Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Sistem Kupon Subsidi Pupuk Masih Simpang Siur

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Sistem penyaluran subsisi pupuk melalui kupon ternyata belum menjadi keputusan pemerintah. Menyusul spekulasi seputar efektifitas sistem baru itu serta usulan beberapa pakar ekonomi untuk menyerahkan harga pupuk kepada mekanisme pasar alias mencabut subsidi, dikatakan, sistem itu hanyalah rencana alternatif Departemen Pertanian (Deptan) agar subsidi pupuk yang diberikan tidak salah sasaran.

"Kupon pupuk itu masih salah satu opsi yang disampaikan Deptan untuk mengatasi masalah pupuk di petani. Jadi, itu masih wacana dan belum menjadi putusan Presiden, apalagi dilaksanakan," kata Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Jumat (8/12) siang usai sholat Jumat di mesjid Baiturahmin di Kompleks Istana Wapres, Jakarta.

Sistem Kupon Subsidi Pupuk Masih Simpang Siur (Sumber Gambar : Nu Online)
Sistem Kupon Subsidi Pupuk Masih Simpang Siur (Sumber Gambar : Nu Online)

Sistem Kupon Subsidi Pupuk Masih Simpang Siur

Sebelumnya, Menko Perekonomian Boediono mengungkapkan rencana sistem voucher untuk distribusi pupuk bersubsidi pada tahun 2007 dalam rapat gabungan komisi IV dan VI DPR dengan pemerintah baru-baru ini. Tujuan pembagian langsung pupuk lewat sistem kupon ini dilakukan pemerintah dengan tujuan mencegah terjadi kelangkaan pupuk dan peningkatan anggaran subsidi pupuk.

Uji coba ini akan dilakukan menjelang akhir masa tanam pertama 2007. Hasil uji coba, kata Boediono, akan dievaluasi secara menyeluruh pada pertengahan 2007, baik yang terkait dengan kebijakan pupuk secara umum, jumlah kebutuhan pupuk yang sebenarnya, irama tanam, dan pasokan pupuknya.

Kesimpangsiuran informasi mengenai kebijakan pupuk ini juga terjadi saat Menteri pertanian (Mentan) membatalkan rencana kenaikan HET pupuk pada Januari 2007 sebesar 50% setelah menteri mendengarkan instruksi presiden agar mencari solusi terbaik perpupukan nasional. (nam)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sunnah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta, menunjukkan kepeduliannya terhadap gerakan antokorupsi melalui karya. Mereka mengikutsertakan film dokumenter dengan semangat antikorupsi itu pada festival antikorupsi yang digagas Komisi Pemberantas Korupsi di UGM, Selasa-Kamis (9/12).

Film karya pelajar SMK Ma‘arif NU 1 yang beralamat di jalan HOS Cokroaminoto TR III/133 Tompeyan, Tegalrejo, Kota Yogyakarta ini, diputar di stand PWNU Yogyakarta di UGM. Film berdurasi 10 menit ini, diperankan oleh 13 siswa-siswi SMK Ma‘arif 1.

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM (Sumber Gambar : Nu Online)
Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM (Sumber Gambar : Nu Online)

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM

Karya mereka ini mengisahkan seorang siswa yang mencuri makanan di Warung Kejujuran yang disediakan sekolah untuk melatih kejujuran siswa. Siswa yang terbukti mencuri ini akhirnya dijatuhkan sanksi atas perbuatannya.

PKS Piyungan Taubat

"Dengan film yang kami buat ini walaupun masih bisa dibilang amatiran, tetapi kami bertujuan agar menggugah penonton dalam menyadarkan para pejabat-pejabat agar tidak menyengsarakan rakyat kecil," kata salah seorang pemerannya, Arya Bima Saputra. (Ahmad Syaefudin/Alhafiz K)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Sunnah, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Senin, 22 Januari 2018

"Islam Radikal" Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal

Bondowoso,PKS Piyungan Taubat. Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda  (GP) Ansor Bondowoso Ustadz Salam menjelaskan, bahwa paham radikalisme agama tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di negara- negara lain, dengan pengaruh secara global.

Di Indonesia, kata dia, paham tersebut tersebar berangkat dari pemahan agama dangkal seperti memahami ayat secara tektualis.

Islam Radikal Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Radikal Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal (Sumber Gambar : Nu Online)

"Islam Radikal" Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal

“Maka hal ini pemahaman agama secara mendalam itu sangat perlu tentunya," terangnya pada workshop “Deradikalisasi Agama” dan “Akreditasi GP Ansor” di Aula Kantor Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama Jl.KH. Agus Salim No. 85 Belindungan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Ahad (20/9).

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, jika dibiarkan, paham Islam radikal sangat membahayakan pada keamanan Republik Indonesia (NKRI) dan ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah atau NU atau Islam Nusantara. Karena itu, ia mengimbau supaya jangan boleh berleha-leha membiarkan benih- benih paham radikalisme agama yang tumbuh di Bondowoso

“Tapi sepanjang Nahdlatul Ulama dan seluruh Banom-banom kuat, pesantren kuat, insya Allah ruang gerak radikalisme sempit,"tambahannya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, dengan workshop tersebut peran Ansor secara internal harus memperkuat basis keilmuan, semakin meneguhkan keislaman yang damai, toleran, moderat. Sementara secara eksternal, Ansor harus memberikan pemahan kepada publik tentang Islam secara teks yang dibarengi secara kontektual.

Workshop tersebut merupakan kegiatan PC GP Ansor se-Jawa Timur. Kegiatan itu telah dilakukan dengan melibatkan sebelas Pimpina Cabang. Tahap kedua melibatkan empat belas Pimpin Cabang.

Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso, Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, Kodim 0822 Bondowoso, serta Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor dan Pimpinan Anak Cabang (PAC)GP Ansor Se-Bondowoso.

Akreditasi GP Ansor

Pimpian Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur Habibullah Maksum mengatakan, pada workshop deradikalisasi, dimanfaatkan sebagai ajang akreditasi PC-PC.

Manfaat akreditasi itu, kata dia, untuk mengetahui kegiatan yang sudah dilakukan PC. Dari kegiatan tersebut bisa diketahui tolok ukur kinerja pengurusnya. “Supaya Ansor tetap berjalan secara struktrul dan berjalan secara operasional," tambahnya.

Workshop tersebut dibuka H.Yasin dari Pimpinan Wilayah (PW) Rijalul Ansor Jawa Timur. Workshop terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mengundang narasumber dari Kodim 0822 yang diwakili Handoko dan Gus H. Yasin dengan moderator Noval.

Sementara sesi kedua dengan narasumber dari Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur Habibullah Maksum dan Bakron Hadi dengan moderator Ustd Salam. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Fragmen, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 19 Januari 2018

Puncak Harlah Digelar di Tugu Proklamasi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Puncak peringatan hari lahir ke-52 tahun Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan tema Mengembalikan Kedaulatan di Tangan Rakyat, akan digelar di Tugu proklamasi, Jakarta, Sabtu (28/4) mulai pagi hingga malam ini.

Menurut Ketua Panitia Zaini Mustakim, puncak harlah menggelar sejumlah acara, diantaranya Festival Marawis se-DKI Jakarta mulai pukul 09.00-12.00; Parade Musik Pergerakan, mulai pukul 13.00-15.00.

Puncak Harlah Digelar di Tugu Proklamasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Puncak Harlah Digelar di Tugu Proklamasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Puncak Harlah Digelar di Tugu Proklamasi

“Parade musik pergerakan merupakan apresiasi PMII kepada seni musik, khusunya band-band indie. Jadi, tidak hanya pikiran dan gerakan, tapi apresiasi seni budaya,” jelas Zaini.

PKS Piyungan Taubat

Pukul 15.30-17.00, penandatanganan kesepakatan antara PB PMII dengan Kementerian Kehutanan untuk penanaman pohon di seluruh Indonesia.

Malam harinya akan digelar orasi kebudayaan. Didaulat sebagai orator diantaranya Ali Masykur Musa dan Hary Tanoe Sudibyo. Kemudian dilanjutkan pemberian penghargaan kepada tiga pendiri PMII yang masih hidup diantaranya KH Nuril Huda, KH Chalid Mawardi dan Ir. Hilman Badrudinsyah.

PKS Piyungan Taubat

Selepas itu, akan digelar tari dari berbagai daerah diantarnya tari Saman dari Aceh, Gendhing Sriwijaya dari Sumatera Selatan, Gandrung dari Banyuwangi (Jawa Timur), Rinjani dari Nusa Tenggara Barat.

“Para penari itu adalah kader-kader PMII,” terang Zaini.

Aktivis PMII asal Malang ini menambahkan, puncak harlah ini akan dihadiri Pengurus PBNU, Kementerian Pemuda dan Olah Raga, serta para kader organisasi yang didirikan 17 April 1960 ini.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 09 Januari 2018

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Bondowoso, PKS Piyungan Taubat - Ruqyah massal diikuti puluhan santri di mushalla Pesantren Assaadah Gang KH Abdul Majid Purbosari RT 29 RW 06 Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Kota Bondowoso Jawa Timur Sabtu (19/8) malam. Praktisi Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Bondowoso Ustadz Imam Supriyadi menjelaskan, ruqyah massal merupakan amanah, yang harus dilaksanakan.

"Ini bentuk pengabdian kami kepada jamaah dan jamiyah Nahdlatul ulama," jelasnya.

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Pengasuh Pesantren Assaadah Ustadz Taufiq mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap jamaah pondok pesantren yang diasuhnya dan sekaligus ingin menggandeng JRA Bondowoso.

PKS Piyungan Taubat

Lanjutnya, ini juga dalam rangka membentengi aqidah ahlussunah wal jamaah. “Kami tidak ingin jamaah kita ini justru mendapatkan pelayanan pengobatan dari mereka yang akidahnya bertentangan dengan ahlussunah wal jamaah.”

PKS Piyungan Taubat

Di mushalla Pesantren Assaadah tampak puluhan jamaah malam itu serius mempraktikkan bacaan yang berasal dari ayat-ayat Al-Quran  yang dipandu oleh praktisi JRA. Bahkan sebagian dari mereka yang masih kesakitan hingga muntah-muntah mendapatkan pengobatan khusus.

"Pasien kami beri herbal serbuk daun bidara dan cairan habbatussauda untuk diminum," kata Ustadz Imam.

Di tempat yang sama, Ketua JRA Bondowoso Ustadz Ahmad Basri mengatakan, ke depan pihaknya akan menggandeng berbagai pihak untuk menggalakkan ruqyah.

"Ini cara kami untuk hadir di tengah-tengah jamiyah ahlussunah wal jamaah," jelas Ustadz Basri. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 06 Januari 2018

Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi

Pamekasan, PKS Piyungan Taubat 

Meski bulan kelahiran Nabi Muhammad berhimpitan dengan akhir tahun, rupanya semangat dalam bershalawat masih terus membumi. Utamanya acara bagi kalangan siswa di sekolah.

Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi

Salah satu contohnya kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTs-MA Az-Zubair Pamekasan, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, dalam acara maulid nabi semarak dihadiri jajaran dewan guru, Sabtu (31/12).

"Ini sebagai upaya belajar meneladani Rasulullah, apalagi siswa masih memiliki benteng kesegaran dalam mencari ilmu, tentu dirasa tepat perayaan maulid ini juga melibatkan semua pihak pengurus yayasan dan siswa," terang Moh. Zayyadi salah seorang dewan guru. 

Acara semakin berkhitmad karena diawali dengan pembukaan langsung oleh guru sesepuh, yaitu Kyai Sibaweh. Kemudian berlanjut pada pembacaan ayat suci Al- Quran. Sementara Sholawat Nabi yang diiringi rebana berlanjut pada acara terakhir.

PKS Piyungan Taubat

Pengasuh yayasan Az-Zubair Mahrus Ali sekaligus sebagai penceramah memastikan kegiatan Maulid Nabi yang digelar oleh siswa akan tercipta sebuah karakter kecintaan pada sang Rasul.

"Perayaan Maulid Nabi ini untuk  meneladani sikap Nabi Muhammad dengan tujuan menanamkan rasa cinta para ummatnya. Apalagi kalian yang masih menjadi siswa, tentu harus banyak tau sejarah Nabu Muhammad," pinta Kiai Mahrus Ali dalam ceramahnya. 

Kiai Mahrus Ali melanjutkan, karena setiap muslim bisa dikatakan harus wajib memahami sejarah Nabi Muhanmad yakni dengan mengenal sifat-sifatnya dan perjuangannya. 

"Sehingga kalian akan menjadi generasi bangsa yang memiliki karakter dan keagamaan yang baik," motivasinya.

Tidak hanya itu, Kiai.Mahrus Ali juga menyampaikan pentingnya Ukhwah Islamiyah, sebagaimana peran ummat islam menjaga silaturrahmi antar sesama, demi persatuan dan kesatuan bangsa.

PKS Piyungan Taubat

"Kita harus mencotoh Nabi Muhammad SAW, baik dari sikap, perilaku, dan perbuatan. Nabi Muhammad SAW merupakan sosok dan suri tauladan yang terbaik bagi segenap alam. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Nahdlatul Ulama, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Senin, 01 Januari 2018

Museum NU Segera Miliki Katalog Online

Melbourne, PKS Piyungan Taubat. Museum Nahdlatul Ulama yang berlokasi di Surabaya akan segera memiliki katalog online. Dengan katalog yang bisa diakses secara terbuka ini, koleksi museum akan diketahui lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dari seluruh dunia.

Museum NU Segera Miliki Katalog Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Museum NU Segera Miliki Katalog Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Museum NU Segera Miliki Katalog Online

“Dengan katalog online ini, warga NU bisa mengetahui koleksi apa yang sudah ada dan apa yang belum,” ujar Direktur Museum NU Achmad Muhibbin Zuhri. “Jika mereka memiliki dokumen kakek atau kiai tertentu yang menjadi tokoh NU di daerahnya, bisa segera dikirim secara online,” sambungnya.

Sistem katalog online ini akan segera dirasakan manfaatnya berkat kerjasama dengan Fasnetgama Training Center. Bertempat di KJRI Melbourne, Selasa (17/12), berlangsung penandatanganan MoU antara Direktur Museum NU dan Direktur Fasnetgama.

PKS Piyungan Taubat

“Fasnet memiliki software katalog online yang diperlukan oleh Museum NU,” ujar Direktur Fasnetgama Muhammad Nur Rizal. “Dengan software tersebut memungkinkan museum menjadi hub bagi seluruh perpustakaan pesantren yang dimiliki oleh NU. Kami sangat senang dan bangga dengan kerjasama ini,“

Lanjut kandidat Ph.D bidang IT di Monash University itu.

Achmad Muhibbin yang kebetulan sedang berkunjung ke Victoria dalam rangka tugas dari kampus UIN Sunan Ampel, sangat terkejut sekaligus berbahagia dengan terwujudnya MoU itu. “Sungguh ini merupakan sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Alhamdulillah, semoga menjadi berkah bagi semuanya,” ujarnya tanpa bisa menutupi rasa harunya.

PKS Piyungan Taubat

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Konjen Melbourne Irmawan Emir Wisnandar, Konsul Muda Pensosbud Vitrio Naldi, dan Ketua Tanfidziyah PCINU Australia dan New Zealand (ANZ) Mokhamad Nur.

“Saya menyambut baik kerjasama semacam ini,” kata Emir Wisnandar. “Sudah saatnya wajah Islam Indonesia yang moderat seperti yang ditampilkan oleh NU diketahui secara lebih luas. Oleh karena itu, saya sangat berharap agar layanan online Museum NU ini segera dilengkapi dengan bahasa internasional.”

Dengan adanya katalog online ini, terbuka peluang bagi pelajar NU dari seluruh dunia untuk ikut melengkapi koleksi Museum. Sebagai pewaris keilmuan para ulama yang terus tersambung (sanad) dari mulai Nabi Muhammad hingga saat ini, NU perlu memiliki sejarah perkembangan Islam moderat yang komprehensif. “Saya kebetulan aktif dalam jejaring PCINU seluruh dunia, insyaallah akan saya kampanyekan ajakan ini begitu layanan online di museum sudah siap,” ujar Mokhamad Nur dengan penuh semangat.

Sementara Badrus Sholeh yang menjadi pendamping Achmad Muhibbin selama di Victoria menyatakan, “Sudah saatnya para santri mendapatkan alternatif lain di luar politik praktis, agar cakrawala berpikirnya semakin luas. Sistem online ini memungkinkan mereka mendapatkan horison pemikiran dari seluruh dunia. NU dan pesantren adalah citra Islam yang terbuka dan selalu mau belajar. Kita bukan kelompok yang statis, ekslusif dan jumud. Bantuan teknologi ini salah satu upaya kita mewujudkan wajah Islam yang rahmatan lil alamain.”

(Iip Yahya, kontributor PKS Piyungan Taubat untuk Australia dan New Zealand/Anam).

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Kajian PKS Piyungan Taubat

Jumat, 29 Desember 2017

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Way Kanan, PKS Piyungan Taubat. Organisasi akan aktif dan dinamis jika ditopang individu-individu yang memahami dan mau mempraktikkan pengabdian. Karena itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan akan memberikan “Syahadah Bintang Sembilan” kepada para kader penuh pengabdian.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (17/12) mengatakan, salah satu ciri pengabdian itu adalah kader yang membuat organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di ujung utara Provinsi Lampung ini menjadi hidup.

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Menurut dia, pemberian Syahadah Bintang Sembilan merupakan apresiasi atas energi, semangat, senyum, dan keringat diberikan para kader yang terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pimpinan cabang. Juga kegiatan yang dihelat institusi lain.

PKS Piyungan Taubat

Untuk yang disebut terakhir, menurut Gatot, harus kegiatan yang menopang eksistensi dan membuat pergerakan Ansor di daerah yang berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumateras Selatan ini, menjadi dinamis.

PKS Piyungan Taubat

"Kader yang sekali terlibat dalam kegiatan maka akan mendapatkan Syahadah Bintang Satu. Dua kali terlibat dalam kegiatan mendapat Syahadah Bintang Dua. Begitu seterusnya hingga Syahadah Bintang Sembilan," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menjelaskan.

Gatot menambahkan, Syahadah Bintang Sembilan ialah piagam didesain berlatar belakang Bung Tomo serta KH Hasyim Asyary berikut wasiatnya: "Siapa yang mau mengurusi NU saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya."

“Secara sederhana, desain tersebut juga ingin mengatakan hubungan NU dan Indonesia yang jelas melalui Resolusi Jihad,” tegasnya.

Syahadah tersebut, menurut alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Way Kanan angkatan pertama itu pula, bakal menjadi report keaktifan kader yang nantinya sebagai acuan bagi pimpinan cabang untuk memajukan kader.

"Tidak ada makan siang gratis. Karena itu, yang bisa ikut kaderisasi Ansor lanjutan baik Kursus Banser Lanjutan atau Susbalan dan Pendidikan Kader Lanjutan atau PKL ialah yang sudah mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan," kata dia menerangkan.

Wakasatkorcab Banser Way Kanan yang mendapat amanah memimpin Ansor setempat pada 7 Oktober 2014 itu menegaskan, sesuai peraturan berlaku, Ansor adalah organisasi kader.

"Semakin banyak yang mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan akan semakin bagus karena menandakan banyaknya kader yang aktif. Kader-kader aktif itulah tulang punggung Ansor mendatang. Tidak boleh orang yang tidak aktif mendadak Ansor, sok-sokan mau mengurus Ansor," demikian Gatot Arifianto. (Heri Amanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Nasional PKS Piyungan Taubat

Minggu, 24 Desember 2017

Samadiyah, Wujud Kesalehan Anak

Samadiyah berasal dari sifat Tuhan, yakni ash-Shomad, tempat bergantung. Secara istilah, Samadiyah digunakan masyarakat Aceh untuk menyebut tradisi doa bersama yang dikirimkan kepada orang yang telah meninggal dunia.?

Disebut Samadiyah karena dalam doa tersebut selalu ditonjolkan pembacaan surat al-Ikhlas, di mana surat itu menyebut Allahush Shomad, ayat kedua. Di Jawa dan tempat lain, Samadiyah sepadan dengan istilah Tahlilan. Isi Samadiyah relatif sama dengan di tempat lain, hanya saja pembacaan surat al-Ikhlas diperbanyak, biasanya 33 atau 100 kali.

Samadiyah, Wujud Kesalehan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Samadiyah, Wujud Kesalehan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Samadiyah, Wujud Kesalehan Anak

Setelah upacara pemakaman jenazah, masyarakat Aceh ada doa pasca kematian sejak hari pertama hingga hari ketujuh. Di Aceh, tradisi berdoa untuk orang meninggal disebut Khanduri Matee (kenduri orang meninggal). Semua ritual itu diselenggarakan oleh ahli waris yang di tinggalkan. Juga dibantu oleh masyarakat gampong setempat. Berikut ini beberapa ritual kenduri pasca kematian yang dikenal dalam adat masyarakat Aceh.

Samadiyah malam pertama orang meninggal biasanya dilakukan di Meunasah (Mesjid, Mushalla, Surau). Para sanak keluarga ataupun tetangga datang dengan sendirinya, Samadiyah dilakukan setelah shalat Magrib berjamaah.?

PKS Piyungan Taubat

Lalu ada Samadiyah malam ketiga disebut Khanduri Malam Lhee (Kenduri Malam Tiga), dimana saudara yang masih hidup dating ke rumah duka untuk mendoakan yang meninggal dunia. Para tamu yang datang membawa oleh-oleh ala kadarnya, semampunya. Sebelum berdoa, para tamu disuguhi makan malam bersama.

Seunujoeh adalah sebutan untuk Samadiyah hari ketujuh. Seuneujoh merupakan puncak daripada upacara kematian setelah jenazaha dikuburkan. Pada Samadiyah Seunujoeh lebih ramai dari samadiyah sebelumnya, orang lebih banyak berdatangan. Kerabat dan tetangga datang ke rumah duka membawa beras, gula, kopi, kue dan lain-lain.?

PKS Piyungan Taubat

Ada juga yang membawa sedekah uang yang dimasukkan dalam amplop, ketika pamit pulang si tamu menyalami tuan rumah Seuneujoh itu. Kenduri Seuneujoh juga dilaksanakan untuk menunggu para pelayat dari jauh atau dekat yang belum bisa hadir ke rumah duka pada hari pertama dan seterusnya.?

Pada pagi harinya, masyarakat gampong di pimpin oleh Imam Gampong menjadi pemimpin Samadiyah. Adapun doa-doa yang dibacakan pada pelaksanaan Samadiyah adalah: Syahadat, Selawat Nabi, Tahlilan, surat-surat Pendek al-Akhlas, an-Naas, al-Falak, dan talkin.

Setelah itu ada Malam Lheeploh (malam ketiga puluh), Khanduri Peutploh(Malam keempat puluh, Khanduri Ppeutplohpeut atau malam keempat puluh empat, Khanduri Tujohploh atau ke tujuhpuluh, Khanduri sikureungplohatau hari kesembilan puluh, Khanduri reuthoh atau hari keseratus.

Samadiyah juga dilakukan saat pernikahan, pindahan rumah, khitanan.Pada acara khitanan, samadiyah juga dibaca, selain al-Barjanzi. Samadiyah adalah salah satu perwujudan kesalehan, yakni anak mendoakan orang tua dan para leluhurnya. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Halaqoh, Santri PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 23 Desember 2017

Mengganti Kayu Siwak dengan Sikat dan Pasta Gigi?

Islam adalah agama yang mencintai kebersihan, tak terkecuali kebersihan gigi. Oleh sebab itu, dalam ajaran Nabi Muhammad SAW seorang Muslim dianjurkan untuk bersiwak yang berguna untuk membersihkan gigi.

Apa siwak itu? Menurut bahasa Arab siwak berarti menggosok atau alat yang digunakan untuk itu. Nabi SAW sangat menganjurkan umatnya untuk bersiwak dalam setiap shalat.

Mengganti Kayu Siwak dengan Sikat dan Pasta Gigi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengganti Kayu Siwak dengan Sikat dan Pasta Gigi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengganti Kayu Siwak dengan Sikat dan Pasta Gigi?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKS Piyungan Taubat

Artinya, “Jika tidak memberatkan bagi umatku, maka aku akan menyuruh mereka untuk bersiwak setiap shalat,” (HR Abu Dawud).

PKS Piyungan Taubat

Pada masa Nabi, sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab fikih klasik, disebutkan bahwa orang Arab biasa menggosok gigi dengan kayu yang dikenal dengan kayu arak. Selain itu, dalam berbagai riwayat hadits, Nabi dan sahabat tidak lupa untuk mencuci kayu tersebut setelah digunakan bersiwak. Kenapa kayu arak? Ranting kayu ini lebih lunak dan terasa nyaman di mulut.

Di Indonesia, fenomena bersiwak banyak di sekitar kita. Kayu arak ini dijual, serta dijadikan oleh-oleh jamaah haji untuk handai tolan sepulang ke Indonesia. Sebagian orang menganggap, yang disebut bersiwak adalah menggunakan kayu tersebut sewaktu-waktu, terutama sebelum shalat.

Zaman sudah berubah, masyarakat juga mengenal sikat gigi serta pasta gigi. Sikat gigi lebih mudah didapat di Indonesia, serta bisa menjangkau bagian mulut yang lebih dalam. Nah, apakah menggunakan sikat dan pasta gigi termasuk bersiwak juga?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syekh Muhammad bin Qasim Al-Ghazi menyebutkan dalam kitabnya Fathul Qarib bahwa “Siwak adalah menggosok gigi dengan kayu arak atau sejenisnya.” Dari keterangan tersebut, maka selain kayu arok pun bisa dinilai bersiwak.

Lebih lanjut, Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh menyebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Siwak adalah penggunaan kayu atau sejenisnya seperti sikat dan pasta gigi, untuk membersihkan bagian gigi dan sekitarnya, supaya kotoran dan sejenisnya bisa hilang.”

Maka perlu diketahui, bahwa tujuan bersiwak ini adalah mulut yang bersih serta bau mulut yang sedap. Dalam interaksi kita sehari-hari, gigi kotor dan bau mulut tak sedap membuat tidak nyaman. Untuk menambah nilai kemuliaan saat beribadah, maka membersihkan gigi sangat dianjurkan, baik sebelum shalat, ketika akan membaca Al-Quran, dan sebagainya.

Bersiwak dengan kayu juga perlu diperhatikan. Setelah digunakan, kayu hendaknya dicuci. Lalu saat ujungnya sudah mekar, maka ia sulit untuk menjangkau sela-sela gigi. Kayu siwak yang digunakan tapi tak kunjung dicuci, tentu juga bisa menyebabkan kayu itu berbau tak sedap.

Membersihkan gigi itu penting, dan meskipun tidak menggunakan kayu tetap diniatkan bersiwak agar mendapat kesunahan. Gigi bersih, nafas segar, serta mendapatkan kebaikan juga. Kalau bisa, kita juga boleh menggunakan kayu arak agar lebih menambah keutamaan. (Muhammad Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Kajian Islam, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 21 Desember 2017

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi

Songgon, PKS Piyungan Taubat. Baksos Kesehatan PC LKNU Banyuwangi memasuki pelaksanaan di titik keempat dari lima titik kegiatan yang direncanakan. Dalam kegiatan yang dilaksanakan, Ahad (8/3) berlangsung di Tempat Penimbunan Kayu Perhutani, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur ini, LKNU Banyuwangi melakukan berbagai macam layanan kesehatan.

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi

“Kesehatan bagi ibu hamil dan angka kematian ibu melahirkan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pentingnya pemeriksaan kesehatan, untuk itu selain pengobatan gratis, baksos kesehatan di Songgon juga menitikberatkan pada Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pola Hidup Sehat,” ujar Ketua Panitia Baksos dr H Mufti Anam, Dipl.Cibtac.

Selain pengobatan gratis, imbuhnya, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan gigi, penyuluhan kesehatan reproduksi wanita, penyuluhan pola hidup sehat, penyuluhan HIV/AIDS, khitanan, donor darah, santunan anak yatim, dan pembarentasan sarang nyamuk.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi Drs H Masykur Ali memberikan perhatian yang serius dalam kegiatan ini, disamping telah memberikan manfaat yang nyata bagi warga masyarakat yang kurang mampu, kegiatan ini juga telah memberikan dampak yang luar biasa bagi pembangunan dan perkembangan jami’yah NU di Kabupaten Banyuwangi. 

PKS Piyungan Taubat

“Partisipasi masyarakat penting, tidak hanya dalam sebuah kegiatan namun juga kesadaran dalam kehidupan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Kiai Masykur bangga.

Bupati Banyuwangi H Abdullah Azwar Anas, M.Si berharap, kegiatan semacam ini menjadi agenda rutin PCNU Banyuwangi dengan menghimpun partisipasi masyarakat untuk bersama-sama bersinergi menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Banyuwangi. 

“Kami berharap kerjasama antar ulama dan umaro serta tenaga kesehatan dapat ditingkatkan untuk memecahkan persoalan-persoalan kesehatan di Kabupaten Banyuwangi,” harapnya.

Selain itu, KH Salahuddin Wahid yang juga berkenan hadir mengaku bangga atas kegiatan yang dilakukan oleh PC LKNU Banyuwangi ini. Mengingat hiruk pikuk politik yang sudah mulai memanas menjelang pemilihan kepala daerah secara serentak di tahun 2015 ini, PCNU Banyuwangi justru tidak larut dalam dinamika politik yang terjadi. 

“Di tengah situasi politik, PCNU justru menjawabnya dengan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan yang secara nyata dirasakan langsung manfaatnya oleh warga nahdliyin,” ujar Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang tersebut. (Fandi Ahmad/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Sunnah, Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 09 Desember 2017

Probolinggo Tuan Rumah LSN Region Jatim III

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat



Kota Probolinggo dipercaya sebagai tuan rumah perhelatan Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jatim III yang akan digelar Rabu (23/8). Liga yang mempertemukan tim sepak bola perwakilan pondok pesantren dari Pasuruan-Banyuwangi ini akan dilaksanakan di tiga tempat sekaligus.

Probolinggo Tuan Rumah LSN Region Jatim III (Sumber Gambar : Nu Online)
Probolinggo Tuan Rumah LSN Region Jatim III (Sumber Gambar : Nu Online)

Probolinggo Tuan Rumah LSN Region Jatim III

Tiga tempat itu meliputi Stadion Bayuangga, Lapangan Karya Bhakti dan Lapangan Scorpion. Stadion Bayuangga sendiri akan digunakan untuk dua laga pembuka dan babak final serta perebutan tempat ketiga.

“Kami sudah cek kesiapan ketiga venue pertandingan. Sekarang sudah siap 100 persen untuk kick off," kata Koordinator LSN Regional Jatim III Abd. Azis, Selasa (22/8) siang.

Dalam laga pembuka, dua tim asal Kabupaten Probolinggo akan saling bertanding. Yaitu tim Pondok Pesantren Ummul Quro Desa Kropak Kecamatan Bantaran dan tim Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan. Laga pembuka ini akan dimulai pukul 08.00 WIB.

PKS Piyungan Taubat

Selanjutnya pada pukul 09.30 WIB, tim Pondok Pesantren Roudlatul Karomah akan bertanding melawan tim Pondok Pesanteren Anwarul Maliki di stadion yang sama. Pertandingan sendiri akan berlangsung selama 2x35 menit.

Rencananya, LSN Region Jatim III akan dibuka Wali Kota Probolinggo Hj Rukmini. Sejumlah pejabat dan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Jawa Timur direncanakan akan hadir. Antara lain Katib PWNU Jawa Timur KH Syafrudin Syarif dan sejumlah pengurus NU di Kabupaten dan Kota Probolinggo. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Warta, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Kudus dapat akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) pada Senin (13/5) lalu. BANPT mengadakan visiting ke kampus yang terletak di Jl. Lambao Karangsambung Bae Kudus, Jawa Tengah tersebut.

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT

BANPT yang menugaskan dua orang asesor itu melakukan penilaian langsung mulai fisik bangunan atau sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM) dan kurikulum yang diajarkan.

Pembantu Direktur II Saiful  Anas menginformasikan, Tim Asesor sangat apresiatif akan potensi Akbid Muslimat NU Kudus. Lembaga berusia 4-5 tahun sudah mampu memiliki sarana prasarana pembelajaran yang lengkap.

PKS Piyungan Taubat

“Kurikulum fiqh terapan yang dikembangkan dalam pengajaran kebidanan mendapat penilaian (apresiatif) tersendiri dari Tim Asesor. Sedangkan SDM Akbid seperti tenaga dosen diminta untuk ditingkatkan,” tutur Anas kepada PKS Piyungan Taubat di Kantor NU Jl Pramuka 20 Kudus, Kamis (16/5).

PKS Piyungan Taubat

Anas menyatakan secara fisik bangunan termasuk sarprasnya sudah diakui oleh tim Asesor, sedangkan penilaian terkait kualitas SDM-nya masih harus menunggu pleno BNPT, “Memang persoalan SDM telah menjadi perhatian utama Akbid akan terus berusaha ditingkatkan kualitasnya.”kataya.

Dalam pengembangan ke depan, tandas dia, sumber daya manusia (dosen) Akbid Muslimat NU Kudus akan diarahkan penjurusannya pada Magister Kebidanan. Upaya ini menghadapi  akreditasi tahun 2014 yang salah satu instrumennya adalah SDM sesuai dengan kompetensi ilmu kebidanan.

Meskipun begitu, dosen S-2 non-kebidanan tidak perlu berkecil hati karena tetap akan diposisikan mengampu program studi. Namun pengampu khusus Prodi Kebidanan, kita arahkan yang Magister Kebidanan.

Mengenai hasil peniliaian, imbuh Anas, pihak Yayasan hanya berharap mendapat nilai maksimal yang memuaskan.

Redaktur    : Abdullah Alawi

Kontributor     : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Anti Hoax, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS

Solo, PKS Piyungan Taubat. Berawal dari hobi mengisi TTS (Teka Teki Silang), Kang Zubad berpikir mengapa begitu jarang TTS yang mengasah pengetahuan tentang agama. Dari hal itulah, santri asal Subang tersebut kemudian memiliki ide untuk membuat TaksiNU (Teka Teka Silang NU).

Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS

“Isinya kebanyakan tentang sejarah NU,” terang alumni Pesantren Al Hikam Malang ini, saat ditemui di kediamannya di daerah Laweyan Solo, Ahad, (25/8).

Menurutnya orang juga bisa belajar Aswaja dan NU melalui permainan, “Jadi memahaminya tidak mesti lewat buku yang serius,” Pengetahuan seperti nama para tokoh NU, singkatan, pesantren, dan hal yang berkaitan dengan keaswajaan dikemas dalam bentuk permainan TTS.

PKS Piyungan Taubat

Rencananya buku edukasi Aswaja ini akan dibuat sebanyak 9 jilid. “Saat ini baru dalam bentuk PDF, belum kami bukukan,” ungkapnya.

Pria yang hobi menulis ini mengaku belum tertarik untuk mengkomersilkannya. “Ya, baru sekedar untuk iseng memenuhi hobi pribadi. Pernah juga ada yang memesan, belum lama ini salah satunya dari IPNU Kab. Malang,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Melalui TTS ini, Zubad mengatakan warga Nahdliyyin pada khususnya bisa bermain sekaligus belajar tentang ke-NU-an, “diharapkan mereka bisa memahami apa itu NU beserta pernak-perniknya secara sederhana,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 01 Oktober 2017

Maklumat PBNU tentang Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah mengumumkan prediksi bahwa pada Rabu, 31 Januari 2018, berlangsung gerhana bulan total. Selama fenomena alam iini berlangsung umat Islam dianjurkan mengisinya dengan ibadah.

Maklumat PBNU tentang Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Maklumat PBNU tentang Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Maklumat PBNU tentang Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Kabar tersebut beredar melalui Maklumat Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor: 042/Lf-PBNU/I/2018 tentang Gerhana Bulan Total 2018, yang ditandatangani, Ahad (20/1). Maklumat ini juga berpijak pada hasil Musyawarah Penyerasian Hisab Lembaga Falakiyah PBNU di Jepara, Jawa Tengah pada 13 sampai dengan 15 Mei 2016.

Secara rinci Lembaga Falakiyah PBNU mengumumkan bahwa proses gerhana bulan total (GBT) melalui beberapa fase sebagai berikut:

1. Awal Gerhana Penumbra: 17:51:15 WIB

PKS Piyungan Taubat

2. Awal Gerhana Bulan Sebagian: 18:48:27 WIB

3. Awal GBT: 19:51:47 WIB

PKS Piyungan Taubat

4. Pertengahan/Puncak GBT: 20:29:49 WIB

5. Akhir GBT: 21:07:51 WIB

6. Akhir Gerhana Bulan Sebagian: 22:11:11 WIB

7. Akhir Gerhana Bulan Penumbra: 23:08:27 WIB

Lembaga Falakiyah PBNU juga menyeru kepada kaum Muslimin, Nahdliyyin, pengurus NU dan lembaga NU di seluruh tingkatan untuk melaksanakan pengamatan gerhana dan mensyiarkan secara syari GBT dengan dzikir, shalat, khutbah, dan amal saleh lainnya. 

(Baca: Hukum Shalat Gerhana dan Tata Caranya)

(Baca: Shalat Gerhana Bisa Dilakukan Sendirian)“Kepada seluruh jajaran Lembaga Falakiyah NU di seluruh tingkatan, agar melakukan koordinasi untuk melaksanakan pengamatan dan ibadah. Serta mendokumentasikan proses gerhana tersebut sampai purna secara teknis-astronomis. Kemudian melaporkannya,” bunyi surat maklumat yang ditandantangani Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri.

Musyawarah Penyerasian Hisab Lembaga Falakiyah PBNU di Jepara yang diikuti oleh para ahli falak, astronom, dan ahli rukyah NU itu mengambil keputusan hisab jamai berbasis tahqiqi-tadqiqi-ashri-kontemporer yang meliputi hisab awal bulan, roshdul qiblat, gerhana, dan masalah astronomis lainnya. Keputusan itu berlaku untuk masa beberapa tahun di antaranya telah kami umumkan melalui penerbitan almanak tiap tahun. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 06 Juli 2017

Gelombang Ilmu Nahwu

Oleh Syafiq Hasyim

Sepintas pada minggu lalu saya sudah kemukakan bagaimana proses awal peletakan dasar-dasar ilmu Nahwu yang melibatkan para Sahabat Nabi seperti Sayyidina ?Umar dan terutama Sayyidina ?Al? dan juga Ab? al-Aswad al-Du’al?. Agar terkesan lebih sistematis, saya akan menulis babakan sejarah ilmu ini.

Gelombang Ilmu Nahwu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelombang Ilmu Nahwu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelombang Ilmu Nahwu

***

Kalangan sejarahwan Nahwu biasanya membagi ilmu Nahwu ke dalam empat empat gelombang. Pertama, periode peletakan dasar dan pembentukan ilmu Nahwu (al-wa?u wa al-takw?n). Hal terutama dikembangkan oleh kalangan ulama Nahwu berlatar belakang Ba?rah (akan dijelaskan siapa kelompok Basrah dalam tulisan-tulisan berikut). Kedua, periode kemunculan dan perkembangan yang dipelopori baik oleh kubu Ba?rah maupun K?fah. Ketiga, periode hasil dan penyempurnaan yang yang juga oleh kedua kubu Ba?rah dan K?fah. Keempat, periode pemilahan dan juga pelebaran melalui karangan-karangan yang luas.

Periode yang terakhir ini dikembangkan oleh kalangan ulama Nahwu dari Baghdad, Andalusia, Mesir dan Syria. Meskipun periodisasi ini dibuat, namun sebetulnya tidak ada masa dimana benar-benar ada periode murni, terutama setelah gelombang pertama di Basrah. Kalangan Ba?rah bisa dipengaruhi oleh kalangan K?fah (akan dijelaskan dalam tulisan selanjutnya siapa kubu K?fah) dan demikian juga sebaliknya. Atau bahkan saling keterpengaruhan juga bisa terjadi antara kalangan Ba?rah dan K?fah pada satu sisi dan kalangan Mesir, Baghdad dan lain sebagainya pada sisi yang lain.

PKS Piyungan Taubat

Minggu ini saya akan memulai dengan penulisan gelombang pertama ilmu Nahwu dimana cerita tentang aktor-aktor utama seperti Sayyidina ?Al? dan juga al-Du’al? pasti akan terulang lagi. Hal ini karena mereka berdualah yang boleh dikatakan sebagai peletak dasar ilmu ini sebagaimana yang dikatakan dalam buku Tarikh al-Nahwi al-Arab? f? al-Mashriq wa al-Maghrib, karangan Mu?ammad Mukhtar Wala Abba cetakan tahun 2008.

PKS Piyungan Taubat

***

Sebagaimana diketahui dalam sejarah kita, Sayyidina ?Al? adalah sepupu dan hidup lekat dengan keseharian Rasulullah. Konon menurut banyak riwayat, boleh dikata tidak ada hari-hari Rasulullah tanpa Sayyidina ?Al? hadir di sampingnya. Kedekatan Sayyidina ?Al? dengan Rasulullah inilah yang oleh sebagian umat Islam ditafsirkan bahwa kelak akan menjadi pengganti Nabi. Bukan menggantikan posisi kenabian Muhammad, namun sebagai pengganti kepemimpinannya.

Berdasarkan pada kedekatan ini pula, kalangan sejarahwan Nahwu mengambil kesimpulan jika pemikiran kenahwuan Sayyidina ?Al? diperoleh langsung dari Al-Qur’an dan al-Sunna al-Nabawiyya sebab beliau adalah pihak yang mengetahui paling banyak dengan apa, dimana, dan bagaimana wahyu ini diturunkan kepada Rasulullah secara persis. ?Al? juga mengetahui betul bagaimana Rasulullah melafalkan kitab suci ini.

Di sini, al-Qaf? dalam kitabnya, Inb?h al-Ruwwa (Vol. I, h. 39) mengutip kesaksian al-Du’al? ketika bertamu dengan Sayyidina ?Al?. Diceritakan, ketika al-Du’ali masuk ke kediaman Sayyidina ?Al?, dia melihatnya sedang merenung. Lalu al-Du’ali memberanikan diri untuk bertanya: “wahai pemimpin orang yang beriman, apa yang anda pikirkan?” Ali menjawab: “Saya dengar bahwa di daerahmu ada pembacaan Al-Qur’an yang seperti demikian, karenanya saya bermaksud menuliskan kitab yang berisi dasar-dasar ilmu bahasa Arab.” Lalu al-Du’al? menjawab: ”Jika engkau Am?r al Mulmin?n melakukan hal ini maka itu akan sungguh-sungguh menghidupkan kita dan juga mengekalkan bahasa itu –bahasa Al-Qur’an—dengan kita.”

Dialog itu terhenti sampai beberapa hari kemudian al-Du’al? berkunjung kembali ke kediaman Sayyidina ?Al? dan sudah menemukan lembaran karangan tersebut. Lembaran itu secara bebas saya terjemahkan sebagai berikut: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, kal?m, (untuk gampangya saja, saya terjemahkan dengan istilah diskursus, meskipun bahasa Arab modern sering menggunakan istilah al-khit?b atau al-qadhaya untuk terjemahan Inggris discourse), itu terdiri dari ismun (nama-nama benda), fi?lun (jenis aktivitas), dan ?arfun (?arfun adalah kategori di luar ismun dan fi?lun).

Adapun ismun –sebut isim–adalah nama yang muncul dari suatu benda yang dinamai (al-musamm?), fi’lun –sebut fi?il– itu adalah sesuatu yang muncul dari pergerakan benda-benda yang dinamai tersebut (al-musamm?), dan sementara harfun –sebut huruf–adalah sesuatu yang muncul dari makna yang tidak bisa masuk ke dalam kategori isim dan fi?il.

Lalu Sayyidina ?Al? berkata kepada al-Du’al?, “ikutlah aturan itu, tambahkan di dalamnya sesuatu yang terjadi padamu dan ingatlah Abu al-Aswad bahwa al-asm?’ (nama-nama, isim) itu terdiri dari tiga hal: yang lahir, yang tersamar, dan sesuatu yang berada di antara kategori lahir dan tersamar.”

Masih banyak versi riwayat tentang interaksi antara Sayyidina Ali dan al-Du’ali yang bisa kita temukan di kitab-kitab besar lainnya seperti dalam Kit?b al-Agh?n? (books of songs) karya al-Isbah?n?, al-Mar?tib al-Lughawiyy?n karya Ab? ?ayyib al-Lughaw?, dan al-Fahrasat karya Ab? Nad?m. Dan inilah semuanya yang menjadi ungkapan pertama tentang ilmu Nahwu yang sekarang kerumitan teorinya kita bisa temukan di dalam karangan-karangan yang panjang-panjang.

***

Sayyidina ?Ali sebetulnya oleh kalangan sejarahwan Nahwu tidak dimasukkan dalam sejarah gelombang pertama ilmu Nahwu, namun diletakkan sebagai cikal dan inspirator utama dimana para generasi gelombang pertama merujuk. Jika bicara gelombang pertama, maka pembicaraan biasanya mulai dari Ab? al-Aswad al-Du’al? sampai pada periode Imam Khal?l b. A?mad.

Lalu siapa al-Du’al?

Pembicaraan tentang dia sudah sedikit disinggung dalam tulisan minggu lalu. Kini saya ulang sedikit lagi. Al-Du’al? memiliki nama lengkap ?lim b. Amr b. Sufy?n b. Jandal b. Ya?mur yang lebih dikenal dengan julukan Abu al-Aswad al-Du’al? atau bisa dibaca dengan al-Dayl?. Beliau hidup di rentang tahun 603 sampai 689 M.

Al-Du’al? sangat dikenal dan selalu disebut di kalangan komunitasnya sebagai seorang qurr?’ (imam pembaca Al-Qur’an, mu?addith (periwayat hadis), penyair dan ahli gramatika Arab. Keahlian dalam pelbagai keilmuan tradisional Islam inilah yang membuat namanya menjadi harum sepanjang hidupnya. Pergaulannya yang erat dengan Sayyidina ?Al? dan juga dengan Ibn ?Abb?s –peletak dasar Tafsir—telah meningkatkan pengetahuan al-Du’al? tentang Al-Qur’an dan sebagai titik tolak akan malakah (kemampuan) dalam bidang bahasa. Ibn Sal?m al-Jamh? dalam kata pendahuluan ?abaq?t al-Shu?ar? menyatakan bahwa Ab? al-Aswad adalah orang pertama yang meletakkan dasar-dasar tata bahasa Arab, membuka pintu dan membuat apik (memparadigmakan) bahasa Arab.

Secara spesifik, al-Du?al? memulai pembahasan mengenai f?il (pelaku), maf?l (obyek pelaku), mu?f, huruf jer, rafa?, na?ab dan jazm. (maaf tidak sempat menguraikan satu persatu, saya anggap pembaca sudah berbekal sedikit tentang ilmu ini). Salah satu hal yang al-Du’al? laksanakan dalam proses pengharakatan (pemberian tanda baca) pada Al-Qur’an adalah ketika dia mendengarkan ada seseorang yang membaca surat al-Tawba ayat 3 sebagai berikut: “inna l-l?ha bar?’un min al-mushrik?na wa ras?lihi,” dengan bacaan kasrah pada huruf lam pada kalimat ras?lihi.

Mungkin bagi orang awam, pembacaan seperti ini biasa saja dan sudah benar mengingat tidak ada tanda baca pada mushaf Al-Qur’an pada masa itu. Namun bagi ahli Nahwu, pembacaan yang demikian ini menimbulkan bahaya besar sebab dengan pemberian tanda baca kasrah pada kalimat ras?lihi bisa menciptakan arti lain yakni: “Allah membiarkan orang kafir dan rasul-Nya.”

Al-Du’al? tergugah untuk memberikan tanda baca fathah pada huruf lam, suk?n pada waw dan ?amma pada kalimat ras?lahu. Dengan membetulkan cara pembacaan orang awam tersebut, maka artinya menjadi sama sekali lain “Allah dan Rasul-Nya membiarkan (makna bahasa Jawa, lebaran) dari orang-orang poleteis (percaya banyak Tuhan).

Hal yang dilakukan oleh al-Du’ali bisa jadi dipandang sepele, namun tidak demikian hal sesunggunya bagi mereka yang mengetahui kompleksitas ilmu Nahwu dan kaitannya dengan pembacaan dan pemaknaan Al-Qur’an. Contoh-contoh lain masih banyak lagi, namun nanti saya paparkan pada versi yang agak serius di lain waktu dan lain halaman.

***

Siapa yang mengambil ilmu dari al-Du’al? dalam gelombang pertama ini? Baiklah, selanjutnya saya paparkan beberapa murid utama dari al-Du’al?. Pertama adalah tokoh yang bernama Na?r b. ‘?im al-Layth? yang wafat pada tahun 89 H.

Ibn ?A?im dikenal sebagai seorang f?qih yang bersanad kepada al-Du’al? dalam bidang Tafsir dan Nahwu. Sebagian ulama berpendapat bahwa, dia juga belajar Nahwu dari Ya?y? b. Ya?mar al-?Adaw?n?. Tokoh ini diriwayatkan menulis sebuah kitab tentang bahasa Arab, namun kitab ini tidak diketahui oleh banyak kalangan akan keberadaannya. Namun yang mesti, sebagaimana dinyatakan oleh ?Abd al-?l, Ibn ‘?im memiliki kontribusi dalam menciptakan istilah-istilah bahasa Arab, tanda baca dalam mushaf Al-Qur’an dan sebagian temuannya mempengaruhi cara baca Al-Qur’an.

Al-Zab?di memberikan contoh bagaimana Ibn ‘?im membaca surat al-Ikhl? dimana semua kata a?ad dalam surat ini tidak dibaca dengan tanw?n, a?adun. Perlu diketahui bahwa fenomena bacaan tanw?n baru dikenal di kalangan ahli Nahwu setelah Ibn ?im. Adapun kontribusi Ibn ?im dalam menandai (nuq?a) mushaf Al-Qur’an yang dilakukan bersama-sama dengan Ya?y? b. Ya?mar dan ?asan Ba?r? atas permintaan ?ajj?j b. Y?suf al-Thaqaf?. Semua proyek penuqtahan ini merupakan upaya untuk melengkapi pekerjaan yang sudah dirintis oleh al-Du’al?, yang telah memulai penuqtahan Al-Qur’an secara i?rab? dalam bentuk penkharakatan.

Sementara sumbangan khusus Ibn ?im adalah memberi titik-titik pada abjad Al-Qur’an untuk membedakan satu sama lainnya, misalnya antara kha, ?a, dan jim dan lain sebagainya (lihat kitab al-Zarkash?, al-Burh?n).

Ada dua bacaan yang sering dinisbahkan ke Ibn ?im yang dinilai sebagai aneh (sh?dh: dalam bahasa Jawa bisanya disebut nerecel) yakni (1) al-Araf 165: bi adh?bi ba’si, menurut Ab? al-Fat? bacaan pada ba’si harusnya takhfif seperti bacaan pada kata sa-i-ma dan sa-mi, 2) al-Tawbah 110: afaman ussisa buny?nuhu, dimana oleh Ibn ?im dibaca dengan u-su-su, bentuk plural dari as?sun (lihat Ibn J?nn?, al-Muhtasib, vol. 1, h. 303).

Bahasan Ilmu Nahwu ini merupakan bagian ketiga. Bagian pertama bisa dilihat di sini, bagian kedua bisa dilihat di sini. Silakan diikuti pembahasan selanjutnya yang dikupas Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman, Syafiq Hasyim. Belum lama ini ia meraih gelar Dr. Phil dari BGSMCS, FU, Berlin, Jerman.  

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Lomba, RMI NU PKS Piyungan Taubat

Minggu, 18 Juni 2017

Koruptor Perlu Divonis Dua Kali Lipat dan Dimiskinkan

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mendesak agar koruptor yang berasal dari penegak hukum, mendapat hukuman dua kali lipat dibandingkan dengan yang lain.

“Karena mereka ngerti hukum,” katanya di gedung PBNU, Kamis.

Koruptor Perlu Divonis Dua Kali Lipat dan Dimiskinkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Koruptor Perlu Divonis Dua Kali Lipat dan Dimiskinkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Koruptor Perlu Divonis Dua Kali Lipat dan Dimiskinkan

Publik kembali dikejutkan dengan tertangkapnya ketua Mahkamah Konstitusi (MK), lembaga yang selama ini sangat dihormati. Meskipun demikian, Kiai Said tidak secara khusus merujuk pada figur ketua MK, melainkan semua pelaku koruptor karena Indonesia sudah dalam keadaan darurat korupsi.

PKS Piyungan Taubat

PBNU dalam munas tahun 2003, memutuskan koruptor tidak layak disholati oleh para kiai dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi ini kembali ditegaskan dalam munas NU di Cirebon 2012 lalu.

“Kita mendukung sepenuhnya langkah KPK dalam memberantas korupsi,” tegasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Selasa, 16 Mei 2017

KH Said Bantah Ada Intervensi Parpol dalam Muktamar NU

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj membantah adanya intervensi dan dominasi salah satu partai politik dalam Muktamar ke 33 NU yang bakal digelar di Jombang 1- 5 Agustus 2015 mendatang. Bahkan pendanaan Muktamar tidak ada yang bersumber dari partai poltik.

Demikian dikatakan KH Said di sela meninjau? pesantren Tebuireng Jombang yang menjadi salah satu lokasi Muktamar ke-33 NU, Senin (13/7) lalu bersama beberapa pengurus PBNU KH Slamet Efendi Yusuf dan H Imam Azis. “Tidak ada itu dominasi salah satu parpol dalam Mukatamar NU," jelasnya menjawab pertanyaan wartawan.

KH Said Bantah Ada Intervensi Parpol dalam Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Bantah Ada Intervensi Parpol dalam Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Bantah Ada Intervensi Parpol dalam Muktamar NU

Dikatakan Kiai Said, anggaran Mukatamar NU tidak ada yang bersumber dari partai politik. Pernyataan ini menepis adanya tudingan salah satu parpol yang mendominasi pelaksanaan perhelatan lima tahunan NU untuk memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU serta menyusun program jamiyah.

PKS Piyungan Taubat

"Kita cari bantuan kesana kemari. Salah satunya dari Presiden, wakil presiden, Menteri dan kalangan pengusaha. Tidak ada anggaran atau bantuan dari partai politik," tandasnya memastikan.

Terkait, maraknya bendera salah satu parpol yang dikibarkan berdampingan dengan bendera NU menyongsong Muktamar, Kiai yang menyatakan siap memimpin kembali NU lima tahun kedepan ini mengatakan bahwa hal itu bukan urusan PBNU. "Silahkan tanya ke PKB, itu bukan urusan NU," jawabnya.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, dalam kunjungannya kemarin, pengurus PBNU bersama panitia Muktamar mengunjungi empat pesantren yang menjadi lokasi peserta Muktamar. Diantaranya adalah Pesanren Darul Ulum Peterongan, Pesantren Tebuireng, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dan Pesantren Mambaul Ulum Denanyar.

Para pengurus PBNU juga melakukan ziarah dimakam para pendiri NU, KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah dan KH Bisri Syansuri. "Kita ingin melihat kesiapan pesantren yang menjadi lokasi muktamar. Alhamdulillah seluruh pesantren sudah siap," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Foto: Bendera NU dipasang berdampingan dengan bendera salah satu parpol di beberapa titik strategis di kota Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 20 April 2017

Kenapa Khutbah Jumat Didahulukan Dibanding Shalatnya?

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Salam hormat, lansung saja ke pokok persoalannya. Saya mau menanyakan soal khutbah jumat, kenapa didahulukan, sedangkan dalam shalat Id khutbahnya belakangan? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Jamaluddin/Maluku Utara)

Jawaban

Kenapa Khutbah Jumat Didahulukan Dibanding Shalatnya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Khutbah Jumat Didahulukan Dibanding Shalatnya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Khutbah Jumat Didahulukan Dibanding Shalatnya?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa salah satu syarat shalat Jumat adalah diawali dengan dua khutbah. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW berkhutbah pada hari Jumat dengan dua khutbah dan duduk di antara kedua.

PKS Piyungan Taubat

Dua khutbah ini dilaksanakan sebelum shalat Jumat sebagaimana kesepakatan para ulama (ijma’) dengan sabda Nabi SAW: ‘Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat’. Sedang Beliau tidak shalat Jumat kecuali setelah melaksanakan dua khutbah.

PKS Piyungan Taubat

( ? ) ? ? ( ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ( ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

“Yang kelima dari syarat shalat Jumat adalah dua khutbah karena adanya hadits yang diriwayatkan Bukhari-Muslim dari Ibnu Umar RA, ‘Bahwa Rasulullah SAW berkhutbah pada hari Jumat dengan dua khutbah dan duduk di antara keduanya.’ Dilakukannya kedua khutbah sebelum shalat Jumat adalah didasarkan kesepakatan para ulama (ijma’), kecuali orang yang menyimpang, dengan hadits yang menyatakan: ‘Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat’. Dan Nabi SAW tidak melakukan shalat Jumat kecuali setelah melaksanakan dua khutbah. (Lihat Muhammad Khathib Asy-Syarbini, Mughnil Muhtaj, Beirut, Darul Fikr, juz I, halaman 285).

Keterangan singkat ini bisa dijadikan sebagai jawaban kenapa khutbah Jumat dilaksanakan sebelum shalat Jumat. Berbeda dengan khutbah shalat Id dimana dilaksanakan setelah shalat karena ittiba’ atau mengikuti apa yang telah dipraktikkan Rasulullah SAW.

Di samping itu shalat Jumat harus ditunaikan secara berjamaah karenanya khutbahnya diakhirkan agar orang-orang yang datang belakang bisa menjumpainya. Hal ini tentunya berbeda dengan shalat Id di mana tidak harus dilakukan secara berjamaah.

Alasan lain yang bisa dikemukakan di sini adalah bahwa khutbah Jumat adalah salah satu syarat sah shalat Jumat, sedangkan syarat harus didahulukan dari yang disyarati. Hal ini tentunya berlainan dengan khutbah shalat Id yang jelas bukan syarat yang menentukan keabsahan shalat Id.

? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Muhyiddin Syaraf An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab berkata, ‘Shalat Jumat Nabi SAW dilakukan setelah selesai dua khutbah, berbeda dengan shalat Id di mana kedua khutbahnya diakhirkan (setelah selesai shalat Id) karena ittiba` (mengikuti apa yang sudah dipraktikan Rasulullah saw, pent).’ Di samping itu karena shalat Jumat hanya dilaksanakan secara berjamaah, shalatnya diakhirkan agar orang-orang yang belakangan bisa menjumpainya. Alasan lain adalah karena khutbah Jumat merupakan syarat sahnya shalat Jumat, sedangkan syarat harus didahulukan dari yang disyarati (al-masyruth),” (Lihat Muhammad Khathib Asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz I, halaman 285).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami simak dan dengarkan secara seksama isi khutbah karena itu sangat bermanfaat untuk menambahan pengetahuan dan menebalkan keimaman kita. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Bahtsul Masail, Hikmah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 20 Januari 2015

IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi

Jepara, PKS Piyungan Taubat . Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU kabupaten Jepara dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dan Pahlawan menggelar Lomba Cipta Puisi. Perlombaan ini mengangkat tema “Sumpah Pemuda Bangkitkan Semangat Jiwa Kepahlawan Kader Bangsa”.

Puisi mesti dikirim peserta selambat-lambatnya Rabu (5/11) mendatang. Persyaratan lomba, di antaranya, peserta merupakan pelajar MTs atau sederajat, MA atau sederajat, serta Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU se-Kabupaten Jepara dengan usia 12-23 tahun; peserta juga mesti mendapat rekomendasi dari instansi terkait; serta menyertakan fotokopi kartu pelajar/ KTP.

IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi

Persyaratan lain peserta adalah individu, setiap instansi diperbolehkan mengirimkan lebih dari 1 peserta dan setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim satu puisi.

 

PKS Piyungan Taubat

Ketua IPNU Jepara, Muhammad Khoironi menyatakan kegiatan bertujuan untuk membangkitkan semangat menulis pelajar NU. Disamping itu, untuk mendorong kepedulian terhadap sejarah dan kemajuan bangsa.

Bagi pemenang lanjut Khoironi 3 juara akan memperoleh tropi, sertifikat dan buku. “InsyaAllah karya terbaik akan kami bukukan dan publikasikan di web IPNU-IPPNU Jepara, tambahnya.

PKS Piyungan Taubat

Info lanjut mengenai lomba silakan menghubungi 085 290 462 092 / 085 641 158 922/ 085 225 192 933. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock