Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura

Kotabumi, PKS Piyungan Taubat -

Bupati Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara meminta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat masa khidmah 2016-2021 berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura

“Saya berharap peran aktif keluarga besar NU beserta segenap kaum Nahdiyin untuk turut memberikan kesejukan dan kedamaian dihati umat,” kata mantan Ketua KNPI Kabupaten Way Kanan itu, di Kotabumi, Kamis (27/10).

Menurut Bupati Agung, saat ini berbagai permasalahan sosial keagamaan banyak bermunculan di masyarakat.

"Hal tersebut tentunya perlu diantisipasi sedini mungkin, agar tidak menghambat kelancaran beribadah," ujar dia lagi.

PKS Piyungan Taubat

Bupati juga meminta agar seluruh tokoh dan kader NU potensial diberdayakan bagi organisasi.

"NU kedepan harus bisa bersinergi dengan pemerintahan, menjadi gas atau rem untuk daerah kita lebih baik," pungkas bupati. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

?

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Doa, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Senin, 29 Januari 2018

Santri Juara III OASIS Ini Suka Pelajaran Sejarah. Kenapa?

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Membaca sejarah perjuangan bangsa Indonesia menjadi penyemangat bagi siswa SMP Bustanul Ulum (BU NU) Jatirokeh Songgom, Kabupaten Brebes Sulistiono Ardianto. Menurut Siswa kelas 9 C ini memandang, di dalam pelajaran sejarah ada nilai-nilai yang bisa dipetiknya sebagai langkah terbaik menapaki kehidupan sebagai seorang santri.?

"Sejarah menambah semangat karena di dalamnya ada pergolakan dan nilai-nilai juang merebut dan mempertahankan ibu pertiwi," kata pemenang ke-3 Olympiade Al-Quran dan Sains (OASIS) bidang IPS tingkat Jawa Tengah, awal 2016 lalu, saat ditemui PKS Piyungan Taubat di ruang Kepala Sekolah, Selasa (8/11)

Santri Juara III OASIS Ini Suka Pelajaran Sejarah. Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Juara III OASIS Ini Suka Pelajaran Sejarah. Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Juara III OASIS Ini Suka Pelajaran Sejarah. Kenapa?

Ketika membaca sejarah, santri Al Falah Asalafi Desa Jatirokeh ini merasa terbawa ke suasana dahulu kala yang penuh heroik.?

Tio, demikian panggilan akrabnya, tidak bisa membayangkan bagaimana para pejuang bangsa melepaskan diri dari cengkeraman penjajah. Ketika sudah merdeka pun, para pejuang bangsa harus mengorbankan kembali harta dan nyawa demi mempertahankan NKRI.?

Anak kelahiran Brebes 1 Juli 2001 mengaku belum bisa mengejawantahkan nilai nilai kejuangan sebagaimana yang diperbuat para pejuang untuk bangsa dan Negara. Namun dirinya berharap yang dikerjakan saat ini antara lain dengan kerja keras belajar yang nyaris 24 jam di pondok pesantren menjadi nilai ibadah. “Kepada orang tua saja, saya belum bisa berbuat yang terbaik, apalagi untuk bangsa dan negara,” kata anak dari pasangan Duman dan Seneah.

Tio, yang berasal dari desa Kradenan Kecamatan Kersana ini berangkat mondok sejak tiga tahun yang lalu tepatnya ketika menginjak usia SMP. Di dalam pondok, merasa betah karena mendapatkan teman yang banyak dalam bilik bisa saling asah asih dan asuh. “Keakraban dan kekeluargaan di dalam pondok terpatri hingga ke hati, kita satu keluarga,” ungkapnya.?

PKS Piyungan Taubat

Di pondok, kata Tio yang demen banget sama nasi goreng ini karena ? banyak temen juga banyak belajar, bukan banyak main. Di pondok, kalau libur, paling main sepak bola. ? Pelajaran di sekolah dan pondok, juga saling melengkapi. “Awalnya, saya takut masuk pondok tapi setelah diperjuangkan, ternyata makin asyik dan bisa mandiri,” kata Tio.

PKS Piyungan Taubat

Kepala SMP Bustanul Ulum HM Abud Abdad Jangki Daosat SH mengaku bangga dengan prestasi yang telah ditorehkan. Menurut Gus Abud, demikian sapaan akrabnya Tio telah menunjukan nilai nilai kepahlawanan. Sebagai siswa, dia telah mengharumkan nama sekolah sekaligus pondok pesantren lewat OASIS.?

Anak-anak pesantren, menurut saya telah menjadi pejuang bagi dirinya dan keluarganya juga agama. Karena Mereka telah meninggalkan keluarga demi mencari ridlo Allah, memenuhi kewajibannya menuntut ilmu. “Anak-anak santri, dalam pandangan saya adalah pejuang dan pahlawan yang tengah meneruskan ilmu dari para alim dan ulama,” pungkas Gus Abud yang juga anak Mutasyar PC NU Brebes KH Mas Mansyur Tarsudi. (wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Jadwal Kajian, Daerah PKS Piyungan Taubat

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Ikatan Mahasiswa Alumni Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang yang berada di Surabaya (IMABAYA) bekerja sama dengan Jam’iyyah Al-Islah megadakan pengajian di daerah Jemurwonosari, Surabaya, Jawa Timur.

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian

Perngajian pada (22/11) tersebut merupakan kemasan untuk memperingati hari lahir (harlah) kedua lembaga tersebut. IMABAYA memperingati harlah yang ke-29 sementara Jam’iyyah Al-Islah harlah ke-2. Di samping itu dikaitkan juga dengan peringatan Tahun Baru Hijriyyah 1436 H.

Wakil Ketua Jam’iyyah Al-Islah, Supardi, mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurut sepengetahuannya, kegiatan bareng antara mahasiswa dan warga Jemurwonosari, nyaris tidak pernah dilakukan.

PKS Piyungan Taubat

Padahal, kata dia, setiap hari warga selalu berbaur dengan mahasiswa yang kuliah di UIN Sunan Ampel, baik yang kost di rumah-rumah penduduk maupun yang nyantri di Pesantren An-Nuriyyah, An-Nur, Darul Arqom, Al-Jihad, dan Luhur Al-Husna.

Secara rinci, Supardi melaporkan kegiatan Jam’iyyah Al-Islah yang sudah dua tahun berjalan, mulai dari majelis zikir, majelis ta’lim, peringatan hari-hari besar Islam (PHBI) sampai wisata religi ke makam para wali, para kiai dan ke beberapa pesantren.

PKS Piyungan Taubat

“Demi peningkatan kualitas warga, Supardi mengharap dan terima kasih jika para mahasiswa bisa hadir di tengah-tengah kami dengan peran mereka yang barang tentu bermanfaat bagi warga,” pintanya.  

Apalagi, kata dia, mahasiswa yang hadir di sini adalah para mutakharrij/alumni pondok-pondok pesantren, utamanya pondok pesantren Tambakberas Jombang, yang pendirinya dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional, yaitu KH. Abdul Wahab Chasbullah.  

Kehadiran IMABAYA seperti malam ini, kata dia, semoga tidak berhenti sampai di sini, tapi

berlanjut di waktu-waktu lain dan bisa bekerja sama di bidang-bidang tertentu, seperti memberikan penyuluhan di majelis ta’lim dan majelis zikir.

“Kami siap sebagai ansor untuk menerima dan membantu mahasiswa sebagai muhajirin, sebagaimana misi hijrah Rasullullah, saling bahu membahu antara muhajirin dan ansor,” katanya.

Dalam acara yang bertajuk ”Dengan Semangat Hijrah Kita Tingkatkan Ukhuwwah Islamiyah” ini dihadiri sekitar 400 warga Jemuwonosari dan para mahasiswa yang tergabung dalam IMABAYA.

Hadir pula salah seorang Pengasuh Pesantren Bahrul ’Ulum Tambakberas KH. Fadhlullah Malik, Msi. Dalam ceramahnya Gus Fad, panggilan akrabnya, menguak perjuangan dan pengorbanan para Muhajirin yang berhijrah bersama Rasulullah Saw.

Ia juga memberikan taushiah tentang manfaat berorganisasi, apalagi organisasi yang sifatnya pengabdian kepada masyarakat seperti IMABAYA.

”Salah satu tujuan IMABAYA didirikan adalah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat demi mewujudkan nilai-nilai Islam yang berpijak pada Aswaja dengan budaya NU (Nahdlatul Uama) yang ada,” katanya.  

Maka, kata dia, di sinilah para almuni pesantren tidak hanya pintar saja, tapi juga harus mencari dan mengejar bagaimana agar kepintarannya itu bermanfaat dan berbarakah baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat lingkungannya. (Ma’ruf Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Makam, Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

Rabu, 24 Januari 2018

GP Ansor Patebon Shalat Ghaib untuk Miftahul Huda

Kendal, PKS Piyungan Taubat 



Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal menggelar Shalat Ghaib dan doa bersama untuk almarhum Miftahul Huda yang meninggal pada Senin, (22/1). Almarhum merupakan anggota Satkorcab Banser Grobogan yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Banyumanik, Semarang, Ahad (21/1) malam.

GP Ansor Patebon Shalat Ghaib untuk Miftahul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Patebon Shalat Ghaib untuk Miftahul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Patebon Shalat Ghaib untuk Miftahul Huda

"Kami selaku pengurus GP Ansor Patebon ikut merasa kehilangan atas wafatnya Sahabat Miftahul Huda. Peristiwa wafatnya almarhum yang terjadi dalam perjalanan pulang usai mengikuti Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) dan Susbalan Muadalah di PC GP Ansor Kabupaten Semarang menandakan betapa kuat kecintaan almarhum terhadap  organisasi," kata Ketua PAC GP Ansor Patebon Akhmad Sodiq.

Sodiq mengatakan, Shalat Ghaib yang digelar segenap pengurus dan anggota PAC GP Ansor Patebon ini dilaksanakan sesuai dengan instruksi dari PW GP Ansor Jawa Tengah dan sekaligus  bentuk solidaritas kami untuk mendoakan almarhum.

"PAC GP Ansor Patebon menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya beliau. Teriring doa, semoga almarhum husnul khotimah, diampuni seluruh dosa kesalahannya, dan diterima seluruh amal kebaikannya. Amiin," pungkasnya. (Muhammad Kridaanto/Abdullah Alawi)

 

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Jadwal Kajian, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 20 Januari 2018

LKNU dan Tokoh Ulama Brebes Deklarasikan Forum Ulama Peduli Gizi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PP LKNU), para tokoh ulama, dan warga NU Kabupaten Brebes dengan menggandeng UNICEF mendeklarasikan Forum Ulama Peduli Gizi, Sabtu (22/8). Kegiatan yang berlangsung di lantai 5 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta ini mengambil tema Sharing Pengalaman Sosialisasi tentang Gizi dan Pencegahan Stunting.

Deklarasi para tokoh agama ini dilakukan dalam rangka melaksanakan program pencegahan Stunting (bertubuh pendek dan fungsi kognitif terganggu) di Kabupaten Brebes. Kegiatan ini diikuti oleh 45 tokoh agama dari 5 Kecamatan di Kabupaten Brebes.

LKNU dan Tokoh Ulama Brebes Deklarasikan Forum Ulama Peduli Gizi (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU dan Tokoh Ulama Brebes Deklarasikan Forum Ulama Peduli Gizi (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU dan Tokoh Ulama Brebes Deklarasikan Forum Ulama Peduli Gizi

Menurut Supervisor Program Penanggulangan Stunting LKNU yang sekarang menjabat Sekreteris Umum PP Fatayat NU, Anggia Ermarini mengatakan, bahwa mengapa pihaknya merangkul Kabupaten Brebes dalam kegiatan, karena Indeks Kesehatan Masyarakat (IKM) di Kabupaten Brebes paling rendah di Provinsi Jawa Tengah.

PKS Piyungan Taubat

“Dari 35 Kabupaten di Jawa Tengah, Brebes peringkat ke-35 dalam hal kesehatan di masyarakat. Ini merupakan pilot project yang akan kita terapkan juga di 6 Kabupaten di luar Jawa,” ungkap perempuan yang akrab disapa Mbak Anggi ini.

PKS Piyungan Taubat

Sebelum berkunjung ke PBNU, para peserta tersebut dilepas oleh Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti. Dalam pelepasannya, Bupati sangat berharap kepada para tokoh ulama untuk betul-betul menyosialisasikan program pencegahan stunting ini.

“Kenapa yang justru kita libatkan para tokoh ulama, karena ulamalah yang setiap omongannya diikuti dan dipatuhi oleh masyarakat sehingga menyadarkan masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat,” ujar Ketua PC Fatayat NU Brebes, Hj Mu’minah menirukan sambutan Bupati, Jum’at (21/8) malam.

Dalam kesempatan ini, para tokoh ulama dan warga NU Brebes mendeklarasikan 3 butir kesepakatan dan komitmen pencegahan Stunting yang berisi sebagai berikut:

1. Membentuk Forum Ulama Peduli Gizi di Kabupaten Brebes.

2. Menjalin kerjasama dalam meningkatkan sosialisasi peningkatan gizi dan pencegahan stunting di masyarakat.

3. Bekerjasama dengan semua pihak untuk menyukseskan program pengurangan angka stunting di Kabupaten Brebes.?

Kegiatan ini mendapat pengarahan dari Rais Syuriyah PBNU, KH Masdar Farid Mas’udi, serta dihadiri oleh Ketua PCNU Brebes, KH Athoillah, Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan RI, Doddy Izwardy, dan Chief of Social Policy UNICEF, Dr Petra Hoelscher. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi

Di tengah perubahan dan tantangan kemajuan teknologi informasi, GP Ansor sebagai organisasi masa depan NU sekaligus NU masa depan, dituntut terus melakukan upaya untuk meningkatkan kemandirian organisasi sebagai visi besar. Berikut wawancara PKS Piyungan Taubat dengan Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) di Rembang, Jawa Tengah.

Kenapa harus masuk Ansor, terutama Gus Tutut memilih menjadi Ketum Ansor?

Saya ini orang NU, saya lahir dan besar dari tradisi keluarga yang alirannya jelas, NU. Saya mengabdi di Ansor itu juga tidak lepas karena saya ingin agar apa yang saya terima sepanjang hidup saya ini dapat saya tularkan kepada anak cucu saya nanti. Dan juga menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah kalau perlu sampai hari kiamat. Kalau ditanya kenapa saya harus menjadi Ketum Ansor, karena Ansor adalah masa depan NU dan juga NU masa depan.

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi

Yang kedua ini masalah pengabdian. Jadi hidup itu baru lengkap setelah kita punya pengabdian, apalagi bicara Ansor ini pengabdiannya luas, satu pengabdian terhadap Nahdlatul Ulama, dan yang kedua pengabdian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi manusia yang tidak punya pengabdian dan tidak memberikan pengabdian terbaik dalam hidupnya mau jadi apa?

Kenapa lebih memilih Ansor, bukan ormas Islam yang lain Gus?

PKS Piyungan Taubat

Yang pertama Ansor organisasi yang terkenal, dan merupakan satu-satunya organisasi pemuda terbesar di dunia. Yang jumlah anggotanya mencapai sekitar 1,7 juta orang dari sabang sampai merauke, tidak ada organisasi pemuda di dunia yang anggotanya sebesar Ansor. Tetapi bukan itu yang menjadi tujuan. Melainkan saya ini orang NU. Tidak mungkin saya masuk organisasi kepemudaan atau organisasi Islam di luar NU.?

Apa visi dan misi pengurus Ansor hari ini di bawah komando Gus Tutut?

Kalau ditanya mengenai visi misi, tentu visi besar kita jelas "Kemandirian Organisasi". Jadi periode yang lalu, periodenya sahabat Nusron Wahid itu ada tiga "Kaderisasi, Revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, Mendistribusikan kader sesuai dengan bidang keahliannya". Nah, itu kita turunkan menjadi sebuah misi, yaitu kemandirian organisasi.?

PKS Piyungan Taubat

Kenapa begitu, karena jika organisasi ini mandiri, maka kita tidak perlu lagi tergantung dengan kekuatan-kekuatan diluar kita, yang sering kali berbeda dengan visi organisasi. Bahkan kadang berbeda dengan aqidah yang kita yakini.

Kalau bisa mandiri tentu organisasi bisa lebih leluasa ke mana arah kita menentukan kebijakan organisasi. Visi besarnya ya itu, kita akan tetap melakukan kaderisasi, kita akan tetap melakukan revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, dan terus mendistribuasikan kader sesuai dengan bidang keahliannya sebagai gambaran utuh atas kemandirian organisasi yang sedang kita bangun mulai dari semua tingkatan.

Melalui apa Gus, Ansor mewujudkan kemandirian organisasi?

Ikhtiar yang kita lakukan itu banyak. Kita sedang menggarap industri komunitas namanya. Kita persiapkan Insyaallah tahun depan sudah ramai ke semua cabang. Indusri komunitas, misalnya Ansor Rembang. Jumlah anggota ansor Rembang katakanlah seribu, kita akan mencoba memenuhi kebutuhan sehari-hari contoh kecil sabun mandi yang bisa digunakan kalangan internal kita. Kita akan memberikan fasilitas pelatihan dan peralatanya supaya kader Ansor bisa memproduksi sendiri sesuai dengan kebutuhannya.

Kalangan internal kan tidak terbatas kepada Ansor, kalau kita kembangkan kalangan internal bisa masuk ke pondok pesantren, kan santrinya banyak. Selama ini mereka beli dari luar, yang kita tidak tahu produsennya siapa, keuntungannya untuk apa, kan kita gak ngerti. Tahun depan kita akan melakukan itu. Kalau kita bisa produksi sendiri yang paling sederhana. Buat sendiri dan dikonsumsi sendiri kan keuntungannya bisa kita kembangkan sendiri misalnya dikembangkan menjadi bentuk Baitul Mal wat Tamwil (BMT).

Misalnya, ada kader Ansor yang ingin usaha punya keinginan kuat tetapi sulit mengakses permodalan, kan bisa dibantu melalui BMT nya Ansor. Inikan lama-lama bisa bergulir dengan baik. Saya kira organisasi ini akan mandiri dengan cepat. Ini kita berbicara baru satu produk saja yaitu sabun. Belum ngomong shampo, yang gampang-gampang saja kita bikin sendiri.

Apa tidak terlalu cepat dan memberatkan Gus, Ansor berbicara produksi dan permodalan untuk kemandirian?

Tidak, jadi kita sudah ketemu dengan salah satu vendor atau pengusaha yang memang memproduksi dengan skala komunitas dalam skala kecil, mereka sudah siap bekerja sama dengan Ansor. Dan kita sudah koordinasi dengan lembaga keuangan besar yang siap menjadi bapak asuh untuk usaha komunitas Ansor.

Kalau setiap cabang bisa melakukan ini, mendorong kemandirian organisasi mulai tingkat cabang ini luar biasa. Ansor kedepan itu sudah luar biasa, bukan hanya menghidupi organisasi tetapi juga anggota dan kadernya. Misalnya begini, kalau berbicara industri kecil dan skala komunitas, kan masing-masing anggota di ranting bisa menjadi agen, ini kan ? bisa menjadi pemasukan.

Contoh yang lain itu kita bikin aplikasi Ansor, di aplikasi Ansor ada berita tentang kegiatan Ansor se-Indonesia, ada juga toko online jual beli yang isinya ada pemasaran hasil-hasil produksi dari sahabat-sahabat Ansor se-Indonesia, dan bisa juga jual beli pulsa. Jadi selama ini kita punya asumsi, kita melihat teman-teman di daerah banyak yang memiliki usaha.?

Jadi kita melihat di Tegal itu ada teman yang membuat sarung Ansor, atau ada yang bikin batik di Madura, tapi mereka ini kesulitan marketing di pemasaran. Karena kesulitan di pemasaran mereka hanya memasarkan di skala lokal, paling bisa keluar hanya sampai Pemalang, Brebes tidak bisa ke mana-mana.

Melalui aplikasi Ansor ini, kita fasilitasi pemasaranya bisa se-Indonesia. Kita jual beli lewat aplikasi. Ini salah satu contoh. Saya kira namanya industri, usaha apapun kuncinya itu kan ada dua, yang pertama di modal dan pasar. Kalau modal kita bisa penuhi dengan cara pengumpulan di BMT, kemudian membiayai kadernya sendiri, lalu jaringan pasarnya kita siapkan. Nah itu luar biasa dan belum pernah dipikirkan sebelumnya.

Pilot project-nya mau dimulai dari mana Gus?

Kita akan bikin pilot projek di enam titik, maka saya bilang ranting baru bisa tahun depan. Pilot projek enam titik dalam waktu dekat salah satunya di Rembang, yang sudah saya siapkan. Hasil pilot projek nanti akan kita evaluasi kekurangannya di mana. Akan kita perbaiki sebelum kita luncurkan secara luas. Salah satunya Rembang, Pekalongan, Batang dan yang ketiga saya lupa. Pilot projek ini berupa pelatihan dan peralatan.

(Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, AlaNu, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Jumat, 05 Januari 2018

Guru Ekonomi Ini Ajak Siswanya Belajar di Bank, Pabrik dan Pasar

Widya Lestari Guru Ekonomi Madrasah Aliyah Salafiyah Kajen, Pati Jawa Tengah ini meminta izin kepada kepala sekolah untuk mengajak para siswi untuk belajar di luar kelas. Ia tidak mau siswa-siswinya terkungkung di dalam kelas.

“Saya datang ke BPR Artha Huda Abadi untuk minta izin kunjungan ke sana. Semua anak saya ajak ke sana. Waktu itu saya mengajar ekonomi kelas III. Mereka takjub luar biasa. Baru kali itu masuk sebuah bank,” katanya.

Yang membuat dirinya tertegun, pertanyaan-pertanyaan para siswi ke pihak bank sangat mengagetkan sekaligus menyedihkan. “Ya Allah, pertanyaan kayak gitu kok ditanyakan,” katanya.

Guru Ekonomi Ini Ajak Siswanya Belajar di Bank, Pabrik dan Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Ekonomi Ini Ajak Siswanya Belajar di Bank, Pabrik dan Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Ekonomi Ini Ajak Siswanya Belajar di Bank, Pabrik dan Pasar

“Misalnya, syarat jadi pegawai bank itu apa? Lucu banget kan!. Saya prihatin sekali. Memang, akses mereka keluar sangat terbatas sekali. Maklum, anak pondok. Tapi sebetulnya nggak masalah. Yang penting itu kan wawasan. Nah, wawasan mereka itu minim sekali,” ujar Widya.

Setahun kemudian, Widya mengajak anak-anak ke BPR Artha Huda Abadi lagi. Tahun berikutnya lagi, ia mengajak mereka ke pabrik Kacang Dua Kelinci di kota Pati.

“Saat itu mereka senang sekali. Ke Kacang Dua Kelinci saja mereka senangnya luar biasa. Mereka bisa melihat langsung bagaimana kacang itu bisa berjalan sendiri mulai proses awal hingga pengepakan,” kenangnya.

PKS Piyungan Taubat

Semenjak itu, setiap ada kegiatan yang bernama study excursion yang menggantikan study tour di Madrasah Salafiyah menjadi identik dengan dirinya.

“Jadi, tiap ada kegiatan belajar di luar itu pasti taunya dari saya. Sebab, yang menciptakan pertama kali di situ saya. Nah, sejak itu, tiap tahun kami mengadakan study excursion. Paling jauh, kami mengunjungi Bursa Efek Indonesia yang ada di Surabaya,” ujarnya bangga.

Ia mengajak siswanya ke alun-alun kota, lalu ke pasar menyaksikan aktifitas perekonomian.

PKS Piyungan Taubat

“Saya prihatin sekali dengan kondisi mereka. Karena apa, anak sini tidak pernah lihat kota Pati. Alun-alun Pati saja mereka belum pernah lihat. Bahkan, pasar juana pun tidak pernah,” ungkap Widya.

Siapa yang menginspirasi ide tersebut? Widya mengatakan, saat kuliah di Malang, Jawa Timur, ia pernah menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Ekonomi Widya Gama Malang. Sebagai aktivis kampus, ia sering melakukan kegiatan seperti itu. Bahkan, aktivitas model itu sudah dimulainya sejak masih menjadi mahasiswa jurusan akhirnya menjadi Ketua BEM Fakultas.

“Saya pikir, itu merupakan satu langkah yang bagus yang menambah wawasan anak-anak. Daripada sekedar study tour, mereka kalau study excursion selalu ada ilmu yang dibawa pulang. Mereka harus bikin laporan, dan sesuai dengan materinya itu nanti mereka presentasi. Pada akhirnya tidak hanya materi ekonomi. Ada juga materi Bahasa Indonesia juga untuk penyusunan laporannya. Di dalamnya juga kimia, fisika, untuk anak IPA. Kalau untuk ada IPS arahnya ke ekonomi, sosiologi, dan geografi,” tuturnya. ? (Musthofa Asrori)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Pesantren, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja

Bogor, PKS Piyungan Taubat. Bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia mengikuti Training Leadership Dakwah Transformatif Aswaja.

Kegiatan yang berlangsung Selasa-Kamis, (12-14) ini menghadirkan narasumber diantaranya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, KH Mujib Qulyubi, MH, Pembantu Ketua IV STAINU Jakarta, Aris Adi Leksono, KH Wafiudin Sakam, dan Nugroho Ramadhan.

Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja

Dalam keterangannya, KH Mujib Qulyubi mengatakan, kegiatan ini penting untuk mempertajam sisi spiritualitas mahasiswa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia sebagai sebuah keunggulan tersendiri.

PKS Piyungan Taubat

“Selain itu, leadership juga menjadi modal penting untuk pengembangan potensi diri. Karena kedisiplinan, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan dampak dari jiwa kepemimpinan yang terbentuk melalui pelatihan secara berkelanjutan,” papar Mujib.

PKS Piyungan Taubat

Katib Syuriyah PBNU ini juga menuturkan, dengan modal ketajaman spiritual dan leadership tersebut, mahasiswa dari kedua kampus kepunyaan NU itu akan mampu berperan sebagai penggerak Aswaja di tengah masyarakat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, Makam, Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

Selasa, 26 Desember 2017

Jangan Pilih Pemimpin yang Benci Tradisi NU!

Subang, PKS Piyungan Taubat. Menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), KH Manarul Hidayat menghimbau warga NU tidak memilih pemimpin yang ‘membenci’ tradisi keagamaan yang sudah melekat dalam diri warga Nahdliyin.

Jangan Pilih Pemimpin yang Benci Tradisi NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Pilih Pemimpin yang Benci Tradisi NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Pilih Pemimpin yang Benci Tradisi NU!

“Jangan pilih pemimpin yang benci sama maulidan, rajaban, tahlilan, dan tradisi NU lainnya!” kata Kiai Manarul dalam pidatonya di acara halal bihalal warga NU Kabupaten Subang, Jum`at (16/8) kemarin.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Kantor PCNU Subang tersebut, Pengasuh Pesantren Al-Mahbubiyyah Jakarta ini mengingatkan agar warga NU mampu selektif dalam memilih pemimpin, jangan sampai tertipu dengan berbagai macam iming-iming yang ditawarkan, karena jika sampai salah pilih, yakni memilih pemimpin yang tidak menyukai tradisi NU, maka perlahan-lahan tradisi NU akan hilang dari bumi nusantara ini.

PKS Piyungan Taubat

“Saya mendapat informasi dari seorang teman itu sudah ada orang yang berani merampas dan merebut uang yasinan, uang yasinan direbut karena yasinan dianggapnya bid`ah, padahal Imam Syafi`i sudah menjelaskan bahwa bid`ah itu ada yang hasanah ada yang sayyiah, jadi rakyat saja sudah berani apalagi kalau jadi pemimpin, kalau yang semacam ini dibiarkan, apa yang akan terjadi 5 tahun, 10 tahun, 30 tahun mendatang?” papar Ketua Asosiasi Bina Haji & Umroh Nahdlatul Ulama (Asbihu NU) itu

Menurut Kiai Manarul, NU bukanlah lembaga politik, namun sikap politik NU adalah selalu memperjuangkan nilai dan cita-cita Ahlussunah Waljamaah serta kemerdekaan Republik Indonesia, untuk itu dia berpesan agar warga NU dapat memilih pemimpin yang peduli dengan cita-cita dan perjuangan NU tersebut.

PKS Piyungan Taubat

“Siapa yang peduli dengan NU, maka warga NU wajib dukung, jangan mendukung kepada pihak yang justru bertolak belakang dengan cita-cita NU,” pungkasnya terkait pelaksanaan pemilihan? Bupati Kabupaten Subang yang siap digelar pada tanggal 8 September 2013 mendatang.

Redaktur? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Aiz Luthfi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, IMNU PKS Piyungan Taubat

Senin, 25 Desember 2017

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung

Tasikmalaya, PKS Piyungan Taubat?



Ribuan Santri Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya siap menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan datang ke pesantren yang didirikan KH Ruhiat tersebut pada Jumat (9/6).

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung

Hal itu disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung KH Abun Bunyamin menanggapi akan datangnya presiden yang akrab disapa Jokowi ke pesantren itu.

“Ya ribuan santri akan berbaris mulai gerbang Cipasung menyambut Pak Jokowi,” kata Kiai Abun, Kamis (8/6/2017).

Menurut dia, kedatangan Jokowi ke Cipasung merupakan kali kedua. Sebelumnya pernah datang menjelang pemilihan presiden pada 2014.

Kiai Abun mengaku senantiasa akan mendukung segala kebijakan Jokowi selama demi kemasalahatan masyarakat Indonesia.

PKS Piyungan Taubat

Jokowi direncanakan datang ke pesantren itu untuk mengikuti Shalat Tarawih berjamaah. Ia direncanakan di Tasikmalaya karena esok harinya masih ada agenda di daerah tersebut. (Jani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Hadits, Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Kamis, 21 Desember 2017

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi

Songgon, PKS Piyungan Taubat. Baksos Kesehatan PC LKNU Banyuwangi memasuki pelaksanaan di titik keempat dari lima titik kegiatan yang direncanakan. Dalam kegiatan yang dilaksanakan, Ahad (8/3) berlangsung di Tempat Penimbunan Kayu Perhutani, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur ini, LKNU Banyuwangi melakukan berbagai macam layanan kesehatan.

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi

“Kesehatan bagi ibu hamil dan angka kematian ibu melahirkan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pentingnya pemeriksaan kesehatan, untuk itu selain pengobatan gratis, baksos kesehatan di Songgon juga menitikberatkan pada Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pola Hidup Sehat,” ujar Ketua Panitia Baksos dr H Mufti Anam, Dipl.Cibtac.

Selain pengobatan gratis, imbuhnya, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan gigi, penyuluhan kesehatan reproduksi wanita, penyuluhan pola hidup sehat, penyuluhan HIV/AIDS, khitanan, donor darah, santunan anak yatim, dan pembarentasan sarang nyamuk.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi Drs H Masykur Ali memberikan perhatian yang serius dalam kegiatan ini, disamping telah memberikan manfaat yang nyata bagi warga masyarakat yang kurang mampu, kegiatan ini juga telah memberikan dampak yang luar biasa bagi pembangunan dan perkembangan jami’yah NU di Kabupaten Banyuwangi. 

PKS Piyungan Taubat

“Partisipasi masyarakat penting, tidak hanya dalam sebuah kegiatan namun juga kesadaran dalam kehidupan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Kiai Masykur bangga.

Bupati Banyuwangi H Abdullah Azwar Anas, M.Si berharap, kegiatan semacam ini menjadi agenda rutin PCNU Banyuwangi dengan menghimpun partisipasi masyarakat untuk bersama-sama bersinergi menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Banyuwangi. 

“Kami berharap kerjasama antar ulama dan umaro serta tenaga kesehatan dapat ditingkatkan untuk memecahkan persoalan-persoalan kesehatan di Kabupaten Banyuwangi,” harapnya.

Selain itu, KH Salahuddin Wahid yang juga berkenan hadir mengaku bangga atas kegiatan yang dilakukan oleh PC LKNU Banyuwangi ini. Mengingat hiruk pikuk politik yang sudah mulai memanas menjelang pemilihan kepala daerah secara serentak di tahun 2015 ini, PCNU Banyuwangi justru tidak larut dalam dinamika politik yang terjadi. 

“Di tengah situasi politik, PCNU justru menjawabnya dengan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan yang secara nyata dirasakan langsung manfaatnya oleh warga nahdliyin,” ujar Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang tersebut. (Fandi Ahmad/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Sunnah, Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 15 Desember 2017

IPNU dan IPNNU Sulsel Dilantik

Makassar,PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan PW Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) provinsi Sulawesi Selatan periode 2016-2018 dilantik pada Rabu, 7 Desember 2016 di Auditorium KH. Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar.

Pada kesempatan tersebut turut dilantik Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU kabupaten Takalar, Bulukumba dan Bantaeng. Pelantikan dilakukan Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Anre Gurutta KH Sanusi Baco.

IPNU dan IPNNU Sulsel Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPNNU Sulsel Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPNNU Sulsel Dilantik

Ketua PW IPNU Sulsel Andy Muhammad Idris dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar NU yang hadir, kegiatan ini menjadi ajang silaturrahim warga Nahdliyyin untuk pengembangan Badan Otonom (Banom) NU.

PKS Piyungan Taubat

Sekretaris PWNU Sulsel Prof. Arfin berpesan agar kader IPNU-IPPNU dapat kembali ke mesjid dan pesantren sebagai basis NU.

Wakil Gubernur Sulsel Ir. H. Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan bahwa IPNU-IPPNU merupakan wadah bagi kader-kader NU dan diharapkan ke depan dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang berkulalitas khususnya di Sulawesi Selatan.

PKS Piyungan Taubat

“Di era sekarang merupakan era persaingan, IPNU-IPPNU diharapkan mampu menyiapkan program-program peningkatan diri bagi kadernya serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujar pembina IPNU Sulsel tersebut.

Anre Gurutta Sanusi Baco dalam tausiahnya berpesan bahwa pengurus IPNU-IPPNU mendapat amanah baru dan dapat menjaga dan memelihara amanah tersebut.

Wakil Ketua Umum IPNU Muh. Ramli mengatakan, setiap periode kepengurusan mempunyai tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, IPNU-IPPNU yang baru dilantik tersebut diharapkan mampu mengatasi tantangan tersebut sesuai dengan tuntutan zaman.

Tampak hadir pada pelantikan tersbeut, Rektor Universitas Islam Makassar yang juga Ketua Muslimat NU Sulsel Dr. Ir. Hj. A. Majdah M Zain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, Wakil Rektor II UIM Dr. Saripuddin Muddin, Dekan FKIP UIM Dr. H. M. Arfah Shiddiq, Dekan Fakultas Pertanian Dr. Lasumange, Ketua Pagar Nusa Sulsel Drs. H. M. Said, Wakil Dekan III Fak. MIPA H. Yasnidar Yasir, dan beberapa pengurus Badan Otonom (BANOM) NU serta pejabat struktural lingkup UIM. (Muh. Nur/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

Rabu, 06 Desember 2017

Awal Mula Munculnya Gagasan Liga Santri Nusantara

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Salah seorang inisiator Liga Santri Nusantara (LSN) H. Abdul Muhaimin Iskandar mengungkapakan latar belakang muncul gagasan Liga Santri Nusantara (LSN).

Menurutnya, karena saat ramai sepakbola, tapi sulit mencari bibit-bibit pemain, dalam pertandingan sering kalah, maraknya kerusuhan, dan sumber rekrutmen yang terbatas.

Awal Mula Munculnya Gagasan Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Mula Munculnya Gagasan Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Mula Munculnya Gagasan Liga Santri Nusantara

“Maka ada gagasan santri itu punya pola pikir, Insyaallah gak berantem,” kata Muhaimin saat pidato acara Launching Liga Santri Nusantara (LSN) di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (27/7).

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa sumber daya manusia yang ada di pesantren itu sangat melimpa. Melihat itu, menurutnya, sangat mudah apabila dilakukan suatu kompetisi yang melibatkan para santri, pelajar yang ada di pesantren yang punya tradisi kuat dan kokoh dalam hal olahraga, kemandirian, ? dan potensi sportivitas.

PKS Piyungan Taubat

“Istilahnya tidak akan macem-macem, sak nakal-nakalnya santri itu gak kebengeten lah,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin ini.

Terlepas dari itu, lanjutnya, pesantren punya spirit kejujuran, keberanian, dan soprtifitas. Sehingga menjadi potensi untuk majunya olahraga nasional dan lahirnya bibit-bibit potensial pesepakbola dari pesantren.

Turut Hadir pada acara launching ini; Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil siroj, Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi, ketua PBNU H Marsyudi Syuhud, Ketua PBNU H Robikin Emhas, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Pertandingan, Kyai PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Khalifah Al-Mu’tashim Billah dan Prajurit Gagah yang Pengecut

Alkisah, suatu hari Muhammad bin Harun Ar-Rasyid yang lebih dikenal dengan panggilan Al-Mu’tashim Billah bersama beberapa prajurit melewati gurun tandus. Di tengah jalan Penguasa Bani Abbasiyah yang terdidik dalam sekolah militer dengan disiplin ketat ini berhadapan dengan singa gurun.

Mereka berhenti sejenak. Al-Mu’tashim mengamati semua prajuritnya. Matanya tertuju kepada salah seorang pengawal yang bersenjata lengkap dan tampak gagah di antara lainnya.

Khalifah Al-Mu’tashim Billah dan Prajurit Gagah yang Pengecut (Sumber Gambar : Nu Online)
Khalifah Al-Mu’tashim Billah dan Prajurit Gagah yang Pengecut (Sumber Gambar : Nu Online)

Khalifah Al-Mu’tashim Billah dan Prajurit Gagah yang Pengecut

“Kau sehat kan?” kata Al-Mu’tashim kepadanya.

PKS Piyungan Taubat

“Wahai amirul mukminin, mohon maaf. Saya sedang tidak fit. Semalam kurang tidur,” jawab prajurit tersebut yang mengerti ke mana arah pertanyaan Al-Mu’tashim.

Mendengar jawaban begitu, mereka mendadak terpingkal-pingkal. (Alhafiz K)

PKS Piyungan Taubat

*) Dikutip dari Akhbaruz Zhiraf wal Mutamajinin karya Ibnul Jauzi. Judul dibuat oleh pengutip.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 7 Keputusan Strategis

Kwangju, PKS Piyungan Taubat? . PCINU Korea Selatan melaksanakan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke-3 bertajuk ‘Menjaga Tradisi ke-NU-an melalui Kader yang Militan.” Kegiatan ini dilaksanakan di gedung International Collaboration Building Kota Kwangju, Korsel Kamis-Jum’at (19-20/2). Acara dihadiri oleh para pengurus PCINU Korsel dan kader-kader NU di Korsel.

Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 7 Keputusan Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 7 Keputusan Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 7 Keputusan Strategis

Dalam acara tersebut diadakan tanya jawab, diskusi ilmiah, dan pembahasan program kerja. Muskercab ini menghasilkan 7 keputusan strategis diantaranya, pertama, memperkuat dakwah Aswaja NU dengan melakukan kunjungan rutin diseluruh mushola/masjid di Korea.?

Kemudian kedua, melanjutkan program Kartanu agar lebih banyak lagi nahdliyin yang merasakan manfaatnya. Keempat, mengadakan pengkaderan dai-dai aswaja. Lalu kelima, mengadakan latihan pengkafanan jenazah, dan keenam, mengadakan safari Ramadhan dengan menghadirkan ulama-ulama Indonesia yang bekerjasama dengan LDNU atau pesantren, kemudian ketujuh, mengadakan pendidikan pra nikah.

Acara dibuka dengan pembacaan yasin dan tahlil. Hadir dalam acara itu yakni Mustasyar PCINU Korea Dr Abdullah Machin. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PCINU korea, Yusuf Muhammad.?

PKS Piyungan Taubat

Dalam sambutannya, Yusuf menekankan pentingnya kaderisasi nahdliyin dalam memperjuangkan dakwah NU, baik dari sisi praktik dan teori.

PKS Piyungan Taubat

“Sebab itu, pengurus PCINU Korea harus lebih aktif dan giat dalam berkomunikasi dan bersilaturrahim ke mushola-mushola yang ada di Korea dalam mewadahi komunitas nahdliyin,” tegasnya.

Disamping itu, lanjutnya, pengurus harus berperan aktif dalam menyampaikan Islam yang telah diajarkan ulama-ulama NU, serta melanjutkan program kerja yang telah disepakati bersama.?

“Di samping persiapan Konfercab PCINU Korea yang akan segera dilaksanakn dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Sementara itu, ? pemateri tentang keaswajaan Dr Abdullah Machin berpesan kepada peserta tentang pentingnya mengetahui gerakan-gerakan ekstrimisme, radikalisme, dan transnasional.

“Warga NU harus benar-benar melek dan memperdalam ilmu dengan banyak belajar untuk menghadapi gerakan-gerakan radikalisme Islam,” urainya.

Dia menambahkan, prinsip NU adalah mensinergikan antara ukhuwah Islamiah dan ukuwah wathoniyah. “Sebab itu, semangat Islam harus dipupuk dengan semangat nasionalisme yang kuat,” tegasnya.? (Imam Sibaweh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Hadits, Internasional PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 25 November 2017

Harlah, GP Ansor Gerokgak Ziarahi Makam Para Tokoh Lokal

Buleleng, PKS Piyungan Taubat - Memperingati Harlah Ke-83 GP Ansor, Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Gerokgak Buleleng menziarahi dua belas tokoh Muslim yang berada di lingkungan Kecamatan Gerokgak, Senin, (24/4). Makam yang diziarahi adalah mereka yang saat hidupnya berkontribusi untuk masyarakat.

Wakil Ketua GP Ansor Gerokgak Baiturrahman mengatakan, sebenarnya banyak tokoh terdahulu yang telah berbuat kepada masyarakat.

Harlah, GP Ansor Gerokgak Ziarahi Makam Para Tokoh Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, GP Ansor Gerokgak Ziarahi Makam Para Tokoh Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, GP Ansor Gerokgak Ziarahi Makam Para Tokoh Lokal

"Namun pemilihan dua belas tokoh ini untuk diziarahi bukan maksud menyampingkan para pendahulu yang lain. Kita kunjungi mereka sebagai perwakilan," kata Baiturrahman.

PKS Piyungan Taubat

Ia menjelaskan, tokoh-tokoh tersebut sudah mewakili dari berbagai unsur, ada yang pejuang kemerdekaan, tokoh agama, dan penggerak GP Ansor.

PKS Piyungan Taubat

"Tentunya dengan berziarah ini kami berharap ada dorongan motivasi untuk terus konsisten berjuang dalam kemaslahatan umat," tegasnya.

Yang tak kalah penting, lanjut Baiturrahman, adalah bagaimana kader GP Ansor Gerokgak tidak gampang melupakan tokoh lokal yang telah berbuat banyak untuk daerah kita.

"Harus kita munculkan tokoh-tokoh lokal yang sudah tiada, nama-namanya harus diingat, sebagai kader NU. Jangan lupa menghadiahkan kepada mereka surat Al-Fatihah agar mereka tenang di alam sana," tutupnya. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 30 September 2017

NU Kebumen Bentuk Forum Jurnalis Nahdliyin

Kebumen, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, membentuk forum Jurnalis Nahdliyin, Ahad (25/5), di SMK Ma’arif 1 Kebumen. Anggota dari wadah ini adalah para peserta pelatihan jurnalistik yang digelar PCNU setempat.

NU Kebumen Bentuk Forum Jurnalis Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kebumen Bentuk Forum Jurnalis Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kebumen Bentuk Forum Jurnalis Nahdliyin

PCNU Kebumen menyelenggarakan pelatihan jurnalistik berkerja sama dengan Majalah Nahnuniyah, PKS Piyungan Taubat Kebumen, dan SMK Ma’arif 1 Kebumen, dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) Nahdlatul Lama ke-91.

Sekolah Jurnalistik Sehari bertema “Membangun Informasi Nahdiyyin” ini menghadirkan dua narasumber Ari Suseno dari Komunitas Blogger dan Parwito Rafa dari Merdeka.com. Kegiatan ini diikuti para guru dan siswa SMK/MA di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif? NU Kebumen, serta perwakilan Pondok Pesantren dan Badan Otonom? NU Kebumen.

PKS Piyungan Taubat

“Selain sebagai ajang silaturrahim kegiatan ini sebagai embrio yang melahirkan Jurnalis pemula dari generasi Nahdiyin. Harapan panitia dari kegiatan Sekolah Jurnalistik Sehari tersebut, dapat membangun sebuah forum Jurnalis Nahdiyyin Kabupaten Kebumen,” ujar ketua panitia, Agus Salim.

Setelah dibekali wawasan jurnalistik, para peserta dibuat kelompok untuk praktik lapangan, mencari dan menulis berita di sekitar Kota Kebumen menurut aturan yang telah dipelajari. Salah satu peserta, Befa, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan harus ditindaklanjuti secara aplikatif merea dapat memberikan kontribusi terhadap sekolahnya masing-masing dan masyarakat sekitaranya.

PKS Piyungan Taubat

Forum Jurnalis Nahdliyin rencananya akan mengadakan pertemuan bulanan dan agenda lapangan. Tempat pertemuan diatur secara bergilir di seluruh kecamatan Kabupaten Kebumen. (Bahrun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Jadwal Kajian, Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Kamis, 21 September 2017

Siapa di Balik Aksi 4 November? Ini Penjelasan Ketum GP Ansor

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua GP Ansor H Yaqut Choulil Qoumas, menengerai aksi demonstrasi 4 November berpotensi ditunggangi kelompok radikal. Kelompok radikal tersebut jumlahnya tidak sebanyak kelompok moderat dan toleran, namun berpeluang besar menghancurkan kedamaian di Indonesia.

“Kelompok yang selama ini ada adalah yang berperilaku moderat dan toleran. Tapi yang turun di tanggal 4 ini, di luar ruang pergaulan kami,” kata Gus Atut seperti dikutip dari video berjudul ‘Ansor Ungkap Rencana di Balik Aksi 4 November’ yang diunggah akun youtube 164 Channel.

Siapa di Balik Aksi 4 November? Ini Penjelasan Ketum GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa di Balik Aksi 4 November? Ini Penjelasan Ketum GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa di Balik Aksi 4 November? Ini Penjelasan Ketum GP Ansor

Gus Yaqut menambahkan pihaknya mendapat informasi dari banyak pihak terkait aksi 4 November, ada gelombang besar dari kelompok radikal yang dikirim ke Jakarta.

“Ada alumni konflik Poso sebanyak 70 orang yang diberangkatkan. Menyusul dari Solo Raya (Sukoharjo, Klaten, Solo) yang selama ini dikenal sebagai basis kelompok radikal,” kata Gus Yaqut dalam video yang diunggah pertama kali tanggal 2 November.

Menurutnya dari kelompok-kelompok itu yang paling dikhawatirkan adalah adanya kelompok radikal yang bergerak tidak terorganisir. Mereka bergerak sendiri dan atas kesadaran serta kemauan sendiri.?

PKS Piyungan Taubat

“Kalau garis keras yang selama ini lembaganya kita kenal seperti Jamaah Ansorut Tauhid dan Ansori Syariah, kita tidak terlalu khawatir karena saya yakin aparat negara atau intelejen sudah mendapatkan informasi gerakan mereka,” ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Ia menyebut aksi penyerangan pos polisi di Tangerang beberapa waktu lalu dilakukan oleh sel tidak terduga. Kelompok atau sel-sel semacam itulah yang kemungkinan besar ikut dalam aksi 4 November ini.

Oleh karena itu, GP Ansor menekankan tidak akan terlibat di dalam aksi 4 November. Kader Ansor dan Banser dilarang baik ikut dalam demo 4 November maupun sekadar menjaga aksi demo, kecuali negara memanggil melalui aparat keamanan untuk menjaga keamanan di ibukota.

Berkaitan dengan isyu yang tersebar di media sosial yang menyerang ulama NU, Gus Yaqut mengatakan salah satu tugas Ansor adalah menjaga ulama.?

“Selalu saya katakan berulang kali, siapa pun yang mengganggu ulama, akan kita lawan. Jangankan menganggu, mencolek saja akan berhadapaan dengan Ansor dan Banser,” tegasnya.

Tonton video lengkapnya di https://www.youtube.com/watch?v=TGj52UZWTH0

(Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Budaya, Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

Kamis, 07 September 2017

Pelajar NU Kebon Jeruk Bersepeda Sehat

Jakarta Barat, PKS Piyungan Taubat. Sejumlah pelajar NU Kebon Jeruk, Jakarta Barat berkeliling menggunakan sepeda sambil mengibarkan bendera IPNU di kawasan Kebon Jeruk, Selasa (8/4). Dengan keliling itu, mereka menunjukkan semangat peduli lingkungan dan kesehatan jasmani-rohani kepada kalangan pelajar.

Program ini menjadi agenda rutin mingguan yang sudah berjalan tiga bulan belakangan.

Pelajar NU Kebon Jeruk Bersepeda Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kebon Jeruk Bersepeda Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kebon Jeruk Bersepeda Sehat

Ketua PAC IPNU Kebon Jeruk Fajrul Rahmi mengatakan, program ini membawa banyak dampak positif. Kami, kata Fajrul, juga bermaksud mengurangi polusi udara dengan kampanye bersepeda ini selain mengurangi kemacetan di Jakarta.

PKS Piyungan Taubat

“Selain jasmani sehat, rohani pun menjadi sehat karena aktifitas ini dijalani dengan senang hati di samping menjaga hubungan kekeluargaan dan kekompakan di antara kami,” terang Fajrul.

Ketua bidang kesenian dan olahraga IPNU Kebon Jeruk Andre menaruh harapan agar pemuda-pemuda Indonesia menjadi pemuda yang sadar kesehatan untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

PKS Piyungan Taubat

“Pemuda Indonesia juga harus bersih dari narkoba,” tandas Andre. (Yudhi Permana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat News, Quote, Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

Rabu, 01 Maret 2017

Walau Sakit, Katib Syuriyah NU Caracas Istiqamah Ngaji

Subang, PKS Piyungan Taubat. Berbeda dengan pengajian panen (pangaosan malem senen) sebelumnya di Tajug Al-Mukhtar, Katib Syuriah Ranting NU Caracas kecamatan Kalijati kabupaten Subang, KH Fatah Yasin Ekayana meminta pengajian kali ini digelar di kediamannya, Ahad (16/2) malam. Meski sakit, ia ingin pengajian tetap digelar.

Kiai Fatah sedang sakit akibat kecelakaan lalu lintas beberapa bulan lalu. Kecelakaan itu mengakibatkan kaki kanannya patah dan dioperasi. "Malam ini bagian pak Fatah membaca kitab, dikarenakan ia masih gak bisa jalan. Jadi kita mengaji di rumahnya sekalian mendoakan," kata Ketua Ranting NU Caracas Hisyam Karim.

Walau Sakit, Katib Syuriyah NU Caracas Istiqamah Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Walau Sakit, Katib Syuriyah NU Caracas Istiqamah Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Walau Sakit, Katib Syuriyah NU Caracas Istiqamah Ngaji

Kiai Fatah Yasin sendiri menyatakan tidak ingin libur dalam pengajian. Namun karena masih sakit dengan sangat terpaksa ia meliburkan diri. "Saya tidak ingin libur belajar dan mengajar. Walau masih belum bisa jalan, inginnya saya tetap istiqomah mengikuti pengajian NU Caracas, bukan cuma itu, saya juga masih ingin tetap mengajar, anak-anak yang ke sini, mereka belajarnya di rumah saya" jelas Fatah yang juga Guru di MTs dan MA Daarul Ikhlash.

PKS Piyungan Taubat

Selain mengaji, para jemaah pengajian berdoa agar Kiai Fatah bisa cepat sembuh dan bisa berjalan normal kembali.

Dalam pengajian itu Kiai Fatah membaca dan menjelaskan Kitab Kasyifatus Saja bab Sesuatu yang Diharamkan bagi yang Punya Hadats Besar, yang dilanjutkan dengan istighotsah dan makan bersama. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Pertandingan, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock