Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren

Cirebon, PKS Piyungan Taubat. Berpulangnya seniman sekaligus dalang, Ki Slamet Gundono meninggalkan segenap kesan dan kenangan yang mendalam di hati para sahabatnya, termasuk para santri pesantren di Cirebon. ?

Hubungan dalang suket itu dengan beberapa pesantren Cirebon terbilang akrab, begitu tutur Baequni Mohammad Haririe, penggiat Komunitas Seniman Santri (KSS) Cirebon kepada PKS Piyungan Taubat.

Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren

Baequni mengisahkan,? peran almarhum? sangat kuat dalam menjembatani dialog antara seni tradisi dan pesantren. Hal itu, Baequni menambahkan, terjadi saat Ki Slamet Gundono berkenan untuk mementaskan wayang suketnya dalam Musyawarah Besar (Mubes) NU di Pesantren Babakan Cirebon pada tahun 2004.

PKS Piyungan Taubat

“Andai waktu itu Ki Slamet Gundono tak jadi tampil, kesenian tradisi akan terabaikan dari habitatnya, yakni pesantren,” ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Pria yang kerap disapa Kang Ubay ini pun menjelaskan, hubungan seni tradisi dan pesantren memang cukup renggang dan terkesan dingin pada saat-saat itu. Namun keberadaan Ki Slamet Gundono yang berlatar belakang pesantren sekaligus sebagai seniman mampu mencairkan hubungan kedua hal tersebut.

Kesan yang cukup mendalam juga dikenang oleh Mahrus El-Mawa, salah satu peneliti di IAIN Syekh Nurjati Cirebon sekaligus filolog di Pusat Studi Budaya dan Manuskrip ISIF Cirebon. Menurutnya, Ki Slamet Gundono merupakan kreator wayang rakyat yang sangat memiliki keserupaan dengan nilai-nilai pesantren.

“Apa yang disampaikan Ki Slamet tidak ada bedanya dengan da’i NU, hanya media dakwahnya saja yang berbeda,” ujar Mahrus.

Kedekatan Ki Slamet Gundono dengan tradisi pesantren di Cirebon mengundang rasa kehilangan yang mendalam. Muzayyin Haris, mantan Ketua PC PMII Kabupaten Cirebon merasakan belum ada yang mumpuni ihwal kehangatan Ki Slamet di mata para santri Cirebon.

“Selamat jalan Ki Slamet, kami yang di Cirebon tentu merasa sangat kehilangan dan berduka Kami selalu mengenang pesanmu, bahwa berpikir dalam segala hal, mesti bijaksana,” pungkas Zayin.

Seperti yang diiberitakan sebelumnya, Slamet Gundono dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsis Solo, Ahad pagi (5/1). Slamet Gundono merupakan seorang dalang asal Tegal, Jawa Tengah, yang bermukim di Solo. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Budaya, Kajian Sunnah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 11 Februari 2018

Ansor-Banser Cilongok Kawal Kaderisasi Pelajar NU

Banyumas,PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas bersama Satkoryon Banser mengawal sepenuhnya program Diklatama I DKAC CBP KPP PAC IPNU IPPNU Cilongok yang dilaksanakan di Desa Karang Tengah Sabtu sampai Senin, (15-17/10).

Ketua PAC GP Ansor Cilongok Mustangin Diklatama CBP KPP ini sangat positif untuk kaderisasi IPNU IPPNU dan Ansor ke depan. GP Ansor dan Banser punya kepentingan dengan kaderisasi ini sebab IPNU IPPNU merupakan gerbang awal menuju GP Ansor dan Banser.

Ansor-Banser Cilongok Kawal Kaderisasi Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor-Banser Cilongok Kawal Kaderisasi Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor-Banser Cilongok Kawal Kaderisasi Pelajar NU

“Kalau kaderisasi sudah dilakukan sejak dini maka itu menjadi modal besar untuk kami di kepengurusan,” katanya melalui siaran pers Selasa (18/10).

PKS Piyungan Taubat

Pengawalan GP Ansor, tak sebatas pada pengamanan, tapi juga pada pemberian berbagai materi. “Keterlibatan kami juga sebagai bentuk sinergi antarbadan otonom NU karena secara historis, bisa diibaratkan IPNU-IPPNU adalah adik-adik kami dan kelak merekalah yang akan meneruskan perjuangan kami di Ansor-Banser. Jadi sudah sepantasnya kami ikut mensukseskan kegiatan ini,” ujar Mustangin.

Komandan Rayon Banser Cilongok Ischakul Chasan mengatakan, Banser terlibat dari awal pembukaan sampai penutupan Diklatama tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, Banser perlu mengawal kegiatan tersebut terutama pada sesi di lapangan yaitu menyusuri hutan perbukitan Curug Cipendok. “Setidaknya dengan keahlian anggota kami bisa mengantisipsi dan beraksi cepat atas hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Ia berharap keikutsertaan Banser pada kegiatan ini bisa menjadi daya tarik peserta agar kelak dewasa bisa melanjutkan jenjang pengkaderannya di GP Ansor dan Banser.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri PKS Piyungan Taubat

Senin, 29 Januari 2018

Menjadi Santri

Puji syukur kepada Yang Maha Kuasa yang membuatku pernah menjadi santri. Terima kasih kepada temanku, si Unung, yang mengiming-imingiku menjadi santri. Terima kasih juga kepada ibu bapakku yang menyebabkan aku menjadi santri. Tidak lama aku menjadi santri, cuma dua tahun.

Perlu aku bersyukur sebab sekarang merasakan beruntungnya menjadi santri. Aku bersyukur dalam sejarah hidupku pernah mengalami kehidupan pesantren. Terasa banyak gunanya. Dan tentu saja punya kisah yang tak dimiliki anak-anak kota yang tak mengenal pesantren.

Menjadi Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Santri

Kuakui, sebelumnya sering malu kalau orang lain mengetahuiku pernah jadi santri. Kadang sering mangkir pernah jadi santri. Tapi belakangan malah bangga. Aku bangga sebab punya pengalaman hidup yang lebih dari anak-anak kota pada umumnya.

PKS Piyungan Taubat

Dari pesantren memang tak sebarapa banyak bertambah ilmuku. Soalnya aku nyantri cuma dua tahun. Sementara santri lain bisa sampai belasan tahun.

Waktu Belanda dikalahkan Jepang, sekolah-sekolah tutup. Anak-anak menganggur. Si Unung, teman sebangku di sekolah, ikut kakaknya nyantri di pesantren P. Ketika pulang, ia menceritakannya dengan menarik. Katanya, mengaji di pesantren lebih cepat ketimbang ngaji di Ajengan Enoh, di Kampung. (Aku dan si Unung mengaji di Ajengan Enoh).

PKS Piyungan Taubat

Lalu timbul keinginanku menjadi santri. Semakin bertambah setelah mendengar ceramah Ajengan Ma’mun ketika Rajaban.*

“Sekarang kebanyakan manusia memburu harta dunia seolah-olah akan hidup selamanya. Padahal maut tak diketahui kapan datangnya, bisa besok, bisa nanti, tak ada yang tahu. Saudara-saudara, ilmu itu cahaya, al-ilmu nurun. Orang tak berilmu ibarat di dunia gelap tak tahu jalan yang harus ditempuh. Itulah sebabnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap mukmin. Tholabul ilmi faridlotun ‘ala kulli muslimin wa muslimatin...” begitu kata Ajengan Ma’mun.

Niatku semakin bulat untuk ke pesantren. Ibuku tak kurang sepuluh kali mengucapkan alhamdulillah ketika aku mengatakannya. Ia kemudian bercerita ke hampir setiap orang kampung. Lalu para orang tua ingin juga memiliki anak sepertiku, menjadi santri.

Aku lupa tanggal persisnya mulai menjadi santri. Tapi tak akan lupa harinya, Rabu. Sebab itu perhitungan kakekku. Menurut dia, mencari ilmu harus dimulai hari Rabu. Aku lupa alasannya, tapi katanya Rabu hari terbaik mulai tholabul ilmi.

Tidak seperti Yogaswara dalam Mantri Jero**, ia berangkat ke pesantren sendirian. Keberangkatanku seperti calon haji yang akan pergi ke Makkah. Seperti Purnama Alam*** pergi ke Pesantren Gurangsarak. Berduyun-duyun pengantar. Kedua pamanku mengapit di kiri kananku, ibu, bapak, dan kakek. Beriringan Mang Ihin dan si Uha, tukang kebun dan anaknya. Keduanya memikul perbekalanku dan oleh-oleh buat ajengan.

Ajengan menyambut hormat kedatangan rombonganku. Apalagi kepada kakek, ia sangat hormat sekali. Sebab kakekkulah yang dulu menikahkannya.

Aku menjadi santri istimewa di pesanten itu. Sampai ditawari, mau tinggal di rumah ajengan atau mau di kobong****. Aku memilih di kobong supaya banyak teman. Kalau di rumah ajengan, takut ketahuan aku tak pintar. Di kobong, aku diberi tempat yang enak. Tak jauh dari jendela. Tempat tidur di atas ranjang. Kopor disimpan di atas.

Malam pertama di pesantren aku merasa takut. Mungkin karena belum ada yang kenal. Dan ternyata susah kenal dengan mereka.

Santri yang tidur di bawah ranjangku sepertinya sedang sakit. Dia berselimut terus. Ketika orang lain ke masjid, dia masih saja berselimut. Selepas Isya kuberi paha ayam dan nasi timbel. Betapa gembira menerimanya.

Santri yang tidur di sebalah kiriku, dari tampangnya saja tampak songong. Di hadapanku, ia membaca Safinah keras-keras. Tambah menyebalkan ketika ia bertanya dengan bahasa Arab, “Man ismuka?”

Sespertinya dia menyangka aku tak mengerti sama sekali bahasa Arab. Padahal yang seperti itu aku pernah belajar kepada Ajengan Suganda. Aku menjawab pertanyaan dengan menyebutkan namaku, ia tidak songong lagi.

“Kamu pernah ngaji ya?” tanya teman yang tiduran di bawahku, sementara giginya menggerus tulang.

“Belum,” kataku.

Nah, dengan merekalah aku pertama kali kenal. Pertama si Atok, yang tidur di bawahku. Kedua si Aceng, yang songong, di sampingku, yang bertanya dengan bahasa Arab.

Ketika mulai ngaji, aku diperkanalkan ajengan. Para santri, ini Den Anu, putranya juragan Anu, putunya juragan Hatib, di B.

Mulai saat itulah aku hidup di pesantren.? ? ?

Cerpen ini diterjemahkan dari bahasa Sunda ke bahasa Indonesia oleh Abdullah Alawi dari kumpulan cerpen otobiografi Dongeng Enteng ti Pesantren. Kumpulan cerpen tersebut diterbitkan tahun 1961 dan memperoleh hadiah dari LBBS di tahun yang sama. Menurut Adun Subarsa, kumpulan cerpen tersebut digolongkan ke dalam kesusastraan Sunda modern sesudah perang. Nama pengarangnya Rahmatullah Ading Afandie sering disingkat RAF. Ia lahir di Ciamis 1929 M. Pada zaman Jepang pernah nyantri di pesantren Miftahul Huda Ciamis. Tahun 1976, ia muncul dengan sinetron Si Kabayan di TVRI, tapi dihentikan karena dianggap terlalu tajam mengkritik. Ketika TVRI cabang Bandung dibuka, RAF muncul lagi dengan sinetron Inohong di Bojongrangkong.. * peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

** novel karya Memed Sastrahadiprawira

* ** wawacan karya sastrawan R. Suriedireja

**** kamar-kamar di pesantren Sunda, gutekan di Jawa

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tokoh, AlaSantri PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour”

Subang, PKS Piyungan Taubat. Puluhan pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Huda Pungangan, Subang, Jawa Barat, mengikuti study tour yang diselenggarakan madrasah setempat ke beberapa lokasi di Jakarta, Sabtu (28/2).

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour” (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Sejarah Lewat “Study Tour” (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour”

"Kami harap anak-anak dapat menikmati study tour ini sehingga mulai pekan besok mereka bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan fresh," ungkap Dedi Setiawan, salah satu guru yang ditunjuk sebagai koordinator kegiatan.

Dedi yang juga Wakil Sekretaris LTN PCNU Subang itu menambahkan, lokasi tujuan study tour ini adalah Museum Fatahillah, Monumen Nasional (Monas), dan Masjid Istiqlal.

PKS Piyungan Taubat

"Mereka kita minta untuk menulis seputar sejarah dan kondisinya pada masa kini, tujuannya sekaligus agar anak-anak gemar dan punya keterampilan menulis," imbuhnya

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, Muhammad Heryadi, Kepala MTs Al-Huda Pungangan menyampaikan keinginannya untuk mengubah paradigma anak-anak, karena selama ini ada anggapan bahwa tempat belajar terbatas hanya di kelas saja.

"Kita ingin menyampaikan kepada anak-anak bahwa belajar itu bukan hanya di kelas saja, semua tempat adalah sekolah, tempat belajar yang bisa kita petik ilmunya jadi tidak dibatasi ruang dan waktu," pungkas Ketua IPNU Subang periode 2000-2004 itu. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes, AlaSantri, Ulama PKS Piyungan Taubat

Rabu, 10 Januari 2018

Pemerintah Kerdilkan Pendidikan Pesantren

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Budayawan Mohammad Sobary berpendapat bahwa kebijakan pemerintah terhadap pesantren selama ini malah mengerdilkan keberadaan pesantren. Mereka diminta mengikuti model pendidikan dan mengabdi pada sistem pendidikan nasional.

Demikian diungkapkannya dalam orasi kebudayaan pada peluncuran Majalah Mata Air yang diterbitkan oleh Komunitas Mata Air yang diasuh oleh Gus Mus di Jakarta Kamis malam.</font>

“Pendidikan pesantren yang berlangsung selama 24 jam selain mengajarkan tata cara beribadah juga mengajarkan kerendahan hati. Sekarang ini banyak orang pintar, tapi kita susah mencari orang yang berakhlak,” tandasnya.

Pemerintah Kerdilkan Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Kerdilkan Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Kerdilkan Pendidikan Pesantren

Menurutnya pengaturan terhadap pendidikan pesantren dalam dalam aspek tertentu memang dibenarkan, namun hal ini telah mematikan pendidikan gaya pesantren. Pengerdilan terhadap pesantren ini sudah berlangsung selama 50 tahun terakhir. Akibat sistem pendidikan yang tidak berakar dari tradisi bangsa sendiri dan mengarah pada pendidikan yang berorientasi teknis dan praktis, akhirnya terjadi kedangkalan pendidikan.

“Setiap orang sebenarnya sudah cerdas, guru hanya mengantarkan saja dan “diputihkan” dipesantren yang memberi kemuliaan,” imbuhnya.

Mantan Pemimpin Umum Antara ini juga mengingatkan agar tidak terlalu fanatis dalam memandang kebenaran. Fanatisme membuat pikiran menjadi picik karena hanya mengakui kebenaran kelompok yang pastinya tak sempurna, bukan kebenaran sejati.

PKS Piyungan Taubat

Direktur Partnership ini berpendapat meskipun saat ini umat Islam merupakan mayoritas di dunia, namun menjadi terbelakang karena masalah pendidikan dan kebudayaan. Dalam hal ini pendidikan yang dikembangkan oleh umat Islam haruslah menyentuh ranah kemanusiaan.

“Dunia ini kekurangan orang yang adil. Ilmu dan teknologi yang dikembangkan tak berbicara pada keadilan. Lalu siapa yang bisa bicara tentang keadilan?” tanyanya. Dalam hal ini tradisi-tradisi lokal, tembang, sampai dengan puisi lebih banyak berbicara masalah keadilan.

Selanjutnya Kang Sobary juga meminta agar kebudayaan Islam yang dibangun lebih berorientasi pada dunia riil yang tak terlalu ideologis. “Jika terlalu ideologis, nantinya aspek politik lebih menonjol sehingga lupa pada keharusan social seperti mengatasi masalah kemiskinan,” tandasnya. (mkf)



PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, AlaSantri PKS Piyungan Taubat

Minggu, 07 Januari 2018

Cicit Pendiri NU Siap Gantikan SDA Pimpin PPP

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Romahurmuzy, putra pendiri IPNU, KH Tholhah Mansyur  siap menggantikan, Surya Darma Ali (SDA), Ketua DPP PPP pada Muktamar yang rencananya bakal digelar bulan Oktober 2014 mendatang. Cicit pendiri NU, KH Wahab Chasbullah ini sekarang  adalah Sekretaris Jendral Partai berlambang Kabah.

Rommy, demikian ia disapa, mengatakan pihaknya siap dicalonkan jika peserta Muktamar menghendaki dirinya untuk memimpin PPP ke depan.  "Kita mengalir saja, kita serahkan ke Muktamirin, jika mereka menghendaki, ya amanah harus diterima," ujarnya ditemui usai mengahadiri haul ke-43 KH Wahab Hasbullah, Sabtu (6/9) kemarin.

Cicit Pendiri NU Siap Gantikan SDA Pimpin PPP (Sumber Gambar : Nu Online)
Cicit Pendiri NU Siap Gantikan SDA Pimpin PPP (Sumber Gambar : Nu Online)

Cicit Pendiri NU Siap Gantikan SDA Pimpin PPP

Darah politik cucu mantan Menteri Agama RI, KH Wahib Wahab, ini mengalir sejak kecil, sehingga saat bergabung dengan PPP dan lolos menjadi anggota DPR RI, Rommy di percaya menjadi sekretaris Fraksi PPP dan juga Ketua Komisi IV.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Romy, dunia politik adalah dunia permainan, namun jika sudah terjun dalam politik maka harus serius dan tidak boleh main main. "Kalau ikut bermain (politik) maka harus serius, seperti telah dicontohkan KH Wahab Chasbullah. Beliau adalah guru politik dan seorang negarawan," ujarnya saat memberikan sambutan mewakili keluarga.

Dukungan Rommy untuk maju sebagai ketua PPP ini dilontarkan salah satu ketua PBNU, Syaifullah Yusuf, yang ikut hadir dalam peringatan Haul KH Wahab Chasbullah. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan bahwa Rommy sangat pantas menggantikan SDA untuk memimpin PPP.

PKS Piyungan Taubat

"Kemarin Muktamar PKB kembali dipegang Muhaimin Iskandar, jika PPP dalam Muktamar nanti dijabat Gus Rommy sudah pas. Kalau ada persoalan tinggal memanggil keduanya dan bisa diselesaikan di makam Mbah Wahab," ujar mantan Ketua Umum PP GP Ansor yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur ini menuturkan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Aswaja, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Minggu, 31 Desember 2017

Tanpa Pamrih, Banser Setia Menjaga NKRI

Pacitan, PKS Piyungan Taubat. Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud menyampaikan bahwa menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser merupakan salah satu bentuk pengabdian yang mulia kepada Nahdlatul Ulama (NU) dan kepada negara Indonesia. ?

"Walaupun saudara tidak dibayar oleh negara. Namun yang kita harapkan adalah berkah, yang kita harapkan adalah kebaikan dari Allah SWT," tutur Kiai Mahmud saat membuka Pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Banser yang diadakan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Arjosari, Pacitan, Jumat (3/3).

Tanpa Pamrih, Banser Setia Menjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanpa Pamrih, Banser Setia Menjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanpa Pamrih, Banser Setia Menjaga NKRI

Mengikuti Diklatsar, lanjut Kiai Mahmud, merupakan sebuah bentuk rasa keimanan. Karena dalam Diklatsar ini, peserta akan dilatih tentang bagaimana cara mencintai negara, bagaimana menjadi pelayan ulama, dan bagaimana menegakkan dan mempertahankan berdirinya NKRI.

"Tanpa kita warga NU khususnya, rasanya sulit menjaga negara ini menjadi negara yang ayem tenteram dan gemah ripah loh jinawi seperti pada saat ini," tuturnya di hadapan 73 peserta Diklatsar.

PKS Piyungan Taubat

Ditegaskan oleh Kiai Mahmud, bahwa dalam sepanjang kesejarahahanya, NU tidak pernah sekalipun menjadi pemberontak terhadap negaranya. Justeru NU menjadi yang terdepan dalam menjaga keutuhan dan keberagaman bangsa Indonesia.

Kiai Mahmud mengucapkan selamat dan sukses untuk para peserta Diklatsar Banser. Ia berpesan agar kedepannya para anggota Banser NU diharapkan dapat menjadi pengawal ulama dan turut serta menjaga keutuhan NKRI.

PKS Piyungan Taubat

Iapun mendoakan agar kelak para anggota Banser menjadi orang yang bermartabat "Semoga Allah selalu meridhoi perjalanan kita sekalian," tutupnya.

Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang diadakan oleh Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Arjosari digelar di lapangan Desa Jetis Kidul, Kecamatan Arjosari, Pacitan. Diklatsar akan berlangsung hingga Ahad (5/3).

Peserta Diklatsar akan menerima beberapa materi seperti, Ke-NUan dan Ke-Aswajaan, Materi Kebangsaan dan PBB, lalu lintas, Kedaruratan bencana, dasar-dasar bela diri, dan Ilmu kanuragan.

Tampak hadir dalam acara pembukaan Diklatsar, jajaran pengurus PC GP Ansor Pacitan, ketua MWCNU Arjosari H Busro Hawatif, Ketua PAC GP Ansor Arjosari H Hamka Hakim, Kapolsek Arjosari dan tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati Pacitan H Yudi Sumbogo yang hadir pada kesempatan itu, didaulat menyematkan tanda peserta, kepada dua orang peserta yang berasal dari Arjosari. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, AlaSantri, Pahlawan PKS Piyungan Taubat

Kamis, 28 Desember 2017

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri ikut berduka dan menyampaikan belasungkawa yang dalam khususnya kepada keluarga korban Tsunami di Mentawai dan korban meletusnya Gunung Merapi. “Diiringi doa semoga korban-korban yang meninggal arwahnya diterima Allah dan ditempatkan di tempat yang layak,” ujar Gus Mus melalui pesan singkatnya kepada PKS Piyungan Taubat (27/10).

Ia juga mengajak warga NU untuk mendoakan korban-korban yang terluka semoga segera sembuh. “Semoga keluarga korban diberi kesabaran dan menerima cobaan ini dengan tabah dan ikhlas,” tambahnya.

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Semenjak tsunami di Aceh beberapa tahun lalu, akhir-akhir ini musibah bencana alam terus menerus terjadi Indonesia. Dan pada hari yang bersamaan (26/10) terjadi musibah tsunami dan letusan gunung berapi. Gus Mus mengingatkan bahwa musibah-musibah itu adalah takdir Allah SWT. “Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Mentawai dan lereng Gunung Merapi seperti musibah-musibah lain di tempat-tempat lain di tanah air, adalah musibah kita semua yang sudah ditakdir Allah,” tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Gus Mus juga mengajak masyarakat untuk bersama membantu para korban bencana alam di Mentawai dan Merapi sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing. “Karena itu, kita –khususnya warga NU- perlu melakukan sesuatu seukur dengan kemampuan kita. Minimal dengan berdoa. Mari kita jadikan musibah-musibah ini pengingat bagi solidaritas kita antar sesama hamba Allah. Akhirnya, mari terus mendekatkan diri kepada Allah,” pungkas Gus Mus. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren, AlaSantri, Syariah PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Selasa, 26 Desember 2017

GP Ansor Ponorogo Tuan Rumah Database Si-GAP

Ponorogo, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menunjuk Pimpinan Cabang GP Ansor Ponorogo menjadi tuan rumah sosialisasi database Sistem Manajemen Gerakan Pemuda Ansor (Si-GAP), Selasa (29/10).

PC GP Ansor Ponorogo ditunjuk tuan rumah Si-GAP untuk kawasan Mataraman Barat, meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek, bertempat di ruang rapat PCNU Ponorogo.

GP Ansor Ponorogo Tuan Rumah Database Si-GAP (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Ponorogo Tuan Rumah Database Si-GAP (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Ponorogo Tuan Rumah Database Si-GAP

Masing-masing Pimpinan Cabang mengikutsertakan ketua, sekretaris, dan staf administrasi untuk mendapat pembekalan teknis pengisian database Si-GAP oleh Tim Sosialisasi Si-GAP PW GP Ansor Jawa Timur.

PKS Piyungan Taubat

Hadir pada kesempatan itu Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Rudi Al-Wahid untuk memberikan pengarahan. Dalam sambutannya pria yang beberapa bulan lalu melepaskan jabatannya sebagai ketua PC GP Ansor Ngawi ini menegaskan pentingnya pendataan anggota sebagai salah satu syarat eksistensi sebuah PC.

PKS Piyungan Taubat

Selain itu pria yang akrab dipanggil Kaji Rudi itu juga mengingatkan hak dan kewajiban PC untuk memiliki 5 hal untuk dapat dinyatakan sebagai organisasi yang sehat sehat menurut PO GP Ansor.

Kelima hal itu adalah sistem keanggotaan, Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor, LKMS, LKP dan Banser. Pada akhir sambutannya Kaji Rudi menghimbau semua PC untuk terlibat aktif untuk melaksanakan pendataan anggota demi eksistensi organisasi GP Ansor di wilayah kerjanya.

Setelah acara pembukaan yang dipandu Idam Mustofa Pjs Ketua PC GP Ansor Ponorogo, para staf administrasi mendapat bimbingan teknis pengisian database si-GAP dari Abid Mahfudz selaku fasilitator.

Ketersediaan fasilitas hot spot di kantor PCNU Ponorogo memudahkan para peserta mengoperasikan aplikasi Si-GAP. Dalam suasana santai tapi serius pembekalan kali dinilai sukses. Tentu saja keberhasilan pendataan anggota tergantung pada keseriusan masing-masing PC melaksanakannya di lapangan. (Idam Mustofa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Quote PKS Piyungan Taubat

Jumat, 22 Desember 2017

Klarifikasi CSI terhadap Hasil Bahtsul Masail PBNU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Mari Kusbiyanto seorang advokat, Konsultan HaKI dari keluarga besar PT. Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) Senin (26/7) mendatangi kantor Redaksi PKS Piyungan Taubat Selasa (26/7). Ia mengklarifikasi pemberitaan PKS Piyungan Taubat yang dimuat Senin yang memberitakan konferensi pers PBNU selepas Rapat Pleno di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat. ?

Klarifikasi CSI terhadap Hasil Bahtsul Masail PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Klarifikasi CSI terhadap Hasil Bahtsul Masail PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Klarifikasi CSI terhadap Hasil Bahtsul Masail PBNU

PT CSI akan melayangkan surat kepada PBNU atas bahsul matsail tersebut untuk klarifikasi langsung. Sebelum itu, melalui Mari Kusbiyanto, CSI menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:

Subyek hukum? yang? menjadi pokok pembahasan adalah salah karena secara fakta yang sebenarya? adalah sebagai berikut :

PKS Piyungan Taubat

a. Keluarga Cakrabuana Sukses Indonesia mempunyai kegiatan usaha dalam berbagai wadah badan usaha diantaranya Koperasi KSPPS? BMT CSI Syariah Sejahtera, Koperasi KSPPS BMT CSI Madani Nusantara dan PT. Cakrabuana Sukses Indonesia. ?

PKS Piyungan Taubat

b. Bahwa Koperasi KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera salah satu produk andalanya adalah simpanan berjangka mudharabah (sajadah) yang diperuntukkan untuk para anggotanya sedangkan Koperasi KSPPS BMT CSI Madani Nusantara salah satu produk andalannya adalah Simpanan Mudharabah Mulia yang juga diperuntukkan khusus untuk para anggotanya.

c. PT. Cakrabuana Sukses Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan barang dan jasa yang berbadan hukum Perseroan Terbatas dan Akte Pendiriannya telah mendapatkan pengesahan dari kementerian Hukum dan HAM sehingga secara hukum telah sah sebagai badan hukum sedangkan dalam kegiatan usahanya? telah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

d. PT. Cakrabuana Sukses Indonesia tidak pernah menyelenggarakan akad atau kontrak kerjasama? investasi? karena kegiatan tersebut? tidak termasuk dalam kegiatan usahanya sebagaimana? dinyatakan dalam SIUP dan Keluarga Besar Cakrabuana Sukese Indonesia selalu menjaga etika dan hukum dalam melakukan kegiatan usaha sehingga tentu tidak melakukan kegiatan yang tidak terdapat dalam SIUP.



Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU Sarmidi Husna menyebutkan, bahwa pada Rapat Pleno PBNU lalu tersebut, panitia telah mengundang pihak PT. CSI. Namun, mereka tidak hadir sehingga di pembahasan tidak ada proses saling klarifikasi. Oleh sebab itu, ia menganjurkan kepada CSI untuk melayangkan surat resmi melakukan pembahasan tersebut.

Ia menambahkan, pembahasan itu bermula dari nasabah CSI yang mengajukan kepada panitia Bahtsul Masail Rapat Pleno PBNU agar status transaksinya bisa ditinjau dari sudut fiqih. Atas dasar itu, panitia menyepakati untuk membahasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, AlaSantri PKS Piyungan Taubat

Kamis, 14 Desember 2017

Lebih Baik Mengumrahkan atau Menyekolahkan?

Beberapa waklu lalu, seseorang sebut saja Ibu Hj Misbah menghubungi saya via telepon menyatakan bahwa ia bermaksud mengumrahkan seseorang yang masih kerabatnya, sebut saja Pak Rahman. Waktu itu saya memberikan jawaban bahwa mengumrahkan seseorang yang secara syar’i tidak diwajibkan karena memang tidak mampu sebetulnya kurang memberikan manfaat luas kecuali kalau orang itu memang sudah tidak lagi mempunyai tanggungan atau kewajiban apa-apa terhadap keluarganya terutama menyekolahkan anak-anak.

Jawaban saya memang seperti itu karena sebagai teman dekat saya tahu betul bahwa Pak Rahman bukanlah orang mampu. Dia bekerja hanya sebagai tukang sapu dan pel di sebuah lembaga pendidikan. Pak Rahman memiliki 6 anak dan masih ada 4 orang yang masih duduk di bangku SD, SMP dan SMA. Semuanya membutuhkan dukungan biaya sekolah seperti SPP dan keperluan sekolah lainnya agar tidak putus di tengah jalan. Pak Rahman bersama istrinya setiap malam memulung barang-barang bekas di jalan-jalan untuk sekadar menambah penghasilan karena beban hidupnya semakin berat terutama untuk biaya sekolah anak-anaknya.

Lebih Baik Mengumrahkan atau Menyekolahkan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebih Baik Mengumrahkan atau Menyekolahkan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebih Baik Mengumrahkan atau Menyekolahkan?

Kepada Ibu Hj. Misbah, saya menjelaskan bahwa jika Pak Rahman diumrahkan dengan biaya taruhlah sekitar 25 juta, maka kemanfaatannya tidak seberapa dan hanya dirasakan oleh Pak Rahman sendiri. Keberangkatannya ke Tanah Suci tidak akan menyelesaikan apa-apa karena tidak realistis atau tidak sesuai dengan kebutuhan riil. .

PKS Piyungan Taubat

“Maksudnya bagaimana?” Tanya Ibu Hj. Misbah.

“Maksudnya umrah bukanlah kebutuhan Pak Rahman. Kalau soal ingin, ya saya kira semua orang ingin umrah. Tetapi mengumrahkan Pak Rahman tidak dengan sendirinya menggugurkan kewajibannya karena kewajiban Pak Rahman bukanlah umrah ataupun haji ke Mekah, tetapi menafkahi dan membiayai sekolah anak-anaknya. Bukankah mencari ilmu itu wajib hukumnya sehingga Pak Rahman tidak bisa lepas dari kewajiban mencarikan biaya sekolah bagi mereka. Jika, taruhlah, uang senilai Rp 25 juta itu Ibu alihkan untuk beasiswa bagi mereka, hal itu pasti mulia sekali dan kemanfatannya lebih luas daripada untuk mengumrahkan Pak Rahman. Inilah yang saya maksud menyelesaikan masalah sesuai dengan kebutuhan riil.”

Mendengar penjelasan saya di atas, Ibu Hj. Misbah berjanji akan mempertimbangkan masukan-masukan yang saya sampaikan. Beberapa hari berikutnya, Ibu Hj. Misbah berkunjung ke rumah Pak Rahman untuk membicarakan mekanisme penyaluran beasiswa untuk keempat anaknya yang pendidikan menengah saja belum selesai. Antara Ibu Hj. Misbah dan Pak Rahman memang jarang ada komunikasi karena tinggal di kota yang berbeda dan jauh satu sama lain. Komunkasi via telepon tidak pernah terjadi karena Pak Rahman tidak memiliki sarana komunikasi ini.

PKS Piyungan Taubat

Secara pribadi, saya berharap akan semakin banyak orang kaya mengikuti jejak Ibu Hj. Misbah yang terbuka pikirannya sehingga lebih tertarik menyediakan beasiswa untuk anak-anak miskin daripada mengumrahkan atau bahkan menghajikan para orang tua mereka. Beragama memang harus dengan akal sehat dan bukan dengan nafsu untuk kepentingan sesaat.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri PKS Piyungan Taubat

Minggu, 10 Desember 2017

Jangan Salah Mengadu saat Genting Menurut Ibnu Athaillah

Manusia adalah makhluk berhajat. Ia faqir sehingga kerap kali ia diburu oleh sebuah hajat tertentu. Ia memerlukan ini, besok lain lagi kebutuhannya, esok lusa kebutuhannya sudah berganti. Tetapi manusia juga makhluk dhaif yang sering kali dirundung masalah atau kesulitan tertentu.

Dalam menghadapi dinamika kehidupan itu, orang beriman tidak boleh salah mengarahkan perhatiannya kecuali kepada Allah SWT karena Dia maha kuasa atas segala sesuatu.

Jangan Salah Mengadu saat Genting Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Salah Mengadu saat Genting Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Salah Mengadu saat Genting Menurut Ibnu Athaillah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKS Piyungan Taubat

Artinya, “Jangan keluhkan hajatmu kepada selain Allah karena Dialah yang menghadirkan hajat itu padamu. Bagaimana bisa orang lain mengangkat sebuah hajat yang diletakkan oleh-Nya? Orang yang tak bisa memenuhi hajatnya, bagaimana mampu memenuhi hajat orang lain?”

PKS Piyungan Taubat

Dalam menghadapi masalah kehidupan, Syekh Zarruq mengutip sejumlah ayat Al-Quran yang menyebutkan kuasa Allah dalam mengatasi masalah manusia. Karenanya manusia harus yakin pada sifat-sifat Allah yang maha kaya, kuat, dan kuasa. Jangan sampai mengalihkan perhatian kepada makhluk-Nya. Syekh Zarruq mengutip ilustrasi unik dalam menggambarkan orang yang memercayakan masalahnya kepada sesama makhluk.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?: ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Menurut saya, Syekh Ibnu Athaillah mengatakan bahwa Dialah Allah yang menghadirkan hajat itu padamu. Kau sendiri maklum bahwa Dia maha kaya, kuasa, dan kuat. Sedangkan selain Allah tidak kaya, kuat, dan kuasa. Kalau memang begitu perkaranya, maka asumsi selain Allah yang beDari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri PKS Piyungan Taubat

Kamis, 07 Desember 2017

Kemenag Akui, Tunjangan Guru Non-PNS Masih Kurang

Mamuju, PKS Piyungan Taubat

Jajaran Kementerian Agama (Kemenag) RI, mengakui jika alokasi anggaran untuk membayar tunjangan guru agama non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun anggaran 2016 ini masih sangat kurang.

"Kami bersama Komisi VIII DPR terus berjuang untuk bisa membayarkan tunjangan guru non-PNS yang mengalami banyak hambatan. Itu terjadi karena jumlah guru agama non-PNS sangat besar dibandingkan jumlah alokasi anggaran yang tersedia. Hal ini akan kita cari solusinya," kata Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin saat berada di Mamuju, Senin.

Kemenag Akui, Tunjangan Guru Non-PNS Masih Kurang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Akui, Tunjangan Guru Non-PNS Masih Kurang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Akui, Tunjangan Guru Non-PNS Masih Kurang

Lukman mengatakan, sebagian tunjangan guru agama non-PNS telah dibayarkan secara bertahap, walaupun diketahui belum sepenuhnya terbayarkan karena alokasi anggaran yang tidak memadai.

Orang pertama di Kemenag RI ini yang ikut melantik Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) wilayah Sulbar, diharapkan mampu menjadi jembatan jika terjadi keluhan bagi guru-guru agama yang ada di daerah.

"Kita patut bersyukur karena PGMI Sulbar telah dikukuhkan. Kita berharap, teman-teman pengurus mampu akomodatif menampung aspirasi guru-guru agama yang ada di daerah," harap Lukman.

PKS Piyungan Taubat

Ia menyatakan, aspirasi para guru-guru agama di daerah dapat disampaikan langsung ke Kemenag pusat untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai prosedur yang ada.

Sehingga Lukman berharap, alokasi anggaran untuk tunjangan guru agama yang belum terelesaikan atau terbayarkan tahun ini, bisa ditunaikan pada tahun berikutnya.?

PKS Piyungan Taubat

"Tunjangan yang belum terbayarkan itu beraneka ragam mulai dari tunjangan profesi, sertifikasi, inpassing yang tidak bisa dibayarkan akibat tidak ada anggaran," jelasnya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Tokoh, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Mesir Cari Jalur Damai Palestina-Israel

Kairo, PKS Piyungan Taubat. Di tengah serangan dan ancaman Israel ke Gaza lewat udara dan laut, Pemerintah Mesir menunjukkan upayanya dalam berkomunikasi dengan negara-negara Arab dan dunia internasional untuk membantu menciptakan jalur damai di Gaza.?

Serangan Israel yang sudah memasuki hari kelima, ini memakan korban yang tidak sedikit. Seperti dilaporkan Al Mashry Al Yaum (19/11), dalam serangan terakhir kemarin, 11 orang Palestina meninggal dunia dari satu keluarga, 6 di antaranya adalah anak-anak dan 3 perempuan. Jumlah total korban meninggal dari hari pertama adalah 69 wafat dan 680 korban luka-luka.

Mesir Cari Jalur Damai Palestina-Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Mesir Cari Jalur Damai Palestina-Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Mesir Cari Jalur Damai Palestina-Israel

Kemarin Presiden Mursi bertemu dengan utusan Hamas yang dipimpin oleh Khalid Masy’al, Kepala Urusan Politik Gerakan Hamas dan utusan dari Gerakan Jihad Islam (Harakah Jihad Islamy) yang dipimpin oleh Sekjen Ramadhan Syalah. Ketiga pihak mencari jalan untuk mewujudkan perdamaian di Gaza, lapor harian yang terbit di Kairo tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Badan intejelen Mesir melakukan komunikasi dan pertemuan dengan kelompok perlawanan Palestina dan Khalid Masy’al di Kairo dan meminta Hamas dengan jaminan dari Dewan Keamanan PBB yang diawasi langsung oleh Washington untuk menerima dan melaksanakan gencatan senjata dengan beberapa syarat dari Hamas.?

PKS Piyungan Taubat

Syarat tersebut antara lain menghentikan perlawanan dan politik pembunuhan (ightiyal) dan menghilangkan tembok perbatasan di Gaza. Sementara Israel memberikan syarat, Hamas dan kelompok perlawanan menghentikan penyerangan dari Gaza untuk mencapai jalur damai.

Israel dikabarkan tengah intens berkomunikasi dengan pihak Mesir. Kesepahaman sudah tercapai antara dua belah pihak, seperti yang dilangsir oleh harian Prancis.

Tim keamanan dari Angkatan Bersenjata Mesir telah sampai di Sinai Utara. Mereka mendapatkan tugas dari Presiden Mursi untuk melakukan pengawasan dan survey guna mengetahui daya dan kemampuan Provinsi Sinai Utara untuk mengangkut warga Palestina yang terluka dalam eskalasi serangan Israel ke wilayah Gaza.

Sejumlah kelompok Islam di Mesir mengumumkan keberangkatan sebagian besar anggota kelompok salafi jihadis di Sinai ke Gaza untuk turut bergabung dengan kelompok perlawanan Palestina. Para pimpinan salafis jihadis di Kairo kemarin rapat, membahas rencana keberangkatan anggotanya dalam gelombang kedua.?

Pernyataan di atas muncul setelah Ikhwanul Muslimin menyatakan 10 pemuda anggotanya sudah berangkat ke Gaza.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Abdul Majid

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, IMNU PKS Piyungan Taubat

Jumat, 01 Desember 2017

Cerdas Cermat Aswaja Semarakan Bukber IPNU-IPPNU

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Buka bersama (bukber) yang diadakan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog Kudus di MANU Al-Hidayah Desa Getassrabi, Kamis (26/7) terasa berbeda. Pasalnya, kegiatan yang menggandeng sponsor Xl Axiata ini disemarakkan cerdas cermat Aswaja yang diikuti ratusan pelajar se-Kecamatan Gebog.

Cerdas Cermat yang dikemas meniru acara televisi reality show Rangking 1 ini berlangsung serius tapi santai sehingga terlihat suasana keceriaan. 100 pelajar berkumpul satu ruangan kemudian setiap orang menjawab pertanyaan seputar Aswaja, ke-NU-an dan Ramadhan yang dibacakan host. Diantara peserta yang salah menjawabnya akan gugur satu persatu sehingga tersisa satu orang pemenangnya.

Cerdas Cermat Aswaja Semarakan Bukber IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerdas Cermat Aswaja Semarakan Bukber IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerdas Cermat Aswaja Semarakan Bukber IPNU-IPPNU

Ketua PAC IPNU Kecamatan Gebog Saifudin Bachri mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai wahana mempererat kebersamaan anggota IPNU-IPPNU. Begitu pula, meningkatkan pengetahuan dan wawasan keilmuan dan memperteguh keyakinan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan mensyiarkan bulan suci Ramadhan

PKS Piyungan Taubat

Saifudin Bahri menambahkan bukber ini sengaja dikemas agak berbeda supaya memberi suasana keakraban diantara pengurus maupun anggota IPNU-IPPNU yang notabene pelajar. Dengan demikian, IPNU-IPPNU akan tetap terjaga kebersamaan, keharmonisan sebagai modal mengemban amanah perjuangan organisasi.

“Buka bersama ini menjadi tradisi tahunan untuk menjaga ukhuwah dan mencari berkah kebahagiaan pahala yang dijanjikan Allah berlipat-lipat,” kata Ucil sapaan akrabnya.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan bukber kerjasama dengan produk kartu seluler ini juga diadakan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Bae di MINU Raudhatus Shibyan 02 Desa Peganjaran. Dengan kemasan dan acara yang sama, para pemenang juara mendapatkan hadiah yang disediakan pihak sponsor.

Sebelum berbuka, para pelajar mendapat siraman kuliah tujuh menit (kultum) dari seorang dai.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri PKS Piyungan Taubat

Kamis, 30 November 2017

NU Surabaya Protes Pembongkaran Situs Bersejarah Bung Tomo

Surabaya, PKS Piyungan Taubat

Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menyatakan prihatin terhadap perusakan bangunan bersejarah Rumah Radio Bung Tomo yang ada di kawasan Surabaya tengah, tepatnya di Jalan Mawar Nomor 10 Kota Surabaya beberapa hari lalu.

NU Surabaya Protes Pembongkaran Situs Bersejarah Bung Tomo (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Protes Pembongkaran Situs Bersejarah Bung Tomo (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Protes Pembongkaran Situs Bersejarah Bung Tomo

"Kami prihatin atas perusakan salah satu situs bersejarah di Kota Surabaya yang terkait langsung dengan peristiwa besar nasional yakni perang 10 November 1945 (Hari Pahlawan) dan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 (Hari Santri)," kata Ketua PCNU Surabaya H A Muhibbin Zuhri, kepada PKS Piyungan Taubat saat dihubungi via WhatsApp.

Pembongkaran rumah radio Bung Tomo dianggap sebagai bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai sejarah bangsa dan perampasan atas hak warga Surabaya untuk menjaga sejarah dan melestarikan budaya bangsa. PCNU Surabaya juga menilai, pembongkaran rumah radio Bung Tomo tersebut sama halnya tidak menghargai perjuangan Bung Tomo yang juga santri KH Hasyim Asyari (pendiri NU) dan pejuang kemerdekaan lainnya.

PKS Piyungan Taubat

Soal isu terakhir yang dibahas, yakni pelestarian cagar budaya Surabaya, Muhibbin Zuhri mengatakan pihaknya termasuk orang yang berkepentingan langsung. "Kami menempati, mengurus dan mengelola salah satu bangunan cagar budaya kelas A, yakni kantor HBNO (Hoofdbestuur Nahdlatoel Ulama) di Bubutan VI/2," jelas dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, tempat itu merupakan situs penanda Hari Santri Nasional, tempat dilahirkannya Resolusi Jihad yang meresonansi ke peristiwa Surabaya Battle (Hari Pahlawan). Bangunan ini terhubung dalam kesatuan peristiwa historis dengan Pahlawan Nasional Bung Tomo dan bangunan rumah radio yang dibongkar tersebut.

"Kami siap bersinergi bersama elemen dan komunitas masyarakat Kota Surabaya yang juga intens memperjuangkan nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa di Surabaya untuk bersama menggugat pembongkaran rumah bersejarah tempat Bung Tomo mengobarkan semangat warga Surabaya pada pertempuran 10 november 1945," pungkas Muhibbin.

Seperti diberitakan sejumlah media, bangunan bersejarah tersebut dibongkar sebuah perusahaan alat kecantikan, PT Jayanata. Setelah rata dengan tanah, di lokasi itu akan berdiri sebuah galeri kecantikan. (Rof Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Tokoh, News PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandi mengatakan, kelompok ekstremis menyasar anak-anak sebagai target perekrutan. Alasannya, anak-anak dinilai masih polos dan belum bisa menyaring mana konten yang mengandung unsur ektrimisme-radikalisme dan mana yang tidak.

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

“Karena mereka kan masih polos dan mereka tidak bisa menolak,” kata Susianah selepas mengisi acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Jakarta, Selasa (29/8).

Menurut dia, pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi kepada para orang tua tentang ideologi radikalisme dan ekstremisme. Sehingga mereka sadar dan mawas diri akan bahaya gerakan-gerakan yang mengarah kepada terorisme.

“Yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan keluarga,” tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Wakil Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu menyebutkan, anak-anak yang terpapar radikalisme biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah seperti orang tuanya bercerai, keluarganya tidak harmonis, dan keluarga yang miskin.

Selain itu, kelompok ekstremis dan radikalis, imbuh Susianah, melakukan propaganda kepada anak-anak dengan menyuguhkan pengertian jihad yang keliru. Mereka menafsirkan jihad dengan dengan perang melawan non-muslim. Maka dari itu, yang paling rentan terhadap radikalisme adalah anak-anak.

“Nilai-nilai itu (pengertian jihad yang keliru) hanya bisa masuk secara mudah kepada orang-orang yang belum punya filter pendidikan, pengalaman, dan sosio kultur,” ucapya. ?





PKS Piyungan Taubat

Anak sudah terpapar radikalisme

Susianah menjelaskan, seandainya ada anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme maka pemerintah seharusnya tidak melakukan upaya-upaya yang represif dan menggunakan pendekatan hukum.?

“Jadi bukan pendekatan represif. Kalau menggunakan represif maka akan menularkan virus dendam kepada anak,” jelasnya.

Ia lebih sepakat apabila pemerintah melakukan program rehabilitasi dan kesejahteraan kepada anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme, yaitu dengan menanamkan pemahaman Islam yang damai.

Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan pendidikan terkait dengan anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme. Sehingga masyarakat juga bisa ikut serta dalam proses rehabilitasi terhadap anak yang sudah terpapar tersebut. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Amalan, Syariah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 21 November 2017

PCNU Brebes Ajak Laksanakan Mabadi Khaira Ummah NU

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Brebes KH Athoillah mengajak seluruh muslim untuk menjadi umat terbaik (khaira ummah), yakni mampu melaksanakan  tugas-tugas amar makruf nahi mungkar yang merupakan bagian terpenting dari kiprah NU.

PCNU Brebes Ajak Laksanakan Mabadi Khaira Ummah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Brebes Ajak Laksanakan Mabadi Khaira Ummah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Brebes Ajak Laksanakan Mabadi Khaira Ummah NU

Athoillah menyampaikan hal itu saat memberi kata sambutan pada peringatan hari lahir (Harlah) ke-69 Muslimat NU di Pendapa Bupati Brebes, Jawa Tengah, Ahad (29/3).

Menurut Atho, terbentuknya umat yang baik mampu menopang terwujudnya  tata kehidupan  yang  diridlai Allah SWT sesuai dengan  cita-cita  NU. “Bila menjadi umat yang terbaik maka kebahagiaan lahiriah dan bathiniyah dapat tercapai,” tandasnya.

PKS Piyungan Taubat

Untuk mencapai umat terbaik, lanjutnya, maka setiap Nahdliyin harus memegang kuncinya, sebagaimana tertuang dalam salah satu garis perjuangan NU, Mabadi Khaira Ummah (dasar-dasar umat terbaik). Yakni pertama, umat harus memiliki sifat as-shidqu (kejujuran/kebenaran);  kedua, al-amanah wal-wafa bil ‘ahdi atau dapat dipercaya, setia dan tepat janji.  

PKS Piyungan Taubat

Ketiga,  al-‘adalah atau bersikap adil. Dikandung maksud obyektif, proposional dan taat asas. Keempat,  at-ta’awun menjadi sendi utama dalam tata kehidupan masyarakat. Manusia tidak dapat  hidup  sendiri  tanpa  bantuan  pihak  lain.  Untuk itu harus  ta’awun atau saling  tolong menolong, setia  kawan  dan  gotong  royong  dalam  kebaikan  dan  taqwa.  

Dan kelima, lanjutnya, istiqamah yang mengandung   pengertian  konsisten dan berkesinambungan. “Ajeg-jejeg artinya, tetap dan tidak bergeser dari jalur (thariqah) sesuai dengan  ketentuan  Allah  SWT  dan  rasul-Nya,  tuntunan  yang  diberikan  oleh  salafus shalih  dan   aturan   main   serta   rencana-rencana yang disepakati bersama,” tandas Athoillah.

Kemeriahan Harlah Muslimat

Ketua Panitia Harlah ke-69 Muslimat NU Hj Siti Mazkiyah menjelaskan, Harlah tahun ini diselenggarakan secara sederhana karena pihaknya fokus tercurah pada persiapan perhelatan yang lebih bersar, yakni Konferensi Cabang Muslimat NU 2015.

Kegiatan Harlah antara lain melakukan pelayanan KB Gratis di 17 Kecamatan se-Kabupaten Brebes, pembagian bingkisan kepada orang-orang lanjut usia (lansia), pengajian akbar dan pelantikan pimpinan anak cabang (PAC).

Pengajian yang dipusatkan di Pendopo tersebut dihadiri lebih dari 3000 orang yang dibarengi dengan pelantikan serentak 17 Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Kabupaten Brebes.

Drs KH Dirjo Abdul Hadi bertindak sebagai pembicara. Antara lain dia mengemukakan pentingnya NU memegang teguh empat pilar Ibu Pertiwi, yakni ‘PBNU’ atau Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945.

Selain itu, Kiai Ujo, demikian panggilan akrabnya,  juga mengemukakan pentingnya menjaga keluarga yang sakinah mawadah warahmah.

Acara diakhiri dengan pembagian sembako dan pemotongan tumpeng oleh Ketua PC NU kepada Ketua PC Muslimat NU Hj Nurhalimah SH. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri PKS Piyungan Taubat

Minggu, 12 November 2017

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka

Bantul, PKS Piyungan Taubat. Acara pembukaan Bulan Budaya yang diadakan oleh PWNU DIY dalam rangka memperingati Harlah NU ke-90, Sabtu malam (11/5), berlangsung cukup ramai. 

Hujan yang mengguyur daerah lapangan Piyungan, Bantul, Yogyakarta, sebagai lokasi acara cukup deras. Namun semangat para personil group sholawat sebagai pengisi acara, yang mayoritas sudah tidak dapat dikatakan muda, tetap patut diapresiasi tinggi. 

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka

Sebagai pra acara, malam itu diisi dengan penampilan dan kolaborasi tiga kelompok shalawat dari beragam jenis, yakni group hadrah ittihadul fata yang membawakan shalawat berbahasa Arab, kelompok sholawat emprak pesantren Kaliopak yang menyajikan shalawat dengan bahasa Jawa dan diiringi tarian, kemudian group shalawat ‘Kuda Mas’ yang memadukan shalawat dengan alat-alat musik Tionghoa.

PKS Piyungan Taubat

Alunan musik shalawat yang indah pun menggema malam itu. Selain sarat akan kandungan nilai-nilai agama yang disampaikan melalui seni musik, penampilan ketiga group shalawat yang beragam itu menunjukkan kolaborasi antar etnis yang berbeda, namun tetap dapat disatukan dan bernafaskan Islam pula.

Usai penampilan ketiga group shalawat, acara dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana kegiatan Bulan Budaya, Samsu Hadi Samono. Dalam sambutannya tersebut, dikatakan bahwa rangkaian kegiatan bulan budaya telah dimulai sejak pagi, yakni apel pagi sebagai bentuk kesetiaan terhadap Pancasila, kemudian kirap budaya dan Jatilan sebagai bentuk pengenalan budaya kepada masyarakat. 

PKS Piyungan Taubat

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempertegas kembali budaya-budaya NU yang sesuai dengan Negara Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Camat Piyungan, Agus Sulistiyana, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan jati diri bangsa, melestarikan budaya dan menggalang persatuan. 

“NU itu dapat merekatkan hubungan masyarakat, karena saat ini persatuan sedang terusik”, tegasnya.

Kemudian diperkuat lagi dengan pernyataan KH Asyhari Abta, Rais Syuriyah PWNU DIY, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mempertegas kembali relasi Islam dengan budaya, terlebih Yogya yang dikenal sebagai pusat budaya. Bagi NU itu, lanjutnya, menjalankan Islam itu yang penting sesuai dengan syari’at. 

“NU itu mementingkan realitas, bukan sekedar formalitas,” tandasnya.

Usai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan wayang secara simbolik, dari Rais Syuriyah NU DIY, KH Asyhari Abta, kepada dalang, Ki Cermo Radiyo Harsono, sebagai tanda pagelaran wayang telah dimulai.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, IMNU, AlaSantri PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 11 November 2017

LAZISNU Harus Jadi Andalan Pemberdayaan

Sumenep, PKS Piyungan Taubat. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) harus diaktifkan di NU hingga ke tingkat ranting sebagai andalan pemberdayaan umat.

 

LAZISNU Harus Jadi Andalan Pemberdayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Harus Jadi Andalan Pemberdayaan (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Harus Jadi Andalan Pemberdayaan

Menurut Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik, hingga saat ini, NU masih abai dalam mengaktifkan lembaga ini. Padahal zakat, infaq, dan shadaqah sudah menjadi kegiatan warga Nahdliyin.

 

Contohnya, di sebuah kampung, berdiri sebuah masjid, pesantren, atau madrasah. Jika diteliti, biaya pembangunan itu berasal dari masyarakat sendiri melalui “urunan” atau bergotong-royong.  Kebiasaan semacam itu bisa koordinir dengan baik melalui lembaga zakat.

 

PKS Piyungan Taubat

Setelah diadakan penelitian, LAZISNU mmenyimpulkan, karena hal yang berkaitan zakat, mau tidak mau harus diperlakukan sebagai lembaga keuangan.

 

PKS Piyungan Taubat

“Yang namanya lembaga keuangan, kuncinya mau tidak mau adalah profesionalisme, akuntabilitas dan transparan,” katanya Kiai Masyhuri pada Rapimda LTM-PBNU di kantor PCNU Kabupeten Sumenep, Madura, pada Sabtu-Ahad (26-27/01).

 

Rapimda tersebut dalam rangka konsolidasi dan koordinasi para imam, khotib, dan ta’mir masjid. Merupakan kegiatan LTM-PBNU bekerjasama dengan PCNU Kabupeten Sumenep dan minuman Larutan Penyegar cap Badak PT Sinde Budi Sentosa, denagn tema Wujudkan masjid sebagai pemberdayaan Umat.

 

Dengan memperlakukan zakat sebagai lembaga keuangan yang profesional; akuntabel, dan transparan, mendorong para muzakki (orang yang berzakat), munfiq (orang yang berinfaq), dan mutashodiq (orang yang bersedekah) lebih percaya.

 

“Tanpa itu, meskipun jujur, setidaknya akan dicurigai,” katanya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, AlaSantri, Pahlawan PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock