Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Ketika Khalifah Ali Kehilangan Baju

Khalifah Ali bin Abi Thalib kehilangan baju besinya ketika memimpin perang shifin. Padahal sebagai panglima, baju itu sangat dibutuhkannya. Maka alangkah gembirannya Ali beberapa hari kemudian tatkala ada yang memberi tahu bahwa baju itu berada di tangan pedagang beragama Yahudi.

Kepada pedagang itu Ali menegur, ”Baju besi yang kautawarkan itu kepunyaanku. Dan seingatku, tidak pernah kuberikan atau kujual kepada siapa pun.”

Ketika Khalifah Ali Kehilangan Baju (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Khalifah Ali Kehilangan Baju (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Khalifah Ali Kehilangan Baju

Yahudi itu menjawab, ”Tidak baju besi ini milikku sendiri. Aku tak pernah diberi atau membelinya dari siapapun.”

PKS Piyungan Taubat

Saling klaim kepemilikkan terjadi berlarut-larut, hingga mereka sepakat membawa perkara itu ke meja hijau. Yang menjabat kedudukan hakim kala itu adalah sahabat Ali yang setia bernama Syuraikh.

Ali mengadu,”Tuan hakim, aku menuntut orang Yahudi ini karena telah menguasai baju besi milikku tanpa sepengetahuanku.”

Syuraikh menoleh ke arah si pedagang Yahudi da bertanya, ”Betulkah tuduhan Ali tadi bahwa baju besi yang berada di tanganmu itu miliknya?”

PKS Piyungan Taubat

”Bukan. Baju besi ini kepunyaanku,” sanggah Yahudi berkeras.

”Bohong dia,” ucap Ali agak marah. ”Baju besi itu milikku. Masak aku seorang panglima tidak mengenali baju besiku sendiri?”

Syuraikh menengahi agar Ali tidak berpanjang-panjang. ”Begini, Saudara Ali bin Abi Thalib. Yang terlihat, baju besi itu kini berada dalam penguasaan Yahudi ini. jadi, kalau engkau mengklaim baju besi itu milikmu, engkau harus mengajukan dua saksi atau bukti-bukti lainnya.

”Ada aku punya saksi.”

”Siapa mereka?”

”Anakku Hasan dan Husain,” jawab Ali.

Syuraikh memotong, ”Maaf. Kesaksian anak kandung berapa pun jumlah mereka, tidak sah menurut hukum yang berlaku. Jadi, kalau tidak ada bukti-bukti lain, tuduhanmu itu batal dan baju besi ini mutlak kepunyaan Yahudi ini.”

Vonis dijatuhkan. Tuduhan sang panglima yang juga kepala negara dibatalkan pengadilan. Sementara Yahudi yang tak seagama dengan hakim itu pun memenangkan perkara.

Ketika Syiraikh ditanya mengapa ia tidak memberi keputusan yang menguntungkan Khalifah yang juga orang dekatnya itu, ia menjawab:

”Maaf. Kita ini penggembala. Dan setiap penggembala akan ditanya tentang tanggung jawab penggembalaannya (kullukum raa’in wa kullukum mas-ulun ’an ra’iyyatih).”

Mahbib Khoiron

Disadur dari Hikmah Keprihatinan (KH Abdurrahman Arroisi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara PKS Piyungan Taubat

Kamis, 15 Februari 2018

Pesantren Paling Lantang Jaga Keutuhan NKRI

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Kekuatan pondok pesantren yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain adalah adanya keseimbangan antara ilmu dengan amaliah. Artinya ada keseimbangan mental spiritual dan fisik dari peserta didiknya.

Demikian disampaikan, Pengasuh Pesantren Denanyar KH Abdussalam Sokhib pada Diskusi dan Bedah Buku ‘Pesantren ? Akar Pendidikan Islam Nusantara’ yang ditulis A Helmy Faishal Zaini, di panggung utama Stand Ekspo Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Ahad (2/8).

Pesantren Paling Lantang Jaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Paling Lantang Jaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Paling Lantang Jaga Keutuhan NKRI

Dikatakan Abdussalam, dengan adanya keseimbangan antara ilmu dan amaliah tersebut, sesuai dengan literatur yang ada di kitab-kitab kuning yang diajarkan di pesantren. Kitab tersebut menjelaskan adanya syariah, tarekat dan hakikat.

PKS Piyungan Taubat

Harus diakui, kata Abdussalam, tantangan pesantren saat ini dan ke depan sangat berat. Akhir-akhir ini marak gerakan radikalisme. "Selama ini pesantren yang paling lantang menjaga keutuhan NKRI. Pesantren sudah teruji bagaimana tetap menjaga keutuhan NKRI. Sehingga pesantren menjadi musuh dari gerakan radikalisme itu sendiri," kata Abdussalam.

Pesantren selama ini memang tidak bergeming pada siapapun. Meski ditekan dari berbagai pihak, pesantren tetap eksis dan mandiri. Tidak mengherankan pesantren menolak berbagai bantuan yang diberikan pemerintah karena dinilai mengikat dan mengintervensi.

PKS Piyungan Taubat

"Pasca reformasi banyak pesantren yang dibantu oleh pemerintah karena mulai paham bagaimana eksistensi pesantren. Tapi masalahnya, justru pesantren sendiri tidak siap karena memang tidak pernah dibantu," katanya.

Tidak heran, lanjutnya, ketika ada ratusan pesantren yang akan menerima bantuan dari pemerintah tidak bisa membuat atau menyiapkan proposal. Bahkan stempel pun mereka tidak punya.

Diskusi dan bedah buku ini selain menampilkan Abdussalam, juga penulisnya Helmy Faishal Zaini yang juga Ketua Fraksi PKB DPR RI, intelektual muda NU Syafiq Hasyim, PhD dan Direktur Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mustaghfirin Amin. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Makam, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Rabu, 31 Januari 2018

Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk

Pati, PKS Piyungan Taubat. Usaha krupuk Al Barokah salah satu usaha yang ada di Pondok Pesantren Al-Islah Desa Kadilangu, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dengan ketrampilan yang masih terbilang ala kadarnya, tapi krupuk produksi pesantren ini sangatlah digemari masyarakat. Pasalnya permintaan akan berbagai jenis krupuk Al-Barokah semakin meningkat diberbagai penjuru daerah di Pati.

Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk

Produksi krupuk Al Barokah menjadi sebuah dinamika kecil dalam kehidupan anak pondok yang mencari ilmu disitu. Selain ilmu keagamaan juga para santri pondok juga dibekali ilmu kewirausahaan yang ditanam dalam kurikulum pendidikan pondok.

Salah satu santri Pondok Al-Islah Ahmad Basuki mengatakan, santri pondok al Islah selain diajari ilmu agama juga diajarai ilmu kewirausahaan. Banyak santri lulusan dari pondok ini mempunyai usaha mandiri ketika sudah keluar dari pondok. Daintaranya ada yang menjadi pengusaha pembudidayaan ikan lele, ternak kambing, ikan hias, ternak ayam petelur dan produsen krupuk seperti yang ada di pondok al Islah ini.

Dia membenarkan tentang kurikulum pondok yang ditanamkan kepada santri tidak hanya ilmu agama saja yang didapat, melainkan ilmu kewirausahaan yang nantinya akan menjadi dasar pemikiran santri pondok untuk mengembangkan ketrampilan ? yang didapat dari pondok. usaha yang dikelola pondok pesantren ini adalah murni dari usaha pribadi pengelola pondok. Jadi tidak ada campur tangan dari pihak lain dalam membina dan mengelola usaha yang ada di pesantren.

PKS Piyungan Taubat

"Dengan penanaman skill dan ketrampilan, akan menumbuhkan minat santri dalam mengolah pikiranya untuk menjadi seorang pengusaha," ungkap Basuki, Senin (5/9).

Pesantren ini lebih mengarahkan santrinya untuk menjadi seorang pengusaha daripada menjadi seorang pegawai maupun karyawan swasta. Karena dengan menjadi pengusaha akan menciptakan ladang berkah yang bisa memberikan pekerjaan bagi orang lain. (Hasanuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Nusantara PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Kamis, 25 Januari 2018

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mendorong upaya rasionalisasi kurikulum 2013 yang tengah melewati uji publik. Upaya rasionalisasi kurikulum menjadi sebuah keniscayaan dalam menentukan arah pendidikan ke depan.

Demikisan disampaikan Farida Farichah, Ketua Umum PP IPPNU seusai mengikuti pengajian Tasawuf oleh bersama KH SAid Aqil Siroj di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/1) malam.

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru

Menurut Farida, rasionalisasi kurikulum berupa penyesuaian materi kurikulum dengan batas kemampuan dan kebutuhan para siswa. Sejumlah riset bisa dijadikan panduan untuk mengukur kesesuaian bobot materi ajar dengan kemampuan peserta didik.

PKS Piyungan Taubat

“Jangan sampai kurikulum menetapkan materi untuk tingkat SMP diberikan kepada tingkat SD; materi SMA diajarkan kepada siswa SMP,” tambahnya.

Perhatian terhadap bobot materi pelajaran, menjadi acuan utama dalam memperbaiki kurikulum pendidikan di Indonesia. Karena, sebuah kurikulum akan gagal ketika bobot materi yang tertuang dalam kurikulum tidak sebanding dengan kemampuan para siswa, imbuh Farida.

PKS Piyungan Taubat

Farida menyatakan, kurikulum bahkan sudah gagal di tengah jalan saat para siswa tertekan karena beban materi di luar kemampuan mereka. Dampaknya, mereka enggan masuk ke dalam kelas yang selanjutnya berpengaruh pada suasana dan keseriusan belajar.

Masalah bobot materi bahan ajar, laik menjadi perhatian dalam merumuskan kurikulum. Selain menekan para siswa, penerapan kurikulum dengan menuangkan bobot materi di luar kesanggupan siswa, akan menyulitkan para guru, tandas Farida.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Santri, News PKS Piyungan Taubat

Minggu, 14 Januari 2018

Doa Takziah di Hadapan Keluarga Jenazah

Hidup dan mati merupakan sebuah kewajaran bagi makhluk hidup. Hanya saja manusia dianjurkan untuk menghibur mereka yang tengah mengalami musibah sebab kemataian salah satu anggota keluarganya. Berikut ini doa yang bisa dibaca saat bertakziah.

? ? ? ? ? ? ?

Doa Takziah di Hadapan Keluarga Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Takziah di Hadapan Keluarga Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Takziah di Hadapan Keluarga Jenazah

A‘zhamallâhu ajrakum, wa ahsana ‘azâ’akum, wa ghafara limayyitikum.

PKS Piyungan Taubat

Artinya, “Semoga Allah besarkan pahalamu, Dia perbaiki perihal kematianmu, dan semoga Dia ampuni jenazahmu,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Takziah sangat dianjurkan oleh agama. Orang yang bertakziah ke rumah tetangga yang mengalami musibah kematian akan mendapatkan ganjaran pahala di sisi Allah SWT. Selain mendoakan, orang yang bertakziah juga dianjurkan mengurangi beban mereka. (Alhafiz K)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Kajian Islam, Nusantara PKS Piyungan Taubat

1.100 Anggota Banser Lampung Siaga di 11 Titik Mudik

Bandar Lampung, PKS Piyungan Taubat. Ketua PW GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim, di Bandar Lampung, Ahad (3/7) menyatakan, pihaknya mempersiapkan 11 pos komando (posko) untuk melayani pemudik di wilayah tersebut.

1.100 Anggota Banser Lampung Siaga di 11 Titik Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
1.100 Anggota Banser Lampung Siaga di 11 Titik Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

1.100 Anggota Banser Lampung Siaga di 11 Titik Mudik

"Dari 15 pimpinan cabang, hanya empat yang tidak mendirikan Posko mudik karena sebagian besar bukan titik utama yang dilintasi kendaraan pemudik," ujar panglima tertinggi Gerakan Pemuda Ansor Lampung itu didampingi Kasatkorwil Tatang Sumantri.

100 Barisan Ansor Serbaguna (Banser), ujar Tatang menambahkan, telah diintruksikan untuk bisa menjaga posko secara bergantian. "Jika bisa, 24 jam ada Banser di posko mudik. Empat pimpinan cabang yang tidak mendirikan Posko mudik ialah PC GP Ansor Lampung Selatan, Lampung Barat, Metro dan Tulang Bawang Barat," kata dia lagi.

Di Way Kanan, pendirian Posko mudik telah disampaikan kepada Ketua PCNU KH Nur Huda, jajaran dewan penasehat, Yozi Rizal, Iskardo P Panggar, Darul Hafiz, dan Bupati Raden Adipati Surya serta mendapat tanggapan positif.

PKS Piyungan Taubat

Berdasarkan data di lapangan dihimpun Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Way Kanan yang juga Ketua PAC Ansor Way Tuba Agung Rahadi Hidayat, sepanjang jalan lintas Sumatera, Kecamatan Gunung Labuhan yang berbatasan dengan Kabupaten Lampung Utara hingga Kecamatan Way Tuba yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, tercatat ada tujuh posko mudik, salah satu adalah posko mudik Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU).

Posko KBNU Way Kanan bertajuk Islam Rahmatan Lil Alamin, para pemudik yang lelah dipersilakan singgah guna menghindari hal tidak diinginkan. Dikoordinatori Wakil Kepala Satkorcab Banser Ponimin, Posko tersebut berada di depan Gedung PCNU, Jalan Lintas Sumatera, Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu menyediakan tempat sholat, istirahat, parkir dan MCK secara cuma-cuma.

Berikut daftar kontak posko mudik berada di Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Way Kanan tahun 2016. Posko RM Simpang Setia (0813 6901 5992) dan RM Posko RM Ngawi (0852 6748 8106), keduanya berada di Way Tuba. Posko RRI (0812 1211 7321) dan Posko Bina Marga Bedeng Alang-Alang (0821 8129 4883) keduanya berada di Kecamatan Blambangan Umpu.

PKS Piyungan Taubat

Lalu di Kecamatan Baradatu ada dua Posko, yakni Posko KBNU (0853 8200 8080/081379486987) dan Posko Gunung Katun (0821 7975 3828). Dan satu Posko di Kecamatan Gunung Labuhan (9119).

Untuk Puskesmas yang berada di sekitar jalan lintas Sumatera tercatat ada lima, Gunung Labuhan (085369415545), Baradatu (081272300302), Blambangan Umpu (08127826213) dan Bumi Baru (085279513282), lalu Way Tuba (0813 6763 1859).

Adapun untuk rumah sakit dan klinik berada di sekitar jalan lintas Sumatera, RSUD Z.A. Pagar Alam (085269508444), Klinik Gusna Medika Umpu Kencana, Blambangan Umpu (0822 8274 4443), Klinik AMC Blambangan Umpu (081373205690) dan RS Haji Kamino (081272095786). (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Nusantara, Internasional PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi

Di tengah perubahan dan tantangan kemajuan teknologi informasi, GP Ansor sebagai organisasi masa depan NU sekaligus NU masa depan, dituntut terus melakukan upaya untuk meningkatkan kemandirian organisasi sebagai visi besar. Berikut wawancara PKS Piyungan Taubat dengan Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) di Rembang, Jawa Tengah.

Kenapa harus masuk Ansor, terutama Gus Tutut memilih menjadi Ketum Ansor?

Saya ini orang NU, saya lahir dan besar dari tradisi keluarga yang alirannya jelas, NU. Saya mengabdi di Ansor itu juga tidak lepas karena saya ingin agar apa yang saya terima sepanjang hidup saya ini dapat saya tularkan kepada anak cucu saya nanti. Dan juga menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah kalau perlu sampai hari kiamat. Kalau ditanya kenapa saya harus menjadi Ketum Ansor, karena Ansor adalah masa depan NU dan juga NU masa depan.

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi

Yang kedua ini masalah pengabdian. Jadi hidup itu baru lengkap setelah kita punya pengabdian, apalagi bicara Ansor ini pengabdiannya luas, satu pengabdian terhadap Nahdlatul Ulama, dan yang kedua pengabdian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi manusia yang tidak punya pengabdian dan tidak memberikan pengabdian terbaik dalam hidupnya mau jadi apa?

Kenapa lebih memilih Ansor, bukan ormas Islam yang lain Gus?

PKS Piyungan Taubat

Yang pertama Ansor organisasi yang terkenal, dan merupakan satu-satunya organisasi pemuda terbesar di dunia. Yang jumlah anggotanya mencapai sekitar 1,7 juta orang dari sabang sampai merauke, tidak ada organisasi pemuda di dunia yang anggotanya sebesar Ansor. Tetapi bukan itu yang menjadi tujuan. Melainkan saya ini orang NU. Tidak mungkin saya masuk organisasi kepemudaan atau organisasi Islam di luar NU.?

Apa visi dan misi pengurus Ansor hari ini di bawah komando Gus Tutut?

Kalau ditanya mengenai visi misi, tentu visi besar kita jelas "Kemandirian Organisasi". Jadi periode yang lalu, periodenya sahabat Nusron Wahid itu ada tiga "Kaderisasi, Revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, Mendistribusikan kader sesuai dengan bidang keahliannya". Nah, itu kita turunkan menjadi sebuah misi, yaitu kemandirian organisasi.?

PKS Piyungan Taubat

Kenapa begitu, karena jika organisasi ini mandiri, maka kita tidak perlu lagi tergantung dengan kekuatan-kekuatan diluar kita, yang sering kali berbeda dengan visi organisasi. Bahkan kadang berbeda dengan aqidah yang kita yakini.

Kalau bisa mandiri tentu organisasi bisa lebih leluasa ke mana arah kita menentukan kebijakan organisasi. Visi besarnya ya itu, kita akan tetap melakukan kaderisasi, kita akan tetap melakukan revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, dan terus mendistribuasikan kader sesuai dengan bidang keahliannya sebagai gambaran utuh atas kemandirian organisasi yang sedang kita bangun mulai dari semua tingkatan.

Melalui apa Gus, Ansor mewujudkan kemandirian organisasi?

Ikhtiar yang kita lakukan itu banyak. Kita sedang menggarap industri komunitas namanya. Kita persiapkan Insyaallah tahun depan sudah ramai ke semua cabang. Indusri komunitas, misalnya Ansor Rembang. Jumlah anggota ansor Rembang katakanlah seribu, kita akan mencoba memenuhi kebutuhan sehari-hari contoh kecil sabun mandi yang bisa digunakan kalangan internal kita. Kita akan memberikan fasilitas pelatihan dan peralatanya supaya kader Ansor bisa memproduksi sendiri sesuai dengan kebutuhannya.

Kalangan internal kan tidak terbatas kepada Ansor, kalau kita kembangkan kalangan internal bisa masuk ke pondok pesantren, kan santrinya banyak. Selama ini mereka beli dari luar, yang kita tidak tahu produsennya siapa, keuntungannya untuk apa, kan kita gak ngerti. Tahun depan kita akan melakukan itu. Kalau kita bisa produksi sendiri yang paling sederhana. Buat sendiri dan dikonsumsi sendiri kan keuntungannya bisa kita kembangkan sendiri misalnya dikembangkan menjadi bentuk Baitul Mal wat Tamwil (BMT).

Misalnya, ada kader Ansor yang ingin usaha punya keinginan kuat tetapi sulit mengakses permodalan, kan bisa dibantu melalui BMT nya Ansor. Inikan lama-lama bisa bergulir dengan baik. Saya kira organisasi ini akan mandiri dengan cepat. Ini kita berbicara baru satu produk saja yaitu sabun. Belum ngomong shampo, yang gampang-gampang saja kita bikin sendiri.

Apa tidak terlalu cepat dan memberatkan Gus, Ansor berbicara produksi dan permodalan untuk kemandirian?

Tidak, jadi kita sudah ketemu dengan salah satu vendor atau pengusaha yang memang memproduksi dengan skala komunitas dalam skala kecil, mereka sudah siap bekerja sama dengan Ansor. Dan kita sudah koordinasi dengan lembaga keuangan besar yang siap menjadi bapak asuh untuk usaha komunitas Ansor.

Kalau setiap cabang bisa melakukan ini, mendorong kemandirian organisasi mulai tingkat cabang ini luar biasa. Ansor kedepan itu sudah luar biasa, bukan hanya menghidupi organisasi tetapi juga anggota dan kadernya. Misalnya begini, kalau berbicara industri kecil dan skala komunitas, kan masing-masing anggota di ranting bisa menjadi agen, ini kan ? bisa menjadi pemasukan.

Contoh yang lain itu kita bikin aplikasi Ansor, di aplikasi Ansor ada berita tentang kegiatan Ansor se-Indonesia, ada juga toko online jual beli yang isinya ada pemasaran hasil-hasil produksi dari sahabat-sahabat Ansor se-Indonesia, dan bisa juga jual beli pulsa. Jadi selama ini kita punya asumsi, kita melihat teman-teman di daerah banyak yang memiliki usaha.?

Jadi kita melihat di Tegal itu ada teman yang membuat sarung Ansor, atau ada yang bikin batik di Madura, tapi mereka ini kesulitan marketing di pemasaran. Karena kesulitan di pemasaran mereka hanya memasarkan di skala lokal, paling bisa keluar hanya sampai Pemalang, Brebes tidak bisa ke mana-mana.

Melalui aplikasi Ansor ini, kita fasilitasi pemasaranya bisa se-Indonesia. Kita jual beli lewat aplikasi. Ini salah satu contoh. Saya kira namanya industri, usaha apapun kuncinya itu kan ada dua, yang pertama di modal dan pasar. Kalau modal kita bisa penuhi dengan cara pengumpulan di BMT, kemudian membiayai kadernya sendiri, lalu jaringan pasarnya kita siapkan. Nah itu luar biasa dan belum pernah dipikirkan sebelumnya.

Pilot project-nya mau dimulai dari mana Gus?

Kita akan bikin pilot projek di enam titik, maka saya bilang ranting baru bisa tahun depan. Pilot projek enam titik dalam waktu dekat salah satunya di Rembang, yang sudah saya siapkan. Hasil pilot projek nanti akan kita evaluasi kekurangannya di mana. Akan kita perbaiki sebelum kita luncurkan secara luas. Salah satunya Rembang, Pekalongan, Batang dan yang ketiga saya lupa. Pilot projek ini berupa pelatihan dan peralatan.

(Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, AlaNu, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 30 Desember 2017

Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun

Kebumen, PKS Piyungan Taubat?



Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin menginstruksikan para pengurus NU di tingkat Wilayah, Cabang, hingga Ranting, untuk bergerak bersama dalam memperkuat tradisi amaliah Nahdliyin, termasuk memperkuat madrasah diniyah.?

Instruksi itu disampaikan pada Halaqah Syuriyah PCNU dan Pengasuh Pondok Pesantren di bekas Karesidenan Kedu, yaitu daerah Magelang, Kebumen dan Banyumas (Dulangmas), di Pondok Pesantren Al-Huda, Kebumen, Ahad (3/9).

Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun

"NU sebagai jamiyah harus mampu mengorganisir jamaahnya. NU punya tanggung jawab keummatan, tanggung jawab kenegaraan dan tanggung jawab kebangsaan,” katanya.?

Menurut dia, yang konsisten dalam menjaga itu semua adalah pesantren dan madrasah diniyah. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat madrasah diniyah.?

“Kebijakan FDS ini kita memang kecolongan, tahu tahu ada Permendikbud, judulnya, penguatan karakter di sekolah, tetapi isinya adalah sekolah lima hari. Saya sudah sampaikan ke presiden, bahwa kebijakan tersebut ditolak umat. Jika diteruskan akan menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Kini, lanjutnya, Permendikbud itu akan direvisi dalam Perpres. Ia menduga, dalam Perpres itu, FDS akan diterapkan secara opsional. Jadi, nanti Pemda boleh memilih menerapkan atau tidak.?

Dengan demikian, NU harus kerja keras dengan harakah (gerakan) layyinan yang santun. NU tidak bergerak dengan intimidasi, tidak memaksakan, tapi mendorong kesadaran bersama.?

“PCNU dan PWNU harus melobi bupati dan gubernurnya untuk menolak kebijakan tersebut. Di Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, NTB sudah mulai menolak. Entah ini Jawa Tengah, katanya gubernurnya termasuk penggagas FDS. PCNU-PCNU-nya harus bergerak, meloby bupati-wali kota untuk menolak kebijakan penerapan FDS. (Abdul Malik/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Sholawat, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Senin, 25 Desember 2017

Ontel 76 Tahun Antarkan Sutikno Keliling Indonesia

Banda Aceh, PKS Piyungan Taubat ?

Pria itu berkulit coklat dengan urat-urat di tangan mencuat seperti cacing panjang menjalar di pergelangannya. Cacingnya telah kendor memang karena telah dimakan usia. Namun demikian, masih mampu memegang setang ontel dari Malang, Jawa Timur, sampai Banda Aceh dalam waktu 83 hari.?

Ontel 76 Tahun Antarkan Sutikno Keliling Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ontel 76 Tahun Antarkan Sutikno Keliling Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ontel 76 Tahun Antarkan Sutikno Keliling Indonesia

Pria kelahiran 3 November1942 ini bertemu dengan Tim Ekspedisi Islam Nusantara di Rumoh Aceh, Banda Aceh, Sabtu 30 April lalu. Ia tengah melakukan ekspedisi juga di kota tersebut. Ekspedisi bertemu ekspedisi. Bedanya, Ekspedisi Islam Nusantara dilakukan berkelompok, ia sendirian.?

Lelaki berperawakan sedang dengan tinggi badan 165 cm itu bernama Sutikno. Di usia 74 tahun ia tinggal sendirian di Kepanjen, Malang. Istrinya sudah lama meninggal. Sementara keenam anaknya telah berkeluarga. Dari pernikahan mereka ia mendapatkan 14 orang cucu.

Buat apa dia berjalan jauh sampai ke serambi mekkah ini? Bukankah ia sebaiknya tinggal di rumah saja menikmati masa tuanya bersama anak-anak atau cucunya?

Hobinya sejak kecil berjalan-jalan melihat hal-hal yang baru. Namun ia tak puas karena perjalanan terjauhnya hanya sampai Manado. Kemudian berkutat dengan kerjanya yang menjadi staf Pekerjaan Umum Kota Malang.?

PKS Piyungan Taubat

Baru setelah pensiun pada 1998, ia memulai menjemput hobinya yang lama terpendam tersebut. Ia bergabung dengn Komunitas Ontel Indonesia (Kosti) Malang. Bersama mereka hobinya tersalurkan.?

Kemudian ia melakukan perjalanan sendirian dengan ontel kesayangannya ke pulau dewata, Bali. Ternyata ia bisa kembali ke rumah dengan sehat dan selamat. Lalu, ketika ada undangan Kosti dari Semarang, ia mencobanya lagi. Ia menempuhnya sendirian selama 6 hari. Dan ternyata ia masih kuat, bisa kembali dengan sehat dan selamat.?

Lantas memastikan diri ingin melihat Indonesia dengan ontel. Ingin keliling dari Sabang sampai Merauke. “Kita mau lihat NKRI harga mati apakah masih ada dalam masyarakat Indonesia,” katanya. Ternyata dalam perjalanan selama ini, masyarakat masih tetap ingin Indonesia utuh, lanjutnya.?

Tak hanya itu, ia ingin mengabarkan kepada khalayak, menggunakan alat transportasi ontel sangat bagus untuk kesehatan dan demi mengurangi polusi. “Biar tenaga sehat dan polusi berkurang,” katanya sembari mengatakan sekarang sudah terlalu banyak kendaraan yang mengandung polusi.

PKS Piyungan Taubat

Ketika ia berniat keliling Indonesia, di antara anak-anaknya ada yang tidak setuju. Tapi dia menjawab, kalau tidak boleh, tolong antarkan keliling Indonesia. Semua anaknya angkat tangan. Akhirnya ia berjalan sendirian berangkat menggunakan ontel yang lebih tua dari dirinya.?

Ontel tersebut merupakan warisan ayahnya yang dibeli pada tahun 1940. Jadi telah berusia 76 tahun benda itu. Selama perjalanan melintasi Sumatera, ontel tersebut pernah meletus ban dalam 3 kali. Sementara ban belakangnya pernah diganti di Pekan Baru, Riau.

Siang ia berjalan, malamnya menginap hotel merah putih. “Biasanya tidur di hotel merah putih,” katanya. Tapi ia kemudian ketawa terkekeh-kekeh membuat jenggot dan kumisnya bergoyang-goyang karena yang dimaksud adalah SPBU atau pom bensin. Jika tak menemukan hotelnya, ia tidur di kantor polisi atau koramil.?

Soal stamina, ia punya resep tersendiri. Sebelum berangkat, ia makan sebutir bawang putih. Siang sebutir. Sore sebutir. “Harus bawang putih mentah,” katanya sembari mengatakan, selama perjalanan, ia mengandalkan uang pensiunan sebesar 2 juta 5 ratus per bulan.?

Dalam perjalanan ini, ia hanya membawa 4 potong baju dan celana dan dua buah sepatu serta satu tas pakaian, tas peralatan bengkel ontel, dan tas kecil untuk ponsel dan peralatan lain. Jika ada kerusakan, ia mampu menangani ontel kesayangannya itu.?

Pada hari Ahad (1/5) ia meninggalkan Banda Aceh, ia akan menyeberang ke Singapura, Malaysia, kemudian Batam, kembali lagi ke Malaysi untuk pergi ke Kalimantan. Terus ke Timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara PKS Piyungan Taubat

Minggu, 24 Desember 2017

Jadikan Masjid dan Mushola sebagai Markas GP Ansor

Brebes, PKS Piyungan Taubat?

Ketua Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor M Rizqon Halal Syah Aji menyerukan kepada anggota Ansor dan Banser untuk menjadikan masjid dan mushola sebagai markasnya. Menurut dia, hal itu perlu dilakukan karena telah terjadi gerakan radikalisme yang menggerogoti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Sikap Ansor harus tegas, tetap menjaga Kiai dan NU yang berarti menjaga NKRI. Masjid dan mushola adalah lambang keunggulan Islam dan harus menjadi pusat kegiatan dan konsolidasi serta membangun kekuatan keimanan maupun pertahanan NKRI.?

Jadikan Masjid dan Mushola sebagai Markas GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadikan Masjid dan Mushola sebagai Markas GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadikan Masjid dan Mushola sebagai Markas GP Ansor

“Bangsa yang berdaulat, jangan seenaknya diinjak-injak dengan mengatasnamakan jihad dan agama. Maka mari jadikan masjid dan mushola sebagai markas Ansor, jangan sampai diduduki mereka,” seru Rizqon saat menyampaikan sambutan Ansor bersholawat dalam rangka Hari Jadi ke-338 Kabupaten Brebes di Lapak Bawang Hj Tiroh Desa Klampok Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Kamis malam (21/1/16).

Ansor, lanjutnya, wajib menjaga kiai dan NU yang berarti pula menjaga kedaulatan NKRI. Bagi Ansor, NKRI adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Ansor tidak takut!” teriak Rizqon sambil mengepalkan tangan menonjok angkasa.

Menghendaki umat untuk bertakwa, sambungnya, tidak perlu dengan tindakan-tindakan teror dan kekerasan. Justru dengan pendekatan budaya, perkembangan dan kemajuan Islam bisa jaya. Terbukti Walisongo telah sukses mengembangkan Islam di tanah jawa antara lain lewat kesenian gamelan, gending jawa. “Maka tidak keliru kalau Ansor bersholawat kali ini juga mengundang Ki Dalang Enthus Susmono dengan wayang santrinya,” ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Hal senada disampaikan Ketua PC GP Ansor Brebes Ahmad Munsip menyatakan, Ansor diharapkan mampu menjadi garda terdepan, dan penjaga kiai. Sedari dulu, Ansor sebagai penolong umat, tidak takut dengan tindakan anarkisme, apalagi terorisme. “Lawan teroris, Ansor tidak takut, ? siap berada di garda terdepan,” tandasnya.

Wakil Rais Syuriah PBNU KH Subhan Makmun menandaskan, keimanan tanpa keamanan tidak akan kokoh. Untuk itu, sangat penting menjaga keamanan dan menciptakan kedamaian ditengah masyarakat agar umat ayem dan khusyu beribadah.?

Ketua Panitia Zaenal Mutaqin menjelaskan, Ansor bersholawat digelar dalam rangka memperingati hari jadi ke-338 Kabupaten Brebes. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan pertunjukan Wayang Santri dengan dalang Ki Enthus Susmono dari Tegal lengkap dengan grup music Satria Laras.?

PKS Piyungan Taubat

Dalam penampilannya, dalang Ki Enthus Susmono mengambil lakon Lupit Jaga Putri. Dalang yang juga Bupati Tegal tersebut, tampil sangat kocak sehingga membuat para pengunjung betah hingga acara klar pukul 02.00 dini hari.

"Alhamdulillah, kami bisa berkontribusi dalam pembangunan rohani, lewat ansor bersholawat," kata ketua panitia Zaenal Mutaqin.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengapresiasi kegiatan Ansor Bersholawat. Karena disamping bisa mensyiarkan agama juga menjalin silaturahmi dengan seluruh kalangan masyarakat. Bupati juga mengajak kepada para pemuda Brebes yang sudah berumur di atas 17 tahun agar bergabung dengan Ansor. “Bapak, Ibu, kalau punya anak laki-laki di atas 17 tahun silakan bergabung dengan Ansor. Jangan ikut-ikutan organisasi yang tidak jelas,” saran Idza.

Menurut Bupati, kita semua berkwajiban menjaga moral anak bangsa. Ansor juga diharapkan menjadi motivator dalam pembangunan daerah dengan menguatkan karakter pemuda ke jalan yang lurus. “Ayo Kerja, mari bangun Kabupaten Brebes,” ajaknya penuh semangat. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Humor Islam, Pahlawan PKS Piyungan Taubat

Jumat, 08 Desember 2017

Bersama MIVO, ASWAJA TV Kini Hadir Gratis di Smartphone

Jakarta,PKS Piyungan Taubat. Aswaja TV sebuah channel dakwah Nahdliyin yang telah mengudara sejak dua tahun terakhir. Selama ini hadir di layar kaca melalui frekwensi Free To Air yang dipancarkan melalui satelit Palapa D dan ditangkap melalui antena parabola serta hadir di internet melalui platform desktop di MIVO pioner live streaming channel pertama di Indonesia.

Bersama MIVO, ASWAJA TV Kini Hadir Gratis di Smartphone (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama MIVO, ASWAJA TV Kini Hadir Gratis di Smartphone (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama MIVO, ASWAJA TV Kini Hadir Gratis di Smartphone

Kini Aswaja TV dapat dinikmati secara lebih luas dan ringan melalui Smartphone, Tablet, Smart TV dan Mobile Phone lainnya. Aswaja TV bersama lebih dari 40 saluran TV lain dapat diikuti melalui berbagai jenis telephone pintar secara gratis dan telah diunduh (download) oleh lebih dari 2,99 juta pengguna android.

Demikain dinyatakan General Manager Program Aswaja TV Syaifullah Amin dalam pers conference di bilangan Kemang Jakarta Selatan, Selasa (7/4). Menurut Syaifullah, dengan dapat dinikmatinya Aswaja TV melalui smartphone, maka siaran dakwah Ahlussunnah wal Jamaah dapat semakin menyebar lebih dalam ke dalam kehidupan tiap indiividu manusia.

PKS Piyungan Taubat

“Dengan aplikasi MIVO di smartphone Aswaja TV dapat diikuti oleh siapa pun, dari mana pun latar belakangnya, termasuk para remaja, mahasiswa dan kaum professional. Karena terpaket bersama channel-channel lain, Aswaja TV tidak lagi terbatas hanya dinikmati oleh kalangan santri,”? tandasnya.

PKS Piyungan Taubat

Dalam kesempatan yang sama, Marketing Manager Mivo Yuliana Chusna menyatakan, Aswaja TV bersama MIVO menjawab kebutuhan dakwah bagi warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri. Hal ini pula yang memotivasi MIVO untuk merilis aplikasi mobile bagi pengguna Android dan iOs (iPhone, iPad).

“Aswaja TV menjadi salah satu channel favorit yang ditonton oleh jutaan pengunjung tiap harinya di live streaming MIV O. Dengan kehadirannya di aplikasi telephone pintar, Kami berharap terus terjadi peningkatan pemirsa channel dakwah Muslim Indonesia ini,” harapnya.

Lebih lanjut Yuliana menjelaskan, aplikasi MIVO dapat diunduh di Google Play untuk android pada alamat: bit.ly/Mivo-android dan di Appstore untuk iPhone, iPad pada alamat: bit.ly/Mivo-iOs secara gratis.

“Pergeseran komunikasi di masyarakat membuat perangkat mobile semakin penting. Evolusi TV dan kemudahan akses internet mengubah pola nonton ke live streaming. Ini menjadikan TV menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap pemilik gadget atau smartphone sekaligus menjadi identitas pendukung,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pesantren, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Bekali Kader IPNU-IPPNU dengan Lakmud

Jepara, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Bangsri Jepara membekali kader IPNU-IPPNU di tingkatan Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) dengan kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) yang diadakan di MTs Hasyim Asyari Bangsri Jepara, Kamis-Sabtu (13-15/6). 

Kegiatan yang bertajuk “Mencetak Kader NU Berkualitas” diikuti 40-an peserta dari delegasi PR dan PK IPNU-IPPNU Se-Kecamatan Bangsri. 

Bekali Kader IPNU-IPPNU dengan Lakmud (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekali Kader IPNU-IPPNU dengan Lakmud (Sumber Gambar : Nu Online)

Bekali Kader IPNU-IPPNU dengan Lakmud

Selama kegiatan berlangsung Nur Hidayah selaku ketua panitia mewakili Ketua PAC IPNU Bangsri Ahmad Zubaidi dan Nur Maunah Ketua PAC IPPNU Bangsri mengatakan peserta diberikan materi diantaranya ke-Aswaja-an, ke-IPNU-IPPNU-an, ke-NU-an, Kepemimpinan, Manajemen Organisasi, Networking dan Lobying, Teknik Game, Teknik Diskusi, Persidangan, Rapat dan ke-PAC-an. 

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, kegiatan bertujuan untuk membekali kader IPNU-IPPNU yang out put nantinya untuk meneruskan kepengurusan PAC pasca konferancab yang akan dilaksanakan Desember mendatang. 

Sesuai dengan tema yang diangkat masih menurutnya dengan latihan kader itu merupakan proses pengkaderan formal di IPNU-IPPNU yang harapannya menjadi kader berkualitas, mempunyai loyalitas dan militansi tinggi.

PKS Piyungan Taubat

 Ketua PC IPNU Jepara, Chusni Maulana yang berkesempatan hadir menyatakan PAC IPNU IPPNU Bangsri sejak tahun 2000-an sempai sekarang selalu dinamis dan menjadi PAC unggulan di Jepara. 

“Hal ini dibuktikan dengan rekrutmen PC IPNU-IPPNU Jepara, PAC Bangsri selalu siap direkrut menjadi pengurus Cabang,” jelasnya.

Agar tetap dinamis ia menghimbau agar PAC menggali aspirasi yang dibutuhkan oleh anggota sehingga kader IPNU-IPPNU tetap betah dalam organisasi pelajar tersebut. 

Hadir juga dalam kesempatan itu, KH Ahmad Jazuli selaku Ketua MWC NU Bangsri. Kiai Jazuli mengharapkan kader NU menggabungkan unsur tradisionalis dan modern sehingga ke depan menjadi orang NU yang luwes.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Doa PKS Piyungan Taubat

Senin, 27 November 2017

PMII Lintang Songo UNU Sidoarjo Santuni Yatim Piatu

Gresik, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Lintang Songo Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) memberikan santunan kepada panti asuhan penyantun yatim piatu dan dhuafa Mutiara Ihlas Kota Baru Driyorejo Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

"Kami mengajak kepada sahabat-sahabati serta pengurus PK PMII Lintang Songo Unusida untuk bersosial dan mengajarkan solidaritas sebagai tanggung jawabnya. Selain itu, mengimplementasikan dan mengaplikasikan salah satu nilai dasar pergerakan yakni Hablum Minannas (hubungan sesama manusia)," kata ketua PK PMII Lintang Songo Unusida Moch Zakariya Dimas Prata, Sabtu (19/12).

PMII Lintang Songo UNU Sidoarjo Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Lintang Songo UNU Sidoarjo Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Lintang Songo UNU Sidoarjo Santuni Yatim Piatu

Melalui santunan itu diharapkan dapat membentuk kader- kader yang memiliki rasa solidaritas dan loyalitas untuk bergerak dalam hal sosial. Bukan hanya sebagai mahasiswa atau kader hedonis (hanya penggembira saja), namun bisa menjadi kader yang ideologis dan bisa mempertanggung jawabkan tugas sosial nya.

PKS Piyungan Taubat

"Terutama peduli dengan masyarakat sekitar yang lebih membutuhkan uluran tangan kita. Karena kami adalah uluran tangan dan penyambung lidah masyarakat," imbuh Dimas.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu ketua yayasan panti asuhan penyantun yatim piatu dan dhuafa Mutiara Ihlas, Machmudi berharap kepada generasi muda agar bisa selalu aktif pada dunia sosial. Karena sebagian besar anak sekarang hanya apatis akan sosial. Padahal hidup bersosial itu penting.

Machmudi menjelaskan, di panti asuhannya memiliki 96 anak asuh yatim, piatu dan dhuafa. Pihaknya menaruh harapan besar agar para anak asuhnya bisa terfasilitasi penuh. Ia juga mengharapkan uluran tangan dari masyarakat dengan ikhlas untuk perkembangan panti asuhannya. Pasalnya, saat ini panti tersebut masih mempunyai bangunan kecil yang tak cukup dibuat tidur oleh para anak yatim.

"Di sini bukan hanya membantu secara pendananaan saja, melainkan pembentukan skill dan prestasi anak-anak. Beberapa prestasi yang pernah diperoleh anak kami diantaranya pernah menjadi 10 besar pidato bahasa Inggris tingkat Nasional, harapan olimpiade Matematika," jelas Machmudi.

Ia menambahkan, salah satu anak telah menjadi penulis dan telah menerbitkan satu novel yang berjudul One Quantum. Novel itu diterbitkan di Jogjakarta dan sudah beredar dibeberapa toko buku.

Panti asuhan penyantun yatim piatu dan dhuafa Mutiara Ihlas 7.2 No.19 Jl. Penca Warna II B / U.19 itu memiliki visi membentuk anak-anak yang bertaqwa, beriman, intelektual dan siap bersaing. Di panti itu sendiri mempunyai kegiatan ekstra antara lain pencak silat dan pernah beberapa kali menyabet juara umum di tingkat kabupaten. Tak hanya itu saja, beberapa anak asuh nya juga berhasil membawa prestasi medali di tingkat Jawa Timur hingga se-Jawa Bali. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Minggu, 03 September 2017

Ini Orang yang Tangannya Layak Dicium ketika Lebaran

Pada masa lebaran masyarakat biasa mengunjungi sesamanya. Mereka melakukan ramah-tamah satu sama lain. Mereka juga saling berjabat tangan sebagai tanda kelapangan dada mereka untuk menerima kekurangan sesama. Malah sebagian orang mencium bolak-balik tangan kiai.

Islam menganjurkan umatnya untuk mencium tangan orang-orang saleh, orang berilmu, dan tentu saja orang tua. Mereka semua itu adalah orang-orang mulia di hadapan Allah SWT.

Ini Orang yang Tangannya Layak Dicium ketika Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Orang yang Tangannya Layak Dicium ketika Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Orang yang Tangannya Layak Dicium ketika Lebaran

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

PKS Piyungan Taubat

Artinya, “Dianjurkan mengecup tangan orang lain karena kesalehannya dari aspek keagamaan seperti karena ilmu agamanya, kezuhudannya. Dan makruh mencium tangan orang kaya atau faktor duniawi lainnya seperti kekuasaannya atau jabatannya.

Kita juga dianjurkan berdiri untuk menghormati orang-orang berakhlak mulia atau memiliki keutamaan lainnya secara agama, tanpa niat riya atau niat mengagungkannya,” (Lihat Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, juz 3, halaman 305).

PKS Piyungan Taubat

Kalau kepada orang tua yang membesarkan raga kita dianjurkan untuk mencium tangan, apalagi terhadap para kiai, guru agama, dan orang-orang saleh yang mendidik akhlak kita kepada Allah dan makhluk-Nya. Para kiai adalah pembimbing rohani. Hal ini disinggung oleh Syekh Rasyidi dalam Syarah Sittin Masalah-nya Syekh Ramli dalam dua larik berikut ini.

? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

Artinya, “Dialah pembimbing rohani # rohani adalah mutiara

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Dialah pembimbing jasmani # jasmani layaknya cangkang kerang.”

Mencium tangan para kiai dan orang-orang saleh dianjurkan kapan saja, terlebih di masa lebaran seperti ini. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Daerah, RMI NU, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 02 September 2017

Gerakkan Nahdlatul Fallah, LPPNU Cirebon Bantu Kesulitan Petani

Cirebon, PKS Piyungan Taubat. Perekonomian dunia ? yang didominasi ? paham neoliberal secara sistematis mengancam perekonomian di tingkat lokal. Kebijakan pemerintah Indonesia ? yang terbawa arus ini pun turut memperparah keadaan kaum petani di pedesaan yang sebagian besar adalah Nahdliyin.

Hal itu menjadi dasar keprihatin Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, untuk berperan aktif dalam membangun ? perekonomian bangsa, khususnya di wilayah Cirebon dengan menggalakkan konsep ekonomi mandiri.?

Gerakkan Nahdlatul Fallah, LPPNU Cirebon Bantu Kesulitan Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakkan Nahdlatul Fallah, LPPNU Cirebon Bantu Kesulitan Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakkan Nahdlatul Fallah, LPPNU Cirebon Bantu Kesulitan Petani

Pandangan tersebut muncul dalam sebuah forum yang terdiri dari sedikitnya 25 anggota kelompok tani ? mandiri binaan LPPNU Kabupaten Cirebon. Mereka bersepakat membentuk kelompok Usaha Bersama (Kube) sebagai ? media penangkal arus ekonomi neoliberal.

PKS Piyungan Taubat

“Alhamdulilah, krisis kepedulian di sektor perekomian yang ? mampet pascakejayaan Nahdlatut Tujjar kini terbangkitkan, dan ini momentum kebangkitan ekonomi warga NU tidak hanya di Cirebon dan niscaya ? menjadi inspirasi warga sarungan di Nusantara,” tutur Rais Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon KH Usamah Mansyur, Kamis (6/3), pada acara peresmian Kube Nahdlatul Fallah di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.

PKS Piyungan Taubat

Nahdlatul Fallah secara bahasa berarti kebangkitan kaum petani. Kiai Usamah mengaku bangga memiliki kader muda NU di Cirebon yang peka dan peduli terhadap rakyat kecil. Dirinya merasa ? diajak mengembara di massa perjuangan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah ? di awal perjuangan NU.

Menurut Dedy Abbas, bendahara LPPNU yang juga penggagas Kube Nahdlatul Fallah, gerakan ekonomi mandiri yang pihaknya sedang bangun menganut prinsip mabadi khaira ummah mengadopsi ? pondasi Nahdlatut Tujjar dan syirkah muawanah (kooperasi). Dengan modal swadaya, para petani belajar berniaga ? dan mengatur keuangan ? sendiri.

Dedy menjelaskan, lewat badan usaha yang dibentuk, mereka akan membeli dan menjual seluruh ? kebutuhan sarana produksi pertanian secara mandiri. Dengan demikian, jalur distribusi barang dan jasa ? dengan mata rantai yang panjang dapat dipangkas sehingga selisih penjualan ? bisa langsung ke petani dan itu sangat menguntungkan.

“Hanya itu bentuk amaliah yang dapat kami lakukan. Semoga membawa maslahat bagi warga NU. Saya hanya terinspirasi gerakan ? sesepuh dulu, hanya melanjutkan saja kok,” ucap Dedy. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Santri, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Kamis, 31 Agustus 2017

IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom

Majalengka, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Majalengka menyesalkan beredarnya cokelat yang beredar bonus kondom atau alat kontrasepsi jelang Hari Valentine. IPNU memprotes keras penjualan paket itu di beberapa minimarket.

IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom

"Kami menemukan di beberapa minimarket dan swalayan di sekitar Majalengka dan Jatiwangi ada cokelat yang dijual bersama kondom. Ini bisa jadi rayuan juga karena beredarnya pada saat menjelang valentine," ujar Wakil Ketua IPNU Majalengka Azhar Faturahman, Jum’at (13/2) saat ditemui PKS Piyungan Taubat di Gedung PC NU Majalengka.

Menurut Azhar, kondom merupakan alat kontrasepsi konsumsi orang dewasa yang telah menikah, sedangkan cokelat selama ini identik dengan pemberian di Hari Valentine. Azhar khawatir, paket cokelat dan kondom tersebut menyasar pada konsumen pelajar maupun mahasiswa.

PKS Piyungan Taubat

"Cokelat kok dikaitkan dengan kondom, lalu apa hubungannya? Lah ini pun seolah mengajak para generasi muda terjerumus dalam pergaulan bebas dan ini jelas merusak moralitas para pelajar," ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengingatkan bahwa hari kasih sayang yang kalaupun ingin diperingati bukanlah ajang untuk melakukan seks bebas. Remaja harus memahami menjaga kesehatan reproduksinya dan risiko melakukan seks pranikah.

Mantan Ketua PAC IPNU Jatitujuh ini berharap, pemerintah, KPAI dan pihak-pihak terkat? bertindak cepat untuk menarik peredaran paket tersebut. (Aris Prayuda/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Olahraga, Kajian, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Senin, 24 Juli 2017

Jenggot Warisan

Hah! Hah! Sudah lama aku tidak bermimpi kakek berjenggot itu. Semenjak aku lulus SD. Sekarang aku bermimpi lagi di saat aku duduk dikelas dua SMA. Kakek yang menggenggam tanganku saat aku terjatuh di dalam mimpi. Tapi kali ini berbeda. Kakek itu merenggangkan gengggamannya, seakan mau pergi.

Baru pukul tiga pagi, sedang konser Endang Sukamti baru usai dua jam yang lalu. Angin malam menggerakkan rambut ikalku.  Sudah tidak terhitung aku kabur dari pondok dan tidur di emperan toko seperti ini. Aku juga tidak tahu, mungkin karena hasutan dan loyalitas persahabatan yang aku jalin bersama Rio, Ahmad, Ivan dan Mario ini sudah berlangsung sekitar satu tahun, aku tidak dapat mencegah diriku untuk tidak mengikuti mereka.

Selama itu juga kenakalan kita masih tahap normal –menurutku-. Hanya kabur dari pondok untuk menonton konser, atau kabur sekedar keliling kota. Sesekali kita kabur satu hari penuh. Pernah ketangkap basah dengan pembimbing pondok pernah juga tidak. Prinsip kita satu, tidak merugikan orang lain hanya merugikan diri sendiri.

Jenggot Warisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenggot Warisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenggot Warisan

Kita pun pulang pukul tiga pagi. Dengan keahlian kita, kita dapat masuk ke asrama tanpa ketahuan. Tapi entah kenapa, paginya kita dipanggil Mas Ikhsan, pembimbing pondok yang setia menghukumi kita berlima. Akhirnya kita dihukum membersihkan kamar mandi, dan menyapu asrama setiap hari selama satu bulan. Baru berlangsung seminggu, Rio memberitahu bahwa ada konser regae.  Malam itu juga, lagi-lagi kita kabur dari pondok.

Konser telah usai, beberapa orang masih tinggal termasuk kita berlima. Sampai tiga orang yang tadinya duduk di sebuah bangku pergi, dan tanpa tanpa disadari salah satu dompet dari mereka tertinggal. Belum sempat aku berteriak memanggil tiga orang itu.

“Ada rezeki nih!” kata Rio semangat. Sontak aku menatap ke arahnya.

Kita berempat mengikuti langkah Rio, menuju bangku yang diduduki tiga orang tadi. Rio membuka dompet tersebut dan menemukan beberapa uang yang semuanya berjumlah seratus lima puluh ribu rupiah. Dia pun mengambil dan menaruh uang tersebut ke dalam sakunya. Tanpa merasa bersalah, Rio membuang dompet tersebut dan berpaling. Reflek aku mencegat tangan Rio.

PKS Piyungan Taubat

“Rio, bukannya kita tidak membuat rugi orang lain?” peringat ku.

PKS Piyungan Taubat

Lho, bukannya ini tertinggal bukan aku sengaja mencopet atau bagaimana kan? Lagian kalau pun ini merugikan orang lain, kan aku yang berbuat.”

“Tapi kan. Kita harus kompak. Kalau kamu mengawali berbuat seperti itu, nanti yang lain bisa ikut-ikutan terus bisa jadi kebiasaan buruk,” protesku

“Memangnya kita kabur bukan kebiasaan buruk? Sama saja kan? Lagian kalau yang lain mau ikut-ikutan ya sok aja atuh. Kalau kamu nggak mau, ya sudah. Kita nggak maksa kok Muh kalau masalah seperti ini”

“Tapi aku tetap tidak setuju. Ri,”

“Ya sudah, kalau begitu sana pulang dan jadi anak alim di pondok!” teriak Rio di telingaku.

“Bukan begitu maksudku”

“Diam Muh! Kita bakal kabur sampai besok, kita perlu uang untuk makan sama jalan-jalan. Jadi jangan protes lagi.”

Waktu berlalu. Sudah seminggu kita tidak pulang ke pondok. Kita hidup dari hasil mencuri Rio. Aku juga tidak tahu dari mana dia belajar, sehingga begitu ahli dalam mencuri. Aku merasa sangat berantakan, jarang mandi, makan apa adanya, dan merasa kehidupanku berubah. Iya, bebas. Tapi tidak dapat menikmatinya. Aku mendengar langkah kaki yang berlari menuju ke arah dimana aku dan tiga orang temanku duduk. Ternyata itu Rio. Dengan raut wajah ketakutan dia berbicara dengan terburu-buru.

“Ayo! Kita harus bersembunyi! Aku ketahuan! Aku mencuri dompetnya Mas Ikhsan pembimbing!” jelasnya cepat.

“Mas Ikhsan! Gila kamu, Ri!”

“Mana aku tau kalau itu Mas Ikhsan!”

“Kok bisa ketahuan!”

“Kalian tahu kan? Mas Ikhsan tuh seperti apa! Mendingan kita sembunyi sekarang juga sebelum Mas Ikhsan mencium bau kita.” Kita pun berlari dan bersembunyi di tumpukan sampah.

Sudah setengah jam kita menunggu. Sepertinya sudah tidak ada tanda-tanda Mas Ikhsan berada. Rio pun mengecek keadaan. Akhirnya kita menunggu Rio. Rio tak kunjung datang, padahal sudah satu jam kita menunggu. Ingat pesannya kalau kita tidak boleh meninggalkan tempat itu, akhirnya tidak ada pilihan lain selain menunggu. Hingga kita tertidur di tumpukan sampah.

Terdengar suara membangunkan. Bukan suara Rio, tapi suara asing. Ternyata itu suara seorang pemulung, yang membangunkan kita bertiga. Matahari sudang mulai meninggi. Berarti Rio belum juga datang dari tadi malam. Hingga akhirnya sampai sore kita tidak makan. Dan Mario berniat untuk mencuri untuk membeli makan dan minum kita berempat.

Aneh! Tiba-tiba kakiku tidak bisa digerakkan, sedang teman-temanku berjalan meninggalkanku. Tidak lama, seseorang menabrakku. BRUK! Aku terjatuh, orang itu membantuku untuk berdiri. Orang itu menatapku lekat-lekat. Ternyata itu Mas Ikhsan. Mas Ikhsan memaksaku untuk memberitahu keberadaan teman-teman yang lain. Belum sempat aku menjawab, teman-temanku yang menyadari bahwa aku tertinggal, kembali dan mencariku sehingga bertemu dengan Mas Ikhsan yang sedang menangkapku. Akhirnya kita kembali ke pondok.

Kita berlima disidang di depan banyak pembimbing pondok dan akhirnya di depan pak kyai. Kita berlima diberi kesempatan untuk berubah. Aku kira kita berlima akan langsung dikeluarkan dari ponok, karena sudah terlampau sering kita melanggar aturan pondok dan yang terakhir kabur lebih dari seminggu ditambah lagi mencuri. Akhirnya kita dihukum setoran surat-surat khusus dan juz satu.

Aku selesai lebih awal dari pada yang lainnya. Sebenarnya aku sudah menghafal sampai jus sembilan waktu aku SMP di pondok yang dulu. Sekarang aku tidak menghafal lagi dan berubah menjadi anak yang tidak taat aturan. Aku bingung. Teman-teman ku selain Mario, Rio, Ivan dan Ahmad sudah tidak berminat lagi berteman denganku. Aku merasa sendiri. Sedang kita berlima sibuk dengan hukuman dan dipaksa  untuk tidak saling bertemu sampai kita sadar.

Waktu istirahat pun tiba, aku duduk  melamun sendiri di dalam kelas. Entah dari mana, Rio masuk mendatangi mejaku.

“Kenapa kamu keliatan frustasi, bro?” tanyanya santai tanpa beban.

“Bukannya kau juga merasakan beban yang sama. Kenapa kau bisa tetap bahagia begitu, Ri?”

“Jangan dibawa beratlah, bro” jawabnya santai “Oh ya, aku punya obat nih. Obat penenang. Nanti kalau mau tidur diminum, Muh”

“Obat apa ini? Jangan-jangan...”

“Apaan sih! Memangnya aku setega itu. Itu hanya obat penenang biasa, semacam obat tidur makanya minumnya kalau mau tidur aja. Lumayan nih aku, agak ngeringanin beban” jelasnya sambil megusap-usap lehernya “Aku balik ke kelas dulu ya. Kita kan belum boleh ngumpul kan? Kalau begitu sampai jumpa”

Malamnya aku memandang cermin yang ada di dalam lemariku. Semua teman-temanku sudah terlelap. Aku menyediakan segelas air. Aku ingin mencoba obat yang diberi Rio tadi pagi di kelas. Sebenarnya aku agak ragu, tapi mana mungkin dia tega memberi narkoba. Kemudian, baru saja aku memasukkan obat itu ke mulut, tiba-tiba pintu terbuka. Mengagetkan beberapa temanku yang sedang tertidur dan juga diriku yang mematung memegang kantong berisi obat itu. Mas Ikhsan dan pembimbing lain sudah menangkap Rio, Ahmad, Mario dan Ivan. Kata Mas Ikhsan obat itu adalah sejenis narkoba, dan kita berempat telah dibohongi oleh Rio.

Besoknya kita berlima dibawa ke rumah sakit untuk cek darah. Hasilnya positif. Rio, Ahmad, Mario dan Ivan memakai zat adiktif narkoba. Sedangkan hasilku menyatakan bahwa darahku tidak pernah terkena barang haram itu. Ternyata mereka telah memakan barang haram itu selama seminggu. Itu berarti aku adalah orang terakhir yang diberi obat oleh Rio. Padahal tadi malam aku mencoba satu,  tapi kenapa hasilnya nihil?

Sidang pun diselenggarakan. Mereka berempat dikeluarkan dari pondok dan sekolah, sedang aku mendapat skorsing  tiga hari dan disuruh membantu di dalemnya Pak Kyai. Setelah pulang dari menjalani sidang, aku tertidur di Mushola Sakan. Aku bermimpi bertemu kakek berjenggot  itu lagi. Kakek itu melepaskan tanganku dari gengggamannya dan pergi dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Matanya mengatakan bahwa kakek itu percaya kepadaku. Kakek itu pun menjauh dan menjauh hingga hilang  ditelan cahaya.

Aku terjaga. Tenggorokanku sakit, sakit sekali. Rasanya ada sesuatu di dalam tenggorokanku yang mencekikku. Perutku seperti dipukul-pukul sehingga rasanya ingin memuntahkan segala yang ada di perut. Sakitnya pun terus bertambah, sampai-sampai aku berteriak mengadu kesakitan. Seseorang lari dari arah luar menuju Mushola Sakan. Sepertinya pembimbing pondok yang sedang berkeliling. Dia sepertinya panik dan keluar lagi. Dan kembali bersama Pak Zaki.  Beberapa kali punggungku ditepuk keras oleh Pak Zaki.  Kemudian darah keluar dari mulutku dan samar-samar aku melihat sebutir pil keluar bersama darah tersebut. Aku merasa kejadian muntah darah itu berlangsung lama hingga aku tidak sadarkan diri.

Aku terbangun di kamar pembimbing. Setelah aku mandi dan sholat shubuh berjama’ah, aku langsung disuruh menemui Pak Zaki di dalemnya. Aku ditanyai banyak hal. Apa saja yang aku lakukan saat kabur dari pondok, memakan apa saja, sampai aku meminum obat yang diberi Rio dan hasil negatif pada waktu cek darah, semuanya aku ceritakan. Pak Zaki pun manggut-manggut.

“Itu tandanya kamu masih diberi kesempatan sama Allah, Muh” ucap Pak Zaki

 “Oh ya, saya jadi ingat. Dulu saya pernah bertemu sama teman saya. Kata beliau punya anak di sini. Dulunya menghafal Al-Qur’an, mungkin masih sekitar juz lima atau tujuh. Namanya Muhammad. Ya, yang namanya Muhammad kan banyak, yang ditahfidz juga banyak. Saya kira salah satunya mungkin ada di situ” tambah Pak Zaki

“Kamu dulu tahfidz tho? Sudah sampai juz berapa, Le?” tanya Pak Zaki

“Juz sembilan, Pak”

“Sudah banyak. Mulai hari ini dilanjutkan ya, Le? Panggilanmu sopo?

“Simuh, Pak”

“Mau pindah ke tahfidz, Muh?”

Nggih, Pak.”

“Masih diskorsing kan?”

Nggih.”

Sesuk setoran karo aku yo” ucap Pak Zaki sambil tersenyum dan menepuk pundakku.

Aku merasa, malam ini sangat berbeda. Setelah perbincangan di waktu subuh itu. Aku merasa seperti mendapatkan oksigen yang bertubi-tubi, sehingga jiwaku dapat menghembuskan nafas kelegaan. Aku menatap cermin yang menempel di pintu lemariku, terlihat bayangan seseorang yang sangat berantakan. Aku mengambil gunting di atas lemariku dan merapikan rambutku ikalku yang mulai menyentuh leher. Juga merapikan kumis dan jenggot. Jenggot? Aku jadi  teringat dengan kakek tua itu. Aku ingin tahu dari mana asal kakek berjenggot itu, sehingga mewariskanku beberapa helai jenggot yang sekarang mulai tumbuh di daguku.

Izzah Yusuf, Siswi kelas X MA Ali Maksum, Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, aktif di komunitas Sastra Menjangan, Ekskul Unggulan MA Ali Maksum Krapyak.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Quote, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Kamis, 13 Juli 2017

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi

Pacitan, PKS Piyungan Taubat. Tahun 26 Lahire NU ...

Ijo Ijo Benderane NU ...

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi

Gambar Jagad Simbule NU ...

Bintang Songo Lambange NU ...

PKS Piyungan Taubat

Syuriyah Ulamae NU ...

Tanfidziyah Pelaksana NU ...

GP Ansor Pemuda NU ...

PKS Piyungan Taubat

Fatayat Pemudi NU ...

Demikian Lantunan Shalawat NU yang dibawakan oleh Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dari Kota Surakarta pada acara Keluarga Pondok Tremas Bersholawat, Selasa (26/3) malam di halaman Masjid Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jawa Timur.

Malam itu, komplek Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan atau yang dikenal dengan sebutan “Atturmusi” dibanjiri ribuan Muslimin dari seantaro Pacitan dan sekitarnya. ?

Ribuan Syecher mania, sebutan untuk simpatisan Habib Syech, memadati halaman masjid, serambi masjid, bahkan ribuan jamaah memenuhi jalan sepanjang komplek Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan.

Turut hadir dalam acara tersebut para alim ulama dan habaib, diantarnya KH Fuad, Habib Dimyathi, KH Luqman Harist Dimyathi, Gus Karim (Solo) KH Zaenal Abidin (Trengalek), KH Umar Tumbu dan Kapolres Pacitan. Mereka ikut larut dalam bacaan sholawat dan qasidah yang didendangkan oleh Habib Syech.

Habib Syech bersama Jamiyyah Ababul Musthofa Madiun menyuguhkan sedikitnya 15 Sholawat. Tak lupa, Sholawat NU dikumandangkan di pesantren yang didirkan oleh KH Abdul Manan Pada tahun 1830 M tersebut.

Sholawat NU yang isinya terdiri dari syi’iran tentang NU dan amaliahnya ini termasuk salah satu lagu yang sangat saat ini sering dibawakan oleh Habib Syech dalam setiap gelaran sholawatnya. Dengan tujuan, panji panji NU semakin menyebar di seantaro polosok negeri.?

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Zaenal Faizin





Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Warta, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Rabu, 12 Juli 2017

Muslimah Pertama Terpilih jadi Anggota Parlemen Jerman

Berlin, PKS Piyungan Taubat. Seorang wanita Turki kelahiran Jerman membuat sejarah dalam pemilihan Jerman, yang menjadi Muslimah pertama di parlemen yang didominasi oleh partai pimpinan Angela Merkel.

“Saya berterima kasih pasa partai saya dan mereka yang memilih saya, yang menjadikan saya kesempatan untuk membuat sejarah,” kata Cemile Giousouf pada Hurriyet Daily News.

Muslimah Pertama Terpilih jadi Anggota Parlemen Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimah Pertama Terpilih jadi Anggota Parlemen Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimah Pertama Terpilih jadi Anggota Parlemen Jerman

Giousouf dipilih di bagian barat kota Hagen, yang menjadi bagian dari 11 keturunan Turki yang menjadi anggota parlemen.

Selama beberapa tahun, partai Merkel, Christian Democratic Union (CDU) hanya mendapat sedikit dukungan dari komunitas Turki Jerman yang biasanya mendukung kelompok sayap kiri Social Democrats (SPD).

PKS Piyungan Taubat

Namun demikian, dalam beberapa tahun ini, terlihat peningkatan trend dukungan terhadap (CDU).  Giousouf  (35) dilahirkan di Jerman oleh imigran Turki yang tergerak oleh pemilihan putri mereka.

PKS Piyungan Taubat

“Anak saya yang Muslim akan membawa kita semakin dekat dengan teman-teman Kristen,” katanya.

Jerman merupakan negara Eropa dengan populasi Muslim terbesar kedua setelah Perancis, dan Islam merupakan agama ketiga setelah kedatangan Protestan dan Katolik.

Sekitar 3.8-4.3 Muslim hidup di Jerman atau sama dengan 5 persen dari total 82 juta populasi Jerman, menurut hasil penelitian komisi pemerintah.

Namun demikian, saat ini di Jerman  telah tumbuh permusuhan dalam perdebatan atas kehadiran imigran Muslim di negeri mereka.

Sebuah survey yang dilakukan oleh Munster University menemukan bahwa orang Jerman melihat Muslim dengan lebih negatif dibandingkan dengan negara tetangga Eropa lainnya. (onislam.net/mukafi niam)

Foto: ruhrnachrichten.de

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, Kajian Sunnah, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Rabu, 17 Mei 2017

Cara Mbah Kiai Umar Solo Menambatkan Hatinya di Masjid

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa kelak pada Hari Kiamat ada tujuh golongan orang yang akan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Pada hari itu tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Di antara ketujuh golongan itu adalah seseorang yang hatinya senantiasa bergantung atau tertambat di masjid.

Mbah KH Umar Abdul Manan atau biasa disapa Kiai Umar Solo adalah sosok yang sangat mungkin termasuk salah seorang yang dimaksudkan Rasulullah SAW dalam hadits tersebut karena beliau secara istiqamah banyak menghabiskan waktunya di masjid. Cara Mbah Umar menambatkan hatinya di rumah Allah ini adalah dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

Cara Mbah Kiai Umar Solo Menambatkan Hatinya di Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Mbah Kiai Umar Solo Menambatkan Hatinya di Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Mbah Kiai Umar Solo Menambatkan Hatinya di Masjid

1. Berjamaah Shalat Lima Wakktu 

Mbah Umar secara istiqamah melaksanakan kewajiban shalat lima waktu di masjid dengan berjamaah. Mbah Umar tidak selalu menjadi imam. Ada saatnya beliau menjadi makmum. Siang hari yang meliputi Dzuhur dan Ashar, Mbah Umar bertindak selaku imam di masjid kecuali shalat Jumat. Secara tetap Mbah Kiai Daris Ahmad Musthofa menjadi imam shalat Jumat, Maghrib, Isyak, dan Subuh di Masjid Al-Muayyad. Dalam hal khatib atau imam shalat Jumat mendadak berhalangan, Mbah umar menggantikan. 

Ketika suatu saat Mbah Umar tidak bisa berjamaah di masjid karena masih berada di jalan, Mbah Umar tetap berusaha shalat berjamaah di masjid begitu sampai di Mangkuyudan dengan cara mencari santri yang belum shalat. Jika ternyata tidak menemukan santri yang belum shalat, Mbah Umar menawarkan kepada santri yang sudah shalat untuk mau melakukan i’adah (shalat ulang) dengan berjamaah bersama beliau. 

2. Mengajarkan Al-Qur’an

PKS Piyungan Taubat

Waktu kegiatan Mbah Umar mengajar ngaji Al-Qur’an di masjid adalah ba’da Maghrib, ba’da Isyak, dan ba’da Shubuh bertempat di serambi selatan. Para santri yang mengaji adalah santri putra yang terdiri dari tiga kelompok, yakni: (1) kelompok juz ‘amma, (2) kelompok bin-nadzor, dan (3) kelompok bil-ghaib. Meski hanya ada tiga kelompok, namun terdapat lima lajur orang yang mengaji di sisi-sisi meja persegi panjang. 

Pagi hari mulai sekitar jam 08.00 Mbah Umar mengajar di ruang dalam masjid khusus untuk santri-santri bil-ghaib putri. Bisa jadi saat mengajar pada jam ini, Mbah Umar masih agak sayah karena kegiatan mengajar ngaji ba’da shubuh terkadang baru selesai pada jam 07.00 yang kemudian langsung dilanjutkan dengan shalat Dhuha 8 rekaat di dalam masjid. Selesai mengajar santri-santri bil-ghaib putri kira-kira jam 09.00, Mbah Umar kemudian mengajar santri-santri bil-ghaib putra hingga kira-kira jam 10.30. 

3. Mencocokkan Jam Istiwak dengan Bencet di Masjid 

PKS Piyungan Taubat

Sehabis mengajar Al-Quran di masjid di pagi hari hingga menjelang siang, Mbah Umar tidak selalu langsung kundur ndalem (pulang ke rumah). Hal ini sangat bergantung apakah waktu menjelang Dzuhur sudah dekat atau belum. Apabila ternyata sudah cukup dekat, Mbah Umar memilih beristirahat di sebuah ruang kecil di sebelah kiri mighrab. 

Hal tersebut beliau maksudkan untuk menghemat waktu dan memudahkan beliau dalam mengamati bencet yang berada di dalam masjid. Bencet adalah sarana atau alat tradisional yang digunakan untuk menunjukkan waktu istiwa’ dengan mengandalkan pergerakan semu sinar matahari. Mbah Umar menaruh perhatian besar agar jam bandul yang berada di dalam masjid yang dijadikan pedoman waktu terutama untuk shalat selalu sesuai dengan waktu istiwa’ sebagaimana ditunjukjkan bencet dengan cara mencocokkannya hampir setiap hari. 





4. Menerapkan Jam Masjid

Jam masjid atau yang lebih dikenal dengan jam istiwa’ adalah penunjuk waktu yang umumnya digunakan di masjid untuk pedoman waktu shalat. Jam ini didasarkan pada waktu istiwa’, yakni saat posisi matahati berada di titik tertinggi di langit atau yang dalam astronomi (ilmu falaq) disebut zenith. Di saat itu ditetapkan sebagai jam 12.00 Istiwak. Beberapa menit setelah itu tibalah saat zawal dan masuklah waktu Shalat Dzuhur. 

Mbah Umar menetapkan seluruh kegiatan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Muayyad, khususnya shalat lima waktu, mengaji Al-Qur’an dan kegiatan belajar mengajar di madrasah atau sekolah, menggunakan standar jam masjid dan bukan jam WIB. Hal ini menunjukkan orientasi Mbah Umar terhadap masjid sangat besar. 

Sebagai penutup dapat disimpulkan bahwa sulit memisahkan Mbah Umar dari masjid karena tempat yang paling dicintai Allah ini merupakan pusat kegiatan dan orientasi perhatian beliau sepanjang hari. Hingga wafat dan dimakamkan Mbah Umar tetap berada di dekat masjid karena makam beliau berada persis di belakang masjid. Secara fisik Mbah Umar sewaktu-waktu bisa berada di luar masjid, namun hati beliau senantiasa tertambat di dalamnya—tempat beliau secara istiqamah mengajarkan Al-Qur’an, bersujud lima waktu sehari dengan berjamaah, dan menyambut tibanya waktu Dzhur di tempat suci ini. Mbah Kiai Umar teladan sejati. 

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Hadits PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock