Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Bantul, PKS Piyungan Taubat

Ihsan,? pemain kesebelasan Pondok Pesantren Al-Falah memiliki kecepatan gerak yang sering merepotkan pertahanan lawan. Sisi kiri kesebelasan Assalam Bangkalan misalnya, pada pertandingan babak 8 besar mampu ditembusnya. Kemudian bola ia umpan ke Darius yang langsung menyambutnya dengan tendangan ke arah gawang. Gol. Belum genap satu menit babak kedua, Assalam kebobolan.

Pemain nomor punggung 8 tersebut bersama Darius bernomor punggung 11 menjadi andalan tim asal Kabupaten Bandung tersebut. Termasuk dalam semifinal Seri Nasional Liga Santri Nusantara 2016 melawan kesebelasan Pesantren Nur Iman Mlangi Sabtu siang (29/10) di stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta.? Hal itu diakui pelatihnya sendiri.

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Selain mengandalkan kecepatan dua pemain tersebut, Al-Falah, lanjut Arif, menerapkan strategi keseharian santri di pesantren.

PKS Piyungan Taubat

“Kebersamaa, kompak dan daya juang tinggi, itu kita tanamkan. Tidak mudah menyerah, saling cover di lapangan, tidak saling menyalahkan dan saling peduli. Jadi, konsep keseharian di pesantren, saling tegur, saling ngingetin dipakai di lapangan juga,” jelasnya.? ?

Manajer Kompetisi LSN 2016 Kusnaeni menilai Al-Falah adalah tim yang memiliki kerja saama yang baik. Lini depan dan tengah tertata dengan baik.

PKS Piyungan Taubat

Meski demikian, tim ini, tak punya riwayat menang banyak, tapi konsisten menang tipis sampai ke semifinal. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Pemurnian Aqidah, PonPes PKS Piyungan Taubat

Rabu, 21 Februari 2018

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Sejumlah partai politik (partai) di Jawa Timur menyatakan akan mengikuti arahan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang akan digelar pada pertengahan tahun ini.

Setidaknya ada empat parpol yakni PPP, PKB, Gerindra dan PKS yang telah mengeluarkan pernyataan itu.

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU

“Mereka telah menyatakan dalam Pilgub Jatim akan mengikuti PWNU. Maksudnya kader yang didukung NU mereka akan mendukungnya. Walaupun terakhir PKS sudah kembali mundukung  Pakde Karwo,” kata Humas PWNU Jatim Norhadi dalam rilis pers yang diterima PKS Piyungan Taubat, Selasa (1/1) kemarin.

PKS Piyungan Taubat

Namun menurut Norhadi, PWNU telah mengingatkan bahwa dalam pemilihan kepada daerah NU bukanlah di atas parpol dan bukan juga kordinator parpol, serta perannya pun berbeda parpol. 

“Memang NU tidak bisa dilepaskan dari politik. Berpolitik bagi NU mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah secara organisatoris tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan manapun juga. Namun setiap warga NU adalah warga negara yang mempunyai hak hak politiknya dilakukan secara bertanggung jawab sehingga hak politik inilah yang dapat menumbuhkan sikap warga NU hidup demokratis, konstitusional, taat hukum, tambahnya.

Pemilihan Gubernur Jawa Timur akan digelar pada Kamis, 29 Agustus 2013 mendatang. Selain itu, tahun ini juga akan ada empat Pemilihan Kepala Daerah di Jatim yakni, Kota Probolinggo, Kota Kediri, Kota Madiun dan Kota Mojokerto.

Menurut Norhadi, PWNU tetap menghimbau warga NU agar tidak terbawa arus politik praktis yang berdampak merugikan organisasi. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah, RMI NU PKS Piyungan Taubat

Minggu, 18 Februari 2018

Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Pada saat sekarang ini yang dibutuhkan adalah sensitifitas kita agar lebih tajam lagi. Misalnya DIY saat ini belum turun hujan. Padahal dulu bulan September, Oktober, November sudah hujan. Salah satunya ini akibat dari pemanasan global (global warming). Pada kondisi seperti ini, ketika alam mulai dirusak oleh tangan-tangan manusia, maka alam sebenarnya sedang mengingatkan kepada penghuni alam, yaitu manusia.

Demikian pernyataan yang di sampaikan oleh Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial RI dalam acara Pelantikan dan Rapat Kerja PW Muslimat Nahdlatul Ulama DIY Masa Khidmat 2015-2020 di Asrama Haji DIY, Ahad (1/11) lalu.

Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam

Khofifah menyampaikan, bahwa ada saudara kita yang berada di wilayah Equator memiliki musim yang berbeda. Ternyata memiliki perbandingan dua kali musim kemarau dan satu kali musim hujan. Jadi Riau itu dapat dua kali kemarau dan satu kali hujan.?

PKS Piyungan Taubat

“Sekarang yang terjadi di Riau yaitu kebakaran hutan. Entah di bakar atau terbakar masih dalam proses pengumpulan data. Dan untuk dapat memadamkan api jika kekuatan manusia saja tidak cukup. Ternyata yang dapat memadamkan api adalah kalau ada hujan dengan intensitas yang cukup. Alhamdulillah dalam 3 hari kemarin jarak pandang di Riau sudah mencapai 6000 M – 8000 M. Artinya sudah normal,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

“Nah sekarang apa yang dapat di lakukan? Belum terlambat kalau kita sama-sama sholat Istisqo’ secara berjama’ah, Memohon hujan yang barokah. Hujan yang menyelamatkan, jangan hujan yang membuat petaka baru,” imbuhnya. (Muhlisin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Anti Hoax, Pemurnian Aqidah, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Minggu, 11 Februari 2018

Ini Gerakan Sosial Ansor dan Fatayat di Way Kanan

Way Kanan, PKS Piyungan Taubat - Lantunan Shalawat Nariyah mengalun pelan di Masjid Nurul Falah, Dusun V, Kampung Bandar Dalam, Negeri Agung, Way Kanan. Ketua Fatayat Negeri Agung Endang Setia Ningsih memandu sejumlah warga yang menunggu giliran penyembuhan atas penyakit mereka dengan ATS Metode oleh aktivis Gusdurian Lampung, Gatot Arifianto.

"Saya mengalami masalah datang bulan. Sebulan bisa tiga kali. Alhamdulillah sekarang ada perubahan signifikan," ujar warga Bandar Dalam Ira Musliha, di Blambang Umpu, Jumat (17/3).

Ini Gerakan Sosial Ansor dan Fatayat di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Gerakan Sosial Ansor dan Fatayat di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Gerakan Sosial Ansor dan Fatayat di Way Kanan

Penyembuhan oleh praktisi Hypnosis dan Neo Neuro-Lingusitic Programing yang juga Ketua GP Ansor Way Kanan tersebut, menurut Ira, tidak sakit dan hanya dalam waktu singkat.

"Tangan saya dipandu menepuk pelan bagian sekitar perut saat mengikuti penyembuhan, malam sampai pagi halangan keluar deras. Siangnya halangan mulai berhenti. Dan hingga sekarang sudah tidak ada kendala," ujar Ira lagi.

PKS Piyungan Taubat

Bekerja sama dengan GP Ansor Negeri Agung, dua badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) itu berkolaborasi menggelar bakti sosial bersih masjid dan penyembuhan alternatif, Kamis 16 Maret 2017, pukul 08.00-15.00 WIB.

PKS Piyungan Taubat

"Harakah (gerakan) tersebut untuk menunjukkan bahwa Ansor dan Fatayat adalah organisasi yang berbuat dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Ketua Ansor Negeri Agung, Ahmad Nursalim didampingi Wakil Ketua Beta Suryadi.

Selain itu, kata Nursalim, upaya ini merupakan bentuk mensyiarkan tradisi NU seperti membaca Sholawat Nariyah, jenis shalawat paling banyak diamalkan olah umat muslim dan diyakini memiliki banyak manfaat atau faedah bagi yang membacanya, seperti dimudahkan rizkinya, dimudahkan urusannya dan dijauhkan dari penyakit dan bahaya.

"Semula dada sesak, pilek, tumit sakit, dan sering sakit kepala. Alhamdulillah ada perubahan signifikan hingga kini setelah kemarin disentuh-sentuh sebentar dan tanpa rasa sakit," ujar pengajar Pendidikan Agama Islam SMP N1 Negeri Agung Muhammad Yudan.

Warga Bandar Dalam lain Boirah mengeluhkan tangan kanannya tidak bisa menggenggam lebih dari satu tahun. Tapi setelah disentuh-sentuh tidak sampai sepuluh menit, ada perubahan dan tangan kirinya sudah bisa untuk menggenggam.

Sejumlah masyarakat yang mengikuti penyembuhan tersebut mengapresiasi positif sehubungan sakit gigi, asam urat, migrain, hingga salah urat bisa sembuh dalam tempo singkat. Dampaknya, masyarakat yang hadir meminta kegiatan tersebut diadakan rutin.

"Tidak menjadi persoalan untuk menggelar bakti sosial bulanan. Insya Allah bulan depan kami siap mengadakan kembali di masjid lain. Tapi kami? berharap masyarakat nantinya juga bisa terlibat dalam pembersihan masjid. Sehingga bisa berjamaah mencari amal," kata Beta menambahkan. (Malikaisa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Berita, Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 08 Februari 2018

Jadi Wisata Religi, Ini Konsep yang Dikembangkan Pesantren Giren

Tegal, PKS Piyungan Taubat. Pondok Pesantren Attauhidiyah Giren Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengha resmi menjadi wisata religi. Pesantren asuhan KH Achmad Saidi bin Said bin Armia ini memang sudah dikenal luas hingga ke mancanegara. Bahkan Presiden RI Joko Widodo pun juga pernah melakukan Tarkhim ke pesantren tersebut Juni 2016 lalu.

Jadi Wisata Religi, Ini Konsep yang Dikembangkan Pesantren Giren (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Wisata Religi, Ini Konsep yang Dikembangkan Pesantren Giren (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Wisata Religi, Ini Konsep yang Dikembangkan Pesantren Giren

Selain memiliki sejumlah situs ziarah, keberadaan Pondok Pesantren At-Tauhidiyyah diharapkan mampu memperkuat wisata religi di Kabupaten Tegal melalui sejumlah agenda peribadatan rutin tahunan maupun yang bersifat khusus atau memiliki keunikan dan nilai religi tersendiri yang mungkin tidak dijumpai di tempat lain.

Pengasuh Pesantren Attauhidiyah Giren, KH Achmad Saidi menuturkan, melalui konsep pengembangan wisata religi ini pihaknya akan menghadirkan taman keilmuan, pusat kajian dan pengembangan Islam dengan melibatkan para kiai dan santri yang siap membantu masyarakat mendalami ilmu Al-Quran, hadits, tafsir, filsafat, dan lain sebagainya.

"Taman ilmu ini juga kami sediakan bagi mereka yang ingin belajar membaca dan menulis Al-Quran", katanya.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, Humas Pesantren At-Tauhidiyyah Ahmad Suyanto menambahkan, dengan diresmikannya desa wisata religi ini pihaknya berharap Dukuh Giren bisa menjadi Islamic Center dan pusat pendidikan keagamaan. 

"Pesantren telah mempersiapkan takhasus atau kelas-kelas khusus untuk belajar agama, kemudian pelajaran dan kedisiplinan pesantren pun turut diperketat," ujarnya

Dia menjelaskan bahwa wisata religi ini bukan seperti wisata pada umumnya, tapi lebih mengkhususkan pada pendalaman ilmu keagamaan. Selain itu, desa wisata religi Giren berlaku untuk umum dan terbuka bagi semua kalangan tanpa terkecuali. 

"Wisata disini juga memiliki beberapa alternatif waktu kunjungan, antara lain malam Ahad dan malam Kamis.Kemudian bagi masyarakat yang ingin belajar lebih dalam tentang ilmu keagamaan, bisa mondok (bermukim) di pesantren", katanya. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Pemurnian Aqidah, Kajian Islam PKS Piyungan Taubat

Minggu, 04 Februari 2018

Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua PBNU H Imam Aziz mengaku kagum terhadap pemikiran Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfud yang wafat Januari lalu. Menurutnya, kiai yang tak pernah mengenyam pendidikan formal ini telah melakukan terobosan dalam bidang fiqih.

H Imam Aziz yang pengurus pusat keluarga Mathali’ul Falah mengatakan, sosok Mbah Sahal tidak terlalu populer. Namun, Mbah Sahal mampu membuktikan kehebatannya, salah satunya dengan mendapatkan gelar doktor kehormatan untuk bidang fiqih pada tahun 2006.

Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail

“Karena sosok kiai, ia jarang tampil di publik. Namun, ia mengubah cara pandang dan cara kerja bahstul masail NU yang sering didasarkan hanya pada teks saja. Kiai sahal sudah memulai cara kerja ilmu dengan memecahkan masalah di masyarakat. Inilah yang perlu dikaji baik secara akademik dan nonakademik,” kata Ketua PBNU H Imam Aziz.

PKS Piyungan Taubat

Imam mengatakan hal tersebut pada forum bedah buku “Belajar dari Kiai Sahal” oleh Pengurus Pusat Keluarga Mathali’ul Falah (KMF) Kajen bersama KMF Yogyakarta dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Convention Hall Center UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (19/5) pagi. Buku ini memuat kumpulan tulisan perihal pemikiran keagamaan dan sosial Mbah Sahal.

PKS Piyungan Taubat

“Acara bedah buku ini merupakan rangkaian peringatan 100 hari KH Ahmad Sahal Mahfudz. Pertama diselenggarakan di Sekolah Tinggi Mathaliul Falah, Pati,” kata ketua panitia Sarjoko yang juga alumni Mathaliul Falah.

Bedah buku ini menghadirkan pembicara Ulil Abshar Abdalla, Moch Nur Ichwan, H Waryono Abdul Ghafur. Forum yang dihadiri mahasiswa di Yogyakarta ini menghadirkan putra Mbah Sahal, H Abdul Ghaffar Rozin, sebagai pembicara kunci.

Secara pemikiran, menurut Abdul Ghaffar Rozin, Mbah Sahal banyak dikenal melalui tulisan-tulisannya. Ide-ide yang dikeluarkan Mbah Sahal, lanjutnya, banyak menginspirasi orang lain. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah, Quote PKS Piyungan Taubat

Jumat, 02 Februari 2018

Lima Asas Perbankan Syariah (1): Hifdhun Nafs, Hifdhul ‘Aql, Hifdhul Mal

Sepakat terhadap dlarurat yang bisa diterapkan pada kasus perbankan syari’ah, secara otomatis sepakat pula terhadap konsep al-dlaruriyyatu al-khams bisa berlaku pada perbankan tersebut. Kajian mendalam terkait dengan al-dlaruriyyatu al-khams serta hubungannya dengan eksistensi perbankan syariah, akan dikupas lebih mendalam lagi setelah kita mengetahui konsep umumnya.

(Baca: Konsepsi Darurat dalam Sistem Ekonomi Perbankan Syariah)Pada dasarnya konsep dlarurat dalam Islam itu tidak lepas dari 5 pilar kebutuhan primer (al-dlaruriyyatul al-khams), yaitu: hifdhun nafs (jaminan perlindungan jiwa), hifdhul ‘aql (jaminan perlindungan akal), hifdhul mâl (jaminan perlindungan harta), hifdhun nasl (jaminan perlindungan keturunan), dan hifdhud dîn (jaminan perlindungan agama). 

Lima Asas Perbankan Syariah (1):  Hifdhun Nafs, Hifdhul ‘Aql, Hifdhul Mal (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Asas Perbankan Syariah (1): Hifdhun Nafs, Hifdhul ‘Aql, Hifdhul Mal (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Asas Perbankan Syariah (1): Hifdhun Nafs, Hifdhul ‘Aql, Hifdhul Mal

Hifdhun nafs,  merupakan konsep penjagaan diri. Allah SWT berfirman dalam QS an-Nisa’: 29: 

PKS Piyungan Taubat

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Janganlah kalian membunuhdiri kalian! Sesungguhnya Allah Mahapenyayang terhadap kalian.”

PKS Piyungan Taubat

Ibnu ‘Asyur memberikan penjelasan terhadap ayat di atas dalam tafsirnya at-Tahrîr wat Tanwîr: 5/25:

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “[Janganlah kalian membunuh diri kalian!]. Allah SWT melarang seorang membunuh sesamanya. Keberadaan dua dlamir di firman tersebut berfaedah tauzî’ (pengaturan), maksudnya: karena diketahui bahwa bila seorang individu dilarang melakukan bunuh diri maka ia harus mencegah dirinya dari mendekati perbuatan tersebut. Dengan demikian, usaha bunuh dirinya seorang rajul termasuk bagian dari yang dilarang, karena sesungguhnya Allah tidak membolehkan seseorang melakukan kerusakan pada dirinya sendiri sebagaimana tidak membolehkan melakukan kerusakan dalam tasharruf hartanya. Adapun, ayat ini hanya dimaksudkan khusus berbicara tentang larangan dari bunuh dirinya seseorang maka tidak boleh.”

Dalam tafsir dan ayat di atas, Ibnu ‘Asyur menyandingkan antara perbuatan bunuh diri dengan berbuat kerusakan pada tasharruf harta. Penyandingannya disebabkan karena sama-sama memuat unsur itlaf-nya (sumber kerusakan).

Hifdhu al-aql merupakan konsep penjagaan akal. Menjaga kesehatan mental/akal meliputi larangan melakukan perbuatan yang bisa menghilangkan kewarasan akal itu sendiri. Seperti misalnya mengkonsumsi barang-barang yang memabukkan, atau bahkan melakukan tindakan yang diluar akal. Misalnya seperti mendatangi dukun, berbuatan thayyarah (ramalan buruk), undi nasib, perjudian, dan lain sebagainya.  Allah SWT telah berfirman Q.S. Al-Maidah: 90:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, perjudian, undi nasib, dan azlam merupakan perbuatan menjijikkan pekerjaannya syaithan. Oleh karena itu jauhilah agar kalian termasuk orang yang beruntung.”

Syeikh Al-Thabary dalam Kitab Tafsir Al-Thabary: 122, memberikan penjelasan mengenai ayat tersebut sebagai:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Allah SWT melarang kaum yang beriman dari mengharamkan suatu perkara yang baik yang dihalalkan oleh Allah untuk mereka. Kemudian disertai dengan firman: “janganlah kalian melampaui” batas-batas yang telah aku tetapkan, yaitu termasuk kamu menghalalkan apa yang aku haramkan kepada kalian, karena sesungguhnya hal yang demikian itu adalah tidak boleh, sebagaimana tidak boleh bagimu mengharamkan perkara yang halal. Sesungguhnya aku tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas”

Al-Dlaruriyyatu al-Khamsah berikutnya adalah hifdhul mâl, yaitu penjagaan harta. Dalil asal dari penjagaan harta ini adalah hadits, sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari, No. Hadits. 1477:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: " ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? "? ?

Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT membenci untuk kalian tiga perkara: dikatakan dan mengatakan (perdebatan), menyia-nyiakan harta dan banyak tanya.” HR. Bukhary.

Menyia-nyiakan harta termasuk bagian yang dibenci oleh syari’at sebagaimana hadits di atas. Termasuk tindakan menyia-nyiakan barang ada beberapa perincian, sebagaimana dalam catatan kaki dari Kitab tersebut, yaitu: 

? ? -  ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Menyia-nyiayakan harta, yaitu menginfakkannya dalam kema’siatan, atau berlebih-lebihan dalam penggunaannya untuk perkara yang mubah”

Mencermati qaul di atas, dalam kajian fiqih transaksi, maka termasuk bagian dari tindakan melakukan hifdhu al-maal adalah tindakan hajr (pemblokiran) oleh bank, tindakan pre-emption (menunda pemberian hak atas ahli waris yang safîh), mencegah keluarnya peredaran uang ke luar negeri, dan lain sebagainya. 





Bersambung...

Muhammad Syamsudin, Pegiat Kajian Fiqih Terapan dan Pengasuh PP Hasan Jufri Putri P. Bawean, Kab. Gresik, Jatim

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah, Berita, Cerita PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Suluk Keselamatan Kaum Petani

Warga desa Kuanyar, kecamatan Mayong, Jepara, Jawa Tengah dari letak geografisnya berada di pantai utara sebenarnya dekat budaya pesisir. Namun begitu kebanyakan mereka untuk mencukupi kebutuhan hidup kesehariannya dengan bertani. Ketekunan mereka bertani dikuatkan dengan jalan mengikuti tarekat aliran Syattariah.

Tarekat Syattariah didirikan seorang sufi dari India, Abdullah Syattar. Tarekat ini di Nusantara kurang memiliki pengaruh signifikan. Tarekat ini berkembang di Sumatra dan Jawa melalui jalur Abdurauf ibn al-Sinkili. Sedangkan ke Jawa melalui murid Syaikh Abdurauf, Syaikh Abdul Muhyi.

Suluk Keselamatan Kaum Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk Keselamatan Kaum Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk Keselamatan Kaum Petani

Silsilah tarekat Syattariah di Kuanyar geneologinya kurang jelas. Dari hasil pengkajian buku ini hanya diketahui jalur pengabsahan tarekat ini hanyalah sampai kepada Kiai Murtadlo yang dinisbahkan sebagai cicit syaikh Mutamakin. Urutannya adalah dari Syaikh Kiai Murtadlo, ke Kiai Andurahman, Bangle, Kiai Janamin (w.1918), Kiai Abdul Hadi (w. 1956), Kiai Syihabuddin, Kuanyar.

***

Kajian Nur Syam dalam buku ini mencermati fenomena penganut tarekat Syattariah lokal yang kebanyakan berprofesi petani. Ada beberapa fenomena dari kajiannya tersebut tertuang dalam buku ini;

PKS Piyungan Taubat

Pertama berkaitan dengan kesederhanaan dan gaya hidup mereka. Itu terlihat dari pola berpakaian mereka amat sederhana, bahkan sekedar aurat tertutupi. Itu terlihat ketika mereka berpakaian dalam forum resmi, misalnya menghadiri pengajian umum, tawajuhan, tahlilan dan forum-forum tidak resmi semacam di rumah, menerima tamu, ke pasar, ke tempat perdagangan. Salah satu responden yang diteliti hanya memiliki pakaian khas untuk sembahyang sebanyak dua potong dan sarung dua potong, celana dua potong serta tiga potong pakaian kerja. (hlm 162-163).

Kedua berkaitan daya kerja mereka tinggi. Meskipun profesinya petani, dimana waktu kerja keras hanya menjelang masa tanam dan masa panen, mereka memiliki waktu istirahat relatif sedikit, apalagi kalau musim bekerja di sawah, menanam atau panen. Mereka jarang tidur siang, walaupun malamnya mengikuti pengajian sampai larut malam. Rata-rata mereka tidur sekitar empat sampai enam jam.

PKS Piyungan Taubat

Mereka bekerja di sektor pertanian dengan tanah relatif sempit, mengharuskan mereka untuk bekerja di sektor lainnya, misalnya perdagangan. Karena usaha dagangnya, hampir setiap hari mereka pergi ke sawah satu ke sawah lainnya. Bahkan dari pagi sampai sore mereka masih berkutat dengan usahanya tersebut, mulai dari mengawasi orang bekerja, memanen padi di sawah sampai menimbang gabah dan menjualnya atau mengeringkan di mesin penggiling padi. (hlm 130-131).

Ketiga berkaitan dengan aktivitas sosialnya. Walau mereka memiliki waktu istirahat relatif sedikit, akan tetapi kenyatannya juga tidak mengurangi aktivitas lainnya yang terkait dengan kehidupan sosial kemasyarakatannya.

Berdasarkan pengamatan terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh penganut tarekat bahwa kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial dimana mereka berada juga cukup tinggi. Hal ini dapat diamati di kala mereka sedang berada di sawah. Mereka juga mengerjakan seperti pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja lainnya. 

Mereka mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap kelangsungan kegiatan tahlilan sebagai salah satu kegiatan yang mempunyai makna religius dan juga sosial. Sebab dengan tahlil ini manusia akan saling membantu terhadap sesamanya dalam bentuk bacaan tahlil yang ditujukan kepada keluarga si empunya rumah yang ditempati tahlil.(hlm 180-181)

Keempat berkaitan dengan aktivitas ibadah sebagai anggota tarekat juga intens dan kuat. Dari berbagai kegiatan yang dilakukan sehari-hari mereka juga melakukan berbagai shalat sunnah. Di antara shalat yang selalu dilakukannya ialah shalat rawatib empat raka’at sebelum dan sesudah shalat wajib, sahalat tahajud, shalat dhuha dan kegiatan wirid yang harus dibacanya sehari semalam sebanyak 3.000 kali. 

Dari penelitiannya ini Nur Syam menyimpulkan bahwa fenomena pengikut tarekat Syattariah lokal di Kuanyar, Mayong, Jepara yang kebanyakan berprofesi petani perilakunya sangat dekat dengan konsepsi budaya Jawa, slamet, keselamatan. Dalam berbagai tindakan yang dilakukan maka orang Jawa akan mengedepankan slamet sebagai referensinya. Keselamatan di dunia dan di akherat. 

Sebagai penganut tarekat mereka menyadari betapa pentingnya menjaga keselamatan didalam kehidupannya. Itulah sebabnya mereka menyatu dengan budaya Jawa dimana mereka hidup. Mereka tidak menciptakan sendiri budayanya yang terlepas dari lingkungan sosialnya, akan tetapi menyatukannya di dalam bingkai kehidupan yang memberinya rasa aman tanpa gangguan. Dalam tataran kehidupan dunianya tersebut, mereka selalu terlibat di setiap kegiatan masyarakat yang menyelenggarakan upacara-upacara keagamaan dan sosial. Bahkan mereka mementingkan menjaga kebersamaannya dengan masyarakat lainnya jika ada kegiatan yang memang mengharuskannya berbuat seperti itu. (hlm 199-200).

Apa yang ditorehkan Nur Syam dalam buku ini menunjukkan bagaimana petani lokal Kuanyar yang ikut tarekat Syattariah, memiliki konsep hidup manusia itu mencari keselamatan. Konsep tersebut mereka dalami dari ajaran agama Islam dan budaya Jawa yang keduanya menemui titik temunya dalam jalan keselamatan. Jalan keselamatan tersebut ditempuh dengan rukun dengan sesama, dengan kerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, hidup sederhana, dan selalu ingat dan beribadah kepada tuhan yang maha kuasa.

Buku ini menarik, mengetengahkan catatan semi antropologis kehidupan petani lokal pengikut tarekat Syattariah, memberikan cakrawala baru bagi kita terutama berkaitan dengan kajian tarekat di Nusantara dengan sudut pandang bukan lagi politik, ekonomi melainkan budaya. Walau kurang mendalam setidaknya buku ini sudah memulai sesuatu yang baru untuk dikembangkan lebih lanjut.***

Judul Buku: Tarekat Petani Fenomena Tarekat Syattariah Lokal

Penulis: Prof Dr Nur Syam, MA

Editor: Musnif Istiqomah

Penerbit: LKiS Jogjakarta

Cetakan I: 2013

Tebal Buku: xiv + 236 Halaman

Peresensi: Muhamad Rifai, seorang petani, tinggal di Temanggung, Jawa Tengah 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 30 Januari 2018

PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jombang, Jawa Timur tengah menyiapkan kegiatan Pesantren Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) dan seminar deradikalisasi aliran anti Pancasila dan NKRI.?

Rencananya acara tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 16-18 September 2016 mendatang bertempat di Gedung Islamic Center Jombang.?

PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja

"Susunan kegiatannya, sebelum kegiatan Pesantren Aswaja berlangsung, lebih dulu kami menyajikan seminar deradikalisasi untuk seluruh kader PMII Jombang pada tanggal 16 September yang insyaallah akan disampaikan oleh pihak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang," kata Rizki Amalia, Ketua Pelaksana kegiatan ini, Ahad (27/8).?

Khusus saat kegiatan Pesantren Aswaja, delegasi peserta hanya dari Wakil Ketua III Bidang Keagamaan komisariat maupun rayon. "Pesertanya itu Wakil ketua III bidang keagamaan komisariat maupun rayon yang memiliki wawasan cukup prihal Aswaja dan siap dikader menjadi fasilitator Aswaja untuk follow up materi Aswaja di rayon maupun Komisariat," imbuhnya.

PKS Piyungan Taubat

Disinggung terkait indikator kegiatan, ia menekankan pada kualitas out put kader yang didorong oleh dua belas pemateri handal, tujuh pemateri diantaranya dari Aswaja NU Center Jombang, dan lima pemateri dari pakar dan alumni PMII sendiri. "Mereka cukup mumpuni untuk menggembleng peserta menjadi ahli dalam bidang keaswajaan," tandasnya.?

Pada gilirannya, lanjut dia, masing-masing diantara mereka sudah siap menjadi instruktur atau fasilitor tentang materi Aswaja di lintas komisariat dan rayon se-Jombang.?

"Tidak hanya berhenti pasca kegiatan tersebut, nanti akan ada RTL sebagai pembekalan lebih lanjut para calon fasilitor Aswaja yang mesti siap dikirim ke rayon dan komisariat se-Jombang," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 11 Januari 2018

Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Wisuda IV Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan digelar Selasa, (29/9/2015) di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII Jakarta Timur. Tahun 2015 ini, STAINU Jakarta berhasil mencetak lulusan mahasiswa Pascasarjana Program Magister Kajian Islam Nusantara untuk pertama kalinya. Lulusan angkatan pertama untuk konsentrasi ini sebanyak 45 mahasiswa.

“Sebanyak mahsiswa tersebut telah melalui rangkaian penelitian serius tentang khazanah Islam di Nusantara di berbagai daerah,” ujar Asisten Direktur Pascasarjana STAINU Jakarta, Dr Muhammad Ulinnuha Husnan, MA, Jum’at (25/9) di Jakarta.

Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama

Ulinnuha juga menerangkan, seluruh hasil riset mahasiswa ini dibukukan dengan mendapat ISBN dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI). “Sehingga bisa dipublikasikan dan diakses secara luas,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, dari tingkat D3 dan S1, STAINU Jakarta juga berhasil mencetak lulusan sebanyak 333 mahasiswa dari tiga program studi (prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Perbankan Syariah, dan Ahwalul Syaksiyah.

“Rinciannya, prodi Perbankan Syariah 57 orang, Ahwalul Syaksiyah 19 orang, sedangkan PAI sebanyak 265 orang. Jadi Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister tahun 2015 ini total meluluskan 386 mahasiswa,” ujar salah satu dosen STAINU Jakarta, Fariz Alniezar, M.Hum.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara wisuda nanti, lanjut Fariz, akan dihadiri oleh Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj serta orasi ilmiah dari Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI, Prof Dr Kamaruddin Amin, dan tokoh-tokoh penting lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Ulama PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 06 Januari 2018

Bupati Bondowoso Sayangkan PMII Belum Ada Distribusi Kader Terencana

Bondowoso, PKS Piyungan Taubat. Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mengadakan Halal Bihalal dan Saresehan Kebangsaan bertema" Optimalisasi Peran Ormas Islam Dalam Menjaga Keutuhan NKRI. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Kantor Pariwisata Bondowoso Jumat (29/7).

Ketua Panitia, Sukandar, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut menjadi penegas bahwa kultur PMII yang selama ini dibangun telah menyumbang banyak hal untuk kemajuan di masyarakat pada umumnya.? “Perlu kiranya tanggapan dari kita atau perhatian dari kita sebagai alumni PMII untuk kembali tidak henti-hentinya menyumbangkan ide, pikiran dan segala macam untuk senang tiasa PMII mewarnai, paling tidak di kabupaten Bondowoso,” katanya.

Bupati Bondowoso Sayangkan PMII Belum Ada Distribusi Kader Terencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Bondowoso Sayangkan PMII Belum Ada Distribusi Kader Terencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Bondowoso Sayangkan PMII Belum Ada Distribusi Kader Terencana

Ia berharap dari kegiatan dan pertemuan organisasi yang didirikan 17 April 1960 akan menghasilkan rumusan-rumusan strategis untuk pengembangan PMII ke depan di Bondowoso pada khususnya. “Terkait agenda-agenda tadi, sampai hari ini barang kali belum terselesaikan salah satu contohnya mungkin yang menjadi? cita-cita bersama ialah sekretariat permanen. Mudah-mudahan melalui kegiatan halal bihalal ini ada rumusan-rumusan untuk segera terealisasinya cita-cita bersama ini," imbuhnya.

PKS Piyungan Taubat

Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengatakan, organisasi pergerakan ini sudah lumayan tua dan matang. Alumninya pun sudah ribuan atau bahkan puluhan ribu tersebar dari ujung barat di Aceh sampai ke ujung timur di Papua. Di Bondowoso sendiri sudah banyak alumni PMII. Hal ini merupakan potensi yang mestinya dirajut dan dimaksimalkan agar apa yang digubah oleh pencipta mars PMII dan gagasan-gagasan besar yang dihasilkan para pendiri bisa diwujudkan setidak-tidaknya di Bondowoso.

Namun demikian, bupati yang pernah Pengurus Besar PMII menyayangkan, kader-kader yang demikian banyak tersebut belum disertai adanya mekanisme organisatoris baik di NU atau Ansor. “Saya juga pernah aktif di PMII. Sampai saat ini belum ada mekanisme bagaimana ditrisbusi kader, bagaimana promosi kader yang by design, direncakan, dirancang, dikawal, digiring pula sampai gol. Belum ada,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam, Pengurus IKA PMII Bondowoso, alumni PMII dari luar daerah seperti Jember, Malang, Probolinggo, Pengurus Komesariat (PK) PMII STAI AT-Taqwa, PK PMII Unibo Bondowoso, PK PMII Akom Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Pemurnian Aqidah, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Jumat, 05 Januari 2018

Bentuk Kampung Damai, Wahid Foundation Libatkan Perempuan di 3 Provinsi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Wahid Foundation (WF) menggandeng perempuan di tiga provinsi untuk menjadi agen-agen perdamaian yang akan dilatih dan dibimbing agar kuat baik secara ideologi maupun ekonomi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyebarkan nilai-nilai perdamaian melalui penguatan kohesi sosial.

Dalam siaran pers yang diterima PKS Piyungan Taubat dikatakan, hal ini dilakukan dengan mendirikan kampung damai di Bogor dan Depok (Jawa Barat), Solo Raya (Jawa Tengah) dan Malang Raya dan Sumenep (Jawa Timur). Pendirian Kampung Damai ini adalah bagian dari program Women Participation for Inclusive Society (WISE) yang memiliki tujuan besar pada pelibatan perempuan dalam upaya membangun masyarakat yang damai dan mandiri.

Bentuk Kampung Damai, Wahid Foundation Libatkan Perempuan di 3 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentuk Kampung Damai, Wahid Foundation Libatkan Perempuan di 3 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentuk Kampung Damai, Wahid Foundation Libatkan Perempuan di 3 Provinsi

Sebagai langkah awal dari inisasi program ini, Wahid Foundation mengadakan forum diskusi terbatas serentak di tiga provinsi selama dua hari berturut-turut, yakni tanggal 7-8 September 2017.

PKS Piyungan Taubat

Diskusi yang melibatkan calon penerima manfaat program, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemerintahan ini ditujukan untuk mendapatkan pemetaan kondisi di masing-masing wilayah, khususnya yang terkait dengan isu toleransi dan ekonomi serta kebutuhan mendasar masyarakat setempat, termasuk untuk mendapatkan masukan tentang solusi atas permasalahan yang ada langsung dari masyarakat setempat. Pemetaan yang didapat nantinya akan digunakan sebagai panduan untuk melakukan intervensi di masing-masing wilayah.

PKS Piyungan Taubat

Sasaran utama program WISE adalah berdirinya kampung-kampuung damai di tiga provinsi dengan menggunakan media pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas isu toleransi dan perdamaian di kalangan perempuan. Program ini menargetkan sedikitnya 2.500 perempuan yang nantinya akan berperan aktif dalam menyebarkan gagasan dan gerakan perdamaian di wilayah masing-masing.

Hari ini, diskusi serentak dilakukan di Jawa Barat (Villa Joglo, Bogor dan Lebak Wangi Garden Resto, Bogor), Jawa Tengah (Hotel Aston Solo), dan Jawa Timur (Hotel Grand City, Batu dan Kancakona, Sumenep). (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 22 Desember 2017

Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Pada saat terjadi resesi ekonomi di Asia Pasifik tahun 2008, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) didaulat untuk berbicara pada pertemuan para CEO Multinational Corporate (MNC). Gus Dur menyampaikan satu hal sederhana namun sangat mengena, jangan lupa kepada orang-orang kecil karena tanpa mereka Anda tidak akan jadi orang besar.

Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil

Demikian diceritakan Ketua Majlis Pembina NahNu Aizzuddin Abdurrahman saat berpidato pada pembukaan seminar nasional yang dihelat di lantai 8 gedung PBNU Jl Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Selasa (30/9) siang. Seminar tersebut mengusung tema “Combined Assurance pada Industri Jasa Keuangan: Upaya mewujudkan Industri Jasa Keuangan yang Sehat dan Stabil”.

Menurut Gus Aiz, panggilan akrabnya, Nahdliyin Nusantara (NahNu) diharapkan tetap istiqomah menggelar acara-acara yang mencerdaskan bangsa. “Salah satunya adalah kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengadakan seminar nasional pada hari ini,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Gus Dur, lanjut Gus Aiz, mengatakan bahwa jika kesejahteraan orang kecil tidak dijamin oleh para CEO itu, mereka bukanlah siapa-siapa.

“Untuk konteks sekarang, isu tentang jasa keuangan ini sangat penting. Apalagi potensi NU terkait hal ini masih sangat minim dan terbatas. Oleh karenanya, diskusi ini diharapkan memberi pencerahan kepada kita semua,” harapnya.

PKS Piyungan Taubat

Pantauan PKS Piyungan Taubat, acara tersebut dihadiri para Nahdliyin muda dari berbagai badan otonom semisal IPNU, IPPNU, dan Pagar Nusa yang datang atas nama pengurus cabang dari seluruh penjuru ibukota.

Seminar yang dimoderatori Wardi Taufiq tersebut menghadirkan tiga narasumber: anggota komisi XI DPR RI dari FPPP Zaini Rahman, pendiri Fine Institute Purnama Dhedhy Setyawan, dan Bayu Kariastanto, PhD.

Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan seminar masih berlangsung khidmat dengan pemaparan para narasumber yang berkompeten. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 21 Desember 2017

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi

Songgon, PKS Piyungan Taubat. Baksos Kesehatan PC LKNU Banyuwangi memasuki pelaksanaan di titik keempat dari lima titik kegiatan yang direncanakan. Dalam kegiatan yang dilaksanakan, Ahad (8/3) berlangsung di Tempat Penimbunan Kayu Perhutani, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur ini, LKNU Banyuwangi melakukan berbagai macam layanan kesehatan.

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi

“Kesehatan bagi ibu hamil dan angka kematian ibu melahirkan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pentingnya pemeriksaan kesehatan, untuk itu selain pengobatan gratis, baksos kesehatan di Songgon juga menitikberatkan pada Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pola Hidup Sehat,” ujar Ketua Panitia Baksos dr H Mufti Anam, Dipl.Cibtac.

Selain pengobatan gratis, imbuhnya, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan gigi, penyuluhan kesehatan reproduksi wanita, penyuluhan pola hidup sehat, penyuluhan HIV/AIDS, khitanan, donor darah, santunan anak yatim, dan pembarentasan sarang nyamuk.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi Drs H Masykur Ali memberikan perhatian yang serius dalam kegiatan ini, disamping telah memberikan manfaat yang nyata bagi warga masyarakat yang kurang mampu, kegiatan ini juga telah memberikan dampak yang luar biasa bagi pembangunan dan perkembangan jami’yah NU di Kabupaten Banyuwangi. 

PKS Piyungan Taubat

“Partisipasi masyarakat penting, tidak hanya dalam sebuah kegiatan namun juga kesadaran dalam kehidupan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Kiai Masykur bangga.

Bupati Banyuwangi H Abdullah Azwar Anas, M.Si berharap, kegiatan semacam ini menjadi agenda rutin PCNU Banyuwangi dengan menghimpun partisipasi masyarakat untuk bersama-sama bersinergi menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Banyuwangi. 

“Kami berharap kerjasama antar ulama dan umaro serta tenaga kesehatan dapat ditingkatkan untuk memecahkan persoalan-persoalan kesehatan di Kabupaten Banyuwangi,” harapnya.

Selain itu, KH Salahuddin Wahid yang juga berkenan hadir mengaku bangga atas kegiatan yang dilakukan oleh PC LKNU Banyuwangi ini. Mengingat hiruk pikuk politik yang sudah mulai memanas menjelang pemilihan kepala daerah secara serentak di tahun 2015 ini, PCNU Banyuwangi justru tidak larut dalam dinamika politik yang terjadi. 

“Di tengah situasi politik, PCNU justru menjawabnya dengan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan yang secara nyata dirasakan langsung manfaatnya oleh warga nahdliyin,” ujar Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang tersebut. (Fandi Ahmad/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Sunnah, Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 16 Desember 2017

Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda

Rembang, PKS Piyungan Taubat

Ratusan peziarah memadati kompleks pemakaman Desa Pohlandak Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2016) sore. Mereka berbondong-bondong untuk mengikuti rangkaian acara Haul Sayyid Chaidar bin Hasan.

Panitia Pelaksana Abdul Rohim mengatakan, Sayyid Chaidar adalah menantu dari Sayyid Hamzah Asy-Syatho Sedan. "Beliau adalah seorang penggiat atau pejuang. Dahulu aktivitasnya sering dinilai negatif pada zaman Belanda, sehingga Sayyid Chaidar ini sebagai buronan Belanda," terangnya.

Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda

Rangkaian acara haul tersebut dimulai pada pagi hari, yaitu khatmil quran oleh santri putra dan putri. Dilanjut dengan pembacaan manaqib oleh Gus Mimid putra dari KH Hakim Masduki, serta bacaan shalawat dan berzanji oleh para gus muda Lasem.

PKS Piyungan Taubat

"Perjuangan beliau dimulai dari Kabupaten Kendal, kemudian menuju ke Sedan Kabupaten Rembang. Dan di Sedan dijadikan menantu oleh Sayyid Hamzah Asy-Syatho," jelas Rohim.

Lebih lanjut Rohim menjelaskan bahwa Sayyid Chaidar dianggap sebagai promotor pergerakan ekstremis. Pergerakan mendewasakan masyarakat, dan sebuah penyadaran terhadap masyarakat.

PKS Piyungan Taubat

"Pergerakan tersebut tidak dikehendaki oleh Belanda, pergerakan yang sangat aktif yang dapat mempengaruhi masyarakat," tutup Rohim yang juga anggota Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem.

Acara haul ini diselenggarakan setiap tahunnya bertepatan pada bulan Rabiul awal. Haul ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh agama di sekitar Lasem, Pancur, Sedan, keluarga dari Semarang dan Kendal, serta dari Bogor

Turut hadir pula sebagai pengisi acara, KH Abdul Qoyyum, KH Imam Sofwan pengasuh Pondok Pesantren Nailun Najah Lasem dan KH Mohammad Masduki pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas Lasem. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional, Pemurnian Aqidah, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Rabu, 13 Desember 2017

Kerja Sama Antaragama, Yenny Wahid: Inilah Kekuatan Indonesia

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Kerja sama antara Yayasan Puan Amal Hayati dan Persekutuan Doa Usahawan Katolik Indonesia (Perduki) yang menggelar pasar murah (bazar) merupakan cerminan konkret dari kondisi keberagamaan di Indonesia yang penuh toleransi dan penuh rasa simpati terhadap satu sama lain.

Pernyataan tersebut disampaikan Yenny Wahid kepada PKS Piyungan Taubat di sela-sela bazar yang digelar di halaman kediaman KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Jalan Warung Sila No 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad (5/7) sore.

Kerja Sama Antaragama, Yenny Wahid: Inilah Kekuatan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerja Sama Antaragama, Yenny Wahid: Inilah Kekuatan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerja Sama Antaragama, Yenny Wahid: Inilah Kekuatan Indonesia

“Saya melihat ada keinginan untuk saling membantu antarsesama penganut agama. Inilah kekuatan Indonesia. Ini harus terus kita perjuangkan agar tidak pernah hilang dari bumi Nusantara,” ujar Wakil Sekretaris PP Muslimat NU ini.

Acara tersebut, lanjut Yenny, merupakan bentuk kerja sama antara Yayasan Puan Amal Hayati yang dipimpin Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid bekerja sama dengan PERDUKI. “Bukan Perdukunan Indonesia lho yaa,” candanya sembari tertawa riang.

Yenny menambahkan, setiap bulan Ramadhan masyarakat memiliki banyak kebutuhan yang sangat tinggi. Sementara harga barang seperti sembako (sembilan bahan pokok) cenderung naik. Lalu, ada keinginan untuk membantu masyarakat agar mereka bisa membeli barang-barang dengan harga murah.

Saat ditanya tentang diskon harga yang sangat murah, Yenny menjawab lebih dari separo harga. “Lebih, Mas. Saya nggak tau berapa persennya, cuma yang jelas murah sekali memang. Mestinya perpaket yang harganya 50 ribu, di sini dijual 20 ribu. Bahkan ada yang cuma 10 ribu,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut putri kedua Gus Dur ini, bazar memang dijadikan wahana berbagi kepada masyarakat. “Ini memang hanya untuk masyarakat sekitar sini. Jadi, ini upaya untuk berbagi aja,” tandas pemilik nama lengkap Zannuba Arifah Chafsoh ini.

Yenny Wahid sangat terharu lantaran ada pihak di kalangan nonmuslim yang sangat peduli dengan masyarakat Ciganjur yang masuk kategori kaum lemah. “Kami berterima kasih karena dari umat agama lain punya kepedulian kepada kaum mustadh’afin,” ujarnya.

Yenny berharap, bazar ini terus diadakan tidak hanya di satu tempat. Namun juga di tempat lainnya. “Terus bergulir. Bukan cuma di Ciganjur. Tapi juga di banyak tempat. Semoga bisa kita lakukan itu,” harapnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Kyai PKS Piyungan Taubat

Selasa, 12 Desember 2017

Noe Letto Hibur dan Motivasi Kaum Muda NU

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Sabrang Mowo Damar Panuluh atau dikenal Noe Letto menghibur dan memotivasi kaum muda Nahdlatul Ulama (NU) terdiri dari puluhan pelajar dan alumni Pesantren Kilat Bimbingan Pelajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bahrul Ulum, Tambak Beras, Selasa (4/8). 

"Apapun yang kamu lakukan, berbuatlah yang bermanfaat bagi Indonesia," kata dia.

Noe Letto Hibur dan Motivasi Kaum Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Noe Letto Hibur dan Motivasi Kaum Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Noe Letto Hibur dan Motivasi Kaum Muda NU

Karakter yang baik dan tepat, menurut Noe lagi, berasal dari pemikiran baik dan tepat pula,

PKS Piyungan Taubat

"Cara pandangmu akan menentukan caramu berlaku. Dalam hidup ada hal tiga penting, yakni apa yang kamu lakukan, apa yang kamu percayai, dan mengenai cara berpikirmu. Bangunanan pemahaman itu penting," kata dia lagi.

PKS Piyungan Taubat

Semua pengetahuan menurut putra Budayawan Emha Ainun Nadjib itu menegaskan, mengandung pertanggungjawaban.

"Kalau kamu masuk kandang kambing kamu tidak menjadi kambing. Jika kamu masuk kandang sapi kamu tidak menjadi sapi, tapi kamu mengetahui bagaimana kandang sapi dan bagaimana kandang kambing. Pengetahuan mempunyai konsekuensi, pertanggung jawab tersendiri. Kalau orang sudah tahu, maka pengetahuan tidak bisa dicancel," ujar dia lagi.

Noe menyanyikan dua lagu pada kegiatan hasil kerjasama Yayasan Mata Air,  Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Ansoruna tersebut.

Kegiatan dihadiri sekitar 500 kaum muda NU tersebut bertema "Reformulasi Program Pendampingan OSIS Untuk SMA Sederajat".

"Kalau kamu bilang susah, ya susah. Kalau sudut pandangnya gampang ya menyepelekan. Sudut pandangnya seharusnya just do it, lakukan itu," katanya.

Selesai acara, Noe dikerubungi Kaum Muda NU untuk meminta foto dan selfie bersama dia.

Mata Air Foundation menurut Muhammad Abdul Idris selaku Manajer Eksekutif Program BPUN merasa terpanggil membantu IPNU, PMII dan GP Ansor yang merupakan keluarga besar Nahdlatul Ulama.

"Mata Air berusaha mendorong santri dan pelajar bisa memasuki Perguruan Tinggi Negri (PTN)," kata Idris. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 25 November 2017

Harlah, GP Ansor Gerokgak Ziarahi Makam Para Tokoh Lokal

Buleleng, PKS Piyungan Taubat - Memperingati Harlah Ke-83 GP Ansor, Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Gerokgak Buleleng menziarahi dua belas tokoh Muslim yang berada di lingkungan Kecamatan Gerokgak, Senin, (24/4). Makam yang diziarahi adalah mereka yang saat hidupnya berkontribusi untuk masyarakat.

Wakil Ketua GP Ansor Gerokgak Baiturrahman mengatakan, sebenarnya banyak tokoh terdahulu yang telah berbuat kepada masyarakat.

Harlah, GP Ansor Gerokgak Ziarahi Makam Para Tokoh Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, GP Ansor Gerokgak Ziarahi Makam Para Tokoh Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, GP Ansor Gerokgak Ziarahi Makam Para Tokoh Lokal

"Namun pemilihan dua belas tokoh ini untuk diziarahi bukan maksud menyampingkan para pendahulu yang lain. Kita kunjungi mereka sebagai perwakilan," kata Baiturrahman.

PKS Piyungan Taubat

Ia menjelaskan, tokoh-tokoh tersebut sudah mewakili dari berbagai unsur, ada yang pejuang kemerdekaan, tokoh agama, dan penggerak GP Ansor.

PKS Piyungan Taubat

"Tentunya dengan berziarah ini kami berharap ada dorongan motivasi untuk terus konsisten berjuang dalam kemaslahatan umat," tegasnya.

Yang tak kalah penting, lanjut Baiturrahman, adalah bagaimana kader GP Ansor Gerokgak tidak gampang melupakan tokoh lokal yang telah berbuat banyak untuk daerah kita.

"Harus kita munculkan tokoh-tokoh lokal yang sudah tiada, nama-namanya harus diingat, sebagai kader NU. Jangan lupa menghadiahkan kepada mereka surat Al-Fatihah agar mereka tenang di alam sana," tutupnya. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 31 Agustus 2017

GP Ansor Krejengan Segera Kembangkan Potensi Wisata Daerah

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo akan memaksimalkan peran pemuda dengan sebaik mungkin sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya dengan ikut terlibat aktif secara langsung dalam program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

GP Ansor Krejengan Segera Kembangkan Potensi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Krejengan Segera Kembangkan Potensi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Krejengan Segera Kembangkan Potensi Wisata Daerah

“Dalam waktu dekat, kami ingin mengembangkan potensi wisata yang ada di setiap daerah di Kabupaten Probolinggo seperti keberdaan air terjun di Desa Krobungan Kecamatan Krucil,” kata Ketua PAC GP Ansor Krejengan Ahmad Ansori, Senin (4/4).

Menurut Ansori, hingga hingga saat ini beberapa potensi wisata daerah masih belum tersentuh. “Padahal kalau dikembangkan dengan baik, tentunya akan berdampak kepada perekonomian masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ansori menambahkan bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah tetapi Sumber Daya Manusia (SDM) tidak mampu mengembangkannya.

PKS Piyungan Taubat

“Makanya dibutuhkan pemuda yang kreatif untuk bisa mengembangkan potensi wisata daerah yang ada di Kabupaten Probolinggo. Pemuda yang kita miliki harus bisa diberdayakan dengan baik. Sebenarnya mereka bisa, hanya saja masih belum diberi kesempatan,” terangnya.

Lebih lanjut Ansori mengakui jika potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Probolinggo tidak kalah bagusnya dengan daerah lain. “Disini ada air terjun yang sangat bagus dan tidak kalah bagusnya dalam satu jalan ada juga air terjun gelombang. Tentunya ini peluang bagi pemuda untuk membuktikan diri jika mampu mengembangkan potensi wisata daerah dengan baik,” jelasnya.

Hal yang dapat dilakukan oleh pemuda jelas Ansori adalah dengan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat serta mempromosikannya lewat berbagai kesempatan. Hal lain adalah dengan terlibat dalam pembenahan sarana dan prasarana penunjang dan akses pendukung potensi wisata daerah.

“Mudah-mudahan ke depan pemuda mampu memberikan sumbangsih yang nyata dalam membantu program pembangunan dengan melakukan pengembangan potensi wisata daerah. Sebab jika wisata ini berkembang, tentunya nanti akan tumbuh UKM dari masyarakat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Pahlawan, Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 30 Juli 2017

Mengupayakan Ongkos Berhaji?

Sebagai salah satu dari lima rukun Islam ibadah haji memiliki catatan tersendiri untuk kewajiban pengamalannya. Syahadat adalah pintu utama untuk mengamalkan kewajiban dan berbagai macam amalan lain dalam Islam. Siapapun belum dianggap berislam bila belum melewati pintu utama ini, tak bisa ditawar. Demikian pula dengan shalat. Dalam kondisi apapun seorang Muslim wajib melakukan shalat dengan cara apapun yang ia bisa. Bila ada satu dua shalat yang terlewatkan ia berkewajiban untuk mengqadla atau menggantinya. Demikian pula dengan puasa dan zakat. Keempatnya adalah rukun Islam yang mau tidak mau setiap Muslim harus mengamalkannya. Kalaupun ada kelonggaran untuk tidak mengamalkannya maka ada kompensasi tertentu yang mesti ia jalani.

Namun tidak demikian dengan haji. Rukun Islam yang satu ini memiliki catatan khusus dalam pengamalannya, yakni syarat adanya kemampuan.

Mengupayakan Ongkos Berhaji? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengupayakan Ongkos Berhaji? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengupayakan Ongkos Berhaji?

Dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 97 Allah berfirman:

PKS Piyungan Taubat

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dan wajib atas manusia karena Allah berhaji ke Baitullah yakni bagi orang yang mampu menjalaninya.”

PKS Piyungan Taubat

Tentang ayat ini para mufasir menjelaskan bahwa syarat melakukan ibadah haji adalah memiliki kemampuan dalam hal bekal, kendaraan, dan juga nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan sampai dengan kembali lagi kepada mereka. Lebih lanjut, masih dalam hal kemampuan, Imam Baghawi juga mensyaratkan adanya keamanan dalam perjalanan, terbebas dari tanggungan hutang serta beberapa syarat lainnya (lihat Husain bin Mas’ud Al-Baghawi, Ma’alimut Tanzil (Kairo: Darul Alamiyah, 2015), jilid 1, hal. 463)

Secara ringkas kita sering menyebut ibadah haji sebagai ibadah yang wajib dilakukan bagi seorang Muslim yang mampu saja, yang tidak mampu tidak wajib berhaji. Hanya saja pada prakteknya batas kemampuan ini menjadi rancu ketika diterapkan di masyarakat.

Ada orang yang ditanya kapan ia akan beribadah haji lalu menjawab dengan kalimat “saya belum mampu”, “saya tidak punya uang sebanyak itu untuk mendaftar” dan jawaban semisalnya yang menunjukkan ketidakmampuannya. Padahal bila melihat harta yang dimiliki bisa jadi sesungguhnya ia telah memiliki kemampuan dan terkena beban kewajiban untuk berhaji. Ada semacam pemahaman di masyarakat bahwa seseorang dianggap mampu berhaji apabila pada satu waktu ia memiliki sejumlah uang yang cukup untuk mendaftar dan melunasi biaya ibadah haji serta untuk bekal selama di tanah suci. Meski ia mampu membeli sepeda motor dan bahkan mobil sekalipun, bila pada satu waktu ia tak memiliki uang yang cukup untuk berbagai macam biaya haji maka ia anggap dirinya belum mampu dan bebas dari kewajiban berhaji. Pemahaman seperti ini kiranya kurang pas.

Bila melihat kedudukan ibadah haji sebagai salah satu rukun Islam—dimana rukun bisa berarti sebagai tiang penyangga yang membuat kokoh bangunan Islam—semestinya setiap orang Muslim berkemauan untuk berusaha secara maksimal untuk mendapatkan kemampuan berhaji sehingga kelima rukun Islam dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Semestinya setiap Muslim memiliki niat dan usaha yang kuat untuk bisa melaksanakan ibadah haji dan tidak bersembunyi di balik alasan “Allah belum memanggil saya”. Karena kedudukannya sebagai rukun Islam semestinya setiap Muslim tidak menomorsekian kan ibadah haji lalu lebih memilih menggunakan hartanya untuk keperluan konsumtif yang lain.

Beranjak dari pemahaman di atas bisa diambil satu contoh bahwa seorang yang mampu membeli sepeda motor—umpamanya—secara kredit sesungguhnya ia juga dapat mengupayakan untuk mampu beribadah haji. Taruhlah seseorang membeli sepeda motor dengan uang muka lima juta rupiah. Ia terkena kewajiban melunasinya dengan mengangsur selama lima tahun atau enam puluh kali dengan besar angsuran lima ratus ribu rupiah per bulan. Maka ketika lunas ia telah mampu membayar sepeda motor itu seharga tiga puluh lima juta rupiah. Itu juga berarti ia mampu untuk menyisihkan uang sebanyak itu dalam waktu lima tahun. Bersamaan dengan itu ia juga bisa menjalani hidup secara layak, membiayai sekolah anak-anaknya, membayar beberapa tagihan rekening, dan memenuhi kebutuhan lainnya. Artinya pula, orang yang mampu membeli sepeda motor dengan pola seperti itu sesungguhnya ia juga mampu untuk mengusahakan kemampuan berhaji dari sisi biaya dengan cara menyisihkan penghasilan lima ratus ribu per bulan.

Namun yang terjadi di masyarakat tidaklah demikian. Banyak di antara mereka yang begitu mudah menyisihkan penghasilan demi membeli berbagai macam kebutuhan yang tak lagi primer, namun merasa berat untuk melakukan hal yang sama demi bisa melaksanakan rukun Islam kelima dengan alasan mulai dari “masih banyak kebutuhan ini dan itu” sampai alasan “belum dipanggil Allah”.

Bila dicermati lebih lanjut sesungguhnya upaya untuk mampu berhaji banyak dipengaruhi oleh seberapa besar niat dan kemauan untuk melaksanakannya. Setiap tahun di musim haji melalui media massa kita sering mendengar cerita seseorang yang dapat berhaji dari usahanya sebagai seorang pemulung, penjualan jajanan kecil di pinggir jalan, buruh cuci pakaian dan lain sebagainya. Karena kemauan yang kuat mereka sisihkan sebagian kecil pendapatannya yang memang tak besar. Dan setelah sekian tahun lamanya pada akhirnya mereka berkemampuan untuk berhaji dari uang tabungannya sebagai buah dari upaya memampukan diri.

Sebagai penutup, sekali lagi dari melihat bahwa haji adalah rukun Islam yang semestinya juga dipenuhi sebagaimana rukun Islam lainnya, kiranya tidak berlebihan bila pemahaman bahwa “haji adalah ibadah yang wajib bagi orang yang mampu” sedikit digeser menjadi bahwa “haji adalah ibadah yang wajib bagi semua umat Islam kecuali bagi yang tidak mampu”. Wallahu a’lam. (Yazid Muttaqin)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, Pemurnian Aqidah, Warta PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock