Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Dorong Sidoarjo Bersih, PMII Deklarasikan Antikorupsi

Sidoarjo, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo menyatakan anti korupsi sebagai bagian dari gerakan antisipasi dan pencegahan terhadap kejahatan korupsi di Sidoarjo. Sebelumnya mereka menggelar halaqah bertajuk Pemantapan Integritas Menuju Sidoarjo Bebas dari Korupsi digelar di gedung LP Maarif Sidoarjo, Kamis (27/10).

Ketua panitia Haris Aliq mengajak organisasi masyarakat (ormas) dan masyarakat Sidoarjo untuk mencegah dan mengawal kasus korupsi bila terbukti ada yang terlibat dalam kasus tersebut.

Dorong Sidoarjo Bersih, PMII Deklarasikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Sidoarjo Bersih, PMII Deklarasikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Sidoarjo Bersih, PMII Deklarasikan Antikorupsi

"Mari bersama-sama konsisten mencegah kasus korupsi di Sidoarjo dan mengawal tindak pidana karena hal ini bentuk cinta kita kepada Sidoarjo," kata Haris.

Sementara itu Ketua PMII Sidoarjo Muhammad Mahmuda mengatakan, deklarasi antikorupsi ini merupakan upaya PMII mencegah agar pejabat di Sidoarjo tidak ada yang terlibat korupsi.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, sosialisasi tentang bahaya praktek korupsi sangat penting guna meningkatkan intensitas pengawasan baik dari sisi internal maupun eksternal, serta memperbaiki mental dan moral pejabat tinggi negara.

Mahmuda berharap kepada penegak hukum yang berada di Sidoarjo khususnya terus mengawasi dan mengawal para pejabat yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi.

PKS Piyungan Taubat

"Mencegah terjadinya praktik korupsi diperlukan peran aktif dari semua elemen baik dari media, masyarakat, maupun ormas kepemudaan. Karena mencegah korupsi tidak hanya diserahkan kepada penegak hukum, institusi pemerintah maupun legislatif, namun semua pihak harus ikut andil," jelasnya.

Hadir pada acara itu, Fatayat, IPNU IPPNU, PMII se-Sidoarjo, Karang Taruna, Pemuda Pancasila dan narasumber dari Polresta Sidoarjo serta Kejaksaan Negeri Sidoarjo. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Nahdlatul, Kajian Sunnah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 11 Februari 2018

Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi

Bandung, PKS Piyungan Taubat 

Lembaga Dakwah PBNU bersilaturahim kepada pesantren tua di kabupaten dan kota Bandung Jumat lalu (8/9). Pesantren pertama yang dikunjungi adalah Baitul Arqom, Lemburawi, Kecamatan Pacet. Pesantren tersebut didirikan KH Muhammad Fakih (Mama Fakih) bin KH Muhammmad Salim sekitar tahun 1922. 

Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi

Rombongan diterima salah seorang pengasuh pesantren tersebut, KH Athoillah. Setelah rehat dan berbincang, kemudian berziarah ke kompleks pemakaman keluarga pesantren. Di kompleks pemakaman, Kiai Athoilah mengatakan, nasab leluhurnya masih bersambung dengan Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Mama Faqih merupakan keturunan ke-17 dari wali Cirebon tersebut. 

Saat ini Baitul Arqom memiliki sekitar 1.500 santri. Mayoritas berasal dari kabupaten-kabupaten di Jawa Barat. Namun, hampir dari setiap provinsi, dari Aceh hingga Papua, ada yang mondok di pesantren itu. Jika ditambahkan dengan mahasiswa dan mahasiswi di STAI pesantren, bisa mencapai 2.500 orang. 

Menurut Kiai Athoillah, salah satu faktor adanya santri dari berbagai wilayah adalah karena jejaring para kiai pendahulu yang merupakan dai keliling ke daerah-daerah. KH Ali Imron dan KH Yusuf Salim adalah dai populer yang tak henti-hentinya menyebarkan ajaran Islam. 

KH Yusuf Salim sering berdakwah hingga ke luar Jawa. Selepas berdakwah itulah, ada orang tua yang menitipkan anaknya di Baitul Arqom.

PKS Piyungan Taubat





PKS Piyungan Taubat

Terispirasi dari Sahabat Nabi

Sebagaimana umumnya pesantren tua, kiai pendiri hampir tidak menamakan pesantren secara khusus. Pesantren hanya dikenal dengan nama kampungnya. Di Jawa Barat misalnya dikenal Pesantren Gentur (sebuh tempat di Cianjur) Gunung Puyuh (di Sukabumi).

Di Jawa juga seperti itu, pesantren Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari  lebih dikenal nama kampung tempat pesantren itu berdiri, Tebuireng. Baitul Arqom, masa kepemimpinan Mama Faqih hanya dikenal sebagai Pesantren Lemburawi. 

Pada tahun 1964, Mama Faqih wafat meninggalkan sembilan keturunan, buah pernikahannya dengan Hj. Maryamah. Putra-putrinya adalah Hj. Anisah Mabruroh, H. Rd Sofwan, Hj.Nyimas Qona’ah, KH Ali Imron, KH Taufiq Abdul Hakim, Hj. Neng Kholishoh Kamilah, Neng Endah Zainab, KH Yusuf Salim Faqih, KH Madani Sulaiman. Kepemimpinan Pesantren Lemburawi dillanjutkan menantu Mama Faqih, KH Ubaidillah. 

Pada tahun 1970, Pesantren Lemburawi berubah nama menjadi Baitul Arqom Al-Islami. Menurut KH Athoillah, nama itu terinspirasi dari nama sahabat Nabi Muhammad SAW, Arqom bin Arqom. Sahabat Arqom tergolong beriman pada masa awal Nabi Muhammad SAW menyampaikan risalah Islam. 

Pada masa sulit dengan dakwah sembunyi-sembunyi itu, Arqom merelakan rumahnya menjadi, untuk istilah sekarang semacam basecamp untuk berdakwah Nabi Muhammmad dengan sahabat-sahabat. Baitul Arqom sama dengan rumahnya Arqom dengan fungsi pusat dakwah. 

KH Ubaidillah wafat 11 Februari 1986. Karena ia tidak memiliki keturunan, kepemimpinan pesantren dilanjutkan putra keempat Mama Faqih, KH Ali Imron. Pada masa dia, pesantren dikelola bersama saudara dan keponakanya, KH Taufiq Abdul Hakim, KH Yusuf Salim, Kiyai Madani Sulaiman, KH Sulaeman Ma’ruf,  KH Abdul Khobir Hasan, KH Fuad Musthofa Hanan, dan para asatidz lainya.

KH Ali Imron adalah menantu KH Ruhiat, tokoh NU Tasikmalaya, pendiri Pondok Pesantren Cipasung. Dengan demikian, KH Ali Imron merupakan adik ipar dari KH Ilyas Ruhiat, Rais ‘Aam PBNU (1994-1999) masa Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid. 

KH Ali Imron wafat pada Juni 2005. Kepemimpinan Baitul Arqom dilanjutkan KH Yusuf Salim yang wafat pada Juli 2009. Kini, Pesantren Baitul Arqom, pesantren pusat dakwah itu, dilanjutkan kiai-kiai muda dari keturunan Mama Faqih. Salah seorang di antaranya KH Athoillah. (Abdullah Alawi)       

  

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 10 Februari 2018

Inilah Cara Mengetahui Kesahihan Hadits

Hadits sahih ialah hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang berkualitas dan tidak lemah hafalannya, di dalam sanad dan matannya tidak ada syadz dan illat.

Mahmud Thahan dalam Taysiru Musthalahil Hadits menjelaskan hadits sahih adalah sebagai berikut:

Inilah Cara Mengetahui Kesahihan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Cara Mengetahui Kesahihan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Cara Mengetahui Kesahihan Hadits

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKS Piyungan Taubat

Artinya, “Setiap hadits yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit dari awal sampai akhir sanad, tidak terdapat di dalamnya syadz dan ‘illah.”

PKS Piyungan Taubat

Dilihat dari definisi di atas, terdapat lima kriteria hadits sahih yang harus diperhatikan. Demikian pula ketika ingin mengetahui apakah hadits yang kita baca atau dengar sahih atau tidak, lima kriteria tersebut menjadi panduan utama. Kalau kelima kriteria itu ada dalam sebuah hadits, maka haditsnya sahih. Kalau tidak ada salah satunya berati hadits dhaif.

Sebagaimana dijelaskan Mahmud At-Thahan dalam Taysiru Musthalahil Hadits, kelima kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

Ketersambungan Sanad

Ketersambungan sanad (ittishâlul sanad) berati masing-masing perawi bertemu antara satu sama lain. Salah satu cara yang digunakan untuk membuktikan masing-masing rawi bertemu ialah dengan cara melihat sejarah kehidupan masing-masing perawi, mulai dari biografi guru dan muridnya, tahun lahir dan tahun wafat, sampai rekaman perjalanannya.

Perawi Adil (Kredibilitas)

Setelah mengetahui ketersambungan sanad, langkah berikutnya adalah meneliti satu per satu biografi perawi dan melihat bagaimana komentar ulama hadits terhadap pribadi mereka. Perlu diketahui, adil (‘adalah) yang dimaksud di sini berkaitan dengan muruah atau nama baik.

Perawi yang semasa hidupnya pernah melakukan perbuatan yang melanggar moral dan merusak muruah, hadits yang diriwayatkannya tidak bisa diterima dan kualitasnya rendah.

Hafalan Perawi Kuat

Selain mengetahui muruah perawi, kualitas hafalannya juga perlu diperhatikan. Kalau hafalannya kuat, kemungkinan besar haditsnya sahih. Tapi kalau tidak kuat, ada kemungkinan hadits tersebut hasan, bahkan dhaif.

Tidak Ada Syadz

Syadz berati perawi tsiqah bertentangan dengan rawi lain yang lebih tsiqah darinya. Misalkan, ada dua hadits yang saling bertentangan maknanya. Untuk mencari mana kualitas hadits yang paling kuat, kualitas masing-masing perawi perlu diuji, meskipun secara umum sama-sama tsiqah. Dalam hal ini, perawi yang paling tsiqah dan kuat hafalannya lebih diprioritaskan.

Dengan demikian, untuk memastikan kesahihan hadits, perlu dikonfirmasi dengan riwayat lain, apakah tidak bertentangan dengan hadits lain atau tidak.

Tidak Ada ‘Illah

Illah yang dimaksud di sini adalah sesuatu yang dapat merusak kesahihan hadits, namun tidak terlalu kelihatan. Maksudnya, ada hadits yang dilihat sekilas terkesan sahih dan tidak ditemukan cacatnya. Namun setelah diteliti lebih dalam, ternyata di situ ada sesuatu yang membuat kualitas hadits menjadi lemah. Hal ini dalam musthalah hadits diistilahkan dengan ‘illah.

Itulah lima kriteria yang perlu diperhatikan pada saat menguji apakah sebuah hadits sahih atau tidak. Kalau hilang salah satu dari lima kriteria tersebut, kualitas hadits bisa jatuh pada kedhaifan.

Misalnya hadits riwayat Al-Bukhari tentang Rasulullah membaca Surat At-Thur saat magrib. Al-Bukhari meriwayatkan hadits sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Abdullah bin Yusuf meriwayatkan dari Malik bin Anas, dari Ibnu Syihab, dari Muhammad bin Jubair , dari Muhammad bin Jubair bin Math’am, dari bapaknya (Jubair bin Math’am) yang berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah membaca Surat At-Thur saat magrib,’” (HR Al-Bukhari).

Riwayat di atas dihukumi sahih oleh para ulama hadits karena memenuhi kriteria hadits sahih. Dilihat dari ketersambungan sanad, masing-masing perawi terbukti bertemu antara satu sama lain; dilihat dari kualitas perawi semuanya dhabit dan ‘adil; serta tidak terdapat syadz dan illat dalam sanad hadits. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Rabu, 07 Februari 2018

PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat telah menghasilkan berbagai rekomendasi. 

PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria

Ketua Panitia Munas Konbes NU 2017 H Robikin Emhas saat ditemui PKS Piyungan Taubat di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (15/1) mengatakan bahwa PBNU tengah menindaklanjuti hasil Munas Konbes NU 2017 tersebut. 

Menurut Robikin, ada beberapa hal yang sedang dipersiapkan, seperti sosialisasi baik ke internal NU dan badan otonomnya secara struktural, serta sosialisasi ke eksternal seperti eksekutif, legislatif dan para pemangku kebijakan lainnya. 

Sementara untuk mewujudkan rekomendasi hasil Munas Konbes NU 2017, khususnya terkait reforma agraria, Robikin mengatakan PBNU tengah menyusun tim khusus.

PKS Piyungan Taubat

"Karena berkaitan langsung dengan kebutuhan warga," katanya. 

PKS Piyungan Taubat

Adapun susunan sementara tim khusus terdiri atas Ketua KH Mochammad Maksum Machfoedz, Wakil Ketua H Robikin Emhas, dan Sekretaris Masduki Baedowi. 

Menurut Robikin, selain internal PBNU, tim khusus juga akan melibatkan pihak-pihak lain yang mempunyai perhatian terhadap persoalan reforma agraria seperti Institut Pertanian Bogor (IPB). 

"Mereka (IPB) juga akan kita libatkan," katanya. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Kajian Sunnah, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Bagaimana Manuskrip Jadi Kitab Cetak?

Oleh Syafiq Hasyim

Banyak kalangan santri, termasuk saya sendiri, yang tidak tahu menahu atau belum tahu tentang bagaimana sejarah sebuah kitab itu menjadi bentuk buku, terutama proses menjadikan manuskrip (ma?t) ke dalam bentuk kitab yang tercetak, sebagaimana yang kita nikmati setiap hari di pesantren kita.

Bagaimana Manuskrip Jadi Kitab Cetak? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Manuskrip Jadi Kitab Cetak? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Manuskrip Jadi Kitab Cetak?

Seingat saya, di pesantren-pesantren NU memang diwasiatkan tentang pentingnya menjaga sanad guru (rangkain) ketika mengaji sebuah kitab, tapi sayangnya tidak diajarkan bagaimana sesungguhnya sebuah kitab itu sampai ke percetakan dan lalu bisa kita baca pada forum santri.

Mengetahui sejarah pembukuan kitab itu penting sekali, sebab berbeda dengan Al-Qur’an yang kita hafalkan, kitab-kitab ini ditransmisikan kepada para murid lebih banyak lewat tradisi tulisan.

PKS Piyungan Taubat

Zaman dulu,ketika masih ngaji di pesantren, saya juga hanya memikirkan dan menikmati kitab-kitab yang sudah“jadi” mulai dari terbitan Menara Kudus sampai Dar al-Fikr.? Pada masa itu, terasa lega sekali jika sudah mampu membeli kitab, apalagi kitab-kitab yang biasa menjadi pegangan kitab NU.

Kitab besar pertama yang saya beli dari hasil honorarium mengajar di Madrasah Diniyyah Awwaliyah adalah I?y?’?Ul?m al-D?n, versi yang 4 jilid. Ketika itu saya berada di kelas 3 Madrasah Tsanawiyyah. Setiap sore, pada waktu lepas, sebelum ngaji, kitab ini saya tengok dan sedikit-sedikit diberikan makna gandul atasnya. Kertas kuning dan cetakan huruf Arab yang indah yang mengadopsi temuan Johannes Gottenberg, seorang inventor teknologi mesin cetak dari Jerman, senantiasa menarik minat saya untuk membuka kitab-kitab tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Sampai suatu hari saya mendapatkan rezeki nomplok dimana seorang tetangga yang bekerja di Saudi Arabia membelikan kitab Fathul Bari 13 jilid sebagai hadiah untuk saya. Saya menerimanya dengan senang hati dan tersanjung. Baru pertama kali dalam hidup saya mempunyai kitab cetakan luar negeri. Keterpesonaan pada kulit muka kitab yang solid, sangat beda dengan versi cetakan Menara Kudus, serta kertas putihnya yang sangat indah itu tidak ada habisnya.

Bagi saya, melihat Fathul Bari masa itu, tidak ada kata lain kecuali mengaguminya. Tapi tetap saja kekaguman saya berhenti hanya sampai pada batas keindahan cover, kertas dan sudah barang tentu isinya.

Dan terasa aneh, ketika itu, saya tidak menaruh minat untuk tahu sama sekali tentang bagaimana sejarah kitab mewujud menjadi buku yang indah seperti ini. Bahkan saya tidak tertarik sama sekali membaca catatan editornya(mu?aqqiq) yang biasa dicantumkan di halaman depan. Sama sekali saya tidak memikirkan peran muhaqqiq-nya (editor) dalam mewujudkan manuskrip Fathul Bari atau kitab-kitab besar lainnya ke dalam bentuk edisi kitab tercetak (printededition). Padahal dalam setiap kitab terutama yang dicetak belakangan, proses editing dari manuskrip menjadi printed edition biasanya didedahkan. Misalnya, sang editor akan menyatakan jika edisi kitab ini didasarkan pada manuskrip yang tersimpan di perpustakaan mana, soal variant readingnya dlsb.

Terus terang, hal yang demikian tidak menjadi perhatian ketika ngaji sebuah kitab, minimal saya tidak mengalaminya.Untuk pengarang kitab-kitab tersebut pastilah terlintas di benak saya, karena sebelumnya sudah mendengar soal mereka dari para kyai di pondok, tapi editor saya tidak pernah mendengar. Mata saya mulai terbuka ketika mendapatkan kesempatan melihat secara langsung manuskrip-manuskrip kitab-kitab besar yang tersimpan dengan rapi di banyak perpustakaan besar di dunia dari mulai Timur Tengah, Asia Tengah, Amerika, sampai Eropa.

Setelah melihat manuskrip-manuskrip itu, saya mulai menyadari soal dunia penulisan kitab pada masa dimana Johannes Gutternberg belum menemukan mesin cetaknya. Menurut sejarah, Johannes Gutternberg baru menemukan mesin cetak sekitar tahun 1439 M dan ini berarti proses kepengarangan sudah melampaui zaman puncak keesaman Islam. Artinya, di dunia Islam, sudah banyak jutaan buku atau kitab yang beredar. Rezim al-Makmun saja mulai proyek penerjemahan buku-buku berbahasaYunani pada sekitar abad 8 M. Belum kitab-kitab yang ditulis oleh para penulis Muslim sendiri, dari rentang abad 7-14 M.

***

Mengetahui sejarah dan proses pengalihan versi manuskrip ke dalam versi cetak ini cukup penting bagi kita pertama untuk mendapatkan kesadaran betapa sulitnya menghadirkan versi cetak sebuah kitab. Pada masa pra-mesin cetak, semua kitab ditulis dengan tangan, lalu dikumpulkan dan dijilid. Seorang mu?allif (author) bisa menuliskan buah pikirnya dengan cara menyalinnya sendiri, namun tidak jarang yang meminta tangan murid atau sahabatnya untuk menyalinkannya.

Kitab-kitab yang berjilid-jilid itu tidak hanya membutuhkan pikiran, tenaga dan waktu, namun juga uang yang besar untuk mewujudkannya. Pada masa di mana kertas seperti yang kita lihat sekarang belum ditemukan, orang menulis di atas kertas yang terbuat dari olahan kulit domba atau hewan sejenis, di mana satu jilid kitab bisa menghabiskan ratusan kulit domba.Mushaf Qur’an San’a yang tersimpan di Perpustakaan National Berlin misalnya, konon bisa menghabiskan 300 domba lebih.

Sekali lagi, ini artinya untuk menulis sebuah kitab butuh orang kaya yang mampu menfasilitasi penulisan dan penggandaannnya. Di sinilah, saya jadi mengerti kenapa sebuah kitab sering berkaitan dengan permintaan seorang raja atau penguasa karena merekalah yang memiliki uang untuk membiayai penulisan sebuah kitab itu. Sebuah fragmen hubungan pengarang penguasa yang butuh dipahami lain dari hanya sekadar relasi kuasa dari yang kuat terhadap yang lemah.

Selain itu, mengetahui sejarah dan proses manuskrip juga berguna untuk menengarai tuduhan-tuduhan soal tahrif (pendistorsian redaksi asli) oleh kelompok tertentu atas sebuah kitab. Sebelum jatuh pada kesimpulan adanya ta?r?f, kita sebaiknya membaca dulu muqaddimah yang diberikan oleh editornya dulu. Seorang editor yang baik adalah yang menjelaskan tentang metodologi ta?q?qnya, termasuk menjelaskan asal usul manuskrip yang dia kerjakan. Perlu diketahui bahwa sebuah kitab bisa memiliki lebih dari satu salinan manuskrip. Penyalin ini pun sendiri terkadang hidup pada zaman yang berbeda dengan pengarang atau penyalin-penyalin lainnya. Atau sebuah kitab bisa saja ditulis oleh pengarangnya hanya satu saja, lalu dari yang satu ini ditulis lagi oleh murid dan sahabat-sahabatnya. Dari proses menulis inilah bisa saja terjadi kekurangan atau hal-hal yang ketelingsep dan ini hal yang manusiawi saja. Ibn Taymiyyah misalnya, karena tulisannya tangan jelek sekali dan sulit dibaca oleh orang lain, maka beliau meminta orang lain untuk menuliskan ulang tulisannya (copy).

Kita mungkin bisa jatuh pada kesimpulan tentang terjadi ta?r?f pada sebuah printed edition, jika sumber manuskrip yang digunakannya sama persis dan kita menemukan perbedaannnya di sana. Itu pun itu harus melihat kredibilitas editornya dulu. Hal ini perlu kita ketahui agar jika benar terjadi distorsi, maka apakah distorsi tersebut itu disebabkan oleh cara metodologi muhaqqiq dalam membaca dan mengedit manuskripnya berbeda atau disebabkan oleh kepentingan ideologis tertentu dari sang mu?aqqiq. Sudah barang tentu,? untuk mengetahuinya secara pasti butuh studi yang mendalam. Judgment atau prejudice tidak akan membantu kita banyak kecuali memproduksi kecurigaan-kecurigaan baru. Kecurigaan sangat penting dalam tradisi pengembangan ilmu pengetahuan, namun jika kecurigaan bukan perwujudan kebencian yang ideologis. (Waall?hu ‘alamu bi al-?aw?b).

SYAFIQ HASYIM, Rais Syuriah PCINU Jerman, meraih Dr. Phil dari Berlin Graduate School Muslim Cultures and Societies, FreieUniversität, Berlin)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Khutbah, RMI NU PKS Piyungan Taubat

Selasa, 23 Januari 2018

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini

Ponorogo, PKS Piyungan Taubat

Berselang dua hari setelah diantik, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Ponorogo mendapat kehormatan untuk mengikuti apel siaga bencana. Apel bertajuk “Apel Gelar Pasukan Satgas Bencana Alam Tahun 2017” ini digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo didukung Kodim dan Polres setempat.

Apel dipimpin Wakil Bupati H. Sudjarno, Rabu (26/7) di lapangan Tengger Desa Slahung Kecamatan Slahung. Kali ini LPBINU Ponorogo mendelegasikan satu kompi relawan dipimpin langsung Ketuanya Ahmad Subeki beserta jajara pengurus harian.

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini

Kepada awak media, Sudjarno mengungkapkan keinginan kuat Pemkab Ponorogo beserta seluruh aparat dan komponen masyarakat untuk mengantisipasi bencana alam sejak dini.

PKS Piyungan Taubat

“Saat ini di Ponorogo mulai terjadi bencana alam, utamanya kebakaran hutan. Bahkan, semua musim di sini ada ancaman bencana. Kita sudah koordinasi dengan pemerintah pusat. Yang terpenting, kita harus selalu selalu siaga, maka hari ini kita gelar apel ini. Kita sadari, SDM kita masih kurang, untuk itu seluruh komponen masyarakat akan kita ajak berperan serta,” katanya usai memimpin apel.

PKS Piyungan Taubat

Perlu diketahui, PCNU Ponorogo resmi melantik LPBINU dalam forum pembukaan rapat kerja, Sabtu (22/7), di Hotel Sukowati Sarangan Magetan. PCNU menunjuk Ahmad Subeki atau yang akrab dipanggil Kalibek sebagai ketua untuk masa khidmat 2017-2019. Mantan Kasatkorcab Banser Ponorogo yang masih aktif di Satkorwil dan Satkornas Banser ini didampingi mantan Sekretaris PW IPNU Jawa Timur Novi Trihartanto sebagai sekretaris.

Selain terdapat wakil Sekretaris, bendahara dan para wakilnya, jajaran pengurus harian juga terdiri dari 6 orang direktur yang membawahi bidang dan relawan. Tak kurang dari 100 orang yang berasal dari para aktivis GP Ansor, Banser, Pagar Nusa, LAZISNU, IPNU, dan IPPNU dilibatkan sebagai pengurus bidang dan relawan.

Ke depan Ahmad Subeki mengungkapkan komitmennya untuk membawa LPBINU menjadi lembaga yang profesional dan akan selalu membangun sinergi dengan lembaga-lembaga lain dan Banom NU.

“Kami tegaskan, LPBINU ini adalah bapaknya penanganan bencana oleh PCNU, adapun lembaga-lembaga di bawah Banom lain adalah anak-cucunya. Untuk itu kita harus membangun sinergi agar tampil profesional,” kata Kalibek berkelakar, disambut gelak tawa para relawan LPBINU.

Berbekal Renstra dan Renop yang disusun saat raker, Ahad (23/7), untuk tahap awal LPBINU akan membenahi administrasi kelembagaan dan mengadakan audiensi dengan para pemangku kepentingan. (Idham/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Meme Islam, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Jadwal perhelatan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih lebih dari lima bulan lagi. Namun sejumlah nama sudah menyatakan siap maju dalam bursa pencalonan ketua umum pada forum tertinggi di NU tersebut.

Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Zuhri Yaqub mengaku memiliki harapan untuk kemajuan Nahdlatul Ulama, baik di sektor ekonomi maupun penguatan kaderisasi umat. Ketika ditanya kesiapannya maju atau tidak pada Muktamar NU pada Agustus mendatang, sembari tersenyum ia menjawab, "Iya, saya mau maju, akan tetapi saya lebih mementingkan pengabdian saya kepada NU dan umat."

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU

Menurut kiai kelahiran Tanah Betawi ini, yang terpenting saat ini adalah mengabdi kepada NU sebagaimana yang telah diperjuangkan para pendiri dan pejuang NU, juga memikirkan bagaimana agar warga NU bias lebih sejahtera.

PKS Piyungan Taubat

"Mengabdi untuk NU itu lebih penting bagi saya ketimbang maju pada Muktamar 2015. Untuk mengabdi, kita sudah diberikan contoh oleh pendiri dan pejuang NU, sekarang harus lebih memikirkan bagaimana warga NU lebih sejahtera," jelas Zuhri, di kediamannya di Jalan Duri Kosambi, Jakarta Barat, Selasa (17/2).

PKS Piyungan Taubat

Selain Zuhri, nama lain sudah lebih dahulu menyampaikan ke media terkait kesediaannya maju di Muktamar ke-33 NU, di antaranya Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Muktamar ke-33 NU yang bakal digelar di Jombang, 1-5 Agustus 2015, ini akan menjadi sejarah baru perhalatan akbar tersebut terselenggara di kabupaten kelahiran para pendiri NU. Dalam forum itu, para muktamirin diwacanakan akan menerapkan sistem Ahlul Halli wal Aqdi atau semacam tim formatur dalam proses penetapan pemimpin. (Junaidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nahdlatul, News PKS Piyungan Taubat

Jumat, 05 Januari 2018

Guru Ekonomi Ini Ajak Siswanya Belajar di Bank, Pabrik dan Pasar

Widya Lestari Guru Ekonomi Madrasah Aliyah Salafiyah Kajen, Pati Jawa Tengah ini meminta izin kepada kepala sekolah untuk mengajak para siswi untuk belajar di luar kelas. Ia tidak mau siswa-siswinya terkungkung di dalam kelas.

“Saya datang ke BPR Artha Huda Abadi untuk minta izin kunjungan ke sana. Semua anak saya ajak ke sana. Waktu itu saya mengajar ekonomi kelas III. Mereka takjub luar biasa. Baru kali itu masuk sebuah bank,” katanya.

Yang membuat dirinya tertegun, pertanyaan-pertanyaan para siswi ke pihak bank sangat mengagetkan sekaligus menyedihkan. “Ya Allah, pertanyaan kayak gitu kok ditanyakan,” katanya.

Guru Ekonomi Ini Ajak Siswanya Belajar di Bank, Pabrik dan Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Ekonomi Ini Ajak Siswanya Belajar di Bank, Pabrik dan Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Ekonomi Ini Ajak Siswanya Belajar di Bank, Pabrik dan Pasar

“Misalnya, syarat jadi pegawai bank itu apa? Lucu banget kan!. Saya prihatin sekali. Memang, akses mereka keluar sangat terbatas sekali. Maklum, anak pondok. Tapi sebetulnya nggak masalah. Yang penting itu kan wawasan. Nah, wawasan mereka itu minim sekali,” ujar Widya.

Setahun kemudian, Widya mengajak anak-anak ke BPR Artha Huda Abadi lagi. Tahun berikutnya lagi, ia mengajak mereka ke pabrik Kacang Dua Kelinci di kota Pati.

“Saat itu mereka senang sekali. Ke Kacang Dua Kelinci saja mereka senangnya luar biasa. Mereka bisa melihat langsung bagaimana kacang itu bisa berjalan sendiri mulai proses awal hingga pengepakan,” kenangnya.

PKS Piyungan Taubat

Semenjak itu, setiap ada kegiatan yang bernama study excursion yang menggantikan study tour di Madrasah Salafiyah menjadi identik dengan dirinya.

“Jadi, tiap ada kegiatan belajar di luar itu pasti taunya dari saya. Sebab, yang menciptakan pertama kali di situ saya. Nah, sejak itu, tiap tahun kami mengadakan study excursion. Paling jauh, kami mengunjungi Bursa Efek Indonesia yang ada di Surabaya,” ujarnya bangga.

Ia mengajak siswanya ke alun-alun kota, lalu ke pasar menyaksikan aktifitas perekonomian.

PKS Piyungan Taubat

“Saya prihatin sekali dengan kondisi mereka. Karena apa, anak sini tidak pernah lihat kota Pati. Alun-alun Pati saja mereka belum pernah lihat. Bahkan, pasar juana pun tidak pernah,” ungkap Widya.

Siapa yang menginspirasi ide tersebut? Widya mengatakan, saat kuliah di Malang, Jawa Timur, ia pernah menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Ekonomi Widya Gama Malang. Sebagai aktivis kampus, ia sering melakukan kegiatan seperti itu. Bahkan, aktivitas model itu sudah dimulainya sejak masih menjadi mahasiswa jurusan akhirnya menjadi Ketua BEM Fakultas.

“Saya pikir, itu merupakan satu langkah yang bagus yang menambah wawasan anak-anak. Daripada sekedar study tour, mereka kalau study excursion selalu ada ilmu yang dibawa pulang. Mereka harus bikin laporan, dan sesuai dengan materinya itu nanti mereka presentasi. Pada akhirnya tidak hanya materi ekonomi. Ada juga materi Bahasa Indonesia juga untuk penyusunan laporannya. Di dalamnya juga kimia, fisika, untuk anak IPA. Kalau untuk ada IPS arahnya ke ekonomi, sosiologi, dan geografi,” tuturnya. ? (Musthofa Asrori)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Pesantren, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Kader Fatayat NU Brebes Diimbau Gunakan Hak Pilih

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Dalam peringatan harlah ke-64 yang diselenggarakan Fatayat NU Brebes, Ahad (8/9), Sekretaris I PP Fatayat NU Hj Nur Nadhifah mengimbau kader Fatayat NU Brebes untuk menyukseskan Pilpres 2014. Pemudi NU, menurutnya, harus terlibat aktif dalam Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 mendatang.

Kader Fatayat NU Brebes Diimbau Gunakan Hak Pilih (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Fatayat NU Brebes Diimbau Gunakan Hak Pilih (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Fatayat NU Brebes Diimbau Gunakan Hak Pilih

Nadhifah menyarankan mereka mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada waktunya kelak untuk menggunakan hak pilihnya.

“Secara kelembagaan, Fatayat NU tetap netral. Namun kita dituntut untuk menjadi pemilih cerdas. Dalam artian, pilihlah capres-cawapres yang manfaatnya lebih besar dan mudharatnya lebih kecil,” terang Nazhifah kepada ratusan kader Fatayat NU Brebes di halaman Balai Desa Jatibarang Lor, Brebes.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengingatkan kader Fatayat NU Brebes untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah.

PKS Piyungan Taubat

“Jangan sampai keluarga besar Fatayat NU berpecah belah hanya karena perbedaan pilihan,” tandas Nazhifah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Rabu, 27 Desember 2017

Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat. Penguatan paham Ahlussunnah wal Jamaah menjadi pesan dan poin utama yang disampaikan Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim saat bersilaturahmi ke MWCNU Kecamatan Pardasuka. Silaturahmi yang dilakukan dalam rangka Safari Ramadhan PCNU tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Falah Desa Pujodadi Kecamatab Pardasuka, Kamis (1/6).

Dalam kesempatan tersebut, Taufik mengingatkan bagaimana saat ini orang dengan mudah mengakses paham Islam transnasional dengan mengakses teknologi dan banyak tersebar di internet khususnya media sosial.

Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja

"Sekarang sudah mulai bergeser orang tidak bertanya kepada ulama dan kiai tentang hukum Islam. Mereka lebih percaya kepada internet dan media sosial dalam belajar Agama. Hal ini sangat berbahaya karena orang-orang seperti ini gampang terpengaruh paham Islam transnasional yang memang gencar memanfaatkan media khususnya internet untuk menyebarkan paham mereka," katanya.

Ia mengingatkan kepada warga NU untuk berhati-hati dan dapat menyaring berita ataupun kajian-kajian Islam yang ada diinternet ataupun media sosia agar terhindar dari faham transnasional yang cenderung keras, kaku dan radikal serta gampang menyalahkan orang lain.

"Mari perkuat Aswaja dengan memperkuat struktur kepengurusan NU disemua tingkatan. Jika NU bergerak, Muslimat, Ansor dan seluruh elemen NU bergerak maka Aswaja akan kokoh," tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Cara lain yang dilakukan aliran-aliran Islam transnasional adalah dengan merebut masjid-masjid dan mengganti amaliyah Aswaja dengan cara mereka.?

"Mereka tidak membangun Masjid namun berusaha merebut kepengurusan Masjid. Mengganti Imam, khotib dan ketakmiran sehingga mereka dapat merebut dan menguasai jamaah. Mari jaga masjid, jamaah dan amaliyah Aswaja," tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Selain itu Mas Taufik juga mengingatkan kepada warga NU untuk memberikan pendidikan dan mengirim putra-puterinya ke Lembaga pendidikan yang bernafaskan Ahlus Sunnah wal Jamaah.

"Mari kirim anak kita ke pesantren NU dan Sekolah atau madrasah NU agar nanti bisa menjadi generasi penerus. Kalau bukan kita dan putra putri kita siapa lagi yang akan meneruskan Jamiyyah NU dan Ahlussunnah wal Jamaah?," ujarnya.

Dalam Safari Ramadhan tersebut diserahkan Logo NU dari PCNU Pringsewu ke MWC NU Pardasuka sebagai simbol komitmen berorganisasi dan kecintaan terhadap Jamiyyah. Selain itu juga diberikan santunan kepada 30 anak yatim yang ada di Desa Pujodadi dan sekitarnya melalui Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah NU atau Lazisnu Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Doa, Hadits PKS Piyungan Taubat

Jumat, 22 Desember 2017

Suhu Politik Memanas, Kapolri: Peran Ulama Mendinginkan

Banten, PKS Piyungan Taubat. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menilai halaqah ulama yang kerap digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) punya peran penting dalam mendinginkan situasi politik nasional yang kian dinamis.

"Halaqah ulama menjadi penting untuk ikut mendinginkan situasi politik yang terjadi," ujarnya dihadapan peserta Silaturahim dan Dialog Kebangsaan Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren, Syuriah PCNU se-Banten, di Pesantren An-Nawawi, Tanara, Serang, Rabu (8/2).

Suhu Politik Memanas, Kapolri: Peran Ulama Mendinginkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Suhu Politik Memanas, Kapolri: Peran Ulama Mendinginkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Suhu Politik Memanas, Kapolri: Peran Ulama Mendinginkan

Di era demokrasi yang terbuka ini, kata Kapolri, dapat memberikan dampak positif tetapi juga dampak negatif. Dampak positifnya adalah terjadinya mekanisme check and balance di dalam sistem pemerintahan. Sedangkan dampak negatifnya adalah kebebasan yang begitu terbuka, sehingga menjadi ancaman keamanan Negara.

NU lanjut Kapolri, memiliki wajah tersendiri. NU dalam perjalanannya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tidak meninggalkan local wisdom (kearifan lokal). NU menurutnya, mampu mengambil peran memberikan pengaruh secara internasional terkait Islam Nusantara, yang oleh pandangan Kapolri sebagai Islam yang ramah, penuh toleransi, damai.

"NU menampilkan wajah Islam yang pengembangannya dengan kata-kata (word) – cara-cara yang santun, bukan dengan pedang (sword)- perang, layaknya perkembangan Islam di kawasan Timur Tengah," tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia berharap ke depan NU semakin solid dengan Polri. Bila perlu, kata Kapolri, dibuatkan MoU (Memorandum of Understanding) antara Polri dan NU agar kerjasamanya semakin strategis.

Dalam tataran operasionalisasi, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh tingkatan di jajaran Polri untuk memperkuat peran NU, termasuk Muhammadiyah. Jadi, tegas Kapolri, kegiatan silaturahmi/halaqah di setiap daerah harus didukung. (Tan Malika/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Nahdlatul, Tegal PKS Piyungan Taubat

Jumat, 08 Desember 2017

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Sebagai upaya memberikan motivasi kepada seluruh anggota, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo rutin memberikan pembinaan kepada para pengurus ranting secara bergantian.

Pembinaan dilaksanakan di pengurus Pimpinan Ranting Muslimat NU Desa Wonorejo Kecamatan Wonomerto, Rabu (15/3). Pembinaan ini dipimpin langsung oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurhayati. Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang anggota Muslimat NU se-Desa Wonorejo Kecamatan Wonomerto. ?

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting

Dalam kegiatan ini Hj Nurhayati menyampaikan ucapan terima kasih karena kegiatan yang sudah ada ini harus didukung sepenuhnya oleh anggota Muslimat Ranting dengan harapan dari kegiatan ini memotivasi anggota untuk lebih giat dan semangat.

“Melalui kegiatan ini kita dapat menyampaikan informasi kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi serta sektor yang lainnya. Sehingga anggota bisa mengetahui semua program Muslimat NU,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Dengan demikian jelas Hj Nurhayati, paling tidak perubahan tingkat kesadaran ini harus digerakkan oleh semua elemen masyarakat mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran yang semakin tinggi.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada anggota yang sangat semangat mengikuti kegiatan ini. Jarak rumah anggota dari rumah yang lainnya sangat berjauhan akan tetapi tetap semangat. Luar biasa patut untuk kita acung jempol dengan akses jalan kurang memadai. Mudah-mudahan ini menambah semangat dalam berorganisasi,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Kyai, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Sosialisasi Program, LAZISNU Pringsewu “Road Show” ke 9 Kecamatan

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat

Sehari setelah dikukuhkan pada Ahad (19/6), pengurus NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) Kabupaten Pringsewu segera bergerak cepat untuk menyosialisasikan dan meluncurkan program-program di 9 kecamatan yang ada di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis tersebut.

Kecamatan yang menjadi tempat kunjungan pertama tim LAZISNU pada Senin (20/6) adalah Kecamatan Pardasuka dan Pagelaran. Pada kunjungan tersebut, Ketua LAZISNU Kabupaten Pringsewu Khairuddin menyampaikan presentasi di hadapan seluruh jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Pardasuka dan 8 Ranting NU yang hadir di Kantor MWCNU Setempat.

Sosialisasi Program, LAZISNU Pringsewu “Road Show” ke 9 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasi Program, LAZISNU Pringsewu “Road Show” ke 9 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasi Program, LAZISNU Pringsewu “Road Show” ke 9 Kecamatan

Dalam pemaparannya Heru, begitu ia biasa dipanggil, mengimbau kepada warga NU agar menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) melalui lembaga yang sudah memiliki legalitas dari Pemerintah seperti LAZISNU. "Salah satu tugas LAZISNU adalah membentuk Unit Pengelola ZIS di masjid, musholla dan sejenisnya sehingga legalitasnya jelas," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Selain itu, menurut Heru LAZISNU juga memiliki tugas menyalurkan dan mendata hasil zakat yang dihimpun. "Setelah disalurkan dan didata berdasarkan laporan UP ZIS, LAZISNU akan merekapitulasi hasil pengimpulan zakat yang ada di daerah sehingga akan terlihat potensi zakat yang ada," jelasnya.

Menurut Heru ada 3 mekanisme penyetoran ZIS ke LAZISNU Kabupaten Pringsewu. Pertama, dengan menyetorkan langsung ke Kantor LAZISNU Kabupaten Pringsewu yang berada di Lantai 3 Gedung PCNU Kabupaten Pringsewu.

PKS Piyungan Taubat

Yang kedua, lanjutnya, melalui Rekening LAZISNU Kabupaten Pringsewu pada BRI Cabang Pringsewu dengan nomor 035801016988536 untuk zakat dan di nomor 035801016989532 untuk infaq dan shadaqah.

"Mekanisme yang ketiga dengan menggunakan fasilitas layanan Jemput ZIS dengan menelpon atau SMS di nomor 081369718849," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Quote, Kajian PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 02 Desember 2017

Festival Al-Banjari Meriahkan Hari Santri Temanggung

Temanggung, PKS Piyungan Taubat



Festival rebana Al-Banjari menjadi jamuan istimewa perhelatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 di kampus STAINU Temanggung, Jawa Tengah. Kampus tersebut pada Jumat (20/10) dipenuhi rebana dari berbagai daerah. 

Festival Al-Banjari Meriahkan Hari Santri Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Al-Banjari Meriahkan Hari Santri Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Al-Banjari Meriahkan Hari Santri Temanggung

“Selain dari Temanggung sendiri, ada 30 grup rebana yang berpartisipasi dari Kota Salatiga, Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Jogjakarta,” kata Ketua Panitia Podo Muksin.

Perhelatan Festival Al-Banjari itu disambut antusias oleh masyarakat. Dilihat dengan banyaknya grup yang mendaftar membuat warga setempat berbondong-bondong ke STAINU Temanggung.

Mukhsin menyebut ada beberapa juri yang didapuk menilai para peserta dari beberapa aspek, mulai Samani, Pelatih Rebana Senior yang menilai aspek ketukan rebana; Fauzan, Vokalis Grup Rebana Panji Kinasih menilai aspek lagu; Sholahudin, KUA Bejen dari aspek vokal; serta Budianto dari KUA Kedu yang menilai sisi penampilan.

Festival Al-Banjari berlangsung hingga Sabtu (21/10) hari ini.

PKS Piyungan Taubat

Selain Festival Rebana Al-Banjari, PCNU Temanggung merayakan puncak HSN dengan Apel Akbar Hari Santri pada Ahad 22 Oktober 2017 di Gedung Pemuda Temanggung. Apel direncanakan diikuti ribuan santri, murid madin, serta siswa LP Maarif, dan mahasiswa STAINU Temanggung. (Dama/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Sejarah, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Senin, 13 November 2017

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Epistimologi pesantren berbeda dengan epistimologi ilmu sosial, humaniora, dan eksak. Dalam bidang keilmuan tersebut, apa yang disebut sebagai realitas adalah sesuatu yang ditangkap oleh pancaindra. Sedangkan epistimologi pesantren ‘alam mulki wal jabarut dan ‘alam malakut juga dipandang sebagai realitas.

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sangat Kaya Epistimologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi

Hal ini yang dikemukakan Mustafied, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Kamis (13/6).

Dalam acara bedah buku yang bertempat di ruang teatrikal Uhsuludin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga itu, dia memaparkan bahwa pesantren kaya akan epistimologi.

PKS Piyungan Taubat

“Epistimologi pesantren itu sebenarnya sangat kaya. Ada dalil waqi’i atau realitas, dalil ‘aqli atau rasio dan dalil ilhami atau wahyu,” paparnya.

“Di pesantren, kultur yang berkembang, ilmu itu dari Allah. Oleh karena itu, maka ta’allum, tadarus (belajar, red.) bukan variabel yang dominan di pesantren,” ungkapnya, menjelaskan proses pemerolehan ilmu yang ada di pesantren.

PKS Piyungan Taubat

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menuturkan bahwa hal yang paling menentukan dalam pemerolehan ilmu di pesantren adalah niat serta ketaatan santri pada kiai atau ustadznya.

Namun pihaknya juga memberi pandangan kritis soal relevansi dari epistimologi ala pesantren itu, ”Pertanyaannya adalah, apakah epistimologi itu masih relevan dipertahankan? Ini perlu segera dijawab. Karena jika tidak, pesantren akan terombang-ambing,” imbuhnya.

Redaktur      : Abdullah Alawi

Kontributor  : Nur Hasanatul Hafshaniyah  

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Minggu, 12 November 2017

Pemkab Abai, Aliansi Muda NU Tasikmalaya Bersihkan Sampah

Tasikmalaya, PKS Piyungan Taubat - Generasi muda NU Singaparna Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan KNPI setempat menggelar aksi jalan kaki dari Jalan Muktamar XXIX NU menuju alun-alun Singaparna. Mereka secara bersama-sama melakukan bersih-bersih sampah di sepanjang jalan, Jumat (22/1).

Mereka terdiri atas pelajar NU, GP Ansor, Fatayat NU, dan KNPI Singaparna. Mereka tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL).

Pemkab Abai, Aliansi Muda NU Tasikmalaya Bersihkan Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Abai, Aliansi Muda NU Tasikmalaya Bersihkan Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Abai, Aliansi Muda NU Tasikmalaya Bersihkan Sampah

Aksi ini merupakan bentuk protes kepada pemerintah atas tumpukan sampah di beberapa titik di Singaparna selama tiga pekan terakhir.

PKS Piyungan Taubat

Koordinatror FMPL Asep Abdul Rofik menyebutkan, sejak tiga minggu ke belakang banyak sampah menumpuk di beberapa titik di Singaparna. Penumpukan sampah ini terkesan ada unsur pembiaran oleh pemerintah.

PKS Piyungan Taubat

Wakil Sekretaris GP Ansor Tasikmalaya ini melanjutkan, sudah banyak dari masyarakat Singaparna mengeluh ke FMPL. Pasalnya, selain tidak enak dipandang sampah juga sudah mengeluarkan bau busuk dan menjadi “terminal” nyamuk. Efek sampah itu juga bisa memicu timbulnya penyakit, pencemaran lingkungan, dan penyumbatan saluran air.

“Apalagi wilayah Singaparna tidak hanya puskesmas, rumah sakit pun ada,” ujarnya.

Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, kata Asep, harus menjadikan masalah sampah ini sebagai catatan penting bahan evaluasinya. Karena, pemerintah tidak berdaya lagi menangani sampah.

Dari sisi hukum, belum ada aturan yang mengikat soal pengolahan sampah. Yang ada hanya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang kewenangannya ada di pemerintah daerah.

“Namun hari ini pemerintah seolah-oleh tidak ada tindakan terkait penumpukan sampah,” tuturnya.

Ia menegaskan, bila hingga Ahad (24/1) nanti sampah tidak dibersihkan, FMPL dan masyarakat akan mendatangi pemkab setempat. “Kita bersama-sama warga dan seluruh OKP akan melakukan orasi dengan mempertanyakan penanganan sampah,” pungkasnya. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Rabu, 01 November 2017

Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar!

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Guna meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk mengikuti pendidikan di Politeknik Ketenagakerjaan.

 

Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar!

“Ini merupakan sebuah terobosan yang kami lakukan untuk menyiapkan SDM yang kompeten di bidang ketenagakerjaan,” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri  di kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (26/9).

 

Hanif menjelaskan, Politeknik Ketenagakerjaan akan membuka tiga program studi, yaitu Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Program Studi D4 Relasi Industri, dan Program Studi D3 Manajemen Sumber Daya Manusia.

PKS Piyungan Taubat

 

“Pada tahun ajaran 2017/2018 ini, Politeknik Ketenagakerjaan membuka penerimaan mahasiswa baru sebanyak 90 mahasiswa,” jelas Menaker Hanif.

PKS Piyungan Taubat

 

Selain itu, kata Hanif, biaya pendaftaran dan biaya studi di Politeknik Ketenagakerjaan akan disubsidi oleh pemerintah melalui Kemnaker.

 

“Ya, mahasiswa akan mendapat subsidi biaya studi. Selain itu, setelah lulus mereka tidak hanya mendapat ijasah, akan tetapi juga mendapat sertifikat kompetensi, dan sertifikat Teofl,” tuturnya.

 

Untuk mengetahui syarat pendaftaran ke Politeknik Ketenagakerjaan ini, calon mahasiswa dapat mengakses http://polteknaker.kemnaker.go.id/ atau dengan mengunjungi http:polteknaker.kemnaker.go.id/pendaftaran-online/ untuk mengisi formulir pendaftaran.

 

Tidak lupa, calon mahasiswa juga harus mengirim lampiran berkas (maksimal file 25 Mb, dalam bentuk extension .ZIP) melalui email kepmb.polteknaker@naker.go.id. Pendaftaran sendiri akan dibuka mulai 25 September 2017.

 

“Saya tekankan bahwa program Politeknik Ketenagakerjaan ini bukanlah program ikatan dinas Kementerian Ketenagakerjaan,” papar Menaker Hanif.

 

Untuk informasi lebih lanjut, calon mahasiswa dapat menghubungi Sekretariat PMB Politeknik Ketenagakerjaan yang terletak di Kantor Pusdiklat Pegawai Kemnaker, Jl. Pusdiklat Kemnaker, Kp. Lembur, Kel/KecMakasar Jakarta Timur, telp: (021) 8090952 atau melalui whatsApp: 082115226064.

 

Alamat Kampus Balai Besar Peningkatan Produktifitas (BBPP) jalan Guntur Raya Kayuringin Jaya Bekasi, Jawa Barat. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Anti Hoax, Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Kamis, 26 Oktober 2017

PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) melihat doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas pada Jumat (2/12) sebagai gejala dari masalah kesenjangan ekonomi. Kang Said memandang bahwa kecemburuan ekonomi terhadap kelas sosial, etnis tertentu, dan non-Muslim tidak bisa dilepaskan dari doa, zikir, dan Jumatan bersama di Monas kemarin.

Demikian disampaikan Kang Said kepada PKS Piyungan Taubat di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) malam.

PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi

Gejala itu, kata Kang Said, terindikasi dari banyaknya masyarakat di luar Jakarta yang ikut doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas.

PKS Piyungan Taubat

“Tetapi kenapa banyak orang dari luar Jakarta yang berdemostrasi? Saya yakin pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masih menjadi masalah mendasar. Demonstrasi ini lebih didasari motif kecemburuan sosial dan ekonomi yang dimonopoli oleh etnis tertentu dan non-Muslim,” kata Kang Said.

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini menyampaikan rasa syukur PBNU karena Allah masih berkenan memelihara keutuhan NKRI. “Alhamdulillah sampai sekarang Allah masih turun tangan dalam menjaga keutuhan Indonesia.”

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, doa bersama di Monas merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

“Pemerintah harus membuat kebijakan terkait ekonomi yang langsung menyentuh rakyat banyak secara merata agar kesenjangan ekonomi teratasi. Ini jelas akumulasi kekecewaan,” kata Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 31 Agustus 2017

GP Ansor Krejengan Segera Kembangkan Potensi Wisata Daerah

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo akan memaksimalkan peran pemuda dengan sebaik mungkin sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya dengan ikut terlibat aktif secara langsung dalam program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

GP Ansor Krejengan Segera Kembangkan Potensi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Krejengan Segera Kembangkan Potensi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Krejengan Segera Kembangkan Potensi Wisata Daerah

“Dalam waktu dekat, kami ingin mengembangkan potensi wisata yang ada di setiap daerah di Kabupaten Probolinggo seperti keberdaan air terjun di Desa Krobungan Kecamatan Krucil,” kata Ketua PAC GP Ansor Krejengan Ahmad Ansori, Senin (4/4).

Menurut Ansori, hingga hingga saat ini beberapa potensi wisata daerah masih belum tersentuh. “Padahal kalau dikembangkan dengan baik, tentunya akan berdampak kepada perekonomian masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ansori menambahkan bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah tetapi Sumber Daya Manusia (SDM) tidak mampu mengembangkannya.

PKS Piyungan Taubat

“Makanya dibutuhkan pemuda yang kreatif untuk bisa mengembangkan potensi wisata daerah yang ada di Kabupaten Probolinggo. Pemuda yang kita miliki harus bisa diberdayakan dengan baik. Sebenarnya mereka bisa, hanya saja masih belum diberi kesempatan,” terangnya.

Lebih lanjut Ansori mengakui jika potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Probolinggo tidak kalah bagusnya dengan daerah lain. “Disini ada air terjun yang sangat bagus dan tidak kalah bagusnya dalam satu jalan ada juga air terjun gelombang. Tentunya ini peluang bagi pemuda untuk membuktikan diri jika mampu mengembangkan potensi wisata daerah dengan baik,” jelasnya.

Hal yang dapat dilakukan oleh pemuda jelas Ansori adalah dengan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat serta mempromosikannya lewat berbagai kesempatan. Hal lain adalah dengan terlibat dalam pembenahan sarana dan prasarana penunjang dan akses pendukung potensi wisata daerah.

“Mudah-mudahan ke depan pemuda mampu memberikan sumbangsih yang nyata dalam membantu program pembangunan dengan melakukan pengembangan potensi wisata daerah. Sebab jika wisata ini berkembang, tentunya nanti akan tumbuh UKM dari masyarakat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Pahlawan, Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 17 Agustus 2017

Berani untuk Tidak Menjawab

Oleh Sahal Japara





Akhir-akhir ini, sering kali muncul anggapan bahwa seorang ustadz atau ulama, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dan menyelesaikan segala persoalan. Segala hal ditanyakan, dari persoalan keagamaan, politik, sampai fenomena alam. Seolah-olah para ustadz dan ulama selalu tahu segala hal. 

Berani untuk Tidak Menjawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Berani untuk Tidak Menjawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Berani untuk Tidak Menjawab

Bagaimana hukumnya ini dan itu? Bagaimana solusi atas persoalan ini dan itu? Bagaimana caranya mengatasi banjir dan tanah longsor? Bagaimana caranya menata kota supaya tidak macet? Adalah contoh pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan oleh khalayak kepada para ustadz atau ulama. Dan anehnya, masih ada saja, ustadz atau ulama yang berani menjawab pertanyaan yang sebenarnya bukan kapasitas mereka untuk menjawabnya.

Ketika seseorang yang bukan ahlinya dimintai pertimbangan atau jawaban atas sebuah permasalahan, tentu jawabannya akan lahir tidak didasarkan kepada ilmu. Dan ini sangat berbahaya, bagaikan orang buta meminta dituntun oleh orang buta. 

Ustadz atau ulama, adalah ahli agama, meskipun ada juga yang memiliki keahlian lain. Jika seorang yang ahli agama ditanyai tentang urusan yang bukan ahlinya, seperti sebab-sebab banjir, atau peristiwa alam yang lain, dan dimintai solusi atasnya, tentu jawabannya akan didasarkan kepada hal-hal yang bersifat agamis, seperti: banjir datang karena kita sering maksiat, dan solusinya supaya tidak banjir adalah kita beristighfar, bertaubat dan berdoa kepada Allah agar tidak menurunkan banjir.

PKS Piyungan Taubat

Jawabannya bagus, sarat akan nilai religius, tapi kurang pas untuk dijadikan sebuah jawaban riil yang mampu menyelesaikan problematika masyarakat. 

Menurut Mbah Sholeh Darat, orang yang mengurus sesuatu yang bukan urusannya itu sama halnya seperti orang ghasab, sebab menggunakan sesuatu yang bukan miliknya, dan itu tidak diperkenankan oleh agama. 

Mbah Kiai Sahal, dahulu mencetuskan gagasan Ijtihad Jamai, yakni sebuah ijtihad dalam menjawab persoalan umat, yang dilakukan secara kolektif dengan menghadirkan tokoh-tokoh dan pakar-pakar di bidangnya masing-masing. Artinya, sebuah fatwa fiqih atau keputusan hukum, tidak hanya lahir dari seorang kiai, tetapi juga dilahirkan secara bersama-sama dengan berbagai pakar yang terkait dengan persoalan tersebut. Jika di bidang kesehatan, maka harus mendatangkan dokter. Jika di bidang pendidikan, maka harus mendatangkan guru dan praktisi pendidikan.

PKS Piyungan Taubat

Upaya mengumpulkan pakar menjadi satu, untuk memecahkan sebuah persoalan, merupakan sebuah pertanda bahwa Kiai Sahal memandang adanya kekurangan dalam diri ustadz, ulama, atau kiai yang harus dilengkapi oleh yang lain. Atau ada hal-hal yang memang tidak bisa dijawab oleh mereka, sehingga harus dipasrahkan kepada orang lain. 

Imam Ahmad bin Hanbal, ulama besar Islam yang terkenal di bidang hadits dan fiqih saja, ketika ditanyai persoalan-persoalan yang sesuai dengan kapasitasnya, seringkali menjawab: aku tidak tahu (? ? ? ?), aku tidak pernah mendengar tentang hal itu (? ?), aku tidak berani berfatwa tentang hal itu (? ? ? ? ?), bertanyalah kepada orang lain (? ?), bertanyalah kepada para ulama (? ?), ini sebuah persoalan yang sulit (? ?), aku ingin selamat (? ?), maaf aku tidak bisa menjawab (? ? ?).

Sekelas Imam Ahmad yang kitab-kitabnya dijadikan referensi inti kajian-kajian keislaman saja jawabannya sedemikian hati-hati, padahal pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sangat sesuai dengan kapasitas dan bidang beliau. Apalagi kita yang bukan siapa-siapa? Tentunya harus lebih sangat amat ekstra hati-hati. 

Semoga kita semua senantiasa diberikan keberanian untuk tidak menjawab atau berkomentar, di zaman siapa pun bebas berkomentar dan berfatwa, atas persoalan yang bukan kapasitas kita untuk menjawabnya.

Sebab, orang yang paling berani dan sembarangan dalam berfatwa, adalah orang yang paling berani masuk neraka.

? ? ? ? ? ?.... 





Wallahul mustaaaaan....





(Penulis adalah Alumni Perguruan Islam Mathaliul Falah, Kajen)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock