Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren

Cirebon, PKS Piyungan Taubat. Berpulangnya seniman sekaligus dalang, Ki Slamet Gundono meninggalkan segenap kesan dan kenangan yang mendalam di hati para sahabatnya, termasuk para santri pesantren di Cirebon. ?

Hubungan dalang suket itu dengan beberapa pesantren Cirebon terbilang akrab, begitu tutur Baequni Mohammad Haririe, penggiat Komunitas Seniman Santri (KSS) Cirebon kepada PKS Piyungan Taubat.

Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren

Baequni mengisahkan,? peran almarhum? sangat kuat dalam menjembatani dialog antara seni tradisi dan pesantren. Hal itu, Baequni menambahkan, terjadi saat Ki Slamet Gundono berkenan untuk mementaskan wayang suketnya dalam Musyawarah Besar (Mubes) NU di Pesantren Babakan Cirebon pada tahun 2004.

PKS Piyungan Taubat

“Andai waktu itu Ki Slamet Gundono tak jadi tampil, kesenian tradisi akan terabaikan dari habitatnya, yakni pesantren,” ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Pria yang kerap disapa Kang Ubay ini pun menjelaskan, hubungan seni tradisi dan pesantren memang cukup renggang dan terkesan dingin pada saat-saat itu. Namun keberadaan Ki Slamet Gundono yang berlatar belakang pesantren sekaligus sebagai seniman mampu mencairkan hubungan kedua hal tersebut.

Kesan yang cukup mendalam juga dikenang oleh Mahrus El-Mawa, salah satu peneliti di IAIN Syekh Nurjati Cirebon sekaligus filolog di Pusat Studi Budaya dan Manuskrip ISIF Cirebon. Menurutnya, Ki Slamet Gundono merupakan kreator wayang rakyat yang sangat memiliki keserupaan dengan nilai-nilai pesantren.

“Apa yang disampaikan Ki Slamet tidak ada bedanya dengan da’i NU, hanya media dakwahnya saja yang berbeda,” ujar Mahrus.

Kedekatan Ki Slamet Gundono dengan tradisi pesantren di Cirebon mengundang rasa kehilangan yang mendalam. Muzayyin Haris, mantan Ketua PC PMII Kabupaten Cirebon merasakan belum ada yang mumpuni ihwal kehangatan Ki Slamet di mata para santri Cirebon.

“Selamat jalan Ki Slamet, kami yang di Cirebon tentu merasa sangat kehilangan dan berduka Kami selalu mengenang pesanmu, bahwa berpikir dalam segala hal, mesti bijaksana,” pungkas Zayin.

Seperti yang diiberitakan sebelumnya, Slamet Gundono dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsis Solo, Ahad pagi (5/1). Slamet Gundono merupakan seorang dalang asal Tegal, Jawa Tengah, yang bermukim di Solo. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Budaya, Kajian Sunnah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 31 Januari 2018

Kopri PMII DIY Tolak Perayaan dengan Sanggul dan Kebaya

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Dalam rangka memperingati hari Kartini, Kopri (Korp PMII Putri) Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerjasama dengan berbagai organisasi dan komunitas Yogyakarta, menggelar acara “Malam untuk Kartini: Membaca Surat-Surat Kartini Dan Melanjutkan Perjuangan Kemerdekaan Perempuan” di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Ahad (21/04/13) malam.

Menurut ketua umum Kopri DI Yogyakarta Icha Sulaiman, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membongkar kebohongan-kebohongan sejarah tentang Kartini yang selama ini telah dibuat oleh para penguasa orde baru.

Kopri PMII DIY Tolak Perayaan dengan Sanggul dan Kebaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII DIY Tolak Perayaan dengan Sanggul dan Kebaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII DIY Tolak Perayaan dengan Sanggul dan Kebaya

“Maka kembali menyerukan membaca surat-surat Kartini, melihat kembali dengan kritis apa yang dikehendakinya, dan tentu meneruskan perjuangannya adalah hal yang penting demi melawan mainstream yang telah mengakar selama ini,” tutur Icha, sapaan akrab ketua Kopri DI Yogyakarta tersebut.   

PKS Piyungan Taubat

Acara malam itu memang terlihat berbeda dengan mayoritas acara peringatan hari Kartini selama ini, dimana hampir semua pelaksanaanya adalah dengan mengadakan acara berkebaya, bersanggul, masak-memasak, rias-merias, dan sebagainya. Menurutnya, perayaan semacam itu malah akan semakin mendukung domestikasi perempuan, yang sejatinya begitu ditentang oleh Kartini dalam surat-suratnya. 

“Justru kegiatan semacam itu yang sebenarnya bertentangan dengan nilai yang terkandung dalam surat-surat Kartini. Jadi, agenda ini memang kami gelar tanpa sanggul, kebaya, masak-memasak ataupun rias-merias ala orde baru, dan kami menentangnya. Melanjutkan perjuangannya, melawan kekerasan seksual dan pemiskinan terhadap perempuan adalah kepentingan kami. Kartini sudah memulai, mari kita lanjutkan perjuangannya,” tandas perempuan yang saat ini sedang menjalankan studi di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

PKS Piyungan Taubat

Adapun selain pembacaan 21 surat Kartini kepada sahabatnya; Stella oleh perempuan-perempuan dari berbagai komunitas, acara ini juga dimeriahkan oleh sejumlah aktifis laki-laki PMII dengan membacakan orasi dan puisi tentang perempuan.

“Hari Kartini tidak hanya milik kaum perempuan, tapi milik kita semua. Dan dalam konsep agama apapun, sebenarnya sangat menjunjung tinggi perempuan. Sejarah telah membuktikan, bahwa banyak sektor yang telah dipelopori oleh perempuan, seperti pertanian. Maka Kartini merupakan contoh yang patut kita tiru selanjutnya”, papar Imam S Arizal selaku Ketua Umum Cabang PMII DI Yogyakarta dalam orasinya. 

Acara berlangsung dengan santai dan ramai. Selain karena lokasi yang tepat berada di kawasan titik nol kilometer sebagai pusat keramaian kota Yogyakarta, seluruh peserta yang hadir begitu antusias membacakan surat-surat Kartini.

Para peserta juga terlihat begitu menikmati, serta merespon positif acara tersebut. Mila, salah seorang peserta pembaca surat Kartini yang berasal dari komunitas Sarinah, menuturkan bahwa ia sangat mendukung gerakan semacam ini. 

“Saya menilai kegiatan semacam ini positif. Walaupun tidak memberikan bukti kongkrit, tapi setidaknya ada upaya pelurusan terhadap kegiatan perayaan dan pemaknaan tentang perjuangan Kartini yang telah menjamur dalam masyarakat selama ini. Salah satunya adalah dengan membaca kembali surat-surat Kartini”, papar perempuan yang merupakan mahasiswa Filsafat UGM tersebut. 

Para panitia penyelenggara kegiatan ini juga mengharapkan bahwa kegiatan malam itu bukan sebatas seremonial belaka, dimana terjadi ke-mandeg-an setelah acara selesai dan tidak ada tindak lanjut. 

“Kita akan dan harus tetap memperjuangkan cita-cita Kartini, dan ke depan akan tetap diadakan diskusi sebagai kelanjutan dari kegiatan ini”, tutur salah seorang panitia di penghujung acara.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Anti Hoax, Internasional PKS Piyungan Taubat

Minggu, 21 Januari 2018

Tiba di Asrama Haji Yogyakarta, Kesebelasan LSN Region NTB 1 Optimis Menang

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat - Perhelatan Liga Santri Nasional (LSN) yang mempertemukan para juara region se-Indonesia digelar di Yogyakarta. Kesebelasan Pesantren Assulamy Lingsar Lombok Barat sebagai kontingen NTB 1 tiba di di Asrama Haji Daerah Istimewa Yogyakarta.

Segenap rangkaian acara telah dilewati mulai dari arahan panitia nasional hingga kini sedang di screning data, kesehatan, dan lainnya yang disyaratkan panitia nasional kepada seluruh peserta LSN.

Tiba di Asrama Haji Yogyakarta, Kesebelasan LSN Region NTB 1 Optimis Menang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiba di Asrama Haji Yogyakarta, Kesebelasan LSN Region NTB 1 Optimis Menang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiba di Asrama Haji Yogyakarta, Kesebelasan LSN Region NTB 1 Optimis Menang

"Kami baru saja mengikuti arahan dari panitia nasional," kata Manager klub Assulamy Lombok Barat Ahmad Khotib di Asrama Haji Yogyakarta, Ahad (23/10).

Menurutnya, anak asuhnya yang terdiri atas 20 pemain termasuk cadangan ini telah mempersiapkan dirinya secara matang. Latihan rutin dilakukan saat masih di Lombok.

PKS Piyungan Taubat

Ditanya soal target kemenagan Khotib menjawab diplomatis. Pada prinsipnya semua orang mau menang dan semua orang mau juara. Tentu pihaknya pun menargetkan itu dan optimis. “Mudah-mudahan kami bisa lolos di 16 besar.”

PKS Piyungan Taubat

Klub Assulamy masuk di group A besama Kalimantan 2, Kalimantan 3, dan Jawa Barat 2. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nahdlatul Ulama, Budaya PKS Piyungan Taubat

Minggu, 07 Januari 2018

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Jakarta, PKS Piyungan Taubat?

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj akan menyampaikan pidato kebudayaan di PBNU Jakarta Selasa malam (31/1) ini. ? Pidato tersebut dalam rangka peringatan Harlah ke-91 NU dengan tema “Budaya sebagai Infrastruktur Penguatan Paham Keagamaan”.

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Menurut Ketua Panitia Harlah ke-91 NU, Masduki Baidlowi, Kiai Said akan menyampaikan Islam Nusantara, budaya, dan masalah kemasyarakatan seperti menyinggung masalah ekonomi dan lain-lain. “Intinya Kiai Said akan menyampaiakan kerangka berpikir gerakan keagamaan melalui budaya. Dan itu harus diperkuat,” katanya di gedung PBNU, Senin (30/1).

Ia menambahkan, tema tersebut diusung dengan beberapa pertimbangan, di antaranya NU ingin menegaskan kembali strategi dakwah Islam yang berhasil tersebar dan dipeluk penduduk Nusantara.?

“Bahwa Islam menyebar ke Nusantara dari abad ke-9, berhasil diterima dengan gencar pada abad 12 dan 13 menggunakan kebudayaan lokal sebagai pemahaman keagamaan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta pada Senin (30/1). ?

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, contoh konkret dakwah dengan budaya adalah wayang. Wayang dipakai sebagai jalan nilai Islam. Cerita pewayangan yang berkembang kemudian dimasuki nilai-nilai keislaman sehingga diterima masyarakat lokal. Begitu juga ? tahlilan.

Selain pidato Kiai Said, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin akan berceramah.?

PKS Piyungan Taubat

Harlah tersebut akan dihadiri Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Juga dimeriahkan pelawak Cak Lontokng, penyair D Zawawi Imron, beberapa musisi, dan Nahdliyin. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Budaya, Nasional PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Majelis Zikir dan Barzanjian Bendung Radikalisme

Jepara, PKS Piyungan Taubat. Kelompok sufistik yang bergerak secara massif di kota dan di desa menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin. Majelis zikir, jamaah Selawat, dan perkumpulan Barzanjian menjauhkan umat Islam dari pemahaman sempit beragama yang berujung pada kekerasan atas nama agama.

Majelis Zikir dan Barzanjian Bendung Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Zikir dan Barzanjian Bendung Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Zikir dan Barzanjian Bendung Radikalisme

“Katakanlah jamaah sufi yang diprakarsai Habib Syekh dan Habib Luthfi. Gerakan keduanya sangat dahsyat. Karena, keduanya mengajarkan antikekerasan kepada warga dengan pendekatan popular,” kata Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang H Noor Ahmad di Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Ahad (24/11). 

Di Jakarta, meski budaya hedonis membabi buta, jamaah serupa juga luar biasa. Hal ini jelas bukan lantaran para haba’ib tidak punya pekerjaan. Namun itu merupakan solusi terbesar untuk membendung radikalisme, tegas H Noor Ahmad dalam seminar bersama kiai se-Jepara dengan tajuk “Pesantren Sebagai Benteng Antisipasi Deradikalisme”.

PKS Piyungan Taubat

H Noor Ahmad yang juga Ketua Umum Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) melanjutkan, dengan eksistensi kelompok sufi niscaya mata rantai radikalisme terputus. Setidaknya, gerakan-gerakan susupan yang radikal itu tidak akan besar.

Sedangkan Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi dalam sambutannya mengharapkan forum itu berdampak luar di masyarakat. “Pencerahan yang diberikan pembicara menjadi antisipasi bagi para kiai dan santri.”

PKS Piyungan Taubat

Catatan dalam seminar itu harus disebarkan kepada para santri dan masyarakat. Sehingga radikalisme berkurang di masyarakat, pungkas Marzuqi. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Nasional PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba

Pontianak, PKS Piyungan Taubat 

Kota Pontianak telah lama masuk dalam deretan papan atas dalam penggunaan narkoba. Bahkan, pernah masuk peringkat lima besar di Indonesia dalam pemakaian dan perdagangannya. Tak hanya itu, Pontianak dikenal pula sebagai tempat memproduksi “barang haram” tersebut.

Untuk menangkal penyebaran dan penggunan narkoba di kalangan pelajar, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Cabang (IPNU) Kota Pontianak, menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada ratusan pelajar madrasah aliyah dan tsanawiyah di Yayasan Al-Mujtahid Jalan Parwasal Pontianak Utara, Sabtu (3/11) pagi.

IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba

Dengan mengangkat tema “Manifesto pelajar dan santri dalam mewujudkan Narkoba menjadi musuh bersama”. IPNU Kota Pontianak menaruh harapan generasi muda yang mendapat pencerahan akan bahaya barang haram tersebut menularkan kepada rekan yang lain untuk tidak mendekati obat terlarang apalagi mengkonsumsinya.

PKS Piyungan Taubat

Sosialisasi yang sedianya akan dihadiri perwakilan dari BNN Kota Pontianak tetap berjalan meski tak ada satu pun perwakilan yang hadir. Padahal surat audiensi telah dikirim kepada BNN Kota Pontianak.

Ketua IPNU Kota Pontianak M. Dardiri kepada wartawan mengatakan sosialisasi hanya menghadirkan pemateri dari Napza Universitas Tanjungpura dan dari internal IPNU Kota Pontianak.

PKS Piyungan Taubat

IPNU sebagai organisasi pelajar yang merupakan badan otonum dari Nahdlatul Ulama kepeduliannya tak hanya sebatas pada pendidikna agama. Namun sosial masyarakat juga turut menjadi perhatian.

M. Dardiri juga ikut menyikapi terhadap hukum Indonesia yang meringankan terhadap pelaku narkoba. “Sudah jelas narkoba merusak generasi muda. Telah banyak bukti residivis narkoba banyak yang kembali ke alamnya setelah keluar dari hukuman. Tapi kenapa pemerintah malah meringankan hukuman kepada mereka,” ungkapnya.

Dardiri mengakui, tak mudah melakukan penyelamatan generasi muda dari bahaya obat terlarang, akan tetapi setidaknya dengan gerakan banyak organisasi menyentuh pelajar dan generasi muda dapat mengurangi penyebaran narkoba.

“Saya sepakat, generasi muda adalah asset bangsa yang harus diselamatkan, bukan hanya dari bahaya pergaulan dan seks komersial. Namun juga dari bahaya narkoba,” pungkasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ubay KPI

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Budaya, Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Jumat, 15 Desember 2017

Dahlan Iskan: Jadi Santri Tak Perlu Minder, Saya Juga Santri

Jember, PKS Piyungan Taubat. Santri tidak perlu berkecil hati dalam menghadapi persiangan di luar. Sebab, santri mempunyai potensi untuk maju asal ada kemauan. Demikian dikemukakan Dahlan Iskan dalam acara silaturrahmi dengan para santri dan kiai di pondok pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur.

Dahlan Iskan: Jadi Santri Tak Perlu Minder, Saya Juga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Dahlan Iskan: Jadi Santri Tak Perlu Minder, Saya Juga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Dahlan Iskan: Jadi Santri Tak Perlu Minder, Saya Juga Santri

Menurutnya, predikat santri justru harus dijadikan pendorong untuk menuai sukses dalam setiap usahanya. “Saya dulu juga santri. Pendidikan saya juga ditempuh di lembaga (pendidikan) agama,” ujarnya pada acara yang berlangsung Ahad (20/7) itu.

Dahlan memberikan testimoni bahwa santri juga bisa berbuat banyak. Ia mencontohkan dirinya yang merintis usaha di bidang media mulai dari nol. Ketika dirinya diminta mengelola sebuah koran lokal (cikal bakal Jawa Pos), banyak yang mencibir dan meremehkan kemampuannya.

PKS Piyungan Taubat

“Banyak yang bilang, bisa apa orang seperti saya, yang hanya lulusan pendidikan agama,? ? bisa apa. Tapi dari cibiran itu, justru saya kian bersemangat. Ruh jihad saya muncul untuk membuktikan bahwa saya juga bisa,” cerita alumni sebuah pesantren di Magetan tersebut.

Akhirnya, seperti diketahui, Dahlan berhasil memimpin Jawa Pos, dan tahun-tahun berikutnya terus berkembang menjadi bisnis media cetak dan elektronik yang menjanjikan.

PKS Piyungan Taubat

Dalam kesempatan itu, Meneg BUMN tersebut juga menyinggung soal Pilpres. Menurutnya, yang terbaik bagi bangsa Indonesia pasca Pilpres ini adalah melakukan rekonsiliasi. “Jadi rekonsiliasi adalah syarat mutlak untuk membangun bangsa kedepan yang lebih baik lagi,” harapnya.

Kehadiran Dahlan di pondok pesantren asuhan KH Muhyiddin Abdusshomad itu, disambut antusias oleh segenap santri, para kiai dan para pengurus NU. (Aryudi Arazaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Budaya, Daerah PKS Piyungan Taubat

Mendirikan Shalat Jangan Direcoki Niat Lain

Jember, PKS Piyungan Taubat. Peringatan Isra Miraj sejatinya adalah ulang tahun memperingati perintah shalat. Sebab, hal terpenting dalam peristiwa Isra Miraj adalah terbitnya perintah melaksanakan shalat. Demikian disampaikan Wakil Sekretaris PCNU Jember Ustadz Moch. Eksan saat mengisi pengajian yang diselenggarakan oleh Pemuda Simpati  (Simpang Tiga) di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Jember, Jawa Timur, Sabtu (15/4) malam.  

Mendirikan Shalat Jangan Direcoki Niat Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendirikan Shalat Jangan Direcoki Niat Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendirikan Shalat Jangan Direcoki Niat Lain

Menurut Ustadz Eksan, shalat begitu penting karena  merupakan pondasi dari segala ibadah. "Ibarat bangunan, kalau pondasinya kuat, maka bangunan di atasnya, juga bakal kuat," ujarnya.

Ustadz Eksan menambahkan, tentang wajibnya shalat tak henti-hentinya dikumandangkan, baik masjid-masjid saat khotbah Jumat maupun di acara-acara pengajian umum. Sebab, shalat yang dilakukan dengan benar dan khusuk akan memberikan pengaruh kejiwaan yang luar biasa pada yang bersangkutan. 

Namun ia mengingatkan agar dalam melaksanakan shalat tidak direcoki dengan niat yang lain, misalnya ingin hidup tenang, murah rezeki dan sebagainya. Tapi benar-benar diniatkan karena melaksanakan perintah Allah.  

"Sama dengan puasa. Terkadang orang berpuasa niatnya  karena ingin sehat. Itu keliru. Sama dengan orang melaksanakan shalat, berpuasa juga harus diniatkan tunggal karena Allah. Kalau akhirnya ada manfaat lain yang dirasakan kemudian, itu namanya karunia Allah," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengaku bangga jika ada anak muda rajin melaksanakan shalat. Sebab, godaan-godaan yang berpotensi mengganggu bahkan membuat remaja lalai terhadap shalatnya, sungguh luar biasa. 

PKS Piyungan Taubat

Anak muda, kata Ustadz Eksan, biasanya mobilitasnya tinggi karena banyaknya agenda kegiatan. Selain itu, aneka hiburan dan internet menjadi bagian yang seolah tak terpisahkan dari dunia remaja. 

"Akhinrya shalatnya dinomorduakan. Tapi Allah Maha Adil. Ibadahnya remaja, pahalanya dilipatgandakan oleh Allah. Nilainya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan ibadahnya orang tua," urainya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, News PKS Piyungan Taubat

Selasa, 12 Desember 2017

Jaga Kondusifitas, PCNU Sidoarjo Jalin Silaturahmi dengan Kapolresta dan Instansi Terkait

Sidoarjo, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo menggelar pertemuan dengan Kapolresta, Dandim 0816, dan Kankemenag Sidoarjo dalam rangka membangun kondusifitas sosial politik Kabupaten Sidoarjo di aula PCNU Sidoarjo, Jalan Air Langga, Selasa (14/2). Pada pertemuan ini mereka membahas sejumlah isu meresahkan yang berkembang di tengah masyarakat.

Ketua PCNU Sidoarjo H Maskhun menjelaskan, silaturahmi ini bertujuan untuk mengklarifikasi dan tabayun. Ia mencontohkan, kalau dulu Kapolri kepada PBNU, Kapolda dengan PWNU dan Kapolresta dengan PCNU Sidoarjo.

Jaga Kondusifitas, PCNU Sidoarjo Jalin Silaturahmi dengan Kapolresta dan Instansi Terkait (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Kondusifitas, PCNU Sidoarjo Jalin Silaturahmi dengan Kapolresta dan Instansi Terkait (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Kondusifitas, PCNU Sidoarjo Jalin Silaturahmi dengan Kapolresta dan Instansi Terkait

"Silaturahmi ini juga menyikapi adanya isu terkini yang menimbulkan keresahan di kalangan NU yakni pendataan para kiai dan pesantren yang ujung-ujungnya diarahkan sertifikasi. PCNU menyikapi perlu klarifikasi dengan pihak terkait agar semuanya bisa diselesaikan kalau ada persoalan yang sempat diragukan di forum itu," kata Abah Maskhun.

Ia menceritakan, Nahdlatul Ulama memunyai pengalaman sejarah terkait pendataan kiai dan pesantren. Sedangkan pendataan itu sendiri mau dibawa ke mana dan ada apa.

PKS Piyungan Taubat

"Kita ciptakan forum silaturahmi ini dengan mengundang seluruh banom NU. Ada sebagian yang mempertanyakan, apalagi kalau yang mendata bukan domainnya apalagi aparat. Sedangkan PCNU punya data seluruh ketua takmir dan pesantren karena punya RMI. Itu yang membuat warga di tingkat bawah menjadi resah," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Abah Maskhun mengimbau warga NU agar tidak usah resah karena bagaimanapun pendataan di bawah kalau pun ada itu dilakukan oleh pihak KUA dan Kesra dalam rangka mengikat tali silaturahmi kepada tokoh di bawah agar tidak salah alamat.

Persoalan sertifikasi tidak perlu dikhawatirkan. Karena bagi NU, ustadz dan para kiai tidak perlu diragukan. Bersih. Semuanya menjunjung tinggi NKRI.

Sementara itu Kapolresta Sidoarjo Kombes Muh Anwar Nasir, sowan ke para kiai berpengaruh yang ada di Jatim, tidak lain adalah untuk menjalin silaturahmi. Karena, menurut Anwar, Kapolda Jatim masih baru dan ingin bersilaturahmi dengan para kiai.

"Surat Telegram Rahasia (STR) itu sebetulnya tidak boleh keluar. Namun STR Kapolda Jawa Timur tentang pendataan ulama tidak ada hal yang rahasia. Saya tahu persis Pak Kapolda buat STR. Tertanggal 30 Januari 2017, dalam rangka menjaga Kamtibmas dan para kiai di jajaran Polda Jatim para ulama yang berpengaruh di daerahnya," kata Anwar.

Ia mengatakan, Kapolda Jawa Timur juga meminta gagasan ada STR dibukukan termasuk tempat wisata, supaya Kapolda mengetahui para tokoh agama dan kiai. Ini tidak lain, untuk bersilaturahmi. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Bahtsul Masail, Nasional PKS Piyungan Taubat

Rabu, 06 Desember 2017

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus

Sumenep, PKS Piyungan Taubat

Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Gerakan Pemuda Ansor se-Jawa Timur berlangsung di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Batuan Sumenep, Jawa Timur, 9-10 April 2016). Salah satu jenjang kaderisasi di organisasi pemuda NU ini menjadi ajang konsolidasi antarpengurus di berbagai tingkatan.

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jatim H. Rudi Tri Wahid menyampaikan, untuk menjamin konsistensi dan keberlanjutan kaderisasi di tubuh organisasi pemuda Nahdliyyin, diperlukan adanya konsolidasi antarpengurus, dari pimpinan ranting, anak cabang, cabang, wilayah hingga pusat.

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus

“Jika konsulidasi dan komunikasi antarpengurus ini terjaga mulai dari tingkatan bawah hingga pimpinan pusat maka Ansor ke depan akan menjadi ikon organisasi kepemudaan yang andal dan disegani,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sumenep Muhri menjelaskan, Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) ini merupakan salah satu upaya dalam membentuk kader-kader Gerakan Pemuda Ansor untuk siap mengawal ulama, menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Selain menjaga aqidah dan keutuhan NKRI, PKL juga bertjuan untuk menyiapkan kader-kader GP Ansor di masing-masing cabang agar menjadi pemimpin yang visioner,” tegas mantan Ketua PC PMII Sumenep ini.

PKS Piyungan Taubat

Bupati Sumenep A Busyro Karim yang hadir dalam kesempatan itu menerangkan, sebuah organisasi yang bisa menjawab tantantangan globalisasi ke depan membutuhkan pemimpin yang visioner, inovasi, dan organisasi yang berbasis massa riil serta pola managemen yang baik. “Dan ketiga ini semua ada di Gerakan Pemuda Ansor,” imbuhnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Untuk diketahui, peserta kegiatan PKL ini diikuti oleh 21 PC GP Ansor Kabupaten/Kota se- Jawa Timur. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Rukman Bashori, Ketua Bidang Kaderiasasi PP GP Ansor serta sejumlah instruktur dan pengurus PW GP Ansor Jatim, serta jajaran pengurus PCNU setempat. (Mohammad Madani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Syariah, Ulama PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir

Pandeglang, PKS Piyungan Taubat. Tingginya intensitas hujan yang turun selama berhari-hari mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pandeglang melalui program NU’Care ikut peduli membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak banjir di kabupaten tersebut.

LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir

Kali ini diwujudkan dengan mengunjungi langsung dan menyerahkan bantuan berupa barang-barang kebutuhan pokok dan Pengobatan Gratis untuk 3000 warga

3000 korban banjir di lima Kecamatan, yaitu Patia, Sobang, Sukaresmi, Saketi Pulosari, Banten terima layanan pengobatan gratis yang digelar LAZISNU Kabupaten Pandeglang, Kamis, (17/1). Layanan didukung oleh BAZNAS cuma-cuma, dan 500 Paket Sembako.

PKS Piyungan Taubat

Meski pemeriksaan dan konsultasi tidak di dalam ruangan khusus, warga tetap antusias datang berobat menerima layanan pengobatan gratis ini.

“Kita berikan pengobatan untuk jenis penyakit yang sering menghinggapi warga yang menjadi korban banjir. Seperti gatal-gatal, kutu air, batuk dan pilek,” ungkap H M. Munirul Ikhwan Ketua LAZISNU Pandeglang.

PKS Piyungan Taubat

Ia menjelaskan, banjir kali ini menggenangi hampir seluruh Kecamatan di Pandeglang yaitu 28 Kecamatan dari 35 Kecamatan, ? merendam permukinan di daerah tersebut, sehingga aktivitas masyarakat setempat terhenti total.

"Tidak ada masyarakat yang beraktivitas, semuanya terfokus pada penyelamatan diri serta harta benda agar tidak terbawa arus banjir, bahkan rumah saya termasuk yang menjadi korban banjir kali ini" katanya.

Banjir, kata dia, juga merendam ratusan hektare sawah miliki petani setempat, dan dipastikan seluruh tanaman padi rusak.

Lima kecamatan yang menjadi target bantuan pengobatan gratis adalah wilayah terparah yang terkena dampak banjir. di Kecamatan Patia. Sedikitnya 10 desa terendam, yaitu Desa Idaman, Surianen, Patia, Rahayu, Cimoyan, Babakan Keusik, Ciawi, Pasirgadung, Turus, dan Simpang Tiga.

Di Kecamatan Sukaresmi juga ada 10 desa yang terkena banjir, yaitu Desa Karyasari, Perdana, Sukaresmi, Kubangkampil, Sidamukti, Cibungur, Weru, Cikuya, Pasirkadu, dan Seuseupan.?

LAZISNU Pandeglang ikut prihatin atas musibah yang terjadi dan berharap dengan bantuan yang di berikan dapat meringankan beban para korban banjir di Kabupaten Pandeglang, yang mayoritas warga nahdliyyin

“Dengan kehadiran pihak LAZISNU Pandeglang untuk mengunjungi dan memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari untuk warga yang mengungsi di sini, sangat membantu dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kami sehari-hari,”kata Ketua MWCNU Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten KH. Burhanudin.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber ? : LAZISNU Pandeglang

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Kajian PKS Piyungan Taubat

Doa Ketika Kehilangan Barang

Kehilangan barang yang dimiliki disebabkan banyak hal. Sebabnya bisa jadi barang milik kita dicuri orang, tertinggal di sebuah tempat, lupa meletakannya, atau dibenahi oleh orang lain. Yang jelas kita ingat akan barang itu lebih-lebih saat kita membutuhkannya terlepas mahal atau murah.

Banyak hal yang dilakukan saat orang kehilangan barang. Ada yang panik, teriak histeris. Ada yang berjalan kian kemari sambil mengingat posisi barang tersebut. Ada juga yang mencoba mengingatnya sambil mencari-cari di tempat barang itu biasa diletakkan. Sebagian lagi bertanya kepada orang seisi rumah sambil menaruh harapan kemungkinan orang itu mengetahuinya.

Doa Ketika Kehilangan Barang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Ketika Kehilangan Barang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Ketika Kehilangan Barang

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKS Piyungan Taubat

Allâhumma yâ jâmi‘an nâsi liyaumin lâ raiba fîh, ijma’ bainî wa baina dlâllatî fî khairin wa ‘âfiyah

PKS Piyungan Taubat

Artinya, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhan yang mengumpulkan semua manusia di hari yang tiada ragu lagi padanya. Pertemukan aku dan barangku yang hilang dengan kebaikan dan ‘afiyah,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Apapun yang dilakukan itu sah-sah saja selagi tidak berperasangka buruk apalagi menuduh orang lain. Di samping itu kita juga dianjurkan membaca doa di atas saat kehilangan suatu barang. Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi mereka yang kehilangan barangnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, Budaya PKS Piyungan Taubat

Minggu, 03 Desember 2017

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah

Berbicara tentang pesantren yang sukses dalam pengembangan ekonomi syariah, kita langsung mengarah pada pesantren Sidogiri di Pasuruan dengan Baitul Mal wa Tamwil (MBT) UGT yang hingga kini terus melebarkan sayapnya ke berbagai wilayah di seluruh penjuru Indonesia. Pesantren ini kini menjadi rujukan tempat belajar ekonomi syariah pesantren lain dan menjadi jujukan para mahasiswa, dosen, dan peneliti yang ingin tahu lebih dalam kiat kesuksesan mereka.  

Karena banyaknya pihak yang ingin belajar ekonomi syariah ini, akhirnya dibentuklah Shariah Business Centre (SBC) Sidogiri, yang merupakan Lembaga Diklat Profesi Koperasi Jasa Keuangan Syariah (LDP KJK) yang  bergerak di bidang pelatihan untuk penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di bidang koperasi syariah. Selain memberikan layanan pelatihan, SBC Sidogiri juga menyediakan jasa konsultan dan pendampingan UKM dengan pola atau sistem syariah

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah

Tentu saja kesuksesan yang kini diraih itu tidak datang dengan tiba-tiba. Banyak aral melintang dan hambatan yang harus dilaluinya. Tetapi berbagai kesulitan itu tidak membuat para para pengagas BMT Syariah di Sidogiri patah semangat, melainkan dijadikan sebagai penghela semangat untuk terus belajar. Kini mereka telah memetik hasil dari proses belajar yang sulit dan secara hati-hati terus mengembangkan usahanya. Koperasi Syariah Sidogiri telah memiliki anggota 8.871 orang, 256 Cabang, di 10 Propinsi, jumlah simpanan 165 Milyar, aset 1,2 Triliun, dengan omset 13.6 Triliun rupiah

Bagaimana awal mulanya pengembangan ekonomi syariah ini berkembang. Seperti pesantran-pesantren lainnya, kajian kitab kuning merupakan “makanan” sehari-hari. Dalam bab muamalah, pembahasan tentang riba secara gamblang dibahas. Pengasuh pesantren Sidogiri KH Nawawi Thoyib merasa tak bisa lepas tangan dengan kondisi masyarakat di sekitarnya yang dicekik oleh renternir, sementara mereka hanya berdiam diri dan mengharamkan saja tanpa mampu berbuat sesuatu. Dengan tekad bulat, pada 1993 ia mulai membantu masyarakat mengganti pinjaman dari renternir dengan pinjaman tanpa bunga. 

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Teladan yang diberikan oleh pengasuh pesantren tersebut memberi inspirasi para ustadz muda waktu itu seperti Ust H. Mahmud Ali Zain, yang kini menjadi tokoh penting dalam koperasi syariah Sidogiri. Mereka berusaha belajar dan mencari jejaring yang terkait dengan pengembangan ekonomi syariah. Pada tahun 1990an, Konsep simpan pinjam berbasis syariah masih langka, tetapi hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk mencari ilmu. Upayanya tak sia-sia, salah satunya mereka mendapatkan akses mengirimkan 10 orang untuk mengikuti pelatihan BMT dari sebuah Bank Syariah yang mulai diizinkan beroperasi di Indonesia. 

Dari situlah kemudian dilanjutkan dengan pendirian Koperasi BMT yang diberi nama Baitul Mal wat-Tamwil Maslahah Mursalah lil Ummah dengan anggota para guru MMU (Madrasah Miftahul Ulum) Pondok Pesantren Sidogiri. Koperasi ini secara resmi didirikan pada tanggal 12 Rabi’ul Awal 1418 H (ditepatkan dengan tanggal lahir Rasulullah SAW) atau 17 Juli 1997 di kecamatan Wonorejo Pasuruan. 

Setelah bermusyawarah dan mensosialisasikan cita-cita mulia ini, terdapat 148 orang yang bersedia menjadi anggota dan berhasil dikumpulkan modal sebanyak 13.5 juta rupiah. Koperasi itu mulai usahanya dengan menyewa kantor seluas 16 meter persegi. Dari tempat kecil inilah, para pelopor ekonomi syariah dari Sidogiri mulai berupaya ilmu yang diperoleh dari pesantren dan pelatihan.  

Pelan tapi pasti, dengan mengedepankan sikap profesional, memisahkan antara manajemen pesantren dan manajemen ekonomi, koperasi tersebut berkembang dengan baik. Hal ini membuat komunitas Sidogiri yang lebih luas, khususnya para guru dan alumni menginginkan pendirian koperasi dalam skup yang lebih luas. Maka pada tanggal 05 Rabiul Awal 1421 H (juga bertepatan dengan bulan lahirnya Rasulullah SAW) atau 22 Juni 2000 M diresmikan dan dibuka satu unit Koperasi BMT UGT Sidogiri di Jalan Asem Mulyo 48 C Surabaya. Seperti pendahulunya, BMT ini berjalan dengan baik. Dengan target pasar yang memang luas, BMT UGT Sidogiri mampu melayani konsumen dalam jangkauan yang luas dan kini menjadi perbincangan nasional. 

Kini Sidogiri bukan lagi sekedar pesantren yang mengajarkan kitab kuning, melainkan telah menjadi Lembaga Ekonomi dan Sosial dibawah payung Sidogiri Network Forum (SNF) dengan serangkaian usaha yang meliputi (1) koperasi pesantren, (2) BMT Maslahah, (3), BMT UGT Usaha Gabungan Terpadu (4) BPR Syariah Ummu (jasa Keuangan), (5) koperasi Agro, (6) SBC Sidogiri (Diklat Profesi Jasa Keuangan Syariah), (7) LAZ Sidogiri (Lembaga Amil Zakat), (8) L-KAF Sidogiri (Lembaga Wakaf), (9) IASS Sidogiri (Ikatan Alumni Santri), (10) majalah Buletin Sidogiri, dan (11) Penerbitan Pustaka Sidogiri. 

Seiring dengan semakin bertambahnya kepercayaan masyarakat, luasnya jaringan alumni, bertambahnya akses modal dan pengalaman. Tak diragukan lagi, upaya dakwah ekonomi yang secara langsung menyentuh lapisan akar rumput akan terus berkembang. Dakwah tak sekedar bil lisan, tetapi juga bil hal atau dengan aksi nyata. Model seperti inilah yang akan memberikan hasil yang dahsyat.  

Upaya pengembangan ekonomi berbasis pesantren yang kini gencar dilakukan, baik oleh masyarakat maupun oleh pemerintah melalui Kemenag, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga pemerintah lainnya mendapat partner yang baik yang bisa mendampingi pesantren lain yang ingin belajar ekonomi syariah. Sidogiri paham betul tradisi pesantren dan tahu apa yang harus dilakukan agar kegiatan ekonomi pesantren ini bisa tumbuh. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 25 November 2017

Di Depan Para Santri, Wafiq Azizah Ceritakan Kisah Suksesnya

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Para pengasuh dan santri Panti Asuhan Yatim Piatu (PAYP) Darussalamah Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terlihat bahagia, Kamis (1/10). Pasalnya, mereka bertatap muka langsung dengan qoriah internasional dan pelantun shalawat Hj. Wafiq Azizah.

Di Depan Para Santri, Wafiq Azizah Ceritakan Kisah Suksesnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Depan Para Santri, Wafiq Azizah Ceritakan Kisah Suksesnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Depan Para Santri, Wafiq Azizah Ceritakan Kisah Suksesnya

Penyanyi asal Magelang ini hadir dalam rangka menjadi pembicara pada sarasehan bertajuk “Niat Wujudkan Cita-cita” yang diselenggarakan pengurus Yayasan PAYP. Bersama tim el-Mira Music, Wafiq Azizah memberikan motivasi untuk meningkatkan prestasi kepada 70 santri yang sebagian besar anak yatim piatu itu.

Pelantun lagu Sepohon Kayu ini menceritakan awal kesuksesannya meraih presatasi sebagai penyanyi maupun qoriah terkenal hingga sekarang. Dituturkan,  sejak usia SD dirinya mendapat bimbingan dan latihan baca seni Al-Qur’an (MTQ) dari ayahnya. Kemudian ia mengikuti lomba-lomba MTQ tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional dan internasional.

PKS Piyungan Taubat

“Dari situlah, saya bisa  mendapat prestasi nasional dan internasional sesuai dengan usaha saya,” katanya di hadapan para santri.

Berkat prestasi itu, tutur Wafiq, ia mendapat penghargaan dari Walikota Magelang berangkat haji ke tanah Suci pada kelas 2 SMA. “Sekarang saya sering diundang konser mengisi acara-acara pengajian. Bulan ini rencananya ke Hongkong berceramah di hadapan TKI di sana,” imbuhnya.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara yang dimoderatori Ketua IPPNU Kudus Futuhal Hidayah ini, Wafiq mendorong santri meraih prestasi. Ditegaskan, santri harus mempunyai kemauan yang tinggi dan tidak boleh minder.

“Apalagi  PAYP Darussalam diajarkan MTQ maupun rebana, kembangkan minat bakat kalian supaya mendapat pengalaman serta prestasi yang luar biasa,” tegas wanita kelahiran Magelang 4 Mei 1987 ini.

Saat ditanya santri tentang kiat menjaga kesehatan suara agar tetap stabil, Wafiq mengatakan dirinya sering minum air putih dengan es batu, minum jamu gurah, menghindari makanan kolesterol tinggi, istirahat dan tidur yang berkualitas.

“Jaga pola hidup sehat, sebelum makan minum air putih yang banyak,” tegas ibu tiga anak ini.

Di samping memberikan motivasi, Wafiq juga melantunkan lagu album nasid terbarunya yang berjudul “Dosa” dengan iringan rebana dari santri PAYP Darussalam. Ia juga berduet dengan salah satu santri melantunkan lagu shalawat nabi.

Usai acara dari Darussalam, Wafiq Azizah melanjutkan agenda di Kudus mengisi pengajian dalam rangka tasyakuran khitanan putra warga Desa Kajar Dawe Kudus. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Budaya, Warta PKS Piyungan Taubat

Kamis, 23 November 2017

Muslimat NU Desak Pemerintah Segera Bentuk BRR Lumpur

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU mendesak pemerintah untuk segera membentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Lumpur, seperti halnya BRR Aceh dalam menangani tsunami selama empat tahun.

"Yang penting adalah menyelamatkan rakyat, lingkungan, dan infrastruktur yang terkait roda perekonomian di Jatim," ujar Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa usai berbicara pada pembukaan Hari Lahir (Harlah) ke-61 Muslimat NU di Surabaya, Jumat.

<p>Dalam acara yang dihadiri Deputi Menteri KLH Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Sudaryono, ia mengemukakan badan khusus itu sudah sangat mendesak untuk dideklarasikan agar proses pemulihan cepat terjadi.

Muslimat NU Desak Pemerintah Segera Bentuk BRR Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Desak Pemerintah Segera Bentuk BRR Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Desak Pemerintah Segera Bentuk BRR Lumpur

"Kalau selama ini Timnas seperti tidak melakukan apa-apa, saya kira hal itu karena Timnas memang tidak dilengkapi dengan `alat` untuk operasional, sehingga sulit bekerja," tegasnya.

Oleh karena itu, katanya, BRR sangat mendesak dibentuk untuk korban lumpur di kawasan eksplorasi Lapindo, karena BRR akan dapat bekerja secara operasional.

PKS Piyungan Taubat

"Seperti BRR di Aceh yang dapat bekerja secara operasional, karena diberi back-up pemerintah seperti dalam masalah dana yang diambilkan dari APBN," ungkapnya.

Tentang peran Lapindo, katanya, Lapindo tetap harus memperhitungkan ganti rugi yang perlu ditanggung. "Jadi, pemerintah bertugas melindungi rakyat, sedang Lapindo membayar ganti rugi," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Dr KH Ali Maschan Moesa MSi juga mendesak pemerintah untuk segera membentuk BRR seperti BRR Aceh.

"Masyarakat menilai penanganan lumpur Lapindo selama ini masih bersifat main-main. Bahkan Tim Nasional (Timnas) yang dibentuk dengan Keppres juga gagal," ujarnya di sela-sela acara itu.

Menurut Doktor bidang Ilmu Sosial dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu, Timnas sudah tak memiliki kekuatan, karena pemerintah jangan main-main lagi, tapi pemerintah harus menangani lumpur di Porong itu dengan membentuk BRR seperti di Aceh.

PKS Piyungan Taubat

Pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna, Jemurwonosari, Surabaya itu menyatakan, BRR Lumpur nantinya dapat merancang konsep yang jelas dalam menangani luapan lumpur panas dengan program jangka pendek dan jangka panjang. (ant/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Quote PKS Piyungan Taubat

Senin, 20 November 2017

Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Mufti Lebanon Syeikh Amin Salim Al-Kurdi berkunjung ke Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, Kamis (12/5). Kehadiran ulama ahli hadits ini disambut langsung pengasuh utama pesantren KH Noer Muhammad Iskandar.?

Dalam kunjungannya, Syeikh Amin mengijazahkan sanad hadits At-Tirmidzi yang dirangkum dalam kitab As-Syamail al-Muhammadiyah.

Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah

Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, KH Ahmad Mahrus Iskandar bersama 190 santrinya hadir dalam pengijazahan tersebut. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti kajian yang digelar di? Gedung Pendopo Lantai 2 Ponpes Asshiddiqiyah Jakarta.





PKS Piyungan Taubat

Sugeng Riyadi, salah satu santri asal Bogor, merasa bersyukur bisa bertatap langsung dengan ulama Libanon tersebut. Ia rela menempuh jarak yang cukup jauh demi untuk bertemu dengan Syekh Amin. “Saya bersyukur bisa belajar dan bertatap muka langsung dengan beliau. Ini adalah kesempatan yang sangat luar biasa,” ujar pria kelahiran Lampung tersebut.

Selama dua hari Syeikh Amin membacakan kitab Syamailul Muhammadiyyah yang dialih-bahasakan oleh dua penerjemah dari pesantren, Ust. Musa Wardi dan Ust. Abdurrahman Malik. ? Kitab tersebut merupakan kumpulan hadits tentang kepribadian Nabi Muhammad Saw.?

Hadits-hadits tersebut mengajak umat Islam menyelami sosok, perilaku dan kebiasaan sehari-hari Rasulullah. Termasuk bagaimana Rasulullah berpakaian, bersisir, bersarung, bersorban, bercincin hingga menanggalkan kedua sandalnya. Tidak hanya itu, minuman dan makanan favorit hingga minyak wangi kesukaan Nabi juga turut dipaparkan.

PKS Piyungan Taubat

Dalam kajian di Gedung Pendopo Lantai 2 Ponpes Asshiddiqiyah Jakarta itu, Syekh Amin menjelaskan bahwa Nabi SAW adalah idola sepanjang masa, teladan sepanjang hidup manusia, panutan terbaik, dan juga tokoh legendaris yang pernah ada di permukaan bumi.

“Keteladannya tidak hanya tampak dalam kancah dakwah, muamalah, ibadah, iqtishaadiyah (ekonomi), siyaasah (politik), namun di semua lembaran kehidupan termasuk tata bicara, tawa dan canda beliau,” tutur Syeikh Amin.

Dari kajian tersebut, para santri banyak mendapatkan hal baru yang jarang tersingkap dari kehidupan Rasulullah Saw. (Rumadie/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Budaya PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 18 November 2017

Dari Begadang Inshomniyah hingga Malam Seribu Budaya

Cirebon, PKS Piyungan Taubat. Candra Malik, budayawan sufi, punya cara tersendiri untuk mensyukuri dan menyemarakkan Ramadan 1438 H. Wakil Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia pada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lesbumi PBNU) ini mengadakan safari silaturahmi ke berbagai daerah di Indonesia sepanjang bulan.?

Setelah usai menggarap produksi 30 episode taushiyah dua menitan bertajuk Hadiah Ramadan, yang audionya disebarkan ke 100 lebih radio dan video-nya diunggah ke Youtube, serta 10 episode video tanya-jawab yang disiarkan di Commuterline Jabodetabek, Gus Can -- demikian panggilan akrabnya - mulai berkeliling dari Solo pada 2 Juni, Yogyakarta 4 Juni, Surabaya 5-6 Juni, Cirebon 7 Juni dan Subang 8 Juni.

Dari Begadang Inshomniyah hingga Malam Seribu Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Begadang Inshomniyah hingga Malam Seribu Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Begadang Inshomniyah hingga Malam Seribu Budaya

Bertajuk Begadang Inshomniyah, Gus Can mengadakan dialog publik di Kedai Saung Juang Cirebon dan Sanggar Ringkang Nonoman Subang, Rabu dan Kamis malam, 7-8 Juni. Dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesiq Raya, ia mengajak masyarakat untuk mencintai tanah air dan menjaga kebangsaan Indonesia. "Mencintai Indonesia adalah mencintai jatidiri kita sebagai anak bangsa. Mencintai Islam adalah mencintai jatidiri kita sebagai hamba Allah. Satu dan lainnya tidak saling terpisah dan justru saling menguatkan," ungkapnya kepada publik.

PKS Piyungan Taubat

Bagi Gus Can, begadang adalah hal positif yang bisa dimanfaatkan untuk itikaf, mendaras Al-Quran, berzikir, shalat malam, maupun bercengkerama untuk saling belajar. Inshomniyah, dalam kegiatan Begadang Inshomniyah, diambilnya dari kata insomnia, yang sejak beberapa tahun terakhir digunakan untuk nama sebuah tarekat prakarsanya, yaitu Thariqat Al Inshomniyah, majelis di dunia maya khusus untuk malam hari.

Candra Malik tidak hanya gerilyawan di dunia maya, namun juga di dunia nyata. Ia berhasil memadukan keduanya untuk menggaungkan lebih jauh lagi seruan-seruan Cinta dan Kasih Sayang. Ia menjadikan diri sendiri sebagai episentrum gerakan walau itu berarti Gus Can harus selalu berdaya hidup. Bukan kebetulan jika ia memang sangat suka berkelana keliling daerah.?

Dikenal sebagai seorang pejalan spiritual, Gus Can bergerilya dari empat penjuru gerakan untuk mengajak pada cinta dan kasih sayang. Keempatnya ialah spiritualitas, seni, sastra, dan humaniora. Melalui linimasa, ketika malam telah menyisir dinihari, para pengikut akunnya, yaitu @CandraMalik, acap menanti Gus Can membuka pintu gerbang Thariqat Al Inshomniyah dengan kicau-kicaunya.

Begadang Inshomniyah adalah momen bagi publik dunia maya dan nyata untuk bertemu langsung dengan sosok Sang Mursyid Thariqat Al Inshomniyah: Gus Can. Dalam safari Ramadhan ke enam kota, yaitu Solo, Yogyakarta, Surabaya, Tangerang, Bali, dan Mataram, kegiatan ini dikemas dalam tiga pokok. Yaitu Saloka, Salik, dan Suluk; yang masing-masing mengenai kearifan, kesungguhan, dan kesetiaan pada nilai-nilai moral.

PKS Piyungan Taubat

SALOKA, Sebuah Dialog

Saloka adalah nilai-nilai budi pekerti luhur yang berakar dari ajaran para leluhur, yang dilisankan. Ia lebih luas daripada peribahasa karena mendorong manusia untuk lelaku hidup manusia. Terkandung tidak hanya ajaran diri dan semesta, di dalamnya juga hidup legenda dan mitos.?

Dalam Sesi Saloka, tokoh masyarakat memaparkan legenda dan mitos dari daerah yang disinggahi Gus Can dalam Begadang Inshomniyah. Di dalamnya, ia juga menyampaikan untaian kata-kata luhur yang diwariskan turun-temurun, baik secara lisan maupun tulisan.

Kemudian, tokoh ini membaca zaman. Ia menuturkan keadaan masyarakat beserta pergeseran tata nilai kehidupannya. Tidak untuk menghakimi, namun untuk memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang perlu diperbaiki demi kemaslahatan bersama. Dialog menjadi kunci utama.

SALIK, Sebuah Persembahan

Salik adalah manusia yang memilih jalan suluk untuk mencapai saloka. Jika suluk ibarat ilmu dan saloka cahayanya, maka salik adalah pembelajar. Ia tidak hanya menimba ilmu, namun juga membasuh dirinya dengan cahaya ilmu. Caranya adalah dengan mengamalkannya.?

Dalam Sesi Salik, para seniman muda menampilkan kesenian setempat atau kesenian yang telah melebur di dalam masyarakat, yang tentu saja memuat suluk dan saloka. Bisa pembacaan syair, lantunan lagu, permainan, atau lakon reportoar lainnya. Bisa pula kolaborasi.

Juga pada kesempatan ini, Gus Can dan para punggawa musiknya tampil dalam formasi akustik. Membawakan Kidung Sufi dan lagu-lagu terbaru, sesi ini jadi medium penghubung yang lebih luwes antara Gus Can dan audiens. Sebisa mungkin, jarak telah diatasi sejak awal.

SULUK, Sebuah Renungan

Suluk ialah lelaku hidup yang disarikan dari Saloka, perjalanan dan pengalaman hidup. Butuh kesetiaan dan kesabaran; atau jamak disebut istiqamah, untuk bisa mengendapkan diri menjalani suluk. Tak lagi hanya membicarakan kebenaran dan kebaikan, suluk mengutamakan kearifan.

Dalam Sesi Suluk, Gus Can berbagi hal-hal tentang Tasawuf yang telah menjadi lelaku hidupnya lebih dari separuh usia. Pengetahuan dan pengalaman belajar kepada mursyid, aerta perjumpaan dan perpisahan dengan handai taulan dan sahabat, menjadi tema perbincangannya.

Tentu saja, Gus Can membuka ruang dialog dengan audiens -- dan bukankah ini yang semakin menghangatkan malam? Kegiatan ini terbuka untuk siapa pun dari latar belakang apa pun karena Gus Can memang meyakini keberagaman sebagai khazanah semesta yang wajib dirawat.

Ramadan dalam Perjalanan

Berbeda dengan kebanyakan orang, Gus Can menikmati Ramadan bukan di rumah bersama keluarga, melainkan di dalam perjalanan. Selesai dari Subang, ia meneruskan safari Ramadan ke Jakarta dengan menggelar pertunjukan bertajuk Musikalisasi Sastra di Galeri Indonesia Kita, 9 Juni, bersama penyair Hasan Aspahani dan musisi Ary Juliant. Pada 11 Juni, ia akan tampil bersama Dik Doank dan Komunitas Kandank Jurank Doank di Tangerang.

Selanjutnya, ia akan menyeberang ke Bali untuk bersilaturahmi dengan masyarakat kampung muslim di Pulau Dewata. Pada 14 Juni, ia diundang oleh Menteri Agama Republik Indonesia KH Lukman Hakim Syaifuddin untuk menyampaikan ceramah dalam acara buka bersama pegawai Kementerian Agama di Jakarta. Pada 15 Juni, Gus Can menggelar dialog publik berjudul Malam Seribu Budaya di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ia akan mengakhiri tur pada 17-18 Juni dengan sebuah konser di Tasikmalaya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Budaya, Quote PKS Piyungan Taubat

Jumat, 17 November 2017

Ekonomi Kelautan, Strategis Atasi Persoalan Kesenjangan dan Kemiskinan

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Dunia ekonomi global menghadapi tantangan besar. Hampir semua negara di seluruh dunia mengalami skala penipisan sumber daya alam dan pencemaran lingkungan yang membahayakan kehidupan di bumi.

Sementara itu, warga perkotaan dihinggapi peningkatan stres, ketegangan dan perselisihan dalam urusan manusia, disertai dengan peningkatan semua gejala anomi (penyakit sosial), seperti frustrasi, dan berbagai tindakan kejahatan. Ketidakadilan ekonomi, pengangguran, kemiskinan absolut, dan diskriminasi politik telah banyak dilaporkan dan diyakini sebagai akar penyebab radikalisme dan terorisme.

Ekonomi Kelautan, Strategis Atasi Persoalan Kesenjangan dan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekonomi Kelautan, Strategis Atasi Persoalan Kesenjangan dan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekonomi Kelautan, Strategis Atasi Persoalan Kesenjangan dan Kemiskinan

Demikian beberapa permasalahan yang muncul dewasa ini yang dipaparkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga guru Besar IPB Rokhmin Dahuri, pada diskusi “Strategi Mengatasi Kesenjangan dan Kemiskinan” di arena International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil), di Gedung JCC, Senin (9/5).

PKS Piyungan Taubat

Rokhmin mengatakan untuk menghadapi persoalan tersebut, pemerintah dan masyarakat, dapat melakukan beberapa upaya, yaitu penerapkan pengetahuan dan ekonomi berbasis inovasi di semua sektor ekonomi (sektor primer, sekunder, dan tersier); diversifikasi sektor ekonomi dan mengembangkan sektor ekonomi baru seperti ekonomi maritim, ICT (Information Communication Technologies—digunakan dalam dunia pendidikan), bioteknologi, bahan-bahan baru, dan nanoteknologi.

Pemerintah juga harus menyediakan sarana memadai dan infrastruktur berkualitas seperti jalan, saluran listrik, pasokan energi, sarana telekomunikasi dan internet, pelabuhan, bandara dan sebagainya.

PKS Piyungan Taubat

Adapun terkait iklim investasi, pemerintah harus menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kemudahan untuk melakukan usaha ekonomi, menyediakan kebijakan moneter dan fiskal yang mendorong pertumbuhan yang produktif , kompetitif , dan berkelanjutan.

Rohkmin melanjutkan peningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia perlu diupayakan melalui pelayanan kesehatan dan pendidikan, memperkuat dan meningkatkan R&D (Research&Development) untuk menguasai, berinovasi, dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam industri dan sektor ekonomi.

Selanjutnya Rokhmin menyebut adanya peran srategis pesisir dan kelautan untuk pembangunan ekonomi dan kehidupan manusia. Ini didasarkan kenyataan bahwa sekitar 72% dari permukaan bumi ditutupi oleh lautan dan samudra. Pantai dan lautan diberkati dengan potensi pengembangan yang sangat besar dalam bentuk sumber daya terbarukan, sumber daya tak terbarukan, dan jasa lingkungan yang hingga saat ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Sekitar 85 persen dari komoditas dan produk diperdagangkan secara global yang diangkut oleh kapal melalui laut dan samudera. Pantai dan lautan memainkan peran penting dalam dinamika iklim global, siklus hidrologi, siklus bio-geo-kimia, dan fungsi pendukung kehidupan lainnya.

Untuk itu, masyarakat dan pemerintah harus siap dan ikhlas untuk mengubah diri, pertama pada persepsi bahwa menjadi pengusaha itu tidak Islami, sehingga semuanya hanya berkeinginan menjadi PNS, pengamat atau politikus. Padahal negara maju jumlah pengusahanya harus lebih banyak.

Kepada generasi muda, Rokmin berharap agar terus mengembangkan diri pada kemampuan teknologi, kecerdasan emosi, dan semangat tidak mudah menyerah. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya PKS Piyungan Taubat

Kamis, 09 November 2017

Menaker Hanif Ingatkan Atase Ketenagakerjaan Jangan Hanya Berkutat Masalah TKI

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M Hanif Dhakiri mengingatkan agar Atase Ketenagakerjaan yang merupakan perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri, tidak hanya mengurusi persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Sebagai perwakilan Kemnaker Indonesia di luar negeri, Atnaker juga terkait dengan persoalan ketenagakerjaan secara umum, seperti informasi pasar kerja (labour market information) dan pelatihan vokasi (vocational training). 

Menaker Hanif Ingatkan Atase Ketenagakerjaan Jangan Hanya Berkutat Masalah TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hanif Ingatkan Atase Ketenagakerjaan Jangan Hanya Berkutat Masalah TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hanif Ingatkan Atase Ketenagakerjaan Jangan Hanya Berkutat Masalah TKI

“Tugas dan fungsi  Atnaker memang  sangat banyak dan tidak mudah. Selain melayani, melindungi dan mengatasi persoalan TKI, Atase juga harus mengurusi persoalan dan issue ketenagakerjaan lainnya,“ kata Menteri Hanif saat memberi pembekalan kepada 11 Atnaker di Kantor Kemnaker Jakarta pada Senin, (18/9).

Sebelumya, Kemnaker telah  melantik sembilan Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) dan dua Staf Teknis Ketenagakerjaan untuk ditempatkan di 10 penempatan tenaga kerja Indonesia. Sembilan Atase ditempakan di Korea Selatan, Brunei Darussalam, Qatar, Singapura, Jordania, Arab Saudi, Kuwait, Malaysia dan Uni Emirat Arab. Sedangkan dua Staf Teknis Ketenagakerjaan ditempatkan di  Hongkong dan Jeddah (Arab Saudi).

PKS Piyungan Taubat

Atase ketenagakerjaan bertugas memberikan pelayanan tenaga kerja diantaranya perlindungan TKI, pendataan TKI di negara penempatan, pemantauan keberadaan TKI, penilaian terhadap mitra usaha atau agen dalam pengurusan dokumen TKI, upaya advokasi TKI, legalisasi perjanjian atau kontrakkerja serta pembinaan TKI yang telah ditempatkan.

Menaker Hanif mengatakan para Atase Ketenagakerjan/staf teknis harus lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan fungsi dan tugasnya di negara-negara penempatan.

PKS Piyungan Taubat

“Kalian harus dekat dengan TKI yang bekerja di luar negeri dan melayani dengan sepenuh hati. Responsif, kreatif, dan inovatif juga penting agar kerja kalian tidak biasa-biasa saja (business as usual),” kata Hanif.

Menaker meminta kepada Atnaker tersebut agar selalu melakukan peningkatan (up grading) kemampuan dan pengetahuan. Selain mampu meningkatkan kinerja, hal ini akan membantu para Atnaker agar self confidence dalam menjalankan tugasnya.

“Kalian harus memiliki self confidence yang tinggi sehingga kalian percaya diri bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kemnaker di negara penempatan,  Menaker berpesan agar komunikasi dan koordinasi antara Atnaker dengan Kemnaker di Jakarta haruslah berjalan secara intensif dan efektif.

Untuk itu, para Atase harus memaksimalkan komunikasi dan jaringan sebaik mungkin. Negara-negara yang menerapkan sistem maupun teknis pelaksanaan lebih baik menurutnya layak untuk dijadikan bahan percontohan, evaluasi, maupun refleksi.

“Oleh karenanya, ini teman-teman juga harus tukar informasi dan komunikasi dengan temen-teman atase di negara lain. Sehingga temen-teman bisa berbagi strategi juga. Apalagi upaya  memperjuangkan hak-hak TKI dan meningkatkan perlindungannya, harus juga melibatkan  lintas sektor terkait, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian dan lainnya,” kata Hanif.





Hanif juga  meminta para atase ketenagakerjaan mengoptimalkan tugasnya dalam membuka akses peluang kerja dan melakukan pemetaan kebutuhan pasar kerja di luar negeri.

“Atase Ketenagakerjaan di negara penempatan harus memainkan perannya dalam rangka perluasan kesempatan kerja di luar negeri khususnya sektor formal dengan memperkuat jejaring kerja atau networking," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen Kemnaker Hery Sudarmanto menilai bahwa peran Atnaker sangatlah penting. Kemnaker pun akan terus berupaya memperkuat Atnaker baik dari kualitas maupun kuantitas.

“Lima  dari sembilan  Atnaker yang ada  merupakan peningkatan status dari staf teknis menjadi  Atnaker, yaitu Korea Selatan, Brunei Darussalam, Qatar, Singapura dan Jordania. Dengan ditambahnya Atnaker , maka kewenangan negara dalam melindungi TKI semakin maksimal dan persoalan ketenagakerjaan lainnya bisa berjalan baik,” kata Hery. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pahlawan, Budaya PKS Piyungan Taubat

Selasa, 07 November 2017

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Lombok Timur, PKS Piyungan Taubat 

Masing-masing sembilan buku Atlas Walisongo dan Fatwa dan Resolusi Jihad karya Ketua Umum Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, enam kalender NU tahun 2018 dan lima Al-Quran diserahkan ke Pesantren Al-Halimy, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11). 

Pemberian sejumlah buku dan kalender tersebut sebagai bentuk apresiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada lima pesantren tempat penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017.

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Penyerahan dilakukan oleh Panitia Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 H Robikin Emhas dan Ulil Abshar Hadrawi sebagai bentuk terima kasih kepada Pesantren Al-Halimy yang telah berkenan menjadi salah satu lokasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017. 

Sementara dari pihak Pesantren yang menerima Ketua Yayasan Pengurus Harian Pesantren Al-Halimy Ahmad Mutammam Kholid. 

Robikin Emhas saat menyerahkan tanda terima kasih tersebut menyampaikan terima kasih atas nama panitia Munas-Konbes NU dan PBNU. Menurutnya, dalam perhelatan terbesar kedua setelah Muktamar NU ini pasti banyak hal yang harus dipenuhi tapi belum bisa dipenuhi panitia. 

PKS Piyungan Taubat

"Ini adalah ikhtiar kita semuanya. Membangun dunia berperadaban dan lebih baik," katanya. 

PKS Piyungan Taubat

Tak lupa, Robikin juga menyampaikan permohonan maaf jika berbagai kekurangan dari panitia kepada pihak pesantren. 

"Sampean (anda) semuanya luar biasa, kami mohon maaf," kata Robikin.

Sementara Ketua YPH Ahmad Mutammam Kholid berterima kasih kepada panitia atas kepercayaannya menjadikan Pesantren Al-Halimy sebagai salah satu lokasi Munas dan Konbes NU. Ia juga mengatakan, bahwa pelaksanaan Munas dan Konbes NU ini melibatkan masyarakat.

Sebelumnya ucapan terima kasih dan pemberian sejumlah kenang-kenangan tersebut juga dilakukan di empat pesantren, Pesantren Darul Qur’an Bengkel Lombok Barat, Pesantren Darul Falah Pagutan Mataram, Pesantren Nurul Islam Mataram, dan Pesantren Darul Hikmah Mataram. 

Munas dan Konbes yang dibuka Presiden Joko Widodo dan ditutup Wapres Jusuf Kalla menghasilkan sejumlah keputusan penting untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara. Keputusan tersebut disahkan melalui Rapat Pleno pada Sabtu (25/11) di Pesantren Darul Qur’an dilanjut penutupan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Ulama, Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock