaikan bahwa Pasar Paiton merupakan satu-satunya pasar yang memiliki perpustakaan. Tujuannya, selain kesibukan berdagang masyarakat juga menyisihkan waktu untuk membaca sesuai perintah Allah SWT.

“Ternyata keberadaan perpustakaan di Pasar Paiton ini banyak yang mengunjungi dan banyak yang membaca. Semoga ke depan semakin banyak yang membaca, sehingga intelektualnya terjaga,” jelasnya.

Buka bersama ini dihadiri Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari, Pengasuh Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Hj Badiatus Sholehah Hafidz Aminuddin, Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil, Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo KH Idrus Ali serta sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut Hj. Sinta Nuriyah juga melayani pembelian minyak goreng secara simbolis seharga Rp 7 ribu per liter. Dimana disediakan total 5 ribu liter untuk para kaum dhu’afa. Serta pemberian 400 paket sembako kepada janda miskin di pesisir pantai, abang becak dan pedagang emperan Pasar Paiton dari Baznas Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama PKS Piyungan Taubat

Minggu, 28 Januari 2018

GP Ansor Jombang Terus Sosialisasikan Bahaya Radikalisme

Jombang, PKS Piyungan Taubat

Penegasan sejumlah kalimat kecaman terhadap keberadaan teroris dan gerakan radikalisme yang lain diumbar oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kalimat-kalimat tersebut ditulis di spanduk dan banner yang dipasang di beberapa titik yang strategis dilewati banyak orang.

Demikian salah satu intruksi Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor setempat. Bahkan di skala nasional, GP Ansor menyerukan hal yang sama. Mereka menganggap keberadaan terorisme dan radikalisme adalah ancaman bagi bangsa Indonesia, khususnya warga nahdliyin yang harus disikapi dengan serius. ?

GP Ansor Jombang Terus Sosialisasikan Bahaya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jombang Terus Sosialisasikan Bahaya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jombang Terus Sosialisasikan Bahaya Radikalisme

"Sehubungan dengan maraknya gerakan radikalisme yang mengarah pada terorisme, GP Ansor jatim bahkan nasional sepakat menolak gerakan radikalisme atas nama agama dan terorisme," ujar H Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua PC GP Ansor Jombang, Jumat (11/3).

Untuk itu, kata Zulfikar sapaan akrabnya, GP Ansor dari tingkat ranting hingga kecamatan secara kesuluruhan harus menonjolkan sikap penolakan terhadap mereka. Salah satunya dengan menyebarkan spanduk dan banner tersebut.

PKS Piyungan Taubat

"Diimbau kepada PAC GP Ansor memasang spanduk banner ukuran bebas design bebas tonjolkan merah putih kemudian dilettakkan di tempat strategis, bisa jalur utama di masing-masing kecamatan," katanya.

Untuk ketentuan dan mekanisme penulisan spanduk dan banner, ia menjelaskan disesuaikan dengan tema dan tujuan awal, yakni menyatakan sikap penolakan GP Ansor Jombang terhadap kelompok radikal. Bisa memilih tulisan yang sudah disediakan atau yang serupa, dan mencantumkan logo Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna).

PKS Piyungan Taubat

"Konsep banner dan spanduk dapat memilih sebagai berikut: Tolak gerakan radikalisme yang mengarah pada terorisme, wujudkan kerukunan antar umat beragama; Kami ingin damai. Mari lawan terorisme; Masyarakat Jombang sepakat berantas terorisme; Terorisme tidak boleh hidup di Jombang; Terorisme musuh kita bersama; Terorisme haram hidup di Jombang dan lain-lain yang berhubungan kalimat tersebut," tandasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama PKS Piyungan Taubat

Minggu, 21 Januari 2018

Tiba di Asrama Haji Yogyakarta, Kesebelasan LSN Region NTB 1 Optimis Menang

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat - Perhelatan Liga Santri Nasional (LSN) yang mempertemukan para juara region se-Indonesia digelar di Yogyakarta. Kesebelasan Pesantren Assulamy Lingsar Lombok Barat sebagai kontingen NTB 1 tiba di di Asrama Haji Daerah Istimewa Yogyakarta.

Segenap rangkaian acara telah dilewati mulai dari arahan panitia nasional hingga kini sedang di screning data, kesehatan, dan lainnya yang disyaratkan panitia nasional kepada seluruh peserta LSN.

Tiba di Asrama Haji Yogyakarta, Kesebelasan LSN Region NTB 1 Optimis Menang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiba di Asrama Haji Yogyakarta, Kesebelasan LSN Region NTB 1 Optimis Menang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiba di Asrama Haji Yogyakarta, Kesebelasan LSN Region NTB 1 Optimis Menang

"Kami baru saja mengikuti arahan dari panitia nasional," kata Manager klub Assulamy Lombok Barat Ahmad Khotib di Asrama Haji Yogyakarta, Ahad (23/10).

Menurutnya, anak asuhnya yang terdiri atas 20 pemain termasuk cadangan ini telah mempersiapkan dirinya secara matang. Latihan rutin dilakukan saat masih di Lombok.

PKS Piyungan Taubat

Ditanya soal target kemenagan Khotib menjawab diplomatis. Pada prinsipnya semua orang mau menang dan semua orang mau juara. Tentu pihaknya pun menargetkan itu dan optimis. “Mudah-mudahan kami bisa lolos di 16 besar.”

PKS Piyungan Taubat

Klub Assulamy masuk di group A besama Kalimantan 2, Kalimantan 3, dan Jawa Barat 2. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nahdlatul Ulama, Budaya PKS Piyungan Taubat

Minggu, 07 Januari 2018

Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pak ustadz, saya ingin menanyakan seputar shalat dua rakaat ketika masuk masjid atau yang dikenal dengan sebutan shalat tahiyyatul masjid. Pertama, apa makna shalat tahiyyatul masjid? Kedua, apabila kita masuk masjid kemudian duduk, apakah anjuran melakukan shalat tahiyyatul masjid gugur? Ketiga, ketika kita masuk masjid mengingat waktunya begitu sempit kemudian kita langsung melakukan shalat qabliyyah, bolehkah kami menggabungkan niat shalat sunah qabliyyah dengan shalat tahiyyatul masjid? Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Ahmad Majid/Pekalongan)

Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3)

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Dalam kesempatan kali ini kami akan mencoba untuk menjawab pertanyaan yang ketiga atau yang terakhir. Makna shalat tahiyyatul masjid adalah perwujudan dari salam penghormatan kepada masjid.

PKS Piyungan Taubat

Sedangkan yang dimaksudkan adalah memberikan salam penghormatan kepada Sang Pemilik Masjid, yaitu Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang telah kami jelaskan pada kesempatan sebelumnya. Karena itu maka yang menjadi poin penting adalah adanya shalat ketika masuk masjid sebagai bentuk salam kepada Allah.

PKS Piyungan Taubat

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Walhasil bahwa yang diminta (dianjurkan) dari orang yang masuk ke dalam masjid adalah hendaknya ia melakukan shalat di dalamnya sebagai bentuk salam penghormatan kepada Pemiliknya Yang Maha Luhur,” (Lihat Ibnu Abidin, Hasyiyah Raddul Mukhtar, Beirut, Darul Fikr, 1421 H/2000 M, juz II, halaman 18).

Atas dasar penjelasan singkat ini, maka setidaknya dapat dipahami bahwa ketika ada seseorang yang masuk ke dalam masjid kemudian melakukan shalat qabliyyah maka shalat tahiyyatul masjid sudah termasuk di dalamnya. Dengan catatan orang tersebut tidak menafikannya dalam niat ketika takbiratul ihram.

Dari sini kemudian kita bisa memahami pendapat dari para ulama madzhab Syafi’i—sebagaimana dikemukakan oleh Muhyiddin Syaraf An-Nawawi—yang menyatakan bahwa tidak disyaratkan niat shalat tahiyatul masjid.

Karenanya ketika ia shalat dua rakaat dengan niat shalat sunah mutlak atau shalat sunah rawatib atau selainnya, atau bahkan shalat fardlu baik shalat ada`, qadla, atau nadzar maka hal itu sudah dianggap cukup. Konsekuensinya ia mendapat pahala sesuai dengan apa yang diniatkan sekaligus juga mendapatkan pahala tahiyyatul masjid.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para ulama dari kalangan madzhab kami (madzhab Syafi’i) berpendapat bahwa tidak disyaratkan seseorang untuk berniat shalat tahiyyatul masjid dua rakaat, bahkan apabila ia shalat dua rakaat dengan niat shalat sunah mutlaq atau niat shalat dua rakaat shalat sunah rawatib atau selain rawatib, atau shalat fardlu baik shalat ada`, qadla, atau yang dinazdarkan maka hal teresebut dia anggap mencukupi dan ia mendapatkan sesuai dengan niatnya termasuk di dalamnya shalat tahiyyatul masjid. Dalam hal ini tidak ada perselisihan pendapat di antara mereka,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz III, halaman 544).

Lebih lanjut, menurut mereka, bahwa ketika seseorang niat shalat fardlu dan tahiyyatul masjid atau niat shalat rawatib dan tahiyyatul masjid, maka keduanya bisa peroleh sekaligus. Atau dengan kata lain mengabungkan niat shalat fardlu dengan tahiyyatul masjid atau shalat rawatib dengan tahiyyatul masjid adalah diperbolehkan dan tetap mendapatkan dua pahala sekaligus.

  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para ulama dari kalangan madzhab kami menyatakan, ‘Begitu juga apabila ia berniat shalat fardli dan shalah tahiyyatul masjid atau berniat shalat rawatib dan tahiyyatul masjid maka keduanya bisa diperoleh semuanya. Dalam hal ini tidak ada perselisihan pedapat di antara mereka,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz III, halaman 544).

Lantas apa logika atau argumentasi yang bisa diketengahkan untuk mendukung pandangan tersebut? Salah satu argumen yang bisa diajukan di sini adalah bahwa yang menjadi poin penting atau intinya adalah adanya shalat ketika masuk masjid sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

Sedangkan ketika seseorang masuk masjid kemudian langsung menjalakan shalat apakah itu shalat fardlu atau rawatib, maka hal itu telah tercapai. Begitu juga ketika seseorang niat shalat fardlu dan niat tahiyyatul masjid misalnya, keduanya dapat diperoleh. Dengan kata lain mendapatkan pahala keduanya.

(? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Shalat tahiyyatul masjid bisa didapatkan dengan shalat fardlu atau shalat sunah yang lain baik shalat tahiyyatul masjid diniati bersamaan shalat fardlu atau sunah maupun tidak. Sebab, intinya adalah adanya shalat sebelum duduk di masjid dan hal itu sudah terwujud sebagaimana disebutkan. Dan niat shalat tahiyyatul masjid tidak merusak shalat tersebut karena shalat tahiyyatul masjid adalah termasuk sunah yang tidak ditentukan (sunah gharu maqshudah). Berbeda dengan niat shalat fardlu bersamaan dengan shalat sunnah yang sudah ditentukan. Dalam kasus ini shalatnya tidak sah,” (Lihat Jalaluddin Al-Mahali, Syarhu Minhajit Thalibin, dalam Hamisy Hasyiyah Qalyubi wa Umairah, Syarikatu Maktabah wa Mathba’ah Ahmad Said bin Nabhan, juz I, halaman 215).

Berangkat dari penjelasan di atas maka impulannya adalah diperbolehkan menggabungkan niat shalat sunah qabliyyah dengan tahiyyatul masjid. Bahkan seandainya tidak niat tahiyyatul masjid tetap tahiyyatul masjid dapat diraih. Artinya juga mendapatkan pahala shalat qabliyyah sekaligus tahiyyatul masjid.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nahdlatul Ulama, IMNU PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 06 Januari 2018

Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi

Pamekasan, PKS Piyungan Taubat 

Meski bulan kelahiran Nabi Muhammad berhimpitan dengan akhir tahun, rupanya semangat dalam bershalawat masih terus membumi. Utamanya acara bagi kalangan siswa di sekolah.

Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi

Salah satu contohnya kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTs-MA Az-Zubair Pamekasan, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, dalam acara maulid nabi semarak dihadiri jajaran dewan guru, Sabtu (31/12).

"Ini sebagai upaya belajar meneladani Rasulullah, apalagi siswa masih memiliki benteng kesegaran dalam mencari ilmu, tentu dirasa tepat perayaan maulid ini juga melibatkan semua pihak pengurus yayasan dan siswa," terang Moh. Zayyadi salah seorang dewan guru. 

Acara semakin berkhitmad karena diawali dengan pembukaan langsung oleh guru sesepuh, yaitu Kyai Sibaweh. Kemudian berlanjut pada pembacaan ayat suci Al- Quran. Sementara Sholawat Nabi yang diiringi rebana berlanjut pada acara terakhir.

PKS Piyungan Taubat

Pengasuh yayasan Az-Zubair Mahrus Ali sekaligus sebagai penceramah memastikan kegiatan Maulid Nabi yang digelar oleh siswa akan tercipta sebuah karakter kecintaan pada sang Rasul.

"Perayaan Maulid Nabi ini untuk  meneladani sikap Nabi Muhammad dengan tujuan menanamkan rasa cinta para ummatnya. Apalagi kalian yang masih menjadi siswa, tentu harus banyak tau sejarah Nabu Muhammad," pinta Kiai Mahrus Ali dalam ceramahnya. 

Kiai Mahrus Ali melanjutkan, karena setiap muslim bisa dikatakan harus wajib memahami sejarah Nabi Muhanmad yakni dengan mengenal sifat-sifatnya dan perjuangannya. 

"Sehingga kalian akan menjadi generasi bangsa yang memiliki karakter dan keagamaan yang baik," motivasinya.

Tidak hanya itu, Kiai.Mahrus Ali juga menyampaikan pentingnya Ukhwah Islamiyah, sebagaimana peran ummat islam menjaga silaturrahmi antar sesama, demi persatuan dan kesatuan bangsa.

PKS Piyungan Taubat

"Kita harus mencotoh Nabi Muhammad SAW, baik dari sikap, perilaku, dan perbuatan. Nabi Muhammad SAW merupakan sosok dan suri tauladan yang terbaik bagi segenap alam. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Nahdlatul Ulama, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Senin, 25 Desember 2017

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung

Tasikmalaya, PKS Piyungan Taubat?



Ribuan Santri Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya siap menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan datang ke pesantren yang didirikan KH Ruhiat tersebut pada Jumat (9/6).

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung

Hal itu disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung KH Abun Bunyamin menanggapi akan datangnya presiden yang akrab disapa Jokowi ke pesantren itu.

“Ya ribuan santri akan berbaris mulai gerbang Cipasung menyambut Pak Jokowi,” kata Kiai Abun, Kamis (8/6/2017).

Menurut dia, kedatangan Jokowi ke Cipasung merupakan kali kedua. Sebelumnya pernah datang menjelang pemilihan presiden pada 2014.

Kiai Abun mengaku senantiasa akan mendukung segala kebijakan Jokowi selama demi kemasalahatan masyarakat Indonesia.

PKS Piyungan Taubat

Jokowi direncanakan datang ke pesantren itu untuk mengikuti Shalat Tarawih berjamaah. Ia direncanakan di Tasikmalaya karena esok harinya masih ada agenda di daerah tersebut. (Jani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Hadits, Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Rabu, 20 Desember 2017

Berdayakan Kader, GP Ansor Krikilan Luncurkan Angkringan

Rembang, PKS Piyungan Taubat - Dalam rangka mendukung kemandirian organisasi, Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Krikilan Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang meluncurkan unit usaha angkringan. GP Ansor berkewajiban mendorong anggotanya untuk mandiri secara ekonomi.

Peluncuran ini diumumkan saat pengajian halal bihalal di halaman depan masjid desa setempat, Jumat (29/7) malam.

Berdayakan Kader, GP Ansor Krikilan Luncurkan Angkringan (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdayakan Kader, GP Ansor Krikilan Luncurkan Angkringan (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdayakan Kader, GP Ansor Krikilan Luncurkan Angkringan

Salah seorang pengurus harian PP GP Ansor Aunallah (Gus Aun) dalam sambutanya menyampaikan bahwa kader NU harus menambah wawasan Aswaja. Selain itu Ansor harus mampu mendorong kemandirian organisasi dan kader.

"Adanya angkringan GP Ansor Sumber. Mudah-mudahan menjadi organisasi yang mandiri guna menghadapi persaingan global di Indonesia,” kata Gus Aun.

PKS Piyungan Taubat

Selain kemandirian organisasi, Gus Aun juga mengajak kader GP Ansor untuk terus menambah wawasan ke-Aswajaan dan ke-NUan.

Adanya angkringan ini diharapkan dapat mewujudkan kemandirian ke depan dan mampu mencetak kader potensial, serta loyal terhadap organisasi, harap Gus Aun. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 02 Desember 2017

Festival Al-Banjari Meriahkan Hari Santri Temanggung

Temanggung, PKS Piyungan Taubat



Festival rebana Al-Banjari menjadi jamuan istimewa perhelatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 di kampus STAINU Temanggung, Jawa Tengah. Kampus tersebut pada Jumat (20/10) dipenuhi rebana dari berbagai daerah. 

Festival Al-Banjari Meriahkan Hari Santri Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Al-Banjari Meriahkan Hari Santri Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Al-Banjari Meriahkan Hari Santri Temanggung

“Selain dari Temanggung sendiri, ada 30 grup rebana yang berpartisipasi dari Kota Salatiga, Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Jogjakarta,” kata Ketua Panitia Podo Muksin.

Perhelatan Festival Al-Banjari itu disambut antusias oleh masyarakat. Dilihat dengan banyaknya grup yang mendaftar membuat warga setempat berbondong-bondong ke STAINU Temanggung.

Mukhsin menyebut ada beberapa juri yang didapuk menilai para peserta dari beberapa aspek, mulai Samani, Pelatih Rebana Senior yang menilai aspek ketukan rebana; Fauzan, Vokalis Grup Rebana Panji Kinasih menilai aspek lagu; Sholahudin, KUA Bejen dari aspek vokal; serta Budianto dari KUA Kedu yang menilai sisi penampilan.

Festival Al-Banjari berlangsung hingga Sabtu (21/10) hari ini.

PKS Piyungan Taubat

Selain Festival Rebana Al-Banjari, PCNU Temanggung merayakan puncak HSN dengan Apel Akbar Hari Santri pada Ahad 22 Oktober 2017 di Gedung Pemuda Temanggung. Apel direncanakan diikuti ribuan santri, murid madin, serta siswa LP Maarif, dan mahasiswa STAINU Temanggung. (Dama/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Sejarah, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Jumat, 01 Desember 2017

Gus Sholah Minta Prabowo-Jokowi Bahu-Membahu Bangun Bangsa

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Di tengah Pilpres 2014 yang ditingkahi dengan kompetisi menegangkan selama kurun April-Juli 2014, Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I) melontarkan harapan yang menyejukkan.

Gus Sholah Minta Prabowo-Jokowi Bahu-Membahu Bangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Minta Prabowo-Jokowi Bahu-Membahu Bangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Minta Prabowo-Jokowi Bahu-Membahu Bangun Bangsa

"Pasca-pilpres, baik pasangan yang mendapat amanah rakyat maupun yang belum, untuk bekerja sama bahu membahu membangun bangsa dan negara Indonesia dalam mewujudkan amanat para pendiri bangsa yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945," ucap Ketua Majelis Pembina MP3I KH. Salahuddin Wahid.

Ya, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur yang akrab disapa Gus Sholah itu mengemukakan hasil itu saat menyampaikan hasil pertemuan MP3I di pesantren setempat (8/7) yang dihadiri Ketua Majlis Mustasyar MP3I Letjend (Purn) Ir H Azwar Anas, Ketua Umum MP3I KHM Zaim Ahmad Mashoem, dan Sekjen MP3I Dr H Shofiyullah Muzammil MAg.

PKS Piyungan Taubat

Intinya, MP3I meminta capres Prabowo Subianto dan Joko Widodo untuk bekerja sama pasca-Pilpres, karena keduanya merupakan putra terbaik dari republik tercinta.

PKS Piyungan Taubat

"Akhir-akhir ini, kami menilai banyak sekali pernyataan dan aksi yang dikeluarkan berbagai pihak yang berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa, sehingga pesta demokrasi yang seyogyanya dapat memberikan manfaat justru menyebabkan bangsa berpotensi terbelah," tukasnya.

Atas hal tersebut, MP3I mengajak semua pihak untuk kembali mengingat amanah dalam Firman Allah SWT melalui Al Quran Surah Al-Imran ayat 103.

Ayat itu berbunyi: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk."

Selain itu, MP3I juga mengingatkan sejarah Bangsa Indonesia yang sejak dahulu selalu menjadi sasaran berbagai kekuatan besar, dan lebih dari 350 tahun dijajah dengan politik "Devide et Impera" atau politik memecah belah persatuan.

Dalam pernyataan sikapnya, MP3I menyitir tiga wasiat pendiri bangsa yakni fatwa para ulama pesantren di bawah pimpinan Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dengan Resolusi Jihad, pesan Bung Karno, dan pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Fatwa para ulama pesantren di bawah pimpinan Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dalam Resolusi Jihad adalah kesediaan berkorban jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan melawan berbagai bentuk penjajahan.

Sementara itu, Bung Karno berpesan "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri", sedangkan pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman adalah "Dalam menghadapi keadaan apapun, jangan lengah, sebab kelengahan menimbulkan kelemahan, dan kelemahan menimbulkan kekalahan, sedangkan kekalahan menimbulkan penderitaan."

Berangkat dari firman Allah dan pesan ketiga pendiri bangsa, MP3I mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para elite politik untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan persatuan bangsa untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok.?

"Kepada pemegang hak pilih untuk menggunakan haknya dengan bertanggung jawab dan kepada pasangan yang mendapat amanah rakyat ataupun yang belum hendaknya bekerja sama bahu membahu membangun bangsa dan negara Indonesia," tandas adik kandung almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.

Tidak hanya itu, komunitas pesantren yang sejak lima abad lalu menjadi soko guru pendidikan di Nusantara menyambut baik dan mendukung sepenuhnya iktikad mulia pasangan yang mendapat amanat rakyat untuk mendayagunakan pesantren menuju kemandirian, kemajuan dan kesejahteraan untuk membangun Indonesia. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama PKS Piyungan Taubat

Minggu, 19 November 2017

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Peringatan Hari Lahir atau Harlah ke-88 Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Jum’at (31/1) malam, diliputi suasana duka menyusul wafatnya Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh pada Jum’at (24/1) lalu. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memulai ceramahnya dengan berdoa dan mengenang pemimpin tertinggi NU itu.

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka

“Kita bersyukur sekaligus berduka. Bersyukur karena NU saat ini bertambah usia. NU sudah berusia 88 tahun. Kita berduka karena baru saja kita ditinggal ole Rais Aam Almukarram Syekh KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,” kata Kiai Said.

KH Sahal Mahfudh adalah seorang yang alim, terutama di bidang fiqih dan ushul fiqih. Salah satu kitab monumental yang ditulis adalah Thariqatul Husul yang merupakan penjelasan dari kitab Ghayatul Wushul karya ulama Syafiiyah terkemuka, Syekh Zakariya Al-Anshari.

“Kitab? Ghayatul Wushul itu merupakan kitab ushul fiqh yang cukup sulit, namun Kiai Sahal melalui Thariqatul Husul membuat kitab Syekh Zakaria itu jadi mudah. Dan kitab itu ditulis Kiai Sahal pada saat berusia 24 tahun,” kata Kiai Said.

PKS Piyungan Taubat

“Kealiman Kiai Sahal tidak diragukan lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya sembari merinci tujuh kitab berbahasa Arab yang ditulis Kiai Sahal.

Kiai Said melanjutkan, Kiai Sahal merupakan sosok yang patut diteladani. “Beliau adalah sosok yang sangat kuat memegang prinsip. Bahasa kita, beliau itu sulit untuk dilobi,” kata Kiai Said di hadapan sekitar seribu warga Nahdliyin yang hadir yang memenuhi aula utama PBNU, termasuk sejumlah kader NU yang aktif di partai politik dan menduduki pos-pos penting di pemerintahan.

Tasyakuran Peringatan Harlah ke-88 didahului dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk para pendiri dan tokoh NU. Sejumlah keluarga pendiri dan tokoh NU hadir, antara lain, keluarga KH Hasyim As’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Ma’shum, KH Zainul Arifin, KH Djamaluddin Malik, H. Asrul Sani, H Mahbub Djunaidi, dan KH Idham Chalid. (A. Khoirul Anam)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama PKS Piyungan Taubat

Minggu, 12 November 2017

Pesantren Tremas Gelar Haflah Nasional

Pacitan, PKS Piyungan Taubat. Perguruan Islam Pondok Pesantren Tremas Pacitan, Jawa Timur menggelar Haflah Nasional Akhiruddirosah dan Wisuda Purna Belajar santri? tahun pelajaran 1434 H/2013 M, pada Sabtu malam (29/6).

Pesantren Tremas Gelar Haflah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tremas Gelar Haflah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tremas Gelar Haflah Nasional

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh wali santri kelas III Madrasah Salafiyah Mu’adalah dari seluruh indonesia, para alumni, dan santri. Para hadirin berduyun-duyun mendatangi komplek Perguruan Islam PondokTremas Pacitan untuk mengikuti jalanya kegiatan tahunan itu.

Walaupun hujan deras sempat turun diawal acara, namun tidak menyurutkan semangat para hadirin dan kemeriahan acara Haflah.

PKS Piyungan Taubat

Dalam kesempatan itu, sebanyak 164 santri kelas III Madrasah Aliyah Salafiyah Mu’adalah diwisuda sebagai bentuk formal? telah menyelesaikan jenjang pendidikan diPerguruan Islam Pondok Tremas Pacitan.

Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan KH.Fuad Habib dalam sambutanya berharap, bahwa para santri yang sebentar lagi lulus dari pondok untuk terus melanjutkan menuntut ilmu, karena dalam agama, tidak ada bahasa cukup dalam menuntut ilmu.

PKS Piyungan Taubat

“Menuntut ilmu itu tidak ada batasnya, bukan wajib 9 atau 12 tahun, Tapi Minal Mahdi Ilal Lahdi,dari bayi hingga meninggal dunia nanti”demikian kata beliau.

Pendiri, pelajar pertama Indonesia di AL-Azhar

Haflah Akhiruddirosah diisi dengan Mauidhoh Hasanah yang disampikan oleh KH.Luqman Harist Dimyathi, Pimpinan Majlis Ma’arif Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan.

Dalam pidatonya yang berlangsung 45 menit itu, ia menyampaikan banyak hal. Salah satunya mengulang kembali tentang ketokohan Pendiri Pondok Tremas, KH. Abdul Manan Dipomenggolo yang mashur itu.

Dalam buku yang dimilikinya; Jauh di Mata Dekat di Hati, cetakan Kedutaan Besar RI di Kairo Mesir di situ ditulis bahwa KH. Abdul manan, Pendiri PondokTremas adalah salah satu komunitas pertama orang Indonesia yang belajar di Universitas Al Azhar Mesir pada tahun 1850 M,” katanya disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

Selain itu, Gus Luqman yang menjabat? sebagai Sekjen dalam kepengurusan Forum Komunikasi Pesantren Mu’adalah se-Indonesia, menyatakan bahwa ijazah Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan dari mulai pendidikan TK sampai Perguruan Tinggi sudah? diakui oleh Negara Republik Indonesia.

“Katakan kepada dunia, bahwa di Tremas mulai dari TK sampai perguruan tinggi ijazahnya maa fil muskilah, tidak ada masalah. Sudah diakui oleh negara Republik Indonesi.”

Kiai muda yang duduk sebagai A’wan Syuriah PWNU Jawa Timur menambahkan, hal itu sebagai bentuk penghargaan negara kepada pesantren melalui status pesantren Mu’adalah.

Di Indonesia saat ini pesantren yang mendapatkan status Pesantren Mu’adalah sesuai dengan SK terbaru dari Dirjen Pendis, Kemenag RI terhitung bulan januari hanya ada 32 pesantren. Salah satunya adalah Pondok Tremas.

Sementara itu, acara Haflah Akhiruddirosah dan Wisuda Purna Belajar santri baru berakhir padapukul 02.15 dini hari.

Redaktur: Abdullah Alawi

Kontributor: Zaenal Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Nahdlatul Ulama PKS Piyungan Taubat

Rabu, 08 November 2017

Ribuan Orang Hadiri Haul Syeikh Badawi Hanafi

Cilacap, PKS Piyungan Taubat. Ribuan orang datang dari berbagai daerah untuk menghadiri haul Syeikh Badawi Hanafi dan putranya Syeikh Mustolih Badawi. 

Ribuan Orang Hadiri Haul Syeikh Badawi Hanafi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Orang Hadiri Haul Syeikh Badawi Hanafi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Orang Hadiri Haul Syeikh Badawi Hanafi

Kegiatan yang diawali dengan ziarah ke makam Syeikh Badawi Hanafi dan Syeikh Mustolih Badawi di pemakaman Desa Kesugihan Kecamatan Kesugihan Cilacap, Rabu (8/5).

Ziarah dipimpin langsung oleh pengasuh PP AL Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Hasbullah Badawi BA. 

PKS Piyungan Taubat

Dalam tausiyahnya Mbah Hasbullah demikian biasa disapa mengingatkan jika seseorang tidak tahu kapan akan dipanggil oleh Yang Kuasa.

“Contohnya keponakan saya Sahid yang umurny masih 54 tahun namun sudah dipanggil lebih dulu dari saya yang sudah 74 tahun, jadi tugas manusia memang harus selalu mempersiapkan diri,”katanya.

PKS Piyungan Taubat

Pembacaan tahlil dan  doa menutup kegiatan ziarah, kemudian dilanjutkan dengan pawai ta’aruf lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan PP AL Ihya Ulumadin Kesugihan Cilacap dengan menyusuri jalan-jalan di Kecamatan Kesugihan.

Banyaknya peserta pawai ta’aruf membuat lalu lintas terendat bahkan macet karena berjubelnya masyarakat yang ingin melihat kegiatan haul yang setiap tahun di gelar oleh pesantren terbesar di Kabupaten Cilacap ini.

Selanjutnya digelar halaqoh yang dihadairi oleh pengurus Ranting NU se-Kabupaten Cilacap dan pengurus ranting PKB juga se-Kabupaten Cilacap. Ketua Dewan Syuro PKB KH Imadadurahman AL Ubudi yang juga salah satu pengasuh PP AL Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap berharap agar warga NU kembali merapatkan barisan untuk memperjuangkan kepentingan NU baik melalui politik kebangsaan yang menjadi roh NU maupun politik praktis yang menjadi roh PKB.

“Setidaknya di Cilacap warga NU harus bersama-sama membesarkan PKB agar secara politik warga NU juga mempunyai saluran aspirasi langsung,”katanya.

Malam harinya dilanjutkan dengan menggelar pengajian akbar yang juga dihadiri oleh ribuan warga NU serta para santri serta alumni. Pengajian akbar menghadirkan Prof Dr Mahfud MD dan KH Kaudul Ulum dari Bendo Pare Kediri Jawa Timur. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Yayan, Daryanto     

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Nahdlatul Ulama PKS Piyungan Taubat

Jumat, 03 November 2017

Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat



Peringatan Nuzulul Qur’an pada hakekatnya adalah ingin mengajak untuk introspeksi bersama-sama. Apakah ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an masih menghiasi dalam kesibukan kesehariannya di dunia ini.

Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri

Hal tersebut ditegaskan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin dalam peringatan Nuzulul Qur’an 1438 H yang digelar oleh Polres Probolinggo di Masjid Amaanullah Mapolres Probolinggo, Selasa (20/6) malam.

“Pernahkah kita dengan alat komunikasi yang canggih mengisi Al-Qur’an dalam handphone. Pernahkah dalam sholat satu ayat dibaca. Kegiatan ini mengajak kita yang lupa dan lalai tatlala disibukkan oleh tugas masing-masing. Meskipun satu ayat setidaknya bisa mengamalkan di lingkungannva,” katanya

Dengan kegiatan ini jelas Hasan, setidaknya polisi ini mampu mengamalkan ayat Al-Qur’an sesuai tupoksinya. Kalau tidak mampu secara finansial setidaknya bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Di tengah-tengah fragmatisme yang sulit ini, saya ingin memberikan solusi. Cukup dengan tersenyum, seorang polisi sudha memberikan manfaat,” jelasnya.

Hasan menegaskan bahwa peran dan tugas ibu-ibu selaku istri polisi memang dibutuhkan. “Belailah kasih sayang suaminya dengan doa. Karena doa itu Insya Allah tugas suami masing-masing cukup berat. Sebab kamtibmas menjadi indikator keberhasilan polisi,” tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Lebih lanjut Hasan menerangkan bahwa sesuai dengan kewenangan polisi, banyak lahan yang dapat dilakukan untuk berbuat baik kepada masyarakat di Kabupaten Probolinggo. “Terima kasih karena situasi kamtinmas di ? Kabupaten Probolinggo cukup kondusif,” ungkapnya.

Hasan menambahkan bahwa tantangan ke depan bagaimana seorang polisi mampu beramar makruf nahi mungkar. Yang jelas untuk meniadakan sama sekali tidak mungkin. “Setelah saya melihat secara seksama, kemungkaran di zaman ini banyak dilakukan oleh anak muda. Berbeda dengan dulu yang banyak dilakukan oleh orang tua karena alasan ekonomi. Mengurai kemungkanan bukan hanya tugas polisi tetapi juga semua elemen masyarakat,” pungkasnya.

Peringatan Nuzulul Qur’an ini dihadiri oleh Wakil Rais PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin beserta segenap jajaran, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Zuhri Zaini, Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo KH Idrus Ali, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 28 Oktober 2017

Kang Said: Pengurus NU Harus Siap Dikritik

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengingatkan seluruh jajaran pengurus NU mulai pengurus besar hingga anak ranting bahkan cabang istimewa NU untuk berbesar hati menerima catatan, kritik, dan komentar dari dewan Syuriyah NU. Kebesaran hati merupakan modal dasar pengurus NU.

Demikian dikatakan Kang Said dalam peringatan harlah ke-29 Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya (Lakpesdam NU) di aula lantai delapan gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (16/4) malam.

Kang Said: Pengurus NU Harus Siap Dikritik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Pengurus NU Harus Siap Dikritik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Pengurus NU Harus Siap Dikritik

Kang Said menilai wajar catatan dan kritik Syuriyah untuk Tanfidziyah. Pasalnya, NU merupakan sebuah organisasi yang mengikuti pakem organisasi ideal yang didasari sekurangnya lima syarat.

PKS Piyungan Taubat

Kelima itu, sambung Kang Said, adalah al-kafa’ah (proporsional), ta’ahhul (professional), al-infitah (terbuka), as-shorohah (transparansi), dan at-ta’awun (kerja sama).

PKS Piyungan Taubat

“Bendahara kita siap diaudit dengan auditor eksternal. NU pun membuka diri untuk kerja sama dengan TNI, kejaksaan, kepolisian di samping koordinasi dengan lembaga, lajnah, dan banom NU,” terang Kang Said.

Ia menyebut cepatnya laju perkembangan lembaga, lajnah, dan banom NU kendati beberapa di antaranya berjalan lambat. Bahkan baru periode saya ini, tambah Kang Said, jajaran Rais Syuriyah PBNU sangat aktif. Sebentar-sebentar mereka rapat. Padahal periode sebelumnya, para kiai Syuriyah jarang rapat.

“Bahkan Syuriyah kadang lebih aktif dari Tanfidziyahnya,” kata Kang Said disambut tawa sedikitnya seratus hadirin.

“Kalau Rais Syuriyah sudah rapat, tentu sejumlah kritik dan aspirasi ditujukan kepada pengurus. Tetapi tidak mengapa. Itu memang kerja Syuriyah untuk terus mengingatkan tanfidziyah mana yang kurang pas. Kita harus siap menerima masukan dan arahan Syuriyah,” tandas Kang Said mengimbau semua pangurus NU di semua lapisan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, IMNU, Nahdlatul Ulama PKS Piyungan Taubat

Senin, 09 Oktober 2017

Kepala MTsN Sumber Bungur Terima Penghargaan Madrasah Terbaik

Pamekasan, PKS Piyungan Taubat - Pada upacara Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenah) Pamekasan Ke-71, MTsN Sumber Bungur Pakong mendapatkan anugerah Aku Bangga Madrasahku sebagai Madrasah Terbaik di Kabupaten Pamekasan, Selasa (2/1).

Ia berhak menerima penghargaan itu setelah menyisihkan nominasi dua madrasah ibtidaiyah negeri, tiga madrasah tsanawiyah negeri, dan dua madrasah aliyah di Kota Gerbang Salam.

Kepala MTsN Sumber Bungur Terima Penghargaan Madrasah Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepala MTsN Sumber Bungur Terima Penghargaan Madrasah Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepala MTsN Sumber Bungur Terima Penghargaan Madrasah Terbaik

Piala dan piagam atas prestasi ini diberikan oleh Kepala Kemenag H Moh Shodiq kepada Kepala MTsN Sumber Bungur H Mohammad Holis pada upacara HAB Kemenag di lapangan MAN Pamekasan.

PKS Piyungan Taubat

Anugerah itu diberikan sebagai apresiasi pengelolaan madrasah yang beritegritas, profesional, dan bertanggung jawab dalam ikut memberikan pembinaan dan bimbingan kepada peserta didik, dalam rangka membangun pendidikan islami yang mampu berkompetisi di kancah global.

Penilaian anugerah Aku Bangga Madrasahku dilaksanakan pada bulan November 2016 yang meliputi implementasi delapan standar nasional pendidikan yang berorientasi pada konsep madrasah islami dengan basis kelestarian lingkungan. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ulama, Nahdlatul Ulama, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 07 Oktober 2017

Solidkan Kepengurusan, GP Ansor Gayam Gelar Konferensi

Bojonegoro, PKS Piyungan Taubat - Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro tengah melakukan konferensi anak cabang untuk kali pertama. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Yayasan Islam Nusantara Bahrul Ulum Gayam, Ahad (20/11).

Sekretaris panitia konferancab I Khoirul Muhsinin mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah keharusan dalam roda organisasi di tubuh GP Ansor. Selain itu, dalam forum tertinggi di tingkatan PAC ini juga membahas tentang evaluasi kepengurusan dan merekomendasikan sebuah rumusan yang akan dijadikan dasar untuk pembuatan program kerja ke depan.

Solidkan Kepengurusan, GP Ansor Gayam Gelar Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)
Solidkan Kepengurusan, GP Ansor Gayam Gelar Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)

Solidkan Kepengurusan, GP Ansor Gayam Gelar Konferensi

"Sahabat semua menjalani kegiatan ini dengan sangat serius, sehingga melahirkan beberapa gagasan besar untuk program kerja kepengurusan selanjutnya," kata Khoirul.

Konferancab ini juga melahirkan pemimpin baru PAC GP Ansor Gayam yang akan dinakhodai oleh Imam Hambali.

PKS Piyungan Taubat

"Kegiatan pemilihan ketua berjalan lancar dan ketua terpilih memberikan paparan visi misinya yang akan membawa ansor Gayam fokus pada kaderisasi dan pengembangan perekonomian Ansor," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia berharap ke depanya Ansor di kawasan industrialisasi migas ini dapat berjalan secara maksimal sehingga dapat memberikan kontribusi dalam meneguhkan perjuangan membangun pemuda NU.

Kegiatan ini dibuka dengan seminar bertemakan Menata Barisan Pemuda Untuk Meneguhkan Perjuangan Ulama. Hadir pada acara ini Fatkhul Qodir dari tim Aswaja Centre Jawa Timur dan Suudin Aziz (Aswaja Centre Bojonegoro) sebagai narasumber, pimpinan GP Ansor Bojonegoro, dan sejumlah pengurus MWCNU Kecamatan Gayam. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Berita, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Jumat, 06 Oktober 2017

Kaderisasi IPNU-IPPNU Lamongan Diikuti Utusan Empat Cabang

Lamongan, PKS Piyungan Taubat - Dalam rangka meningkatkan mutu kader-kader muda Nahdlatul Ulama, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar Latihan Kader Utama (Lakut) yang merupakan jenjang pengkaderan tertinggi di tingkat cabang.

Lakut yang berlangsung 6-9 Oktober 2016 di TPQ Syech Maulana Ishaq Kemantren, Paciran, Lamongan itu diikuti 50 kader pilihan dari Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU se-Kabupaten Lamongan dan beberapa kader yang didelegasikan PC IPNU-IPPNU di Jawa Timur, di antaranya Surabaya, Sumenep, Pamekasan, dan Tulungagung.

Kaderisasi IPNU-IPPNU Lamongan Diikuti Utusan Empat Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi IPNU-IPPNU Lamongan Diikuti Utusan Empat Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi IPNU-IPPNU Lamongan Diikuti Utusan Empat Cabang

Pembukaan Latihan Kader Utama dibuka langsung Wakil Ketua PCNU Kabupaten Lamongan Fauzi Ahmad. Turut hadir Sekretaris PCNU Lamongan Imam Ghazali, Gus Syahrul (Ketua RMINU Lamongan), dan Husen (Ketua PC LP Ma’arif NU).

Fauzi menyatakan bahwa IPNU-IPPNU adalah ujung tombak perjuangan Nahdlatul Ulama dalam mengembangkan karakter dan pemahaman yang tepat untuk menyikapi perubahan zaman. Kaderisasi, katanya, merupakan langkah konkret dalam organisasi guna mewujudkan kader penerus yang kompeten dan loyal terhadap organisasi.

PKS Piyungan Taubat

Ketua PC IPNU Kabupaten Lamongan Muhlisin mengatakan, Lakut angkatan II kali ini mengusung konsep “Terpimpin dan Terkomando”.? “Kami berharap pasca kegiatan tersebut para kader mampu menjadi pelopor IPNU IPPNU di wilayahnya masing-masing dan siap menghadapi segala macam bentuk fenomena di Indonesia,” tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

Peserta tampak antusias dan bersemangat dalam menerima pemaparan dari para narasumber. Mereka dituntut aktif dan kritis terhadap seluruh materi yang disampaikan, juga menerapkannya dalam tindakan nyata sehari-hari.

Ketua PC IPPNU Kabupaten Lamongan Alifa Puteri F berharap kaderisasi ini memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan kader di masa depan. “Senantiasa melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan para masyayikh terdahulu tanpa mengenal batas waktu,” jelasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Nahdlatul Ulama, Sejarah PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock