Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras

Banyuwangi, PKS Piyungan Taubat

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi KH Hisyam Syafaat mengajak Nahdliyin Banyuwangi untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, saat ini tantangan yang dihadapi NU dan NKRI cukup besar, salah satunya muncul pihak yang memisahkan diri secara ideologis dari NKRI dan hendak mengubahnya dengan sistem kenegaraan yang baru.

Kiai Hisyam menyebutkan, salah satu pintu masuk kaum radikal garis keras menyebarkan pengaruhnya di masyarakat melalui majelis-majelis di masjid.

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras

“Mereka mendakwahkannya di masjid-masjid dan di mushala-mushala NU yang kosong dan ditinggal jamaahnya,” papar Kiai Hisyam pada acara peringatan hari lahir (harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh PCNU Banyuwangi di Pesantren Tahfidzul Qur’an al-Mubarak, Sawahan, Genteng, Sabtu (29/5) siang. Pesantren Tahfidz dengan konsep Bambu Quran ini diasuh oleh KH Ahmad Hidayat yang juga bendahara PCNU Banyuwangi.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Hisyam yang pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Tegalsari ini juga mengatakan bahwa warga NU harus menjaga mushala maupun masjidnya dari pengaruh kelompok-kelompok garis keras yang mengatasnamakan Islam. Cara menjaganya adalah dengan melakukan shalat berjamaah di mushala dan masjid tersebut secara rutin.

“Jika orang-orang NU terus shalat jamaah di masjid, mushala yang dekat rumahnya, mereka tidak akan berani datang. Apalagi untuk membid’ah-bid’ahkan ajaran para ulama dan mengajak untuk makar pada NKRI,” tegas Kiai Hisyam.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Hisyam pada kesempatan tersebut juga menceritakan bagaimana kegigihan para pengurus NU di luar Jawa dalam menjaga masjid dan mushala dari kelompok-kelompok garis keras tersebut. “Di Pulau Buru yang dulu menjadi tempat pembuangan PKI, sekarang sudah maju syiar agama Islamnya. Ketua takmir masjid agungnya adalah warga NU,” cerita Kiai Hisyam.

Oleh karena itu, Kiai Hisym meminta kepada Kapolsek Genteng yang hadir dalam acara Harlah ke-93 NU tersebut, tidak hanya mengkhawatirkan PKI sebagai musuh lawan negara, tetapi juga harus memberikan perhatian pada kelompok-kelompok radikal yang mengancam NKRI. “Seharusnya polisi menindak tegas kelompok-kelompok yang ingin memisahkan dengan NKRI,” pungkasnya. (Anang Lukman Afandi/Mahib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Doa PKS Piyungan Taubat

Selasa, 13 Februari 2018

Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran

Makassar, PKS Piyungan Taubat. Muslimat NU Kota Makassar menyerahkan bantuan sejumlah 50 paket sembako kepada korban kebakaran di jalan Kandea kota Makassar, Jumat (21/5). Mereka turut prihatin atas musibah kebakaran pada Kamis (14/5) lalu yang membuat 40 kepala rumah tangga kehilangan tempat tinggal.

Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran

Ketua Muslimat NU Makassar Hj Syukriah Ahmad memimpin lansung penyerahan bantuan. Ia mengajak masyarakat yang sedang tertimpa musibah untuk bersabar.

"Kami warga Muslimat NU Kota Makassar sangat prihatin dan turut merasakan kesedihan masyarakat yang tertimpa musibah ini," kata Hj Syukriah.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, bantuan ini secara materi tidak seberapa nilainya. Namun ia berharap sedikit upaya ini bisa meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.

Setiap paketnya memuat beras, gula dan teh. Muslimat NU Makassar menyerahkan langsung kepada panitia penerimaan bantuan kebakaran. (Rahman Hasanuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Sejarah, Doa PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 10 Februari 2018

Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda

Amsterdam, PKS Piyungan Taubat. Selain diikuti para pemakalah, mahasiswa dari banyak negara, konferensi internasional tentang Islam Nusantara yang digelar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda juga diikuti lima duta besar RI dari Belanda, Lebanon, Arab Saudi, Aljazair, dan Azerbaijan. Simak komentar mereka tentang acara yang digelar di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, seperti yang dilaporkan Hamzah Sahal dari PKS Piyungan Taubat, Senin (27/3).

H.E. I Gusti Agung Wesaka Puja, Dubes RI untuk Belanda:

Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda

Pertama, seminar Islam di Belanda ini prakarsa yang sangat baik di saat situasi politik di Belanda yang dewasa ini menunjukkan nuansa yang sangat lain dari wajah Islam yang disampaikan oleh sebagian politisi Belanda yang ekstrem kanan. Kita berkepentingan untuk meluruskan perskpektif mereka tentang Islam.

Kedua, ini sebuah acara penting untuk mengumpulkan tokoh-tokoh Muslim, peneliti dunia Islam dan tokoh NU dari berbagai negara.?

PKS Piyungan Taubat

Ketiga, dalam konteks sosial budaya, acara ini memberikan semacam wahana di mana kita bisa menunjukkan pemikiran, budaya, praktik hidup bangsa Indonesia di depan publik di Belanda.

Agus Maftuh, Dubes RI untuk Arab Saudi:

Saya senang lihat NU di luar negeri. Saya senang lihat batik NU, dengar mereka bicara di muka umum, hingga bertukar humor. Saya senang sekali. Ini jalan untuk membuka syiar Islam damai yang belakangan tertutup oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Chozin Chumaidi, Dubes ? RI untuk Libanon:?

Rasa syukur dan bangga pada yang digelar Belanda. Acara ini menguatkan jaringan Islam Sunni yang moderat. Islam ala Aswaja yang moderat. Acara ini tidak boleh berhenti, semuanya harus mendukung. PBNU, masyarakat, dan pemerintah Indonesia. Ini baru permulaan, belum mekar. Tugas kita memekarkan tumbuhan yang sudah ditanam anak-anak muda di PCINU Belanda.

PKS Piyungan Taubat

Safira Rosa Masrucha, Dubes RI untuk Aljazair:

Saya melihat orang segitu banyak enjoy semua. Dari banyak kalangan, dari banyak negeri. Mereka datang menikmati tradisi Islam dan Islam tradisi yang berkembang di Indonesia. Acara begini adalah kebutuhan mendesak, perlu dikembang ke depan.

Husnan Bey Fananie, Dubes RI untuk Azerbaijan:

Ini bukan sekadar acara. Ini momentum untuk yang memperkenalkan Islam di Indonesia. Dunia belum tahu Islam di Indonesia seperti apa. Banyak yang membayangkan kayak di Timur Tengah. Kita multibudaya yang tidak ada di negeri Muslim lain dan damai dengan segala dinamikanya.?

Seminar ini kerja taktis dan diplomatis yang sangat jitu dalam menghadapi persepsi jelek tentang Islam. Islam sebagai inspirasi damai di Indonesia harus disuarakan dengan lantang dan konsisten. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Internasional, Doa PKS Piyungan Taubat

Senin, 05 Februari 2018

Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura

Kotabumi, PKS Piyungan Taubat -

Bupati Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara meminta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat masa khidmah 2016-2021 berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura

“Saya berharap peran aktif keluarga besar NU beserta segenap kaum Nahdiyin untuk turut memberikan kesejukan dan kedamaian dihati umat,” kata mantan Ketua KNPI Kabupaten Way Kanan itu, di Kotabumi, Kamis (27/10).

Menurut Bupati Agung, saat ini berbagai permasalahan sosial keagamaan banyak bermunculan di masyarakat.

"Hal tersebut tentunya perlu diantisipasi sedini mungkin, agar tidak menghambat kelancaran beribadah," ujar dia lagi.

PKS Piyungan Taubat

Bupati juga meminta agar seluruh tokoh dan kader NU potensial diberdayakan bagi organisasi.

"NU kedepan harus bisa bersinergi dengan pemerintahan, menjadi gas atau rem untuk daerah kita lebih baik," pungkas bupati. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

?

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Doa, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat

Kudus,PKS Piyungan Taubat

Dalam rangka uri-uri (menjaga) seni tradisi, Forum Komunikasi Terbang Papat (FKTP) Kecamatan Gebog Kudus mengadakan festival di Masjid At-Taqwa Desa Gondosari Sabtu (4/4) malam. Kegiatan bertema “Menebar shalawat, menuai syafaat itu”, diikuti 22 kelompok terbang papat dari sejumlah desa di kecamatan tersebut.

Masing-masing kelompok yang terdiri dari lima orang ini membawakan sebuah lagu shalawat dari syair kitab Albarzanji dengan iringan tetabuhan empat terbang dan satu jidur selama 10 menit. Bahkan para penabuh yang sebagian besar berusia tua, masih semangat menabuh terbang secara rancak dan kompak.

Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat (Sumber Gambar : Nu Online)
Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat (Sumber Gambar : Nu Online)

Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat

 

Ketua FKTP Kecamatan Gebog Ulil Abror menjelaskan festival ini merupakan salah satu bentuk menjaga seni terbang papat supaya tetap eksis dan syiar di tengah-tengah masyarakat. "FKTP mendorong seni terbang papat ini bangkit dan berkembang dengan melahirkan generasi baru,"katanya.

 

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, hampir setiap desa banyak yang memiliki jam’iyah (kelompok) terbang papat, namun kurang terkoordinasikan sehingga belakangan keberadaannya hampir punah.

PKS Piyungan Taubat

"Karenanya, kita agendakan rutin kegiatan semacam ini di tingkat kecamatan yang waktunya insidental atau setiap tahun sekali untuk nguri-nguri seni ini," katanya.

 

Ketua FKTP Kudus Cholid Seif saat membuka acara mengatakan terbang papat ini menjadi seni tradisi khas seni Islami Kudus. Bahkan disamping tercatat dalam rekor MURI pada tahun 2012 lalu, seni ini ternyata termasuk maha karya tingkat internasional.

 

"Makanya festival ini telah dikembangkan menjadi program FKTP seluruh kecamatan di Kudus sebagai ikhtiar untuk melestarikan terbang papat yang semakin langka ini," tandasnya singkat. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Habib, Doa PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel

Kairo, PKS Piyungan Taubat?

PCINU Mesir kedatangan tamu spesial, yaitu Hakam Mabruri dan istrinya Rofingatul Islamiyah pada kegiatan Lailatul Ijtima Kamis, 26 Oktober lalu. Ia tiba dua hari sebelumnya.?

Hakam dan istrinya tiba di Mesir setelah perjalanan keliling duniaa selama 10 bulan. Mereka berdua memulai perjalanan spektakulernya ini dimulai sejak tanggal 17 Desember 2016, dan dilepaskan secara resmi di Stadion Kanjuruhan kota Malang, Jawa Timur.

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel (Sumber Gambar : Nu Online)
Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel (Sumber Gambar : Nu Online)

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel

Pasutri asli Malang itu dengan gagah berani memiliki visi dan misi yang besar dalam perjalanan ini, yaitu mendemonstrasikan Islam sebagai agama yang mengajarkan rahmatan lil alamin yang dikemas dalam slogan Muslim for Peace.?

Hakam yang merupakan anggota GP Ansor dan istrinya anggota Fatayat itu beranggapan bahwa sementara ini banyak orang dalam skala internasional menilai Islam adalah agama yang sarat dengan kekerasan dan tindakan barbar.?

Oleh karenanya, dalam perjalanannya mereka selalu menginformasikan dan mempromosikan Islam yang damai kepada setiap orang yabg ditemuinya. Terhitung mereka sudah masuk dan melewati 6 negara dalam perjalanannya ini, di antaranya: Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Jordania, dan Mesir.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara Lailatul Ijtima PCINU Mesir, yang berisi kegiatan rutinan Yasinan, Tahlilan, dan pembacaan maulid Shimtu adh-Dhurar, Hakam Mabruri dan istri menjelaskan bahwa kegiatan yang oleh banyak orang dianggap sangat berani bahkan nekat ini diniati dan diupayakan dengan kepasrahan yang penuh kepada Allah SWT.?

Karena sudah pasti dalam perjalanannya yang panjang itu, mereka berdua akan menemui banyak tantangan-tantangan dan hambatan yang berbeda-beda.?

PKS Piyungan Taubat

"Saya dengan istri hanya bismillah saja dan pasrah kepada Allah SWT. untuk perjalanan ini. Selain itu juga, dengan melihat banyak ragam suku dan budaya di berbagai negara, kita merasakan begitu besar kuasanya Allah SWT dalam menciptakan perbedaan dan keanekaragaman hidup, sehingga kita bisa saling mengenal dan bershilaturrahim," jelasnya ketika ditanya oleh satu warga NU di Mesir.

Bak gayung bersambut, warga NU di Mesir menyambut dengan antusias dan menyimak pasutri pemberani ini dalam menceritakan pengalaman-pengalamannya.?

Bahkan dalam waktu dekat di Kairo, warga NU Mesir akan mengadakan ngetrip bareng bersamanya dengan berkeliling Kairo memakai sepeda ontel, sambil menikmati indahnya Piramida Mesir dan destinasi-destinasi wisata Mesir. (Ilman M. Abdul Haq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Doa, Quote PKS Piyungan Taubat

Minggu, 07 Januari 2018

Haul Tradisi Warga NU Sarat Berkat

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - A’wan PWNU Jawa Timur H Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa kegiatan haul yang sering dilakukan di tengah-tengah masyarakat merupakan budaya dan tradisi asli yang dilakukan warga NU. Inilah yang membedakan antara NU dan yang tidak NU.

Hal tersebut disampaikan H Hasan Aminuddin ketika menghadiri peringatan Haul Almarhum Al-Arief Billah Non Abdul Jalil Genggong di Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah Desa Mojolegi Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo, Senin (20/11) siang.

Haul Tradisi Warga NU Sarat Berkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Tradisi Warga NU Sarat Berkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Tradisi Warga NU Sarat Berkat

“Hanya saja banyak sekarang tradisi dan budaya NU yang putus karena sudah tidak mampu mengikuti perkembangan zaman dan tergilas ikut perkembangan zaman karena salah bergaul. Hakikatnya kita meninggalkan urusan duniawi hadir di sini akan mendapatkan barokah asalkan yakin dengan hati yang tulus,” ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Hasan Aminuddin, Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah ini istiqomah menggelar haul Non Abdul Jalil Genggong seperti ini. Inilah bukti nyata barokah Non Jalil. Sebab kalau cuma didongeng dan tidak ada bukti maka tidak akan nyata.

“Ini cerita fakta tentang barokah Non Abdul Jalil. Fakta itu benar-benar ada dan yang dihaul ini adalah kekasih Allah SWT,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Hasan menegaskan bahwa merawat ayah dan ibunya supaya tersenyum bisa dihitung, apabila gurunya. Lalu mau mendapatkan barokah dari mana. Apalagi saat ini orang banyak yang durhaka kepada orang tuanya. Sudah banyak generasi saat ini sudah tidak memuliakan kedua orang tuanya.

“Marilah majelis haul ini kita jadikan introspeksi tentang akhlak kepada orang tua dan guru. Ini penting kepada anak yang ada di pondok pesantren karena sekarang zaman digital. Saat kita sudah dijauhkan dengan manusia melalui alat berupa handphone. Kalau dulu bisa tertawa bersama, sekarang malah tertawa sendirian melalui Handphone,” terangnya.

Lebih lanjut Hasan menawarkan solusi bagaimana menyelamatkan generasi muda agar menjadi generasi yang sholeh dan sholehah. “Setiap orang tua yang mempunyai anak umur SD kelas 6 perubahan akhlaknya berbeda dan coba bandingkan dengan orang tuanya,” katanya.

Hasan menerangkan bahwa agar orang tua merasa tenang maka setelah lulus SD atau MI masukkan anaknya ke pondok pesantren. “Memang awalnya berat jika harus berpisah dengan anak. Bahkan terkadang kita sampai menangis. Tetapi lebih baik menangis sekarang dari pada menangis nanti karena anak salah pergaulan,” pungkasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah KH Muhammad Asy’ari Sholeh dalam sambutannya banyak menceritakan kisah kehidupan dan riwayat dari Non Abdul Jalil Genggong.

“Kita tidak bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh Non Abdul Jalil Genggong. Kalau lagi wiridan nyaris tidak bisa mendengar suaranya. Selain itu, kalau beribadah selalu dirahasiakan. Inilah yang kemudian membuat Non Abdul Jalil memperoleh kerahmatan yang luar biasa,” ungkapnya.

Haul Non Abdul Jalil Genggong yang istiqomah dilakukan setiap tahun ini diikuti oleh ratusan warga NU dan wali santri. Serta, santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Doa, Cerita PKS Piyungan Taubat

Rabu, 27 Desember 2017

Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat. Penguatan paham Ahlussunnah wal Jamaah menjadi pesan dan poin utama yang disampaikan Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim saat bersilaturahmi ke MWCNU Kecamatan Pardasuka. Silaturahmi yang dilakukan dalam rangka Safari Ramadhan PCNU tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Falah Desa Pujodadi Kecamatab Pardasuka, Kamis (1/6).

Dalam kesempatan tersebut, Taufik mengingatkan bagaimana saat ini orang dengan mudah mengakses paham Islam transnasional dengan mengakses teknologi dan banyak tersebar di internet khususnya media sosial.

Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja

"Sekarang sudah mulai bergeser orang tidak bertanya kepada ulama dan kiai tentang hukum Islam. Mereka lebih percaya kepada internet dan media sosial dalam belajar Agama. Hal ini sangat berbahaya karena orang-orang seperti ini gampang terpengaruh paham Islam transnasional yang memang gencar memanfaatkan media khususnya internet untuk menyebarkan paham mereka," katanya.

Ia mengingatkan kepada warga NU untuk berhati-hati dan dapat menyaring berita ataupun kajian-kajian Islam yang ada diinternet ataupun media sosia agar terhindar dari faham transnasional yang cenderung keras, kaku dan radikal serta gampang menyalahkan orang lain.

"Mari perkuat Aswaja dengan memperkuat struktur kepengurusan NU disemua tingkatan. Jika NU bergerak, Muslimat, Ansor dan seluruh elemen NU bergerak maka Aswaja akan kokoh," tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Cara lain yang dilakukan aliran-aliran Islam transnasional adalah dengan merebut masjid-masjid dan mengganti amaliyah Aswaja dengan cara mereka.?

"Mereka tidak membangun Masjid namun berusaha merebut kepengurusan Masjid. Mengganti Imam, khotib dan ketakmiran sehingga mereka dapat merebut dan menguasai jamaah. Mari jaga masjid, jamaah dan amaliyah Aswaja," tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Selain itu Mas Taufik juga mengingatkan kepada warga NU untuk memberikan pendidikan dan mengirim putra-puterinya ke Lembaga pendidikan yang bernafaskan Ahlus Sunnah wal Jamaah.

"Mari kirim anak kita ke pesantren NU dan Sekolah atau madrasah NU agar nanti bisa menjadi generasi penerus. Kalau bukan kita dan putra putri kita siapa lagi yang akan meneruskan Jamiyyah NU dan Ahlussunnah wal Jamaah?," ujarnya.

Dalam Safari Ramadhan tersebut diserahkan Logo NU dari PCNU Pringsewu ke MWC NU Pardasuka sebagai simbol komitmen berorganisasi dan kecintaan terhadap Jamiyyah. Selain itu juga diberikan santunan kepada 30 anak yatim yang ada di Desa Pujodadi dan sekitarnya melalui Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah NU atau Lazisnu Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Doa, Hadits PKS Piyungan Taubat

Minggu, 24 Desember 2017

PMII Raden Mas Said Siapkan Fasilitator Mapaba

Sukoharjo, PKS Piyungan Taubat. Pengurus PK Raden Mas Said Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sukoharjo menggelar ‘Training of Trainers’ (ToT) selama dua hari, Jumat-Sabtu (21-22/3). Forum ini membekali peserta untuk menjadi fasilitator dalam mapaba dan acara apapun ke depan.

Kegiatan ini diikuti para pengurus rayon yang ada di bawah naungan PMII Komisariat Raden Mas Said. “Harapannya pelatihan ini para kader siap untuk menjadi fasilitator, baik dalam acara internal PMII seperti mapaba, maupun acara lainnya,” terang Ketua PC PMII Sukoharjo Wakhid Andriyanto.

PMII Raden Mas Said Siapkan Fasilitator Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Raden Mas Said Siapkan Fasilitator Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Raden Mas Said Siapkan Fasilitator Mapaba

Dalam pelatihan yang bertempat di pesantren al-Hikmah Gatak tersebut, para peserta mendapatkan beberapa materi di antaranya penguasaan materi, pengendalian forum dan bagaimana cara untuk menghidupkan forum.

PKS Piyungan Taubat

Wakhid menambahkan, sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, para kader nantinya akan langsung diterjunkan pada acara Mapaba rayon yang akan digelar bulan April mendatang. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Santri, Doa PKS Piyungan Taubat

Selasa, 19 Desember 2017

Menag Berkepentingan dengan Hasil Munas NU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU 2014 yang menyoroti isu kehidupan beragama. Hal ini akan menunjang program Kemenag yang tengah menggalakkan gerakan deradikalisasi agama.

Menag Berkepentingan dengan Hasil Munas NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Berkepentingan dengan Hasil Munas NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Berkepentingan dengan Hasil Munas NU

“Kami sangat berkepentingan dengan hasil Munas ini karena di dalamnya disinggung soal pemahaman keagamaan dan bagaimana agama bersikap dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya kepada wartawan selepas acara pembukaan Munas-Konbes NU 2014 di kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (1/11).

Munas NU yang akan berakhir Ahad (2/11) ini di antaranya mendiskkusikan kode etik penyiaran agama yang meliputi pula wewenang dan batasan negara mengatur kehidupan beragama, etika dakwah, penghargaan tradisi, dan penguatan harmoni di kalangan lintas agama.

PKS Piyungan Taubat

Lukman menunggu hasil pembahasan Munas NU. Menurtnya, NU mempunyai sejarah panjang tentang keterlibatannya dalam menjaga NKRI. “Saya menilai paham NU juga sangat cocok dengan jati diri bangsa ini,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Putra tokoh NU KH Saifuddin Zuhri ini mengatakan, bulan depan Kementerian Agama mulai bergerak melaksanakan program deradikalisasi yang bekerja sama dengan Mahkamah Konstitusi. Karenanya, rekomendasi Munas NU menjadi bahan penting bagi usaha menghapus ekstremisme dalam bergama dan membangun kesadaran berkonstitusi tersebut.

Lukman menilai, forum tertinggi setelah Muktamar NU ini merupakan salah satu tradisi yang baik karena dilakukan oleh para ulama kompeten dan melalui kajian mendalam terhadap teks-teks keagamaan.

Secara terpisah, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Ja’far juga mendukung penuh terselenggaranya Munas-Konbes NU. Ia berharap, hasil Munas dapat dikoordinasikan kepada pihaknya untuk ditindak lanjuti. “Tentu saya siap melaksanakan rekomendasi Munas nanti sesuai tupoksi (tigas poko dan fungsi) saya,” tuturnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Doa, Fragmen, Internasional PKS Piyungan Taubat

Kamis, 14 Desember 2017

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60

Jakarta,PKS Piyungan Taubat. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar peringatan hari lahir (Harlah) ke-60 di aula Perpusatakaan Nasional, Jakarta pada Senin malam (24/2). Kegiatan yang digelar pimpinan pusat pelajar NU tersebut bertema “60 Tahun Berkhidmah untuk Indonesia”.

Kegiatan yang diikuti Pimpinan Wilayah IPNU itu diisi pidato Ketua Umum PP IPNU Khaerul Anam, stadium general Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letjeend Sjafrie Sjamsoeddin dan taushiyah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Peringati Harlah ke-60 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60

Sebagai bentuk penghargaaan kepada para pengabdi organisasi, PP IPNU memberikan plakat kepada mantan-mantan Ketua Umum IPNU dari periode awal sampa periode terakhir.

PKS Piyungan Taubat

“Bagaimanapun juga, 60 persen hidupnya (mantan-mantan Ketua Umum IPNU) dihabiskan di organisasi. Harus kita apresiasi atas pengabdiaannya,” kata Ketua Umum PP IPNU Khaerul Anam.

Rangkain Harlah

PKS Piyungan Taubat

Menurut Anam, beberapa rangkaian kegiatan peringatan harlah telah dilakukan mulai dari pra-Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan mengadakan capacity building pemuda dan pelajar Indonesia di Salatiga dan Bogor.

Kemudian pra-Rakernas kedua dialaksanakan di Permata Hotel, Bogor, pada 13-15 Desember 2013.  pra-Rakernas Corp Brigde Pembangunan (CBP) PP IPNU di Grobogan, Jawa Tengah, pada 27-29 Desember 2013.

Kemudian laga futsal bertema Rembuk Persaudaraan Pelajar Indonesia yaitu PP IPNU, PP Pelajar Islam Indonesia (PII), dan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), di Jakarta, 23 Januari 2014. Selanjutnya turnamen bulutangkis pelajar se-Jabodetabek kerjasama PP IPNU dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Istora Senayan, Jakarta, 21-23 2014.

Kemudian puncak peringatan hari lahir IPNU ke-60 digelar di aula Perpusnas, Jakarta, 24 Februari 2014. Setelah itu dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan berlangsung di Jakarta mulai tanggal 24 sampai 27 Februari. (Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Doa, Tegal PKS Piyungan Taubat

Selasa, 12 Desember 2017

KMNU IPB Gelar Sahur Bersama Anak Jalanan

Bogor, PKS Piyungan Taubat 

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor (IPB) akan menggelar Sahur On The Road (SOTR) bersama anak-anak jalanan di Bogor, pada Jumat (4/8) dan Senin (7/8). 

Menurut Ketua Pelaksana SOTR Ersyad, kegiatan bertema Indahnya Berbagi dalam simponi keberkahan dibulan Ramadhan" ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap bulan Ramadhan.

KMNU IPB Gelar Sahur Bersama Anak Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU IPB Gelar Sahur Bersama Anak Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU IPB Gelar Sahur Bersama Anak Jalanan

“Alhamdulillah ini sudah tahun ketiga KMNU IPB mengadakannya,” ujarnya. Kegiatan ini, sambung Ersyad, bertujuan untuk menumbuhkan simpati anak muda terhadap masyarkat yang kurang mampu. 

PKS Piyungan Taubat

“Selain itu, sebagai sarana silaturrahim sesama muslim tanpa mengenal strata kehidupan,” tambahnya.

Ketua Umum KMNU IPB, M Zimamul Adli mengatakan, kegiatan ini mendapat respon positif dari civitas akademika IPB.

PKS Piyungan Taubat

“Kegiatan ini mendapat dukungan dari para dosen IPB, terutama Pembina KMNU. Pak Ismatul Hakim misalnya, mendukung kegiatan ini dengan menyatakan akan hadir bersama-sama aktivis KMNU dan anak jalanan,” jelasnya.

Tak mau ketinggalan, sambung Zimam, para alumni KMNU IPB yang sudah lulus S1 juga akan hadir. 

Melalui kegiatan ini Zimam berharap anggota, pengurus, pembina KMNU tambah solid sehingga KMNU IPB ke depan bisa menjadi oraganisasi yang kuat di internal. Dan yang lebih penting, keberadaanya bisa dirasakan oleh masyarakat banyak.

Redaktur : Mukafi Niam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Doa PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 09 Desember 2017

Mulai Pembangunan Gedung, Santri Khataman Qur’an bil Ghaib 313 Kali

Pati, PKS Piyungan Taubat . Segenap santri Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) dan alumninya yang tersebar di barbagai daerah mengikuti acara khatmul qur’an bil ghaib di Madrasah Mathali’ul Falah Lil Banat, di Desa Kajen Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Kegiatan ini digelar dalam rangka peletakan batu pertama gedung di pesantren setempat. Khataman al-Qur’an kali ini terbilang unik, selain dibaca dengan cara hafalan, juga karena ada 313 kali khataman. Setiap peserta yang berjumlah 313 orang diharuskan mengkhatamkan 1 kali.

Mulai Pembangunan Gedung, Santri Khataman Qur’an bil Ghaib 313 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Mulai Pembangunan Gedung, Santri Khataman Qur’an bil Ghaib 313 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Mulai Pembangunan Gedung, Santri Khataman Qur’an bil Ghaib 313 Kali

Acara khatmul qur’an bil ghaib yang berlangsung akhir pekan lalu (9/8) ini dilakukan untuk mempermudah dalam pembangunan madrasah dan untuk meneruskan tradisi membaca al-qur’an yang dimulai pada era KH Abdul Salam sampai pada saat ini yang dipimpin oleh cucu dari KH Abdul Salam yakni KH Nafi’ Abdillah, terang sang pengasuh KH Mu’ad Thohir.

PKS Piyungan Taubat

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan tidak lain adalah untuk mendapatkan berkah dan magfiroh para masyayikh pendiri PIM. “Karena tanpa adanya doa dan partisipasi dari masyayikh Kajen dan masyarakat, madrasah yang sudah berumur lebih dari 1 Abad ini tidak akan bisa berkembang pesat dan mencetak generasi shalih akram.”      

PKS Piyungan Taubat

Setelah melakukan khatmul qur’an baru dilanjutkan prosesi pelatakan batu pertama yang dilakukan oleh direktur PIM yakni KH Nafi’ Abdillah yang disaksikan oleh segenap jajaran pembantu direktur, para Asatidz, Bupati Pati Hariyanto, Wakil Bupati Pati Budiyono serta masyarakat setempat. (Red: Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Doa PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Bekali Kader IPNU-IPPNU dengan Lakmud

Jepara, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Bangsri Jepara membekali kader IPNU-IPPNU di tingkatan Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) dengan kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) yang diadakan di MTs Hasyim Asyari Bangsri Jepara, Kamis-Sabtu (13-15/6). 

Kegiatan yang bertajuk “Mencetak Kader NU Berkualitas” diikuti 40-an peserta dari delegasi PR dan PK IPNU-IPPNU Se-Kecamatan Bangsri. 

Bekali Kader IPNU-IPPNU dengan Lakmud (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekali Kader IPNU-IPPNU dengan Lakmud (Sumber Gambar : Nu Online)

Bekali Kader IPNU-IPPNU dengan Lakmud

Selama kegiatan berlangsung Nur Hidayah selaku ketua panitia mewakili Ketua PAC IPNU Bangsri Ahmad Zubaidi dan Nur Maunah Ketua PAC IPPNU Bangsri mengatakan peserta diberikan materi diantaranya ke-Aswaja-an, ke-IPNU-IPPNU-an, ke-NU-an, Kepemimpinan, Manajemen Organisasi, Networking dan Lobying, Teknik Game, Teknik Diskusi, Persidangan, Rapat dan ke-PAC-an. 

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, kegiatan bertujuan untuk membekali kader IPNU-IPPNU yang out put nantinya untuk meneruskan kepengurusan PAC pasca konferancab yang akan dilaksanakan Desember mendatang. 

Sesuai dengan tema yang diangkat masih menurutnya dengan latihan kader itu merupakan proses pengkaderan formal di IPNU-IPPNU yang harapannya menjadi kader berkualitas, mempunyai loyalitas dan militansi tinggi.

PKS Piyungan Taubat

 Ketua PC IPNU Jepara, Chusni Maulana yang berkesempatan hadir menyatakan PAC IPNU IPPNU Bangsri sejak tahun 2000-an sempai sekarang selalu dinamis dan menjadi PAC unggulan di Jepara. 

“Hal ini dibuktikan dengan rekrutmen PC IPNU-IPPNU Jepara, PAC Bangsri selalu siap direkrut menjadi pengurus Cabang,” jelasnya.

Agar tetap dinamis ia menghimbau agar PAC menggali aspirasi yang dibutuhkan oleh anggota sehingga kader IPNU-IPPNU tetap betah dalam organisasi pelajar tersebut. 

Hadir juga dalam kesempatan itu, KH Ahmad Jazuli selaku Ketua MWC NU Bangsri. Kiai Jazuli mengharapkan kader NU menggabungkan unsur tradisionalis dan modern sehingga ke depan menjadi orang NU yang luwes.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Doa PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 25 November 2017

Jokowi: Teladani dan Teruskan Perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara peringatan Haul ke-124 Al-Maghfurlah Syekh Nawawi Al-Bantani di Pesantren An Nawawi Tanara di Serang, Banten, Jumat (21/7) kemarin.?

Jokowi mengatakan, sepanjang sejarah negeri kita ini, ada tiga ulama yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram di Makkah. Satu di antaranya ulama kelahiran Serang, Syekh Nawawi Al-Bantani yang hidup di abad ke-19.

Jokowi: Teladani dan Teruskan Perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi: Teladani dan Teruskan Perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi: Teladani dan Teruskan Perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani

“Di perhelatan haul itu saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, untuk meneladani dan meneruskan perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Jokowi di halaman Facebook miliknya, Sabtu (22/7).

Ia mengakui bahwa Syekh Nawawi adalah seorang ulama sekaligus intelektual. Ia mewariskan lebih dari 100 buku karyanya dalam berbagai disiplin ilmu, dari ilmu tafsir, ilmu kalam, tauhid, hadits, dan lain-lain.

“Murid-muridnya banyak yang menjadi ulama besar dan berjuang untuk bangsa ini. Di antaranya adalah pendiri Nahdlatul Ulama KH Muhammad Hasyim Asyari dan pendiri Muhammadiyah KH Achmad Dahlan,” terang mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah ini.

PKS Piyungan Taubat

Ulama produktif

Keterangan tentang Syekh Nawawi Al-Bantani ini juga dijelaskan KH Cholil Nafis, Pengurus MUI Pusat. Ia menerangkan, Syekh Nawawi al Jawi al-Banteni itu ulama besar. Imam Masjidil Haram, Syyid Ulama Hijaz, al Allamah al Fahhamah ad Daqqiq wal Muahhaqiq, Ulama terkemuka pada abad XIV Hijriyah, serta predikat mulia lainnya.?

PKS Piyungan Taubat

Syekh Nawawi al-Banteni adalah murid Syekh Ahmad Khothib Sambas (1803-1875) yang menjadi Imam Masjidil Haram dan kemudian diwarisi oleh Syekh Nawawi,” ujar Cholil Nafis yang juga mengungkapkan lewat akun Facebook miliknya, Sabtu (22/7).

Syekh Nawawi, jelasnya, tergolong ulama yang produktif. Karangan kitabnya dalam bahasa Arab lebih dari 115 kitab. Menurut hasil penelitian Martin Van Brunissen, seorang peneliti Indonesianis asal Belanda bahwa dari 46 pesantren terkemuka di Indonesia sebanyak 42 pesantren mengajarkan kitab-kitab Syekh Nawawi.

Hal ini, tandas Cholil, sesuai dengan beberapa tokoh dan pendiri pesantren yang menjadi murid Syekh Nawawi sehingga kitab-kitabnya menjadi rujukan dan buku ajar di banyak pesantren.?

Di antara murid Syekh Nawawi al-Banteni yaitu Syekh Ahmad Khotib al Minangkabawi (1860-1916), Syekh Mahfudz Termas (1868-1820), Syekh Kholil Bangkalan dan Hadlratussyekh Muhammad Hasyim Asyari (1875-1947 M) pendiri NU, dan Kiai Haji Ahmad Dahlan (1868-1923) pendiri Muhammadiyah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Doa, Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Selasa, 07 November 2017

PP Muslimat NU Adakan Orientasi Germas di Kalsel

Banjarmasin, PKS Piyungan Taubat 

Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan orientasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk pondok pesantren dan majelis taklim Muslimat NU di Hotel Amaris, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (17/11).



PP Muslimat NU Adakan Orientasi Germas di Kalsel (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Adakan Orientasi Germas di Kalsel (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Muslimat NU Adakan Orientasi Germas di Kalsel



Pembukaan dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kalimantan Selatan H. Gusti Burhanuddin. 



PKS Piyungan Taubat



Hadir pula dari Pendamping Promkes Kementrian Kesehatan RI Ismoyowati. Ia menyampaikan 5 Nawacita program Indonesia Sehat Germas.

PKS Piyungan Taubat





“Standar SPM sehat diharapkan dari pemerintah kabupaten kota untuk preventif dan sistematis dalam pelaksanaan Germas,” katanya. 





Ia menambahkan, kesehatan tidak bisa dilakukan aendiri- sendiri, tetapi harus bersama-sama seluruh komponen bangsa, harus sadar dan mampu hidup sehat sehingga sejajar dengan bangsa-bangsa lain.





“Maka lini pondok pesantren dan majelis taklim akan mengadakan RTL (Rencana Tindak Lanjut, red.) program yang tidak membumbung tinggi, tapi yang realistis bisa dilaksanakan di pondok pesantren dan majelis taklim,” jelasnya. 





Ketua Tim Germas PP Muslimat NU Hj. Erna Soefihara menyatakan, bidikan peserta orientasi adalah pimpinan pondok pesantren dan pimpinan majelis taklim sangat tepat sekali.





Karena, kata dia, anggota Muslimat NU bisa dipastikan memiliki dan akrab dengan majelis taklim. Selain itu, anggota Muslimat di masyarakat kebanyakan adalah ibu-ibu Muslimat. 





Acara itu diwarnai simulasi senam sehat Germas hingga doorprize. (A-Moez/Abdullah Alawi). Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pahlawan, Doa PKS Piyungan Taubat

Senin, 30 Oktober 2017

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Kementerian Agama akan kembali menggelar  Pekan Olahraga Seni Pesantren Nasional (Pospenas). Kali ini, gelaran Pospenas yang ke-7 ini akan diselenggarakan di Provinsi Banten. Proses persiapan terus dilakukan dan sampai saat ini telah mencapai 60–70%.

Hal ini diketahui saat Rapat Koordinasi Pospenas, di Ruang Sidang Setjen Kementerian Agama, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (07/03) sore. Hadir dalam rapat tersebut, perwakilan dari Kemenag Pusat yang dipimpin Direktur PD Pontren yang juga Ketua I Panjatapnas Pospenas, Mohsen, Kakanwil Kemenag Banten, Agus Salim, Perwakilan dari Kemenko PMK, Kemenpora, Kemendikbud, Kemenpar, Kemendagri, Pemrov Banten dan lain sebagainya. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Popenas sendiri disepakai digelar pada 22–28 Oktober 2016 mendatang. Masih didiskusikan, tentang Maskot Pospenas. Sementara, ada usulan Maskot diberi nama Si Udin, yang merupakan kependekan dari Santi Indoensia Ulet Dedikatif Integritas dan Nasionalis.

Sebelumnya, Sekjen Nur Syam menyatakan, Pospenas diadakan bertujuan untuk membina para santri terutama yang ada di pondok pesantren untuk menggali potensi di bidang olahraga dan seni. “Yang terpenting adalah meningkatkan ukhuwah islamiyah di kalangan santri, serta meningkatkan budaya berolahraga dan seni yang bernuansa islami,” terang Sekjen.

PKS Piyungan Taubat

Selain itu, Pospenas juga digelar untuk memberikan  apresiasi dan mengembangkan khazanah budaya bangsa. “Pospenas ini adalah salah atu bagian dari membangun manusia yang beriman dan bertakwa, sehat jasmani dan rohani, berkualitas unggul, sportif, dan berdaya saing tinggi,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno beberapa waktu lalu juga berjanji, Banten siap menjadi tuan rumah yang sukses. Baik sukses pelaksanaan, sukses prestasi, sukses ekonomi maupun administrasi. 

Dalam Pospenas VII ini kali, akan mempertandingkan 11 cabang olahraga, yakni atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, futsal, sepak takraw, tenis meja, pencak silat, senam santri, dan panahan. Sementara 12 cabang seni yakni kasidah, hadrah, stand up comedy, pidato tiga bahasa, seni lukis islami, cipta puisi, kaligrafi hiasan mushaf Alquran, kriya, fragmen, pakeraf, dan fotografi Islam. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Doa, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Kamis, 26 Oktober 2017

Adakah Korelasi Pendidikan Dini dengan Saat Dewasa Seseorang?

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Ketua Badan Pelaksana Perguruan Tinggi Nahdaltul Ulama (BPPTNU) KH Mujib Qulyubi ? mempertanyakan adakah korelasi antara tingkah laku dan cara berpikir seseorang ketika dewasa dengan pendidikan yang didapatnya saat usia dini?

Pertanyaan itu disampaikannya saat membuka Seminar Nasional “Prospek dan Tantangan Guru PAUD pada Era Global” yang digelar Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) di Auditorium PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (29/4).

Adakah Korelasi Pendidikan Dini dengan Saat Dewasa Seseorang? (Sumber Gambar : Nu Online)
Adakah Korelasi Pendidikan Dini dengan Saat Dewasa Seseorang? (Sumber Gambar : Nu Online)

Adakah Korelasi Pendidikan Dini dengan Saat Dewasa Seseorang?

“Sekali lagi saya ingin tanyakan, adakah korelasi maksimal anak-anak yang mengikuti pendidikan dini dengan ketika sudah dewasa? Kalau ada, maka tantangan kita saat ini adalah menanamkan rasa cinta agama sekaligus cinta tanah air dan bangsa kepada anak-anak usia dini,” urai Kiai Mujib.

Kiai Mujid menyebut realitas saat ini menyatakan di lima negara di Timur Tengah yaitu Siria, Afganistan, Irak, Somalia, dan Yaman belum juga kunjung damai, padahal di sana banyak kiai, ulama, dan PAUD.

“Pihak-pihak yang ada, hari ini bersama-sama tetapi di kesempatan lain bisa saling bermusuhan. Pimpinan dan orang-orang dewasa di sana menanamkan kepada jamaah agar mencintai agama lebih besar daripada kepada bangsa,” papar kiai yang juga Khatib Syuriah PBNU.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Mujib menegaskan pada titik itulah PAUD di Indonesia harus mendesain sedemikian rupa pola dan sistem pengajaran agar peserta didik memiliki kecintaan kepada negara, selain kepada agama, seperti yang dikembangkan di Universitas Nadhlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).

“Banyak yang mencirikan bahwa orang Islam yang melakukan istighotsah, membaca doa qunut saat salat subuh, tawasul, atau tahlilan adalah pengikut NU. ? Itu betul, tetapi tak sempurna bila tidak masuk ke kepribadian NU. Anak didik yang sesuai dengan NU diajarkan dua pilar, ada harakah (gerakan), ada fikrah (pemikiran),” lanjutnya.?

Kaitannya dengan PAUD ke depan, Kiai Mujib menyebut harakah NU meliputi berbagai dinamika seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.?

PKS Piyungan Taubat

“Sementara fikrah ideologi akidah anak didik kita bekali militansi akidah yang betul menurut aswaja,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Doa, Tegal PKS Piyungan Taubat

Minggu, 08 Oktober 2017

Peringati Harlah IPNU-IPPNU dengan Pembacaan Maulid

Purworejo, PKS Piyungan Taubat. Para kader IPNU dan IPPNU di Bruno, Purworejo, memperingati hari lahir (harlah) organisasi pelajar NU ini dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pengajian umum.

Peringati Harlah IPNU-IPPNU dengan Pembacaan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah IPNU-IPPNU dengan Pembacaan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah IPNU-IPPNU dengan Pembacaan Maulid

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Gedung KPRI Megar Bruno, Ahad (24/2) ini dihadiri warga dan para pemuda setempat. Secara beramai-ramai mereka khusyuk menyimak pembacaan maulid nabi yang dikemas dengan gema sholawat untuk bangsa.

Tidak hanya warga dan pemuda setempat, kegiatan yang didukung penuh Forum Silaturahim Santri Bruno (Forssab) ini dihadiri beberapa tokoh penting, diantarannya, Camat Bruno yang diwakili Kaur Kesra Kecamatan Bruno Mulyono,  Syuriyah NU Bruno KH Chanan Auladi, anggota DPRD Purworejo Fraksi Demokrat H Rujiyanto, Ketua MWCNU Kecamatan Brono, KH Mutammim, PAC GP Ansor Bruno, Muslimat serta Fatayat Bruno.

PKS Piyungan Taubat

Dalam sambutanya, Camat Brono yang diwakili Kaur Kesra Kecamatan Bruno Mulyono, mengapresiasi kegiatan positif yang dilakukan oleh pemuda IPNU-IPPNU Kecamatan Bruno. Menurutnya, pembacaan maulid nabi selain bisa mengajarkan umat islam untuk peduli sesama, juga dapat meningkatkan tali silaturahmi antar sesama muslim.

PKS Piyungan Taubat

“Dukungan penuh kepada generasi muda pasti akan selalu kami berikan selama kegiatan itu positif dan bermanfaat. Untuk itu kami berharap pemuda Bruno juga bisa melakukan kegiatan positif lain yang bermanfaat bagi orang banyak,” ucap Mulyono.

Dalam tausiahnya, Ketua MWCNU Kecamatan Brono KH Mutammim berharap generasi muda bisa menjalin hubungan sosial dengan sesama tanpa memandang status sosial. Dengan demikian semangat kebersamaan akan tercipta sehingga mendukung kemajuan Kecamatan Buno.

“Dengan bersama kita bisa menyelesaikan permasalahan yang ada dengan mudah. Kebersamaan juga akan meminimalisir kecemburuan sosial yang bisa menimbulkan konflik. Jadi alangkah baiknya jika kita bisa hidup rukun dan bersama-sama memajukan Kecamatan Bruno,” ucap KH Muttammim.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan, Imam Khoiri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program kerja rutin tahunan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Bruno. Menurutnya, memanjatkan shalawat Nabi tidak harus dilakukan saat bulan Maulid, melainkan bisa dipanjatkan kapanpun dan dimanapun.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Naufa

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Doa, Internasional, Kajian Islam PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 16 September 2017

PCNU Pringsewu Resmi Dirikan BMT NU

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat. Untuk mengembangkan potensi ekonomi Warga NU di Kabupaten Pringsewu, PCNU Pringsewu resmi melakukan kerjasama Pendirian BMT NU. Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan secara resmi Nota Kesepakatan Kerjasama antara PCNU Pringsewu dengan KSPPS BMT NU yang berpusat di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9).

PCNU Pringsewu Resmi Dirikan BMT NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Resmi Dirikan BMT NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Resmi Dirikan BMT NU

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, H Taufiqurrohim, MPd bersama segenap Pengurus PCNU Pringsewu dan 2 orang perwakilan dari BMT NU Semarang. 

Setelah menandatangani Nota Kesepakatan yang dilakukan di Kantor PCNU Pringsewu tersebut, Taufiq berharap bahwa langkah maju yang telah dilakukan PCNU Kabupaten Pringsewu tersebut dapat membantu meningkatkan taraf ekonomi warga NU khususnya di Kabupaten Pringsewu.

PKS Piyungan Taubat

"Dengan menerapkan prinsip-prinsip bisnis yang berlandaskan ajaran Islam, mempraktikkan sistem syariah dan menghargai kultur NU yang berlaku, kita akan terus lakukan langkah-langkah pengembangan BMT NU di Kabupaten Pringsewu," Jelasnya optimis.

PKS Piyungan Taubat

Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan uji kompetensi bagi calon karyawan dan karyawati yang akan bekerja di BMT NU Pringsewu. Para Calon Karyawan tersebut diberikan tes tertulis dan wawancara oleh Pengurus BMT NU Pusat. 

Menurut salah seorang Pengurus Lembaga Perekonomian NU ( LPNU ) yang secara teknis menangani program ini, Mustanir, peserta akan disaring dengan ketat sehingga kualitas SDM yang akan menangani BMT tersebut benar-benar mumpuni.

Disamping seleksi SDM, Tim Survei dari kantor pusat bersama PCNU Pringsewu juga sudah menentukan lokasi yang akan menjadi Kantor BMT NU di Kabupaten Pringsewu. Lokasi tersebut berada di Kawasan Pasar Sarinongko Pringsewu tepatnya di ruko milik KH Mahfudz Ali, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu periode 2009-2014. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pahlawan, Doa PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock