Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Bantul, PKS Piyungan Taubat

Ihsan,? pemain kesebelasan Pondok Pesantren Al-Falah memiliki kecepatan gerak yang sering merepotkan pertahanan lawan. Sisi kiri kesebelasan Assalam Bangkalan misalnya, pada pertandingan babak 8 besar mampu ditembusnya. Kemudian bola ia umpan ke Darius yang langsung menyambutnya dengan tendangan ke arah gawang. Gol. Belum genap satu menit babak kedua, Assalam kebobolan.

Pemain nomor punggung 8 tersebut bersama Darius bernomor punggung 11 menjadi andalan tim asal Kabupaten Bandung tersebut. Termasuk dalam semifinal Seri Nasional Liga Santri Nusantara 2016 melawan kesebelasan Pesantren Nur Iman Mlangi Sabtu siang (29/10) di stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta.? Hal itu diakui pelatihnya sendiri.

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Selain mengandalkan kecepatan dua pemain tersebut, Al-Falah, lanjut Arif, menerapkan strategi keseharian santri di pesantren.

PKS Piyungan Taubat

“Kebersamaa, kompak dan daya juang tinggi, itu kita tanamkan. Tidak mudah menyerah, saling cover di lapangan, tidak saling menyalahkan dan saling peduli. Jadi, konsep keseharian di pesantren, saling tegur, saling ngingetin dipakai di lapangan juga,” jelasnya.? ?

Manajer Kompetisi LSN 2016 Kusnaeni menilai Al-Falah adalah tim yang memiliki kerja saama yang baik. Lini depan dan tengah tertata dengan baik.

PKS Piyungan Taubat

Meski demikian, tim ini, tak punya riwayat menang banyak, tapi konsisten menang tipis sampai ke semifinal. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Pemurnian Aqidah, PonPes PKS Piyungan Taubat

Selasa, 30 Januari 2018

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi...

Jepara, PKS Piyungan Taubat. Pelawak sekaligus dai HM Syakirun turut menyemarakkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal yang diselenggarakan pengurus masjid MI Hasyim Asyari Bangsri Jepara, Jawa Tengah, Jumat (17/1) malam.

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi...

Dalam pengajian yang berlangsung di Jalan Raya depan Terminal Bangsri Kirun, panggilan akrabnya mengajak jamaah untuk meneladani Nabi Muhammad SAW. “Teladan kita bukanlah Maradona, Rhoma Irama, Jokowi, Sule dan Tukul Arwana melainkan Muhammad SAW,” tegasnya kepada ribuan jamaah yang hadir.   

Meneladani Nabi kata lelaki asal Madiun Jawa Timur itu dengan mengikuti empat sifat wajibNya; sidiq, amanah, tabligh dan fathanah. “Dengan kejujuran para santri yang kini sedang menuntut ilmu kelak yang akan memimpin bangsa kita Indonesia,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Kirun pun menyontohkan tokoh semacam Gus Ipul Wagub Jatim, Ki Entus Susmono Bupati Tegal bisa mewarnai bangsa, sebutnya dengan modal sidiq, kejujuran.

PKS Piyungan Taubat

Dalam ceramahnya ia juga menceritakan tentang dirinya yang kini banyak mengaji. Hal itu dilakukannya dalam rangka gandul sarung kiai. Golek selamet dunia dan akhirat. “Saya nyedak Ulama agar tidak katut pelawak yang nyedot sabu-sabu,” tambahnya.

Disamping itu, imbuhnya untuk menggapai berkah. “Pedagang untung karena dagangannya laku. Petani panen hasil tandurannya. Bupati lan polisi digaji karena bekerja untuk negara. Lha aku dibayar goro-goro lambeku,” guraunya sembari disambut tawa jamaah.

Agar lambe, (mulutnya, red) berkah itulah ia semakin dekat dengan kiai. “Dengan ilmu hidup menjadi berkah, dengan agama akan terarah dan dengan budaya hidup menjadi indah,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes PKS Piyungan Taubat

Rabu, 24 Januari 2018

Pedagang Pasar Kutoarjo Ajak Warga Tahlilan

Purworejo, PKS Piyungan Taubat -

Paguyuban Pedagang Pasar (PAPPAS) Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah mengadakan Tasyakuran Suran dengan mengajak warga sekitar membaca Yaasin dan Tahlil, di Kutoarjo, Kamis (27/10).

"Kami mohon maaf pada segenap warga pasar Kutoarjo, mengingat banyaknya agenda yang telah dilaksanakan pada bulan-bulan sebelumnya sehingga PAPPAS untuk tahun ini menggelar acara tasyakuran suran tidak bisa seperti biasanya,” ujar Ketua PAPPAS Kutoarjo H Muhamad Choirul Anwar.

Pedagang Pasar Kutoarjo Ajak Warga Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pedagang Pasar Kutoarjo Ajak Warga Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pedagang Pasar Kutoarjo Ajak Warga Tahlilan

Muharom 1438 H sebagai awal bulan dalam kalender Islam sudah hampir lewat. Namun PAPPAS Kutoarjo tidak ingin kehilangan keistimewaan bulan mulia tersebut. Sebagai rangkaian dari acara Tasyakuran Suran (peringatan bulan Muharram) mereka menyembelih kambing.

Pembacaan tahlil dipimpin tokoh agama Islam setempat, KH Mustofa dan kultum disampaikan oleh Ketua MWC NU Bayan, Purworejo, Kiai Achmad Mustawin, dihadiri oleh pengurus PAPPAS, pejabat pasar, dan beberapa dari perwakilan pedagang.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Pasar Kutoarjo, Suseno mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya pada seluruh warga pasar Kutoarjo.

PKS Piyungan Taubat

Suseno juga berharap agar pedagang melalui PAPPAS bisa memberikan kritik konstruktif kepada pejabat pasar sehingga tercipta kondisi pasar yang aman dan juga nyaman, bebas dari hal-hal berbau negatif.

“Sungguh, kami selaku pejabat pasar menerima dengan senang hati segala kritik saran dari pedagang demi terwujudnya kondisi pasar yang aman dan juga nyaman. Dengan bersama-sama semoga kita bisa menciptakan pasar yang semakin lebih baik” kata Suseno.

Pasar Kutoarjo merupakan salah satu pasar induk di Kabupaten Purworejo. Bulan Muharom biasa diperingati dengan menggelar acara pembacaan Yaasin dan Tahlil yang tidak hanya melibatkan warga pasar saja namun juga warga di sekitar pasar. (Muhammad Ghufron/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PonPes, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Senin, 15 Januari 2018

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi

Solo, PKS Piyungan Taubat

Wakil Presiden M. Jusuf Kalla mengimbau Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK). JK ingin BLK mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia industri. 

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi

"Saya mengapresiasi pelatihan bergabung dengan produksi atau sebaliknya," ujar Wapres JK saat mengahdiiri forum silaturrahmi Pengurus dan mahasiswa Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) di Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/11).

Menurut Wapres JK kalangan mahasiswa maupun peserta pelatihan vokasi tidak boleh hanya dibekali teori. Tapi juga harus mampu mempraktekkan dan menjalankan proses produksi.

"Perkembangan teknologi dewasa ini sangar luar biasa. Pendidikan harus mendahului industri," katanya.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, setiap negara membutuhkan industri karena industri mampu menyediakan banyak lapangan kerja. Selain itu keterlibatan dunia industri dalam menggalakkan pendidikan dan pelatihan vokasi juga sangat penting.

"Apabila ingin mendidik, bukan hanya menggabungkan teori dan praktik, tapi dengan produksi juga," ungkap JK.

Forum Silaturrahmi Pengurus dan Mahasiswa ATMI tersebut juga dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, dan Menteri Perindusterian Airlangga Hartanto. 

"ATMI bisa menjadi contoh untuk memperbaiki kualitas BLK di daerah lain," imbuh JK.

PKS Piyungan Taubat

Menanggapi hal ini, Hanif mengungkapkan saat ini Kemnaker tengah menggenjot pelatihan vokasi di BLK dan terus membenahi sarana dan prasarana pelatihan. Kemnaker terus melakukan percepatan peningkatan daya saing dan kompetensi tenaga kerja melalui program Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding (3R) BLK.

Melalui 3R, kurikulum BLK disusun melibatkan professional. Peralatan diperbaiki. Peserta mendapatkan sertifikasi keahlian. Dengan demikian, alumni BLK memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industry.

“Untuk mempercepat peningkatan daya saing dan kompetensi tenaga kerja saya telah menetapkan 3 Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja dalam program 3R tahap pertama yaitu BBPLK Bekasi, BBPLK Serang, dan BBPLK Bandung.” ungkap Menaker.

Selain itu, Kemnaker juga menjadikan program pemagangan nasional yang diselenggarakan di lingkungan industri sebagai salah satu program unggulan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Proses pemagangan yang dijalani peserta magangan mengacu kepada suatu jabatan tertentu di dunia kerja. 

Sehingga diharapkan setelah proses magang selesai alumni magang bisa langsung terserap pasar kerja karena kompetensi yang dimiliki sudah sesuai dengan standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Pendidikan, PonPes PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour”

Subang, PKS Piyungan Taubat. Puluhan pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Huda Pungangan, Subang, Jawa Barat, mengikuti study tour yang diselenggarakan madrasah setempat ke beberapa lokasi di Jakarta, Sabtu (28/2).

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour” (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Sejarah Lewat “Study Tour” (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour”

"Kami harap anak-anak dapat menikmati study tour ini sehingga mulai pekan besok mereka bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan fresh," ungkap Dedi Setiawan, salah satu guru yang ditunjuk sebagai koordinator kegiatan.

Dedi yang juga Wakil Sekretaris LTN PCNU Subang itu menambahkan, lokasi tujuan study tour ini adalah Museum Fatahillah, Monumen Nasional (Monas), dan Masjid Istiqlal.

PKS Piyungan Taubat

"Mereka kita minta untuk menulis seputar sejarah dan kondisinya pada masa kini, tujuannya sekaligus agar anak-anak gemar dan punya keterampilan menulis," imbuhnya

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, Muhammad Heryadi, Kepala MTs Al-Huda Pungangan menyampaikan keinginannya untuk mengubah paradigma anak-anak, karena selama ini ada anggapan bahwa tempat belajar terbatas hanya di kelas saja.

"Kita ingin menyampaikan kepada anak-anak bahwa belajar itu bukan hanya di kelas saja, semua tempat adalah sekolah, tempat belajar yang bisa kita petik ilmunya jadi tidak dibatasi ruang dan waktu," pungkas Ketua IPNU Subang periode 2000-2004 itu. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes, AlaSantri, Ulama PKS Piyungan Taubat

Selasa, 26 Desember 2017

Warga Guyangan Peringati Muharram dengan Festival Suronan

Jepara, PKS Piyungan Taubat. Warga desa Guyangan kecamatan Bangsri kabupaten Jepara dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah dan Haul ke-8 KH Mustofa Abdul Hamid mengadakan Festival Suronan di desa setempat, Ahad (2/11). Mereka mengarak gunungan hasil bumi sejauh 3 km.

Mereka mengawali arak-arakan dari masjid Baitul Mukminin hingga kembali titik tolak pertama.

Warga Guyangan Peringati Muharram dengan Festival Suronan (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Guyangan Peringati Muharram dengan Festival Suronan (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Guyangan Peringati Muharram dengan Festival Suronan

Iwan Prihatna, petinggi desa Guyangan menyebutkan, kegiatan ini dilaksanakan kali pertama untuk menyambut tahun baru Islam. “Harapan kami, warga desa diberi kelancaran rezeki dan terhindar dari segala musibah,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan ini, lanjut Iwan, bertujuan untuk meneladani kiprah Kiai Abdul Hamid (1902-2007) yang berjasa bagi desa Guyangan dan sekitar. Hal ini terwujud dari sejumlah pesantren yang berawal dari kiprah almarhum.

Ia menambahkan kegiatan untuk mempererat silaturahmi antarwarga desa. “Semua pendanaan kegiatan murni dari masyarakat. Bukan hanya pendanaan untuk jalannya acara, tetapi juga hingga hidangan yang dimakan juga merupakan sumbangan dari masyarakat,” imbuhnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia berharap kegiatan yang akan datang lebih meriah dari tahun ini. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes PKS Piyungan Taubat

Kamis, 14 Desember 2017

Menag: Muslim yang Baik Jadi Warga Negara yang Baik

Tangerang, PKS Piyungan Taubat

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berpendapat, Muslim yang baik akan menjadi warga negara yang baik pula. Dengan demikian, membela dan mempertahankan Tanah Air adalah bagian dari upaya menegakkan agama.

Menag: Muslim yang Baik Jadi Warga Negara yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Muslim yang Baik Jadi Warga Negara yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Muslim yang Baik Jadi Warga Negara yang Baik

Hal ini disampaikan Menag saat menjadi pembicara kunci pada Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) di Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (21/11).

Menurut Menag, Tanah Air adalah tempat warga bangsa menjalankan ajaran agama. Karenanya, relasi antara hubungan antara identitas keagamaan dan identitas kewarganegaraan tidak sepatutnya dipertentangkan.

PKS Piyungan Taubat

“Membela Tanah Air dan menjaga keutuhannya merupakan kewajiban agama. Seorang Muslim yang baik pasti menjadi warga negara yang baik," tegas Menag melalui siaran pers.

Namun demikian, kontestasi politik, terutama dalam pemilihan umum, kata Menag, tidak jarang memunculkan masalah politik identitas primordial. Sebagian masyarakat menilai identitas primordial  seperti suku, agama, dan ras, masih memainkan peranan penting dalam politik. Dampaknya,  masyarakat terpecah dan kadang sampai muncul konflik-konflik sosial yang tidak perlu.

PKS Piyungan Taubat

"Perlu didiskusikan hubungan antara identitas keagamaan dengan identitas kewarganegaraan dalam konteks negara-bangsa," tutur Menag.

Islam dalam sejarahnya memiliki pengalaman panjang dalam mengelola hubungan antara identitas keagamaan dan identitas kewarganegaraan. Kisah sukses itu bermula dari Piagam Madinah yang mengakui hak-hak kewarganegaraan bagi seluruh komponen masyarakat Madinah, terlepas dari perbedaan agama, suku dan ras.

Dengan tegas dinyatakan, “anna al-Yahûd Ummah, wal muslimîn ummah” (orang Yahudi dan Muslim adalah umat dalam ikatan identitas agama masing-masing), tetapi pada saat yang sama, “annal muslimiina wal yahuuda ummah” (kaum Muslim dan Yahudi adalah SATU UMMAH yang diikat oleh kesamaan sebagai warga negara).

"Prinsipnya jelas, seperti kata Rasulullah, “lahum mâ lanâ wa `alayhim mâ `alayna” (mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kita)," tegas Menag.

Konsep hampir serupa, kata Menag, dibuat para pendiri bangsa yang terdiri dari berbagai komponen masyarakat ini. Mereka bersepakat menetapkan Pancasila sebagai dasar dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Keragaman adalah keniscayaan dalam hidup, yang diciptakan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk disinergikan sehingga menghasilkan kekuatan dan kemajuan," tandasnya.

AICIS 2017 menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain: Syed Farid Alatas (National University of Singapore), Ronald A Lukens Bull (University of North Florida), Imtiyaz Yusuf (Mahidol University Thailand), Lisolette Abid (Vienna University, Austria), dan Livia Holden (Oxford University UK).

AICIS dihadiri pimpinan, guru besar, dosen dan peneliti di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Ada 25 narasumber utama (dalam dan luar negeri) dan 332 pemakalah yang akan mempresentasikan hasil kajian dan penelitiannya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Senin, 13 November 2017

Wujudkan Program Santri Kuliah, Pergunu Gandeng Astindo

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Banten di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Ahad (15/1) lalu.?

Salah satu agendanya yaitu penandatangaanan nota kesepahaman (MoU) tentang santri wajib kuliah. Program ini, dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas SDM pesantren dalam disiplin akaddemik perguruan tinggi.

Wujudkan Program Santri Kuliah, Pergunu Gandeng Astindo (Sumber Gambar : Nu Online)
Wujudkan Program Santri Kuliah, Pergunu Gandeng Astindo (Sumber Gambar : Nu Online)

Wujudkan Program Santri Kuliah, Pergunu Gandeng Astindo

Dalam program ini, Pergunu Korwil DKI Jakarta, Lampung, Jawa Barat, dan Banten menggandeng Asosiasi Sekolah Tinggi Islam Se-Indonesia (Astindo). Secara khusus, Astindo memang memiliki program Pemuda Wajib Kuliah dan Santri Wajib Kuliah.?

“Kami jalin kerja sama dengan Astindo yang memiliki program santri wajib kuliah atau pemuda wajib kuliah, dengan skema beasiswa, atau skema kuliah sambil kerja,” ujar Ketua Pergunu DKI Jakarta, Aris Adi Leksono.

Hal ini, lanjutnya, dimaksudkan untuk memberikan peluang bagi santri untuk mengikuti pendidikan tinggi, sehingga berimbas pada peningkatan kualitas SDM Indonesia.

Secara umum, para pihak sepakat untuk meningkatkan SDM Pesantren dengan memberikan beasiswa, baik tingkat S1, S2, atau S3. Terkhusus kerja sama Astindo ke depan juga akan dipeluas untuk beasiswa S2 dan S3 bagi guru binaan Pesatuan Guru Nahdlatul Ulama.?

PKS Piyungan Taubat

Sebagaiman yang diungkapkan, Ketua Umum Astindo Ilyas Indra Damarjati saat kegiatan pihaknya menyambut baik kerja sama ini, karena mereka ingin semua pemuda Indonesia, didalamnya para santri juga harus merasakan pendidikan tinggi. Sehingga ke depan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.?

“Melalui Pergunu ini, kami akan menyalurkan beasiswa S1 untuk santri, dan akan belanjut untuk guru Pergunu untuk jenjang S2 dan S3,” terang Ilyas yang juga Ketua STAI At-Thowalib Indonesia ini.

Turut serta menandatangani kerjasama ini adalah Ketua Pergunu Lampung, H Jamaluddin Malik, Sekretaris PW Pergunu Jawa Barat, H Saepulloh, Ketua LP Maarif DKI Jakarta, Jafar Amiruddin, sedangkan pihak Astindo diteken langsung oleh Ilyas Indra Damarjati. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Tokoh, PonPes PKS Piyungan Taubat

Senin, 16 Oktober 2017

Kang Said: Perbedaan Jangan Sebabkan Permusuhan

Semarang, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, mensyukuri kondisi NU yang saat ini menjadi kekuatan civil society terbesar di Indonesia. Nahdliyin ~sebutan warga NU~ diminta bisa memanfaatkannya, dengan menjadi pelopor terbentuknya Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Insaniyah.  

"Dengan Pemerintah dan non Pemerintah, NU menjalin hubungan baik. Dengan agama lain, bahkan dengan luar negeri kita juga berhubungan baik. NU sekarang dalam kondisi baik, besar, dan diharapkan perannya oleh semua pihak," tegas Kiai Said di hadapan seratusan Nahdliyin di Kantor PWNU Jawa Tengah, Ahad (10/6). 

Kang Said: Perbedaan Jangan Sebabkan Permusuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Perbedaan Jangan Sebabkan Permusuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Perbedaan Jangan Sebabkan Permusuhan

Acara di PWNU Jawa Tengah adalah rangkaian Turba PBNU ke kepengurusan di daerah, yang di bingkai dalam Dialog Keorganisasian NU. Hadir juga dalam acara tersebut pengurus PCNU se Jawa Tengah, beserta lembaga, lajnah, dan badan otonomnya. 

PKS Piyungan Taubat

Sesuai dengan cita-cita pendirian NU, Nahdliyin harus bisa mempelopori terbentuknya Ukhuwah Islamiyah di antara umat Islam. Adanya perbedaan pemahaman diminta tidak menjadi penyebab munculnya permusuhan. 

"Perbedaan pasti ada, itu sudah nash dan tidak bisa dipungkiri. Tapi jangan sampai perbedaan itu menjadikan kita saling bermusuhan," ujar Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya. 

PKS Piyungan Taubat

Meski demikian Kang Said juga berpesan, dalam menjalankan Ukhuwah Islamiyah harus dibarengi dengan Ukhuwah Wathaniyah. Mengutamakan Ukhuwah Islamiyah saja dikhawatirkan akan menjadikan umat Islam jadi eksklusif yang berujung ekstremisme, sementara lebih mementingkan Ukhuwah Wathaniyah akan mengantarkan pada suburnya sekulerisme. 

"Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah harus sejalan. Jika itu selesai kita akan persembahkan ke dunia Ukhuwah Insaniyah, kita pelopori perdamaian dunia tanpa adanya peperangan," tuntas Kang Said. 

Turba PBNU ke PWNU Jawa Tengah ini adalah rangkaian dan yang ke sekian kalinya. Ikut dalam rombongan Kang Said adalah Katib Syuriyah PBNU KH Ikhwan Syam, Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf, Sekjend PBNU H Marsudi Syuhud, Wakil Sekjend PBNU Imdadun Rahmat, Ketua Lembaga Kesehatan NU Imam Rosyadi, Ketua Lembaga Penyusuhan dan Bantuan Hukum NU Andi Najmi Fuaidi, Ketua Lajnah Talif wan Nasyr NU. Sulthon Fathoni, dan Sekretaris RMI NU Miftah Faqih. 

Redaktur    : Emha Nabil Haroen

Kontributor: Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Amalan, PonPes PKS Piyungan Taubat

Senin, 07 Agustus 2017

LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan di Jawa Timur

Surabaya, PKS Piyungan Taubat - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan tingkat Jawa Timur. Pembukaan dilaksanakan di Kantor PWNU Jawa Timur, sedangkan pelatihan dilaksanakan di Wisma Sejahtera Surabaya. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara PP LPBINU dengan KUEHNE Foundation, HELP Logistics.

Hadir saat pembukaan kegiatan yang berlangsung pada 11-13 April 2017 itu, Temmy Tanubrata (Help Logistics, KUEHNE Foundation), Yulistianto, H Imron Rosyadi (PP LPBINU) dan Saiful Amin (Ketua PW LPBINU Jawa Timur. Kegiatan Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan dibuka oleh H M Qoderi (PWNU Jawa Timur).

LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan di Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan di Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan di Jawa Timur

Penanggulangan bencana dan penyelamatan korban bencana merupakan bagian dari ibadah dan pengejawantahan dari al-maqashid asy-syari’ah khususnya hifdz an–nafs, pelaksanaan penanggulangan bencana membutuhan koordinasi antar berbagai pihak.

Adanya koordinasi dalam tanggap darurat yang terstruktur, sehingga dalam penanganan tanggap darurat berjalan dengan baik. Adanya penunjukan tugas dan kewajiban di masing-masing pihak, sehingga ketika ada risiko dalam tanggap darurat pihak tersebut yang menjadi penanggungjawab.

PKS Piyungan Taubat

Pemberian bantuan adalah hal yang sangat penting dan harus segera dilakukan, karena hal ini menyangkut kebutuhan hidup manusia. Oleh karenanya sistem yang baik dalam memberikan bantuan akan terbagikan secara merata dan tidak berlebihan. Jadi barang bantuan yang diberikan tidak boleh kurang dan tidak boleh berlebihan.

PKS Piyungan Taubat

BPBD Jawa Timur merupakan koordinator yang diharapkan mampu mengolah data dan membangun pola komunikasi dengan banyaknya lembaga penanggulangan bencana yang ada di tiap daerah.

LPBINU menegaskan pentingnya memasukkan isu gender dalam penanggulangan bencana. Karena pengarusutamaan gender dalam bencana menjelaskan bahwa kejadian bencana yang sama akan memberi dampak risiko yang berbeda bagi para korban.Dengan isu gender didapat data terpilah bahwa kebutuhan antara perempuan dewasa, laki-laki dewasa, anak perempuan, anak laki-laki, ibu hamil/nifas, ibu menyusui, lansia dan penyandang disabilitas memiliki kebutuhan bantuan yang berbeda.

Peserta Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan adalah perwakilan Pengurus Cabang LPBINU se-Jawa Timur dengan jumlah 25 orang, yang terdiri dari 18 Ketua Cabang dan 8 orang perwakilan PW LPBINU. Mereka adalah representasi dari warga Nahdlatul Ulama di Jawa Timur yang dilatih untuk memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang logistik bencana, sistem analisa kebutuhan bencana, sistem pengadaan, manajemen gudang serta sistem transportasi saat bencana.

Peserta pelatihan juga diajak studi lapangan langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Disana peserta melihat langsung proses pergerakan barang yang dikelola oleh Pelindo III di Gudang Jamrud. Dalam konteks bencana jika ada barang bantuan untuk disalurkan kepada korban bencana dan barang bantuan tersebut harus melibatkan salah satu perusahaan yang ada di Tanjung Perak, maka harus menunggu instruksi Presiden dengan catatan prosedur yang ada di Tanjung Perak tetap berjalan. Karena Pelabuhan Tanjung Perak merupakan pelabuhan Internasional yang mengedepankan SOP bagi masing-masing perusahaan dalam maupun luar negeri.

Manajemen logistik kemanusiaan menjadi ikhtiar PP LPBINU dibawah kepemimpinan M. Ali Yusuf untuk terlibat secara lebih luas, terstruktur, efektif dan berdaya guna dalam kegiatan tanggap darurat bencana. LPBINU merupakan lembaga dalam tubuh Nahdlatul Ulama yang secara khusus mendapat mandat untuk menangani persoalan pendidikan dan pelatihan,penanggulangan bencana baik pra bencana, saat maupun paska bencana. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes, Kiai, Kyai PKS Piyungan Taubat

Minggu, 30 Juli 2017

Inilah Pola Rekrutmen Guru Agama bagi Pemeluk Agama Minoritas

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Bagi siswa pemeluk agama tertentu yang jumlah pengikutnya minoritas dalam sebuah sekolah, terdapat tiga pola penyediaan guru agama untuk melayani pendidikan agama agar hak mereka untuk pendidikan agama tersebut tetap terpenuhi.

Inilah Pola Rekrutmen Guru Agama bagi Pemeluk Agama Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pola Rekrutmen Guru Agama bagi Pemeluk Agama Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pola Rekrutmen Guru Agama bagi Pemeluk Agama Minoritas

Riset oleh Balitbang Diklat Kementerian Agama oleh Hayadin (2015) menemukan beberapa pola. Pertama, guru agama yang disediakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah. Kedua, guru agama disediakan oleh sekolah atau yayasan, dan ketiga, guru agama disediakan oleh lembaga keagamaan.?

Pada pola pertama, penyediaan guru agama oleh pemerintah dilaksanakan sesuai jadwal dan aturan rekruimen pegawai negeri sipil (PNS). Selanjutnya, pada pola penyediaan guru agama oleh sekolah, biasanya dilakukan untuk menutupi kekosongan tiadanya guru agama yang diangkat oleh pemerintah. Artinya, dalam kasus pemerintah cq. Kementerian agama atau Pemerintah daerah setempat tidak menempatkan guru di sekolah tertentu, maka sekolah tersebut mengangkat guru honorer dengan persetujuan komite sekolah. Tentu saja ini berlaku bagi sekolah negeri yang dibiayai oleh pemerintah.?

Bagaimana dengan sekolah swasta di bawah manajemen yayasan? Maka kekosongan guru agama menjadi kewenangan yayasan untuk merekrut dan mengangkat guru agama yang dibutuhkan.?

Dalam kasus pemerintah daerah, sekolah atau tidak memiliki kemampuan untuk mengadakan guru agama, maka sekolah bekerja sama dengan lembaga keagamaan setempat untuk menyediakan layanan pendidikan agama kepada siswa di sekolah tersebut. Kasus ini biasanya terjadi pada sekolah dengan siswa pemeluk agama minoritas yang jumlahnya kurang dari 15 orang. (Mukafi Niam)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes, Hadits, Hikmah PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Senin, 12 Juni 2017

PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Partai Kebangkitan Bangsa melalui fraksinya di DPR RI mendeklarasikan diri sebagai oposisi dan berjanji bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sikap kritis ini, bukan berarti menggoyang pemerintahan Presiden Yudhoyono, tetapi mengkritisi setiap kebijakan pemerintah demi kepentingan bangsa dan negara. Soalnya, banyak kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat," kata Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di DPR RI, Effendi Choirie, setelah menerima tugas sebagai ketua fraksi dari pejabat lama Ida Fauziah di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin.

Sementara itu, dalam acara serahterima pimpinan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, hadir beberapa pimpinan fraksi, di antaranya Ketua Fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Syarif Hasan, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Lukman Hakiem Saifudin, juga Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Laode Ida serta sejumlah anggota dewan.

PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah

Kepada wartawan, Effendi Choirie yang akrab disapa Gus Choi menambahkan, pihaknya juga telah sepakat untuk mendukung usulan amandemen ke-5 atas Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

"Sikap kritis yang dilakukan fraksi kami ini sesuai dengan keputusan rapat pleno DPP PKB yang dihadiri Ketua Dewan Syuro, Gus Dur. Beliau dalam rapat pleno meminta ketua fraksi yang baru bersikap kritis dan berani kepada pemerintah. Ini sesuai dengan moto baru PKB yakni, kritis, konstruktif dan solutif," katanya.

PKS Piyungan Taubat

Ia berharap, sikap yang dilakukan fraksinya itu tidak disalahartikan oleh fraksi-fraksi lainnya, seperti Fraksi Partai Demokrat sebagai pendukung pemerintah. "Apa yang kami lakukan ini untuk mengkritisi kebijakan pemerintah jika tidak pro-rakyat. Tetapi bukan bertujuan untuk menjatuhkan pemerintah," katanya.

Gus Choi lalu mencontohkan, kebijakan pemerintah Presiden Yudhoyono yang terkesan plin-plan, misalnya, dukungan pemerintah atas Resolusi Dewan Keamanan PBB dengan memberikan sanksi lebih berat terhadap Iran, juga proses penyelesaian kasus lumpur Lapindo serta DCA RI-Singapura.



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PonPes PKS Piyungan Taubat

Kamis, 25 Mei 2017

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Masyarakat Indonesia kini tengah mencari calon legislatif (caleg) yang amanah dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat. Masyarakat sudah letih dengan kinerja wakil rakyat yang jauh dari harapan.

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab

Demikian dikatakan oleh Katib Am PBNU KH Malik Madani ketika dihubungi PKS Piyungan Taubat, Selasa (7/5) siang.

“Kita mengharapkan warga negara yang ingin mencalonkan diri nanti memiliki komitmen dan kesadaran tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan tugas dan amanah yang dibebankan kepadanya,” tegas KH Malik Madani.

PKS Piyungan Taubat

Tanggung jawab dan amanah itu, lanjut KH Malik Madani, merupakan satu masail yang dibahas dalam Sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyyah Al-Waqi‘Iyyah pada Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, Munas dan Konbes NU di Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, September 2012 lalu.

Komitmen caleg, sambung KH Malik, sering dipertanyakan warga. Lewat aneka media yang berkembang, warga Indonesia lebih mudah memantau calegnya setelah terpilih. Namun, mereka kerap kali dikecewakan wakilnya yang kerap mungkir dari janji yang diumbar saat masa kampanye.

PKS Piyungan Taubat

Masalah ini dinilai penting sehingga NU memasukkannya dalam draf pembahasan dengan tajuk “Memilih Calon”. Pembahasan ini bagian dari kontribusi NU dalam mengawal aturan pemilihan wakil rakyat yang berlaku, kata KH Malik Madani. 

Putusan Munas dan Konbes NU itu hanya bersifat seruan moral. NU tidak punya hak untuk melarang warga negara yang memenuhi persyaratan teknis untuk mencalonkan diri. Karena, pencalonan itu menjadi hak warga negara, tambah Kiai Malik.

Selebihnya, NU menyerahkan kepada KPU dan partai yang bersangkutan untuk menyeleksi bakal calon legislatif baik secara prosedur maupun integritas. Masyarakat pun tentunya harus mencermati benar calon legislatif yang akan mewakili aspirasi mereka, tandas KH Malik.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, PonPes PKS Piyungan Taubat

Minggu, 07 Mei 2017

Pergantian Tahun dengan Dzikir dan Sholawat

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Hujan deras yang mengguyur kota Brebes, tidak menyurutkan langkah para Santri dan masyarakat menuju ke Islamic Centre Brebes. Mereka menyambut datangnya tahun baru 2013 tidak dengan menyalakan mercon kembang api dan tiup trompet,  tetapi menyambutnya dengan dzikir, sholawat dan pengajian Senin malam (31/12). 

Pergantian Tahun dengan Dzikir dan Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergantian Tahun dengan Dzikir dan Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergantian Tahun dengan Dzikir dan Sholawat

“Akibat hujan deras, acara yang semula akan digelar di halaman Islamic Center, berpindah tempat ke Masjid al Mukaromah Islamic Centre,” terang Ketua Panitia Ustadz Dulhadi.

Dengan berpindah tempat, justru menambah kusyu dan hikmatnya dzikir dan pengajian. Termasuk Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dan Wakil Bupati Narjo beserta para Kepala SKPD, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 KH Labib Sodiq dengan hikmat mengikuti acara sejak awal. 

PKS Piyungan Taubat

Bupati Brebes dalam sambutannya mengajak para Santri dan masyarakat Brebes untuk tidak salah kaprah dalam merayakan pergantian tahun baru. Karena pada hakekatnya, pergantian tahun sama halnya pengurangan usia dan jatah waktu bakti kita di dunia. Untuk itu, agar selalu berintrospeksi diri dengan selalu menambah kebaikan-kebaikan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Pesan Nabi, kata Bupati, orang yang beruntung itu apabila hari ini lebih baik dari pada hari kemarin. Sedang orang yang merugi bila pada hari ini sama seperti hari kemarin dan orang yang celaka bila hari ini lebih jelek daripada hari kemarin. 

PKS Piyungan Taubat

“Orang yang berbahagia, adalah orang yang panjang umur dalam takwa pada Allah SWT,” ujarnya.

Sebanyak  lebih kurang 20 habib habaib datang dari penjuru Brebes dan Tegal. Antara lain Habib Tohir bin Abdullah Al Kaf (Tegal), Habib Sholeh Bin Ali Al Athos (Tegal), Habib Ali bin Abdullah Al Athos (Bekasi), Mbah Wid (Pangeran Timur) dari Purwokerto dan lain-lain.

Perayaan tahun baru 2013 yang dikemas dengan nama Brebes bersholawat itu digelar Majelis Nurul Mustofa 2 asuhan Habib Hasan bin Abdullah bin Umar assegaf (Purwokerto).

Tampil mengiringi pembacaan dzikir Rhotibul Athos grup Simtudduror dari Cirebon.  

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 Februari 2017

NU akan Perluas Pendirian PT di Ibukota Provinsi dan Kota Besar

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Selama lima tahun terakhir, PBNU mendirikan 23 perguruan tinggi (PT) Nahdlatul Ulama yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Upaya tersebut akan terus diperluas dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan semakin banyaknya lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) setelah pemberlakukan wajib belajar 12 tahun.

NU akan Perluas Pendirian PT di Ibukota Provinsi dan Kota Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU akan Perluas Pendirian PT di Ibukota Provinsi dan Kota Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU akan Perluas Pendirian PT di Ibukota Provinsi dan Kota Besar

Wakil Sekjen PBNU H Hanif Saha Ghofur menjelaskan NU memiliki aset sangat besar yang bisa dikapitalisasikan untuk pendirian universitas. Dalam hal ini, pendirian perguruan tinggi baru akan diarahkan di ibukota propinsi dan kota besar di seluruh Indonesia.

“Ada beberapa tempat yang akan kita dirikan seperti di Sulawesi barat, Kalimantan utara, Bengkulu, Riau, dan kemungkinan Maluku karena di situ sudah ada. Maluku sudah ada proposal, yang kita perlu perbaiki kembali. Bengkulu sudah siap tahun ini, Kalimantan utara mungkin tahun depan. Kalimantan utara mungkin tahun depan,” katanya kepada PKS Piyungan Taubat baru-baru ini.

PKS Piyungan Taubat

Ia menjelaskan, Indonesia akan mengalami booming lulusan SLTA pada 2017 setelah peningkatan lulusan kewajiban pendidikan menengah universal atau wajib belajar 12 tahun mulai lulus pada 2017. Dengan demikian, Indonesia membutuhkan banyak perguruan tinggi untuk menyerap. 

“Itu kan tidak hanya bisa dipenuhi oleh perguruan tinggi yang didirikan oleh negara atau PTN, tentu dibutuhkan PTS. Ini mengantisipasi ledakan yang akan dimulai pada 2017. Makanya, perguruan tinggi NU sudah melakukan identifikasi beberapa pasar, berapa lulusan SMA yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, berapa responnya. Ini yang sekarang kita lakukan,” katanya. 

PKS Piyungan Taubat

“Kita akan melihat, tidak semua daerah akan mendirikan perguruan tinggi. Bahkan kami akan menolak jika tidak memiliki potensi. Kalau kekayaanya terserak, akan dikonsolidasikan antara dua atau tiga cabang NU,” imbuhnya.

Menurutnya, terdapat empat beberapa tantangan pendirian perguruan tinggi NU, pertama soal kepemilikan aset. Kedua, kesiapan infrastruktur pembelajaran, mulai dari lab, bengkel, perpustakaan. Ketiga, kesiapan SDMdan biaya operasional.

“PBNU memberi jaminan 3 milyar per program studi, kalau ada 10 prodi kan 3.5 milyar rupiah dan PBNU siap lah untuk itu. Tetapi masing-masing daerah harus punya dana operasional,” tandasnya.

Untuk itu, PBNU sudah melakukan sejumlah pelatihan bagi perguruan tinggi baru seperti pelatihan manajemen pemasaran, manajemen pencitraan, manajemen aset, dan lainnya agar pengelolaan perguruan tinggi tersebut bisa berjalan dengan baik.

Sejauh ini, perguruan tinggi NU bisa digolongkan dalam dua kelompok, pertama, dimiliki langsung oleh PBNU yang dikelola dibawah Badan Pengelola Perguruan Tinggi NU (PT PTNU). Sementara itu, secara keseluruhan, perguruan tinggi berbasis NU tergabung di Lembaga Perguruan Tinggi NU (LPTNU) yang jumlah totalnya mencapai 2014.

“Tentu kita kepingin bersinergi positif sehingga ada sinergi yang luar biasa, merajut antara perguruan tinggi dan pesantren,” tandasnya. 

Ia juga mendorong beberapa perguruan tinggi NU yang selama ini masih independen untuk masuk dalam pengelolaan BP PTNU. Beberapa yang sudah positif masuk diantaranya adalah Universitas Islam Jember dan Universitas NU Surakarta. Beberapa lainnya masih dalam proses.

Ke depan, bukan hanya penambahan kuantitas, tetapi juga akan dikembangkan kualitasnya, “kita harus mengembangkan potensi untuk mengangkat keunggulan. Ini yang perlu kita kembangkan. Artinya ngak bisa perguruan tinggi kita tidak bermutu. Nanti kita petakan, mana yang potensial, diangkat sebagai unggulan.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes, Hadits, Hikmah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 20 Juli 2016

Gus Dur Ingatkan MA Tidak Menjadi "Banci"

Bandarlampung, PKS Piyungan Taubat. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam Dialog Kebangsaan dengan kalangan akademisi, tokoh agama, aktivis LSM, parpol dan wartawan di Bandarlampung, Minggu, kembali mengingatkan perlu keberanian dan ketegasan (tidak banci) jajaran penegak hukum terutama Mahkamah Agung (MA) untuk cepat mengambil keputusan.

Gus Dur saat dialog di Harian Umum Lampung Post, menjawab pertanyaan aktivis perempuan SN Laila yang mencemaskan peraturan bernuansa agama kemudian berdampak buruk bagi kaum perempuan itu, menyebutkan sebulan sebelum dirinya lengser dari kursi Presiden RI sebenarnya telah mengambil kebijakan tegas soal-soal seperti itu.

Menurut Gus Dur, hasil sidang kabinet saat itu, memutuskan agar peraturan termasuk peraturan daerah (Perda) yang dibuat oleh DPRD tingkat satu (provinsi) dan DPRD tingkat dua (kabupaten/kota), tidak ada masalah kalau di dalamnya mengandung ajaran agama tertentu (syariat Islam) asalkan tidak bertentangan dengan UUD 45.

Gus Dur Ingatkan MA Tidak Menjadi Banci (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Ingatkan MA Tidak Menjadi Banci (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Ingatkan MA Tidak Menjadi "Banci"

Tapi kalau ada Perda maupun peraturan yang bertentangan dengan UUD 1945, menurut Gus Dur, akan batal dengan sendirinya, diantaranya dikuatkan melalui putusan MA.? ? "Tapi itu akan terjadi kalau MA-nya tidak ’banci’, karena seharusnya MA yang memutuskannya dengan tegas," cetus Gus Dur pula.

Kalau kemudian peraturan yang lebih tinggi sudah ada, tapi nggak jalan, Gus Dur mengajak semua pihak yang masih peduli untuk mendorong bersama-sama agar peraturan tersebut bisa berjalan.

PKS Piyungan Taubat

Ia sendiri mengaku, sekarang ini, dengan kondisi bangsa Indonesia dan pemerintahan sekarang yang masih menuai banyak persoalan, lebih banyak berjuang dengan berbicara saja. "Saya sekarang berjuang degan mulut saja, kalau tidak dilihat dan diperhatikan, ya tidak apa-apa," kata Gus Dur lagi.

Dia pun mencontohkan adanya Perda di Kabupaten Tangerang (Banten) yang dinilai bertentangan dengan UUD 45. "Bagaimana lagi, mau diapakan kalau ternyata MA-nya malah diam saja," ujar Gus Dur. Seharusnya masyarakat yang bersama-sama menentang dan menjalankan aturan yang lebih tinggi dan dapat menaungi semuanya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Gus Dur, jangan sampai di Indonesia terjadi diktator mayoritas kepada kelompok minoritas atau sebaliknya, diktator minoritas kepada kelompok yang mayoritas, mengingat ketentuan dasarnya telah tercantum dalam UUD 45 dan Pancasila serta prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

Gus Dur pun melihat kecenderungan kelompok-kelompok Islam sekarang ini yang merasa sedang dalam kondisi paling gawat, merasa Islam sedang terancam peradaban lain khususnya Barat.

"Pokoknya mereka menganggap nilai-nilai Islam yang paling baik di dunia dan nilai-nilai Barat yang justru cenderung menjadi global sekarang ini, harus ditolak mereka," kata Gus Dur.

Namun Gus Dur melihat pula, kebanyakan umat Islam di Indonesia lebih memilih diam meskipun sebagian diantaranya, terutama dimotori tokoh-tokoh Islam garis keras, terus saja menyuarakan kekhawatiran tersebut. (ant/mad)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Anti Hoax, PonPes, Hikmah PKS Piyungan Taubat

Senin, 22 Juni 2015

Cegah Kanker Serviks, Kemnaker dan OASE Gelar Tes IVA

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Sebanyak 150 karyawan di unit lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan mengikuti mengikuti tes IVA, atau pemeriksaan leher rahim (serviks) sebagai langkah deteksi dini ada tidaknya kanker serviks. 



Cegah Kanker Serviks, Kemnaker dan OASE Gelar Tes IVA (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Kanker Serviks, Kemnaker dan OASE Gelar Tes IVA (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Kanker Serviks, Kemnaker dan OASE Gelar Tes IVA

Kegiatan gratis ini digagas Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja serta Dharma Wanita Kemnaker.

"Dengan deteksi dini dimaksudkan untuk meminimalisir penderita kanker serviks. Juga mempermudah mengobatinya kepada penderita yang diketahui sejak stadium awal,” kata anggota pengurus OASE Marifah Hanif Dhakiri di Jakarta, Kamis (5/10)

Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan, OASE dan Kementerian Ketenagakerjaan sejak 2015 mengadakan pemeriksaan dini kanker serviks secara gratis kepada sekitar 10.000 orang pekerja perempuan. Program ini telah dicanangkan sebagai program nasional yang ditujukan untuk mengurangi angka kematian pada wanita akibat kanker dan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan yang tinggi melalui pelaksanaan hidup sehat.

Marifah yang juga merupakan istri Menaker Hanif Dakhiri mengungkapkan salah satu bentuk kepedulian OASE dengan membantu pekerja perempuan untuk mengidentifikasi berbagai hal yang dapat mengancam kehidupan, kualitas kesehatan, dan menurunkan produktivitas kerja. Bentuk nyata dari upaya tersebut adalah melalui pemeriksaan IVA test sebagai upaya deteksi dini adanya kanker serviks atau kanker leher rahim pada wanita.

PKS Piyungan Taubat

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi bagian upaya promotif dan preventif pada masyarakat luas pada umumnya, dan pekerja wanita pada khususnya. Kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain sebagai bentuk kepedulian pada upaya pencegahan kanker serviks secara komprehensif dan berkesinambungan, “ ujar Marifah.

Kanker serviks adalah jenis kanker yang memiliki peringkat prevalensi kedua setelah kanker payudara yang banyak ditemukan di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan Tahun 2015 menunjukkan bahwa rata-rata setiap jam, jumlah penderita kanker serviks bertambah 2,5 orang dan meninggal 1,1 orang. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat dalam kurun waktu 10 tahun mendatang jika tidak dilakukan tindakan upaya-upaya pencegahan.

Marifah mengatakan sejalan dengan gerakan yang bertemakan revolusi mental, OASE menyusun program-program yang dapat merubah pola pikir dan memberdayakan masyarakat agar dapat hidup mandiri, produktif, kreatif, dan berkarakter untuk mendorong tercapainya kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

PKS Piyungan Taubat

Marifah berharap kegiatan itu menjadi bentuk upaya penyadaran bagi masyarakat luas, agar mau secara sukarela melakukan deteksi dini adanya kanker leher rahim dengan menggunakan Pemeriksaan IVA test serta melaksanakan pola hidup yang sehat, baik dan seimbang.Marifah berharap kegiatan yang sama dapat terus digelorakan di semua lapisan masyarakat, sehingga dapat tercipta tenaga kerja yang sehat dan produktif. 

Menurutnya, penciptaan tenaga kerja yang produktif merupakan salah satu program prioritas pemerintah saat ini. Pasalnya, produktivitas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. 

"Rendahnya status kesehatan tenaga kerja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja yang mengakibatkan terjadinya tingkat upah rendah," ujar Marifah Hanif. OASE Kabinet Kerja merupakan sebuah perkumpulan para pendamping menteri dan unsur eksekutif pemerintahan yang dipimpin oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Organisasi ini memiliki serangkaian program untuk mendukung tercapainya nawacita Presiden Jokowi. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes, Pendidikan, News PKS Piyungan Taubat

Selasa, 14 April 2015

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat
Ketua PBNU KH Said Agil Siradj mengungkapkan bahwa untuk lebih mensejahterakan jamaahnya, terekat diharapkan lebih meningkatkan upaya sosial disamping mengurusi dzikir, wirid dan spiritualitas.

Tokoh-tokoh sufi zaman dahulu hidup dalam berbagai profesi dan mereka menjalaninya dengan serius. Ada seorang sufi yang menjadi kepala negara, yaitu Umar bin Abdul Aziz. Ada sufi yang ahli matematik yang malah menciptakan ilmu al Jabar, yaitu Jabar bin Hayyam.

“Ini menunjukkan bahwa aktifitas wirid dan spiritual tidak bertentangan dengan aktifitas ilmu pengetahuan. Dan juga kesan bahwa tarekat sasma dengan kumpulannya orang yang tidak berpendidikan bisa juga terhapus,” tandasnya.

Said Agil mencontohkan ada juga seorang sufi yang kaya. Imam al Junaid mendapat tambahan nama al Qowariri dibelakang namnya karena ia memiliki perusahaan pabrik botol, demikian juga Abu Said al Qorros merupakan pengusaha sutra, serta Fariduddin al Attor sebagai pengusaha parfum,

“Jadi dari ini saja diketahui bahwa para sufi juga pengusaha. Syeikh Abu Hasan as Syadzili, pendiri tarekat syadziliyah merupakan orang kaya. Ia bahkan menanggung muridnya yang sebanyak 6000,” tandasnya.

“Ini menunjukkan bahwa tidak benar tasawuf bertentangan dengan aktifitas duniawiyah. Yang penting bagaimana dunia tidak mempengaruhi hatinya, tidak mempengaruhi sikap moralnya, tegasnya.

Kyai-kyai NU zaman dahulu bisa dikatakan sebagai orang yang, Kyai Hasyim As’yari berprofesi sebagai petani yang kaya, Kyai Wahab dari Surabaya, Kyai Ali Maksum dari Jogja, Kyai Ahmad Siddiq dari Jember, semuanya merupakan kyai yang cukup.

Pada tanggal 27-30 Maret Jam’iyyah Ahlut Thariqat al Mu’tabarah An Nahdliyyah akan mengadakan muktamar ke 10 di Pekalongan. Said Aqil mengungkapkan bahwa sebenarnya tarekat merupakan jaringan yang sangat kokoh dan luas di dalam lingkup Nahdlatul Ulama, malah boleh dibilang jaringan ini lebih kokoh dan lebih luas dari pesantren, tetapi tarekat lebih merakyat, lebih egaliter, lebih mengakar dan lebih kokoh.(mkf)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes, Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi

Rabu, 21 Januari 2015

Rais ‘Aam PBNU: Muslimat Harus Jadi Teladan Jam’iyah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Pejabat Rais ‘Aam PBNU KH Mustofa Bisri mengungkapkan sejumlah harapan kepada Muslimat NU dan seluruh kader NU  untuk menebar kasih sayang dan menjadi juru damai di tengah beragam konflik yang terjadi di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia lain.

Rais ‘Aam PBNU: Muslimat Harus Jadi Teladan Jam’iyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam PBNU: Muslimat Harus Jadi Teladan Jam’iyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam PBNU: Muslimat Harus Jadi Teladan Jam’iyah

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini juga mengatakan, secara manajerial dan gerakan, Muslimat NU harus diteladani berbagai organisasi yang berafiliasi ke NU. Hal itu disampaikan Gus Mus saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat NU dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Perangkat-perangkat Muslimat NU, Ahad (1/5).

Terselenggaranya Rakernas dan Mukernas Muslimat NU, menurut Gus Mus  menunjukkan tingginya tanggung jawab ibu-ibu Muslimat terhadap negeri ini. “Ibu-ibu bukan hanya memikirkan pribadi, tapi memikirkan bangsa ini. Tak hanya memikirkan NU, tapi memikirkan Indonesia. Ini adalah bukti bahwa kita adalah orang Indonesia, Indonesia adalah rumah kita sehingga kita terus memikirkan Indonesia,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Di tengah kondisi negeri yang carut-marut serta maraknya konflik dan kekerasan yang terjadi di Indonesia maupun di sejumlah Negara Timur Tengah, Asia Timur dan Eropa, NU menurut Gus Mus berkali-kali diminta menjadi penengah, atau juru damai.

PKS Piyungan Taubat

Beberapa tahun ini, kata dia, ketika konflik besar di sejumlah negara yang dipicu perbedaaan faham, keyakinan serta ketidak adilan ekonomi, sejumlah tokoh dan kepala negara banyak sowan ke PBNU.

“Yang sering  disebut-sebut bisa mendamaikan berbagai konflik ini adalah kelompok yang sering diolok-olok oleh kelompok lain, sebagai kelompok Islam tradisional. Karena kita ini tidak tatharruf (ekstrim,red) ke sana, tidak ke sini. Karena kita bertahan pada prinsip tawasuth dan i’tidal (moderat dan berkeadilan,red), NU dipandang mampu mendamaikan,” paparnya.

Terlebih, dengan jumlah jama’ah NU yang mencapai 70 juta orang, dan jumlah kader Muslimat sebanyak 22 juta ibu, secara kuantitas, NU adaalah organisasi terbesar di dunia, tak hanya di Indonesia.

“Jika ada hadist yang menyatakan “‘alaikum bisawadzil a’dhom,” bergabunglah dengan kelompok terbesar, maka mungkin yang dimaksud hadist tersebut adalah kita. Saya sudah bertemu dengan grand syaikh Al-azhar, dengan ulama Saudi, Sudan, Syiria dan ulama dari berbagai dunia, mereka mengakui bahwa prinsip Aswaja NU ini sangat ideal untuk saat ini.”

Gus Mus juga mengimbau supaya ibu-ibu Muslimat menjaga anak-anaknya. Jangan sampai silau oleh pemahaman Islam yang kelihatan gagah. Karena NU sesungguhnya organisasi berpemahaman Islam yang paling otentik, yang tawasuth i’tidal. “Karenanya, kita adalah pemimpin umat bukan pemimpin sebagian umat.” tandasnya.

Namun, Gus Mus mengakui, besarnya kuantitas jama’ah NU ini belum seiring dengan kualitas manajerial organisasi. Meski begitu jangan menyurutkan semangat kaum nahdliyin untuk berkhidmah, mengabdikan diri kepada umat dan bangsa ini.

“Kita belum kunjung berjam’iyah (berorganisasi) secara total. Karena kita lahir dari komunitas komunitas-komunitas ulama di berbagai daerah di negeri ini. Para kiai, nyai di pesantren-pesantren melayani berkhidmah kepada umat.

Inilah salah satu ciri menonjol dari pemimpin kita yang ditunjukkan Al-Qur’an adalah ‘azizun alaihi  harisun ma ‘anittum bil mu’minina roufun rohim. “Pemimpin agung kita Nabi Muhammad punya kasih sayang yang tinggi. Para Ulama-ulama kita selalu ingin meniru beliau. Selalu punya rasa tak tega yang  tinggi, dulu masyarakat yang sakit ke kiai,” paparnya.

Kelompok komunitas yang berkhidmah, mewakafkan dirinya untuk umat ini ada di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan sebagainya. Maka Hadratus Syaikh K.H Hasyim Asy’ari berkata, ‘yang batil saja kalau ditandzim bisa mengalahkan yang hak’. “Maka kita komunitas-komunitas yang hak ditandzim dari jama’ah menjadi jam’iyah,” katanya.  

Kata Gus Mus, hal itu, dulu sempat dijembatani KH. Wahid hasyim dan K.H Mahfudz Siddiq. Sayangnya entah kenapa Allah Swt, memanggil keduanya terlalu cepat. “Dan sekarang belum ada yang melanjutkan perjuangan beliau berdua ini. Saya membayangkan NU menjadi organisasi yang betul-betul organisasi. Perapihan manajemen ini saya lihat mulai dilakukan oleh Muslimat NU.”

Gus Mus berharap Muslimat NU mendahului berjam’iyah yang sesungguhnya. “Kalau ibunya sudah, nanti anaknya ikut. Ibu-ibu dapat berkata kepada banom NU lain, ‘Nak ini cara kerja yang ditandzim semacam ini lebih enak, kamu harus mencobanya’.” (Abdel Malik/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Selasa, 04 Februari 2014

Pesantren, Produktifitas dan Sastra (2)

Oleh Fathurrahman Karyadi

--Di banyak pesantren kitab-kitab literatur ilmu arudl—sebuah ilmu yang mempelajari syair Arab—masih banyak diajarkan. Seperti "Mukhtashar al-Syafi" karya Muhammad al-Damanhuri, "Jawahir al-Addab" karya Ahmad al-Hasyimi dan sebagainya. Biasanya santri-santri yang mempejari fan ini adalah mereka yang sudah lulus dari kelas nahwu tingkat "al-Imrithi".?

Bagi yang belum mencapai tingkatan tersebut maka tidak diperkenankan mengkaji arudl sebab pembahasan yang disuguhkan agak rumit. Dalam arudl diterangkan bahwa bahr atau not lagu dalam bahasa Arab berjumlah 16 lirik. Di antaranya yang sering digunakan yaitu bahr al-rajaz.

Pesantren, Produktifitas dan Sastra (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren, Produktifitas dan Sastra (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren, Produktifitas dan Sastra (2)

Hampir seluruh kitab yang berbentuk nadzam (puisi, antonim natsar atau prosa) yang menjadi acuan di pesantren memakai bahr tersebut. Seperti Alfiyyah Ibni Malik, al-Imrithi, al-Maqsud, Jawahir al-Maknun,? `Uqud al-Juman dan masih banyak lagi. Cara melagukan bahr ini? cukup sederhana, yaitu dengan mengulang-ulang kalimat "mustafilun" sebanyak enam kali pada setiap baitnya. Seperti contoh di bawah ini:

? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ?

PKS Piyungan Taubat

Kendati ilmu arudl lahir di tanah Arab, bukan berarti kesusteraan bahasa `ajam (non Arab) tidak dapat dimasuki ilmu arudl. Kiai nusatara banyak mengarang Syair dalam bahasa Melayu, Jawa, Sunda juga Madura yang semuanya merujuk pada ilmu arudl tersebut. Perbedaannya, bila dalam bahasa Arab terdapat huruf mad (panjang) dan qashr (pendek) sedangkan bahasa `ajam tidak. Namun tetap saja serasi bila dinyanyikan.

Ada satu hal yang menjadi syarat sebuah syair. Yaitu harus adanya huruf-huruf yang sama di akhir kalimat. Entah di akhir setiap al-Shadr al-awwal dan al-Shadr al-Tsani seperti pengalan bait al-Fiyyah di atas, atau hanya sama pada al-Shadr al-Tsani di baitnya. Seperti Qashidah al-Burdah yang dikarang Imam Bushiri seluruhnya diakhiri dengan huruf mim berharakat kasrah. Dalam tata bahasa Arab ilmu yang konsentrasi di bidang ini disebut ilm al-qawafi.

Almaghfurlah Kiai Bisri Mustofa adalah salah satu sosok kiai nusantara yang banyak mengarang syair berbahasa Jawa. Salah satu karyanya yang amat kesohor ialah Tombo Ati. Bahkan saking tenarnya sampai banyak yang tidak tahu kalau sebenarnya syair yang pernah dilagukan Opick itu dikarang oleh ayahanda Gus Mus. Kini karya-karya beliau bisa dinikmati lewat dua buah antologi syairnya berjudul Ngudi Susilo dan Mitera Sejati yang telah diterbitkan oleh Menara Kudus. Berikut cuplikannya dalam bahr al-rajaz:

Anak Islam kudu cita-cita luhur

PKS Piyungan Taubat

Keban dunya akhirate biso makmur

Cukup ilmu umume lan agamane

Cukup dunya kanthi bekti pengerane

Berbeda dengan karya-karya Kiai Bisri yang lebih menanamkan pesan-pesan moral dan akhlakul karimah, syair karya Kiai Syaroni Shalih, Magelang lebih menjurus pada ilmu fikih. Beliau melagukan bab salat lewat buah penanya yang begitu indah Syiir Pashalatan (Semarang: 1962). Begitu pula Kiai Ahmad Hidayat Hasyim mengarang sebuah kitab syair bahasa Jawa tentang ubudiyah berjudul Hayya Ala Al Shalat. Bahkan, sebagai rasa cintanya kepada pondok Tebuireng yang pernah disinggahinya, kiai asal Sumobito, Jombang ini menyusun biografi panjang Hadratus Syekh KH M Hasyim Asyari dalam bentuk syair berirama rajaz. Insya Allah karya tersebut akan segera dipublikasikan ke khalayak luas.

Belum bisa dipastikan siapa kiai nusantara pertama yang mengarang syair baik dalam bahasa Melayu atau Jawa. Maktabah Ahmad Nabhan, Surabaya pernah menerbitkan kitab Paras Nabi Shallallahu Alayhi Wa Sallam yang berisikan syair Jawa diakhiri dengan shalawat al-Badriyyah. Kitab yang diduga dikarang oleh Kiai Ali Manshur, Tuban itu bertarikh hari Sabtu Wage 8 Shafar 1319 H atau sekitar 111 tahun silam.

Kitab itu jelas tidak bisa dijadikan acuan sebagai kitab syair pertama di nusantara, mengingat sangat banyak ulama terdahulu yang telah menempuh jalan ke sana. Syekh Hamzah Fanshuri, adalah ulama sekaligus sastrawan ulung asal Sumatera Selatan yang? hidup pada abad 16. Kini sudah 32 judul syairnya telah dihimpun dalam The Poems of Hamzah Fansuri oleh Drewes dan Brakel. Salah satu syairnya berjudul Ikan Tunggal Bernama Fadhil yang terdiri atas tiga belas bait dan setiap baitnya terdiri atas empat baris:

Ikan tunggal bernama fadhil

Dengan air daim ia washil

Isyqinya terlalu kamil

Di dalam laut tiada bersahil

Sebuah sajak ringan yang menyimpan makna dalam. Ikan pada syair di atas diartikan sebagai nur Muhammad yang memiliki fadl atau keutamaan. Sedangkan airnya diibaratkan Allah pemilik jagad raya. Maksudnya, Nur muhamad senantiasa dapat sampai dan bertemu (washil) dengan Allah. Baris ketiga diartikan sebagai cinta nabi kepada sang khalik yang amat mendalam. Sedangkan baris keempat merupakan kesimpulan yang dalam tasawuf bisa diartikan demikian "tidak mudah (tiada bersahil) bagi hamba Allah (ikan) untuk sampai dan bertemu Allah SWT."

Fathurrahman Karyadi, adalah lulusan Mahad Aly Tebuireng dan peserta terpilih Akademi Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2014

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, PonPes PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock