Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Bantul, PKS Piyungan Taubat

Ihsan,? pemain kesebelasan Pondok Pesantren Al-Falah memiliki kecepatan gerak yang sering merepotkan pertahanan lawan. Sisi kiri kesebelasan Assalam Bangkalan misalnya, pada pertandingan babak 8 besar mampu ditembusnya. Kemudian bola ia umpan ke Darius yang langsung menyambutnya dengan tendangan ke arah gawang. Gol. Belum genap satu menit babak kedua, Assalam kebobolan.

Pemain nomor punggung 8 tersebut bersama Darius bernomor punggung 11 menjadi andalan tim asal Kabupaten Bandung tersebut. Termasuk dalam semifinal Seri Nasional Liga Santri Nusantara 2016 melawan kesebelasan Pesantren Nur Iman Mlangi Sabtu siang (29/10) di stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta.? Hal itu diakui pelatihnya sendiri.

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Selain mengandalkan kecepatan dua pemain tersebut, Al-Falah, lanjut Arif, menerapkan strategi keseharian santri di pesantren.

PKS Piyungan Taubat

“Kebersamaa, kompak dan daya juang tinggi, itu kita tanamkan. Tidak mudah menyerah, saling cover di lapangan, tidak saling menyalahkan dan saling peduli. Jadi, konsep keseharian di pesantren, saling tegur, saling ngingetin dipakai di lapangan juga,” jelasnya.? ?

Manajer Kompetisi LSN 2016 Kusnaeni menilai Al-Falah adalah tim yang memiliki kerja saama yang baik. Lini depan dan tengah tertata dengan baik.

PKS Piyungan Taubat

Meski demikian, tim ini, tak punya riwayat menang banyak, tapi konsisten menang tipis sampai ke semifinal. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Pemurnian Aqidah, PonPes PKS Piyungan Taubat

Jumat, 16 Februari 2018

Banser Pasaman Barat Turun Tangan Cari Korban Arus Sungai

Pasaman Barat, PKS Piyungan Taubat. Sebanyak 15 orang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pasaman Barat, Sumatera Barat diturunkan untuk mencari korban yang terbawa arus sungai di jembatan Sungai Tinagar Sungai Paku, Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Ahad (21/5). Korban bernama Sukadi (30) hanyut ketik hendak pergi ke ladang jagungnya.

Menurut Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Pasaman Barat Ahmd Tomari Santoso, peristiwa hanyutnya korban diperkirakan sekitar pukul 7.30 WIB saat korban melintasi jembatan. Korban yang tengah mengendarai sepeda motor, tiba-tiba air sungai meluap ? deras dari arah hulu yang menghanyutkannya.?

Banser Pasaman Barat Turun Tangan Cari Korban Arus Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Pasaman Barat Turun Tangan Cari Korban Arus Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Pasaman Barat Turun Tangan Cari Korban Arus Sungai

“Banser yang mendapatkan informasi adanya korban hanyut, langsung menginstruksi pada Banser terdekat. Sekitar pukul 10.30 WIB, sedikitnya 15 orang Banser turut mencari korban bersama masyarakat, menyusuri hiliran sungai,” kata Ahmad Tomari menyebutkan.

Dikatakan, upaya pencarian korban tidak terlalu lama. Pukul 12.00 WIB, korban berhasil ditemukan. Namun sepeda motor yang dikendarainya belum berhasil ditemukan hingga sore.

PKS Piyungan Taubat

“Korban pagi itu hendak pergi ke kebun jagungnya. Dia tidak menyangka kalau arus sungai yang meluap tiba-tiba. Memang semalam hujan deras turun. Paginya hujan sudah berhenti,” kata Ahmad Tomari.

Ketua PC GP Ansor Pasaman Barat Djafrinal Effendi menyampaikan terima kasih kepada kesigapan Banser untuk membantu korban.

PKS Piyungan Taubat

“Kehadiran Banser memang seperti itu. Hadir di kala masyarakat mendapat bencana dan membutuhkan bantuan,” kata Djafrinal menambahkan. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba PKS Piyungan Taubat

Rabu, 14 Februari 2018

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sudah menapaki usia yang ke-53 tahun. Seperti manusia, usia PMII ini sudah tidak muda lagi. Usia yang semestinya cukup matang bagi sebuah organisasi dalam melibatkan diri dan merancang bangun perjalanan bangsa Indoensia.

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur mengajak seluruh kader untuk merefleksikan kembali demi menata fondasi PMII sebagai organisasi kader dan pergerakan yang betul-betul pergerakan.

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

"Pada Harlah PMII ke-53 kali ini harus dijadikan momentum untuk menyemarakkan kembali kagiatan-kegiatan kaderisasi di Jawa Timur,"kata Bendahara Umum PKC PMII Jatim, Rusman Hadi, di Surabaya, Selasa (2/4).

PKS Piyungan Taubat

Sehingga, menurut dia, peringatan Harlah PMII tidak sekadar bersifat rutinitas tahunan belaka. Menyemarakkan kegiatan kaderisasi sangat urgen. Sebab, kader merupakan ujung tombak sekaligus tulang punggung keberlangsungan sebuah organisasi.

PKS Piyungan Taubat

Mantan Ketua Umum PC PMII Sumenep ini menyadari, di usianya yang ke-53 ini, PMII masih lebih banyak mampu melahirkan kader-kader politisi. Sementara ruang-ruang lain bisa dikatakan masih sangat sedikit yang dijamah.

"Jadi saat inilah momentum untuk melahirkan kader-kader PMII yang siap berkompetisi dalam banyak lini, tidak hanya pada ruang politik semata,"tegasnya.

Bagi dia, pengembangan potensi kader akan menjadi jawaban terhadap kebutuhan organisasi di masa sekarang dan akan datang.

Ia mencontohkan Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PKC PMII Jatim. "Ini dalam rangka menantang para kader untuk berkarya, meningkatkan kemampuan, agar jati diri mahasiswa sebagai agen intelektual muncul,"tandasnya.

Pada momentum Harlah ke-53 ini, PKC PMII Jawa Timur menggelar LKTIM berhadiah total Rp 16,5 juta plus tropy bagi tiga pemenang dan tiga juara harapan. Hingga H-3 batas akhir penyetoran naskah LKTIM (batas akhir pada tanggal 5 April), baru belasan naskah yang masuk ke panitia.

"Pada hari terakhir, tanggal 5 April nanti insya Allah mencapai lebih 40 naskah peserta yang masuk, ini sudah banyak yang menghubungi, "kata Sekretaris Panitia LKTIM Anang Romli.

Rusman Hadi menambahkan, menggalakkan kegiatan kaderisasi tersebut, juga dalam rangka menguatkan mentalitas dan moralitas kader di tengah krisis moral yang melanda bangsa kita.

"Harapannya, PMII mampu melahirkan kader profesional yang bermoral, kader politik yg bermoral tak seperti para penguasa sekarang yang cenderung korup,"pungkasnya.

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Daerah, Lomba, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 10 Februari 2018

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya

KH Bisri Mustofa (1914-1977) selain diakui sebagai kiai penulis dan penerjemah kitab yang cukup produktif. Ia juga merupakan orator (muballigh) ulung yang sering mengisi pengajian di berbagai daerah dalam pelbagai kesempatan. Karena penyampaian materi ceramahnya yang menarik, pidatonya diminati khalayak luas.

Meski permintaan ceramah di luar daerah begitu padat namun Kiai Bisri karena kasih sayang dan kecintaanya yang besar kepada para santrinya, penulis Tafsir Al-Ibris ini senantiasa berusaha agar kegiatan dakwah di masyarakat tidak mengganggu aktivitasnya dalam mengajar santri di pesantren.? ?

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya

Seperti pernah disampaikan putranya, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam suatu pidatonya, kendati jadwal sudah diatur, ada saja permintaan atau undangan dari panitia pengajian yang kadang-kadang waktunya berbenturan dengan jadwal Kiai Bisri mengajar santri di pesantren. Sekali lagi, sebetulnya sudah menjadi prinsip bagi menantu Mbah Kiai Kholil Harun Kasingan Rembang tersebut bahwa jadwal mengajar santri di pondok pesantren yang diasuhnya jangan sampai absen atau kosong. Sehingga, beliau mengatur agar saat mengisi pengajian di masyarakat tidak berbarengan dengan jadwal mengajar di pesantren. ?

Ketika undangan ceramah ternyata bersamaan dengan jadwal ngajar di pesantren, Kiai Bisri selalu berkata kepada mereka dengan terang-terangan bahwa beliau dengan terpaksa menolak karena tidak mau mengecewakan para santri yang sudah dititipkan orang tuanya kepadanya yang pada saat bersamaan mereka berhak mendapatkan pelajaran.

PKS Piyungan Taubat

Tapi tamu pengundang terkadang tidak menyerah dalam membujuk supaya sahabat karib KH Mahrus Ali Lirboyo ini berkenan dapat rawuh sesuai waktu yang ditargetkan panitia, sementara mereka tidak sabar bila menunggu waktu-waktu longgar yang tentu sulit didapatkan karena padatnya agenda mengisi pengajian di tempat lain.

Agar maksudnya tercapai, pihak pengundang umumnya mengajukan alasan, "Kiai, bukankah para santri sudah setiap hari belajar dengan panjenengan, jadi kesempatan mereka masih begitu banyak, sementara kesempatan untuk kami masyarakat yang jauh hanya sekali-kali saja dapat memperoleh pengajian dari Kiai Bisri."

PKS Piyungan Taubat

Akhirnya karena didesak dan atas dasar alasan di atas, Kiai Bisri Mustofa pun mengalah dan bersedia memenuhi undangan ceramah dari perwakilan penitia tersebut.

Dalam sebuah acara pengajian di daerah Cirebon di sela-sela pembicaraannya, Mbah Bisri berdoa memohon pada Allah agar pahala ngajinya di tempat itu supaya diberikan kepada santrinya di pondok yang malam itu beliau tinggalkan. "Pengajian saya di tempat ini meninggalkan jadwal ngaji bersama santri di pondok, maka dari itu pahala ngajiku di sini berikanlah ya Allah kepada santri-santriku di pondok yang saya tinggalkan," doa Mbah Bisri. (M. Haromain)

Cerita ini pernah dikisahkan KH A Mustofa Bisri dalam sambutan acara Peringatan Satu Abad Pesantren Lirboyo di Aula Al-Muktamar, Kediri, Jawa Timur, tahun 2010.



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Meme Islam, Lomba PKS Piyungan Taubat

Jumat, 02 Februari 2018

ISIS Ledakkan Masjid Bersejarah di Mosul

Mosul, PKS Piyungan Taubat. Militan ISIS pada Rabu meledakkan Masjid Agung al-Nuri dan menara condongnya yang terkenal di Mosul. Hal ini seperti dinyatakan militer Irak. Sementara pasukan Irak berusaha mengusir kelompok tersebut dari kota terdekatnya.

Dari masjid abad pertengahan itu pula tiga tahun lalu pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi mendeklarasikan "kekhalifahan" yang mencakup wilayah Suriah dan Irak.

ISIS Ledakkan Masjid Bersejarah di Mosul (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS Ledakkan Masjid Bersejarah di Mosul (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS Ledakkan Masjid Bersejarah di Mosul

"Meledakkan menara al-Hadba dan masjid al-Nuri sama dengan pengakuan resmi kekalahan," kata Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi dalam tanggapan singkat di lamannya.

Warga Irak menyebut menara condong 45 meter itu al-Hadba atau "si bungkuk". Bendera hitam Baghdadi berkibar di atasnya sejak Juni 2014.

Kantor berita ISIS, Amaq, menuduh pesawat Amerika Serikat menghancurkan masjid itu, pengakuan dengan cepat dibantah pasukan gabungan pimpinan Amerika Serikat (AS) yang memerangi kelompok tersebut.

PKS Piyungan Taubat

"Kami tidak menyerang daerah itu," kata juru bicara pasukan gabungan pimpinan AS, Kolonel Angkatan Udara John Dorrian kepada Reuters melalui telepon.

"Tanggung jawab atas kehancuran ini diletakkan sepenuhnya kepada ISIS," kata Mayor Jenderal Angkatan Darat AS Joseph Martin dalam sebuah pernyataan.

PKS Piyungan Taubat

Kantor media untuk militer Irak membagikan sebuah gambar yang diambil dari udara yang menunjukkan masjid yang sebagian besar rata dengan tanah dan menyusut menjadi puing reruntuhan di antara rumah-rumah kecil di Kota Tua, distrik bersejarah tempat para petempur berada dalam kepungan.

Masjid tersebut hancur ketika pasukan unit anti-terorisme Irak (Counter Terrorism Service/CTS), yang sedang berusaha memasuki Kota Tua Mosul, berada dalam jarak 50 meter dari tempat itu menurut pernyataan militer Irak.

Juru bicara militer Irak memberikan perkiraan waktu ledakan sekitar pukul 21.35 waktu setempat (01.35 WIB, Kamis). "Ini kejahatan terhadap rakyat Mosul dan seluruh Irak, dan merupakan contoh mengapa kelompok brutal itu harus dimusnahkan," kata Mayor Jenderal AS, Martin.

Pasukan Irak mengatakan pada Rabu bahwa mereka telah mulai bergerak menuju masjid. "Ini tidak akan menghalangi kami untuk mengusir mereka, tidak, membunuh mereka bukan mengusir mereka, di dalam Kota Tua," kata Letnan Jenderal Abdul Ghani al-Assadi, komandan tinggi CTS di Mosul dalam sebuah video yang diunggah melalui aplikasi perpesanan.

Pasukan Irak pada Selasa telah mengepung benteng kelompok tersebut di Kota Tua, distrik terakhir di bawah kontrol kelompok ISIS di Mosul.

Baghdadi memproklamasikan dirinya sebagai "khalifah", atau penguasa semua Muslim, dari mimbar masjid itu pada 4 Juli 2014, setelah gerilyawan menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah.

Pidato Baghdadi dari masjid itu merupakan pengungkapan pertama dirinya ke dunia, dan siaran rekamannya itu hingga hari ini adalah satu-satunya rekaman video berisi pernyataan dirinya sebagai "khalifah". (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta, menunjukkan kepeduliannya terhadap gerakan antokorupsi melalui karya. Mereka mengikutsertakan film dokumenter dengan semangat antikorupsi itu pada festival antikorupsi yang digagas Komisi Pemberantas Korupsi di UGM, Selasa-Kamis (9/12).

Film karya pelajar SMK Ma‘arif NU 1 yang beralamat di jalan HOS Cokroaminoto TR III/133 Tompeyan, Tegalrejo, Kota Yogyakarta ini, diputar di stand PWNU Yogyakarta di UGM. Film berdurasi 10 menit ini, diperankan oleh 13 siswa-siswi SMK Ma‘arif 1.

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM (Sumber Gambar : Nu Online)
Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM (Sumber Gambar : Nu Online)

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM

Karya mereka ini mengisahkan seorang siswa yang mencuri makanan di Warung Kejujuran yang disediakan sekolah untuk melatih kejujuran siswa. Siswa yang terbukti mencuri ini akhirnya dijatuhkan sanksi atas perbuatannya.

PKS Piyungan Taubat

"Dengan film yang kami buat ini walaupun masih bisa dibilang amatiran, tetapi kami bertujuan agar menggugah penonton dalam menyadarkan para pejabat-pejabat agar tidak menyengsarakan rakyat kecil," kata salah seorang pemerannya, Arya Bima Saputra. (Ahmad Syaefudin/Alhafiz K)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Sunnah, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Selasa, 23 Januari 2018

Banom NU Kubu Raya Syukuran Hari Santri

Kubu Raya, PKS Piyungan Taubat. Sejumlah Banom NU Kabupaten Kubu Raya mengadakan syukuran atas penetapan Hari Santri Nasional (HSN) di Pesantren Nahdlatul Atfal Sui Ambawang Kubu Raya. ?

Banom NU Kubu Raya Syukuran Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banom NU Kubu Raya Syukuran Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banom NU Kubu Raya Syukuran Hari Santri

Khaoruddin Zakki, ketua panitia Pelaksana mengatakan sebagian besar warga NU adalah santri baik dari pendiri, tokoh-tokoh yang membesarkan NU dan Pengurus NU adalah kalangan sarungan (santri) selayaknya bersyukur atas penetapan Hari Santri Nasional (HSN), hari ini merupakan momentum para santri karena sudah mempunyai hari yang istimewa.?

"Jadikan hari ini sebagai momentum mengenang perjuangan ulama NU membela negara sehingga timbullah Resolusi Jihad yang bertepatan pada 22 Oktober,” katanya, Kamis (22 Oktober 2015).?

PKS Piyungan Taubat

Kagiatan ini merupakan inisiatif dari GP Ansor Kubu Raya, PMII Kubu Raya, IPNU Kubu Raya, IPPNU Kubu Raya, Forum Komunikasi Remaja Masjid se-Indonesia wilayah Kubu Raya, dan ini salah satu bentuk rasa syukur kita atas penetapan HSN oleh Presiden Indonesia. ?

"Kita persiapkan acara ini selama 1 minggu, walaupun waktu yang sedemian singkat, tapi dengan bantuan yang luar biasa dari sabahat-sahabat sehingga acara ini berjalan dengan lacara," ujar Khairuddin.

PKS Piyungan Taubat

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kubu Raya (PCNU) Ust. Abdussalam mengatakan, momentum Hari Santri Nasional bukan sebagai ajang pengkotak-kotakan atau sebagai pembanggaan diri (riya) santri, tapi Hari Santri Nasional ini jadikan sebagai teladan baik dalam memperjuangkan NU dan Negara Indonesia.

Ust. Abdussalam menjelaskan, perjuangan santri dalam merebut dan mempertahankan negara Indonesia tidaklah mudah seperti sekarang ini, inilah salah sati bentuk apresiasi pemerintah terhadap perjuangan pondok pesantren dan terutama kaum santri yang telah membela NKRI dari penjajah. ? ?

"Melawan penjajah adalah jihad, membela tanah air adalah jihad, ujar Ust. Abdussalam. (Firman/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba PKS Piyungan Taubat

Jumat, 19 Januari 2018

Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat

Padang, PKS Piyungan Taubat. Warga Nahdlatul Ulama  yang taat mengamalkan ajaran Islam akan melahirkan Negara Indonesia yang kuat. Karena ketika seseorang memperjuangkan Nahdlatul Ulama, maka mereka pun sekaligus turut memperjuangkan  berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebaliknya, mereka yang berjuang untuk menegakkan NKRI, sekaligus juga memperjuangkan NU.

KH Said Aqil Siroj mengungkapkan hal itu pada Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Region II PWNU Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi, Sabtu (30/6/2012) di Diklat Pertanian Sumbar, Padang. 

Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat

Menurut Kiai Said, penguatan nilai-nilai NU di berbagai level saat ini dirasakan makin penting. NU yang selalu mengusung Islam berpahamkan Ahlussunnah wal Jamaah selalu tampil dengan prinsip tasamuh, tawazun, I’tidal dan amar ma’aruf nahi mungkar. NU menganggap tidak ada perang suci atas nama agama. Karena perang itu menghancurkan, kotor dan keji. NU selalu tampil mengajak elemen masyarakat dengan berdialog.

PKS Piyungan Taubat

“Bagi NU, membangun nilai-nilai Islam bukan dengan kekerasan dan perang. Jika ada perbedaan dengan pihak lain, mari kita lakukan dialog. Bukan dengan kekerasan, apalagi dengan perang.  Mari kita bangun dunia ini dengan suasana damai,” ajak Kiai Said.

Bagi Indonesia yang mayoritas beragama Islam, dimana jamaah NU berkisar 60 – 70 juta jiwa, memiliki peran yang strategis untuk terus membangun Islam yang cinta damai, jauh dari nilai-nilai kekerasan dan radikalisme. Indonesia sebagai pintu gerbang Islam paling timur dan diapit oleh dua negara besar di dunia yang tak suka dengan Islam, yakni RRC dan Australia. Dengan kondisi tersebut, NU harus selalu tampil sebagai kekuatan Islam yang rahmatan lil alamin, jauh dari tindakan kekerasan atas nama agama dan organisasi.

PKS Piyungan Taubat

Dikatakan Said Aqil, sekarang  banyak yang mengaku ulama Islam yang mengkafirkan umat Islam sendiri. Padahal dulunya ulama itu mengislamkan orang dari non-muslim.  Untuk itu, harus diperbanyak nilai-nilai di pesantren yang mengajarkan pengalaman dan pengamalan ilmu selama 24 jam. Pesantren menanamkan nilai-nilai disiplin, ketaatan kepada kiai (ulama), dan membutuhkan proses.

“Memang berat mencetak ulama yang paham agama. Namun yang lebih berat lagi membangun masyarakat dan mewarnai nilai-nilai pesantren dalam kehidupan masyarakat,” kata Said Aqil.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB

Mataram, PKS Piyungan Taubat 

Di antara rangkaian kegiatan yang mengiringi perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, ialah Pembacaan Shalawat Badar di Taman Sangkareang, Mataram, NTB, Rabu (22 /11).

PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB

Turut mengikuti pembacaan Shalawat Badar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Mustasyar PBNU TGH Muhammad Turmudzi Badauiddin, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faisal Zaini, Sejumlah Pengurus PBNU, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) H Imam Nahrowi, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, dan belasan ribu Nahdliyin yang memadati jalan Pejanggik. 

Seusai Pembacaan Shalawat Badar, Kiai Said Aqil Siroj menegaskan tentang prinsip Nahdlatul Ulama yang moderat dan antiradikal. 

Menurut Kiai Said, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar membangun umat yang moderat, tidak radikal, apalagi teroris. 

PKS Piyungan Taubat

"Maka kalau kita betul-betul mengaku menjadi umat Nabi Muhammad tidak boleh radikal, tidak boleh ekstrem, tidak boleh menjadi teroris," tegas Kiai Said seusai mengikuti Pembacaan Shalawat Badar 

Kiai kelahiran Kempek, Cirebon ini mengatakan, NU yang didirikan oleh para ulama, terutama Hadratussyekh KH Hasyim Asyari mengajarkan kepada kita bahwa prinsip NU adalah tawassuth dan tasamuh, yakni moderat dan toleran. 

PKS Piyungan Taubat

Mbah Hasyim, lanjutnya, menginginkan semua bersaudara, baik melalui ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyah. 

Selama ada NU, yang prinsipnya membangun persaudaraan, katanya, maka umat Islam Indonesia akan dihargai oleh seluruh umat di dunia. Seluruh negara di dunia akan menghormati Indonesia 

"Karena Indonesia umat Islamnya tidak radikal, yaitu moderat dan toleran," jelas Kiai berumur 64 tahun ini. 

Agenda Pembacaan Shalawat Badar ini dilaksanakan seusai Pawai Taaruf dari Masjid Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat hingga Taman Sangkareang, Mataram dan Pengibaran Bendera NU yang dianugerahi oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai bendera terbesar. (Husni Sahal/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Lomba, Cerita PKS Piyungan Taubat

Kamis, 11 Januari 2018

Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing

Sleman, PKS Piyungan Taubat. STAI Sunan Pandanaran (STAISPA) gelar kuliah umum dalam rangka paripurna kegiatan Taaruf Mahasiswa Baru (Tamaba), Sabtu (12/9). Acara ini sekaligus membuka perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2015/2016.

Acara yang bertema Signifikansi Penguasaan Bahasa Asing dalam Studi Keislaman di Perguruan Tinggi berbasis Pesantren ini diisi oleh Prof Dr H Aziz Fahrurrozi.

Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing

"Ilmu tidak akan dinamis kalau basis bahasanya hanya tunggal. Bereferensi yang lengkap itulah kemudian menjadi sangat penting untuk menambah wawasan dan membaca situasi global. Karenanya penting sekali memiliki modal penguasaan bahasa untuk membaca dunia," terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut guru besar bahasa Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, perkembangan bahasa itu selalu terjadi asimiliasi (penyerapan, red). Setiap bahasa pasti mengalami akulturasi. Perkembangan kosakata ? dalam setiap bahasa pun terjadi juga karena adanya akulturasi antar-bahasa dalam setiap bangsa.

Selain menerangkan soal urgensi menguasai bahasa asing, ia juga membahas beberapa hal terkait lembaga pendidikan tinggi keagamaan ? dan pendidikan masa depan.

PKS Piyungan Taubat

"Penting dari adanya lembaga pendidikan tinggi keagamaan adalah untuk mencetak calon pemimpin profesional yang mampu membangun kader bangsa kreatif, inovatif, dan imajinatif. Dan hal ini akan tambah mantap jika peserta didiknya adalah santri," katanya.

Karena, menurut Prof. Aziz, salah satu pilar dari ? keniscayaan negara maju adalah adanya moralitas kokoh. Sementara Nabi Muhammad diutus tidak lain untuk menegakan moral umat. “Kepada santrilah moral tersebut ada, karena pesantren merupakan benteng moral yang kokoh,” ujarnya.?

Dalam kesempatan ini pula, ia berbagi kepada para peserta kuliah umum beberapa tips dan terobosan dalam belajar bahasa Arab supaya lebih mudah dipahami. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan

Sumenep, PKS Piyungan Taubat. Pengelola Baitul Mal wat Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Cabang Bluto dikukuhkan langsung oleh Manager BMT NU Pusat Gapura, Masyudi, di Bluto, Rabu (9/1).

“Apakah saudara siap dilantik sebagai pengelola BMT NU Cabang Bluto?” tanya Masyhudi sebelum membacakan naskah pelantikan.

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan

Empat karyawan BMT NU Cabang Bluto yang akan dilantik dengan kompak menjawab, “Iya.”

PKS Piyungan Taubat

Karyawan BMT NU Cabang Bluto yang dilantik Hakiki menjabat ketua cabang, Anwar Nuris menjabat bagian pembayaran, Badrul Ulum menjabat bagian keuangan, dan Wizaratul Ma’arifah menjabat teller.

Prosesi pelatikan disaksikan Wakil Rais Syuriah PCNU Sumenep sekaligus Mantan Bupati Sumenep KH. Moh. Ramdlan Siraj, Ketua PCNU Sumenep H. A. Pandji Taufiq, Rais Syuriah MWC NU Bluto KH. Sufyan Nawawi, Ketua MWC NU Bluto Ahmad Wari, Pengurus Lembaga dan Badan Otonom NU Bluto, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Sumenep Akhmad Zaini, Kapolsek Bluto Mamat Rachmat, Sekretaris Camat Bluto Wahyu Kurniawan Pribadi, Kepala Sekolah ke Kecamatan Bluto dan puluhan siswa berprestasi.

PKS Piyungan Taubat

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Kajian Sunnah, Hadits PKS Piyungan Taubat

Jumat, 29 Desember 2017

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Forum Gusdurian Yogyakarta kembali mengadakan kelas pemikiran Gus Dur yang ketigaselama dua hari pada Sabtu dan akan berakhir Ahad 25-26 Oktober. Kelas pemikiran Gus Dur ini diadakan di Yayasan LKiS Yogyakarta.

Ketua Panitia Kelas Pemikiran Gus Dur, Sarjoko, mengatakan kelas ini kembali diadakan untuk mengenalkan pemikiran Gus Dur lebih mendalam. “Pemikiran-pemikiran Gus Dur sangat banyak. Dengan forum ini kita akan menggali lebih dalam, mulai tentang politik, ekonomi, keislaman,” katanya.

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga

Lebih lanjut, Sarjoko menjelaskan bahwa kelas pemikiran Gus Dur ini merupakan awal dari kita mengkaji pemikiran Gus Dur. "Kegiatan ini insya Allah berkah karena dengan kreativitas panitia untuk mengadakan acara ini," tambahnya.

PKS Piyungan Taubat

Seknas Gusdurian, Alissa Wahid mengatakan bahwa Gus Dur tidak terkenal dengan pemikiran-pemikirannya saja. Ia juga terkenal karena sepak terjangnya. "Gus Dur terkenal dengan kerendahan hati, beliau tidak pernah mengambil ilmu begitu saja,” ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Putri sulung Gus Dur tersebut menambahkan, ayahnya mengambil ilmu dari mana-mana, tapi kemudian diolah dan menggunakan ilmu itu.

Kelas pemikiran  tersebut dibuka Alissa Wahid yang sekaligus memberikan materi. Selain dia, pemateri lain adalah Hairus Salim HS, Gaffar Karim, Nur Khalik Ridwan, dan Heru Prasetyo. (Nur Solikhin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Lomba PKS Piyungan Taubat

Jumat, 15 Desember 2017

Wasiat Terakhir KH Abdul Karim Lirboyo Jelang Wafat

Menjelang wafat, pendiri Pesantren Lirboyo yang juga termasuk dalam tiga tokoh Lirboyo, KH Abdul Karim, menyampaikan nasihat terakhirnya.

"Mengko yen aku wis mati, aku tulung didungakno, yo! (nanti kalau aku sudah meninggal, tolong aku tolong didoakan, ya!),” pesannya dengan dengan nada rendah.

Wasiat Terakhir KH Abdul Karim Lirboyo Jelang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Wasiat Terakhir KH Abdul Karim Lirboyo Jelang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Wasiat Terakhir KH Abdul Karim Lirboyo Jelang Wafat

Susana hening. Sanak famili yang sedari tadi menunggui Mbah Karim diam seribu bahasa, menyimak pesan terakhir kiai kharismatik tersebut. Sejurus kemudian, Mbah Karim kembali melanjutkan wasiat terakhirnya yang justru di luar kebiasaan orang pada umumnya.

"Aku tulung dungakno ben diakoni santrine Mbah Kholil (aku tolong didoakan supaya diakui santrinya Mbah Kholil).”

PKS Piyungan Taubat

Kiai Kholil, Bangkalan, Madura adalah guru Mbah Karim serta kiai-kiai besar lain di berbagai pelosok negeri. Kiai Kholil termasuk pencetak generasi ulama besar Nusantara.

PKS Piyungan Taubat

Subhanallah, pribadi yang begitu masyhur kealimannya, yang memiliki ribuan santri, dengan rendah hatinya tetap minta dididoakan agar diakui sebagai santri. Allahummanfana bibarkatih. Amin. (Ulin Nuha Karim)





* Cerita ini disampaikan oleh KH. Muhammad Shofi Al Mubarok Baedlowie dari Allahu yarham KH Abdul Aziz Manshur dari Pacul Gowang, Jombang saat acara Ramah Tamah Purna MHM lirboyo 2007.

(Baca Juga: Kisah KH Abdul Karim Lirboyo Jadi Kuli Santri Barunya)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Makam, Lomba PKS Piyungan Taubat

Minggu, 03 Desember 2017

Sumbangan untuk Suriah Jangan Sampai Masuk ke Kelompok Radikal

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Anggota DPR RI Maman Imanulhaq mengingatkan bahwa sumbangan yang dikumpulkan masyarakat Indonesia untuk rakyat Suriah harus dikelola secara transparan dan akuntabel.

"Misi kemanusiaan ke Suriah harus didukung untuk membantu rakyat kecil di Suriah yang menjadi korban, tetapi semua bantuan harus transparan dan akuntabel agar tidak salah sasaran," kata Maman di Jakarta, Jumat.

Sumbangan untuk Suriah Jangan Sampai Masuk ke Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Sumbangan untuk Suriah Jangan Sampai Masuk ke Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Sumbangan untuk Suriah Jangan Sampai Masuk ke Kelompok Radikal

Maman menambahkan bahwa solidaritas #SaveAleppo yang ramai di dunia maya relatif sangat menggugah publik untuk peduli kepada para korban bom di Suriah akibat konflik yang berkepanjangan.

Menurut dia, solidaritas tersebut merupakan aksi mulia yang menjadi misi kemanusiaan dan tuntunan agama.

PKS Piyungan Taubat

"Sebagai orang Indonesia ini sesuai dengan tujuan konstitusional, ikut dalam perdamaian dunia," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Meski demikian, kata Maman, harus ada kepastian amanat umat itu betul-betul sampai kepada korban, bukan kepada pihak yang tidak berhak.

"Jangan sampai justru jadi amunisi kelompok-kelompok yang bertikai, apalagi masuk ke kantong kelompok radikal, seperti ISIS yang menguasai sebagian kota Aleppo, juga ada kelompok radikal lainnya, seperti Jabat Nusra, salah satu kelompok Al Qaida," katanya.

Mengutip hasil penelitian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tahun 2015, dari 11 lembaga yang biasa menyalurkan bantuan dana kemanusiaan yang diteliti, hanya tiga lembaga yang mengantongi izin.

"Jadi, siapa yang mengumpulkan bantuan tersebut harus jelas," kata Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU itu.

PKS Piyungan Taubat

Anggota Komisi VIII DPR RI ini meminta selain melakukan pengumpulan dan pengawalan penyaluran bantuan, publik juga harus mendorong pemerintah untuk ikut mengupayakan perdamaian di Suriah.

"Solidaritas kemanusiaan itu penting, tetapi lebih penting bagaimana perdamaian bisa terwujud di Suriah. Indonesia harus lebih gencar lagi meminta PBB turun tangan karena tanpa solidaritas perdamaian dan peran PBB konflik di Suriah tidak akan pernah selesai," kata Maman. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Habib, Lomba PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

Gus Mus: Banyak Orang Tak Mengenal Kemanusiaan

Semarang, PKS Piyungan Taubat. Budayawan KH A. Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus mengatakan sekarang ini banyak orang yang tidak mengenali kemanusiaannya, terutama yang berada di tataran elite.

"Pimpinan, anggota DPR, semua yang di atas harus jadi manusia dulu," katanya usai dialog kebangsaan bertajuk "Menjadi Orang Indonesia Yang Beragama dan Berbudaya" di Semarang, Kamis (27/8) malam.

Gus Mus: Banyak Orang Tak Mengenal Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Banyak Orang Tak Mengenal Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Banyak Orang Tak Mengenal Kemanusiaan

Menjadi manusia yang dimaksudkannya adalah mengenali dirinya dengan segala sisi-sisi kemanusiaannya sehingga mampu memanusiakan orang lain dan tidak menganggap dirinya sendiri yang paling benar.

PKS Piyungan Taubat

Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Thalibien Rembang itu mengatakan ada orang yang menganggap manusia adalah yang seperti dirinya sendiri sehingga sama saja menganggap yang lain bukan manusia.

"Banyak yang mengatakan revolusi mental. Lalu apa yang sudah kita lakukan? Mestinya kita harus merevolusi mental seperti apa? Kalau mau berubah harus tahu dulu aslinya seperti apa," katanya.

PKS Piyungan Taubat

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan manusia perlu memahami konsep kehidupan, seperti bagaimana melihat dunia, termasuk di dalamnya kemanusiaan dan ketuhanan.

Menurut Gus Mus, banyak orang yang sekarang ini berebut kekuasaan tetapi justru tidak tahu setelah berkuasa mau berbuat apa, sebab orang-orang seperti itu sebenarnya tidak memahami konsep kehidupan.

"Sekarang, orang berebut kekuasaan untuk apa? Setelah berkuasa juga mau apa? Banyak yang mementingkan ngrebut kursinya dulu, baru mikir. Setelah dapat kursinya apa yang mau dilakukan," katanya.

Demikian pula dengan persoalan ketuhanan, Gus Mus mengatakan banyak orang yang merasa mengenal dan ingin menyenangkan Tuhan, tetapi sebenarnya apa yang dilakukan justru tidak mencerminkan sifat-sifat Tuhan.

"Ada semangat mencintai, tetapi tidak disertai semangat pengenalan. Ingin menyenangkan Tuhan, tetapi justru tidak mengenal Tuhan. Merasa selalu benar dan menyalahkan orang lain," katanya.

Manusia, kata Gus Mus, ditunjuk sebagai wakil Tuhan di muka bumi semestinya harus mempunyai sifat-sifat ketuhanan, seperti pengasih dan penyayang, bukan malah saling memusuhi dan bertikai.

"Waktu pertama kali, istri saya membuatkan opor itu ayamnya satu ekor, kelapanya dua buah. Ya, kentel banget. Tidak tahu saya sukanya apa. Semangat mencintai harus disertai semangat pengenalan," katanya, disambut tawa hadirin.

Hadir pada kesempatan itu, Pendeta Petrus Agung, Romo Aloysius Budi P dari Keuskupan Semarang, dan Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat sebagai pembicara. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba PKS Piyungan Taubat

Senin, 20 November 2017

Saat Bocah 8 Tahun Ini Merengek Ingin Jadi Ansor

Tasikmalaya, PKS Piyungan Taubat. Gelak tawa pecah saat Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar PCNU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat di Masjid Agung, Ahad (15/1).

Saat Bocah 8 Tahun Ini Merengek Ingin Jadi Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Bocah 8 Tahun Ini Merengek Ingin Jadi Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Bocah 8 Tahun Ini Merengek Ingin Jadi Ansor

Anak usia delapan tahunan merengek ingin mengenakan seragam Ansor yang dikenakan salah satu peserta pengajian. Sontak saja sang ayah melarangnya karena selain seragam tersebut dikenakan orang lain, juga dijamin terlalu kebesaran.

"Atuh yah hoyong acuk eta (Ayah ingin baju itu)," kata anak tersebut yang diketahui bernama Masyika Anwari (8) ketika disebelah dia ada anggota Ansor yang sedang ngobrol bersama sahabat-sahabatnya.

Ayah sang anak yang juga putra bungsu dari Pendiri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Awipari Tasikmalaya itu, Aos Mahrus langsung tertawa lebar. Pasalnya baru pertama kali anaknya merengek keras ingin memakai Seragam Ansor.

PKS Piyungan Taubat

"Hahaa... dieu (sini) atuh hab (hab panggilan kepada Abdul Wahab yang mengenakan seragam Ansor) nginjeum sakeudeung (pinjam sebentar)," ujar Aos sambil langsung memberikan seragam tersebut kepada anaknya.

Masyika Anwari pun dengan girangnya memakai seragam Ansor tersebut. Sambil senyum riang, sesekali melihat dan memegang logo dan pin Ansor yang menempel di baju mirip jas berwarna hijau itu.

"Yah hoyong jadi Ansor (Ayah ingin jadi Ansor)," ucapnya serius. Aos pun mengiyakan bahwa Masyika yang akrab dipanggil Akok akan langsung jadi Ansor. "Muhun, Akok mah Ansor Junior nyak (Iya, Akok Ansor junior ya)," ujar Aos.

Menurut Aos, tak menyangka anak semata wayangnya memendam rasa berkeinginan besar jadi Ansor. Pasalnya kalau dia ingin sesuatu pasti bilang. Dan keinginan itu dipendam sejak lama sejak melihat Ansor yang kerap berlalu lalang di Kantor PCNU Kota Tasikmalaya.

PKS Piyungan Taubat

"Pantesan lamun saya kaluar sok nanya. Ayah mau kemana? Mau ke NU, ngopi (Pantas saja kalau saya mau keluar rumah suka bertanya mau ke mana), ucapnya. Dan Anaknya pun selalu ingin ikut karena nongkrong di NU, katanya, bakal mendapat berkah.

"Kan pernah nanya kenapa ayah suka ngopi di Kantor NU. Kata Akok biar dapat barokah ya yah," tuturnya.

Selesai pengajian, Akok tak mau melepas seragam ansor. Hingga pulang ke rumah, Akok tetap memakai baju itu dan ingin disimpan kemudian digantung dikamar dia.

"Hab eungke we dibikeun deui seragamna (Hab nanti dikembalikan lagi seragamnya)," kata Aos sambil berlalu meninggalkan Masjid Agung. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Makam PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 18 November 2017

Ratusan Pelajar Grobog Wetan Ikuti Tadabbur Alam IPNU dan IPPNU

Tegal, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Grobog Wetan mengadakan kegiatan lintas alam dan aksi tanam pohon di Desa Sigedong, Bumijawa, Tegal?

Ratusan Pelajar Grobog Wetan Ikuti Tadabbur Alam IPNU dan IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pelajar Grobog Wetan Ikuti Tadabbur Alam IPNU dan IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pelajar Grobog Wetan Ikuti Tadabbur Alam IPNU dan IPPNU

Kegiatan yang diikuti 100 pelajar tersebut, menurut Ketua PR IPNU Grobog Wetan Andy, sebagai tadabburan (renungan) serta menimba ilmu di bumi Nusantara yang penuh dengan keberkahan mengabdi untuk agama dan bangsa.?

"Kegiatan tersebut sebetulnya adalah pintu pengkaderan awal menuju Makesta agar antusiasme pelajar di desa Grobog Wetan lebih memantik semangat mengetahui tentang apa itu IPNU IPPNU," terangnya pada Jumat (20/12).

Dia menambahkan, kegiatan itu juga bertujuan untuk menambahkan cinta terhadap alam Indonesia yang hijau dan selalu bikin sejuk.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan ini diawali dengan ziarah kubur di makam sesepuh desa Grobog Wetan dengan tujuan selalu ingat dan meneladani akan jasa-jasa mereka. Dan yang paling akhir diisi dengan outbond. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

?

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Tokoh PKS Piyungan Taubat

Rabu, 08 November 2017

Aklamasi, Faqih dan Halimah Pimpin IPNU-IPPNU Subang

Subang, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Subang menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) VI di MTs Al-Maarif Binong, Subang, Jawa Barat, Kamis (15/12).

Dalam Konferensi tersebut terpilih secara aklamasi Agung Al Mutafaqih sebagai Ketua IPNU periode 2016-2018 menggantikan Ketua IPNU sebelumnya, Abdullah ZA dan Halimah Sadiyah sebagai Ketua IPPNU Subang periode 2016-2018 menggantikan Ketua IPPNU sebelumnya, Azizah.

Aklamasi, Faqih dan Halimah Pimpin IPNU-IPPNU Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Faqih dan Halimah Pimpin IPNU-IPPNU Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Faqih dan Halimah Pimpin IPNU-IPPNU Subang

"Berdasarkan hasil keputusan Konferensi, rekan Agung Al Mutafaqih sah terpilih sebagai Ketua IPNU Subang untuk masa khidmat 2016-2018," ujar pimpinan sidang dari unsur PW IPNU Jawa Barat, Ziyad Ahmad seraya mengutuk palu sidang.

Senada dengan Ziyad Ahmad, pimpinan sidang dari unsur PW IPPNU Jawa Barat, Nurul Fatonah memutuskan jika Halimah Sadiyah secara aturan main organisasi sah terpilih memimpin IPPNU Kabupaten Subang periode 2016-2018.

PKS Piyungan Taubat

"Semua yang menyangkut hasil persidangan terkait Konfercab ini, maka diputuskan rekanita Halimah Sadiyah sah terpilih menjadi Ketua IPPNU Subang," jelas Nurul.

Ketua IPNU Subang terpilih, Agung Al Mutafaqih menegaskan, akan terus memaksimalkan proses kaderisasi di tiap sekolah yang ada di Kabupaten Subang bersama dengan IPPNU, khususnya di Wilayah Subang Selatan.

"Karena saat ini kita masih fokus kaderisasi di wilayah pantai utara (Pantura) sehingga terbentuk PAC sekitar 15. Mudah-mudahan selama kami memimpin bisa 30 PAC yang ada di Kabupaten Subang bisa terbentuk," kata pria yang akrab disapa Faqih tersebut. (Ade Mahmudin/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Nasional PKS Piyungan Taubat

Senin, 06 November 2017

Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah Aceh Luncurkan STISNU Berbasis Pesantren

Aceh, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Mahyal Ulum Al-Aziziyah Tgk H H Faisal Ali secara simbolis meresmikan perdana perkuliahan berbasis pesantren Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nadhlatul Ulama (STISNU) Aceh yang beralamat di Sibreh Suka Makmur, Aceh Besar, Senin (5/10). STISNU merupakan satu-satunya sekolah tinggi di Aceh Besar yang mewajibkan mahasiswanya mondok di pesantren.

“Hal ini bertujuan menyinkronisasi antara pendidikan kampus dan pendidikan dayah di mana mahasiswa selain mendapatkan ilmu di kampus juga dibekali ilmu agama di dayah,” kata Lem Faisal.

Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah Aceh Luncurkan STISNU Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah Aceh Luncurkan STISNU Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah Aceh Luncurkan STISNU Berbasis Pesantren

STISNU, menurut Lem Faisal, memiliki nilai tambah dibanding sekolah sekolah tinggi lainnya. Di antaranya, dengan perpaduan metodologi sains dan pengajian salafiyah yang diharapkan mahasiswa mampu memahami kitab kuning di samping kompetensi akademik lainnya.

PKS Piyungan Taubat

"Semoga dengan diresmikannya STISNU ini, ke depannya mampu melahirkan lulusan mahasiswa yang bermutu dan berkompeten," kata Lem Faisal.

PKS Piyungan Taubat

Ketua STISNU Aceh Tgk H Muhammad Hatta mengatakan, kampus ini nantinya diharapkan mampu mencetak kader-kader hafiz.

? "Kita ingin memperkenalkan bahwa perguruan tinggi harus memiliki landasan-landasan yang paling kokoh, yaitu landasan ahlussunnah wal jamaah," katanya.

Ia berharap generasi Aceh ke depan melalui STISNU ini menjadi generasi yang memiliki kualitas intelektual dan juga memiliki basis kedaerahan.

"Ini merupakan sebuah gagasan untuk menghindari pemahaman yang selama ini kerap jadi perbincangan di Aceh dengan berbagai berbagai persoalan, dan juga melahirkan kader-kader ulama yang berintelektual yang akan memberikan pemahaman ke masyarakat dan diharapkan mampu tampil di nasional dan interasional," ujarnya.

Untuk tahun pertama, STISNU Aceh sudah membuka dua pilihan jurusan, S1 Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga berdasarkan surat izin dari Dirjen Pendidikan Tinggi Islam RI.

"Dengan jumlah dosen yang mengajar berjumlah 14 orang yang ahli di bidangnya masing-masing serta dengan jumlah mahasiswa sebanyak 62 mahasiswa untuk kedua prodi tersebut," ujarnya. (Zikirullah Al-Farisi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Kajian Islam, Lomba PKS Piyungan Taubat

Minggu, 05 November 2017

Batu Akik Syaikhona Kholil dan Pesan Muktamar NU

Oleh Abdullah Hamid

Syaikhona Kholil Bangkalan Madura lahir Tahun 1820 M atau 1235 H merupakan guru ulama besar di pulau Jawa. Ulama besar yang digelar oleh para kiai sebagai “Syaikhuna” yakni guru kami, karena kebanyakan kiai-kiai dan penggasas pondok pesantren di Jawa dan Madura pernah belajar dan nyantri dengan beliau.

Di antara santrinya yang menjadi ulama besar adalah Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, Mbah Ma’shoem Lasem dll. Mereka juga dikenal sebagai pendiri NU. Berdirinya NU tahun 1926 M tidak lepas dari doa dan restu Syaikhona Khalil gurunya yang disampaikan melalui utusannya, KH As’ad Syamsul Arifin.

Batu Akik Syaikhona Kholil dan Pesan  Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Batu Akik Syaikhona Kholil dan Pesan Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Batu Akik Syaikhona Kholil dan Pesan Muktamar NU

Syaikhona Kholil berasal dari keluarga walisongo. Ayahnya, KH Abdul Lathif, mempunyai pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati. Ayah Abdul Lathif adalah Kiai Hamim, anak dari Kiai Abdul Karim. Yang disebut terakhir ini adalah anak dari Kiai Muharram bin Kiai Asror Bujuk Langgundih Desa Kramat keturunan dari Kiai Abdullah bin Sayyid Sulaiman Mojoagung. Sayyid Sulaiman adalah cucu Sunan Gunung Jati.

Istri Syaikhona Kholil memiliki keponakan bernama Amna, sejak kecil dirawat dan diambil anak hingga dewasa olehnya bersama suaminya, Syaikhona Kholil. Perhatian dan kasih sayangnya sangat besar, seperti dengan anaknya sendiri yang bernama Nyai Asma.

Contoh kecil perhatiannya, Syaikhona memberikan cincin yang begitu indah kepada Amna. Berupa batu akik atau batu mulia Kecubung Kalimantan dengan ring cincin berukir keemasan yang indah pula. Cincin tersebut masih ada tersimpan, bernilai cagar budaya. Seperti yang kita lihat di fotonya, tampak kemilau bagai gugusan awan tebal.

Nyai Amna menikah dua kali, suami pertama meninggal tanpa anak kemudian menikah kedua kalinya dengan Hadji Ismail Desa Ujung Piring yang juga kehilangan istrinya yang wafat yaitu Nyai Musyrifah masih family Syaikhona Kholil. Hadji Ismail membawa 4 anak, salah satunya Abdul Hamid masih berusia 6 tahun (H.A.Hamid Ismail ayah penulis). Karena dirawat sejak kecil hubungan keduanya paling dekat. 

PKS Piyungan Taubat

Semasa hidup Hajjah Amna, kakak penulis HM. Baihaqi semasih remaja pernah meminta 3 kali cincin pemberian Syaikhona tersebut, dijawab beliau bahasa Madura arti Indonesianya begini: ”Cucuku aku ingin memakai sendiri selagi aku masih hidup, cincin ini pemberian Abah Kholil kepadaku”. Sampai akhirnya Nyai Amna wafat, dikubur di Komplek Syaikhona Kholil seperti juga Hadji Ismail.

Dari peristiwa yang sederhana itu kita ingin mengambil hikmah dan barakah sebanyak-banyaknya dari Syaikhona Kholil, kira-kira apa pesan yang bisa ditarik untuk Muktamar NU? Sebagaimana kita baca tadi perhatian Syaikhona terhadap anak perempuan sangat besar, memberi isyarat pentingnya Muktamar NU 2015 di Jombang mengangkat derajat pendidikan perempuan dan akhlakul karimah di tengah pertaruhan ideologi global abad ini.

PKS Piyungan Taubat

Salah satu contoh kecil agar Pemerintah Indonesia memberi peluang perempuan-perempuan desa pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan lingkungannya yang Islami di pesantren salaf. Salah satu caranya dengan membuka perkuliahan di Universitas Terbuka dengan sistem pendidikan jarak jauh, masalahnya hingga kini UT belum membuka prodi agama Islam.

Maka Muktamar NU perlu merekomendasikan pembukaan prodi tersebut kepada pemerintah terkait. Sekaligus menindaklanjuti Keputusan Musykerwil NU Jatim No: /MKW-NU/II/2014. Pengesahan Hasil Sidang Rekomendasi tertanggal 27 Feb 2014 sebagai berikut: Pendidikan a. Secara formal-yuridis. UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) telah mengakui keberadaan pondok pesantren sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional.

Sayangnya, selama satu dekade, pengakuan tersebut tampak masih belum diterapkan sepenuh hati. Pasalnya, masih masih banyak aspek teknis dalam kebijakan pendidikan nasional yang terasa diskriminatif terhadap kalangan pondok pesantren.

Dalam kaitan itu, Forum Muskerwil NU Jatim mendesak pemerintah (c.q.Kementerian dan Kebudayaan RI) untuk memfasilitasi akses pendidikan tinggi bagi santri di lingkungan pondok pesantren salaf dengan membuka Fakultas atau Program Studi Agama Islam di Universitas Terbuka. Dengan demikian, peran sosial kemasyarakatan lulusan pondok pesantren salaf dalam hal memberdayakan masyarakat dan meyukseskan program pembangunan diharapkan akan berjalan secara optimal

Lasem, 25 Juli 2015

Abdullah Hamid, Padepokan Sambua Lasem

 

Foto: Cincin Peninggalan Syaikhona Kholil

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Lomba, Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock