Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji

Suatu ketika Imam Junaid al-Baghdadi mendapat kunjungan dari seseorang yang baru saja pulang menunaikan haji. Meski ritual haji telah ia jalani, orang ini belum menunjukkan perubahan perilaku apa-apa dalam hidupnya.

“Dari mana Anda?” tanya Imam Junaid.

Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji

”Saya baru saja pulang dari ibadah haji ke Baitullah?” orang itu menimpali.

PKS Piyungan Taubat

”Jadi, Anda benar-benar telah melaksanakan ibadah haji?”

”Tentu, Imam. Saya telah menunaikan haji.”

PKS Piyungan Taubat

”Apakah Anda sudah janji akan meninggalkan dosa-dosa Anda saat meninggalkan rumah untuk pergi haji?”

“Tidak, Imam. Saya tidak pernah memikirkan hal itu.”

“Anda sejatinya tak pernah melangkahkan kaki untuk haji,” tegas Imam Junaid. “Saat Anda berada dalam perjalanan suci dan berhenti di suatu tempat semalaman, apakah Anda memikirkan tentang usaha mencapai kedekatan dengan Allah?”

“Itu semua tak terlintas di benak saya.”

“Berarti Anda tidak pergi menuju Ka’bah, tidak pula pernah mengunjunginya.”

“Saat Anda mengenakan pakaian Ihram dan melepas semua pakaian yang biasa Anda kenakan, apakah Anda sudah berketetapan untuk membuang semua cara dan perilaku buruk Anda, menjadi pribadi lebih baik?” tanya Imam Junaid lagi.

“Tidak, Imam. Saya juga tak pernah berpikir demikian.”?

“Berarti Anda tidak pernah mengenakan pakaian ihram,” Imam Junaid menyayangkan. ”Saat Anda Wuquf (berdiam diri) di padang Arafah dan bersimpuh memohon kepada Allah, apakah Anda merasakan bahwa Anda sedang wuquf dalam Kehadiran Ilahi dan menyaksikan-Nya?”

”Tidak. Saya tak mendapat pengalaman (spiritual) apa-apa.”

Imam Junaid sedikit kaget, ”Baiklah, saat Anda datang ke Muzdalifah, apakah Anda berjanji akan menyerahkan nafsu jamaniah.

“Imam, saya pun tak memikirkan hal itu.”

“Berarti Anda sama sekali tak mengunjungi Muzdalifah.” Lantas Imam Junaid bertanya, “O, kalau begitu, ceritakan kepadaku Keindahan Ilahi apa yang Anda tangkap sekilas saat Thawaf, mengitari Ka’bah.”

“Tidak ada, Imam. Sekilas pun saya tak melihat.”

“Sama artinya Anda tidak mengelilingi Ka’bah sama sekali.” Lalu, “Ketika Sa’i, lari-lari kecil antara Shafa dan Marwa, apakah Anda menyadari tentang hikmah, nilai, dan tujuan jerih payah Anda?”

“Tidak.”

“Berarti Anda tidak melakukan Sa’i.” “Saat Anda menyembelih hewan di lokasi pengurbanan, apakah Anda juga mengurbankan nafsu keegoisan untuk menapaki jalan Allah?”

“Tidak. Saya gagal memperhatikan hal itu, Imam.”

“Artinya, secara faktual Anda tidak mengusahakan pengurbanan apa-apa.” “Lalu, ketika Anda melempar Jumrah, apakah Anda bertekad membuang jauh kawan dan nafsu busukmu?”

“Tidak juga, Imam.”

“Berarti Anda sama sekali tidak melempar Jumrah.”

Dengan nada menyesal, Imam Junaid menyergah, “Pergi, tunaikan haji lagi. Pikirkan dan perhatikan seluruh kewajiban yang ada hingga haji Anda mirip dengan ibadah haji Nabi Ibrahim, pemilik keyakinan dan kesungguhan hati sebagaimana ditegaskan al-Qur’an:

Wa ibrahima l-ladzi waffa. Dan Ibrahim yang telah menyempurnakan janji.” (Mahbib Khoiron)

?

*) Diterjemahkan dari The Meaning of Hajj (www.israonweb.com)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Hadits PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 03 Maret 2018

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Pemerintah perlu melakukan pendekatan kepada pimpinan pondok pesantren (ponpes) dan majelis taklim yang memiliki multimedia sehingga bisa bersinergi untuk menyebarkan narasi moderat. Ini merupakan salah satu rekomendasi workshop tentang Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya di Hotel Milennium, Jakarta, Kamis (24/3) malam.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat dan menyebarkan narasi moderat sekaligus menangkal isu-isu hoax dan isu radikalisme. Selain itu, pemerintah didorong untuk memfasilitasi masyarakat guna membuat website, domain, hosting dan desain grafis sebagai medium untuk penyebaran kontra narasi paham radikal terorisme.

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Pertemuan di Hotel Millenium ini juga merekomendasikan agar NU menjadi komando dari komunitas media moderat.

"WhatsApp grup sebagai wadah sharing content antara BNPT dan media moderat. BNPT sebagai content provider bagi media sosial," ujar Abdul Wahab, saat membacakan rekomendasi kelompok 1 sebelum penutupan acara.

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Acara yang dihadiri oleh 200 peserta ini diisi dengan penyampaian materi dan digelar diskusi kelompok untuk melahirkan rekomendasi terkait pencegahan berita hoax radikalisme. Yang menarik, tidak hanya materi dan diskusi yang memperbincangkan soal pemberantasan hoax, doa penutupun juga diselilingi dengan kalimat puitis antihoax. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Hadits PKS Piyungan Taubat

Jumat, 09 Februari 2018

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung

Jakarta, PKS Piyungan Taubat 



KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)menjadi presiden sekitar 22 bulan. Dalam tempo cukup singkat, Gus Dur ini mampu melakukan banyak hal. Di antaranya ia meloloskan buruh migran Indonesia, Siti Zaenab, dari jeratan hukuman mati  terkait kasus pembunuhan di Arab Saudi. 

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung

Saat itu, upaya yang dilakukan Gus Dur dengan cara langsung menelepon Raja Arab Saudi, yakni meminta untuk membatalkan eksekusi terhadap Siti Zaenab. Atas diplomasi Gus Dur ke Raja Arab itu, hukuman mati terhadap Zaenab pun ditunda. 

Namun, sekitar 14 tahun kemudian seusai Gus Dur dilengserkan dari kursi presiden, tepatnya (14/4/2015) pada pemerintahan Joko Widodo, nyawa Siti Zaenab tak dapat tertolong. Zaenab pun di vonis hukuman mati. 

Kehebatan diplomasi Gus Dur terhadap Raja Arab Saudi tersebut yang membela buruh migran ternyata masih membekas di ingatan Sekretaris Jenderal Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Siti Musdah Mulia. 

PKS Piyungan Taubat

Musdah menilai, Gus Dur bukan hanya penggagas tapi juga langsung praktik, bertindak. 

"Seperti kasus TKW ini, Gus Dur tuh langsung telepon raja, " katanya saat mengisi acara Diskusi Publik di aula Griya Pergerakan Gus Dur Jl Taman Amir Hamzah No.8, Jakarta Pusat, Kamis (9 /11) dengan tema " Gus Dur dan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan”. 

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, tindakan Gus Dur, bukan model orang yang menghabiskan waktunya untuk berpikir dulu. 

"Ini satu kehebatan Gus Dur yang gak bisa saya lupakan," katanya mengenang. 

Kepedulian Gus Dur terhadap buruh migran, juga dibuktikan dengan menjadikan rumahnya sebagai tempat berteduh untuk sejumlah TKW. 

"Rumahnya jadi tempat berteduh sejumlah TKW di Ciganjur sana," katanya. 

Selain Siti Musdah Mulia, hadir juga menjadi pembicara Wakil Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Ahmad Suaedy, dan Direktur Eksekutif Maarif Institute for Culture and Humanity Fajar Riza Ul Haq. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Hadits PKS Piyungan Taubat

Minggu, 04 Februari 2018

Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. 270 mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru (Ormaba) di kampus berwarna  hijau muda berada di Jalan Lowanu, 47 Sorosutan, Umbul Harjo, Yogyakarta.

Selepas Dzuhur, Selasa (19/9), aula UNU menjadi riuh dengan semangat peserta Ormaba menyanyikan mars Syubanul Wathon, Kader Penggerak NU hingga Sholawat dengan riang.

Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta

"Shalatullah Salamullah Alla Toha Rasullilah. Shalattullah Sallamullah Alla Yasin Habibillah. Wetan kali, kulon kali. Tengah - tengah tanduran pari. Saiki ngaji, sesuk yo ngaji. Ayo manut poro kiai.  (Timur sungai, barat sungai. Di tengah-tengah tanaman padi. Sekarang ngaji besok ngaji, ayo ikut para kiai," seru peserta Ormaba itu kompak.

Mewakili Rektor UNU Yogyakarta Prof Purwo Santoso, Wakil Rektor II Fahmi Akbar Idries menerangkan, UNU Yogyakarta hadir sebagai lembaga keilmuan untuk mendukung terwujudnya tatanan masyarakat berkeadilan dan demokratis atas dasar Islam.

"UNU ialah universitas dengan nilai-nilai kepesantrenan. Lulusan UNU Insya Allah memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris hingga kewirausahaan," kata Fahmi.

Menurut dia pula, UNU Yogyakarta telah memiliki sejumlah fakultas dengan beberapa program studi (prodi). Fakultas Teknologi dengan prodi  Informasi, Teknik Informatika, Komputer dan Elektro.

PKS Piyungan Taubat

Lantas Fakultas Industri Halal, Prodi Agrobisnis, Tehknologi Hasil Pertanian dan Farmasi. Selanjutnya Fakultas Dirasah Islamiyyah dengan Prodi Dirasah Islamiyyah. Serta Fakultas Ilmu Pendidikan dengan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Pendidikan Bahasa Inggris. 

Kemudian Fakultas Ilmu ekonomi memiliki Prodi Akuntansi dan Manajemen. "Ini cukup menggembirakan, angkatan pertama UNU diminati hampir tiga ratus mahasiswa baru," kata Fahmi. 

PKS Piyungan Taubat

Ormaba UNU Yogyakarta mengambil tema Sociopreneurship, Untuk Kemandirian Bangsa, digelar mulai 18 September 2017 dan akan berakhir 20 September 2017. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Senin, 22 Januari 2018

PBNU Minta Presiden Ksatria Hadapi Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersikap ksatria dalam menghadapi interpelasi DPR pada Selasa, 5 Juni mendatang. Presiden harus datang dan menjawab langsung pertanyaan DPR terkait dukungan pemerintah Indonesia terhadap Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) nomer 1747 tentang program nuklir Iran.

“Presiden harus datang sendiri secara pribadi dan tidak diwakilkan, sebagai tanda ksatria dan gentle (berani). Banyak rakyat yang saat ini merasakan carut-marutnya keadaan, ingin melihat pemimpin yang tegar dan penuh tangung jawab,” kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad (3/6)

Menurut Hasyim, apabila Presiden mewakilkan dirinya dalam sidang paripurna tersebut, maka akan banyak hal yang tidak terjawab. Pasalnya, dalam tempo 60 hari setelah Resolusi itu dikeluarkan dan Iran tidak mau taat, maka negeri pimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad itu bakal menerima sanksi yang lebih berat.

PBNU Minta Presiden Ksatria Hadapi Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Presiden Ksatria Hadapi Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Presiden Ksatria Hadapi Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran

“Apakah Indonesia akan setuju lagi untuk memberi “hukuman” tehadap Iran demi hubungan mesra dengan George W. Bush (Presiden Amerika Serikat) atau Israel?” gugat Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religions for Peace.

Hasyim mempertanyakan sikap Presiden yang tak bersedia menemui Menteri Luar Negeri Iran yang datang langsung dari Afrika Selatan. “Diterimanya Menlu Iran oleh Menko Polhukam Widodo AS, mengapa tidak ada mandat dialog? Apakah ada pembicaraan goodwill antara Presiden Iran dan Presiden RI sewaktu di Jakarta? Itu semua pasti tidak bisa dijelaskan secara memuaskan oleh Menlu,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Terkait pertanggungjawaban Pemerintah terhadap DPR dalam hal dukungan Resolusi 1747 terhadap Iran, Hasyim mengungkapkan, hanya Presiden yang bisa menjelaskan. Menurutnya, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda hanya mampu menjelaskan secara teknis dukungan Pemerintah di DK PBB dan perintah dari Presiden di Jakarta.

Di samping itu, lanjutnya, pertemuan Ketua Ketua DPR RI Agung Laksono dengan Ketua DPR Iran Gholam Ali Haddad Adel, di Teheran, pun perlu penjelasan langsung dari Presiden dalam kata pengantar di Sidang Paripurna DPR RI.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Agung Laksono mengatakan bahwa Presiden dipastikan tidak akan hadir ke DPR untuk menjawab interpelasi parlemen soal dukungan pemerintah terhadap Resolusi 1747 itu.

"Saya memang belum membaca suratnya, tetapi beliau (Presiden) sudah pasti tidak bisa hadir, seperti yang disampaikan Mensesneg Hatta Radjasa," kata Agung, di Kendari, Ahad (3/6).

PKS Piyungan Taubat

Di sela-sela kampanye pemilihan walikota Kendari, ia mengatakan Mensesneg mengemukakan Presiden hanya menugaskan Menko Polhukam Widodo AS untuk mewakili pemerintah dalam sidang interpelasi DPR. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti

Mengubur mayit muslim dengan memasukkannya terlebih dahulu ke dalam peti, hukumnya adalah makruh sesuai pendapat mayorits ulama. Kecuali ada beberapa keperluan yang memang mengharuskan penggunaan peti seperti: 1) tanah kuburan yang basah dan mudah gugur. Sehingga tidak mungkin digali terus menerus. 2) kondisi mayat yang sangat rapuh karena terbakar atau musibah lain. 3) banyak binatang buas yang dapat menggali tanah dan mayit bisa aman hanya apabila dimasukkan ke dalam peti.

Ketiga alasan itu masih bisa ditambah lagi jika memang keberadaannya sangat penting dan menghawatirkan si mayit. Hal ini? sebagaimana dalam Nihayatl Muhtaj ila Syarhil Minhaj.

( ? ? ? ? ) ? ? ? ? ( ? ? ? ? ) ? ? ? ? ( ? ? ) ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .

Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti (Sumber Gambar : Nu Online)
Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti (Sumber Gambar : Nu Online)

Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti

Dan dimakruhkan mdengubur mayit di dalam peti, dengan ijma’ ulama karena hal itu dinilai bid’ah. Kecuali pada bumi yang basah atau sangat lembek...maka tidaklah makruh mengubur mayit dengan peti pada tanah yang tersebut karena maslahah, walaupun mayit sendiri berwashiat demikian. Begitu juga apabila keadaan mayit sangat rapuhnya, karena tersengat atau terbakar yang tidak mungkin mayit bisa utuh kecuali dengan cara dipeti. Atau terkecuali mayat adalah perempuan dan tidak ada muhrim yang dapat menguburkannya sehingga yang tersisa adalah orang lain (yang tidak boleh menyentuhnya) maka mayit boleh dipeti. Dan terakhir jika dikhawatirkan adanya berbagai binatang buas yang menghawatirkan mayat.

Demikianlah makruhnya mengubur mayit menggunakan peti yang telah disepakati mayoritas ulama. Kecuali ada alasan tertentu seperti diterangkan di atas. (Ulil H) ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pesantren, Pendidikan, Hadits PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan

Sumenep, PKS Piyungan Taubat. Pengelola Baitul Mal wat Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Cabang Bluto dikukuhkan langsung oleh Manager BMT NU Pusat Gapura, Masyudi, di Bluto, Rabu (9/1).

“Apakah saudara siap dilantik sebagai pengelola BMT NU Cabang Bluto?” tanya Masyhudi sebelum membacakan naskah pelantikan.

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan

Empat karyawan BMT NU Cabang Bluto yang akan dilantik dengan kompak menjawab, “Iya.”

PKS Piyungan Taubat

Karyawan BMT NU Cabang Bluto yang dilantik Hakiki menjabat ketua cabang, Anwar Nuris menjabat bagian pembayaran, Badrul Ulum menjabat bagian keuangan, dan Wizaratul Ma’arifah menjabat teller.

Prosesi pelatikan disaksikan Wakil Rais Syuriah PCNU Sumenep sekaligus Mantan Bupati Sumenep KH. Moh. Ramdlan Siraj, Ketua PCNU Sumenep H. A. Pandji Taufiq, Rais Syuriah MWC NU Bluto KH. Sufyan Nawawi, Ketua MWC NU Bluto Ahmad Wari, Pengurus Lembaga dan Badan Otonom NU Bluto, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Sumenep Akhmad Zaini, Kapolsek Bluto Mamat Rachmat, Sekretaris Camat Bluto Wahyu Kurniawan Pribadi, Kepala Sekolah ke Kecamatan Bluto dan puluhan siswa berprestasi.

PKS Piyungan Taubat

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Kajian Sunnah, Hadits PKS Piyungan Taubat

Rabu, 27 Desember 2017

Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat. Penguatan paham Ahlussunnah wal Jamaah menjadi pesan dan poin utama yang disampaikan Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim saat bersilaturahmi ke MWCNU Kecamatan Pardasuka. Silaturahmi yang dilakukan dalam rangka Safari Ramadhan PCNU tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Falah Desa Pujodadi Kecamatab Pardasuka, Kamis (1/6).

Dalam kesempatan tersebut, Taufik mengingatkan bagaimana saat ini orang dengan mudah mengakses paham Islam transnasional dengan mengakses teknologi dan banyak tersebar di internet khususnya media sosial.

Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja

"Sekarang sudah mulai bergeser orang tidak bertanya kepada ulama dan kiai tentang hukum Islam. Mereka lebih percaya kepada internet dan media sosial dalam belajar Agama. Hal ini sangat berbahaya karena orang-orang seperti ini gampang terpengaruh paham Islam transnasional yang memang gencar memanfaatkan media khususnya internet untuk menyebarkan paham mereka," katanya.

Ia mengingatkan kepada warga NU untuk berhati-hati dan dapat menyaring berita ataupun kajian-kajian Islam yang ada diinternet ataupun media sosia agar terhindar dari faham transnasional yang cenderung keras, kaku dan radikal serta gampang menyalahkan orang lain.

"Mari perkuat Aswaja dengan memperkuat struktur kepengurusan NU disemua tingkatan. Jika NU bergerak, Muslimat, Ansor dan seluruh elemen NU bergerak maka Aswaja akan kokoh," tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Cara lain yang dilakukan aliran-aliran Islam transnasional adalah dengan merebut masjid-masjid dan mengganti amaliyah Aswaja dengan cara mereka.?

"Mereka tidak membangun Masjid namun berusaha merebut kepengurusan Masjid. Mengganti Imam, khotib dan ketakmiran sehingga mereka dapat merebut dan menguasai jamaah. Mari jaga masjid, jamaah dan amaliyah Aswaja," tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Selain itu Mas Taufik juga mengingatkan kepada warga NU untuk memberikan pendidikan dan mengirim putra-puterinya ke Lembaga pendidikan yang bernafaskan Ahlus Sunnah wal Jamaah.

"Mari kirim anak kita ke pesantren NU dan Sekolah atau madrasah NU agar nanti bisa menjadi generasi penerus. Kalau bukan kita dan putra putri kita siapa lagi yang akan meneruskan Jamiyyah NU dan Ahlussunnah wal Jamaah?," ujarnya.

Dalam Safari Ramadhan tersebut diserahkan Logo NU dari PCNU Pringsewu ke MWC NU Pardasuka sebagai simbol komitmen berorganisasi dan kecintaan terhadap Jamiyyah. Selain itu juga diberikan santunan kepada 30 anak yatim yang ada di Desa Pujodadi dan sekitarnya melalui Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah NU atau Lazisnu Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Doa, Hadits PKS Piyungan Taubat

Senin, 25 Desember 2017

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung

Tasikmalaya, PKS Piyungan Taubat?



Ribuan Santri Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya siap menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan datang ke pesantren yang didirikan KH Ruhiat tersebut pada Jumat (9/6).

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung

Hal itu disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung KH Abun Bunyamin menanggapi akan datangnya presiden yang akrab disapa Jokowi ke pesantren itu.

“Ya ribuan santri akan berbaris mulai gerbang Cipasung menyambut Pak Jokowi,” kata Kiai Abun, Kamis (8/6/2017).

Menurut dia, kedatangan Jokowi ke Cipasung merupakan kali kedua. Sebelumnya pernah datang menjelang pemilihan presiden pada 2014.

Kiai Abun mengaku senantiasa akan mendukung segala kebijakan Jokowi selama demi kemasalahatan masyarakat Indonesia.

PKS Piyungan Taubat

Jokowi direncanakan datang ke pesantren itu untuk mengikuti Shalat Tarawih berjamaah. Ia direncanakan di Tasikmalaya karena esok harinya masih ada agenda di daerah tersebut. (Jani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Hadits, Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Rais Syuriyah Jatim: Ahlul Halli wal Aqdi Jati Diri NU

Sumenep, PKS Piyungan Taubat 

Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Miftahul Akhyar mengatakan, pemilihan pucuk pimpinan NU melalui sistem Ahlul Halli Wal Aqdi adalah cara terbaik.

"Ahlul halli wal aqdi adalah jati diri NU," paparnya saat memberikan tausyiah pada Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep di PP Al Ihsan di Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Ahad (26/7).

Rais Syuriyah Jatim: Ahlul Halli wal Aqdi Jati Diri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah Jatim: Ahlul Halli wal Aqdi Jati Diri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah Jatim: Ahlul Halli wal Aqdi Jati Diri NU

Menurutnya, pada masa KH. Hasyim Asy’ari penentuan pucuk pimpinan pengurus NU melalui musyawarah mufakat atau Ahlul halli wal aqdi, bukan melalui sistem pemilihan langsung.

PKS Piyungan Taubat

"Konferensi NU Sumenep akhir pemilihan rais syuriyah melalui pemilihan langsung. Oleh karena itu, gunakan sebaik mungkin," imbaunya.

Pemilihan pucuk pimpinan melalui sistem musyawarah juga sudah digunakan partai politik "Dan tercantum dalam Pancasila," paparnya.

PKS Piyungan Taubat

Sistem ini dinilai lebih baik dibandingkan pemilihan langsung karena lebih kuat kekompakannya. "Pemilihan langsung lebih kuat individualitasnya," ujanya.

Namun, ia sadar rentan ada penumpang gelap. Bahkan, menurutnya, sejak pemilihan melalui sistem AHWA diembuskan, banyak penumpang gelap.

"Pemilihan melalui sistem AHWA sejak di atas angin sudah mulai ada penumpang gelap, sehingga harus diwaspadai betul," katanya. (M Kamil Akhyari/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Hadits, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Senin, 11 Desember 2017

Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Salah satu tantangan berat yang dihadapi Kabupaten Jepara dalam pencanangan menjadi daerah wisata adalah berserakannya sampah-sampah nonorganik yang menyebar di tempat-tempat tujuan wisata.?

Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick (Sumber Gambar : Nu Online)
Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick (Sumber Gambar : Nu Online)

Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick

Mengantisipasi persoalan tersebut, LPBI dan PC Fatayat NU Kabupaten Jepara menggelar kegitan “Pelatihan Ekobrick” pada Ahad (12/3) di Gedung PCNU Jepara, Jl. Pemuda 51 Jepara.?

Perlatihan bertema “Menumbuhkan dan Menggali Kreativitas Perempuan dalam Eksistensinya Memerangi Sampah Plastik” menghadirkan mentor tim Ekobrick LPBI NU Jepara. Sebanyak 200 orang terlibat dalam kegiatan ini, mereka berasal dari PAC dan Pengurus Ranting Fatayat NU se-Kabupaten Jepara.

Wakil Ketua PCNU Jepara H Hisyam Zamroni berharap warga nahdliyyin di Kabuptaen Jepara siap menghadapi tantangan global khususnya dalam bidang pariwisata.

PKS Piyungan Taubat

“Kegiatan ini sangat penting dalam menghadapi tantangan global di bidang pariwisata. Karena bidang tersebut memerlukan kesiapan dan kekuatan budaya, sosial, ekonomi, lingkungan hidup khususnya tata kelola lingkungan melalui bentuk ekobrick ini,” kata Hisyam kepada PKS Piyungan Taubat melalui wawancara tertulis.

Dalam pelatihan tersebut juga dilakukan praktik ekobrick yang berdaya guna, di antaranya pembuatan souvenir, perabotan rumah tangga, dan berbagai barang hiasan.

Ketua PAC Fatayat Kecamatan Keling mengungkapkan, setelah mengikuti pelatihan, PAC Fatayat Keling akan melatih Pengurus Ranting Fatayat desa sekitar.

PKS Piyungan Taubat

“Agar anggota Fatayat mampu memanfaatkan sampah nonorganik menjadi souvenir untuk dijual kepad para wisatawan di lokasi wisata Benteng Portugis dan panorama indah Tempur. Lokasi tersebut dekat dengan Kecamatan Keling,” kata Wahyuni.

Selain Benteng Portugis dan Tempur, di Kabupaten Jepara terdapat sejumlah lokasi wisata lainnya, seperti Kepulauan Karimunjawa, Pantai Kartini, air terjun Songgo Langit. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Ahlussunnah, Hadits PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 7 Keputusan Strategis

Kwangju, PKS Piyungan Taubat? . PCINU Korea Selatan melaksanakan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke-3 bertajuk ‘Menjaga Tradisi ke-NU-an melalui Kader yang Militan.” Kegiatan ini dilaksanakan di gedung International Collaboration Building Kota Kwangju, Korsel Kamis-Jum’at (19-20/2). Acara dihadiri oleh para pengurus PCINU Korsel dan kader-kader NU di Korsel.

Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 7 Keputusan Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 7 Keputusan Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 7 Keputusan Strategis

Dalam acara tersebut diadakan tanya jawab, diskusi ilmiah, dan pembahasan program kerja. Muskercab ini menghasilkan 7 keputusan strategis diantaranya, pertama, memperkuat dakwah Aswaja NU dengan melakukan kunjungan rutin diseluruh mushola/masjid di Korea.?

Kemudian kedua, melanjutkan program Kartanu agar lebih banyak lagi nahdliyin yang merasakan manfaatnya. Keempat, mengadakan pengkaderan dai-dai aswaja. Lalu kelima, mengadakan latihan pengkafanan jenazah, dan keenam, mengadakan safari Ramadhan dengan menghadirkan ulama-ulama Indonesia yang bekerjasama dengan LDNU atau pesantren, kemudian ketujuh, mengadakan pendidikan pra nikah.

Acara dibuka dengan pembacaan yasin dan tahlil. Hadir dalam acara itu yakni Mustasyar PCINU Korea Dr Abdullah Machin. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PCINU korea, Yusuf Muhammad.?

PKS Piyungan Taubat

Dalam sambutannya, Yusuf menekankan pentingnya kaderisasi nahdliyin dalam memperjuangkan dakwah NU, baik dari sisi praktik dan teori.

PKS Piyungan Taubat

“Sebab itu, pengurus PCINU Korea harus lebih aktif dan giat dalam berkomunikasi dan bersilaturrahim ke mushola-mushola yang ada di Korea dalam mewadahi komunitas nahdliyin,” tegasnya.

Disamping itu, lanjutnya, pengurus harus berperan aktif dalam menyampaikan Islam yang telah diajarkan ulama-ulama NU, serta melanjutkan program kerja yang telah disepakati bersama.?

“Di samping persiapan Konfercab PCINU Korea yang akan segera dilaksanakn dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Sementara itu, ? pemateri tentang keaswajaan Dr Abdullah Machin berpesan kepada peserta tentang pentingnya mengetahui gerakan-gerakan ekstrimisme, radikalisme, dan transnasional.

“Warga NU harus benar-benar melek dan memperdalam ilmu dengan banyak belajar untuk menghadapi gerakan-gerakan radikalisme Islam,” urainya.

Dia menambahkan, prinsip NU adalah mensinergikan antara ukhuwah Islamiah dan ukuwah wathoniyah. “Sebab itu, semangat Islam harus dipupuk dengan semangat nasionalisme yang kuat,” tegasnya.? (Imam Sibaweh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Hadits, Internasional PKS Piyungan Taubat

Rabu, 22 November 2017

PCNU Pringsewu Sampaikan Pemahaman Gerhana dan Ibadahnya

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat

Menindaklanjuti Pengumuman dari Lembaga Falakiyah PBNU Nomor 007/LF-PBNU/II/2016 tentang Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016 atau 29 Jumadil Ula 1437 H, PCNU Kabupaten Pringsewu segera berkoordinasi untuk melaksanakan beberapa kegiatan menghadapi tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang jarang sekali terjadi tersebut.

PCNU Pringsewu Sampaikan Pemahaman Gerhana dan Ibadahnya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Sampaikan Pemahaman Gerhana dan Ibadahnya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Sampaikan Pemahaman Gerhana dan Ibadahnya

Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu Ustadz Munawwir mengatakan bahwa fenomena alam langka tersebut akan menjadi momen untuk melakukan kegiatan falakiyah di Kabupaten Pringsewu. "Kami akan memberikan penjelasan tentang apa itu gerhana matahari kepada warga NU sekaligus menjelaskan serta mempraktikkan rangkaian ibadah seperti shalat yang bisa dilakukan saat Gerhana terjadi," jelasnya, Senin (29/2).

Kegiatan tersebut lanjutnya akan dilaksanakan pada Ahad (6/3/2016) mendatang di gedung NU dengan 2 orang nara sumber dari Lembaga Falakiyyah dan Bahtsul Masail PCNU Pringsewu. "Kegiatan tersebut akan dibarengkan dengan Kegiatan Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi dengan mengundang seluruh Pengurus NU disemua tingkatan," katanya.

Gus Nawir, panggil akrabnya, kegiatan tersebut akan menfokuskan kepada praktek Ilmu Falak dan Praktik Shalat Gerhana matahari. "Fenomena Gerhana Matahari jarang sekali terjadi sehingga praktik ibadah seperti shalat Gerhana pun jarang dilakukan. Oleh karena itu kita ingin mengingatkan kembali tata cara shalat Gerhana sesuai dengan syariat," ujarnya.

Nantinya pada saat Gerhana Matahari terjadi yang diperkirakan mulai pukul 06.20 WIB dan berakhir pada pukul 08.34 WIB akan dilaksanakan shalat Gerhana Matahari secara berjamaah di Komplek Gedung NU Pringsewu yang berlokasi di Jalan Lintas Barat Kabupaten Pringsewu.?

PKS Piyungan Taubat

"Dalam kesempatan tersebut juga akan disampaikan Khutbah Shalat Gerhana sebagai sarana muhasabah dan tafakkur atas kuasa Allah SWT berupa tertutupnya Matahari oleh bulan sehingga mengakibatkan sebagian bumi akan gelap diwaktu siang hari," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Disamping dilaksanakan di komplek Gedung NU, PCNU Pringsewu juga akan menyampaikan himbauan kepada seluruh Pengurus ditingkat MWC dan Ranting sekaligus warga NU untuk menggelar kegiatan serupa didaerah masing masing. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Selasa, 21 November 2017

PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah dan DPR meninjau ulang Undang Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air atau lebih dikenal sebagai undang-undang privatisasi air karena tidak adil bagi masyarakat.

"Demi keadilan kita minta undang-undang privatisasi air ditinjau ulang," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj usai membuka rapat kerja Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU sekaligus seminar bertajuk "Perubahan iklim, Penanggulangan Bencana dan Lingkungan di Indonesia" di Jakarta, Jumat.

PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang

Sebelumnya, di dalam forum tersebut, yang dihadiri antara lain Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, CEO WWF Indonesia Efriansyah, Deputi Badan Penanggulangan Bencana Nasional Sugeng Tri Utomo, Direktur Bappenas Suprayoga Hadi, dan Ketua LPBINU Avianto Muhtadi, Said Aqil menyoroti privatisasi dan monopoli terhadap sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak.

PKS Piyungan Taubat

Padahal, lanjutnya, konstitusi negara, UUD 1945, mengamanatkan cabang-cabang produksi yang yang menguasai hajat hidup orang banyak, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

PKS Piyungan Taubat

Islam, kata Said Aqil, juga melarang keras penguasaan sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak oleh orang atau kelompok tertentu sehingga menyengsarakan yang lain.

“Dalam Islam ditegaskan bahwa air, api dan rumput diharamkan dimiliki oleh individu, ini merupakan barang publik untuk kepentingan bersama,” katanya.

Dalam konteks sekarang, air bisa dikategorikan sebagai sumber-sumber mata air yang kini banyak dikuasai oleh perusahaan air minum dalam kemasan, yang akhirnya menyebabkan penduduk sekitarnya kesulitan air.

Sementara itu, “api” bisa dimaknai dengan berbagai macam bentuk sumber energi seperti minyak bumi, batubara dan lainnya. Kang Said mengungkapkan, secara kasat mata bisa dilihat bekas-bekas galian batubara di Kalimantan dan Sumatra yang bisa menimbulkan bencana besar, sementara hasilnya hanya dinikmati oleh segelintir orang.

Dalam konteks “rumput” ia menjelaskan bahwa hal ini bisa dianalogikan dengan potensi sumberdaya hutan, yang sekarang juga mengalami kerusakan luar biasa. Lebih dari 80 juta hektar hutan di Indonesia rusak, sementara penduduk yang berdiam di sekeliling hutan tetap menderita.

Ia menegaskan, jika ada aturan Allah yang dilanggar, maka manusia akan mendapatkan dampaknya. Segala doa dan permohonan tidak akan dikabulkan karena ada aturan besar yang dilanggar.

“Doa dari para ulama dan istighotsah tak ada faedahnya karena melanggar aturan, kecuali tindakannya diperbaiki,” tuturnya.

Ia menegaskan himbaun untuk meninjau ulang aturan privatisasi air ini sama sekali bukan politis atau karena kepentingan tertentu, tetapi murni demi keadilan dan kepentingan masyarakat luas. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pesantren, RMI NU, Hadits PKS Piyungan Taubat

Menteri Sosial Sesalkan Aksi Persekusi Pasangan Remaja di Cikupa

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyesalkan aksi persekusi terhadap pasangan muda-mudi berinisial R dan MA yang dituduh berbuat mesum di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/11) lalu. 

Terlebih setelah ditelusuri, didapati fakta bahwa kedua remaja itu tidak terbukti melakukan perbuatan asusila. Warga salah paham lantaran mendapati pasangan itu berada dalam rumah kontrakan pada malam hari.

Menteri Sosial Sesalkan Aksi Persekusi Pasangan Remaja di Cikupa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Sosial Sesalkan Aksi Persekusi Pasangan Remaja di Cikupa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Sosial Sesalkan Aksi Persekusi Pasangan Remaja di Cikupa

Menurut Khofifah, aksi penganiyaan tersebut dapat berdampak psikologis berat terhadap dua korban. Bukan tidak mungkin, keduanya mengalami trauma, stress bahkan depresi akibat kejadian tersebut. 

"Menelanjangi dan mengarak tertuduh mesum tidak dapat dibenarkan di negara hukum. Apapun alasannya," tegas Khofifah kepada PKS Piyungan Taubat di Jakarta, Kamis (16/11).

PKS Piyungan Taubat

Khofifah mengatakan, Kementerian Sosial akan melakukan pendampingan psikososial terhadap keduanya. Jika mereka setuju, keduanya akan dipindahkan terlebih dahulu ke Safe House milik Kementerian Sosial agar proses pendampingan psikososial berjalan efektif.

"Tim sudah bertemu korban dan akan lakukan assesment terlebih dahulu. Baru setelah itu, ditentukan tindakan seperti apa yang akan diberikan," imbuhnya. 

Sebelumnya, video aksi main hakim sendiri terhadap sepasang kekasih yang dituduh berbuat mesum beredar luas di media sosial.

PKS Piyungan Taubat

Dalam video berdurasi sekitar 53 detik itu, sejumlah orang memaksa sepasang remaja, untuk melepaskan pakaian yang melekat di tubuh mereka.

Orang-orang itu bahkan sempat melakukan penganiayaan. Usai membuka pakaian kedua remaja itu, sekelompok orang mengaraknya keliling kampung. Remaja perempuan yang berteriak histeris karena pakaiannya dilucuti.

Mensos Khofifah menilai apa yang terjadi di Tangerang tersebut sebagai tindakan tidak terpuji dan tidak berperikemanusiaan. Menurutnya, kita punya kewajiban menjaga norma sosial, agama, dan lingkungan. Tetapi pelaksanaannya harus penuh tanggung jawab dengan didahului tabayyun atau klarifikasi. Sehingga, apapun dalihnya tidak dibenarkan aksi main hakim sendiri . 

Apalagi, lanjut dia, terduga yang melakukan penganiayaan adalah ketua RT dan RW setempat yang seharusnya memberi contoh dan keteladanan serta perlindungan kepada warganya. 

"Saya kira motif pelaku penggerebekan dan penganiayaan bukan lagi memberi pelajaran kepada kedua remaja tersebut, lantaran aksi penelanjangan dan pengarakan itu direkam dan disebarluaskan lewat media sosial," tuturnya.

Oleh karena itu, Khofifah meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Termasuk diantaranya, pelaku yang memprovokasi dan juga penyebar video tersebut ke media sosial. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Hadits, Kiai PKS Piyungan Taubat

Rabu, 01 November 2017

Dies Natalis, SMK NU Sidoarjo Gelar Lomba Patrol

Sidoarjo, PKS Piyungan Taubat. SMK Plus NU Sidoarjo, Jawa Timur, mengadakan lomba musik patrol untuk memperingati Dies Natalis SMK NU Sidoarjo yang ke-5, Ahad (3/5). Musik patrol berasal dari peralatan bambu atau lainnya yang biasa digunakan untuk membangunkan orang sahur.

Dalam perlombaan musik patrol itu, panitia membatasi jumlah peserta sebanyak 27 grup musik patrol dari kalangan pelajar dan umum yang ada di Sidoarjo.

Dies Natalis, SMK NU Sidoarjo Gelar Lomba Patrol (Sumber Gambar : Nu Online)
Dies Natalis, SMK NU Sidoarjo Gelar Lomba Patrol (Sumber Gambar : Nu Online)

Dies Natalis, SMK NU Sidoarjo Gelar Lomba Patrol

Kepala SMK NU Sidoarjo M Fathul Jinan menjelaskan, meski dibuka untuk umum, seluruh peserta harus melewati seleksi.

PKS Piyungan Taubat

“Masyarakat Sidoarjo sebetulnya banyak yang antusias. Bahkan banyak pendaftar yang kami tolak karena kuota sudah penuh. Karena panitia membatasi kuota sampai 27 saja. Kenapa demikian, karena jika 2 + 7 sama dengan 9, itu merupakan jumlah bintang yang ada di lambang Nahdlatul Ulama," katanya.

Diselenggarakannya lomba musik patrol ini, sambung Fathul Jinan, juga untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan sekaligus melestarikan budaya bangsa. "Kalau puasa itu pasti setiap sahur ada pemuda yang main musik patrol untuk membangunkan warga. Nah untuk itu kita lestarikan kesenian musik patrol ini," terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan ini diharapkan mampu mencegah adanya perbuatan negatif dari para pelajar dan pemuda–pemudi. "Musik patrol ini juga bisa dijadikan ajang mengasah kreativitas seni bagi pemuda, dan menjauhkan perbuatan yang negatif bagi pelajar dan pemuda," ungkapnya.

Dalam perlombaan itu, panitia mengambil tiga juara utama yang nantinya akan mendapatkan uang pembinaan sekaligus tropi dari panitia.

"Juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 1 juta rupiah plus tropi, juara kedua mendapatkan uang sebesar Rp. 750 ribu rupiah plus tropi dan juara ketiga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 500 ribu rupiah plus tropi," tutupnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Makam, Hadits PKS Piyungan Taubat

Jumat, 27 Oktober 2017

Ini 3 Ciri Generasi Milennial

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Direktur Alvara Research Center, Hasanudin Ali mengungkapkan ada tiga ciri generasi milennial yaitu creatif, connected, dan confidence.



Ini 3 Ciri Generasi Milennial (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 3 Ciri Generasi Milennial (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 3 Ciri Generasi Milennial



“Millennials adalah orang yang biasa berpikir out of the box, kaya akan ide dan gagasan, dan mampu mengkomunikasikan ide dan gagasan itu dengan baik,” ujar Ali saat mengisi forum Pertemuan Penulis Keislaman, Sabtu (4/11) di Cikini, Jakarta Pusat.

(Baca juga; Gus Yahya: Peradaban Perang Terjadi di Timur Tengah)

PKS Piyungan Taubat

Ali menyebut salah satu wujud atau betuk kreatifnya gerenari milennial adalah dengan tumbuhnya industri start up dan industri kreatif lain. 

PKS Piyungan Taubat

Ada pun ciri berikutnya connected (terhubung) karena mereka adalah pribadi-pribadi yang pandai bersosialisasi terutama dalam komunitas yang mereka ikuti, mereka juga aktif berselancar di sosial media dan internet. 

“Generasi milenial sangat fasih menggunakan facebook, twitter, path, instagram maupun sosial media yang lain. Sosial media dan internet sudah menjadi kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Selain itu keterhubungan sesama mereka juga terjalin melalui pertemuan-pertemuan langsung (kopdar).

Selanjutnya generasi milennial juga confidence (percaya diri).

“Mereka ini orang yang sangat percaya diri, berani mengemukakan pendapat dan tidak sungkan-sungkan berdebat di depan publik,” Ali menguaraikan.

Selain Ali, forum juga menghadirkan Wakil Sekjen PBNU Masduki Baidlowi, Ketua LTN PBNU Hari Usmayadi, Direktur PKS Piyungan Taubat Savic Ali, Pemred PKS Piyungan Taubat Achmad Mukafi Niam, Direktur Aswaja TV Syaifullah Amin, serta pengasuh rubrik Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat H Mahbub Maafi.(Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, News, Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Jumat, 20 Oktober 2017

Tekuk Kesebelasan Hisba, Kesebelasan Al-Kahfi Kebumen Juara LSN 2017 Regional Jateng III

Tegal, PKS Piyungan Taubat - Kesebelasan Pondok Pesantren Al-Kahfi Kebumen menjadi Juara Liga Santri Nusantara (LSN) Regional Jateng III setelah menumbangkan kesebelasan Hisba Pesantren Al-Barokah Kebumen 3-0 pada laga Final LSN Regional Jateng III di Stadion GOR Trisanja Slawi, Kabupaten Tegal, Selasa (19/9) sore.

Koordinator LSN Regional Jateng III Rafiq Abdillah mengatakan, dengan kemenangan itu kesebelasan Al-Kahfi asal Pesantren Al-Kahfi Somolangu, Kebumen itu berhak mewakili Regional Jateng III ke Seri Nasional LSN 2017 yang akan digelar Oktober mendatang di Bandung.

Tekuk Kesebelasan Hisba, Kesebelasan Al-Kahfi Kebumen Juara LSN 2017 Regional Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)
Tekuk Kesebelasan Hisba, Kesebelasan Al-Kahfi Kebumen Juara LSN 2017 Regional Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)

Tekuk Kesebelasan Hisba, Kesebelasan Al-Kahfi Kebumen Juara LSN 2017 Regional Jateng III

Selanjutnya posisi runner up ditempati kesebelasan Hisba, Kebumen. Sedangkan untuk juara ketiga merupakan juara bersama yakni Tim Mangku Aji FC dan Walindo Berbaur FC, keduanya tim asal Pekalongan.

PKS Piyungan Taubat

"Para juara berhak atas uang pembinaan dan trofi piala Bupati Tegal," ujarnya kepada PKS Piyungan Taubat.

Bupati Tegal Ki Enthus Susmono dalam sambutannya pada penutupan LSN 2017 Regional Jateng III mengucapkan selamat kepada para juara khususnya Al-Kahfi FC sebagai juara 1 dan berhak melaju ke Seri Nasional LSN 2017.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, pelatih Al-Kahfi FC Supriyanto mengaku bangga dengan penampilan anak asuhnya.

"Untuk menghadapi seri Nasional, kedepan kita akan terus berlatih lebih serius lagi, agar tampil bagus," ungkapnya.

Selain Bupati Tegal, Enthus Susmono, turut menghadiri partai final LSN Region Jateng III itu, Ketua DPRD Kabupaten Tegal A Firdaus Asyaerozi, Ketua Rabtihah Maahid Islamiyah (RMI) NU Tegal KH Syamsul Arifin, Kabid Pemuda Olahraga Dinas Parpora Kabupaten Tegal Bambang Idayanto, dan sejumlah undangan lain. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pesantren, Pendidikan, Hadits PKS Piyungan Taubat

Rabu, 11 Oktober 2017

NU Tak Ikut-ikut Gerakan Cabut Mandat

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Muzadi menyatakan, pihaknya tidak "mengharamkan" diri untuk mengkritik pemerintah. Namun, organisasi yang ia pimpin tak akan ikut-ikutan gerakan cabut mandat pemerintahan Susilo Bambang Yodhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) karena arahnya adalah politik praktis, dan hal itu bukan menjadi wilayahnya.

“NU tidak memiliki kapasitas mencopot atau memasang kekuasaan. Karena NU tidak masuk dalam politik kekuasaan atau politik praktis. Politik NU adalah politik keumatan dan kebangsaan,” tegas Hasyim dalam jumpa pers saat bersilaturrahim dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (18/1)

Meski demikian, Hasyim menegaskan, pihaknya tak akan segan mengkritik pemerintah jika terdapat hal-hal yang dinilai salah. Begitu juga sebaliknya. Organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Tanah Air ini pasti akan mendukung setiap kebijakan pemerintah jika benar dan berpihak kepada rakyat.

NU Tak Ikut-ikut Gerakan Cabut Mandat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tak Ikut-ikut Gerakan Cabut Mandat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tak Ikut-ikut Gerakan Cabut Mandat

“Kritik terhadap kesalahan itu harus. Kita juga akan mendukung terhadap kebenaran dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur itu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin meminta pemerintah SBY-JK tak perlu panik menghadapi gerakan Cabut Mandat yang dimotori mantan aktivis Malari Hariman Siregar dkk. Menurutnya, gerakan tersebut tak perlu ditanggapi serius.

PKS Piyungan Taubat

Din mengatakan, di alam demokrasi, adanya kelompok masyarakat yang ingin mengajukan cabut mandat adalah hal lumrah. ”Dalam demokrasi itu boleh mengekspresikan sikap dan pandangan. Pemerintah jangan panik dan terlalu serius menanggapinya,” katanya.

Hanya saja Din meminta agar dalam menyampaikan ekspresi dan pandangan itu dilakukan secara damai. ”Jangan menciptakan tindakan anarkis karena akan menjadi preseden buruk ke depan,” ujarnya.

Din juga berpesan agar dalam menghadapi proses politik maupun agenda demokrasi, umat Islam harus memperhatikan dan menjunjung etika politik. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Hadits, Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 16 September 2017

Kiai Agus Salim-Musbihin Pimpin MWCNU Majenang

Cilacap, PKS Piyungan Taubat. Konferensi Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Majenang, Kabupaten Ciplacap, Jawa Tengah, di Pondok Pesantren Miftahul Huda Cigaru I Desa Cibeunying, Majenang, menghasilkan pemimpin baru periode 2013-2018.

Rapat dan pemilihan yang digelar Ahad (27/10/) ini menetapkan KH Agus Salim sebagai rais syuriyah dan KH Musbihin Hs sebagai ketua tanfidziyah. Agus Salim yang sebelumnya menduduki posisi sebagai wakil rais syuriyah memperoleh 10 suara mengungguli calon lainnya, yakni KH Imam Baiquni (2 suara) dan KH Musbihin (4 suara).

Kiai Agus Salim-Musbihin Pimpin MWCNU Majenang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Agus Salim-Musbihin Pimpin MWCNU Majenang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Agus Salim-Musbihin Pimpin MWCNU Majenang

Sementara dalam pemilihan ketua tanfidziyah, Musbihin yang merupakan calon petahana terpilih kembali setelah meraup dukungan 18 suara dari total 19 suara, yakni berasal dari 2 pengurus domisioner dan 17 Pengurus Ranting. Sebagaimana pemillihan rais syuriyah, pada pemilihan ketua tanfidziyah ini terjadi hanya satu putaran

PKS Piyungan Taubat

Kedua pimpinan terpilih merupakan pengasuh pondok pesantren. KH Musbihin adalah pengasuh Pesantren Al-Mubarok Sindangsari, sementara KH Agus Salim saat ini mengasuh Pesantren Assa’idiyah Cigaru. Agus Salim menyatakan siap menjalankan amanah yang sudah diberikan kepada dirinya untuk periode lima tahun mendatang.

PKS Piyungan Taubat

Konferensi yang sedianya dilaksanakan 20 Oktober 2013 ini dibuka secara resmi oleh Camat Majenang Sadmoko Danardono. Dalam sambutannya, Sadmoko menyatakan bahwa dirinya senang dapat berkumpul bersama para kiai setempat. Ia menyoroti tema konferensi tersebut, yakni “Dengan Konferensi MWCNU Mari Kita Berdayakan Umat Lebih Kritis dan Dinamis.”

Tema ini diangkat seiring dengan jumlah warga miskin di Majenang yang dinilai masih banyak. Pemerintah membentuk Unit Pengelola Zakat infaq Shodaqoh (UP-ZIS) dan Koordinator UP-ZIS juga telah terbentuk di tingkat desa, dimulai dari Desa Salebu yang pada tanggal 10 Oktober 2013 telah dilantik.

Dalam hal ini, pengurus baru diberikan Kupon ZIS mulai dari Rp 1.000 sampai Rp 50.000 untuk dibagikan kepada para calon donatur tetap yang hasilnya akan diberikan kepada yang berhak setiap bulannya.

Pihak kecamatan berharap rintisan ini dapat berkembang ke desa-desa lainnya. “Mudah-mudahn ini bisa bersinergi dengan program-program MWCNU yang akan dihasilkan dalam Konferensi ini.” Sadmoko. (Abdul Muhid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Anti Hoax, Tokoh, Hadits PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock