Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Diakui atau tidak, pondok pesantren telah sejak lama mengajarkan serta membudayakan minat baca dan belajar. Tak hanya itu. Tradisi menulis pun seakan telah menjadi tradisi di lembaga pendidikan tradisional khas Indonesia itu.

Tak berlebihan jika Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan agar sistem pendidikan dan tradisi membaca serta menulis di pesantren patut dijadikan contoh. Karena, menurutnya, seminar-seminar bertema pengembangan minat membaca kerap diadakan, namun belum banyak menghasilkan minat belajar bagi para siswa.

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja

"Kalau mau belajar soal bagaimana mengharuskan membaca, nggak perlu ke luar negeri, pergi saja ke pesantren," ujar Wapres Kalla saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Sosialisasi Pengembangan Budaya Minat Baca dan Pembinaan Perpustakaan Nasional” di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (12/7).

Di pesantren, tutur Wapres Kalla, para santri, tiap hari wajib membaca kitab-kitab kuning dengan penuh khusyuk, tentang materi-materi keagamaan ataupun sastra. Hal itulah yang merupakan dasar bagi pengembangan minat baca di pesantren.

"Bahkan sambil terkantuk-kantuk, santri tetap baca. Mereka nurut (patuh) pada ustad, ustad nurut pada kiai, kiai nurut pada kiai khos-nya. Pak Mendiknas (Menteri Pendidikan Nasional, red) harus jadi kiai khos-nya," ujar Wapres Kalla disambut tawa peserta seminar, termasuk Mendiknas Bambang Sudibyo.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengungkapkan, sebaiknya Mendiknas membuat aturan mengenai keharusan untuk membaca. Para siswa diwajibkan untuk membaca dan mengetahui pelajaran-pelajaran yang harus dia ketahui dari buku, bukan sekadar menumbuhkan minat membaca.

"Kalau minat saja, kalau anaknya tidak mau, bagaimana. Yang penting itu harus membaca, karena dari keharusan akan menjadi kebiasaan," tandasnya.

Karena itu, Wapres berharap, seminar yang diadakan Departemen Pendidikan Nasional itu tidak hanya membicarakan pentingnya membaca, tapi bagaimana membuat aturan soal keharusan membaca. (rif/dtc)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Tegal PKS Piyungan Taubat

Minggu, 04 Februari 2018

7 Ulama Madura Kaji Kitab Risalah Ahlussunah Karya Mbah Hasyim

Sumenep, PKS Piyungan Taubat. Selama Ramadhan, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur mengadakan pengajian kitab karya pendiri NU, Hadlratus Syekh KH Hasyim Asyari. Pengajian yang terbuka untuk umum ini dilangsungkan di kantor PCNU Jalan Trunojoyo Nomor 295, Batuan, Kabupaten Sumenep.

7 Ulama Madura Kaji Kitab Risalah Ahlussunah Karya Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
7 Ulama Madura Kaji Kitab Risalah Ahlussunah Karya Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

7 Ulama Madura Kaji Kitab Risalah Ahlussunah Karya Mbah Hasyim

"Barangkali ada mas, mbak, bapak, ibu, handai tolan, utamanya yang tinggal di kota, berminat ikut pengajian Risalah Ahlussunah Waljamaah? karangan Hadlratus Syekh KH Hasyim Asyari silahkan merapat ke Kantor PCNU Sumenep, pukul 16.00 WIB sampai selesai," terang Wakil Ketua PCNU Sumenep KH A Dardiri Zubairi, Kamis (9/6).

PKS Piyungan Taubat

Usai pengajian, peserta menjalani buka bersama dan shalat berjamaah. Itu berlangsung setiap hari sejak tanggal 3 sampai 23 Ramadhan. Terdapat tujuh ulama Madura yang bakal mengisi pengajian tersebut, yaitu KH Hafidhi Syarbini, KH Zainurrahman Hammam, KH Imam H Syarqawi, KH Khairul Anam, KH Khatim Al-Asham, K Maimun Salim, dan KH Hefni.

PKS Piyungan Taubat

"Alokasinya 1 jam membaca dan menjelaskan, serta 30 menit tanya jawab. Atau, tergantung dari Al-Qori Al-Mukarrahmah," tukas Kiai Dardiri. (Hairul Anam/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu PKS Piyungan Taubat

Senin, 15 Januari 2018

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi

Solo, PKS Piyungan Taubat

Wakil Presiden M. Jusuf Kalla mengimbau Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK). JK ingin BLK mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia industri. 

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi

"Saya mengapresiasi pelatihan bergabung dengan produksi atau sebaliknya," ujar Wapres JK saat mengahdiiri forum silaturrahmi Pengurus dan mahasiswa Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) di Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/11).

Menurut Wapres JK kalangan mahasiswa maupun peserta pelatihan vokasi tidak boleh hanya dibekali teori. Tapi juga harus mampu mempraktekkan dan menjalankan proses produksi.

"Perkembangan teknologi dewasa ini sangar luar biasa. Pendidikan harus mendahului industri," katanya.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, setiap negara membutuhkan industri karena industri mampu menyediakan banyak lapangan kerja. Selain itu keterlibatan dunia industri dalam menggalakkan pendidikan dan pelatihan vokasi juga sangat penting.

"Apabila ingin mendidik, bukan hanya menggabungkan teori dan praktik, tapi dengan produksi juga," ungkap JK.

Forum Silaturrahmi Pengurus dan Mahasiswa ATMI tersebut juga dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, dan Menteri Perindusterian Airlangga Hartanto. 

"ATMI bisa menjadi contoh untuk memperbaiki kualitas BLK di daerah lain," imbuh JK.

PKS Piyungan Taubat

Menanggapi hal ini, Hanif mengungkapkan saat ini Kemnaker tengah menggenjot pelatihan vokasi di BLK dan terus membenahi sarana dan prasarana pelatihan. Kemnaker terus melakukan percepatan peningkatan daya saing dan kompetensi tenaga kerja melalui program Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding (3R) BLK.

Melalui 3R, kurikulum BLK disusun melibatkan professional. Peralatan diperbaiki. Peserta mendapatkan sertifikasi keahlian. Dengan demikian, alumni BLK memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industry.

“Untuk mempercepat peningkatan daya saing dan kompetensi tenaga kerja saya telah menetapkan 3 Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja dalam program 3R tahap pertama yaitu BBPLK Bekasi, BBPLK Serang, dan BBPLK Bandung.” ungkap Menaker.

Selain itu, Kemnaker juga menjadikan program pemagangan nasional yang diselenggarakan di lingkungan industri sebagai salah satu program unggulan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Proses pemagangan yang dijalani peserta magangan mengacu kepada suatu jabatan tertentu di dunia kerja. 

Sehingga diharapkan setelah proses magang selesai alumni magang bisa langsung terserap pasar kerja karena kompetensi yang dimiliki sudah sesuai dengan standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Pendidikan, PonPes PKS Piyungan Taubat

Merampok Anggota DPR

Sekawanan perampok suatu sore memergoki seorang pria berdasi yang menenteng tas sedang berjalan sendirian di kawasan Senayan. Mangsa empuk telah datang, jangan sampai disia-siakan, pikir mereka.

Sang pria dicegat, dan moncong senjata pun ditodongkan. “Berhenti! Serahkan semua uangmu! Cepat!!!”

Merampok Anggota DPR (Sumber Gambar : Nu Online)
Merampok Anggota DPR (Sumber Gambar : Nu Online)

Merampok Anggota DPR

Pria klimis itu gemetar, tapi masih berusaha membela diri, “Kalian jangan macam-macam. Kalian tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Saya ini anggota DPR. Pejabat wakil rakyat!!!”

“Hehe... Kalau begitu serahkan uang kami,” sahut perampok sembari menempelkan belati ke lehernya. (Mahbib)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Kegiatan turba (turun ke bawah) yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Ahad (3/12) terasa dari biasanya. Pasalnya dalam turba ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Lumbang yang digelar di aula MI NU Al-Hidayah Desa Lumbang Kecamatan Lumbang ini juga dilakukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo. Terdiri atas 10 orang dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, 11 orang Ketua PAC Muslimat NU, 11 orang Ketua Ranting Muslimat NU di Kecamatan Lumbang beserta 100 orang Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurhayati mengatakan, turba ini merupakan agenda kegiatan rutin pertemuan Muslimat NU Kabupaten Probolinggo sekaligus silaturahmi Muslimat NU terhadap anggota dari tingkat PAC sampai Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

PKS Piyungan Taubat

“Kebetulan kali ini kami juga melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kebersamaan dan menghormati serta merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Menurut Nurhayati, agenda utama dalam turba ini adalah silaturahmi. Serta pembinaan terhadap anggota agar lebih semangat dan terus berjuang untuk kepentingan umat sebagai media syiar Islam melalui kegiatan Muslimatan NU .

PKS Piyungan Taubat

“Fokus dari turba ini adalah kebersamaan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, pemantapan pembinaan anggota serta memberikan sports dan motivasi dukungan agar anggota majelis taklim lebih semangat tulus dan ikhlas menggerakkan roda organisasi Muslimat NU sebagai amal makruf nahi mungkar. Agar bisa diterima amal keberadaan Muslimat NU di semua bidang pembangunan yang ada di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Nurhayati menyampaikan dalam organisasi tidak ada kata berhenti, cuti, mengundurkan diri. Dalam berorganisasi berjuang membangun organisasi tidak harus kader Muslimat NU harus pintar, karena banyak pengurus pintar tapi tidak mau. Oleh karena itu membangun organisasi Muslimat NU itu mereka kader yang mau membangun dan peduli.

“Kunci persaudaraan dari Muslimat NU yang utama ta’aruf dan silaturahmi. Yang kedua ta’awun tolong menolong dan kepedulian. Yang ketiga tasamuh, persamaan derajat dan umat Islam NU  itu sama,” tegasnya.

Lebih lanjut Nurhayati menambahkan bahwa pengurus Muslimat NU harus mengaktifkan amal  infaq dan sedekah digerakkan untuk beramal lebih banyak, sadar dan peduli untuk meningkatkan amal maruf nahi mungkar. “Terpenting lagi, mengajak aktif rutin amal sedekah lewat majelis taklim Muslimat NU,” pungkasnya.

Ketua Muslimat NU Kecamatan Lumbang Sanipah Suparman menyampaikan bahwa turba ini bisa menjadi wadah dalam memberikan semangat anggota agar kegiatan yang ada di tiap ranting lebih dioptimalkan, lebih peduli dan merasa menjadikan nilai persaudaraan berjuang untuk kepentingan umat Islam.

“Lebih meningkatkan amal ibadah, amal jariyah, peduli lingkungan sekitar bagi mereka yang tidak mampu dan kemiskinan perbaikan akhlak. Yang utama sebagai modal majunya pembangunan,” katanya.

Ketua MWCNU Lumbang Ustadz Saiful Arif  menyampaikan hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta teladan yang harus dilakukan oleh umat Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan ini Hj Latifah dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan taushiyah Maulid Nabi Muhammad SAW dengan topik keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah mempunyai 3 pegangan meliputi salam, senyum dan sapa. Teladan beliau menghadiri undangan tidak boleh memilih kaya dan miskin. Pemantapan ibadah, amal kebaikan, keikhlasan, harus tulus disampaikan permohonan terhadap Allah SWT. Ta’aruff kita kebaikan yang harus kita contoh, yang tidak baik kita abaikan agar menjadikan bekal iman kita lebih baik sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Amalan, Ulama PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi

Di tengah perubahan dan tantangan kemajuan teknologi informasi, GP Ansor sebagai organisasi masa depan NU sekaligus NU masa depan, dituntut terus melakukan upaya untuk meningkatkan kemandirian organisasi sebagai visi besar. Berikut wawancara PKS Piyungan Taubat dengan Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) di Rembang, Jawa Tengah.

Kenapa harus masuk Ansor, terutama Gus Tutut memilih menjadi Ketum Ansor?

Saya ini orang NU, saya lahir dan besar dari tradisi keluarga yang alirannya jelas, NU. Saya mengabdi di Ansor itu juga tidak lepas karena saya ingin agar apa yang saya terima sepanjang hidup saya ini dapat saya tularkan kepada anak cucu saya nanti. Dan juga menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah kalau perlu sampai hari kiamat. Kalau ditanya kenapa saya harus menjadi Ketum Ansor, karena Ansor adalah masa depan NU dan juga NU masa depan.

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi

Yang kedua ini masalah pengabdian. Jadi hidup itu baru lengkap setelah kita punya pengabdian, apalagi bicara Ansor ini pengabdiannya luas, satu pengabdian terhadap Nahdlatul Ulama, dan yang kedua pengabdian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi manusia yang tidak punya pengabdian dan tidak memberikan pengabdian terbaik dalam hidupnya mau jadi apa?

Kenapa lebih memilih Ansor, bukan ormas Islam yang lain Gus?

PKS Piyungan Taubat

Yang pertama Ansor organisasi yang terkenal, dan merupakan satu-satunya organisasi pemuda terbesar di dunia. Yang jumlah anggotanya mencapai sekitar 1,7 juta orang dari sabang sampai merauke, tidak ada organisasi pemuda di dunia yang anggotanya sebesar Ansor. Tetapi bukan itu yang menjadi tujuan. Melainkan saya ini orang NU. Tidak mungkin saya masuk organisasi kepemudaan atau organisasi Islam di luar NU.?

Apa visi dan misi pengurus Ansor hari ini di bawah komando Gus Tutut?

Kalau ditanya mengenai visi misi, tentu visi besar kita jelas "Kemandirian Organisasi". Jadi periode yang lalu, periodenya sahabat Nusron Wahid itu ada tiga "Kaderisasi, Revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, Mendistribusikan kader sesuai dengan bidang keahliannya". Nah, itu kita turunkan menjadi sebuah misi, yaitu kemandirian organisasi.?

PKS Piyungan Taubat

Kenapa begitu, karena jika organisasi ini mandiri, maka kita tidak perlu lagi tergantung dengan kekuatan-kekuatan diluar kita, yang sering kali berbeda dengan visi organisasi. Bahkan kadang berbeda dengan aqidah yang kita yakini.

Kalau bisa mandiri tentu organisasi bisa lebih leluasa ke mana arah kita menentukan kebijakan organisasi. Visi besarnya ya itu, kita akan tetap melakukan kaderisasi, kita akan tetap melakukan revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, dan terus mendistribuasikan kader sesuai dengan bidang keahliannya sebagai gambaran utuh atas kemandirian organisasi yang sedang kita bangun mulai dari semua tingkatan.

Melalui apa Gus, Ansor mewujudkan kemandirian organisasi?

Ikhtiar yang kita lakukan itu banyak. Kita sedang menggarap industri komunitas namanya. Kita persiapkan Insyaallah tahun depan sudah ramai ke semua cabang. Indusri komunitas, misalnya Ansor Rembang. Jumlah anggota ansor Rembang katakanlah seribu, kita akan mencoba memenuhi kebutuhan sehari-hari contoh kecil sabun mandi yang bisa digunakan kalangan internal kita. Kita akan memberikan fasilitas pelatihan dan peralatanya supaya kader Ansor bisa memproduksi sendiri sesuai dengan kebutuhannya.

Kalangan internal kan tidak terbatas kepada Ansor, kalau kita kembangkan kalangan internal bisa masuk ke pondok pesantren, kan santrinya banyak. Selama ini mereka beli dari luar, yang kita tidak tahu produsennya siapa, keuntungannya untuk apa, kan kita gak ngerti. Tahun depan kita akan melakukan itu. Kalau kita bisa produksi sendiri yang paling sederhana. Buat sendiri dan dikonsumsi sendiri kan keuntungannya bisa kita kembangkan sendiri misalnya dikembangkan menjadi bentuk Baitul Mal wat Tamwil (BMT).

Misalnya, ada kader Ansor yang ingin usaha punya keinginan kuat tetapi sulit mengakses permodalan, kan bisa dibantu melalui BMT nya Ansor. Inikan lama-lama bisa bergulir dengan baik. Saya kira organisasi ini akan mandiri dengan cepat. Ini kita berbicara baru satu produk saja yaitu sabun. Belum ngomong shampo, yang gampang-gampang saja kita bikin sendiri.

Apa tidak terlalu cepat dan memberatkan Gus, Ansor berbicara produksi dan permodalan untuk kemandirian?

Tidak, jadi kita sudah ketemu dengan salah satu vendor atau pengusaha yang memang memproduksi dengan skala komunitas dalam skala kecil, mereka sudah siap bekerja sama dengan Ansor. Dan kita sudah koordinasi dengan lembaga keuangan besar yang siap menjadi bapak asuh untuk usaha komunitas Ansor.

Kalau setiap cabang bisa melakukan ini, mendorong kemandirian organisasi mulai tingkat cabang ini luar biasa. Ansor kedepan itu sudah luar biasa, bukan hanya menghidupi organisasi tetapi juga anggota dan kadernya. Misalnya begini, kalau berbicara industri kecil dan skala komunitas, kan masing-masing anggota di ranting bisa menjadi agen, ini kan ? bisa menjadi pemasukan.

Contoh yang lain itu kita bikin aplikasi Ansor, di aplikasi Ansor ada berita tentang kegiatan Ansor se-Indonesia, ada juga toko online jual beli yang isinya ada pemasaran hasil-hasil produksi dari sahabat-sahabat Ansor se-Indonesia, dan bisa juga jual beli pulsa. Jadi selama ini kita punya asumsi, kita melihat teman-teman di daerah banyak yang memiliki usaha.?

Jadi kita melihat di Tegal itu ada teman yang membuat sarung Ansor, atau ada yang bikin batik di Madura, tapi mereka ini kesulitan marketing di pemasaran. Karena kesulitan di pemasaran mereka hanya memasarkan di skala lokal, paling bisa keluar hanya sampai Pemalang, Brebes tidak bisa ke mana-mana.

Melalui aplikasi Ansor ini, kita fasilitasi pemasaranya bisa se-Indonesia. Kita jual beli lewat aplikasi. Ini salah satu contoh. Saya kira namanya industri, usaha apapun kuncinya itu kan ada dua, yang pertama di modal dan pasar. Kalau modal kita bisa penuhi dengan cara pengumpulan di BMT, kemudian membiayai kadernya sendiri, lalu jaringan pasarnya kita siapkan. Nah itu luar biasa dan belum pernah dipikirkan sebelumnya.

Pilot project-nya mau dimulai dari mana Gus?

Kita akan bikin pilot projek di enam titik, maka saya bilang ranting baru bisa tahun depan. Pilot projek enam titik dalam waktu dekat salah satunya di Rembang, yang sudah saya siapkan. Hasil pilot projek nanti akan kita evaluasi kekurangannya di mana. Akan kita perbaiki sebelum kita luncurkan secara luas. Salah satunya Rembang, Pekalongan, Batang dan yang ketiga saya lupa. Pilot projek ini berupa pelatihan dan peralatan.

(Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, AlaNu, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Tangerang Selatan, PKS Piyungan Taubat - Direkur Eksekutif Islam Nusantara Center (INC) Ahmad Ginanjar Sya’ban menerangkan dua tujuan penganugerahan Santri of The Year. Pertama, agenda ini diadakan untuk menemukan dan menampilkan tokoh atau figur santri yang telah memberikan sumbangsih berupa gagasan inovatif dan kerja serta karya dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

“Kedua, mampu membangkitkan motivasi dan dapat memberikan keteladanan generasi bagi generasi muda serta masyarakat umum untuk lebih giat membangun bangsa dan negaranya,” kata Ginanjar saat acara peluncuran penganugerahan Santri of The Year di Kantor INC Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Menurutnya, hingga hari ini santri masuk dan mengisi ruang-ruang dalam berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan sosial, keagamaan, pers, media, militer, politik bahkan hingga ke parlemen dan pemerintah. Tidak sedikit dari mereka yang mengharumkan nama santri.

PKS Piyungan Taubat

Oleh karena itu, lanjut Ginanjar, dalam rangka hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017, maka INC mengadakan agenda Santri of The Year.

Sementara itu, salah satu inisiator INC Zainul Milal Bizawie menegaskan, mereka yang mendapatkan Santri of The Year bukanlah orang yang paling hebat di antara lainnya, tetapi mereka adalah yang mampu memberikan inspirasi kepada orang lain.

Ia berharap, ke depan agenda ini akan menjadi sebuah penghargaan yang bergengsi dan kredibel sehingga ini bisa menjadi sebuah indikator bahwa santri memiki banyak kemampuan dan keterampilan di luar bidang keagamaan.

PKS Piyungan Taubat

“Sehingga yang lain tahu bahwa santri tidak hanya sarungan saja,” ucapnya.

Ada dua belas kategori nominasi yang dipilih untuk mendapatkan penghargaan, yaitu Santri Inspirasi Bidang Seni dan Budaya, Santri Inspirasi Bidang Pendampingan Umat (Dakwah), Santri Inspirasi Bidang Pendidikan, Santri Inspirasi Bidang Wirausaha, Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah, Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Enterpreneur Inspiratif, Santri Berprestasi Tingkat Internasional, Pahlawan Santri, Santri Mengabdi Sepanjang Hayat, dan Mahasantri Bhakti Negeri.

Polling akan dilakukan di di akun resmi Twitter Islam Nusantara Center @IslamNusantaraC. Selain itu, panitia juga akan terjun ke lapangan untuk menyebarkan angket atau keusioner ke pesantren-pesantren yang belum aktif menggunakan medsos agar mereka bisa mengusulkan nama-nama yang sesuai dengan kategori nominasi.

Masyarakat bisa menyetorkan nama-nama tokoh santri yang layak mendapatkan penghargaan tersebut berserta sesuai dengan kategori dan alasannya ke akun media sosial Islam Nusantara Center @islamnusantaracenter (IG) @IslamNusantaraC (Twitter), 081384478968 (WhatsApps). (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, RMI NU, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Kamis, 11 Januari 2018

Lesbumi NU Kabupaten Bandung Dibentuk

Bandung, PKS Piyungan Taubat 



Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Kabupaten Bandung resmi dibentuk di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Cigondewah, Kecamatan Margaasih, Jumat sore (20/10). Pelantikan dilakukan Ketua PCNU Kabupaten Bandung KH Asep Jamaluddin.

Lesbumi NU Kabupaten Bandung Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi NU Kabupaten Bandung Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi NU Kabupaten Bandung Dibentuk

Kiai Asep mengungkapkan kebahagiaannya karena NU Kabupaten Bandung kini memiliki lembaga seni dan budaya. Pasalnya, menurut dia, selama ia aktif sepuluh tahun, ketika menjadi Katib Syuriyah NU, tidak pernah mendengar adanya Lesbumi. 

Menurut dia, Lesbumi sangat penting keberadaannya sebagai pelaksana misi dakwah melalui jalur kebudayaan. Karena NU, memperkuat dan mendakwahkan Islam dengan taktik melengkapi dan menyempurnakan apa yang sudah ada, dan tidak merusak tatanan yang ada. 

“Syekh waliyullah Sunan Kalijaga, mengkreasi wayang, diubah isi wayang itu menjadi isinya Islam. Kenapa NU membolehkan tahlilan, padahal asalnya bukan Islam, karena tahlilan kemudian isinya diganti la ilaha illah, subhanallah. Itu tidak bertolak belakang dengan syariat,” jelasanya. 

Menurut dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati ini, Rasulullah pun pernah memberi contoh dengan mengadopsi budaya jahiliyah yang baik, yaitu wali nikah dalam sebuah perkawinan. 

PKS Piyungan Taubat

Selepas pelantikan, pengurus Lesbumi langsung mengadakan diskusi bertajuk “Lawung Budaya dan Tirakat Sastra” dengan tema “Dasar Pemikiran Islam Sunda dalam perahu Islam Nusantara”. 

Dua narasumber pada kegiatan itu adalah Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto dan Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Barat Asep Salahuddin. Selepas itu diadakan pelatihan menulis dengan narasumber Iip D. Yahya dan Neneng Yant KH. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat AlaNu, IMNU PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 06 Januari 2018

Bupati Bondowoso Sayangkan PMII Belum Ada Distribusi Kader Terencana

Bondowoso, PKS Piyungan Taubat. Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mengadakan Halal Bihalal dan Saresehan Kebangsaan bertema" Optimalisasi Peran Ormas Islam Dalam Menjaga Keutuhan NKRI. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Kantor Pariwisata Bondowoso Jumat (29/7).

Ketua Panitia, Sukandar, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut menjadi penegas bahwa kultur PMII yang selama ini dibangun telah menyumbang banyak hal untuk kemajuan di masyarakat pada umumnya.? “Perlu kiranya tanggapan dari kita atau perhatian dari kita sebagai alumni PMII untuk kembali tidak henti-hentinya menyumbangkan ide, pikiran dan segala macam untuk senang tiasa PMII mewarnai, paling tidak di kabupaten Bondowoso,” katanya.

Bupati Bondowoso Sayangkan PMII Belum Ada Distribusi Kader Terencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Bondowoso Sayangkan PMII Belum Ada Distribusi Kader Terencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Bondowoso Sayangkan PMII Belum Ada Distribusi Kader Terencana

Ia berharap dari kegiatan dan pertemuan organisasi yang didirikan 17 April 1960 akan menghasilkan rumusan-rumusan strategis untuk pengembangan PMII ke depan di Bondowoso pada khususnya. “Terkait agenda-agenda tadi, sampai hari ini barang kali belum terselesaikan salah satu contohnya mungkin yang menjadi? cita-cita bersama ialah sekretariat permanen. Mudah-mudahan melalui kegiatan halal bihalal ini ada rumusan-rumusan untuk segera terealisasinya cita-cita bersama ini," imbuhnya.

PKS Piyungan Taubat

Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengatakan, organisasi pergerakan ini sudah lumayan tua dan matang. Alumninya pun sudah ribuan atau bahkan puluhan ribu tersebar dari ujung barat di Aceh sampai ke ujung timur di Papua. Di Bondowoso sendiri sudah banyak alumni PMII. Hal ini merupakan potensi yang mestinya dirajut dan dimaksimalkan agar apa yang digubah oleh pencipta mars PMII dan gagasan-gagasan besar yang dihasilkan para pendiri bisa diwujudkan setidak-tidaknya di Bondowoso.

Namun demikian, bupati yang pernah Pengurus Besar PMII menyayangkan, kader-kader yang demikian banyak tersebut belum disertai adanya mekanisme organisatoris baik di NU atau Ansor. “Saya juga pernah aktif di PMII. Sampai saat ini belum ada mekanisme bagaimana ditrisbusi kader, bagaimana promosi kader yang by design, direncakan, dirancang, dikawal, digiring pula sampai gol. Belum ada,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam, Pengurus IKA PMII Bondowoso, alumni PMII dari luar daerah seperti Jember, Malang, Probolinggo, Pengurus Komesariat (PK) PMII STAI AT-Taqwa, PK PMII Unibo Bondowoso, PK PMII Akom Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Pemurnian Aqidah, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi

Pamekasan, PKS Piyungan Taubat 

Meski bulan kelahiran Nabi Muhammad berhimpitan dengan akhir tahun, rupanya semangat dalam bershalawat masih terus membumi. Utamanya acara bagi kalangan siswa di sekolah.

Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi

Salah satu contohnya kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTs-MA Az-Zubair Pamekasan, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, dalam acara maulid nabi semarak dihadiri jajaran dewan guru, Sabtu (31/12).

"Ini sebagai upaya belajar meneladani Rasulullah, apalagi siswa masih memiliki benteng kesegaran dalam mencari ilmu, tentu dirasa tepat perayaan maulid ini juga melibatkan semua pihak pengurus yayasan dan siswa," terang Moh. Zayyadi salah seorang dewan guru. 

Acara semakin berkhitmad karena diawali dengan pembukaan langsung oleh guru sesepuh, yaitu Kyai Sibaweh. Kemudian berlanjut pada pembacaan ayat suci Al- Quran. Sementara Sholawat Nabi yang diiringi rebana berlanjut pada acara terakhir.

PKS Piyungan Taubat

Pengasuh yayasan Az-Zubair Mahrus Ali sekaligus sebagai penceramah memastikan kegiatan Maulid Nabi yang digelar oleh siswa akan tercipta sebuah karakter kecintaan pada sang Rasul.

"Perayaan Maulid Nabi ini untuk  meneladani sikap Nabi Muhammad dengan tujuan menanamkan rasa cinta para ummatnya. Apalagi kalian yang masih menjadi siswa, tentu harus banyak tau sejarah Nabu Muhammad," pinta Kiai Mahrus Ali dalam ceramahnya. 

Kiai Mahrus Ali melanjutkan, karena setiap muslim bisa dikatakan harus wajib memahami sejarah Nabi Muhanmad yakni dengan mengenal sifat-sifatnya dan perjuangannya. 

"Sehingga kalian akan menjadi generasi bangsa yang memiliki karakter dan keagamaan yang baik," motivasinya.

Tidak hanya itu, Kiai.Mahrus Ali juga menyampaikan pentingnya Ukhwah Islamiyah, sebagaimana peran ummat islam menjaga silaturrahmi antar sesama, demi persatuan dan kesatuan bangsa.

PKS Piyungan Taubat

"Kita harus mencotoh Nabi Muhammad SAW, baik dari sikap, perilaku, dan perbuatan. Nabi Muhammad SAW merupakan sosok dan suri tauladan yang terbaik bagi segenap alam. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Nahdlatul Ulama, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 03 Januari 2018

Ansor Way Kanan Paparkan Migrasi Aman

Way Kanan, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan, di Blambangan Umpu, Kamis (30/10) memaparkan migrasi aman kepada puluhan anggota Darma Wanita Persatuan (DWP) di daerah yang berada di ujung utara Provinsi Lampung itu.

Ansor Way Kanan Paparkan Migrasi Aman (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Paparkan Migrasi Aman (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Paparkan Migrasi Aman

"Manusia bukan sampah tapi makhluk bermartabat. Perdagangan orang harus dihentikan," ujar Direktur Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Kabupaten Way Kanan Heri Amanudin.

Perdagangan orang atau human traficking, demikian Heri menjelaskan, ialah pengrekrutan, pengangkutan, pemindahan, penampungan atau penerimaan manusia melalui ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk lain pemaksaan, penculikan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau pemberian atau penerimaan pembayaran atau manfaat guna mendapatkan persetujuan seseorang yang memiliki kuasa atas orang lain.

PKS Piyungan Taubat

"Bentuk-bentuk perdagangan orang yang umum terjadi ialah eksploitasi seksual, antara lain, pelacuran, pelecehan seksual dan lain sebagainya. Namun adapula eksploitasi fisik hingga organ tubuh," papar Heri.

Guna menghindari perdagangan orang, ujar Heri lagi, setiap mau berangkat keluar negeri harus diketahui dengan jelas agennya, calon pekerja harus memenuhi syarat-syarat migrasi aman, yakni terlengkapinya data diri hingga surat dari institusi terkat yang jelas.

PKS Piyungan Taubat

PC GP Ansor Way Kanan bekerja sama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia dan Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM untuk mengkampanyekan migrasi aman di daerah yang memiliki 227 kampung/kelurahan dari 14 kecamatan yang berada di sebelah utara Kabupaten Lampung Utara tersebut selama satu tahun. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Foto: Direktur Program Ansor Digdaya Way Kanan Heri Amanudin menyampaikan materi migrasi aman

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Minggu, 31 Desember 2017

Tanpa Pamrih, Banser Setia Menjaga NKRI

Pacitan, PKS Piyungan Taubat. Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud menyampaikan bahwa menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser merupakan salah satu bentuk pengabdian yang mulia kepada Nahdlatul Ulama (NU) dan kepada negara Indonesia. ?

"Walaupun saudara tidak dibayar oleh negara. Namun yang kita harapkan adalah berkah, yang kita harapkan adalah kebaikan dari Allah SWT," tutur Kiai Mahmud saat membuka Pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Banser yang diadakan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Arjosari, Pacitan, Jumat (3/3).

Tanpa Pamrih, Banser Setia Menjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanpa Pamrih, Banser Setia Menjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanpa Pamrih, Banser Setia Menjaga NKRI

Mengikuti Diklatsar, lanjut Kiai Mahmud, merupakan sebuah bentuk rasa keimanan. Karena dalam Diklatsar ini, peserta akan dilatih tentang bagaimana cara mencintai negara, bagaimana menjadi pelayan ulama, dan bagaimana menegakkan dan mempertahankan berdirinya NKRI.

"Tanpa kita warga NU khususnya, rasanya sulit menjaga negara ini menjadi negara yang ayem tenteram dan gemah ripah loh jinawi seperti pada saat ini," tuturnya di hadapan 73 peserta Diklatsar.

PKS Piyungan Taubat

Ditegaskan oleh Kiai Mahmud, bahwa dalam sepanjang kesejarahahanya, NU tidak pernah sekalipun menjadi pemberontak terhadap negaranya. Justeru NU menjadi yang terdepan dalam menjaga keutuhan dan keberagaman bangsa Indonesia.

Kiai Mahmud mengucapkan selamat dan sukses untuk para peserta Diklatsar Banser. Ia berpesan agar kedepannya para anggota Banser NU diharapkan dapat menjadi pengawal ulama dan turut serta menjaga keutuhan NKRI.

PKS Piyungan Taubat

Iapun mendoakan agar kelak para anggota Banser menjadi orang yang bermartabat "Semoga Allah selalu meridhoi perjalanan kita sekalian," tutupnya.

Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang diadakan oleh Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Arjosari digelar di lapangan Desa Jetis Kidul, Kecamatan Arjosari, Pacitan. Diklatsar akan berlangsung hingga Ahad (5/3).

Peserta Diklatsar akan menerima beberapa materi seperti, Ke-NUan dan Ke-Aswajaan, Materi Kebangsaan dan PBB, lalu lintas, Kedaruratan bencana, dasar-dasar bela diri, dan Ilmu kanuragan.

Tampak hadir dalam acara pembukaan Diklatsar, jajaran pengurus PC GP Ansor Pacitan, ketua MWCNU Arjosari H Busro Hawatif, Ketua PAC GP Ansor Arjosari H Hamka Hakim, Kapolsek Arjosari dan tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati Pacitan H Yudi Sumbogo yang hadir pada kesempatan itu, didaulat menyematkan tanda peserta, kepada dua orang peserta yang berasal dari Arjosari. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, AlaSantri, Pahlawan PKS Piyungan Taubat

Minggu, 24 Desember 2017

Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri

Jepara, PKS Piyungan Taubat. Hari Santri Nasional yang kali pertama diperingati 22 Oktober 2015 menurut Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi merupakan bentuk terima kasih pemerintah bahwa NKRI telah merdeka berkat keberhasilan kiai, masayih dan santri.?

“Selamat, selamat dan selamat kepada Bapak Joko Widodo yang memutuskan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” katanya dalam amanat Apel Akbar Hari Santri Nasional yang bertempat di alun-alun Jepara, Kamis (22/10).?

Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri

Ditambahkan Marzuqi dengan diperingatinya Hari Santri Nasional harapnya tidak sekadar peringatan tetapi ke depan mesti dirayakan lebih meriah lagi. Disamping itu kepada ribuan santri, pelajar dan mahasiswa ia berpesan bahwa santri itu bisa. Bisa berperan untuk bangsa dan negara. ?

PKS Piyungan Taubat

“Marwan Ja’far adalah contoh abituren dari pesantren Kajen yang sekarang menjadi menteri desa. Santri itu harus bisa,” imbuhnya.?

Dengan apel akbar itu “Resolusi Jihad” yang pernah digelorakan oleh KH Hasyim Asyari perlu disemangatkan kembali. “Menjadi santri adalah anugerah. Karenanya ia terus berperan untuk pembangunan NKRI,” tegasnya.?

PKS Piyungan Taubat

Peserta yang paling banyak mengikuti apel akbar ialah santri pesantren Balekambang Jepara sebanyak 2000 santri. Sisanya peserta berasal dari santri, pelajar, mahasiswa dan Banom NU se-Jepara.?

Kegiatan meriah dengan penampilan rebana, paduan suara, drum band dan pencak silat Pagar Nusa. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Kiai PKS Piyungan Taubat

Jumat, 15 Desember 2017

Lagi, NU Kota Malang Cetak Kader Dakwah

Malang, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mengadakan Workshop Training of Trainer (ToT) Aswaja. Acara ini akan dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad (8-9/2), di Auditorium Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang milik KH Hasyim Muzadi.

Lagi, NU Kota Malang Cetak Kader Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, NU Kota Malang Cetak Kader Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, NU Kota Malang Cetak Kader Dakwah

Hadir dalam forum ini tidak kurang dari 40 orang peserta yang terdiri dari para kiai, gus dan asatidz dari daerah Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu. Karena kegiatan ini difokuskan pada kajian Aswaja berbasis pada Al-Qur’an dan Hadits dan Kitab Kuning, maka semua yang hadir merupakan Kiai, Gus, Ustadz atau para santri Senior.

“Tiada lain harapan kami atas terselenggaranya kegiatan semacam ini adalah semoga menjadi sebuah usaha untuk mempertahankan dan membela ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia dan khususnya kota malang,” kata Gus Ishroqun Naja, Ketua PCNU Kota Malang dalam sambutannya.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara yang bertemakan “Revitalisasi nilai-nilai Aswaja ditengah Tantangan Islam Transnasional” ini hadir sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama yang berkompeten dalam kajian Ahlussunnah Wal Jamaah. Seperti KH Muchit Muzadi (Jember), KH Marzuqi Mustamar (Malang), Muhammad Idrus Ramli (Jember) dan juga Wakil Walikota Malang Sutiadji, yang sebelumnya merupakan salah seorang Pengurus NU Kota Malang.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kader-kader dakwah NU yang baru. Dimana hal tersebut dimaksudkan untuk membentengi masyarakat dari gerakan-gerakan transnasional. Oleh karenanya fokus kajiannya adalah mempelajari dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadits tentang prinsip-prinsip yang selama ini dipegang oleh Nahdlatul Ulama yang sering dipermasalahkan oleh gerakan lain. Seperti amaliah, i’tiqad dan konsep berbangsa dan bernegara yang selama ini dipegang oleh NU.

“Kami berharap agar 40 orang kiai, gus atau ustadz yang hadir dalam forum ini nantinya mau menjadi ujung tombak dakwah Nahdlatul Ulama setelah kembali ke tempatnya masing-masing. Termasuk kepada para mahasiswa PTUN untuk di kota malang,” kata Gus Ish.

“Karena kita tahu, bahwa sebagian besar dari mereka sebenarnya anak-anak kita. Abnaa’una. Tapi pemikirannya masih labil dan pengetahuannya masih kurang. Adalah tugas kita untuk melindungi mereka,” tambahnya.

Memang, selepas kegiatan ini para alumni yang rata-rata orang pesantren diharapkan mampu menjadi melaksanakan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Setelah sesi pembukaan selesai, kemudian dilanjutkan diskusi panel bersama KH Marzuki Mustamar dan KH Muhammad Idrus Ramli selama 45 menit. Diskusi membahas masalah aqidah, amaliah dan pandangan Islam tentang tradisi masyarakat. Diadakan selama 2 (dua) hari, KH Marzuqi Mustamar dan Idrus Ramli menjadi nara sumber utama pada hari pertama.

Pada hari kedua, diskusi diisi oleh KH Abdullah Syamsul Arifin dari Jember bersama Kiai Badruddin, Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan pembahasan Tashawuf. Kegiatan berakhir dengan menghasilkan tindak lanjut (follow UP) pembentukan? Aswaja Centre Kota Malang. (Ahmad Nur Kholis/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Kajian PKS Piyungan Taubat

Kamis, 07 Desember 2017

Kemenag Akui, Tunjangan Guru Non-PNS Masih Kurang

Mamuju, PKS Piyungan Taubat

Jajaran Kementerian Agama (Kemenag) RI, mengakui jika alokasi anggaran untuk membayar tunjangan guru agama non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun anggaran 2016 ini masih sangat kurang.

"Kami bersama Komisi VIII DPR terus berjuang untuk bisa membayarkan tunjangan guru non-PNS yang mengalami banyak hambatan. Itu terjadi karena jumlah guru agama non-PNS sangat besar dibandingkan jumlah alokasi anggaran yang tersedia. Hal ini akan kita cari solusinya," kata Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin saat berada di Mamuju, Senin.

Kemenag Akui, Tunjangan Guru Non-PNS Masih Kurang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Akui, Tunjangan Guru Non-PNS Masih Kurang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Akui, Tunjangan Guru Non-PNS Masih Kurang

Lukman mengatakan, sebagian tunjangan guru agama non-PNS telah dibayarkan secara bertahap, walaupun diketahui belum sepenuhnya terbayarkan karena alokasi anggaran yang tidak memadai.

Orang pertama di Kemenag RI ini yang ikut melantik Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) wilayah Sulbar, diharapkan mampu menjadi jembatan jika terjadi keluhan bagi guru-guru agama yang ada di daerah.

"Kita patut bersyukur karena PGMI Sulbar telah dikukuhkan. Kita berharap, teman-teman pengurus mampu akomodatif menampung aspirasi guru-guru agama yang ada di daerah," harap Lukman.

PKS Piyungan Taubat

Ia menyatakan, aspirasi para guru-guru agama di daerah dapat disampaikan langsung ke Kemenag pusat untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai prosedur yang ada.

Sehingga Lukman berharap, alokasi anggaran untuk tunjangan guru agama yang belum terelesaikan atau terbayarkan tahun ini, bisa ditunaikan pada tahun berikutnya.?

PKS Piyungan Taubat

"Tunjangan yang belum terbayarkan itu beraneka ragam mulai dari tunjangan profesi, sertifikasi, inpassing yang tidak bisa dibayarkan akibat tidak ada anggaran," jelasnya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Tokoh, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Minggu, 03 Desember 2017

Ribuan Santri dan Kiai Gelar Istighotsah di Polda Banten Tolak Pembangunan Pabrik Air

Serang, PKS Piyungan Taubat. Ribuan santri dan kiai dari berbagai pesantren di Serang dan Pandeglang menggelar istighotsah di Polda Banten, Rabu (17/02), untuk menolak pendirian pabrik air mineral milik Mayora Group.

Penolaan itu dilakukan, lantaran pabrik air yang sebagian telah dibangun di Cadasari Pandeglang telah menutup sumber mata air. Sehingga, masyarakat sekitar menjadi kesulitan mendapatkan air bersih. Ditambah, 8 hektar sawah yang mengandalakan mata air yang kini dikuasai oleh PT Tirta Fresindo Jaya, anak perusahaan PT Mayora itu pun menjadi kering.

Tak hanya melakukan penolakan pendirian pabrik, ratusan kiai dan santri pun datang untuk meminta Polda melakukan penghentian proses pemeriksaan terhadap puluhan kiai. Para kiai ini diperiksa dengan dugaan perusakan ketika melakukan demontrasi di pabrik air mineral tersebut.

Ribuan Santri dan Kiai Gelar Istighotsah di Polda Banten Tolak Pembangunan Pabrik Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri dan Kiai Gelar Istighotsah di Polda Banten Tolak Pembangunan Pabrik Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri dan Kiai Gelar Istighotsah di Polda Banten Tolak Pembangunan Pabrik Air

"Kita istighotsah mendampingi kiai-kiai kita yang diperiksa oleh Polda, karena ini merupakan kriminalisasi," kata Asep Saefudin Anas selaku perwakilan Lembaga Bantuan Hukum Kalimasada Nusantara (LBH-KN).

Sementara itu Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banten, Kombes Pol Lilik Heri Setiadi mengatakan pihaknya akan melakukan dialog terlebih dahulu dengan para kiai. "Apa yang telah disampaikan oleh pak Asep tadi akan kita diskusikan dengan para kiai," kata Wakapolda.

PKS Piyungan Taubat

Ketika ditanya apakah proses pemeriksaan ini akan dihentikan, ia mengatakan nenunggu keputusan dialog yang hari ini dilakukan. "Ya keputuaannya nanti setelah kita lakukan dialog, nanti kita ketemu lagi sama rekan-rekan (wartawan)," ujar Lilik saat diwawancarai oleh awak media. (Iqbal/progresnews)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Internasional PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

Isi Liburan, 90 Pelajar Ikuti Kaderisasi

Purworejo, PKS Piyungan Taubat. Momentum liburan sekolah dimanfaatkan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Bruno Purworejo menyelenggarakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sekaligus pembentukan Ranting Karangrejo.

Kegiatan yang diikuti sedikitnya 90 peserta itu digelar di Madrasah Diniah Miftakhul Ulum Dukuh Karang Rejo Kelurahan Bunorejo, Sabtu-Ahad (29-30/12). Tema yang diangkat: “Filtrasi Ideologi Membangun Kader Berwawasan Keilmuan Bernilai Islami.” Kegiatan tersebut mendapat antusias baik dari peserta maupun masyarakat sekitar.

Isi Liburan, 90 Pelajar Ikuti Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Liburan, 90 Pelajar Ikuti Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Liburan, 90 Pelajar Ikuti Kaderisasi

Menurut ketua PAC IPPNU Kecamatan Bruno, Aniroh, kegiatan ini merupakan pelaksanaan program kerja yang sudah dibahas dalam rapat kerja beberapa waktu lalu.

PKS Piyungan Taubat

“Makesta sekaligus pembentukan ranting ini sengaja kita realisasikan di waktu libur, agar peserta bisa lebih maksimal dalam mengikutinya. Alhamdulillah, dari sesi ke sesi peserta antusias mengikuti pemaparan materi dari senior-senior IPNU dan IPPNU,” kata siswi kelas XII MA Takhasus Bruno tersebut.

Sedangkan menurut ketua PAC IPNU Bruno Nur Arifin, pemateri pelatihan tersebut diambil dari tim kaderisasi IPNU dan IPPNU Bruno dibantu pengurus cabang.

PKS Piyungan Taubat

“Atas nasihat senior IPNU, pemateri dari internal, maka kita siapkan tim kaderisasi. Alhamdulillah, mereka bisa membawakan materi mulai dari Aswaja, ke-NU-an, ke-Organisasi-an dan beberapa materi kaderisasi. Ini sebagai wahana belajar yang sesungguhnya,” ujar santri pesantren Jangkrikan Kepil Wonosobo tersebut.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib seperti yang diagendakan panitia. Selain pengenalan materi, juga ditambah kegiatan yang bersifat santai sebagai hiburan seperti jalan-jalan pagi dan bernyanyi bersama. Salah seorang peserta, Aziz, mengaku senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini, karena menambah wawasan kebangsaan dan keislaman. Kedepan, saya ingin pembinaan pemuda semacam ini bisa terus dilaksanakan, karena besar sekali manfaatnya,” ujarnya dalam pesan dan kesan yang dibagikan panitia di akhir acara. (Imam Choiri/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, AlaNu, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 10 November 2017

Tiga Pendekatan Menilai Fenomena HTI

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Wakil Ketua Umum Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Pusat Arif Fachruddin menyatakan, ada tiga pendekatan yang seharusnya digunakan dalam menyoroti fenomena HTI. Pertama, pendekatan keagamaan (diniyyah).?

Menurut dia, konsep khilafah adalah bersifat opsional (bukan keharusan), bukan sesuatu yang pasti ditetapkan dalam ajaran Islam.?

Tiga Pendekatan Menilai Fenomena HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Pendekatan Menilai Fenomena HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Pendekatan Menilai Fenomena HTI

“Namun pemimpin mereka mempropagandakan ide khilafah sebagai sesuatu yang qath’i,” kata Arif saat menjadi narasumber dalam acara seminar nasional dengan tema Penerapan Konsep Khilafah Bertentangan dengan Maqashid Syariah di Bumi Pancasila dan NKRI di Hotel Gren Alia Jakarta, Selasa (16/5) sore.

Baginya, kalau seandainya sistem khilafah diterapkan di Indonesia, maka Indonesia akan mengalami kemunduran. “Kalau sistem khilafah harus diterapakan, berapa abad kita harus mundur?” tegasnya.?

Kedua, pendekatan kebangsaan (wathoniyah). Wakil Sekretaris Pengurus Pusat Ma’arif NU itu berpendapat, umat Islam di Indonesia sudah terikat perjanjian suci dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau seandainya ide khilafah diterapkan, maka umat Islam akan mengingkari konsensus tersebut.?

PKS Piyungan Taubat

“Umat Islam terikat dengan komitmennya. Indonesia adalah darul ahdi wa syahadah. Rumah perjanjian suci dan rumah persaksian untuk mengisinya dengan nilai-nilai yang baik.” ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Terakhir, pendekatan hukum formal (qonuniyah). Menurutnya, keberadaan HTI terdaftar Kemen Polhukam sebagai ormas, namun pada dasarnya HTI adalah sebuah partai politik.?

Meski demikian, pemerintah memiliki hak untuk membubarkannya apabila ormas tersebut dinilai meresahkan dan merongrong keutuhan NKRI. Namun, pembubarannya harus sesuai dengan koridor hukum yang ada. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat RMI NU, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Selasa, 07 November 2017

Ulama Dokumentator itu Meninggalkan Kita

KH Aziz Masyhuri ngobrol dengan sejumlah anak muda NU ketika pada 2013 lalu berkunjung ke Pojok Gus Dur yang terletak di Lantai I Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Sambil duduk santai ia mengutakan niatnya menerbitkan buku tentang sejarah dan profik tarekat-tarekat mu’tabarah.

Penampilannya cukup sederhana. Dengan mengenakan peci hitam dan kemeja putih, pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyah Denanyar memberi motivasi tentang pentingnya orang NU, terutama anak mudanya, mendokumentasikan sejarahnya sendiri.

Ulama Dokumentator itu Meninggalkan Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Dokumentator itu Meninggalkan Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Dokumentator itu Meninggalkan Kita

Sejarah dan profil tarekat-tarekat mu’tabarah yang ia tulis juga termasuk karya langka. Nyaris tidak ada buku yang menjelaskan secara khusus dan utuh tentang itu. Buku inilah yang kemudian terbit dengan judul “Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf”.

Ia tampak tak puas karena hanya berhasil menulis 22 aliran tarekat. Namun ia berkomitmen akan terus menelusuri data-data lain untuk melengkapi tulisan tersebut. Usianya yang bertambah boleh menurunkan kondisi fisiknya, tapi tidak akan memadamkan semangatnya dalam berkarya. Motivasinya sederhana, ia ingin meninggalkan “warisan”.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Aziz merupakan sebagian kecil dari kiai NU yang sangat produktif menghasilkan karya tulis. Antropolog asal Belanda, Martin van Bruinessen menyebutnya sebagai “sang kiai ahli dokumentasi”.

PKS Piyungan Taubat

Ia tekun mengoleksi dokumen-dokumen peristiwa penting NU seperti Muktamar, Munas Alim Ulama, Musyawarah Besar Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman), atau forum-forum lainnya. Arsip berita seputar ulama, NU, dan pesantren yang terekam media massa juga rajin ia kumpulkan. Tak hanya dari arsip-arsip mati, perburuan informasi bahkan ia gali dari wawancara para saksi hidup. Dokumen-dokumen itulah yang menjadi sumber data dari ratusan karya tulisnya.

Lebih dari 200 karya buku, baik berupa tulisan sendiri, ikhtishar (ringkasan), atau terjemahan. Buku-buku tersebut sebagian ditulis dalam bahasa Indonesia, sebagian lain dalam bahasa Arab. Beberapa karyanya antara lain, “Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf”, “99 Kiai Kharismatik Indonesia dan 99 Kiai Pondok Pesantren Nusantara”, terjemah kitab 5karya KH Muhammad Faqih Maskumambang, dan lain sebagainya.

Yang unik, seluruh karyanya melalui proses tulis tangan sendiri, bukan mesin ketik atau komputer. Ia mengaku menikmati gaya menulisnya ini. Seluruhnya tersusun rapi lembar demi lembar. Hingga dalam proses kreatifnya itu selesai, ia akan meminta santrinya untuk mengetik ulang menjadi file digital dan bisa dicetak menjadi buku.

Hari ini, Sabtu 15 April 2017, Kiai Aziz Masyhuri mengembuskan napas terakhir di kediamanya, kompleks Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyah Denanyar, Jombang, Jawa Timur, pada usia 75 tahun. Nahdliyin dan umat Islam berduka atas kepulangannya ke Hadirat Ilahi. Beruntunglah Kiai Aziz telah meninggalkan karya, warisan yang tak hanya dinikmati anak cucunya tapi juga warga NU dan bangsa Indonesia secara umum. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Senin, 06 November 2017

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres

Padang, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Wilayah Ikatan PelajarNahdlatulUlama (PW IPPNU) Sumatera Barat beserta Pimpinan Cabang IPPNU se-Sumbar akan berangkat ke Kongres  XVI IPPNU di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan. Rombongan sebanyak  28 orang berangkat Kamis, 29 November 2012. Utusan yang akan berangkat terdiri dari Ketua, Sekretaris,Wakil Ketua Bidang Organisasi, dan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi.

Ketua PW IPPNU Sumbar Fitria Angraini kepada PKS Piyungan Taubat, Selasa (27/11/2012) di sekretariat PW IPPNU Sumbar  berharapkan dalam kegiatan Kongres XVI IPPNU nanti di Palembang bisa merekomendasikan kader yang akan memimpin IPPNU tiga tahun ke depan adalah kader-kader yang benar-benar mempuyai loyalitas di organisasi.

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres

“Calon ketua umum adalah kader yang sesuai dengan UU Nomor 40 tentang Kepemudaan. Sehingga proses organisasi di Indonesia bisa berjalan dengan baik. Regenerasi di organisasi IPPNU harus jalan,” kata Fitria.

PKS Piyungan Taubat

Redaktur    : Mukafi Niam

PKS Piyungan Taubat

Kontributor: Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, AlaNu, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock