Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar

Nusa Dua, PKS Piyungan Taubat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan rasa syukur dan bahagia karena kegiatan 4th Asia-Europe Meeting, Transport Ministers Meeting (ASEM TMM) yang berlangsung di Bali pada tanggal 26-28 September 2017 berjalan lancar dan sukses.

Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar

"Saya sangat bahagia sekali dan bersyukur penyelenggaraan 4th ASEM TMM ini berjalan lancar dan sukses. Status awas dari Gunung Agung tidak menjadi hambatan para peserta dari berbagai negara untuk hadir di Bali, hal ini terbukti dari hadirnya secara langsung sejumlah Menteri Transportasi dalam Pertemuan ini," kata Menhub Budi Karya saat jumpa pers bersama EU Commisioner for Mobility and Transport Violeta Bulc dan Deputy Secretary General of ASEAN Vongthep Artakaivalvateen,Rabu, (27/9).

Menhub mengatakan seluruh rangkaian kegiatan 4th ASEM TMM  berjalan lancar, seperti Transport Ministers Meeting (TMM), Transport Senior Officer Meeting (TSOM), Bussines Forum dan Pameran Transportasi dan Logistik.

"Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Untuk bussines forum dan pameran transportasi dan logistik berlangsung ramai dan meriah serta menghasilkan beberapa potensi kerja sama business to business," tambah Menhub Budi.

Menhub Budi Karya juga berharap output dari kegiatan ini yaitu Bali Declaration dapat menjadi momentum bagi kerjasama dan konektifias bagi para negara ASEM.

PKS Piyungan Taubat

"Saya berharap Bali Declaration menjadi momentum bagi negara-negara ASEM untuk lebih dapat berkerjasama dalam berbagai sektor transportasi dan dapat meningkatkan konektifitas antara negara ASEM," tutup Menhub Budi Karya.

EU Commisioner for Mobility and Transport Violeta Bulc juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia sebagai tuan rumah karena penyelenggaraan 4th ASEM TMM berjalan lancar dan sukses. Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Deputy Secretary General of ASEAN Vongthep Artakaivalvateen.

Sebagai informasi 4th Asia-Europe Meeting, Transport Ministers Meeting 2017 (ASEM TMM) dihadiri oleh 38 Negara dari 51 Negara yang diundang. Selain itu hadir 5 organisai Internasional, yaitu ASEAN Secretariat, Asia-Europe Foundation, European Union, UNECE dan UNESCAP. Dari jumlah Negara yang hadir, ada 15 Menteri Transportasi yang hadir. Adapun jumlah total delegasi yang hadir adalah 251 orang. (red. Kendi Setiawan)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hikmah, RMI NU PKS Piyungan Taubat

Rabu, 21 Februari 2018

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Sejumlah partai politik (partai) di Jawa Timur menyatakan akan mengikuti arahan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang akan digelar pada pertengahan tahun ini.

Setidaknya ada empat parpol yakni PPP, PKB, Gerindra dan PKS yang telah mengeluarkan pernyataan itu.

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU

“Mereka telah menyatakan dalam Pilgub Jatim akan mengikuti PWNU. Maksudnya kader yang didukung NU mereka akan mendukungnya. Walaupun terakhir PKS sudah kembali mundukung  Pakde Karwo,” kata Humas PWNU Jatim Norhadi dalam rilis pers yang diterima PKS Piyungan Taubat, Selasa (1/1) kemarin.

PKS Piyungan Taubat

Namun menurut Norhadi, PWNU telah mengingatkan bahwa dalam pemilihan kepada daerah NU bukanlah di atas parpol dan bukan juga kordinator parpol, serta perannya pun berbeda parpol. 

“Memang NU tidak bisa dilepaskan dari politik. Berpolitik bagi NU mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah secara organisatoris tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan manapun juga. Namun setiap warga NU adalah warga negara yang mempunyai hak hak politiknya dilakukan secara bertanggung jawab sehingga hak politik inilah yang dapat menumbuhkan sikap warga NU hidup demokratis, konstitusional, taat hukum, tambahnya.

Pemilihan Gubernur Jawa Timur akan digelar pada Kamis, 29 Agustus 2013 mendatang. Selain itu, tahun ini juga akan ada empat Pemilihan Kepala Daerah di Jatim yakni, Kota Probolinggo, Kota Kediri, Kota Madiun dan Kota Mojokerto.

Menurut Norhadi, PWNU tetap menghimbau warga NU agar tidak terbawa arus politik praktis yang berdampak merugikan organisasi. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah, RMI NU PKS Piyungan Taubat

Senin, 19 Februari 2018

PBNU Jaring Aspirasi Daerah Soal Tema Bahtsul Masail Muktamar NU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima masukan-masukan dari PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia soal isu yang akan dibahas dalam Sidang Komisi Bahtsul Masail pada Muktamar NU 2015 mendatang. Sekretariat PBNU pada Jumat (23/1) mendatang, akan mengedarkan surat untuk PWNU dan PCNU agar mereka mengajukan usulan-usulan isu bahtsul masail kepada panitia Muktamar NU.

PBNU Jaring Aspirasi Daerah Soal Tema Bahtsul Masail Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Jaring Aspirasi Daerah Soal Tema Bahtsul Masail Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Jaring Aspirasi Daerah Soal Tema Bahtsul Masail Muktamar NU

“Jumat lusa, naskah surat mesti sudah dilayangkan. Sehingga sahabat-sahabat di daerah membahasnya terlebih dahulu di kalangan mereka. Pertengahan Februari kita sudah bisa menentukan isu yang akan dibahas,” kata Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf saat memimpin rapat persiapan Muktamar NU 2015 di Jakarta, Rabu (21/1) sore.

H Slamet membentuk tim kecil yang terdiri atas Ketua LBM PBNU KH Arwani Faisal, Rais Syuriyah PBNU KH Ishomuddin, Ketua STAINU KH Mujib Qaliyubi untuk menyeleksi pengajuan isu-isu dari daerah yang dirasa penting dengan cakupan masalah berskala nasional baik waqi’iyah, maudhu‘iyah, maupun qanuniyah.

PKS Piyungan Taubat

Sejumlah isu yang ditampung oleh tim kecil ini, akan dibahas dalam sejumlah forum pendalaman materi yang akan diadakan di Medan, Jakarta, dan Nusa Tenggara Barat.

Adapun draft Sidang Komisi Organisasi pada Muktamar NU mendatang, tidak terdapat banyak penambahan. Pasalnya tidak banyak perubahan mendasar pada AD/ART NU.

PKS Piyungan Taubat

“Bahan Sidang Komisi Organisasi tidak berangkat dari nol. Bahan untuk Sidang Komisi Organisasi sudah setengah jadi. Bahan itu sudah dibahas pada Munas NU 2014 lalu yang akan dibawa ke Muktamar nanti,” kata Wakil Sekjend PBNU H Imdad. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat RMI NU PKS Piyungan Taubat

Senin, 12 Februari 2018

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Assalamualaikum wr.wb

Redaksi Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat yang dirahmati Allah. Saya punya teman perempuan di tempat bekerja. Ia berhias sedemikian rupa. Yang saya tanyakan, bolehkah merapikan alis? Kalau alis dicukur habis bagaimana? Apakah itu termasuk mengubah ciptaan Allah? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum wr.wb. (Syukur/Jakarta)

Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga Allah merahmati Anda di mana pun berada. Bentuk dan gaya berhias mengalami perubahan yang sangat cepat. Gaya berhias ditentukan kadang oleh mode yang sedang tren, kenyamanan yang bersangkutan, atau motif lainnya.

PKS Piyungan Taubat

Penanya yang budiman, alis sebagaimana tubuh secara keseluruhan merupakan perhiasan wajah yang Allah karuniakan kepada manusia. Karenanya kita diwajibkan merawat perhiasan yang telah Allah berikan. Di samping perawatan kita juga harus merapikan anugerah-Nya.

Namun demikian ada sejumlah rambu-rambu yang mesti dipatuhi dalam hal merawat tubuh. Misalnya seperti hadits Rasulullah SAW sebagai berikut.

PKS Piyungan Taubat

«? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang membantu menyambung rambut, perempuan yang menajamkan gigi, perempuan yang membantu menajamkan gigi, perempuan yang menato tubuh, perempuan yang membantu menato tubuh, perempuan yang mencabut alis, perempuan yang merenggangkan gigi demi berhias yang mana mengubah ciptaan Allah.”

Perihal hadits di atas, ada baiknya kita menyimak pandangan Syekh Ahmad bin Ghanim yang bermadzhab Maliki. Menurutnya, mencukur bulu alis harus dibedakan dari “menyambung rambut” seperti disebutkan di dalam hadits.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? -: «? ? ? ? ? ?» ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dari keterangan larangan menyambung rambut ini, kita dapat memahami ketidakharaman untuk menghilangkan bulu sebagian alis atau alis secara keseluruhan. Ini yang disebut tarjih, tadqiq, tahfif. Berikut ini tambahan keterangannya.

Ibnu Rusyd mengatakan, pendapat yang membolehkannya ditolak karena menyalahi dalil. Dalil yang mengharamkannya jelas disebut di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut....” “Mencabut alis” adalah mencabut bulu alis hingga tipis dan indah. Tetapi riwayat dari Sayidatina Aisyah RA membolehkan penghilangan bulu alis dan bulu di wajah. Pendapat terakhir ini sesuai dengan keterangan yang lalu yaitu pendapat yang mu‘tamad membolehkan pencukuran seluruh bulu perempuan kecuali rambut. Larangan di dalam hadits ini bisa dimengerti bagi perempuan yang dilarang untuk berhias seperti perempuan yang ditinggal wafat suaminya dan perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana.

Khalil berkata, perempuan yang ditinggal wafat suaminya meskipun belum dewasa, meskipun ahli kitab, perlu meninggalkan aktivitas berhias. Demikian juga perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana. Tiada halangan untuk menakwil dalil yang memiliki sejumlah kemungkinan makna ketika ada isyarat yang mencegah salah satu makna. Mencabut bulu alis di sini tidak bisa dikatakan sebagai kategori “mengubah ciptaan Allah”. Hemat kami, tidak semua “mengubah ciptaan Allah” itu dilarang. Coba perhatikan, sesuatu yang memang fitrahnya seperti berkhitan, memotong kuku, mencukur rambut, mengebiri hewan yang boleh dimakan, dan banyak lagi contoh lainnya, diperbolehkan. (Lihat Ahmad bin Ghanim An-Nafrawi Al-Azhari Al-Maliki [wafat 1126 H], Al-Fawakihud Dawani ala Risalah Ibni Zaid Al-Qairuwani, Darul Fikr, Beirut).

Pada prinsipnya Islam memang tidak mengharamkan laki-laki maupun perempuan untuk berhias. Karena Allah memang menitipkan tubuh kita sebagai anugerah-Nya untuk dijaga dan dirawat. Sejauh tidak melanggar rambu-rambu yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, berhias sangat dianjurkan karena Islam menyukai kerapian baik rambut, kuku, kumis, dan lain sebagainya. Hanya saja untuk masalah mencukur bulu alis untuk kerapian perlu juga mempertimbangkan aspek kepantasan. Jangan sampai melebihi batas seperti mencukur habis alis hingga bulu di atas mata itu yang menjadi perhiasan wajah kehilangan fungsinya. Bukan kerapian yang didapat, justru keburukan keburukan yang ada.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga jawaban ini bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima masukan dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, RMI NU, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Rabu, 07 Februari 2018

Bagaimana Manuskrip Jadi Kitab Cetak?

Oleh Syafiq Hasyim

Banyak kalangan santri, termasuk saya sendiri, yang tidak tahu menahu atau belum tahu tentang bagaimana sejarah sebuah kitab itu menjadi bentuk buku, terutama proses menjadikan manuskrip (ma?t) ke dalam bentuk kitab yang tercetak, sebagaimana yang kita nikmati setiap hari di pesantren kita.

Bagaimana Manuskrip Jadi Kitab Cetak? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Manuskrip Jadi Kitab Cetak? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Manuskrip Jadi Kitab Cetak?

Seingat saya, di pesantren-pesantren NU memang diwasiatkan tentang pentingnya menjaga sanad guru (rangkain) ketika mengaji sebuah kitab, tapi sayangnya tidak diajarkan bagaimana sesungguhnya sebuah kitab itu sampai ke percetakan dan lalu bisa kita baca pada forum santri.

Mengetahui sejarah pembukuan kitab itu penting sekali, sebab berbeda dengan Al-Qur’an yang kita hafalkan, kitab-kitab ini ditransmisikan kepada para murid lebih banyak lewat tradisi tulisan.

PKS Piyungan Taubat

Zaman dulu,ketika masih ngaji di pesantren, saya juga hanya memikirkan dan menikmati kitab-kitab yang sudah“jadi” mulai dari terbitan Menara Kudus sampai Dar al-Fikr.? Pada masa itu, terasa lega sekali jika sudah mampu membeli kitab, apalagi kitab-kitab yang biasa menjadi pegangan kitab NU.

Kitab besar pertama yang saya beli dari hasil honorarium mengajar di Madrasah Diniyyah Awwaliyah adalah I?y?’?Ul?m al-D?n, versi yang 4 jilid. Ketika itu saya berada di kelas 3 Madrasah Tsanawiyyah. Setiap sore, pada waktu lepas, sebelum ngaji, kitab ini saya tengok dan sedikit-sedikit diberikan makna gandul atasnya. Kertas kuning dan cetakan huruf Arab yang indah yang mengadopsi temuan Johannes Gottenberg, seorang inventor teknologi mesin cetak dari Jerman, senantiasa menarik minat saya untuk membuka kitab-kitab tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Sampai suatu hari saya mendapatkan rezeki nomplok dimana seorang tetangga yang bekerja di Saudi Arabia membelikan kitab Fathul Bari 13 jilid sebagai hadiah untuk saya. Saya menerimanya dengan senang hati dan tersanjung. Baru pertama kali dalam hidup saya mempunyai kitab cetakan luar negeri. Keterpesonaan pada kulit muka kitab yang solid, sangat beda dengan versi cetakan Menara Kudus, serta kertas putihnya yang sangat indah itu tidak ada habisnya.

Bagi saya, melihat Fathul Bari masa itu, tidak ada kata lain kecuali mengaguminya. Tapi tetap saja kekaguman saya berhenti hanya sampai pada batas keindahan cover, kertas dan sudah barang tentu isinya.

Dan terasa aneh, ketika itu, saya tidak menaruh minat untuk tahu sama sekali tentang bagaimana sejarah kitab mewujud menjadi buku yang indah seperti ini. Bahkan saya tidak tertarik sama sekali membaca catatan editornya(mu?aqqiq) yang biasa dicantumkan di halaman depan. Sama sekali saya tidak memikirkan peran muhaqqiq-nya (editor) dalam mewujudkan manuskrip Fathul Bari atau kitab-kitab besar lainnya ke dalam bentuk edisi kitab tercetak (printededition). Padahal dalam setiap kitab terutama yang dicetak belakangan, proses editing dari manuskrip menjadi printed edition biasanya didedahkan. Misalnya, sang editor akan menyatakan jika edisi kitab ini didasarkan pada manuskrip yang tersimpan di perpustakaan mana, soal variant readingnya dlsb.

Terus terang, hal yang demikian tidak menjadi perhatian ketika ngaji sebuah kitab, minimal saya tidak mengalaminya.Untuk pengarang kitab-kitab tersebut pastilah terlintas di benak saya, karena sebelumnya sudah mendengar soal mereka dari para kyai di pondok, tapi editor saya tidak pernah mendengar. Mata saya mulai terbuka ketika mendapatkan kesempatan melihat secara langsung manuskrip-manuskrip kitab-kitab besar yang tersimpan dengan rapi di banyak perpustakaan besar di dunia dari mulai Timur Tengah, Asia Tengah, Amerika, sampai Eropa.

Setelah melihat manuskrip-manuskrip itu, saya mulai menyadari soal dunia penulisan kitab pada masa dimana Johannes Gutternberg belum menemukan mesin cetaknya. Menurut sejarah, Johannes Gutternberg baru menemukan mesin cetak sekitar tahun 1439 M dan ini berarti proses kepengarangan sudah melampaui zaman puncak keesaman Islam. Artinya, di dunia Islam, sudah banyak jutaan buku atau kitab yang beredar. Rezim al-Makmun saja mulai proyek penerjemahan buku-buku berbahasaYunani pada sekitar abad 8 M. Belum kitab-kitab yang ditulis oleh para penulis Muslim sendiri, dari rentang abad 7-14 M.

***

Mengetahui sejarah dan proses pengalihan versi manuskrip ke dalam versi cetak ini cukup penting bagi kita pertama untuk mendapatkan kesadaran betapa sulitnya menghadirkan versi cetak sebuah kitab. Pada masa pra-mesin cetak, semua kitab ditulis dengan tangan, lalu dikumpulkan dan dijilid. Seorang mu?allif (author) bisa menuliskan buah pikirnya dengan cara menyalinnya sendiri, namun tidak jarang yang meminta tangan murid atau sahabatnya untuk menyalinkannya.

Kitab-kitab yang berjilid-jilid itu tidak hanya membutuhkan pikiran, tenaga dan waktu, namun juga uang yang besar untuk mewujudkannya. Pada masa di mana kertas seperti yang kita lihat sekarang belum ditemukan, orang menulis di atas kertas yang terbuat dari olahan kulit domba atau hewan sejenis, di mana satu jilid kitab bisa menghabiskan ratusan kulit domba.Mushaf Qur’an San’a yang tersimpan di Perpustakaan National Berlin misalnya, konon bisa menghabiskan 300 domba lebih.

Sekali lagi, ini artinya untuk menulis sebuah kitab butuh orang kaya yang mampu menfasilitasi penulisan dan penggandaannnya. Di sinilah, saya jadi mengerti kenapa sebuah kitab sering berkaitan dengan permintaan seorang raja atau penguasa karena merekalah yang memiliki uang untuk membiayai penulisan sebuah kitab itu. Sebuah fragmen hubungan pengarang penguasa yang butuh dipahami lain dari hanya sekadar relasi kuasa dari yang kuat terhadap yang lemah.

Selain itu, mengetahui sejarah dan proses manuskrip juga berguna untuk menengarai tuduhan-tuduhan soal tahrif (pendistorsian redaksi asli) oleh kelompok tertentu atas sebuah kitab. Sebelum jatuh pada kesimpulan adanya ta?r?f, kita sebaiknya membaca dulu muqaddimah yang diberikan oleh editornya dulu. Seorang editor yang baik adalah yang menjelaskan tentang metodologi ta?q?qnya, termasuk menjelaskan asal usul manuskrip yang dia kerjakan. Perlu diketahui bahwa sebuah kitab bisa memiliki lebih dari satu salinan manuskrip. Penyalin ini pun sendiri terkadang hidup pada zaman yang berbeda dengan pengarang atau penyalin-penyalin lainnya. Atau sebuah kitab bisa saja ditulis oleh pengarangnya hanya satu saja, lalu dari yang satu ini ditulis lagi oleh murid dan sahabat-sahabatnya. Dari proses menulis inilah bisa saja terjadi kekurangan atau hal-hal yang ketelingsep dan ini hal yang manusiawi saja. Ibn Taymiyyah misalnya, karena tulisannya tangan jelek sekali dan sulit dibaca oleh orang lain, maka beliau meminta orang lain untuk menuliskan ulang tulisannya (copy).

Kita mungkin bisa jatuh pada kesimpulan tentang terjadi ta?r?f pada sebuah printed edition, jika sumber manuskrip yang digunakannya sama persis dan kita menemukan perbedaannnya di sana. Itu pun itu harus melihat kredibilitas editornya dulu. Hal ini perlu kita ketahui agar jika benar terjadi distorsi, maka apakah distorsi tersebut itu disebabkan oleh cara metodologi muhaqqiq dalam membaca dan mengedit manuskripnya berbeda atau disebabkan oleh kepentingan ideologis tertentu dari sang mu?aqqiq. Sudah barang tentu,? untuk mengetahuinya secara pasti butuh studi yang mendalam. Judgment atau prejudice tidak akan membantu kita banyak kecuali memproduksi kecurigaan-kecurigaan baru. Kecurigaan sangat penting dalam tradisi pengembangan ilmu pengetahuan, namun jika kecurigaan bukan perwujudan kebencian yang ideologis. (Waall?hu ‘alamu bi al-?aw?b).

SYAFIQ HASYIM, Rais Syuriah PCINU Jerman, meraih Dr. Phil dari Berlin Graduate School Muslim Cultures and Societies, FreieUniversität, Berlin)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Khutbah, RMI NU PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 03 Februari 2018

Mengapa Tanah Air Mesti Didahulukan daripada Islam?

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku mengembangkan pemikiran Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari tentang ukhuwwah islamiyyah (persaudaraan sesama umat Islam) dan ukhuwwah wathaniyyah (persaudaraan sesama bangsa).

Mengapa Tanah Air Mesti Didahulukan daripada Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Tanah Air Mesti Didahulukan daripada Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Tanah Air Mesti Didahulukan daripada Islam?

Menurut dia, sebagai sebuah strategi, memperjuangkan tanah air harus dilakukan lebih dahulu daripada Islam. Kenapa? “Karena dengan tanah air ini kita bisa memperjuangkan Islam,” ujarnya dalam pembukaan Harlah ke-60 dan Rakernas IPNU di Jakarta, Senin (24/02).

Kiai Said, sapaan akrabnya, mengatakan banyak bangsa yang tidak bisa menjaga tanah airnya akhirnya hilang dari sejarah, seperti yang dialami bangsa Kurdi.

PKS Piyungan Taubat

Man laisa lahu ardlun laisa lahu tarikh, waman laisa lahu tarikh laisa lahu dzakirah; barangsiapa tidak memiliki tanah air, tidak memiliki sejarah dan barangsiapa tidak memiliki sejarah tidak akan dikenang,” imbuhnya. 

PKS Piyungan Taubat

Timur Tengah, lanjut Kiai Said, memiliki segudang ulama yang ‘alim dan ‘allamah. Namun demikian, di sana terjadi banyak konflik berdarah yang tidak bisa dipecahkan oleh ulama.

Hal ini, menurutnya, karena tidak adanya nasionalisme di kalangan ulama dan organisasi kemayarakatan sebagai kekuatan masyarakat sipil di sana. Dengan adanya ormas seperti NU, Al-Washliyyah, Hizbul Wathan dan lain-lain, ulama Indonesia memiliki peran strategis, baik di kancah nasional maupun Internasional.

Maka dari itu, Kiai Said berharap IPNU sebagai ujung tombak pengkaderan NU mampu mewarisi nilai-nilai yang telah dipelopori oleh ulama Nusantara sebagai pengawal ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan NKRI.

“Selama masih ada NU, Insya Allah Indonesia akan terus ada. Semoga, NU langgeng sampai yaumil qiyamah,” ungkapnya di depan Wakil Menteri Pertahanan Letjend Sjafrie Sjamsoeddin, tamu undangan, para alumni IPNU, Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah IPNU se-Indonesia.

Usai sambutan, Kiai Said menerima kenang-kenangan dari Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam Kharisah. PP IPNU periode ini juga memberi penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dianggap berjasa besar dan memiliki dedikasi kepada IPNU. (A Naufa Khoirul Faizun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat RMI NU PKS Piyungan Taubat

Minggu, 28 Januari 2018

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Garut, PKS Piyungan Taubat - Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyempatkan hadir dalam acara Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Satkorcab ke-15 Kabupaten Garut di Pesantren As-Saadah Kecamatan Limbangan, Garut. Kiai Ma’ruf memberikan amanat kepada 534 Banser yang baru saja diambil sumpah setianya.

"Banser itu bukan galak, tapi santun. Kita mengajak itu harus dengan cara yang santun agar yang diajak sadar dengan sendirinya. Karena itu yang dilakukan oleh Wali Songo," ujarnya.

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah bagi warga NU memiliki karakter khas yang membedakan dengan kelompok-kelompok Islam yang lain yang juga mengaku Ahlussunnah.

"Bagi warga NU itu Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Karena ada juga yang Ahlussunnah tapi mengkafirkan Imam Al-Asyari. Itu Wahabi namanya. Itu bukan NU," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Kiai Ma’ruf, Islam Nusantara yang hari ini diwacanakan dan dipegang teguh oleh NU memiliki sifat tidak tekstualis dan juga tidak liberalis.

PKS Piyungan Taubat

"NU itu moderat. Tidak tekstualis seperti Wahabi yang gampang membidahkan. Tapi juga tidak liberalis yang menganggap bahwa teks itu tidak penting. Kalau terlalu tekstualis maka umat Islam tidak akan maju. Karena hukum itu justru banyak lahir dari ijtihad," ujarnya.

Kiai Ma’ruf yang juga masih keturunan Syekh Nawawi Banten menegaskan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. NKRI merupakan buah hasil dari perjuangan para ulama.

"Pancasila itu dirumuskan oleh para kiai. NU itu pemilik sah NKRI. Karena menurut sejarawan sebelum ada tentara dan polisi, yang membuat gerakan melawan Belanda itu santri yang mencari ilmu di Mekkah. Meskipun kalau NU itu pemilik saham republik ini, tetapi belum menerima deviden," ujar Kiai Ma’ruf yang disambut tepuk tangan hadirin.

Terkait dengan wacana Khilafah Islamiah yang di Indonesia diwacanakan oleh HTI, Kiai Ma’ruf menganggap sudah tidak relevan.

"Khilafah Islam itu hanya sampai pada Khulafaur Rasyidun. Setelah itu bermacam-macam. Sekarang ada yang kerajaan seperti di Arab Saudi atau Republik seperti di Indonesia. Jadi sudah tidak relevan lagi. Kalau kita kembali mengusik dasar negara maka kita akan kembali pada situasi sebelum 1945. Kapan Indoensia majunya," jelasnya. (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, RMI NU, News PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 20 Januari 2018

Luthfi Abdul Hadi: Berita di Harian Bangsa Bukan Cerminan Pendapat Saya

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Jagat dunia maya dan media sosial dikejutkan dengan berita di Harian Bangsa, 27 Desember 2016 yang berbasis di Surabaya memuat berita tidak benar tentang Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.?

Luthfi Abdul Hadi: Berita di Harian Bangsa Bukan Cerminan Pendapat Saya (Sumber Gambar : Nu Online)
Luthfi Abdul Hadi: Berita di Harian Bangsa Bukan Cerminan Pendapat Saya (Sumber Gambar : Nu Online)

Luthfi Abdul Hadi: Berita di Harian Bangsa Bukan Cerminan Pendapat Saya

Pasalnya, Kiai Said dituduh menjadi makelar tanah di Kelurahan Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur yang akan dibangun seminari.

Berita di Harian Bangsa tersebut menjadi headline dengan judul: KH Luthfi Abdul Hadi: Said Aqil Kejam, Sadis, Ayo Sumpah Li’an Kalau Berani dengan mencantumkan judul prefiks Keluarga Korban Kasus Tanah yang Dijual ke Gereja Akhirnya Bicara.?

(Baca: Seribu Persen Bohong Kiai Said Makelari Tanah di Malang)?

Narasumber yang dikutip Harian Bangsa, KH Luthfi Abdul Hadi, Jumat (13/1) melalui surat pernyataannya secara tegas mengakui bersalah dan meminta maaf kepada Kiai Said.

PKS Piyungan Taubat

Ia juga menyatakan bahwa berita di Harian Bangsa tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan pendapatnya.

"Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa apa yang selama ini saya sampaikan mengenai KH Said Aqil Siroj adalah berdasarkan testimoni yang tidak benar. Oleh karenanya dengan kejadian ini, dengan tulus saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada KH Said Aqil Siroj," tulis Luthfi dalam pernyataan surat bermaterai.

(Baca: Luthfi Abdul Hadi Akui Bersalah Kaitkan Kiai Said dengan Penjualan Tanah di Malang)?

“Adapun mengenai berita di HARIAN BANGSA adalah tidak sepenuhnya mencerminkan pendapat saya, dan tidak pernah dikonfirmasi sebelum diberitakan kepada saya," terang Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ihsan Malang ini. (Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat RMI NU, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Selasa, 16 Januari 2018

LKNU Surabaya Buka Khitanan Laser Gratis

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Para ahli ? medis dan dokter yang tergabung dalam Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) ? Kota Surabaya mempunyai cara tersendiri ? dalam meningkatkan kepedulian di bulan suci Ramadhan. Mereka membuka khitanan laser gratis untuk masyarakat Surabaya yang dipusatkan di klinik di Paradise Parisudha Clinic, Surabaya.

LKNU Surabaya Buka Khitanan Laser Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Surabaya Buka Khitanan Laser Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Surabaya Buka Khitanan Laser Gratis

Ketua LKNU Kota Surabaya Sukma Sahadewa menjelaskan pihaknya ingin berbagi bersama warga Surabaya melalui kegiatan khitan gratis massal ini guna meningkatkan kepedulian di ? bulan Ramadhan. "Kegiatan sosial ini juga sebagai wujud rasa syukur atas nikmat di bulan suci ramadhan," ujarnya, Selasa (14/6).

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini terus dilakukan tanggal 13-27 Juni 2016, pukul 08.00-09.00, dan jika ada yang ingin mendaftar bias menghubungi langsung menghubungi di nomor 085649806178/0852336709529.

"Metode khitan yang diberikan kepada masyarakat ini memakai metode laser yang notabennya cepat sembuh dan tidak sakit, karena dengan metode ini tidak terjadi pendarahan dan jahitanya pun bisa langsung jadi kulit (absorpsi) benang langsung diserap oleh kulit tanpa harus dicabut kembali,sehingga kenyamanan dan ? kesembuhannya bisa lebih cepat," tambahnya.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan khitan gratis para dokter NU yang tergabung dalam ? LKNU Surabaya ini disambut antusias warga Surabaya khususnya disekitar Kecamatan Rungkut Surabaya. Hal ini dibuktikan dengan datangnya para peserta khitan yang bergiliran mendapatkan pelayanan.

Beragam komentar dari para peserta khitan, diantaranya Dendi (12 tahun) salah satu peserta khitan pertama yang di khitan pada hari Selasa 14 Juni,mengatakan sempat ketakutan saat khitan, namun setelah merasakan penanganan khitan laser dirinya tidak merasakan sakit. Hal yang sama juga dirasakan Bima salah satu peserta khitan yang masih kelas 3 Sekolah Dasar yang mengawali khitan dengan rasa ketakutan.

Sementara itu Ketua NU Kota Surabaya Muhibbin Zuhri memberikan apresiasi terhadap kegiatan LKNU ini sebagai kegiatan yang baik dengan harapan agar menjadi agenda rutin dan berkelanjutan. ? Ia mengatakan tujuan dari kegiatan khitan adalah perintah Agama Islam selain untuk kesehatan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat RMI NU, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Minggu, 14 Januari 2018

Kelola Tabungan Emas, Upaya LKKNU untuk Kemaslahatan

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

“LKKNU yang mengurusi kemaslahatan seluruh keluarga (ayah, ibu, dan anak). Salah satu upaya kemaslahatan itu adalah dengan pengembangan ekonomi. Oleh karena itu LKKNU menyambut baik rencana kerja sama dengan PT Pegadaian yang mengeluarkan produk investasi Tabungan Emas.”

Kelola Tabungan Emas, Upaya LKKNU untuk Kemaslahatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelola Tabungan Emas, Upaya LKKNU untuk Kemaslahatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelola Tabungan Emas, Upaya LKKNU untuk Kemaslahatan

Demikian dikatakan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PP LKKNU), Ida Fauziah dalam sambutan pada pengenalan produk (product knowledge)? Emas Sebagai Instrumen Investasi di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Sabtu, (30/7) sore.?

?

Ida menyampaikan product knowledge tersebut merupakan realisasi dari kesepakatan kerja sama antara PT Pegadaian dengan PBNU yang dilakukan sebelumnya. Ida menyebut pertemuan ini sebagai bentuk dari tugas dan fungsi LKKNU dalam menerjemahkan visi dan misi NU.?

PKS Piyungan Taubat

Berbicara tentang NU, Ida mengatakan telah banyak berkontribusi untuk Indonesia. Dalam bidang pendidikan misalnya, NU memiliki 21.000 madrasah yang dikelola melalui Lembaga Maarif NU, 10.000 pondok pesantren yang berada di bawah RMI, serta perguruan tinggi NU yang telah berdiri di setiap propinsi di Indonesia. Dalam bidang kesehatan, juga telah didirikan rumah sakit-rumah sakit yang dikelola NU.?

“Dan LKKNU yang punya perhatian terhadap seluruh anggota keluarga, merasa sangat penting membantu perekonomian keluarga serta seluruh masyarakat,” tegas perempuan yang juga Ketua Fraksi PKB.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, Sekretaris LKKNU, Alissa Wahid yang memoderatori diskusi mengungkapkan upaya pengembangan ekonomi sangat penting untuk dilakukan. Ia menyebut ada aktivis IPNNU yang tidak bisa meneruskan pendidikan di perguruan tinggi karena kesulitan ekonomi.

“Seandainya seluruh warga NU tahu bagaimana cara mengelola perekonomian, tentu persoalan semacam itu dapat teratasi, serta NU dapat memberi kemaslahatan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” harap Alissa.

Alissa mengatakan dalam upaya membentuk kemaslahatan keluarga yang diharapkan akan berdampak pada kemaslahatan lingkungan, LKKNU mengampanyekan dalam setiap keluarga terdiri dari ayah yang saleh, ibu yang salehah, anak yang abrar, lingkungan yang baik, dan rezeki yang halal dan cukup.

Dengan demikian dalam usaha mencari rezeki yang halal dan cukup, perlu dilakukan pengembangan ekonomi. Menurut Alissa upaya pengembangan ekonomi dilakukan dengan menambah income, dan mengelola income yang sudah ada.?

“Pengenalan emas sebagai instrumen investasi seperti yang diadakan PT Pegadaian merupakan pengelolaan income yang tepat,” kata Alissa. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat RMI NU PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Tangerang Selatan, PKS Piyungan Taubat - Direkur Eksekutif Islam Nusantara Center (INC) Ahmad Ginanjar Sya’ban menerangkan dua tujuan penganugerahan Santri of The Year. Pertama, agenda ini diadakan untuk menemukan dan menampilkan tokoh atau figur santri yang telah memberikan sumbangsih berupa gagasan inovatif dan kerja serta karya dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

“Kedua, mampu membangkitkan motivasi dan dapat memberikan keteladanan generasi bagi generasi muda serta masyarakat umum untuk lebih giat membangun bangsa dan negaranya,” kata Ginanjar saat acara peluncuran penganugerahan Santri of The Year di Kantor INC Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Menurutnya, hingga hari ini santri masuk dan mengisi ruang-ruang dalam berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan sosial, keagamaan, pers, media, militer, politik bahkan hingga ke parlemen dan pemerintah. Tidak sedikit dari mereka yang mengharumkan nama santri.

PKS Piyungan Taubat

Oleh karena itu, lanjut Ginanjar, dalam rangka hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017, maka INC mengadakan agenda Santri of The Year.

Sementara itu, salah satu inisiator INC Zainul Milal Bizawie menegaskan, mereka yang mendapatkan Santri of The Year bukanlah orang yang paling hebat di antara lainnya, tetapi mereka adalah yang mampu memberikan inspirasi kepada orang lain.

Ia berharap, ke depan agenda ini akan menjadi sebuah penghargaan yang bergengsi dan kredibel sehingga ini bisa menjadi sebuah indikator bahwa santri memiki banyak kemampuan dan keterampilan di luar bidang keagamaan.

PKS Piyungan Taubat

“Sehingga yang lain tahu bahwa santri tidak hanya sarungan saja,” ucapnya.

Ada dua belas kategori nominasi yang dipilih untuk mendapatkan penghargaan, yaitu Santri Inspirasi Bidang Seni dan Budaya, Santri Inspirasi Bidang Pendampingan Umat (Dakwah), Santri Inspirasi Bidang Pendidikan, Santri Inspirasi Bidang Wirausaha, Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah, Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Enterpreneur Inspiratif, Santri Berprestasi Tingkat Internasional, Pahlawan Santri, Santri Mengabdi Sepanjang Hayat, dan Mahasantri Bhakti Negeri.

Polling akan dilakukan di di akun resmi Twitter Islam Nusantara Center @IslamNusantaraC. Selain itu, panitia juga akan terjun ke lapangan untuk menyebarkan angket atau keusioner ke pesantren-pesantren yang belum aktif menggunakan medsos agar mereka bisa mengusulkan nama-nama yang sesuai dengan kategori nominasi.

Masyarakat bisa menyetorkan nama-nama tokoh santri yang layak mendapatkan penghargaan tersebut berserta sesuai dengan kategori dan alasannya ke akun media sosial Islam Nusantara Center @islamnusantaracenter (IG) @IslamNusantaraC (Twitter), 081384478968 (WhatsApps). (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, RMI NU, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 30 Desember 2017

Wakil Bupati: Madrasah Diniyah Benteng Atasi Dekadensi Moral

Tegal, PKS Piyungan Taubat - Wakil Bupati Tegal Umi Azizah menyebut madrasah diniyah sebagai benteng untuk mengatasi dekadensi moral yang semakin hari semakin menghawatirkan. Karena madrasah diniyah merupakan lembaga yang masih bisa dipercaya mendidik moral anak bangsa.

Hal itu dikatakan Umi Azizah saat melakukan monitoring pelaksanaan ujian akhir bersama Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Kabupaten Tegal di MDTA Islamiyah Desa Kabunan Kecamatan Dukuhwaru, Selasa (18/4) kemarin.

Wakil Bupati: Madrasah Diniyah Benteng Atasi Dekadensi Moral (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Bupati: Madrasah Diniyah Benteng Atasi Dekadensi Moral (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Bupati: Madrasah Diniyah Benteng Atasi Dekadensi Moral

Selain MDT Islamiyah Kabunan, Wakil Bupati juga berkenan untuk mengunjungi MDT At-Taqwa Desa Slawi Kulon Kecamatan Slawi. Monitoring didampingi tim dari Kementerian Agama Kabupaten Tegal Haryono dan FKDT Kabupaten Tegal.

PKS Piyungan Taubat

"Karena itu pendidikan di madrasah diniyah harus bisa berjalan secara optimal. Selain pemberian pelajaran secara teori, murid madrasah juga harus diberi contoh akhlak yang baik," ujar Umi.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Umi Azizah yang juga Ketua Muslimat NU Tegal, perkembangan teknologi memaksa anak-anak kecil umur usia SD sudah terbiasa memegang telepon genggam dengan fasilitas internet.

"Di samping kekhawatiran tidak bisa mengontrol akses internet, dikhawatirkan juga anak-anak menjadi sulit berkomunikasi dengan teman dan lingkungan sekitarnya," ungkap Umi.

Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa program 18-21 harus dikawal guna memberi kesempatan anak-anak untuk belajar dan berinteraksi dengan orang tua.

"Mulai Pukul 18.00 s.d. 21.00 Wib, orang tua diharapkan mempunyai waktu untuk mendampingi anak-anak belajar dan bercengkerama dengan anggota keluarga," harap Umi.

Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Tegal H Mujahidin Nurburhan melalui stafnya Haryono mengatakan, peserta ujian akhir madrasah diniyah takmiliyah berjumlah 12.000 peserta.

"Jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding jumlah peserta ujian sekolah dasar yang mencapai kurang lebih 45.000 peserta," katanya.

Hal ini, lanjutnya, mengindikasikan bahwa masih banyak anak usia sekolah dasar yang tidak mengikuti pendidikan di madrasah diniyah. Padahal program Pemkab Tegal yang mewajibkan ijasah madrasah diniyah sebagai syarat masuk ke SLTP akan segera diberlakukan.

"Program ini akan berlaku efektif mulai tahun 2020. Untuk itu, perlu kerja keras agar program ini benar-benar bisa berjalan pada tahun 2020," pungkasnya. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat RMI NU, Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Kamis, 28 Desember 2017

Peran Kepemimpinan di Lembaga Pesantren

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Secara institusional pesantren merupakan salah satu corak lembaga pendidikan yang berkembang di segenap penjuru Nusantara. Eksistensinya, baik secara historis maupun sosiologis, secara legal formal menjadi bagian integral dari berbagai corak lembaga pendidikan yang diakui Negara (UU No. 20 Tahun 2003).

Presiden keempat RI, Gus Dur, secara sosiologis mewacanakan pesantren sebagai subsistem dari sistem pendidikan di negeri ini. Secara kultural pun demikian. Walau tidak dalam pola-pola tertentu yang seragam dan masif, kultur pesantren ikut mewarnai kultur masyarakat di sekitarnya, dalam relasi pesantren-masyarakat yang mengalami pasang-surut sesuai dengan dinamika kehidupan yang dialami. 

Peran Kepemimpinan di Lembaga Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Kepemimpinan di Lembaga Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Kepemimpinan di Lembaga Pesantren

Sepanjang Republik Indonesia ini ada, maka sepanjang itu pula barangkali tak perlu kekhawatiran yang berlebihan tentang eksistensi pesantren berdampingan dengan lembaga pendidikan formal, atau lembaga pendidikan sejenis lainnya. Persoalan eksistensi pesantren dapat menjadi isu krusial yang menguras perhatian apabila ditinjau dari aspek kultural-sosiologisnya. 

Pesantren sebagai subkultur bangsa ini, sebagaimana kultur bangsa secara keseluruhan, sedang berhadapan dengan arus globalisasi kultural dan sosiologis. Globalisasi menjadi harapan sekaligus tantangan bagi eksistensi pesantren di masa-masa yang akan datang. 

Persoalan-persoalan yang dialami lembaga pendidikan corak apapun di negeri ini terkait dengan globalisasi, yaitu: sumber daya, kepemimpinan, motivasi, dan kebangsaan. Dalam hal ini, sumber daya dapat di-breakdown menjadi sumber daya manusia dan sumber daya sarana-prasarana. Jikalau sumber daya-sumber daya ini relatif kuat dan berkualitas, niscaya ia akan mampu menghadapi dan melampaui tantangan global. 

PKS Piyungan Taubat

Dalam konteks manajerial suatu lembaga pendidikan—apapun coraknya, kemampuan melampaui tantangan global tersebut tentu saja tidak dapat dilepaskan dari peran-peran kepemimpinan dalam lembaga tersebut. 

Peran-peran kepemimpinan dapat ditinjau dari aspek bagaimana suatu kepemimpinan dilakoni, dan terindikasi sebagai gaya (style) seorang pemimpin memimpin lembaganya, memimpin dan mengelola sumber daya manusia dan sumber daya sarana-prasarana.

Di samping itu, tentu saja bagaimana seorang pemimpin dalam peran dan fungsi manajerialnya sehari-hari mengambil keputusan dan mencari solusi atas berbagai permasalahan dalam lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Dalam konteks pesantren tentu saja yang dimaksud adalah profil kiainya. 

PKS Piyungan Taubat

Sistem nilai yang dibangun bersama dalam suatu lembaga pendidikan juga ikut menentukan sejauh mana lembaga pendidikan mampu melampaui tantangan global. Sistem nilai sebagai identitas lembaga juga mengartikulasikan kemampuan lembaga tersebut untuk bertahan (survive ability). 

Motivasi sumber daya manusia internal lembaga, utamanya tenaga pendidik—dalam hal ini ustadz dalam pesantren, memiliki posisi kunci walau tidak sentral, dalam ikut membentuk sikap terhadap tradisi dan perubahan global. 

Terkait kemampuan dan kemauan lembaga pendidikan melampaui tantangan global adalah penanaman dasar dan pilar kebangsaan. Dampak dari penyelenggaraan suatu lembaga pendidikan—apapun coraknya—termasuk pesantren adalah memperkuat dan membangun spirit kebangsaan, minimal terhadap para santri, alumni, dan masyarakat di sekitar pesantren tersebut. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, RMI NU, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Selasa, 26 Desember 2017

Kiai Said: Kita Hargai Pilihan Rakyat Amerika

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan apresiasinya atas pelaksanaan pemilihan presiden di Amerika Serikat yang berlangsung secara demokratis, bebas, dan berjalan dengan baik dengan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden ke 45.?

Kiai Said: Kita Hargai Pilihan Rakyat Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Kita Hargai Pilihan Rakyat Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Kita Hargai Pilihan Rakyat Amerika

“Saya ucapkan selamat, kami sebagai warga NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia, mengucapkan selamat kepada Donald Trump, yang telah diberi kepercayaan oleh rakyat Amerika Serikat. Kita hargai pilihan rakyat Amerika Serikat,” katanya di Jakarta, (11/11).

Mengenai sejumlah ucapan Trump yang kontroversial terkait dengan Islam, ia menilai hal tersebut hanya retorika kampanye dan semoga tidak benar-benar menjadi kebijakan yang dijalankan oleh Trump. “Kalau sudah menang, ada penasehat yang memberi masukan. Ngak mungkin Amerika akan putus dengan negara-negara teluk yang sumber minyak. Pakistan kan juga mitranya Amerika. Kalau sudah jadi presiden ngak akan sekeras itu,” paparnya.

Dari pengalamannya selama ini, memang ada perbedaan gaya kepemimpinan antara presiden yang berasal dari Partai Republik dan Partai Demokrat. Republik seringkali menekankan pendekatan kekuatan militer dalam menghadapi politik internasional sedangkan Demokrat lebih mengedepankan hak asasi manusia.?

“Kalau Demokrat yang jadi presiden, Islam atau Palestina bisa bernapas, walaupun belum bisa maksimal membebaskan Palestina. Kalau Republik yang memang, Palestina akan tertekan lagi. Sesak lagi nafasnya,” paparnya.?

PKS Piyungan Taubat

Ia menegaskan, umat Islam tidak boleh menyerahkan nasibnya kepada keputusan pihak lain. Yang paling penting adalah memperkuat diri sendiri. Seperti tubuh, jika memiliki antibodi yang kuat, maka akan tahan dari berbagai macam jenis penyakit.?

“Persatuan Arab adalah senjata paling ampuh dalam menghadapi pihak lain. Minyak bisa dimainkan. Minyak bisa jadi senjata. Sayangnya negara-negara Arab ngak pernah akur, masing-masing punya bos. Dan mudah sekali diadu domba,” paparnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat RMI NU, Santri, Hikmah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 19 Desember 2017

PCNU Kudus Kukuhkan LTMNU Kaliwungu

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus mengukuhkan pengurus Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kecamatan Kaliwungu periode 2013-2018. Pengukuhan dilakukan Ketua PCNU KH Chusnan Ms dalam acara peringatan Isra’ Mi’raj dan Harlah ke-90 NU di gedung MWC NU Kaliwungu, Ahad Siang (9/6).

Dalam sambutannya, Ketua PCNU KH Chusnan Ms mengajak? untuk menjaga dan memakmurkan masjid, musholla dan madrasah NU. Masjid merupakan aset NU yang didirikan dan dirawat warga Nahdliyin.

PCNU Kudus Kukuhkan LTMNU Kaliwungu (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kudus Kukuhkan LTMNU Kaliwungu (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kudus Kukuhkan LTMNU Kaliwungu

“Peringatan harlah NU ini kita jadikan momentum memakmurkan pesantren, masjid, dan mushala dengan meningkatkan harakah (gerakan) penguatan Islam Ahlussunnah wal-Jamaah,” tandasnya.

PKS Piyungan Taubat

KH Chusnan mengingatkan sekarang ini semakin banyak kelompok di luar NU yang ingin mengincar masjid-masjid maupun mushala. Biasanya, kata KH Chusnan, kelompok ini menetap sebagai tenaga kebersihan masjid kemudian secara perlahan menghilangkan simbol-simbol masjid NU seperti kentongan, jidur maupun seruan-seruan i’tikaf.

“Makanya kita warga NU harus menjaga dan makmurkan masjid melalui kegiatan-kegiatan atau amalan-amalan Aswaja,” tambahnya di depan ribuan Nahdliyin yang hadir.

PKS Piyungan Taubat

Kepada pengurus LTMNU, KH Chusnan berharap segara menggerakkan kepengurusan pada tingkatan ranting serta menata kemasjidan di daerah masing-masing.

Sekretaris MWC NU Kaliwungu H. Noor Kholis mengatakan kepengurusan LTMNU terbentuk berdasar keputusan pengurus MWC pada tanggal 28 Mei 2013 lalu. Setelah dikukuhkan ini, program jangka pendek LTMNU adalah mendata dan membuat papan nama masjid NU.

“LTMNU akan segera menjalankan program papanisasi masjid-masjid NU sebagai upaya menjaga dan penguatan aset NU yang berharga ini,” jelasnya kepada PKS Piyungan Taubat.

Kepengurusan LTMNU Kaliwungu Kudus yang dikukuhkan itu terdiri dari Ketua? H Sumadi, Wakil Ketua Sodiq dan Zamroni, Sekretaris H Masrukin. Sedang? Wakil Noor Yadi, Bendahara H Tumirin. Disamping pengurus harian, komposisi kepengurusan dilengkapi departemen-departemen penguatan organisasi, peningkatan peran sosial ekonomi, kerjasama kelembagaan, dan pelatihan pemberdayaan ubudiah.

Redaktur? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor? : Qomarul Adib

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat RMI NU, Kajian PKS Piyungan Taubat

Minggu, 10 Desember 2017

Sambut "Hari Perempuan Internasional" Kader PMII Berlatih Tari

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Kader perempuan PMII Rayon Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga mulai melenturkan diri dengan latihan tari di area parkir bagian barat kampus, Jum’at (21/2). Mereka tengah bersiap menyambut Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada Sabtu (8/3).

Selain perempuan yang tergabung dalam Kapash (Komunitas Perempuan Syariah dan Hukum), kader laki-laki PMII juga mengikuti latihan tari. Latihan tari ini dipandu Pesang dari Sanggar SangArt.

Sambut Hari Perempuan Internasional Kader PMII Berlatih Tari (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Perempuan Internasional Kader PMII Berlatih Tari (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut "Hari Perempuan Internasional" Kader PMII Berlatih Tari

“Latihan tari ini sebenarnya sudah digelar mulai beberapa hari lalu, tapi tempatnya bukan di sini. Latihan ini merupakan persiapan untuk pementasan acara yang akan kami adakan dalam memperingati Hari perempuan Internasional di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga,” terang Ketua Kapash Naya Rukunuddin di sela-sela latihan.

PKS Piyungan Taubat

Acara yang mengangkat tema “Woman To Be Creative” itu nantinya tidak hanya mementaskan penampilan dari kader-kader Kapash saja. Rayon-rayon yang ada di UIN Sunan Kalijaga juga diundang untuk meramaikan acara.

PKS Piyungan Taubat

Penampilan anak-anak TK se-DIY nantinya, sambung Naya, juga akan menjadi serangkaian acara yang akan di gelar Sabtu (8/3) mendatang.

“Kami berharap nanti saat pementasan berlangsug kader-kader Kapash sudah siap tampil luar dalam. Maka dari itu latihan ini kami gelar setiap malam. Kami menginginkan mereka memberikan penampilan terbaik saat pementasan yang berlangsung sehari semalam nanti,” tutur kader Kapash, Eka Oktaviani. (Abdul Rahman Wahid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Pahlawan, RMI NU PKS Piyungan Taubat

Jumat, 08 Desember 2017

Danrem, Polisi hingga Santri Bershalawat Nariyah

Lampung, PKS Piyungan Taubat?

Peringatan Hari Santri Nasional ( HSN) berlangsung di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Ketua Hipsi Lampung H Karim, di Bandar Lampung, Jumat (21/10) malam menjelaskan, Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel Kav Supriyatna turut hadir membaca sholawat nariyah di Pesantren Darusaadah, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah.

Selain Danrem, Katib Suriyah PBNU KH Mujib Quryubi, Ketua PWNU Lampung KH Soleh Bajuri, jajaran pengurus MUI dan Hipsi juga turut menghadiri pembacaan 1 miliar sholawat nariyah bersama para santri di Lampung Tengah.

Danrem, Polisi hingga Santri Bershalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Danrem, Polisi hingga Santri Bershalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Danrem, Polisi hingga Santri Bershalawat Nariyah

"Alhamdulillah. Di Kampung Gunung Tiga, Kecamatan Pugung, Tanggamus juga sangat meriah. Warga juga turut hadir, lalu dari kepolisian sektor Pugung pun turut serta dalam pembacaan solawat nariyah. Total sekitar 750 orang," ujar aktivis Gusdurian Lampung dan Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren (YPIPP) Nurul Falah Tanggamus, WD Fatchurrochman Syam.

Di Bandar Lampung, salah satu tempat pembacaan sholawat nariyah adalah sekretariat Hipsi Lampung, Jalan ZA Pagaralam Nomor 95, Gedung Meneng, samping museum Lampung.

Di Kabupaten Pringsewu, pelaksanaan pembacaan sholawat nariyah berlangsung di Pesantren Miftahul Huda, Ambarawa. Usai membaca, para santri diajak bakar-bakar ikan sembari menyaksikan pemutaran film Sang Kiai.

PKS Piyungan Taubat

Adapun di Way Kanan, salah satu tempat membaca shalawat yang mempunyai sejumlah fadilah seperti menghilangkan segala macam kesusahan, memudahkan pekerjaan, menerangkan hati, memperbaiki budi pekerti, menghindarkan malapetaka dan perbuatan buruk itu berlangsung di Pesantren Roudhotul Mutaqin asuhan KH Rofiul? Bashori, Kecamatan Bumi Agung. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi). Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat RMI NU, Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Senin, 27 November 2017

Kotekan Lesung hingga Seribu Bendera di Puncak Lawu

Solo, PKS Piyungan Taubat. Beragam cara dilakukan masyarakat Solo dan sekitarnya dalam merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-68 Republik Indonesia.

Kotekan Lesung hingga Seribu Bendera di Puncak Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kotekan Lesung hingga Seribu Bendera di Puncak Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kotekan Lesung hingga Seribu Bendera di Puncak Lawu

Di Wonogiri, warga memeriahkan pitulasan sekaligus melestarikan seni tradisi. Warga Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Kota Wonogiri, menggelar lomba tradisional berupa Kothekan Lesung, Ahad (18/8).

Peserta lomba Kothekan Lesung seluruhnya perempuan. Mereka bersemangat menyanyikan lagu sambil memukulkan alu ke badan lesung dengan membuat irama tertentu. Persis seperti perempuan jaman dahulu ketika tengah menumbuk padi.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Wuryatno, Kepala Desa Pokoh Kidul, ada filosofi tinggi dalam seni tradisi Kothekan Lesung. Yakni, kerja keras penuh semangat dengan saling membantu antar sesama demi meraih tujuan yang diinginkan. Sehingga, dia menyebut kesenian kothekan itu perlu dilestarikan.

PKS Piyungan Taubat

“Memang keberadaan lesung dan alu untuk menumbuk padi sudah tergantikan mesin penggiling. Tapi, melihat filosofi tinggi di dalamnya, perlu kita lestarikan. Pastinya dalam bingkai seni tradisi dan budaya, ” kata Wuryatno.

Ada 13 kelompok Kothekan Lesung perwakilan seluruh dusun yang ambil bagian dalam lomba pitulasan tersebut. Diterangkan dia, bukan soal menang kalah dalam lomba itu, melainkan semangat mencintai tradisi. Terlebih seluruh peserta, baik yang menang maupun kalah menerima hadiah berupa peralatan masak.

“Selain lomba Kothekan Lesung, ada lomba jalan sehat, voli, bulu tangkis, dan klenengan (karawitan). Khusus tahun ini kami pusatkan di lapangan Dusun Gudang. Tahun depan berpindah ke dusun lainnya, demikian seterusnya,” beber Wuryatno.

Seribu Bendera

Sedangkan sebagian warga memilih memperingati Hari Kemerdekaan di Puncak Lawu. Mereka terdiri dari para pendaki dari luar kota dan masyarakat sekitar lereng Lawu.

Sabtu (17/8/) pukul 09.00 WIB itu, ratusan orang pendaki yang membentuk barisan rapi itu melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya di Telaga Kuning, Puncak Gunung Lawu, Hargo Dumilah.

Di tengah-tengah barisan tersebut. Sebuah tiang bendera yang ditegakkan dikelilingi oleh ratusan bendera kain merah putih ukuran mini. Di belakang barisan itu, ratusan bendera lainnya dipasang sejajar menjadi back ground barisan.

“Pengibaran 1.000 bendera ini untuk memeriahkan HUT ke-68 RI dan mendongkrak jiwa nasionalisme para pemuda,” terang salah satu pendaki, Nur Rizki.

Sehari sebelumnya, mereka juga melepas sebanyak 120 ekor burung jenis Cucak Jawa dan Kutilang dilepas di pos induk pendakian Cemoro Kandang. Hal itu menyusul berkurangnya jumlah populasi burung di Gunung Lawu sejak beberapa tahun terakhir. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat RMI NU PKS Piyungan Taubat

Jumat, 24 November 2017

MTs Ma’arif Fajaresuk Terus Benahi Fasilitas Madrasah

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat

MTs Ma’arif Fajaresuk yang terletak di Komplek Pesantren Al-Muawanah Fajaresuk Pringsewu Lampung terus berbenah dengan memperbaiki fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk memperlancar rutinitas kegiatan belajar dan mengajar.

MTs Ma’arif Fajaresuk Terus Benahi Fasilitas Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Ma’arif Fajaresuk Terus Benahi Fasilitas Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Ma’arif Fajaresuk Terus Benahi Fasilitas Madrasah

Ditemui di sela kegiatan gotong royong memperbaiki halaman madrasah, Rabu (27/1/2016) Wakil Ketua Kurikulum MTs Ma’arif Fajaresuk Indra Pramayoga mengatakan bahwa di usia yang baru 4 tahun, MTs Ma’arif sudah memiliki cukup ruang lokal bagi 5 rombongan belajar yang ada.

"Saat ini kami sedang fokus memperbaiki beberapa sarana dan prasarana seperti perapihan ruang kelas, pembangunan toilet, perapihan halaman, dan beberapa pembangunan fisik lainnya," katanya.

Indra menjelaskan bahwa walaupun perapihan sebagian ruang kelas baru belum sempurna, namun dikarenakan jumlah siswa yang mendaftar pada tahun pelajaran 2015/2016 sangat banyak maka ada dua kelas yang menempati Bangunan baru.

PKS Piyungan Taubat

"Kelas VIII dan IX memakai lokal yang baru dibangun walaupun belum selesai. Sambil merapikan bangunan yang rencanya berlantai 3 ini kami berharap pada semester depan dapat rampung dan difungsikan dengan maksimal," harapnya.

Walaupun masih tergolong muda, MTs Ma’arif Fajaresuk mengalami perkembangan yang cukup pesat. Disamping jumlah peserta didik yang terus meningkat pesat dari tahun ke tahun, madrasah ini juga sudah menorehkan berbagai macam prestasi akademik dan nonakademik baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

"Sebagai wujud menjaga kualitas madrasah, dalam perekrutan tenaga pendidik kami merekrut tenaga muda yang masih energik dan semangat dalam mengajar sehingga keaktifan kegiatan akademik maupun ekskul dapat terlihat," jelas Indra. (Muhammad Faizin/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat RMI NU PKS Piyungan Taubat

Selasa, 21 November 2017

PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah dan DPR meninjau ulang Undang Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air atau lebih dikenal sebagai undang-undang privatisasi air karena tidak adil bagi masyarakat.

"Demi keadilan kita minta undang-undang privatisasi air ditinjau ulang," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj usai membuka rapat kerja Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU sekaligus seminar bertajuk "Perubahan iklim, Penanggulangan Bencana dan Lingkungan di Indonesia" di Jakarta, Jumat.

PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang

Sebelumnya, di dalam forum tersebut, yang dihadiri antara lain Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, CEO WWF Indonesia Efriansyah, Deputi Badan Penanggulangan Bencana Nasional Sugeng Tri Utomo, Direktur Bappenas Suprayoga Hadi, dan Ketua LPBINU Avianto Muhtadi, Said Aqil menyoroti privatisasi dan monopoli terhadap sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak.

PKS Piyungan Taubat

Padahal, lanjutnya, konstitusi negara, UUD 1945, mengamanatkan cabang-cabang produksi yang yang menguasai hajat hidup orang banyak, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

PKS Piyungan Taubat

Islam, kata Said Aqil, juga melarang keras penguasaan sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak oleh orang atau kelompok tertentu sehingga menyengsarakan yang lain.

“Dalam Islam ditegaskan bahwa air, api dan rumput diharamkan dimiliki oleh individu, ini merupakan barang publik untuk kepentingan bersama,” katanya.

Dalam konteks sekarang, air bisa dikategorikan sebagai sumber-sumber mata air yang kini banyak dikuasai oleh perusahaan air minum dalam kemasan, yang akhirnya menyebabkan penduduk sekitarnya kesulitan air.

Sementara itu, “api” bisa dimaknai dengan berbagai macam bentuk sumber energi seperti minyak bumi, batubara dan lainnya. Kang Said mengungkapkan, secara kasat mata bisa dilihat bekas-bekas galian batubara di Kalimantan dan Sumatra yang bisa menimbulkan bencana besar, sementara hasilnya hanya dinikmati oleh segelintir orang.

Dalam konteks “rumput” ia menjelaskan bahwa hal ini bisa dianalogikan dengan potensi sumberdaya hutan, yang sekarang juga mengalami kerusakan luar biasa. Lebih dari 80 juta hektar hutan di Indonesia rusak, sementara penduduk yang berdiam di sekeliling hutan tetap menderita.

Ia menegaskan, jika ada aturan Allah yang dilanggar, maka manusia akan mendapatkan dampaknya. Segala doa dan permohonan tidak akan dikabulkan karena ada aturan besar yang dilanggar.

“Doa dari para ulama dan istighotsah tak ada faedahnya karena melanggar aturan, kecuali tindakannya diperbaiki,” tuturnya.

Ia menegaskan himbaun untuk meninjau ulang aturan privatisasi air ini sama sekali bukan politis atau karena kepentingan tertentu, tetapi murni demi keadilan dan kepentingan masyarakat luas. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pesantren, RMI NU, Hadits PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock