Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang

Sawahlunto, PKS Piyungan Taubat. Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa mengatakan Peraturan Pemerintah Penggnti Undang-undang (Perppu) tentang hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual segera disahkan menjadi Undang-Undang (UU).

"Proses pembahasan di tingkat fraksi sudah selesai dilaksanakan, tinggal menunggu pengesahan yang diperkirakan selesai pada Agustus 2016," kata dia di Sawahlunto, usai melantik Laskar Anti Narkoba Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Barat (Sumbar) di Sawahlunto, Kamis (4/8).

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang

Setelah disahkan, jelasnya, maka pelaku kejahatan seksual yang korbannya mengalami trauma sangat dalam atau mengalami infeksi saluran hingga menyebabkan hilangnya nyawa korban akan diberikan hukuman tambahan berupa penghilangan fungsi ereksi organ vital atau biasa disebut dengan kebiri.

Hukuman tersebut juga akan diberlakukan jika pelaku kejahatan tersebut merupakan orang-orang terdekat korban atau orang yang memiliki profesi terhormat seperti pendidik atau oknum pejabat publik.

"Selain hukuman tambahan, pelaku kekerasan seksual juga dapat diberikan hukuman pemberatan seperti hukuman mati dan kurungan seumur hidup yang seluruhnya akan ditentukan oleh putusan majelis hakim sesuai tingkat kejahatan yang dilakukannya," tambah dia.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, proses pemberian hukuman pemberatan dan hukuman tambahan tersebut sangat tergantung pada proses pembuktian oleh penyidik, antara lain kondisi korban serta latar belakang pelakunya.

Selain hukuman kebiri, lanjutnya jenis hukuman tambahan yang bisa dijatuhkan dapat berupa pengumuman identitas pelaku kekerasan seksual kepada khalayak ramai serta pemasangan alat deteksi keberadaan pelaku dimana saja berada.

"Sehingga masyarakat dapat mewaspadai kehadirannya dan bisa melapor jika tindakan pelaku sudah mengarah pada perbuatan kekerasan seksual, disamping menimbulkan efek jera bagi pelaku-pelakunya," ujar dia.

PKS Piyungan Taubat

Disinggung mengenai kegiatan Laskar Anti Narkoba yang ia lantik tersebut, dia mengatakan hal itu merupakan bentuk kepedulian organisasi Muslimat NU dalam menyikapi status darurat narkoba di negara ini.

"Laskar tersebut akan bekerja secara aktif dalam membantu tugas-tugas lembaga pemerintah yang mengurusi penyalahgunaan narkoba, salah satunya dengan memberikan penyuluhan serta deteksi dini indikasi penyalahgunaannya mulai dari lingkungan keluarga masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit pada kesempatan itu mengemukakan pihaknya mencatat sebanyak 30 persen korban penyalahgunaan narkoba di provinsi itu, berasal dari kalangan anak-anak usia sekolah.?

Disamping itu, jelasnya, fakta lain yang tidak kalah mengejutkan adalah terjadinya peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS akibat berkembangnya prilaku lesbian gay biseksual dan trangender (LGBT) di Sumatera Barat.

Berdasarkan penelitian ahli, lanjutnya, prilaku tersebut mampu menularkan virus mematikan itu lebih cepat dari penggunaan narkoba memakai jarum suntik.

"Jika menggunakan narkoba menggunakan jarum suntik membutuhkan waktu lima tahun menularkan virus kepada pengguna, maka prilaku LGBT bisa menularkan dalam waktu lebih singkat," kata dia. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Makam, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Selasa, 23 Januari 2018

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini

Ponorogo, PKS Piyungan Taubat

Berselang dua hari setelah diantik, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Ponorogo mendapat kehormatan untuk mengikuti apel siaga bencana. Apel bertajuk “Apel Gelar Pasukan Satgas Bencana Alam Tahun 2017” ini digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo didukung Kodim dan Polres setempat.

Apel dipimpin Wakil Bupati H. Sudjarno, Rabu (26/7) di lapangan Tengger Desa Slahung Kecamatan Slahung. Kali ini LPBINU Ponorogo mendelegasikan satu kompi relawan dipimpin langsung Ketuanya Ahmad Subeki beserta jajara pengurus harian.

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini

Kepada awak media, Sudjarno mengungkapkan keinginan kuat Pemkab Ponorogo beserta seluruh aparat dan komponen masyarakat untuk mengantisipasi bencana alam sejak dini.

PKS Piyungan Taubat

“Saat ini di Ponorogo mulai terjadi bencana alam, utamanya kebakaran hutan. Bahkan, semua musim di sini ada ancaman bencana. Kita sudah koordinasi dengan pemerintah pusat. Yang terpenting, kita harus selalu selalu siaga, maka hari ini kita gelar apel ini. Kita sadari, SDM kita masih kurang, untuk itu seluruh komponen masyarakat akan kita ajak berperan serta,” katanya usai memimpin apel.

PKS Piyungan Taubat

Perlu diketahui, PCNU Ponorogo resmi melantik LPBINU dalam forum pembukaan rapat kerja, Sabtu (22/7), di Hotel Sukowati Sarangan Magetan. PCNU menunjuk Ahmad Subeki atau yang akrab dipanggil Kalibek sebagai ketua untuk masa khidmat 2017-2019. Mantan Kasatkorcab Banser Ponorogo yang masih aktif di Satkorwil dan Satkornas Banser ini didampingi mantan Sekretaris PW IPNU Jawa Timur Novi Trihartanto sebagai sekretaris.

Selain terdapat wakil Sekretaris, bendahara dan para wakilnya, jajaran pengurus harian juga terdiri dari 6 orang direktur yang membawahi bidang dan relawan. Tak kurang dari 100 orang yang berasal dari para aktivis GP Ansor, Banser, Pagar Nusa, LAZISNU, IPNU, dan IPPNU dilibatkan sebagai pengurus bidang dan relawan.

Ke depan Ahmad Subeki mengungkapkan komitmennya untuk membawa LPBINU menjadi lembaga yang profesional dan akan selalu membangun sinergi dengan lembaga-lembaga lain dan Banom NU.

“Kami tegaskan, LPBINU ini adalah bapaknya penanganan bencana oleh PCNU, adapun lembaga-lembaga di bawah Banom lain adalah anak-cucunya. Untuk itu kita harus membangun sinergi agar tampil profesional,” kata Kalibek berkelakar, disambut gelak tawa para relawan LPBINU.

Berbekal Renstra dan Renop yang disusun saat raker, Ahad (23/7), untuk tahap awal LPBINU akan membenahi administrasi kelembagaan dan mengadakan audiensi dengan para pemangku kepentingan. (Idham/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Meme Islam, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Senin, 15 Januari 2018

PCNU Pringsewu Luncurkan Program "Jihad Pagi"

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat. Pengurus baru PCNU Pringsewu melalui Mustasyar KH Sujadi mengungkapkan, bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan meluncurkan program ‘jihad pagi’ (ngaji ahad pagi). Hal ini dikemukakan Kiai Sujadi dalam rapat koordinasi perdana seluruh pengurus yang berlangsung di Aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (15/2).

PCNU Pringsewu Luncurkan Program Jihad Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Luncurkan Program Jihad Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Luncurkan Program "Jihad Pagi"

“Kepengurusan yang telah terbentuk ini diharapkan dapat berkoordinasi dengan maksimal. Koordinasi yang maksimal dapat dilakukan dengan meningkatkan intensitas komunikasi dan pertemuan diantaranya lewat program jihad pagi ini,” terang kiai yang juga Bupati Pringsewu ini.

Program jihad pagi ini, tambahnya, akan dimulai pekan depan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi seluruh pengurus untuk berdiskusi dan berkoordinasi. Dengan intensitas koordinasi yang meningkat, ? tentunya ide, ? gagasan, dan permasalahan yang muncul akan dapat di selesaikan dengan baik. "Kalau sering kumpul, ide dan gagasan kan akan muncul " ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Dia menambahkan, bahwa program ini akan dilaksanakan tiap hari pukul 06.00 WIB dan tidak terbatas untuk pengurus NU saja namun terbuka luas bagi kaum muslimin dan muslimat yang ingin mendalami Ilmu agama dengan ngaji bersama.

Disamping itu, Kiai Sujadi juga mengajak seluruh pengurus untuk memaksimalkan sumber daya yang ada. "Maksimalkan sumber daya, jangan selalu terjebak dengan sumber dana,” ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Hal ini diamini oleh Rais Syuriyah PCNU Pringsewu KH Ridwan Syuaib dengan berpesan kepada seluruh pengurus untuk memberdayakan SDM dan kader NU disegala sektor untuk bersama sama berkhidmah di NU.?

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pringsewu, H Taufiqurrahim, M.Pd.I menjelaskan, kepengurusan baru yang telah terbentuk ini akan segera bekerja dengan skala prioritas yang telah diputuskan pada konfercab beberapa lalu dan akan lebih dipertajam lagi pada musyawarah kerja (muker) yang akan di laksanakan dalam waktu dekat ini.?

Kepengurusan hasil Konfercab ke-2 PCNU dan telah disahkan melalui Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor: 477/A.II.04.d/12/2014 ini siap untuk berkhidmah kepada umat. Pada rapat perdana itu, juga telah disepakati pembentukan kepengurusan baru berbagai lembaga dan lajnah seperti LP Ma’arif, ? Lazisnu, ? LTNNU, dan lain lainnya.?

“Pada muker nanti, akan diadakan pelantikan kepengurusan yang akan dihadiri oleh PBNU,” terang Taufiqurrahim. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Pahlawan, Kajian Islam PKS Piyungan Taubat

Selasa, 09 Januari 2018

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Bondowoso, PKS Piyungan Taubat - Ruqyah massal diikuti puluhan santri di mushalla Pesantren Assaadah Gang KH Abdul Majid Purbosari RT 29 RW 06 Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Kota Bondowoso Jawa Timur Sabtu (19/8) malam. Praktisi Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Bondowoso Ustadz Imam Supriyadi menjelaskan, ruqyah massal merupakan amanah, yang harus dilaksanakan.

"Ini bentuk pengabdian kami kepada jamaah dan jamiyah Nahdlatul ulama," jelasnya.

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Pengasuh Pesantren Assaadah Ustadz Taufiq mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap jamaah pondok pesantren yang diasuhnya dan sekaligus ingin menggandeng JRA Bondowoso.

PKS Piyungan Taubat

Lanjutnya, ini juga dalam rangka membentengi aqidah ahlussunah wal jamaah. “Kami tidak ingin jamaah kita ini justru mendapatkan pelayanan pengobatan dari mereka yang akidahnya bertentangan dengan ahlussunah wal jamaah.”

PKS Piyungan Taubat

Di mushalla Pesantren Assaadah tampak puluhan jamaah malam itu serius mempraktikkan bacaan yang berasal dari ayat-ayat Al-Quran  yang dipandu oleh praktisi JRA. Bahkan sebagian dari mereka yang masih kesakitan hingga muntah-muntah mendapatkan pengobatan khusus.

"Pasien kami beri herbal serbuk daun bidara dan cairan habbatussauda untuk diminum," kata Ustadz Imam.

Di tempat yang sama, Ketua JRA Bondowoso Ustadz Ahmad Basri mengatakan, ke depan pihaknya akan menggandeng berbagai pihak untuk menggalakkan ruqyah.

"Ini cara kami untuk hadir di tengah-tengah jamiyah ahlussunah wal jamaah," jelas Ustadz Basri. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Bersama Pengasuh, Santri Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air Warga

Bandung, PKS Piyungan Taubat. Sebagai bentuk mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam yang peka terhadap keseimbangan lingkungan, puluhan santri Pesantren Al-Wafa, Ciluenyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, bersama-sama membersihkan saluran air warga di sekitar pesantren setempat. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara santri dan warga sekitar.

Menurut salah satu santri Muhammad Nur Soleh, kerja bakti yang berlangsung Ahad (28/9) tersebut sekitar merupakan cara yang baik dan penting. “Untuk memupuk rasa kepedulian terhadap lingkungan masyarakat, sebagai salah satu upaya kedekatan dengan masyarakat,” terangnya.

Bersama Pengasuh, Santri Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Pengasuh, Santri Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Pengasuh, Santri Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air Warga

Selain itu, ia berpandangan bahwa kerja bakti ini sebagai upaya untuk menerapkan nilai-nilai kebersihan pada diri santri dan menyiapkan diri santri ketika nanti terjuang langsung ke masyarakat. “Bagi masyarakat ketika saluran air bersih dari tumpukan, maka dapat mengurangi resiko datangnya penyakit,” tambah Soleh.

PKS Piyungan Taubat

Senada dengan Soleh, Eko Agus Purwanto menilai hubungan antara pesantren dengan warga sekitar memang haruslah erat, apalagi santri Al-Wafa tidak semua berasal dari Jawa Barat. Ia mengungkapkan, selama tinggal di Pesantren Al-Wafa’ kedekatan warga sangat kelihatan, misalnya terkadang warga mengundang santri untuk menghadiri acara-acara yang diselenggarakan warga. “Itu tentu bentuk apresiasi dan kepedulian warga kepada santri,” ungka Eko Santri asal Poso, Sulawesi Tengah.

PKS Piyungan Taubat

Eko berharap dengan bersihkannya saluran air tersebut, airnya dapat digunakan memudahkan irigasi sawah, terciptanya lingkungan yang bersih, baik untuk pesantren maupun warga sekitar.

“Ke depannya, saya berharap terjadinya silturahmi yang baik, saling menguntungkan, terciptanya keamanan baik dilingkungan pesantren maupun warga sekitar,” pungkas santri pesantren asuhan KH Rachmat Syafe’i, pengurus Syuriah PWNU Jawa Barat.

Dari pantauan PKS Piyungan Taubat,  saat kerja bakti berlangsung, KH. Rachmat Syafe’i turun langsung bersama santri-santrinya untuk membersihkan saluran air warga Cibiruhilir, Kecamatan Cileunyi, kabupaten Bandung. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 26 Desember 2017

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Jumat ketiga (10/4) kemarin, Sekolah Menulis Sanggar Komunitas Penulis Muda Tebuireng (Kepoedang) Jilid III mendatangkan penulis dan editor ternama, M. Iqbal Dawami. Di Perpustakaan A. Wahid Hasyim Tebuireng, penulis buku "Hidup, Cinta dan Bahagia" itu menyampaikan materi "Menulis Buku Islam Populer".

Setelah memaparkan materi di depan 25 peserta, M. Iqbal Dawami memberikan waktu untuk praktek menulis bagi para peserta. "Teori saja tidak cukup, maka dari itu langsung saja kita praktek", ungkap pria yang pernah menjadi editor di Penerbit Bentang Pustaka dari 2012 hingga 2014 itu.

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim

Dalam 30 menit terakhir sebelum pertemuan usai, para peserta dibebaskan untuk mencari tempat di sekitar perpustakaan. Hal yang harus mereka tulis adalah satu dari sekian pengalaman menarik mereka di pesantren.

"Santri sebenarnya itu punya keunggulan di bidang bahan karena pengalaman mereka banyak di pesantren itu", ungkap pria yang sekarang sibuk sebagai editor freelance itu.

Karya-karya para peserta akan diketik dan diedit yang kemudian akan diterbitkan. Tulisan-tulisan tersebut, sebagai kenang-kenangan Sekolah Menulis Jilid III. Hal ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada para peserta untuk terus berkarya di bidang tulis menulis. "Tuh kan duduk-duduk bisa nulis buku", celetuk M. Iqbal disambut tawa peserta.

PKS Piyungan Taubat

Menurut M. Iqbal, dunia kepenulisan buku era sekarang membutuhkan para santri yang memiliki ilmu mendalam tentang agama. Penulis produk pesantren diharapkan kehadirannya untuk bisa bersaing bahkan menggeser para penulis buku Islam yang menyajikan buku ala kadarnya, dan tidak memiliki kajian yang kurang mendalam.? (tebuireng.org/anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Minggu, 10 Desember 2017

Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah

Judul : Kemuliaan Umat Muhammad

Penulis : Dr Muhammad Alawi Al-Maliky Al-Hasani

Penerbit : Cakrawala Publishing, Jakarta *

Cetakan: I, 1427 H / 2006 M

Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah

Tebal : x + 410 halaman

Peresensi: Muhammad Said Hasyim**

PKS Piyungan Taubat



Syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW terbilang paling mudah dibanding syariat nabi-nabi sebelumnya. Rasulullah tidak diutus untuk mempersulit umatnya, namun sebaliknya untuk mempermudah segala urusan yang dihadapi umatnya. Beliau bersabda: “Berilah kabar gembira dan janganlah kalian menjadikan takut, mudahkanlah dan janganlah kalian persulit.” (HR Bukhari-Muslim)

PKS Piyungan Taubat

Allah SWT telah memberikan banyak perintah yang sungguh berat kepada Bani Israel, namun sudah tidak berlaku untuk umat Muhammad. Misalnya, jika pakaian mereka terkena najis maka bagian tang terkena najis itu harus dibuang, sementara umat Muhammad diberikan ajaran untuk menyucikan pakaian dan anggota badan dari najis. Ada tata cara bersuci yang tidak memberatkan yang diajarkan kepada umat Muhammad, tidak harus dengan air, namun dalam keadaan tertentu bisa dengan benda lain yang bisa menyucikan. Misalnya lagi, bagi Bani Israel hukuman terhadap semua bentuk pembunuhan atau penganiayaan adalah qisash, namun umat Muhammad bisa menggantinya dengan denda tertentu (diyat) dengan syarat-syarat tertentu.

Ada pula cara bertaubat bagi Bani Israel yang telah berbuat dosa-dosa berat yakni dengan bunuh diri, atau memotong lidah bagi yang berdusta, atau memotong kemaluan bagi yang berzina. Tapi ini tidak berlaku untuk umat Muhammad. Rasulullah SAW mengajarkan tata cara bertaubat yang manusiawi namun tetap memunculkan efek jera sehingga para pelakunya enggan untuk melakukan kesalahan serupa.

Demikianlah berbagai keistimewaan umat Muhammad dipaparkan secara indah dalam buku Kemuliaan Umat Muhammad (Khashaish Ummah Muhammad) yang ditulis oleh Dr Muhammad Alawi Al-Maliky Al-Hasani.

Jika umat terdahulu diharuskan melakukan ibadah di tempat-tempat tertentu seperti di kuil atau gereja, maka bagi umat Muhammad shalat tidak harus dilakukan di satu tempat tertentu; Bumi ini adalah masjid buat umat Muhammad. Allah juga menghalalkan berbagai jenis makanan baik hewani maupun nabati yang baik-baik, kecuali beberapa jenis saja. Berbeda dengan Bani Israil yang dilarang memakan beberapa binatang ternak seperti onta, angsa, dan itik.

Sedikitnya ada empat belas keistimewaan yang dimiliki oleh umat Muhammad dalam buku Kemuliaan Umat Muhammad tersebut. Keempatbelas kemuliaan ini tidak dimiliki oleh umat-umat sebelumnya. Dijelaskan pula, ada banyak kabar gembira bagi umat Muhammad. Bagi mereka yang hidup belakangan, yang tidak semasa dengan Rasulullah SAW tidak kalah istimewanya dibanding dengan para Sahabat Nabi. Rasulullah SAW bersabda: ”Beruntunglah bagi orang-orang yang melihatku dan beriman kepadaku, dan beruntunglah –Rasulullah mengulang sebanyak 7 kali– bagi orang-orang yang tidak melihatku namun beriman kepadaku.”

Lebih dari separuh bagian buku yang ditulis oleh Dr Muhammad Alawi ini menjelaskan keutamaan-keutamaan menjalankan beberapa perintah Rasulullah SAW seperti berbagai gerakan dan doa-doa dalam shalat, keutamaan zakat dan haji, beberapa keutamaan ibadah-ibadah lain yang kita lakukan seperti berwudlu, menjawab azan, mendirikan masjid, serta berbagai bentuk perbuatan baik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW seperti membesuk orang sakit, memberikan pinjaman, memenuhi kebutuhan orang yang sedang tertimpa musibah, dan menepati janji.

Hemat kami, buku ini sangat berguna untuk umat Islam yang ingin memperdalam ilmu agama dan memberikan semangat untuk mengamalkan beberapa ibadah dan perbuatan yang dinilai baik oleh umat Muhammad SAW. Dipaparkan pula beberapa keutamaan shalat sunnah seperti shalat Dhuha, shalat istikharah dan doa-doannya, shalat hajat, shalat tasbih, dua rakaat shalat seteleh wudhu, juga shalat untuk memperkuat hafalan.

Buku ini diawali dengan penjelasan yang sangat gamblang tentang definisi hadits dhaif, atau hadits-hadits yang dinilai lemah periwayatannya. Beberapa kelompok kecil umat Islam memang sangat ”anti” dengan hadits dhaif ini karena takut menjalankan perbuatan bid’ah, namun sebaliknya dalam buku ini dijelaskan bahwa hadits dhaif tetap perlu diamalkan jika berkaitan dengan fadhailul a’mal atau keutamaan-keutamaan dalam menjalankan ibadah, dan tidak dijadikan sebagai landasan dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan akidah dan hukum.

Jangan menolak hadits-hadits dhaif karena penolakan itu berarti angkuh dan tidak melakukan upaya ikhtiyathi atau kehati-hatian dalam memenerima ajaran yang telah diriwayatkan sampai kini. Dalam buku ini dirinci beberapa persyaratan penggunaan hadits dhaif yang perlu diketahui umat Islam sebagai pegangan dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Buku ini setebal 410 halaman ini diakhiri dengan pengetahuan seputar alam barzakh, hari kebangkitan, balasan amal-perbuatan selama hidup di dunia dan penjelasan mengenai syafaat Nabi Muhammad yang diberikan kepada umatnya pada Hari Akhir kelak. Sebelumnya juga terdapat bab khusus seputar definisi dan keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beberapa keutamaan beribadah yang dipaparkan dalam buku ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah SWT kepada Rasulullah SAW dan umatnya.

** Penulis adalah alumnus Universitas Darul Ulum, Hudaidah, Yaman



* Alamat lengkap dan kantor pemasaran: Cakrawala Publishing Jl. Palem Raya. No. 57 Jakarta 12260. Telp (021) 70602394-5853238. Web: http://www.penerbitcakrawala.com/ Email: cakrawalapublish@cbn.net.id
Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Berita, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 07 Desember 2017

NU Karawang Siap Makmurkan Masjid

Karawang, PKS Piyungan Taubat. Ketua PCNU Kabupaten Karawang, H Akhmad Marjuki menyambut baik program revitalisasi masjid NU yang dikemas pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) bertema “Wujudkan masjid sebagi pusat pemberdayaan umat".

Ia berharap dengan Rapimda tersebut masjid-masjid yang dikelola warga NU Karawang akan hidup dengan kegiatan-kegiatan sosial yang memberdayakan jamaah.

NU Karawang Siap Makmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Karawang Siap Makmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Karawang Siap Makmurkan Masjid

“Dampak dari urbanisasi dan industrialisasi Karawang sanagat terasa,” katanya di hadapan sekitar 250 imam, khotib, dan ta’mir masjid NU di gedung Rachmaini, Karawang, pada Sabtu (6/4).

PKS Piyungan Taubat

Ke depan, mudah-mudahan tidak ada lagi hal-hal yang tak diharapkan, seperti lepasnya masjid NU ke "tangan-tangan" kelompok lain. “Kalau masalah keropak (tempat uang masjid) atau sandal, bagi saya itu masih bisa ditolerir, tapi kalau tradisi, tidak bisa ditolerir!” katanya.

Ia menambahkan, fenomen tersebut sudah berlangsung dua tiga tahun terakhir. Sebenarnya, itu kesalahan kita, karena tidak memakmurkan masjid. Karena itu, NU Karawang harus siap memakmurkan masjid!

PKS Piyungan Taubat

Cara mereka menguasai masjid sangat bagus; dimulai dengan aktif azan, mengepel masjid, tapi rupanya lama-kelamaan mengubah kebiasaan masjid tersebut. Tak ada cara lain bagi warga NU, selain mengaktifkan masjid-masjid.

Rapimda tersebut dibuka Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Masudi dengan pembacaan Al-Fatihah. Ia berpesan kepada para peserta supaya jangan pergi sebelum acara paripurna. “Pembukaan ini hanyalah takbirotul ihram. Jangan selesai sebelum salam,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 05 Desember 2017

Pelajar NU Kabunan Gelar Pelatihan Public Speaking

Tegal, PKS Piyungan Taubat - Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Ranting Desa Kabunan mengadakan pelatihan Publik Speaking di Balai Desa Kabunan Kabupaten Tegal, Ahad (24/1). Sebanyak 50 kader dari pengurus ranting dan utusan ranting lainnya mengikuti pelatihan yang mempersiapkan mereka untuk berbicara di depan publik.

"Pelatihan ini diadakan selama sehari penuh," kata Ketua Panitia Eka Fuady.

Pelajar NU Kabunan Gelar Pelatihan Public Speaking (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kabunan Gelar Pelatihan Public Speaking (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kabunan Gelar Pelatihan Public Speaking

Pelatihan ini dibuka oleh Rais Syuriyah NU Kabunan Ustadz Aji Fatah. Ia mengapresiasi pelatihan yang? diinisiasi pelajar NU Kabunan. Kegiatan ini, menurutnya, akan sangat bermanfaat bagi peserta.

Kegiatan ini, lanjut Ustadz Fatah, meningkatkan berbagai keterampilan dan keahlian yang kader muda NU harus miliki saat berbicara di depan umum.

PKS Piyungan Taubat

"Juga meningkatkan pula kualitas komunikasi pelajar dan meningkatkan kemampuan berpikir para kader NU. Kemampuan berpikir terkait dengan kemampuan otak untuk mencari pemecahan dari suatu permasalahan secara cepat dan tepat. Berbicara di depan umum akan merangsang otak untuk memiliki keahlian tersebut," ujarnya. (Fakhrul Izza/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ulama, Ubudiyah, Tokoh PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Langkah Jitu ASBIHU Magelang Kenalkan Program Umrah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat?

Untuk mengenalkan dan semakin mengembangkan ASBIHU Tour and Travel perwakilan Magelang, Jawa Tengah, dilakukan sejumlah langkah. Koordinator Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) ASBIHU Magelang, KH Abdurrasyid Ahmad, mengungkapkan langkah awal adalah dengan menyiapkan infrastruktur Kantor Pusat Informasi dan Pelayanan bimbingan umrah beserta seluruh perangkat kerjanya, baik perangkat keras maupun lunak.?

Langkah Jitu ASBIHU Magelang Kenalkan Program Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Langkah Jitu ASBIHU Magelang Kenalkan Program Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Langkah Jitu ASBIHU Magelang Kenalkan Program Umrah

“Hal itu diperlukan sebagai wadah dan media bagi masyarakat yang telah memiliki niat melakukan perjalanan umrah, dengan mudah mendapatkan informasi yang tepat yang diperlukan,” kata Kiai Rasyid, sapaan akrabnya pada Kamis (30/3).

Langkah berikutnya adalah membuka cabang-cabang PIP ASBIHU di tingkat kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Temanggung. Pada tahap awal terdapat 7 tempat sebagai cabang-cabang ASBIHU Magelang.

Sosialisasi memerlukan tim kerja yang kompak dan solid. Karenanya ASBIHU Magelang juga telah membentuk tim kerja sosialisasi yang menyasar individu, keluarga, pondok pesantren, jamaah majelis talim, dan jamaah KBIH.?

PKS Piyungan Taubat

“Selain itu pengenalan kepada komunitas atau paguyuban juga dilakukan, antara lain kepada paguyuban tani dan pedagang,” tambah Kiai Rasyid.

Dalam sosialisasi tim kerja melakukannya baik melalui tatap muka secara langsung, brosur-brosur, maupun media sosial.

Tak kalah penting adalah pembekalan bagi calon jamaah umrah. Pembekalan dalam hal ini diselenggarakan dalam bentuk praktik manasik umrah. Manasik diadakan sebagaimana kondisi nyata di tanah suci.?

"Manasik ini dibuat seperti keadaan atau kondisi sebenarnya seperti saat jamaah mengikuti manasik di tanah suci. Jarak tempuh kita buat sama dengan jarak tempuh yang dilakukan di tanah suci,” terang Kiai Rasyid.

PKS Piyungan Taubat

Bukan hanya jarak tempuh, untuk durasi waktu pelaksanaannya pun disesuaikan dengan waktu saat nanti jamaah berada di tanah suci.

“Karena menurut hemat saya, calon jamaah umrah akan mendapat gambaran nyata dari manasik yang dilakukan sebelum berangkat," Kiai Rasyid beralasan.

Saat ini selain membuka pendaftaran umrah regular, ASBIHU Tour and Travel Magelang juga menyiapkan perjalanan umrah Ramadlan. Bagi calon jamaah umrah yang berminat bergabung bersama ASBIHU Magelang, dapat menghubungi Kiai Rasyid di nomor HP/WA 0856-4053-8700. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Ubudiyah, Internasional PKS Piyungan Taubat

Rabu, 29 November 2017

500 Banser Pilihan Jabar Digembleng di Pesantren Cipulus

Purwakarta, PKS Piyungan Taubat



Sebanyak 500 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Jawa Barat mengikuti kegiatan kursus banser lanjutan (Susbalan), di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus, Purwakarta.

Menurut Komandan Satuan Koordinasi Wilayah Banser Jabar Yudi Nurcahyadi, Susbalan merupakan fase tingkat lanjut kaderisasi Banser pasca diklatsar (pendidikan latihan dasar), untuk lebih memantapkan komitmen ideologis, wawasan dan skill kebanseran.

500 Banser Pilihan Jabar Digembleng di Pesantren Cipulus (Sumber Gambar : Nu Online)
500 Banser Pilihan Jabar Digembleng di Pesantren Cipulus (Sumber Gambar : Nu Online)

500 Banser Pilihan Jabar Digembleng di Pesantren Cipulus

“Para peserta ini adalah anggota Banser pilihan yang lolos seleksi pada tiap Satkorcab dan telah lulus Diklatsar. Diharapkan lulusannya menjadi dinamisator gerakan dalam tiap Satuan Banser, baik di tingkatan Satkorcab, Satkoryon, maupun kelompok,” jelasnya di sela-sela upacara pembukaan.

Dikatakan Yudi, selama tiga hari, sejak Jumat-Ahad (6-8/9) digembleng sejumlah materi wawasan, penguatan ideologi, fisik, beladiri, dan spritual, dengan.bimbingan para instruktur nasional, wilayah dan sesepuh NU Jawa Barat.

PKS Piyungan Taubat

“Menjadi kader Banser memang harus paripurna. Tidak hanya kuat secara fisik, namun juga mantap secara intelektual dan spritual,” ujarnya.

Hadir dalam acara pembukaan ini Ketua PP GP Ansor H. Hadi Musa Said, Ketua PW Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar, Ketua Rijalul Ansor H. Anwar Nasihin dan jajaran pengurua  lainnya.

Ketua PP Ansor H. Hadi Musa Said menegaskan bahwa dengan digelarnya Susbalan ini dapat lebih meningkatkan dedikasi, militansi dan komitmen perjuangan Banser dalam garis perjuangannya, yakni bela agama, ulama dan bangsa.

PKS Piyungan Taubat

“Banser merupakan pemegang tongkat eatafeta perjuangan bangsa dalam mengawal para ulama NU dan NKRI. Karena itu, jadilah kader yang tangguh dan memiliki wawasan yang luas sehingga dapat diandalkan Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan zaman,” pesannya.

Sementara itu, ketua PW Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar mengungkapkan bahwa kaderisasi di lingkungan wilayah Jabar hingga akhir tahun ini akan terus digenjot baik kaderisasi Banser maupun Ansor.

“Setidaknya hingga akhir tahun 2017 nanti kita akan menggelar dua kali PKL (pelatihan kepemimpinan lanjutan) untuk Ansor, satu kali susbalan dan satu kali suspelat (kursus pelatih) untuk Banser,” ungkapnya. (Edi Rusyandi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Dua Jenis Doa agar Segera Mendapat Panggilan Ibadah Haji

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat. Ibadah haji adalah ibadah yang tidak mengenal pangkat, jabatan dan golongan. Siapapun berhak dan bisa melaksanakanya selama ada niat lahir batin. Hal tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin ketika menghadiri safari haji di Desa Sentong Kecamatan Krejengan, Selasa (18/7) sore.

Dua Jenis Doa agar Segera Mendapat Panggilan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Jenis Doa agar Segera Mendapat Panggilan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Jenis Doa agar Segera Mendapat Panggilan Ibadah Haji

“Bagi yang belum berhaji, saya menyarankan untuk segera menabung dan niatkan khusus lahir bathin untuk ibadah haji sebelum ajal menjemput. Imbangi usaha tersebut dengan senantiasa berdoa kepada Allah agar segera mendapatkan panggilan ke tanah suci,” katanya.

Menurut Hasan ada dua jenis doa yang bisa di amalkan agar bisa segera mendapatkan panggilan menunaikan ibadah ke tanah suci. Yakni doa halus dan doa kasar. Kedua doa tersebut harus istiqomah dilakukan.

“Berdoalah di tiap sholat lima waktu, mintalah kepada Allah secara terus menerus. Ini merupakan doa halus. Kemudian mulailah menabung khusus untuk haji sebagai doa kasar nya. Dengan niat seperti ini maka Allah dan malaikatnya akan mengintervensi di dalamnya,” tegasnya.

Terkait dengan antrian panjang dalam pemberangkatan ibadah haji, Hasan menuturkan bahwa Allah memiliki berjuta cara yang tidak terbatas. Dengan hikmah dari silaturahim safari haji Insya Allah akan mempercepat untuk dipanggil menjadi tamu Allah.

PKS Piyungan Taubat

“Jangan permasalahkan waktu pemberangkatan, tabungkanlah uangnya dulu dan niatkan lahir bathin untuk haji niscaya akan ada jalan. Sebab dengan niat yang tulus maka malaikat sudah mencatat sebagai amalan ibadah haji,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Kepada para calon tamu Allah dan Rasulullah, Hasan mengharapkan agar ibadah haji ini dilaksanakan dengan niat ikhlas lahir dan batin untuk mencari ridho Allah dengan perasaan yang penuh kegembiraan.

“Lupakanlah sejenak segala permasalahan hidup, lipat gandakan kebahagiaanmu melebihi apapun. Karena sebentar lagi akan menjadi tamu Allah dan Rasulullah di tanah suci Mekkah dan Madinah,” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H. Santoso, Khatib PCNU Kota Kraksaan KH Wasik Hannan serta sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Bahtsul Masail, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif

Tasikmalaya, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Tasikmalaya menginisiasi dakwh kreatif, melalui pembelajaran internet pada anakmuda khususnya, dan masyarakat pada umumnya.

IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif

"Dakwah kreatif lewat internet. Kami belajar menulis, belajar seluk beluk internet. Internet kini sudah masuk ke saku anak-anak muda. Bahaya kalau mereka tidak bisa mengambil manfaat, jadi konsumen saja," jelas Fikry Syamsie kepada PKS Piyungan Taubat siang tadi (6/11).

Fikry mengaku, awalnya rekan-rekan IPNU ragu dengan mewujudkan program dakwah kreatif, tapi karena terus didesak keadaan, maka dilaksanakan juga. PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya menggalang sepulah aktivis IPNU untuk menyiapkan peluncuran program tersebut.?

PKS Piyungan Taubat

Berbekal semangat dan cita-cita, peluncuran program Dakwah Kreatif digelar, di Pondok Pesantren Manarul Hikam, Kampung Tampiaan Ciseda Desa Sukaasih Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, 14 Oktober 2012. 150 orang dari 24 pesantren menghadiri peluncuran acara tersebut. Para peserta rata-rata berumur 15-22 tahun. Sebagian mereka anggota IPNU atau IPPNU, santri pesantren dan sebagian sekolah umum. Yang bersarung, bercelana, yang pakai kerudung berkumpul, tekun duduk dari pukul delapan hingga lima sore, menerima materi dan indormasi. Mereka betah duduk lesehan di ubin, memandangi layar kecil dibentangkang di aula pesantren.?

PKS Piyungan Taubat

“Kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang pertama kali buat saya, meskipun tadinya saya kira ini adalah acara yang klasik, tapi setelah saya diam beberapa saat banyak ilmu yang saya dapat terutama dalam bidang teknologi,”

Sementara itu, KH Chobir ketua RMI Jawa Barat, yang hadir dalam acara tersebut, mengingatkan pada peserta bahwa yang paling penting adalah bagaimana kita memilih teknologi yang mana yang menguntungkan bagi kita.?

"Kuncinya adalah mencari dan belajar dan terus belajar karena orang yang berilmu tidak pernah berhenti untuk belajar, karena semakin ilmu itu digali semakin kita tidak tahu, jadi filosofinya ilmu itu adalah rendah hati. Nabi Muhammad SAW bersabda orang yang pintar dan banyak ilmunya dan dia merasa pintar maka dia itulah yang termasuk orang bodoh," jelas Kiai Chobir yang juga salah satu pengasuh Pesantren Cipasung.?

Sementara itu, Ketua PC IPNU Kab. Tasikmalaya Fahmi Siddiq mengatakan, sebetulnya acara tersebut bermula dari obrolan ringan di antara rekan-rekan IPNU dan para santri. "Kita sering para santri dan anak-anak remaja ngobrol tentang status di facebook, tapi kita lebih banyak main-main saja. Eman-eman kalau tidak ditemani. Sebetulnya kata kuncinya yang menemani, dakwah terlalu berat, meski akhirnya kita pakai juga. Semoga kami belum terlambat," paparnya.

Program IPNU tersebut didukung oleh Pengurus Cabang NU Kab. Tasikmalaya, Pikiran Rakyat, dan pesantren. "Kami Senang semua mendukung. Tapi kami juga deg-degan, cemas dengan sikap konsistensi rekan-rekan," ujar Fikry Syamsie.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 24 November 2017

Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar

Jombang, PKS Piyungan Taubat - Hasil deteksi kepolisian di Kabupaten Jombang mengungkap setidaknya ada tiga titik yang menjadi lokasi sarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Tiga lokasi tersebut adalah di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto; kawasan Jombang Kota, dan utara Sungai Brantas.

Seperti yang dinyatakan Ketua MUI Jombang KH Kholil Dahlan, bahwa di tiga titik tersebut Gafatar sudah eksis cukup lama. ”Di Jombang berdasarkan informasi yang kami terima, memang sudah ada indikasi gerakan Gafatar di sejumlah titik. Mereka telah lama tinggal dan menjadi warga setempat di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kecamatan Jombang Kota, dan wilayah utara sungai,” katanya, Rabu (13/1).

Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar

MUI memfatwakan sesat terhadap penyebaran ajaran yang dibawa Gafatar. Kelompok tersebut mempercayai nabi lain setelah Nabi Muhammad SAW. Gafatar juga tidak mewajibkan tiga rukun Islam seperti salat lima waktu, puasa dan haji. Mereka hanya mengutamakan berdzikir sebagai ganti berbagai macam urusan ubudiyah yang lain.

Bahkan MUI menjelaskan bahwa Gafatar bukan saja berbeda secara aqidah dan syariat, namun juga pada konteks berbangsa dan bernegara mereka mengancam NKRI. ”Ternyata mereka punya misi mendirikan negara Islam di Indonesia. Ini juga bertentangan dengan ideologi negara,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Salah satu anggota Gafatar yang teridentifikasi adalah Rudiono asal warga Dusun Ngumpul Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto. Pria yang sehari-harinya berjualan tahu goreng hingga ke luar kota itu diduga sebagai salah satu anggota Gafatar. Ada indikasi Rudiono telah meninggalkan Jogoroto.

Ketua RT 03 RW 05 desa setempat, Sunari menegaskan bahwa Rudiono sudah lama pindah tanpa meminta surat pengantar pindah rumah, juga tidak pamit kepada keluarganya. ”Terakhir setelah menjual rumahnya sekitar empat bulan yang lalu, Rudiono mendadak pergi bersama istri dan dua orang anaknya,” terangnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 17 November 2017

PBNU Tak Khawatirkan Perpecahan Politik di NU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Perpecahan politik di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) belum juga kunjung usai meski tahun 2006 telah berlalu. Namun demikian, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi tak terlalu mengkhawatirkannya. Menurutnya, hal itu sudah menjadi kebiasaan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini.

 

PBNU Tak Khawatirkan Perpecahan Politik di NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tak Khawatirkan Perpecahan Politik di NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tak Khawatirkan Perpecahan Politik di NU

“Kalau NU terpecah, itu sudah menjadi kebiasaan. NU tidak pernah tidak terpecah. Dari dulu ada yang nyoblos Golkar, ada yang ikut PKB, ada yang bergabung dengan PDI. Tidak masalah,” kata Hasyim kepada wartawan di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (1/1) lalu. Hal itu diungkapkannya usai menyerahkan daging kurban kepada masyarakat sekitar kantor PBNU.Menurutnya, hal itu merupakan bagian ketegasan NU secara kelembagaan yang tidak mau terlibat dalam politik praktis serta upaya pemberian kebebasan kepada warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU) dalam berpolitik. “Bukan perpecahan, tapi pembebasan dalam memilih,” tegasnya.

Sementara ini, ia menilai, perbedaan pilihan-pilihan jalan politik yang ditempuh itu tidak sampai mengganggu kerukunan di antara sesama warga nahdliyin. Kalaupun terjadi perpecahan, menurutnya, hal itu terjadi hanya sebatas pada elit-elit saja dan tidak sampai menyentuh kalangan nahdliyin yang paling bawah.

 

“Yang pecah itu bukan grass root (rakyat kecil: Red). Yang pecah adalah kepentingan-kepentingan yang bikin partai. kalau di bawah biasa aja. Coba lihat di desa-desa, mana ada orang yang membela partainya mati-matian. Tidak ada. Ini artinya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” terang mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu.

PKS Piyungan Taubat

 

Alasan lain yang dikemukakan Hasyim adalah bahwa keberadaan ormas yang dipimpinnya tidak bertujuan untuk menjadi satu golongan saja. “Dia (NU) tidak perlu mengkristalkan diri menjadi utuh kemudian membentur yang lain. Jadi, salah persepsi kalau itu dianggap perpecahan,” katanya.

 

Namun demikian, Hasyim berharap, perbedaan-perbedaan politik itu hendaknya tetap dilakukan pada jalur yang benar. Sehingga mampu memberikan sumbangan yang positif bagi bangsa Indonesia. “Milih, ya, milih, silakan. Tapi yang dipilih, ya, yang semestinya. Mampu menghasilkan kekuasaan semestinya pula yang didukung oleh rakyat,” imbaunya.

PKS Piyungan Taubat

 

Perpecahan politik di lingkungan NU, terutama buntut konflik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hingga kini belum usai. Menyusul kemudian muncul Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang didirikan oleh elit-elit partai sempalan PKB. Belum lagi persoalan menyeberangnya beberapa fungsionaris PKB ke partai lain, seperti Partai Persatuan Pembangunan.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 15 November 2017

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU?

Boyolali, PKS Piyungan Taubat. Untuk melengkapi referensi bacaan tentang ke-NUan bagi warga NU, Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Boyolali menerbitkan beberapa buku. Di antara buku yang sudah diterbitkan berjudul Mengapa Harus NU?.

Saat ditemui PKS Piyungan Taubat di sela acara bedah buku "Mengapa Harus NU?", Jumat (21/3) lalu di Teras, Ketua LTNNU Boyolali Darsim Ermaya Imam Fajarudin menerangkan, buku ini berisi banyak hal mendasar tentang ke-NUan.

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU?

“Dimulai dari apa itu NU? Bagaimana sejarah berdirinya? Apa saja kontribusi NU terhadap agama, bangsa, dan negara?” kata pria yang akrab disapa Imam.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Imam, dengan mengetahui hal-hal tersebut warga NU diharapkan semakin memahami bahwa NU itu luar biasa. “Dari sini mereka akan menyadari Mengapa Harus NU?, bukan yang lain,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Buku Mengapa Harus NU ini disusun tim penulis dari NU Boyolali. Mereka adalah Katib Syuriyah PCNU Boyolali Kiai Joko Parwoto, Ketua LTNNU Boyolali Imam Fajarudin, Makmun Nuryanto, dan seorang pengurus cabang NU Boyolali KH Ahmad Charir.

Imam menambahkan, buku setebal 300 halaman ini dapat dipesan langsung ke pengurus LTNNU Boyolali. Hasil dari penjualan buku ini akan dimasukkan ke kas PCNU Boyolali. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Ubudiyah, Amalan PKS Piyungan Taubat

Selasa, 07 November 2017

Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang

Malang, PKS Piyungan Taubat. Sebagai wujud pemberdayaan ekonomi para kader, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang, Jawa Timur, meluncurkan Sekolah Kewirausahaan bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang (Unisma).

Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang

Kegiatan yang berlangsung di Aula KH Oesman Mansur Unisma, Jumat (15/11) ini secara resmi dibuka Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Dahlan Iskan. Ketua PC GP Ansor Malang Hasan Abadi mengakui kader GP Ansor mempunyai latar belakang yang cukup beragam.

“Yang banyak di jalur pendidikan dan politik, sementara yang di jalur wirausaha masih dirasa kurang. Untuk itulah kami bertekad untuk mengembangkan kader yang mampu menjadi pengusaha, harapannya muncul pengusaha-pengusaha di kalangan Ansor,” jelasnya. 

PKS Piyungan Taubat

Dahlan Iskan dalam kesempatan tersebut mendorong GP Ansor untuk menjadi organisasi yang mandiri sehingga kian diperhitungkan di tengah-tengah masyarakat. Sementara itu dekan Fakultas Ekonomi Unisma Noor Shodiq Askandar mengaku senang dapat berkontribusi kepada kader-kader NU, khususnya yang aktif di GP Ansor.

“Sebagai kampus yang berlatarbelakang NU, kami merasa terpanggil untuk ikut bersama-sama dengan Ansor berkiprah memberikan pengabdian melalui kerjasama sekolah kewirausahaan. Kami akan siapkan dosen-dosen terbaik sebagai mentornya. Tidak hanya itu, lanjut  kami juga akan membuka jejaring yang selama ini bekerjasama dengan FE UNISMA untuk gerakan pemuda Ansor,” katanya. (Suryo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Internasional PKS Piyungan Taubat

Minggu, 05 November 2017

Gandeng KPK, Lakpesdam Banten Bedah “Jihad NU Melawan Korupsi”

Serang, PKS Piyungan Taubat

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Banten menggelar bedah buku "Jihad NU Melawan Korupsi" dan training of trainer (TOT) kader penggerak antikorupsi di Gedung PWNU Banten, Kota Serang, 26-28 November 2016.

Gandeng KPK, Lakpesdam Banten Bedah “Jihad NU Melawan Korupsi” (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng KPK, Lakpesdam Banten Bedah “Jihad NU Melawan Korupsi” (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng KPK, Lakpesdam Banten Bedah “Jihad NU Melawan Korupsi”

Lakpesdam PWNU Banten juga telah membentuk Forum Muda NU Banten yang akan mendorong para calon kepala daerah untuk menandatangani Pakta Integritas Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Banten. Pakta integritas diharapkan bisa menjadi kontrak politik bagi calon kepala daerah untuk melawan korupsi di Banten, berkomitmen dalam membenahi birokrasi pemerintahan yang bersih, transparan dan membela kepentkngan masyarakat.

“Kegiatan ini dihelat untuk menggalang semangat antikorupsi di kalangan generasi muda di Banten. Lakpesdam menggandeng KPK dan PPATK serta sejumlah lembaga yang konsen di isu antikorupsi, untuk melakukan diseminasi problem korupsi untuk kalangan pesantren dan aktivis Islam di Banten,” papar Abdul Malik Mughni, Sekretaris Lakpesdam PWNU Banten.

PKS Piyungan Taubat

Buku Jihad NU Melawan Korupsi, kata Malik, akan menjadi bahasan utama dalam berbagai halaqah dan “Pesantren Anti-Korupsi” yang akan diluncurkan menjelang? Hari Anti Korupsi, 9 Desember mendatang. “Insyaallah diselenggarakan berkala di PWNU, PCNU, MWC hingga Ranting-ranting NU se-Banten. Halaqah antikorupsi, semoga bisa disinkronkan dengan kegiatan lailatul ijtima yang rutin diadakan oleh para pengurus NU di berbagai tingakatan,” ujarnya. .? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Buku Jihad NU Melawan Korupsi berisi pengenalan terhadap jenis korupsi, dan berbagai putusan? hasil bahtsul masail NU yang berkaitan dengan semangat perlawanan terhadap korupsi.? Selain aktivis dan akademisi NU, sejumlah pesantren di Banten,? juga akan menjadi mitra untuk kampanye anti korupsi ini.

PKS Piyungan Taubat

(Klik di Sini untuk Mengunduh Buku “Jihad NU Melawan Korupsi”)

Dalam pembahasan bedah buku antara Lakpesdam NU dan Ketua KPK Agus Rahardjo, Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama bersama komponen bangsa berkomitmen dalam hal pencegahan korupsi. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 26 Oktober 2017

PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) melihat doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas pada Jumat (2/12) sebagai gejala dari masalah kesenjangan ekonomi. Kang Said memandang bahwa kecemburuan ekonomi terhadap kelas sosial, etnis tertentu, dan non-Muslim tidak bisa dilepaskan dari doa, zikir, dan Jumatan bersama di Monas kemarin.

Demikian disampaikan Kang Said kepada PKS Piyungan Taubat di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) malam.

PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi

Gejala itu, kata Kang Said, terindikasi dari banyaknya masyarakat di luar Jakarta yang ikut doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas.

PKS Piyungan Taubat

“Tetapi kenapa banyak orang dari luar Jakarta yang berdemostrasi? Saya yakin pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masih menjadi masalah mendasar. Demonstrasi ini lebih didasari motif kecemburuan sosial dan ekonomi yang dimonopoli oleh etnis tertentu dan non-Muslim,” kata Kang Said.

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini menyampaikan rasa syukur PBNU karena Allah masih berkenan memelihara keutuhan NKRI. “Alhamdulillah sampai sekarang Allah masih turun tangan dalam menjaga keutuhan Indonesia.”

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, doa bersama di Monas merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

“Pemerintah harus membuat kebijakan terkait ekonomi yang langsung menyentuh rakyat banyak secara merata agar kesenjangan ekonomi teratasi. Ini jelas akumulasi kekecewaan,” kata Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 17 Oktober 2017

Kaballangan Cukur Almadaniyah 7-0

Bandung, PKS Piyungan Taubat -

Kesebelasan Al Madaniyah, Kabupaten Tabalong dan Darud Dakwah wal-Irsyad (DDI), Kaballangan, sama-sama memasuki lapangan dengan kepercayaan diri yang tinggi. Kedua tim telah dua kali berpartisipasi dalam gelaran Liga Santri Nusantara (LSN), dan sama-sama melakukan persiapan khusus menyambut putaran Seri Nasional LSN 2017 di Bandung ini.

Kaballangan Cukur Almadaniyah 7-0 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaballangan Cukur Almadaniyah 7-0 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaballangan Cukur Almadaniyah 7-0

“Persiapan (kami) sangat matang, dan kami ada teknik-teknik sendiri untuk menghadapi (tekanan) mental, terutama,” kata Khalifaturrahman, Ketua Panitia Pelaksana tim Al Madaniyah, yang menargetkan timnya pulang dengan berbekal gelar juara LSN tahun ini.

Di pihak lawan, DDI juga berbekal optimisme yang sama. Mereka meyakini bahwa kekuatan timnya lebih baik dari LSN tahun 2016 lalu.

PKS Piyungan Taubat

“Kami sudah belajar (berlatih) selama satu tahun, mengevaluasi dari (kekurangan) tahun lalu,” ujar H. Alimuddin Budung, Koordinator Region Sulawesi II yang diwakili tim DDI.

Langit mendung dan cuaca dingin yang menyambut kedua tim memasuki lapangan Stadion Siliwangi, Bandung, pada Senin (23/10) sore, menyaksikan bahwa optimisme belaka tidak cukup buat menghadapi pertandingan kompetitif. Kedua tim mengakhiri laga dengan kondisi yang kontras, setelah tim DDI berjaya menggelontor gawang Al Madaniyah dengan tujuh gol tanpa balas.

PKS Piyungan Taubat

Al Madaniyah yang memakai kostum merah merah dengan strip hitam, turun ke lapangan dengan formasi 4-4-2 berlian. Sementara DDI yang berseragam biru langit, menggelar formasi 4-5-1, yang beralih menjadi 4-3-3 ketika tengah menyerang. Di atas kertas Al Madaniyah unggul jumlah pemain dengan menumpuk empat orang di lini tengah, melawan tiga gelandang DDI. Tapi sejak sepak mula dilakukan, terlihat jelas bahwa lini tengah justru menjadi kelemahan tim asal Kalimantan Selatan ini.

Empat gelandang Al Madaniyah tidak terlihat bermain sebagai tim dan minim pemahaman atas tugasnya masing-masing. Tiga gelandang di depan jangkar terlihat enggan mengganggu lawan ketika timnya tengah kehilangan bola. Gelandang jangkar yang bekerja sendirian di tengah, kerap ditekan mundur sampai sejajar dengan posisi bek tengah.

Penampilan kontras ditunjukkan DDI yang terorganisasi dengan baik. Sejak awal mereka sudah mencium kelemahan lawan di lini tengah dan langsung mengusai permainan sejak awal laga. Secara umum DDI unggul dalam hal kecepatan, ditambah dengan seringnya pemain lawan melakukan kesalahan pengambilan posisi.

DDI sudah unggul ketika pertandingan baru berlangsung tiga menit melalui tendangan Abdul R. Aswan. Aswan kembali menjebol gawang lawan pada menit ke 15 untuk menggandakan keunggulan timnya. Penyerang Abdul Hamid tak mau ketinggalan dengan mencetak dua gol pada menit 23 dan 28, untuk melebarkan margin keunggulan. Babak pertama ditutup dengan skor 5-0, setelah Erick Anggriawan memaksa kiper Al Madaniyah memungut bola dari gawang pada menit 35. Di babak kedua DDI kembali mencetak gol cepat melalui Nudin pada menit 46. Gol pamungkas dicatatkan oleh pemain belakang DDI, Arsyad, pada menit 56.

Permainan brilian yang ditunjukkan DDI ditandai dengan tujuh gol yang dicetak dengan cara yang relatif bervariasi. Ini menunjukkan bahwa tim asal Kaballangan ini memiliki variasi permainan yang baik dan punya keragaman rencana dalam menekan musuh. Hal ini diakui oleh Pelatih DDI, Muhammad Aiman Mustafa, memang masuk dalam rencana latihan rutin mereka.

Selepas laga, pelatih Al Madaniyah, Saipul, mengakui kesalahannya melakukan eksperimen dengan memasang beberapa rekrutan baru dalam susunan sebelas pemain utama.

“Dari uji coba kami sebelumnya di daerah, para pemain tampil bagus. (Ketika) main di sini, mungkin yang pertama (pemain) demam lapangan,”

Pelatih DDI, Muhammad Aiman Mustafa, mengaku puas dengan hasil pertandingan dan mengatakan bahwa strategi timnya berjalan sesuai yang diinginkan..

“Tahun kemarin kita sudah ada pengalaman di Jogja (LSN 2016). Kita kecolongan pada saat pergantian pemain. Materi pemain yang sekarang kita bawa ini, pemain inti dan pemian cadangan hampir sama,” kata Mustafa yang menargetkan timnya mencapai laga final LSN tahun ini.

Meski puas, Mustafa juga mengeluhkan lapangan yang licin akibat hujan di tengah laga. Untuk itu ia menarik beberapa pemain andalannya agar lebih bugar dalam pertandingan berikutnya. (Ahmad Makki/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock