Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Menag Tekankan Pentingnya Keberadaan Pesantren Kampus

Jember, PKS Piyungan Taubat. Secara resmi Jember telah memiliki IAIN. Ini ditandai dengan peresmian perubahan status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember oleh  Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin di Aula IAIN Jember, Kamis (23/4). 

Peresmian tersebut merupakan puncak dari seluruh rangkaian saremonial perubahan status  IAIN Jember. Sebelumnya, launching tranformasi status telah dilakukan oleh Presiden Jokowi di Istana Negara Desember 2014. Rektor IAIN Jember, Babun Suharto juga sudah dilantik oleh Menteri Agama RI, Maret 2015 lalu.

Menag Tekankan Pentingnya Keberadaan Pesantren Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Tekankan Pentingnya Keberadaan Pesantren Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Tekankan Pentingnya Keberadaan Pesantren Kampus

Dalam kesempatan yang sama, Menag juga meresmikan peresmian gedung Mahad Al-Jami’ah Syaifuddin Zuhri di kompleks IAIN Jember. Dalam sambutannya, Menag Lukman Hakim menekankan pentingnya keberadaan pesantren kampus (Mahad Al-Jami’ah) pada lembaga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 

PKS Piyungan Taubat

Sehingga, lanjutnya, menjadi ciri khas tersendiri (karakter) sebagai lembaga pendidikan tinggi, apalagi jika dibandingkan dengan lembaga perguruan tinggi umum lainnya. 

"Keberadaan Mahad Al-Jami’ah pada lembaga PTKIN  sangat berguna khususnya untuk pembinaan mahasiswa dan peningkatan kultur akademik," ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Menteri Lukman Hakim, penyelenggaraan Mahad Al-Jami’ah dapat dilakukan secara kreatif dengan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki serta melibatkan stakeholders perguruan tinggi, bahkan dalam penyelenggaraannya kelak,  bisa diterapkan syarat berupa kewajiban bagi mahasiswa baru untuk bisa nyantri minimal selama satu tahun. 

"Ini supaya nuansa kesantrian mahaiswa lebih kental," tukasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Berita PKS Piyungan Taubat

Selasa, 13 Februari 2018

Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran

Makassar, PKS Piyungan Taubat. Muslimat NU Kota Makassar menyerahkan bantuan sejumlah 50 paket sembako kepada korban kebakaran di jalan Kandea kota Makassar, Jumat (21/5). Mereka turut prihatin atas musibah kebakaran pada Kamis (14/5) lalu yang membuat 40 kepala rumah tangga kehilangan tempat tinggal.

Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran

Ketua Muslimat NU Makassar Hj Syukriah Ahmad memimpin lansung penyerahan bantuan. Ia mengajak masyarakat yang sedang tertimpa musibah untuk bersabar.

"Kami warga Muslimat NU Kota Makassar sangat prihatin dan turut merasakan kesedihan masyarakat yang tertimpa musibah ini," kata Hj Syukriah.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, bantuan ini secara materi tidak seberapa nilainya. Namun ia berharap sedikit upaya ini bisa meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.

Setiap paketnya memuat beras, gula dan teh. Muslimat NU Makassar menyerahkan langsung kepada panitia penerimaan bantuan kebakaran. (Rahman Hasanuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Sejarah, Doa PKS Piyungan Taubat

Selasa, 06 Februari 2018

Bagaimana Penerimaan Konsep Islam Nusantara oleh Ulama Mancanegara?

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin mengungkapkan bahwa konsep Islam Nusantara yang digulirkan oleh Nahdlatul Ulama disambut baik, disetujui, dan siap diterapkan oleh ulama moderat dari seluruh penjuru dunia muslim yang ikut menghadiri kegiatan International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta Convention Centre, Jakarta (9-11/5) bertajuk Islam Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia

Meskipun pada awalnya menuai penolakan dari sebagian kecil tokoh muslim di negeri kita yang enggan melakukan klarifikasi kepada PBNU dan sebenarnya tidak tahu menahu atau gagal paham dengan esensi Islam Nusantara.

Bagaimana Penerimaan Konsep Islam Nusantara oleh Ulama Mancanegara? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Penerimaan Konsep Islam Nusantara oleh Ulama Mancanegara? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Penerimaan Konsep Islam Nusantara oleh Ulama Mancanegara?

Gus Ishom menilai bahwa sikap penolakan ini merupakan ciri khas sebagian umat Islam di negeri kita yang cenderung lebih suka menerima apa saja yang datang dari luar negeri, seperti HTI misalnya, meskipun tidak tahu apa manfaat dan bahayanya, dari pada apa yang murni digagas oleh tokoh-tokoh muslim nasionalis yang paling berpengaruh di negeri sendiri.

"Para peserta Isomil banyak berharap kepada NU sebagai organisasi umat Islam terbesar di dunia untuk proaktif bekerja sama dalam mewujudkan perdamaian di seluruh wilayah muslim di Timur Tengah yang terus dilanda konflik dan peperangan yang sangat merugikan umat Islam, namun menguntungkan negara-negara Barat seperti Amerika dan sekutu-sekutunya," jelas Gus Ishom kepada PKS Piyungan Taubat lewat pesan singkatnya, Selasa (10/5).

Menurutnya, keutuhan NKRI yang terjaga dengan baik tidak terlepas dari peran besar warga NU yang sangat menaati para kiai mereka dalam hal pentingnya mencintai dan membela tanah air (nasionalisme/al-wathaniyyah) dan kepatuhan terhadap ajaran agama. 

PKS Piyungan Taubat

"Keutuhan, kedamaian, dan persatuan umat Islam dan non-muslim di seluruh penjuru Indonesia yang dibangun atas darus salam bukan darul Islam dengan dasar Pancasila itu sangatlah layak diteladani oleh umat manusia di seluruh dunia, baik di Barat maupun di Timur, terutama negara-negara muslim di Timur Tengah," tegasnya.

Oleh karena itu, imbuhnya, umat Islam wajib membangun kesadaran beragama yang lebih positif, menciptakan solidaritas, mewujudkan persatuan di bawah kepemimpinan setiap ulamanya untuk mencegah terjadinya setiap kekerasan, pertikaian dan pertumpahan darah atas nama agama. 

“Karena yang demikian itu justru merusak citra ajaran Islam dan menodai kehormatan umat Islam di hadapan non muslim di seluruh penjuru dunia, serta menciptakan ketegangan, kekerasan dan kecurigaan terhadap umat Islam sendiri,” tutur Ishom.

PKS Piyungan Taubat

Dia berharap agar umat Islam Indonesia, terutama para tokohnya, agar tidak tergesa-gesa menolak konsep Islam Nusantara yang tiada lain adalah Islam Ahlussunnah wal-Jamaah an-Nahdliyyah yang mencita-citakan terwujudnya Islam rahmatan lil-alamin melalui prinsip-prinsip keadilan, moderasi, toleransi, dan keseimbangan.

“Sebagaimana yang selalu diperjuangkan oleh para pendiri dan para kiai NU sepanjang hayatnya," tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Selasa, 30 Januari 2018

CBDRMNU Finalisasi Modul Penanggulangan Bencana

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Setelah bekerja keras hampir satu tahun, akhirnya modul penanggulangan bencana ala NU yang berbasiskan pesantren dan masyarakat difinalisasi dalam wokshop ke 3 yang diselenggarakan mulai 18-20 Juni di Bandung,

Program Manager Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU) Avianto Muhtadi menjelaskan bahwa konsep penanganan bencana yang dikembangkan oleh NU lebih bersifat preventif, bukan emergency response.

Untuk menyusun modul ini, tim CBDRMNU telah melakukan survey ke tiga pesantren percontohan, melakukan ToT kepada para santri dan selanjutnya para santri juga sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat di sekitarnya. Masing-masing tahapan tersebut memberikan masukan yang sangat berharga dalam penyusunan modul.

CBDRMNU Finalisasi Modul Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
CBDRMNU Finalisasi Modul Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

CBDRMNU Finalisasi Modul Penanggulangan Bencana

Pesantren percontohan juga dipilih berdasarkan karakteristik kerawanan bencana yang berbeda. Pesantren Assidiqiyah Jakarta dipilih mewakili ancaman bencana banjir dan kebakaran. Pesantren Darussalam Watucongol dipilih mewakili ancaman bencana gunung berapi sedangkan Pesantren Nurul Islam dipilih mewakili ancaman bencana tanah longsor.

Ketua Banser DKI ini menjelaskan penanganan bencana berbasis komunitas yang dikembangkan oleh NU ini melibatkan tiga fihak dimasing-masing lokasi, yaitu pesantren, PCNU setempat dan masyarakat. Karena itu, dalam workshop ini masing-masing kelompok diwakili oleh 2 orang.

Dalam pertemuan finalisasi ini, masih terdapat masukan dari tiga pesantren yang menjadi proyek percontohan. Untuk Ponpes Assiddiqiyah mereka membuat program pengurukan dan pembersihan kali. Untuk pesantren Nurul Islam mereka meminta adanya reboisasi guna mencegah terjadinya banjir sedangkan Ponpes Darussalam Watucongol meminta dibuatkan jalur evakuasi.?

PKS Piyungan Taubat

Avianto menjelaskan sejauh ini AusAid sebagai penyandang dana untuk program ini telah berkomitmen untuk membantu program awal penanggulangan bencana yang diusulkan oleh masing-masing pesantren, namun dana yang diberikan sifatnya hanya sebagai pancingan. Selanjutnya pesantren dan masyarakat diharapkan dapat mengembangkannya upaya penanggulangan bencana ini dengan melibatkan elemen masyarakat lainnya seperti Satlak dan Pemda setempat.

PKS Piyungan Taubat

“Mereka kita jadikan ujung tombak NU dalam penanggulangan bencana berbasis pesantren. Kita tidak hanya berwacana dalam kelas, tatapi action langsung di lapangan, Sasat ini sudah 500 orang santri dan masyarakat yang sudah dilatih menangani bencana,” tandasnya.

Kendala yang masih dihadapi saat ini adalah status kelambagaan yang menaunginya karena dalam NU, belum ada lembaga khusus yang menanganinya “Mereka menanyakan bagaimana kelembagaannya, dimana keterlibatan PCNU dan pesantren serta masyarakat sementara NU tidak memiliki lembaga khusus ini,” tuturnya.

Modul yang rencananya akan dikembangkan ke 15 pesantren ini materinya berisi pengenalan bencana, preparedness, aspek teologis, penyadaran lewat moral dan akhlak, sama apa yang harus dilakukan, dan pengorganisasian masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut 18 orang yang mewakili tiga lokasi rawan bencana sedangkan para pembicara datang dari PBNU, ITB dan LSM peduli bencana dan lingkungan seperti ACF dan Walhi. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Selasa, 23 Januari 2018

PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu

Pangkalpinang, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Wilayah Nahdlathul Ulama (PWNU) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengadakan Pemberian Santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa, pada? Sabtu mendatang, 19 Juli 2014, bertempat di Kantor sekretariat PWNU Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang.

Demikian dikatakan M. Harjuna, ketua panitia kegiatan disela-sela? Bazar Ramadhan Pasar Murah Sembako, Senin, 14 Juli 2014.? Sebanyak 100 anak-anak yatim piatu dan 100 orang kaum dhuafa di sekita Kota Pangkalpinang akan menerima santunan berupa uang dan paket lebaran.

PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu

“Kegiatan ini merupakan salah satu bukti kepedulian PWNU Kepulauan Bangka Belitung terhadap masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi sehingga dapat membantu meringankan beban hidup mereka,”? ujar M. Harjuna yang juga mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Syeikh Abdurrahman Shiddik, Pangkalpinang.

PKS Piyungan Taubat

“Pemberian santunan nanti akan diserahkan langsung oleh Ketua PWNU Kepulauan Bangka Belitung Haji? Agus Erwin, dan dihadiri para habaib, pengurus ranting dan cabang diwilayah Pulau Bangka,” lanjutnya.

PKS Piyungan Taubat

Salah seorang pengurus PWNU Kepulauan Bangka Belitung, Drs. Ruslan, mengatakan bahwa pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Ramadhan PWNU Kepulauan Bangka Belitung tahun 1435 Hijriyah.? ?

Kegiatan lainnya adalah Bazar Ramadhan berupa pasar murah sembako yang telah dimulai pada tanggal 04 Juli 2014 lalu, dan rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup pada tanggal 27 Juli 2014 nanti atau satu hari sebelum hari raya Idul Fitri.

“Sembako yang dijual disini harganya jauh lebih murah dari harga dipasaran, seperti gandum satu kgnya Rp 9000,-, minyak goreng merk fortune satu liter Rp 11.500,-, satu lusin mie instant Rp 9.000,-, gula pasir satu kilo Rp 10.500,-, dan beras pulen 5 kg dijual Rp 44.000,” kata Drs. Ruslan. (Hardi Alqadry/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Kiai, Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Minggu, 21 Januari 2018

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Sebagai perkumpulan yang mewadahi para pelajar Nahdlatul Ulama, IPNU dan IPPNU selayaknya sering menjalin komunikasi kepada para pengurus Badan Otonom NU lainnya yang lebih dewasa.?

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tanfidziyyah NU cabang Kudus, H Abdul Hadi pada pembukaan peringatan Hari Lahir IPNU ke-61 dan IPPNU ke-60 di aula Gedung NU Kudus Selasa, (24/2).

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU

Usai menghaturkan ucapan selamat hari kelahiran beserta doa harapan, Abdul Hadi kemudian memberikan beberapa pesan kepada ratusan pengurus IPNU-IPPNU se-kabupaten Kudus yang hadir pada acara tersebut.

PKS Piyungan Taubat

“Pengurus IPNU-IPPNU harus sering-sering silaturrahim dan konsultasi kepada NU, LP Ma’arif, juga kepada sesama pimpinan IPNU-IPPNU, jangan sampai putus,” ujar Abdul Hadi.?

Disampaikannya, bahwa ketika IPNU-IPPNU menghadapi masalah, apapun itu, sebaiknya disampaikan saja. Menurutnya, NU dan Banom sudah sepantasnya saling terbuka dan membantu.

PKS Piyungan Taubat

Di ulang tahun ini, diharapkan agar IPNU bersama IPPNU semakin mampu menjalankan tugas dengan disiplin dan tertata rapi. “Buatlah kegiatan yang sederhana saja, yang terjangkau, tapi terorganisir dengan baik,” paparnya.

Menurutnya, IPNU-IPPNU juga harus menjalankan organisasi dengan transparansi yang maksimal, sedari administrasi hingga persoalan dana. Organisasi dijalankan dengan ikhlas untuk kepentingan meningkatkan kualitas dan kuantitas NU.

Perayaan Harlah diresmikan dengan pemotongan tumpeng oleh KH M Ulil Albab, Rois Syuriah NU Kudus dan diserahkan kepada pengurus IPNU dan IPPNU Kudus, Joni Prabowo dan Septiyanti.?

Acara dilanjutkan dengan sarasehan bersama alumni dan nonton bareng video dokumentasi perjalanan IPNU-IPPNU Kudus dari masa ke masa. Terakhir, dibacakan doa manaqib. (Istahiyyah/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 20 Januari 2018

Banser Kobar Masuk Penjara Karena Jual Jamu Tradisional

Kotawaringin Barat, PKS Piyungan Taubat 



Nasib naas dialami Warioboro (53) warga Karang Mulya, Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Ia masuk jeruji besi Mapolsek Pangkalan Banteng hanya karena menjual jamu tradisional yang diberi nama Jamu Klanceng.

Warioboro adalah satu dari sekian banyak anggota Barisan Serbaguna (Banser) yang sangat aktif di Kobar. Untuk menghidupi keluarga, ia membantu istrinya membuat jamu seduh yang merupakan warisan turun-temurun racikan dari orang tuanya. 

Banser Kobar Masuk Penjara Karena Jual Jamu Tradisional (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Kobar Masuk Penjara Karena Jual Jamu Tradisional (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Kobar Masuk Penjara Karena Jual Jamu Tradisional

Pekerjaan itu dilakoninya selama puluhan hingga kini karena ternyata banyak pelanggan yang cocok. Karena banyaknya permintaan, banyak pelanggan yang memintanya untuk memproduksi lebih banyak serta mengurus izin usahanya.

"Meskipun saya miskin, tapi saya ingin rezeki yang halal dan berkah. Kalau yang saya lakukan ini dianggap salah, ya saya terima, toh saya juga punya surat izin dari kecamatan," ucap Wario sambil sesekali menyeka air matanya, Kamis (14/12).

PKS Piyungan Taubat

Menanggapi persoalan ini, Kepala Satuan Koordinator Cabang (Kasatkorcab) Kobar, Muhammad Rozikin ikut memberikan dukungan kepada anggotanya. Bahkan, mereka juga siap pasang badan dalam kasus ini.

"Kami wajib memberikan dukungan penuh. Apalagi dalam kasus ini belum tentu dia salah," ujar Rozikin kepada PKS Piyungan Taubat.

Kepala Satuan Provos (Kasat Provos) yang juga Kabiro Rendikal Barisan Serba Guna (Banser) Kotawaringin Barat, Bin Maruf, juga siap mendukung penuh kepada Warioboro.

"Perkembangan kasus ini selalu kami pantau. Warioboro adalah anggota Banser yang selalu aktif dalam kegiatan. Maka hal ini juga menjadi kewajiban kami untuk membantunya," tegasnya.

Seperti yang dilansir banyak media sebelumnya, kasus yang menimpa Warioboro ini terjadi pada November lalu. Meski sudah mengantongi Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) dari kecamatan, tapi masih dianggap salah oleh pihak kepolisian. Karena itu, ia harus meringkuk di sel tahanan Polsek Arut Selatan sebagai titipan dari Polsek Pangkalan Banteng. (Suhud Masud/Abdullah Alawi) 

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Habib PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Gus Dur dan Keseteraan Gender

Sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memberikan inspirasi banyak orang. Hal ini erat kaitannya dengan perjuangan beliau dalam membela kaum minoritas. Pemikiran ulama asal Jombang itu telah memberi warna tersendiri dalam wacana kebangsaan selama ini.

Gus Dur dikenal sebagai kiai yang memperjuangkan dan menegakkan isu-isu demokrasi, pluralisme dan HAM. Tidak banyak orang yang dapat konsisten seperti halnya dilakukan oleh Gus Dur. Pemikiran dan perjuangannya didekasikan untuk kaum lemah, termasuk kaum perempuan. selama ini perempuan mengalami diskriminasi dalam berbagai bidang.?

Gus Dur dan Keseteraan Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Keseteraan Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Keseteraan Gender

Buku bertajuk Gus Dur di Mata Perempuan ini mengulas sosok feminisme Gus Dur. Buku ini mengeksplorasi pendapat para tokoh perempuan tentang Gus Dur. Para penulis yang semuanya perempuan ini menceritakan pengalaman apa yang mereka saksikan tentang pemikiran Gus Dur terkait kesetaraan dan pembebasan perempuan.?

PKS Piyungan Taubat

Pandangan-pandangan Gus Dur tentang toleransi dan demokrasi sudah sering disinggung. Namun pandangannya tentang gender dan kesetaraan masih belum banyak yang mengulas. Pandanganya mengenai kedudukan perempuan menunjukkan bahwa dirinya memang serius dalam melakukan pembebasan. Karena perempuan adalah semacam titik masuk dari berbagai pemikiran mengenai pembebasan dan kemanusiaan.

Tidak sekadar wacana, pembelaan Gus Dur terhadap perempuan dilakukan dalam berbagai sikap dan tuturan. Misalnya, Gus Dur ikut serta menolak Rancangan Undang-undang Pornografi dan Pornoaksi. Karena RUU tersebut justru berpotensi menjebak perempuan dalam dilema peran sosial.?

Perjuangan terhadap perempuan juga terlihat ketika Gus Dur menjabat sebagai presiden ke-4. Gus Dur memelopori terbitnya inpres presiden nomor 9 tahun 2000 mengenai pengarusutamaan gender. Pada perkembangannya inpres ini ditingkatkan menjadi UU Keadilan dan Kesetaraan Gender. ?

PKS Piyungan Taubat

Kepedulian Terhadap Perempuan

Bagi keluarga, Gus Dur adalah orang yang betul-betul menerapkan kesetaraan, bukan sekedar gaya hidup. Baginya, kesetaraan berangkat dari ruh hak asasi manusia yang sama. Sebagai adik kandung Gus Dur, Aisyah Baidhowi menitikberatkan pada kiprah dan pemikiran Gus Dur tentang perempuan di Nahdlatul Ulama (NU). Sejak Gus Dur terpilih pada Muktamar Situbondo 1984 sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU, Gus Dur selalu mendorong Muslimat untuk memperhatikan dan okus pada masalah-masalah kemasyarakatan yang lain, bukan hanya isu perempuan. Gus Dur juga selalu menasehatkan jangan berkutat di internal organisasi tetapi harus berani ekspansi, bekerjasama dengan organisasi-organisasi masyarakat di luar. (Halaman 52)

Ala’i Nadjib menuliskan Gus Dur di Mata Keluarga Inti. Tulisan ini berisi hasil wawancara Nadjib dengan istri dan anak-anak Gus Dur. Nadjib memotret kehidupan Gus Dur dalam keluarga. Terutama perhatian Gus Dur terhadap kesehatan reproduksi. Berdasarkan wawancara itu banyak yang disimak mengenai sikap Gus Dur sebagai seorang suami sekaligus bapak dari empat putrinya. Pola pendidikan yang diberikan kepada keluarganya adalah pendidikan yang membebaskan dan bertanggung jawab.

Pemikiran feminis Gus Dur terhadap perempuan tergambar melalui pandangannya terhadap ketimpangan relasi gender. Diskriminasi merupakan persoalan utama untuk membangun keharmonisan relasi gender.

Selain peduli terhadap perdamaian, pluralisme, demokrasi, dan pembelaan terhadap kaum minoritas. Gus Dur juga peduli terhadap hak asasi perempuan Indonesia. Gus Dur memiliki pemikiran-pemikiran yang sangat fundamental bagi terwujudnya kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki.

Jika dicermati, perjalanan karier dan kecendekiawanan Gus Dur juga tidak bisa lepas dari perempuan. Selain istri, Gus Dur memiliki empat putri. Bahkan, publik mengenal salah satu putri Gus Dur Yeni Wahid sebagai salah seorang tokoh politik masa kini. Di mata keluarga Gus Dur sebagai sosok pemimpin yang demokratis.?

Apabila ditelisik, pemikiran Gus Dur yang sdah maju pada eranya tentang kesetaraan sebenarnya telah tumbuh dari keluarga inti beliau, ayah dan ibunya. KH. Wahid Hasyim merupakan pelopor sekolah hakim perempuan pertama pada tahun 1950-an, saat beliau menjadi Menteri Agama.

Gus Dur adalah belantara makna yang seakan tak pernah habis digali. Sudah tak terhitung kajian dilakukan terhadap sosok dan pemikirannya dalam berbagai dimensi. Namun, buku ini memiliki keunikan dan kelebihan dibanding dengan karya-karya lainnya.

Buku ini berawal dari cita-cita Fatayat untuk mendokumentasikan, pandangan dan pengalaman perempuan terhadap sosok dan perjuangan Gus Dur. Buku ini terbit tidak lepas dari upaya Fatayat NU, sebagai organisasi gerakan perempuan di bawah Nahdlatul Ulama (NU). untuk terus menerus mengkampanyekan pemikiran feminisme yang berakar pada khasanah pemikiran dan tradisi keindonesian.

Data buku

Judul buku : Gus Dur di Mata Perempuan?

Editor : Ala’i Nadjib

Penerbit : Gading, Yogyakarta

Cetakan : 2014

Tebal: 296 Halaman

ISBN : 978-602-14913-9-3

Peresensi : Ahmad Suhendra El-Bughury, reporter majalah Bangkit PWNU DIY



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Tangerang Selatan, PKS Piyungan Taubat - Direkur Eksekutif Islam Nusantara Center (INC) Ahmad Ginanjar Sya’ban menerangkan dua tujuan penganugerahan Santri of The Year. Pertama, agenda ini diadakan untuk menemukan dan menampilkan tokoh atau figur santri yang telah memberikan sumbangsih berupa gagasan inovatif dan kerja serta karya dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

“Kedua, mampu membangkitkan motivasi dan dapat memberikan keteladanan generasi bagi generasi muda serta masyarakat umum untuk lebih giat membangun bangsa dan negaranya,” kata Ginanjar saat acara peluncuran penganugerahan Santri of The Year di Kantor INC Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Menurutnya, hingga hari ini santri masuk dan mengisi ruang-ruang dalam berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan sosial, keagamaan, pers, media, militer, politik bahkan hingga ke parlemen dan pemerintah. Tidak sedikit dari mereka yang mengharumkan nama santri.

PKS Piyungan Taubat

Oleh karena itu, lanjut Ginanjar, dalam rangka hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017, maka INC mengadakan agenda Santri of The Year.

Sementara itu, salah satu inisiator INC Zainul Milal Bizawie menegaskan, mereka yang mendapatkan Santri of The Year bukanlah orang yang paling hebat di antara lainnya, tetapi mereka adalah yang mampu memberikan inspirasi kepada orang lain.

Ia berharap, ke depan agenda ini akan menjadi sebuah penghargaan yang bergengsi dan kredibel sehingga ini bisa menjadi sebuah indikator bahwa santri memiki banyak kemampuan dan keterampilan di luar bidang keagamaan.

PKS Piyungan Taubat

“Sehingga yang lain tahu bahwa santri tidak hanya sarungan saja,” ucapnya.

Ada dua belas kategori nominasi yang dipilih untuk mendapatkan penghargaan, yaitu Santri Inspirasi Bidang Seni dan Budaya, Santri Inspirasi Bidang Pendampingan Umat (Dakwah), Santri Inspirasi Bidang Pendidikan, Santri Inspirasi Bidang Wirausaha, Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah, Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Enterpreneur Inspiratif, Santri Berprestasi Tingkat Internasional, Pahlawan Santri, Santri Mengabdi Sepanjang Hayat, dan Mahasantri Bhakti Negeri.

Polling akan dilakukan di di akun resmi Twitter Islam Nusantara Center @IslamNusantaraC. Selain itu, panitia juga akan terjun ke lapangan untuk menyebarkan angket atau keusioner ke pesantren-pesantren yang belum aktif menggunakan medsos agar mereka bisa mengusulkan nama-nama yang sesuai dengan kategori nominasi.

Masyarakat bisa menyetorkan nama-nama tokoh santri yang layak mendapatkan penghargaan tersebut berserta sesuai dengan kategori dan alasannya ke akun media sosial Islam Nusantara Center @islamnusantaracenter (IG) @IslamNusantaraC (Twitter), 081384478968 (WhatsApps). (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, RMI NU, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman

Ngawi, PKS Piyungan Taubat. Pesantren tidak dapat dipisahkan dengan kitab kuning. Lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, diadakan lomba hafalan nadzom yang diikuti ratusan santri dari berbagai pesantren.

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman

Lomba tersebut dikemas dalam acara Festival Sastra Religi, musabaqah hafalan nadzom yang dibagi menjadi 3 tingkatan yakni ula, wustho dan ulya.

Saat membuka acara, penggagas kegiatan ini, H Abdul Halim Iskandar mengemukakan, "Ini untuk memelihara dan menjaga tradisi keilmuan pesantren," katanya, Kamis (17/11).

PKS Piyungan Taubat

Menurut Ketua DPRD Jatim tersebut, tradisi menghafal nadzom gramatika Bahasa Arab baik Imrithi, Jurmiyah hingga Alfiyah sudah sedikit lemah. "Kegiatan ini untuk menghidupkan kembali tradisi keilmuan yang mempersatukan pesantren," ungkapnya.

Bagi Gus Halim (sapaan akrabnya), menghidupkan tradisi tersebut sangat penting tidak semata bagi keberlangsungan di pondok. "Yang juga penting adalah sebagai jaminan bahwa kajian di pesantren NU selalu menjaga persatuan dan keutuhan NKRI," sergahnya.

Lomba nadzom ini sudah berlangsung di 3 pesantren lain di Jatim yang dibedakan menjadi 4 zona.

Para pemenang dari berbagai zona nantinya akan bertemu kembali di babak final. "Pelaksanaannya tanggal 24 November di Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang," jelas Gus Halim.

PKS Piyungan Taubat

Babak penyisihan zona 4 ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Amnaniyah 2 Bangor Karangjati Ngawi. Para peserta adalah utusan 32 pesantren dari 10 kabupaten dan kota. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Warta PKS Piyungan Taubat

Selasa, 12 Desember 2017

Jaga Kondusifitas, PCNU Sidoarjo Jalin Silaturahmi dengan Kapolresta dan Instansi Terkait

Sidoarjo, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo menggelar pertemuan dengan Kapolresta, Dandim 0816, dan Kankemenag Sidoarjo dalam rangka membangun kondusifitas sosial politik Kabupaten Sidoarjo di aula PCNU Sidoarjo, Jalan Air Langga, Selasa (14/2). Pada pertemuan ini mereka membahas sejumlah isu meresahkan yang berkembang di tengah masyarakat.

Ketua PCNU Sidoarjo H Maskhun menjelaskan, silaturahmi ini bertujuan untuk mengklarifikasi dan tabayun. Ia mencontohkan, kalau dulu Kapolri kepada PBNU, Kapolda dengan PWNU dan Kapolresta dengan PCNU Sidoarjo.

Jaga Kondusifitas, PCNU Sidoarjo Jalin Silaturahmi dengan Kapolresta dan Instansi Terkait (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Kondusifitas, PCNU Sidoarjo Jalin Silaturahmi dengan Kapolresta dan Instansi Terkait (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Kondusifitas, PCNU Sidoarjo Jalin Silaturahmi dengan Kapolresta dan Instansi Terkait

"Silaturahmi ini juga menyikapi adanya isu terkini yang menimbulkan keresahan di kalangan NU yakni pendataan para kiai dan pesantren yang ujung-ujungnya diarahkan sertifikasi. PCNU menyikapi perlu klarifikasi dengan pihak terkait agar semuanya bisa diselesaikan kalau ada persoalan yang sempat diragukan di forum itu," kata Abah Maskhun.

Ia menceritakan, Nahdlatul Ulama memunyai pengalaman sejarah terkait pendataan kiai dan pesantren. Sedangkan pendataan itu sendiri mau dibawa ke mana dan ada apa.

PKS Piyungan Taubat

"Kita ciptakan forum silaturahmi ini dengan mengundang seluruh banom NU. Ada sebagian yang mempertanyakan, apalagi kalau yang mendata bukan domainnya apalagi aparat. Sedangkan PCNU punya data seluruh ketua takmir dan pesantren karena punya RMI. Itu yang membuat warga di tingkat bawah menjadi resah," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Abah Maskhun mengimbau warga NU agar tidak usah resah karena bagaimanapun pendataan di bawah kalau pun ada itu dilakukan oleh pihak KUA dan Kesra dalam rangka mengikat tali silaturahmi kepada tokoh di bawah agar tidak salah alamat.

Persoalan sertifikasi tidak perlu dikhawatirkan. Karena bagi NU, ustadz dan para kiai tidak perlu diragukan. Bersih. Semuanya menjunjung tinggi NKRI.

Sementara itu Kapolresta Sidoarjo Kombes Muh Anwar Nasir, sowan ke para kiai berpengaruh yang ada di Jatim, tidak lain adalah untuk menjalin silaturahmi. Karena, menurut Anwar, Kapolda Jatim masih baru dan ingin bersilaturahmi dengan para kiai.

"Surat Telegram Rahasia (STR) itu sebetulnya tidak boleh keluar. Namun STR Kapolda Jawa Timur tentang pendataan ulama tidak ada hal yang rahasia. Saya tahu persis Pak Kapolda buat STR. Tertanggal 30 Januari 2017, dalam rangka menjaga Kamtibmas dan para kiai di jajaran Polda Jatim para ulama yang berpengaruh di daerahnya," kata Anwar.

Ia mengatakan, Kapolda Jawa Timur juga meminta gagasan ada STR dibukukan termasuk tempat wisata, supaya Kapolda mengetahui para tokoh agama dan kiai. Ini tidak lain, untuk bersilaturahmi. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Bahtsul Masail, Nasional PKS Piyungan Taubat

Rabu, 29 November 2017

Dua Jenis Doa agar Segera Mendapat Panggilan Ibadah Haji

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat. Ibadah haji adalah ibadah yang tidak mengenal pangkat, jabatan dan golongan. Siapapun berhak dan bisa melaksanakanya selama ada niat lahir batin. Hal tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin ketika menghadiri safari haji di Desa Sentong Kecamatan Krejengan, Selasa (18/7) sore.

Dua Jenis Doa agar Segera Mendapat Panggilan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Jenis Doa agar Segera Mendapat Panggilan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Jenis Doa agar Segera Mendapat Panggilan Ibadah Haji

“Bagi yang belum berhaji, saya menyarankan untuk segera menabung dan niatkan khusus lahir bathin untuk ibadah haji sebelum ajal menjemput. Imbangi usaha tersebut dengan senantiasa berdoa kepada Allah agar segera mendapatkan panggilan ke tanah suci,” katanya.

Menurut Hasan ada dua jenis doa yang bisa di amalkan agar bisa segera mendapatkan panggilan menunaikan ibadah ke tanah suci. Yakni doa halus dan doa kasar. Kedua doa tersebut harus istiqomah dilakukan.

“Berdoalah di tiap sholat lima waktu, mintalah kepada Allah secara terus menerus. Ini merupakan doa halus. Kemudian mulailah menabung khusus untuk haji sebagai doa kasar nya. Dengan niat seperti ini maka Allah dan malaikatnya akan mengintervensi di dalamnya,” tegasnya.

Terkait dengan antrian panjang dalam pemberangkatan ibadah haji, Hasan menuturkan bahwa Allah memiliki berjuta cara yang tidak terbatas. Dengan hikmah dari silaturahim safari haji Insya Allah akan mempercepat untuk dipanggil menjadi tamu Allah.

PKS Piyungan Taubat

“Jangan permasalahkan waktu pemberangkatan, tabungkanlah uangnya dulu dan niatkan lahir bathin untuk haji niscaya akan ada jalan. Sebab dengan niat yang tulus maka malaikat sudah mencatat sebagai amalan ibadah haji,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Kepada para calon tamu Allah dan Rasulullah, Hasan mengharapkan agar ibadah haji ini dilaksanakan dengan niat ikhlas lahir dan batin untuk mencari ridho Allah dengan perasaan yang penuh kegembiraan.

“Lupakanlah sejenak segala permasalahan hidup, lipat gandakan kebahagiaanmu melebihi apapun. Karena sebentar lagi akan menjadi tamu Allah dan Rasulullah di tanah suci Mekkah dan Madinah,” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H. Santoso, Khatib PCNU Kota Kraksaan KH Wasik Hannan serta sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Bahtsul Masail, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Selasa, 28 November 2017

Hari Sumpah Pemuda Momentum Gelorakan Semangat Nasionalisme

Sidoarjo, PKS Piyungan Taubat. Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo, Slamet Budiono menyatakan, Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 28 Oktober merupakan momentum untuk menggelorakan kembali semangat Nasionalisme. Maka dari itu, dirinya meminta kepada seluruh kader Ansor terutama di Sidoarjo untuk terus mencintai tanah air.

"Untuk penguatan kader dalam melanjutkan amanat organisasi serta memupuk rasa cinta tanah air, GP Ansor Sidoarjo senantiasa menjalankan kaderisasi. Kaderisasi itu sendiri alhamdulillah sudah berjalan 3 tahun pada periode saya dan sudah terselenggara 6 kali diklat. Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ini, mari kita gelorakan kembali semangat Nasionalisme," kata Slamet melalui pesan singkatnya yang dikirim ke PKS Piyungan Taubat, Senin (26/10).

Hari Sumpah Pemuda Momentum Gelorakan Semangat Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Sumpah Pemuda Momentum Gelorakan Semangat Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Sumpah Pemuda Momentum Gelorakan Semangat Nasionalisme

Slamet berharap, dengan adanya peringatan tersebut, Pemuda lebih banyak diberikan kepercayaan untuk bisa menempati posisi strategis di Pemerintahan serta senantiasa difasilitasi dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya yang ada di Organisasi Kepemudaan (OKP).

PKS Piyungan Taubat

"Harapan kami kepada Pemerintah terutama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk tetap mengapresiasi OKP dalam bentuk fasilitasi kegiatan," harap Slamet. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Bahtsul Masail, Berita PKS Piyungan Taubat

Kamis, 23 November 2017

Ribuan Nahdliyin Bersholawat

Tegal,  PKS Piyungan Taubat. Ribuan warga nahdliyin Kabupaten Tegal dan sekitarnya bersholawat bersama-sama setelah group hadroh terlebih dahulu memulainya pertama kali, dengan dentumkan sholawat itu pengunjung yang kebanyakan mengenakan baju putih, kemudian dengan seksama melantunkan simtut duror di halaman Masjid Baitus Solihin Desa Kebasen Kecamatan Talang Kabupaten Tegal, Jum’at (24/2) malam kemarin. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Beberapa pejabat hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya wakil Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin, Ketua DPRD Kabupaten Tegal HM Rojikin, Wakil Bupati Tegal yang diwakili Asisten 1 Sekda Kabupaten Tegal  Hasan Munawar,  Kapolres Tegal AKBP Nelsen Perdamaian Purba, sementara jajaran ulama dan habaib juga berjejer dipanggung kehormatan. Habib Lutfi nampak berada dibarisan paling depan.

Ribuan Nahdliyin Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Bersholawat

Wakil wali Kota Tegal Habib Ali Zainal saat dimintai tausiyahnya menuturkan, kita harus bangga menjadi orang Islam Indoseia karena bisa menjadi umat Islam yang paling baik di dunia, kalau ada teroris yang berada di Indonesia bukan salah umat Islam karena Islam tidak pernah mengajarkan teroris nabi berakwah dengan rahmatan lilalamin, bukan mengajari bermusuhan antar sesama manusia.

PKS Piyungan Taubat

“Siapa yang akan maerusak Indonesia dengan mengobrak-abrik NKRI harus berhadapan dulu dengan kita semua. Karena NKRI merupakan hal yang paling ampuh untuk membuat negara aman. Untuk itu kita harus mengawal NKRI sampai titik darah penghabisan,“ tuturnya.

Habib Ali juga menguatarakan Islam tidak pernah mengajak dan memelihara permusuhan semua harus digandeng dengan baik walaupun itu kafir tetapi selama tidak berbuat merugikan dan mengganggu maka perlu juga dan permusuhan memang tidak ada pernah contohnya dalam Islam.

PKS Piyungan Taubat

“NU tidak pernah mengajarkan teroris, NU mengajarkan Islam rahmatan lil alamin. Jadi NU mengajarkan implementasi yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW,“ katanya.

Dalam ceramahnya habib Ali lebih banyak melantunkan sholawat dan diakhir ceramahnya juga mengemakan sholawat yang di tenarkan oleh almarhum KH Abdurahman Wahid yang juga diikuti oleh ribuan pengunjung.

Sementara Ketua umum panitia AKBP Nelson Perdamaian Purba, SIK dalam sambutanya selain melaporkan semua kegiatan juga menegaskan Indonesia sebagai integritas NKRI harus tetap dijaga dengan sebaik mungkin.

Nelson juga mengatakan tema yang diangkat yaitu dengan peringatan Maulid Nabi kita perkokoh ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah sebagai benteng untuk tegaknya NKRI, menurutnya sudah tepat dengan kondisi umat sekarang.

“Yang pertama adanya hubungan relasi , yang kedua meneladani nabi sebagai perubahan peradaban dunia dan yang ketiga sebagai bentuk belajar dengan perilaku amal yang baik dikemudian hari,“ katanya.

Dari tema itu, lanjut Nelson yang juga Kapolres Tegal, sangat sinergi dengan pedoman Tri Hatta Wacara yaitu 3 esensi hidup, pertama hubungan manusia dengan tuhan, yang kedua hubungan manusi dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam semesta.

Di malam peringatan maulid itu juga dikumandangkan lagu Indonesia raya yang diikuti oleh ribuan pengunjung dan menyalakan mencon kembang api.  

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Senin, 20 November 2017

Fatayat NU Dumeling Buka Penyuluhan Rutin untuk Ibu Hamil

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Desa Dumeling Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes ikut menjaga kesehatan ibu hamil. Langkah yang ditempuh antara lain dengan mengadakan sosialisasi tentang kesehatan Ibu Hamil pada setiap pertemuan mingguan di desa setempat.

Fatayat NU Dumeling Buka Penyuluhan Rutin untuk Ibu Hamil (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Dumeling Buka Penyuluhan Rutin untuk Ibu Hamil (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Dumeling Buka Penyuluhan Rutin untuk Ibu Hamil

“Kami tidak ingin kesehatan ibu hamil terganggu, akibat tidak mengetahui sisi kesehatan yang harus dijaga,” ujar Ketua Fatayat NU Dumeling Arifatul Makiyah di sela penyuluhan bagi ibu hamil di kantor sekretariat Fatayat NU setempat, Ahad (17/1).

Ia menyatakan prihatin atas sering terjadinya kematian bayi dan ibu melahirkan. Di samping itu, masyarakat Brebes terkhusus desa Dumeling merupakan warga Fatayat. “Fatayat itu sendiri, terdiri dari ibu-ibu muda yang masih memiliki kesempatan untuk melahirkan,” terangnya.

Jangan sampai, lanjutnya, anggota Fatayat tidak mengetahui tentang kesehatan ibu hamil. Dengan hidup sehat, kaum ibu tentu akan melahirkan keturunan yang cerdas, sehat, berkualitas dan tidak stunting. “Pengetahuan tentang kesehatan ibu hamil perlu dimiliki seluruh warga Fatayat dan harus bertekad kuat melaksanakannya,” tutur Arifah.

PKS Piyungan Taubat

Selain penyuhan Ibu hamil, Fatayat Dumeling juga sering mengadakan kegiatan penyuluhan pelbagai tema antara lain tentang Keluarga Berencana, Stunting, kesehatan secara umum.

Penyuluhan diikuti 70 anggota Fatayat se-Desa Dumeling, dengan pembicara dr Qonitatun Nahdliyah dari RSUD Gunung Jati Cirebon. Dengan seksama mereka mendengarkan dan berinteraksi nara sumber.

PKS Piyungan Taubat

Dalam penyuluhannya, Qonitatun menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain menjaga pola makanan yang berimbang.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh ibu muda untuk selalu menjaga kehamilannya. Terutama untuk ibu hamil muda dengan usia di bawah tiga bulan. Berikut ini berbagai cara yang bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk menjaga kehamilannya, antara lain pertama, konsultasi dengan dokter kandungan secara rutin. Selain pemeriksaan rutin setiap bulannya, ibu hamil dengan kondisi tertentu harus lebih rutin dalam memeriksakan kandungannya.

Kedua, pola makan juga harus benar-benar dijaga saat trimester pertama. Ibu hamil harus memerhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam perutnya. Hal itu dikarenakan makanan yang dimakan ibu hamil tidak untuk dirinya sendiri melainkan untuk janinnya juga.

Ketiga, gaya hidup sehat sangat diperlukan bagi semua ibu yang sedang hamil dan tidak hanya hamil muda. Hindari bahaya merokok saat hamil, hindari asap rokok, jauhi alkohol dan hindari obat-obatan terlarang (narkotika).

Keempat, ibu hamil juga perlu beristirahat yang cukup. Istirahat yang paling baik adalah tidur dan itu adalah kunci kesehatan kandungan ibu serta janin di dalamnya. ? (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Habib PKS Piyungan Taubat

Kamis, 16 November 2017

Bagaimana Memahami Konteks Hadits Memepet Orang Kafir di Jalan?

Abu Hurairah bergabung bersama Rasulullah di Madinah tahun ketujuh hijriah dan hanya bersama Rasul dalam periode sekitar 3 tahun sebelum wafatnya Rasulullah. Dalam periode yang relatif singkat tersebut, Abu Hurairah, menurut catatan Imam Dzahabi, telah meriwayatkan 5.374 hadits. Sejumlah pihak membandingkannya dengan Siti Aisyah (2.210 hadits), Sayyidina Umar (537 hadits) dan Sayyidina Abu Bakar Ashiddiq (132 hadits). Sudah banyak bahasan masalah ini sejak dahulu kala sampai Imam Bukhari pun meriwayatkan pembelaan dan alasan Abu Hurairah sendiri mengapa ia banyak sekali meriwayatkan Hadits dalam waktu singkat. Ada apa dengan Abu Hurairah?

Saya menerima pembelaan dan alasan Abu Hurairah tersebut. Dan kita bersyukur ada Abu Hurairah yang meriwayatkan banyak Hadits tentang Rasul. Fokus saya bukan pada jumlah Hadits yang beliau riwayatkan, tapi pada konteks 3 tahun terakhir hidup Rasulullah. Tentu saja ini menunjukkan ribuan Hadits yang beliau ceritakan itu berasal dari periode akhir kehidupan Baginda Rasul, dan tidak bisa menggambarkan keseluruhan perjalanan dakwah Rasulullah. Konteks ini menjadi penting untuk memahami Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

Bagaimana Memahami Konteks Hadits Memepet Orang Kafir di Jalan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Memahami Konteks Hadits Memepet Orang Kafir di Jalan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Memahami Konteks Hadits Memepet Orang Kafir di Jalan?

Salah satu Hadits yang bisa dipahami dalam konteks di atas adalah Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:

PKS Piyungan Taubat

"Janganlah kalian mendahului orang-orang Yahudi dan Nasrani memberi salam. Apabila kalian berpapasan dengan salah seorang di antara mereka di jalan, maka desaklah dia ke jalan yang paling sempit. (HR. Muslim Nomor 2167)

PKS Piyungan Taubat

Dari segi sanad, Hadits di atas masuk ke dalam Hadits Sahih, tapi tentu menjadi musykil untuk dipatuhi dalam konteks masyarakat yang majemuk. Bayangkan kalau Hadits di atas dipahami secara apa adanya maka orang-orang kafir akan dipaksa minggir bahkan kita akan memepet mereka di jalan raya baik dengan motor dan mobil. Bahkan untuk mengetahui mereka kafir atau bukan (sehingga layak dipepet ke pinggir jalan) akan ada razia KTP yang memeriksa agama pengguna jalan. Atau terpaksa dibuatkan jalur khusus non-muslim di pinggir jalan raya. Inikah yang diinginkan Rasulullah selaku pembawa rahmat bagi semesta alam? Tentu saja kita sukar percaya bahwa suasana masyarakat seperti itulah yang dikehendaki Rasul.

Dari segi matan, para ulama sudah banyak membahas benarkah kita dilarang mendahului mengucapkan salam kepada non-Muslim. Sebagian memahami apa adanya larangan dalam Hadits di atas, sebagian lagi mengatakan memulai salam jangan, tapi menjawabnya tidak mengapa (meski dengan lafadh yang sekadarnya saja). Namun ada pula ulama yang membolehkan mendahului mengucapkan salam, tapi hanya sebatas selamat pagi atau sore bukan berupa assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Ada pula sebagian ulama yang membolehkan mendahului mengucapkan salam dengan berdasarkan Hadits lain dan keumuman ayat Quran dalam berinteraksi dengan non-Muslim.

Pendek kata, Hadits di atas telah dibahas panjang lebar oleh para ulama dan kita harus menyimak perdebatan tersebut sebelum menjadikan Hadits ini sebagai ukuran ber-muamalah dengan pihak non-Muslim. Inilah bahayanya kalau kita hanya mencomot teks Hadits tanpa mengaitkan dengan Hadits ainnya dan tanpa membaca penjelasan dan perdebatan para ulama mengenai kandungan dan aplikasi Hadits.

Kembali ke konteks sosio historis perawi, Abu Hurairah bergabung setelah perang Khaibar. Dalam periode akhir kehidupan Rasul, memang relasi umat Islam dengan Yahudi berubah menjadi tegang akibat pengkhianatan kaum Yahudi terhadap perjanjian yang ada. Untuk itulah Syekh Yusuf al-Qaradhawi mengatakan Hadits riwayat Abu Hurairah di atas itu diucapkan Rasul dalam konteks perang.

Indikasinya terdapat dalam Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam Kitab Adab al-Mufrad bahwa Rasulullah hendak pergi berperang dengan menaiki kendaraannya ke tempat perkampungan Yahudi dan mengatakan jangan memulai salam kepada mereka. Tentu saja mau perang kok pakai mengucapkan salam. Tidak mungkin kan! Dan dalam suasana mau berangkat perang, kalau ketemu bakal musuh di jalan, ya tentu kita harus tunjukkan kebesaran dengan menguasai jalan hingga mereka terdesak ke pinggir. Jadi, konteksnya adalah suasana perang, bukan suasana normal sehari-hari.

Itu sebabnya para ulama seperti Ibn Abbas, Imam al-Thabari, Sufyan bin Uyainah, Abu Umamah, Ibn Abi Syaibah, Imam Malik dan Imam Abu Hanifah tidak melarang kita memulai ucapan salam kepada pihak non-Muslim.

Seringkali pada masa kini hubungan antarumat beragama menjadi penuh ketegangan dan konflik karena kita tidak bisa memilah mana perkara aqidah dan mana perkara muamalah. Masalah ucapan salam yang sejatinya persoalan interaksi sosial pun dimasukkan dalam kategori aqidah sehingga menjadi pertarungan teologis. Begitu pula kita harus memilah mana ketentuan yang berlaku umum untuk berhubungan baik dengan non-Muslim atas dasar kemanusiaan, dan mana ketentuan yang berlaku khusus dalam kondisi konflik dan peperangan. Mencampuradukkannya akan membuat dunia ini tegang dan konflik terus.

Kita menginginkan dunia yang damai, bukan?!

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law SchoolDari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Bahtsul Masail, Internasional PKS Piyungan Taubat

Minggu, 12 November 2017

PMII: Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri

Jepara, PKS Piyungan Taubat. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jepara, Jawa Tengah merasa prihatin dengan ancaman hoax (berita bohong) yang kian mewabah. Sehingga pihaknya memberikan sikap atas ancaman itu.?

Sikap itu Erkham Sobri sampaikan saat menyampaikan sambutan dalam Talkshow Turn Back Hoax yang diadakan PMII Ratu Shima Unisnu Jepara bertempat di gedung MWCNU Tahunan, Kompleks Kampus Unisnu Jepara, Sabtu (15/4).?

PMII: Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri

Menurut Ketua PMII Cabang Jepara cara mencegah berita hoax harus dimulai dari diri sendiri. “Bahaya hoax harus dihindari sedini mungkin,” ujar Erkham.?

Sebab kata dia di era milenial ini usia balita pun sudah dihadapkan dengan teknologi. Karena itu, sepulang dari kegiatan itu, ia berharap kepada peserta untuk menebar efek positif kepada masyarakat luas untuk tidak menyebar hoax.

“1 kali Anda menyebar berita hoax dan isinya propaganda efeknya sangat berbahaya sekali,” tegas Erkham.?

PKS Piyungan Taubat

Kesempatan itu pihak PMII mengundang 2 narasumber. Arif Darmawan yang diberi kesempatan sebagai pembicara awal mengemukakan bahwa media sosial (medsos) ibarat pedang bermata dua.?

Di satu sisi kata Kabid Kominfo Diskominfo Jepara dengan medsos diberikan kemudahan untuk mengakses. Di sisi yang lain adalah 1 ancaman.?

PKS Piyungan Taubat

Satu ancaman itu sebut Arif ialah hoax. Berita bohong itu lanjutnya sering dijumpai saat-saat Pilkada utamanya hate speech (ujaran kebencian). Karenanya, pertama, kepada mahasiswa ia meminta untuk kritis. Kedua, tabayun atau kroscek.?

Sekalipun hoax yang telah tersebar mengutip ayat alquran, ia meminta untuk tabayyun khususnya kepada orang yang lebih tahu.?

Hal lain dikemukakan M. Abdullah Badri. Sekretaris PC LTNNU Jepara itu mengingatkan membuat dan menyebar berita hoax tanggung jawabnya di dunia juga di akhirat.?

Dalam menghadapi ancaman hoax, senada dengan Arif yakni mencari pembenaran, hoax tegas Badri mesti dilawan. Berita di lawan berita. Status juga dilawan status dan seterusnya. Menurutnya hal itu merupakan solusi yang efektif. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Minggu, 05 November 2017

Batu Akik Syaikhona Kholil dan Pesan Muktamar NU

Oleh Abdullah Hamid

Syaikhona Kholil Bangkalan Madura lahir Tahun 1820 M atau 1235 H merupakan guru ulama besar di pulau Jawa. Ulama besar yang digelar oleh para kiai sebagai “Syaikhuna” yakni guru kami, karena kebanyakan kiai-kiai dan penggasas pondok pesantren di Jawa dan Madura pernah belajar dan nyantri dengan beliau.

Di antara santrinya yang menjadi ulama besar adalah Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, Mbah Ma’shoem Lasem dll. Mereka juga dikenal sebagai pendiri NU. Berdirinya NU tahun 1926 M tidak lepas dari doa dan restu Syaikhona Khalil gurunya yang disampaikan melalui utusannya, KH As’ad Syamsul Arifin.

Batu Akik Syaikhona Kholil dan Pesan  Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Batu Akik Syaikhona Kholil dan Pesan Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Batu Akik Syaikhona Kholil dan Pesan Muktamar NU

Syaikhona Kholil berasal dari keluarga walisongo. Ayahnya, KH Abdul Lathif, mempunyai pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati. Ayah Abdul Lathif adalah Kiai Hamim, anak dari Kiai Abdul Karim. Yang disebut terakhir ini adalah anak dari Kiai Muharram bin Kiai Asror Bujuk Langgundih Desa Kramat keturunan dari Kiai Abdullah bin Sayyid Sulaiman Mojoagung. Sayyid Sulaiman adalah cucu Sunan Gunung Jati.

Istri Syaikhona Kholil memiliki keponakan bernama Amna, sejak kecil dirawat dan diambil anak hingga dewasa olehnya bersama suaminya, Syaikhona Kholil. Perhatian dan kasih sayangnya sangat besar, seperti dengan anaknya sendiri yang bernama Nyai Asma.

Contoh kecil perhatiannya, Syaikhona memberikan cincin yang begitu indah kepada Amna. Berupa batu akik atau batu mulia Kecubung Kalimantan dengan ring cincin berukir keemasan yang indah pula. Cincin tersebut masih ada tersimpan, bernilai cagar budaya. Seperti yang kita lihat di fotonya, tampak kemilau bagai gugusan awan tebal.

Nyai Amna menikah dua kali, suami pertama meninggal tanpa anak kemudian menikah kedua kalinya dengan Hadji Ismail Desa Ujung Piring yang juga kehilangan istrinya yang wafat yaitu Nyai Musyrifah masih family Syaikhona Kholil. Hadji Ismail membawa 4 anak, salah satunya Abdul Hamid masih berusia 6 tahun (H.A.Hamid Ismail ayah penulis). Karena dirawat sejak kecil hubungan keduanya paling dekat. 

PKS Piyungan Taubat

Semasa hidup Hajjah Amna, kakak penulis HM. Baihaqi semasih remaja pernah meminta 3 kali cincin pemberian Syaikhona tersebut, dijawab beliau bahasa Madura arti Indonesianya begini: ”Cucuku aku ingin memakai sendiri selagi aku masih hidup, cincin ini pemberian Abah Kholil kepadaku”. Sampai akhirnya Nyai Amna wafat, dikubur di Komplek Syaikhona Kholil seperti juga Hadji Ismail.

Dari peristiwa yang sederhana itu kita ingin mengambil hikmah dan barakah sebanyak-banyaknya dari Syaikhona Kholil, kira-kira apa pesan yang bisa ditarik untuk Muktamar NU? Sebagaimana kita baca tadi perhatian Syaikhona terhadap anak perempuan sangat besar, memberi isyarat pentingnya Muktamar NU 2015 di Jombang mengangkat derajat pendidikan perempuan dan akhlakul karimah di tengah pertaruhan ideologi global abad ini.

PKS Piyungan Taubat

Salah satu contoh kecil agar Pemerintah Indonesia memberi peluang perempuan-perempuan desa pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan lingkungannya yang Islami di pesantren salaf. Salah satu caranya dengan membuka perkuliahan di Universitas Terbuka dengan sistem pendidikan jarak jauh, masalahnya hingga kini UT belum membuka prodi agama Islam.

Maka Muktamar NU perlu merekomendasikan pembukaan prodi tersebut kepada pemerintah terkait. Sekaligus menindaklanjuti Keputusan Musykerwil NU Jatim No: /MKW-NU/II/2014. Pengesahan Hasil Sidang Rekomendasi tertanggal 27 Feb 2014 sebagai berikut: Pendidikan a. Secara formal-yuridis. UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) telah mengakui keberadaan pondok pesantren sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional.

Sayangnya, selama satu dekade, pengakuan tersebut tampak masih belum diterapkan sepenuh hati. Pasalnya, masih masih banyak aspek teknis dalam kebijakan pendidikan nasional yang terasa diskriminatif terhadap kalangan pondok pesantren.

Dalam kaitan itu, Forum Muskerwil NU Jatim mendesak pemerintah (c.q.Kementerian dan Kebudayaan RI) untuk memfasilitasi akses pendidikan tinggi bagi santri di lingkungan pondok pesantren salaf dengan membuka Fakultas atau Program Studi Agama Islam di Universitas Terbuka. Dengan demikian, peran sosial kemasyarakatan lulusan pondok pesantren salaf dalam hal memberdayakan masyarakat dan meyukseskan program pembangunan diharapkan akan berjalan secara optimal

Lasem, 25 Juli 2015

Abdullah Hamid, Padepokan Sambua Lasem

 

Foto: Cincin Peninggalan Syaikhona Kholil

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Lomba, Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Jumat, 27 Oktober 2017

Ini 3 Ciri Generasi Milennial

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Direktur Alvara Research Center, Hasanudin Ali mengungkapkan ada tiga ciri generasi milennial yaitu creatif, connected, dan confidence.



Ini 3 Ciri Generasi Milennial (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 3 Ciri Generasi Milennial (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 3 Ciri Generasi Milennial



“Millennials adalah orang yang biasa berpikir out of the box, kaya akan ide dan gagasan, dan mampu mengkomunikasikan ide dan gagasan itu dengan baik,” ujar Ali saat mengisi forum Pertemuan Penulis Keislaman, Sabtu (4/11) di Cikini, Jakarta Pusat.

(Baca juga; Gus Yahya: Peradaban Perang Terjadi di Timur Tengah)

PKS Piyungan Taubat

Ali menyebut salah satu wujud atau betuk kreatifnya gerenari milennial adalah dengan tumbuhnya industri start up dan industri kreatif lain. 

PKS Piyungan Taubat

Ada pun ciri berikutnya connected (terhubung) karena mereka adalah pribadi-pribadi yang pandai bersosialisasi terutama dalam komunitas yang mereka ikuti, mereka juga aktif berselancar di sosial media dan internet. 

“Generasi milenial sangat fasih menggunakan facebook, twitter, path, instagram maupun sosial media yang lain. Sosial media dan internet sudah menjadi kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Selain itu keterhubungan sesama mereka juga terjalin melalui pertemuan-pertemuan langsung (kopdar).

Selanjutnya generasi milennial juga confidence (percaya diri).

“Mereka ini orang yang sangat percaya diri, berani mengemukakan pendapat dan tidak sungkan-sungkan berdebat di depan publik,” Ali menguaraikan.

Selain Ali, forum juga menghadirkan Wakil Sekjen PBNU Masduki Baidlowi, Ketua LTN PBNU Hari Usmayadi, Direktur PKS Piyungan Taubat Savic Ali, Pemred PKS Piyungan Taubat Achmad Mukafi Niam, Direktur Aswaja TV Syaifullah Amin, serta pengasuh rubrik Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat H Mahbub Maafi.(Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, News, Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Jumat, 29 September 2017

Perkuat Kelembagaan, LPTNU Rekomendasikan Penyederhanaan Fakultas

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) terus melakukan pembenahan internal di tubuh perguruan tinggi NU. Mereka akan mengawalinya dengan penyederhanaan fakultas yang terlalu banyak di sebuah perguruan tinggi.

“Penguatan kelembagaan melalui efisiensi. Jangan terlalu banyak fakultas,” Ketua LPTNU M Nasir dalam pertemuan terbatas di Gedung PBNU, Selasa (8/11) sore.

Perkuat Kelembagaan, LPTNU Rekomendasikan Penyederhanaan Fakultas (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Kelembagaan, LPTNU Rekomendasikan Penyederhanaan Fakultas (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Kelembagaan, LPTNU Rekomendasikan Penyederhanaan Fakultas

Menurut M Nasir yang juga Menristek Dikti ini, sebuah kampus ke depan hanya memiliki beberapa fakultas. Satu fakultas boleh menaungi ratusan prodi.

“Kita akan satukan semua prodi yang satu rumpun dalam satu fakultas. Cukup tiga atau empat fakultas dalam satu kampus. Fakultas Fisip dan Humaniora, Fakultas Kesehatan, Fakultas Mipa dan Teknik. Semua prodi yang satu rumpun masuk ke dalam satu fakultas,” jelas M Nasir.

PKS Piyungan Taubat

Fakultas hukum, humaniora, kebudayaan, ekonomi, menurutnya, bisa disatukan dalam satu fakultas dengan rumpun ilmu sosial. Sementara semua prodi yang berkenaan dengan sains digabung dalam naungan fakultas MIPA dan teknik.

PKS Piyungan Taubat

Penyederhanaan ini, kata M Nasir, akan diujicobakan pada perguruan tinggi di lingkungan NU.

Di samping penyederhanaan fakultas, penguatan kelembagaan itu juga dilakukan dengan peningkatan kualitas tenaga pengajar. “Profesionalitas ini yang kita junjung tinggi,” pungkasnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Bahtsul Masail, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock