Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Meneladani Jejak Kiai Abdul Mujib

Judul: Biografi Kiai Abdul Mujib Abbas

Penulis : Moh. Syuaib Nur Aly, Wasid, Ahmad Dkk

Pengantar: KH Maimoen Zubaer

Meneladani Jejak  Kiai Abdul Mujib (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneladani Jejak Kiai Abdul Mujib (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneladani Jejak Kiai Abdul Mujib

Penerbit: Pustaka Edia, Surabaya

Cetakan: I, Juni 2012

Tebal: xx + 135 hlm.

Peresensi: Ach. Tirmidzi Munahwan*

PKS Piyungan Taubat

Kiai adalah sosok atau figur yang selalu mendapat keistimewaan, kepercayaan, dan penghormatan dari masyarakat khususnya dari kalangan para santri. Dari kealiman dan ilmu yang dimiliki oleh para kiai, bisa mampu mempengarui masyarakat dan para santri-santrinya untuk mengikuti apa yang diperintahkan oleh kiai. Seorang kiai tentunya tidak hanya bisa berfatwa dengan lisan saja untuk mempengarui banyak orang, namun ia memberikan contoh terlebih dahulu dengan amal perbuatannya. Inilah menunjukkan bahwa, betapa hormat dan istimewanya seorang kiai yang selalu dihormati, disegani oleh banyak kalangan.?

PKS Piyungan Taubat

Peran dan perjuangan kiai sangatlah besar, khususnya pada bangsa Indonesia. Kiai juga ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan negara Republik Indonesia, dengan semangat pengorbanan dan keikhlasan para kiai demi bumi pertiwi ini, akhirnya negara kita ini merdeka dan bebas dari jajahan Belanda. Selain berjuang untuk negara, kiai juga mepunyai tugas yang tidak kalah pentingnya, yakni sebagai pengasuh Pondok Pesantren, yang tugasnya mendidik para santri-santrinya. Tugas paling berat bagi seorang kiai adalah, bagaimana mendidik para santri-santrinya untuk menjadi orang yang baik, ? taat beribadah, berprilaku adil, dan jujur. Hal semacam inilah yang diberikan dan ditanamkan oleh Kiai Abdul Mujib Abbas pada santri-santrinya semasa hidupnya.

Kiai Abdul Mujib lahir di Buduran Sidoarjo, beliau adalah putra Kiai Abbas dan ibu Nyai Khodijah. Kalau dirunut dari silsilahnya, beliau masih mempunyai hubungan darah dengan Kiai Wahab Hasbullah (salah satu pendiri NU), dari jalur ibunya. Mulai sejak umur 17 tahun, Kiai Abdul Mujib selalu mendapat bimbingan langsung oleh sang ayah (Kiai Abbas), dan mendapat pengawasan pula oleh ibunya Nyai Khodijah. Dengan gemblengan langsung dari sang ayah, Kiai Abdul Mujib adalah sosok yang cukup cerdas dan serius dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Ketekunan dan ketelatenan Kiai Abbas dalam mendidik sang buah hati, turut memberikan pengaruh yang besar terhadap putra-putrinya, dengan harapan kelak menjadi pemimpin dan pengayom umat dimasa-masa yang akan datang.

Dengan semangat dan diiringi dengan penuh kesabaran dalam mencari ilmu, Kiai Abdul Mujib termasuk sosok yang ulet dan haus ilmu. Beliau memulai belajar ilmu kebeberapa pesantren. Pada tahun 1950, pada waktu itu Kiai Abdul Mujib genap usia 18 tahun, oleh sang ayah dititipkan ke Peasantren Darul Ulum Rejoso Jombang asuhan Kiai Romli Tanim seorang kiai yang dikenal sebagai salah satu mursyid tarekat Qadariyah wa Naqsabandiyah, dan sebagai seorang kiai penghafal al-Qur’an (hafidh al-Qur’an). Di Pesantren Darul Ulum inilah, awal mulanya Kiai Abdul Mujib menimba berbagai macam ilmu agama.

Setelah menempuh ilmu selama satu tahun di Pesantren Darul Ulum Jombang, Kiai Abdul Mujib melanjutkan pengembaraannya lagi ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan Madura, yang diasuh oleh Kiai Abdul Majid. Meskipun jarak lebih jauh dari pondok sebelumnya, dan berbeda kultur tidaklah membuat ? Kiai Abdul Mujib patah semangat dalam mencari ilmu. Prinsip Kiai Abdul Mujib dalam berproses mencari ilmu tidak mengenal jauh dekat tempat pondok yang beliau tempuh, apalagi hingga perbedaan kultur. Menurut Kiai Abdul Mujib, belajar ilmu tidak dibatasi dengan faktor jauh dekatnya pondok yang beliau tempuh dan perbedaan kultur, melainkan sejauh mana ia belajar dengan istiqamah, dengan harapan apa yang dicita-catakan bisa tercapai, dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat barakah .

Buku biografi lengkap Kiai Abdul Mujib Abbas ini, di dalamnya mengulas tuntas sejarah perjalanan hingga perjuangannya sebagai pengasuh Pesantren al-Khoziny Buduran Sidoarjo. Menurut pengakuan para santri-santrinya yang diantaranya, KH Abdullah Syamsul Arifin yang pangilan akrabnya Gus Aab sekaligus yang memberikan epilog dalam buku ini, Kiai Abdul Mujib adalah sosok kiai yang benar-benar ulama. Karena dua prasyarat esensial yang harus dimiliki oleh seseorang disebut ulama, yaitu kesalehan yang total dan ketakwaan yang tinggi serta menjadi pewaris para Nabi, telah dimiliki oleh sosok Kiai Abdul Mujib (hal.123).

Meskipun disebut sebagai ulama besar, Kiai Abdul Mujib tetap tidak menampakan sebagai kiai besar. Ia tetap berpenampilan sederhana, bergaul dengan siapapun saja termasuk dengan santri-santrinya. Dan yang patut kita teladani dari Kiai Abdul Mujib adalah, istiqamahnya melakukan shalat berjama’ah bersama santri-santrinya, walaupun dalam kondisi apapun beliau tetap tidak pernah meninggalkan sholat berjama’ah.

Kehadiran buku biografi Kiai Abdul Mujib ini, sangatlah penting untuk dibaca khususnya oleh para santri maupun alumni Pesantren al-Khoziny. Dengan bahasa yang komunikatif, sistematis, dan dilengkapi dengan data-data yang akurat buku ini enak dibaca. Akhirnya dengan membaca buku ini, pembaca bisa mampu meneladani prilaku yang selama ini dilakukan oleh para kiai-kiai, seperti prilaku yang di lakukan oleh Kiai Abdul Mujib Abbas. Wallhu a’lam?

* Peresensi adalah Dosen Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Anti Hoax, Kajian PKS Piyungan Taubat

Rabu, 21 Februari 2018

IPNU Jatim Adakan Polling, Ini Kata Pelajar Soal FDS

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Pembicaraan akhir-akhir ini dihiasi dengan pro kontra tentang sekolah lima hari atau full day school (FDS). Akan tetapi pemberitaan tentang topik ini nyaris belum menyuarakan pendapat pelajar. Pasalnya, proses belajar mengajar bertujuan memposisikan peserta didik (pelajar) sebagai subjek.?

Ironisnya, dalam kasus ini mendadak pelajar diposisikan sebagai objek. Bagaimana tidak, hampir seluruh pemberitaan baik pro atau kontra pada kebijakan full day school adalah mereka yang sudah tidak duduk dibangku sekolah. “Oleh karenanya, kami terpanggil untuk turut menyurakan pendapat para pelajar. Tak lain mereka yang kini masih duduk di bangku sekolah,” kata Ahmad Ainun Najib, Direktur Student Research Center (SRC) Jatim, Rabu (21/6).

IPNU Jatim Adakan Polling, Ini Kata Pelajar Soal FDS (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jatim Adakan Polling, Ini Kata Pelajar Soal FDS (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jatim Adakan Polling, Ini Kata Pelajar Soal FDS

Peraturan Menteri (Permen) No 23 tahun 2017 menurut Muhadjir Effendy Mendikbud, yang mengatur FDS tidak akan menambah beban murid. Sedangkan Wakil Presiden H M Jusuf Kalla, menegaskan, kebijakan ini tidak bisa diputuskan di tingkat menteri. Hal tersebut karena menyangkut 50 juta pelajar terkena dampak jika program ini belum siap diterapkan.?

Penolakan juga datang dari PBNU. Ormas Islam terbesar di Indonesia ini melalui Sekjen PBNU merilis tujuh poin kerugian sistem penerapan FDS. Di antaranya beban belajar yang akan makin memberatkan siswa. “Di banyak tempat Madin biasanya dilaksanakan sore hari. Jika sekolah diberlakukan sampai sore hari, maka praktis mereka tak bisa mengikutinya,” kata H Helmy Faishal Zaini, di Kantor PBNU 14 Juni lalu.

Senin (19/6) lalu, Presiden Joko Widodo melalui Ketua Umum MUI dan Menteri Pendidikan menyampaikan akan menata ulang kebijakan FDS. “Presiden merespons aspirasi yang berkembang di masyarakat dan memahami apa yang jadi keinginan masyarakat dan ormas Islam. Oleh karena itu, presiden akan melakukan penataan ulang terhadap aturan itu,” kata KH Ma’ruf Amin.

PKS Piyungan Taubat

Penerapan FDS akan ditunda sampai Presiden Joko Widodo mengeluarkan peraturan presiden (Perpres). Lalu bagaimana respon pelajar? Lembaga Survei, Student Research Center (SRC) IPNU Jatim melakukan polling via Whatsapp (WA) yang tersebar di seluruh grup pelajar di Jawa Timur mulai SMP/SMA sederajat. Dengan cara menulis nama, nama sekolah, kabupaten/kota lalu jawaban dan dikirim melalui nomor WA yang tercantum hingga pukul 23.59 WIB per tanggal 19 Juni 2017.?

PKS Piyungan Taubat

“Alhamdulillah para pelajar merespon begitu cepat dan antusias. Dalam waktu sehari semalam kita menyebar polling melalui grup WA pelajar, sebanyak 420 responden mengirimkan jawabannya,” tutur Najib itu saat ditemui di kantor PW IPNU Jatim.?

Dari 420 responden, 79.05% menjawab tidak setuju dengan sistem penerapan FDS. Sedangkan 20.95% setuju. Alasan penolakan FDS oleh pelajar adalah menguras tenaga dan pikiran sebanyak 38.25%. Tidak bisa membantu orang tua 16.87% dan bikin capek dan bosan dalam kelas sebanyak 15.06%.

Selebihnya para pelajar menjawab tidak bisa belajar ilmu agama di madrasah atau madrasah diniyah, tidak bisa berorganisasi dan keterbatasan waktu untuk bersosial masyarakat. “Polling ini kami lakukan untuk menyerap aspirasi dari kalangan pelajar. Kami berharap riset ini bisa menjadi data bagi pemangku kebijakan, bahwa pelajar tidak setuju dengan penerapan sistem FDS,” terang remaja yang juga pengurus IPNU Jatim ini.

Sekitar 85 pelajar berasumsi dengan adanya FDS, bisa meningkatkan pendidikan di Indonesia. “Pelajar Indonesia harus terus belajar dan tidak terlalu banyak bermain, dengan FDS waktu bermain mereka secara otomatis berkurang,” kata Fera Febriana pelajar SMKN 1 Banyuwangi ini.?

Polling melalui akun media sosial akan terus dilakukan. Ke depannya akan kami lakukan polling melalui twitter, facebook dan instagram karena akun media sosial tersebut sudah akrab di kalangan pelajar,” pungkas A Ainun Najib. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hikmah, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Minggu, 18 Februari 2018

Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Pada saat sekarang ini yang dibutuhkan adalah sensitifitas kita agar lebih tajam lagi. Misalnya DIY saat ini belum turun hujan. Padahal dulu bulan September, Oktober, November sudah hujan. Salah satunya ini akibat dari pemanasan global (global warming). Pada kondisi seperti ini, ketika alam mulai dirusak oleh tangan-tangan manusia, maka alam sebenarnya sedang mengingatkan kepada penghuni alam, yaitu manusia.

Demikian pernyataan yang di sampaikan oleh Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial RI dalam acara Pelantikan dan Rapat Kerja PW Muslimat Nahdlatul Ulama DIY Masa Khidmat 2015-2020 di Asrama Haji DIY, Ahad (1/11) lalu.

Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam

Khofifah menyampaikan, bahwa ada saudara kita yang berada di wilayah Equator memiliki musim yang berbeda. Ternyata memiliki perbandingan dua kali musim kemarau dan satu kali musim hujan. Jadi Riau itu dapat dua kali kemarau dan satu kali hujan.?

PKS Piyungan Taubat

“Sekarang yang terjadi di Riau yaitu kebakaran hutan. Entah di bakar atau terbakar masih dalam proses pengumpulan data. Dan untuk dapat memadamkan api jika kekuatan manusia saja tidak cukup. Ternyata yang dapat memadamkan api adalah kalau ada hujan dengan intensitas yang cukup. Alhamdulillah dalam 3 hari kemarin jarak pandang di Riau sudah mencapai 6000 M – 8000 M. Artinya sudah normal,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

“Nah sekarang apa yang dapat di lakukan? Belum terlambat kalau kita sama-sama sholat Istisqo’ secara berjama’ah, Memohon hujan yang barokah. Hujan yang menyelamatkan, jangan hujan yang membuat petaka baru,” imbuhnya. (Muhlisin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Anti Hoax, Pemurnian Aqidah, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Rabu, 14 Februari 2018

PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dukungannya terhadap rencana pemilihan daerah yang dilakukan oleh DPRD, bukan pilihan langsung oleh masyarakat karena mudharatnya atau kerugiannya? lebih besar.?

“Sesuai dengan hasil musyawarah nasional dan konferensi besar NU di Cirebon kami mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah oleh DPRD,” katanya kepada PKS Piyungan Taubat, Rabu (10/9).

PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD

Ia menegaskan, pemilihan langsung rawan terjadinya konflik horisontal antar masyarakat sebagaimana yang sering terjadi selama ini.?

PKS Piyungan Taubat

Meskipun demikian, diakui bukan berarti pemilukada oleh DPRD bebas dari politik uang. “Kan ada KPK, PPATK atau institusi hukum lainnya yang bisa melakukan pengawasan,” katanya.

Dijelaskannya, disamping figur-figur yang sukses memerintah dari pemilihan langsung seperti Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi Ridwan Kamil di Bandung dan lainnya, banyak sekali pemimpin daerah yang terpilih karena memiliki uang banyak.

“Ada calon baik-baik yang kalah sama penyanyi, karena kalah populer dan kalah uang,” tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Untuk menjadi kepala daerah, kata Kiai Said, dibutuhkan dana yang sangat besar. Untuk bupati, bisa puluhan milyar sedangkan untuk tingkat gubernur, mencapai ratusan milyar. Dan tentu saja, mereka akan berusaha mengembalikan modal tersebut dengan segala cara setelah terpilih.?

Wakil sekjen PBNU Masduki Baidlawi menambahkan, proses pilkada saat ini merupakan bagian dari upaya pematangan politik, baik pemilihan langsung maupun oleh DPRD akan sama-sama menimbulkan politik uang.

“Kalau pemilihan oleh DPRD, maka kontrol masyarakat terhadap lembaga ini harus diperkuat,” tegasnya.

Berikut hasil bahtsul masail maudluiyyah pemilukada dalam perspektif Islam dalam Munas NU Cirebon, 15-17 September 2012

1. Pemilukada yang didasarkan pada UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memiliki tujuan yang sangat mulia, antara lain:

a. Melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat luas dalam memilih pemimpin di daerahnya. Dengan demikian, ini merupakan pendidikan politik bagi masyarakat dalam berdemokrasi.

b. Terpilihnya kepala daerah yang aspiratif yang memahami betul problematika masyarakat dan pemecahannya.

Tujuan mulia ini dapat disebut dengan kemaslahatan (mashlahah) yang hendak diraih dengan pemilukada.

2. Dalam praktek pelaksanaan pemilukada selama ini, dampak positif (mashlahah) yang diharapkan tidak selalu terbukti. Bahkan sebaliknya, dampak negatif (mafsadah), baik dalam proses maupun dalam produknya, telah terjadi dalam skala yang sangat mencemaskan.

3. Pendidikan politik yang diberikan kepada rakyat melalui pemilukada bukanlah pendidikan politik yang sehat, melainkan pendidikan politik yang buruk, antara lain berupa merebaknya money politics (risywah siyasiyyah). Biaya pemilukada menjadi sangat mahal, bukan hanya bagi negara, tetapi juga bagi para kandidat. Hal ini sangat potensial untuk menimbulkan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Banyaknya kepala daerah yang terlibat kasus korupsi, membuktikan kebenaran hal ini.

4. Harapan untuk memperoleh kepala daerah yang terbaik (ashlah) melalui pemilukada, lebih sering tidak terwujud dalam kenyataan. Sementara itu konflik horizontal akibat pemilukada telah menjadi kenyataan yang sangat memprihatinkan.

5. Mengingat mafsadah pemilukada merupakan mafsadah yang sudah nyata terjadi (muhaqqaqah), sedangkan mashlahahnya lebih sering maslahat semu (wahmiyyah), maka pemilukada wajib ditinjau kembali. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqhiyyah:

? ? ? ? ? ?

“Menghilangkan kerusakan lebih utama daripada meraih kemaslahatan.” (Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1403 H, h. 87).

6. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) gubernur, bupati dan walikota melalui lembaga perwakilan (DPRD tingkat I dan DPRD tingkat II) layak untuk diberlakukan kembali, karena terbukti mafsadahnya lebih kecil daripada mafsadah pemilukada. Hal ini sejalan dengan prinsip hukum Islam tentang ditempuhnya madharat yang lebih ringan di antara dua madharat (irtikab akhaff al-dlararain) yang didasarkan pada kaidah fiqhiyyah:

? ? ? ? ? ? ? ?

“Apabila ada dua mafsadah saling bertentangan maka harus diperhatikan mafsadah yang lebih besar bahayanya dengan memilih mafsadah yang lebih ringan madlaratnya” (Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-Dar al-Kutub al-„Ilmiyyah, 1403 H, h. 87). (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Selasa, 06 Februari 2018

Bagaimana Penerimaan Konsep Islam Nusantara oleh Ulama Mancanegara?

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin mengungkapkan bahwa konsep Islam Nusantara yang digulirkan oleh Nahdlatul Ulama disambut baik, disetujui, dan siap diterapkan oleh ulama moderat dari seluruh penjuru dunia muslim yang ikut menghadiri kegiatan International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta Convention Centre, Jakarta (9-11/5) bertajuk Islam Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia

Meskipun pada awalnya menuai penolakan dari sebagian kecil tokoh muslim di negeri kita yang enggan melakukan klarifikasi kepada PBNU dan sebenarnya tidak tahu menahu atau gagal paham dengan esensi Islam Nusantara.

Bagaimana Penerimaan Konsep Islam Nusantara oleh Ulama Mancanegara? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Penerimaan Konsep Islam Nusantara oleh Ulama Mancanegara? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Penerimaan Konsep Islam Nusantara oleh Ulama Mancanegara?

Gus Ishom menilai bahwa sikap penolakan ini merupakan ciri khas sebagian umat Islam di negeri kita yang cenderung lebih suka menerima apa saja yang datang dari luar negeri, seperti HTI misalnya, meskipun tidak tahu apa manfaat dan bahayanya, dari pada apa yang murni digagas oleh tokoh-tokoh muslim nasionalis yang paling berpengaruh di negeri sendiri.

"Para peserta Isomil banyak berharap kepada NU sebagai organisasi umat Islam terbesar di dunia untuk proaktif bekerja sama dalam mewujudkan perdamaian di seluruh wilayah muslim di Timur Tengah yang terus dilanda konflik dan peperangan yang sangat merugikan umat Islam, namun menguntungkan negara-negara Barat seperti Amerika dan sekutu-sekutunya," jelas Gus Ishom kepada PKS Piyungan Taubat lewat pesan singkatnya, Selasa (10/5).

Menurutnya, keutuhan NKRI yang terjaga dengan baik tidak terlepas dari peran besar warga NU yang sangat menaati para kiai mereka dalam hal pentingnya mencintai dan membela tanah air (nasionalisme/al-wathaniyyah) dan kepatuhan terhadap ajaran agama. 

PKS Piyungan Taubat

"Keutuhan, kedamaian, dan persatuan umat Islam dan non-muslim di seluruh penjuru Indonesia yang dibangun atas darus salam bukan darul Islam dengan dasar Pancasila itu sangatlah layak diteladani oleh umat manusia di seluruh dunia, baik di Barat maupun di Timur, terutama negara-negara muslim di Timur Tengah," tegasnya.

Oleh karena itu, imbuhnya, umat Islam wajib membangun kesadaran beragama yang lebih positif, menciptakan solidaritas, mewujudkan persatuan di bawah kepemimpinan setiap ulamanya untuk mencegah terjadinya setiap kekerasan, pertikaian dan pertumpahan darah atas nama agama. 

“Karena yang demikian itu justru merusak citra ajaran Islam dan menodai kehormatan umat Islam di hadapan non muslim di seluruh penjuru dunia, serta menciptakan ketegangan, kekerasan dan kecurigaan terhadap umat Islam sendiri,” tutur Ishom.

PKS Piyungan Taubat

Dia berharap agar umat Islam Indonesia, terutama para tokohnya, agar tidak tergesa-gesa menolak konsep Islam Nusantara yang tiada lain adalah Islam Ahlussunnah wal-Jamaah an-Nahdliyyah yang mencita-citakan terwujudnya Islam rahmatan lil-alamin melalui prinsip-prinsip keadilan, moderasi, toleransi, dan keseimbangan.

“Sebagaimana yang selalu diperjuangkan oleh para pendiri dan para kiai NU sepanjang hayatnya," tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Rabu, 31 Januari 2018

Kopri PMII DIY Tolak Perayaan dengan Sanggul dan Kebaya

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Dalam rangka memperingati hari Kartini, Kopri (Korp PMII Putri) Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerjasama dengan berbagai organisasi dan komunitas Yogyakarta, menggelar acara “Malam untuk Kartini: Membaca Surat-Surat Kartini Dan Melanjutkan Perjuangan Kemerdekaan Perempuan” di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Ahad (21/04/13) malam.

Menurut ketua umum Kopri DI Yogyakarta Icha Sulaiman, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membongkar kebohongan-kebohongan sejarah tentang Kartini yang selama ini telah dibuat oleh para penguasa orde baru.

Kopri PMII DIY Tolak Perayaan dengan Sanggul dan Kebaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII DIY Tolak Perayaan dengan Sanggul dan Kebaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII DIY Tolak Perayaan dengan Sanggul dan Kebaya

“Maka kembali menyerukan membaca surat-surat Kartini, melihat kembali dengan kritis apa yang dikehendakinya, dan tentu meneruskan perjuangannya adalah hal yang penting demi melawan mainstream yang telah mengakar selama ini,” tutur Icha, sapaan akrab ketua Kopri DI Yogyakarta tersebut.   

PKS Piyungan Taubat

Acara malam itu memang terlihat berbeda dengan mayoritas acara peringatan hari Kartini selama ini, dimana hampir semua pelaksanaanya adalah dengan mengadakan acara berkebaya, bersanggul, masak-memasak, rias-merias, dan sebagainya. Menurutnya, perayaan semacam itu malah akan semakin mendukung domestikasi perempuan, yang sejatinya begitu ditentang oleh Kartini dalam surat-suratnya. 

“Justru kegiatan semacam itu yang sebenarnya bertentangan dengan nilai yang terkandung dalam surat-surat Kartini. Jadi, agenda ini memang kami gelar tanpa sanggul, kebaya, masak-memasak ataupun rias-merias ala orde baru, dan kami menentangnya. Melanjutkan perjuangannya, melawan kekerasan seksual dan pemiskinan terhadap perempuan adalah kepentingan kami. Kartini sudah memulai, mari kita lanjutkan perjuangannya,” tandas perempuan yang saat ini sedang menjalankan studi di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

PKS Piyungan Taubat

Adapun selain pembacaan 21 surat Kartini kepada sahabatnya; Stella oleh perempuan-perempuan dari berbagai komunitas, acara ini juga dimeriahkan oleh sejumlah aktifis laki-laki PMII dengan membacakan orasi dan puisi tentang perempuan.

“Hari Kartini tidak hanya milik kaum perempuan, tapi milik kita semua. Dan dalam konsep agama apapun, sebenarnya sangat menjunjung tinggi perempuan. Sejarah telah membuktikan, bahwa banyak sektor yang telah dipelopori oleh perempuan, seperti pertanian. Maka Kartini merupakan contoh yang patut kita tiru selanjutnya”, papar Imam S Arizal selaku Ketua Umum Cabang PMII DI Yogyakarta dalam orasinya. 

Acara berlangsung dengan santai dan ramai. Selain karena lokasi yang tepat berada di kawasan titik nol kilometer sebagai pusat keramaian kota Yogyakarta, seluruh peserta yang hadir begitu antusias membacakan surat-surat Kartini.

Para peserta juga terlihat begitu menikmati, serta merespon positif acara tersebut. Mila, salah seorang peserta pembaca surat Kartini yang berasal dari komunitas Sarinah, menuturkan bahwa ia sangat mendukung gerakan semacam ini. 

“Saya menilai kegiatan semacam ini positif. Walaupun tidak memberikan bukti kongkrit, tapi setidaknya ada upaya pelurusan terhadap kegiatan perayaan dan pemaknaan tentang perjuangan Kartini yang telah menjamur dalam masyarakat selama ini. Salah satunya adalah dengan membaca kembali surat-surat Kartini”, papar perempuan yang merupakan mahasiswa Filsafat UGM tersebut. 

Para panitia penyelenggara kegiatan ini juga mengharapkan bahwa kegiatan malam itu bukan sebatas seremonial belaka, dimana terjadi ke-mandeg-an setelah acara selesai dan tidak ada tindak lanjut. 

“Kita akan dan harus tetap memperjuangkan cita-cita Kartini, dan ke depan akan tetap diadakan diskusi sebagai kelanjutan dari kegiatan ini”, tutur salah seorang panitia di penghujung acara.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Anti Hoax, Internasional PKS Piyungan Taubat

Ketika Gus Dur Menangis Lihat Kitab Etika Aristoteles

Dalam kesempatan sambutan ketika silaturrahim ke Pondok Pesantren Al-Asyariah Kalibeber Wonosobo, Jawa Tengah tahun 2000, Gus Dur yang waktu itu sedang menjabat sebagai Presiden RI menceritakan bahwa pada tahun 1979 dirinya pernah berkunjung ke Maroko.?

Di salah satu masjid negara setempat ia mendapati sebuah kitab terjemahan arab, yaitu kitab etika karangan Aristoteles, seorang filsuf Yunani kuno.?

Ketika Gus Dur Menangis Lihat Kitab Etika Aristoteles (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Gus Dur Menangis Lihat Kitab Etika Aristoteles (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Gus Dur Menangis Lihat Kitab Etika Aristoteles

Kitab yang berisi tentang materi etika atau akhlak tersebut terletak di sebuah bejana kaca ruang hampa udara. Itu dimaksudkan supaya bisa tahan lama, karena kitab dimaksud ada sejak zaman permulaan Islam.

Menyaksikan kitab langka yang berada di bejana kecil itu, Gus Dur menangisinya. Melihat Gus Dur menangis terharu, imam masjid setempat bertanya:

"Kenapa anda menangis,” tanya sang imam masjid.

PKS Piyungan Taubat

"Kalau bukan karena kitab ini, saya tidak akan jadi muslim," jawab Gus Dur.

Lewat cerita di atas Gus Dur menyimpulkan bahwa akhlaknya para kiai dan ulama Indonesia yang selama ini dipraktikkan itu bersumber tidak hanya diambil dari nilai-nilai saja, melainkan juga diambil dari nilai-nilai dan etika sebelumnya. Dia mencontohkan, Aristoteles lahir 1200 tahun sebelum Islam. Kalau tidak karena kitab ini, kata Gus Dur, dirinya tidak akan jadi seorang muslim.

Karena menurut Gus Dur, seorang muslim adalah yang menerapkan nilai-nilai dan etika Islam yang ditujukan untuk mewujudkan kebaikan bersama dan keadilan di tengah masyarakat. Bukan muslim yang hanya menonjolkan simbol-simbol Islam, tetapi jauh dari nilai dan etika Islam rahmatan lil alamin.

Pada kesempatan pidato itu Gus Dur juga bercerita, dirinya ? sering ditanya orang tentang perbedaan Islam di Indonesia dengan Islam di negara lain. Menurut Gus Dur, Islamnya sama, tetapi perwujudan dan manifestasinya itu yang lain-lain.

"Yang membedakan adalah adanya tradisi keulamaan (di Indonesia) yang diambil dari Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir, yaitu tradisi LSM yang bergerak di luar pemerintahan. Dalam istilahnya Taufik Abdullah yaitu tradisi multikratonik," jelas Gus Dur.

PKS Piyungan Taubat

"Ada kraton pusat yang memegangi satu tata nilai, namun tidak sampai mematikan tata nilai di pondok-pondok pesantren, di padepokan-padepokan kejawen, dan di pasturan," tambahnya.?

Dengan kata lain, menurut Gus Dur, hal semacam itu adalah ungkapan dari apa yang kita miliki bersama sebagai bangsa Indonesia. Dan ini menjadi inti dari keputusan muktamar NU tahun 1935 di Banjarmasin, sepuluh tahun sebelum Indonesia merdeka.

Karena itu, dalam pandangan Gus Dur, Islam di Indonesia dapat berkembang dengan baik, tanpa harus melalui bermacam-macam hal. Sedangkan sekarang (tahun 2000) terpampang di hadapan kita, adanya bahaya kalau agama dijadikan alat politik untuk mencapai sesuatu. Maka jadinya seperti di Maluku, saat terjadi konflik hebat bermuatan SARA.

"Karena itu, kita harus berhati-hati jangan sampai agama jadi alat politik. Partai politik berdasar agama boleh-boleh saja. Tetapi partai politik harus mendasarkan programnya ? pada kepentingan nyata masyarakat. Bukan pada ajaran agama yang resmi. Jadi agama dalam pelaksanaanya bukan dalam perumusannya,” tutur Gus Dur. (M Haromain)

Disarikan dari:

Tabloid POLES, edisi 09 (10 September 2000)

Elis Suyono dan Samsul Munir Amin,? Biografi KH Muntaha Alhafidz: Ulama Multidimensi,? Penerbit UNSIQ Wonosobo dan Pesantren Al-Asyariah Kalibeber. ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Makam, Pondok Pesantren, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Selasa, 16 Januari 2018

LKNU Surabaya Buka Khitanan Laser Gratis

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Para ahli ? medis dan dokter yang tergabung dalam Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) ? Kota Surabaya mempunyai cara tersendiri ? dalam meningkatkan kepedulian di bulan suci Ramadhan. Mereka membuka khitanan laser gratis untuk masyarakat Surabaya yang dipusatkan di klinik di Paradise Parisudha Clinic, Surabaya.

LKNU Surabaya Buka Khitanan Laser Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Surabaya Buka Khitanan Laser Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Surabaya Buka Khitanan Laser Gratis

Ketua LKNU Kota Surabaya Sukma Sahadewa menjelaskan pihaknya ingin berbagi bersama warga Surabaya melalui kegiatan khitan gratis massal ini guna meningkatkan kepedulian di ? bulan Ramadhan. "Kegiatan sosial ini juga sebagai wujud rasa syukur atas nikmat di bulan suci ramadhan," ujarnya, Selasa (14/6).

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini terus dilakukan tanggal 13-27 Juni 2016, pukul 08.00-09.00, dan jika ada yang ingin mendaftar bias menghubungi langsung menghubungi di nomor 085649806178/0852336709529.

"Metode khitan yang diberikan kepada masyarakat ini memakai metode laser yang notabennya cepat sembuh dan tidak sakit, karena dengan metode ini tidak terjadi pendarahan dan jahitanya pun bisa langsung jadi kulit (absorpsi) benang langsung diserap oleh kulit tanpa harus dicabut kembali,sehingga kenyamanan dan ? kesembuhannya bisa lebih cepat," tambahnya.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan khitan gratis para dokter NU yang tergabung dalam ? LKNU Surabaya ini disambut antusias warga Surabaya khususnya disekitar Kecamatan Rungkut Surabaya. Hal ini dibuktikan dengan datangnya para peserta khitan yang bergiliran mendapatkan pelayanan.

Beragam komentar dari para peserta khitan, diantaranya Dendi (12 tahun) salah satu peserta khitan pertama yang di khitan pada hari Selasa 14 Juni,mengatakan sempat ketakutan saat khitan, namun setelah merasakan penanganan khitan laser dirinya tidak merasakan sakit. Hal yang sama juga dirasakan Bima salah satu peserta khitan yang masih kelas 3 Sekolah Dasar yang mengawali khitan dengan rasa ketakutan.

Sementara itu Ketua NU Kota Surabaya Muhibbin Zuhri memberikan apresiasi terhadap kegiatan LKNU ini sebagai kegiatan yang baik dengan harapan agar menjadi agenda rutin dan berkelanjutan. ? Ia mengatakan tujuan dari kegiatan khitan adalah perintah Agama Islam selain untuk kesehatan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat RMI NU, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Rabu, 10 Januari 2018

Makin Tinggi Kesenian, Makin Sedikit Konflik

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Budayawan Sujiwo Tejo mengatakan, pencapaian kebenaran yang lebih mendekati kebenaran bukan berasal dari premis-premis, tapi dari kesenian.

Bahkan, kata dia, kalau suatu tingkat keseniannya suatu bangsa makin tinggi, maka konflik antaragama, antarsekte di dalam agama di dalam bangsa itu akan terkurangi.

Makin Tinggi Kesenian, Makin Sedikit Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Makin Tinggi Kesenian, Makin Sedikit Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Makin Tinggi Kesenian, Makin Sedikit Konflik

“Karena mereka mencari kebenarannya tidak dari premis-premis, tidak dari anggapan-anggapan kebenaran itu, tetapi dari sesuatu yang lebih dari hati itu. Kalau dari hati kan pasti ketemu,” ungkapnya pada Silaturahim Kebudayaan yang digelar Lesbumi PBNU di gedung PBNU 28 Juli lalu.

PKS Piyungan Taubat

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj juga pernah mengatakan hal senada. Menurut dia, kesenian bisa menjadi sarana mengantarkan pelakunya kepada kebenaran, bahkan kepada Allah.

Kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak itu mendasarkan pernyataannya kepada Syekh Dzunun Al-Mishri yang mengatakan, seni adalah suara kebenaraan yang bisa mengantar kita menuju hakikat, mendongkrak kita menuju Allah.

PKS Piyungan Taubat

“Karena seni tak bisa berbohong,” katanya saat membuka pameran tunggal lukisan karya Nabila Dewi Gayatri bertajuk Sang Kekasih di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (8/5).  

Oleh karena itu, menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta, beberapa ulama besar adalah seniman.

“Imam Syafi’i sebelum menjadi imam besar adalah seorang penyair. Sayidina Ali sebelum menjadi khalifah adalah seorang penyair,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Senin, 18 Desember 2017

Lakpesdam Berikan Penghargaan Cabang-Wilayah yang Sukses Kaderisasi

Batam, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau Lakpesdam NU memberikan penghargaan kepada Pengurus Cabang dan Wilayah Lakpesdam yang telah berhasil menyelenggarakan program kaderisasi. Kaderisasi yang dilakukan Lakpesdam ini meliputi dua hal yakni Program Pendidikan Kader Penggerak Ranting dan Program Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK).

Lakpesdam Berikan Penghargaan Cabang-Wilayah yang Sukses Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Berikan Penghargaan Cabang-Wilayah yang Sukses Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Berikan Penghargaan Cabang-Wilayah yang Sukses Kaderisasi

Penghargaan telah diberikan pada malam pembukaan Rakernas Lakpesdam di Batam, Selasa (14/4), antara lain langsung oleh Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali, Ketua Pelaksana Program Kaderisasi PBNU H Masyhuri Malik dan Walikota Batam Ahmad Dahlan.

Ada delapan PC dan PW yang mendapatkan penghargaan yakni PC Lakpesdam Jepara diwakili Maya Dina, Tuban diwakili Tasyudi, Kendal diwakili Khafidzin, Tasik diwakili Hasan, Mataram diwakili Baiq Eli Mahmudah dan PW Lakpesdam Kalimantan Selatan diwakili Sudirno, masing-masing untuk untuk Program Pendidikan Kader Penggerak Ranting.

PKS Piyungan Taubat

Sementara untuk program PPWK PP Lakpesdam memberikan penghargaan kepada PC Lakpesdam NU Kudus dan Bogor.

PKS Piyungan Taubat

Sekretaris PP Lakpedam Lilis Nurul Husna mengatakan, Lakpesdam mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan sumber daya manusia NU melalui program kaderisasi. Ada dua program unggulan yakni program Pendidikan Kader Penggerak Ranting dan Program Pengembangan Wawasan Keulamaan. Yang pertama untuk para calon pengurus tanfidziyah terutama di ujung tombang gerakan NU di tingkat paling bawah, sementara yang kedua untuk calon syuriyah atau para calon ulama NU.

Penghargaan yang telah diberikan dimaksudakan sebagai apresisi kepada PC dan PW yang telah berhasil menjalankan dua program unggulan kaderisasi Lakpesdam itu.

“Mereka? menyelenggarakan kaderisasi secara mandiri. Kami hanya memberikan modul, selenjutnya mereka mengembangkan sendiri,” kata Lilis di sela Rakernas , Kamis (16/4).

Menurut Lilis, dua program kaderisasi di Lakpesdam NU itu terintegrasi dengan program Pendidikan Kader Penggerak (PKPNU) yang dilaksanakan oleh PBNU di tingkat pusat dan berlanjut ke tingkat Wilayah dan Cabang.

“Dalam program penggerak ranting dan PPWK ini sebagian instrukturnya juga merupakan instruktur PKPNU atau alumni PKPNU,” katanya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik pada saat pembukaan Rakernas V Lakpesdam di Batam mengatakan, para kader NU yang telah mengikuti kaderisasi baik PKPNU, PKP Ranting maupun PPWK akan dipersiapkan untuk menyongsong masa satu abad NU, 10 tahun mendatang.

“Para kader unggulan NU tidak bisa muncul dengan sendirinya, atau muncul secara tiba-tiba. Harus ada upaya-upaya kaderisasi yang terencana agar nanti pada peringatan satu abad para kader ini sudah siap pemimpin NU,” katanya. (A. Khoirul Anam)

?

Foto: Sekretaris PP Lakpedam Lilis Nurul Husna

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tokoh, News, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Jumat, 15 Desember 2017

PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah Komisariat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar istighotsah kubro dan dzikir bersama. Acara ini bertujuan mendoakan agar Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama (NU)? di Jombang berjalan lancar hingga akhir.

PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar

Ketua PMII Rayon Dakwah UINSA Hoiron Kasir mengatakan, PMII dan NU tidak dapat dipungkiri memiliki keterkaitan secara historis, ideologis, nilai, asas, dan tujuan organisasi. Untuk itu, situasi kondusif dan suksesnya muktamar NU juga menjadi harapan besar keluarga besar PMII seluruh Indonesia.

“PMII dan NU memang sangat dekat relasinya meskipun tidak berkaitan secara struktural. Kami senantiasa berdoa kepada Allah agar para kiai dan muktamirin diberi petunjuk hingga menghasilkan keputusan bernilai maslahat bagi seluruh umat sekaligus menunjuk Ketua Umum PBNU baru yang amanah,” katanya usai acara istigotsah di Masjid Ulul Albab UINSA, Selasa (4/8) malam.

PKS Piyungan Taubat

Muktamar NU, menurutnya, tidak hanya membahas terkait mekanisme pemilihan pemimpin. Lebih dari itu, sejumlah hal yang tidak kalah penting untuk dikaji adalah soal penyelenggaraan pilkada yang murah dan berkualitas, sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat, memperpendek masa tunggu calon jamaah haji dan pengelolaan keuangan haji, perlindungan TKI dan pencatatan nikah bagi mereka yang beragama Islam, perbaikan pengelolaan BPJS ketanagakerjaan dan kesehatan.

PKS Piyungan Taubat

“Masyarakat Indonesia kini menunggu keputusan dan rekomendasi yang dihasilkan muktamar NU. Apalagi persoalan bangsa sudah sangat kompleks dan perlu diselesaikan secara bersama-sama,” tandasnya.

Pada acara istigotsah yang dimulai pukul 19.30 WIB itu, sekitar 200 jamaah terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat terlihat sangat khusyuk dan khidmat berdzikir dipandu oleh KH Suis Qoim Abdullah. Beberapa jamaah bahkan tak kuat menahan haru hingga meneteskan air mata. (Lukman Hakim El Baqeer/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Anti Hoax, Tegal PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 09 Desember 2017

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Kudus dapat akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) pada Senin (13/5) lalu. BANPT mengadakan visiting ke kampus yang terletak di Jl. Lambao Karangsambung Bae Kudus, Jawa Tengah tersebut.

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT

BANPT yang menugaskan dua orang asesor itu melakukan penilaian langsung mulai fisik bangunan atau sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM) dan kurikulum yang diajarkan.

Pembantu Direktur II Saiful  Anas menginformasikan, Tim Asesor sangat apresiatif akan potensi Akbid Muslimat NU Kudus. Lembaga berusia 4-5 tahun sudah mampu memiliki sarana prasarana pembelajaran yang lengkap.

PKS Piyungan Taubat

“Kurikulum fiqh terapan yang dikembangkan dalam pengajaran kebidanan mendapat penilaian (apresiatif) tersendiri dari Tim Asesor. Sedangkan SDM Akbid seperti tenaga dosen diminta untuk ditingkatkan,” tutur Anas kepada PKS Piyungan Taubat di Kantor NU Jl Pramuka 20 Kudus, Kamis (16/5).

PKS Piyungan Taubat

Anas menyatakan secara fisik bangunan termasuk sarprasnya sudah diakui oleh tim Asesor, sedangkan penilaian terkait kualitas SDM-nya masih harus menunggu pleno BNPT, “Memang persoalan SDM telah menjadi perhatian utama Akbid akan terus berusaha ditingkatkan kualitasnya.”kataya.

Dalam pengembangan ke depan, tandas dia, sumber daya manusia (dosen) Akbid Muslimat NU Kudus akan diarahkan penjurusannya pada Magister Kebidanan. Upaya ini menghadapi  akreditasi tahun 2014 yang salah satu instrumennya adalah SDM sesuai dengan kompetensi ilmu kebidanan.

Meskipun begitu, dosen S-2 non-kebidanan tidak perlu berkecil hati karena tetap akan diposisikan mengampu program studi. Namun pengampu khusus Prodi Kebidanan, kita arahkan yang Magister Kebidanan.

Mengenai hasil peniliaian, imbuh Anas, pihak Yayasan hanya berharap mendapat nilai maksimal yang memuaskan.

Redaktur    : Abdullah Alawi

Kontributor     : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Anti Hoax, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 08 Desember 2017

Pertahankan Budaya Indonesia, Begini Pagar Nusa Kartasura Peringati Harlah

Sukoharjo, PKS Piyungan Taubat?

Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah memperingati hari lahir (harlah) Pagar Nusa yang ke-31 yang jatuh pada Selasa (3/1) ? dengan tasyakuran.?

Pertahankan Budaya Indonesia, Begini Pagar Nusa Kartasura Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertahankan Budaya Indonesia, Begini Pagar Nusa Kartasura Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertahankan Budaya Indonesia, Begini Pagar Nusa Kartasura Peringati Harlah

Tasyakuran dilakukan seusai latihan rutin di Lapangan Kampus IAIN Surakarta. Pada kesempatan tersebut, beberapa pelatih Pagar Nusa dan siswa yang hadir berkumpul untuk pembacaan doa sekaligus makan bersama.?

Perayaan harlah Pagar Nusa Kertasura mengganti kue ulang tahun dengan tumpeng.?

Warga sepuh Pagar Nusa, Hasyim mengatakan, penggantian kue dengan tumpeng ini merupakan pembeda dari kalangan lain. Pagar Nusa ingin budaya Indonesia dipertahankan.

PKS Piyungan Taubat

“Tasyakuran ini merupakan yang pertama kalinya memperingati hari lahir Pagar Nusa di Kartasura dengan tumpengan sebagai simbol syukur," ujar Hasyim.

Gagasan ini timbul dari salah satu warga muda Pagar Nusa bernama Salim, yang ingin membuat suasana berbeda, tidak dengan kue lagi. (Solikha Mubarok/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Minggu, 03 Desember 2017

Ada Perang Opini di Dunia Maya, Anak Muda NU Dituntut Melek Media

Lombok Barat, PKS Piyungan Taubat. Dalam era yang serbadigital, pertarungan opini di dunia maya tak bisa dibantah lagi. Kerap sekali masyarakat hari ini cenderung mencari informasi, termasuk keagaman, larinya ke dunia online. Oleh sebab itu menyiapkan kader muda Nahdlatul Ulama yang melek akan media menjadi penting.

Pernyataan itu disampaikan oleh Didik Suyuti, Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Talif wan Nasyr (LTN NU) dalam kegiatan "Dakwah Virtual Kaum Muda NU" bekerja sama dengan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Lombok Barat, NTB, Selasa (03/11).

Ada Perang Opini di Dunia Maya, Anak Muda NU Dituntut Melek Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Perang Opini di Dunia Maya, Anak Muda NU Dituntut Melek Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Perang Opini di Dunia Maya, Anak Muda NU Dituntut Melek Media

Dalam pelatihan yang diikuti 100-an siswa SMA ia mengatakan, untuk memenuhi tuntutan hari ini, anak muda harus mampu bersanding dengan perkembangan zaman. Usai pelatihan peserta diharapkan mampu menjadi duta-duta informasi di dunia digital. "Maksudnya berdakwah secara virtual," katanya.

PKS Piyungan Taubat

Di lain kesempatan pengasuh pondok sekaligus Mustasyar PBNU, TGH. Turmudzi Badruddin yang memberikan sambutan mengatakan hal yang sama tentang pentingnya penguasaan dunia maya. "Anak muda NU harus berpikir maju dan lebih bisa beradapatasi dengan media dan dunia yang semakin canggih," tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

Pelatihan-pelatihan ini merupakan agenda berkelanjutan LTN NU yang akan diselenggerakan di pelbagai wilayah Nusantara. Sekaligus bagian dari mencetak kader muda NU yang mampu bersaing dalam penulisan.

Turut hadir dalam pelatihan ini Fariz Alniezar (Wakil Sekretaris Pengurus Pusat LTN NU), jajaran pengurus LTN NU dan beberapa pengasuh pesantren dilingkup Qomarul Huda. (Faridur Rohman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Senin, 20 November 2017

‘Miqat Kebinekaan’ Lahir dari Jiwa Rindu Kebhinekaan dan Toleransi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Direktur Penerbit Erlangga Raja Daud Manahara menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada penulis buku “Miqat Kebinekaan” karya Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini. Baginya, buku ini mudah dibaca karena menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.?

“Buku ini mudah dibaca. Setelah membaca buku ini, banggalah kita menjadi bangsa Indonesia,” kata Daud saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Buku Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan di Gedung PBNU, Jumat (9/6).

‘Miqat Kebinekaan’ Lahir dari Jiwa Rindu Kebhinekaan dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Miqat Kebinekaan’ Lahir dari Jiwa Rindu Kebhinekaan dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Miqat Kebinekaan’ Lahir dari Jiwa Rindu Kebhinekaan dan Toleransi

Menurut dia, buku ini lahir dari jiwa-jiwa yang rindu akan kebhinekaan dan toleransi. Ia menilai, buku ini sangat layak dibaca oleh siapa saja yang ingin tahu tentang peta permasalahan Indonesia yang beragama, terutama masalah ideologi negara dan Islam.

“Kalau dikasih nilai, sebelaslah nilainya dari skala sepuluh,” katanya. “Buku ini menjadi peta bagi kita bahwa persoalan Indonesia beragam,” lanjutnya.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, ? A Helmy Faishal Zaini menjelaskan, melalui buku ini ia berupaya untuk menyebarkan Islam yang ramah. Menurutnya, Islam seharusnya didakwahkan dengan cara-cara yang santun dan bijak, bukan dengan cacian, hinaan, teror, menebar kebencian, dan cara-cara lainnya yang tidak dibenarkan dalam Islam.

Ia menegaskan, NU melalui Muktamar Banjarmasin Tahun 1936 menegaskan bahwa Indonesia berbentuk negara bangsa (darussalam), bukan negara berdasarkan agama tertentu. Sepanjang negara ini memberikan perlindungan bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan ajaran agamanya masing-masing, maka negara ini adalah negara bersama dan setiap pemeluk agama harus mempertahankan keutuhannya.

“Hendaknya perbedaan itu menjadi kekuatan kita,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ulama, Anti Hoax, Quote PKS Piyungan Taubat

Minggu, 19 November 2017

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (PP LP Maarif NU) melayangkan sejumlah rekomendasi untuk khususnya Kemenag RI dan Kemendikbud RI sebagai penyelenggara pendidikan nasional. Catatan ini dibuat bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2016? untuk dunia pendidikan Indonesia yang lebih baik ke depan.

Mereka meminta dua kementerian negaraini untuk memberikan perhatian yang adil dan tidak diskriminatif dalam penyelenggaraan pendidikan, terutama dalam hal mendistribusikan anggaran negara/daerah terkait bantuan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional

Pemerintah, kata Ketua PP LP Maarif NU H Z Arifin Junaidi, diharapkan memerhatikan terhadap keseimbangan pendapatan antara gaji guru negeri dan swasta.

Menurut Arifin Junaidi, rendahnya kesejahteraan guru akan berdampak pada rendahnya mutu para pendidiknya.

PKS Piyungan Taubat

Dua kementerian ini diminta untuk memberikan akses? dan kesempatan yang sama terhadap para pendidik di sekolah/madrasah untuk mengikuti pelbagai pendidikan dan pelatihan, baik guru negeri maupun swasta.

PKS Piyungan Taubat

Pemerintah, menurutnya, mesti memberikan perhatian khusus kepada lembaga-lembaga pendidikan di daerah-daerah pedesaan, wilayah pinggiran, wilayah perbatasan, dan daerah-daerah di Indonesia yang masuk dalam kategori daerah tertinggal.

LP Maarif NU mendesak pemerintah dan parlemen untuk segera merevisi UU 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional, terutama terkait Pasal 9 yang berbunyi “masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumberdaya dalam penyelenggaraan pendidikan”.

Kata “wajib” dalam pasal tersebut perlu diganti dengan kata “dapat” sehingga ada kepastian ketersediaan layanan pendidikan bermutu bagi seluruh warga Negara Indonesia di manapun berada. Persoalan ketidakhadiran pemerintah di beberapa daerah pinggiran dalam memberikan layanan pendidikan bermutu dinilai akibat dari ketergantungan pemerintah terhadap masyarakat setempat.

“Negara mesti lebih serius memberi tekanan pada pendidikan karakter,” kata H Arifin Junaidi yang disampaikannya dalam rangka peringatan Hardiknas 2016 di Jakarta, Senin (2/5) malam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional, Anti Hoax, Ulama PKS Piyungan Taubat

Senin, 06 November 2017

Menpora Ingin SSO Pesantren Rejoso Jadi Gelaran Nasional

Jombang,PKS Piyungan Taubat. SMA Darul Ulum Pesantren Rejoso Jombang kembali menggelar (SSO) Science Sosial and Olympiads ke XVI tahun 2015 untuk pelajar SMP sederajat se-Indonesia. Kegiatan yang diikuti sebanyak 814 group tersebut ditutup langsung Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi.

Menpora Ingin SSO Pesantren Rejoso Jadi Gelaran Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Ingin SSO Pesantren Rejoso Jadi Gelaran Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Ingin SSO Pesantren Rejoso Jadi Gelaran Nasional

"Seharusnya kegiatan SSO ini bisa menjadi agenda Nasional. Dan insyaallah akan segera kami sampaikan kepada rekan rekan terutama Menteri Pendidikan dan Menteri Ristek Dikti, agar gelaran SSO menjadi gelaran nasional," ujarnya saat menutup kegiatan, Ahad (23/8).

Imam Nahrowi menambahkan, pemerintah punya fasilitas yang sangat memungkinkan untuk memnfasilitasi kegiataan SSO ini. “Sehingga bisa inspirasi dan motifasi bagi siswa siswa SMP dan juga semangat para anak muda kita untuk mengasah kemampuan terbaiknya," imbuhnya.

PKS Piyungan Taubat

Menteri juga berpesan kepada pelajar SMA DU2 Unggulan yang juga santri Pesantren Rejoso ini agar dalam menimba ilmu tetap patuh kepada para guru dan kiai. "Sebagai pelajar dan santri harus tetap takdiman wa takriman kepada kiai, guru dan dosen. Yang lebih penting adalah kepada orang tua agar ilmunya bermanfaat," pintanya mengingatkan.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu dalam pelaksanaan SSO kemarin, diikuti sekitar 817 tim dengan rincian 505 tim Science dan 313 tim sosial. Meski dilaksanakan di SMA milik Pesantren Darul ulum Peterongan Jombang, peserta juga banyak dari nonmuslim.

"Mohon tidak heran dan kaget, meski di pesantren pesertanya ada yang tidak berjilbab. Karena kami tidak membatasi peserta latar belakang apa, muslim atau nonmuslim yang terpenting mereka sekolah SMP atau sederajat silakan ikut di SSO ini," kata KH Zaimuddin W Asad salah satu Majelis pengasuh Pesantren seraya mengatakan pihaknya sudah mengajarkan Islam Nusantara terlihat dari pesertanya juga banyak yang non muslim.

Kepala Sekolah SMA Darul Ulum 2 Kaseri mengatakan, SSO adalah murni kreativitas dari anak-anak SMA Darul Ulum 2 Peterongan. Mulai dari izin pelaksanaan menembus sulitnya demokrasi pemerintah hingga grand final untuk menjaring bibit muda berpotensi menjadi generasi emas Indonesia guna memimpin bangsa di masa yang akan datang.

"SSO ini adalah yang ke 16 yang merupakan tahun ke-4 yang dilaksanakan secara online. Kita berharap dukungan pemerintah agar kegiatan ini bisa menjadi kegiatan nasional," ujarnya. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Pemilu menjadi sarana pendidikan politik di kalangan pelajar. Karenanya, para pelajar NU harus menggunakan hak suaranya dengan memilih calon legislatif yang berkualitas.

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas

Wakil Ketua PC IPNU Kudus Ubaidillah Dwi Lazuardi mengatakan pelajar NU harus mensukseskan pemilu dengan berpartisipasi aktif dan berkomitmen untuk tidak golput. Sebab, pemilu merupakan sarana dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

“Gunakan hak anda secara bebas yang bertanggungjawab untuk memilih caleg yang sesuai dengan harapan tanpa adanya paksaan.,”katanya kepada PKS Piyungan Taubat, Senin (7/4).

PKS Piyungan Taubat

Dalam menentukan pilihan, Ubaidillah mengingatkan supaya memilih caleg berdasarkan kualitasnya bukan karena kemampuannya membagi uang. Ditegaskan, adanya politik uang sebagai bentuk pelanggaran juga mencoreng demokrasi di Indonesia.

PKS Piyungan Taubat

“Masa depan bangsa atau daerah ada di tangan pemuda. Jadi jika ingin yang terbaik untuk bangsa dan daerah maka pilihlah pemimpin kualitas dengan melihat rekam jejak perjuangannya di masyarakat,”tandasnya.

Pemiliu, imbuh Ubadillah, adalah sebagai pendidikan dengan manifestasi meningkatkan rasa partisipasi politik dalam rangka penciptaan iklim persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Menurutnya, dengan semakin tingginya pemahaman berpolitik yang benar dan bermartabat,  maka semakin tinggi pula rasa persatuan dan kesatuan masyarakat.(Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hikmah, Anti Hoax, News PKS Piyungan Taubat

Rabu, 01 November 2017

Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar!

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Guna meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk mengikuti pendidikan di Politeknik Ketenagakerjaan.

 

Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar!

“Ini merupakan sebuah terobosan yang kami lakukan untuk menyiapkan SDM yang kompeten di bidang ketenagakerjaan,” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri  di kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (26/9).

 

Hanif menjelaskan, Politeknik Ketenagakerjaan akan membuka tiga program studi, yaitu Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Program Studi D4 Relasi Industri, dan Program Studi D3 Manajemen Sumber Daya Manusia.

PKS Piyungan Taubat

 

“Pada tahun ajaran 2017/2018 ini, Politeknik Ketenagakerjaan membuka penerimaan mahasiswa baru sebanyak 90 mahasiswa,” jelas Menaker Hanif.

PKS Piyungan Taubat

 

Selain itu, kata Hanif, biaya pendaftaran dan biaya studi di Politeknik Ketenagakerjaan akan disubsidi oleh pemerintah melalui Kemnaker.

 

“Ya, mahasiswa akan mendapat subsidi biaya studi. Selain itu, setelah lulus mereka tidak hanya mendapat ijasah, akan tetapi juga mendapat sertifikat kompetensi, dan sertifikat Teofl,” tuturnya.

 

Untuk mengetahui syarat pendaftaran ke Politeknik Ketenagakerjaan ini, calon mahasiswa dapat mengakses http://polteknaker.kemnaker.go.id/ atau dengan mengunjungi http:polteknaker.kemnaker.go.id/pendaftaran-online/ untuk mengisi formulir pendaftaran.

 

Tidak lupa, calon mahasiswa juga harus mengirim lampiran berkas (maksimal file 25 Mb, dalam bentuk extension .ZIP) melalui email kepmb.polteknaker@naker.go.id. Pendaftaran sendiri akan dibuka mulai 25 September 2017.

 

“Saya tekankan bahwa program Politeknik Ketenagakerjaan ini bukanlah program ikatan dinas Kementerian Ketenagakerjaan,” papar Menaker Hanif.

 

Untuk informasi lebih lanjut, calon mahasiswa dapat menghubungi Sekretariat PMB Politeknik Ketenagakerjaan yang terletak di Kantor Pusdiklat Pegawai Kemnaker, Jl. Pusdiklat Kemnaker, Kp. Lembur, Kel/KecMakasar Jakarta Timur, telp: (021) 8090952 atau melalui whatsApp: 082115226064.

 

Alamat Kampus Balai Besar Peningkatan Produktifitas (BBPP) jalan Guntur Raya Kayuringin Jaya Bekasi, Jawa Barat. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Anti Hoax, Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Gangguan Mental di Mediterania Timur Meningkat, Palestina Terparah

Dubai, PKS Piyungan Taubat. Sebuah penelitian mengungkapkan, negara-negara Mediterania Timur sedang berjuang di bawah beban masalah kesehatan mental. Dalam hal ini Palestina merupakan negara yang paling parah terkena dampak di wilayah ini.

Mediterania Timur adalah sebutan bagi tanah atau negara yang terletak di sebelah timur atau sekitar timur Laut Mediterania. Selain Palestina, yang masuk dalam lingkup ini adalah Israel, Yordania, Lebanon, Siprus, dan Suriah.

Gangguan Mental di Mediterania Timur Meningkat, Palestina Terparah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gangguan Mental di Mediterania Timur Meningkat, Palestina Terparah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gangguan Mental di Mediterania Timur Meningkat, Palestina Terparah

Seperti dilansir Al Arabiya, sebuah hasil studi berjudul The Burden of Mental Disorders in the Eastern Mediterranean Region 1990-2013 yang terbit baru-baru ini menemukan bahwa beban kesehatan mental di sebagian besar negara di wilayah Mediterania Timur lebih tinggi daripada rata-rata global.

Beban gangguan mental di kawasan tersebut meningkat sebesar 10,8 persen dari tahun 1990 sampai 2013, sementara secara global meningkat sebesar 5,5 persen.

PKS Piyungan Taubat

Studi tersebut memperkirakan bahwa 54,4 persen anak laki-laki Palestina dan 46,5 persen gadis Palestina berusia antara 6-12 tahun menderita gangguan emosional dan perilaku. Lazimnya, gangguan mental dalam kurun 12 bulan berkisar antara 11 dan 40,1 persen.

Dr Ali Mokdad, direktur Middle Eastern Initiatives at Institute for Health Metrics and Evaluation, University of Washington Universitas Washington, adalah penulis senior penelitian ini.

PKS Piyungan Taubat

Ia menjelaskan, secara historis kawasan Mediterania merupakan daerah konflik. Riset digelar dalam rangka mengungkap perkembangan terakhir kesehatan mental sebagai dampak terbaru dari musim semi Arab. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Lomba, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock