Kamis, 22 Maret 2018

Luka Menuju Makkah

“Ahlan wasahlan, ya ukhti!”

Sayyidah Khumairah menyapaku ketika pak Rosyad mengenalkanku kepadanya. Binar matanya menyuguhkan keramahan dan kehangatan yang meluap ke dalam kalbuku. Kegugupan yang sedari awal mencengkramku perlahan surut. Seolah Aku bukan orang asing yang baru saja menjejakkan kaki di rumahnya. Kutatap suaminya Sayyid Kamil. Tak ada beda. Mereka sama-sama hangat penuh kerendahhatian.

Luka Menuju Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Luka Menuju Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Luka Menuju Makkah

“Semoga nak Sarifa nyaman bekerja di sini,” ucap Sayyid Kamil.

Aku hanya tersenyum tanpa berucap sepatah kata pun dalam ta’aruf ini. Lalu Sayyidah Khumairah menjelaskan tugas-tugasku bekerja di rumahnya. Terhitung ringan karena mereka tidak mempunyai anak. Ia juga berulang kali mengucapkan terima kasih pada pak Rosyad yang telah mengantarkan pembantu baru di rumahnya.

PKS Piyungan Taubat

Ya, Aku bekerja hanya sebagai pembantu rumah tangga biasa di negeri para nabi ini. Tak peduli, apapun pekerjaanku asalkan halal dan bisa membantu biaya pendidikan Naya, adikku nun di tanah air sana, serta menyampaikanku pada angan yang tak henti membara. Kuliah di Makkah adalah mimpi yang sekian tahun terjaga lekuk hidup. Tekad dan ketawakalanlah yang menyanggaku menata hidup baru, bersama kesendirian, dekapan rindu kepada keluarga dan kerabat-kerabatku di tanah air. Semoga mesir jalan awalku menggamit mimpi di kota ka’bah ini.

PKS Piyungan Taubat

Cairan hangat menapaki kedua pipiku tatkala pak Rosyad pamit pulang dan tak menemaniku lagi. Ia masih banyak urusan terkait profesinya sebagai agen visa dan pengkoordinir TKW dari indonesia. Meski kami baru mengenal dalam beberapa hari, namun sungguh saat ini hanya dia orang yang setanah air denganku.

“Jaga dirimu baik baik, sepertinya Sayyidah Khumairah menyukaimu hingga ia begitu hangat, dan jaga pula kepercayaannya,” pesan pak Rosyad.

Aku mematung dijalari kegugupan. Oh tuhan..., bukan main saat ini aku benar-benar sendiri di negeri orang. Sering kudengar kisah kisah tragis tentang nasib para pengembara dari tanah air terutama pekerja rumah tangga sepertiku. Sebagian dari mereka didera permasalahan serius, majikan yang tak memberi gaji, pekerjaan rumah yang sangat berat, siksaan majikan perempuan yang dipicu kecemburuan kepada suaminya karena menggoda atau terlibat hubungan istimewa dengan khodimahnya.

Lalu seperti apakah nasibku ke depan? Akankah tak ada beda dengan nasib kawan kawanku yang berujung duka? Ataukah didera rindu pada tanah air yang tiada henti menjamah lorong kalbuku?

***

Goresan waktu menyadarkanku bahwa tak ada satu pun sikap yang menggundahkan jiwaku dari Sayyidah Khumairah atau Sayyid Kamil. Semakin hari rasa sayang mereka benar-benar menenangkanku. Mereka tak pernah memberi pekerjaan yang berat untukku, sewajarnya saja. Bahkan tiap pekan kami berlibur ke tempat tempat bersejarah di Mesir. Ah, andai saja Sayyidah Khumairah mengajakku singgah di Makkah, kota pemangku mimpiku, pastilah rindu dan ketidaksabaran ini sedikitnya terobati meski tidak dengan tujuan kuliah.

Makkah, kau semakin meliuk-liuk di dasar hatiku menawarkan sejuta kenyamanan kalbu kala gema adzan membahana. Nikmatnya shalat berjama’ah di Masjidil Haram, tiap langkah tertata rahmat dari-Nya. Apalagi sambil menimba ilmu. Sungguh, Makkah tunggullah aku meraup ilmu-ilmu di tempat nabi kita mendakwahkan syi’ar-syi’ar agung agama islam.

“Sarifa, tolong kamu jaga Abi! Dia sakit. Aku harus menghadiri acara yang sangat penting,” perintah Sayyidah Khumairah. Ia tampak tergesa gesa keluar rumah.

Pengembaraanku pada Makkah seketika buyar. Aku tercenung mencerna ucapannya. Sayyid Kamil sakit, hanya Aku yang merawatnya hingga malam nanti. Terus terang hatiku enggan menjaganya. Bukan karena aku tak ingin merawatnya, tapi hatiku berfirasat lain. Mungkin karena gugup berhadapan dengan Sayyid Kamil, apalagi sampai menunggui di kamarnya. Bayangan teh Narti, tetanggaku di Indonesia, berkelebat. Nasib tragis menimpanya ketika ia berdua di rumah majikannya.Hanya berdua dengan majikan laki laki. Si majikan bersikeras menjamah tubuh teh Narti hingga tubuhnya dipenuhi luka pukulan dan kembali ke tanah air tanpa mengantongi uang serupiah pun. Aku bergidik ngeri mengingat nasibnya berakhir luka.

Perlahan kuseret kakiku ke tempat tidur Sayyid Kamil ia nampak terkulai dalam balutan selimut tebal. Aku hanya mematung di pintu kamar tak berani menanyakan sakit yang ia derita atau sekedar menawarkan air hangat.

“Sarifa, kemarilah!” ujarnya seraya melambaikan tangan. Seketika tenggorokanku tercekat . Tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mulutku untuk mengiyakan atau segera menyeret langkahku ke arahnya.

“Kemarilah!” pintanya kembali ketika aku masih bergeming. Dengan segala ketawakalan, perlahan kakiku melangkah dan kini berada di sampingnya.

“Duduk!” perintahnya seraya menunjuk ke sampingnya.

Dadaku bergemuruh, bertalu-talu seakan satu kata yang ia lontarkan bagai dentuman keras yang menanggalkan kekuatanku. Mau tak mau aku pun terduduk di sampingnya. Ia beringsut dan mensejajari posisi dudukku.

Huuhhh.... dadaku semakin tak karuan. Lalu, kurasakan sesuatu tengah menggerayang di punggungku. Kontan aku bangkit dengan perasaan amat mencekam.

“Diam atau kau mati!” kecamnya begitu buas.

Langkahku tersekat menuju kamarku. Seketika tangisku memecah. Lututku terasa berat melemah dan akhirnya ambruk.

“Ya Allah........tolong Aku!” pekik hatiku.

Ia beranjak mendekatiku, ia tersenyum penuh kegetiran. Tubuhku bergetar hebat, keringatku bercampur air mata yang kini jadi isakan yang sejadinya.

Sayyid Kamil yang begitu ramah kini menjelma hewan buas.

“Diam! Jangan menangis! Aku tidak akan mengapa-apakanmu. Kalau kamu bisa memenuhi keinginanku,” bentaknya. Bengis. Tepat di telingaku.

“Sayyid kalau mau makan atau air hangat saya akan bawakan sekarang,” tawarku tetap dengan tangis membuncah dan suara yang nyaris lenyap.

“Aku tak butuh itu. Lagi pula aku tidak sakit. Bagaimana kamu bersedia menemaniku menikmati surga duniawi?”

Aku menyeret kakiku kuat-kuat. Sial! Mengapa begitu kaku dan berat. Sedangkan dia terus mendekatiku. Tak mau menyerah.

“Tap...!” ia mencengkram kedua bahuku.

Aku meronta, memukulnya sekuat mungkin. Ia semakin tertantang malah. Jilbab dan penutup wajahku dengan kasar dijambak hingga tak sehelai kain pun yang menutupi kepalaku.

Lagi-lagi ia tersenyum penuh kemenangan. Tubuhku diseret dan diempaskan begitu saja ke atas ranjang.

Ia mendekati tubuhku. Sementara aku tak henti menepisnya, meski tubuhku semakin melemah.

“ Ya Allah, tak ada yang mampu menolongku selain Kau!” batinku menjerit menunggu pertolongan-Nya .

“Abii!” seketika bentakan keras menghentakkan Sayyid Kamil yang tengah membabi-buta. Ia menoleh ke belakang.

Tampak Sayyidah Khumairah berdiri menahan lonjakan amarah. Ia berlalu tanpa melontarkan satu kata pun. Sayyid Kamil berlari memburunya. Dan entahlah yang mereka lakukan. Sejurus kemudian terdengar suara pecahan beling bersahutan.

Aku selamat! Terimakasih, ya Allah! Tangisku meledak sambil memeluk kedua lututku. Sebutir cairan menjatuhi tanganku, memerah. Kuusap, darah bersimbah dari sudut bibirku. Ah, aku terisak sejadi-jadinya.

***

Tiga hari berlalu dari kejadian itu, selama itu Sayyidah Khumairah tampak jengah di depanku. Hingga aku tak tahan. Akhirnya aku memutuskan mengemasi barang-barangku.

Malam tadi sudah kuceritakan semua kejadian kepada Pak Rosyad. Ia sangat kaget dan menyuruhku untuk segera pergi dari rumah ini. Ia juga akan menjemputku beberapa saat lagi. Terakhir kutatap gambar ka’bah yang menggantung di dinding kamarku. Aku terisak sambil beranjak berniat menata langkah baru di luar sana.

“ Tunggu perempuan penggoda!”

“Plakk...” tamparan keras mendarat di wajahku. Tubuhku seketika terpelanting.

Aku terbangun gelagapan. Tampak di depanku Sayyidah Khumairah dengan wajah bengis. Matanya membulat. Kudengar deru nafas memburu di dadanya.

“Sayyidah, sungguh saya tidak pernah menggoda Sayyid Kamil,” ujarku merajuk bercucuran air mata.

Ia tak menggubris. Malah menyungkurkanku ke lantai.

Aku meringis.

Ketika aku bangkit, sebuah benturan keras mengambrukkan tubuhku. Seketika butir-butir cahaya hitam menyergap retinaku. Bumi terasa berputar mengelilingiku. Cairan hangat membasahi kepala. Ah, tubuhku ringan melayang-layang.

Sunyi menyungkupi tubuhku.

Hai! Apa itu? Ka’bah tampak terbang seolah akan menjemputku yang tengah melayang. Lalu itu! Riuh mahasiswi Makkah memasuki sebuah gedung. Namun, mengapa ada seorang perempuan yang tersenyum kepadaku. Dan herannya, perempuan itu adalah aku! ?

Dan cahaya Makkah begitu jelas menyemburat. Gema adzan menyusuri relung-relung hatiku. Namun, tiba-tiba senyap. Ka’bah seketika hilang tak adalagi suara suara yang menangkupi telingaku.

Kemana?

Senyap!

Kombongan, 3 Maret 2013

SITI ROHMAH adalah santriwati Pondok Pesantren Nuruh Huda, Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Ia masih tercatat sebagai siswi Madrasah Aliyah Nurul Huda.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Berita, Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 10 Maret 2018

Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji

Suatu ketika Imam Junaid al-Baghdadi mendapat kunjungan dari seseorang yang baru saja pulang menunaikan haji. Meski ritual haji telah ia jalani, orang ini belum menunjukkan perubahan perilaku apa-apa dalam hidupnya.

“Dari mana Anda?” tanya Imam Junaid.

Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji

”Saya baru saja pulang dari ibadah haji ke Baitullah?” orang itu menimpali.

PKS Piyungan Taubat

”Jadi, Anda benar-benar telah melaksanakan ibadah haji?”

”Tentu, Imam. Saya telah menunaikan haji.”

PKS Piyungan Taubat

”Apakah Anda sudah janji akan meninggalkan dosa-dosa Anda saat meninggalkan rumah untuk pergi haji?”

“Tidak, Imam. Saya tidak pernah memikirkan hal itu.”

“Anda sejatinya tak pernah melangkahkan kaki untuk haji,” tegas Imam Junaid. “Saat Anda berada dalam perjalanan suci dan berhenti di suatu tempat semalaman, apakah Anda memikirkan tentang usaha mencapai kedekatan dengan Allah?”

“Itu semua tak terlintas di benak saya.”

“Berarti Anda tidak pergi menuju Ka’bah, tidak pula pernah mengunjunginya.”

“Saat Anda mengenakan pakaian Ihram dan melepas semua pakaian yang biasa Anda kenakan, apakah Anda sudah berketetapan untuk membuang semua cara dan perilaku buruk Anda, menjadi pribadi lebih baik?” tanya Imam Junaid lagi.

“Tidak, Imam. Saya juga tak pernah berpikir demikian.”?

“Berarti Anda tidak pernah mengenakan pakaian ihram,” Imam Junaid menyayangkan. ”Saat Anda Wuquf (berdiam diri) di padang Arafah dan bersimpuh memohon kepada Allah, apakah Anda merasakan bahwa Anda sedang wuquf dalam Kehadiran Ilahi dan menyaksikan-Nya?”

”Tidak. Saya tak mendapat pengalaman (spiritual) apa-apa.”

Imam Junaid sedikit kaget, ”Baiklah, saat Anda datang ke Muzdalifah, apakah Anda berjanji akan menyerahkan nafsu jamaniah.

“Imam, saya pun tak memikirkan hal itu.”

“Berarti Anda sama sekali tak mengunjungi Muzdalifah.” Lantas Imam Junaid bertanya, “O, kalau begitu, ceritakan kepadaku Keindahan Ilahi apa yang Anda tangkap sekilas saat Thawaf, mengitari Ka’bah.”

“Tidak ada, Imam. Sekilas pun saya tak melihat.”

“Sama artinya Anda tidak mengelilingi Ka’bah sama sekali.” Lalu, “Ketika Sa’i, lari-lari kecil antara Shafa dan Marwa, apakah Anda menyadari tentang hikmah, nilai, dan tujuan jerih payah Anda?”

“Tidak.”

“Berarti Anda tidak melakukan Sa’i.” “Saat Anda menyembelih hewan di lokasi pengurbanan, apakah Anda juga mengurbankan nafsu keegoisan untuk menapaki jalan Allah?”

“Tidak. Saya gagal memperhatikan hal itu, Imam.”

“Artinya, secara faktual Anda tidak mengusahakan pengurbanan apa-apa.” “Lalu, ketika Anda melempar Jumrah, apakah Anda bertekad membuang jauh kawan dan nafsu busukmu?”

“Tidak juga, Imam.”

“Berarti Anda sama sekali tidak melempar Jumrah.”

Dengan nada menyesal, Imam Junaid menyergah, “Pergi, tunaikan haji lagi. Pikirkan dan perhatikan seluruh kewajiban yang ada hingga haji Anda mirip dengan ibadah haji Nabi Ibrahim, pemilik keyakinan dan kesungguhan hati sebagaimana ditegaskan al-Qur’an:

Wa ibrahima l-ladzi waffa. Dan Ibrahim yang telah menyempurnakan janji.” (Mahbib Khoiron)

?

*) Diterjemahkan dari The Meaning of Hajj (www.israonweb.com)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Hadits PKS Piyungan Taubat

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang

Sawahlunto, PKS Piyungan Taubat. Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa mengatakan Peraturan Pemerintah Penggnti Undang-undang (Perppu) tentang hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual segera disahkan menjadi Undang-Undang (UU).

"Proses pembahasan di tingkat fraksi sudah selesai dilaksanakan, tinggal menunggu pengesahan yang diperkirakan selesai pada Agustus 2016," kata dia di Sawahlunto, usai melantik Laskar Anti Narkoba Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Barat (Sumbar) di Sawahlunto, Kamis (4/8).

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang

Setelah disahkan, jelasnya, maka pelaku kejahatan seksual yang korbannya mengalami trauma sangat dalam atau mengalami infeksi saluran hingga menyebabkan hilangnya nyawa korban akan diberikan hukuman tambahan berupa penghilangan fungsi ereksi organ vital atau biasa disebut dengan kebiri.

Hukuman tersebut juga akan diberlakukan jika pelaku kejahatan tersebut merupakan orang-orang terdekat korban atau orang yang memiliki profesi terhormat seperti pendidik atau oknum pejabat publik.

"Selain hukuman tambahan, pelaku kekerasan seksual juga dapat diberikan hukuman pemberatan seperti hukuman mati dan kurungan seumur hidup yang seluruhnya akan ditentukan oleh putusan majelis hakim sesuai tingkat kejahatan yang dilakukannya," tambah dia.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, proses pemberian hukuman pemberatan dan hukuman tambahan tersebut sangat tergantung pada proses pembuktian oleh penyidik, antara lain kondisi korban serta latar belakang pelakunya.

Selain hukuman kebiri, lanjutnya jenis hukuman tambahan yang bisa dijatuhkan dapat berupa pengumuman identitas pelaku kekerasan seksual kepada khalayak ramai serta pemasangan alat deteksi keberadaan pelaku dimana saja berada.

"Sehingga masyarakat dapat mewaspadai kehadirannya dan bisa melapor jika tindakan pelaku sudah mengarah pada perbuatan kekerasan seksual, disamping menimbulkan efek jera bagi pelaku-pelakunya," ujar dia.

PKS Piyungan Taubat

Disinggung mengenai kegiatan Laskar Anti Narkoba yang ia lantik tersebut, dia mengatakan hal itu merupakan bentuk kepedulian organisasi Muslimat NU dalam menyikapi status darurat narkoba di negara ini.

"Laskar tersebut akan bekerja secara aktif dalam membantu tugas-tugas lembaga pemerintah yang mengurusi penyalahgunaan narkoba, salah satunya dengan memberikan penyuluhan serta deteksi dini indikasi penyalahgunaannya mulai dari lingkungan keluarga masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit pada kesempatan itu mengemukakan pihaknya mencatat sebanyak 30 persen korban penyalahgunaan narkoba di provinsi itu, berasal dari kalangan anak-anak usia sekolah.?

Disamping itu, jelasnya, fakta lain yang tidak kalah mengejutkan adalah terjadinya peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS akibat berkembangnya prilaku lesbian gay biseksual dan trangender (LGBT) di Sumatera Barat.

Berdasarkan penelitian ahli, lanjutnya, prilaku tersebut mampu menularkan virus mematikan itu lebih cepat dari penggunaan narkoba memakai jarum suntik.

"Jika menggunakan narkoba menggunakan jarum suntik membutuhkan waktu lima tahun menularkan virus kepada pengguna, maka prilaku LGBT bisa menularkan dalam waktu lebih singkat," kata dia. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Makam, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Jumat, 09 Maret 2018

Islam, Prostitusi, dan Pencegahan AIDS

Oleh KH MA Sahal Mahfudh. AIDS merupakan penyakit yang relatif baru dikenal oleh para ahlinya. Bahaya penyakit ini, seperti banyak dimuat media massa, sangat besar. Penderita penyakit itu kebanyakan berakhir dengan kematian, sebelum dokter sanggup mengobati. Belakangan, penyakit mematikan itu sangat tinggi tingkat penyebarannya. Sementara sarana penularan AIDS belum banyak diketahui secara jelas.

Mengetahui cara penularan ini sebenarnya menjadi penting dan berpengaruh besar bagi pencegahannya, selama pengobatan dan imunisasi secara medis belum mampu memberi jawaban atas bahaya penyakit itu terhadap manusia. Dengan menghindari cara penularan sejauh mungkin, penyakit AIDS diharapkan mampu dibendung.

Penularan AIDS pada umumnya melalui hubungan seksual. Penderita AIDS, banyak terdapat pada pria homoseks dan belum pernah ditemukan di kalangan wanita lesbian. Di samping melalui hubungan seks, sebab lain adalah tranfusi darah, jarum suntik yang telah digunakan pecandu narkotika dan sejenisnya, serta kehamilan atau persalinan. Yang patut mendapat pembahasan dari dimensi Islam adalah soal hubungan seksual, prostitusi dan kesehatan secara umum, kaitannya dengan pencegahan penularan AIDS.

Islam, Prostitusi, dan Pencegahan AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam, Prostitusi, dan Pencegahan AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam, Prostitusi, dan Pencegahan AIDS

Syariah Islam pada dasarnya mengatur hal ihwal manusia sebagai makhluk individual maupun sosial dalam hubungannya dengan Allah, sesama manusia dan alam. Syariah ini dalam konsep fiqih sosial dijabarkan dalam beberapa komponen. Komponen-komponen itu meliputi; ibadah -formal (terikat oleh ketentuan syarat dan rukun) dan non-formal (bebas dari ketentuan syarat dan rukun); muamalah, berkaitan dengan hubungan antar manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup jasmani; munakahah, tata cara pernikahan dan berkeluarga dengan segala aspeknya; muasyarah, mengatur tata cara pergaulan manusia dalam berbagai komunitas; jinayah, yang ada hubungannya dengan perilaku pidana beserta sanksi-sanksinya; qadla, mengatur tata cara pengadilan dan hukum acara sekaligus; terakhir jihad, berkaitan dengan pertahanan dan keamanan.

***

Dalam perspektif fiqih, persoalan AIDS akan ditinjau melalui pengaturan Islam terhadap kesehatan secara umum, khususnya soal hubungan seksual dan prostitusi. Manusua sendiri memang tidak dapat melepaskan diri dari tiga soal itu. Dalam kerangka takdir -ketetapan Allah- manusia diletakkan pada suatu proses, dalam keadaan sehat dan sakit, serta tahapan berikhtiyar memberi makna bagi cobaan Allah dalam hidupnya.

PKS Piyungan Taubat

Dengan derajat yang berbeda-beda, semua orang memiliki pengertian tentang kesehatan bagi diri dan keluarganya. Namun sering kali pandangan masyarakat tentang kesehatan masih terlalu sempit dan terisolasi. Sebagian besar orang beranggapan, seseorang itu sehat bila ia berada dalam keadaan tidak sakit dan cacat secara fisik. Kesehatan dipandang sebagai sesuatu yang alami, akan menimpa setiap orang, sehingga tak perlu dipermasalahkan lagi.

PKS Piyungan Taubat

Orang baru sadar akan pentingnya kesehatan, bila suatu saat dirinya atau anggota keluarganya menderita sakit atau mendapat kecelakaan yang menyebabkan cacat. Dengan kata lain, pengertian tentang kesehatan dipersempit sedemikian rupa, menjadi hanya upaya mencari pengobatan terhadap penyakit yang sedang diderita. Yang terjadi barulah kesadaran akan sakit dan berobat.

Kesehatan juga diperlukan oleh banyak orang seca ra statis belaka. Jarang ada orang yang secara sadar berpikir untuk menciptakan dirinya sehat dan secara antisipatif menjauhkan diri dari penyakit. Kalau toh seseorang sadar akan hal itu, tidak semua orang bisa melakukannya secara baik. Upaya-upaya untuk menangkal timbulnya penyakit, atau melestarikan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan pada saat seseorang merasa sehat, kurang diperhatikan Kendatipun masyarakat menyadari, kesehatan amat penting untuk menunjang ikhtiar mencapai taraf kehidupan dan keberagamaan yang baik.

Dalam pandangan yang sempit dan terisolasi, banyak orang tidak mengkaitkan aspek kesehatan dengan berbagai aspek kehidupan yang lain. Kadang-kadang hal itu hanya dikaitkan dengan aspek sosial ekonomi saja. Pemahaman agama Islam yang menyangkut kesehatan kurang diaplikasikan atau direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Terjadilah kesenjangan antara nilai ukhrawi dan duniawi. Sistem nilai ukhrowi yang diatur oleh agama di satu sisi, terpisah dengan sistem nilai duniawi. Suatu contoh sederhana, dalam promosi kesehatan mengenai kebersihan kurang atau tidak dikaitkan dengan anjuran agama tentang al-nandhafah (kebersihan jasmani, pakaian mau pun lingkungan), walaupun ia sebenarnya telah memahaminya.

Setiap manusia yang lebih mulia dari sekian banyak makhluk Allah yang lain, telah dibekali dua kekuatan sangat mendasar, sebagai sarana untuk mencapai puncak tujuan hidupnya, saadatud darain (kebahagiann duniawi dan ukhrawi). Dua kemampuan itu adalah quwwah nadzariyah (kekuatan berpikir) dan quwwah amaliyah (kekuatan fisik). Ini sebagai bekal untuk berikhtiar memenuhi berbagai taklifat (tugas) yang diwajibkan Allah.

Dalam kaitan memenuhi taklifat dan ikhtiar itu, aspek kesehatan dipandang sangat penting, sebagai prasyarat yang harus dimiliki semna mukallaf. Kesehatan untuk melestarikan dan meningkatkan kualitas dua kemampuan di atas, sehingga manusia mampu berilmu dan beramal sebanyak-banyaknya.

Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin juz II mengatakan, tujuan hidup bagi orang-orang yang berakal adalah bertemu Allah Taala di Dar al-Tsawab (surga), dan tidak ada jalan lain untuk mencapai tujuan itu, kecuali dengan ilmu dan amal. Dan ilmu serta amal tiada mungkin ditekuni atau dicapai tanpa kesehatan dan keselamatan badan.

Islam telah meletakkan bagi badan manusia, suatu tatanan syariat khusus yang mengatur pemeliharaan badan jasmani dari penyakit, karena eratnya hubungan antara unsur rohani dan unsur jasmani. Dalam surat al-Baqarah ayat 247 Allah berfirman, "Sesunggahnya Allah telah memilih Thalut dan memberikan kepadanya dua kelebihan; keluasan ilmu dan kesempurnaan jasmani." Ini tentu saja tidak dapat meninggalkan aspek kesehatan.

Islam juga memperhatikan prinsip, memelihara kesehatan dan menangkal penyakit lebih baik daripada mengobati penyakit yang sudah menjangkiti tubuh. Dalam hal ini di dalam ajaran Islam ada empat pencegahan. Pertama, kebersihan (nadzafah) yang tercermin dalam wudlu, mandi, siwak (menggosok gigi), mencuci pakaian, memotong kuku dan rambut dan lain-lain.

Kedua, pelarangan makanan dan minuman yang tidak baik atau merusak kesehatan. Ini sudah ditegaskan dalam surat al-Baqarah ayat 172-173 dan surat al-Maidah ayat 90. Dalam ayat 30 surat al-Araaf Allah menegaskan, "Dan, makanlah serta minumlah kalian, namun jangan melampaui batas". Batas kuantitas mau pun batas kualitas dalam arti, keseimbangan antara kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang diperlukan bagi setiap insan, menurut kandungan zat dan mineral yang diperlukan untuk memelihara kesehatan.

Ketiga, kesehatan umum. Dalam hal ini Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, "Setiap penyakit itu ada obatnya, maka bila obat itu menyentuh penyakit, ia akan menjadi sembuh dengan izin Allah". Dalam Islam berlaku karantina demi kesehatan umum. Rasulullah bersabda pula dengan riwayat ashhab al-sunan, "Manakala di satu daerah wabah berjangkit, janganlah kalian masuk di dalamnya. Dan apabila berjangkit wabah di satu daerah di mana kalian sedang ada di situ, janganlah kalian keluar dari situ".

Bahkan pencegahan penularan penyakit seperti itu juga berlaku bagi hewan selain manusia, sebagaimana sabda Rasulullah riwayat Bukhori dan Muslim, "Jaanganlah mendekat pemilik onta yang sakit pada pemilik onta yang sehat, agar penyakit itu tidak terjangkiti". Yang keempat, olah raga (riyadlah). Hal ini tercermin dalam tingkah laku shalat, puasa dan laranganmenggunakan tenaga fisik melampaui batas maksimal.

Islam juga mengenal konsep yang ditentang kesehatan. Di dalamnya tercakup pengertian sihhah (kesehatan), ialah keadaan jasmani yang memungkinkan seluruh faal tubuh manusia berjalan dengan baik dan normal. Di atas pengertian sihhah itu ada pengertian afiyah, ialah keadaan yang lebih utama dan luas dari sihhah, yang dampaknya menjangkau kebahagiaan manusia, di dunia dan akhirat kelak. Rasulullah dalam hal itu bersabda dengan riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim, "Tidaklah berbahaya kekayaan bagi orang yang bertaqwa. Dan kesehatan bagi orang yang bertaqwa adalah lebih baik daripada kekayaan". Dalam hadits lain riwayat An-Nasai beliau juga mengatakan, "Mohonllah ampunan dan afiyah kepada Allah, karena tak seorangpun diberi sesuatu olehNya yang lebih baik setelah keyakinan (keimanan), kecuali muafah (afiyah)."

***

BAGAIMANA Islam mengatur hubungan seksual yang sehat sebagai pencegahan dini terhadap penularan AIDS? Sebab-sebab penularan AIDS antara lain melalui hubungan seks. Islam mengklasifikasi hubungan seks dalam berbagai cara:

Antara suami istri (yang secara legal sesuai dengan ketentuan lembaga pernikahan yang lazim). Antara lelaki lain perempuan, bukan suami-istri yang dilakukan secara syubhat. Misalnya seorang lelaki dalam keadaan tertentu menyetubuhi wanita yang diduga isterinya, ternyata bukan. Antara lelaki dan wanita di luar pernikahan, yang lazim disebut "kumpul kebo" mau pun perzinaan atau prostitusi bebas. Antara sesama lelaki yang sering disebut homoseks, dengan cara memasukkan kelamin lelaki ke dalam dubur sejenisnya, yang disebut liwath mau pun memasukkannya antara dua pangkal paha sejenisnya, yang disebut mufakhodzah. Ada juga yang dilakukan antara sesama wanita lesbian, yang disebut musahaqoh. Bahkan hubungan seks untuk mencari nafsu kelezatan sering juga dilakukan tanpa hubungan dengan orang lain, tetapi dengan tangan sendiri atau alat lain (onani) yang disebut istimna. Ada juga hubungan seks yang dilakukan seseorang dengan hewan, yang disebut ityanul bahimah. Hubungan seks yang dilakukan dengan cara (a) dan (b) dalam Islam kiranya telah jelas dari sisi hukumnya. Bahkan untuk yang pertama para pelakunya mendapat pahala. Akan tetapi bila dilakukan lewat dubur, meskipun dengan isterinya sendiri, ada beberapa pendapat ulama yang berselisih. Imam Syafii dan Abu Hanifah mengharamkan berdasarkan sebuah hadits, "Maka janganlah kalian menyetubuhi istrimu lewat duburnya". Imam Malik berpendapat boleh, sama halnya pada qubulnya. Sedangkan dengan cara (c) akan dibahas tersendiri pada bab berikutnya.

Adapun hubungan seks antara sesama lelaki dengan cara liwath mau pun mufakhodzah, para ulama sepakat hukumnya haram, bahkan dianggap suatu perilaku yang sangat jijik, keji dan melebihi hewan. Hanya saja dalam menentukan sanksinya ada tiga pendapat. Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal memberikan sanksi dibunuh, bagi pelaku mau pun lawannya. Dasar hukumnya adalah hadits riwayat Imam Khomsah kecuali Nasai, "Bila kalian menemukan seseorang mengerjakan pekerjaan kaum Luth (yaitu liwath), maka bunuhlah yang pelaku dan pelakunya".

Golongan Syafiiyah berpendapat, hukumannya sama dengan zina, berdasar hadits, "Apabila ada lelaki menyetubuhi sesama lelaki, maka keduanya adalah berbuat zina". Pendapat golongan Hanifah, bahwa hal itu tidak sama dengan zina. Sanksinya cukup dengan tazir.

Hubungan seks antara sesama wanita yang disebut muzahaqah atau dengan hewan, para ulama sepakat pula keharamannya dan sepakat mengenai sanksinya, cukup dengan tazir. Sedangkan onani (istimna), Imam Syafii berpendapat bahwa hukumnya haram. Imam Al-Ala bin Ziyad berpendapat, hal itu boleh. Sedangkan Ibnu Abbas mengatakan, hal itu lebih baik daripada zina.

Pada dasarnya, para ulama yang berpendapat haram melakukan hubungan seks antara sesama lelaki atau sesama perempuan atau yang tidak lazim dan tidak wajar, bertolak dari firman Allah surat Al-Muminun, "Dan orang-Orang yang memelihara farjinya kecuali untuk isterinya atau budaknya, maka mereka tiada tercela. Barangsiapa melakukan di luar hal tersebut, maka mereka itulah orang-orang yang berdosa dan melampaui batas".

Kebutuhan biologis manusia berupa kepuasan seksual, bagi Islam bukan sekedar watak manusiawi yang tanpa makna. Sebagai makhluk individu maupun sosial, manusia diciptakan Allah dilengkapi oleh dua kekuatan mendasar, yaitu kekuatan berfikir (quwwah nadhariyah) dan kekuatan fisik (quwwah amaliyah). Allah juga memberikan berbagai taklifat (tanggung jawab), agar manusia mampu meningkatkan kualitas dan kesempurnan hidupnya. Dalam hal ini, manusia bukan saja menghadapi tuntutan rasio berupa ilmu, atau tuntutan fisik berupa pemenuhan sandang, papan dan pangan. Ada juga tuntutan kesehatan jasmani dan rohani.

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat menghindari pergaulan sesama. Ia punya kebebasan bergaul dan memasuki berbagai komunitas yang beragam latar belakangnya. Namun kebebasan itu tidak selamanya absolut. Tentu ada batas-batas tertentu yang secara normatif disetujui oleh masyarakat mau pun ajaran agama yang ia yakini kebenarannya. Tanpa batasan itu, ia akan kehilangan kesempurnaan dan kemuliannnya, karena ia akan terjebak pada kebejatan moral yang tidak mustahil merusak jasmani.

Kebebasan yang dilakukan secara absolut, sering diterapkan orang pada kebebasan bergaul antara lelaki dan wanita. Memang pada komunitas tertentu, hal itu masih bernilai positif. Akan tetapi bila sudah meningkat pada kebebasan hubungan seksual, sadar atau tidak hal itu mengakibatkan perilaku yang abnormal, dari pandangan sosial mau pun agama. Akibat lebih jauh adalah timbulnya kerusakan moral dan kehormatan yang tidak jarang mengakibatkan kerusakan jasmani. Berjangkitnya penyakit kelamin seperti AIDS, lahir dari kebabasan seksual, tanpa kontrol terhadap kebersihan lawan seks.

***

Prostitusi atau perzinaan menurut pengertian masyarakat luas adalah persenggamaan antara pria dan wanita tanpa terikat oleh piagam pernikahan yang sah. Perbuatan ini dipandang rendah dari sudut moral dan akhlak, dosa menurut agama, tercela dan jijik menurut penilaian masyakat di Indonesia. Akan tetapi belakangan, prostitusi semakin dianggap sebagai hal yang wajar dan biasa. Bahkan ironisnya ada yang beranggapan, prostitusi adalah salah satu profesi, lahan bisnis untuk tujuan ekonomi.

Pengertian zina menurut Islam, seperti dijabarkan dalam fiqih, ada tiga pendapat:

Menurut Syafiiyah, zina adalah perbuatan lelaki memasukkan penisnya ke dalam liang vagina wanita lain (bukan isterinya atau budaknya) tanpa syubhat. Menurut Malikiyah, zina adalah perbuatan lelaki menyenggamai wanita lain pada vagina atau duburnya tanpa syubhat. Menurut Hanafiyah, ia adalah persenggamaan antara lelaki dan wanita lain di vaginanya, bukan budaknya dan tanpa syubhat. Pandangan Islam tentang zina dan prostitusi sudah dimaklumi, bukan saja oleh kalangan Islam sendiri, tapi juga oleh masyarakat luas yang berlainan agama. Di samping hukumnya haram dan termasuk dosa besar, Islam memandang perbuatan itu sebagai tindakan tercela dan punya sanksi berat.

Islam tidak membedakan, apakah tindakan zina dilakukan atas dasar suka sama suka, paksaan, oleh bujangan, suami atau isteri. Tidak beda pula, apakah ada tuntutan ke pengadilan atau tidak, semuanya dipandang sebagai perbuatan zina.

Begitu besarnya bahaya zina bagi pelakunya sendiri mau pun masyarakat, A1-Quran menguraikan beberapa hukum dan larangan yang berkaitan dengan zina, antara lain:

Larangan melakukannya. Larangan mendekatinya. Larangan menikahi wanita pezina kecuali bagi lelaki pezina atau musyrik. Diberlakukannya li’an. Mendapat kemarahan Allah. Mendapat laknat Allah. Melakukan dosa besar. Dilipatgandakan azabnya. Mendapat had 100 kali. Diasingkan 1 (satu) tahun. Dianggap fakhisyah (perbuatan jijik). Dan lain-lain. ***

Upaya pelarangan zina dan kebebasan seksual lainnya, dengan alasan penyakit jasmani mau pun rohani, sebelum ditemukannya penyakit AIDS, sudah cukup lama dilakukan. Pendekatan yang sering diupayakan masih bersifat simtomatif atau hanya mengendorkan sementara saja. Pendekatan kausatif dengan menelusuri latar belakang pelakunya, belum banyak dilakukan. Padahal pendekatan terakhir itu, dengan menepis sebab-sebab yang mengakibatkan timbulnya perbuatan zina dan kebebasan seks, merupakan kunci utama untuk mengatasi hal itu.

Islam melalui konsep fiqih mau pun petunjuk ayat Al-Quran dan Hadits telah memberikan petunjuk mengenai langkah-langkah menghindari tindakan amoral itu lebih dini.

Dalam hal pergaulan pria dan wanita, ajaran Islam membedakan antara status mahrom dan bukan mahrom. Bagi pria dengan wanita bukan mahrom, tidak diperkenankan memandangi, apalagi menyentuh dan meraba, tanpa tutup atau sarung tangan. Kholwah menyendiri berduaan, antara dua jenis kelamin bukan mahrom juga dilarang.

Aurat wanita di hadapan lelaki bukan mahrom diatur begitu rupa, meliputi seluruh tubuhnya. Kecuali dalam keadaan tertentu, mereka diperkenankan melihat atau meraba. Dalam bepergian pun, wanita harus didampingi mahram (suami, misalnya) atau minimal empat orang wanita yang dipercaya, bila dikhawatirkan ada fitnah.

Bagi wanita, tidak boleh taharruj (berpakaian dan berperilaku merangsang). Bahkan lelaki-perempuan sesama mahram sejak umur menjelang dewasa, sudah dianjurkan agar tdak tidur di satu tempat. Ketentuan-ketentuan ini, menunjukkan betapa jeli ajaran Islam berupaya menghindarkan sejauh dan sedini mungkin, perbuatan zina, demi pertimbangan moral mau pun kesehatan. Dalam masa penularan AIDS yang makin mengkhawatirkan, ajaran-ajaran itu patut dipertimbangkan.

?

*) Diambil dari KH MA Sahal Mahfudh, Nuansa Fiqih Sosial, 2004 (Yogyakarta: LKiS).? Judul asli "AIDS dan Prostitusi dari Dimensi Agama Islam".

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, Kajian Islam PKS Piyungan Taubat

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras

Banyuwangi, PKS Piyungan Taubat

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi KH Hisyam Syafaat mengajak Nahdliyin Banyuwangi untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, saat ini tantangan yang dihadapi NU dan NKRI cukup besar, salah satunya muncul pihak yang memisahkan diri secara ideologis dari NKRI dan hendak mengubahnya dengan sistem kenegaraan yang baru.

Kiai Hisyam menyebutkan, salah satu pintu masuk kaum radikal garis keras menyebarkan pengaruhnya di masyarakat melalui majelis-majelis di masjid.

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras

“Mereka mendakwahkannya di masjid-masjid dan di mushala-mushala NU yang kosong dan ditinggal jamaahnya,” papar Kiai Hisyam pada acara peringatan hari lahir (harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh PCNU Banyuwangi di Pesantren Tahfidzul Qur’an al-Mubarak, Sawahan, Genteng, Sabtu (29/5) siang. Pesantren Tahfidz dengan konsep Bambu Quran ini diasuh oleh KH Ahmad Hidayat yang juga bendahara PCNU Banyuwangi.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Hisyam yang pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Tegalsari ini juga mengatakan bahwa warga NU harus menjaga mushala maupun masjidnya dari pengaruh kelompok-kelompok garis keras yang mengatasnamakan Islam. Cara menjaganya adalah dengan melakukan shalat berjamaah di mushala dan masjid tersebut secara rutin.

“Jika orang-orang NU terus shalat jamaah di masjid, mushala yang dekat rumahnya, mereka tidak akan berani datang. Apalagi untuk membid’ah-bid’ahkan ajaran para ulama dan mengajak untuk makar pada NKRI,” tegas Kiai Hisyam.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Hisyam pada kesempatan tersebut juga menceritakan bagaimana kegigihan para pengurus NU di luar Jawa dalam menjaga masjid dan mushala dari kelompok-kelompok garis keras tersebut. “Di Pulau Buru yang dulu menjadi tempat pembuangan PKI, sekarang sudah maju syiar agama Islamnya. Ketua takmir masjid agungnya adalah warga NU,” cerita Kiai Hisyam.

Oleh karena itu, Kiai Hisym meminta kepada Kapolsek Genteng yang hadir dalam acara Harlah ke-93 NU tersebut, tidak hanya mengkhawatirkan PKI sebagai musuh lawan negara, tetapi juga harus memberikan perhatian pada kelompok-kelompok radikal yang mengancam NKRI. “Seharusnya polisi menindak tegas kelompok-kelompok yang ingin memisahkan dengan NKRI,” pungkasnya. (Anang Lukman Afandi/Mahib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Doa PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 03 Maret 2018

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Pemerintah perlu melakukan pendekatan kepada pimpinan pondok pesantren (ponpes) dan majelis taklim yang memiliki multimedia sehingga bisa bersinergi untuk menyebarkan narasi moderat. Ini merupakan salah satu rekomendasi workshop tentang Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya di Hotel Milennium, Jakarta, Kamis (24/3) malam.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat dan menyebarkan narasi moderat sekaligus menangkal isu-isu hoax dan isu radikalisme. Selain itu, pemerintah didorong untuk memfasilitasi masyarakat guna membuat website, domain, hosting dan desain grafis sebagai medium untuk penyebaran kontra narasi paham radikal terorisme.

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Pertemuan di Hotel Millenium ini juga merekomendasikan agar NU menjadi komando dari komunitas media moderat.

"WhatsApp grup sebagai wadah sharing content antara BNPT dan media moderat. BNPT sebagai content provider bagi media sosial," ujar Abdul Wahab, saat membacakan rekomendasi kelompok 1 sebelum penutupan acara.

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Acara yang dihadiri oleh 200 peserta ini diisi dengan penyampaian materi dan digelar diskusi kelompok untuk melahirkan rekomendasi terkait pencegahan berita hoax radikalisme. Yang menarik, tidak hanya materi dan diskusi yang memperbincangkan soal pemberantasan hoax, doa penutupun juga diselilingi dengan kalimat puitis antihoax. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Hadits PKS Piyungan Taubat

Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren

Cirebon, PKS Piyungan Taubat. Berpulangnya seniman sekaligus dalang, Ki Slamet Gundono meninggalkan segenap kesan dan kenangan yang mendalam di hati para sahabatnya, termasuk para santri pesantren di Cirebon. ?

Hubungan dalang suket itu dengan beberapa pesantren Cirebon terbilang akrab, begitu tutur Baequni Mohammad Haririe, penggiat Komunitas Seniman Santri (KSS) Cirebon kepada PKS Piyungan Taubat.

Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren

Baequni mengisahkan,? peran almarhum? sangat kuat dalam menjembatani dialog antara seni tradisi dan pesantren. Hal itu, Baequni menambahkan, terjadi saat Ki Slamet Gundono berkenan untuk mementaskan wayang suketnya dalam Musyawarah Besar (Mubes) NU di Pesantren Babakan Cirebon pada tahun 2004.

PKS Piyungan Taubat

“Andai waktu itu Ki Slamet Gundono tak jadi tampil, kesenian tradisi akan terabaikan dari habitatnya, yakni pesantren,” ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Pria yang kerap disapa Kang Ubay ini pun menjelaskan, hubungan seni tradisi dan pesantren memang cukup renggang dan terkesan dingin pada saat-saat itu. Namun keberadaan Ki Slamet Gundono yang berlatar belakang pesantren sekaligus sebagai seniman mampu mencairkan hubungan kedua hal tersebut.

Kesan yang cukup mendalam juga dikenang oleh Mahrus El-Mawa, salah satu peneliti di IAIN Syekh Nurjati Cirebon sekaligus filolog di Pusat Studi Budaya dan Manuskrip ISIF Cirebon. Menurutnya, Ki Slamet Gundono merupakan kreator wayang rakyat yang sangat memiliki keserupaan dengan nilai-nilai pesantren.

“Apa yang disampaikan Ki Slamet tidak ada bedanya dengan da’i NU, hanya media dakwahnya saja yang berbeda,” ujar Mahrus.

Kedekatan Ki Slamet Gundono dengan tradisi pesantren di Cirebon mengundang rasa kehilangan yang mendalam. Muzayyin Haris, mantan Ketua PC PMII Kabupaten Cirebon merasakan belum ada yang mumpuni ihwal kehangatan Ki Slamet di mata para santri Cirebon.

“Selamat jalan Ki Slamet, kami yang di Cirebon tentu merasa sangat kehilangan dan berduka Kami selalu mengenang pesanmu, bahwa berpikir dalam segala hal, mesti bijaksana,” pungkas Zayin.

Seperti yang diiberitakan sebelumnya, Slamet Gundono dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsis Solo, Ahad pagi (5/1). Slamet Gundono merupakan seorang dalang asal Tegal, Jawa Tengah, yang bermukim di Solo. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Budaya, Kajian Sunnah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 02 Maret 2018

Meneladani Jejak Kiai Abdul Mujib

Judul: Biografi Kiai Abdul Mujib Abbas

Penulis : Moh. Syuaib Nur Aly, Wasid, Ahmad Dkk

Pengantar: KH Maimoen Zubaer

Meneladani Jejak  Kiai Abdul Mujib (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneladani Jejak Kiai Abdul Mujib (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneladani Jejak Kiai Abdul Mujib

Penerbit: Pustaka Edia, Surabaya

Cetakan: I, Juni 2012

Tebal: xx + 135 hlm.

Peresensi: Ach. Tirmidzi Munahwan*

PKS Piyungan Taubat

Kiai adalah sosok atau figur yang selalu mendapat keistimewaan, kepercayaan, dan penghormatan dari masyarakat khususnya dari kalangan para santri. Dari kealiman dan ilmu yang dimiliki oleh para kiai, bisa mampu mempengarui masyarakat dan para santri-santrinya untuk mengikuti apa yang diperintahkan oleh kiai. Seorang kiai tentunya tidak hanya bisa berfatwa dengan lisan saja untuk mempengarui banyak orang, namun ia memberikan contoh terlebih dahulu dengan amal perbuatannya. Inilah menunjukkan bahwa, betapa hormat dan istimewanya seorang kiai yang selalu dihormati, disegani oleh banyak kalangan.?

PKS Piyungan Taubat

Peran dan perjuangan kiai sangatlah besar, khususnya pada bangsa Indonesia. Kiai juga ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan negara Republik Indonesia, dengan semangat pengorbanan dan keikhlasan para kiai demi bumi pertiwi ini, akhirnya negara kita ini merdeka dan bebas dari jajahan Belanda. Selain berjuang untuk negara, kiai juga mepunyai tugas yang tidak kalah pentingnya, yakni sebagai pengasuh Pondok Pesantren, yang tugasnya mendidik para santri-santrinya. Tugas paling berat bagi seorang kiai adalah, bagaimana mendidik para santri-santrinya untuk menjadi orang yang baik, ? taat beribadah, berprilaku adil, dan jujur. Hal semacam inilah yang diberikan dan ditanamkan oleh Kiai Abdul Mujib Abbas pada santri-santrinya semasa hidupnya.

Kiai Abdul Mujib lahir di Buduran Sidoarjo, beliau adalah putra Kiai Abbas dan ibu Nyai Khodijah. Kalau dirunut dari silsilahnya, beliau masih mempunyai hubungan darah dengan Kiai Wahab Hasbullah (salah satu pendiri NU), dari jalur ibunya. Mulai sejak umur 17 tahun, Kiai Abdul Mujib selalu mendapat bimbingan langsung oleh sang ayah (Kiai Abbas), dan mendapat pengawasan pula oleh ibunya Nyai Khodijah. Dengan gemblengan langsung dari sang ayah, Kiai Abdul Mujib adalah sosok yang cukup cerdas dan serius dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Ketekunan dan ketelatenan Kiai Abbas dalam mendidik sang buah hati, turut memberikan pengaruh yang besar terhadap putra-putrinya, dengan harapan kelak menjadi pemimpin dan pengayom umat dimasa-masa yang akan datang.

Dengan semangat dan diiringi dengan penuh kesabaran dalam mencari ilmu, Kiai Abdul Mujib termasuk sosok yang ulet dan haus ilmu. Beliau memulai belajar ilmu kebeberapa pesantren. Pada tahun 1950, pada waktu itu Kiai Abdul Mujib genap usia 18 tahun, oleh sang ayah dititipkan ke Peasantren Darul Ulum Rejoso Jombang asuhan Kiai Romli Tanim seorang kiai yang dikenal sebagai salah satu mursyid tarekat Qadariyah wa Naqsabandiyah, dan sebagai seorang kiai penghafal al-Qur’an (hafidh al-Qur’an). Di Pesantren Darul Ulum inilah, awal mulanya Kiai Abdul Mujib menimba berbagai macam ilmu agama.

Setelah menempuh ilmu selama satu tahun di Pesantren Darul Ulum Jombang, Kiai Abdul Mujib melanjutkan pengembaraannya lagi ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan Madura, yang diasuh oleh Kiai Abdul Majid. Meskipun jarak lebih jauh dari pondok sebelumnya, dan berbeda kultur tidaklah membuat ? Kiai Abdul Mujib patah semangat dalam mencari ilmu. Prinsip Kiai Abdul Mujib dalam berproses mencari ilmu tidak mengenal jauh dekat tempat pondok yang beliau tempuh, apalagi hingga perbedaan kultur. Menurut Kiai Abdul Mujib, belajar ilmu tidak dibatasi dengan faktor jauh dekatnya pondok yang beliau tempuh dan perbedaan kultur, melainkan sejauh mana ia belajar dengan istiqamah, dengan harapan apa yang dicita-catakan bisa tercapai, dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat barakah .

Buku biografi lengkap Kiai Abdul Mujib Abbas ini, di dalamnya mengulas tuntas sejarah perjalanan hingga perjuangannya sebagai pengasuh Pesantren al-Khoziny Buduran Sidoarjo. Menurut pengakuan para santri-santrinya yang diantaranya, KH Abdullah Syamsul Arifin yang pangilan akrabnya Gus Aab sekaligus yang memberikan epilog dalam buku ini, Kiai Abdul Mujib adalah sosok kiai yang benar-benar ulama. Karena dua prasyarat esensial yang harus dimiliki oleh seseorang disebut ulama, yaitu kesalehan yang total dan ketakwaan yang tinggi serta menjadi pewaris para Nabi, telah dimiliki oleh sosok Kiai Abdul Mujib (hal.123).

Meskipun disebut sebagai ulama besar, Kiai Abdul Mujib tetap tidak menampakan sebagai kiai besar. Ia tetap berpenampilan sederhana, bergaul dengan siapapun saja termasuk dengan santri-santrinya. Dan yang patut kita teladani dari Kiai Abdul Mujib adalah, istiqamahnya melakukan shalat berjama’ah bersama santri-santrinya, walaupun dalam kondisi apapun beliau tetap tidak pernah meninggalkan sholat berjama’ah.

Kehadiran buku biografi Kiai Abdul Mujib ini, sangatlah penting untuk dibaca khususnya oleh para santri maupun alumni Pesantren al-Khoziny. Dengan bahasa yang komunikatif, sistematis, dan dilengkapi dengan data-data yang akurat buku ini enak dibaca. Akhirnya dengan membaca buku ini, pembaca bisa mampu meneladani prilaku yang selama ini dilakukan oleh para kiai-kiai, seperti prilaku yang di lakukan oleh Kiai Abdul Mujib Abbas. Wallhu a’lam?

* Peresensi adalah Dosen Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Anti Hoax, Kajian PKS Piyungan Taubat

Rabu, 28 Februari 2018

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat

Sebagai bentuk kepedulian dan kewajiban bagi seorang muslim yang sudah memenuhi syarat dalam mengeluarkan zakat fitrah bagi orang yang berhak menerimanya, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo menyalurkan 100 paket zakat fitrah.

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah

Pembagian zakat fitrah kepada kaum dhuafa ini dibagi menjadi 3 (tiga) zona. Yakni, zona 1 diletakkan di Kecamatan Tegalsiwalan, zona 2 di Kecamatan Kuripan dan zona 3 di Kecamatan Sumberasih. Setiap paket zakat fitrah berisi 5 kg beras.

?

Dalam penyaluran zakat fitrah ini, para pengurus PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo membawa puluhan paket sembako. Paket itu diberikan kepada warga desa yang lanjut usia (lansia) dan janda tua yang tidak mampu. Pembagian zakat fitrah ini tidak dipusatkan di satu tempat. Tetapi mereka memberikannya secara door-to-door kepada masyarakat.

PKS Piyungan Taubat

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengatakan bahwa dana dari pengadaan zakat fitrah ini diperoleh dari hasil pengumpulan dari semua pengurus GP Ansor di semua tingkatan di Kabupaten Probolinggo.

PKS Piyungan Taubat

“Dalam penyalurannya kami yang mendatangi ke setiap rumah yang diberikan, bukan memanggil mereka. Karena kami ingin niat dan tujuan yang baik harus dilakukan dengan proses yang baik,” katanya, Kamis (23/6).

Menurut Muchlis, penyaluran zakat fitrah dari pengurus GP Ansor di Kabupaten Probolinggo ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam melayani sesama yang membutuhkan pengayoman. “Semoga zakat fitrah yang kami berikan bisa menjadi sarana untuk berbagi kebahagiaan dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita PKS Piyungan Taubat

Kekeringan, PCNU Pringsewu Imbau Masyarakat Banyak Tobat dan Puasa

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat. Bencana kekeringan dan kebakaran yang menyebabkan kabut asap yang cukup menghawatirkan di berbagai daerah pada saat ini, mengundang keprihatinan PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung. Walaupun kondisi tersebut belum begitu dirasakan di Kabupaten Pringsewu, namun secara umum patut untuk disikapi dengan melakukan langkah langkah yang bersifat dzohir dan batin.

Menurut Katib Syuriyah PCNU Pringsewu Munawwir, kondisi ini harus disikapi oleh seluruh umat Islam dengan banyak bertobat dan melakukan puasa yang diniatkan agar bencana kemarau yang saat ini terjadi segera berlalu.

Kekeringan, PCNU Pringsewu Imbau Masyarakat Banyak Tobat dan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekeringan, PCNU Pringsewu Imbau Masyarakat Banyak Tobat dan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekeringan, PCNU Pringsewu Imbau Masyarakat Banyak Tobat dan Puasa

"Disunnahkan ketika musim kemarau untuk banyak bertobat, mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berpuasa jika akan diteruskan dengan melaksanakan shalat Istisqa," katanya, Senin (26/10/15)

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu dalam menyikapi hal tersebut Ketua PCNU Pringsewu H. Taufiqurrohim mengatakan bahwa pihaknya akan segera menerbitkan imbauan dan selebaran yang ditujukan untuk warga masyarakat khususnya umat Islam di Kabupaten Pringsewu.

PKS Piyungan Taubat

Dalam selebaran tersebut akan dimuat materi doa ketika terjadi kemarau dan tata cara pelaksanaan shalat Istisqa. "Kita harapkan doa ini dibaca seluruh umat Islam di setiap shalat fardu dan dibaca oleh para khotib di Khutbah Jumat pada saat saat ini," jelasnya.

Taufiq menambahkan bahwa jika kondisi kemarau terus berlanjut dan berdampak pada kondisi yang sangat memprihatinkan di Kabupaten Pringsewu maka akan dilaksanakan shalat Istisqa dalam rangka memohon turunnya hujan. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Habib PKS Piyungan Taubat

Selasa, 27 Februari 2018

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan

Karanganyar, PKS Piyungan Taubat. Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Serbaguna (Banser) se-Kabupaten Karanganyar siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mencegah paham yang bertentangan dengan Pancasila.?

"Kami menyatakan setia pada Pancasila dan NKRI sampai darah penghabisan. Sikap ini, juga merupakan instruksi serempak di seluruh Indonesia dari Pimpinan Pusat GP Ansor," kata Ketua GP Ansor Karanganyar, Suwanto di sela-sela acara Apel Kesetiaan Pancasila dan NKRI, di Taman Pancasila, Karanganyar Jawa Tengah, Rabu (1/6).

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan

Selain itu, Iwan sapaan akrab Suwanto mengungkapkan beberapa waktu terakhir ada pihak-pihak yang secara terang-terangan menentang Pancasila. Bahkan ada yang ingin mengubah Indonesia menjadi negara khilafah.

"Untuk menyikapi hal itu, kami pemuda NU siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI," tegasnya.

Kepala Kesbangpol Karanganyar, Indrayanto dalam sambutannya mengapresiasi kepedulian GP Ansor dan Banser Karanganyar. Kesadaran kolektif masyarakat diperlukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

PKS Piyungan Taubat

Apel kesetiaan Pancasila dan NKRI tersebut diikuti lebih dari 200 anggota Ansor-Banser se-Kabupaten Karanganyar. (Ahmad Rosidi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

LTN Institute, Upaya Dakwah NU ke Masyarakat Kelas Menengah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Lembaga Taklif wan Nasyr PBNU menilai ekonomi Indonesia yang tumbuh dengan baik telah meningkatkan jumlah penduduk kelas menengah dan perubahan masyarakat desa ke perkotaan. Karena itu diperlukan sentuhan dakwah yang tepat dan sesuai segmen mereka, khususnya bagi remaja, siswa, mahasiswa, ataupun karyawan pemula.

LTN Institute, Upaya Dakwah NU ke Masyarakat Kelas Menengah (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN Institute, Upaya Dakwah NU ke Masyarakat Kelas Menengah (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN Institute, Upaya Dakwah NU ke Masyarakat Kelas Menengah

Untuk mewujudkan hal tersebut lembaga yang membidangi informasi dan penerbitan NU ini mengadakan LTN Institute, sebuah kursus pelatihan dan keterampilan berbasis IT. Materi kursus tersebut meliputi media sosial, video jurnalistik, e-marketing, dan beberapa materi pelatihan lainnya yang bersertifikat.

Sabtu (11/3), bertempat di gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta telah dibuka pelatihan pertama dengan fokus materi Video Jurnalistik dengan pemateri senior yang merupakan praktisi di bidang video dan pertelevisian. Peserta tampak sangat antusias. Keseriusan mereka terlihat saat memasuki sesi pengambilan objek, pengeditan, dan penampilan hasil.

PKS Piyungan Taubat

"Insya Allah acara ini akan diduplikasi ke LTN tingkat wilayah dan cabang yang akan disinergikan dengan banom terkait secara nasional. Mohon doa restu untuk istiqamah dan keberlanjutannya," kata Hari Usmayadi, Ketua LTN PBNU dalam kesempatan Kick Off LTN Institute tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Pelatihan yang berlangsung seharian penuh ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars NU. “Semoga menjadi tonggak awal dakwah NU dengan pola memberikan solusi kepada target dakwah remaja dan pemuda yang sedang aktif sebagai siswa maupun mahasiswa perkuliahan umum di era digital saat ini,” tambah Usmayadi. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen PKS Piyungan Taubat

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Bantul, PKS Piyungan Taubat

Ihsan,? pemain kesebelasan Pondok Pesantren Al-Falah memiliki kecepatan gerak yang sering merepotkan pertahanan lawan. Sisi kiri kesebelasan Assalam Bangkalan misalnya, pada pertandingan babak 8 besar mampu ditembusnya. Kemudian bola ia umpan ke Darius yang langsung menyambutnya dengan tendangan ke arah gawang. Gol. Belum genap satu menit babak kedua, Assalam kebobolan.

Pemain nomor punggung 8 tersebut bersama Darius bernomor punggung 11 menjadi andalan tim asal Kabupaten Bandung tersebut. Termasuk dalam semifinal Seri Nasional Liga Santri Nusantara 2016 melawan kesebelasan Pesantren Nur Iman Mlangi Sabtu siang (29/10) di stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta.? Hal itu diakui pelatihnya sendiri.

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Selain mengandalkan kecepatan dua pemain tersebut, Al-Falah, lanjut Arif, menerapkan strategi keseharian santri di pesantren.

PKS Piyungan Taubat

“Kebersamaa, kompak dan daya juang tinggi, itu kita tanamkan. Tidak mudah menyerah, saling cover di lapangan, tidak saling menyalahkan dan saling peduli. Jadi, konsep keseharian di pesantren, saling tegur, saling ngingetin dipakai di lapangan juga,” jelasnya.? ?

Manajer Kompetisi LSN 2016 Kusnaeni menilai Al-Falah adalah tim yang memiliki kerja saama yang baik. Lini depan dan tengah tertata dengan baik.

PKS Piyungan Taubat

Meski demikian, tim ini, tak punya riwayat menang banyak, tapi konsisten menang tipis sampai ke semifinal. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Pemurnian Aqidah, PonPes PKS Piyungan Taubat

Senin, 26 Februari 2018

Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar

Nusa Dua, PKS Piyungan Taubat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan rasa syukur dan bahagia karena kegiatan 4th Asia-Europe Meeting, Transport Ministers Meeting (ASEM TMM) yang berlangsung di Bali pada tanggal 26-28 September 2017 berjalan lancar dan sukses.

Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar

"Saya sangat bahagia sekali dan bersyukur penyelenggaraan 4th ASEM TMM ini berjalan lancar dan sukses. Status awas dari Gunung Agung tidak menjadi hambatan para peserta dari berbagai negara untuk hadir di Bali, hal ini terbukti dari hadirnya secara langsung sejumlah Menteri Transportasi dalam Pertemuan ini," kata Menhub Budi Karya saat jumpa pers bersama EU Commisioner for Mobility and Transport Violeta Bulc dan Deputy Secretary General of ASEAN Vongthep Artakaivalvateen,Rabu, (27/9).

Menhub mengatakan seluruh rangkaian kegiatan 4th ASEM TMM  berjalan lancar, seperti Transport Ministers Meeting (TMM), Transport Senior Officer Meeting (TSOM), Bussines Forum dan Pameran Transportasi dan Logistik.

"Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Untuk bussines forum dan pameran transportasi dan logistik berlangsung ramai dan meriah serta menghasilkan beberapa potensi kerja sama business to business," tambah Menhub Budi.

Menhub Budi Karya juga berharap output dari kegiatan ini yaitu Bali Declaration dapat menjadi momentum bagi kerjasama dan konektifias bagi para negara ASEM.

PKS Piyungan Taubat

"Saya berharap Bali Declaration menjadi momentum bagi negara-negara ASEM untuk lebih dapat berkerjasama dalam berbagai sektor transportasi dan dapat meningkatkan konektifitas antara negara ASEM," tutup Menhub Budi Karya.

EU Commisioner for Mobility and Transport Violeta Bulc juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia sebagai tuan rumah karena penyelenggaraan 4th ASEM TMM berjalan lancar dan sukses. Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Deputy Secretary General of ASEAN Vongthep Artakaivalvateen.

Sebagai informasi 4th Asia-Europe Meeting, Transport Ministers Meeting 2017 (ASEM TMM) dihadiri oleh 38 Negara dari 51 Negara yang diundang. Selain itu hadir 5 organisai Internasional, yaitu ASEAN Secretariat, Asia-Europe Foundation, European Union, UNECE dan UNESCAP. Dari jumlah Negara yang hadir, ada 15 Menteri Transportasi yang hadir. Adapun jumlah total delegasi yang hadir adalah 251 orang. (red. Kendi Setiawan)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hikmah, RMI NU PKS Piyungan Taubat

Konsep Barokah Jadi Inti Kehidupan

Jember, PKS Piyungan Taubat

Hal yang sering dilupakan orang di tengah kehidupan yang semakin pragmatis ini adalah barokah. Manusia kerap mamandang sesuatu hanya berdasarkan hitung-hitungan matematis. Sementara barokah tidak ada dalam rumus matematika, namun dampaknya bisa dirasakan. Demikian disampaikan Wakil Sekretaris PCNU Jember, ustadz Moch. Eksan saat menyampaikan ceramah dalam acara Haflatul Imtihan di Pondok Pesantren Nurul Ulum, Desa Pace, Kecamatan Silo, Malang, Jumat (3/5).?

Konsep Barokah Jadi Inti Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Barokah Jadi Inti Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Barokah Jadi Inti Kehidupan

Menurut Eksan, sesungguhnya inti dari kehidupan adalah barokah. Apakah itu rezeki, umur, jabatan dan sebagainya. "Rezeki kalau tidak barokah, ada saja yang menyebabkan habis. Jabatan kalau tidak barokah, bisa menjadi bumerang, ilmu yang tidak barokah bisa menjadi alat memperdayai orang," ucapnya.

PKS Piyungan Taubat

Eskan menambahkan, pesantren telah mengajarkan bagaimana barokah itu didapat. Memang tidak ada pelajaran khusus, tapi kehidupan praktis di pesantren secara alami telah memberikan bimbingan tentang barokah. Betapa banyak santri yang ketika di pesantren nilai pendidikannya biasa-biasa ? saja. Tidak menonjol, apalagi pintar. Tapi ketika sudah terjun di masyarakat mereka menjadi tokoh, disegani masyarakat. Bahkan terkadang "prestasi" santri tersebut jauh ? melebihi mereka yang jebelon perguruan tinggi ternama. "Itu namanya ilmunya barokah. Itu tidak bisa dinalar. Makanya, rajin belajar (di pesantren) itu penting. Tapi taat kepada kiai, pengasuh pesantren itu tak kalah penting. Karena itu bagian dari upaya memperoleh barokah," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Di bagian lain, mantan aktifis IPNU Jember itu mengaku bangga dirinya pernah mencicipi kehidupan di pesantren. Dikatakannya, suasana pesantren yang sederhana telah ? mengajarkan santri betapa berherganya kehidupan ini. Namun kesederhaann itu tidak menghambat santri untuk menjadi terbaik di masyarakat. "Banyak santri yang jadi dosen, jadi politisi hebat, jadi bupati, bahkan jadi menteri. Karena itu, kita tidak boleh minder jadi santri. Harus bangga," tuturnya. (Aryudi ? A. Razaq/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita PKS Piyungan Taubat

Minggu, 25 Februari 2018

“Tak Sejengkal Tanah Pun Boleh Lepas dari Bumi Pertiwi”

Jember, PKS Piyungan Taubat

Anggota Banser tidak boleh takut dengan ancaman dan pantang surut karena rintangan. Lebih-lebih yang terkait dengan upaya-upaya penentangan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan penolakan Pancasila. Sebab, selain NKRI dan Pancasila merupakan konsensus bersama dari seluruh elemen anak bangsa, NU mempunyai keterkaitan sejarah dalam perumusan keduanya.

“Tak Sejengkal Tanah Pun Boleh Lepas dari Bumi Pertiwi” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Tak Sejengkal Tanah Pun Boleh Lepas dari Bumi Pertiwi” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Tak Sejengkal Tanah Pun Boleh Lepas dari Bumi Pertiwi”

Kasatkorwil Banser Jawa Timur H. Umar Usman mengungkapkan hal itu dalam upacara Pembukaan Pendidikan Dan Latihan (Diklatsar) Banser angkatan XXVII di lapangan PT Kaliandra Concern, Perkebunan Karet dan Kopi Kalijompo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember, Jawa Timur, Sabtu (10/9).

Menurutnya, dewasa ini cukup banyak organisasi yang secara terang-benderang menentang NKRI dan tidak mengakui Pancasila sebagai ideologi negara. Mereka bertopeng agama dan selalu membangun opini bahwa NKRI tak akan pernah memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyatnya. “Gerakan-gerakan itu harus dan wajib kita lawan dengan segala kemampuan yang ada,” tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

Umar berharap anggota Banser tak sedikit pun mempunyai keraguan untuk membela dan mempertahankan NKRI. Banser harus menjadi banteng sekaligus benteng untuk mempertahankaan NKRI dan Pancasila dari pengacau-pengacau yang selalu mengatasnamakan agama. “Tak sejengkal tanah pun boleh lepas dari bumi pertiwi ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris PC GP Ansor Jember Kholidi Zaini menuturkan bahwa Diklatsar Banser yang diikuti lebih 300 orang tersebut berlangsung hingga Senin dini hari. Selain diisi dengan penyampaian materi, juga ada penggemblengan fisik.

PKS Piyungan Taubat

Yang tersulit dari rangkaian diklatsar ini adalah saat sesi pengambilan topi baret. Di ujung acara setiap peserta diwajibkan mengambil topi baret, melalui jalan setapak dengan medan yang sangat menantang di keheningan malam pula.

“Ini sesi yang paling berat. Butuh nyali sekaligus tenaga ekstra. Tapi ini memang harus dijalankan. Kalau belum bisa mengambil baret, peserta belum dikatakan lulus diklatasar,” jelas Kholidi. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Makam PKS Piyungan Taubat

Jumat, 23 Februari 2018

Ketika Khalifah Ali Kehilangan Baju

Khalifah Ali bin Abi Thalib kehilangan baju besinya ketika memimpin perang shifin. Padahal sebagai panglima, baju itu sangat dibutuhkannya. Maka alangkah gembirannya Ali beberapa hari kemudian tatkala ada yang memberi tahu bahwa baju itu berada di tangan pedagang beragama Yahudi.

Kepada pedagang itu Ali menegur, ”Baju besi yang kautawarkan itu kepunyaanku. Dan seingatku, tidak pernah kuberikan atau kujual kepada siapa pun.”

Ketika Khalifah Ali Kehilangan Baju (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Khalifah Ali Kehilangan Baju (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Khalifah Ali Kehilangan Baju

Yahudi itu menjawab, ”Tidak baju besi ini milikku sendiri. Aku tak pernah diberi atau membelinya dari siapapun.”

PKS Piyungan Taubat

Saling klaim kepemilikkan terjadi berlarut-larut, hingga mereka sepakat membawa perkara itu ke meja hijau. Yang menjabat kedudukan hakim kala itu adalah sahabat Ali yang setia bernama Syuraikh.

Ali mengadu,”Tuan hakim, aku menuntut orang Yahudi ini karena telah menguasai baju besi milikku tanpa sepengetahuanku.”

Syuraikh menoleh ke arah si pedagang Yahudi da bertanya, ”Betulkah tuduhan Ali tadi bahwa baju besi yang berada di tanganmu itu miliknya?”

PKS Piyungan Taubat

”Bukan. Baju besi ini kepunyaanku,” sanggah Yahudi berkeras.

”Bohong dia,” ucap Ali agak marah. ”Baju besi itu milikku. Masak aku seorang panglima tidak mengenali baju besiku sendiri?”

Syuraikh menengahi agar Ali tidak berpanjang-panjang. ”Begini, Saudara Ali bin Abi Thalib. Yang terlihat, baju besi itu kini berada dalam penguasaan Yahudi ini. jadi, kalau engkau mengklaim baju besi itu milikmu, engkau harus mengajukan dua saksi atau bukti-bukti lainnya.

”Ada aku punya saksi.”

”Siapa mereka?”

”Anakku Hasan dan Husain,” jawab Ali.

Syuraikh memotong, ”Maaf. Kesaksian anak kandung berapa pun jumlah mereka, tidak sah menurut hukum yang berlaku. Jadi, kalau tidak ada bukti-bukti lain, tuduhanmu itu batal dan baju besi ini mutlak kepunyaan Yahudi ini.”

Vonis dijatuhkan. Tuduhan sang panglima yang juga kepala negara dibatalkan pengadilan. Sementara Yahudi yang tak seagama dengan hakim itu pun memenangkan perkara.

Ketika Syiraikh ditanya mengapa ia tidak memberi keputusan yang menguntungkan Khalifah yang juga orang dekatnya itu, ia menjawab:

”Maaf. Kita ini penggembala. Dan setiap penggembala akan ditanya tentang tanggung jawab penggembalaannya (kullukum raa’in wa kullukum mas-ulun ’an ra’iyyatih).”

Mahbib Khoiron

Disadur dari Hikmah Keprihatinan (KH Abdurrahman Arroisi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara PKS Piyungan Taubat

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah

Jombang, PKS Piyungan Taubat?

Meski bercucuran keringat, Bustomi (7) warga Dusun Gondang Legi Desa Gondang Manis Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang masih terlihat bersemangat. Bersama teman sejawatnya, siswa kelas II SDN Gondang Manis ini terpaksa harus naik turun tangga dan melewati jembatan darurat penyeberangan sungai, agar tetap bisa sampai di sekolah.

Tangga dan jembatan darurat yang terbuat dari bambu menjadi satu satunya jalan alternatif untuk bisa sampai di tempat belajar yakni SDN I ? Gondang Manis, hal ini setelah jembatan permanen yang melintas di atas sungai Konto di Desa Gondang Manis yang menghubungkan dusun Gondanglegi dan Dusun Gondang Manis ambrol diterjang derasnya air beberapa bulan lalu. “Dulu lewat jembatan yang ambrol itu, kalau airnya tinggi dan deras terpaksa harus memutar jauh,” ujarnya sambil menunjuk puing-puing jembatan yang ambrol.?

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah

Setiap pagi dan siang, puluhan siswa SDN dan MI dari Dusun Gondanglegi terpaksa harus berkeringat naik turun tangga yang tingginya tidak kurang lima meter, mencapai dasar sungai. Kemudian menyeberang dan naik tangga lagi untuk bisa sampai di seberang sungai. ”Sudah biasa, setiap pagi naik turun tangga dan melewati jembatan menyeberang sungai,” imbuh lelaki kecil dengan baju putih dan celana merah seragam khas SD.

Kepala Dusun Gondanglegi Desa Gondang Manis Bandarkedungmulyo, Sukiat mengatakan ada sebanyak 40 warganya yang sekolah di SDN dan juga Madrasah di Gondang Manis. Karena sekolah itu satu-satunya yang terdekat.”Setelah jembatan ambrol, pas air deras dan debit tinggi seringkali kita antar-jemput dengan kendaraan umum dan jalannya memutar cukup jauh," ? bebernya.

Dikatakan Sukiat, untuk antar-jemput bagi masyarat desa sudah lazim, yang terpenting anak-anak bisa tetap sekolah. Namun yang cukup merepotkan adalah antar jemput bagi siswa TK. “Karena yang sekolah tidak hanya anak-anak, orang tuanya ikut sekolah juga. Dan dari dusun sini ada 18 anak yang sekolah TK di seberang sana,” imbuhnya.?

Baik Bustomi maupun Kadus Sukiat berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen yang berada di Dusun Gondang Legi Desa Gondang Manis tersebut, agar jembatan yang merupakan satu-satunya jalur transportasi untuk ke sekolah dan ke kantor Desa Gondang Manis serta transportasi ekonomi warga bisa kembali normal. ”Kalau tidak ada jembatan, warga harus berputar cukup jauh hanya untuk bisa sampai ke sekolah atau ke kantor desa,” pungkasnya.? (Muslim Abdurrahman)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Kajian PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Kamis, 22 Februari 2018

Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Sebanyak 14 grup dari kalangan pemuda kabupaten Kudus meramaikan Festival Tongtek yang diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU Kudus dan salah satu harian di Kudus. Pada Ahad (5/7) sore menjelang berbuka puasa di depan Matahari Plaza Kudus, mereka menunjukkan kebolehannya memukul bambu yang menimbulkan sebuah irama.

Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus

Tongtek merupakan seni musik tradisional yang menggunakan kentongan bambu kering. Pada bulan Ramadhan di beberapa daerah di Indonesia, tongtek sudah menjadi tradisi membangunkan warga untuk melaksanakan sahur.

Menurut ketua panitia Sodiqin, festival tongtek digelar khusus untuk membudayakan kembali kesenian tongtek agar semakin kreatif dalam berinovasi di masa depan. ? “Kami memfasilitasi, karena di desa-desa banyak kegiatan tongtek keliling. Di sini bisa menambah banyak pengalaman bagi teman-teman yang biasa membawakan kesenian tongtek,” katanya kepada PKS Piyungan Taubat usai acara.

PKS Piyungan Taubat

Ia berharap acara ini menginspirasi dan memberikan gambaran baru dalam masyarakat supaya menggerakan kegiatan-kegiatan tongtek di desa-desanya, tambah manajer iklan Radar Kudus itu.

Sementara pananggung jawab IPNU-IPPNU Kudus Muhammad Khoirun menyatakan rencananya untuk mengadakan festival ini berkelanjutan setiap tahun.

PKS Piyungan Taubat

“Setelah ini, di IPNU-IPPNU tingkat ranting dan anak cabang akan diadakan acara serupa setiap bulan suci Ramadhan,” ujar koordinator bidang Perekonomian IPNU Kudus itu.

Dalam kesempatan yang sama, Syaiful Anam, salah satu peserta festival menilai bahwa kesenian tongtek memiliki makna-makna tertentu, di antaranya setiap pukulan tongtek terdapat isyarat-isyarat seperti menandakan adanya kematian atau pembunuhan, pencurian, kebakaran, banjir bandang, dan lain-lain.

Bagi Anam, manfaat dari acara festival tongtek adalah pelestarian budaya di zaman modern. Untuk itu, ia mendorong anak muda NU untuk ikut serta mengembangkan tongtek supaya memasyarat dan lebih lestari.

“Saya sebagai warga NU menyarankan kepada masyarakat supaya melestarikan kesenian tongtek. Jangan khawatir kebisingan, karena ? tongtek ini sebagai kesenian yang harus dijaga,” pungkasnya. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Daerah, Berita, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Rabu, 21 Februari 2018

Ansor Jamin Pendidikan Anak Almarhum Miftahul Huda Sampai Dewasa

Grobogan, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, mengunjungi kediaman almarhum Miftahul Huda (Kang Huda), di Desa Tahunan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (23/1) malam.

Ansor Jamin Pendidikan Anak Almarhum Miftahul Huda Sampai Dewasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jamin Pendidikan Anak Almarhum Miftahul Huda Sampai Dewasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jamin Pendidikan Anak Almarhum Miftahul Huda Sampai Dewasa

Miftahul Huda adalah seorang kader Banser yang meninggal akibat kecelakaan lalulintas di jalan tol Banyumanik Semarang, Senin (22/1) kemarin.

Gus Yaqut, datang didampingi sejumlah pengurus PP GP Ansor, dan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Grobogan, serta ratusan personel Banser dari Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.

Ia mengatakan, secara pribadi dirinya tak mengenal langsung Almarhum Miftahul Huda, akan tetapi dari cerita yang disampaikan rekan-rekan dan ayahnya, bahwa Huda adalah kader yang luar biasa.

"Khidmahnya ke NU ini juga total, tapi karena Allah berkehendak lain ya kita harus menerima. Kita juga sampaikan ke keluarga juga demikian," katanya saat berkunjung di kediaman Miftahul Huda.

PKS Piyungan Taubat

Almarhum meninggalkan seorang istri dan anak berusia 1,5 tahun. Maka, Gus Yaqut juga menegaskan, Ansor akan menanggung biaya pendidikan anaknya sampai dewasa.

"Untuk anaknya yang masih 1,5 tahun itu, Insyaallah Ansor nanti akan menanggung biaya pendidikannya. Tadi sudah kita atur, dia mau sekolah sampai jenjang apa, PC Ansor Kabupaten Semarang yang akan meng-handle," katanya.

PKS Piyungan Taubat



Gus Yaqut mencium kening putra almarhum Kang Huda. (Foto: twitter.com)

Menurutnya, PC Ansor Kabupaten Semarang memiliki lembaga pendidikan yang cukup baik. Hal ini sebagai ungkapan kepedulian GP Ansor terhadap kadernya yang telah mengabdi pada organisasi secara total.

"Bapaknya Almarhum mau berembug dulu dengan keluarga, tentu keputusan sepenuhnya diserahkan ke keluarga," ujarnya.

Gus Yaqut, juga mengungkapkan, bahwa ada hikmah di balik peristiwa ini. Sesuai janji pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari, bahwa siapapun yang ngurusi NU maka dianggap sebagai santrinya dan didoakan ketika meninggal masuk surge.

"Saya kira, Huda ini menjadi salah satu contoh bagaimana kader ini berkhidmah ngurusi NU meski lewat Ansor-Banser, dan saya yakin Mbah Hasyim akan menepati janjinya," ujarnya.

Bagi kader Ansor dan Banser di berbagai daerah di Indonesia yang kini masih mengabdi, dapat mengambil pelajaran atas hal tersebut. "Kita lihat kan gelombang rasa ikut berduka nggak berhenti, mengalir terus, tentu melihat totalitas almarhum," katanya.

Saat mengunjungi keluarga almarhum, Gus Yaqut juga memberikan tali asih ke keluarga dan mendoakan agar anak almarhum kelak menjadi orang yang berguna untuk agama, bangsa dan negara.

Sebelumnya, Miftahul Huda meninggal akibat kecelakaan di jalan tol Banyumanik Semarang, saat perjalanan pulang dari mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) Muadalah di Ungaran Kabupaten Semarang. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Islam, Internasional, Kajian Sunnah PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock