Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU "Go International"

Semarang, PKS Piyungan Taubat. Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang Jawa Timur, 1-5 Agustus mendatang, mengambil tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan dunia”. Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, NU akan mengekspor pemikiran ulama NU ke tingkat dunia.

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU Go International (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU Go International (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU "Go International"

“Saatnya pemikiran NU go international. Kita akan mengekspor Islam Nusantara ini ke tingkat dunia, terutama dunia Islam yang saat ini tidak karuan,” katanya saat menghadiri Rapimnas Pencak Silat NU Pagar Nusa di Semarang, Jum’at (27/3).

Dalam hal keilmuan, ulama NU banyak belajar dari Timur Tengah. Beberapa karya besar ulama Timur Tengah juga dipelajari di pesantren-pesantren. Namun menurut, Kang Said, ulama Timur Tengah perlu belajar ke NU.

PKS Piyungan Taubat

“Banyak ulama Timur Tengah yang keilmuannya mumpuni dan punya karya berjilid-jilid, namun tidak bisa berbuat apa-apa ketika negaranya sedang perang saudara dan menewaskan ribuan orang,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut alumni Ummul Qurra Makkah itu, para ulama Timur Tengah baru dalam tahap tafaqquh fid din atau mendalami ilmu-ilmu agama, belum bisa yundziru qoumahum atau melakukan pembinaan terhadap umat.

“Dalam hal membimbing umat, ulama timur tengah perlu belajar ke Indonesia, belajar ke NU,” katanya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Meme Islam, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Selasa, 06 Februari 2018

Kemenag Sambut Baik Program Inklusi Sosial Lakpesdam

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Lakpesdam NU beserta beberapa organisasi lainnya yang tergabung dalam Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia (LK PSDM) berinisiatif untuk menyelenggarakan Program ? Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) dan Inklusi Sosial. Menag Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa kementerian yang dipimpinnya menyambut baik dan siap bekerjasama dalam pelaksanaannya.

Kemenag Sambut Baik Program Inklusi Sosial Lakpesdam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Sambut Baik Program Inklusi Sosial Lakpesdam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Sambut Baik Program Inklusi Sosial Lakpesdam

“Kementerian Agama siap bekerja sama dan membantu LK PSDM. Apalagi apa yang diperjuangkan LK PSDM adalah masyarakat yang membutuhkan bantuan, perhatian, dan pelayanan” terang Menag saat menerima LK PSDM lintas organisasi ? di Ruang Kerja Menag, Gedung Kemenag Lapangan Banteng Jakarta, Kamis (04/02). Tidak kurang 12 orang dari berbagai organisasi yang hadir, yakni: Rumadi (Ketua Lakpesdam NU), Ahmad Suaedy, Dadi Darmadi, Marzuki Wahid, dan B Ertanto (TAF), Saduddin Sabilurrosad, Abdullah Ubaid, Ulfi, Nino Rambo W Lodang (Yasalti), Veryanto Sitohang (Aliansi Sumut Bersatu), Tedi Kholiluddin (Elsa Semarang), dan Afif Toha (Satu Nama). Demikian dilaporkan oleh laman kemenag.go.id

Sementara ikut mendampingi Menag, Pgs. Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Mudhofir, Kepala Pusat Litbang Kehidupan Keagamaan Muharrom Marzuki, dan Kasubdit Pendidikan Diniyah Ahmad Jayadi. Mereka berdiskusi tentang Program Pengembangan Wawasan Keulama’an (PPWK) dan Inklusi Sosial.

Mewakili rombongan, Rumadi mempresentasikan PPWK dan Inklusi Sosial. Menurutnya, PPWK bertujuan mencetak tokoh agama atau memberi pengetahuan kepada calon ulama dan pengasuh Pondok Pesantren untuk memahami berbagai macam problem kehidupan. Selain itu, juga memberi pembekalan agar mereka mampu menterjemahkan doktrin agama dalam misi kemanusiaan dan keadilan sosial, di tengah arus globalisasi.?

“Kami atas nama Lakpesdam NU, bekerja sama dengan PBNU, STAINU Jakarta (Pasca Sarjana Jurusan Kajian Islam Nusantara), PCNU se-Indonesia maupun ormas lain, agar mampu mengembangkan wawasan dan gerakan yang mengayomi dan membimbing,” tutur Rumadi.

PKS Piyungan Taubat

Sedang, Inklusi Sosial adalah sebuah upaya untuk meminimalisir diskriminasi atas nama agama dan kepercayaan. Program ini, lanjut Rumadi, bukan atas nama agama, tapi lebih pada sosial kemasyarakatan dan kewarganegaraan. “Jadi, bukan hanya Islam, Kristen, namun juga agama dan kepercayaan minoritas yang tersisih secara sosial,” terangnya.?

Ditambahkan Rumadi, para aktivis yang tergabung dalam LK PSDM ini ? banyak yang melakukan penelitian di daerah konflik, di mana, dukungan negara belum memadai. Karenanya, Rumadi berharap, Kemenag dengan kekuatan dan legal formalnya, berkenan mendukung dan membantu. “Dukungan itu mungkin bisa berbentuk surat dukungan, agar warga minoritas bisa mendapatkan surat nikah, surat kelahiran, KTP, dan lain sebagainya” tutur Rumadi.

PKS Piyungan Taubat

Menag Lukman menegaskan bahwa Kementerian Agama siap membantu hal-hal yang dibutuhkan, sesuai kewenangannya. Hanya saja, Kemenag bekerja berdasar legalitas sehingga Menag meminta agar tim LK PSDM bisa membuat surat resmi sekaligus menginformasikan daerah mana saja yang membutuhkan surat dukungan seperti itu. “Apa yang kita lakukan ini adalah masa depan kita bersama. Saya sepakat ini tidak hanya masalah teologi, namun masalah sosial dan kewarganegaraan. Banyak masalah, tidak hanya di Islam, namun hampir di semua agama, nah, itulah tantang kita,” ujar Menag.?

“Karenanya, RUU PUB itu kami pandang tepat dan semoga saja mampu menjadi terobosan hukum yang solutif bagi Bangsa tercinta ini,” tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Islam, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Dalam upaya mengakuisisi data hilal secara kasat mata guna penentuan Ramadhan 1438 H, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama telah menyiapkan tak kurang dari 125 titik rukyah hilal. Titik pemantauan ini tersebar luas di segenap pelosok Nusantara, mulai dari pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan Irian hingga ke pulau-pulau kecil seperti Halmahera.

Seluruh titik ini dikelola oleh pengurus cabang atau pengurus wilayah NU yang berkompeten dan berada dalam cabang atau wilayah tersebut. Semuanya berada di dalam koordinasi Lembaga Falakiyah PBNU.

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H

Tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU di Jawa Timur menyebar di Pantai Pancur (Banyuwangi), Pantai Serang (Blitar), Bukit Banjarsari (Blitar), Satuan Radar AURI Kabuh (Jombang), Pantai Tanjung Mulya (Bawean), Stasiun LAPAN Watukosek (Pasuruan), Pantai Tanjung Garindo Ambat Tlanakan (Pamekasan), Pantai Gebang (Bangkalan), Pelabuhan Taddan (Sampang), Pos Observasi Bulan Bukit Condrodipo (Gresik), Pos Observasi Bulan Sunan Drajat Tanjung Kodok (Lamongan), Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Paciran (Lamongan), Watoe Dhakon Observatory (Ponorogo), Gunung Sekekep Pulung (Ponorogo), Bukit Sadeng (Jember), Bukit Wonocolo Kedewan (Bojonegoro), Masjid MAN Kandangan (Kediri).

Sementara di Jawa Barat, tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU melakukan pantauan di Pantai Gebang (Cirebon), Pantai Santolo (Garut), Gunung Babakan (Banjar), Pos Observasi Bulan Cibeas Pelabuhan Ratu (Sukabumi), Kompleks Observatorium Bosscha (Lembang), Pantai Eretan (Indramayu), Pos Observasi Bulan Cidadap Pelabuhan Ratu (Sukabumi).

PKS Piyungan Taubat

Di Jawa Tengah, tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU melakukan pantauan Pantai Kartini (Jepara), Pos Observasi Bulan Pedalen (Kebumen), Masjid Agung Jawa Tengah (Semarang), Gedung UMK (Kudus), Pantai Karangjahe (Rembang). Sedangkan di Yogyakarta, tim rukyatul hilal LFNU mengamati bulan di Pos Observasi Bulan Belabelu (Bantul) dan Watu Amben Bukit Brambang (Gunung Kidul).

PKS Piyungan Taubat

Tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU juga memantau di Pos Observasi Bulan Kalianda (Lampung Selatan), Pantai Selalau Kerui (Pesisir Barat), dan Dataran Tinggi Lemong (Pesisir Barat).

Selebihnya mereka tersebar di Masjid Al Musariin/Pesantren Al-Hidayah Basmol (Jakarta Barat), Pantai Takisung (Palaihari), Gedung Bank Kalsel (Banjarmasin), Gedung Hisab Rukyat (Kubu Raya), Kantor Gubernur Sumatera Utara (Medan), Pantai Binasi (Tapanuli Tengah), Mall GTC Tanjung Bunga (Makassar), Gedung Observasi Hilal BMKG (Ternate), dan Pantai Loang Baloq (Mataram). (Marufin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia

Ciamis, PKS Piyungan Taubat. Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Non Tunai dipastikan menjangkau seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia awal Juni 2017. Perluasan jangkauan ini dalam rangka percepatan kenaikan indeks keuangan inklusif hingga 75 persen di tahun 2019 mendatang.?

Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia

"Paling cepat akhir Mei 2017 semua kabupaten/kota seluruh Indonesia sudah menerima secara non tunai," ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat penyaluran sejumlah bansos di Pendopo Bupati Kabupaten Ciamis, Senin (1/5).?

Khofifah menerangkan, perluasan tersebut mencakup kabupaten/kota yang secara geografis berada di wilayah perbatasan, kepulauan, dan terluar Indonesia. Sebelumnya terobosan penyaluran bansos melalui perbankan ini hanya menyentuh 98 kota dan 200 kabupaten.?

Terkait sarana prasarana beserta infrastruktur pendukung, kata Khofifah, Kementerian Sosial bersama Himpunan Bank Negara (Himbara) telah mempersiapkannya. Termasuk diantaranya berkoordinasi dengan PT Telkom terkait ketersediaan jaringan internet.?

"Untuk menjangkau wilayah-wilayah kepulauan, kami (Kemensos-red) bekerjasama dengan BRI melalui Layanan Teras Kapal BRI. Sementara untuk daerah-daerah terpencil ada fasilitas layanan gerak yang menerapkan sistem jemput bola," tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, perluasan jangkauan ini sejalan dengan nawacita butir kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Dikenalkannya masyarakat kurang mampu dengan industri jasa keuangan bank tidak sekedar untuk mengambil bansos yang disalurkan pemerintah

Lebih dari itu, lanjut Khofifah, masyarakat dikenalkan dengan apa itu kegunaan rekening, produk perbankan, perencanan keuangan keluarga, manfaat menabung, dan lain sebagainya, termasuk berbagai risiko yang mungkin terjadi.?

"Saat ini angka literasi atau pengetahuan masyarakat Indonesia tentang keuangan masih rendah terutama di wilayah pinggiran. Alhasil, akses masyarakat ke perbankan masih didominasi masyarakat perkotaan," ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Diungkapkan, tradisi masyarakat untuk menabung masih bersifat tradisional. Tidak sedikit yang masih menyimpan uang dibawah tempat tidur atau tempat tertentu di dalam rumah mereka. Akibat yang paling buruk karena rendahnya literasi tersebut, banyak masyarakat terjebak rentenir atau investasi bodong.?

"Dengan diperkenalkan berbagai produk perbankan, masyarakat diajari untuk menabung dan mengakses permodalan yang lebih aman dan menguntungkan," imbuhnya.?

PKH Dongkrak IPM Indonesia

Sementara itu, Khofifah menuturkan PKH merupakan program pengentasan kemiskinan yang efektif dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2016, IPM Indonesia telah mencapai 70,18. Angka ini meningkat sebesar 0,63 poin dibandingkan dengan IPM Indonesia pada tahun 2015 yang sebesar 69,55.

Demikian pula dengan status pembangunan manusia di Indonesia yang meningkat dari “sedang” menjadi “tinggi”. IPM Indonesia pada tahun 2016 tumbuh sebesar 0,91 persen dibandingkan tahun 2015.

"Komplementaritas Bansos PKH dengan bantuan sosial dan program subsidi lainnya berdampak signifikan dalam percepatan penanganan kemiskinan di Indonesia," tuturnya.?

"Saya optimistis, IPM akan semakin meningkat. Terlebih di tahun 2017 ini bantuan sosial disalurkan secara non tunai. Dan di tahun 2018 mendatang, jumlah KPM pun meningkat dari sebelumnya 6 Juta KPM menjadi 10 juta KPM," tambahnya.?

Dalam kunjungan ke Kabupaten Ciamis, Khofifah menyalurkan bansos senilai Rp175 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari PKH Non Tunai, beras sejahtera (Rastra), Bansos UEP-KUBE, Bantuan Keserasian Sosial, Bansos Disabilitas, dan Bansos Lanjut Usia. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Cerita, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Kiai Ma’ruf Tanggapi Penceramah yang Ditolak Masyarakat

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan, para dai atau penceramah yang ditolak masyarakat beberapa terakhir ini disebabkan karena dakwahnya yang tidak sesuai dengan dakwah dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

“Itu karena dakwah yang menimbulkan masalah sehingga terjadi penolakan,” kata Kiai Ma’ruf di Jakarta, Senin (13/11) malam.

Oleh sebab itu, peraih gelar profesor dari UIN Malang mengajak para dai untuk berkomitmen bahwa hubungan antara Islam dan negara itu sudah selesai dan tidak perlu diotak-atik lagi. Selain itu, dai atau penceramah juga harus menggunakan cara-cara yang santun dan lembut.

Kiai Ma’ruf Tanggapi Penceramah yang Ditolak Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Tanggapi Penceramah yang Ditolak Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Tanggapi Penceramah yang Ditolak Masyarakat

“Tetapi hasilnya tetap optimal,” ucapnya.

Kiai Ma’ruf menegaskan seorang dai harus memegang komitmen kebangsaan dan juga komitmen keislaman. Tidak boleh salah satunya karena keduanya itu sejalan dan tidak perlu dibenturkan lagi.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengajak kepada para dai dan penceramah untuk berdakwah dan membicarakan hal-hal yang menyangkut soal kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat.

“Yang kita bicarakan bagaimana agar membangun masyarakat yang lebih baik, lebih sejahtera, lebih tenteram, lebih damai, arahnya ke sana," jelasnya.

Kiai Ma’ruf menambahkan, seorang dari juga harus menguasai peta dakwah agar ketika berdakwah mereka memiliki panduan yang jelas. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Olahraga PKS Piyungan Taubat

Rabu, 27 Desember 2017

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia

Ir. H. Joko Widodo

di Jakarta

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Bapak Presiden yang kami hormati, kami ingin menyampaikan aspirasi masyarakat pecinta Indonesia bersih dan adil mengenai perkembangan penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan korupsi di era Bapak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kita semua ingat bahwa reformasi bergulir untuk memperkuat sistem demokrasi yang ditopang oleh supremasi hukum yang berkeadilan sosial. Ini adalah visi kebangsaan dan cita-cita luhur yang tidak bisa ditawar-tawar.

Melihat perkembangan akhir-akhir ini, kami merasa terpukul dengan tidak adanya langkah kongkret dari pemimpin tertinggi negara dalam memperkuat perjuangan melawan kejahatan korupsi yang telah menghancurkan negeri ini dari berbagai aspek: sosial, politik, ekonomi dan mental. Oleh karena itu kami mengingatkan –jika memang Bapak Presiden sedang lupa– dan menyeru agar Bapak sebagai pemimpin tertinggi Republik Indonesia untuk,

PKS Piyungan Taubat

(1) berada di garis terdepan memimpin langsung pemberantasan korupsi di Indonesia;

(2) tegas menolak berkompromi dengan segala macam jenis praktek korupsi dan oknum-oknumnya;

PKS Piyungan Taubat

(3) menghentikan kriminalisasi terhadap para pegiat anti korupsi;

(4) segera melakukan reformasi mendasar pada Kepolisian Republik Indonesia; dan

(5) mengembalikan dan menegakkan supremasi hukum yang berkeadilan Demikian surat ini kami buat. Besar harapan kami Bapak Presiden segera melakukan langkah kongkret untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa dari cengkraman kejahatan korupsi.Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Berlin, 6 Maret 2015

Komunitas Nahdlatul Ulama (NU) Jerman

Hormat kami,

Munirul Ikhwan & Zacky Khairul Umam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Olahraga, Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Masih Mempersoalkan Sayyidina?

Oleh M Nasirul Haq

--Pada acara pembukaan Muktamar ‘tetangga kita’ yang berlangsung di Makassar, 3-7 Agustus 2015 lalu, terjadi kegaduhan yang membuat kita isykal (penuh tanda tanya). Pasalnya mereka meneriaki seorang Pembawa Acara (MC) yang mengucapkan lafadz "Sayyidina Muhammad".

Masih Mempersoalkan Sayyidina? (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Mempersoalkan Sayyidina? (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Mempersoalkan Sayyidina?

Seperti diberitakan, peserta Muktamar berteriak. Situasi sempat gaduh lantaran mereka saling bicara satu sama lain. Padahal di panggung utama sudah hadir Presiden RI, H Joko Widodo. 

Bahkan beberapa tokoh mereka saat diwawancarai tentang ucapan Sayyidina tersebut jawabannya kurang memuaskan. Nampaknya mereka tidak terbiasa dengan ucapan yang  mempunyai arti penghormatan atas Kanjeng Nabi Muhammad tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Saya ingin menjelaskan kebolehan mengucapkan lafadz "Sayyidina" kepada Nabi Muhammad SAW. Kita harus tahu apa arti kalimat Sayyid, dijelaskan dalam kitab "Ghoytsus Sahabah" karya Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah halaman 39, dijelaskan bahwa:

PKS Piyungan Taubat

"Kata Sayyid jika dimaknai secara mutlak, maka yang dimaksud adalah Allah. Akan tetapi jika dikehendaki makna lain maka bisa bermakna:

1. Orang yang diikuti di kaumnya.

2. Orang yang banyak pengikutnya.

3. Orang yang mulia di antara relasinya."

Sementara pada halaman 37 disebutkan: "Orang yang memimpin selainnya dengan berbagai kegiatan dan menunjukkan tinggi pangkatnya".

Sedangkan di dalam Kitab "Ghoyatul Muna" halaman 32, Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah menyebutkan: "Sayyid ialah orang yang memimpin kaumnya atau yang banyak pengikutnya."

Dan masih banyak lagi makna lainnya. Dari sini kita mulai bisa mengerti makna beberapa Hadits yang ada lafadz Sayyid, misalnya:

-? ? ? ? ?

"Hasan dan Husein adalah pemimpin pemuda Ahli Surga"

-? ? ? ? ? ? ? ?

"Aku adalah pemimpin anak adam pada hari kiamat"

-? ? ?

"Aku adalah pemimpin alam"

-? ? ; ? ? ?

Pada hadits ini Khottobi berkomentar tidak apa-apa mengatakan Sayyid untuk memuliakan seseorang, akan tetapi makruh jika dikatakan pada orang tercela.

Sementara dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dalam catatan kaki halaman 4 nomor 2, dikatakan bahwa: "Memutlakkan kata Sayyid pada selain Allah itu boleh".

Dalam kitab Roddul Mukhtar diterangkan: "Disunnahkan mengucapkan Sayyid karena Ziyadah Ikhbar Waqi itu menunjukkan tatakrama dan itu lebih baik dari meninggalkannya".

Lalu selanjutnya jika mereka para Muktamirin bertendensi dengan dua hadits yaitu:

1. ? ? ? ?

2. ? ? ?

Maka saya akan menjawab dari kitab "Ghoyatul Muna" karya Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah dijelaskan pada halaman 32:

"Adapun hadits yang mengatakan "Jangan kau men-sayyid-kan aku dalam Shalat", Hadits ini adalah Hadits yang tidak sah matan dan sanadnya, adapun matannya gugur menurut Ahli Hadits, sementara matannya lafadz ? itu tidak benar secara Nahwu karena yang benar lafadznya ? ? sedangkan Rasulullah SAW adalah paling fasihnya orang orang Arab."

Sementara dalam Kitab "Maqosid Hasanah" halaman 463 dikatakan:

"Hadits ini merupakan Hadits Maudlu (palsu), itu tanggapan Al-Hafidzb As-Sakhowi bahwa hadits ini tidak ada asal usulnya dan salah dalam lafadznya."

Sementara Hadits yang kedua akan saya jawab dari kitab "Zadul Labib" karya Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah juz 1 halaman 9:

"Adapun Hadits yang diriwayatkan dari Abu Dawud dan Ahmad dari Hadits Nabi SAW ? ? ? yang dimaksud Siyadah disini adalah Siyadah secara mutlak, maka pahamilah dan diteliti betul".

Jika anda masih mempertanyakan mengapa dalam Shalawat Ibrahimiyah pada Tahiyyat ditambah Sayyidina dan pada Tasyahhud tidak ada Sayyidina? Saya jawab: Mengatakan Sayyidina ini bertujuan memuliakan beliau. Dan perlu diingat memuliakan dan tatakrama itu lebih baik dari pada mengikuti perintah seperti Sayyidina Ali yang enggan menghapus kalimat "Rasulullah" dan berkata: 

"Aku tak akan menghapusmu selamanya". Pada saat itu Rasulullah tidak menyalahkan Sayyidina Ali. Begitu juga Hadits Dlohhak dari Ibnu Abbas, bahwa dulu orang menyebut "Ya Muhammad", "Ya Abal Qosim", lalu Allah melarang demi memuliakan beliau.

Sementara jika yang anda permasalahkan dari ayat ? ? ; ? ? 

? maka jawaban saya dari Kitab "Ibanatul Ahkam" juz 1 halaman 346:

"Bahwa kalimat Sayyid itu memiliki dua makna: Yang pertama tiada satupun yang mengungguli, dialah yang dituju manusia dalam segala hajat dan keinginan mereka. Sementara makna kedua yaitu yg tidak memiliki pencernaan yang mana ia tidak makan dan tidak minum".

Sementara dalam Syahadat, Ulama dalam memberikan penghormatan beragam dan jika tidak ada kata Sayyid-nya pastilah ada kata pujian lain pada kata sebelum dan sesudahnya. Itu terbukti setelah kata Muhammad dalam Syahadat ada kata pemuliaannya yaitu gelar "Utusan Allah", disanding dengan lafadz Allah yang sekaligus pencipta alam semesta. Bukankah Allah tidak akan menyandingkan namanya kecuali dengan kekasihnya? Dalam Kaidah Fiqih sangat mashur sekali:

"? ? ? ? ?".

"Menjaga tatakrama lebih utama dari ittiba (melaksanakan perintah)". Wallahu’alam bisshowab...

M Nasirul Haq, Mahasiswa Fakultas Syariah, Imam Shafie College Hadhramaut Yaman.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Olahraga, Ulama PKS Piyungan Taubat

Selasa, 19 Desember 2017

Kang Said: Warga NU Harus Menguasai Iptek dan Kuat Finansial

OKU Timur, PKS Piyungan Taubat - Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj dalam mauidhohnya menjelaskan bahwa ajaran Islam bukan hanya doktrin teologi. Islam adalah agama yang menuntut umatnya untuk berpendidikan. Allah dan rasul-Nya tidak ridho apabila umatnya bodoh dan lemah.

Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, ilmu ada dua macam, ilmu mahmud yang terpuji dan madzmum yang jelek. Sebagai contoh, ilmu teknologi adalah ilmu yang terpuji. Karenanya umat Islam terutama generasi muda harus menguasai teknologi.

Kang Said: Warga NU Harus Menguasai Iptek dan Kuat Finansial (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Warga NU Harus Menguasai Iptek dan Kuat Finansial (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Warga NU Harus Menguasai Iptek dan Kuat Finansial

Penguasaan teknologi adalah salah satu kewajiban bagi Muslim, termasuk fardhu kifayah. Apalagi dengan kemajuan IT sekarang ini, kita juga harus lebih menguasainya melalui media yang kita punya untuk sarana dakwah.

“Ada PKS Piyungan Taubat, majalah Risalah NU, Aswaja TV, TV 9 dan lain-lain. Itulah media asli NU yang harus selalu kita akses mengingat kontennya adalah Islam yang mengedepankan harmoni,” kata Kang Said pada acara Takhtiman Akhirussanah Pesantren Nurul Huda Sukaraja OKU Timur di halaman Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nurul Huda, Rabu (25/5).

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Dengan ilmu pengetahuan, kita akan hidup bermartabat. “Kepada orang tua, kirimlah anak-anak ke lembaga yang mengajarkan pengetahuan Islam yang rahmatan lil alamin. Dan jawabannya adalah pesantren," terang Kang Said.

Bupati OKU Timur Kholid Mawardi bertekad untuk menghidupkan kekuatan ekonomi warga NU. Ia berencana membuat lembaga ekonomi syariah berupa Baitul Mal wa Tamwil (BMT), semacam koperasi yang berasaskan kaidah fikih.

“Dan tahun 2017 kami akan siapkan anggaran Rp 500 juta dari APBD," tegas Kholid.

Agenda tahunan pesantren ini dihadiri seribu jamaah terdiri dari para kiai pesantren se-OKU Timur, pengurus NU OKU Timur, beserta MWC-Nya, wali santri, dan jamaah lainnya. Tampak hadir pula jajaran Muspida OKU Timur, beberapa camat, dan pegawai di lingkungan pemda. (Li Sin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Olahraga PKS Piyungan Taubat

Minggu, 17 Desember 2017

Inilah Rekomendasi PMII Poros Maritim kepada Pemerintah

Sejumlah Pengurus Cabang dan Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang mendeklarasikan diri sebagai “PMII Poros Maritim” memberikan perhatian lebih kepada kebijakan kemaritiman di Tanah Air.

Mereka adalah PKC PMII Sulawesi Selatan PKC PMII Sulawesi Barat, PKC PMII Maluku Utara, PC PMII Manado, PC PMII Minahasa, PC PMII Bolaang Mongondow, PC PMII Ternate, PC PMII Tidore, PC PMII Makassar Raya, PC PMII Samarinda, PC PMII Kabupaten Gorontalo, PC PMII Kota Gorontalo.

Inilah Rekomendasi PMII Poros Maritim kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Rekomendasi PMII Poros Maritim kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Rekomendasi PMII Poros Maritim kepada Pemerintah

Dalam rilis yang diterima PKS Piyungan Taubat, Jumat (3/10), PMII Poros Maritim memberikan rekomendasi kepada pemerintah berdasarkan hasil kajian dalam forum Seminar dan Lokakarya Kemaritiman Nasional II yang mereka gelar di Tomohon, Sulawesi Utara, 25-28 September 2014.

Berikut butir-butir rekomendasi eksternal tersebut:

PKS Piyungan Taubat

1. Mendesak pemerintah untuk menghentikan pelaksanaan Megaproyek MP3EI karena menjadi alat kapitalisme global mengkapling sumber daya alam dan menghancurkan kedaulatan nasional bangsa Indonesia.

2. Mendesak pemerintah merustrukturisasi ekonomi nasional dengan agenda pokok nasionalisasi perusahaan asing yang melanggar konstitusi dan amanat penderitaan rakyat (Ampera) Indonesia.

PKS Piyungan Taubat

3. Perjelas dan perketat regulasi tentang penguasaan, pengelolaan, dan pemberdayaan sumber-sumber energi di Indonesia dengan kewajiban pokok mengutamakan kepentingan Nasional.

4. Maksimalkan potensi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai sumber pendapatan Nasional.

5. Mendorong Pemerintah mengintegrasikan pengetahuan kemaritiman pada kurikulum pendidikan dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

6. Mendorong Pemerintah merumuskan strategi kebudayaan Indonesia sebagai bangsa maritim.

7. Mendorong pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak konstitusional masyarakat maritim yang termarjinalkan (suku-suku laut, nelayan dan masyarakat pesisir)

8. Mendorong pemerintah mengkaji ulang kebijakan pembangunan yang timpang serta bias daratan menjadi kebijakan dengan titik tekan pada laut, nelayan dan masyarakat pesisir.

9. Pemenuhan jaminan hukum, perlindungan, dan keselamatan bagi nelayan Indonesia.

10. Pembangunan/peningkatan kualitas dan kuantitas SDM, terutama dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis maritim.

11. Pembekalan pengetahuan berupa doktrin Ideologis terkait konsepsi hankam dan tugas kerakyatan digaris depan kepada masyarakat pesisir, khususnya masyarakat yang mendiami pulau-pulau terdepan NKRI.

12. Segera rancang sistem Pertahanan-Keamanan NKRI jangka menengah dan jangka panjang yang sesuai dengan kondisi geografis, kebutuhan dan kepentingan Nasional Indonesia.

13. Segera melaksanakan upaya diplomasi berupa perundingan perbatasan dengan negara-negara tetangga lebih khusus terkait batas laut yang hingga saat ini belum memiliki kekuatan hukum tetap.

14. Segera pindahkan Komando Armada Barat (Koarmabar) TNI AL ke Aceh dan Komando Armada Timur (Koarmatim) TNI AL ke Tidore sebagai bentuk perubahan Postur Hankamnas Laut yang disesuaikan dengan kebutuhan strategis nasional, geopolitik kawasan, dan ruang batin sejarah bangsa Indonesia.

15. Pengadaan Alutsista TNI kedepan sebagai bagian integral dari sistem pertahanan keamanan Nasional wajib mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi geografis NKRI.

16.? ? ? Mengembangkan ekonomi kelautan di sektor perikanan, sektor jasa pelabuhan, eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya energi lepas laut, terutama pada kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), kehutanan pesisir, perdagangan, pelayaran dan pariwisata.

17. Memperbaiki rantai pasok sistem logistik serta membangun konektivitas pusat-pusat pertumbuham ekonomi maritim daerah-daerah strategis di Indonesia dengan berpegang teguh pada kepentingan nasional dan sistem ekonomi nasional pro-rakyat.? ?

18. Memaksimalkan Pembangunan daerah-daerah terdepan Indonesia dan membangun sistem tata Ruang Laut yang berkeadilan sosial-ekonomi.

Selain rekomendasi eksternal, PMII Poros Maritim juga berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil semiloka dan lokakarya tersebut. Rekomendasi internal yang mereka rumuskan antara lain, menyusun Materi Pengantar Kemaritiman untuk Kaderisasi Formal PMII ditingkat pertama (MAPABA) dan ditingkat lanjutan (PKD), mendirikan Pusat Studi Kemaritiman (Centre of Maritime Studies), dan beberapa kerja penting lainnya. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Olahraga, Hikmah, Tokoh PKS Piyungan Taubat

Jumat, 15 Desember 2017

Jangan Kaget, Semuanya Akan Berubah

Oleh Aswab Mahasin

Dalam hidup yang terus berkembang, perubahan akan selalu terjadi—pada semua aspek: alam, lingkungan, budaya, politik, ekonomi, hukum, dan sebagainya. Perubahan bisa dikonotasikan pada dua makna, berkembang ke arah positif atau negatif. Akhir-akhir ini kita digegerkan oleh perubahanArab Saudi, di mana putra Raja Salman menggalangkan Islam Moderat. Sebagian orang menyambutnya dengan gembira, sebagian lagi menyambutnya nestapa. Ada pula yang mengatakan bobolnya benteng wahabi dan ada juga yang mengatakan, ‘semua akan Islam Nusantara pada waktunya’. 

Jangan Kaget, Semuanya Akan Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Kaget, Semuanya Akan Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Kaget, Semuanya Akan Berubah

Namun, dalam hal ini kita tidak akan membahas Arab Saudi. Tetapi, kita akan membahas hakikat dari perubahan itu sendiri. Kita sebagai manusia terus mengalami perubahan, dari mulai dalam kandungan, lahir ke dunia, tumbuh menjadi dewasa, menua, dan kemudian menghadapi kematian. Perubahan tersebut dibarengi juga dengan perubahan fisik, rambut memutih, kulit keriput, dan kondisi fisik yang melemah. Proses itu adalah keniscayaan yang pasti terjadi dalam kehidupan kita.

Tidak sedikit pula dari kita yang mencoba membendung perubahan, namun tetap saja perubahan tidak akan pernah membohongi waktu. Walaupun ‘satu kodi’ dokter kecantikan/kegantengan kita datangkan, perubahan tidak akan pernah bisa dielakkan (apalagi perubahan dari hidup ke mati).

Begitupun dengan peradaban sebuah bangsa, mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Indonesia, di awali dengan pra-sejarah, Hindu-Budha, Kerajaan Islam, penjajahan, kemerdekaan, orde lama, orde baru, reformasi, dan saat ini. Setiap fase mempunyai psikologi sosialnya masing-masing.

Seperti fenomena historis, jatuhnya peradaban Cina Kong Hu Cu sejak perang candu dan bangkitnya peradaban Cina baru ketika ajaran Kong Hu Cu digantikan komunisme; runtuhnya peradaban Mesir Fir’aun dan peradaban Yunani-Romawi sekaligus pergantiannya oleh peradaban baru yang diilhami ajaran Kristen dan Islam. Begitu pula dengan runtuhnya komunisme di Uni Soviet.

PKS Piyungan Taubat

Perubahan juga terjadi pada politik Indonesia, dari mulai politik orde baru yang mengekang kebebasan rakyat, masuk kepada politik reformasi yang memberikan ruang terbuka, dan sekarang masuk pada politik mediakrasi di mana media menjadi supirnya. 

Secara fundamental, perubahan juga terjadi pada gerakekonomi kita, banyak yang awalnya miskin jadi kaya, yang kaya jadi miskin. Hidup seperti roda berputar, begitupun dengan “dunia terbalik” sebuah fenomena yang akhir-akhir ini salah kaprah. Hal tersebut juga bagian dari perubahan, dengan kebiasaan masyarakat yang tidak lagi membuang sampah pada tempatnya, melainkan membuang tempatnya pada sampah.

Perubahan pada hakikatnya merupakan esensi dari kehidupan itu sendiri, tidak ada satupun elemen kehidupan yang tidak mengalami perubahan. Perubahan adalah hidup itu sendiri. Hidup tanpa perubahan—kemustahilan karena identik dengan mati. Seperti yang digambarkan Herakleitos, ia menggambarkan perubahan dengan dua cara, pertama, ia mengatakan seluruh kenyataan merupakan arus sungai yang mengalir, dan kedua, ia mengatakan seluruh kenyataan adalah api.

Arus sungai sebagai lambang perubahan terdapat dalam fragmen yang terkenal, “Engkau tidak bisa turun dua kali ke dalam sungai yang sama”. Maksudnya, sungai selalu mengalir, sehingga air sungai selalu berbeda. Orang yang turun ke dalam sungai dua kali tidak turun ke dalam sungai yang sama seperti semula. Semuanya mengalir dan tidak ada sesuatu pun yang tinggal menetap (panta rhei kai uden menei).(Prof. Dr. K. Bertens, Sejarah Filsafat Yunani, [Yogyakarta: Kanisius, 1999], hlm. 55-56)

PKS Piyungan Taubat

Herakleitos juga menyatakan seluruh kenyataan adalah api, baginya api sebenarnya tidak merupakan suatu anasir yang dapat menerangkan kemantapan di belakang perubahan-perubahan dalam alam, melainkan api melambangkan perubahan itu sendiri. Tidak sulit untuk mengerti mengapa Herakleitos memilih api. Nyala api senantiasa memakan bahan bakar yang baru. Dan bahan bakar itu senantiasa berubah menjadi abu dan asap. Namun, api itu tetap api yang sama. Karenanya, api cocok sekali untuk melambangkan kesatuan dalam perubahan. Kata Herakleitos, “Ada suatu pertukaran: semua benda ditukar dengan api dan api ditukar dengan semua benda, seperti barang dengan emas dan emas dengan barang.” (Prof. Dr. K. Bertens: 1999)

Dalam era serba media ini, perubahan yang terjadi sangat kompleks, kita tidak bisa mengikuti begitu saja kehendak perubahan. Mau tidak mau, perubahan mempunyai dua wajah, baik dan buruk. Karena itu, kita harus bersikap selektif terhadap perubahan. Perlu diingat, kita tidak bisa menerima sepenuhnya perubahan, kenapa? Akan terjadi ke-blur-an pemahaman—maksudnya, kita tidak lagi mengetahui secara jelas nilai-nilai mana yang harus dianut. Begitupun dengan menolak seluruhnya—tidak bisa juga, efeknya—kita menjadi kagetan dan radikal setiap memandang perubahan yang terjadi.

Dengan demikian, perubahan secara mikro atau makro yang kita alami, harus kita fungsikan ke arah meningkatnya kualitas hidup; menjadi lebih manusiawi, lebih spiritual, dan lebih baik. Bukan perubahan yang menghancurkan, apalagi mencabut status kemanusiaan seseorang. Allah Berfirman, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi....” (QS. Al-A’raaf: 56), “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu....” (QS. Huud: 112).

Di sini kita membutuhkan kerendahan hati dan kearifan untuk membangun kesadaran, karena manusia tidak akan pernah mampu menyaring semuanya—al-insan mahal khata wa nisyan—manusia adalah tempatnya kesalahan dan kelupaan. Itu menandakan bahwa manusia tidak berada pada posisi yang mutlak, apalagi menggenggam kemutlakan.

Menghadapai perubahan yang fundamental ini, mau tidak mau, kita harus mengingat kembali makna kehadiran di dunia ini dan membaca penuh kesadaran mengenai kekuasaan sang waktu. Karena, al-waqtu kas saif, waktu seperti pedang, kalau kita tidak mampu menggunakannya maka akan dapat mencelakakan diri sendiri.

Dalam pada itu, waktu diciptakan supaya segala sesuatunya tidak terjadi bersamaan, ketika semuanya terjadi bersamaan, itu bukan kehidupan. Waktu tidak bisa ditunda, ia terus berputar, dari berputarnya waktu—artinya, waktu memerintahkan kita untuk berproses dan mengisi, tidak hanya berdiam diri, melainkan dari proses itu juga oleh waktu dijanjikan sebuah hasil.

Pembiaran terhadap waktu sama saja kita menikam diri sendiri, menyia-nyiakan hidup yang terus berjalan, berkembang, dan berubah. Karena itu, semua yang ada di dunia ini, entah manusia, bangsa, dan apapun bentuknya selalu berkembang bersama waktu, sekaligus mendapatkan porsi waktunya masing-masing, karena waktu memberikan isyarat adanya sebuah ‘giliran’.

Dalam kaitannya dengan masalah waktu, maka hakikatnya, setiap manusia ataupun bangsa mempunyai jadwal waktu pergiliran. Di antara esensi pergilirian, Al-Qur’an, surat al-Hasyr ayat 7 menegaskan: “...supaya kekuasaan (kekayaan) itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya di antara kamu.” Pergiliran, pergantian, dan pergeseran adalah bagian dari realitas kehidupan. Bahkan menjadi satu aturan kehidupan itu sendiri dan karenanya dapat dipandang sebagai sunnatullah-karenanya akan berlaku pasti. Persoalannya hanya terletak pada waktu. (Prof. Dr. Musya Asy’ari, Dialektika Agama untuk Pembebasan Spiritual, [Yogayakarta: LESFI, 2002]. Hlm. 108-109)

Pesan al-Qur’an surat al-‘Ashr ayat 1-3, “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan nasihat-menasihati supaya menetapi kebenaran dan kesabaran.”

Biarkan saja perubahan berjalan, menentukan arahnya—yang pasti komitmen kita terhadap kesadaran semesta harus dibangun, kesadaran ini meliputi segala aspek kehidupan—bahwa kita adalah subjek dan objek kehidupan, kita bukan penindas atau perusak. 

Penulis adalah Pembaca Setia PKS Piyungan Taubat.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Olahraga PKS Piyungan Taubat

Selasa, 28 November 2017

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Kawasan luar pulau Jawa diakui harus mendapat perhatian serius bagi PBNU dalam pengembangan eksistensi Nahdlatul Ulama ke depan. Berbagai program PBNU diberikan prioritas pada wilayah dan cabang yang berada di luar Pulau Jawa.

Sebagaimana terungkap pada ? sidang Komisi Program Muktamar Ke-33 NU yang berlangsung di Pondok Pesantaren Darul Ulum, Rejoso, Jombang, Selasa (4/8) siang. Sidang Komisi dipimpin Ketua Sidang Komisi Program Arifin Junaidi yang juga ? Ketua PP LP Maarif, ? dihadiri lebih kurang 450 peserta utusan dari PW, PC dan PCINU.

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa

Arifin Junaidi menjelang sidang Komisi Program ditutup menyampaikan, ada 38 pembicara yang memberikan usulan, masukan dan tanggapan secara langsung serta ? 50 usulan tertulis. Sidang sepakat membentuk Tim Perumus Komisi Program dengan Ketua ? Arifin Junaidi, anggota Yahya Maksum (unsur pimpinan sidang) dan 3 orang dari peserta. Masing-masing dari Riau (mewakili ? wilayah barat), ? Jombang sebagai tuan rumah Muktamar (wilayah tengah), dan Papua (wilayah timur).

PKS Piyungan Taubat

Ahmad Abid dari PCNU Kota Cirebon mengungkapkan, Indonesia timur kurang disentuh oleh PBNU. Padahal memiliki potensi untuk pengembangan NU. Untuk itu, harus ada skala prioritas program. Periode lalu PBNU sudah fokus mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU). Maka pada periode sekarang (2015-2020) ini kalau bisa fokus kesehatan. Karena sektor kesehatan menyentuh kepentingan banyak orang. Jika sektor kesehatan ini digarap, maka masyarakat (warga NU) akan merasakan manfaat ber-NU.

"Walaupun fokus sektor kesehatan ini, tetap utamakan dulu program untuk kawasan Indonesia Timur. Di sana masalah pelayanan kesehatan ini sangat dibutuhkan," katanya.

PKS Piyungan Taubat

Abdurrahim dari Kalimantan Utara PC Tarakan menyebutkan, daerahnya berada pada daerah bagian utara yang merupakan propinsi baru. Memiliki sumber daya manusia yang ? kurang maksimal. ? Sekalipun punya aset tanah yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan NU ke depan, namun SDM yang mampu belum punya.

"Harapan kami di Kalimantan Utara ini bisa pula memiliki sekolah, rumah sakit, dan pelayanan masyarakat lainnya yang dinaungi oleh Nahdlatul Ulama. Diakui, aset yang bisa dikembangkan ada, hanya kurang memahami program yang direncanakan PBNU," tambahnya.

Kendala mengembangkan organisasi Nahdlatul Ulama di pulau Kalimantan itu memang berat. Seperti diakui ? Abdul Sani Kalimantan Tengah, luas daerahnya saja mencapai 2 kali pulau jawa. Ketika PWNU melakukan konsolidasi ke cabang-cabang, terasa sulitnya. Bayangkan, konsolidasi ke satu cabang saja bisa butuh 1 hari perjalanan. Di Palangkara terkenal lembaga pendidikan yang dikelola oleh non-muslim. ? Walaupun NU punya ? MIS, tapi masih perlu dikembangkan.

Abdul Sani merasa beruntung Muktamar ke-33 NU ini diselenggarakan pada empat pesantren di Jombang. Ada pula hikmah. Dari empat pesantren tersebut, kami bisa menjadikan perbandingan dalam pengembangan lembaga pendidikan NU di daerah. "Selama ini pendistribuan anggaran pendidikan terfokus di Jawa, sehingga di luar Jawa masih tertinggal. Untuk itu, kami berharap PBNU mengalokasikan anggaran mempercepat pengembangan lembaga pendidikan NU di luar Jawa," kata Abdul Sani.

Fatayat NU: Pengkaderan Penting

Ketua I Pimpinan Pusat Fatayat NU bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup Muzaenah Zain mengungkapkan, kaderisasi dilingkungan Nahdlatul Ulama harus jadi program penting. Pengkaderan yang sudah dilakukan PBNU harus dilanjutkan secara terstruktur dan sistematik. Meski badan otonom (banom) di lingkungan PBNU ada yang ? berbeda, tetapi payungnya tetap PBNU.

"Pengkaderan ini semakin penting dengan adanya penyimpangan paham keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat. Namun perlu diwaspadai, program ke depan tidak hanya ucapan saja. Perlu koordinasi yang dibangun PBNU dengan banom. Koordinasi yang baik tidak hanya terjadi ditingkat pusat, tapi juga di tingkat wilayah dan cabang," tutur Muzaenah Zain.

PBNU punya jaringan yang luas, baik dalam maupun luar negeri. Untuk itu perlu mapping, bagaimana melihat program. Kerjasama internal penting ketika PBNU melakukan ? MoU. “Misalnya MoU Fatayat NU kerjasama dengan Kemendikbud, tapi harus dinaungi oleh PBNU. Artinya MoU PBNU dengan lembaga lain yang terkait dengan perempuan, ya melibatkan Fatayat,” katanya. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Olahraga PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 11 November 2017

Seniman Dukung Kedaulatan Tanah Petani Urutsewu

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Dua malam akhir pekan lalu pusat Kota Yogyakarta 22 Maret 2014, para seniman yang beraliansi di “Solidaritas Budaya untuk Masyarakat Urutsewu” berkumpul di Alun-Alun Kidul. Mereka mepertunjukan Tari Melayu, Tari Cakalele dan Toki Gaba-Gaba dari Maluku, pembacaan puisi dan pertunjukan teaterikal.

Seniman Dukung Kedaulatan Tanah Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Seniman Dukung Kedaulatan Tanah Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Seniman Dukung Kedaulatan Tanah Petani Urutsewu

Malam berikutnya pada 23 Maret 2014, acara dipindahkan ke Titik Nol Malioboro. Kali ini para seniman menampilkan pertunjukan Tari Saman, pembacaan cerpen Eduardo Galeano, pembacaan puisi, permainan Toki Gaba-Gaba dan Tarian Cakalele.

Aliansi ini terdiri dari 12 lembaga gabungan dari berbagai macam kelompok dengan latar belakang seperti seniman, intelektual, aktivis, petani, dan LSM. Mereka adalah Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS), Urutsewu Bersatu (USB), Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam (FNKSDA), Sanggar Rupa Seni Rangka Tulang, Teater 42, Sanggar Nusantara, Mantra Merah Putih, Yayasan Desantara, Etnohistori, Komunitas Wayang Sampah Sanggar Lereng Kendeng, Gerakan Literasi Indonesia, dan Teater GERAK STAINU Kebumen.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Angga Palsewa Putra, koordinator umum Aliansi, tujuan utama Aliansi ini adalah “untuk menegaskan kedaulatan petani Urutsewu, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, atas tanah mereka”.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Angga yang berasal dari kelompok Teater 42 ini, kedaulatan petani dalam konteks ini diartikan sebagai kepemilikan tanah oleh petani, hak penggunaan lahan di tangan petani, hak mendapatkan dan menikmati hasil panen, serta keamanan dalam menggarap tanah-tanah pertanian.

Konflik di wilayah Urutsewu telah berlangsung sejak 1920, tanpa memeroleh perhatian masyarakat luas. TNI AD mengklaim tanah petani Urutsewu sebagai hak milik TNI. Pada 16 April 2011, terjadi penembakan terhadap para petani yang mencoba merebut kembali tanah-tanah mereka.

Akibat peristiwa ini, 6 petani dikriminalisasi, 13 orang luka-luka (6 di antaranya terkena peluru karet tentara), 12 sepeda motor dirusak, serta handphone, handycam, dan data digital dirampak paksa. Sejak itu eskalasi konflik di Urutsewu terus naik. TNI AD sempat memberikan izin penambangan pasir besi kepada PT Mitra Niagatama Cemerlang. Belakangan, sejak akhir 2013, TNI AD melakukan pemagaran sepihak terhadap tanah-tanah petani Urutsewu.

Menurut Angga, acara di Yogyakarta bertujuan untuk menggalang dana yang akan digunakan sebagai biaya untuk mengadakan Arak-arakan Budaya di Urutsewu pada 16 April 2014 yang alan datang. “Kami akan mengadakan satu kali lagi malam pertunjukan berbagai jenis tarian dan pembacaan puisi di Alun-Alun Kidul Yogyakarta pada 24 Maret 2014. Sehabis itu, kami akan ke Urutsewu untuk bersama-sama dengan masyarakat mempersiapkan Arak-arakan Budaya. Kami melakukan ini karena kami gerah dengan ketidakadilan yang terjadi dimana-mana di Indonesia. Dan sebagai pelaku seni, bagi kami seni adalah seni yang membela kaum tertindas,” tambah Angga.

Selain mengadakan rangkaian malam penggalangan dana, aliansi ini juga melakukan kampanye simpatik di media sosial seperti Twitter. Kata kunci #Urutsewu dipakai sebagai simpul kampanye. Dalam akun aliansi, @Satu4Urutsewu, terlihat foto para pengunjung malam pertunjukan dengan memegang poster kampanye bertuliskan “Selamatkan #Urutsewu”.

Untuk acara 16 April 2014, Sunu, Kepala Desa Wiromartan, salah satu desa di kebumen yang terlibat dalam Aliansi, mengatakan bahwa pada dasarnya Aliansi ini memiliki beberapa tuntutan, salah satunya adalah mereka menginginkan agar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Arak-Arakan Budaya pada 16 April 2014. “Pak Gubernur Ganjar perlu datang ke Urutsewu untuk menghadiri Arak-Arakan Budaya Petani Urutsewu, agar beliau mengerti penderitaan rakyatnya,” tutup Sunu. (Bosman Batubara/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Amalan, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Jumat, 10 November 2017

Bupati Sumenep Dorong Ansor Lakukan Pemberdayaan Ekonomi

Sumenep, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep, Jawa Timur, menggelar silaturahim dan buka puasa bersama dengan Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, Ahad (20/7) di kantor PCNU Sumenep, Jalan Raya Trunojoyo, Sumenep.

Selain unsur pengurus pimpinan anak cabang (PAC) dan pengurus pimpinan cabang (PC), hadir pula Wakil Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur Badrut Tamam dan Sekretaris PCNU Sumenep K. A. Dardiri Zubairi.

Bupati Sumenep Dorong Ansor Lakukan Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Sumenep Dorong Ansor Lakukan Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Sumenep Dorong Ansor Lakukan Pemberdayaan Ekonomi

Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim dalam sambutannya mengatakan, Ansor sebagai organisasi pergerakan harus menjadi lembaga yang mampu memberdayakan umat, khususnya warga Nahdliyin.

PKS Piyungan Taubat

“Sebagai banom NU, Ansor juga perlu melakukan dakwah islamiyah dengan melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ansor perlu melakukan dakwah kesejahteraan,” terang mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode itu.

PKS Piyungan Taubat

Selain itu, kata pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyah itu, Ansor mesti menjadi lembaga yang bisa mencetak kader-kader penggerak NU yang akan melanjutkan estafet pengabdian keumatan di masa  yang akan datang.

Badrut Tamam menuturkan, Ansor harus menjadi lokomotif gerakan dakwah kesejahteraan yang konsen di bidang usaha ekonomi kerakyatan. "Ansor adalah kader masa depan NU," tutur anggota DPRD Jawa Timur itu. (M Kamil Akhyari/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Selasa, 07 November 2017

NU Diminta Intens Advokasi Warganya

Purworejo, PKS Piyungan Taubat. Nahdlatul Ulama, termasuk Gerakan Pemuda Ansor, diminta untuk lebih intens melakukan advokasi terhadap anggotanya. Pasalnya, sebagai ormas dan OKP terbesar di Indonesia, masih banyak anggotanya yang belum memperoleh hak-hak dari negara.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Muhammad Maksum Mahfoed saat menyampaikan sambutannya usai menyaksikan pelantikan pengurus Pengurus Cabang NU (PCNU) masa khidmah 2014-2019 dan Pimpinan Cabang GP Ansor masa khidmah 2014-2018 Kabupaten Purworejo di pendapa rumah dinas Bupati, Ahad (8/3).

NU Diminta Intens Advokasi Warganya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Diminta Intens Advokasi Warganya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Diminta Intens Advokasi Warganya

"Turun dan lihatlah apa yang dirasakan oleh warga NU. Saya yakin banyak persoalan yang dialami oleh warga kita karena orang-orang NU memang tersebar lintas profesi," katanya.

PKS Piyungan Taubat

Ia mencontohkan dalam persoalan pembagian beras miskin oleh pemerintah, banyak masyarakat yang tidak memperolah beras tidak layak konsumsi. Dalam persoalan tersebut pengurus NU memiliki potensi yang sangat besar untuk membantu masyarakat agar memperoleh beras yang layak.

PKS Piyungan Taubat

"Jalin komunikasi dengan para pemangku kebijakan bagaimana caranya supaya masalah yang dihadapi masyarakat tersebut dapat terurai. Dengan begitu masyarakat akan merasakan manfaat organisasi karena NU atau Ansor hadir dalam persoalan yang mereka hadapi," tandasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini PBNU tengah mengusulkan revisi UU tentang pangan kepada DPR RI. PBNU menilai, UU tersebut mesti diganti menjadi UU Kedaulatan Pangan agar masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun depan.

"Ini sekadar contoh dari apa yang kami lakukan sebagai bagian dari memperjuangkan kepentingan rakyat. Saya yakin persoalan-persoalan dalam bidang pertanian, kelautan, sosial atau masalah lain di Kabupaten Purworejo membutuhkan peranan pengurus NU agar turun tangan dengan memberikan masukan kepada eksekutif maupun legislatif," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Habib Hasan Agil Al Babud dan KH Hamid AK kembali dilantik menjadi Syuriah dan Tanfidziah PCNU Purworejo. Sedangkan KH Muhamad Haekal dilantik sebagai ketua GP Ansor Purworejo.

Hadir dalam pelantikan tersebut Muspida, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, organisasi kepemudaan (OKP), segenap pengurus organisasi badan otonom NU dan pengurus-pengurus MWCNU serta PAC Ansor tingkat kecamatan se-Kabupaten Purworejo.

Usai pelantikan, PCNU dan Ansor langsung melakukan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) untuk membahas program kerja yang akan dilaksanakan selama satu periode kepengurusan.

Sementara itu, Rais Syuriah PC NU, KH Habib Hasan Agil Al Babud dalam sambutannya berharap kepada seluruh pengurus NU dan GP Ansor untuk bekerja semaksimal mungkin sebagai bentuk pengabdian kepada organisasi dan umat. Untuk itu dalam Rakercab nanti ia berharap agar program-program yang telah disusun betul-betul dapat direalisasikan.

"Jangan sampai hanya menjadi tulisan tanpa dikerjakan agar apa yang kita lakukan hari ini ridak sia-sia. Pasalnya banyak sekali persoalan umat yang harus diselesaikan," tandasnya. (Lukman Hakim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Senin, 30 Oktober 2017

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Kementerian Agama akan kembali menggelar  Pekan Olahraga Seni Pesantren Nasional (Pospenas). Kali ini, gelaran Pospenas yang ke-7 ini akan diselenggarakan di Provinsi Banten. Proses persiapan terus dilakukan dan sampai saat ini telah mencapai 60–70%.

Hal ini diketahui saat Rapat Koordinasi Pospenas, di Ruang Sidang Setjen Kementerian Agama, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (07/03) sore. Hadir dalam rapat tersebut, perwakilan dari Kemenag Pusat yang dipimpin Direktur PD Pontren yang juga Ketua I Panjatapnas Pospenas, Mohsen, Kakanwil Kemenag Banten, Agus Salim, Perwakilan dari Kemenko PMK, Kemenpora, Kemendikbud, Kemenpar, Kemendagri, Pemrov Banten dan lain sebagainya. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Popenas sendiri disepakai digelar pada 22–28 Oktober 2016 mendatang. Masih didiskusikan, tentang Maskot Pospenas. Sementara, ada usulan Maskot diberi nama Si Udin, yang merupakan kependekan dari Santi Indoensia Ulet Dedikatif Integritas dan Nasionalis.

Sebelumnya, Sekjen Nur Syam menyatakan, Pospenas diadakan bertujuan untuk membina para santri terutama yang ada di pondok pesantren untuk menggali potensi di bidang olahraga dan seni. “Yang terpenting adalah meningkatkan ukhuwah islamiyah di kalangan santri, serta meningkatkan budaya berolahraga dan seni yang bernuansa islami,” terang Sekjen.

PKS Piyungan Taubat

Selain itu, Pospenas juga digelar untuk memberikan  apresiasi dan mengembangkan khazanah budaya bangsa. “Pospenas ini adalah salah atu bagian dari membangun manusia yang beriman dan bertakwa, sehat jasmani dan rohani, berkualitas unggul, sportif, dan berdaya saing tinggi,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno beberapa waktu lalu juga berjanji, Banten siap menjadi tuan rumah yang sukses. Baik sukses pelaksanaan, sukses prestasi, sukses ekonomi maupun administrasi. 

Dalam Pospenas VII ini kali, akan mempertandingkan 11 cabang olahraga, yakni atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, futsal, sepak takraw, tenis meja, pencak silat, senam santri, dan panahan. Sementara 12 cabang seni yakni kasidah, hadrah, stand up comedy, pidato tiga bahasa, seni lukis islami, cipta puisi, kaligrafi hiasan mushaf Alquran, kriya, fragmen, pakeraf, dan fotografi Islam. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Doa, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 28 Oktober 2017

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri

Jakarta, PKS Piyungan Taubat?

Tidak kurang 604 Posko Mudik Lebaran pada tahun 2017 ini didirikan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Indonesia. Ratusan posko mudik lebaran ini didirikan secara sukarela dan mandiri oleh kader Inti Gerakan Pemuda Ansor, dan tersebar mulai dari Jakarta hingga Papua.

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri

?

Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeini, Selasa (20/6) di Jakarta mengatakan posko mudik lebaran yang didirikan Banser pada tahun 2017 ini jauh lebih banyak disbanding tahun 2016 lalu.?

“Pada tahun ini, total posko mudik yang didirikan Banser tidak kurang dari 604 posko. Ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya terdapat 201 posko mudik lebaran,”bebernya kepada PKS Piyungan Taubat. ?

PKS Piyungan Taubat

Dikatakan Alfa, ratusan posko Banser ini tersebar di sejumlah provinsi, mulai dari ibu kota Jakarta hingga Papua. Menariknya, seluruh posko tersebut didirikan mandiri, menampik tudingan tendensius sejumlah pihak, Banser bergerak karena sebungkus rokok dan nasi bungkus.

“Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ini tanda jelas dan tegas, bahwa Banser sebagai kader inti Gerakan Pemuda Ansor selalu mengambil peran positif dan bermanfaat bagi agama, masyarakat dan bangsa,’imbuhnya.

Mantan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur ini mengapresiasi semangat atau ghirah dalam gerakan (harakah) Banser di sejumlah provinsi di Indonesia dalam mendarmabaktikan diri dalam kegiatan kemanusiaan itu.

? “Terimakasih kepada seluruh kader yang terus bergerak menunjukkan Banser sebagai organisasi yang maslahat untuk umat untuk bangsa," tandas Alfa Isnaini mengatakan.

Alfa membeberkan, beberapa posko mudik lebaran yang didirikan Banser diantaranya berada di Sumatera sebanyak 50 posko, dan dari jumlah tersebut, 50 persen berada di Provinsi Lampung. Kemudian di DKI Jakarta sendiri, ? Banser mendirikan sebanyak 6 posko mudik lebaran.

PKS Piyungan Taubat

Di Propinsi Banten, ? terdapat 10 posko mudik lebaran kemudian Jawa Barat 83 posko. Lalu di Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing ada 201 posko, dan di Yogyakarta terdapat 12 posko.

Posko Mudik lebaran juga didirkan Banser di Pulau Dewata. Di Bali initidak kurang sebanyak 41 posko mudik lebaran didirikan Banser. Selanjutnya di Nusa Tenggara Timur atau NTT, Nusa Tenggara Barat atau NTB, Papua, Kalimantan dan Sulawesi.

"Dari jumlah tersebut yang menjadi skala prioritas sebanyak 250 titik, tersebar di Lampung sejumlah 22, lalu Banten dan DKI Jakarta masing-masing 6 posko. Lantas Jawa Barat 35 posko, ? Jawa Tengah 110 posko, ? Jawa Timur ? 59 posko dan DIY 12 posko," bebernya.

Skala prioritas itu, lanjutnya ? didasarkan pada intensitas kunjungan pada tahun 2016, prediksi ? jumlah pemudik dan tingkat masalah dihadapi. Setiap posko mudik yang didirkan Banser dikatakan Dansatkornas Banser ini mengungkapkan menyediakan informasi seputar kondisi lalu lintas, jalur alternatif, tempat peristirahatan, tempat Shalat, hingga fasilitas WiFi di sejumlah posko di Jawa Tengah.

“Dari ratusan posko mudik lebaran itu, ribuan kader inti Gerakan Pemuda Ansor akan membantu mengurai kemacetan sudah pasti terjadi dan menekan angka kecelakaan, “ pungkas Alfa Isnaeini.(Gatot Arifianto / Muslim Abdurrahman)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Ulama, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Rabu, 18 Oktober 2017

Unik, Mayoritas Siswa di Madrasah Ini Non-Muslim

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Di hampir seluruh wilayah NKRI, siswa madrasah hampir dipastikan beragama Islam. Hanya beberapa wilayah yang mayoritas non-muslim ada sejumlah sekolah atau madrasah saja yang bersiswakan agama lain. Salah satu madrasah tersebut adalah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Amin.

Bagi MI ini, keberadaan siswa non-muslim menjadi sejarah panjang pendidikan di daerah tersebut. MIS Al-Amin bermula dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Gereja Kristen Protestan Angkola (PKBM GKPA) Tangga Batu yang berdiri sejak 1991 di Dusun Tangga Batu, Desa Siuhom, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Unik, Mayoritas Siswa di Madrasah Ini Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Unik, Mayoritas Siswa di Madrasah Ini Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Unik, Mayoritas Siswa di Madrasah Ini Non-Muslim

“Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan, para tokoh ? masyarakat seperti Makmur Tumanggor (74) memprakarsai berdirinya madrasah ini,” kata Imran Siregar dalam seminar hasil penelitian ‘Pengembangan Madrasah di Daerah Khusus’ yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.

Imran Siregar, peneliti senior Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang Diklat Kemenag RI, dalam paparannya menyatakan pada Tahun Ajaran 1995/1996 PKBM GKPA dikembangkan menjadi MIS Al-Amin. “Seluruh aset PKBM GKPA menjadi modal awal sarana beroperasinya MIS dengan bangunan darurat di atas tanah wakaf seorang muslim bernama Mansur Barasa,” paparnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, proses evolusi PKBM GKPA ke MIS Al-Amin Tangga Batu menjadi fakta tak terbantahkan melemahnya sekat-sekat sosial masyarakat ketika dihadapkan dengan keterisoliran, ketertinggalan dan kesulitan masyarakat mengakses pendidikan. Ini merupakan bukti konkrit bahwa mereka diikat rasa kebersamaan untuk melakukan perubahan.

Dalam catatan Imran, 66 anak kini menjadi siswa MI Al-Amin. 54 orang (81.81 persen) beragama Kristen dan Katolik serta 12 orang (18.18 persen) beragama Islam yang tersebar di enam kelas. Jumlah guru sebanyak empat orang yaitu 3 orang S1 dan satu orang D.III, 3 wanita dan 1 pria seluruhnya beragama Islam.

PKS Piyungan Taubat

Soal kurikulum, menurut dia tentu ada perbedaan dengan materi MI lainnya. Hal yang membedakan adalah, khusus siswa nonmuslim hanya diberikan materi Akidah Akhlak dan SKI. Untuk lebih menyiapkan peserta didik menghadapi UN, seluruh siswa kelas VI nonmuslim dititipkan di SD Negeri Adian Nauli. Sementara bagi siswa muslim dititipkan di MIN Panobasan.

Hal tersebut, kata Imran, dilakukan karena ruang belajar madrasah ini jauh dari kata ideal. Aktivitas belajar mengajar dilakukan di tiga ruang saja. Dua ruang belajar darurat dan satu ruang belajar permanen. “Itupun bantuan rehab total dari Kemenag tahun 2009 silam,” ungkapnya.

Terpencil

Menurut Imran Siregar, secara geografis letak MI Al-Amin terpencil sekali sehingga sulit dijangkau. Belum adanya akses jalan yang layak, lalu terpencil lantaran jauh dari dusun-dusun lainnya, kemudian terisolir karena berada di daerah perbukitan dan lembah membuat penderitaan para siswa kian menjadi-jadi.

“Lebih kurang 13 km dari desa Siuhom, 16 km dari kota kecamatan dan 42 km dari kota kabupaten. Jumlah penduduknya 428 jiwa ? mayoritas non muslim, yaitu Kristen 251 jiwa (58.64 persen), dan Katolik 84 jiwa (19.62 persen) dan Islam 93 jiwa (21.72 persen),” kata dia.

Dusun ini, lanjut Imran, bermula dari kehadiran pendatang dari suku Dairi, Nias, dan batak Toba di Angkola Barat pada tahun 1980-an. Mereka membuka hutan alam yang belum terjamah masyarakat Angkola dengan menanam salak dan karet. Pekerjaan sehari-hari penduduk adalah petani salak dan karet dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp300.000.- perminggu.

“Itu pun tergantung hasil panen dan harga pasar salak dan karet. Nah, untuk menambah penghasilan masyarakat juga beternak sejumlah binatang yang dijadikan santapan sehari-hari. Misalnya babi, kambing, ayam dan itik. Mereka juga memelihara kuda,” ujarnya.

Kondisi umum kehidupan keagamaan masyarakat di daerah ini cukup dinamis. Hal tersebut ditandai adanya empat rumah ibadah, yakni Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA), Gereja Katolik, Gereja Saksi Yehowa, serta Mesjid Tangga Batu.?

Sementara itu, kehidupan sosial masyarakat dusun yang terpencil berdampak tak langsung pada sikap sosial masyarakatnya, mulai menikahkan anak di bawah umur, hingga praktek ritual gaib, bahkan ada istilah parrasun.

“Jika terjadi pernikahan beda agama, si wanita yang mengikuti agama calon suaminya. Pola hubungan pernikahan seperti ini sudah menjadi kesepakatan tak tertulis masyarakat tentang pola pernikahan lintas agama,” ujar Imran.

Pria bersuku Batak ini berharap, MIS Al-Amin ini patut diberdayakan pemerintah pusat maupun daerah. “Jika memungkinkan dapat didirikan MTs, seperti harapan para tokoh agama dalam FGD, agar anak kami tidak kos di kota setelah lulus MI,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kyai, Berita, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Minggu, 01 Oktober 2017

Hati-hati, Intelijen Terlibat

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta masyarakat agar waspada dalam mereaksi kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush 20 Nopember mendatang. Pasalnya, menurutnya, saat ini tidak hanya muncul unjuk rasa anti-Bush, demo tandingan pro-Bush pun mulai muncul. Ia menduga intelijen terlibat dalam hal itu.

“Saya minta, dengan adanya demo tandingan pro-Bush, seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, supaya ekstra hati-hati,” kata Hasyim sesaat sebelum melepas 14 calon mahasiswa NU yang akan dikirim ke Timur Tengah, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (16/11).

Hati-hati, Intelijen Terlibat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati, Intelijen Terlibat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati, Intelijen Terlibat

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu mengingatkan, jangan sampai ketika ada orang asing datang, bangsa Indonesia berkelahi sendiri. Dia menduga intelijen terlibat dalam aksi-aksi seperti itu.

“Keadaan seperti ini banyak terjadi di negara-negara lain di dunia, karena permainan intelijen. Karena saya bukan intelijen, saya cuma menduga-duga saja. Kebiasaan gerakan bawah tanah yang akan membenturkan sesama bangsa itu terjadi di mana-mana,” terang Hasyim.

Dia lalu mencontohkan beberapa kasus di luar negeri. Pertama, kejadian di Irak. Di negara tersebut selama berabad-abad, kaum Sunni dan Syiah tidak pernah berkelahi. Tetapi setelah ada serangan AS, mereka saling mengebom. Kemudian di Darfur, Sudan Selatan, selama ini, umat Katolik dan Islam tidak pernah ribut, tapi setelah diketahui sumber minyak, mereka berkelahi.

Tak Mau Temui Bush

PKS Piyungan Taubat

Terkait rencana demo besar-besaran pada 19 November yang akan menentang Bush di Jakarta, mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu menyatakan, tidak akan menghadirinya walaupun dia diundang.

Nggaklah, nggak ikut, diundang sih, tapi nggak ikut. Kalau diundang Bush nggak datang, diundang demo nggak datang,” kilahnya.

Hasyim mengaku, pada dasarnya dia tidak menolak Bush datang ke Indonesia, tetapi dia menolak bertemu Bush bila diundang. Alasannya, Hasyim menempatkan diri sebagai Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP), sehingga dia khawatir bila nanti bertemu Bush, dunia akan melihat serangan-serangan AS mendapat justifikasi. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Olahraga, Makam PKS Piyungan Taubat

Rabu, 20 September 2017

PKL PMII Jember Diikuti 19 Kader Pilihan

Jember, PKS Piyungan Taubat - Dalam rangka mencetak kader NU yang mumpuni, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember menggelar Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) selama 5 hari di Rusunawa STAIFAS, Kencong, Jember, Jawa Timur.?

Pelatihan yang berakhir (22/12) tersebut diikuti 19 kader pilihan. Mereka datang dari Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara (2 orang), Pare-Pare, Sulawesi Selatan (2 orang), Kota Malang (1 orang), Bojonegoro, Bangkalan, Sumenep, masing-masing 2 orang. Sisanya berasal dari Jember.

PKL PMII Jember Diikuti 19 Kader Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
PKL PMII Jember Diikuti 19 Kader Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

PKL PMII Jember Diikuti 19 Kader Pilihan

Menurut Sekretaris PMII Cabang Jember Redhy Puspo Atmojo Jati, pelatihan itu dimaksudkan untuk membekali peserta dalam memberikan advokasi terhadap masyarakat di daerahnya masing-masing.

“Intinya mereka dilatih bagaimana melayani, membedardayakan masyarakat dan memberikan advokasi bagi masyarakat yang terpinggirkan,” jelasnya kepada PKS Piyungan Taubat.

PKS Piyungan Taubat

Mahasiswa Semester XI Fakultas Hukum Universitas Jember itu berharap agar pelatihan? tersebut dapat mengasah kepekaan peserta dalam melihat realitas sosial masyarakat. Sebab, begitu banyak problema yang mendera masyarakat, mulai dari soal ekonomi, politik hingga agama.

PKS Piyungan Taubat

“Kader PMII perlu memberikan pencerahan sekaligus advokasi untuk terus mendorong terciptanya keadilan,” ucapnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dijejali dengan beragam materi, mulai dari penguatan Aswaja hingga masalah politik kebangsaan, yang disajikan oleh 14 narasumber ternama.

Di hari terakhir, peserta diajak mengunjungi Desa Paseban untuk bertemu dengan warga setempat dan melihat langsung kegiatan penambangan pasir besi di pantai Paseban.

Seperti diketahui, suasana? Paseban cukup rawan konflik. Ini karena Ranting NU Paseban dan warga setempat menolak keras adanya penambangan pasir besi tersebut. Meski sudah ditolak dan diunjuk rasa berkal-kali, namun belum ada keputusan yang jelas soal pengehentian penambangan tersebut. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Khutbah, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Kamis, 31 Agustus 2017

IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom

Majalengka, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Majalengka menyesalkan beredarnya cokelat yang beredar bonus kondom atau alat kontrasepsi jelang Hari Valentine. IPNU memprotes keras penjualan paket itu di beberapa minimarket.

IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom

"Kami menemukan di beberapa minimarket dan swalayan di sekitar Majalengka dan Jatiwangi ada cokelat yang dijual bersama kondom. Ini bisa jadi rayuan juga karena beredarnya pada saat menjelang valentine," ujar Wakil Ketua IPNU Majalengka Azhar Faturahman, Jum’at (13/2) saat ditemui PKS Piyungan Taubat di Gedung PC NU Majalengka.

Menurut Azhar, kondom merupakan alat kontrasepsi konsumsi orang dewasa yang telah menikah, sedangkan cokelat selama ini identik dengan pemberian di Hari Valentine. Azhar khawatir, paket cokelat dan kondom tersebut menyasar pada konsumen pelajar maupun mahasiswa.

PKS Piyungan Taubat

"Cokelat kok dikaitkan dengan kondom, lalu apa hubungannya? Lah ini pun seolah mengajak para generasi muda terjerumus dalam pergaulan bebas dan ini jelas merusak moralitas para pelajar," ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengingatkan bahwa hari kasih sayang yang kalaupun ingin diperingati bukanlah ajang untuk melakukan seks bebas. Remaja harus memahami menjaga kesehatan reproduksinya dan risiko melakukan seks pranikah.

Mantan Ketua PAC IPNU Jatitujuh ini berharap, pemerintah, KPAI dan pihak-pihak terkat? bertindak cepat untuk menarik peredaran paket tersebut. (Aris Prayuda/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Olahraga, Kajian, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock