Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda

Amsterdam, PKS Piyungan Taubat. Selain diikuti para pemakalah, mahasiswa dari banyak negara, konferensi internasional tentang Islam Nusantara yang digelar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda juga diikuti lima duta besar RI dari Belanda, Lebanon, Arab Saudi, Aljazair, dan Azerbaijan. Simak komentar mereka tentang acara yang digelar di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, seperti yang dilaporkan Hamzah Sahal dari PKS Piyungan Taubat, Senin (27/3).

H.E. I Gusti Agung Wesaka Puja, Dubes RI untuk Belanda:

Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda

Pertama, seminar Islam di Belanda ini prakarsa yang sangat baik di saat situasi politik di Belanda yang dewasa ini menunjukkan nuansa yang sangat lain dari wajah Islam yang disampaikan oleh sebagian politisi Belanda yang ekstrem kanan. Kita berkepentingan untuk meluruskan perskpektif mereka tentang Islam.

Kedua, ini sebuah acara penting untuk mengumpulkan tokoh-tokoh Muslim, peneliti dunia Islam dan tokoh NU dari berbagai negara.?

PKS Piyungan Taubat

Ketiga, dalam konteks sosial budaya, acara ini memberikan semacam wahana di mana kita bisa menunjukkan pemikiran, budaya, praktik hidup bangsa Indonesia di depan publik di Belanda.

Agus Maftuh, Dubes RI untuk Arab Saudi:

Saya senang lihat NU di luar negeri. Saya senang lihat batik NU, dengar mereka bicara di muka umum, hingga bertukar humor. Saya senang sekali. Ini jalan untuk membuka syiar Islam damai yang belakangan tertutup oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Chozin Chumaidi, Dubes ? RI untuk Libanon:?

Rasa syukur dan bangga pada yang digelar Belanda. Acara ini menguatkan jaringan Islam Sunni yang moderat. Islam ala Aswaja yang moderat. Acara ini tidak boleh berhenti, semuanya harus mendukung. PBNU, masyarakat, dan pemerintah Indonesia. Ini baru permulaan, belum mekar. Tugas kita memekarkan tumbuhan yang sudah ditanam anak-anak muda di PCINU Belanda.

PKS Piyungan Taubat

Safira Rosa Masrucha, Dubes RI untuk Aljazair:

Saya melihat orang segitu banyak enjoy semua. Dari banyak kalangan, dari banyak negeri. Mereka datang menikmati tradisi Islam dan Islam tradisi yang berkembang di Indonesia. Acara begini adalah kebutuhan mendesak, perlu dikembang ke depan.

Husnan Bey Fananie, Dubes RI untuk Azerbaijan:

Ini bukan sekadar acara. Ini momentum untuk yang memperkenalkan Islam di Indonesia. Dunia belum tahu Islam di Indonesia seperti apa. Banyak yang membayangkan kayak di Timur Tengah. Kita multibudaya yang tidak ada di negeri Muslim lain dan damai dengan segala dinamikanya.?

Seminar ini kerja taktis dan diplomatis yang sangat jitu dalam menghadapi persepsi jelek tentang Islam. Islam sebagai inspirasi damai di Indonesia harus disuarakan dengan lantang dan konsisten. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Internasional, Doa PKS Piyungan Taubat

Senin, 05 Februari 2018

Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat

Kudus,PKS Piyungan Taubat

Dalam rangka uri-uri (menjaga) seni tradisi, Forum Komunikasi Terbang Papat (FKTP) Kecamatan Gebog Kudus mengadakan festival di Masjid At-Taqwa Desa Gondosari Sabtu (4/4) malam. Kegiatan bertema “Menebar shalawat, menuai syafaat itu”, diikuti 22 kelompok terbang papat dari sejumlah desa di kecamatan tersebut.

Masing-masing kelompok yang terdiri dari lima orang ini membawakan sebuah lagu shalawat dari syair kitab Albarzanji dengan iringan tetabuhan empat terbang dan satu jidur selama 10 menit. Bahkan para penabuh yang sebagian besar berusia tua, masih semangat menabuh terbang secara rancak dan kompak.

Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat (Sumber Gambar : Nu Online)
Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat (Sumber Gambar : Nu Online)

Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat

 

Ketua FKTP Kecamatan Gebog Ulil Abror menjelaskan festival ini merupakan salah satu bentuk menjaga seni terbang papat supaya tetap eksis dan syiar di tengah-tengah masyarakat. "FKTP mendorong seni terbang papat ini bangkit dan berkembang dengan melahirkan generasi baru,"katanya.

 

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, hampir setiap desa banyak yang memiliki jam’iyah (kelompok) terbang papat, namun kurang terkoordinasikan sehingga belakangan keberadaannya hampir punah.

PKS Piyungan Taubat

"Karenanya, kita agendakan rutin kegiatan semacam ini di tingkat kecamatan yang waktunya insidental atau setiap tahun sekali untuk nguri-nguri seni ini," katanya.

 

Ketua FKTP Kudus Cholid Seif saat membuka acara mengatakan terbang papat ini menjadi seni tradisi khas seni Islami Kudus. Bahkan disamping tercatat dalam rekor MURI pada tahun 2012 lalu, seni ini ternyata termasuk maha karya tingkat internasional.

 

"Makanya festival ini telah dikembangkan menjadi program FKTP seluruh kecamatan di Kudus sebagai ikhtiar untuk melestarikan terbang papat yang semakin langka ini," tandasnya singkat. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Habib, Doa PKS Piyungan Taubat

Jumat, 19 Januari 2018

#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter

Jakarta, PKS Piyungan Taubat 



Meski wafat tujuh tahun lalu, KH Abdurrahman Wahid masih terus hadir, kendati hanya cerita atau kutipan pembicaraannya, tulisannya, dan pemikirannya. Seperti hari ini, Jumat (4/8), Gus Dur diungkapkan warga dunia maya hingga merajai trending topic di media sosial Twitter dengan tagar #HarlahGusDur.  

Saat berita ini ditulis, tagar tersebut menempati urutan pertama di Twitter Indonesia. Warga dunia maya ada yang ngetwitt ungkapan pribadi tentang Gus Dur, ungkapan Gus Dur sendiri, menautkan foto bersama Gus Dur, video, atau quote Gus Dur.   

#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter

Dedi Mulyadi misalnya, melalui akun ?@DediMulyadi71, ngetwit dengan mencantumkan foto bersama Gus Dur. Bupati Purwakarta itu mengatakan, “Beliau tidak pergi, senantiasa ada di hati, menyejukan lewat petuahnya, menebar bahagia dengan humornya #HarlahGusDur.”

Akun Pengagum Gusdur? @KangMishbah1, melakukn kultwitt. Pada twitt ketujuh ia mengatakan, “Pkaian bliau yaitu kjujuran. Prinsip ksukaannya adalh kterbukaan. Smua klompok bliau rangkul, trmasuk yg dlu prnah mmukul #HarlahGusDur”.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ulil Abshar Hadrawi, Gus Dur masih dibicarakan orang karena ia fenomenal. Pemikiran dan tindakan Gus Dur selalu menjadi teladan. Pemikirannya berusia panjang karena bersumber dari hati yang jernih. Tema-temanya sepanjang masa, seperti tema kemanusiaan. 

“Dia tidak hanya mikirin NU, tapi yang lebih besar, yaitu bangsa dan dunia,” katanya di gedung PBNU, Jakarta.  

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri juga turut serta pada ngetwitt bareng harlah Gus DUr ke-77 tersebut. Kiai yang akrab disapa Gus Mus itu ngetwitt: “Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin besar rasa toleransinya. "K. H. Abdurrahman Wahid" #HarlahGusDur”. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Ulama, Internasional PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour”

Subang, PKS Piyungan Taubat. Puluhan pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Huda Pungangan, Subang, Jawa Barat, mengikuti study tour yang diselenggarakan madrasah setempat ke beberapa lokasi di Jakarta, Sabtu (28/2).

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour” (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Sejarah Lewat “Study Tour” (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour”

"Kami harap anak-anak dapat menikmati study tour ini sehingga mulai pekan besok mereka bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan fresh," ungkap Dedi Setiawan, salah satu guru yang ditunjuk sebagai koordinator kegiatan.

Dedi yang juga Wakil Sekretaris LTN PCNU Subang itu menambahkan, lokasi tujuan study tour ini adalah Museum Fatahillah, Monumen Nasional (Monas), dan Masjid Istiqlal.

PKS Piyungan Taubat

"Mereka kita minta untuk menulis seputar sejarah dan kondisinya pada masa kini, tujuannya sekaligus agar anak-anak gemar dan punya keterampilan menulis," imbuhnya

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, Muhammad Heryadi, Kepala MTs Al-Huda Pungangan menyampaikan keinginannya untuk mengubah paradigma anak-anak, karena selama ini ada anggapan bahwa tempat belajar terbatas hanya di kelas saja.

"Kita ingin menyampaikan kepada anak-anak bahwa belajar itu bukan hanya di kelas saja, semua tempat adalah sekolah, tempat belajar yang bisa kita petik ilmunya jadi tidak dibatasi ruang dan waktu," pungkas Ketua IPNU Subang periode 2000-2004 itu. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes, AlaSantri, Ulama PKS Piyungan Taubat

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Kegiatan turba (turun ke bawah) yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Ahad (3/12) terasa dari biasanya. Pasalnya dalam turba ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Lumbang yang digelar di aula MI NU Al-Hidayah Desa Lumbang Kecamatan Lumbang ini juga dilakukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo. Terdiri atas 10 orang dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, 11 orang Ketua PAC Muslimat NU, 11 orang Ketua Ranting Muslimat NU di Kecamatan Lumbang beserta 100 orang Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurhayati mengatakan, turba ini merupakan agenda kegiatan rutin pertemuan Muslimat NU Kabupaten Probolinggo sekaligus silaturahmi Muslimat NU terhadap anggota dari tingkat PAC sampai Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

PKS Piyungan Taubat

“Kebetulan kali ini kami juga melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kebersamaan dan menghormati serta merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Menurut Nurhayati, agenda utama dalam turba ini adalah silaturahmi. Serta pembinaan terhadap anggota agar lebih semangat dan terus berjuang untuk kepentingan umat sebagai media syiar Islam melalui kegiatan Muslimatan NU .

PKS Piyungan Taubat

“Fokus dari turba ini adalah kebersamaan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, pemantapan pembinaan anggota serta memberikan sports dan motivasi dukungan agar anggota majelis taklim lebih semangat tulus dan ikhlas menggerakkan roda organisasi Muslimat NU sebagai amal makruf nahi mungkar. Agar bisa diterima amal keberadaan Muslimat NU di semua bidang pembangunan yang ada di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Nurhayati menyampaikan dalam organisasi tidak ada kata berhenti, cuti, mengundurkan diri. Dalam berorganisasi berjuang membangun organisasi tidak harus kader Muslimat NU harus pintar, karena banyak pengurus pintar tapi tidak mau. Oleh karena itu membangun organisasi Muslimat NU itu mereka kader yang mau membangun dan peduli.

“Kunci persaudaraan dari Muslimat NU yang utama ta’aruf dan silaturahmi. Yang kedua ta’awun tolong menolong dan kepedulian. Yang ketiga tasamuh, persamaan derajat dan umat Islam NU  itu sama,” tegasnya.

Lebih lanjut Nurhayati menambahkan bahwa pengurus Muslimat NU harus mengaktifkan amal  infaq dan sedekah digerakkan untuk beramal lebih banyak, sadar dan peduli untuk meningkatkan amal maruf nahi mungkar. “Terpenting lagi, mengajak aktif rutin amal sedekah lewat majelis taklim Muslimat NU,” pungkasnya.

Ketua Muslimat NU Kecamatan Lumbang Sanipah Suparman menyampaikan bahwa turba ini bisa menjadi wadah dalam memberikan semangat anggota agar kegiatan yang ada di tiap ranting lebih dioptimalkan, lebih peduli dan merasa menjadikan nilai persaudaraan berjuang untuk kepentingan umat Islam.

“Lebih meningkatkan amal ibadah, amal jariyah, peduli lingkungan sekitar bagi mereka yang tidak mampu dan kemiskinan perbaikan akhlak. Yang utama sebagai modal majunya pembangunan,” katanya.

Ketua MWCNU Lumbang Ustadz Saiful Arif  menyampaikan hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta teladan yang harus dilakukan oleh umat Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan ini Hj Latifah dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan taushiyah Maulid Nabi Muhammad SAW dengan topik keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah mempunyai 3 pegangan meliputi salam, senyum dan sapa. Teladan beliau menghadiri undangan tidak boleh memilih kaya dan miskin. Pemantapan ibadah, amal kebaikan, keikhlasan, harus tulus disampaikan permohonan terhadap Allah SWT. Ta’aruff kita kebaikan yang harus kita contoh, yang tidak baik kita abaikan agar menjadikan bekal iman kita lebih baik sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Amalan, Ulama PKS Piyungan Taubat

Kamis, 11 Januari 2018

Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Wisuda IV Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan digelar Selasa, (29/9/2015) di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII Jakarta Timur. Tahun 2015 ini, STAINU Jakarta berhasil mencetak lulusan mahasiswa Pascasarjana Program Magister Kajian Islam Nusantara untuk pertama kalinya. Lulusan angkatan pertama untuk konsentrasi ini sebanyak 45 mahasiswa.

“Sebanyak mahsiswa tersebut telah melalui rangkaian penelitian serius tentang khazanah Islam di Nusantara di berbagai daerah,” ujar Asisten Direktur Pascasarjana STAINU Jakarta, Dr Muhammad Ulinnuha Husnan, MA, Jum’at (25/9) di Jakarta.

Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama

Ulinnuha juga menerangkan, seluruh hasil riset mahasiswa ini dibukukan dengan mendapat ISBN dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI). “Sehingga bisa dipublikasikan dan diakses secara luas,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, dari tingkat D3 dan S1, STAINU Jakarta juga berhasil mencetak lulusan sebanyak 333 mahasiswa dari tiga program studi (prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Perbankan Syariah, dan Ahwalul Syaksiyah.

“Rinciannya, prodi Perbankan Syariah 57 orang, Ahwalul Syaksiyah 19 orang, sedangkan PAI sebanyak 265 orang. Jadi Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister tahun 2015 ini total meluluskan 386 mahasiswa,” ujar salah satu dosen STAINU Jakarta, Fariz Alniezar, M.Hum.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara wisuda nanti, lanjut Fariz, akan dihadiri oleh Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj serta orasi ilmiah dari Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI, Prof Dr Kamaruddin Amin, dan tokoh-tokoh penting lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Ulama PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Al Azhar Mesir Undang Ketum PBNU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Said Aqil Siroj bertemu Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Moawad di Kedutaan Mesir, Jakarta, Ahad (26/2).

Pertemuan tokoh dua negara tersebut membahas beberapa hal termasuk agenda Kiai Said yang diundang untuk berceramah di Universitas Al-Azhar Kairo.

Al Azhar Mesir Undang Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Al Azhar Mesir Undang Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Al Azhar Mesir Undang Ketum PBNU

“Kehormatan bagi kami Muslim Indonesia dapat kesempatan berbicara di depan para cendikia Mesir, utamanya di hadapan para alim Al-Azhar,” kata Kiai Said kepada Ahmed.

Menurut Kiai Said, kesempatan berkunjung ke Mesir akan dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan, sehingga transmisi keilmuan Islam antara Indonesia dan Mesir semakin kuat dan terjaga.

PKS Piyungan Taubat

“Ahlussunnah wal Jamaah itu mereferensi kepada ulama Sunni di Mekkah, Madinah dan Al-Azhar, di era ini Al-Azhar dan Nahdlatul Ulama memegang peran strategis,” kata kiai said.

PKS Piyungan Taubat

Di samping itu Kiai Said juga akan menyampaikan komitmen NU bersama-sama masyarakat dunia untuk mengupayakan perdamaian dunia Islam. Masyarakat Mesir yang punya basis peradaban punya kesamaan dengan Muslim Indonesia.

“Perdamaian dunia Islam perlu kita dorong bersama-sama sehingga beberapa negara mayoritas muslim yang saat ini masih berkonflik dapat secepatnya menyadari dan melakukan recovery,” ujar Kiai Said.

Atas harapan Kiai Said, Ahmed menyambut baik dan berharap misi NU ke Mesir berjalan baik dan berhasil.

“Kita sekarang silaturahim agar hubungan dan harapan kita berjalan dengan baik,” kata Ahmed. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Hikmah, News PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Bersama Pengasuh, Santri Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air Warga

Bandung, PKS Piyungan Taubat. Sebagai bentuk mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam yang peka terhadap keseimbangan lingkungan, puluhan santri Pesantren Al-Wafa, Ciluenyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, bersama-sama membersihkan saluran air warga di sekitar pesantren setempat. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara santri dan warga sekitar.

Menurut salah satu santri Muhammad Nur Soleh, kerja bakti yang berlangsung Ahad (28/9) tersebut sekitar merupakan cara yang baik dan penting. “Untuk memupuk rasa kepedulian terhadap lingkungan masyarakat, sebagai salah satu upaya kedekatan dengan masyarakat,” terangnya.

Bersama Pengasuh, Santri Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Pengasuh, Santri Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Pengasuh, Santri Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air Warga

Selain itu, ia berpandangan bahwa kerja bakti ini sebagai upaya untuk menerapkan nilai-nilai kebersihan pada diri santri dan menyiapkan diri santri ketika nanti terjuang langsung ke masyarakat. “Bagi masyarakat ketika saluran air bersih dari tumpukan, maka dapat mengurangi resiko datangnya penyakit,” tambah Soleh.

PKS Piyungan Taubat

Senada dengan Soleh, Eko Agus Purwanto menilai hubungan antara pesantren dengan warga sekitar memang haruslah erat, apalagi santri Al-Wafa tidak semua berasal dari Jawa Barat. Ia mengungkapkan, selama tinggal di Pesantren Al-Wafa’ kedekatan warga sangat kelihatan, misalnya terkadang warga mengundang santri untuk menghadiri acara-acara yang diselenggarakan warga. “Itu tentu bentuk apresiasi dan kepedulian warga kepada santri,” ungka Eko Santri asal Poso, Sulawesi Tengah.

PKS Piyungan Taubat

Eko berharap dengan bersihkannya saluran air tersebut, airnya dapat digunakan memudahkan irigasi sawah, terciptanya lingkungan yang bersih, baik untuk pesantren maupun warga sekitar.

“Ke depannya, saya berharap terjadinya silturahmi yang baik, saling menguntungkan, terciptanya keamanan baik dilingkungan pesantren maupun warga sekitar,” pungkas santri pesantren asuhan KH Rachmat Syafe’i, pengurus Syuriah PWNU Jawa Barat.

Dari pantauan PKS Piyungan Taubat,  saat kerja bakti berlangsung, KH. Rachmat Syafe’i turun langsung bersama santri-santrinya untuk membersihkan saluran air warga Cibiruhilir, Kecamatan Cileunyi, kabupaten Bandung. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 27 Desember 2017

Masih Mempersoalkan Sayyidina?

Oleh M Nasirul Haq

--Pada acara pembukaan Muktamar ‘tetangga kita’ yang berlangsung di Makassar, 3-7 Agustus 2015 lalu, terjadi kegaduhan yang membuat kita isykal (penuh tanda tanya). Pasalnya mereka meneriaki seorang Pembawa Acara (MC) yang mengucapkan lafadz "Sayyidina Muhammad".

Masih Mempersoalkan Sayyidina? (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Mempersoalkan Sayyidina? (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Mempersoalkan Sayyidina?

Seperti diberitakan, peserta Muktamar berteriak. Situasi sempat gaduh lantaran mereka saling bicara satu sama lain. Padahal di panggung utama sudah hadir Presiden RI, H Joko Widodo. 

Bahkan beberapa tokoh mereka saat diwawancarai tentang ucapan Sayyidina tersebut jawabannya kurang memuaskan. Nampaknya mereka tidak terbiasa dengan ucapan yang  mempunyai arti penghormatan atas Kanjeng Nabi Muhammad tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Saya ingin menjelaskan kebolehan mengucapkan lafadz "Sayyidina" kepada Nabi Muhammad SAW. Kita harus tahu apa arti kalimat Sayyid, dijelaskan dalam kitab "Ghoytsus Sahabah" karya Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah halaman 39, dijelaskan bahwa:

PKS Piyungan Taubat

"Kata Sayyid jika dimaknai secara mutlak, maka yang dimaksud adalah Allah. Akan tetapi jika dikehendaki makna lain maka bisa bermakna:

1. Orang yang diikuti di kaumnya.

2. Orang yang banyak pengikutnya.

3. Orang yang mulia di antara relasinya."

Sementara pada halaman 37 disebutkan: "Orang yang memimpin selainnya dengan berbagai kegiatan dan menunjukkan tinggi pangkatnya".

Sedangkan di dalam Kitab "Ghoyatul Muna" halaman 32, Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah menyebutkan: "Sayyid ialah orang yang memimpin kaumnya atau yang banyak pengikutnya."

Dan masih banyak lagi makna lainnya. Dari sini kita mulai bisa mengerti makna beberapa Hadits yang ada lafadz Sayyid, misalnya:

-? ? ? ? ?

"Hasan dan Husein adalah pemimpin pemuda Ahli Surga"

-? ? ? ? ? ? ? ?

"Aku adalah pemimpin anak adam pada hari kiamat"

-? ? ?

"Aku adalah pemimpin alam"

-? ? ; ? ? ?

Pada hadits ini Khottobi berkomentar tidak apa-apa mengatakan Sayyid untuk memuliakan seseorang, akan tetapi makruh jika dikatakan pada orang tercela.

Sementara dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dalam catatan kaki halaman 4 nomor 2, dikatakan bahwa: "Memutlakkan kata Sayyid pada selain Allah itu boleh".

Dalam kitab Roddul Mukhtar diterangkan: "Disunnahkan mengucapkan Sayyid karena Ziyadah Ikhbar Waqi itu menunjukkan tatakrama dan itu lebih baik dari meninggalkannya".

Lalu selanjutnya jika mereka para Muktamirin bertendensi dengan dua hadits yaitu:

1. ? ? ? ?

2. ? ? ?

Maka saya akan menjawab dari kitab "Ghoyatul Muna" karya Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah dijelaskan pada halaman 32:

"Adapun hadits yang mengatakan "Jangan kau men-sayyid-kan aku dalam Shalat", Hadits ini adalah Hadits yang tidak sah matan dan sanadnya, adapun matannya gugur menurut Ahli Hadits, sementara matannya lafadz ? itu tidak benar secara Nahwu karena yang benar lafadznya ? ? sedangkan Rasulullah SAW adalah paling fasihnya orang orang Arab."

Sementara dalam Kitab "Maqosid Hasanah" halaman 463 dikatakan:

"Hadits ini merupakan Hadits Maudlu (palsu), itu tanggapan Al-Hafidzb As-Sakhowi bahwa hadits ini tidak ada asal usulnya dan salah dalam lafadznya."

Sementara Hadits yang kedua akan saya jawab dari kitab "Zadul Labib" karya Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah juz 1 halaman 9:

"Adapun Hadits yang diriwayatkan dari Abu Dawud dan Ahmad dari Hadits Nabi SAW ? ? ? yang dimaksud Siyadah disini adalah Siyadah secara mutlak, maka pahamilah dan diteliti betul".

Jika anda masih mempertanyakan mengapa dalam Shalawat Ibrahimiyah pada Tahiyyat ditambah Sayyidina dan pada Tasyahhud tidak ada Sayyidina? Saya jawab: Mengatakan Sayyidina ini bertujuan memuliakan beliau. Dan perlu diingat memuliakan dan tatakrama itu lebih baik dari pada mengikuti perintah seperti Sayyidina Ali yang enggan menghapus kalimat "Rasulullah" dan berkata: 

"Aku tak akan menghapusmu selamanya". Pada saat itu Rasulullah tidak menyalahkan Sayyidina Ali. Begitu juga Hadits Dlohhak dari Ibnu Abbas, bahwa dulu orang menyebut "Ya Muhammad", "Ya Abal Qosim", lalu Allah melarang demi memuliakan beliau.

Sementara jika yang anda permasalahkan dari ayat ? ? ; ? ? 

? maka jawaban saya dari Kitab "Ibanatul Ahkam" juz 1 halaman 346:

"Bahwa kalimat Sayyid itu memiliki dua makna: Yang pertama tiada satupun yang mengungguli, dialah yang dituju manusia dalam segala hajat dan keinginan mereka. Sementara makna kedua yaitu yg tidak memiliki pencernaan yang mana ia tidak makan dan tidak minum".

Sementara dalam Syahadat, Ulama dalam memberikan penghormatan beragam dan jika tidak ada kata Sayyid-nya pastilah ada kata pujian lain pada kata sebelum dan sesudahnya. Itu terbukti setelah kata Muhammad dalam Syahadat ada kata pemuliaannya yaitu gelar "Utusan Allah", disanding dengan lafadz Allah yang sekaligus pencipta alam semesta. Bukankah Allah tidak akan menyandingkan namanya kecuali dengan kekasihnya? Dalam Kaidah Fiqih sangat mashur sekali:

"? ? ? ? ?".

"Menjaga tatakrama lebih utama dari ittiba (melaksanakan perintah)". Wallahu’alam bisshowab...

M Nasirul Haq, Mahasiswa Fakultas Syariah, Imam Shafie College Hadhramaut Yaman.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Olahraga, Ulama PKS Piyungan Taubat

Rabu, 20 Desember 2017

Selama Tak Melanggar Syariat, NU Rangkul Tradisi Nusantara

Sijunjung, PKS Piyungan Taubat

Nahdlatul Ulama tidak pernah menolak tradisi Nusantara, selama hal itu tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Hadits. Selagi itu budaya positif, NU tak segan mengakomodasi tradisi tersebut dalam kehidupan beragama.

Selama Tak Melanggar Syariat, NU Rangkul Tradisi Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Tak Melanggar Syariat, NU Rangkul Tradisi Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Tak Melanggar Syariat, NU Rangkul Tradisi Nusantara

Hal itu disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Sijunjung Buya Bustamam Habib pada acara halal bihalal PCNU Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Rabu (3/8/2016) di Mesjid Raya Baiturrahman Sungai Lansek, Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung.

Buya Bustamam mencontohkan, tradisi halal bihalal yang dilakukan mayoritas umat Islam di Indonesia tidak diterangkan secara eksplisit di dalam Al-Quran dan Hadist Nabi. Namun, halal bihalal ini sangat dianjurkan karena menjadi sarana meningkatkan silaturahim.

PKS Piyungan Taubat

Di bagian lain Buya Bustaman menyebutkan, semangat ber-NU terbersit dari nilai-nilai perjuangan NU di masa silam untuk bangsa Indonesia. Selain ideologi Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang tertanam di dalam diri setiap individu masyarakat NU juga nilai bahwa NKRI adalah sebuah kajian final untuk sebuah negara yang wajib ditaati oleh setiap warganya.

PKS Piyungan Taubat

Dari awal perjuangan sampai kepada kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945, NU berkomitmen untuk menjaga dan merawat bangsa Indonesia secara utuh. Maka, kecintaan masyarakat NU harus dibuktikan dengan kembalinya ke pesantren dan masjid.

“Seperti yang kita lakukan pada saat ini. Bukti pertama bahwa PCNU Kabupaten Sijunjung sedang mendirikan pesantren Nurul Ilmi,” kata Buya Busatamam Habib yang juga akan mengasuh dan memimpin langsung pesantren tersebut.

Bukti kedua bahwa PCNU Kabupaten Sijunjung dalam setiap acara dilakukan di masjid mulai dari pelantikan MWC NU sampai dengan perayaan-perayaan hari besar.

Halal bihalal dihadiri lebih kurang 300 jamaah dengan penceramah Buya Hendri Malin Sulaiman yang juga ulama NU Kabupaten Sijunjung.

Turut memberikan sambutan Staf ahli Bupati Kabupaten Sijunjung Syahril dan hadir juga Kasi Pontren Kemenag Sijunjung Yoni Hendra, Dandim, MWCNU, camat dan wali wagari setempat. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Hikmah, Ulama PKS Piyungan Taubat

Selasa, 19 Desember 2017

Tingkatkan Standar, Asrama Haji Medan Setara Hotel Bintang Tiga

Medan, PKS Piyungan Taubat. Ada yang berbeda di kompleks Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Embarkasi Medan. Di salah satu sudut kompleks, saat ini telah berdiri gedung revitaslisasi asrama haji. Gedung yang diberi nama Madinah Al-Munawwarah ini baru saja diresmikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (13/05) siang seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Tingkatkan Standar, Asrama Haji Medan Setara Hotel Bintang Tiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Standar, Asrama Haji Medan Setara Hotel Bintang Tiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Standar, Asrama Haji Medan Setara Hotel Bintang Tiga

Kepala UPT Asrama Haji Medan Sutrisno mengatakan gedung Madinah Al-Munawwarah setara bintang tiga. Gedung seluas 10.120 meter persegi ini dilengkapi dengan beragam fasilitas yang akan membuat nyaman para pengguna.

“Tahun 2014, asrama haji Medan mendapat kucuran dana SBSN untuk pembangunan gedung revitalisasi senilai 74 miliar dan pembangunannya sampai Februari 2015,” terang Sutrisno dalam laporannya saat peresmian Gedung Revitalisasi UPT Asrama Haji Embarkasi Medan, Jumat (13/05).

Gedung megah lima lantai ini dilengkapi 4 lift dan memiliki beragam fasilitas. Lantai 1, terdiri dari: kamar VIP (1), Superior (1), Standard (46), serta ruang fitness dan restorasi. Lantai 2, terdiri dari: kamar VVIP (1), VIP (2), Superior (1), standard plus (3), standard (46).

PKS Piyungan Taubat

Lantai 3, terdiri dari: VIP (3), Superior (1), standard plus (3), standard (47). Lantai 4, terdiri dari: kamar standard (31), dan aula berkapasitas 500 orang. “Lantai 5 digunakan untuk aula dengan kapasitas 200 orang,” terang Sutrisno.

Pada musim haji tahun lalu, menurut Sutrisno, gedung ini belum bisa digunakan untuk jamaah karena belum dialiri listrik. Gedung mulai teraliri lsitrik pada awal Februari 2016 dan pertama kali digunakan pada 30 Maret 2016 untuk kegiatan Rapat Evaluasi Peningkatan Asrama Haji sekaligus milad pertama UPT Asrama Haji Embarkasi Indonesia.

“Keberadaan asrama haji ini tidak hanya untuk kepentingan jamaah haji sebelum masa maupun saat operasional, tetapi juga di luar musim haji kegiatan pelestarian haji mabrur, syiar dakwah Islam, pengembangan budaya Islam, dan segala bentuk kegiatan keagamaan selalu bergema di asrama haji ini,” kata Sutrisno.

Sutrisno berharap ke depan Asrama Haji bisa menjadi pusat pengembangan Islam di Sumut. Peresmian Gedung Madinah Al Munawwarah juga diharapkan dapat mensosialisasikan keberadaan asrama haji embarkasi Medan sebagai UPT Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. “Mengubah stigma masyarakat bahwa asrama haji ala kadarnya menjadi pelayanan yang standar dengan hotel bintang 3,” tuturnya.

“Peresmian ini juga untuk mensosialisasikan bahwa tempat penginapan bagi jamaah haji tahun ini menggunakan standar pelayanan setara hotel bintang 3,” tambahnya.

PKS Piyungan Taubat

“Bambu lebih indah bila dianyam * Bambu dianyam oleh Pak Lurah. Asrama Haji indah, bersih dan nyaman * Tempatnya nyaman harganya murah.” Red Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Pahlawan PKS Piyungan Taubat

Rabu, 13 Desember 2017

Gelar Aksi, Gusdurian Madura Dengungkan Seruan Moral

Pamekasan, PKS Piyungan Taubat. Belum genap sebulan dideklarasikan, Gusdurian Madura melakukan aksi damai, Senin (22/4). Aksi berisi seruan moral dan kontrak politik demi masa depan Kabupaten Pamekasan tersebut dilangsungkan di area monumen Arek Lancor. Setelah itu, diteruskan istighotsah di Makam Pahlawan di Jalan Panglegur Pamekasan.

Gelar Aksi, Gusdurian Madura Dengungkan Seruan Moral (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Aksi, Gusdurian Madura Dengungkan Seruan Moral (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Aksi, Gusdurian Madura Dengungkan Seruan Moral

Dilengkapi dengan sound system, para pemuda pecinta KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut, menarik perhatian para pengendara sepeda motor maupun kendaraan lainnya. Diiringi dengan shalawat nabi, aktivis Gusdurian menegaskan terkait kesiapannya bekerja sama dengan pemerintah dalam pendampingan keberagamaan. Kesiapan itu, juga menyangkut sosialisasi pendidikan agama di sekolah dan peningkatan pendidikan melalui kajian-kajian ilmiah.

“Aksi ini merupakan murni seruan moral untuk pemerintah baru di Kabupaten Pamekasan yang dilantik hari ini. Kami menghadirkan 3 hal yang diharapkan pemerintah bisa mengamininya. Pertama, meminta pemerintah menciptakan keberagamaan dan toleransi demi terciptanya sikap saling menghargai antar kelompok agama dan aliran. Tujuan besarnya, ialah terteguhkannya tujuan stabilitas nasional,” terang Ketua Umum Gusdurian Madura, Fudholi Nur, M.Fil.

PKS Piyungan Taubat

Kedua, tambahnya, mengadakan pendampingan di kalangan pemuda, siswa, dan masyarakat terkait pendidikan keagamaan, dan sosialisasi nilai-nilai keislaman demi terwujudnya visi misi Kabupaten Pamekasan yang kental keberagamaannya dan perbaikan moral masyarakat.

“Dan yang ketiga, ialah ketertiban tempat-tempat yang sering dijadikan sarang maksiat dan mengadakan pembinaan agar terwujud masyarakat yang agamis, dinamis dan humanis,” tukasnya.

PKS Piyungan Taubat

Pantauan PKS Piyungan Taubat, aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 itu berakhir saat azan Zuhur berkumandang. Tak hanya berorasi, mereka juga menggelar istighotsah di Makam Pahlawan Pamekasan. Tujuannya tiada lain untuk mengenang dan mengingat peran serta para pejuang negeri ini.

Massa Gusdurian tampak khusu’. Tak hanya mereka yang melakukan istighasah. Para polisi yang mengawal aksi tersebut, turut serta melakukan istighasah. Usai istighotsah, mereka mengakhiri aksi dengan kembali ke sekretariat Gusdurian Madura di Jalan Kemuning Pamekasan.

Alhamdulillah, aksi yang kami lakukan sesuai dengan apa yang diharapkan bersama. Tidak ada kendala di lapangan. Pak polisi mendampingi kami sedari awal. Bahkan, juga ikut istighotsah,” ungkap Moh Anas Farhan, Ketua Gusdurian Pamekasan.

Sementara itu, di luar aksi Gusdurian Madura, tersebar isu miring. Aktivis Gusdurian Madura dikabarkan bentrok dengan para aktivis pro Anas Urbaningrum yang hadir ke Pamekasan. Padahal, kejadian tersebut tidak menimpa aktivis Gusdurian. Melainkan, terjadi pada para aktivis yang sedang melakukan aksi bersamaan.

Mereka adalah aktivis Kesatuan Aksi Lintas Masyarakat (KALAM), Gerakan Pemuda Ronggo Sukowati (GPRS), Stuan Aksi Mahasiwa Revolusi (SAMAR), dan Barisan Mahasiswa Merdeka (BMM). Mereka tergabung dalam Masyarakat Pamekasan Menggugat (MPM). Sebagaimana namanya, MPM menggugat kehadiran Anas dan Soekarwo ke Pamekasan.

Gugatan mereka ialah terkait status tersangka Anas dalam kasus Hambalang. Oleh KPK, Anas sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Karenanya, kami tak sudi kesucian Kabupaten Pamekasan ini diinjak oleh Anas yang jelas-jelas koruptor,” tekan korlap aksi, Zaini Wer Wer.

Dikatakan oleh Wer Wer, Anas Urbaningrum merupakan sosok pemuda cerdas yang tidak pantas diteladani. Menurutnya, perilaku koruptif yang melekat dalam dirinya menunjukkan kejelakan yang patut disayangkan.

“Kami sebagai masyarakat Pamekasan sangat tidak terima dengan kehadiran Anas dan Soekarwo. Kami sangat alergi terhadap koruptor dan pengkhianat bangsa ini. Anas terjerat kasus korupsi Hambalang, dan Soekarwo pengkhianat karena mengabaikan pembangunan di Madura,” tekan korlap lainnya, Moh Elman dengan suara bergetar.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama PKS Piyungan Taubat

Senin, 11 Desember 2017

Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur prestasi telah diumumkan pada Jumat (08/05) lalu. Madrasah semakin menunjukan kualitasnya sejalan dengan diterimanya para alumni Madrasah Aliyah (MA)  di beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama melalui jalur SNMPTN.

Berdasarkan laporan terkini dari beberapa Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi, diketahui sejumlah MA berhasil menempatkan lulusannya sebagai siswa yang berhasil dalam SNMPTN dan diterima di beberapa PTN seperti Univeristas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Padjajaran (UNPAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Soedirman, Universitas Negeri Semarang (UNS), Universitas Diponegoro, dan sejumlah PTN lainnya. Demikian berita yang dilansir oleh situs kemenag.go.id.

Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi

Dari beberapa propinsi saja sudah tercatat ada lebih dari seribu siswa-siswi Madrasah Aliyah yang lolos di PTN . Dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta misalnya, tercatat ada 206 alumni yang lolos di PTN, DKI Jakarta tercatat 344 alumni, Bali terdapat 144 alumni, Riau ada 340 alumni, Lampung 175 alumni, Kalimantan Barat 232 alumni, dan Papua Barat ada 28 alumni. Laporan dari propinsi lain yang memiliki banyak madrasah masih dicatat.

PKS Piyungan Taubat

Catatan prestasi ini menjadi bukti  bahwa kualitas pendidikan Madrasah Aliyah semakin meningkat dan bisa bersaing dengan sekolah umum lainnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Ulama PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Rabu, 06 Desember 2017

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus

Sumenep, PKS Piyungan Taubat

Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Gerakan Pemuda Ansor se-Jawa Timur berlangsung di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Batuan Sumenep, Jawa Timur, 9-10 April 2016). Salah satu jenjang kaderisasi di organisasi pemuda NU ini menjadi ajang konsolidasi antarpengurus di berbagai tingkatan.

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jatim H. Rudi Tri Wahid menyampaikan, untuk menjamin konsistensi dan keberlanjutan kaderisasi di tubuh organisasi pemuda Nahdliyyin, diperlukan adanya konsolidasi antarpengurus, dari pimpinan ranting, anak cabang, cabang, wilayah hingga pusat.

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus

“Jika konsulidasi dan komunikasi antarpengurus ini terjaga mulai dari tingkatan bawah hingga pimpinan pusat maka Ansor ke depan akan menjadi ikon organisasi kepemudaan yang andal dan disegani,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sumenep Muhri menjelaskan, Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) ini merupakan salah satu upaya dalam membentuk kader-kader Gerakan Pemuda Ansor untuk siap mengawal ulama, menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Selain menjaga aqidah dan keutuhan NKRI, PKL juga bertjuan untuk menyiapkan kader-kader GP Ansor di masing-masing cabang agar menjadi pemimpin yang visioner,” tegas mantan Ketua PC PMII Sumenep ini.

PKS Piyungan Taubat

Bupati Sumenep A Busyro Karim yang hadir dalam kesempatan itu menerangkan, sebuah organisasi yang bisa menjawab tantantangan globalisasi ke depan membutuhkan pemimpin yang visioner, inovasi, dan organisasi yang berbasis massa riil serta pola managemen yang baik. “Dan ketiga ini semua ada di Gerakan Pemuda Ansor,” imbuhnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Untuk diketahui, peserta kegiatan PKL ini diikuti oleh 21 PC GP Ansor Kabupaten/Kota se- Jawa Timur. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Rukman Bashori, Ketua Bidang Kaderiasasi PP GP Ansor serta sejumlah instruktur dan pengurus PW GP Ansor Jatim, serta jajaran pengurus PCNU setempat. (Mohammad Madani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Syariah, Ulama PKS Piyungan Taubat

Selasa, 05 Desember 2017

Pelajar NU Kabunan Gelar Pelatihan Public Speaking

Tegal, PKS Piyungan Taubat - Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Ranting Desa Kabunan mengadakan pelatihan Publik Speaking di Balai Desa Kabunan Kabupaten Tegal, Ahad (24/1). Sebanyak 50 kader dari pengurus ranting dan utusan ranting lainnya mengikuti pelatihan yang mempersiapkan mereka untuk berbicara di depan publik.

"Pelatihan ini diadakan selama sehari penuh," kata Ketua Panitia Eka Fuady.

Pelajar NU Kabunan Gelar Pelatihan Public Speaking (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kabunan Gelar Pelatihan Public Speaking (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kabunan Gelar Pelatihan Public Speaking

Pelatihan ini dibuka oleh Rais Syuriyah NU Kabunan Ustadz Aji Fatah. Ia mengapresiasi pelatihan yang? diinisiasi pelajar NU Kabunan. Kegiatan ini, menurutnya, akan sangat bermanfaat bagi peserta.

Kegiatan ini, lanjut Ustadz Fatah, meningkatkan berbagai keterampilan dan keahlian yang kader muda NU harus miliki saat berbicara di depan umum.

PKS Piyungan Taubat

"Juga meningkatkan pula kualitas komunikasi pelajar dan meningkatkan kemampuan berpikir para kader NU. Kemampuan berpikir terkait dengan kemampuan otak untuk mencari pemecahan dari suatu permasalahan secara cepat dan tepat. Berbicara di depan umum akan merangsang otak untuk memiliki keahlian tersebut," ujarnya. (Fakhrul Izza/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ulama, Ubudiyah, Tokoh PKS Piyungan Taubat

Senin, 20 November 2017

‘Miqat Kebinekaan’ Lahir dari Jiwa Rindu Kebhinekaan dan Toleransi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Direktur Penerbit Erlangga Raja Daud Manahara menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada penulis buku “Miqat Kebinekaan” karya Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini. Baginya, buku ini mudah dibaca karena menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.?

“Buku ini mudah dibaca. Setelah membaca buku ini, banggalah kita menjadi bangsa Indonesia,” kata Daud saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Buku Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan di Gedung PBNU, Jumat (9/6).

‘Miqat Kebinekaan’ Lahir dari Jiwa Rindu Kebhinekaan dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Miqat Kebinekaan’ Lahir dari Jiwa Rindu Kebhinekaan dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Miqat Kebinekaan’ Lahir dari Jiwa Rindu Kebhinekaan dan Toleransi

Menurut dia, buku ini lahir dari jiwa-jiwa yang rindu akan kebhinekaan dan toleransi. Ia menilai, buku ini sangat layak dibaca oleh siapa saja yang ingin tahu tentang peta permasalahan Indonesia yang beragama, terutama masalah ideologi negara dan Islam.

“Kalau dikasih nilai, sebelaslah nilainya dari skala sepuluh,” katanya. “Buku ini menjadi peta bagi kita bahwa persoalan Indonesia beragam,” lanjutnya.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, ? A Helmy Faishal Zaini menjelaskan, melalui buku ini ia berupaya untuk menyebarkan Islam yang ramah. Menurutnya, Islam seharusnya didakwahkan dengan cara-cara yang santun dan bijak, bukan dengan cacian, hinaan, teror, menebar kebencian, dan cara-cara lainnya yang tidak dibenarkan dalam Islam.

Ia menegaskan, NU melalui Muktamar Banjarmasin Tahun 1936 menegaskan bahwa Indonesia berbentuk negara bangsa (darussalam), bukan negara berdasarkan agama tertentu. Sepanjang negara ini memberikan perlindungan bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan ajaran agamanya masing-masing, maka negara ini adalah negara bersama dan setiap pemeluk agama harus mempertahankan keutuhannya.

“Hendaknya perbedaan itu menjadi kekuatan kita,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ulama, Anti Hoax, Quote PKS Piyungan Taubat

Minggu, 19 November 2017

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (PP LP Maarif NU) melayangkan sejumlah rekomendasi untuk khususnya Kemenag RI dan Kemendikbud RI sebagai penyelenggara pendidikan nasional. Catatan ini dibuat bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2016? untuk dunia pendidikan Indonesia yang lebih baik ke depan.

Mereka meminta dua kementerian negaraini untuk memberikan perhatian yang adil dan tidak diskriminatif dalam penyelenggaraan pendidikan, terutama dalam hal mendistribusikan anggaran negara/daerah terkait bantuan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional

Pemerintah, kata Ketua PP LP Maarif NU H Z Arifin Junaidi, diharapkan memerhatikan terhadap keseimbangan pendapatan antara gaji guru negeri dan swasta.

Menurut Arifin Junaidi, rendahnya kesejahteraan guru akan berdampak pada rendahnya mutu para pendidiknya.

PKS Piyungan Taubat

Dua kementerian ini diminta untuk memberikan akses? dan kesempatan yang sama terhadap para pendidik di sekolah/madrasah untuk mengikuti pelbagai pendidikan dan pelatihan, baik guru negeri maupun swasta.

PKS Piyungan Taubat

Pemerintah, menurutnya, mesti memberikan perhatian khusus kepada lembaga-lembaga pendidikan di daerah-daerah pedesaan, wilayah pinggiran, wilayah perbatasan, dan daerah-daerah di Indonesia yang masuk dalam kategori daerah tertinggal.

LP Maarif NU mendesak pemerintah dan parlemen untuk segera merevisi UU 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional, terutama terkait Pasal 9 yang berbunyi “masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumberdaya dalam penyelenggaraan pendidikan”.

Kata “wajib” dalam pasal tersebut perlu diganti dengan kata “dapat” sehingga ada kepastian ketersediaan layanan pendidikan bermutu bagi seluruh warga Negara Indonesia di manapun berada. Persoalan ketidakhadiran pemerintah di beberapa daerah pinggiran dalam memberikan layanan pendidikan bermutu dinilai akibat dari ketergantungan pemerintah terhadap masyarakat setempat.

“Negara mesti lebih serius memberi tekanan pada pendidikan karakter,” kata H Arifin Junaidi yang disampaikannya dalam rangka peringatan Hardiknas 2016 di Jakarta, Senin (2/5) malam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional, Anti Hoax, Ulama PKS Piyungan Taubat

Minggu, 12 November 2017

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka

Bantul, PKS Piyungan Taubat. Acara pembukaan Bulan Budaya yang diadakan oleh PWNU DIY dalam rangka memperingati Harlah NU ke-90, Sabtu malam (11/5), berlangsung cukup ramai. 

Hujan yang mengguyur daerah lapangan Piyungan, Bantul, Yogyakarta, sebagai lokasi acara cukup deras. Namun semangat para personil group sholawat sebagai pengisi acara, yang mayoritas sudah tidak dapat dikatakan muda, tetap patut diapresiasi tinggi. 

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka

Sebagai pra acara, malam itu diisi dengan penampilan dan kolaborasi tiga kelompok shalawat dari beragam jenis, yakni group hadrah ittihadul fata yang membawakan shalawat berbahasa Arab, kelompok sholawat emprak pesantren Kaliopak yang menyajikan shalawat dengan bahasa Jawa dan diiringi tarian, kemudian group shalawat ‘Kuda Mas’ yang memadukan shalawat dengan alat-alat musik Tionghoa.

PKS Piyungan Taubat

Alunan musik shalawat yang indah pun menggema malam itu. Selain sarat akan kandungan nilai-nilai agama yang disampaikan melalui seni musik, penampilan ketiga group shalawat yang beragam itu menunjukkan kolaborasi antar etnis yang berbeda, namun tetap dapat disatukan dan bernafaskan Islam pula.

Usai penampilan ketiga group shalawat, acara dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana kegiatan Bulan Budaya, Samsu Hadi Samono. Dalam sambutannya tersebut, dikatakan bahwa rangkaian kegiatan bulan budaya telah dimulai sejak pagi, yakni apel pagi sebagai bentuk kesetiaan terhadap Pancasila, kemudian kirap budaya dan Jatilan sebagai bentuk pengenalan budaya kepada masyarakat. 

PKS Piyungan Taubat

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempertegas kembali budaya-budaya NU yang sesuai dengan Negara Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Camat Piyungan, Agus Sulistiyana, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan jati diri bangsa, melestarikan budaya dan menggalang persatuan. 

“NU itu dapat merekatkan hubungan masyarakat, karena saat ini persatuan sedang terusik”, tegasnya.

Kemudian diperkuat lagi dengan pernyataan KH Asyhari Abta, Rais Syuriyah PWNU DIY, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mempertegas kembali relasi Islam dengan budaya, terlebih Yogya yang dikenal sebagai pusat budaya. Bagi NU itu, lanjutnya, menjalankan Islam itu yang penting sesuai dengan syari’at. 

“NU itu mementingkan realitas, bukan sekedar formalitas,” tandasnya.

Usai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan wayang secara simbolik, dari Rais Syuriyah NU DIY, KH Asyhari Abta, kepada dalang, Ki Cermo Radiyo Harsono, sebagai tanda pagelaran wayang telah dimulai.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, IMNU, AlaSantri PKS Piyungan Taubat

Selasa, 07 November 2017

NU Diminta Intens Advokasi Warganya

Purworejo, PKS Piyungan Taubat. Nahdlatul Ulama, termasuk Gerakan Pemuda Ansor, diminta untuk lebih intens melakukan advokasi terhadap anggotanya. Pasalnya, sebagai ormas dan OKP terbesar di Indonesia, masih banyak anggotanya yang belum memperoleh hak-hak dari negara.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Muhammad Maksum Mahfoed saat menyampaikan sambutannya usai menyaksikan pelantikan pengurus Pengurus Cabang NU (PCNU) masa khidmah 2014-2019 dan Pimpinan Cabang GP Ansor masa khidmah 2014-2018 Kabupaten Purworejo di pendapa rumah dinas Bupati, Ahad (8/3).

NU Diminta Intens Advokasi Warganya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Diminta Intens Advokasi Warganya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Diminta Intens Advokasi Warganya

"Turun dan lihatlah apa yang dirasakan oleh warga NU. Saya yakin banyak persoalan yang dialami oleh warga kita karena orang-orang NU memang tersebar lintas profesi," katanya.

PKS Piyungan Taubat

Ia mencontohkan dalam persoalan pembagian beras miskin oleh pemerintah, banyak masyarakat yang tidak memperolah beras tidak layak konsumsi. Dalam persoalan tersebut pengurus NU memiliki potensi yang sangat besar untuk membantu masyarakat agar memperoleh beras yang layak.

PKS Piyungan Taubat

"Jalin komunikasi dengan para pemangku kebijakan bagaimana caranya supaya masalah yang dihadapi masyarakat tersebut dapat terurai. Dengan begitu masyarakat akan merasakan manfaat organisasi karena NU atau Ansor hadir dalam persoalan yang mereka hadapi," tandasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini PBNU tengah mengusulkan revisi UU tentang pangan kepada DPR RI. PBNU menilai, UU tersebut mesti diganti menjadi UU Kedaulatan Pangan agar masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun depan.

"Ini sekadar contoh dari apa yang kami lakukan sebagai bagian dari memperjuangkan kepentingan rakyat. Saya yakin persoalan-persoalan dalam bidang pertanian, kelautan, sosial atau masalah lain di Kabupaten Purworejo membutuhkan peranan pengurus NU agar turun tangan dengan memberikan masukan kepada eksekutif maupun legislatif," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Habib Hasan Agil Al Babud dan KH Hamid AK kembali dilantik menjadi Syuriah dan Tanfidziah PCNU Purworejo. Sedangkan KH Muhamad Haekal dilantik sebagai ketua GP Ansor Purworejo.

Hadir dalam pelantikan tersebut Muspida, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, organisasi kepemudaan (OKP), segenap pengurus organisasi badan otonom NU dan pengurus-pengurus MWCNU serta PAC Ansor tingkat kecamatan se-Kabupaten Purworejo.

Usai pelantikan, PCNU dan Ansor langsung melakukan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) untuk membahas program kerja yang akan dilaksanakan selama satu periode kepengurusan.

Sementara itu, Rais Syuriah PC NU, KH Habib Hasan Agil Al Babud dalam sambutannya berharap kepada seluruh pengurus NU dan GP Ansor untuk bekerja semaksimal mungkin sebagai bentuk pengabdian kepada organisasi dan umat. Untuk itu dalam Rakercab nanti ia berharap agar program-program yang telah disusun betul-betul dapat direalisasikan.

"Jangan sampai hanya menjadi tulisan tanpa dikerjakan agar apa yang kita lakukan hari ini ridak sia-sia. Pasalnya banyak sekali persoalan umat yang harus diselesaikan," tandasnya. (Lukman Hakim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Olahraga PKS Piyungan Taubat

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Lombok Timur, PKS Piyungan Taubat 

Masing-masing sembilan buku Atlas Walisongo dan Fatwa dan Resolusi Jihad karya Ketua Umum Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, enam kalender NU tahun 2018 dan lima Al-Quran diserahkan ke Pesantren Al-Halimy, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11). 

Pemberian sejumlah buku dan kalender tersebut sebagai bentuk apresiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada lima pesantren tempat penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017.

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Penyerahan dilakukan oleh Panitia Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 H Robikin Emhas dan Ulil Abshar Hadrawi sebagai bentuk terima kasih kepada Pesantren Al-Halimy yang telah berkenan menjadi salah satu lokasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017. 

Sementara dari pihak Pesantren yang menerima Ketua Yayasan Pengurus Harian Pesantren Al-Halimy Ahmad Mutammam Kholid. 

Robikin Emhas saat menyerahkan tanda terima kasih tersebut menyampaikan terima kasih atas nama panitia Munas-Konbes NU dan PBNU. Menurutnya, dalam perhelatan terbesar kedua setelah Muktamar NU ini pasti banyak hal yang harus dipenuhi tapi belum bisa dipenuhi panitia. 

PKS Piyungan Taubat

"Ini adalah ikhtiar kita semuanya. Membangun dunia berperadaban dan lebih baik," katanya. 

PKS Piyungan Taubat

Tak lupa, Robikin juga menyampaikan permohonan maaf jika berbagai kekurangan dari panitia kepada pihak pesantren. 

"Sampean (anda) semuanya luar biasa, kami mohon maaf," kata Robikin.

Sementara Ketua YPH Ahmad Mutammam Kholid berterima kasih kepada panitia atas kepercayaannya menjadikan Pesantren Al-Halimy sebagai salah satu lokasi Munas dan Konbes NU. Ia juga mengatakan, bahwa pelaksanaan Munas dan Konbes NU ini melibatkan masyarakat.

Sebelumnya ucapan terima kasih dan pemberian sejumlah kenang-kenangan tersebut juga dilakukan di empat pesantren, Pesantren Darul Qur’an Bengkel Lombok Barat, Pesantren Darul Falah Pagutan Mataram, Pesantren Nurul Islam Mataram, dan Pesantren Darul Hikmah Mataram. 

Munas dan Konbes yang dibuka Presiden Joko Widodo dan ditutup Wapres Jusuf Kalla menghasilkan sejumlah keputusan penting untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara. Keputusan tersebut disahkan melalui Rapat Pleno pada Sabtu (25/11) di Pesantren Darul Qur’an dilanjut penutupan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Ulama, Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock