Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan

Karanganyar, PKS Piyungan Taubat. Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Serbaguna (Banser) se-Kabupaten Karanganyar siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mencegah paham yang bertentangan dengan Pancasila.?

"Kami menyatakan setia pada Pancasila dan NKRI sampai darah penghabisan. Sikap ini, juga merupakan instruksi serempak di seluruh Indonesia dari Pimpinan Pusat GP Ansor," kata Ketua GP Ansor Karanganyar, Suwanto di sela-sela acara Apel Kesetiaan Pancasila dan NKRI, di Taman Pancasila, Karanganyar Jawa Tengah, Rabu (1/6).

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan

Selain itu, Iwan sapaan akrab Suwanto mengungkapkan beberapa waktu terakhir ada pihak-pihak yang secara terang-terangan menentang Pancasila. Bahkan ada yang ingin mengubah Indonesia menjadi negara khilafah.

"Untuk menyikapi hal itu, kami pemuda NU siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI," tegasnya.

Kepala Kesbangpol Karanganyar, Indrayanto dalam sambutannya mengapresiasi kepedulian GP Ansor dan Banser Karanganyar. Kesadaran kolektif masyarakat diperlukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

PKS Piyungan Taubat

Apel kesetiaan Pancasila dan NKRI tersebut diikuti lebih dari 200 anggota Ansor-Banser se-Kabupaten Karanganyar. (Ahmad Rosidi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Rabu, 07 Februari 2018

PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat telah menghasilkan berbagai rekomendasi. 

PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria

Ketua Panitia Munas Konbes NU 2017 H Robikin Emhas saat ditemui PKS Piyungan Taubat di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (15/1) mengatakan bahwa PBNU tengah menindaklanjuti hasil Munas Konbes NU 2017 tersebut. 

Menurut Robikin, ada beberapa hal yang sedang dipersiapkan, seperti sosialisasi baik ke internal NU dan badan otonomnya secara struktural, serta sosialisasi ke eksternal seperti eksekutif, legislatif dan para pemangku kebijakan lainnya. 

Sementara untuk mewujudkan rekomendasi hasil Munas Konbes NU 2017, khususnya terkait reforma agraria, Robikin mengatakan PBNU tengah menyusun tim khusus.

PKS Piyungan Taubat

"Karena berkaitan langsung dengan kebutuhan warga," katanya. 

PKS Piyungan Taubat

Adapun susunan sementara tim khusus terdiri atas Ketua KH Mochammad Maksum Machfoedz, Wakil Ketua H Robikin Emhas, dan Sekretaris Masduki Baedowi. 

Menurut Robikin, selain internal PBNU, tim khusus juga akan melibatkan pihak-pihak lain yang mempunyai perhatian terhadap persoalan reforma agraria seperti Institut Pertanian Bogor (IPB). 

"Mereka (IPB) juga akan kita libatkan," katanya. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Kajian Sunnah, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Rabu, 24 Januari 2018

Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat

Nur Hakimah Ismawati akhirnya dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo periode 2016-2018. Dia terpilih dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XVI IPPNU Probolinggo di kantor PCNU setempat, Ahad (22/5) sore.

Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo

Dalam Konfercab tersebut, Nur Hakimah terpilih setelah memperoleh 19 suara. Sementara kandidat lain Luluk Ma’rifah hanya mengantongi 9 suara. Atas hasil tersebut, dia akan memimpin PC IPPNU Kabupaten Probolinggo 3 tahun ke depan.

Konfercab PC IPPNU Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah beserta segenap perwakilan lembaga dan badan otonom, Wakil Ketua PW IPPNU Provinsi Jawa Timur Khoirun Nisa dan Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo periode 2014-2016 Lika Kurniawati.

PKS Piyungan Taubat

Dalam sambutannya Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi berpesan, melalui Konfercab ini hendaknya siapa pun yang nantinya terpilih bisa membawa organisasi IPPNU yang baik, mengayomi, berbuat untuk generasi muda dan tentunya kepentingan Bangsa dan Negara.

PKS Piyungan Taubat

“Kader IPPNU merupakan generasi kader Muslimat NU. Pada saatnya nanti keberadaanya amat dibutuhkan oleh Muslimat dan NU, karena perempuan merupakan sekolah yang pertama bagi anak-anaknya, ibu yang baik berasal dari generasi yang baik, generasi yang baik itu melalui regenerasi yang mumpuni dan sudah ditempa dalam berorganisasi yang bermutu dan berdaya saing,” katanya.

Menurut Kiai Abdul Hadi, sebagaimana lembaga dan banom lainnya, IPPNU juga memiliki peran penting dalam turut membentuk kepribadian pemudinya tentunya melalui kaderisasi yang intens. Kaderisasi IPPNU menjadi penentu terjaga tidaknya generasi NU kedepan dalam upaya memperjuangkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sesuai dengan garisnya.

“Kita berharap seluruh pengurus PC IPPNU bisa menjalankan roda organisasi dengan sebaik-baiknya dengan berlandaskan pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, dengan mengingat terus visi-misi organisasinya,” harapnya.

Sementara Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Nur Hakimah Ismawati menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh para pengurus IPPNU di Kabupaten Probolinggo. “Mudah-mudahan kami dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Mohon doa dan dukungannya supaya program yang dijalankan bisa sesuai dengan harapan semua pelajar,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB

Mataram, PKS Piyungan Taubat 

Di antara rangkaian kegiatan yang mengiringi perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, ialah Pembacaan Shalawat Badar di Taman Sangkareang, Mataram, NTB, Rabu (22 /11).

PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB

Turut mengikuti pembacaan Shalawat Badar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Mustasyar PBNU TGH Muhammad Turmudzi Badauiddin, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faisal Zaini, Sejumlah Pengurus PBNU, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) H Imam Nahrowi, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, dan belasan ribu Nahdliyin yang memadati jalan Pejanggik. 

Seusai Pembacaan Shalawat Badar, Kiai Said Aqil Siroj menegaskan tentang prinsip Nahdlatul Ulama yang moderat dan antiradikal. 

Menurut Kiai Said, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar membangun umat yang moderat, tidak radikal, apalagi teroris. 

PKS Piyungan Taubat

"Maka kalau kita betul-betul mengaku menjadi umat Nabi Muhammad tidak boleh radikal, tidak boleh ekstrem, tidak boleh menjadi teroris," tegas Kiai Said seusai mengikuti Pembacaan Shalawat Badar 

Kiai kelahiran Kempek, Cirebon ini mengatakan, NU yang didirikan oleh para ulama, terutama Hadratussyekh KH Hasyim Asyari mengajarkan kepada kita bahwa prinsip NU adalah tawassuth dan tasamuh, yakni moderat dan toleran. 

PKS Piyungan Taubat

Mbah Hasyim, lanjutnya, menginginkan semua bersaudara, baik melalui ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyah. 

Selama ada NU, yang prinsipnya membangun persaudaraan, katanya, maka umat Islam Indonesia akan dihargai oleh seluruh umat di dunia. Seluruh negara di dunia akan menghormati Indonesia 

"Karena Indonesia umat Islamnya tidak radikal, yaitu moderat dan toleran," jelas Kiai berumur 64 tahun ini. 

Agenda Pembacaan Shalawat Badar ini dilaksanakan seusai Pawai Taaruf dari Masjid Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat hingga Taman Sangkareang, Mataram dan Pengibaran Bendera NU yang dianugerahi oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai bendera terbesar. (Husni Sahal/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Lomba, Cerita PKS Piyungan Taubat

Senin, 15 Januari 2018

Merampok Anggota DPR

Sekawanan perampok suatu sore memergoki seorang pria berdasi yang menenteng tas sedang berjalan sendirian di kawasan Senayan. Mangsa empuk telah datang, jangan sampai disia-siakan, pikir mereka.

Sang pria dicegat, dan moncong senjata pun ditodongkan. “Berhenti! Serahkan semua uangmu! Cepat!!!”

Merampok Anggota DPR (Sumber Gambar : Nu Online)
Merampok Anggota DPR (Sumber Gambar : Nu Online)

Merampok Anggota DPR

Pria klimis itu gemetar, tapi masih berusaha membela diri, “Kalian jangan macam-macam. Kalian tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Saya ini anggota DPR. Pejabat wakil rakyat!!!”

“Hehe... Kalau begitu serahkan uang kami,” sahut perampok sembari menempelkan belati ke lehernya. (Mahbib)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Gus Dur dan Keseteraan Gender

Sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memberikan inspirasi banyak orang. Hal ini erat kaitannya dengan perjuangan beliau dalam membela kaum minoritas. Pemikiran ulama asal Jombang itu telah memberi warna tersendiri dalam wacana kebangsaan selama ini.

Gus Dur dikenal sebagai kiai yang memperjuangkan dan menegakkan isu-isu demokrasi, pluralisme dan HAM. Tidak banyak orang yang dapat konsisten seperti halnya dilakukan oleh Gus Dur. Pemikiran dan perjuangannya didekasikan untuk kaum lemah, termasuk kaum perempuan. selama ini perempuan mengalami diskriminasi dalam berbagai bidang.?

Gus Dur dan Keseteraan Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Keseteraan Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Keseteraan Gender

Buku bertajuk Gus Dur di Mata Perempuan ini mengulas sosok feminisme Gus Dur. Buku ini mengeksplorasi pendapat para tokoh perempuan tentang Gus Dur. Para penulis yang semuanya perempuan ini menceritakan pengalaman apa yang mereka saksikan tentang pemikiran Gus Dur terkait kesetaraan dan pembebasan perempuan.?

PKS Piyungan Taubat

Pandangan-pandangan Gus Dur tentang toleransi dan demokrasi sudah sering disinggung. Namun pandangannya tentang gender dan kesetaraan masih belum banyak yang mengulas. Pandanganya mengenai kedudukan perempuan menunjukkan bahwa dirinya memang serius dalam melakukan pembebasan. Karena perempuan adalah semacam titik masuk dari berbagai pemikiran mengenai pembebasan dan kemanusiaan.

Tidak sekadar wacana, pembelaan Gus Dur terhadap perempuan dilakukan dalam berbagai sikap dan tuturan. Misalnya, Gus Dur ikut serta menolak Rancangan Undang-undang Pornografi dan Pornoaksi. Karena RUU tersebut justru berpotensi menjebak perempuan dalam dilema peran sosial.?

Perjuangan terhadap perempuan juga terlihat ketika Gus Dur menjabat sebagai presiden ke-4. Gus Dur memelopori terbitnya inpres presiden nomor 9 tahun 2000 mengenai pengarusutamaan gender. Pada perkembangannya inpres ini ditingkatkan menjadi UU Keadilan dan Kesetaraan Gender. ?

PKS Piyungan Taubat

Kepedulian Terhadap Perempuan

Bagi keluarga, Gus Dur adalah orang yang betul-betul menerapkan kesetaraan, bukan sekedar gaya hidup. Baginya, kesetaraan berangkat dari ruh hak asasi manusia yang sama. Sebagai adik kandung Gus Dur, Aisyah Baidhowi menitikberatkan pada kiprah dan pemikiran Gus Dur tentang perempuan di Nahdlatul Ulama (NU). Sejak Gus Dur terpilih pada Muktamar Situbondo 1984 sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU, Gus Dur selalu mendorong Muslimat untuk memperhatikan dan okus pada masalah-masalah kemasyarakatan yang lain, bukan hanya isu perempuan. Gus Dur juga selalu menasehatkan jangan berkutat di internal organisasi tetapi harus berani ekspansi, bekerjasama dengan organisasi-organisasi masyarakat di luar. (Halaman 52)

Ala’i Nadjib menuliskan Gus Dur di Mata Keluarga Inti. Tulisan ini berisi hasil wawancara Nadjib dengan istri dan anak-anak Gus Dur. Nadjib memotret kehidupan Gus Dur dalam keluarga. Terutama perhatian Gus Dur terhadap kesehatan reproduksi. Berdasarkan wawancara itu banyak yang disimak mengenai sikap Gus Dur sebagai seorang suami sekaligus bapak dari empat putrinya. Pola pendidikan yang diberikan kepada keluarganya adalah pendidikan yang membebaskan dan bertanggung jawab.

Pemikiran feminis Gus Dur terhadap perempuan tergambar melalui pandangannya terhadap ketimpangan relasi gender. Diskriminasi merupakan persoalan utama untuk membangun keharmonisan relasi gender.

Selain peduli terhadap perdamaian, pluralisme, demokrasi, dan pembelaan terhadap kaum minoritas. Gus Dur juga peduli terhadap hak asasi perempuan Indonesia. Gus Dur memiliki pemikiran-pemikiran yang sangat fundamental bagi terwujudnya kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki.

Jika dicermati, perjalanan karier dan kecendekiawanan Gus Dur juga tidak bisa lepas dari perempuan. Selain istri, Gus Dur memiliki empat putri. Bahkan, publik mengenal salah satu putri Gus Dur Yeni Wahid sebagai salah seorang tokoh politik masa kini. Di mata keluarga Gus Dur sebagai sosok pemimpin yang demokratis.?

Apabila ditelisik, pemikiran Gus Dur yang sdah maju pada eranya tentang kesetaraan sebenarnya telah tumbuh dari keluarga inti beliau, ayah dan ibunya. KH. Wahid Hasyim merupakan pelopor sekolah hakim perempuan pertama pada tahun 1950-an, saat beliau menjadi Menteri Agama.

Gus Dur adalah belantara makna yang seakan tak pernah habis digali. Sudah tak terhitung kajian dilakukan terhadap sosok dan pemikirannya dalam berbagai dimensi. Namun, buku ini memiliki keunikan dan kelebihan dibanding dengan karya-karya lainnya.

Buku ini berawal dari cita-cita Fatayat untuk mendokumentasikan, pandangan dan pengalaman perempuan terhadap sosok dan perjuangan Gus Dur. Buku ini terbit tidak lepas dari upaya Fatayat NU, sebagai organisasi gerakan perempuan di bawah Nahdlatul Ulama (NU). untuk terus menerus mengkampanyekan pemikiran feminisme yang berakar pada khasanah pemikiran dan tradisi keindonesian.

Data buku

Judul buku : Gus Dur di Mata Perempuan?

Editor : Ala’i Nadjib

Penerbit : Gading, Yogyakarta

Cetakan : 2014

Tebal: 296 Halaman

ISBN : 978-602-14913-9-3

Peresensi : Ahmad Suhendra El-Bughury, reporter majalah Bangkit PWNU DIY



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Dalam upaya mengakuisisi data hilal secara kasat mata guna penentuan Ramadhan 1438 H, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama telah menyiapkan tak kurang dari 125 titik rukyah hilal. Titik pemantauan ini tersebar luas di segenap pelosok Nusantara, mulai dari pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan Irian hingga ke pulau-pulau kecil seperti Halmahera.

Seluruh titik ini dikelola oleh pengurus cabang atau pengurus wilayah NU yang berkompeten dan berada dalam cabang atau wilayah tersebut. Semuanya berada di dalam koordinasi Lembaga Falakiyah PBNU.

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H

Tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU di Jawa Timur menyebar di Pantai Pancur (Banyuwangi), Pantai Serang (Blitar), Bukit Banjarsari (Blitar), Satuan Radar AURI Kabuh (Jombang), Pantai Tanjung Mulya (Bawean), Stasiun LAPAN Watukosek (Pasuruan), Pantai Tanjung Garindo Ambat Tlanakan (Pamekasan), Pantai Gebang (Bangkalan), Pelabuhan Taddan (Sampang), Pos Observasi Bulan Bukit Condrodipo (Gresik), Pos Observasi Bulan Sunan Drajat Tanjung Kodok (Lamongan), Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Paciran (Lamongan), Watoe Dhakon Observatory (Ponorogo), Gunung Sekekep Pulung (Ponorogo), Bukit Sadeng (Jember), Bukit Wonocolo Kedewan (Bojonegoro), Masjid MAN Kandangan (Kediri).

Sementara di Jawa Barat, tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU melakukan pantauan di Pantai Gebang (Cirebon), Pantai Santolo (Garut), Gunung Babakan (Banjar), Pos Observasi Bulan Cibeas Pelabuhan Ratu (Sukabumi), Kompleks Observatorium Bosscha (Lembang), Pantai Eretan (Indramayu), Pos Observasi Bulan Cidadap Pelabuhan Ratu (Sukabumi).

PKS Piyungan Taubat

Di Jawa Tengah, tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU melakukan pantauan Pantai Kartini (Jepara), Pos Observasi Bulan Pedalen (Kebumen), Masjid Agung Jawa Tengah (Semarang), Gedung UMK (Kudus), Pantai Karangjahe (Rembang). Sedangkan di Yogyakarta, tim rukyatul hilal LFNU mengamati bulan di Pos Observasi Bulan Belabelu (Bantul) dan Watu Amben Bukit Brambang (Gunung Kidul).

PKS Piyungan Taubat

Tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU juga memantau di Pos Observasi Bulan Kalianda (Lampung Selatan), Pantai Selalau Kerui (Pesisir Barat), dan Dataran Tinggi Lemong (Pesisir Barat).

Selebihnya mereka tersebar di Masjid Al Musariin/Pesantren Al-Hidayah Basmol (Jakarta Barat), Pantai Takisung (Palaihari), Gedung Bank Kalsel (Banjarmasin), Gedung Hisab Rukyat (Kubu Raya), Kantor Gubernur Sumatera Utara (Medan), Pantai Binasi (Tapanuli Tengah), Mall GTC Tanjung Bunga (Makassar), Gedung Observasi Hilal BMKG (Ternate), dan Pantai Loang Baloq (Mataram). (Marufin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Senin, 08 Januari 2018

LKKNU Jateng Fasilitasi Guru PAUD Latihan Kewirausahaan

Jepara, PKS Piyungan Taubat. Perwakilan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Provinsi Jawa Tengah memberikan pelatihan kewirausahaan kepada 20 guru PAUD Averroes Bangsri Jepara. 

Kegiatan yang dilakukan di sekolah setempat, Sabtu (16/12) kemarin difasilitasi Bendahara LKKNU Jawa Tengah, Malikha Hendriyana. 

LKKNU Jateng Fasilitasi Guru PAUD Latihan Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Jateng Fasilitasi Guru PAUD Latihan Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Jateng Fasilitasi Guru PAUD Latihan Kewirausahaan

Dalam workshop entrepreneur yang dilaksanakan pagi sampai siang itu, fasilitator memberikan pelatihan membuat sabun mandi cair, karbol, minyak wangi dan minyak gosok. 

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memotivasi guru agar semangat berwirausaha. 

“Produk yang sudah dibuat dan dilabeli dengan Averroes bisa dipasarkan kepada wali murid juga kepada santri pondok,” kata Malikha yang juga dosen UIN Walisongo Semarang ini. 

PKS Piyungan Taubat

Apalagi produk yang dibuat dalam kesempatan itu ialah untuk kebutuhan sehari-hari. Maka dalam kesempatan itu, puluhan guru yang ikut dibagi menjadi 3 kelompok dan setiap kelompok praktik membikin minyak gosok, minyak wangi, sabun cair dan karbol. 

Ella Jauharoh, Pengurus Yayasan Semai menyatakan setelah pelatihan jangan stag, berhenti di tengah jalan. Untuk modal awal pelatihan ini dari koperasi pondok pesantren (Kopontren) yang dia kelola. 

Selanjutnya pihaknya berharap agar juga diaplikasikan di hari mendatang sehingga bisa dipasarkan kepada konsumen.

PKS Piyungan Taubat

Faizatun Nikmah, Kepala PAUD Averroes mengatakan produk-produk tersebut layak dijadikan branding usaha PAUD dan bisa menjadi pemasukan. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 27 Desember 2017

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia

Ir. H. Joko Widodo

di Jakarta

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Bapak Presiden yang kami hormati, kami ingin menyampaikan aspirasi masyarakat pecinta Indonesia bersih dan adil mengenai perkembangan penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan korupsi di era Bapak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kita semua ingat bahwa reformasi bergulir untuk memperkuat sistem demokrasi yang ditopang oleh supremasi hukum yang berkeadilan sosial. Ini adalah visi kebangsaan dan cita-cita luhur yang tidak bisa ditawar-tawar.

Melihat perkembangan akhir-akhir ini, kami merasa terpukul dengan tidak adanya langkah kongkret dari pemimpin tertinggi negara dalam memperkuat perjuangan melawan kejahatan korupsi yang telah menghancurkan negeri ini dari berbagai aspek: sosial, politik, ekonomi dan mental. Oleh karena itu kami mengingatkan –jika memang Bapak Presiden sedang lupa– dan menyeru agar Bapak sebagai pemimpin tertinggi Republik Indonesia untuk,

PKS Piyungan Taubat

(1) berada di garis terdepan memimpin langsung pemberantasan korupsi di Indonesia;

(2) tegas menolak berkompromi dengan segala macam jenis praktek korupsi dan oknum-oknumnya;

PKS Piyungan Taubat

(3) menghentikan kriminalisasi terhadap para pegiat anti korupsi;

(4) segera melakukan reformasi mendasar pada Kepolisian Republik Indonesia; dan

(5) mengembalikan dan menegakkan supremasi hukum yang berkeadilan Demikian surat ini kami buat. Besar harapan kami Bapak Presiden segera melakukan langkah kongkret untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa dari cengkraman kejahatan korupsi.Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Berlin, 6 Maret 2015

Komunitas Nahdlatul Ulama (NU) Jerman

Hormat kami,

Munirul Ikhwan & Zacky Khairul Umam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Olahraga, Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Senin, 11 Desember 2017

Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Salah satu tantangan berat yang dihadapi Kabupaten Jepara dalam pencanangan menjadi daerah wisata adalah berserakannya sampah-sampah nonorganik yang menyebar di tempat-tempat tujuan wisata.?

Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick (Sumber Gambar : Nu Online)
Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick (Sumber Gambar : Nu Online)

Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick

Mengantisipasi persoalan tersebut, LPBI dan PC Fatayat NU Kabupaten Jepara menggelar kegitan “Pelatihan Ekobrick” pada Ahad (12/3) di Gedung PCNU Jepara, Jl. Pemuda 51 Jepara.?

Perlatihan bertema “Menumbuhkan dan Menggali Kreativitas Perempuan dalam Eksistensinya Memerangi Sampah Plastik” menghadirkan mentor tim Ekobrick LPBI NU Jepara. Sebanyak 200 orang terlibat dalam kegiatan ini, mereka berasal dari PAC dan Pengurus Ranting Fatayat NU se-Kabupaten Jepara.

Wakil Ketua PCNU Jepara H Hisyam Zamroni berharap warga nahdliyyin di Kabuptaen Jepara siap menghadapi tantangan global khususnya dalam bidang pariwisata.

PKS Piyungan Taubat

“Kegiatan ini sangat penting dalam menghadapi tantangan global di bidang pariwisata. Karena bidang tersebut memerlukan kesiapan dan kekuatan budaya, sosial, ekonomi, lingkungan hidup khususnya tata kelola lingkungan melalui bentuk ekobrick ini,” kata Hisyam kepada PKS Piyungan Taubat melalui wawancara tertulis.

Dalam pelatihan tersebut juga dilakukan praktik ekobrick yang berdaya guna, di antaranya pembuatan souvenir, perabotan rumah tangga, dan berbagai barang hiasan.

Ketua PAC Fatayat Kecamatan Keling mengungkapkan, setelah mengikuti pelatihan, PAC Fatayat Keling akan melatih Pengurus Ranting Fatayat desa sekitar.

PKS Piyungan Taubat

“Agar anggota Fatayat mampu memanfaatkan sampah nonorganik menjadi souvenir untuk dijual kepad para wisatawan di lokasi wisata Benteng Portugis dan panorama indah Tempur. Lokasi tersebut dekat dengan Kecamatan Keling,” kata Wahyuni.

Selain Benteng Portugis dan Tempur, di Kabupaten Jepara terdapat sejumlah lokasi wisata lainnya, seperti Kepulauan Karimunjawa, Pantai Kartini, air terjun Songgo Langit. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Ahlussunnah, Hadits PKS Piyungan Taubat

Jumat, 08 Desember 2017

PB PMII: Mendukung Kemerdekaan Palestina Adalah Jihad Fi Sabilillah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indoenesia (PMII), Aminuddin Maruf mengapresiasi atas terselenggaranya KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (KTT OKI) 2016, yang digelar di Indonesia atas inisiasi Presiden Jokowi, yang khusus membahas berdirinya Negara Palestina.

PB PMII: Mendukung Kemerdekaan Palestina Adalah Jihad Fi Sabilillah (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII: Mendukung Kemerdekaan Palestina Adalah Jihad Fi Sabilillah (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII: Mendukung Kemerdekaan Palestina Adalah Jihad Fi Sabilillah

"Kami mengapresiasi hal itu dan mendukung dengan sepenuh hati upaya pemerintah Indonesia untuk mendorong berdirinya Negara palestina," ujar Aminuddin melalui rilis yang diterima PKS Piyungan Taubat, Senin (7/3).

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sebagai organisasi mahasiswa islam terbesar di indonesia, imbuh Amin, merupakan bagian dari komponen intelektual muda Islam Indonesia yang memiliki tangung jawab memperjuangkan cita-cita kemerdekaan sebagaimana termaktub dalam konstitusi, tentunya kami sangat mendukung hal itu.?

"Bagi kami, mendukung berdirinya Negara Palestina merdeka adalah final. PMII siap berjihad fi sabilillah untuk bersama-sama memperjuangkan hal itu," tegasnya.

Menurut Amin, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, dan sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian dunia.?

PKS Piyungan Taubat

"Perdamaian abadi, yang tidak lagi ada penjajahan, dimana pun, kapan pun dan Atas nama apapun. Kekerasan dan penjajahan di atas dunia harus di hapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan keadilan," papar Amin.

Masih menurut Amin, Indonesia juga memiliki tanggung jawab sejarah, sejarah Indonesia yang berdiri sebagai negara yang merdeka sangat jelas dalam pembukaan konstitusi negara ini.?

PKS Piyungan Taubat

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan". Ini adalah tanggung jawab sejarah Indonesia berdiri," tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Quote, Sejarah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 30 November 2017

PB PMII Lakukan Koordinasi dengan Menag Jelang Pertemuan Mahasiswa Sedunia

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, Kementerian Agama siap bekerja sama dengan berbagai elemen anak bangsa dalam mengampanyekan deradikalisasi atau menangkal radikalisme, termasuk dengan organ kemahasiswaan.

PB PMII Lakukan Koordinasi dengan Menag Jelang Pertemuan Mahasiswa Sedunia (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Lakukan Koordinasi dengan Menag Jelang Pertemuan Mahasiswa Sedunia (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Lakukan Koordinasi dengan Menag Jelang Pertemuan Mahasiswa Sedunia

“Kemenag siap bekerja sama dengan PMII, IMM, HMI dan lain sebagainya, untuk kampanye tentang deradikalisasi, khususnya di kalangan mahasiswa, santri dan pelajar,” terang Menag saat menerima para Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di Ruang Kerja Menag, Jakarta, Rabu (18/05) siang. Menag melihat, ada beberapa program yang bisa disinergikan, antara lain: kursus pemahaman kebangsaan dan pendidikan multikultural.

Seperti dilansir situs kemenag.go.id, PB PMII berkunjung ke kantor Menag dalam rangka membahas agenda pertemuan mahasiswa sedunia. Hadir dalam kesempatan ini, Ketua Umum PB PMII  Aminuddin Ma’ruf, Sekjen L Sa’adullah, Bendahara Umum AR Hasibuan, dan beberapa pengurus harian lainnya. 

Kepada Menag, mereka menyamaikan bahwa akan menggandeng beberapa organ ekstra lainnya, seperti HMI, IMM, HIKMAH BUDHI, KMHDI, PII, GMNI, GMKI, PMKRI dan lain sebagainya untuk ikut serta dalam penyelenggaraan pertemuan akbar itu.

PKS Piyungan Taubat

“PMII kini mempunyai 553 komisariat, 228 cabang dan 24 korcab. Beberapa provinsi disatukan korcabnya seperti Papua dan Papua Barat, Maluku Utara dan Gorontalo, Jateng dan DIY, Jatim dan Bali untuk mempermudah koordinasi dan kaderisasi,” terang Aminuddin. 

Kepada Menag, Amin menyatakan bahwa PMII siap bersinergi untuk kampanye deradikalisasi. “Di kampus-kampus yang PMII-nya mayoritas, Insyaallah paham radikalismenya rendah,” imbuh Amin.

Didampingi Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam M. Isom Yusqi dan Plt. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Mukhlis M Hanafi, Menag berharap PMII ikut serta dalam memberdayakan Rohis di sekolah dalam kampanye deradikalisasi dan pengkaderan. “Litbang kita mempunyai bahan yang bisa dikaji tentang deradikalisasi Islam,” tutur Menag. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Syariah PKS Piyungan Taubat

Peringati Harlah, PCINU Turki Rekatkan Budaya Indonesia-Turki

Kayseri, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kayseri akan menghelat Pengajian Akbar dan Rampak Budaya Indonesia-Turki pada 2-4 Februari 2015 di Kayseri, Turki. Perayaan ini merupaka bagian dari usaha memeriahkan Hari Lahir ke-89 NU menurut hitungan kalender masehi.

Acara ini juga menjadi ajang silaturahim bagi tokoh Islam serta komunitas-komunitas Islam Indonesia dan Turki. Seluruh rangkaian acara tersebut diharapkan mampu menjadi sarana berkumpulnya tidak hanya warga NU tetapi juga seluruh unsur masyarakat di Turki guna memupuk semangat dan menyelaraskan ukhuwah bersama.

Peringati Harlah, PCINU Turki Rekatkan Budaya Indonesia-Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, PCINU Turki Rekatkan Budaya Indonesia-Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, PCINU Turki Rekatkan Budaya Indonesia-Turki

Bagi PCINU Turki, acara Harlah tahun ini adalah kali ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di Konya dan Ankara. Cabang istimewa NU yang terbentuk pada tanggal 3 Juni 2012 melalui Musyawarah Perdana Komunitas Warga Nahdliyyin di Turki (KWNT) ini berupaya terus mengemban tugas untuk memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang damai dan santun.

PKS Piyungan Taubat

Ketua panitia Deo Ramadhan menjelaskan, di samping untuk memperingati 89 NU dan memperkenalkannya ke khalayak, acara ini juga menyediakan ruang silaturahim bagi warga Nahdliyin di Turki dan sekaligus berkarya untuk mempromosikan Islam dan budaya Indonsia di khalayak Turki.

“Acara kita ini akan dilaksanakan selama tiga hari dengan kegiatan-kegiatan seperti pembacaan shalawat dibaiyyah, penampilan budaya Islam Indonesia, napak tilas ke jejak-jejak peradaban Islam di kota Kayseri, seminar budaya dan Islam yang akan diisi oleh tokoh dari kedua negara, dan evaluasi internal kinerja tanfidliyyah,” tambah Deo Ramadhan saat dihubungi Selasa (30/12/14) petang waktu setempat.

PKS Piyungan Taubat

Ia juga menerangkan, acara seperti ini adalah demi membangun dan sekaligus membina hubungan baik antar komunitas-komunitas Islam di Turki. “Jalinan kerja sama yang sudah terbangun selama tiga tahun PCINU Turki berkiprah di Turki harus tetap dibina dengan berbagai kegiatan bertajuk keagamaan dan kebudayaan seperti ini,” tuturnya.

Duta Besar Indonesia untuk Turki, Wardana yang juga mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia, mengapresiasi dengan antusias kegiatan tersebut. Ia mendukung bentuk acara yang mempromosikan Islam Indonesia yang ramah.

“Bentuk-bentuk gerakan radikalisme dan fundementalisme Islam di Indonesia sudah sangat mencemaskan. Ini justru akan melemahkan dan mencoreng Islam itu sendiri,” pesan Dubes saat audiensi bersama perwakilan PCINU Turki di Kedutaan Besar Indonesia di Ankara.

Kita, lanjur Wardana, harus ekstra hati-hati karena mereka akan mengintai dan menyebarkan agen khusus untuk meringkus sebanyak mungkin jamaah dan anggota mereka. “Salah satunya juga akan terjadi di Turki. Makanya jangan sampai itu terjadi. Kita harus bergerak preventif,” paparnya. (Bernando J. Sujibto/ Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, IMNU, Internasional PKS Piyungan Taubat

Rabu, 29 November 2017

Perkuat Aktivitas di Masjid-Mushalla NU

Pasuruan, PKS Piyungan Taubat

Warga nahdliyin diimbau untuk memperkuat barisan dari pengaruh ideologi atau paham Islam radikal. Caranya, dengan kembali memperkuat di basis nahdliyin, dengan aktif di masjid dan mushalla. Jangan sampai masjid dan mushalla, yang menjadi tempat aktivitas warga NU, beralih atau dikuasai orang lain yang membawa faham baru.

Hal itu terungkap dalam kajian Islam Radikal dalam perspektif Aswaja An-Nahdliyah secara gamblang dikupas tuntas seminar yang digelar para kadermuda NU dari IPNU-IPPNU dan Jamiyyah Dirasah Qur’aniyyah Al-Karim, Ahad (26/8). Seminar dipusatkan di Aula Yonkav, Beji, dihadiri para undangan dari muda NU dan Banomnya. Sebagai nara sumber KH Imam Ghozali Said dan KH Muhammad Sholeh Qosim.

Menurut Ninik, panitia pelaksana kegiatan mengatakan, jika persoalan Islam Radikal justru perlu diwaspadai oleh kalangan warga NU. “Persoalannya, Islam radikal tidak sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jamaah. Karena ajaran yang tidak sejalan, maka bagi warga NU perlu mewaspadainya dan tidak terhanyut dalam ajaran yang bertentangan dengan aswaja, “ kata Ninik, di sela seminar.

Perkuat Aktivitas di Masjid-Mushalla NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Aktivitas di Masjid-Mushalla NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Aktivitas di Masjid-Mushalla NU

Karenanya, dengan seminar ini, diharapkan kalangan muda NU khususnya Banom NU bisa mengantisipasi terhadap ajaran Islam Radikal yang selama ini sudah dianggap cukup meresahkan. ”Untuk itu, dengan seminar paling tidak warga NU bisa memahami akan ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran NU. Karenanya seluruh warga NU perlu dibentengi dengan pemahaman Aswaja,” terangnya lagi.

Dalam kajiannya, Muhammad Sholeh Qosim menuturkan adanya perkembangan gerakan Islam di Indonesia akhir-akhir ini dimarakkan dengan bangkitnya gerakan Islam radikal-fundamentalis. Gerakan yang pada awalnya berjalan laten itu mulai menampakkan diri secara terbuka sejak runtuhnya rezim otoriter orde baru diakhir tahun 1990 an. Hal ini ditandai dengan munculnya halaqah di kampus.

Yang dibarengi dengan meningkatnya jamaah-jamaah pengajian dengan pakaian yang khas dan ekslusif (berjilbab lebar, berjubah besar menutup seluruh wajah untuk kalangan perempuan, bersurban, berjenggot dan bercelana cingkrang untuk kaum lelakinya). Gerakan Islam ini, bermunculan di kota-kota dan banyak menarik minat kalangan pelajar, mahasiswa dan kelompok terdidik lainnya hingga merambah ke desa.

PKS Piyungan Taubat

KH Imam Ghozali Said yang meneropong pergerakan salah satu kelompok Islam yang ada di Indonesia dan berkembang pesat. Diuraikan jika organisasi Islam itu masuk Indonesia melalui orang Lebanon yang dibawa seorang tokoh Islam yang pernah bermukim di Jakarta tahun 1980-an. Kemudian dibawa juga oleh tokoh lainnya. Bahkan sang tokoh bisa mendidik kader-kader dari organisasi tersebut.(Duta Masyarakat)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 28 November 2017

Hari Sumpah Pemuda Momentum Gelorakan Semangat Nasionalisme

Sidoarjo, PKS Piyungan Taubat. Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo, Slamet Budiono menyatakan, Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 28 Oktober merupakan momentum untuk menggelorakan kembali semangat Nasionalisme. Maka dari itu, dirinya meminta kepada seluruh kader Ansor terutama di Sidoarjo untuk terus mencintai tanah air.

"Untuk penguatan kader dalam melanjutkan amanat organisasi serta memupuk rasa cinta tanah air, GP Ansor Sidoarjo senantiasa menjalankan kaderisasi. Kaderisasi itu sendiri alhamdulillah sudah berjalan 3 tahun pada periode saya dan sudah terselenggara 6 kali diklat. Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ini, mari kita gelorakan kembali semangat Nasionalisme," kata Slamet melalui pesan singkatnya yang dikirim ke PKS Piyungan Taubat, Senin (26/10).

Hari Sumpah Pemuda Momentum Gelorakan Semangat Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Sumpah Pemuda Momentum Gelorakan Semangat Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Sumpah Pemuda Momentum Gelorakan Semangat Nasionalisme

Slamet berharap, dengan adanya peringatan tersebut, Pemuda lebih banyak diberikan kepercayaan untuk bisa menempati posisi strategis di Pemerintahan serta senantiasa difasilitasi dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya yang ada di Organisasi Kepemudaan (OKP).

PKS Piyungan Taubat

"Harapan kami kepada Pemerintah terutama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk tetap mengapresiasi OKP dalam bentuk fasilitasi kegiatan," harap Slamet. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Bahtsul Masail, Berita PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 25 November 2017

Informasi Jangan Ditelan Mentah-mentah, Budayakan Tabayun

Bandar Lampung, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid mengingatkan dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk waspada dan selektif terhadap berbagai informasi dan pemberitaan yang saat ini dengan gampangnya dapat diakses oleh setiap orang.

"Berita jangan ditelan mentah-mentah. Budayakan tabayun. Cek dari siapa, apa dan dianalisa baik atau buruk. Kalau baik, silakan di-share," ujarnya saat hadir pada Forum Dialog Literasi Media Sosial Berbasis Islam Wasathiyah di Hotel Novotel kerjasama Kementerian Kominfo dan MUI Provinsi Lampung, Sabtu (14/10).

Informasi Jangan Ditelan Mentah-mentah, Budayakan Tabayun (Sumber Gambar : Nu Online)
Informasi Jangan Ditelan Mentah-mentah, Budayakan Tabayun (Sumber Gambar : Nu Online)

Informasi Jangan Ditelan Mentah-mentah, Budayakan Tabayun

Kiai Khairuddin juga mengingatkan kepada masyarakat khususnya warganet (netizen) untuk bijak dalam menerima sebuah berita agar gesekan tidak terjadi di tengah masyarakat.

"MUI sudah mengeluarkan Fatwa Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial sebagai panduan agar masyarakat bermedsos dengan sehat. Bijak dan selalu ingin berbuat baik adalah pilihan terbaik dalam bermedsos," tambahnya.

PKS Piyungan Taubat

Senada dengan Ketua MUI Lampung, Wakil Ketua Komisi Infokom MUI Pusat Musthafa Helmi menjelaskan bahwa dalam Fatwa MUI Nomor 24 disebutkan beberapa hal yang seharusnya tidak dilakukan netizen.

"Jangan menyebarkan permusuhan, bullying, menyebar hoaks, pornografi dan konten yang benar tapi tidak sesuai tempat dan waktunya," jelasnya.

Ia menilai bahwa jika netizen menyebarkan berita-berita yang tidak benar atau berita bohong menurutnya sama saja dengan menjual kebohongan kepada orang lain. "Menjual kebohongan sama saja menjaul keharaman. Kebohongan adalah racun dan membuat hidup tidak berkah," tegasnya.

Ia juga mengingatkan kepada para netizen untuk menyebarkan hal-hal  yang positif dan mengisi konten-konten dunia maya dengan hal yang baik. "Jangan menulis dengan tulisan selain sesuatu yang akan membahagiakan diakhirat nanti. Karena kiamat sudah dekat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 24 November 2017

Jafrinal Effendi Terpilih Jadi Ketua GP Ansor Pasbar

Pasaman Barat, PKS Piyungan Taubat. Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Ansor Pasaman Barat Jafrinal Effendi terpilih menjadi Ketua GP Ansor Pasaman Barat ? masa bakti 2014-2018. Ia diamanahkan untuk memimpin GP Ansor pada Konferensi Cabang GP Ansor Pasaman Barat di aula UPK PNPM Kinali, Sabtu (29/11).

Jafrinal Effendi Terpilih Jadi Ketua GP Ansor Pasbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jafrinal Effendi Terpilih Jadi Ketua GP Ansor Pasbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jafrinal Effendi Terpilih Jadi Ketua GP Ansor Pasbar

"Peluang dan potensi untuk membesarkan Ansor di Pasaman Barat besar. Hanya selama ini kurang diurus dengan baik. Agenda yang mendesak untuk dilakukan adalah Pelatihan Kader Dasar (PKD) di kalangan pengurus Ansor nantinya," kata Jafrinal.

Rais Syuriyah PCNU Nurohman menyebutkan, belakangan ini berbagai amalan yang rutin dilakukan warga nadhiyin (NU dan Ansor) seperti wiridan, yasinan, tahlilan, ziarah bahkan sampai peringatan maulud Nabi Muhammad Saw pun mulai ada pihak tertentu yang mengatakannya bidah dan harus dilarang. Sehingga tidak jarang terjadi gesekan di tengah masyarakat.

PKS Piyungan Taubat

"Ansor sebagai anaknya NU jangan sampai memberantas perbuatan maksiat dengan tindakan kekerasan, yang berujung pula dengan perbuatan maksiat. ? Ansor harus tampil dengan nilai-nilai Islam rahmatan lilalamin," kata Nurohman.

PKS Piyungan Taubat

Terkait dengan kondisi alam Sumatera Barat yang sering terjadi bencana, Banser sebagai bagian inti dari Ansor diharapkan dapat mempersiapkan diri lebih matang dan terlatih. Sehingga bila terjadi bencana alam, Ansor bisa menurunkan Bansernya untuk turut dalam penanggulangan korban bencana tersebut, harap Nurohman. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 23 November 2017

Grup Debu Ramaikan Malam Taaruf Konferensi Internasional Bela Negara

Pekalongan, PKS Piyungan Taubat. Malam taaruf peserta konferensi internasional ulama ‘bela negara’ yang berlangsung di Kota Pekalongan terasa istimewa. Pasalnya, salah satu grup musik reliji asal Amerika yang melantai di Indonesia sejak tahun 2001 silam, Grup Debu akan mengisi dengan lagu lagu andalannya.

Kegiatan malam taaruf yang dilangsungkan di Gedung Kanzus Sholawat akan diikuti oleh seluruh peserta dari dalam dan luar negeri, Habib Luthfy bin Yahya selaku shohibul bait ? dan seluruh jajaran Pengurus Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN).

Grup Debu Ramaikan Malam Taaruf Konferensi Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Grup Debu Ramaikan Malam Taaruf Konferensi Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Grup Debu Ramaikan Malam Taaruf Konferensi Internasional Bela Negara

Sebagaimana diketahui, Debu adalah kelompok pemusik muslim ? Sufi yang anggotanya berasal dari berbagai negara. Pertama kali tampil pada tahun 2001 dan sekarang berbasis di Indonesia. Kelompok musik Debu saat ini beranggotakan 12 orang, masing-masing 6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Sebagian besar anggota Debu berasal dari Amerika Serikat, tetapi ada juga anggota yang berasal dari Swedia, Inggris, dan terakhir, bergabung juga anggota dari Indonesia.?

Musik yang dimainkan Debu kaya nuansa dengan dentaman rebana pada paduan alunan irama ala Timur Tengah, country, bahkan jazz dan world music. Berbagai alat musik dari berbagai negara turut melengkapi keragaman musik mereka, seperti santur dari Iran, tambura dari Turki, gendok-gendok dari Sulawesi Selatan digabungkan dengan harmonis bersama harpa, biola, bass dan berbagai jenis perkusi. Sedangkan lirik-lirik lagunya sufistik, mistis, lahir dari kalbu yang mabuk cinta dan kerinduan pada Allah SWT.

PKS Piyungan Taubat

Kelompok musik ini lahir di Amerika Serikat di bawah bimbingan Syekh Fattaah, pendiri Debu sekaligus guru tasawwuf mereka. Saat di Amerika Serikat, nama kelompok musik mereka adalah Dust on the Road atau Debu di Jalanan. Personel Dust on the Road adalah orang tua sebagian besar personel Debu yang sekarang. Mereka hijrah ke Indonesia pada tahun 1999. Setelah di Indonesia mereka mengubah nama mereka menjadi Debu dengan perubahan formasi. Beberapa personel terdahulu adalah pengajar di pesantren milik Universitas Muslim Indonesia di Makassar.

Selain itu, panitia konferensi juga menggelar istighotsah sebagai kegiatan pra konferensi yang pembukaannya akan dilangsungkan di Gedung Junaid, Rabu (27/7) yang dihadiri tidak kurang dari 2000 undangan peserta dari dalam dan luar negeri. Sedangkan siang harinya hingga Jumat (29/7) peserta utusan khusus dan dari delegasi 40 negara akan membahas masalah bela negara di Hotel Santika Pekalongan.

Sementara itu, ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, hingga berita ini ditulis masih melakukan regist rasi untuk mendapatkan fasilitas akomodasi penginapan di rumah rumah penduduk, sedangkan peserta khusus dan delegasi 40 negara diinapkan di Hotel Santika, Horison dan Istana Pekalongan. (Abdul Muiz/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Meme Islam, Berita PKS Piyungan Taubat

Rabu, 22 November 2017

Banyak Orang Kurang Paham Hadits, Merasa Islami

Tangsel, PKS Piyungan Taubat. Menteri Agama RI Drs Lukman Hakim Saefuddin mengapresiasi keberadaan pesantren Darussunnah sebagai salah satu pesantren yang menjadikan Ilmu Hadis sebagai bahan kajian utama. Menurutnya, kajian hadits selama ini terbilang minim di lembaga pendidikan agama baik formal maupun informal. Dampaknya, banyak orang tidak begitu mengerti hadits.

Banyak Orang Kurang Paham Hadits, Merasa Islami (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Orang Kurang Paham Hadits, Merasa Islami (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Orang Kurang Paham Hadits, Merasa Islami

“Kajian hadis di Indonesia, utamanya masih menjadikan hadis sebagai bahan bacaan saja, belum menjadikannya sebagai kajian ilmu yang mandiri,” kata Lukman pada Wisuda ke-13 Pesantren Ilmu Hadis Darussunnah di Ciputat, Sabtu (6/6).

Dalam pidato di wisuda pesantren asuhan KH ali Musthofa Ya’kub ini, Lukman menyatakan terima kasih atas kehadiran pesantren Darussunnah. Menurutnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan asli Indonesia yang selalu dinamis, kreatif, dan inovatif dalam perkembangan zaman.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengharapkan pesantren ini akan melakukan kajian terhadap hadits dan melakukan pengembangan terhadap kajian hadits. Ia mendorong terus aktivitas pesantren ini kendati minimnya kajian hadits di Indonesia.

PKS Piyungan Taubat

“Hal ini semoga dapat ditekankan, agar masyarakat mendapatkan pengetahuan yang baik mengenai ilmu agama, khususnya dalam bidang hadits dengan kontekstualisasi nilai-nilai Islam khas Indonesia," harap Lukman.

Tampak hadir pada wisuda pesantren yang meluluskan 47 santri ini Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Dede Rosyada, Atase Keagamaan Kedutaan Malaysia, Mantan Duta Besar RI untuk Syria, serta perwakilan dari pesantren cabang Darussunnah di Malaysia. Selain itu, diundang pula masyarakat daerah kampung Pisangan Barat, kawasan Pesantren Darussunnah ini berdiri.

Direktur Pesantren Darussunnah Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub menyatakan bahwa wisuda bukanlah akhir dari belajar. “Setelah wisuda, kalian akan memasuki belajar yang lebih serius dan bertanggung jawab.”

“Para wisudawan diharapkan mampu menjadi alumni yang mampu menjadi pembantu mandat Nabi Muhammad untuk menyebarkan nilai Islam terutama dalam kajian ilmu hadits dengan konteks budaya Indonesia,” kata Kiai Ali. (M Iqbal Syauqi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 18 November 2017

Jalan Aspal Bulan Lima

Oleh Abdullah Zuma

Orang-orang Pojok terharu ketika drum-drum berisi aspal datang ke kampung mereka. Sebentar lagi jalan desa akan hitam seperti di kota, cita-cita bertahun-tahun hampir terlaksana. Mereka masih ingat merelakan sebagian tanahnya untuk pelebaran jalan. Pohon kelapa, nangka, rambutan yang sedang berbuah dirobohkan. Menurut Pak Kades waktu itu, jalan kampung Pojok akan diaspal pada bulan lima tahun itu juga.

Bulan lima tiba, pengaspalan ternyata omong kosong belaka. Masyarakat bertanya, tapi tak ada jawaban pasti. Pak Kades jarang di kantor desa, di rumah pun isterinya selalu menggeleng kepala. Jika diantara mereka ada yang berani menagih janji, akan mendapat janji lain. Mereka hanya bisa bersabar, menunggu sambil membajak sawah, menyiangi kebun, membabat huma, dan tetap membayar pajak karena Pak Kadus tak pernah absen menagih meski kakinya dijangkit reumatik. Mungkin bulan lima tahun depan. Mereka terus memelihara harapan.

Jalan Aspal Bulan Lima (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Aspal Bulan Lima (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Aspal Bulan Lima

Bulan lima datang lagi. Mungkin aspal akan datang. Hari demi hari mereka lalui dengan harap-harap cemas. Ketika bulan itu lewat, masyarakat Pojok kembali bertanya kepada Pak Kades. Mereka mendapat jawaban berbelit-belit, panjang lebar, tak sepenuhnya dimengerti. Mereka pun pulang dengan menggondol jawaban yang justru berisi tanya, “ada apa dengan Pak Kades?”

PKS Piyungan Taubat

Masyarakat Pojok kembali mencangkul sawah, menyabit rumput, menggembala kerbau, menyiangi kebun, membabat huma. Tentu saja sambil menunggu aspal dengan sabar. Mereka yakin orang sabar disayang Tuhan. Dan tentu saja tetap membayar pajak karena Pak Kadus tak pernah absen menunaikannya meski kakinya belum sembuh dari reumatik.

Bulan lima datang lagi. Lalu pergi tanpa pamit. Tanpa membawa aspal. Tanpa stoom. Mungkin tahun besok. Mungkin tahun lusa. Mungkin tahun depannya lagi. Ketika pemerintahan desa berganti, mereka berharap banyak kejelasan bulan lima. Tapi ketika ditanyakan, mereka hanya mendapatkan jawaban mengecewakan, “itu urusan pemerintah yang lalu, kami tidak tahu-menahu.” Kades baru rupanya tak berbeda dengan Kades sebelumnya. Cuma lain orang saja.

PKS Piyungan Taubat

Sesepuh kampung Pojok yang mengetahui asal-muasal aspal bulan lima satu per satu tutup usia. Biasanya sebelum mengembuskan napas terakhir, berwasiat pada anak-cucunya, “bulan lima jalan kampung kita akan diaspal.”

Orang-orang yang mendengar, bertanya hampir berbarengan, “bulan lima tahun kapan?” Orang tua itu tak memberi jawaban karena keburu meregang nyawa. Ia pergi selamanya tanpa melihat aspal.

Masyarakat kampung Pojok tetap yakin jalan mereka akan diaspal bulan lima cuma entah tahun kapan. Tapi tak mungkin dilupakan. Mereka merawat bulan lima sambil merawat padi, menyiangi kebun, membabat huma, menggembal kerbau. Mereka mengaitkan bulan lima pada peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Misalnya, gagal panen tahun itu terjadi dua bulan sebelum bulan lima. Di tahun lain, mereka mengingat gerhana matahari sebulan setelah bulan lima. Atau rumah tetangganya terbakar di akhir bulan lima.

Di percakapan-percakapan remeh di warung kopi, taruhan anak-anak waktu main gundu dan layang-layang, rencana pernikahan pasangan baru, muncul setelah, sebelum, awal, akhir bulan lima. Para orang tua selalu membisikan pada telinga bayi yang baru lahir, jalan akan diaspal bulan lima.

***

Kini drum-drum aspal itu mulai dipanaskan. Stoom merayap seperti ulat meratakan batu kerikil. Para pekerja begitu sibuk. Tanpa komando, ibu-ibu dengan suka rela membawa ceret dan gelas buat mereka. Anak-anak memperhatikan dari kejauhan. Seluruh masyarakat menunda pergi ke sawah dan kebun. Mereka hampir tak percaya akan pandangan sendiri. Jalan kampung Pojok akan hitam dan rata seperti di kota.

Tapi persoalannya pengaspalan bukan pada bulan lima, melainkan dua belas. Masyarakat hampir saja tak mempedulikan pengaspalan bulan lima. Dalam pikiran mereka, yang penting sekarang jalan diaspal, tak peduli bulan apapun. Tapi para orang tua yang ingat betul wasiat orang tuanya yang sudah mati, bertanya-tanya, ini tidak sesuai dengan janji leluhur.

“Aku bermimpi almarhum orang tuaku datang. Dia bilang, jika pengaspalan terjadi bukan di bulan lima, jalan tidak akan bertahan lama. Selain itu, akan datang sesuatu yang belum pernah terjadi,” kata seorang warga ketika ngobrol bersama teman-temannya di pos ronda.

“Apa maksudnya mimpi itu?”

“Aku sendiri tidak paham.”

“Akan datang sesuatu itu apa?”

“Bisa jadi ada suatu hal yang tidak kita inginkan. Tapi aku tak tahu pasti.”

“Sebenarnya aku juga berpikir seperti itu. Pengaspalan jelas tak sesuai dengan apa yang dikabarkan orang tua kita.”

“Aku takut terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.”

Mereka kemudian sepakat menyuruh salah seorang untuk menanyakannya pada para pekerja esok hari.

“Kenapa pengaspalan jalan bukan bulan lima?”

“Kami tidak tahu-menahu soal itu. Kami hanya pekerja. Cuma menjalankan tugas. Coba tanya pada mandor kami,” jawab pekerja itu sambil menunjuk kepada orang bertopi, berkacamata, dan bersepatu hitam.

Meski ragu, orang itu mendekati Mandor.

“Pak, kalau boleh saya tahu, kenapa pengaspalan jalan ini bukan bulan lima?”

“Memangnya kenapa?” orang itu balik bertanya.

“Setahu kami, pengaspalan jalan dilakukan bulan lima. Begitulah orang tua kami menceritakan.”

Mandor itu tertegun sebentar, kemudian tersenyum, “kalau soal itu kami tidak tahu-menahu. Kami hanya menjalankan tugas atasan kami. Pada bulan satu nanti akan ada Pilkada. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.”

Kemudian Mandor itu membisikkan sesuatu. Meski tak mengerti sepenuhnya, orang itu mengangguk-angguk. Tapi dalam hatinya bertanya-tanya, kenapa pengaspalan jalan dihubung-hubungkan dengan Pilkada, Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yang tak dikenalnya. Bukankah pengaspalan pasti terjadi karena sudah janji leluhur, tanpa ada Pilkada sekali pun. Dia bingung bagaimana bercerita kepada teman-temannya.

Pada hari berikutnya, Mandor membagikan kalender kepada seluruh warga kampung Pojok sambil membisikkan sesuatu. Mereka masih tidak paham, kenapa pengaspalan dihubungkan dengan kalender? Ini tak ada ceritanya di wasiat leluhur mereka.

***

Pengaspalan jalan kampung Pojok selesai. Para pekerja pulang bersama stoom yang dilepas haru seluruh kampung. Kendaraan roda dua dan roda empat lewat di jalan itu. Tapi bukan milik orang kampung Pojok, melainkan milik kampung tetangga. Mereka hanya penonton di pinggir jalan.

Orang-orang kampung Pojok lantas berpikir, buat apa aspal kalau toh mereka masih jalan kaki. Sebagian orang memaksakan diri membeli kendaraan roda dua. Anak-anak mereka merengek minta sepeda. Orang tua terpaksa menjual kambing. Anak-anak muda mengasah golok setajam-tajamnya, lalu mengancam orang tuanya agar dibelikan motor. Hatinya panas karena kekasihnya dibonceng pemuda kampung sebelah. Orang tua terpaksa menjual kerbau atau sawah. Ada juga yang menggadaikan kebun atau rumah.

Tak pernah diduga sebelumnya, maling pun berkeliaran di kampung Pojok. Dengan mudah mereka mencungkil palang pintu dapur atau merobek bilik dengan golok. Kemudian kabur lewat jalan aspal. Jika maling itu tertangakap, dibakar hidup-hidup. Hal yang tidak pernah terjadi dalam catatan ingatan mereka. Para orang tua menggeleng-gelengkan kepala. Mereka semakin yakin pengaspalan tidak sesuai dengan yang diceritakan almarhum orang tuanya, bukan bulan lima.

Setahun kemudian, jalan kampung Pojok rusak berat. Hujan deras melubangi banyak titiknya. Lubang-lubang genangan hampir seperti kolam ikan. Kerikil-kerikil yang copot membuat pengendara yang melaluinya sakit pantat. Orang-orang kampung Pojok tak paham? kenapa aspal yang dijanjikan leluhur tak bertahan lama. Di wasiat tak ada keterangan itu. Mereka kemudian ingat kalender yang dibagikan Mandor aspal. Pada Pilkada, mereka memilih gambar itu.

Ciputat 25 Desember 2007

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kyai, Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock