Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Ansor Jamin Pendidikan Anak Almarhum Miftahul Huda Sampai Dewasa

Grobogan, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, mengunjungi kediaman almarhum Miftahul Huda (Kang Huda), di Desa Tahunan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (23/1) malam.

Ansor Jamin Pendidikan Anak Almarhum Miftahul Huda Sampai Dewasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jamin Pendidikan Anak Almarhum Miftahul Huda Sampai Dewasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jamin Pendidikan Anak Almarhum Miftahul Huda Sampai Dewasa

Miftahul Huda adalah seorang kader Banser yang meninggal akibat kecelakaan lalulintas di jalan tol Banyumanik Semarang, Senin (22/1) kemarin.

Gus Yaqut, datang didampingi sejumlah pengurus PP GP Ansor, dan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Grobogan, serta ratusan personel Banser dari Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.

Ia mengatakan, secara pribadi dirinya tak mengenal langsung Almarhum Miftahul Huda, akan tetapi dari cerita yang disampaikan rekan-rekan dan ayahnya, bahwa Huda adalah kader yang luar biasa.

"Khidmahnya ke NU ini juga total, tapi karena Allah berkehendak lain ya kita harus menerima. Kita juga sampaikan ke keluarga juga demikian," katanya saat berkunjung di kediaman Miftahul Huda.

PKS Piyungan Taubat

Almarhum meninggalkan seorang istri dan anak berusia 1,5 tahun. Maka, Gus Yaqut juga menegaskan, Ansor akan menanggung biaya pendidikan anaknya sampai dewasa.

"Untuk anaknya yang masih 1,5 tahun itu, Insyaallah Ansor nanti akan menanggung biaya pendidikannya. Tadi sudah kita atur, dia mau sekolah sampai jenjang apa, PC Ansor Kabupaten Semarang yang akan meng-handle," katanya.

PKS Piyungan Taubat



Gus Yaqut mencium kening putra almarhum Kang Huda. (Foto: twitter.com)

Menurutnya, PC Ansor Kabupaten Semarang memiliki lembaga pendidikan yang cukup baik. Hal ini sebagai ungkapan kepedulian GP Ansor terhadap kadernya yang telah mengabdi pada organisasi secara total.

"Bapaknya Almarhum mau berembug dulu dengan keluarga, tentu keputusan sepenuhnya diserahkan ke keluarga," ujarnya.

Gus Yaqut, juga mengungkapkan, bahwa ada hikmah di balik peristiwa ini. Sesuai janji pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari, bahwa siapapun yang ngurusi NU maka dianggap sebagai santrinya dan didoakan ketika meninggal masuk surge.

"Saya kira, Huda ini menjadi salah satu contoh bagaimana kader ini berkhidmah ngurusi NU meski lewat Ansor-Banser, dan saya yakin Mbah Hasyim akan menepati janjinya," ujarnya.

Bagi kader Ansor dan Banser di berbagai daerah di Indonesia yang kini masih mengabdi, dapat mengambil pelajaran atas hal tersebut. "Kita lihat kan gelombang rasa ikut berduka nggak berhenti, mengalir terus, tentu melihat totalitas almarhum," katanya.

Saat mengunjungi keluarga almarhum, Gus Yaqut juga memberikan tali asih ke keluarga dan mendoakan agar anak almarhum kelak menjadi orang yang berguna untuk agama, bangsa dan negara.

Sebelumnya, Miftahul Huda meninggal akibat kecelakaan di jalan tol Banyumanik Semarang, saat perjalanan pulang dari mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) Muadalah di Ungaran Kabupaten Semarang. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Islam, Internasional, Kajian Sunnah PKS Piyungan Taubat

10.000 Nahdliyin Se-Jateng Bakal Banjiri Apel Akbar di Kebumen Pekan Ini

Kebumen, PKS Piyungan Taubat. Sekitar 10 ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Tengah akan menggelar Istighotsah dan Apel Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila sebagai Dasar Negara, Sabtu-Ahad (15-16/4) di Pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.?

10.000 Nahdliyin Se-Jateng Bakal Banjiri Apel Akbar di Kebumen Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
10.000 Nahdliyin Se-Jateng Bakal Banjiri Apel Akbar di Kebumen Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

10.000 Nahdliyin Se-Jateng Bakal Banjiri Apel Akbar di Kebumen Pekan Ini

Panitia penyelenggara mengatakan, kader-kader NU di Jawa Tengah dipandang perlu untuk mempertegas komitmen tersebut demi keutuhan NKRI dan siap berada di garda terdepan jika NKRI ini mendapat gangguan dari sejumlah pihak yang cenderung anti Pancasila dan NKRI.?

"Selama ini kami mungkin terlihat diam, namun kali ini kami akan buktikan bahwa kami selalu bergerak ? demi agama bangsa dan negera, kami akan tunjukan bahwa NU tidak akan tinggal diam demi NKRI ini,” kata ? M. Muzammil Ketua Panitia Istighosah dan Apel Akbar PWNU Jawa Tengah, di Purwokerto, Kamis (13/4).

Ia mengatakan, gerakan terorisme oleh kelompok-kelompok radikalisme berbaju agama yang anti NKRI dan Pancasila di sejumlah daerah termasuk yang terbaru di Polres Banyumas yang menyerang tiga orang polisi, sudah sangat mengkhawatirkan.?

PKS Piyungan Taubat

"Oleh karna itu sudah saatnya kami harus bersikap tegas dan meminta pemerintah juga demikian terhadap kelompok radikalis tersebut termasuk kepada Ormas-ormas yang jelas jelas anti NKRI dan Pancasila,” kata Muzammil.

Ia menyatakan, acara apel akbar kader NU se-Jawa Tengah itu diadakan secara spontanitas melihat perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini. "Acara akan kita awali dengan doa bersama pada Sabtu malam di tepi Pantai Petanahan dan Ahad paginya kita akan Apel Kesetiaan para kader,” kata Muzammil yang juga salah satu Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah.

Segenap Panitia meminta doa restu kepada seluruh Kiai NU di Jawa Tengah umumnya dan di Kabupaten Kebumen khususnya atas acara yang cukup mendadak tersebut. "Jadi mohon doa restu dan mohon maaf kalau acara ini mengejutkan terutama bagi warga di Kabupaten Kebumen,” terang Muzammil yang juga mengundang Pangdam IV Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah.

"Sejumlah perwakilan kader ? luar Jawa Tengah juga akan hadir sebagai undangan khusus seperti dari Yogyakarta, Jatim, DKI Jakarta, Jabar, Sumsel, Lampung dan sejumlah wilayah lain,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Sekretaris Panitia Kholison Syafii, pada kesempatan yang sama mengatakan, meminta kepada seluruh Kader NU di Jawa Tengah untuk hadir pada acara tersebut. "Ini instruksi kepada seluruh kader di Jawa Tengah untuk segera mempersiapkan diri hadir pada acara tersebut. Ini sangat penting untuk keutuhan bangsa dan negara kita,” kata Kholison.

Ia mengatakan, selain puluhan ribu Kader Penggerak NU yang diwajibkan hadir pada acara tersebut, para Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU (PCNU) se Jawa Tengah, ketua-ketua Lembaga dan Ketua Banom PWNU Jateng juga diminta untuk hadir.?

Pemilihan tempat di Kabupaten Kebumen menurutnya karena pertimbangan strategis dan lokasi yang dipandang mampu untuk menampung kader dalam jumlah banyak, pantai adalah pilihan tepat sebab mengandung makna filosofi yang dalam,Tanah Air kita.

Sementara itu, Gus Hasan, Ketua PCNU Kabupaten Banyumas mengatakan siap untuk mengirimkan seluruh Kader Penggeraknya ke Kebumen ."Tidak ada kata lain kecuali siap menjalankan tugas sebagai kader. Kami dari Banyumas sudah berikrar untuk mempertahankan keutuhan NKRI sampai titik darah penghabisan,” kata Gus Hasan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Kajian PKS Piyungan Taubat

Senin, 12 Februari 2018

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

Tasikmalaya,? PKS Piyungan Taubat. Pada era banjirnya informasi yang masuk dan gerakan radikal yang mulai kelihatan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya memberikan perhatian khusus untuk menjaga tradisi agar masyarakat memiliki pegangan. PCNU Tasikmalaya berupaya untuk menyemarakkan tradisi Aswaja dengan melibatkan pemuda dan remaja setempat.

Ketua Panitia Konfercab XVI PCNU Kabupaten Tasikmalaya H Tatang Sunarya mengatakan, gerakan-gerakan ormas yang mencoba menyebarkan paham radikalisme mulai masuk di tengah-tengah warga NU. Mereka sedikit-banyak mengubah segala tradisi dan pemikiran warga. Ini membuat pengurus harian NU Tasikmalaya resah.

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

“Seperti halnya dulu di masjid-masjid kampung itu marhabaan, dibaan, pengajian dan memakmurkan masjid itu gampang dijumpai dan kaum muda menjadi aktornya. Namun susah kita mencari hal-hal seperti itu sekarang,” kata Tatang ketika ditemui PKS Piyungan Taubat di Kantor PCNU Kabupaten Tasikmlaya, Senin (26/12).

Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmalya ini melanjutkan, di era global ini apapun bisa masuk tanpa ada filter seperti isu-isu yang berseliweran di media sosial. Tak sedikit orang koar-koar tak jelas dan termakan isu sehingga membuatnya tak karuan mencaci sana-sini dan membabi buta. Bahkan paham-paham radikal dan sebagainya sangat deras masuk ke tengah masyarakat.

Hal-hal semacam ini terjadi karena tak kuatnya basis keilmuan dan pemahaman terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mantap. Kelemahan inilah yang membuat mereka mudah terbakar emosi.

PKS Piyungan Taubat

Karenanya pembinaan-pembinaan itu sangat dibutuhkan. PCNU Tasikmalaya memilih pembinaan itu dalam bentuk syiar terhadap tradisi dan lewat cara yang massif mengikuti cara global sekarang harus dilakukan.

Konfercab yang akan dilaksanakan di Pesantren Cipasung, Kamis (29/12) kali ini menitikberatkan pada hal-hal itu. Panitia mengusung tema Menjaga Tradisi dan Memperkokoh Aqidah Aswaja di Tengah Tantangan Global.?

PKS Piyungan Taubat

“Tema ini menjadi PR besar buat kami. Dalam persidangan nanti kami berharap ditemukan keputusan-keputusan terbaik untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai kota santri lahir dan batin,” kata Tatang. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Internasional, Sejarah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 10 Februari 2018

Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda

Amsterdam, PKS Piyungan Taubat. Selain diikuti para pemakalah, mahasiswa dari banyak negara, konferensi internasional tentang Islam Nusantara yang digelar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda juga diikuti lima duta besar RI dari Belanda, Lebanon, Arab Saudi, Aljazair, dan Azerbaijan. Simak komentar mereka tentang acara yang digelar di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, seperti yang dilaporkan Hamzah Sahal dari PKS Piyungan Taubat, Senin (27/3).

H.E. I Gusti Agung Wesaka Puja, Dubes RI untuk Belanda:

Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda

Pertama, seminar Islam di Belanda ini prakarsa yang sangat baik di saat situasi politik di Belanda yang dewasa ini menunjukkan nuansa yang sangat lain dari wajah Islam yang disampaikan oleh sebagian politisi Belanda yang ekstrem kanan. Kita berkepentingan untuk meluruskan perskpektif mereka tentang Islam.

Kedua, ini sebuah acara penting untuk mengumpulkan tokoh-tokoh Muslim, peneliti dunia Islam dan tokoh NU dari berbagai negara.?

PKS Piyungan Taubat

Ketiga, dalam konteks sosial budaya, acara ini memberikan semacam wahana di mana kita bisa menunjukkan pemikiran, budaya, praktik hidup bangsa Indonesia di depan publik di Belanda.

Agus Maftuh, Dubes RI untuk Arab Saudi:

Saya senang lihat NU di luar negeri. Saya senang lihat batik NU, dengar mereka bicara di muka umum, hingga bertukar humor. Saya senang sekali. Ini jalan untuk membuka syiar Islam damai yang belakangan tertutup oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Chozin Chumaidi, Dubes ? RI untuk Libanon:?

Rasa syukur dan bangga pada yang digelar Belanda. Acara ini menguatkan jaringan Islam Sunni yang moderat. Islam ala Aswaja yang moderat. Acara ini tidak boleh berhenti, semuanya harus mendukung. PBNU, masyarakat, dan pemerintah Indonesia. Ini baru permulaan, belum mekar. Tugas kita memekarkan tumbuhan yang sudah ditanam anak-anak muda di PCINU Belanda.

PKS Piyungan Taubat

Safira Rosa Masrucha, Dubes RI untuk Aljazair:

Saya melihat orang segitu banyak enjoy semua. Dari banyak kalangan, dari banyak negeri. Mereka datang menikmati tradisi Islam dan Islam tradisi yang berkembang di Indonesia. Acara begini adalah kebutuhan mendesak, perlu dikembang ke depan.

Husnan Bey Fananie, Dubes RI untuk Azerbaijan:

Ini bukan sekadar acara. Ini momentum untuk yang memperkenalkan Islam di Indonesia. Dunia belum tahu Islam di Indonesia seperti apa. Banyak yang membayangkan kayak di Timur Tengah. Kita multibudaya yang tidak ada di negeri Muslim lain dan damai dengan segala dinamikanya.?

Seminar ini kerja taktis dan diplomatis yang sangat jitu dalam menghadapi persepsi jelek tentang Islam. Islam sebagai inspirasi damai di Indonesia harus disuarakan dengan lantang dan konsisten. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Internasional, Doa PKS Piyungan Taubat

Jumat, 09 Februari 2018

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung

Jakarta, PKS Piyungan Taubat 



KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)menjadi presiden sekitar 22 bulan. Dalam tempo cukup singkat, Gus Dur ini mampu melakukan banyak hal. Di antaranya ia meloloskan buruh migran Indonesia, Siti Zaenab, dari jeratan hukuman mati  terkait kasus pembunuhan di Arab Saudi. 

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung

Saat itu, upaya yang dilakukan Gus Dur dengan cara langsung menelepon Raja Arab Saudi, yakni meminta untuk membatalkan eksekusi terhadap Siti Zaenab. Atas diplomasi Gus Dur ke Raja Arab itu, hukuman mati terhadap Zaenab pun ditunda. 

Namun, sekitar 14 tahun kemudian seusai Gus Dur dilengserkan dari kursi presiden, tepatnya (14/4/2015) pada pemerintahan Joko Widodo, nyawa Siti Zaenab tak dapat tertolong. Zaenab pun di vonis hukuman mati. 

Kehebatan diplomasi Gus Dur terhadap Raja Arab Saudi tersebut yang membela buruh migran ternyata masih membekas di ingatan Sekretaris Jenderal Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Siti Musdah Mulia. 

PKS Piyungan Taubat

Musdah menilai, Gus Dur bukan hanya penggagas tapi juga langsung praktik, bertindak. 

"Seperti kasus TKW ini, Gus Dur tuh langsung telepon raja, " katanya saat mengisi acara Diskusi Publik di aula Griya Pergerakan Gus Dur Jl Taman Amir Hamzah No.8, Jakarta Pusat, Kamis (9 /11) dengan tema " Gus Dur dan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan”. 

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, tindakan Gus Dur, bukan model orang yang menghabiskan waktunya untuk berpikir dulu. 

"Ini satu kehebatan Gus Dur yang gak bisa saya lupakan," katanya mengenang. 

Kepedulian Gus Dur terhadap buruh migran, juga dibuktikan dengan menjadikan rumahnya sebagai tempat berteduh untuk sejumlah TKW. 

"Rumahnya jadi tempat berteduh sejumlah TKW di Ciganjur sana," katanya. 

Selain Siti Musdah Mulia, hadir juga menjadi pembicara Wakil Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Ahmad Suaedy, dan Direktur Eksekutif Maarif Institute for Culture and Humanity Fajar Riza Ul Haq. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Hadits PKS Piyungan Taubat

Rabu, 31 Januari 2018

Kopri PMII DIY Tolak Perayaan dengan Sanggul dan Kebaya

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Dalam rangka memperingati hari Kartini, Kopri (Korp PMII Putri) Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerjasama dengan berbagai organisasi dan komunitas Yogyakarta, menggelar acara “Malam untuk Kartini: Membaca Surat-Surat Kartini Dan Melanjutkan Perjuangan Kemerdekaan Perempuan” di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Ahad (21/04/13) malam.

Menurut ketua umum Kopri DI Yogyakarta Icha Sulaiman, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membongkar kebohongan-kebohongan sejarah tentang Kartini yang selama ini telah dibuat oleh para penguasa orde baru.

Kopri PMII DIY Tolak Perayaan dengan Sanggul dan Kebaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII DIY Tolak Perayaan dengan Sanggul dan Kebaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII DIY Tolak Perayaan dengan Sanggul dan Kebaya

“Maka kembali menyerukan membaca surat-surat Kartini, melihat kembali dengan kritis apa yang dikehendakinya, dan tentu meneruskan perjuangannya adalah hal yang penting demi melawan mainstream yang telah mengakar selama ini,” tutur Icha, sapaan akrab ketua Kopri DI Yogyakarta tersebut.   

PKS Piyungan Taubat

Acara malam itu memang terlihat berbeda dengan mayoritas acara peringatan hari Kartini selama ini, dimana hampir semua pelaksanaanya adalah dengan mengadakan acara berkebaya, bersanggul, masak-memasak, rias-merias, dan sebagainya. Menurutnya, perayaan semacam itu malah akan semakin mendukung domestikasi perempuan, yang sejatinya begitu ditentang oleh Kartini dalam surat-suratnya. 

“Justru kegiatan semacam itu yang sebenarnya bertentangan dengan nilai yang terkandung dalam surat-surat Kartini. Jadi, agenda ini memang kami gelar tanpa sanggul, kebaya, masak-memasak ataupun rias-merias ala orde baru, dan kami menentangnya. Melanjutkan perjuangannya, melawan kekerasan seksual dan pemiskinan terhadap perempuan adalah kepentingan kami. Kartini sudah memulai, mari kita lanjutkan perjuangannya,” tandas perempuan yang saat ini sedang menjalankan studi di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

PKS Piyungan Taubat

Adapun selain pembacaan 21 surat Kartini kepada sahabatnya; Stella oleh perempuan-perempuan dari berbagai komunitas, acara ini juga dimeriahkan oleh sejumlah aktifis laki-laki PMII dengan membacakan orasi dan puisi tentang perempuan.

“Hari Kartini tidak hanya milik kaum perempuan, tapi milik kita semua. Dan dalam konsep agama apapun, sebenarnya sangat menjunjung tinggi perempuan. Sejarah telah membuktikan, bahwa banyak sektor yang telah dipelopori oleh perempuan, seperti pertanian. Maka Kartini merupakan contoh yang patut kita tiru selanjutnya”, papar Imam S Arizal selaku Ketua Umum Cabang PMII DI Yogyakarta dalam orasinya. 

Acara berlangsung dengan santai dan ramai. Selain karena lokasi yang tepat berada di kawasan titik nol kilometer sebagai pusat keramaian kota Yogyakarta, seluruh peserta yang hadir begitu antusias membacakan surat-surat Kartini.

Para peserta juga terlihat begitu menikmati, serta merespon positif acara tersebut. Mila, salah seorang peserta pembaca surat Kartini yang berasal dari komunitas Sarinah, menuturkan bahwa ia sangat mendukung gerakan semacam ini. 

“Saya menilai kegiatan semacam ini positif. Walaupun tidak memberikan bukti kongkrit, tapi setidaknya ada upaya pelurusan terhadap kegiatan perayaan dan pemaknaan tentang perjuangan Kartini yang telah menjamur dalam masyarakat selama ini. Salah satunya adalah dengan membaca kembali surat-surat Kartini”, papar perempuan yang merupakan mahasiswa Filsafat UGM tersebut. 

Para panitia penyelenggara kegiatan ini juga mengharapkan bahwa kegiatan malam itu bukan sebatas seremonial belaka, dimana terjadi ke-mandeg-an setelah acara selesai dan tidak ada tindak lanjut. 

“Kita akan dan harus tetap memperjuangkan cita-cita Kartini, dan ke depan akan tetap diadakan diskusi sebagai kelanjutan dari kegiatan ini”, tutur salah seorang panitia di penghujung acara.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Anti Hoax, Internasional PKS Piyungan Taubat

Selasa, 30 Januari 2018

Argumentasi Peringatan Maulid Nabi

Secara istilah Maulid nabi Muhammad SAW merupakan perayaan kelahiran baginda Nabi SAW, dengan tujuan mengingat sirah beliau untuk menanamkan kecintaan kepadanya, serta mempraktikkan seluruh ajarannya.

Ada sejarah tersendiri dari perayaan Maulid Nabi SAW. Menurut beberapa pendapat orang yang pertama kali mengadakan perayaan maulid Nabi SAWadalah Syaikh bin Muhammad Umar al-Mulla (Abad 6 H) dan kemudian diikuti oleh Raja Irbil (Malik Mudzaffar Abu Sa’id al-Kukkburi bin Buktikin).

Argumentasi Peringatan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Argumentasi Peringatan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Argumentasi Peringatan Maulid Nabi

Namun pada hakikatnya perayaan maulid, sudah dilakukan oleh Nabi SAW sebagai shahib maulid itu sendiri. Beliau merayakan kelahirannya dengan berpuasa pada tiap hari senin, tidak dalam bentuk seremoni perayaan maulid Nabi SAW seperti yang dilakukan oleh raja Irbil dan kemudian terlaksan hingga saat ini.

Dibalik dari perayaan maulid Nabi SAW ini sendiri tidaka hanya sekedar perayaan seperti biasanya, namun ada beberapa keutamaan dan faedah dari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Sebelum itu, didalam perayaan maulid Nabi SAW ada beberapa unsur yang terkandung didalamnya diantaranya kebaikan, atau bahkan unsur syara’ seperti membaca al-Qur’an, shalawat, sedekah, nasihat, silaturrahmi, dan mengingat sejarah Rasulullah SAW dan mensyukuri lahirnya beliau. (Hal: 56)

Adapun keutamaan dan faedah dari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, sebagaimanaberikut: (1) Pembacaan sirah Nabawiyah (2) Pembacaan shalawat Nabi SAW

PKS Piyungan Taubat

(3) Kebaikan sosial (4) Pembacaan al-Qur’an dan lain-lain (5) Memperoleh hikmah dari kisah-kisah orang yang mmengagungkan Maulid Nabi SAWdan (6) Menghadirkan ruh Nabi SAW.

Sedangkan hikmah merayakan Maulid Nabi SAW pada hari Senin adalah:

PKS Piyungan Taubat

Pertama, sebagaimana tertera dalam hadis bahwa Allah SWT menciptakan pepeohonan pada hari Senin, dan hal itu merupakan peringatan besar bahwa penciptaan rezeki-rezeki, makanan-makanan pokok, serta kebutuhan primer yang lainnya.

Kedua, lafadz “rabi” dari pecahan kata rabi’ul awwal merupakan isyarat kebaikan serta tafa’ul (berharapan baik).

Ketiga, bulan Rabi’ adalah paling seimbangnya cuaca bulan diantara beberapa bulan, sedangkan syari’at Nabi SAW adalah paling seimbangnya syari’at diantara beberapa syari’at.

Keempat, Allah SWT menghendaki untuk memuliakan bulan ini dengan kelahiran Nbi SAW.

Mayoritas ummat Islam dipenjuru dunia ini merayakan maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan menjadi rutinitas tahunan yang ditepatkan pada bulan Rabi’ul Awwal namun ada sebagian kelompok Salafi Wahabi yang menolak keras terhadap perayaan Maulid Nabi SAW ini dengan dalih bahwa perayaan semacam ini tidak pernah dilakukan dan dipraktekkan oleh Nabi SAW sendiri bahkan para sahabat, tabi’in, dan semua orang yang hidup akhir era generasi salaf.

Seremonial perayaan Maulid Nabi SAW memang tidak pernah dilakukan oleh Nabi SAW dan sahabatnya. Akan tetapi nilai-nilai serta komponen-komponen yang terkandung didalam perayaan Maulid Nabi SAW ini merupakan anjuran syara’. Perayaan hanyalah sebuah seremonial yang membungkus dan mewadahi serangkaian ibadah-ibadah yang terlaksana didalamnya. (Hal 98)

Melihat dari buku ini ada beberapa poin yang membuat buku ini memang layak untuk dibaca oleh semua kalangan mulai dosen, ustadz, santri, dan para stakeholder yang lain yang ingin tahu tentang dalil-dalil maulid Nabi. Kelebihan lain buku ini adalah bahwa pemaparan dari semua isi serta pokok pemikiran yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembacaa sangat ? jelas alias tidak berbelit-belit sehingga mudah difahami oleh pembacanya dan serasa enak dan mengalir.

Namun, disamping itu, ada beberapa poin kekurangan dari buku ini, yaitu: banyaknya penulisan ayat al-Qur’an serta hadis yang ditulis tanpa harakat atau tanda baca, sehingga membuat sebagian pembaca tidak mengerti apa yang di maksud dari penjelasannya. ? Serta ada beberpa tata bahasa dan penulisan yang kurang tepat. Serta desain sampul yang kurang sempurna. Wallahu’alam.?

Judul : Argumentasi Peringatan Maulid Nabi Bantahan Terhadap Salafi-Wahabi

Penulis : M. Baits Kholili dan M. Faiz Nasir

Penerbit : Surabaya, Pustaka Radja

Cetakan ? : Agustus 2016

Tebal : xii + 114 halaman

Peresensi : Yunidan Halimah, Mahasantri Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember dan Mahasiswa IAIN Jember.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, Habib, Internasional PKS Piyungan Taubat

CBDRMNU Finalisasi Modul Penanggulangan Bencana

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Setelah bekerja keras hampir satu tahun, akhirnya modul penanggulangan bencana ala NU yang berbasiskan pesantren dan masyarakat difinalisasi dalam wokshop ke 3 yang diselenggarakan mulai 18-20 Juni di Bandung,

Program Manager Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU) Avianto Muhtadi menjelaskan bahwa konsep penanganan bencana yang dikembangkan oleh NU lebih bersifat preventif, bukan emergency response.

Untuk menyusun modul ini, tim CBDRMNU telah melakukan survey ke tiga pesantren percontohan, melakukan ToT kepada para santri dan selanjutnya para santri juga sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat di sekitarnya. Masing-masing tahapan tersebut memberikan masukan yang sangat berharga dalam penyusunan modul.

CBDRMNU Finalisasi Modul Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
CBDRMNU Finalisasi Modul Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

CBDRMNU Finalisasi Modul Penanggulangan Bencana

Pesantren percontohan juga dipilih berdasarkan karakteristik kerawanan bencana yang berbeda. Pesantren Assidiqiyah Jakarta dipilih mewakili ancaman bencana banjir dan kebakaran. Pesantren Darussalam Watucongol dipilih mewakili ancaman bencana gunung berapi sedangkan Pesantren Nurul Islam dipilih mewakili ancaman bencana tanah longsor.

Ketua Banser DKI ini menjelaskan penanganan bencana berbasis komunitas yang dikembangkan oleh NU ini melibatkan tiga fihak dimasing-masing lokasi, yaitu pesantren, PCNU setempat dan masyarakat. Karena itu, dalam workshop ini masing-masing kelompok diwakili oleh 2 orang.

Dalam pertemuan finalisasi ini, masih terdapat masukan dari tiga pesantren yang menjadi proyek percontohan. Untuk Ponpes Assiddiqiyah mereka membuat program pengurukan dan pembersihan kali. Untuk pesantren Nurul Islam mereka meminta adanya reboisasi guna mencegah terjadinya banjir sedangkan Ponpes Darussalam Watucongol meminta dibuatkan jalur evakuasi.?

PKS Piyungan Taubat

Avianto menjelaskan sejauh ini AusAid sebagai penyandang dana untuk program ini telah berkomitmen untuk membantu program awal penanggulangan bencana yang diusulkan oleh masing-masing pesantren, namun dana yang diberikan sifatnya hanya sebagai pancingan. Selanjutnya pesantren dan masyarakat diharapkan dapat mengembangkannya upaya penanggulangan bencana ini dengan melibatkan elemen masyarakat lainnya seperti Satlak dan Pemda setempat.

PKS Piyungan Taubat

“Mereka kita jadikan ujung tombak NU dalam penanggulangan bencana berbasis pesantren. Kita tidak hanya berwacana dalam kelas, tatapi action langsung di lapangan, Sasat ini sudah 500 orang santri dan masyarakat yang sudah dilatih menangani bencana,” tandasnya.

Kendala yang masih dihadapi saat ini adalah status kelambagaan yang menaunginya karena dalam NU, belum ada lembaga khusus yang menanganinya “Mereka menanyakan bagaimana kelembagaannya, dimana keterlibatan PCNU dan pesantren serta masyarakat sementara NU tidak memiliki lembaga khusus ini,” tuturnya.

Modul yang rencananya akan dikembangkan ke 15 pesantren ini materinya berisi pengenalan bencana, preparedness, aspek teologis, penyadaran lewat moral dan akhlak, sama apa yang harus dilakukan, dan pengorganisasian masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut 18 orang yang mewakili tiga lokasi rawan bencana sedangkan para pembicara datang dari PBNU, ITB dan LSM peduli bencana dan lingkungan seperti ACF dan Walhi. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 27 Januari 2018

Kisah Pengajian dan Wayang

Tahun 1970-an, di Cianjur ada seorang ajengan masyhur, karena kedalaman ilmunya. Ia dikenal dengan dengan julukan Mama Ajengan Ciharashas, atau Ajengan KH Muhammad Syuja’i.?

Mama Ajengan Ciharashas (yang pernah berguru pada Mama Ajengan KH Syatibi Gentur, Cianjur, guru ulama-ulama di Jawa Barat), memiliki ribuan santri dari bebagai pelosok Nusantara. Selain mengajar, ia sering memberi ceramah umum di pengajian semisal muludan, rajaban, hingga pesta pernikahan atau sunatan di pelosok-pelosok kampung.?

Pada suatu ketika, ia mendapat undangan ceramah di wilayah Cianjur. Tak dinyana, panggung tempat ia berceramah berhadapan dengan panggung pementasan wayang golek. Dua acara berbarengan ini hanya terhalang jalan raya.?

Kisah Pengajian dan Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Pengajian dan Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Pengajian dan Wayang

Meski demikian, Mama Ajengan Ciharashas tetap menjalankan tugasnya berceramah. Begitu pula dalang wayang golek. Keduanya berjalan sebagaiamana mestinya. Hadirin dari berbagai tempat datang untuk tujuan masing-masing, sebagian berniat menyimak ceramah, sebagian menonton wayang golek. Tak ada gegeran karena perbedaan.

PKS Piyungan Taubat

Namun, ketika Mama Ajengan Ciharashas berceramah, penonton wayang golek berbondong-bondong pindah dan menyimak pengajiannya. Padahal ia tak mengimbaunya. Apalagi mengharamkan wayang golek. Ia mengaji sebagaimana ia mengajar santrinya.

Salah seorang panayagan (pengiring musik wayang golek) yakni tukang rebab, kepincut pengajian Mama Ajengan Ciharashas. Ia bernama Sulaiman, biasa dipanggil Eman. Ayahnya seoorang kades di salah satu desa Cianjur. Kades pecinta seni yang mengarahkan anak-anaknya pada kesenian.

PKS Piyungan Taubat

Ketika ceramah Mama Ajengan selesai, Eman mendatanginya. Ia lalu menceritakan niatnya menjadi santri.

Menurut Ajengan Hasybi Hizbullah, pengasuh pesantren Asyroful Huda, Sukaraja, Sukabumi, Eman adalah teman semasa ia menjadi santri Ciharashas. Hasybi bersaksi, tukang rebab tersebut sangat rajin mengaji dan muthola’ah. Saking rajinnya, ia sering meninggalkan makan.?

“Santri-santri sering menanak nasi untuk dia. Tapi ketika diajak makan, ia selalu bilang ‘nanti saja.’ Kemudian disisain. Tapi tak dimakan pula. Sampai jadi oncom (berjamur) nasi itu,” papar Hasybi.

Eman kemudian menjadi santri kesayangan Mama Ajengan. Ia dinikahkan dengan salah seorang adiknya.? Selanjutnya ia diangkat menjadi pengajar pesantren tersebut. Santri-santri memanggilnya mama ajengan anom (kiai muda).

Karena Mama Ajengan Ciharashas tidak memiliki putra dan putri, ia menjadi pelanjut kepemimpinan pesantren.

“Mama Ajengan Anom terkenal dengan shalatnya yang khusuk. Kalau shalat itu, satu rakaat bisa 5 menit. Jadi kalau shalat isya bisa 20 menit. Kalau shalat Subuh bisa lebih lama lagi,” jelas Hasybi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kyai, Internasional PKS Piyungan Taubat

Kamis, 25 Januari 2018

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III)

Jakarta, PKS Piyungan Taubat 

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menceritakan tentang toleransi dalam Islam kepada para personel grup musik Wali yang bersilaturahim ke PBNU beberapa waktu lalu. Kiai Said mencontohkan toleransi pada zaman awal Islam dan dilakukan langsung Nabi Muhammad SAW sendiri. 

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III) (Sumber Gambar : Nu Online)
Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III) (Sumber Gambar : Nu Online)

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III)

Menurut Kiai Said, Nabi Muhammad pernah berkata, pada suatu saat nanti agama Islam akan sampai ke Mesir dengan tangan Umar bin Khatab.

“Islam akan sampai ke Mesir berkat tanganmu, Umar, berkat perjuanganmu,” ceritanya kepada manajer Wali dan personelnya yaitu Apoy yang ditemani Farhan ZM atau Faank (vokalis), Ihsan Bustomi, dan Hamzah Shopi, serta manajemen Wali, di ruangan Kiai Said, lantai tiga gedung PBNU, Jakarta, Rabu sore (18/1).

(Baca: Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian I))

PKS Piyungan Taubat

Namun, kata Kiai Said, Nabi Muhammad mengingatkan Umar agar menjaga kehormatannya Kristen Qibthi (sekarang disebut Koptik). Mereka jangan dimusuhi. Amanat Nabi Muhammad itu dijaga sampai sekarang oleh umat Islam Mesir. 

“Perang Salib pernah terjadi, tapi Kristen Koptik tidak diganggu,” lanjut kiai asal Cirebon, Jawa Barat tersebut. 

Pada peristiwa lain, Kiai Said menceritakan Nabi Muhammad ketika mendapatkan kemenangan, yaitu Fathu Mekkah. Ketika Nabi Muhammad masuk mekkah, sebagian sahabatnya ada yang menganggap bahwa hari itu adalah untuk membalas dendam kepada kafir Mekkah. Dendam itu dalam bentuk membunuh kepada orang yang telah melakukan pembunuhan kepada orang Muslim (qishas).

Namun, Nabi Muhammad tidak membenarkan anggapan sahabat tersebut. Hari itu, menurut Nabi adalah hari silaturahim umat Islam dengan penduduk Mekkah.

PKS Piyungan Taubat

“Enggak, hari ini hari membangun silaturahim, semua penduduk Mekkah saya maafkan,” ungkap Kiai Said mengumpamakan perkataan Nabi Muhammad.

(Baca: Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian II))



Sebelum kedatangan Nabi Muhammad ke Mekkah itu, lanjut Kiai Said, ada 15 penduduk Mekkah yang kabur karena ketakutan. Lima belas orang tersebut menyangka bahwa kaum Muslimin akan melakukan pembalasan. Di antara yang kabur tersebut Ikrimah, anaknya Abu Jahal. 

“Yang lari, dijemput, saya maafkan, saya maafkan,” lanjut Kiai Said, mengumpamakan ungkapan Nabi Muhammad.

Menurut Kiai Said, NU adalah Ahlussunah wal-Jama’ah. Prinsipnya moderat dan toleran, menjalin persaudaraan sesama uamt Islam, sesama warga bangsa, sesama manusia. 

“Jadi, NU Tidak ada celah untuk radikal, toleran, moderat. Cita-citanya membangun persaudaraan sebangsa setanah air. Jadi, radikal tidak akan hidup di NU,” tegas Kiai Said. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Islam, Internasional PKS Piyungan Taubat

Jumat, 19 Januari 2018

#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter

Jakarta, PKS Piyungan Taubat 



Meski wafat tujuh tahun lalu, KH Abdurrahman Wahid masih terus hadir, kendati hanya cerita atau kutipan pembicaraannya, tulisannya, dan pemikirannya. Seperti hari ini, Jumat (4/8), Gus Dur diungkapkan warga dunia maya hingga merajai trending topic di media sosial Twitter dengan tagar #HarlahGusDur.  

Saat berita ini ditulis, tagar tersebut menempati urutan pertama di Twitter Indonesia. Warga dunia maya ada yang ngetwitt ungkapan pribadi tentang Gus Dur, ungkapan Gus Dur sendiri, menautkan foto bersama Gus Dur, video, atau quote Gus Dur.   

#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter

Dedi Mulyadi misalnya, melalui akun ?@DediMulyadi71, ngetwit dengan mencantumkan foto bersama Gus Dur. Bupati Purwakarta itu mengatakan, “Beliau tidak pergi, senantiasa ada di hati, menyejukan lewat petuahnya, menebar bahagia dengan humornya #HarlahGusDur.”

Akun Pengagum Gusdur? @KangMishbah1, melakukn kultwitt. Pada twitt ketujuh ia mengatakan, “Pkaian bliau yaitu kjujuran. Prinsip ksukaannya adalh kterbukaan. Smua klompok bliau rangkul, trmasuk yg dlu prnah mmukul #HarlahGusDur”.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ulil Abshar Hadrawi, Gus Dur masih dibicarakan orang karena ia fenomenal. Pemikiran dan tindakan Gus Dur selalu menjadi teladan. Pemikirannya berusia panjang karena bersumber dari hati yang jernih. Tema-temanya sepanjang masa, seperti tema kemanusiaan. 

“Dia tidak hanya mikirin NU, tapi yang lebih besar, yaitu bangsa dan dunia,” katanya di gedung PBNU, Jakarta.  

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri juga turut serta pada ngetwitt bareng harlah Gus DUr ke-77 tersebut. Kiai yang akrab disapa Gus Mus itu ngetwitt: “Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin besar rasa toleransinya. "K. H. Abdurrahman Wahid" #HarlahGusDur”. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Ulama, Internasional PKS Piyungan Taubat

Minggu, 14 Januari 2018

1.100 Anggota Banser Lampung Siaga di 11 Titik Mudik

Bandar Lampung, PKS Piyungan Taubat. Ketua PW GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim, di Bandar Lampung, Ahad (3/7) menyatakan, pihaknya mempersiapkan 11 pos komando (posko) untuk melayani pemudik di wilayah tersebut.

1.100 Anggota Banser Lampung Siaga di 11 Titik Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
1.100 Anggota Banser Lampung Siaga di 11 Titik Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

1.100 Anggota Banser Lampung Siaga di 11 Titik Mudik

"Dari 15 pimpinan cabang, hanya empat yang tidak mendirikan Posko mudik karena sebagian besar bukan titik utama yang dilintasi kendaraan pemudik," ujar panglima tertinggi Gerakan Pemuda Ansor Lampung itu didampingi Kasatkorwil Tatang Sumantri.

100 Barisan Ansor Serbaguna (Banser), ujar Tatang menambahkan, telah diintruksikan untuk bisa menjaga posko secara bergantian. "Jika bisa, 24 jam ada Banser di posko mudik. Empat pimpinan cabang yang tidak mendirikan Posko mudik ialah PC GP Ansor Lampung Selatan, Lampung Barat, Metro dan Tulang Bawang Barat," kata dia lagi.

Di Way Kanan, pendirian Posko mudik telah disampaikan kepada Ketua PCNU KH Nur Huda, jajaran dewan penasehat, Yozi Rizal, Iskardo P Panggar, Darul Hafiz, dan Bupati Raden Adipati Surya serta mendapat tanggapan positif.

PKS Piyungan Taubat

Berdasarkan data di lapangan dihimpun Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Way Kanan yang juga Ketua PAC Ansor Way Tuba Agung Rahadi Hidayat, sepanjang jalan lintas Sumatera, Kecamatan Gunung Labuhan yang berbatasan dengan Kabupaten Lampung Utara hingga Kecamatan Way Tuba yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, tercatat ada tujuh posko mudik, salah satu adalah posko mudik Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU).

Posko KBNU Way Kanan bertajuk Islam Rahmatan Lil Alamin, para pemudik yang lelah dipersilakan singgah guna menghindari hal tidak diinginkan. Dikoordinatori Wakil Kepala Satkorcab Banser Ponimin, Posko tersebut berada di depan Gedung PCNU, Jalan Lintas Sumatera, Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu menyediakan tempat sholat, istirahat, parkir dan MCK secara cuma-cuma.

Berikut daftar kontak posko mudik berada di Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Way Kanan tahun 2016. Posko RM Simpang Setia (0813 6901 5992) dan RM Posko RM Ngawi (0852 6748 8106), keduanya berada di Way Tuba. Posko RRI (0812 1211 7321) dan Posko Bina Marga Bedeng Alang-Alang (0821 8129 4883) keduanya berada di Kecamatan Blambangan Umpu.

PKS Piyungan Taubat

Lalu di Kecamatan Baradatu ada dua Posko, yakni Posko KBNU (0853 8200 8080/081379486987) dan Posko Gunung Katun (0821 7975 3828). Dan satu Posko di Kecamatan Gunung Labuhan (9119).

Untuk Puskesmas yang berada di sekitar jalan lintas Sumatera tercatat ada lima, Gunung Labuhan (085369415545), Baradatu (081272300302), Blambangan Umpu (08127826213) dan Bumi Baru (085279513282), lalu Way Tuba (0813 6763 1859).

Adapun untuk rumah sakit dan klinik berada di sekitar jalan lintas Sumatera, RSUD Z.A. Pagar Alam (085269508444), Klinik Gusna Medika Umpu Kencana, Blambangan Umpu (0822 8274 4443), Klinik AMC Blambangan Umpu (081373205690) dan RS Haji Kamino (081272095786). (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Nusantara, Internasional PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah

Batam, PKS Piyungan Taubat. Tim kerja PBNU untuk pemberdayaan masyarakat desa mengizinkan para relawan pendamping desa yang dibentuk oleh NU direkrut oleh pemerintah. Meski demikian ditegaskan sejak awal pembentukan relawan NU di tiap ranting itu tidak terkait dengan program pemerintah.

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah

Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU yang juga ketua tim kerja PBNU untuk pemberdayaan masyarakat desa Yahya Ma’shum mengatakan, Surat Edaran PBNU kepada PCNU di kabupaten/kota untuk membentuk relawan pendamping desa di setiap pengurus ranting NU dirancang jauh sebelum Kementerian Desa dan PDT meluncurkan program pendamping desa.

Soal peristilahan yang mirip, menurut Yahya itu wajar saja. “Istilah ‘pendamping’ adalah nomenklatur umum, sudah lebih dulu digunakan oleh ormas dan LSM. Tapi yang membedakan kita dengan pemerintah yakni ada kata ‘relawan’nya,” kata Yahya di sesi akhir Rakernas V Lakpesdam NU di Batam, Kamis (16/4).

PKS Piyungan Taubat

Menurut Yahya, relawan desa bekerja secara swadaya dan mandiri. Tugas relawan pendamping desa yang dibentuk oleh NU adalah memberikan pendidikan dan informasi terkait dengan persoalan pembangunan, bukan hanya soal undang undang desa.

PKS Piyungan Taubat

“Relawan pendamping desa ini akan menginformasikan kepada warga NU melalui pranata sosial yang sudah ada di NU. Seperti melalui jamah tahlil, yasinan, diba’iyah, atau kelompok tani. Jadi kita tidak menggunakan pranata yang baru,” ujarnya.

“Kita juga akan melakukan advokasi bagaimana dana desa yang dialokasikan benar-benar memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat, yang diantaranya adalah warga NU,” tambahnya

Para peserta Rakernas dari berbagai daerah menanyakan, bagaimana jika relawan direkrut oleh pemerintah? Menurut Yahya, PBNU mengizinkan para relawan pendamping desa NU ikut bergabung menjadi relawan desa yang direkrut secara resmi oleh pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. “Malah bagus itu. Berarti performance kita diakui oleh pemerintah,” kata Yahya.

“Apa kita bisa ke sana (menjadi pendamping desa yang direkrut oleh pemerintah) itu terserah. Yang jelas program NU relawan pendamping desa NU ini tidak ada hubungannya dengan pemerintah,” tambahnya.

Dalam forum itu seorang peserta Rakernas dari Maluku menyampaikan pertanyaan dari daerah-daerah mengenai Surat Edaran PBNU yang mensyaratkan relawan pendamping desa NU harus memenuhi kualifikasi pendidikan S1.

“Sudah kita pikirkan masak-masak. Kenapa harus S1? Agar relawan pendamping desa kita ini mempunyai kepercayaan tinggi. Agar ita tidak direndahkan, kita equal. Kita ingin mendobrak stigma yang tidak menguntungkan kita,” kata Yahya. Para peserta Rakernas dalam kesempatan itu memastikan bahwa di tiap ranting NU telah mempunyai calon kader relasan pendamping desa yang telah menempuh pendidikan setingkat S1.

Sesi terakhir Rakernas V Lakpesdam di Batam memang secara khusus membahas mengenai desa, khususnya terkat dengan implementasi UU Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD). Salah satu narasumber Eman A. Rahman sebelumnya menjelaskan berbagai perkembangan terbaru terkait dana desa itu. Beberapa kelurahan, misalnya mengajukan diri untuk berubah status menjadi desa agar bisa mendapatkan dana desa itu. (A. Khoirul Anam)

?

Foto: Yahya Mashum memberikan penghargaan kepada PC dan PW Lakpesdam yang dinilai telah sukses melakukan program penembangan sumberdaya manusia dan kaderisasi NU.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Santri, Nasional PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Kader Fatayat NU Brebes Diimbau Gunakan Hak Pilih

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Dalam peringatan harlah ke-64 yang diselenggarakan Fatayat NU Brebes, Ahad (8/9), Sekretaris I PP Fatayat NU Hj Nur Nadhifah mengimbau kader Fatayat NU Brebes untuk menyukseskan Pilpres 2014. Pemudi NU, menurutnya, harus terlibat aktif dalam Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 mendatang.

Kader Fatayat NU Brebes Diimbau Gunakan Hak Pilih (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Fatayat NU Brebes Diimbau Gunakan Hak Pilih (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Fatayat NU Brebes Diimbau Gunakan Hak Pilih

Nadhifah menyarankan mereka mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada waktunya kelak untuk menggunakan hak pilihnya.

“Secara kelembagaan, Fatayat NU tetap netral. Namun kita dituntut untuk menjadi pemilih cerdas. Dalam artian, pilihlah capres-cawapres yang manfaatnya lebih besar dan mudharatnya lebih kecil,” terang Nazhifah kepada ratusan kader Fatayat NU Brebes di halaman Balai Desa Jatibarang Lor, Brebes.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengingatkan kader Fatayat NU Brebes untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah.

PKS Piyungan Taubat

“Jangan sampai keluarga besar Fatayat NU berpecah belah hanya karena perbedaan pilihan,” tandas Nazhifah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Rabu, 03 Januari 2018

Ansor Way Kanan Paparkan Migrasi Aman

Way Kanan, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan, di Blambangan Umpu, Kamis (30/10) memaparkan migrasi aman kepada puluhan anggota Darma Wanita Persatuan (DWP) di daerah yang berada di ujung utara Provinsi Lampung itu.

Ansor Way Kanan Paparkan Migrasi Aman (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Paparkan Migrasi Aman (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Paparkan Migrasi Aman

"Manusia bukan sampah tapi makhluk bermartabat. Perdagangan orang harus dihentikan," ujar Direktur Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Kabupaten Way Kanan Heri Amanudin.

Perdagangan orang atau human traficking, demikian Heri menjelaskan, ialah pengrekrutan, pengangkutan, pemindahan, penampungan atau penerimaan manusia melalui ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk lain pemaksaan, penculikan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau pemberian atau penerimaan pembayaran atau manfaat guna mendapatkan persetujuan seseorang yang memiliki kuasa atas orang lain.

PKS Piyungan Taubat

"Bentuk-bentuk perdagangan orang yang umum terjadi ialah eksploitasi seksual, antara lain, pelacuran, pelecehan seksual dan lain sebagainya. Namun adapula eksploitasi fisik hingga organ tubuh," papar Heri.

Guna menghindari perdagangan orang, ujar Heri lagi, setiap mau berangkat keluar negeri harus diketahui dengan jelas agennya, calon pekerja harus memenuhi syarat-syarat migrasi aman, yakni terlengkapinya data diri hingga surat dari institusi terkat yang jelas.

PKS Piyungan Taubat

PC GP Ansor Way Kanan bekerja sama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia dan Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM untuk mengkampanyekan migrasi aman di daerah yang memiliki 227 kampung/kelurahan dari 14 kecamatan yang berada di sebelah utara Kabupaten Lampung Utara tersebut selama satu tahun. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Foto: Direktur Program Ansor Digdaya Way Kanan Heri Amanudin menyampaikan materi migrasi aman

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Senin, 01 Januari 2018

Depag Minta Tambahan Rp 46 M untuk Musim Haji 2007

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Departemen Agama (Depag) meminta tambahan anggaran Rp 46 miliar untuk pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan untuk keperluan musim haji tahun ini. Anggaran itu untuk melengkapi total anggaran yang direncanakan sebelumnya yakni Rp 106 Miliar.

"Setelah mendapat laporan dari Depkes, Depkes menyatakan dana itu (Rp 106 Miliar) masih kurang. Kami meminta persetujuan DPR untuk merevisi anggaran sebanyak Rp 46 miliar," pinta Menteri Agama Maftuh Basyuni, dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/5).

Depag Minta Tambahan Rp 46 M untuk Musim Haji 2007 (Sumber Gambar : Nu Online)
Depag Minta Tambahan Rp 46 M untuk Musim Haji 2007 (Sumber Gambar : Nu Online)

Depag Minta Tambahan Rp 46 M untuk Musim Haji 2007

Angka itu, menurut Maftuh, akan dipergunakan untuk perbaikan pelayanan kesehatan, seperti halnya menyewa ambulans dan rujukan ke rumah sakit di embarkasi. Selain itu, juga untuk kegiatan pendukung operasional kesehatan di Tanah Air. "Kami ingin memberikan yang terbaik. Jika masih perlu kami harus meminta lagi," terangnya.

Namun demikian, DPR tidak langsung mengangguk setuju. Anggota DPR Komisi VIII menyorot efektifitas penambahan anggaran itu.

"Anggaran itu kan sudah di Depkes. Itu sudah ada. Kenapa Depag juga ikut minta. Lagian, dari rincian kebutuhan kok nggak ada yang nyambung dengan kesehatan," seloroh pimpinan Komisi VIII DPR Farhan Hamid.

Dalam rancangan revisi itu, Menag menginventarisir kebutuhan di luar pos kesehatan, seperti yang disinyalir Farhan. Antara lain untuk penyusunan rancangan peraturan pemerintah sebagai pelaksana UU Haji, pengelolaan aset Ditjen Haji di pusat dan daerah, serta peningkatan SDM pengelola Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, tim khusus pencari penginapan bagi jamaah haji Indonesia terus bekerja. Hingga Rabu, 16 Mei 2007, tim bentukan Depag itu telah merampungkan 70 persen dari jumlah kebutuhan total 210.000 jamaah haji.

"Sampai tanggal 14 Mei, tim kami bekerja hingga 65 persen atau masih kurang 63.000 jamaah. Ini kami baru dapat laporan hingga hari ini, telah mencapai 70 persen atau kurang 60.000 jamaah lagi," kata Maftuh.

PKS Piyungan Taubat

Ribuan pemondokan itu tersebar di berbagai wilayah seperti yang terbanyak di Misfalah (36.572 jamaah) dan Bahutmah. Keduanya berada di Mekah. Pemondokan itu diperlukan bagi jamaah haji Indonesia yang meningkat 5.000 jamaah dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kami harap tim dari Depag memperhatikan persoalan penginapan. Harus benar-benar yang terbaik, jangan jauh dari Masjidil Haram ataupun tidak memakai lift dan AC," ujar salah satu anggota DPR Zulkarnaen Jabar menanggapi pemaparan Menag. (rif/dtc)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional PKS Piyungan Taubat

Rabu, 27 Desember 2017

Masih Mempersoalkan Sayyidina?

Oleh M Nasirul Haq

--Pada acara pembukaan Muktamar ‘tetangga kita’ yang berlangsung di Makassar, 3-7 Agustus 2015 lalu, terjadi kegaduhan yang membuat kita isykal (penuh tanda tanya). Pasalnya mereka meneriaki seorang Pembawa Acara (MC) yang mengucapkan lafadz "Sayyidina Muhammad".

Masih Mempersoalkan Sayyidina? (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Mempersoalkan Sayyidina? (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Mempersoalkan Sayyidina?

Seperti diberitakan, peserta Muktamar berteriak. Situasi sempat gaduh lantaran mereka saling bicara satu sama lain. Padahal di panggung utama sudah hadir Presiden RI, H Joko Widodo. 

Bahkan beberapa tokoh mereka saat diwawancarai tentang ucapan Sayyidina tersebut jawabannya kurang memuaskan. Nampaknya mereka tidak terbiasa dengan ucapan yang  mempunyai arti penghormatan atas Kanjeng Nabi Muhammad tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Saya ingin menjelaskan kebolehan mengucapkan lafadz "Sayyidina" kepada Nabi Muhammad SAW. Kita harus tahu apa arti kalimat Sayyid, dijelaskan dalam kitab "Ghoytsus Sahabah" karya Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah halaman 39, dijelaskan bahwa:

PKS Piyungan Taubat

"Kata Sayyid jika dimaknai secara mutlak, maka yang dimaksud adalah Allah. Akan tetapi jika dikehendaki makna lain maka bisa bermakna:

1. Orang yang diikuti di kaumnya.

2. Orang yang banyak pengikutnya.

3. Orang yang mulia di antara relasinya."

Sementara pada halaman 37 disebutkan: "Orang yang memimpin selainnya dengan berbagai kegiatan dan menunjukkan tinggi pangkatnya".

Sedangkan di dalam Kitab "Ghoyatul Muna" halaman 32, Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah menyebutkan: "Sayyid ialah orang yang memimpin kaumnya atau yang banyak pengikutnya."

Dan masih banyak lagi makna lainnya. Dari sini kita mulai bisa mengerti makna beberapa Hadits yang ada lafadz Sayyid, misalnya:

-? ? ? ? ?

"Hasan dan Husein adalah pemimpin pemuda Ahli Surga"

-? ? ? ? ? ? ? ?

"Aku adalah pemimpin anak adam pada hari kiamat"

-? ? ?

"Aku adalah pemimpin alam"

-? ? ; ? ? ?

Pada hadits ini Khottobi berkomentar tidak apa-apa mengatakan Sayyid untuk memuliakan seseorang, akan tetapi makruh jika dikatakan pada orang tercela.

Sementara dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dalam catatan kaki halaman 4 nomor 2, dikatakan bahwa: "Memutlakkan kata Sayyid pada selain Allah itu boleh".

Dalam kitab Roddul Mukhtar diterangkan: "Disunnahkan mengucapkan Sayyid karena Ziyadah Ikhbar Waqi itu menunjukkan tatakrama dan itu lebih baik dari meninggalkannya".

Lalu selanjutnya jika mereka para Muktamirin bertendensi dengan dua hadits yaitu:

1. ? ? ? ?

2. ? ? ?

Maka saya akan menjawab dari kitab "Ghoyatul Muna" karya Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah dijelaskan pada halaman 32:

"Adapun hadits yang mengatakan "Jangan kau men-sayyid-kan aku dalam Shalat", Hadits ini adalah Hadits yang tidak sah matan dan sanadnya, adapun matannya gugur menurut Ahli Hadits, sementara matannya lafadz ? itu tidak benar secara Nahwu karena yang benar lafadznya ? ? sedangkan Rasulullah SAW adalah paling fasihnya orang orang Arab."

Sementara dalam Kitab "Maqosid Hasanah" halaman 463 dikatakan:

"Hadits ini merupakan Hadits Maudlu (palsu), itu tanggapan Al-Hafidzb As-Sakhowi bahwa hadits ini tidak ada asal usulnya dan salah dalam lafadznya."

Sementara Hadits yang kedua akan saya jawab dari kitab "Zadul Labib" karya Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah juz 1 halaman 9:

"Adapun Hadits yang diriwayatkan dari Abu Dawud dan Ahmad dari Hadits Nabi SAW ? ? ? yang dimaksud Siyadah disini adalah Siyadah secara mutlak, maka pahamilah dan diteliti betul".

Jika anda masih mempertanyakan mengapa dalam Shalawat Ibrahimiyah pada Tahiyyat ditambah Sayyidina dan pada Tasyahhud tidak ada Sayyidina? Saya jawab: Mengatakan Sayyidina ini bertujuan memuliakan beliau. Dan perlu diingat memuliakan dan tatakrama itu lebih baik dari pada mengikuti perintah seperti Sayyidina Ali yang enggan menghapus kalimat "Rasulullah" dan berkata: 

"Aku tak akan menghapusmu selamanya". Pada saat itu Rasulullah tidak menyalahkan Sayyidina Ali. Begitu juga Hadits Dlohhak dari Ibnu Abbas, bahwa dulu orang menyebut "Ya Muhammad", "Ya Abal Qosim", lalu Allah melarang demi memuliakan beliau.

Sementara jika yang anda permasalahkan dari ayat ? ? ; ? ? 

? maka jawaban saya dari Kitab "Ibanatul Ahkam" juz 1 halaman 346:

"Bahwa kalimat Sayyid itu memiliki dua makna: Yang pertama tiada satupun yang mengungguli, dialah yang dituju manusia dalam segala hajat dan keinginan mereka. Sementara makna kedua yaitu yg tidak memiliki pencernaan yang mana ia tidak makan dan tidak minum".

Sementara dalam Syahadat, Ulama dalam memberikan penghormatan beragam dan jika tidak ada kata Sayyid-nya pastilah ada kata pujian lain pada kata sebelum dan sesudahnya. Itu terbukti setelah kata Muhammad dalam Syahadat ada kata pemuliaannya yaitu gelar "Utusan Allah", disanding dengan lafadz Allah yang sekaligus pencipta alam semesta. Bukankah Allah tidak akan menyandingkan namanya kecuali dengan kekasihnya? Dalam Kaidah Fiqih sangat mashur sekali:

"? ? ? ? ?".

"Menjaga tatakrama lebih utama dari ittiba (melaksanakan perintah)". Wallahu’alam bisshowab...

M Nasirul Haq, Mahasiswa Fakultas Syariah, Imam Shafie College Hadhramaut Yaman.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Olahraga, Ulama PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 23 Desember 2017

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

Rembang, PKS Piyungan Taubat - Susunan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Rembang masa khidmat 2017-2019 yang terdiri atas para kiai muda dikukuhkan di masjid Al-Marjan Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang, Ahad (11/6). Pengukuhan di malam ganjil ini ditandai dengan khataman 101 Al-Quran.

Ketua GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro mengatakan, para? kiai muda NU dulunya telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikut dengan keberagamannya.

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

“Dan tentunya ini perlu kita jaga bersama-sama," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia menambahkan, tugas besar dan berat sudah menanti, yaitu menjaga negara dari serangan garis keras di luar NU, yang sedang berusaha mengingkari konstitusi.

PKS Piyungan Taubat

"Tugas kita saat ini sangat besar dan luar biasa beratnya. Pasalnya kelompok-kelompok di luar NU, berusaha untuk mengingkari konstitusi baik Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945 dan NKRI sudah semakin gencar dan merajalela," katanya.

Ia mengajak kiai-kiai muda NU untuk bergerak bersama dalam barisan Rijalul Ansor. Hal tersebut sebagai upaya untuk melestarikan warisan ulama dan para pendahulu. Meski demikian, gerakan yang dilakukan tetap dalam satu komando dengan kepengurusan di atasnya baik Pimpinan Wilayah (PW) di tingkat provinsi dan Pimpinan Pusat (PP) pimpinan tingkat nasional.

Ketua GP Ansor Kecamatan Sumber Sumarlan menjelaskan, dalam kegiatan yang bersamaan dengan peringatan malam Nuzulul Quran juga diisi pembacaan Al-Quran sebanyak 101 khataman dari 16 ranting di wilayah PAC GP Ansor Kecamatan Sumber. Pengajian umum kali ini menghadirkan pembicara KH Amir Machmud dari Kecamatan Pamotan.(Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Internasional PKS Piyungan Taubat

Selasa, 19 Desember 2017

Menag Berkepentingan dengan Hasil Munas NU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU 2014 yang menyoroti isu kehidupan beragama. Hal ini akan menunjang program Kemenag yang tengah menggalakkan gerakan deradikalisasi agama.

Menag Berkepentingan dengan Hasil Munas NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Berkepentingan dengan Hasil Munas NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Berkepentingan dengan Hasil Munas NU

“Kami sangat berkepentingan dengan hasil Munas ini karena di dalamnya disinggung soal pemahaman keagamaan dan bagaimana agama bersikap dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya kepada wartawan selepas acara pembukaan Munas-Konbes NU 2014 di kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (1/11).

Munas NU yang akan berakhir Ahad (2/11) ini di antaranya mendiskkusikan kode etik penyiaran agama yang meliputi pula wewenang dan batasan negara mengatur kehidupan beragama, etika dakwah, penghargaan tradisi, dan penguatan harmoni di kalangan lintas agama.

PKS Piyungan Taubat

Lukman menunggu hasil pembahasan Munas NU. Menurtnya, NU mempunyai sejarah panjang tentang keterlibatannya dalam menjaga NKRI. “Saya menilai paham NU juga sangat cocok dengan jati diri bangsa ini,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Putra tokoh NU KH Saifuddin Zuhri ini mengatakan, bulan depan Kementerian Agama mulai bergerak melaksanakan program deradikalisasi yang bekerja sama dengan Mahkamah Konstitusi. Karenanya, rekomendasi Munas NU menjadi bahan penting bagi usaha menghapus ekstremisme dalam bergama dan membangun kesadaran berkonstitusi tersebut.

Lukman menilai, forum tertinggi setelah Muktamar NU ini merupakan salah satu tradisi yang baik karena dilakukan oleh para ulama kompeten dan melalui kajian mendalam terhadap teks-teks keagamaan.

Secara terpisah, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Ja’far juga mendukung penuh terselenggaranya Munas-Konbes NU. Ia berharap, hasil Munas dapat dikoordinasikan kepada pihaknya untuk ditindak lanjuti. “Tentu saya siap melaksanakan rekomendasi Munas nanti sesuai tupoksi (tigas poko dan fungsi) saya,” tuturnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Doa, Fragmen, Internasional PKS Piyungan Taubat

Rabu, 13 Desember 2017

3.000 Sembako Murah Disiapkan di Pasar Rakyat Purworejo

Purworejo, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo menggelar pasar rakyat yang menyediakan 3.000 paket sembako. Acara yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad (6-7/4) di lapangan Cangkreplor, dibuka oleh Sekda Purworejo Drs H Tri Handoyo MM dengan ditandai pemukulan bedug.

3.000 Sembako Murah Disiapkan di Pasar Rakyat Purworejo (Sumber Gambar : Nu Online)
3.000 Sembako Murah Disiapkan di Pasar Rakyat Purworejo (Sumber Gambar : Nu Online)

3.000 Sembako Murah Disiapkan di Pasar Rakyat Purworejo

Ketua panitia pasar rakyat H Achmad Chusaini SpdI dalam laporannya menjelaskan, pasar rakyat yang digelar oleh PBNU dan PCNU ini, sebagai solusi dalam memenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok, sekaligus sebagai sarana ukhuwah dalam hubungan dengan masyarakat sekitar.

Selain itu, acara ini bisa dijadikan sebagai motivasi dalam mewujudkan kepedulian sesama, dalam bentuk kemasan acara yang sangat menghibur serta mengedukasi khususnya masyarakat sekitar.

PKS Piyungan Taubat

Lebih lanjut Achmad menjelaskan, pasar rakyat ini menawarkan banyak konsep acara pada pelaksanaannya. Diantaranya adalah menjual sembako murah, pentas kesenian, music, workshop, bazar dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Adapun satu paket sembako yang disediakan berisi ? minyak dan beras masing masing 1 kilogram.

Dalam acara tersebut juga dipentaskan kesenian tradisional bernuansa Islami dari Kecamatan Kaligesing dan Purworejo. Selain itu juga workshop dengan tema wirausaha NU yang diikuti sekitar 150 peserta, berlangsung di aula Kecamatan Purworejo.

PKS Piyungan Taubat

“Dengan adanya gelaran pasar rakyat ini, masyarakat semakin mengerti bahwa umat Islam juga peduli terhadap kehidupan sosial ekonomi yang banyak menjadi masalah dalam kehidupan masyarakat dikalangan bawah khususnya di daerah pedesaan,” ungkapnya.

Sekda Drs H Tri Handoyo MM mengungkapkan, pasar rakyat ini merupakan media yang cukup efektif untuk memperkenalkan produk-produk unggulan mitra binaan yang merupakan usaha kecil menengah (UKM) sebagai karya anak bangsa, agar dapat meningkatkan potensi usahanya.?

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas bagi UKM untuk melakukan penjajagan situasi dan kondisi pasar, sekaligus sebagai sarana pertemuan antara UKM dengan konsumen maupun dengan pengusaha yang lebih besar atau investor.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Cerita, Kyai PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock