Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Pada saat sekarang ini yang dibutuhkan adalah sensitifitas kita agar lebih tajam lagi. Misalnya DIY saat ini belum turun hujan. Padahal dulu bulan September, Oktober, November sudah hujan. Salah satunya ini akibat dari pemanasan global (global warming). Pada kondisi seperti ini, ketika alam mulai dirusak oleh tangan-tangan manusia, maka alam sebenarnya sedang mengingatkan kepada penghuni alam, yaitu manusia.

Demikian pernyataan yang di sampaikan oleh Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial RI dalam acara Pelantikan dan Rapat Kerja PW Muslimat Nahdlatul Ulama DIY Masa Khidmat 2015-2020 di Asrama Haji DIY, Ahad (1/11) lalu.

Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam

Khofifah menyampaikan, bahwa ada saudara kita yang berada di wilayah Equator memiliki musim yang berbeda. Ternyata memiliki perbandingan dua kali musim kemarau dan satu kali musim hujan. Jadi Riau itu dapat dua kali kemarau dan satu kali hujan.?

PKS Piyungan Taubat

“Sekarang yang terjadi di Riau yaitu kebakaran hutan. Entah di bakar atau terbakar masih dalam proses pengumpulan data. Dan untuk dapat memadamkan api jika kekuatan manusia saja tidak cukup. Ternyata yang dapat memadamkan api adalah kalau ada hujan dengan intensitas yang cukup. Alhamdulillah dalam 3 hari kemarin jarak pandang di Riau sudah mencapai 6000 M – 8000 M. Artinya sudah normal,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

“Nah sekarang apa yang dapat di lakukan? Belum terlambat kalau kita sama-sama sholat Istisqo’ secara berjama’ah, Memohon hujan yang barokah. Hujan yang menyelamatkan, jangan hujan yang membuat petaka baru,” imbuhnya. (Muhlisin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Anti Hoax, Pemurnian Aqidah, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Rabu, 14 Februari 2018

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU "Go International"

Semarang, PKS Piyungan Taubat. Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang Jawa Timur, 1-5 Agustus mendatang, mengambil tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan dunia”. Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, NU akan mengekspor pemikiran ulama NU ke tingkat dunia.

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU Go International (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU Go International (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU "Go International"

“Saatnya pemikiran NU go international. Kita akan mengekspor Islam Nusantara ini ke tingkat dunia, terutama dunia Islam yang saat ini tidak karuan,” katanya saat menghadiri Rapimnas Pencak Silat NU Pagar Nusa di Semarang, Jum’at (27/3).

Dalam hal keilmuan, ulama NU banyak belajar dari Timur Tengah. Beberapa karya besar ulama Timur Tengah juga dipelajari di pesantren-pesantren. Namun menurut, Kang Said, ulama Timur Tengah perlu belajar ke NU.

PKS Piyungan Taubat

“Banyak ulama Timur Tengah yang keilmuannya mumpuni dan punya karya berjilid-jilid, namun tidak bisa berbuat apa-apa ketika negaranya sedang perang saudara dan menewaskan ribuan orang,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut alumni Ummul Qurra Makkah itu, para ulama Timur Tengah baru dalam tahap tafaqquh fid din atau mendalami ilmu-ilmu agama, belum bisa yundziru qoumahum atau melakukan pembinaan terhadap umat.

“Dalam hal membimbing umat, ulama timur tengah perlu belajar ke Indonesia, belajar ke NU,” katanya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Meme Islam, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 10 Februari 2018

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya

KH Bisri Mustofa (1914-1977) selain diakui sebagai kiai penulis dan penerjemah kitab yang cukup produktif. Ia juga merupakan orator (muballigh) ulung yang sering mengisi pengajian di berbagai daerah dalam pelbagai kesempatan. Karena penyampaian materi ceramahnya yang menarik, pidatonya diminati khalayak luas.

Meski permintaan ceramah di luar daerah begitu padat namun Kiai Bisri karena kasih sayang dan kecintaanya yang besar kepada para santrinya, penulis Tafsir Al-Ibris ini senantiasa berusaha agar kegiatan dakwah di masyarakat tidak mengganggu aktivitasnya dalam mengajar santri di pesantren.? ?

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya

Seperti pernah disampaikan putranya, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam suatu pidatonya, kendati jadwal sudah diatur, ada saja permintaan atau undangan dari panitia pengajian yang kadang-kadang waktunya berbenturan dengan jadwal Kiai Bisri mengajar santri di pesantren. Sekali lagi, sebetulnya sudah menjadi prinsip bagi menantu Mbah Kiai Kholil Harun Kasingan Rembang tersebut bahwa jadwal mengajar santri di pondok pesantren yang diasuhnya jangan sampai absen atau kosong. Sehingga, beliau mengatur agar saat mengisi pengajian di masyarakat tidak berbarengan dengan jadwal mengajar di pesantren. ?

Ketika undangan ceramah ternyata bersamaan dengan jadwal ngajar di pesantren, Kiai Bisri selalu berkata kepada mereka dengan terang-terangan bahwa beliau dengan terpaksa menolak karena tidak mau mengecewakan para santri yang sudah dititipkan orang tuanya kepadanya yang pada saat bersamaan mereka berhak mendapatkan pelajaran.

PKS Piyungan Taubat

Tapi tamu pengundang terkadang tidak menyerah dalam membujuk supaya sahabat karib KH Mahrus Ali Lirboyo ini berkenan dapat rawuh sesuai waktu yang ditargetkan panitia, sementara mereka tidak sabar bila menunggu waktu-waktu longgar yang tentu sulit didapatkan karena padatnya agenda mengisi pengajian di tempat lain.

Agar maksudnya tercapai, pihak pengundang umumnya mengajukan alasan, "Kiai, bukankah para santri sudah setiap hari belajar dengan panjenengan, jadi kesempatan mereka masih begitu banyak, sementara kesempatan untuk kami masyarakat yang jauh hanya sekali-kali saja dapat memperoleh pengajian dari Kiai Bisri."

PKS Piyungan Taubat

Akhirnya karena didesak dan atas dasar alasan di atas, Kiai Bisri Mustofa pun mengalah dan bersedia memenuhi undangan ceramah dari perwakilan penitia tersebut.

Dalam sebuah acara pengajian di daerah Cirebon di sela-sela pembicaraannya, Mbah Bisri berdoa memohon pada Allah agar pahala ngajinya di tempat itu supaya diberikan kepada santrinya di pondok yang malam itu beliau tinggalkan. "Pengajian saya di tempat ini meninggalkan jadwal ngaji bersama santri di pondok, maka dari itu pahala ngajiku di sini berikanlah ya Allah kepada santri-santriku di pondok yang saya tinggalkan," doa Mbah Bisri. (M. Haromain)

Cerita ini pernah dikisahkan KH A Mustofa Bisri dalam sambutan acara Peringatan Satu Abad Pesantren Lirboyo di Aula Al-Muktamar, Kediri, Jawa Timur, tahun 2010.



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Meme Islam, Lomba PKS Piyungan Taubat

Rabu, 07 Februari 2018

IPNU Pangandaran Gelar Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah

Pangandaran, PKS Piyungan Taubat. Sebanyak 700 jamaah memenuhi pesantren Islahiyah Wonoharjo, Pangandaran, Ahad (26/10) malam. Mereka membaca sholawat dan doa bersama pada malam tasyakuran tahun baru Hijriyah yang digagas IPNU Pangandaran. Seratus penabuh rebana yang membuka sholawatan, menambah meriah malam pergantian tahun.

IPNU Pangandaran Gelar Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Pangandaran Gelar Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Pangandaran Gelar Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah

Ketua IPNU Pangandaran Arif Rahman Hakim mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya mensyiarkan dakwah Aswaja NU. “Kita ingin membumikan sholawat di kabupaten yang baru terbentuk ini.”

Sementara pengasuh pesantren Islahiyah KH Irfanuddin pada malam tasyakuran yang bertajuk “Indonesia Bershalawat, Indonesia Selamat” mengapresiasi para pengurus IPNU-IPPNU Pangandaran yang menginisiasi kegiatan ini.

PKS Piyungan Taubat

“Semoga ke depan agenda sholawat bisa diadakan secara rutin bulanan oleh pengurus IPNU-IPPNU Pangandaran,” kata Kiai Irfan. (Aris Purnama Arvat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Senin, 05 Februari 2018

Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura

Kotabumi, PKS Piyungan Taubat -

Bupati Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara meminta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat masa khidmah 2016-2021 berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura

“Saya berharap peran aktif keluarga besar NU beserta segenap kaum Nahdiyin untuk turut memberikan kesejukan dan kedamaian dihati umat,” kata mantan Ketua KNPI Kabupaten Way Kanan itu, di Kotabumi, Kamis (27/10).

Menurut Bupati Agung, saat ini berbagai permasalahan sosial keagamaan banyak bermunculan di masyarakat.

"Hal tersebut tentunya perlu diantisipasi sedini mungkin, agar tidak menghambat kelancaran beribadah," ujar dia lagi.

PKS Piyungan Taubat

Bupati juga meminta agar seluruh tokoh dan kader NU potensial diberdayakan bagi organisasi.

"NU kedepan harus bisa bersinergi dengan pemerintahan, menjadi gas atau rem untuk daerah kita lebih baik," pungkas bupati. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

?

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Doa, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja

Bagi mayoritas kalangan muda NU, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok yang paling inspiratif sekaligus memberikan energi yang luar biasa untuk berproses pada dunia yang mereka pilih di kemudian hari.

Saya termasuk pengagum berat beliau. Kekaguman tersebut diawali oleh perkenalan nama beliau yang seringkali di diskusikan oleh almarhum ayah saya, M. Ichsan, ketika saya baru akan lulus SD.

Sebagai kiai kampung dan aktivis NU tingkat desa di Blora, rumah kami hampir tiap malam selalu kedatangan orang-orang yang berbincang hingga tengah malam. Masih terlalu kecil bagi saya untuk mengikuti pembicaraan mereka. Namun dari obrolan malam ke malam tersebut, selalu ada satu nama yang disebut, Gus Dur. Ritual obrolan para aktivis kampung tersebut berlanjut hingga saya SMA.

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja

Belakangan, setelah ayah saya meninggal, saya baru sadar bahwa yang mereka bicarakan adalah seputar pergerakan kritik melawan Orde Baru. Saya mengetahuinya dari arsip yang ditinggalkan ayah, di situ ada tulisan-tulisan opini Gus Dur di beberapa media, termasuk Tempo. Sebagian besar dalam bentuk fotocopy.

PKS Piyungan Taubat

Juga ada beberapa coretan tangan, seperti penanda kode diskusi. Arsip tersebut sekaligus menjawab rasa ingin tahu saya di masa kecil perihal ayah saya, M. Ichsan, yang bolak-balik berurusan dengan aparat ABRI, Koramil, Korem, dan Kodim.

PKS Piyungan Taubat

Sebagai PNS rendahan, tentu sangat riskan bagi ayah saya untuk menunjukkan sikap oposan terhadap Orba. Tapi sikap tersebut dipilih secara sadar, karena sebagai ta’dzim kepada pimpinan. Sikap kepatuhan seorang ketua MWC NU terhadap ketua umum PBNU. Bukan saja dipilih secara sadar, bahkan melibatkan kiai-kiai langgar dan pemuda desa untuk mendukung pilihan yang diambil oleh pimpinan besar—oposan atas Orba!

Risikonya, ayah tak kunjung naik pangkat, hampir dipecat, rumah dilempar molotov, hingga suatu ketika kami sekeluarga pergi ke luar kota, lalu sepulangnya kami mendapati rumah kami sudah berganti cat berwarna kuning.

Perkenalan saya dengan sosok Gus Dur berlanjut secara intensif ketika saya kuliah di Jogja, melalui tulisan-tulisan beliau tentunya. Ada satu konsistensi yang tidak pernah pudar dari sosok KH Aburahman Wahid tersebut. Yakni, pembelaannya terhadap hak-hak kaum minoritas dan lemah secara politik. Perlawanan terhadap hegemoni Orde baru beliau lakukan ketika tidak banyak orang berani memulainya.

Saat itu, jangan pernah berharap bisa memiliki karir yang bagus di birokrasi atau swasta bila mengaku sebagai orang NU. Ini salah satu dampak opisisi Gus Dur terhadap Soeharto di saat belum ada tokoh publik sentral berani melakukannya.

Sikap oposan Gus Dur tersebut menghalangi peluang anak muda NU untuk meniti profesi di pemerintahan. Tetapi, perlu dicatat, langkah tersebut menjadi pemantik reproduksi kader yang paling massif dalam sejarah perjalanan NU, bahkan mungkin belum ada satu pun ormas yang mengalaminya.

Mulai saat itu, anak-anak muda NU aktif di dunia pergerakan. Bahkan dunia LSM saat itu penuh riuh dengan anak-anak muda NU. Tentu ini pergerakan sosial besar yang tidak bisa dilepaskan dari sosok Gus Dur.

Sosok Gus Dur seperti hadir dalam setiap perjalanan hidup saya, dari masa kecil, hidup di dunia pergerakan kampus, hingga suatu ketika saya akhirnya benar-benar bertemu langsung dengan beliau.

Saat itu tahun 2004, untuk keperluan melamar beasiswa S2 saya menyengajakan diri sowan Gus Dur ke PBNU. Saya minta restu, tapi beliau malah mentertawakan saya. “Kalau minta restu, kamu salah alamat. Lebih baik datang ke kiai-kiai kampung yang lebih sholeh. Kalau datang ke saya itu untuk minta rekomendasi saja,” kata Gus Dur.

Tentu saja ini sangat mengejutkan saya. Sebagai orang biasa dan bukan darah biru pesantren atau grade pertama NU, tentu saya tidak akan berani untuk minta rekomendasi tertulis dari Gus Dur. Tapi beliau malah menawarkan diri. Tidak itu saja, beliau juga langsung menelpon Pak Mahfud MD dan Pak Alw Shihab untuk menerima saya dan memberikan rekomendasi tertulis.

Luar biasa! Saya mendapatkan rekomendasi tertulis dari ketiga tokoh tersebut.

Ketika akhirnya saya bekerja di International Labour Organization (ILO), hingga sekarang, saya baru merasakan kehadiran Gus Dur di ‘dunia lain’, dunia yang selama ini tidak terlalu tampak di muka publik seperti pembelaan terhadap keyakinan minoritas. Gus Dur ternyata memiliki rekam jejak yang luar biasa terkait pembelaannya terhadap kelas pekerja/buruh! Pembelaan ini dilakukan Gus Dur secara konsisten jauh hari sebelum beliau menjadi Presiden RI hingga menjelang akhir hayat beliau.

Dalam catatan aktivis buruh Muchtar Pakpahan, misalnya, Abdurrahman Wahid menjadi salah satu tokoh sentral dalam pertemuan nasional aktivis buruh pada tahun 1992. Saat itu karena kebijakan penyeragaman dan kontrol Orde Baru, hanya ada satu organisasi buruh yang dibolehkan oleh pemerintah, yakni SPSI. Menjadi penjamin dan inisiator pertemuan di luar mainstream seperti itu tentu bukan perkara yang mudah bagi Gus Dur.

Menurut kesaksian Muchtar Pakpahan, arena pertemuan buruh tersebut sudah dikepung oleh tentara. Dari pembicaraan Handy Talky (HT) Muchtar mendengar inteljen melapor ke atasan bahwa “di dalam arena selalu ada gajah yang tak pergi-pergi.” Sosok tersebut adalah Gus Dur. Ternyata pertemuan tersebut tidak jadi dibubarkan dan melahirkan organisasi buruh baru, yakni SBSI.

Sejak saat itu Muchtar dan SBSI yang dipimpinnya dicap sebagai organisasi terlarang, diperlakukan seperti Orba memperlakukan PKI. Gus Dur seringkali memberikan perlindungan kepada aktivis-aktivis buruh yang dikejar-kejar aparat Orba saat itu. Bahkan, Muchtar Pakpahan seperti mendapat waktu khusus di PBNU karena setiap saat berdiskusi dan melaporkan perkembangan kepada Gus Dur yang saat itu menjadi Ketua Umum PBNU.

Perhatian Abdurrahman Wahid terhadap kelas pekerja tidak redup ketika ia berhasil menduduki kursi kepresidenan. Pada masa Gus Dur, setiap tahun gaji PNS mengalami kenaikan. Tidak hanya itu saja, Gus Dur juga menaikkan gaji guru hingga 150%. Saat itu guru merupakan PNS yang paling dipandang sebelah mata, karena gajinya paling kecil.

Kebijakan Gus Dur memberikan pijakan atas upaya profesionalisasi guru di masa kemudian. Saat ini bisa kita lihat, guru merupakan profesi yang menjanjikan semenjak ada kebijakan tunjangan profesi melalui sertifikasi guru. Guru yang tersertifikasi bisa bergaji lebih besar meski ia belum berstatus PNS.

Selanjutnya, Gus Dur sebenarnya layak disebut sebagai Bapak Jaminan Sosial Indonesia. Saat itu Indonesia terkenal sebagai salah satu dari sedikit negara di dunia yang tanpa jaminan sosial bagi warga negaranya.

Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara, Abdurrahman Wahid dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2000 mencetuskan perlunya bagi Indonesia untuk mengembangkan konsep Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Kini setelah 14 tahun berlalu, akhirnya rakyat Indonesia memiliki jaminan nasional dengan diberlakukannya UU BPJS per 1 Januari 2014.

Tentu ini merupakan salah warisan dari Gus Dur yang memberikan pondasi bagi perlindungan kesehatan yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. Bila dulu hanya orang-orang kaya saja yang memiliki jaminan sosial, sebentar lagi kelas buruh pun mendapatkan jaminan yang sama dari negara.

Gus Dur juga tercatat sebagai Presiden RI yang paling peduli terhadap nasib buruh migran atau lebih dikenal sebagai TKI. Gus Dur selalu menempatkan 1 nyawa warga negara yang terancam di luar negeri sebagai pertaruhan martabat bangsa.

Tahun 1999, ketika seorang TKI asal Bangkalan Madura mendapatkan ancaman hukuman mati di Arab Saudi, Gus Dur selaku Presiden RI turun tangan langsung dengan menulis surat resmi kepada Raja Arab Saudi untuk keringanan hukuman. Bahkan Gus Dur juga menelpon langsung Sang Raja. Akhirnya hukuman mati dibatalkan oleh Raja, diperingan dengan hukuman lainnya.

Pembelaan Gus Dur terhadap TKI tidak berhenti setelah beliau dilengserkan dari kursi kepresidenan. Beliau pernah menampung puluhan TKI yang dideportasi dari Malaysia dan tidak mendapatkan gaji. Bukan saja menampung mereka, Gus Dur bahkan melakukan lobi langsung untuk menyelesaikan gaji TKI yang tidak dibayar.

Pembelaan terhadap TKI dari ancaman hukuman mati juga pernah dilakukan oleh Gus Dur ketika seorang TKI asal Lombok Tengah, Adi bin Asnawi mendapat vonis hukuman gantung dari pengadilan Malaysia. Mendapatkan laporan dari keluarga Adi, Gus Dur langsung bertolak ke Malaysia untuk menemui langsung Perdana Menteri Malaysia saat itu, Abdullah Badawi, guna memperingan hukuman. Akhirnya Adi bisa menghirup udara tanah air pada tanggal 9 Januari 2010, satu minggu setelah Gus Dur wafat. Adi tidak sempat mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Gus Dur. ?

Satu hal lagi yang tidak banyak diketahui oleh publik adalah pembelaan Gus Dur terhadap hak-hak pekerja rumah tangga (PRT) atau lebih sering disebut sebagai pembantu tersebut. Seorang aktivis kawakan advokasi PRT, Lita Anggraini, pernah menuturkan kepada saya bahwa Gus Dur memberikan dukungan atas perjuangan PRT untuk mendapatkan pengakuan sebagai pekerja. Gus Dur bahkan menyumbang perangkat komputer kepada LSM tersebut ketika harga komputer masih belum terjangkau.

Pembelaan Gus Dur terhadap hak-hak PRT juga beliau tunjukkan secara langsung dengan datang ke kantor ILO Jakarta pada tahun 2005. Saat itu beliau datang untuk menegaskan betapa sentralnya peran PRT dalam bagi sektor ketenagakerjaan. Ironisnya PRT masih mengalami diskriminasi dan tidak diakui sebagai pekerja. Ini tentu sesuatu yang sangat berarti bagi PRT, di saat banyak aktivis sekaliber aktivis HAM sekalipun yang masih tidak terbuka terhadap pembelaan PRT, Gus Dur melakukan pembelaan secara konsisten.

Akhirul kalam, dari sekelumit jejak rekamnya tersebut, Gus Dur sebenarnya layak menyandang gelar sebagai Bapak Buruh Nasional, bukan saja tokoh pluralisme seperti yang kita kenal. Terima kasih Gus, semoga kami dapat mewarisi sedikit perjuanganmu. Hanya itu yang bisa kita lakukan, bukan?

IRHAM ALI SAIFUDDIN, adalah GUSDURian dan bekerja di ILO

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Meme Islam, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Rabu, 24 Januari 2018

GP Ansor Patebon Shalat Ghaib untuk Miftahul Huda

Kendal, PKS Piyungan Taubat 



Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal menggelar Shalat Ghaib dan doa bersama untuk almarhum Miftahul Huda yang meninggal pada Senin, (22/1). Almarhum merupakan anggota Satkorcab Banser Grobogan yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Banyumanik, Semarang, Ahad (21/1) malam.

GP Ansor Patebon Shalat Ghaib untuk Miftahul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Patebon Shalat Ghaib untuk Miftahul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Patebon Shalat Ghaib untuk Miftahul Huda

"Kami selaku pengurus GP Ansor Patebon ikut merasa kehilangan atas wafatnya Sahabat Miftahul Huda. Peristiwa wafatnya almarhum yang terjadi dalam perjalanan pulang usai mengikuti Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) dan Susbalan Muadalah di PC GP Ansor Kabupaten Semarang menandakan betapa kuat kecintaan almarhum terhadap  organisasi," kata Ketua PAC GP Ansor Patebon Akhmad Sodiq.

Sodiq mengatakan, Shalat Ghaib yang digelar segenap pengurus dan anggota PAC GP Ansor Patebon ini dilaksanakan sesuai dengan instruksi dari PW GP Ansor Jawa Tengah dan sekaligus  bentuk solidaritas kami untuk mendoakan almarhum.

"PAC GP Ansor Patebon menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya beliau. Teriring doa, semoga almarhum husnul khotimah, diampuni seluruh dosa kesalahannya, dan diterima seluruh amal kebaikannya. Amiin," pungkasnya. (Muhammad Kridaanto/Abdullah Alawi)

 

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Jadwal Kajian, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Selasa, 23 Januari 2018

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini

Ponorogo, PKS Piyungan Taubat

Berselang dua hari setelah diantik, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Ponorogo mendapat kehormatan untuk mengikuti apel siaga bencana. Apel bertajuk “Apel Gelar Pasukan Satgas Bencana Alam Tahun 2017” ini digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo didukung Kodim dan Polres setempat.

Apel dipimpin Wakil Bupati H. Sudjarno, Rabu (26/7) di lapangan Tengger Desa Slahung Kecamatan Slahung. Kali ini LPBINU Ponorogo mendelegasikan satu kompi relawan dipimpin langsung Ketuanya Ahmad Subeki beserta jajara pengurus harian.

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini

Kepada awak media, Sudjarno mengungkapkan keinginan kuat Pemkab Ponorogo beserta seluruh aparat dan komponen masyarakat untuk mengantisipasi bencana alam sejak dini.

PKS Piyungan Taubat

“Saat ini di Ponorogo mulai terjadi bencana alam, utamanya kebakaran hutan. Bahkan, semua musim di sini ada ancaman bencana. Kita sudah koordinasi dengan pemerintah pusat. Yang terpenting, kita harus selalu selalu siaga, maka hari ini kita gelar apel ini. Kita sadari, SDM kita masih kurang, untuk itu seluruh komponen masyarakat akan kita ajak berperan serta,” katanya usai memimpin apel.

PKS Piyungan Taubat

Perlu diketahui, PCNU Ponorogo resmi melantik LPBINU dalam forum pembukaan rapat kerja, Sabtu (22/7), di Hotel Sukowati Sarangan Magetan. PCNU menunjuk Ahmad Subeki atau yang akrab dipanggil Kalibek sebagai ketua untuk masa khidmat 2017-2019. Mantan Kasatkorcab Banser Ponorogo yang masih aktif di Satkorwil dan Satkornas Banser ini didampingi mantan Sekretaris PW IPNU Jawa Timur Novi Trihartanto sebagai sekretaris.

Selain terdapat wakil Sekretaris, bendahara dan para wakilnya, jajaran pengurus harian juga terdiri dari 6 orang direktur yang membawahi bidang dan relawan. Tak kurang dari 100 orang yang berasal dari para aktivis GP Ansor, Banser, Pagar Nusa, LAZISNU, IPNU, dan IPPNU dilibatkan sebagai pengurus bidang dan relawan.

Ke depan Ahmad Subeki mengungkapkan komitmennya untuk membawa LPBINU menjadi lembaga yang profesional dan akan selalu membangun sinergi dengan lembaga-lembaga lain dan Banom NU.

“Kami tegaskan, LPBINU ini adalah bapaknya penanganan bencana oleh PCNU, adapun lembaga-lembaga di bawah Banom lain adalah anak-cucunya. Untuk itu kita harus membangun sinergi agar tampil profesional,” kata Kalibek berkelakar, disambut gelak tawa para relawan LPBINU.

Berbekal Renstra dan Renop yang disusun saat raker, Ahad (23/7), untuk tahap awal LPBINU akan membenahi administrasi kelembagaan dan mengadakan audiensi dengan para pemangku kepentingan. (Idham/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Meme Islam, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Minggu, 21 Januari 2018

Pelajar Jombang Ramaikan Halal Bihalal Sanlat BPUN Mata Air

Jombang, PKS Piyungan Taubat? . Puluhan pelajar dari berbagai SMA sederajat di Jombang, Jawa Timur, meramaikan halal bihalal alumni dan Manajer Kota/Kabupaten Pesantren Kilat Bimbingan Pelajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) se-Indonesia dihelat di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bahrul Ulum, Tambak Beras, Selasa (4/8).

Pelajar Jombang Ramaikan Halal Bihalal Sanlat BPUN Mata Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Jombang Ramaikan Halal Bihalal Sanlat BPUN Mata Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Jombang Ramaikan Halal Bihalal Sanlat BPUN Mata Air

Video mengenai BPUN yang berisi pesan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid, Menteri Ristek dan Dikti M Nasir, Anies Baswedan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan, serta gambaran apa dan bagaimana BPUN dipresentasikan dan mendapat aplaus luar biasa dari kurang lebih 500 audiens.

Kegiatan bertema "Reformulasi Program Pendampingan OSIS untuk SMA Sederajat" di Jombang merupakan hasil kerjasama Yayasan Mata Air, ? Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Ansoruna dan menghadirkan musisi Noe Letto.

PKS Piyungan Taubat

"Kami terpanggil membantu IPNU, PMII dan GP Ansor yang merupakan keluarga besar Nahdlatul Ulama," ujar Muhammad Abdul Idris, Manajer Eksekutif Program Mata Air Foundation.

PKS Piyungan Taubat

Mata Air menurut dia, berusaha mendorong santri dan pelajar bisa memasuki Perguruan Tinggi Negri (PTN).

"BPUN bukan program biasa, bisa dikatakan berat, namun hasilnya maslahat," ujar dia lagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, pengurus PC GP Ansor dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain dari Kota dan Kabupaten Malang, Kabupaten Ngawi dan Jember, Jawa Timur, Kabupaten Waykanan Lampung, Kabupaten Grobogan dan Batang Jawa Tengah, Bandung Jawa Barat. Ada pula alumni BPUN dari berbagai angkatan. Tenda terdiri dari enam plong tidak menampung peserta antusias menghadiri kegiatan tersebut. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Habib Husein Sebut Tidak Semua Amalan Diterima Allah, Kecuali Shalawat

Cirebon, PKS Piyungan Taubat?

Dalam rangka menjaga tradisi dan menyemarakkan syiar Islam rahmatan lil alamin, Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Cirebon bekerja sama dengan PT Djarum mengadakan rangkaian tour shalawat ke sepuluh tempat di kabupaten itu.

Habib Husein Sebut Tidak Semua Amalan Diterima Allah, Kecuali Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Husein Sebut Tidak Semua Amalan Diterima Allah, Kecuali Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Husein Sebut Tidak Semua Amalan Diterima Allah, Kecuali Shalawat

Tour shalawat kedelapan didakan di Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, bekerja sama dengan Majelis Ta’lim dan Shalawat Madinah Ar Rasul pimpinan Habib Husein bin Hud bin Yahya, Jumat (10 /11)

Dalam ceramahnya, Habib Husein bin Hud bin Yahya mengatakan, tidak semua amalan (aktivitas ibadah) diterima Allah SWT, kecuali shalawat. Shalawat pasti dijamin diterima Allah SWT.

Itulah salah satu keutamaan dan keistimewaan shalawat dibanding ibadah lainya. Keistimewaan lain, sebagaimana dikatakan H. Ujang Busthomi, Ketua Ansor Kabupaten Cirebon. Diceritakan dari gurunya, Kiai Ishak al-Hafisz, barangsiapa setiap selesai shalat fardu, istiqamah membaca shalawat (shalla ala Nabi Muhammad) sebanyak 100 kali, sebelum kakinya bergerak (beranjak dari shalat), kelak di saat sakaratul maut Rasulullah SAW akan hadir.

PKS Piyungan Taubat

Bahkan, kata Habib Ahmad Tholib bin Yahya, ketua Rijalul Ansor Kabupaten Cirebon, ada sejumlah orang memiliki kemampuan khusus bisa mengetahui seseorang sering membaca shalawat atau tidak, cukup hanya melihat wajahnya. “Kemampuan seperti Ini juga salah satu keistimewaan shalawat,” ujarnya

Acara shalawat yang dihadiri ratusan pemuda Ansor, Banser, juga masyarakat umum ini, ditutup sambutan oleh H.Nuruzzaman, selaku pengurus GP Ansor Pusat. Menurutnya, sampai kapan pun Ansor dan Banser tetap komitmen dan setia menjaga NKRI.

“Siapa pun yang akan mengganti ideologi Pancasila, mengubah UUD 45 dan mengganggu NKRI, maka akan berhadapan dengan Ansor dan Banser,” pungkasnya. (Jamal/Abdullah Alawi)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Selasa, 26 Desember 2017

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Jumat ketiga (10/4) kemarin, Sekolah Menulis Sanggar Komunitas Penulis Muda Tebuireng (Kepoedang) Jilid III mendatangkan penulis dan editor ternama, M. Iqbal Dawami. Di Perpustakaan A. Wahid Hasyim Tebuireng, penulis buku "Hidup, Cinta dan Bahagia" itu menyampaikan materi "Menulis Buku Islam Populer".

Setelah memaparkan materi di depan 25 peserta, M. Iqbal Dawami memberikan waktu untuk praktek menulis bagi para peserta. "Teori saja tidak cukup, maka dari itu langsung saja kita praktek", ungkap pria yang pernah menjadi editor di Penerbit Bentang Pustaka dari 2012 hingga 2014 itu.

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim

Dalam 30 menit terakhir sebelum pertemuan usai, para peserta dibebaskan untuk mencari tempat di sekitar perpustakaan. Hal yang harus mereka tulis adalah satu dari sekian pengalaman menarik mereka di pesantren.

"Santri sebenarnya itu punya keunggulan di bidang bahan karena pengalaman mereka banyak di pesantren itu", ungkap pria yang sekarang sibuk sebagai editor freelance itu.

Karya-karya para peserta akan diketik dan diedit yang kemudian akan diterbitkan. Tulisan-tulisan tersebut, sebagai kenang-kenangan Sekolah Menulis Jilid III. Hal ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada para peserta untuk terus berkarya di bidang tulis menulis. "Tuh kan duduk-duduk bisa nulis buku", celetuk M. Iqbal disambut tawa peserta.

PKS Piyungan Taubat

Menurut M. Iqbal, dunia kepenulisan buku era sekarang membutuhkan para santri yang memiliki ilmu mendalam tentang agama. Penulis produk pesantren diharapkan kehadirannya untuk bisa bersaing bahkan menggeser para penulis buku Islam yang menyajikan buku ala kadarnya, dan tidak memiliki kajian yang kurang mendalam.? (tebuireng.org/anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 16 Desember 2017

Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda

Rembang, PKS Piyungan Taubat

Ratusan peziarah memadati kompleks pemakaman Desa Pohlandak Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2016) sore. Mereka berbondong-bondong untuk mengikuti rangkaian acara Haul Sayyid Chaidar bin Hasan.

Panitia Pelaksana Abdul Rohim mengatakan, Sayyid Chaidar adalah menantu dari Sayyid Hamzah Asy-Syatho Sedan. "Beliau adalah seorang penggiat atau pejuang. Dahulu aktivitasnya sering dinilai negatif pada zaman Belanda, sehingga Sayyid Chaidar ini sebagai buronan Belanda," terangnya.

Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda

Rangkaian acara haul tersebut dimulai pada pagi hari, yaitu khatmil quran oleh santri putra dan putri. Dilanjut dengan pembacaan manaqib oleh Gus Mimid putra dari KH Hakim Masduki, serta bacaan shalawat dan berzanji oleh para gus muda Lasem.

PKS Piyungan Taubat

"Perjuangan beliau dimulai dari Kabupaten Kendal, kemudian menuju ke Sedan Kabupaten Rembang. Dan di Sedan dijadikan menantu oleh Sayyid Hamzah Asy-Syatho," jelas Rohim.

Lebih lanjut Rohim menjelaskan bahwa Sayyid Chaidar dianggap sebagai promotor pergerakan ekstremis. Pergerakan mendewasakan masyarakat, dan sebuah penyadaran terhadap masyarakat.

PKS Piyungan Taubat

"Pergerakan tersebut tidak dikehendaki oleh Belanda, pergerakan yang sangat aktif yang dapat mempengaruhi masyarakat," tutup Rohim yang juga anggota Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem.

Acara haul ini diselenggarakan setiap tahunnya bertepatan pada bulan Rabiul awal. Haul ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh agama di sekitar Lasem, Pancur, Sedan, keluarga dari Semarang dan Kendal, serta dari Bogor

Turut hadir pula sebagai pengisi acara, KH Abdul Qoyyum, KH Imam Sofwan pengasuh Pondok Pesantren Nailun Najah Lasem dan KH Mohammad Masduki pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas Lasem. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional, Pemurnian Aqidah, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Kamis, 14 Desember 2017

Menag: Muslim yang Baik Jadi Warga Negara yang Baik

Tangerang, PKS Piyungan Taubat

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berpendapat, Muslim yang baik akan menjadi warga negara yang baik pula. Dengan demikian, membela dan mempertahankan Tanah Air adalah bagian dari upaya menegakkan agama.

Menag: Muslim yang Baik Jadi Warga Negara yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Muslim yang Baik Jadi Warga Negara yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Muslim yang Baik Jadi Warga Negara yang Baik

Hal ini disampaikan Menag saat menjadi pembicara kunci pada Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) di Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (21/11).

Menurut Menag, Tanah Air adalah tempat warga bangsa menjalankan ajaran agama. Karenanya, relasi antara hubungan antara identitas keagamaan dan identitas kewarganegaraan tidak sepatutnya dipertentangkan.

PKS Piyungan Taubat

“Membela Tanah Air dan menjaga keutuhannya merupakan kewajiban agama. Seorang Muslim yang baik pasti menjadi warga negara yang baik," tegas Menag melalui siaran pers.

Namun demikian, kontestasi politik, terutama dalam pemilihan umum, kata Menag, tidak jarang memunculkan masalah politik identitas primordial. Sebagian masyarakat menilai identitas primordial  seperti suku, agama, dan ras, masih memainkan peranan penting dalam politik. Dampaknya,  masyarakat terpecah dan kadang sampai muncul konflik-konflik sosial yang tidak perlu.

PKS Piyungan Taubat

"Perlu didiskusikan hubungan antara identitas keagamaan dengan identitas kewarganegaraan dalam konteks negara-bangsa," tutur Menag.

Islam dalam sejarahnya memiliki pengalaman panjang dalam mengelola hubungan antara identitas keagamaan dan identitas kewarganegaraan. Kisah sukses itu bermula dari Piagam Madinah yang mengakui hak-hak kewarganegaraan bagi seluruh komponen masyarakat Madinah, terlepas dari perbedaan agama, suku dan ras.

Dengan tegas dinyatakan, “anna al-Yahûd Ummah, wal muslimîn ummah” (orang Yahudi dan Muslim adalah umat dalam ikatan identitas agama masing-masing), tetapi pada saat yang sama, “annal muslimiina wal yahuuda ummah” (kaum Muslim dan Yahudi adalah SATU UMMAH yang diikat oleh kesamaan sebagai warga negara).

"Prinsipnya jelas, seperti kata Rasulullah, “lahum mâ lanâ wa `alayhim mâ `alayna” (mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kita)," tegas Menag.

Konsep hampir serupa, kata Menag, dibuat para pendiri bangsa yang terdiri dari berbagai komponen masyarakat ini. Mereka bersepakat menetapkan Pancasila sebagai dasar dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Keragaman adalah keniscayaan dalam hidup, yang diciptakan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk disinergikan sehingga menghasilkan kekuatan dan kemajuan," tandasnya.

AICIS 2017 menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain: Syed Farid Alatas (National University of Singapore), Ronald A Lukens Bull (University of North Florida), Imtiyaz Yusuf (Mahidol University Thailand), Lisolette Abid (Vienna University, Austria), dan Livia Holden (Oxford University UK).

AICIS dihadiri pimpinan, guru besar, dosen dan peneliti di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Ada 25 narasumber utama (dalam dan luar negeri) dan 332 pemakalah yang akan mempresentasikan hasil kajian dan penelitiannya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Selasa, 12 Desember 2017

Ramadhan, Ajang Perkuat Perdamaian

Oleh Dhilla Nuraeni Az-zuhri

Ramadhan adalah bulan suci yang disucikan Allah. Miliaran umat Islam di dunia pada bulan ini melakukan puasa dan berbagai macam aktivitas ibadah baik mahdhah maupun ghairu mahdhah. Ini adalah bulan kontemplasi, bulan yang paling tepat untuk medekatkan diri kepada Allah SWT. Ramadhan adalah bulan suci, di bulan ini sebagaimana pada bulan-bulan lainnya, Allah melarang berbuat kemungkaran, dan menganjurkan hamba-hamba-Nya untuk senantiasa menciptakan perdamaian di muka bumi.

Ramadhan, Ajang Perkuat Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Ajang Perkuat Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Ajang Perkuat Perdamaian

Ramadhan pula adalah bulan yang penuh berkah, pengampunan, dan perdamaian. Karena Semuanya berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik pada bulan Ramadhan ini.

PKS Piyungan Taubat

Dan di bulan Ramadhan tertulis beberapa sejarah perdamaian dunia. Indonesia merdeka pada tanggal 17 agustus 1945 bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun 1364 H. Al-Quran diturunkan kepada nabi Muhammad SAW pada tanggal 17 Ramadhan sebagai pedoman dan petunjuk dalam menjalankan kehidupan bagi umat manusia. Pembebasan Makkah, yang dikenal dengan fathu makkah, terjadi pada tahun 630 M bertepatan pada tanggal 10 Ramadhan 8 H di mana? Nabi Muhammad bersama 10.000 pasukan bergerak dari Kota Madinah menuju Kota Makkah dan membebaskannya tanpa ada pertumpahan darah. Dan beberapa sejarah yang lainnya yang terjadi di bulan Ramadhan.

Untaian sejarah di atas menunjukkan pada kita bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan toleransi dan perdamaian. Pada era ini, toleransi dan perdamaian harus dimiliki dan aplikasikan oleh seluruh umat manusia dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula dengan umat Islam masa kini harus menjadikan toleransi dan perdamaian sebagai basis dalam menjalankan kehidupan khususnya di bulan Ramadhan.

PKS Piyungan Taubat

Penerapan toleransi dan perdamaian ini dapat dilihat dari perbedaan penetapan awal puasa, jumlah rakaat tarawih, dan pelaksanaan idhul fitri yang berbeda-beda. Akan tetapi umat Islam satu dengan yang lain tidak saling menghujat ataupun menyalahkan keyakinan orang lain. Hal ini menandakan bahwa perbedaan adalah rahmat, khususnya perbedaan di bulan Ramadhan, dengan menghargai keyakinan masing-masing untuk memulai berpuasa dan melaksanakan sholat tarawih dengan jumlah yang berbeda, ada yang 11 rakaat, dan ada pula yang 23 rakaat menandakan bahwa Islam mencintai toleransi dan perdamaian baik bagi Muslim sendiri maupun individu kepada individu lain yang berbeda keyakinan.

Begitu juga perbedaan waktu berbuka puasa di suluruh dunia telah menjadikan Ramadhan itu unik, toleran, dan penuh dengan perdamaian. Misalkan di indonesia, lama waktu masyarakat Muslim indonesia kurang lebih sekitar 13 jam/hari. Terhitung sejak pukul 04:15 sampai dengan 17:45 masyarakat Muslim Indonesia berpuasa dengan menahan makan dan minum dan hal yang membatalkan puasa selama waktu tersebut. Hal yang berbeda dialami oleh masyarakat Muslim di Islandia, dimana siang hari lebih lama dari pada malam hari kurang lebih sekitar 22 jam. Masyarakat Muslim yang ada di sana harus menahan lapar, haus, dan hal yang membatalkan puasa lebih sepanjang waktu tersebut dan lebih lama dari pada di Indonesia.

Dari analogi di atas menunjukkan bahwa Ramadhan, selain bulan penuh berkah, pengampunan, juga merupakan bulan penuh toleransi dan perdamaian. Walaupun berbeda dalam permulaan awal ramadhan, jumlah rokaat tarawih, toh sama-sama berbuasa, sama-sama melaksanakan sholat tarawih, sama-sama berbuka puasa, dan mengharap ridha dari Allah tanpa melihat ras, bahasa, dan aliran.

Semuanya berlomba-lomba untuk meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan dengan membaca al-Quran dan beritikaf di masjid.

Hal ini manandakan bahwa Ramadhan, merupakan bulan pemersatu umat manusia di seluruh penjuru dunia. Dengan Ramadhan ini, toleransi dan perdamaian dapat terus tertanam dari di seluruh umat manusia. Jika sifat toleransi dan perdamaian di atas diterapakan dalam kehidupan sehari-hari di luar bulan Ramadhan, maka ketenangan hidup akan dicapai.

Fastabiqul Khairat

Wallahul Muwafiq Ila Aqwami Thariq



Penulis adalah mahasiswi Sekolah Pascasarjana Uninus Bandung; Wakil Sekretaris I PW IPPNU Jawa Barat



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Kamis, 23 November 2017

Grup Debu Ramaikan Malam Taaruf Konferensi Internasional Bela Negara

Pekalongan, PKS Piyungan Taubat. Malam taaruf peserta konferensi internasional ulama ‘bela negara’ yang berlangsung di Kota Pekalongan terasa istimewa. Pasalnya, salah satu grup musik reliji asal Amerika yang melantai di Indonesia sejak tahun 2001 silam, Grup Debu akan mengisi dengan lagu lagu andalannya.

Kegiatan malam taaruf yang dilangsungkan di Gedung Kanzus Sholawat akan diikuti oleh seluruh peserta dari dalam dan luar negeri, Habib Luthfy bin Yahya selaku shohibul bait ? dan seluruh jajaran Pengurus Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN).

Grup Debu Ramaikan Malam Taaruf Konferensi Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Grup Debu Ramaikan Malam Taaruf Konferensi Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Grup Debu Ramaikan Malam Taaruf Konferensi Internasional Bela Negara

Sebagaimana diketahui, Debu adalah kelompok pemusik muslim ? Sufi yang anggotanya berasal dari berbagai negara. Pertama kali tampil pada tahun 2001 dan sekarang berbasis di Indonesia. Kelompok musik Debu saat ini beranggotakan 12 orang, masing-masing 6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Sebagian besar anggota Debu berasal dari Amerika Serikat, tetapi ada juga anggota yang berasal dari Swedia, Inggris, dan terakhir, bergabung juga anggota dari Indonesia.?

Musik yang dimainkan Debu kaya nuansa dengan dentaman rebana pada paduan alunan irama ala Timur Tengah, country, bahkan jazz dan world music. Berbagai alat musik dari berbagai negara turut melengkapi keragaman musik mereka, seperti santur dari Iran, tambura dari Turki, gendok-gendok dari Sulawesi Selatan digabungkan dengan harmonis bersama harpa, biola, bass dan berbagai jenis perkusi. Sedangkan lirik-lirik lagunya sufistik, mistis, lahir dari kalbu yang mabuk cinta dan kerinduan pada Allah SWT.

PKS Piyungan Taubat

Kelompok musik ini lahir di Amerika Serikat di bawah bimbingan Syekh Fattaah, pendiri Debu sekaligus guru tasawwuf mereka. Saat di Amerika Serikat, nama kelompok musik mereka adalah Dust on the Road atau Debu di Jalanan. Personel Dust on the Road adalah orang tua sebagian besar personel Debu yang sekarang. Mereka hijrah ke Indonesia pada tahun 1999. Setelah di Indonesia mereka mengubah nama mereka menjadi Debu dengan perubahan formasi. Beberapa personel terdahulu adalah pengajar di pesantren milik Universitas Muslim Indonesia di Makassar.

Selain itu, panitia konferensi juga menggelar istighotsah sebagai kegiatan pra konferensi yang pembukaannya akan dilangsungkan di Gedung Junaid, Rabu (27/7) yang dihadiri tidak kurang dari 2000 undangan peserta dari dalam dan luar negeri. Sedangkan siang harinya hingga Jumat (29/7) peserta utusan khusus dan dari delegasi 40 negara akan membahas masalah bela negara di Hotel Santika Pekalongan.

Sementara itu, ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, hingga berita ini ditulis masih melakukan regist rasi untuk mendapatkan fasilitas akomodasi penginapan di rumah rumah penduduk, sedangkan peserta khusus dan delegasi 40 negara diinapkan di Hotel Santika, Horison dan Istana Pekalongan. (Abdul Muiz/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Meme Islam, Berita PKS Piyungan Taubat

Rabu, 22 November 2017

PCNU Pringsewu Sampaikan Pemahaman Gerhana dan Ibadahnya

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat

Menindaklanjuti Pengumuman dari Lembaga Falakiyah PBNU Nomor 007/LF-PBNU/II/2016 tentang Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016 atau 29 Jumadil Ula 1437 H, PCNU Kabupaten Pringsewu segera berkoordinasi untuk melaksanakan beberapa kegiatan menghadapi tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang jarang sekali terjadi tersebut.

PCNU Pringsewu Sampaikan Pemahaman Gerhana dan Ibadahnya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Sampaikan Pemahaman Gerhana dan Ibadahnya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Sampaikan Pemahaman Gerhana dan Ibadahnya

Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu Ustadz Munawwir mengatakan bahwa fenomena alam langka tersebut akan menjadi momen untuk melakukan kegiatan falakiyah di Kabupaten Pringsewu. "Kami akan memberikan penjelasan tentang apa itu gerhana matahari kepada warga NU sekaligus menjelaskan serta mempraktikkan rangkaian ibadah seperti shalat yang bisa dilakukan saat Gerhana terjadi," jelasnya, Senin (29/2).

Kegiatan tersebut lanjutnya akan dilaksanakan pada Ahad (6/3/2016) mendatang di gedung NU dengan 2 orang nara sumber dari Lembaga Falakiyyah dan Bahtsul Masail PCNU Pringsewu. "Kegiatan tersebut akan dibarengkan dengan Kegiatan Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi dengan mengundang seluruh Pengurus NU disemua tingkatan," katanya.

Gus Nawir, panggil akrabnya, kegiatan tersebut akan menfokuskan kepada praktek Ilmu Falak dan Praktik Shalat Gerhana matahari. "Fenomena Gerhana Matahari jarang sekali terjadi sehingga praktik ibadah seperti shalat Gerhana pun jarang dilakukan. Oleh karena itu kita ingin mengingatkan kembali tata cara shalat Gerhana sesuai dengan syariat," ujarnya.

Nantinya pada saat Gerhana Matahari terjadi yang diperkirakan mulai pukul 06.20 WIB dan berakhir pada pukul 08.34 WIB akan dilaksanakan shalat Gerhana Matahari secara berjamaah di Komplek Gedung NU Pringsewu yang berlokasi di Jalan Lintas Barat Kabupaten Pringsewu.?

PKS Piyungan Taubat

"Dalam kesempatan tersebut juga akan disampaikan Khutbah Shalat Gerhana sebagai sarana muhasabah dan tafakkur atas kuasa Allah SWT berupa tertutupnya Matahari oleh bulan sehingga mengakibatkan sebagian bumi akan gelap diwaktu siang hari," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Disamping dilaksanakan di komplek Gedung NU, PCNU Pringsewu juga akan menyampaikan himbauan kepada seluruh Pengurus ditingkat MWC dan Ranting sekaligus warga NU untuk menggelar kegiatan serupa didaerah masing masing. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 18 November 2017

PMII Ciputat Arusutamkan Pemikiran Aswaja

Tangerang Selatan, PKS Piyungan Taubat. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciputat akan mengarusutmakan pemikiran Ahlussunah wal-Jamaah. Untuk tujuan itu diluncurkan program Aswaja Schoolen. Program tersebut diluncurkan di aula Asrama Putri PMI, Ciputat, Tengerang Selatan, Banten (12/6).

PMII Ciputat Arusutamkan Pemikiran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ciputat Arusutamkan Pemikiran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ciputat Arusutamkan Pemikiran Aswaja

Pada peluncuran Aswaja Schoolen PMII Ciputat mengundang penulis buku Pesantren Studies Ahmad Baso sebagai narasumber.

Pengurus Pusat Lakpesdam NU tersebut dalam pengantarnya mengatakan, Islam Indonesia adalah warisan Wali Songo. UIN Jakarta yang menjadikan nama seorang waliyullah di belakang namanya, seharusnya menjadikan kitab-kitab Syarif Hidayatullah masuk ke dalam kurikulum, “sehingga UIN mampu mendidik mahasiswa untuk memiliki karakter seperti Syekh Syarif Hidayatullah,” ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Konstruksi yang dibangun di UIN selama ini hanya memahami Aswaja dari sisi teologi saja, tapi tidak dijelaskan dari sudut gerakan, kenegaraan, dan kebangsaan. Ini pertanda Aswaja sudah banyak disensor  di institusi pendidikan UIN.

Para alumni Barat yang menjadi dosen di UIN, sambung pria kelahiran Sulawesi Selatan ini, Asy’ariah dan Al-Ghazali sebagai penyebab kemunduran Islam. Padahal kedua ajaran tersebut yang menjadi sumber inspirasi revolusi di Indonesia yang dilakukan umat Islam di pesantren.

PKS Piyungan Taubat

“Maka, Aswaja Schoolen diharapkan mampu melakukan rekonstruksi terhadap Aswaja versi UIN!” tegasnya.

Lebih jau, Baso mengemukakan, KH Hasyim Asy’ari melakukan kaderisasi pada orang-orang di luar NU, misalnya saja Jendral Sudirman, Bung Tomo, dan Tan Malaka. Mereka adalah orang-orang yang pernah menjadi santri kilat pendiri NU itu, “Pertanda Ahlussunnah walJamaah yang dianut pesantren juga menjadi salah satu pilar tegaknya  NKRI,” tambahnya.

Kepada PMII Ciputat, Baso menekankan harus dihimpun dari gerakan Aswaja Schoolen ini adalah kekuatan, karena Indonesia merdeka bukan karena text book dari Barat atau Wahabi, tapi karena keilmuan khazanah pesantren, salah satunya adalah ilmu kanuragan.

“Dengan demikian, PMII juga tidak boleh jauh dari kiai. Kalau PMII jauh dari kiai, maka PMII akan hancur. Boleh saja PMII independen dari NU, tapi harus tetap menjaga tradisi NU dan hormat kepada kiai, tegasnya.

Program Aswaja Schoolen diluncurkan karena UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berada di Ciputat, marak dengan pemikiran-pemikiran Wahabisme dan Liberalisme. Karena itulah PMII Ciputat akan memperkuat arus pemikiran Aswaja. Harapannya, kelak bisa menjadi kekuatan PMII dalam penyebaran ajaran Ahlussunnah wal-Jamaah.

Peluncuran program tersebut dikemas dengan diskusi  bertema Bedah Tokoh KH. Hasyim Asy’ari Mempertahankan Ahlussunnah wal-Jamaah dan Mememlihara Keutuhan NKRI. Kegiatan tersebut diikuti 20 aktivis PMII Ciputat.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Adriansyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Amalan, Meme Islam, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Senin, 06 November 2017

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres

Padang, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Wilayah Ikatan PelajarNahdlatulUlama (PW IPPNU) Sumatera Barat beserta Pimpinan Cabang IPPNU se-Sumbar akan berangkat ke Kongres  XVI IPPNU di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan. Rombongan sebanyak  28 orang berangkat Kamis, 29 November 2012. Utusan yang akan berangkat terdiri dari Ketua, Sekretaris,Wakil Ketua Bidang Organisasi, dan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi.

Ketua PW IPPNU Sumbar Fitria Angraini kepada PKS Piyungan Taubat, Selasa (27/11/2012) di sekretariat PW IPPNU Sumbar  berharapkan dalam kegiatan Kongres XVI IPPNU nanti di Palembang bisa merekomendasikan kader yang akan memimpin IPPNU tiga tahun ke depan adalah kader-kader yang benar-benar mempuyai loyalitas di organisasi.

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres

“Calon ketua umum adalah kader yang sesuai dengan UU Nomor 40 tentang Kepemudaan. Sehingga proses organisasi di Indonesia bisa berjalan dengan baik. Regenerasi di organisasi IPPNU harus jalan,” kata Fitria.

PKS Piyungan Taubat

Redaktur    : Mukafi Niam

PKS Piyungan Taubat

Kontributor: Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, AlaNu, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Kamis, 02 November 2017

Jadwal Pertandingan Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara 2017

Bandung, PKS Piyungan Taubat - Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara bakal digelar pada hari Jumat, 27 Oktober 2017. Delapan tim yang bertanding adalah: Darul Huda, Alhusaeni, Manba’ul Hikmah, Al Kahfi, Walisongo, Arraisiyah, Assalam dan Darul Hikmah. Pertandingan akan diadakan di tiga tempat berbeda, yakni Stadion Siliwangi, Lapangan Progresif dan Lapangan Arcamanik.

Berikut jadwal pertandingan Delapan Besar Liga Santri Nusantara 2017, Jumat 27 Oktober 2017:



Jadwal Pertandingan Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadwal Pertandingan Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadwal Pertandingan Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara 2017

Waktu            Tempat                                                 Tim

09:00 WIB.    Stadion Siliwangi            Darul Huda               vs         Alhusaeni

09:00 WIB.    Lapangan Progresif        Manba’ul Hikmah     vs         Al Kahfi

PKS Piyungan Taubat

13:00 WIB.    Stadion Siliwangi             Walisongo                vs         Arraisiyah

13:00 WIB.    Lapangan Arcamanik       Assalam                   vs         Darul Hikmah

PKS Piyungan Taubat



(Ahmad Makki/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Meme Islam, Ahlussunnah, Daerah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 22 September 2017

Mahfud MD: Korupsi Biang Tumbuhnya Radikalisme

Bandung, PKS Piyungan Taubat. Tumbuh dan suburnya paham radikalisme tak lepas dari praktik ketidakadilan yang terjadi di Indonesia.? Salah satu tanda ketidakadilan itu ada maraknya korupsi yang terjadi di semua lapisan masyarakat.

Mahfud MD: Korupsi Biang Tumbuhnya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: Korupsi Biang Tumbuhnya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: Korupsi Biang Tumbuhnya Radikalisme

Demikian salah satu kesimpulan dari halaqah kebangsaan yang digelar di Pondok Pesantren Darul Maarif, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (14/5).

Mantan Ketua MK, Mahfud MD mengatakan, tumbuhnya radikalisme membahayakan Indonesia. Apalagi sampai mereka berhasil membentuk sebuah negara. "Ideologi mereka membahayakan Indonesia," kata Mahfud.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Mahfud, salah satu alasan mereka mengembangkan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila itu, adalah adanya rasa ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. "Salah satunya kasus korupsi," katanya.

PKS Piyungan Taubat

?Karena itu, Mahfud berpandangan korupsi di Indonesia harus dibabat habis. Untuk menimbulkan efek jera, Mahfud setuju koruptor yang merampok uang negara dalam jumlah besar dihukum mati. "Undang undang sekarang koruptor maksimal dihukum mati, tapi dengan syarat. Kalau menurut saya tak perlu pakai syarat," katanya.

Mahfud menjelaskan, syarat yang disebutkan dalam undang undang adalah jika negara dalam kondisi krisis. "Krisis itu bisa ditafsirkan macam-macam. Makanya tak perlu ada syarat. Jadi Koruptor maksimal dihukum mati," terangnya.

Namun, untuk mengubah undang-undang koruptor dihukum mati membutuhkan pemimpin yang jujur dan berani. "Jadi tergantung siapa nanti yang terpilih menjadi presiden. Kalau yang terpilih didukung oleh koruptor ya pasti sulit," katanya.

Halaqah nasional kebangsaan ini dihadiri oleh ratusan ulama dan cendekiawan pondok pesantren. Selain membahas masalah kebangsaan, halaqah ini juga membahas masalah keumatan dan keagamaan.

Sejumlah tokoh nasional dijadwal menjadi narasumber. Antara lain KH Hasyim Muzadi, Menteri Pendidikan dan kebudayaan Mohammad Nuh, Mahfud MD, Abuya Mukhtar, Yudi Latif, KH Masdar Farid Mas’udi, Rokhmin Dahuri, Rizal Ramli, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Ketua PBNU KH Slamet Effendi Yusuf, KH Malik Madani, Prof Dr Gumilar RS, dan Jimly Ashiddiqie. (Ahmad Millah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Meme Islam, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock