Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam

Sukoharjo, PKS Piyungan Taubat. Islam merupakan agama yang penuh kedamaian. Di Negeri Indonesia yang tercinta ini, Umat Islam juga berperan besar dalam menjaga kedamaian bangsa ini.

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam

“Alhamdulillah negara Indonesia termasuk negara yang masih dijaga keselamatannya. Maka mari dijaga tenan (dijaga betul). Kalau Umat Islam bersatu, Insya Allah yang diluar Islam pun akan merasa senang. Jejer (berdampingan) orang Islam mereka merasa senang dan aman,” kata Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf di depan ribuan jamaah yang menghadiri acara Pengajian Akbar di Solobaru Sukoharjo Jawa Tengah, Selasa (5/5) malam.

Habib Syech juga berpesan untuk menyemarakkan kampung-kampung dengan membaca Al-Qur’an dan sholawat.

PKS Piyungan Taubat

“Kita semarakkan dengan baca al-Qur’an dan sholawat. Zaman dahulu, di kampung-kampung waktu maghrib tidak ada yang keluyuran, mengaji al-Qur’an dan shalat berjamaah sekeluarga. Sekarang setelah maghrib malah ngobrol bersama di depan rumah,” ujar Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Dikatakan lebih lanjut oleh Habib Syech, televisi juga ikut menjadi salah satu penyebab anak-anak tidak mengaji di waktu maghrib. “Siaran televisi memang dibikin bagus waktu maghrib, membuat anak lupa untuk mengaji,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Di akhir ceramah, Habib Syech mendoakan para pemuda-pemudi agar menjadi pemuda-pemudi dan pemimpin surga.

Dalam acara pengajian akbar tersebut, turut hadir Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi dan para pengurus NU se-Soloraya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nasional PKS Piyungan Taubat

Jumat, 09 Februari 2018

Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung

Bandung, PKS Piyungan Taubat. Tim Pelajar Antiradikalisme (PAR) melakukan sosialisasi mengenai bahaya radikalisme di kalangan pelajar di Kecamatan Regol Kota Bandung, Kota Bandung, Sabtu, (27/1).

Ketua Harian Tim PAR Ahmad Regi Maulana mengatakan sosialisasi ini adalah bentuk nyata atas keprihatinan PAR terhadap paham radikal di kalangan pelajar.

Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung

"Maka pada acara masa kesetiaan anggota (Makesta) Pimpinan Anak Cabang (Pac) Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Regol Tim PAR kembali hadir untuk mengingatkan bahaya paham radikalisme di kalangan pelajar yang dapat merusak generasi muda saat ini," kata dia.

Ia menambahkan sosialisasi langsung kepada pelajar sangatlah efektif guna mencegah serta mengikis paham radikalisme dikalangan pelajar serta terciptanya suasana yang interaktif dan menyenangkan untuk pelajar itu sendiri.

"Tatap muka seperti ini kan sangat efektif sekali menurut saya," bebernya.

PKS Piyungan Taubat

Ia berharap Tim PAR  dapat menjadi media komunikasi dikalangan pelajar dalam menangkal paham-paham radikalisme yang mencoba merusak masa depan bangsa, serta kedepan kegiatan seperti ini akan sering dilakukan oleh Tim PAR.

"Kita sih berharapnya Tim PAR ini bisa menjadi media komunikasi bagi pelajar, bahkan menjadi solusi dalam menangkal paham-paham radikalisme, dan kedepannya kegiatan seperti ini akan sering kita lakukan," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Nasional PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah

Batam, PKS Piyungan Taubat. Tim kerja PBNU untuk pemberdayaan masyarakat desa mengizinkan para relawan pendamping desa yang dibentuk oleh NU direkrut oleh pemerintah. Meski demikian ditegaskan sejak awal pembentukan relawan NU di tiap ranting itu tidak terkait dengan program pemerintah.

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah

Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU yang juga ketua tim kerja PBNU untuk pemberdayaan masyarakat desa Yahya Ma’shum mengatakan, Surat Edaran PBNU kepada PCNU di kabupaten/kota untuk membentuk relawan pendamping desa di setiap pengurus ranting NU dirancang jauh sebelum Kementerian Desa dan PDT meluncurkan program pendamping desa.

Soal peristilahan yang mirip, menurut Yahya itu wajar saja. “Istilah ‘pendamping’ adalah nomenklatur umum, sudah lebih dulu digunakan oleh ormas dan LSM. Tapi yang membedakan kita dengan pemerintah yakni ada kata ‘relawan’nya,” kata Yahya di sesi akhir Rakernas V Lakpesdam NU di Batam, Kamis (16/4).

PKS Piyungan Taubat

Menurut Yahya, relawan desa bekerja secara swadaya dan mandiri. Tugas relawan pendamping desa yang dibentuk oleh NU adalah memberikan pendidikan dan informasi terkait dengan persoalan pembangunan, bukan hanya soal undang undang desa.

PKS Piyungan Taubat

“Relawan pendamping desa ini akan menginformasikan kepada warga NU melalui pranata sosial yang sudah ada di NU. Seperti melalui jamah tahlil, yasinan, diba’iyah, atau kelompok tani. Jadi kita tidak menggunakan pranata yang baru,” ujarnya.

“Kita juga akan melakukan advokasi bagaimana dana desa yang dialokasikan benar-benar memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat, yang diantaranya adalah warga NU,” tambahnya

Para peserta Rakernas dari berbagai daerah menanyakan, bagaimana jika relawan direkrut oleh pemerintah? Menurut Yahya, PBNU mengizinkan para relawan pendamping desa NU ikut bergabung menjadi relawan desa yang direkrut secara resmi oleh pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. “Malah bagus itu. Berarti performance kita diakui oleh pemerintah,” kata Yahya.

“Apa kita bisa ke sana (menjadi pendamping desa yang direkrut oleh pemerintah) itu terserah. Yang jelas program NU relawan pendamping desa NU ini tidak ada hubungannya dengan pemerintah,” tambahnya.

Dalam forum itu seorang peserta Rakernas dari Maluku menyampaikan pertanyaan dari daerah-daerah mengenai Surat Edaran PBNU yang mensyaratkan relawan pendamping desa NU harus memenuhi kualifikasi pendidikan S1.

“Sudah kita pikirkan masak-masak. Kenapa harus S1? Agar relawan pendamping desa kita ini mempunyai kepercayaan tinggi. Agar ita tidak direndahkan, kita equal. Kita ingin mendobrak stigma yang tidak menguntungkan kita,” kata Yahya. Para peserta Rakernas dalam kesempatan itu memastikan bahwa di tiap ranting NU telah mempunyai calon kader relasan pendamping desa yang telah menempuh pendidikan setingkat S1.

Sesi terakhir Rakernas V Lakpesdam di Batam memang secara khusus membahas mengenai desa, khususnya terkat dengan implementasi UU Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD). Salah satu narasumber Eman A. Rahman sebelumnya menjelaskan berbagai perkembangan terbaru terkait dana desa itu. Beberapa kelurahan, misalnya mengajukan diri untuk berubah status menjadi desa agar bisa mendapatkan dana desa itu. (A. Khoirul Anam)

?

Foto: Yahya Mashum memberikan penghargaan kepada PC dan PW Lakpesdam yang dinilai telah sukses melakukan program penembangan sumberdaya manusia dan kaderisasi NU.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Santri, Nasional PKS Piyungan Taubat

Minggu, 07 Januari 2018

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Jakarta, PKS Piyungan Taubat?

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj akan menyampaikan pidato kebudayaan di PBNU Jakarta Selasa malam (31/1) ini. ? Pidato tersebut dalam rangka peringatan Harlah ke-91 NU dengan tema “Budaya sebagai Infrastruktur Penguatan Paham Keagamaan”.

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Menurut Ketua Panitia Harlah ke-91 NU, Masduki Baidlowi, Kiai Said akan menyampaikan Islam Nusantara, budaya, dan masalah kemasyarakatan seperti menyinggung masalah ekonomi dan lain-lain. “Intinya Kiai Said akan menyampaiakan kerangka berpikir gerakan keagamaan melalui budaya. Dan itu harus diperkuat,” katanya di gedung PBNU, Senin (30/1).

Ia menambahkan, tema tersebut diusung dengan beberapa pertimbangan, di antaranya NU ingin menegaskan kembali strategi dakwah Islam yang berhasil tersebar dan dipeluk penduduk Nusantara.?

“Bahwa Islam menyebar ke Nusantara dari abad ke-9, berhasil diterima dengan gencar pada abad 12 dan 13 menggunakan kebudayaan lokal sebagai pemahaman keagamaan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta pada Senin (30/1). ?

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, contoh konkret dakwah dengan budaya adalah wayang. Wayang dipakai sebagai jalan nilai Islam. Cerita pewayangan yang berkembang kemudian dimasuki nilai-nilai keislaman sehingga diterima masyarakat lokal. Begitu juga ? tahlilan.

Selain pidato Kiai Said, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin akan berceramah.?

PKS Piyungan Taubat

Harlah tersebut akan dihadiri Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Juga dimeriahkan pelawak Cak Lontokng, penyair D Zawawi Imron, beberapa musisi, dan Nahdliyin. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Budaya, Nasional PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Majelis Zikir dan Barzanjian Bendung Radikalisme

Jepara, PKS Piyungan Taubat. Kelompok sufistik yang bergerak secara massif di kota dan di desa menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin. Majelis zikir, jamaah Selawat, dan perkumpulan Barzanjian menjauhkan umat Islam dari pemahaman sempit beragama yang berujung pada kekerasan atas nama agama.

Majelis Zikir dan Barzanjian Bendung Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Zikir dan Barzanjian Bendung Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Zikir dan Barzanjian Bendung Radikalisme

“Katakanlah jamaah sufi yang diprakarsai Habib Syekh dan Habib Luthfi. Gerakan keduanya sangat dahsyat. Karena, keduanya mengajarkan antikekerasan kepada warga dengan pendekatan popular,” kata Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang H Noor Ahmad di Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Ahad (24/11). 

Di Jakarta, meski budaya hedonis membabi buta, jamaah serupa juga luar biasa. Hal ini jelas bukan lantaran para haba’ib tidak punya pekerjaan. Namun itu merupakan solusi terbesar untuk membendung radikalisme, tegas H Noor Ahmad dalam seminar bersama kiai se-Jepara dengan tajuk “Pesantren Sebagai Benteng Antisipasi Deradikalisme”.

PKS Piyungan Taubat

H Noor Ahmad yang juga Ketua Umum Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) melanjutkan, dengan eksistensi kelompok sufi niscaya mata rantai radikalisme terputus. Setidaknya, gerakan-gerakan susupan yang radikal itu tidak akan besar.

Sedangkan Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi dalam sambutannya mengharapkan forum itu berdampak luar di masyarakat. “Pencerahan yang diberikan pembicara menjadi antisipasi bagi para kiai dan santri.”

PKS Piyungan Taubat

Catatan dalam seminar itu harus disebarkan kepada para santri dan masyarakat. Sehingga radikalisme berkurang di masyarakat, pungkas Marzuqi. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Nasional PKS Piyungan Taubat

Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko

Kenitra, PKS Piyungan Taubat. Dalam rangka kunjungan muhibah, segenap rombongan KH Sholahudin Wahid ? yang tiba di Maroko pada hari Jumat (5/4) langsung disambut hangat oleh Duta Besar Republik Indonesia Untuk ? Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja dan sebagian besar mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Maroko.

Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko

Dalam acara penyambutan ini juga diisi dengan acara diskusi atau tausiyah bersama KH Sholahudin Wahid pengasuh pondok pesantren Tebuireng yang bertempat di Wisma Duta Indonesia.?

Sebelum acara dibuka H. Husnul Amal selaku sekretaris pribadi Dubes RI H. Tosari Widjaja sekaligus pembawa acara menyampaikan bahwa kunjungan rombongan Gus Sholah (panggilan akrab KH Sholahudin Wahid ) tidak bisa lepas dari peran almarhumah Mahsusoh Ujiati istri Dubes H. Tosari Widjaja yang semasa hidupnya pernah meminta Gus Sholah untuk berkunjung ke Maroko, hanya saja baru saat ini Gus Sholah baru bisa meluangkan waktunya.

PKS Piyungan Taubat

Dubes RI Untuk Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja dalam sambutannya berharap semoga kedatangan rombongan ini mampu memperkuat hubungan kerjasama antara Indonesia dan Maroko khususnya dalam pendidikan Islam.?

Di dalam tausiyahnya Gus Sholah banyak sekali memberikan motifasi kepada para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Perhimpunan Pelajar Indoensia (PPI) Maroko agar bisa memanfaatkan waktunya sebaik mungkin serta belajar untuk berfikir secara luas. Agar cakrawala berfikir mahasiswa tidak jumud.?

PKS Piyungan Taubat

Di sisi lain Gus Sholah juga berbicara mengenai keadaan yang sedang terjadi di Indonesia, mulai dari ? kemasyarakatan, keekonomian, kepemerintahan, dan yang sangat menarik adalah ketika beliau berbicara mengenai pendidikan yang ada di Indonesia.

"Penyebab ? dari kemunduran pendidikan yang ada di indonesia ? dikarenakan oleh pihak pengajar yang tidak memahami konsep pendidikan secara benar, karena makna pendidikan yang sebenarnya adalah transfer of knowledge yang di bungkus dengan nilai-nilai sopan santun bukan hanya menyalurkan ilmu saja lalu lepas tangan."

Gus Sholah juga berpendapat bahwa ada tiga factor yang harus diperhatikan dalam metode pendidikan. Yang pertama guru menguasai dan benar-benar mendalami materi, yang ke dua guru sudah pernah mendapatkan pelatihan pengajaran dan yang ke tiga guru harus mampu memilki akhlak yang baik dan harus di salurkan ke siswa didik.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat muslim di Indonesia, khususnya para santri, jangan pernah mendikotomikan antara ilmu agama dan ilmu umum.?

“Jangan ? pernah mengatakan bahwa ilmu agama adalah ilmu ukhrowi dan ilmu umum adalah ilmu duniawi, karena semuanya adalah sama dan wajib untuk dipelajari, semisal ketika ilmu umum ? di orientasikan untuk menolong orang lain maka itu juga di sebut dengan ilmu ukhrowi, jadi saya pesankan ? bahwa santri harus mempelajari kedua-duanya.”

? Acara ini juga dimeriahkan dengan group sholawat rebana yang dibawakan oleh mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Univ. Ibnu Tofail Kenitra, Maroko.

Hadir pula segenap jajran home staf dan lokal staf KBRI Rabat, para mahasiswa Indonesia dan masyarakat Indonesia yang ada di maroko.

Kontributor: Nizar Presto

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional PKS Piyungan Taubat

Jumat, 29 Desember 2017

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Way Kanan, PKS Piyungan Taubat. Organisasi akan aktif dan dinamis jika ditopang individu-individu yang memahami dan mau mempraktikkan pengabdian. Karena itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan akan memberikan “Syahadah Bintang Sembilan” kepada para kader penuh pengabdian.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (17/12) mengatakan, salah satu ciri pengabdian itu adalah kader yang membuat organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di ujung utara Provinsi Lampung ini menjadi hidup.

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Menurut dia, pemberian Syahadah Bintang Sembilan merupakan apresiasi atas energi, semangat, senyum, dan keringat diberikan para kader yang terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pimpinan cabang. Juga kegiatan yang dihelat institusi lain.

PKS Piyungan Taubat

Untuk yang disebut terakhir, menurut Gatot, harus kegiatan yang menopang eksistensi dan membuat pergerakan Ansor di daerah yang berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumateras Selatan ini, menjadi dinamis.

PKS Piyungan Taubat

"Kader yang sekali terlibat dalam kegiatan maka akan mendapatkan Syahadah Bintang Satu. Dua kali terlibat dalam kegiatan mendapat Syahadah Bintang Dua. Begitu seterusnya hingga Syahadah Bintang Sembilan," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menjelaskan.

Gatot menambahkan, Syahadah Bintang Sembilan ialah piagam didesain berlatar belakang Bung Tomo serta KH Hasyim Asyary berikut wasiatnya: "Siapa yang mau mengurusi NU saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya."

“Secara sederhana, desain tersebut juga ingin mengatakan hubungan NU dan Indonesia yang jelas melalui Resolusi Jihad,” tegasnya.

Syahadah tersebut, menurut alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Way Kanan angkatan pertama itu pula, bakal menjadi report keaktifan kader yang nantinya sebagai acuan bagi pimpinan cabang untuk memajukan kader.

"Tidak ada makan siang gratis. Karena itu, yang bisa ikut kaderisasi Ansor lanjutan baik Kursus Banser Lanjutan atau Susbalan dan Pendidikan Kader Lanjutan atau PKL ialah yang sudah mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan," kata dia menerangkan.

Wakasatkorcab Banser Way Kanan yang mendapat amanah memimpin Ansor setempat pada 7 Oktober 2014 itu menegaskan, sesuai peraturan berlaku, Ansor adalah organisasi kader.

"Semakin banyak yang mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan akan semakin bagus karena menandakan banyaknya kader yang aktif. Kader-kader aktif itulah tulang punggung Ansor mendatang. Tidak boleh orang yang tidak aktif mendadak Ansor, sok-sokan mau mengurus Ansor," demikian Gatot Arifianto. (Heri Amanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Nasional PKS Piyungan Taubat

Minggu, 17 Desember 2017

GP Ansor Kota Tasik Kutuk Keras Aksi Bom Kampung Melayu

Tasikmalaya, PKS Piyungan Taubat - GP Ansor Kota Tasikmalaya mengecam aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu Jakarta, kemarin malam. Melalui konperensi pers yang dilakukan di Makodim 0612 Tasikmalaya, pengurus harian GP Ansor Kota Tasikmalaya menyampaikan sikapnya terkait aksi teror yang kerap berulang terjadi di Indonesia.

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya Ricky Assegaf didampingi Wakil Ketua Opik Taufikul Haq, Wakil Ketua PW Ansor Jabar Asep Rizal dan jajaran Banser menegaskan bahwa aksi tersebut telah mencoreng Islam karena seolah melegalisasi bunuh diri. Padahal Islam tidak mengajarkan dakwah dengan kekerasaan apalagi sampai menghilangkan nyawa dirinya dan orang lain.

GP Ansor Kota Tasik Kutuk Keras Aksi Bom Kampung Melayu (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Tasik Kutuk Keras Aksi Bom Kampung Melayu (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Tasik Kutuk Keras Aksi Bom Kampung Melayu

"Itu cara sesat. Dan tidak dibenarkan oleh Islam apapun dalihnya," kata Ricky, Kamis (25/5) malam.

PKS Piyungan Taubat

Untuk itu, Ricky mengutuk keras segala tindakan aksi teror karena bukan hanya Islam, agama lain pun tidak ada yang mengizinkan aksi bunuh diri dan membunuh orang lain.

Opick Taufikul Haq menjelaskan kenapa GP Ansor memilih tempat konperensi pers di Markas Kodim. Hal ini sebagai penegasan bahwa Ansor, Banser dan TNI senantiasa bersama-sama mempertahankan NKRI karena tujuan aksi teror sudah jelas ingin memecah belah bangsa dengan maksud merubah tatanan ideologi bangsa pula.

"Maka kami mendukung penuh upaya TNI dan Polri mengusut tuntas kasus ini dan jangan sampai terjadi kembali di tanah air karena tujuan mereka ingin mengacau keamanan negara," ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas terkait penanganan terorisme ini karena terorisme bermula dari gerakan radikalisme yang diakui menjamur di Tasikmalaya.

"Bibit terorisme itu radikalisme. Cirinya mereka kerap menyerang Muslim yang berbeda pandangan yang sampai mengafirkan sesama Muslim," tuturnya. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional, Tegal PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 16 Desember 2017

Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda

Rembang, PKS Piyungan Taubat

Ratusan peziarah memadati kompleks pemakaman Desa Pohlandak Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2016) sore. Mereka berbondong-bondong untuk mengikuti rangkaian acara Haul Sayyid Chaidar bin Hasan.

Panitia Pelaksana Abdul Rohim mengatakan, Sayyid Chaidar adalah menantu dari Sayyid Hamzah Asy-Syatho Sedan. "Beliau adalah seorang penggiat atau pejuang. Dahulu aktivitasnya sering dinilai negatif pada zaman Belanda, sehingga Sayyid Chaidar ini sebagai buronan Belanda," terangnya.

Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda

Rangkaian acara haul tersebut dimulai pada pagi hari, yaitu khatmil quran oleh santri putra dan putri. Dilanjut dengan pembacaan manaqib oleh Gus Mimid putra dari KH Hakim Masduki, serta bacaan shalawat dan berzanji oleh para gus muda Lasem.

PKS Piyungan Taubat

"Perjuangan beliau dimulai dari Kabupaten Kendal, kemudian menuju ke Sedan Kabupaten Rembang. Dan di Sedan dijadikan menantu oleh Sayyid Hamzah Asy-Syatho," jelas Rohim.

Lebih lanjut Rohim menjelaskan bahwa Sayyid Chaidar dianggap sebagai promotor pergerakan ekstremis. Pergerakan mendewasakan masyarakat, dan sebuah penyadaran terhadap masyarakat.

PKS Piyungan Taubat

"Pergerakan tersebut tidak dikehendaki oleh Belanda, pergerakan yang sangat aktif yang dapat mempengaruhi masyarakat," tutup Rohim yang juga anggota Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem.

Acara haul ini diselenggarakan setiap tahunnya bertepatan pada bulan Rabiul awal. Haul ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh agama di sekitar Lasem, Pancur, Sedan, keluarga dari Semarang dan Kendal, serta dari Bogor

Turut hadir pula sebagai pengisi acara, KH Abdul Qoyyum, KH Imam Sofwan pengasuh Pondok Pesantren Nailun Najah Lasem dan KH Mohammad Masduki pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas Lasem. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional, Pemurnian Aqidah, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Rabu, 13 Desember 2017

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Jakarta, PKS Piyungan Taubat
Upaya tim kesehatan untuk mensukseskan muktamar tampaknya cukup berhasil. Selama muktamar berlangsung terdapat lebih dari 1600 muktamirin yang memeriksakan dirinya di posko kesehatan disamping berbagai kegiatan lainnya yang juga berjalan sukses.

“Paling tinggi saat hari pertama yang mencapai 300 orang yang memeriksakan diri dan hari terakhir yang mencapai 500 orang,” ngkap Ketua Tim Kesehatan Dr. Bina Suhendra, Selasa.

Secara umum, penyakit yang diderita hanya penyakit ringan seperti diare, demam, batuk. Terdapat satu penyakit yang agak berat, yaitu ada peserta yang mengalami kelainan jiwa, yang memang sudah terdapat gejalanya ketika berangkat. Ia masuk rumah sakit selama dua hari dan selanjutnya diambil oleh keluarganya. Terdapat juga diantara peserta yang mengalami gejala typus, tetapi tidak serius.

Selain itu, terdapat juga satu panggilan on call atau panggilan ke tempat penginapan peserta yang mengalami sakit. “Kami juga menangani satu korban dari pesawat Lion Air yang jatuh. Korban tersebut ditemukan oleh Banser kemudian diajak ke posko kesehatan,” tandas Bina Suhendra.

Sesepuh NU yang juga merupakan paman Gus Dur, KH Yusuf Hasyim juga sempat dijenguk oleh tim kesehatan di rumah sakit karena dikabarkan terkena serangan jantung. Namun ketika diperiksa, bukan sakit jantung, cuma akibat dari sakit jantung.

Beberapa kegiatan sosial bidang kesehatan juga telah dilaksanakan. Diantaranya adalah khitanan massal yang melibatkan 80 anak di kantor PCNU Solo.

Program lainnya adalah operasi katarak yang mengoperasi 30 pasien. Terdapat dua orang pasien yang tidak jadi dioperasi karena tekanan darah tinggi sehingga membahayakan jika dipaksakan. “Operasi ini merupakan hasil kerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) wilayah Jateng serta Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis),” tambahnya.

Masyarakat sekitar Asrama Haji Donohudan juga tak dilupakan dalam rangkaian bakti sosial tersebut. Pada tanggal 26 juga diadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penduduk sekitar asrama haji dengan jumlah pasien 80 orang.

Berbagai demonstrasi yang terjadi selama muktamar juga sudah diantisipasi oleh tim kesehatan karena memang dalam kondisi tersebut, rawan terjadinya kekerasan,. Selama muktamar, juga terdapat peserta yang luka akibat benturan waktu dorong-dorongan. Namun tidak serius dan mendapat 2 jahitan.

Tim kesehatan juga membuka klinik selama 24 jam dengan 2 ambulan bantuan dari 2 RSUD Dr. Mawardi dan RSI Yarsis. Terdapat dua orang perawat dan dokter yang siap siaga sepanjang waktu disamping dokter-dokter dari PBNU yang mensupervisi.

Untuk obat-obatan yang diperoleh, tim kesehatan memperoleh sumbangan dari PT Indofarma, Kimia Farma sedangkan alat kesehatan diperoleh dari Terumo untuk pemeriksaan gula darah dan alat testometer dari PT Rajawali Nusindo. “Namun kami juga membeli obat-obatan yang memang tidak disediakan oleh perusahaan tersebut,” tandasnya.

Kecelakaan pesawat Lion Air yang terjadi di Solo juga tak lupa dari perhatiannya tim kesehatan muktamar NU. Untuk itu, diadakan donor darah untuk menyumbang kebutuhan darah yang sangat besar waktu itu. Pada acara tersebut, dihasilkan 37 kantong darah.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional PKS Piyungan Taubat

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Selasa, 12 Desember 2017

Jaga Kondusifitas, PCNU Sidoarjo Jalin Silaturahmi dengan Kapolresta dan Instansi Terkait

Sidoarjo, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo menggelar pertemuan dengan Kapolresta, Dandim 0816, dan Kankemenag Sidoarjo dalam rangka membangun kondusifitas sosial politik Kabupaten Sidoarjo di aula PCNU Sidoarjo, Jalan Air Langga, Selasa (14/2). Pada pertemuan ini mereka membahas sejumlah isu meresahkan yang berkembang di tengah masyarakat.

Ketua PCNU Sidoarjo H Maskhun menjelaskan, silaturahmi ini bertujuan untuk mengklarifikasi dan tabayun. Ia mencontohkan, kalau dulu Kapolri kepada PBNU, Kapolda dengan PWNU dan Kapolresta dengan PCNU Sidoarjo.

Jaga Kondusifitas, PCNU Sidoarjo Jalin Silaturahmi dengan Kapolresta dan Instansi Terkait (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Kondusifitas, PCNU Sidoarjo Jalin Silaturahmi dengan Kapolresta dan Instansi Terkait (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Kondusifitas, PCNU Sidoarjo Jalin Silaturahmi dengan Kapolresta dan Instansi Terkait

"Silaturahmi ini juga menyikapi adanya isu terkini yang menimbulkan keresahan di kalangan NU yakni pendataan para kiai dan pesantren yang ujung-ujungnya diarahkan sertifikasi. PCNU menyikapi perlu klarifikasi dengan pihak terkait agar semuanya bisa diselesaikan kalau ada persoalan yang sempat diragukan di forum itu," kata Abah Maskhun.

Ia menceritakan, Nahdlatul Ulama memunyai pengalaman sejarah terkait pendataan kiai dan pesantren. Sedangkan pendataan itu sendiri mau dibawa ke mana dan ada apa.

PKS Piyungan Taubat

"Kita ciptakan forum silaturahmi ini dengan mengundang seluruh banom NU. Ada sebagian yang mempertanyakan, apalagi kalau yang mendata bukan domainnya apalagi aparat. Sedangkan PCNU punya data seluruh ketua takmir dan pesantren karena punya RMI. Itu yang membuat warga di tingkat bawah menjadi resah," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Abah Maskhun mengimbau warga NU agar tidak usah resah karena bagaimanapun pendataan di bawah kalau pun ada itu dilakukan oleh pihak KUA dan Kesra dalam rangka mengikat tali silaturahmi kepada tokoh di bawah agar tidak salah alamat.

Persoalan sertifikasi tidak perlu dikhawatirkan. Karena bagi NU, ustadz dan para kiai tidak perlu diragukan. Bersih. Semuanya menjunjung tinggi NKRI.

Sementara itu Kapolresta Sidoarjo Kombes Muh Anwar Nasir, sowan ke para kiai berpengaruh yang ada di Jatim, tidak lain adalah untuk menjalin silaturahmi. Karena, menurut Anwar, Kapolda Jatim masih baru dan ingin bersilaturahmi dengan para kiai.

"Surat Telegram Rahasia (STR) itu sebetulnya tidak boleh keluar. Namun STR Kapolda Jawa Timur tentang pendataan ulama tidak ada hal yang rahasia. Saya tahu persis Pak Kapolda buat STR. Tertanggal 30 Januari 2017, dalam rangka menjaga Kamtibmas dan para kiai di jajaran Polda Jatim para ulama yang berpengaruh di daerahnya," kata Anwar.

Ia mengatakan, Kapolda Jawa Timur juga meminta gagasan ada STR dibukukan termasuk tempat wisata, supaya Kapolda mengetahui para tokoh agama dan kiai. Ini tidak lain, untuk bersilaturahmi. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Bahtsul Masail, Nasional PKS Piyungan Taubat

Selasa, 05 Desember 2017

Ngaji Istinbathul Ahkam, PBNU Siapkan Kader Bahtsul Masail Priangan Barat

Cianjur, PKS Piyungan Taubat - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) mengadakan pendidikan istinbathul ahkam (proses pengambilan keputusan dalam hukum Islam) di Pondok Pesantren Ar-Riyadh, Kabupaten Cianjur. Selama dua hari, Sabtu-Ahad (11-12/3), pengurus harian LBM PBNU menjelaskan teknik-teknik musyawarah, teknik menghadapi masalah, dan juga cara membuat rekomendasi ala NU.

Tampak hadir sebagai narasumber Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi, Sekretaris LBM PBNU KH Sarmidi Husna, dan Wakil Ketua LBM PBNU KH Mahbub Ma’afi.

Ngaji Istinbathul Ahkam, PBNU Siapkan Kader Bahtsul Masail Priangan Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaji Istinbathul Ahkam, PBNU Siapkan Kader Bahtsul Masail Priangan Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaji Istinbathul Ahkam, PBNU Siapkan Kader Bahtsul Masail Priangan Barat

Peserta pendidikan istinbathul ahkam berjumlah sebanyak 150 orang. Peserta terdiri atas pengurus harian PCNU Bogor, PCNU Depok, PCNU Cianjur, PCNU Sukabumi, dan utusan pesantren di Priyangan Barat. Peserta terdiri atas kalangan pria dan wanita.

Menurut Sekretaris LBM PBNU Kiai Sarmidi, pendidikan ini berangkat dari keterbatasan SDM bahtsul masail yang ada sekarang ini. Sementara pesantren-pesantren yang memproduksi santri dengan kompetensi berbahtsul masail juga mulai berkurang.

PKS Piyungan Taubat

“Sangat urgen untuk melakukan pelatihan istinbathul ahkam dalam bahtsul masail di PCNU ataupun pesantren-pesantren yang kegiatan bahtsul masailnya kurang maksimal,” kata Kiai Sarmidi kepada PKS Piyungan Taubat di Cianjur, Sabtu (11/3) pagi.

Pendidikan seperti ini, kata Kiai Sarmidi, merupakan upaya regenerasi dan kaderisasi pelaksanaan bahtsul masail guna menjaga eksistensi bahtsul masail. Kita juga mengakhiri pendidikan ini dengan praktik istinbathul ahkam yang mengangkat kasus kekinian.

PKS Piyungan Taubat

“Pendidikan ini merupakan program utama LBM PBNU. LBM PBNU akan terus berkeliling daerah untuk menggelar pendidikan istinbathul ahkam ini,” katanya.

Kiai Sarmidi kemudian mengutip pernyataan Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudz tiga periode sejak Muktamar NU 1999 bahwa bahtsul masail adalah sebuah tradisi yang harus terus-menerus dijaga eksistensi dan kesinambungannya dari waktu ke waktu, bukan saja karena ia adalah salah satu batu asah intelektual NU, tetapi juga karena ia memegang fungsi dan peran penting sebagai media yang menciptakan, menjaga, dan memelihara kesinambungan hubungan antara wahyu yang absolut dengan realitas kehidupan yang kompleks dan riil. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tegal, Nasional PKS Piyungan Taubat

Senin, 27 November 2017

Meningkatkan Akhlakul Karimah dalam Pergerakan Lewat Maulid

Tangsel, PKS Piyungan Taubat. Masih dalam suasana Maulid, PMII Komisariat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (Komfakkes) Cabang Ciputat melaksanakan kegiatan pembacaan shalawat dan pengajian di Aula Asrama PMII Ciputat, Tengerang Selatan (Tangsel), Jumat (1/1). Peringatan ini bertajuk “Menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Momentum Peningkatan Kualitas Akhlaqul Karimah dalam Nilai-Nilai Pergerakan”.

Meningkatkan Akhlakul Karimah dalam Pergerakan Lewat Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Meningkatkan Akhlakul Karimah dalam Pergerakan Lewat Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Meningkatkan Akhlakul Karimah dalam Pergerakan Lewat Maulid

Di samping peringatan Maulid, kegiatan tersebut juga bertujuan tasyakuran atas Hari Lahir PMII Komfakkes Ciputat yang kedelapan, dihadiri oleh para anggota komisariat.

Dimulai setelah Isya, Ketua Komfakkes PMII Ciputat Khoiron Nashirin dalam sambutannya menyebutkan bahwa kegiatan muludan dan peringatan harlah ini adalah momen yang penting dan vital dalam meneguhkan semangat keorganisasian. “Kader-kader Komfakkes sekalian sangat diharapkan peranannya oleh banyak kalangan dalam dunia profesional tenaga kesehatan nantinya, dengan tetap membawa nilai-nilai dasar pergerakan yang luhur, baik kepada Allah dan sesama manusia,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Acara ini mengundang Guru Besar UIN Jakarta, yaitu Prof. Dr. Ridwan Lubis sebagai pembicara dalam pengajian. Prof. Ridwan mengaku sangat senang dengan semangat mahasiswa dari Komfakkes yang kembali merevitalisasi keteladanan Nabi Muhammad sebagai tema kegiatan. “Nabi Muhammad sebagai sosok yang menyempurnakan moral umat, berhasil merubah paradigma kaum Arab Jahiliyah yang dipenuhi ketakutan dan kebodohan, menjadi bangsa yang sopan dan beradab. Acara ini tentu adalah langkah meneruskan perjuangan itu,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Selanjutnya, dikupas pula oleh Prof. Ridwan mengenai prestasi besar Nabi Muhammad dalam membentuk sebuah umat, mendakwahkan syariat, serta menjadikannya sebagai sebuah negara yang berdaulat. Dia mengutip pendapat Said Hawwa tentang empat modal Nabi dalam keberhasilan dakwahnya, yaitu jujur, konsisten, mampu menyampaikan pikiran secara baik, serta mapan dalam kecerdasannya.

“Saya harap nantinya mahasiswa kesehatan UIN Jakarta ini mampu membentuk suasana yang islami dalam lingkungan kerjanya, dengan senantiasa menjadikan sosok Nabi Muhammad sebagai teladan,” pesan Prof. Ridwan.

Kegiatan ini ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Komfakkes dan pembacaan shalawat Diba’ oleh seluruh hadirin. (Iqbal Syauqi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional, Kiai PKS Piyungan Taubat

Jumat, 24 November 2017

Pasang Tanda Masjid NU

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Beberapa waktu lalu PWNU DIY mengumumkan bahwa NU setempat telah kehilangan 26 masjid. Sekarang, mungkin lebih dari itu.

Pasang Tanda Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasang Tanda Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasang Tanda Masjid NU

Bukan hanya fisiknya saja yang hilang, non-fisiknya juga iya. Misalnya, doa qunut, puji-pujian, dan membaca bismillah sudah tidak ada lagi. Ini harusnya menjadi keprihatinan bersama bagi kita semua.

Demikian diungkapkan oleh Kiai Hasyim Turmudzi, pengasuh pondok pesantren Al-Ikhlas, Jogokaryan dalam diskusi tentang pemakmuran masjid di desa Tlogo, Kebon Agung, Imogiri, Rabu malam(8/5)

PKS Piyungan Taubat

Dalam kesempatan itu juga, ia juga membeberkan cara jitu dalam menangkal orang-orang yang ingin merebut masjid NU.

PKS Piyungan Taubat

“Ada cara jitu menangkal orang-orang atau kelompok tertentu yang ingin merebut masjid NU. Kasih plang atau tanda Masjid NU, jadi identitasnya jelas. Pasti mereka akan takut. Hal ini sudah terbukti ketika saya dulu studi banding di daerah Kendal sana,” ungkapnya.

Prio, takmir masjid Nurul Yakin yang juga berasal dari Kendal mengamini apa yang diutarakan Kiai Hasyim. Ia bercerita, di daerahnya memang warga sangat fanatik sekali dan kuat Aswajanya. 

“Disana memang sangat keras dalam hal melawan kelompok-kelompok atau mereka yang tidak sepaham dengan Aswaja,” ungkap Prio sembari mengungkapkan rencana pemasangan plang masjid Nu di daerahnya. 

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam bertempat di Masjid Nurul Yakin, desa Tlogo, Kebon Agung, Imogiri, tersebut, merupakan hasil kerja sama antara P3M dan PCNU Bantul. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim Bangkit

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional PKS Piyungan Taubat

Rabu, 22 November 2017

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik

Tasikmalaya, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar konferensi cabang NU di Cipasung, Kamis-Jumat (29-30/12). Setelah melalui beberapa rangkaian akhirnya Konfercab XVI mengamanahkan KH Atam Rustam sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Abun Bunyamin Ruhiyat Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2021.

KH Atam Rustam terpilih sebagai ketua dalam pemilihan langsung di putaran kedua. Kiai asal Sukamanah ini terima amanah forum konferensi untuk memimpin PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2021.

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik

Cucu pahlawan nasional KH Zainal Musthafa Sukamanah ini bertekad melaksanakan aqidah, syariah, dan akhlaq Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah dari berbagai bidang secara menyeluruh dari yang terkecil sampai terbesar.

PKS Piyungan Taubat

Insya Allah dengan bantuan semua pihak akan terlaksana,” kata Pengasuh Pesantren Sukamanah Kiai Atam.

Sebelumnya tim Ahlul Halli wal Aqdi yang terdiri atas lima kiai yaitu H Abun Bunyamin Ruhiyat Cipasung, KH Anwar Nasihin Leuwisari, KH Ee Sulaeman Rajapolah, KH Abdul Mu‘in Salopa, dan KH Acep Amin Bantarkalong menggelar musyawarah terbatas.

PKS Piyungan Taubat

Tim ini selanjutnya memutuskan Pimpinan Pesantren Cipasung KH Abun Bunyamin Ruhiyat sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Khutbah, Nasional PKS Piyungan Taubat

Minggu, 19 November 2017

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (PP LP Maarif NU) melayangkan sejumlah rekomendasi untuk khususnya Kemenag RI dan Kemendikbud RI sebagai penyelenggara pendidikan nasional. Catatan ini dibuat bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2016? untuk dunia pendidikan Indonesia yang lebih baik ke depan.

Mereka meminta dua kementerian negaraini untuk memberikan perhatian yang adil dan tidak diskriminatif dalam penyelenggaraan pendidikan, terutama dalam hal mendistribusikan anggaran negara/daerah terkait bantuan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional

Pemerintah, kata Ketua PP LP Maarif NU H Z Arifin Junaidi, diharapkan memerhatikan terhadap keseimbangan pendapatan antara gaji guru negeri dan swasta.

Menurut Arifin Junaidi, rendahnya kesejahteraan guru akan berdampak pada rendahnya mutu para pendidiknya.

PKS Piyungan Taubat

Dua kementerian ini diminta untuk memberikan akses? dan kesempatan yang sama terhadap para pendidik di sekolah/madrasah untuk mengikuti pelbagai pendidikan dan pelatihan, baik guru negeri maupun swasta.

PKS Piyungan Taubat

Pemerintah, menurutnya, mesti memberikan perhatian khusus kepada lembaga-lembaga pendidikan di daerah-daerah pedesaan, wilayah pinggiran, wilayah perbatasan, dan daerah-daerah di Indonesia yang masuk dalam kategori daerah tertinggal.

LP Maarif NU mendesak pemerintah dan parlemen untuk segera merevisi UU 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional, terutama terkait Pasal 9 yang berbunyi “masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumberdaya dalam penyelenggaraan pendidikan”.

Kata “wajib” dalam pasal tersebut perlu diganti dengan kata “dapat” sehingga ada kepastian ketersediaan layanan pendidikan bermutu bagi seluruh warga Negara Indonesia di manapun berada. Persoalan ketidakhadiran pemerintah di beberapa daerah pinggiran dalam memberikan layanan pendidikan bermutu dinilai akibat dari ketergantungan pemerintah terhadap masyarakat setempat.

“Negara mesti lebih serius memberi tekanan pada pendidikan karakter,” kata H Arifin Junaidi yang disampaikannya dalam rangka peringatan Hardiknas 2016 di Jakarta, Senin (2/5) malam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional, Anti Hoax, Ulama PKS Piyungan Taubat

Jumat, 10 November 2017

Gubernur Aher Buka Konferwil PWNU Jabar

Garut, PKS Piyungan Taubat



Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membuka Konferensi Wilayah ke-17 PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Fauzan Sukaresmi, Kabupaten Garut pada Selasa (11/10). Pembukaan Konferwil ditandai dengan pemukulan bedug oleh gubernur tersebut.?

Gubernur yang akrab dipanggil Aher ini menyatakan bahwa sejak kecil sudah dididik oleh orang tuanya untuk mengamalkan ajaran-ajaran Ahlussunaah wal-Jama’ah, salah satu buktinya adalah ketika membaca shalawat selalu menyertakan lafal sayyidina mengiringi Muhammad.

Gubernur Aher Buka Konferwil PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Aher Buka Konferwil PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Aher Buka Konferwil PWNU Jabar

Ia mengungapkan apresiasinya kepada jam`iyah Nahdlatul Ulama yang selalu istiqomah mengawal dan menjaga paham Ahlussunah wal-Jamaah di Indonesia. Sebagai bukti kebanggaannya, Pemerintah Propinsi Jawa Barat menggulirkan program pembangunan kobong (asrama pesantren).

Sekjen PBNU H.Ahmad Faisal Zaini mengharapkan kepada Gubernur Aher tidak hanya memukul bedug di acara Konferwil NU saja, melainkan memukul di masjid dan mushola yang ada di kampung-kampung di Jawa Barat.

PKS Piyungan Taubat

Kemudian, kepada Pengurus Wilayah NU Jawa Barat yang terpilih, Mantan Menteri PDT ini juga mengimbau agar bisa mewujudkan cita-cita para pendiri Nahdlatul Ulama, yaitu mensejahterakan masyarakat melalui program-program yang bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Propinsi Jawa Barat.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PBNU, Bupati dan Wakil Bupati Garut, peserta Konferwil dan ribuan warga NU. (Aiz Luthfi-Ayi Abdul Qohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional, Amalan PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Rabu, 08 November 2017

Aklamasi, Faqih dan Halimah Pimpin IPNU-IPPNU Subang

Subang, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Subang menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) VI di MTs Al-Maarif Binong, Subang, Jawa Barat, Kamis (15/12).

Dalam Konferensi tersebut terpilih secara aklamasi Agung Al Mutafaqih sebagai Ketua IPNU periode 2016-2018 menggantikan Ketua IPNU sebelumnya, Abdullah ZA dan Halimah Sadiyah sebagai Ketua IPPNU Subang periode 2016-2018 menggantikan Ketua IPPNU sebelumnya, Azizah.

Aklamasi, Faqih dan Halimah Pimpin IPNU-IPPNU Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Faqih dan Halimah Pimpin IPNU-IPPNU Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Faqih dan Halimah Pimpin IPNU-IPPNU Subang

"Berdasarkan hasil keputusan Konferensi, rekan Agung Al Mutafaqih sah terpilih sebagai Ketua IPNU Subang untuk masa khidmat 2016-2018," ujar pimpinan sidang dari unsur PW IPNU Jawa Barat, Ziyad Ahmad seraya mengutuk palu sidang.

Senada dengan Ziyad Ahmad, pimpinan sidang dari unsur PW IPPNU Jawa Barat, Nurul Fatonah memutuskan jika Halimah Sadiyah secara aturan main organisasi sah terpilih memimpin IPPNU Kabupaten Subang periode 2016-2018.

PKS Piyungan Taubat

"Semua yang menyangkut hasil persidangan terkait Konfercab ini, maka diputuskan rekanita Halimah Sadiyah sah terpilih menjadi Ketua IPPNU Subang," jelas Nurul.

Ketua IPNU Subang terpilih, Agung Al Mutafaqih menegaskan, akan terus memaksimalkan proses kaderisasi di tiap sekolah yang ada di Kabupaten Subang bersama dengan IPPNU, khususnya di Wilayah Subang Selatan.

"Karena saat ini kita masih fokus kaderisasi di wilayah pantai utara (Pantura) sehingga terbentuk PAC sekitar 15. Mudah-mudahan selama kami memimpin bisa 30 PAC yang ada di Kabupaten Subang bisa terbentuk," kata pria yang akrab disapa Faqih tersebut. (Ade Mahmudin/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Nasional PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 28 Oktober 2017

STISNU Tangerang Mantapkan Langkah Institut

Bogor, PKS Piyungan Taubat

Semangat Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang untuk meningkatkan mutu terus dipupuk. Hal ini tampak misalnya dalam rapat kerja civitas akademika di Villa Binual Cilember Cisarua, Bogor, Jawa Barat, 24-25 Februari 2016.

STISNU Tangerang Mantapkan Langkah Institut (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Tangerang Mantapkan Langkah Institut (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Tangerang Mantapkan Langkah Institut

Ketua STISNU Nusantara KH A Baijuri Khotib, dalam pengarahannya meminta kepada civitas akademika untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan. Pihaknya menargetkan tahun ini perbaikan tersebut tercapai sehingga status kampus pun meningkat. ?

"Tahun ini,? kita agendakan membukakan program studi baru, sehingga bisa segera alih status menjadi institut," tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

Lebih lanjut, Nurulloh, Wakil Ketua Bidang Kemasiswaan STISNU Nusantara memaparkan bahwa dalam dua tahun ini pihaknya menargetkan punya 15 doktor. STISNU Nusantara akan merekomendasikan dan menguliahkan para dosen dengan syarat mereka wajib berikrar setia membesarkan kampus Nahdlatul Ulama.

PKS Piyungan Taubat

"Kita harus siapkan SDM (sumber daya manusia), ketika alih status menjadi institut kita sudah siapkan tenaga yang berijazah doktor," katanya.

Pada kegiatan tersebut hadir H Muhamad Qustulani (Waka Bid. Akademik), Dr. Bahruddin (Waka Kemahasiswaan), Abah Kyai Aliyuddin Zein (Ulama Kesepuhan Tangerang), dan dosen dosen dilingkungan STISNU Nusantara.? Acara dihelat dengan suasana kekeluargaan, lesehan, dan kebersamaan serasa kembali waktu pesantren. (Qustulani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional PKS Piyungan Taubat

Jumat, 27 Oktober 2017

GP Ansor Jakbar Gelar Sahur on The Road di Lima Titik

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Dalam menyemarakkan syiar bulan suci Ramadhan dan mengajak masyarakat untuk berpuasa, GP Ansor Jakarta Barat melaksanakan Sahur Bersama atau Sahur On The Road (SOTR) di lima lokasi pesantren, masjid dan musholla di Jakarta Barat pada Sabtu (25/6) dini hari.

Lokasi SOTR Ansor Jakbar meliputi Pesantren Darur Rosyid dan Musholla Al-Hidayah di? Tegal Alur Kalideres, Masjid Al-Munawaroh di Kapuk Cengkareng, Yayasan Bina Nusantara Kalideres, Masjid Mahalli Tambora, dan Yayasan El-Bina di Kampung Gusti.

GP Ansor Jakbar Gelar Sahur on The Road di Lima Titik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jakbar Gelar Sahur on The Road di Lima Titik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jakbar Gelar Sahur on The Road di Lima Titik

Ketua GP Ansor Jakarta Barat Al-Fanny mengatakan bahwa kegiatan sahur bersama lebih memiliki makna keagamaan karena pada hakikatnya mengajak orang untuk berpuasa.

"Di Indonesia, kegiatan sahur bersama atau Sahur On The Road digagas oleh ibu negara Hj Sinta Nuriyah Gus Dur pada tahun 2000. Ibu Sinta telah menginspirasi kami untuk melaksanakan kegiatan sahur bersama masyarakat dhuafa di sejumlah pesantren, masjid dan yayasan anak yatim di Jakarta Barat," kata Al-Fanny.

PKS Piyungan Taubat

Ia juga menyesalkan adanya ormas radikal yang mengganggu kegiatan buka puasa bersama Ibu Sinta Gus Dur dan menyatakan siap mengawal Ibu Sinta Gus Dur bila melakukan Sahur Bersama di Jakarta Barat.

Kegiatan SOTR Ansor Jakarta Barat melibatkan sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor se-Jakarta Barat, antara lain PAC Kalideres, PAC Cengkareng dan PAC Tambora. (Red Alhafiz K)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock