Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Kekeringan, PCNU Pringsewu Imbau Masyarakat Banyak Tobat dan Puasa

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat. Bencana kekeringan dan kebakaran yang menyebabkan kabut asap yang cukup menghawatirkan di berbagai daerah pada saat ini, mengundang keprihatinan PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung. Walaupun kondisi tersebut belum begitu dirasakan di Kabupaten Pringsewu, namun secara umum patut untuk disikapi dengan melakukan langkah langkah yang bersifat dzohir dan batin.

Menurut Katib Syuriyah PCNU Pringsewu Munawwir, kondisi ini harus disikapi oleh seluruh umat Islam dengan banyak bertobat dan melakukan puasa yang diniatkan agar bencana kemarau yang saat ini terjadi segera berlalu.

Kekeringan, PCNU Pringsewu Imbau Masyarakat Banyak Tobat dan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekeringan, PCNU Pringsewu Imbau Masyarakat Banyak Tobat dan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekeringan, PCNU Pringsewu Imbau Masyarakat Banyak Tobat dan Puasa

"Disunnahkan ketika musim kemarau untuk banyak bertobat, mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berpuasa jika akan diteruskan dengan melaksanakan shalat Istisqa," katanya, Senin (26/10/15)

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu dalam menyikapi hal tersebut Ketua PCNU Pringsewu H. Taufiqurrohim mengatakan bahwa pihaknya akan segera menerbitkan imbauan dan selebaran yang ditujukan untuk warga masyarakat khususnya umat Islam di Kabupaten Pringsewu.

PKS Piyungan Taubat

Dalam selebaran tersebut akan dimuat materi doa ketika terjadi kemarau dan tata cara pelaksanaan shalat Istisqa. "Kita harapkan doa ini dibaca seluruh umat Islam di setiap shalat fardu dan dibaca oleh para khotib di Khutbah Jumat pada saat saat ini," jelasnya.

Taufiq menambahkan bahwa jika kondisi kemarau terus berlanjut dan berdampak pada kondisi yang sangat memprihatinkan di Kabupaten Pringsewu maka akan dilaksanakan shalat Istisqa dalam rangka memohon turunnya hujan. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Habib PKS Piyungan Taubat

Jumat, 26 Januari 2018

Gus Sholah: Presiden Perlu Bertemu Masyarakat di Haul Gus Dur

Jombang,PKS Piyungan Taubat. Presiden Joko Widodo belum dipastikan hadir pada haul kelima Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur pada 5 Januari 2015 nanti.

Saat ditemui PKS Piyungan Taubat Rabu (24/12), Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid mengaku tidak tahu kepastian kehadiran Presiden Jokowi. Tapi menurutnya presiden perlu bertemu masyarakat yang berkumpul dalam peringatan wafatnya almaghfurullah Gus Dur nanti.

Gus Sholah: Presiden Perlu Bertemu Masyarakat di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Presiden Perlu Bertemu Masyarakat di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Presiden Perlu Bertemu Masyarakat di Haul Gus Dur

“Saya tidak tahu, tapi saya sudah menyampaikan undangannya. Saya pikir beliau perlu juga bertemu dengan masyarakat Islam. Di sini nanti kan banyak,” kata cucu Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari yang biasa dipanggil Gus Sholah itu.

PKS Piyungan Taubat

Berdasarkan tahun-tahun sebelumnya, setiap pelaksanaan haul Gus Dur, puluhan ribu orang pasti memadati Tebuireng. Itu semua karena kecintaan berbagai lapisan masyarakat terhadap sosok Gus Dur. Setiap harinya saja peziarah yang datang ke makam Gus Dur tidak akan kurang dari 5000 orang dari berbagai daerah.

Terkait tiga menteri Kabinet Kerja yang dikabarkan juga akan menjadi tamu kehormatan dalam acara haul nanti. Kiai kharismatik itu membenarkan. “Yang kami undang ada ibu Khofifah Indar Parawansa, Lukman Hakim Saifuddin, dan Indroyono Susilo.  Karena ini orang yang saya kenal baik. Saya kenal lama,” ujar adik kandung Gus Dur ini.

PKS Piyungan Taubat

Sedangkan untuk Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang juga digadang-gadang akan hadir, ternyata memang tidak diundang. “Oh tidak, saya sama Ibu Susi malah belum pernah ketemu,” tandas rektor Unhasy Tebuireng itu. (Romza/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta PKS Piyungan Taubat

Selasa, 23 Januari 2018

PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu

Pangkalpinang, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Wilayah Nahdlathul Ulama (PWNU) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengadakan Pemberian Santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa, pada? Sabtu mendatang, 19 Juli 2014, bertempat di Kantor sekretariat PWNU Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang.

Demikian dikatakan M. Harjuna, ketua panitia kegiatan disela-sela? Bazar Ramadhan Pasar Murah Sembako, Senin, 14 Juli 2014.? Sebanyak 100 anak-anak yatim piatu dan 100 orang kaum dhuafa di sekita Kota Pangkalpinang akan menerima santunan berupa uang dan paket lebaran.

PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu

“Kegiatan ini merupakan salah satu bukti kepedulian PWNU Kepulauan Bangka Belitung terhadap masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi sehingga dapat membantu meringankan beban hidup mereka,”? ujar M. Harjuna yang juga mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Syeikh Abdurrahman Shiddik, Pangkalpinang.

PKS Piyungan Taubat

“Pemberian santunan nanti akan diserahkan langsung oleh Ketua PWNU Kepulauan Bangka Belitung Haji? Agus Erwin, dan dihadiri para habaib, pengurus ranting dan cabang diwilayah Pulau Bangka,” lanjutnya.

PKS Piyungan Taubat

Salah seorang pengurus PWNU Kepulauan Bangka Belitung, Drs. Ruslan, mengatakan bahwa pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Ramadhan PWNU Kepulauan Bangka Belitung tahun 1435 Hijriyah.? ?

Kegiatan lainnya adalah Bazar Ramadhan berupa pasar murah sembako yang telah dimulai pada tanggal 04 Juli 2014 lalu, dan rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup pada tanggal 27 Juli 2014 nanti atau satu hari sebelum hari raya Idul Fitri.

“Sembako yang dijual disini harganya jauh lebih murah dari harga dipasaran, seperti gandum satu kgnya Rp 9000,-, minyak goreng merk fortune satu liter Rp 11.500,-, satu lusin mie instant Rp 9.000,-, gula pasir satu kilo Rp 10.500,-, dan beras pulen 5 kg dijual Rp 44.000,” kata Drs. Ruslan. (Hardi Alqadry/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Kiai, Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman

Ngawi, PKS Piyungan Taubat. Pesantren tidak dapat dipisahkan dengan kitab kuning. Lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, diadakan lomba hafalan nadzom yang diikuti ratusan santri dari berbagai pesantren.

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman

Lomba tersebut dikemas dalam acara Festival Sastra Religi, musabaqah hafalan nadzom yang dibagi menjadi 3 tingkatan yakni ula, wustho dan ulya.

Saat membuka acara, penggagas kegiatan ini, H Abdul Halim Iskandar mengemukakan, "Ini untuk memelihara dan menjaga tradisi keilmuan pesantren," katanya, Kamis (17/11).

PKS Piyungan Taubat

Menurut Ketua DPRD Jatim tersebut, tradisi menghafal nadzom gramatika Bahasa Arab baik Imrithi, Jurmiyah hingga Alfiyah sudah sedikit lemah. "Kegiatan ini untuk menghidupkan kembali tradisi keilmuan yang mempersatukan pesantren," ungkapnya.

Bagi Gus Halim (sapaan akrabnya), menghidupkan tradisi tersebut sangat penting tidak semata bagi keberlangsungan di pondok. "Yang juga penting adalah sebagai jaminan bahwa kajian di pesantren NU selalu menjaga persatuan dan keutuhan NKRI," sergahnya.

Lomba nadzom ini sudah berlangsung di 3 pesantren lain di Jatim yang dibedakan menjadi 4 zona.

Para pemenang dari berbagai zona nantinya akan bertemu kembali di babak final. "Pelaksanaannya tanggal 24 November di Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang," jelas Gus Halim.

PKS Piyungan Taubat

Babak penyisihan zona 4 ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Amnaniyah 2 Bangor Karangjati Ngawi. Para peserta adalah utusan 32 pesantren dari 10 kabupaten dan kota. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Warta PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 16 Desember 2017

Keliru Pahami Al-Quran Bisa Menyesatkan

Sleman, PKS Piyungan Taubat - Al-Quran adalah petunjuk bagi umat manusia. Hal ini tentu saja bila mereka benar mencari petunjuknya. Namun demikian, Al-Quran bisa juga menjadi racun bila seseorang keliru mengambil dan memahami makna dari Al-Quran itu sendiri.

Demikian disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Sunan Pandanaran KH Mutashim Billah (Gus Tashim) saat memberi sambutan pada acara Kuliah Tafsir Pesantren, Kamis, (6/5) pagi.

Keliru Pahami Al-Quran Bisa Menyesatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keliru Pahami Al-Quran Bisa Menyesatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keliru Pahami Al-Quran Bisa Menyesatkan

Kajian ini rutin digelar setiap selapan (empat puluh hari sekali) di Kampus STAI Sunan Pandanaran, Kabupaten Sleman.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Gus Tashim, saat ini dalam khazanah keilmuan tafsir, ada yang dalam memahami Al-Quran sepenuhnya berdasarkan ilmu pengetahuan namun tanpa kontrol yang baik sehingga melanggar rambu-rambu ajaran Islam itu sendiri. Ada pula produk tafsir yang tekstualis, apa adanya, sehingga menyebabkan pemahaman terhadap Al-Quran menjadi sempit.

"Di tengah situasi yang seperti ini, kita beruntung masih ada pesantren-pesantren dengan misinya, yaitu melanjutkan dakwah dan perjuangan Rasulullah SAW. Harapannya adalah kita dapat menghasilkan produk tafsir Al-Quran yang sesuai dengan misi Rasulullah SAW dan jiwa serta semangat pesantren," kata Gus Tashim.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, visi dan misi Al-Quran yang dibawa oleh pesantren adalah menerjemahkan kehidupan Rasulullah SAW yang penuh dengan kasih sayang. Rasulullah SAW mengajarkan Islam dengan penuh cinta kasih sehingga Islam dipahami sebagai agama yang damai dan membawanya pun dengan cara yang damai pula.

Sementara, narasumber Kuliah Tafsir Pesantren KH Ali Nurdin mengatakan, tafsir pesantren adalah upaya menuju tafsir moderat. Menurutnya, tafsir moderat ini berusaha mempertemukan secara seimbang aspek etika, intelektualitas, serta keterampilan manusia sekaligus tetap bertujuan untuk mengajak dan membuat orang melakukan hal baik. (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Santri PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 09 Desember 2017

Probolinggo Tuan Rumah LSN Region Jatim III

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat



Kota Probolinggo dipercaya sebagai tuan rumah perhelatan Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jatim III yang akan digelar Rabu (23/8). Liga yang mempertemukan tim sepak bola perwakilan pondok pesantren dari Pasuruan-Banyuwangi ini akan dilaksanakan di tiga tempat sekaligus.

Probolinggo Tuan Rumah LSN Region Jatim III (Sumber Gambar : Nu Online)
Probolinggo Tuan Rumah LSN Region Jatim III (Sumber Gambar : Nu Online)

Probolinggo Tuan Rumah LSN Region Jatim III

Tiga tempat itu meliputi Stadion Bayuangga, Lapangan Karya Bhakti dan Lapangan Scorpion. Stadion Bayuangga sendiri akan digunakan untuk dua laga pembuka dan babak final serta perebutan tempat ketiga.

“Kami sudah cek kesiapan ketiga venue pertandingan. Sekarang sudah siap 100 persen untuk kick off," kata Koordinator LSN Regional Jatim III Abd. Azis, Selasa (22/8) siang.

Dalam laga pembuka, dua tim asal Kabupaten Probolinggo akan saling bertanding. Yaitu tim Pondok Pesantren Ummul Quro Desa Kropak Kecamatan Bantaran dan tim Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan. Laga pembuka ini akan dimulai pukul 08.00 WIB.

PKS Piyungan Taubat

Selanjutnya pada pukul 09.30 WIB, tim Pondok Pesantren Roudlatul Karomah akan bertanding melawan tim Pondok Pesanteren Anwarul Maliki di stadion yang sama. Pertandingan sendiri akan berlangsung selama 2x35 menit.

Rencananya, LSN Region Jatim III akan dibuka Wali Kota Probolinggo Hj Rukmini. Sejumlah pejabat dan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Jawa Timur direncanakan akan hadir. Antara lain Katib PWNU Jawa Timur KH Syafrudin Syarif dan sejumlah pengurus NU di Kabupaten dan Kota Probolinggo. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Warta, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Jumat, 08 Desember 2017

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Sebagai upaya memberikan motivasi kepada seluruh anggota, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo rutin memberikan pembinaan kepada para pengurus ranting secara bergantian.

Pembinaan dilaksanakan di pengurus Pimpinan Ranting Muslimat NU Desa Wonorejo Kecamatan Wonomerto, Rabu (15/3). Pembinaan ini dipimpin langsung oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurhayati. Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang anggota Muslimat NU se-Desa Wonorejo Kecamatan Wonomerto. ?

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting

Dalam kegiatan ini Hj Nurhayati menyampaikan ucapan terima kasih karena kegiatan yang sudah ada ini harus didukung sepenuhnya oleh anggota Muslimat Ranting dengan harapan dari kegiatan ini memotivasi anggota untuk lebih giat dan semangat.

“Melalui kegiatan ini kita dapat menyampaikan informasi kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi serta sektor yang lainnya. Sehingga anggota bisa mengetahui semua program Muslimat NU,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Dengan demikian jelas Hj Nurhayati, paling tidak perubahan tingkat kesadaran ini harus digerakkan oleh semua elemen masyarakat mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran yang semakin tinggi.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada anggota yang sangat semangat mengikuti kegiatan ini. Jarak rumah anggota dari rumah yang lainnya sangat berjauhan akan tetapi tetap semangat. Luar biasa patut untuk kita acung jempol dengan akses jalan kurang memadai. Mudah-mudahan ini menambah semangat dalam berorganisasi,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Kyai, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Selasa, 28 November 2017

NU Jalin Kerjasama dengan Kemendikbud untuk Pendidikan Karakter

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjalin kerjasama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk pendidikan karakter anak bangsa, mencegah terus merebaknya radikalisme di Indonesia. 

Penandatanganan nota kesepahaman antara Kemendikbud dan PBNU dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj di gedung PBNU, Jumat (3/7/2015). Anies Baswedan sebelumnya ikut menghadiri buka puasa bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama. 

“Sudah terbukti bahwa lulusan pondok pesantren memiliki sikap nasionalisme yang lebih baik dibandingkan sekolah umum. Ini yang akan ditularkan oleh Nahdlatul Ulama ke siswa-siswa di sekolah umum,” kata Kiai Said seusai membubuhkan tanda tangan. 

NU Jalin Kerjasama dengan Kemendikbud untuk Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jalin Kerjasama dengan Kemendikbud untuk Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jalin Kerjasama dengan Kemendikbud untuk Pendidikan Karakter

Melalui kerjasama tersebut, lanjut Kiai Said, diharapkan akan tersebar luas sifat moderat ala NU yang target akhirnya adalah mencegah sikap radikal terus menyebar. 

“Sudah terbukti juga kalau pelaku tindakan radikal lebih banyak dari lulusan sekolah umum. Itu yang harus diputus, dan NU memiliki tugas membantu pemerintah melakukannya,” urai Kiai Said.

Melalui kerjasama tersebut, Kiai Said meminta Kemendikbud untuk melibatkan NU, di antaranya dalam penyusunan buku-buku mata pelajaran yang belakangan seringkali disisipi dengan ajaran-ajaran radikal. “NU tidak kekurangan SDM untuk bisa membantu pemerintah mencegah radikalisme terus menyebar luas,” pungkasnya. Red: Mukafi Niam  

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 25 November 2017

Di Depan Para Santri, Wafiq Azizah Ceritakan Kisah Suksesnya

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Para pengasuh dan santri Panti Asuhan Yatim Piatu (PAYP) Darussalamah Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terlihat bahagia, Kamis (1/10). Pasalnya, mereka bertatap muka langsung dengan qoriah internasional dan pelantun shalawat Hj. Wafiq Azizah.

Di Depan Para Santri, Wafiq Azizah Ceritakan Kisah Suksesnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Depan Para Santri, Wafiq Azizah Ceritakan Kisah Suksesnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Depan Para Santri, Wafiq Azizah Ceritakan Kisah Suksesnya

Penyanyi asal Magelang ini hadir dalam rangka menjadi pembicara pada sarasehan bertajuk “Niat Wujudkan Cita-cita” yang diselenggarakan pengurus Yayasan PAYP. Bersama tim el-Mira Music, Wafiq Azizah memberikan motivasi untuk meningkatkan prestasi kepada 70 santri yang sebagian besar anak yatim piatu itu.

Pelantun lagu Sepohon Kayu ini menceritakan awal kesuksesannya meraih presatasi sebagai penyanyi maupun qoriah terkenal hingga sekarang. Dituturkan,  sejak usia SD dirinya mendapat bimbingan dan latihan baca seni Al-Qur’an (MTQ) dari ayahnya. Kemudian ia mengikuti lomba-lomba MTQ tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional dan internasional.

PKS Piyungan Taubat

“Dari situlah, saya bisa  mendapat prestasi nasional dan internasional sesuai dengan usaha saya,” katanya di hadapan para santri.

Berkat prestasi itu, tutur Wafiq, ia mendapat penghargaan dari Walikota Magelang berangkat haji ke tanah Suci pada kelas 2 SMA. “Sekarang saya sering diundang konser mengisi acara-acara pengajian. Bulan ini rencananya ke Hongkong berceramah di hadapan TKI di sana,” imbuhnya.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara yang dimoderatori Ketua IPPNU Kudus Futuhal Hidayah ini, Wafiq mendorong santri meraih prestasi. Ditegaskan, santri harus mempunyai kemauan yang tinggi dan tidak boleh minder.

“Apalagi  PAYP Darussalam diajarkan MTQ maupun rebana, kembangkan minat bakat kalian supaya mendapat pengalaman serta prestasi yang luar biasa,” tegas wanita kelahiran Magelang 4 Mei 1987 ini.

Saat ditanya santri tentang kiat menjaga kesehatan suara agar tetap stabil, Wafiq mengatakan dirinya sering minum air putih dengan es batu, minum jamu gurah, menghindari makanan kolesterol tinggi, istirahat dan tidur yang berkualitas.

“Jaga pola hidup sehat, sebelum makan minum air putih yang banyak,” tegas ibu tiga anak ini.

Di samping memberikan motivasi, Wafiq juga melantunkan lagu album nasid terbarunya yang berjudul “Dosa” dengan iringan rebana dari santri PAYP Darussalam. Ia juga berduet dengan salah satu santri melantunkan lagu shalawat nabi.

Usai acara dari Darussalam, Wafiq Azizah melanjutkan agenda di Kudus mengisi pengajian dalam rangka tasyakuran khitanan putra warga Desa Kajar Dawe Kudus. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Budaya, Warta PKS Piyungan Taubat

Kamis, 23 November 2017

GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN

Solo, PKS Piyungan Taubat. Tak mau kalah dengan kota lain, di Bulan Mei ini, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Solo bekerjasama dengan MataAir telah menyiapkan program Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN). Kegiatan ini nantinya merupakan suatu pendampingan pelajar untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN

“Sedianya sudah kita mulai di Bulan April. Tapi berhubung mepet waktunya, takut mengganggu konsentrasi siswa yang akan menghadapi UN,” terang Ketua GP Ansor Solo, Muhammad Anwar, Selasa (30/4) kemarin.

Menurut Anwar, program yang sudah berlangsung sejak tahun 2007 ini akan mulai diselenggarakan 10 Mei – 3 Juni 2013 di Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji.

PKS Piyungan Taubat

“Harapannya dengan diasramakan di pesantren, para peserta akan lebih mengenal kultur pesantren dan mendapatkan nilai-nilai keagamaan yang khas di pesantren,” imbuhnya.

Selain memberi pendampingan untuk masuk ke PTN, para peserta program BPUN ini juga akan dibekali materi soft skill dan pengarahan untuk mendapat beasiswa studi di PTN. Khususnya bagi para pelajar yang kurang mampu, agar mereka juga dapat merasakan pendidikan di bangku kuliah.

PKS Piyungan Taubat

Untuk pendaftaran, sudah dimulai di akhir April lalu dan sampai hari ini (1/5) masih terbuka pendaftarannya. Bagi para pelajar atau anda yang memiliki putra yang akan masuk PTN, dapat segera mendaftarkan diri ke panitia. Tentang syarat mengikuti BPUN ini bisa menghubungi sahabat Warsito (0857 2561 5186) atau sahabat Wisnu (0899 5231 785), atau bisa langsung datang ke sekretariat BPUN Solo di Jl Jambu Raya RT 6/3 Jajar Laweyan Solo.

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Makam, Warta PKS Piyungan Taubat

Minggu, 05 November 2017

Siswa SMP Ma’arif 1 Pamekasan Santuni Fakir Miskin

Pamekasan, PKS Piyungan Taubat. Ratusan bendera Nahdlatul Ulama (NU) masuk ke pelosok-pelosok desa. Rumah-rumah penduduk yang tergolong fakir miskin menatap bendera tersebut dengan wajah berbinar.

Mereka mendapatkan santunan dari ratusan siswa-siswi SMP Ma’arif 1 Pamekasan yang menyalurkan zakatnya didampingi dewan guru, Senin (19/6). Sedikitnya terdapat 150 zakat fitrah diberikan kepada kaum fakir miskin di dua desa, yaitu Terrak dan Mangar, Tlanakan.

Siswa SMP Ma’arif 1 Pamekasan Santuni Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa SMP Ma’arif 1 Pamekasan Santuni Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa SMP Ma’arif 1 Pamekasan Santuni Fakir Miskin

"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial para siswa terhadap fakir miskin," ungkap Moh. Fadoli selaku Pembina OSIS SMP Maarif 1 Pamekasan.

Melalui kegiatan blusukan membagikan zakat fitrahnya, pihak sekolah mendambakan siswa-siswinya menjadi pribadi yang dermawan. Sebab, Nabi Muhammad SAW mengajarkan tangan di atas lebih utama daripada tangan di bawah.

PKS Piyungan Taubat

Moh. Rosi, ketua OSIS SMP Maarif 1 Pamekasan menegaskan, ratusan zakat tersebut tidak serta merta langsung disalurkan. Melainkan, para siswa-siswi SMP Maarif 1 Pamekasan terlebih dahulu menjalani ritual keagamaan yang bernafaskan sunnah Nabi Muhammad SAW.?

"Kami mengawalinya dengan shalat dhuha dan tadarus Al-Quran. Semoga kita mendapatkan ridla Allah melalui berkah Ramadan dan pembersihan harta lewat zakat fitrah," ujar Rosi.

Usai shalat Dluha dan tadarus, siswa-siswi dibagi 8 kelompok. Selanjutnya, mereka menyebar sesuai lokasi sasaran pendistribusian. Dewan guru tampak berbinar mendampingi mereka. (Hairul Anam/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Ahlussunnah, Kiai PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 28 Oktober 2017

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri

Jakarta, PKS Piyungan Taubat?

Tidak kurang 604 Posko Mudik Lebaran pada tahun 2017 ini didirikan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Indonesia. Ratusan posko mudik lebaran ini didirikan secara sukarela dan mandiri oleh kader Inti Gerakan Pemuda Ansor, dan tersebar mulai dari Jakarta hingga Papua.

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri

?

Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeini, Selasa (20/6) di Jakarta mengatakan posko mudik lebaran yang didirikan Banser pada tahun 2017 ini jauh lebih banyak disbanding tahun 2016 lalu.?

“Pada tahun ini, total posko mudik yang didirikan Banser tidak kurang dari 604 posko. Ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya terdapat 201 posko mudik lebaran,”bebernya kepada PKS Piyungan Taubat. ?

PKS Piyungan Taubat

Dikatakan Alfa, ratusan posko Banser ini tersebar di sejumlah provinsi, mulai dari ibu kota Jakarta hingga Papua. Menariknya, seluruh posko tersebut didirikan mandiri, menampik tudingan tendensius sejumlah pihak, Banser bergerak karena sebungkus rokok dan nasi bungkus.

“Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ini tanda jelas dan tegas, bahwa Banser sebagai kader inti Gerakan Pemuda Ansor selalu mengambil peran positif dan bermanfaat bagi agama, masyarakat dan bangsa,’imbuhnya.

Mantan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur ini mengapresiasi semangat atau ghirah dalam gerakan (harakah) Banser di sejumlah provinsi di Indonesia dalam mendarmabaktikan diri dalam kegiatan kemanusiaan itu.

? “Terimakasih kepada seluruh kader yang terus bergerak menunjukkan Banser sebagai organisasi yang maslahat untuk umat untuk bangsa," tandas Alfa Isnaini mengatakan.

Alfa membeberkan, beberapa posko mudik lebaran yang didirikan Banser diantaranya berada di Sumatera sebanyak 50 posko, dan dari jumlah tersebut, 50 persen berada di Provinsi Lampung. Kemudian di DKI Jakarta sendiri, ? Banser mendirikan sebanyak 6 posko mudik lebaran.

PKS Piyungan Taubat

Di Propinsi Banten, ? terdapat 10 posko mudik lebaran kemudian Jawa Barat 83 posko. Lalu di Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing ada 201 posko, dan di Yogyakarta terdapat 12 posko.

Posko Mudik lebaran juga didirkan Banser di Pulau Dewata. Di Bali initidak kurang sebanyak 41 posko mudik lebaran didirikan Banser. Selanjutnya di Nusa Tenggara Timur atau NTT, Nusa Tenggara Barat atau NTB, Papua, Kalimantan dan Sulawesi.

"Dari jumlah tersebut yang menjadi skala prioritas sebanyak 250 titik, tersebar di Lampung sejumlah 22, lalu Banten dan DKI Jakarta masing-masing 6 posko. Lantas Jawa Barat 35 posko, ? Jawa Tengah 110 posko, ? Jawa Timur ? 59 posko dan DIY 12 posko," bebernya.

Skala prioritas itu, lanjutnya ? didasarkan pada intensitas kunjungan pada tahun 2016, prediksi ? jumlah pemudik dan tingkat masalah dihadapi. Setiap posko mudik yang didirkan Banser dikatakan Dansatkornas Banser ini mengungkapkan menyediakan informasi seputar kondisi lalu lintas, jalur alternatif, tempat peristirahatan, tempat Shalat, hingga fasilitas WiFi di sejumlah posko di Jawa Tengah.

“Dari ratusan posko mudik lebaran itu, ribuan kader inti Gerakan Pemuda Ansor akan membantu mengurai kemacetan sudah pasti terjadi dan menekan angka kecelakaan, “ pungkas Alfa Isnaeini.(Gatot Arifianto / Muslim Abdurrahman)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Ulama, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Selasa, 05 September 2017

Saat Gus Dur Ditanya Ada Salib di Sirip Ikan

Suatu ketika, Kang Maman berbincang dengan Gus Dur di masjid samping rumahnya, Al-Munawwaroh Ciganjur, Jakarta Selatan. Hari sudah larut. Gus Dur terdiam dan enggan beranjak dari tempat duduknya.

Kali ini Kang Maman yang berusaha melontarkan joke atau humor yang biasa melekat pada diri Gus Dur, namun saat itu Gus Dur masih saja terdiam.

Saat Gus Dur Ditanya Ada Salib di Sirip Ikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Gus Dur Ditanya Ada Salib di Sirip Ikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Gus Dur Ditanya Ada Salib di Sirip Ikan

Kang Maman mengatakan tentang beberapa fenomena aneh yang kerap muncul di negeri ini, misal dulu ramai batu ajaib yang dipegang bocah Ponari di Jombang, Jawa Timur.

Selain itu, di Cirebon, Jawa Barat juga heboh karena ada simbol menyerupai ‘salib’ di beberapa sirip ikan hias. Ternyata sebelumnya, para kiai matur ke Gus Dur tentang fenomena itu.

Saat itu Gus Dur hanya berbicara singkat. “Kiai jangan heran. Itu nggak aneh,” kata Gus Dur. Para kiai dibikin penasaran tentang perkataan lanjutan Gus Dur.

“Kalau ada ‘salib’ di sirip ikan mas, ya wajar toh,” lanjut Gus Dur.

PKS Piyungan Taubat

“Wajar bagaimana, Gus?” tanya salah seorang kiai coba menimpali Gus Dur.

“Lah wong Mbah-nya ikan-ikan itu kan PAUS,” kata Gus Dur singkat disambut geerrr para kiai. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Warta, Sejarah, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 22 Agustus 2017

Soal Rohingya, 7 Anggota Dewan Keamanan PBB Minta Arahan Guterres

New York, PKS Piyungan Taubat. Tujuh anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Amerika dan Inggris, meminta Sekjen PBB Antonio Guterres memberikan pengarahan secara terbuka kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB terkait krisis yang menimpa Muslim Rohingya di Myanmar.

Soal Rohingya, 7 Anggota Dewan Keamanan PBB Minta Arahan Guterres (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Rohingya, 7 Anggota Dewan Keamanan PBB Minta Arahan Guterres (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Rohingya, 7 Anggota Dewan Keamanan PBB Minta Arahan Guterres

Sebelumnya, PBB menyebut tragedi kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, itu sebagai upaya sistematis "pembersihan etnis" oleh pemerintah Myanmar.

(Baca: Soal Rohingya, PBB Nilai Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis)

PKS Piyungan Taubat

Sebagaimana dilaporkan Reuters, Sabtu (23/9), Swedia, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Mesir, Senegal, dan Kazakhstan menginginkan Ethiopia, selaku presiden dewan tersebut, mengatur pelaksanaan briefing itu pada minggu depan.

Hingga kini lebih dari 422 ribu Muslim Rohingya meningalkan rumah tinggal mereka di Myanmar menuju negara tentangga, Bangladesh, sejak serangan mematikan oleh militan Rohingya pada 25 Agustus 2017. Serangan yang ditujukan kepada pos-pos keamanan perbatasan Myanmar itu memicu tindakan militer secara mambabi buta Myanmar atas nama perburuan para teroris.

Sementara itu The New York Times mengatakan, sejumlah diplomat berpendapat Tiongkok dan Rusia, sebagai negara pemilik hak veto yang sejak awal berpihak pada Myanmar, tidak bakal menyetujui langkah lebih keras terhadap Myanmar.

Sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB akan membutuhkan sembilan suara dukungan dan tidak ada veto oleh Rusia, Tiongkok, Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

PKS Piyungan Taubat

Seiring dengan itu, Myanmar awal bulan ini juga telah melakukan negosiasi dengan Tiongkok dan Rusia untuk memastikan Myanmar dilindungi dari tindakan Dewan Keamanan. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Warta, Santri PKS Piyungan Taubat

Minggu, 13 Agustus 2017

Mengintgrasikan NU dalam Gerakan Nasional

Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU bukan ajaran, tetapi tradisi, karena itu pelaksanaanya juga sangat kondisional. NU dilahirkan pada 31 Januari 1926 M, bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H.

Rasa pengabdian tanpa batas, penuh keikhlasan, dilandasi rasa saling percaya, sehingga muncul semangat kebersamaan yang erat serta militansi yang tinggi menyebabkan dalam waktu yang singkat NU telah menjadi organisasi yang berskala nasional. Untuk mengingatkan pada semangat awal, angka 1926 itu menjadi keramat dalam NU, tidak hanya dikukuhkan tonggak kelahiran NU, tetapi juga dikukuhkan sebagai landasan dari gerak organisasi ini sehingga dikenal istilah “Khittah NU 1926”.

Mengintgrasikan NU dalam Gerakan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengintgrasikan NU dalam Gerakan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengintgrasikan NU dalam Gerakan Nasional

Sebelum NU masuk lebih jauh ke dalam kancah perjuangan nasional, Harlah NU diperingati pada 27 Rajab (bukan tanggal 16 Rajab), ini dibarengkan dengan peringatan isra’ mi’raj. Hal itu sejalan dengan ? seruan yang dikeluarkan Muktamar NU ke-15 di Surabaya tahun 1940.

Tetapi ketika NU mulai memasuki gerakan nasional secara mental dan fisik sejak datangnya Jepang 1942, NU berusaha memperingati Harlanya berpatokan pada bulan Januari. Sebagai upaya mengintegrasikan gerakan NU dalam gerakan nasional. Dimulai ketika NU mulai menggerakan tentara Hizbullah, Sabilillah Barisan Kiai, sampai pada keluarnya Resolusi Jihad untuk ? perang menghadapi Sekutu dan agresi Belanda pertama dan kedua.

PKS Piyungan Taubat

Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU tidak diselenggarakan demi rutinitas, tetapi digunakan sebagai momen untuk menegakkan tonggak sejarah. Peringatan Harlah ke-35 pada 31 Januari 1959 misalnya, diselenggarakan secara besar-besaran sebagai upaya mengkonsolidasi diri sebagai upaya untuk merespon keadaan negara yang dalam keadaan darurat saat pertikaian antara ideologi tak bisa diatasi sehingga Konstituante mengalami jalan buntu.

PKS Piyungan Taubat

Harlah NU dilakukan tidak hanya untuk unjuk ? kekuatan tetapi, merupakan respon terhadap keadaan negara. Ada agenda besar yang diusulkan dalam harlah pada waktu itu. Pertama, mengusulkan adanya integrasi Islam Pancasila atau Pancasila Islam sebagai upaya untuk mengeliminir Pancasila ala PKI, yakni Pancasila gadungan. Kedua NU mengusulkan agar status negara dalam bahaya SOB dicabut karena sangat menyulitkan gerak organisasi dalam melaksanakan pendidikan dan dakwah. Ketiga NU mengusulkan agar Piagam Jakarta tidak hanya dijadikan dokumen historis, yang tidak berfungsi aktif, melainkan harus menjadi jiwa dari UUD 1945.?

Usulan itu pada 15 Februari 1959 disampaikan KH Saifuddin Zuhri dalam sidang terakhir Konstituante, 4 Mei 1959, yang ? disambut lega oleh seluruh partai mulai dari Masyumi, PNI bahkan PKI serta partai kecil lainnya, karena merupakan tawaran jalan keluar yang sangat cerdik.

Harlah NU yang sangat fenomenal adalah Harlah NU ke-40 yang diselenggarakan pada 31 Januari 1966 di Gelora Bung Karno yang dihadiri oleh ratusan ribu warga nahdliyin dari seluruh Indonesia. Walaupun stadion tidak muat sehingga hadirin tumpah-ruah di jalan, tetapi suasana tetap tertib. Padahal saat setelah peristiwa G30S-PKI, tidak ada lagi kekuatan besar yang mampu mengomando rakyat, tetapi NU bisa. Saat itu NU menjadi stabisisator keamanan negara paling utama, bersama tentara, karena PKI sudah tidak berdaya, PNI sudah tercerai berai, sementara Masyumi sudah lama mati.

Harlah ke-40 itu diketuai oleh seniman besar H Djamaluddin Malik dan H. Usmar Ismail, sehingga suasana dramatis dan teatrikal tercipta, sehingga melahirkan asa baru di tengah keputusasaan social politik akibat tragedi yang dipicu PKI. Saat itulah NU mengusulkan pembubaran PKI sebagai dalang bencana.?

Pelaksanaan Harlah NU dengan menggunakan kalender masihiyah dengan tonggak 31 Januari 1926 itu stelah diijma’i oleh para muassis NU yang masih hidup saat itu, antara lain K. Wahab Hasbullah, KH Bisri Sansoeri, KH Asnawi Kudus, KH Maksum Lasem dan lain sebagainya. Karena bagi mereka menjadi NU adalah menjadi Indonesia, maka tidak masalah menggunakan penanggalan yang sudah mentradisi dalam masyarakat Indonesia, dengan tanpa menghilangkan rasa ? hormat pada ? kalender Hijriyah. Terbukti seluruh peringatan hari besar Islam tetap menggunakan kalender Hijriyah. Penggunaan kalender Masehi sekadar sarana komunikasi, sebagaimana dulu para wali menggunakan tradisi agama Kapitayan, Hindu, Budha dan lainnya sebagai sarana untuk menyiarkan Islam. Lagi pula Islam juga sangat menghormati Nabi Isa Al Masih, bahkan termasuk salah satu dari ulul azmi, sebagai rasul yang utama.?

Walaupun beberapa ulama pada tahun 1986 mengusulkan agar perngatan Harlah NU diselenggarakan pada bulan Hijriyah yakni 16 Rajab. Bahkan keputusan itu dituangkan dalam Peraturan Organisasi. Tetapi saran itu tidak bisa mengalahkan tradisi yang sudah dikembangkan oleh para pendiri. Langkah ini antara lain didorong oleh semangat kebangkitan Islam yang dicetuskan pada tahun 1400 Hijriyah berarti kalender Islam telah memasuki abad ke-15 Hijriyah yang mendapatkan momentumnya dalam Revolusi Islam Iran ala Khomaini 1979.?

Pada masa kepemimpinan KH Sahal Mahfudz-KH Hasyim Muzadi diselenggarakan peringatan Harlah NU ke-82 di Gelora Bung Karno, pada Februari 2009. Sebagaimana Harlah sebelumnya, Harlah ini diselenggarakan untuk mengkonsolidasikan kekuatan NU setelah mendapatkan rongrongan dari berbagai kelompok islam transnasional, sekaligus untuk memberikan jaminan keamanan bagi rakyat dan negara bahwa Islam moderat seperti NU masih ada bahkan sangat besar jumlahnya melebihi kekuatan Islam radikal yang penuh dengan kekerasan bahkan menebar terror dan mengancam warga.?

Saat kekuatan Islam radikal semakin marak ditambah lagi maraknya kekuatan neo liberal di Indonesia bahkan telah menerobos ke seluruh sektor kehidupan, di bawah kepemimpinan KH Sahal Mahfudz-KH Said Aqil Siroj, perlu kembali mengkonsolidasi diri dan mendesak pada pemerintah agar segera menyelamatkan bangsa dan negara ini dari cengkeraman kapitalisme global. Gagasan itu yang disampaikan oleh PBNU dalam Harlah NU ke-85 yang diselenggarakan pada Juli 2011 di Gelora Bung Karno. Harlah ini dihitung berdasarkan kalender masehi, tetapi pelaksnaannya bertepatan pada bulan Rajab dan Sya’ban. Harlah ini dihadiri oleh Presiden RI serta petinggi negara serta ormas. Dengan di dukung seluruh ? warga NU yang hadir dalam stadion itu, maka gema usulan NU itu terdengar di seluruh dunia berkat gencarnya liputan media.

Jalan tengah untuk mengatasi dikotomi kalender Masehi atau Hijriyah itu biasanya demi kepentingan publik diselenggarakan Harlah terbuka dengan menggunakan kalender masehi, tetapi pada tanggal 16 Rajab ini sangat penting sekalian untuk diadakah peringatan Harlah sambil merayakan Isra’ Mi’raj.

Peringatan Harlah di bulan Rajab ini diselenggarakan dengan melakukan berbagai amalan, selamatan dan doa. Karena ? itu, penyelenggaraannya bisa tertutup, lebih sederhana dalam rangka merenung dan berdoa, bukan dalam rangka dakwah dan syiar yang gebyar. ? Tetapi semuanya itu li ila’i kalimatillah dan mewujudkan izzul Islam wal muslimin wa izzu Nahdalatil Ulama wan nahdliyin. Selamat ber-Harlah. (Abdul Mun’im DZ)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pesantren, Warta PKS Piyungan Taubat

Minggu, 30 Juli 2017

Mengupayakan Ongkos Berhaji?

Sebagai salah satu dari lima rukun Islam ibadah haji memiliki catatan tersendiri untuk kewajiban pengamalannya. Syahadat adalah pintu utama untuk mengamalkan kewajiban dan berbagai macam amalan lain dalam Islam. Siapapun belum dianggap berislam bila belum melewati pintu utama ini, tak bisa ditawar. Demikian pula dengan shalat. Dalam kondisi apapun seorang Muslim wajib melakukan shalat dengan cara apapun yang ia bisa. Bila ada satu dua shalat yang terlewatkan ia berkewajiban untuk mengqadla atau menggantinya. Demikian pula dengan puasa dan zakat. Keempatnya adalah rukun Islam yang mau tidak mau setiap Muslim harus mengamalkannya. Kalaupun ada kelonggaran untuk tidak mengamalkannya maka ada kompensasi tertentu yang mesti ia jalani.

Namun tidak demikian dengan haji. Rukun Islam yang satu ini memiliki catatan khusus dalam pengamalannya, yakni syarat adanya kemampuan.

Mengupayakan Ongkos Berhaji? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengupayakan Ongkos Berhaji? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengupayakan Ongkos Berhaji?

Dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 97 Allah berfirman:

PKS Piyungan Taubat

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dan wajib atas manusia karena Allah berhaji ke Baitullah yakni bagi orang yang mampu menjalaninya.”

PKS Piyungan Taubat

Tentang ayat ini para mufasir menjelaskan bahwa syarat melakukan ibadah haji adalah memiliki kemampuan dalam hal bekal, kendaraan, dan juga nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan sampai dengan kembali lagi kepada mereka. Lebih lanjut, masih dalam hal kemampuan, Imam Baghawi juga mensyaratkan adanya keamanan dalam perjalanan, terbebas dari tanggungan hutang serta beberapa syarat lainnya (lihat Husain bin Mas’ud Al-Baghawi, Ma’alimut Tanzil (Kairo: Darul Alamiyah, 2015), jilid 1, hal. 463)

Secara ringkas kita sering menyebut ibadah haji sebagai ibadah yang wajib dilakukan bagi seorang Muslim yang mampu saja, yang tidak mampu tidak wajib berhaji. Hanya saja pada prakteknya batas kemampuan ini menjadi rancu ketika diterapkan di masyarakat.

Ada orang yang ditanya kapan ia akan beribadah haji lalu menjawab dengan kalimat “saya belum mampu”, “saya tidak punya uang sebanyak itu untuk mendaftar” dan jawaban semisalnya yang menunjukkan ketidakmampuannya. Padahal bila melihat harta yang dimiliki bisa jadi sesungguhnya ia telah memiliki kemampuan dan terkena beban kewajiban untuk berhaji. Ada semacam pemahaman di masyarakat bahwa seseorang dianggap mampu berhaji apabila pada satu waktu ia memiliki sejumlah uang yang cukup untuk mendaftar dan melunasi biaya ibadah haji serta untuk bekal selama di tanah suci. Meski ia mampu membeli sepeda motor dan bahkan mobil sekalipun, bila pada satu waktu ia tak memiliki uang yang cukup untuk berbagai macam biaya haji maka ia anggap dirinya belum mampu dan bebas dari kewajiban berhaji. Pemahaman seperti ini kiranya kurang pas.

Bila melihat kedudukan ibadah haji sebagai salah satu rukun Islam—dimana rukun bisa berarti sebagai tiang penyangga yang membuat kokoh bangunan Islam—semestinya setiap orang Muslim berkemauan untuk berusaha secara maksimal untuk mendapatkan kemampuan berhaji sehingga kelima rukun Islam dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Semestinya setiap Muslim memiliki niat dan usaha yang kuat untuk bisa melaksanakan ibadah haji dan tidak bersembunyi di balik alasan “Allah belum memanggil saya”. Karena kedudukannya sebagai rukun Islam semestinya setiap Muslim tidak menomorsekian kan ibadah haji lalu lebih memilih menggunakan hartanya untuk keperluan konsumtif yang lain.

Beranjak dari pemahaman di atas bisa diambil satu contoh bahwa seorang yang mampu membeli sepeda motor—umpamanya—secara kredit sesungguhnya ia juga dapat mengupayakan untuk mampu beribadah haji. Taruhlah seseorang membeli sepeda motor dengan uang muka lima juta rupiah. Ia terkena kewajiban melunasinya dengan mengangsur selama lima tahun atau enam puluh kali dengan besar angsuran lima ratus ribu rupiah per bulan. Maka ketika lunas ia telah mampu membayar sepeda motor itu seharga tiga puluh lima juta rupiah. Itu juga berarti ia mampu untuk menyisihkan uang sebanyak itu dalam waktu lima tahun. Bersamaan dengan itu ia juga bisa menjalani hidup secara layak, membiayai sekolah anak-anaknya, membayar beberapa tagihan rekening, dan memenuhi kebutuhan lainnya. Artinya pula, orang yang mampu membeli sepeda motor dengan pola seperti itu sesungguhnya ia juga mampu untuk mengusahakan kemampuan berhaji dari sisi biaya dengan cara menyisihkan penghasilan lima ratus ribu per bulan.

Namun yang terjadi di masyarakat tidaklah demikian. Banyak di antara mereka yang begitu mudah menyisihkan penghasilan demi membeli berbagai macam kebutuhan yang tak lagi primer, namun merasa berat untuk melakukan hal yang sama demi bisa melaksanakan rukun Islam kelima dengan alasan mulai dari “masih banyak kebutuhan ini dan itu” sampai alasan “belum dipanggil Allah”.

Bila dicermati lebih lanjut sesungguhnya upaya untuk mampu berhaji banyak dipengaruhi oleh seberapa besar niat dan kemauan untuk melaksanakannya. Setiap tahun di musim haji melalui media massa kita sering mendengar cerita seseorang yang dapat berhaji dari usahanya sebagai seorang pemulung, penjualan jajanan kecil di pinggir jalan, buruh cuci pakaian dan lain sebagainya. Karena kemauan yang kuat mereka sisihkan sebagian kecil pendapatannya yang memang tak besar. Dan setelah sekian tahun lamanya pada akhirnya mereka berkemampuan untuk berhaji dari uang tabungannya sebagai buah dari upaya memampukan diri.

Sebagai penutup, sekali lagi dari melihat bahwa haji adalah rukun Islam yang semestinya juga dipenuhi sebagaimana rukun Islam lainnya, kiranya tidak berlebihan bila pemahaman bahwa “haji adalah ibadah yang wajib bagi orang yang mampu” sedikit digeser menjadi bahwa “haji adalah ibadah yang wajib bagi semua umat Islam kecuali bagi yang tidak mampu”. Wallahu a’lam. (Yazid Muttaqin)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, Pemurnian Aqidah, Warta PKS Piyungan Taubat

Jumat, 21 Juli 2017

Bela Muslim Cina, Cendekiawan Uighur Dipenjara Seumur Hidup

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Pengadilan di Cina menyatakan seorang cendekiawan Uighur bersalah atas separatisme dan dipenjarakan seumur hidup, kata pengacaranya.

Ilham Tohti, mantan akademisi universitas ini, telah menyuarakan kebijakan-kebijakan pemerintah terhadap kaum minoritas Muslim Uighur di wilayah bergolak Xinjiang.Tohti, yang menyangkal tuduhan terhadap dirinya, telah ditahan sejak Januari.Demikian dilaporkan olah BBC Indonesia.

Bela Muslim Cina, Cendekiawan Uighur Dipenjara Seumur Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)
Bela Muslim Cina, Cendekiawan Uighur Dipenjara Seumur Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)

Bela Muslim Cina, Cendekiawan Uighur Dipenjara Seumur Hidup

Uni Eropa, Amerika Serikat dan PBB menyerukan agar Tohti dibebaskan.

PKS Piyungan Taubat

Pengacara Tohti, Li Fangpin, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia berencana untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Tohti ditahan setelah dia mengkritik reaksi Beijing atas serangan mobil bunuh diri di dekat Tiananmen Square. Pemerintah menyalahkan insiden itu pada separatis dari Xinjiang.

Promosikan Dialog

"Tentu saja, hukuman seumur hidup ini terlalu banyak," kata Li. "Tapi dia telah mengatakan bahwa tidak peduli apa hasilnya, ini tidak harus mengarah pada kebencian. Ia selalu mengatakan ia ingin menciptakan sebuah dialog dengan China Han", seperti dikutip dari situs aljazeera.?

Jaksa di Xinjiang mengatakan Tohti telah mempromosikan kemerdekaan bagi wilayah tersebut di websitenya.?

Namun menurut Li, Tohti mengatakan kepada pengadilan pekan lalu ia mendirikan website untuk mempromosikan dialog antara Uighur dan Han dan bahwa ia telah menentang separatisme dan kekerasan publik.?

Tohti telah menolak bukti penuntutan dan mengatakan laporan terhadap dirinya yang dibuat relawan mahasiswa yang telah bekerja pada website dibuat di bawah tekanan dari pemerintah.?

Amerika Serikat, Uni Eropa dan kelompok hak asasi manusia telah menyerukan pembebasan Tohti setelah penahanan sembilan bulan secara luas dilihat sebagai bagian dari tindakan keras pemerintah pada perbedaan pendapat di Xinjiang, di mana ketegangan antara Uighur dan mayoritas Han China telah menyebabkan kekerasan.?

Beberapa aktivis mengatakan kebijakan represif pemerintah, termasuk kontrol pada Islam, telah memicu kerusuhan.?

Tohti, yang mengajar di Universitas Minzu Beijing, yang mengkhususkan diri dalam studi etnis minoritas, mengatakan dia tidak pernah terkait dengan organisasi teroris atau kelompok asing berbasis dan memiliki "hanya bergantung pada pena dan kertas untuk upaya diplomatis" hak asasi manusia dan hak-hak hukum bagi warga Uighur. (mukafi niam) Foto BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Cerita, Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 13 Juli 2017

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi

Pacitan, PKS Piyungan Taubat. Tahun 26 Lahire NU ...

Ijo Ijo Benderane NU ...

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi

Gambar Jagad Simbule NU ...

Bintang Songo Lambange NU ...

PKS Piyungan Taubat

Syuriyah Ulamae NU ...

Tanfidziyah Pelaksana NU ...

GP Ansor Pemuda NU ...

PKS Piyungan Taubat

Fatayat Pemudi NU ...

Demikian Lantunan Shalawat NU yang dibawakan oleh Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dari Kota Surakarta pada acara Keluarga Pondok Tremas Bersholawat, Selasa (26/3) malam di halaman Masjid Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jawa Timur.

Malam itu, komplek Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan atau yang dikenal dengan sebutan “Atturmusi” dibanjiri ribuan Muslimin dari seantaro Pacitan dan sekitarnya. ?

Ribuan Syecher mania, sebutan untuk simpatisan Habib Syech, memadati halaman masjid, serambi masjid, bahkan ribuan jamaah memenuhi jalan sepanjang komplek Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan.

Turut hadir dalam acara tersebut para alim ulama dan habaib, diantarnya KH Fuad, Habib Dimyathi, KH Luqman Harist Dimyathi, Gus Karim (Solo) KH Zaenal Abidin (Trengalek), KH Umar Tumbu dan Kapolres Pacitan. Mereka ikut larut dalam bacaan sholawat dan qasidah yang didendangkan oleh Habib Syech.

Habib Syech bersama Jamiyyah Ababul Musthofa Madiun menyuguhkan sedikitnya 15 Sholawat. Tak lupa, Sholawat NU dikumandangkan di pesantren yang didirkan oleh KH Abdul Manan Pada tahun 1830 M tersebut.

Sholawat NU yang isinya terdiri dari syi’iran tentang NU dan amaliahnya ini termasuk salah satu lagu yang sangat saat ini sering dibawakan oleh Habib Syech dalam setiap gelaran sholawatnya. Dengan tujuan, panji panji NU semakin menyebar di seantaro polosok negeri.?

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Zaenal Faizin





Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Warta, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Jumat, 07 Juli 2017

Lagi, Foto yang Dikira Wajah Syekh Mahfudz Attarmasi Ternyata Keliru

Pacitan, PKS Piyungan Taubat. Banyak cara ditunjukkan para santri dalam menghormati para ulama Nusantara. Diantaranya dengan memajang foto ulama yang mereka kagumi. Foto yang mereka pajang biasanya diambil dari beberapa situs di internet. Sebab melalui mesin pencarian google, dapat dengan mudah ditemukan foto ulama yang dimaksud.

Lagi, Foto yang Dikira Wajah Syekh Mahfudz Attarmasi Ternyata Keliru (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Foto yang Dikira Wajah Syekh Mahfudz Attarmasi Ternyata Keliru (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Foto yang Dikira Wajah Syekh Mahfudz Attarmasi Ternyata Keliru

Namun siapa sangka, ada beberapa foto ulama yang sebelumnya diyakini sebagai ulama yang dimaksud ternyata keliru. Seperti halnya foto wajah Syekh Mahfudz Attarmasi, ulama nusantara kelahiran Tremas Pacitan yang dikenal produktif dalam menulis kitab. Foto yang sudah beredar luas di masyarakat ternyata dipertanyakan keasliannya.

Akhmad Saufan, peminat sejarah ulama nusantara mengatakan, foto yang beredar luas di internet itu dipastikan bukan foto wajah Syekh Mahfudz Attarmasi, melainkan merupakan foto seorang kiai dari Jombang Jawa Timur. Kepastian itu ia dapatkan setelah melakukan konfirmasi kepada keturunan Syekh Mafudz di Pesantren Betengan Demak, Jawa Tengah, belum lama ini.

“Dua kali kami menanyakan (kebenaran) foto itu kepada dzuriyyah Syekh Mahfudz di Pesantren Bentengan Demak, dan Gus Muham (cicit Syekh Mahfudz) mengatakan bahwa itu bukanlah foto wajah Syekh Mahfudz, melainkan foto ayahnya cak Nawar Jombang,” jelasnya kepada PKS Piyungan Taubat melalui pesan singkat, Sabtu (26/11) lalu.

PKS Piyungan Taubat

Alumni Pesantren Tremas Pacitan itu menambahkan, kejelasan tentang foto itu diperkuat kembali oleh Cak Nawar, Jombang. Pria yang dekat dengan keluarga Pesantren Tremas Pacitan itu mengakui bahwa foto yang selama ini dikira oleh banyak orang sebagai Syekh Mahfudz, ternyata merupakan foto ayahnya. Foto itu diambil ketika ayahnya hendak memberikan khutbah jum’at, beberapa tahun silam.

Sebelumnya, keluarga pesantren Betengan dan Pesantren Tremas Pacitan, tidak pernah memiliki dan menyimpan foto yang bergambar wajah seorang kiai bersurban putih dan memakai kacamata hitam itu. Para Santri dan alumni Pesantren Tremas sebelumnya juga tidak banyak yang mengenal dan menyimpan foto itu.

Belum diketahui kapan dan siapa yang pertama kali mengunggah foto itu ke internet dan diberi caption Syekh Mahfudz At-Termasi Termas-Jawa Timur, sehingga akhirnya foto itu diyakini sebagai foto Syekh Mafudz.?

Akhmad Saufan yang juga pengajar di IAIN Purwoketo, Jawa Tengah itu berharap, para peneliti yang hendak mengangkat biografi Syekh Mahfudz Attarmasi dan menggunakan foto itu untuk melengkapi karyanya, hendaknya melakukan riset dan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak keluarga. Agar dikemudian hari tidak terjadi kesalahfahaman. (Zaenal Faizin/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Warta PKS Piyungan Taubat

Selasa, 20 Juni 2017

Ponpes Al Jauhar Pegang Peran Penting Gerakan Mahasiswa di Jember

Jember, PKS Piyungan Taubat. Pondok Pesantren tak hanya jadi pusat pendidikan keagamaan, tapi juga memegang peran penting dalam gerakan perubahan sosial. Di Jember, Jawa Timur, terdapat Pondok Pesantren Al Jauhar yang berperan strategis dalam gerakan mahasiswa di Kota 1001 Gumuk itu.

Al Jauhar dirintis sejak tahun 1989 oleh ulama sekaligus akademisi Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) KH Shodiq Mahmud. "Abah Shodiq mendirikan pesantren Al Jauhar khusus bagi mahasiswa yang kuliah di Jember agar mahasiswa memiliki pendididikan agama dan berakhlakul karimah atau memiliki moral yang baik," kata pengasuh Al Jauhar saat ini yang juga anak sulung KH Shodiq, Hj. Liliek Istiqomah, Rabu, 3 Mei 2017.

Ponpes Al Jauhar Pegang Peran Penting Gerakan Mahasiswa di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Ponpes Al Jauhar Pegang Peran Penting Gerakan Mahasiswa di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Ponpes Al Jauhar Pegang Peran Penting Gerakan Mahasiswa di Jember

KH Shodiq yang bergelar profesor dan doktor bidang hukum merupakan pendiri dan pengasuh pertama pondok pesantren Al Jauhar yang berada di Jalan Nias III Nomor 5 Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Jember. KH Shodiq wafat pada 4 April 1998 dan kursi pengasuh beralih ke menantunya, KH Sahilun A. Nasir, hingga KH Sahilun wafat pada 19 Januari 2011.

KH Sahilun lama mengabdi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember hingga bergelar profesor dan doktor dan sempat menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember. Kini, tampuk pengasuh dipegang isteri KH Sahilun yang juga anak sulung KH Shodiq, Hj. Liliek Istiqomah. Sama dengan ayahnya, Hj. Liliek juga lama mengabdi sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Jember.

PKS Piyungan Taubat

Pada 30 April 2017 lalu, pondok pesantren Al Jauhar menggelar peringatan hari lahir (harlah) ke-26 dan temu alumni. Dalam kegiatan tersebut dibentuk forum alumni Pondok Pesantren Al Jauhar, Jember. Forum ini sepakat membentuk pengurus pusat forum alumni dengan ketua H Abdul Khalik Marzuki dan wakil ketua H Nurul Ghufron yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember serta Sekretaris Abdul Bari dan Bendahara H. Hendro. "Forum alumni ini tidak hanya sebagai wadah komunikasi antar alumni tapi juga memiliki program kerja yang bisa membantu peningkatan kualitas maupun pengembangan Al Jauhar," kata Khalik.

Beberapa program kerja telah direncanakan diantaranya pendataan alumni, silaturahim antaralumni, pembuatan buku sejarah Al Jauhar dan biografi pengasuh, serta pembuatan rekening untuk membantu pengembangan pondok.

Khalik termasuk salah satu dari ? lima santri pertama Shodiq yang mondok pada akhir tahun 1989. "Dulu hanya ada lima santri dan di sini masih sangat sepi, banyak sawahnya," katanya mengenang masa lalunya di Al Jauhar.

PKS Piyungan Taubat

Khalik mengingatkan beberapa pesan dari pendiri dan pengasuh pertama Al Jauhar. "Abah Shodiq selalu berpesan bahwa siapa saja yang ada di lingkungan pondok Al Jauhar ini harus ngaji (belajar ilmu agama Islam) atau ngajar ngaji (mengajarkan ilmu agama Islam)," kata alumnus mahasiswa Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Jember tahun 1989 ini.

Menurut Khalik, Abah Shodiq juga berpesan agar santri berusaha dalam keadaan suci dengan cara membasuh anggota tubuh sesuai tata cara berwudlu. "Beliau juga berpesan usahakan dalam sehari kita membaca Al-Quran walaupun satu lembar," kata pria yang kini sukses menjadi pengusaha toko bangunan dan penyedia jasa travel umroh dan haji ini.

Ia juga mengenang amalan-amalan baik selama di pondok Al Jauhar. "Setiap ada santri yang akan ujian skripsi atau punya masalah apa saja, kita bersama-sama membaca surat Yasin dan insyaallah hajat kita terkabul dan setiap masalah akan mendapat solusi," katanya.

?

Alumnus Al Jauhar yang lain, Ismail, mengatakan sebagai satu-satunya pesantren khusus mahasiswa di Jember, Al Jauhar punya peran strategis dalam gerakan mahasiswa di Jember. "Banyak santri Al Jauhar yang jadi aktivis gerakan mahasiswa di Jember, semua bermula dari Al Jauhar," kata alumnus Sastra Inggris Universitas Jember angkatan tahun 1991 ini.

Menurutnya, cikal bakal pembentukan beberapa organisasi gerakan mahasiswa di Jember baik ekstra maupun intra kampus tak bisa dilepaskan dari peran santri Al Jauhar. "Dari Al Jauhar lah beberapa organisasi mahasiswa lahir dan berkembang terutama di era tahun 1990-an," katanya. Organisasi mahasiswa ekstra kampus yang digeluti santri Al Jauhar beragam mulai dari yang agamis hingga nasionalis atau percampuran keduanya seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan lain-lain. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock