Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah

Jombang, PKS Piyungan Taubat?

Meski bercucuran keringat, Bustomi (7) warga Dusun Gondang Legi Desa Gondang Manis Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang masih terlihat bersemangat. Bersama teman sejawatnya, siswa kelas II SDN Gondang Manis ini terpaksa harus naik turun tangga dan melewati jembatan darurat penyeberangan sungai, agar tetap bisa sampai di sekolah.

Tangga dan jembatan darurat yang terbuat dari bambu menjadi satu satunya jalan alternatif untuk bisa sampai di tempat belajar yakni SDN I ? Gondang Manis, hal ini setelah jembatan permanen yang melintas di atas sungai Konto di Desa Gondang Manis yang menghubungkan dusun Gondanglegi dan Dusun Gondang Manis ambrol diterjang derasnya air beberapa bulan lalu. “Dulu lewat jembatan yang ambrol itu, kalau airnya tinggi dan deras terpaksa harus memutar jauh,” ujarnya sambil menunjuk puing-puing jembatan yang ambrol.?

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah

Setiap pagi dan siang, puluhan siswa SDN dan MI dari Dusun Gondanglegi terpaksa harus berkeringat naik turun tangga yang tingginya tidak kurang lima meter, mencapai dasar sungai. Kemudian menyeberang dan naik tangga lagi untuk bisa sampai di seberang sungai. ”Sudah biasa, setiap pagi naik turun tangga dan melewati jembatan menyeberang sungai,” imbuh lelaki kecil dengan baju putih dan celana merah seragam khas SD.

Kepala Dusun Gondanglegi Desa Gondang Manis Bandarkedungmulyo, Sukiat mengatakan ada sebanyak 40 warganya yang sekolah di SDN dan juga Madrasah di Gondang Manis. Karena sekolah itu satu-satunya yang terdekat.”Setelah jembatan ambrol, pas air deras dan debit tinggi seringkali kita antar-jemput dengan kendaraan umum dan jalannya memutar cukup jauh," ? bebernya.

Dikatakan Sukiat, untuk antar-jemput bagi masyarat desa sudah lazim, yang terpenting anak-anak bisa tetap sekolah. Namun yang cukup merepotkan adalah antar jemput bagi siswa TK. “Karena yang sekolah tidak hanya anak-anak, orang tuanya ikut sekolah juga. Dan dari dusun sini ada 18 anak yang sekolah TK di seberang sana,” imbuhnya.?

Baik Bustomi maupun Kadus Sukiat berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen yang berada di Dusun Gondang Legi Desa Gondang Manis tersebut, agar jembatan yang merupakan satu-satunya jalur transportasi untuk ke sekolah dan ke kantor Desa Gondang Manis serta transportasi ekonomi warga bisa kembali normal. ”Kalau tidak ada jembatan, warga harus berputar cukup jauh hanya untuk bisa sampai ke sekolah atau ke kantor desa,” pungkasnya.? (Muslim Abdurrahman)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Kajian PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Minggu, 18 Februari 2018

Perpisahan Mahasiswa STAINU Jakarta Berlangsung Haru

Kenitra, PKS Piyungan Taubat. Setelah 21 mahasiswa STAINU Jakarta menyelesaikan program Kelas Internasional di Maroko pada hari Rabu (2/01/13) kerjasama Kementrian Agama RI Direktorat PD. Pontren, STAINU Jakarta dan Universitas Ibnu Thufail, dimalam terahirnya di Maroko mereka mengadakan haflatul wada (malam perpisahan) dengan mengundang anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, anggota Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko dan mahasiswa Universitas Ibn. Thufail serta? sejumlah warga setempat.?

Perpisahan Mahasiswa STAINU Jakarta Berlangsung Haru (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpisahan Mahasiswa STAINU Jakarta Berlangsung Haru (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpisahan Mahasiswa STAINU Jakarta Berlangsung Haru

Acara tersebut dimulai selepas sholat maghrib berjamaah di wisma STAINU Kenitra dengan diisi pembacaan sholawat dan dibaiyah. Mendengarkan bacaan dibaiyah merupakan hal yang tidak asing lagi oleh sebagian warga Maroko dan sejumlah mahasiswa Universitas Ibn. Thufail, pasalnya kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutinan yang dibaca setiap malam Jumat dengan dihadiri oleh sejumlah warga setempat dan mahasiswa Ibn. Thufail, Kenitra.?

Dalam hal ini, Bahtiar Ali Basa salah satu mahasiswa STAINU program kelas internasional mendapatkan kesempatan untuk memimpin berlangsungnya acara tersebut dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Nuriz Zain, salah satu mahasiswa kelas internasional yang meraih nila tertinggi di Universitas Ibn. Thufail, Kenitra-Maroko.

PKS Piyungan Taubat

Selanjutnya acara diisi dengan sambutan-sambutan. Muanif Ridwan, selaku Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko menyampaikan ribuan terimakasih atas dedikasi dan loyalitasnya terhadap PCINU Maroko, Ia juga menyampaikan rasa bangganya atas terjalinnya kerjasama yang baik selama di Maroko.?

Hal senada juga di sampaikan oleh Dewan Mustasyar PCINU Maroko Prabowo Wiratmoko Jati, Ia menambahkan semoga dalam perjalanannya ke tanah air selamat sampai tujuan serta tetap menjalin komunikasi yang baik meski terpisah oleh ruang dan waktu yang berbeda sebagaimana yang disampaikan pula oleh Afif Husen mewakili pengurus PPI Maroko.

PKS Piyungan Taubat

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr Nasrullah Jasam selaku perwakilan dari STAINU Jakarta, mengawali sambutannya ia memberikan apresiasi atas pembacaan dibaiyah yang menjadi agenda rutinan mereka hingga bisa diterima dan dibacakan bersama sejumlah warga Maroko.?

"Hal ini perlu di jaga dan dilestarikan karena, ketika Ia masih menjadi mahasiswa di Maroko untuk bisa membaca dibaiyah harus mencari tempat yang jauh dari keramaian terlebih dahulu," ujarnya.?

Ia juga meyampaikan bahwa didalam belajar tidak perlu membutuhkan waktu yang lama yang terpenting sungguh-sungguh. “Meski waktu yang ? dijalani hanya setahun tapi jika dijalani dengan sungguh-sungguh pasti akan berhasil dan mendapatkan ilmu yang banyak,” katanya.

Sore sebelum acara ini, Dr Nasrullah Jassam juga memberikan sambutan pada acara yang sama bertempat di Majlis Ilmi, Kenitra. Melihat mahasiswa STAINU Jakarta yang aktif dan fasih berbicara bahasa Arab pada acara perpisahan di Majlis Ilmi membuatnya semakin yakin bahwa keberadaan mereka selama kurang lebih setahun di Universitas Ibn. Thufail telah menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Pada saat yang sama semua mahasiswa juga mendapatkan Syahadah Taqdiriyah dari Ketua Majlis Ilmi, Kenitra.?

Sementara Muhammad Iqbal mewakili mahasiswa STAINU Jakarta menyampaikan ribuan terimakasih kepada semuanya telah hadir dan semua pihak yang telah membantu mereka selama belajar di Maroko. Sambutan ini kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCINU Maroko Alvian Iqbal Zahasfan, SSI dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta foto bersama. Tak lama kemudian tiba-tiba suara sesenggukan terdengar dari dalam ruanagan yang disusul dengan suara sesenggukan lainnya. Yah, mereka adalah mahasiswa dari universitas ibn. Thufail, Kenitra. Suara tangispun semakin terdengar keras mengheningkan ruangan, merekapun terus menangis seolah tidak rela dengan kepulangan mahasiswa STAINU Jakarta.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, Syariah PKS Piyungan Taubat

Senin, 12 Februari 2018

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

Tasikmalaya,? PKS Piyungan Taubat. Pada era banjirnya informasi yang masuk dan gerakan radikal yang mulai kelihatan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya memberikan perhatian khusus untuk menjaga tradisi agar masyarakat memiliki pegangan. PCNU Tasikmalaya berupaya untuk menyemarakkan tradisi Aswaja dengan melibatkan pemuda dan remaja setempat.

Ketua Panitia Konfercab XVI PCNU Kabupaten Tasikmalaya H Tatang Sunarya mengatakan, gerakan-gerakan ormas yang mencoba menyebarkan paham radikalisme mulai masuk di tengah-tengah warga NU. Mereka sedikit-banyak mengubah segala tradisi dan pemikiran warga. Ini membuat pengurus harian NU Tasikmalaya resah.

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

“Seperti halnya dulu di masjid-masjid kampung itu marhabaan, dibaan, pengajian dan memakmurkan masjid itu gampang dijumpai dan kaum muda menjadi aktornya. Namun susah kita mencari hal-hal seperti itu sekarang,” kata Tatang ketika ditemui PKS Piyungan Taubat di Kantor PCNU Kabupaten Tasikmlaya, Senin (26/12).

Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmalya ini melanjutkan, di era global ini apapun bisa masuk tanpa ada filter seperti isu-isu yang berseliweran di media sosial. Tak sedikit orang koar-koar tak jelas dan termakan isu sehingga membuatnya tak karuan mencaci sana-sini dan membabi buta. Bahkan paham-paham radikal dan sebagainya sangat deras masuk ke tengah masyarakat.

Hal-hal semacam ini terjadi karena tak kuatnya basis keilmuan dan pemahaman terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mantap. Kelemahan inilah yang membuat mereka mudah terbakar emosi.

PKS Piyungan Taubat

Karenanya pembinaan-pembinaan itu sangat dibutuhkan. PCNU Tasikmalaya memilih pembinaan itu dalam bentuk syiar terhadap tradisi dan lewat cara yang massif mengikuti cara global sekarang harus dilakukan.

Konfercab yang akan dilaksanakan di Pesantren Cipasung, Kamis (29/12) kali ini menitikberatkan pada hal-hal itu. Panitia mengusung tema Menjaga Tradisi dan Memperkokoh Aqidah Aswaja di Tengah Tantangan Global.?

PKS Piyungan Taubat

“Tema ini menjadi PR besar buat kami. Dalam persidangan nanti kami berharap ditemukan keputusan-keputusan terbaik untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai kota santri lahir dan batin,” kata Tatang. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Internasional, Sejarah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa

Jakarta, PKS Piyungan Taubat 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dengan The Community of SantEgidio, lembaga yang berbasis di Eropa, Selasa (14/11) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa

MOU tersebut ditandatangani oleh Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, sementara dari pihak The Community of SantEgidio ditandatangani oleh Marco Impagliazzo. 

MoU ini berisi tentang Interfaith dialoge, Peace and Reconciliation, Education of Young Generations, Culture of Tolerance and Tigetherness, Humanity, and Prevention Drug Abuse

Hadir pada MoU tersebut Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faisal Zaini, Rais Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU M Ali Yusuf, dan lain-lain. 

PKS Piyungan Taubat

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud mengatakan, kerja sama ini hanya melanjutkan dari para pemimpin NU dulu. Menurutnya, sejak zaman KH Abdurrahman Wahid MoU ini sudah terjalin. 

"Melanjutkan saja," katanya. 

Ia menjelaskan, tujuan dari MoU ini untuk membuat harmoni antara seluruh makhluk Allah di muka bumi. Oleh karena itu, setiap ada persoalan, katanya, bisa diselesaikan dengan dialog. 

"Bagaimana kita bisa dunia ini agar damai," katanya. 

Hubungan dari kerja sama ini pun, menurutnya, sering mengangkat isu-isu kemanusiaan yang  terjadi di belahan dunia. "Kita ikut terlibat untuk menyampaikan saran-saran terhadap isu-isu dunia tentang kemanusiaan," pungkasnya. 

PKS Piyungan Taubat

The Community of SantEgidio sendiri merupakan sebuah komunitas internasional untuk perdamaian dunia yang berbasis di Eropa. Mereka juga melakukan berbagai macam edukasi kemanusiaan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Kajian PKS Piyungan Taubat

Rabu, 31 Januari 2018

Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk

Pati, PKS Piyungan Taubat. Usaha krupuk Al Barokah salah satu usaha yang ada di Pondok Pesantren Al-Islah Desa Kadilangu, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dengan ketrampilan yang masih terbilang ala kadarnya, tapi krupuk produksi pesantren ini sangatlah digemari masyarakat. Pasalnya permintaan akan berbagai jenis krupuk Al-Barokah semakin meningkat diberbagai penjuru daerah di Pati.

Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk

Produksi krupuk Al Barokah menjadi sebuah dinamika kecil dalam kehidupan anak pondok yang mencari ilmu disitu. Selain ilmu keagamaan juga para santri pondok juga dibekali ilmu kewirausahaan yang ditanam dalam kurikulum pendidikan pondok.

Salah satu santri Pondok Al-Islah Ahmad Basuki mengatakan, santri pondok al Islah selain diajari ilmu agama juga diajarai ilmu kewirausahaan. Banyak santri lulusan dari pondok ini mempunyai usaha mandiri ketika sudah keluar dari pondok. Daintaranya ada yang menjadi pengusaha pembudidayaan ikan lele, ternak kambing, ikan hias, ternak ayam petelur dan produsen krupuk seperti yang ada di pondok al Islah ini.

Dia membenarkan tentang kurikulum pondok yang ditanamkan kepada santri tidak hanya ilmu agama saja yang didapat, melainkan ilmu kewirausahaan yang nantinya akan menjadi dasar pemikiran santri pondok untuk mengembangkan ketrampilan ? yang didapat dari pondok. usaha yang dikelola pondok pesantren ini adalah murni dari usaha pribadi pengelola pondok. Jadi tidak ada campur tangan dari pihak lain dalam membina dan mengelola usaha yang ada di pesantren.

PKS Piyungan Taubat

"Dengan penanaman skill dan ketrampilan, akan menumbuhkan minat santri dalam mengolah pikiranya untuk menjadi seorang pengusaha," ungkap Basuki, Senin (5/9).

Pesantren ini lebih mengarahkan santrinya untuk menjadi seorang pengusaha daripada menjadi seorang pegawai maupun karyawan swasta. Karena dengan menjadi pengusaha akan menciptakan ladang berkah yang bisa memberikan pekerjaan bagi orang lain. (Hasanuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Nusantara PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Rabu, 24 Januari 2018

JATMAN DKI Lakukan Sosialisasi Program di Muktamar XII JATMAN

Pekalongan, PKS Piyungan Taubat. Pengurus JATMAN (Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Mutabarah an-Nahdliyyah) DKI Jakarta memaksimalkan waktu muktamar dengan mengadakan rapat konsolidasi dan sosialisasi program di Pekalongan.

Rapat yang dihelat di Wisma 16, Desa Wonopringgo ini dihadiri oleh seluruh pengurus wustha, syubiyah dan perwakilan 12 thariqah di Jakarta.

JATMAN DKI Lakukan Sosialisasi Program di Muktamar XII JATMAN (Sumber Gambar : Nu Online)
JATMAN DKI Lakukan Sosialisasi Program di Muktamar XII JATMAN (Sumber Gambar : Nu Online)

JATMAN DKI Lakukan Sosialisasi Program di Muktamar XII JATMAN

Dalam arahannya, Mudir JATMAN DKI Jakarta, KH Wahfiudin Sakam menjelaskan 3 peran yang perlu dilakukan pengurus. Peran pertama adalah menjadi pribadi yang bersyukur karena telah mendapat hidayah menempuh jalan thariqah.

"Bukan hanya sebagai salik namun juga diamanahkan sebagai pengurus untuk mengibarkan bendera thariqah di tengah-tengah masyarakat perkotaan yang cenderung materialistik. Secara sadar menjadi pengurus adalah peran kedua," jelas wakil talqin TQN Suryalaya ini.

PKS Piyungan Taubat

"Setelah menjadi pribadi yang bersyukur, menjadi pengurus untuk mengembangkan dakwah thariqah, maka kita harus membimbing mereka. Kita berperan sebagai mentor," lanjut Kiai Wahfiudin.

Sementara itu Rais JATMAN DKI Jakarta, KH Hamdan Rasyid menyampaikan, belajar thariqah itu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan menjadi pengurus untuk mengajak masyarakat berthariqah. "Semoga JATMAN  bisa terbentuk hingga kecamatan dan desa-desa," ujarnya.

Katib KH Lukmanul Hakim mengingatkan semua thariqah yang bergabung bisa membuat rantai silsilah kemursyidan untuk dikirimkan ke pusat.

PKS Piyungan Taubat

Beberapa masukan dari pengurus syubiyah antara lain, kunjungan dari wustha ke setiap perwakilan, pertemuan rutin untuk membahas tantangan-tantangan yang muncul serta adanya pedoman sosialisasi thariqah.

Wakil Ketua MATAN (Mahasiswa Ahlith Thariqah al-Mutabarah an-Nahdliyyah), Idris Wasahuwa ikut berbagi kisah program yang dikerjakan. Ia menyampaikan jika tantangan yang disampaikan JATMAN tidak jauh beda dengan yang dialaminya.

Pengurus MATAN membuat program yang menyasar mahasiswa, sesuai dengan dunia mereka. "Salah satu program kita adalah Cafe Sufi. Kita mengajak mahasiswa mendekat kepada thariqah dengan menyimak kajian thariqah di cafe-cafe dekat kampus," ungkapnya.

MATAN juga serius melakukan kaderisasi dengan menyelenggarakan program Suluk MATAN. Menghadapi tantangan-tantangan yang disampaikan oleh pengurus syubiyah, JATMAN DKI Jakarta akan fokus dalam pengembangan kualitas SDM pengurus dengan menyelenggarakan Pelatihan Dakwah Transfirmatif.

Sementara itu untuk menggarap masyarakat umum, JATMAN akan memperbanyak penyelenggaraan kursus tasawuf di berbagai wilayah. (Nugraha Romadhan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 21 Januari 2018

Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Polisi Israel dalam kondisi siaga tinggi untuk mencegah kemungkinan bentrokan Yahudi dan Muslim yang memperingati hari besar agama mereka, Yom Kippur dan Idul Adha, yang tumpang tindih tahun ini, seperti dilaporkan oleh al arabiya.?

Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi

Juru bicara Kepolisian Luba Samri mengatakan pasukan polisi dikerahkan di seluruh Israel. Ada minoritas besar Muslim di empat kota Israel penting: Yerusalem, kota kembar Tel Aviv Jaffa - Yafo dalam bahasa Ibrani - dan juga di Haifa dan Acre.?

Yom Kippur, hari suci Yudaisme, dimulai saat matahari terbenam Jumat dan berakhir pada Sabtu malam.?

PKS Piyungan Taubat

Idul Adha, liburan tiga hari yang dimulai Sabtu, adalah kesempatan untuk perayaan keluarga dan acara. Ini memperingati kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan anaknya sesuai dengan kehendak Allah. (mukafi niam)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Daerah, Santri PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim

Surabaya, PKS Piyungan Taubat

Wakil Presiden Jusuf Kalla dipastikan akan meresmikan gedung baru Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, di Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya pada 1 September mendatang.



Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim

Hal tersebut dikatakan Sekretaris PWNU Jatim Masyhudi Muchtar usai rapat khusus gabungan Syuriah dengan Tanfidziyah PWNU Jatim di Surabaya, Rabu (15/8) kemarin. Rapat tersebut juga membahas persiapan Konferwil NU Jatim di Pondok Pesantren Zainul Hasan, Probolinggo, 2-4 Nopember mendatang.

“Karena saat ini warga NU yang menempati posisi paling tinggi di pemerintahan kan Pak Jusuf Kalla. Tapi, ini tidak ada kaitannya dengan (Pemilu) 2009, jauh dari itu,” ujar Masyhudi.

PKS Piyungan Taubat

Kantor PWNU Jatim dengan 3 lantai itu ditempati seluruh lembaga, badan otonom, unit-unit usaha, ruang pertemuan, musala, perpustakaan, ruang rapat dan ruang pertemuan besar. Letaknya hanya dipisah jalan dengan Masjid Al-Akbar Surabaya.

PKS Piyungan Taubat

PWNU, menurut Masyhudi, akan menyambut maksimal prosesi peresmian yang akan ditandai dengan penandatanganan prasasti tersebut. Selain mengundang seluruh Pengurus Cabang NU se-Jatim, PWNU juga akan mengundang para bupati/walikota dan seluruh jajaran Pem Provinsi Jatim serta para tokoh partai politik.

“Soal acara tambahan, belum dipastikan bentuknya, yang jelas sayang kalau momen penting itu dilewatkan begitu saja. Tentunya nanti akan ada acara yang bisa semakin merekatkan hubungan sesama warga NU yang ada di mana-mana,” imbuh alumnus Ponpes Tebuireng itu.

Ia menambahkan, usai meresmikan kantor baru tersebut, Wapres Kalla bersama pimpinan PWNU Jatim akan menuju Pesantren Tebuireng, Jombang. (sbh)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tegal, Syariah, News PKS Piyungan Taubat

Selasa, 09 Januari 2018

Gus Muaffiq: Islam Besar Karena Percaya Diri

Salatiga, PKS Piyungan Taubat. Dalam suasana bulan suci Ramadhan. Fakultas Syariah IAIN Salatiga menggelar kegiatan dengan tema Merajut Tradisi Membangun NKRI. Dalam kegiatan suci ini KH Ahmad Muaffiq (Gus Muaffiq) dari Yogyakarta memberikan pemahaman-pemahaman kebangsaan pada segenap mahasiswa IAIN Salatiga dan masyarakat umum.

“Saya itu dulu juga mahasiswa, bahkan saya pernah menjadi ketua senat. Tapi saya tidak mengadakan kegiatan semacam ini.mengapa? karena dulu itu tidak ada polemik seperti sekarang ini. Kalau sekarang banyak sekali yang mencoba untuk menghapuskan Pancasila semua itu karena rasa kurang percaya diri masyarakat Indonesia,” terang Gus Muaffiq diawal mau’idhoh-nya.

Gus Muaffiq: Islam Besar Karena Percaya Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Muaffiq: Islam Besar Karena Percaya Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Muaffiq: Islam Besar Karena Percaya Diri

“Dulu itu, Walisongo menyebarkan agama Islam dengan rasa percaya diri. Contohnya nama Allah itu kan pertama dari Arab, kemudian dibawa ke Indonesia dan diganti nama Alloh. Contoh kedua nama syaikhona itu juga dari Arab kemudian di bawa ke Indonesia dengan sebutan kiai. Semua itu tidak dipermasalahkan bahkan sekarang terbukti ketika menyebut nama pangeran pasti tertuju kepada Allah,ketika menyebut nama kiai pasti tertuju pada seseorang yang alim agamanya. Jadi tidak perlu anta, antum, akhi dsb.kita gunakan saja apa yang ada di Indonesia dengan percaya diri.”

KH Ahmad Muaffiq juga menambahkan penjelasan tentang Rasul ulul azmi yang diibaratkan dalam Al-Qur’an. Dalam surat At-tiin ayat pertama, wattiini merupakan lambang dari Nabi Ibrahim, kemudian wazzaitun merupakan lambang dari Nabi Isya, kemudian wathurisinin merupakan lambang dari Nabi Musa. Rasul-rasul ulul azmi dilambangkan dengan nama-nama buah. tapi ayat selanjutnya wa hadzal baladil amiin melambangkan Nabi Muhammad.?

“Maka orang yang mengikuti Nabi Muhammad haruslah senantiasa mencintai negerinya, jangan sampai kehilangan rasa percaya diri terhadap negerinya”. Red: Mukafi Niam

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Ketum PBNU: NU Harus Berperan Aktif dalam Pembangunan Desa

Sleman, PKS Piyungan Taubat. NU tidak boleh jadi penonton. NU tidak boleh hanya bertepuk tangan ketika pemain berhasil. NU itu harus jadi pemain, penentu bersama komponen lain untuk ikut andil dalam pembangunan desa, karena basis NU ada di desa.

Ketum PBNU: NU Harus Berperan Aktif dalam Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: NU Harus Berperan Aktif dalam Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: NU Harus Berperan Aktif dalam Pembangunan Desa

Demikian disampaikan oleh Ketum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj dalam acara Halaqah Pembangunan Desa yang diselenggarakan di Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Ahad (8/3). 

“Dengan adanya UU Desa, NU harus ikut berperan aktif, jadi pendamping, minimal ikut mewarnai arah pembangunan desa,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Kang Said menambahkan, para kiai harus bersama-sama pemerintah desa berperan dalam pembangunan masyarakat pedesaan, secara sosial dan spiritual. 

Menurut kiai asal Cirebon ini, desa merupakan pondasi dalam berbangsa dan bernegara. Kalau desa makmur, dia tidak akan punya pemikiran pisah dengan NKRI. Makanya masyarakat desa harus sejahtera. Kalau udah sejahtera, pasti keamanan akan terwujud.

“Mari kita bangun desa kita agar desa menjadi desa yang ideal. Setiap desa ada poliklinik, ada puskesmas dan sebagainya. Kita bangun desa yang baldatun thoyyibatun. Kita harus memikirkan bagaimana membuat masyarakat desa tenteram dan sejahtera,” tandasnya. (Nur Rokhim/Fathoni) 

PKS Piyungan Taubat

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 28 Desember 2017

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri ikut berduka dan menyampaikan belasungkawa yang dalam khususnya kepada keluarga korban Tsunami di Mentawai dan korban meletusnya Gunung Merapi. “Diiringi doa semoga korban-korban yang meninggal arwahnya diterima Allah dan ditempatkan di tempat yang layak,” ujar Gus Mus melalui pesan singkatnya kepada PKS Piyungan Taubat (27/10).

Ia juga mengajak warga NU untuk mendoakan korban-korban yang terluka semoga segera sembuh. “Semoga keluarga korban diberi kesabaran dan menerima cobaan ini dengan tabah dan ikhlas,” tambahnya.

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Semenjak tsunami di Aceh beberapa tahun lalu, akhir-akhir ini musibah bencana alam terus menerus terjadi Indonesia. Dan pada hari yang bersamaan (26/10) terjadi musibah tsunami dan letusan gunung berapi. Gus Mus mengingatkan bahwa musibah-musibah itu adalah takdir Allah SWT. “Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Mentawai dan lereng Gunung Merapi seperti musibah-musibah lain di tempat-tempat lain di tanah air, adalah musibah kita semua yang sudah ditakdir Allah,” tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Gus Mus juga mengajak masyarakat untuk bersama membantu para korban bencana alam di Mentawai dan Merapi sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing. “Karena itu, kita –khususnya warga NU- perlu melakukan sesuatu seukur dengan kemampuan kita. Minimal dengan berdoa. Mari kita jadikan musibah-musibah ini pengingat bagi solidaritas kita antar sesama hamba Allah. Akhirnya, mari terus mendekatkan diri kepada Allah,” pungkas Gus Mus. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren, AlaSantri, Syariah PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 23 Desember 2017

Mengganti Kayu Siwak dengan Sikat dan Pasta Gigi?

Islam adalah agama yang mencintai kebersihan, tak terkecuali kebersihan gigi. Oleh sebab itu, dalam ajaran Nabi Muhammad SAW seorang Muslim dianjurkan untuk bersiwak yang berguna untuk membersihkan gigi.

Apa siwak itu? Menurut bahasa Arab siwak berarti menggosok atau alat yang digunakan untuk itu. Nabi SAW sangat menganjurkan umatnya untuk bersiwak dalam setiap shalat.

Mengganti Kayu Siwak dengan Sikat dan Pasta Gigi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengganti Kayu Siwak dengan Sikat dan Pasta Gigi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengganti Kayu Siwak dengan Sikat dan Pasta Gigi?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKS Piyungan Taubat

Artinya, “Jika tidak memberatkan bagi umatku, maka aku akan menyuruh mereka untuk bersiwak setiap shalat,” (HR Abu Dawud).

PKS Piyungan Taubat

Pada masa Nabi, sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab fikih klasik, disebutkan bahwa orang Arab biasa menggosok gigi dengan kayu yang dikenal dengan kayu arak. Selain itu, dalam berbagai riwayat hadits, Nabi dan sahabat tidak lupa untuk mencuci kayu tersebut setelah digunakan bersiwak. Kenapa kayu arak? Ranting kayu ini lebih lunak dan terasa nyaman di mulut.

Di Indonesia, fenomena bersiwak banyak di sekitar kita. Kayu arak ini dijual, serta dijadikan oleh-oleh jamaah haji untuk handai tolan sepulang ke Indonesia. Sebagian orang menganggap, yang disebut bersiwak adalah menggunakan kayu tersebut sewaktu-waktu, terutama sebelum shalat.

Zaman sudah berubah, masyarakat juga mengenal sikat gigi serta pasta gigi. Sikat gigi lebih mudah didapat di Indonesia, serta bisa menjangkau bagian mulut yang lebih dalam. Nah, apakah menggunakan sikat dan pasta gigi termasuk bersiwak juga?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syekh Muhammad bin Qasim Al-Ghazi menyebutkan dalam kitabnya Fathul Qarib bahwa “Siwak adalah menggosok gigi dengan kayu arak atau sejenisnya.” Dari keterangan tersebut, maka selain kayu arok pun bisa dinilai bersiwak.

Lebih lanjut, Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh menyebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Siwak adalah penggunaan kayu atau sejenisnya seperti sikat dan pasta gigi, untuk membersihkan bagian gigi dan sekitarnya, supaya kotoran dan sejenisnya bisa hilang.”

Maka perlu diketahui, bahwa tujuan bersiwak ini adalah mulut yang bersih serta bau mulut yang sedap. Dalam interaksi kita sehari-hari, gigi kotor dan bau mulut tak sedap membuat tidak nyaman. Untuk menambah nilai kemuliaan saat beribadah, maka membersihkan gigi sangat dianjurkan, baik sebelum shalat, ketika akan membaca Al-Quran, dan sebagainya.

Bersiwak dengan kayu juga perlu diperhatikan. Setelah digunakan, kayu hendaknya dicuci. Lalu saat ujungnya sudah mekar, maka ia sulit untuk menjangkau sela-sela gigi. Kayu siwak yang digunakan tapi tak kunjung dicuci, tentu juga bisa menyebabkan kayu itu berbau tak sedap.

Membersihkan gigi itu penting, dan meskipun tidak menggunakan kayu tetap diniatkan bersiwak agar mendapat kesunahan. Gigi bersih, nafas segar, serta mendapatkan kebaikan juga. Kalau bisa, kita juga boleh menggunakan kayu arak agar lebih menambah keutamaan. (Muhammad Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Kajian Islam, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Senin, 18 Desember 2017

LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Kraksaan menggelar halaqoh dengan tema Peningkatan Kapabilitas Takmir Masjid NU se-Cabang Kraksaan.

Kegiatan yang digelar di aula Kantor PCNU Kota Kraksaan ini diikuti oleh 130 orang peserta terdiri dari Ketua Takmir Masjid, Remaja Masjid, pengurus Syuriyah, Ketua PAC LTMNU, Takmir Masjid di Kota Kraksaan serta Takmir Masjid di 5 (lima) MWC se-Cabang Kota Kraksaan, Sabtu (14/10).

LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid

Halaqah ini dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU KH Mannan Abdul Mannan, Ketua LTM PBNU KH Mansur Saeroji, Ketua Lembaga Wakaf PWNU Jawa Timur KH Qosim, Ketua PCNU Kota Kraksaan KH Nasrullah Ahmad Suja’i, Ketua LTMNU Kota Kraksaan H Didik Abdul Rohim serta segenap jajaran pengurus.

Ketua LTMNU Kota Kraksaan H Didik Abdul Rohim mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM Takmir Masjid dalam melaksanakan amanah dan memberi motivasi dengan rasa hikmah yang tinggi kepada takmir masjid dalam mengelola secara profesional dan proporsional dengan melaksanakan muharrik masjid serta kegiatan gerakan infaq dan shodakoh untuk masjid.

PKS Piyungan Taubat

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar masjid yang ada di wilayah Kota Kraksaan ini sesuai motto dari LTMNU Kota Kraksaan yakni Masjid Itu Ada dan Berada,” harapnya.

Menurut Didik, Masjid Itu Ada dan Berada memiliki maksud bahwa Ada maksudnya fisik dan bangunannya jelas berwujud dan berada artinya ada di dalamnya idarah, imarah, dan ri’ayah. Dengan demikian masjid itu selain tempat bersujud dan rumah Allah SWT juga harus dan wajib dilaksanakan tiga bidang meliputi idarah, imarah, dan ri’ayah.

PKS Piyungan Taubat

“Serta membentengi aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaj) An-Nahdliyah di setiap masjid yang tercatat dan terdaftar di LTMNU Kota Kraksaan. Yang telah kami lakukan adalah pemberikan papan nama masjid dan piagam masjid ala NU,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Syariah, Berita PKS Piyungan Taubat

Jumat, 15 Desember 2017

Dahlan Iskan: Jadi Santri Tak Perlu Minder, Saya Juga Santri

Jember, PKS Piyungan Taubat. Santri tidak perlu berkecil hati dalam menghadapi persiangan di luar. Sebab, santri mempunyai potensi untuk maju asal ada kemauan. Demikian dikemukakan Dahlan Iskan dalam acara silaturrahmi dengan para santri dan kiai di pondok pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur.

Dahlan Iskan: Jadi Santri Tak Perlu Minder, Saya Juga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Dahlan Iskan: Jadi Santri Tak Perlu Minder, Saya Juga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Dahlan Iskan: Jadi Santri Tak Perlu Minder, Saya Juga Santri

Menurutnya, predikat santri justru harus dijadikan pendorong untuk menuai sukses dalam setiap usahanya. “Saya dulu juga santri. Pendidikan saya juga ditempuh di lembaga (pendidikan) agama,” ujarnya pada acara yang berlangsung Ahad (20/7) itu.

Dahlan memberikan testimoni bahwa santri juga bisa berbuat banyak. Ia mencontohkan dirinya yang merintis usaha di bidang media mulai dari nol. Ketika dirinya diminta mengelola sebuah koran lokal (cikal bakal Jawa Pos), banyak yang mencibir dan meremehkan kemampuannya.

PKS Piyungan Taubat

“Banyak yang bilang, bisa apa orang seperti saya, yang hanya lulusan pendidikan agama,? ? bisa apa. Tapi dari cibiran itu, justru saya kian bersemangat. Ruh jihad saya muncul untuk membuktikan bahwa saya juga bisa,” cerita alumni sebuah pesantren di Magetan tersebut.

Akhirnya, seperti diketahui, Dahlan berhasil memimpin Jawa Pos, dan tahun-tahun berikutnya terus berkembang menjadi bisnis media cetak dan elektronik yang menjanjikan.

PKS Piyungan Taubat

Dalam kesempatan itu, Meneg BUMN tersebut juga menyinggung soal Pilpres. Menurutnya, yang terbaik bagi bangsa Indonesia pasca Pilpres ini adalah melakukan rekonsiliasi. “Jadi rekonsiliasi adalah syarat mutlak untuk membangun bangsa kedepan yang lebih baik lagi,” harapnya.

Kehadiran Dahlan di pondok pesantren asuhan KH Muhyiddin Abdusshomad itu, disambut antusias oleh segenap santri, para kiai dan para pengurus NU. (Aryudi Arazaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Budaya, Daerah PKS Piyungan Taubat

Senin, 11 Desember 2017

Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur prestasi telah diumumkan pada Jumat (08/05) lalu. Madrasah semakin menunjukan kualitasnya sejalan dengan diterimanya para alumni Madrasah Aliyah (MA)  di beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama melalui jalur SNMPTN.

Berdasarkan laporan terkini dari beberapa Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi, diketahui sejumlah MA berhasil menempatkan lulusannya sebagai siswa yang berhasil dalam SNMPTN dan diterima di beberapa PTN seperti Univeristas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Padjajaran (UNPAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Soedirman, Universitas Negeri Semarang (UNS), Universitas Diponegoro, dan sejumlah PTN lainnya. Demikian berita yang dilansir oleh situs kemenag.go.id.

Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi

Dari beberapa propinsi saja sudah tercatat ada lebih dari seribu siswa-siswi Madrasah Aliyah yang lolos di PTN . Dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta misalnya, tercatat ada 206 alumni yang lolos di PTN, DKI Jakarta tercatat 344 alumni, Bali terdapat 144 alumni, Riau ada 340 alumni, Lampung 175 alumni, Kalimantan Barat 232 alumni, dan Papua Barat ada 28 alumni. Laporan dari propinsi lain yang memiliki banyak madrasah masih dicatat.

PKS Piyungan Taubat

Catatan prestasi ini menjadi bukti  bahwa kualitas pendidikan Madrasah Aliyah semakin meningkat dan bisa bersaing dengan sekolah umum lainnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Ulama PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 09 Desember 2017

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Sedikitnya 773 orang calon haji (calhaj) Kabupaten Probolinggo mengikuti bimbingan manasik haji yang digelar Pemkab Probolinggo bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/7).

Kegiatan yang dipusatkan di obyek wisata religius Miniatur Ka’bah Desa Curahsawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo ini dibuka secara resmi oleh Kabag Kesra Pemkab Probolinggo H Moh Syarifuddin.

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik

Hadir dalam kegiatan awal tersebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Busthami, Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i, dan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Ahmad Masrur Nashor.

Moh Syarifuddin mengatakan bahwa calhaj Kabupaten Probolinggo akan berangkat ke tanah suci sekitar awal September 2016. Mereka akan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 63 dan 64.

PKS Piyungan Taubat

“Bimbingan manasik haji bagi para calon jamaah haji ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan wawasan terkait dengan manasik haji. Sehingga nantinya para calon jamaah haji bisa melaksanakan rukun haji dengan lancar selama berada di tanah suci,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Syarifuddin, bimbingan manasik haji sangatlah penting untuk dipahami oleh para calhaj. Sebab banyak hal yang harus diketahui oleh para calhaj antara melaksanakan ibadah yang wajib dilakukan dan ibadah yang sunahnya.

“Calon tamu Allah ini harus senantiasa menjaga kesehatannya, karena ibadah haji merupakan ibadah fisik. Nantinya Pemkab Probolinggo juga akan mengirimkan tenaga dokter, perawat dan pendamping untuk melayani jama’ah haji selama berada di Mekkah dan Madinah,” tegasnya.

Sementara H Busthami berharap kepada ratusan calhaj Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini untuk melaksanakan bimbingan dan praktik tentang manasik haji ini sebagai persiapan untuk kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji agar menjadi haji yang mabrur. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Pendidikan, Santri PKS Piyungan Taubat

Rabu, 06 Desember 2017

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus

Sumenep, PKS Piyungan Taubat

Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Gerakan Pemuda Ansor se-Jawa Timur berlangsung di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Batuan Sumenep, Jawa Timur, 9-10 April 2016). Salah satu jenjang kaderisasi di organisasi pemuda NU ini menjadi ajang konsolidasi antarpengurus di berbagai tingkatan.

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jatim H. Rudi Tri Wahid menyampaikan, untuk menjamin konsistensi dan keberlanjutan kaderisasi di tubuh organisasi pemuda Nahdliyyin, diperlukan adanya konsolidasi antarpengurus, dari pimpinan ranting, anak cabang, cabang, wilayah hingga pusat.

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus

“Jika konsulidasi dan komunikasi antarpengurus ini terjaga mulai dari tingkatan bawah hingga pimpinan pusat maka Ansor ke depan akan menjadi ikon organisasi kepemudaan yang andal dan disegani,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sumenep Muhri menjelaskan, Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) ini merupakan salah satu upaya dalam membentuk kader-kader Gerakan Pemuda Ansor untuk siap mengawal ulama, menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Selain menjaga aqidah dan keutuhan NKRI, PKL juga bertjuan untuk menyiapkan kader-kader GP Ansor di masing-masing cabang agar menjadi pemimpin yang visioner,” tegas mantan Ketua PC PMII Sumenep ini.

PKS Piyungan Taubat

Bupati Sumenep A Busyro Karim yang hadir dalam kesempatan itu menerangkan, sebuah organisasi yang bisa menjawab tantantangan globalisasi ke depan membutuhkan pemimpin yang visioner, inovasi, dan organisasi yang berbasis massa riil serta pola managemen yang baik. “Dan ketiga ini semua ada di Gerakan Pemuda Ansor,” imbuhnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Untuk diketahui, peserta kegiatan PKL ini diikuti oleh 21 PC GP Ansor Kabupaten/Kota se- Jawa Timur. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Rukman Bashori, Ketua Bidang Kaderiasasi PP GP Ansor serta sejumlah instruktur dan pengurus PW GP Ansor Jatim, serta jajaran pengurus PCNU setempat. (Mohammad Madani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Syariah, Ulama PKS Piyungan Taubat

Kamis, 30 November 2017

PB PMII Lakukan Koordinasi dengan Menag Jelang Pertemuan Mahasiswa Sedunia

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, Kementerian Agama siap bekerja sama dengan berbagai elemen anak bangsa dalam mengampanyekan deradikalisasi atau menangkal radikalisme, termasuk dengan organ kemahasiswaan.

PB PMII Lakukan Koordinasi dengan Menag Jelang Pertemuan Mahasiswa Sedunia (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Lakukan Koordinasi dengan Menag Jelang Pertemuan Mahasiswa Sedunia (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Lakukan Koordinasi dengan Menag Jelang Pertemuan Mahasiswa Sedunia

“Kemenag siap bekerja sama dengan PMII, IMM, HMI dan lain sebagainya, untuk kampanye tentang deradikalisasi, khususnya di kalangan mahasiswa, santri dan pelajar,” terang Menag saat menerima para Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di Ruang Kerja Menag, Jakarta, Rabu (18/05) siang. Menag melihat, ada beberapa program yang bisa disinergikan, antara lain: kursus pemahaman kebangsaan dan pendidikan multikultural.

Seperti dilansir situs kemenag.go.id, PB PMII berkunjung ke kantor Menag dalam rangka membahas agenda pertemuan mahasiswa sedunia. Hadir dalam kesempatan ini, Ketua Umum PB PMII  Aminuddin Ma’ruf, Sekjen L Sa’adullah, Bendahara Umum AR Hasibuan, dan beberapa pengurus harian lainnya. 

Kepada Menag, mereka menyamaikan bahwa akan menggandeng beberapa organ ekstra lainnya, seperti HMI, IMM, HIKMAH BUDHI, KMHDI, PII, GMNI, GMKI, PMKRI dan lain sebagainya untuk ikut serta dalam penyelenggaraan pertemuan akbar itu.

PKS Piyungan Taubat

“PMII kini mempunyai 553 komisariat, 228 cabang dan 24 korcab. Beberapa provinsi disatukan korcabnya seperti Papua dan Papua Barat, Maluku Utara dan Gorontalo, Jateng dan DIY, Jatim dan Bali untuk mempermudah koordinasi dan kaderisasi,” terang Aminuddin. 

Kepada Menag, Amin menyatakan bahwa PMII siap bersinergi untuk kampanye deradikalisasi. “Di kampus-kampus yang PMII-nya mayoritas, Insyaallah paham radikalismenya rendah,” imbuh Amin.

Didampingi Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam M. Isom Yusqi dan Plt. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Mukhlis M Hanafi, Menag berharap PMII ikut serta dalam memberdayakan Rohis di sekolah dalam kampanye deradikalisasi dan pengkaderan. “Litbang kita mempunyai bahan yang bisa dikaji tentang deradikalisasi Islam,” tutur Menag. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Syariah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandi mengatakan, kelompok ekstremis menyasar anak-anak sebagai target perekrutan. Alasannya, anak-anak dinilai masih polos dan belum bisa menyaring mana konten yang mengandung unsur ektrimisme-radikalisme dan mana yang tidak.

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

“Karena mereka kan masih polos dan mereka tidak bisa menolak,” kata Susianah selepas mengisi acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Jakarta, Selasa (29/8).

Menurut dia, pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi kepada para orang tua tentang ideologi radikalisme dan ekstremisme. Sehingga mereka sadar dan mawas diri akan bahaya gerakan-gerakan yang mengarah kepada terorisme.

“Yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan keluarga,” tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Wakil Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu menyebutkan, anak-anak yang terpapar radikalisme biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah seperti orang tuanya bercerai, keluarganya tidak harmonis, dan keluarga yang miskin.

Selain itu, kelompok ekstremis dan radikalis, imbuh Susianah, melakukan propaganda kepada anak-anak dengan menyuguhkan pengertian jihad yang keliru. Mereka menafsirkan jihad dengan dengan perang melawan non-muslim. Maka dari itu, yang paling rentan terhadap radikalisme adalah anak-anak.

“Nilai-nilai itu (pengertian jihad yang keliru) hanya bisa masuk secara mudah kepada orang-orang yang belum punya filter pendidikan, pengalaman, dan sosio kultur,” ucapya. ?





PKS Piyungan Taubat

Anak sudah terpapar radikalisme

Susianah menjelaskan, seandainya ada anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme maka pemerintah seharusnya tidak melakukan upaya-upaya yang represif dan menggunakan pendekatan hukum.?

“Jadi bukan pendekatan represif. Kalau menggunakan represif maka akan menularkan virus dendam kepada anak,” jelasnya.

Ia lebih sepakat apabila pemerintah melakukan program rehabilitasi dan kesejahteraan kepada anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme, yaitu dengan menanamkan pemahaman Islam yang damai.

Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan pendidikan terkait dengan anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme. Sehingga masyarakat juga bisa ikut serta dalam proses rehabilitasi terhadap anak yang sudah terpapar tersebut. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Amalan, Syariah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 25 November 2017

Jokowi: Teladani dan Teruskan Perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara peringatan Haul ke-124 Al-Maghfurlah Syekh Nawawi Al-Bantani di Pesantren An Nawawi Tanara di Serang, Banten, Jumat (21/7) kemarin.?

Jokowi mengatakan, sepanjang sejarah negeri kita ini, ada tiga ulama yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram di Makkah. Satu di antaranya ulama kelahiran Serang, Syekh Nawawi Al-Bantani yang hidup di abad ke-19.

Jokowi: Teladani dan Teruskan Perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi: Teladani dan Teruskan Perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi: Teladani dan Teruskan Perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani

“Di perhelatan haul itu saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, untuk meneladani dan meneruskan perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Jokowi di halaman Facebook miliknya, Sabtu (22/7).

Ia mengakui bahwa Syekh Nawawi adalah seorang ulama sekaligus intelektual. Ia mewariskan lebih dari 100 buku karyanya dalam berbagai disiplin ilmu, dari ilmu tafsir, ilmu kalam, tauhid, hadits, dan lain-lain.

“Murid-muridnya banyak yang menjadi ulama besar dan berjuang untuk bangsa ini. Di antaranya adalah pendiri Nahdlatul Ulama KH Muhammad Hasyim Asyari dan pendiri Muhammadiyah KH Achmad Dahlan,” terang mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah ini.

PKS Piyungan Taubat

Ulama produktif

Keterangan tentang Syekh Nawawi Al-Bantani ini juga dijelaskan KH Cholil Nafis, Pengurus MUI Pusat. Ia menerangkan, Syekh Nawawi al Jawi al-Banteni itu ulama besar. Imam Masjidil Haram, Syyid Ulama Hijaz, al Allamah al Fahhamah ad Daqqiq wal Muahhaqiq, Ulama terkemuka pada abad XIV Hijriyah, serta predikat mulia lainnya.?

PKS Piyungan Taubat

Syekh Nawawi al-Banteni adalah murid Syekh Ahmad Khothib Sambas (1803-1875) yang menjadi Imam Masjidil Haram dan kemudian diwarisi oleh Syekh Nawawi,” ujar Cholil Nafis yang juga mengungkapkan lewat akun Facebook miliknya, Sabtu (22/7).

Syekh Nawawi, jelasnya, tergolong ulama yang produktif. Karangan kitabnya dalam bahasa Arab lebih dari 115 kitab. Menurut hasil penelitian Martin Van Brunissen, seorang peneliti Indonesianis asal Belanda bahwa dari 46 pesantren terkemuka di Indonesia sebanyak 42 pesantren mengajarkan kitab-kitab Syekh Nawawi.

Hal ini, tandas Cholil, sesuai dengan beberapa tokoh dan pendiri pesantren yang menjadi murid Syekh Nawawi sehingga kitab-kitabnya menjadi rujukan dan buku ajar di banyak pesantren.?

Di antara murid Syekh Nawawi al-Banteni yaitu Syekh Ahmad Khotib al Minangkabawi (1860-1916), Syekh Mahfudz Termas (1868-1820), Syekh Kholil Bangkalan dan Hadlratussyekh Muhammad Hasyim Asyari (1875-1947 M) pendiri NU, dan Kiai Haji Ahmad Dahlan (1868-1923) pendiri Muhammadiyah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Doa, Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock