Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Maret 2018

Luka Menuju Makkah

“Ahlan wasahlan, ya ukhti!”

Sayyidah Khumairah menyapaku ketika pak Rosyad mengenalkanku kepadanya. Binar matanya menyuguhkan keramahan dan kehangatan yang meluap ke dalam kalbuku. Kegugupan yang sedari awal mencengkramku perlahan surut. Seolah Aku bukan orang asing yang baru saja menjejakkan kaki di rumahnya. Kutatap suaminya Sayyid Kamil. Tak ada beda. Mereka sama-sama hangat penuh kerendahhatian.

Luka Menuju Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Luka Menuju Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Luka Menuju Makkah

“Semoga nak Sarifa nyaman bekerja di sini,” ucap Sayyid Kamil.

Aku hanya tersenyum tanpa berucap sepatah kata pun dalam ta’aruf ini. Lalu Sayyidah Khumairah menjelaskan tugas-tugasku bekerja di rumahnya. Terhitung ringan karena mereka tidak mempunyai anak. Ia juga berulang kali mengucapkan terima kasih pada pak Rosyad yang telah mengantarkan pembantu baru di rumahnya.

PKS Piyungan Taubat

Ya, Aku bekerja hanya sebagai pembantu rumah tangga biasa di negeri para nabi ini. Tak peduli, apapun pekerjaanku asalkan halal dan bisa membantu biaya pendidikan Naya, adikku nun di tanah air sana, serta menyampaikanku pada angan yang tak henti membara. Kuliah di Makkah adalah mimpi yang sekian tahun terjaga lekuk hidup. Tekad dan ketawakalanlah yang menyanggaku menata hidup baru, bersama kesendirian, dekapan rindu kepada keluarga dan kerabat-kerabatku di tanah air. Semoga mesir jalan awalku menggamit mimpi di kota ka’bah ini.

PKS Piyungan Taubat

Cairan hangat menapaki kedua pipiku tatkala pak Rosyad pamit pulang dan tak menemaniku lagi. Ia masih banyak urusan terkait profesinya sebagai agen visa dan pengkoordinir TKW dari indonesia. Meski kami baru mengenal dalam beberapa hari, namun sungguh saat ini hanya dia orang yang setanah air denganku.

“Jaga dirimu baik baik, sepertinya Sayyidah Khumairah menyukaimu hingga ia begitu hangat, dan jaga pula kepercayaannya,” pesan pak Rosyad.

Aku mematung dijalari kegugupan. Oh tuhan..., bukan main saat ini aku benar-benar sendiri di negeri orang. Sering kudengar kisah kisah tragis tentang nasib para pengembara dari tanah air terutama pekerja rumah tangga sepertiku. Sebagian dari mereka didera permasalahan serius, majikan yang tak memberi gaji, pekerjaan rumah yang sangat berat, siksaan majikan perempuan yang dipicu kecemburuan kepada suaminya karena menggoda atau terlibat hubungan istimewa dengan khodimahnya.

Lalu seperti apakah nasibku ke depan? Akankah tak ada beda dengan nasib kawan kawanku yang berujung duka? Ataukah didera rindu pada tanah air yang tiada henti menjamah lorong kalbuku?

***

Goresan waktu menyadarkanku bahwa tak ada satu pun sikap yang menggundahkan jiwaku dari Sayyidah Khumairah atau Sayyid Kamil. Semakin hari rasa sayang mereka benar-benar menenangkanku. Mereka tak pernah memberi pekerjaan yang berat untukku, sewajarnya saja. Bahkan tiap pekan kami berlibur ke tempat tempat bersejarah di Mesir. Ah, andai saja Sayyidah Khumairah mengajakku singgah di Makkah, kota pemangku mimpiku, pastilah rindu dan ketidaksabaran ini sedikitnya terobati meski tidak dengan tujuan kuliah.

Makkah, kau semakin meliuk-liuk di dasar hatiku menawarkan sejuta kenyamanan kalbu kala gema adzan membahana. Nikmatnya shalat berjama’ah di Masjidil Haram, tiap langkah tertata rahmat dari-Nya. Apalagi sambil menimba ilmu. Sungguh, Makkah tunggullah aku meraup ilmu-ilmu di tempat nabi kita mendakwahkan syi’ar-syi’ar agung agama islam.

“Sarifa, tolong kamu jaga Abi! Dia sakit. Aku harus menghadiri acara yang sangat penting,” perintah Sayyidah Khumairah. Ia tampak tergesa gesa keluar rumah.

Pengembaraanku pada Makkah seketika buyar. Aku tercenung mencerna ucapannya. Sayyid Kamil sakit, hanya Aku yang merawatnya hingga malam nanti. Terus terang hatiku enggan menjaganya. Bukan karena aku tak ingin merawatnya, tapi hatiku berfirasat lain. Mungkin karena gugup berhadapan dengan Sayyid Kamil, apalagi sampai menunggui di kamarnya. Bayangan teh Narti, tetanggaku di Indonesia, berkelebat. Nasib tragis menimpanya ketika ia berdua di rumah majikannya.Hanya berdua dengan majikan laki laki. Si majikan bersikeras menjamah tubuh teh Narti hingga tubuhnya dipenuhi luka pukulan dan kembali ke tanah air tanpa mengantongi uang serupiah pun. Aku bergidik ngeri mengingat nasibnya berakhir luka.

Perlahan kuseret kakiku ke tempat tidur Sayyid Kamil ia nampak terkulai dalam balutan selimut tebal. Aku hanya mematung di pintu kamar tak berani menanyakan sakit yang ia derita atau sekedar menawarkan air hangat.

“Sarifa, kemarilah!” ujarnya seraya melambaikan tangan. Seketika tenggorokanku tercekat . Tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mulutku untuk mengiyakan atau segera menyeret langkahku ke arahnya.

“Kemarilah!” pintanya kembali ketika aku masih bergeming. Dengan segala ketawakalan, perlahan kakiku melangkah dan kini berada di sampingnya.

“Duduk!” perintahnya seraya menunjuk ke sampingnya.

Dadaku bergemuruh, bertalu-talu seakan satu kata yang ia lontarkan bagai dentuman keras yang menanggalkan kekuatanku. Mau tak mau aku pun terduduk di sampingnya. Ia beringsut dan mensejajari posisi dudukku.

Huuhhh.... dadaku semakin tak karuan. Lalu, kurasakan sesuatu tengah menggerayang di punggungku. Kontan aku bangkit dengan perasaan amat mencekam.

“Diam atau kau mati!” kecamnya begitu buas.

Langkahku tersekat menuju kamarku. Seketika tangisku memecah. Lututku terasa berat melemah dan akhirnya ambruk.

“Ya Allah........tolong Aku!” pekik hatiku.

Ia beranjak mendekatiku, ia tersenyum penuh kegetiran. Tubuhku bergetar hebat, keringatku bercampur air mata yang kini jadi isakan yang sejadinya.

Sayyid Kamil yang begitu ramah kini menjelma hewan buas.

“Diam! Jangan menangis! Aku tidak akan mengapa-apakanmu. Kalau kamu bisa memenuhi keinginanku,” bentaknya. Bengis. Tepat di telingaku.

“Sayyid kalau mau makan atau air hangat saya akan bawakan sekarang,” tawarku tetap dengan tangis membuncah dan suara yang nyaris lenyap.

“Aku tak butuh itu. Lagi pula aku tidak sakit. Bagaimana kamu bersedia menemaniku menikmati surga duniawi?”

Aku menyeret kakiku kuat-kuat. Sial! Mengapa begitu kaku dan berat. Sedangkan dia terus mendekatiku. Tak mau menyerah.

“Tap...!” ia mencengkram kedua bahuku.

Aku meronta, memukulnya sekuat mungkin. Ia semakin tertantang malah. Jilbab dan penutup wajahku dengan kasar dijambak hingga tak sehelai kain pun yang menutupi kepalaku.

Lagi-lagi ia tersenyum penuh kemenangan. Tubuhku diseret dan diempaskan begitu saja ke atas ranjang.

Ia mendekati tubuhku. Sementara aku tak henti menepisnya, meski tubuhku semakin melemah.

“ Ya Allah, tak ada yang mampu menolongku selain Kau!” batinku menjerit menunggu pertolongan-Nya .

“Abii!” seketika bentakan keras menghentakkan Sayyid Kamil yang tengah membabi-buta. Ia menoleh ke belakang.

Tampak Sayyidah Khumairah berdiri menahan lonjakan amarah. Ia berlalu tanpa melontarkan satu kata pun. Sayyid Kamil berlari memburunya. Dan entahlah yang mereka lakukan. Sejurus kemudian terdengar suara pecahan beling bersahutan.

Aku selamat! Terimakasih, ya Allah! Tangisku meledak sambil memeluk kedua lututku. Sebutir cairan menjatuhi tanganku, memerah. Kuusap, darah bersimbah dari sudut bibirku. Ah, aku terisak sejadi-jadinya.

***

Tiga hari berlalu dari kejadian itu, selama itu Sayyidah Khumairah tampak jengah di depanku. Hingga aku tak tahan. Akhirnya aku memutuskan mengemasi barang-barangku.

Malam tadi sudah kuceritakan semua kejadian kepada Pak Rosyad. Ia sangat kaget dan menyuruhku untuk segera pergi dari rumah ini. Ia juga akan menjemputku beberapa saat lagi. Terakhir kutatap gambar ka’bah yang menggantung di dinding kamarku. Aku terisak sambil beranjak berniat menata langkah baru di luar sana.

“ Tunggu perempuan penggoda!”

“Plakk...” tamparan keras mendarat di wajahku. Tubuhku seketika terpelanting.

Aku terbangun gelagapan. Tampak di depanku Sayyidah Khumairah dengan wajah bengis. Matanya membulat. Kudengar deru nafas memburu di dadanya.

“Sayyidah, sungguh saya tidak pernah menggoda Sayyid Kamil,” ujarku merajuk bercucuran air mata.

Ia tak menggubris. Malah menyungkurkanku ke lantai.

Aku meringis.

Ketika aku bangkit, sebuah benturan keras mengambrukkan tubuhku. Seketika butir-butir cahaya hitam menyergap retinaku. Bumi terasa berputar mengelilingiku. Cairan hangat membasahi kepala. Ah, tubuhku ringan melayang-layang.

Sunyi menyungkupi tubuhku.

Hai! Apa itu? Ka’bah tampak terbang seolah akan menjemputku yang tengah melayang. Lalu itu! Riuh mahasiswi Makkah memasuki sebuah gedung. Namun, mengapa ada seorang perempuan yang tersenyum kepadaku. Dan herannya, perempuan itu adalah aku! ?

Dan cahaya Makkah begitu jelas menyemburat. Gema adzan menyusuri relung-relung hatiku. Namun, tiba-tiba senyap. Ka’bah seketika hilang tak adalagi suara suara yang menangkupi telingaku.

Kemana?

Senyap!

Kombongan, 3 Maret 2013

SITI ROHMAH adalah santriwati Pondok Pesantren Nuruh Huda, Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Ia masih tercatat sebagai siswi Madrasah Aliyah Nurul Huda.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Berita, Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Jumat, 02 Maret 2018

Meneladani Jejak Kiai Abdul Mujib

Judul: Biografi Kiai Abdul Mujib Abbas

Penulis : Moh. Syuaib Nur Aly, Wasid, Ahmad Dkk

Pengantar: KH Maimoen Zubaer

Meneladani Jejak  Kiai Abdul Mujib (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneladani Jejak Kiai Abdul Mujib (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneladani Jejak Kiai Abdul Mujib

Penerbit: Pustaka Edia, Surabaya

Cetakan: I, Juni 2012

Tebal: xx + 135 hlm.

Peresensi: Ach. Tirmidzi Munahwan*

PKS Piyungan Taubat

Kiai adalah sosok atau figur yang selalu mendapat keistimewaan, kepercayaan, dan penghormatan dari masyarakat khususnya dari kalangan para santri. Dari kealiman dan ilmu yang dimiliki oleh para kiai, bisa mampu mempengarui masyarakat dan para santri-santrinya untuk mengikuti apa yang diperintahkan oleh kiai. Seorang kiai tentunya tidak hanya bisa berfatwa dengan lisan saja untuk mempengarui banyak orang, namun ia memberikan contoh terlebih dahulu dengan amal perbuatannya. Inilah menunjukkan bahwa, betapa hormat dan istimewanya seorang kiai yang selalu dihormati, disegani oleh banyak kalangan.?

PKS Piyungan Taubat

Peran dan perjuangan kiai sangatlah besar, khususnya pada bangsa Indonesia. Kiai juga ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan negara Republik Indonesia, dengan semangat pengorbanan dan keikhlasan para kiai demi bumi pertiwi ini, akhirnya negara kita ini merdeka dan bebas dari jajahan Belanda. Selain berjuang untuk negara, kiai juga mepunyai tugas yang tidak kalah pentingnya, yakni sebagai pengasuh Pondok Pesantren, yang tugasnya mendidik para santri-santrinya. Tugas paling berat bagi seorang kiai adalah, bagaimana mendidik para santri-santrinya untuk menjadi orang yang baik, ? taat beribadah, berprilaku adil, dan jujur. Hal semacam inilah yang diberikan dan ditanamkan oleh Kiai Abdul Mujib Abbas pada santri-santrinya semasa hidupnya.

Kiai Abdul Mujib lahir di Buduran Sidoarjo, beliau adalah putra Kiai Abbas dan ibu Nyai Khodijah. Kalau dirunut dari silsilahnya, beliau masih mempunyai hubungan darah dengan Kiai Wahab Hasbullah (salah satu pendiri NU), dari jalur ibunya. Mulai sejak umur 17 tahun, Kiai Abdul Mujib selalu mendapat bimbingan langsung oleh sang ayah (Kiai Abbas), dan mendapat pengawasan pula oleh ibunya Nyai Khodijah. Dengan gemblengan langsung dari sang ayah, Kiai Abdul Mujib adalah sosok yang cukup cerdas dan serius dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Ketekunan dan ketelatenan Kiai Abbas dalam mendidik sang buah hati, turut memberikan pengaruh yang besar terhadap putra-putrinya, dengan harapan kelak menjadi pemimpin dan pengayom umat dimasa-masa yang akan datang.

Dengan semangat dan diiringi dengan penuh kesabaran dalam mencari ilmu, Kiai Abdul Mujib termasuk sosok yang ulet dan haus ilmu. Beliau memulai belajar ilmu kebeberapa pesantren. Pada tahun 1950, pada waktu itu Kiai Abdul Mujib genap usia 18 tahun, oleh sang ayah dititipkan ke Peasantren Darul Ulum Rejoso Jombang asuhan Kiai Romli Tanim seorang kiai yang dikenal sebagai salah satu mursyid tarekat Qadariyah wa Naqsabandiyah, dan sebagai seorang kiai penghafal al-Qur’an (hafidh al-Qur’an). Di Pesantren Darul Ulum inilah, awal mulanya Kiai Abdul Mujib menimba berbagai macam ilmu agama.

Setelah menempuh ilmu selama satu tahun di Pesantren Darul Ulum Jombang, Kiai Abdul Mujib melanjutkan pengembaraannya lagi ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan Madura, yang diasuh oleh Kiai Abdul Majid. Meskipun jarak lebih jauh dari pondok sebelumnya, dan berbeda kultur tidaklah membuat ? Kiai Abdul Mujib patah semangat dalam mencari ilmu. Prinsip Kiai Abdul Mujib dalam berproses mencari ilmu tidak mengenal jauh dekat tempat pondok yang beliau tempuh, apalagi hingga perbedaan kultur. Menurut Kiai Abdul Mujib, belajar ilmu tidak dibatasi dengan faktor jauh dekatnya pondok yang beliau tempuh dan perbedaan kultur, melainkan sejauh mana ia belajar dengan istiqamah, dengan harapan apa yang dicita-catakan bisa tercapai, dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat barakah .

Buku biografi lengkap Kiai Abdul Mujib Abbas ini, di dalamnya mengulas tuntas sejarah perjalanan hingga perjuangannya sebagai pengasuh Pesantren al-Khoziny Buduran Sidoarjo. Menurut pengakuan para santri-santrinya yang diantaranya, KH Abdullah Syamsul Arifin yang pangilan akrabnya Gus Aab sekaligus yang memberikan epilog dalam buku ini, Kiai Abdul Mujib adalah sosok kiai yang benar-benar ulama. Karena dua prasyarat esensial yang harus dimiliki oleh seseorang disebut ulama, yaitu kesalehan yang total dan ketakwaan yang tinggi serta menjadi pewaris para Nabi, telah dimiliki oleh sosok Kiai Abdul Mujib (hal.123).

Meskipun disebut sebagai ulama besar, Kiai Abdul Mujib tetap tidak menampakan sebagai kiai besar. Ia tetap berpenampilan sederhana, bergaul dengan siapapun saja termasuk dengan santri-santrinya. Dan yang patut kita teladani dari Kiai Abdul Mujib adalah, istiqamahnya melakukan shalat berjama’ah bersama santri-santrinya, walaupun dalam kondisi apapun beliau tetap tidak pernah meninggalkan sholat berjama’ah.

Kehadiran buku biografi Kiai Abdul Mujib ini, sangatlah penting untuk dibaca khususnya oleh para santri maupun alumni Pesantren al-Khoziny. Dengan bahasa yang komunikatif, sistematis, dan dilengkapi dengan data-data yang akurat buku ini enak dibaca. Akhirnya dengan membaca buku ini, pembaca bisa mampu meneladani prilaku yang selama ini dilakukan oleh para kiai-kiai, seperti prilaku yang di lakukan oleh Kiai Abdul Mujib Abbas. Wallhu a’lam?

* Peresensi adalah Dosen Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Anti Hoax, Kajian PKS Piyungan Taubat

Kamis, 22 Februari 2018

Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Sebanyak 14 grup dari kalangan pemuda kabupaten Kudus meramaikan Festival Tongtek yang diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU Kudus dan salah satu harian di Kudus. Pada Ahad (5/7) sore menjelang berbuka puasa di depan Matahari Plaza Kudus, mereka menunjukkan kebolehannya memukul bambu yang menimbulkan sebuah irama.

Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus

Tongtek merupakan seni musik tradisional yang menggunakan kentongan bambu kering. Pada bulan Ramadhan di beberapa daerah di Indonesia, tongtek sudah menjadi tradisi membangunkan warga untuk melaksanakan sahur.

Menurut ketua panitia Sodiqin, festival tongtek digelar khusus untuk membudayakan kembali kesenian tongtek agar semakin kreatif dalam berinovasi di masa depan. ? “Kami memfasilitasi, karena di desa-desa banyak kegiatan tongtek keliling. Di sini bisa menambah banyak pengalaman bagi teman-teman yang biasa membawakan kesenian tongtek,” katanya kepada PKS Piyungan Taubat usai acara.

PKS Piyungan Taubat

Ia berharap acara ini menginspirasi dan memberikan gambaran baru dalam masyarakat supaya menggerakan kegiatan-kegiatan tongtek di desa-desanya, tambah manajer iklan Radar Kudus itu.

Sementara pananggung jawab IPNU-IPPNU Kudus Muhammad Khoirun menyatakan rencananya untuk mengadakan festival ini berkelanjutan setiap tahun.

PKS Piyungan Taubat

“Setelah ini, di IPNU-IPPNU tingkat ranting dan anak cabang akan diadakan acara serupa setiap bulan suci Ramadhan,” ujar koordinator bidang Perekonomian IPNU Kudus itu.

Dalam kesempatan yang sama, Syaiful Anam, salah satu peserta festival menilai bahwa kesenian tongtek memiliki makna-makna tertentu, di antaranya setiap pukulan tongtek terdapat isyarat-isyarat seperti menandakan adanya kematian atau pembunuhan, pencurian, kebakaran, banjir bandang, dan lain-lain.

Bagi Anam, manfaat dari acara festival tongtek adalah pelestarian budaya di zaman modern. Untuk itu, ia mendorong anak muda NU untuk ikut serta mengembangkan tongtek supaya memasyarat dan lebih lestari.

“Saya sebagai warga NU menyarankan kepada masyarakat supaya melestarikan kesenian tongtek. Jangan khawatir kebisingan, karena ? tongtek ini sebagai kesenian yang harus dijaga,” pungkasnya. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Daerah, Berita, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Rabu, 21 Februari 2018

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam

Sukoharjo, PKS Piyungan Taubat. Islam merupakan agama yang penuh kedamaian. Di Negeri Indonesia yang tercinta ini, Umat Islam juga berperan besar dalam menjaga kedamaian bangsa ini.

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam

“Alhamdulillah negara Indonesia termasuk negara yang masih dijaga keselamatannya. Maka mari dijaga tenan (dijaga betul). Kalau Umat Islam bersatu, Insya Allah yang diluar Islam pun akan merasa senang. Jejer (berdampingan) orang Islam mereka merasa senang dan aman,” kata Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf di depan ribuan jamaah yang menghadiri acara Pengajian Akbar di Solobaru Sukoharjo Jawa Tengah, Selasa (5/5) malam.

Habib Syech juga berpesan untuk menyemarakkan kampung-kampung dengan membaca Al-Qur’an dan sholawat.

PKS Piyungan Taubat

“Kita semarakkan dengan baca al-Qur’an dan sholawat. Zaman dahulu, di kampung-kampung waktu maghrib tidak ada yang keluyuran, mengaji al-Qur’an dan shalat berjamaah sekeluarga. Sekarang setelah maghrib malah ngobrol bersama di depan rumah,” ujar Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Dikatakan lebih lanjut oleh Habib Syech, televisi juga ikut menjadi salah satu penyebab anak-anak tidak mengaji di waktu maghrib. “Siaran televisi memang dibikin bagus waktu maghrib, membuat anak lupa untuk mengaji,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Di akhir ceramah, Habib Syech mendoakan para pemuda-pemudi agar menjadi pemuda-pemudi dan pemimpin surga.

Dalam acara pengajian akbar tersebut, turut hadir Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi dan para pengurus NU se-Soloraya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nasional PKS Piyungan Taubat

Jumat, 16 Februari 2018

Menag Tekankan Pentingnya Keberadaan Pesantren Kampus

Jember, PKS Piyungan Taubat. Secara resmi Jember telah memiliki IAIN. Ini ditandai dengan peresmian perubahan status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember oleh  Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin di Aula IAIN Jember, Kamis (23/4). 

Peresmian tersebut merupakan puncak dari seluruh rangkaian saremonial perubahan status  IAIN Jember. Sebelumnya, launching tranformasi status telah dilakukan oleh Presiden Jokowi di Istana Negara Desember 2014. Rektor IAIN Jember, Babun Suharto juga sudah dilantik oleh Menteri Agama RI, Maret 2015 lalu.

Menag Tekankan Pentingnya Keberadaan Pesantren Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Tekankan Pentingnya Keberadaan Pesantren Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Tekankan Pentingnya Keberadaan Pesantren Kampus

Dalam kesempatan yang sama, Menag juga meresmikan peresmian gedung Mahad Al-Jami’ah Syaifuddin Zuhri di kompleks IAIN Jember. Dalam sambutannya, Menag Lukman Hakim menekankan pentingnya keberadaan pesantren kampus (Mahad Al-Jami’ah) pada lembaga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 

PKS Piyungan Taubat

Sehingga, lanjutnya, menjadi ciri khas tersendiri (karakter) sebagai lembaga pendidikan tinggi, apalagi jika dibandingkan dengan lembaga perguruan tinggi umum lainnya. 

"Keberadaan Mahad Al-Jami’ah pada lembaga PTKIN  sangat berguna khususnya untuk pembinaan mahasiswa dan peningkatan kultur akademik," ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Menteri Lukman Hakim, penyelenggaraan Mahad Al-Jami’ah dapat dilakukan secara kreatif dengan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki serta melibatkan stakeholders perguruan tinggi, bahkan dalam penyelenggaraannya kelak,  bisa diterapkan syarat berupa kewajiban bagi mahasiswa baru untuk bisa nyantri minimal selama satu tahun. 

"Ini supaya nuansa kesantrian mahaiswa lebih kental," tukasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Berita PKS Piyungan Taubat

Minggu, 11 Februari 2018

Ini Gerakan Sosial Ansor dan Fatayat di Way Kanan

Way Kanan, PKS Piyungan Taubat - Lantunan Shalawat Nariyah mengalun pelan di Masjid Nurul Falah, Dusun V, Kampung Bandar Dalam, Negeri Agung, Way Kanan. Ketua Fatayat Negeri Agung Endang Setia Ningsih memandu sejumlah warga yang menunggu giliran penyembuhan atas penyakit mereka dengan ATS Metode oleh aktivis Gusdurian Lampung, Gatot Arifianto.

"Saya mengalami masalah datang bulan. Sebulan bisa tiga kali. Alhamdulillah sekarang ada perubahan signifikan," ujar warga Bandar Dalam Ira Musliha, di Blambang Umpu, Jumat (17/3).

Ini Gerakan Sosial Ansor dan Fatayat di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Gerakan Sosial Ansor dan Fatayat di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Gerakan Sosial Ansor dan Fatayat di Way Kanan

Penyembuhan oleh praktisi Hypnosis dan Neo Neuro-Lingusitic Programing yang juga Ketua GP Ansor Way Kanan tersebut, menurut Ira, tidak sakit dan hanya dalam waktu singkat.

"Tangan saya dipandu menepuk pelan bagian sekitar perut saat mengikuti penyembuhan, malam sampai pagi halangan keluar deras. Siangnya halangan mulai berhenti. Dan hingga sekarang sudah tidak ada kendala," ujar Ira lagi.

PKS Piyungan Taubat

Bekerja sama dengan GP Ansor Negeri Agung, dua badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) itu berkolaborasi menggelar bakti sosial bersih masjid dan penyembuhan alternatif, Kamis 16 Maret 2017, pukul 08.00-15.00 WIB.

PKS Piyungan Taubat

"Harakah (gerakan) tersebut untuk menunjukkan bahwa Ansor dan Fatayat adalah organisasi yang berbuat dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Ketua Ansor Negeri Agung, Ahmad Nursalim didampingi Wakil Ketua Beta Suryadi.

Selain itu, kata Nursalim, upaya ini merupakan bentuk mensyiarkan tradisi NU seperti membaca Sholawat Nariyah, jenis shalawat paling banyak diamalkan olah umat muslim dan diyakini memiliki banyak manfaat atau faedah bagi yang membacanya, seperti dimudahkan rizkinya, dimudahkan urusannya dan dijauhkan dari penyakit dan bahaya.

"Semula dada sesak, pilek, tumit sakit, dan sering sakit kepala. Alhamdulillah ada perubahan signifikan hingga kini setelah kemarin disentuh-sentuh sebentar dan tanpa rasa sakit," ujar pengajar Pendidikan Agama Islam SMP N1 Negeri Agung Muhammad Yudan.

Warga Bandar Dalam lain Boirah mengeluhkan tangan kanannya tidak bisa menggenggam lebih dari satu tahun. Tapi setelah disentuh-sentuh tidak sampai sepuluh menit, ada perubahan dan tangan kirinya sudah bisa untuk menggenggam.

Sejumlah masyarakat yang mengikuti penyembuhan tersebut mengapresiasi positif sehubungan sakit gigi, asam urat, migrain, hingga salah urat bisa sembuh dalam tempo singkat. Dampaknya, masyarakat yang hadir meminta kegiatan tersebut diadakan rutin.

"Tidak menjadi persoalan untuk menggelar bakti sosial bulanan. Insya Allah bulan depan kami siap mengadakan kembali di masjid lain. Tapi kami? berharap masyarakat nantinya juga bisa terlibat dalam pembersihan masjid. Sehingga bisa berjamaah mencari amal," kata Beta menambahkan. (Malikaisa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Berita, Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 02 Februari 2018

Lima Asas Perbankan Syariah (1): Hifdhun Nafs, Hifdhul ‘Aql, Hifdhul Mal

Sepakat terhadap dlarurat yang bisa diterapkan pada kasus perbankan syari’ah, secara otomatis sepakat pula terhadap konsep al-dlaruriyyatu al-khams bisa berlaku pada perbankan tersebut. Kajian mendalam terkait dengan al-dlaruriyyatu al-khams serta hubungannya dengan eksistensi perbankan syariah, akan dikupas lebih mendalam lagi setelah kita mengetahui konsep umumnya.

(Baca: Konsepsi Darurat dalam Sistem Ekonomi Perbankan Syariah)Pada dasarnya konsep dlarurat dalam Islam itu tidak lepas dari 5 pilar kebutuhan primer (al-dlaruriyyatul al-khams), yaitu: hifdhun nafs (jaminan perlindungan jiwa), hifdhul ‘aql (jaminan perlindungan akal), hifdhul mâl (jaminan perlindungan harta), hifdhun nasl (jaminan perlindungan keturunan), dan hifdhud dîn (jaminan perlindungan agama). 

Lima Asas Perbankan Syariah (1):  Hifdhun Nafs, Hifdhul ‘Aql, Hifdhul Mal (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Asas Perbankan Syariah (1): Hifdhun Nafs, Hifdhul ‘Aql, Hifdhul Mal (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Asas Perbankan Syariah (1): Hifdhun Nafs, Hifdhul ‘Aql, Hifdhul Mal

Hifdhun nafs,  merupakan konsep penjagaan diri. Allah SWT berfirman dalam QS an-Nisa’: 29: 

PKS Piyungan Taubat

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Janganlah kalian membunuhdiri kalian! Sesungguhnya Allah Mahapenyayang terhadap kalian.”

PKS Piyungan Taubat

Ibnu ‘Asyur memberikan penjelasan terhadap ayat di atas dalam tafsirnya at-Tahrîr wat Tanwîr: 5/25:

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “[Janganlah kalian membunuh diri kalian!]. Allah SWT melarang seorang membunuh sesamanya. Keberadaan dua dlamir di firman tersebut berfaedah tauzî’ (pengaturan), maksudnya: karena diketahui bahwa bila seorang individu dilarang melakukan bunuh diri maka ia harus mencegah dirinya dari mendekati perbuatan tersebut. Dengan demikian, usaha bunuh dirinya seorang rajul termasuk bagian dari yang dilarang, karena sesungguhnya Allah tidak membolehkan seseorang melakukan kerusakan pada dirinya sendiri sebagaimana tidak membolehkan melakukan kerusakan dalam tasharruf hartanya. Adapun, ayat ini hanya dimaksudkan khusus berbicara tentang larangan dari bunuh dirinya seseorang maka tidak boleh.”

Dalam tafsir dan ayat di atas, Ibnu ‘Asyur menyandingkan antara perbuatan bunuh diri dengan berbuat kerusakan pada tasharruf harta. Penyandingannya disebabkan karena sama-sama memuat unsur itlaf-nya (sumber kerusakan).

Hifdhu al-aql merupakan konsep penjagaan akal. Menjaga kesehatan mental/akal meliputi larangan melakukan perbuatan yang bisa menghilangkan kewarasan akal itu sendiri. Seperti misalnya mengkonsumsi barang-barang yang memabukkan, atau bahkan melakukan tindakan yang diluar akal. Misalnya seperti mendatangi dukun, berbuatan thayyarah (ramalan buruk), undi nasib, perjudian, dan lain sebagainya.  Allah SWT telah berfirman Q.S. Al-Maidah: 90:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, perjudian, undi nasib, dan azlam merupakan perbuatan menjijikkan pekerjaannya syaithan. Oleh karena itu jauhilah agar kalian termasuk orang yang beruntung.”

Syeikh Al-Thabary dalam Kitab Tafsir Al-Thabary: 122, memberikan penjelasan mengenai ayat tersebut sebagai:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Allah SWT melarang kaum yang beriman dari mengharamkan suatu perkara yang baik yang dihalalkan oleh Allah untuk mereka. Kemudian disertai dengan firman: “janganlah kalian melampaui” batas-batas yang telah aku tetapkan, yaitu termasuk kamu menghalalkan apa yang aku haramkan kepada kalian, karena sesungguhnya hal yang demikian itu adalah tidak boleh, sebagaimana tidak boleh bagimu mengharamkan perkara yang halal. Sesungguhnya aku tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas”

Al-Dlaruriyyatu al-Khamsah berikutnya adalah hifdhul mâl, yaitu penjagaan harta. Dalil asal dari penjagaan harta ini adalah hadits, sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari, No. Hadits. 1477:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: " ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? "? ?

Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT membenci untuk kalian tiga perkara: dikatakan dan mengatakan (perdebatan), menyia-nyiakan harta dan banyak tanya.” HR. Bukhary.

Menyia-nyiakan harta termasuk bagian yang dibenci oleh syari’at sebagaimana hadits di atas. Termasuk tindakan menyia-nyiakan barang ada beberapa perincian, sebagaimana dalam catatan kaki dari Kitab tersebut, yaitu: 

? ? -  ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Menyia-nyiayakan harta, yaitu menginfakkannya dalam kema’siatan, atau berlebih-lebihan dalam penggunaannya untuk perkara yang mubah”

Mencermati qaul di atas, dalam kajian fiqih transaksi, maka termasuk bagian dari tindakan melakukan hifdhu al-maal adalah tindakan hajr (pemblokiran) oleh bank, tindakan pre-emption (menunda pemberian hak atas ahli waris yang safîh), mencegah keluarnya peredaran uang ke luar negeri, dan lain sebagainya. 





Bersambung...

Muhammad Syamsudin, Pegiat Kajian Fiqih Terapan dan Pengasuh PP Hasan Jufri Putri P. Bawean, Kab. Gresik, Jatim

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah, Berita, Cerita PKS Piyungan Taubat

Minggu, 21 Januari 2018

Tiba di Asrama Haji Yogyakarta, Kesebelasan LSN Region NTB 1 Optimis Menang

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat - Perhelatan Liga Santri Nasional (LSN) yang mempertemukan para juara region se-Indonesia digelar di Yogyakarta. Kesebelasan Pesantren Assulamy Lingsar Lombok Barat sebagai kontingen NTB 1 tiba di di Asrama Haji Daerah Istimewa Yogyakarta.

Segenap rangkaian acara telah dilewati mulai dari arahan panitia nasional hingga kini sedang di screning data, kesehatan, dan lainnya yang disyaratkan panitia nasional kepada seluruh peserta LSN.

Tiba di Asrama Haji Yogyakarta, Kesebelasan LSN Region NTB 1 Optimis Menang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiba di Asrama Haji Yogyakarta, Kesebelasan LSN Region NTB 1 Optimis Menang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiba di Asrama Haji Yogyakarta, Kesebelasan LSN Region NTB 1 Optimis Menang

"Kami baru saja mengikuti arahan dari panitia nasional," kata Manager klub Assulamy Lombok Barat Ahmad Khotib di Asrama Haji Yogyakarta, Ahad (23/10).

Menurutnya, anak asuhnya yang terdiri atas 20 pemain termasuk cadangan ini telah mempersiapkan dirinya secara matang. Latihan rutin dilakukan saat masih di Lombok.

PKS Piyungan Taubat

Ditanya soal target kemenagan Khotib menjawab diplomatis. Pada prinsipnya semua orang mau menang dan semua orang mau juara. Tentu pihaknya pun menargetkan itu dan optimis. “Mudah-mudahan kami bisa lolos di 16 besar.”

PKS Piyungan Taubat

Klub Assulamy masuk di group A besama Kalimantan 2, Kalimantan 3, dan Jawa Barat 2. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nahdlatul Ulama, Budaya PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Jadwal perhelatan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih lebih dari lima bulan lagi. Namun sejumlah nama sudah menyatakan siap maju dalam bursa pencalonan ketua umum pada forum tertinggi di NU tersebut.

Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Zuhri Yaqub mengaku memiliki harapan untuk kemajuan Nahdlatul Ulama, baik di sektor ekonomi maupun penguatan kaderisasi umat. Ketika ditanya kesiapannya maju atau tidak pada Muktamar NU pada Agustus mendatang, sembari tersenyum ia menjawab, "Iya, saya mau maju, akan tetapi saya lebih mementingkan pengabdian saya kepada NU dan umat."

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU

Menurut kiai kelahiran Tanah Betawi ini, yang terpenting saat ini adalah mengabdi kepada NU sebagaimana yang telah diperjuangkan para pendiri dan pejuang NU, juga memikirkan bagaimana agar warga NU bias lebih sejahtera.

PKS Piyungan Taubat

"Mengabdi untuk NU itu lebih penting bagi saya ketimbang maju pada Muktamar 2015. Untuk mengabdi, kita sudah diberikan contoh oleh pendiri dan pejuang NU, sekarang harus lebih memikirkan bagaimana warga NU lebih sejahtera," jelas Zuhri, di kediamannya di Jalan Duri Kosambi, Jakarta Barat, Selasa (17/2).

PKS Piyungan Taubat

Selain Zuhri, nama lain sudah lebih dahulu menyampaikan ke media terkait kesediaannya maju di Muktamar ke-33 NU, di antaranya Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Muktamar ke-33 NU yang bakal digelar di Jombang, 1-5 Agustus 2015, ini akan menjadi sejarah baru perhalatan akbar tersebut terselenggara di kabupaten kelahiran para pendiri NU. Dalam forum itu, para muktamirin diwacanakan akan menerapkan sistem Ahlul Halli wal Aqdi atau semacam tim formatur dalam proses penetapan pemimpin. (Junaidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nahdlatul, News PKS Piyungan Taubat

Senin, 08 Januari 2018

Apa Daya Manusia untuk Membela Allah dan Agama-Nya?

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat - Dalam sebuah Hadits Qudsi Allah mengingatkan manusia untuk tidak berbuat zalim kepada orang lain maupun kepada diri sendiri. Terlebih lagi, Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT juga dilarang menzalimi sang khalik, yaitu Allah SWT.

Hal ini dijelaskan Pengasuh Pondok Pesantren Mathlaul Huda Ambarawa Pringsewu Kiai Mubalighin Adnan atau yang biasa dipanggil Gus Balighin, saat memaparkan materi pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Aula Gedung NU Pringsewu, Ahad (1/10).

Apa Daya Manusia untuk Membela Allah dan Agama-Nya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Daya Manusia untuk Membela Allah dan Agama-Nya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Daya Manusia untuk Membela Allah dan Agama-Nya?

Gus Balighin mengajak masyarakat untuk banyak bermuhasabah apakah sebagai makhluk kita sudah melaksanakan semua perintah-Nya atau malah kehidupan kita banyak diisi dengan melanggar perintah-Nya.

PKS Piyungan Taubat

"Ketika kita tidak mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, maka pada hakikatnya kita telah berbuat zalim kepada sang khalik, Allah SWT," tegas Gus Balighin seraya menjelaskan bahwa makna zalim secara luas adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya.

Lebih lanjut Wakil Rais Syuriyah PCNU Pringsewu ini mengatakan bahwa kekuasaan dan kemuliaan Allah SWT tidak terbatas. Pada hakikatnya Allah SWT tidak akan berkurang kekuasaan dan kemuliaan-Nya seandainyapun seluruh manusia didunia tidak taat dan tidak beribadah kepada Nya.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, jika ada orang yang merasa paling membela Allah, membela agama Allah dan membela Al-Quran maka sebenarnya ia akan tidak mampu. "Allah yang pencipta kita, Allah yang menurunkan agama dan Al-Quran dan Allah yang akan menjaganya," tegasnya seraya mengutip ayat Firman Allah dalam Quran Surat Al Hijr ayat 9 yang menegaskan tentang hal tersebut.

Ia teringat perkataan KH. Abdurrahman Wahid yang menegaskan bahwa manusia tidak punya kekuatan untuk membela Allah dan agama Allah. "Allah maha kuasa atas segalanya. Kita tidak punya kekuatan. Apa kekuatan kita dan apa yang mau dibela?" tanyanya.

Yang terpenting menurutnya adalah bagaimana sebagai makhluk, manusia dapat melaksanakan perintah Allah dan menjauhkan apa larangan-Nya serta menjadi jiwa yang baik dengan tidak menzalimi diri sendiri, orang lain dan Allah SWT.

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula," pungkasnya mengutip ayat 9 dan 10 Surat Az-Zalzalah. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tokoh, Aswaja, Berita PKS Piyungan Taubat

Minggu, 07 Januari 2018

Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pak ustadz, saya ingin menanyakan seputar shalat dua rakaat ketika masuk masjid atau yang dikenal dengan sebutan shalat tahiyyatul masjid. Pertama, apa makna shalat tahiyyatul masjid? Kedua, apabila kita masuk masjid kemudian duduk, apakah anjuran melakukan shalat tahiyyatul masjid gugur? Ketiga, ketika kita masuk masjid mengingat waktunya begitu sempit kemudian kita langsung melakukan shalat qabliyyah, bolehkah kami menggabungkan niat shalat sunah qabliyyah dengan shalat tahiyyatul masjid? Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Ahmad Majid/Pekalongan)

Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3)

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Dalam kesempatan kali ini kami akan mencoba untuk menjawab pertanyaan yang ketiga atau yang terakhir. Makna shalat tahiyyatul masjid adalah perwujudan dari salam penghormatan kepada masjid.

PKS Piyungan Taubat

Sedangkan yang dimaksudkan adalah memberikan salam penghormatan kepada Sang Pemilik Masjid, yaitu Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang telah kami jelaskan pada kesempatan sebelumnya. Karena itu maka yang menjadi poin penting adalah adanya shalat ketika masuk masjid sebagai bentuk salam kepada Allah.

PKS Piyungan Taubat

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Walhasil bahwa yang diminta (dianjurkan) dari orang yang masuk ke dalam masjid adalah hendaknya ia melakukan shalat di dalamnya sebagai bentuk salam penghormatan kepada Pemiliknya Yang Maha Luhur,” (Lihat Ibnu Abidin, Hasyiyah Raddul Mukhtar, Beirut, Darul Fikr, 1421 H/2000 M, juz II, halaman 18).

Atas dasar penjelasan singkat ini, maka setidaknya dapat dipahami bahwa ketika ada seseorang yang masuk ke dalam masjid kemudian melakukan shalat qabliyyah maka shalat tahiyyatul masjid sudah termasuk di dalamnya. Dengan catatan orang tersebut tidak menafikannya dalam niat ketika takbiratul ihram.

Dari sini kemudian kita bisa memahami pendapat dari para ulama madzhab Syafi’i—sebagaimana dikemukakan oleh Muhyiddin Syaraf An-Nawawi—yang menyatakan bahwa tidak disyaratkan niat shalat tahiyatul masjid.

Karenanya ketika ia shalat dua rakaat dengan niat shalat sunah mutlak atau shalat sunah rawatib atau selainnya, atau bahkan shalat fardlu baik shalat ada`, qadla, atau nadzar maka hal itu sudah dianggap cukup. Konsekuensinya ia mendapat pahala sesuai dengan apa yang diniatkan sekaligus juga mendapatkan pahala tahiyyatul masjid.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para ulama dari kalangan madzhab kami (madzhab Syafi’i) berpendapat bahwa tidak disyaratkan seseorang untuk berniat shalat tahiyyatul masjid dua rakaat, bahkan apabila ia shalat dua rakaat dengan niat shalat sunah mutlaq atau niat shalat dua rakaat shalat sunah rawatib atau selain rawatib, atau shalat fardlu baik shalat ada`, qadla, atau yang dinazdarkan maka hal teresebut dia anggap mencukupi dan ia mendapatkan sesuai dengan niatnya termasuk di dalamnya shalat tahiyyatul masjid. Dalam hal ini tidak ada perselisihan pendapat di antara mereka,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz III, halaman 544).

Lebih lanjut, menurut mereka, bahwa ketika seseorang niat shalat fardlu dan tahiyyatul masjid atau niat shalat rawatib dan tahiyyatul masjid, maka keduanya bisa peroleh sekaligus. Atau dengan kata lain mengabungkan niat shalat fardlu dengan tahiyyatul masjid atau shalat rawatib dengan tahiyyatul masjid adalah diperbolehkan dan tetap mendapatkan dua pahala sekaligus.

  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para ulama dari kalangan madzhab kami menyatakan, ‘Begitu juga apabila ia berniat shalat fardli dan shalah tahiyyatul masjid atau berniat shalat rawatib dan tahiyyatul masjid maka keduanya bisa diperoleh semuanya. Dalam hal ini tidak ada perselisihan pedapat di antara mereka,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz III, halaman 544).

Lantas apa logika atau argumentasi yang bisa diketengahkan untuk mendukung pandangan tersebut? Salah satu argumen yang bisa diajukan di sini adalah bahwa yang menjadi poin penting atau intinya adalah adanya shalat ketika masuk masjid sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

Sedangkan ketika seseorang masuk masjid kemudian langsung menjalakan shalat apakah itu shalat fardlu atau rawatib, maka hal itu telah tercapai. Begitu juga ketika seseorang niat shalat fardlu dan niat tahiyyatul masjid misalnya, keduanya dapat diperoleh. Dengan kata lain mendapatkan pahala keduanya.

(? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Shalat tahiyyatul masjid bisa didapatkan dengan shalat fardlu atau shalat sunah yang lain baik shalat tahiyyatul masjid diniati bersamaan shalat fardlu atau sunah maupun tidak. Sebab, intinya adalah adanya shalat sebelum duduk di masjid dan hal itu sudah terwujud sebagaimana disebutkan. Dan niat shalat tahiyyatul masjid tidak merusak shalat tersebut karena shalat tahiyyatul masjid adalah termasuk sunah yang tidak ditentukan (sunah gharu maqshudah). Berbeda dengan niat shalat fardlu bersamaan dengan shalat sunnah yang sudah ditentukan. Dalam kasus ini shalatnya tidak sah,” (Lihat Jalaluddin Al-Mahali, Syarhu Minhajit Thalibin, dalam Hamisy Hasyiyah Qalyubi wa Umairah, Syarikatu Maktabah wa Mathba’ah Ahmad Said bin Nabhan, juz I, halaman 215).

Berangkat dari penjelasan di atas maka impulannya adalah diperbolehkan menggabungkan niat shalat sunah qabliyyah dengan tahiyyatul masjid. Bahkan seandainya tidak niat tahiyyatul masjid tetap tahiyyatul masjid dapat diraih. Artinya juga mendapatkan pahala shalat qabliyyah sekaligus tahiyyatul masjid.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nahdlatul Ulama, IMNU PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia

Ciamis, PKS Piyungan Taubat. Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Non Tunai dipastikan menjangkau seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia awal Juni 2017. Perluasan jangkauan ini dalam rangka percepatan kenaikan indeks keuangan inklusif hingga 75 persen di tahun 2019 mendatang.?

Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia

"Paling cepat akhir Mei 2017 semua kabupaten/kota seluruh Indonesia sudah menerima secara non tunai," ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat penyaluran sejumlah bansos di Pendopo Bupati Kabupaten Ciamis, Senin (1/5).?

Khofifah menerangkan, perluasan tersebut mencakup kabupaten/kota yang secara geografis berada di wilayah perbatasan, kepulauan, dan terluar Indonesia. Sebelumnya terobosan penyaluran bansos melalui perbankan ini hanya menyentuh 98 kota dan 200 kabupaten.?

Terkait sarana prasarana beserta infrastruktur pendukung, kata Khofifah, Kementerian Sosial bersama Himpunan Bank Negara (Himbara) telah mempersiapkannya. Termasuk diantaranya berkoordinasi dengan PT Telkom terkait ketersediaan jaringan internet.?

"Untuk menjangkau wilayah-wilayah kepulauan, kami (Kemensos-red) bekerjasama dengan BRI melalui Layanan Teras Kapal BRI. Sementara untuk daerah-daerah terpencil ada fasilitas layanan gerak yang menerapkan sistem jemput bola," tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, perluasan jangkauan ini sejalan dengan nawacita butir kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Dikenalkannya masyarakat kurang mampu dengan industri jasa keuangan bank tidak sekedar untuk mengambil bansos yang disalurkan pemerintah

Lebih dari itu, lanjut Khofifah, masyarakat dikenalkan dengan apa itu kegunaan rekening, produk perbankan, perencanan keuangan keluarga, manfaat menabung, dan lain sebagainya, termasuk berbagai risiko yang mungkin terjadi.?

"Saat ini angka literasi atau pengetahuan masyarakat Indonesia tentang keuangan masih rendah terutama di wilayah pinggiran. Alhasil, akses masyarakat ke perbankan masih didominasi masyarakat perkotaan," ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Diungkapkan, tradisi masyarakat untuk menabung masih bersifat tradisional. Tidak sedikit yang masih menyimpan uang dibawah tempat tidur atau tempat tertentu di dalam rumah mereka. Akibat yang paling buruk karena rendahnya literasi tersebut, banyak masyarakat terjebak rentenir atau investasi bodong.?

"Dengan diperkenalkan berbagai produk perbankan, masyarakat diajari untuk menabung dan mengakses permodalan yang lebih aman dan menguntungkan," imbuhnya.?

PKH Dongkrak IPM Indonesia

Sementara itu, Khofifah menuturkan PKH merupakan program pengentasan kemiskinan yang efektif dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2016, IPM Indonesia telah mencapai 70,18. Angka ini meningkat sebesar 0,63 poin dibandingkan dengan IPM Indonesia pada tahun 2015 yang sebesar 69,55.

Demikian pula dengan status pembangunan manusia di Indonesia yang meningkat dari “sedang” menjadi “tinggi”. IPM Indonesia pada tahun 2016 tumbuh sebesar 0,91 persen dibandingkan tahun 2015.

"Komplementaritas Bansos PKH dengan bantuan sosial dan program subsidi lainnya berdampak signifikan dalam percepatan penanganan kemiskinan di Indonesia," tuturnya.?

"Saya optimistis, IPM akan semakin meningkat. Terlebih di tahun 2017 ini bantuan sosial disalurkan secara non tunai. Dan di tahun 2018 mendatang, jumlah KPM pun meningkat dari sebelumnya 6 Juta KPM menjadi 10 juta KPM," tambahnya.?

Dalam kunjungan ke Kabupaten Ciamis, Khofifah menyalurkan bansos senilai Rp175 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari PKH Non Tunai, beras sejahtera (Rastra), Bansos UEP-KUBE, Bantuan Keserasian Sosial, Bansos Disabilitas, dan Bansos Lanjut Usia. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Cerita, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Jumat, 29 Desember 2017

Ketika Arab Saudi dan Iran Bertemu di Munas-Konbes NU

Mataram, PKS Piyungan Taubat. Di media massa, warta tentang Arab Saudi dan Iran didominasi oleh berita "permusuhan". Yang pertama sering diidentikkan dengan Wahabi sementara yang kedua adalah Syiah. Tapi, di forum Nahdlatul Ulama kedua negara yang sedang berseteru itu justru bertemu dan duduk sejajar.

Ketika Arab Saudi dan Iran Bertemu di Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Arab Saudi dan Iran Bertemu di Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Arab Saudi dan Iran Bertemu di Munas-Konbes NU

Di upacara pembukaan Musyawarah  Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Usamah bin Muhammad Abdullah Al Syuaibi dan Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi datang sebagai tamu. Meski tak persis berdampingan, keduanya duduk berdekatan dan di deretan kursi yang sama.

Bersama ribuan hadirin lain, konsul dari dua negeri Muslim itu tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara pembukaan. Bahkan, keduanya rela berdiri hingga tiga kali dalam sesi melantunkan mars Yalal Wathan, Shalawat Badar, dan lagu Indonesia Raya. Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj menyambut hangat seluruh duta besar.

"Terima kasih banyak kepada segenap utusan dari berbagai negara atas kehadirannya. Selamat datang, semoga Allah membalas kebaikan Anda sekalian," sapa Kiai Said dalam bahasa Arab.

PKS Piyungan Taubat

Presiden Joko Widodo yang hadir untuk membuka secara resmi Munas-Konbes NU 2017 mengaku merasakan kesejukan setiap hadir di forum NU.

"Begitu masuk, yang ada suasanan dingin dan sejuk, apalagi saya berada di tengah para alim ulama NU. Begitu juga waktu masuk ke pesantren NU suasannya sejuk," ujar Jokowi. Menurutnya, Indonesia kini sedang dilihat oleh negara lain sebagai negara yang netral.

Ketua PBNU H Iqbal Sullam mengatakan, PBNU cukup dekat dan sering mengundang pihak kedutaan dari berbagai negara, tak terkecuali Arab Saudi dan Iran. NU ingin menjadi jembatan dari dua negara itu sebagai ormas yang berada di tengah.

"Apalagi saya melihat konflik antara Arab Saudi dan Iran adalah konflik temporer, bukan selamanya. Ada momen-momen tertentu mereka saling berkomunikasi dengan baik," tambahnya.

PKS Piyungan Taubat

Hadir pula dalam kesempatan itu Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Menpora Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Islam, Berita PKS Piyungan Taubat

Senin, 18 Desember 2017

LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Kraksaan menggelar halaqoh dengan tema Peningkatan Kapabilitas Takmir Masjid NU se-Cabang Kraksaan.

Kegiatan yang digelar di aula Kantor PCNU Kota Kraksaan ini diikuti oleh 130 orang peserta terdiri dari Ketua Takmir Masjid, Remaja Masjid, pengurus Syuriyah, Ketua PAC LTMNU, Takmir Masjid di Kota Kraksaan serta Takmir Masjid di 5 (lima) MWC se-Cabang Kota Kraksaan, Sabtu (14/10).

LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid

Halaqah ini dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU KH Mannan Abdul Mannan, Ketua LTM PBNU KH Mansur Saeroji, Ketua Lembaga Wakaf PWNU Jawa Timur KH Qosim, Ketua PCNU Kota Kraksaan KH Nasrullah Ahmad Suja’i, Ketua LTMNU Kota Kraksaan H Didik Abdul Rohim serta segenap jajaran pengurus.

Ketua LTMNU Kota Kraksaan H Didik Abdul Rohim mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM Takmir Masjid dalam melaksanakan amanah dan memberi motivasi dengan rasa hikmah yang tinggi kepada takmir masjid dalam mengelola secara profesional dan proporsional dengan melaksanakan muharrik masjid serta kegiatan gerakan infaq dan shodakoh untuk masjid.

PKS Piyungan Taubat

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar masjid yang ada di wilayah Kota Kraksaan ini sesuai motto dari LTMNU Kota Kraksaan yakni Masjid Itu Ada dan Berada,” harapnya.

Menurut Didik, Masjid Itu Ada dan Berada memiliki maksud bahwa Ada maksudnya fisik dan bangunannya jelas berwujud dan berada artinya ada di dalamnya idarah, imarah, dan ri’ayah. Dengan demikian masjid itu selain tempat bersujud dan rumah Allah SWT juga harus dan wajib dilaksanakan tiga bidang meliputi idarah, imarah, dan ri’ayah.

PKS Piyungan Taubat

“Serta membentengi aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaj) An-Nahdliyah di setiap masjid yang tercatat dan terdaftar di LTMNU Kota Kraksaan. Yang telah kami lakukan adalah pemberikan papan nama masjid dan piagam masjid ala NU,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Syariah, Berita PKS Piyungan Taubat

Selasa, 12 Desember 2017

Gandeng KPK, LPNU Bincangkan Hubungan Perekonomian dengan Korupsi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) menggandeng Komisi Pemberasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan talk show “Memacu pertumbuhan ekonomi tanpa melanggar rambu-rambu anti korupsi”, Senin (16/11), di Aula PBNU Jakarta.

Hadir sebagai pembicara salah satu komisioner KPK, Adnan Pandu Praja, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Ketua LPNU Harvick Hasnul Qolbi.

Gandeng KPK, LPNU Bincangkan Hubungan Perekonomian dengan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng KPK, LPNU Bincangkan Hubungan Perekonomian dengan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng KPK, LPNU Bincangkan Hubungan Perekonomian dengan Korupsi

Ketua LPNU Harvick Hasnul Qolbi mengatakan di tengah dahsyatnya perang melawan korupsi pada era reformasi, ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak bisa lagi menyamai pencapaian Orde Baru. Selama era reformasi, pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 4-6 persen, dengan pertumbuhan terbaik pada tahun 2011 sebesar 6,49 persen.

PKS Piyungan Taubat

Harvick menuturkan dalam forum ini, pihaknya mengajak masyarakat luas untuk saling bekerjasama guna mencapai kesejahteraan yang lebih baik. Menurutnya pemberantasan korupsi yang sedang terjadi justru titik awal menuju pertumbuhan ekonomi yang semakin baik dari hari ke hari.?

PKS Piyungan Taubat

“Aksi-aksi KPK memang tidak memberikan manfaat secara langsung terhadap perekonomian. Namun, pemberantasan korupsi oleh KPK menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi ke depan, sebab yang diberantas oleh KPK adalah esensi korupsi, yaitu korupsi politik,” tuturnya.

Lanjutnya, Harvick mengatakan di Indonesia, korupsi politik berkaitan dengan patronage democracy, yaitu hubungan antara orang yang memegang jabatan politik dengan orang yang memiliki kekayaan dan kepentingan bisnis. Dimana pelaku bisnis memberikan dana kepada pejabat publik agar menggunakan wewenang dan pengaruh untuk menguntungkan pelaku bisnis.?

“Di negara berkembang, termasuk Indonesia, korupsi politik jadi sumber dari segala korupsi,” ungkapnya.

Harvick menambahkan, pemerintahan saat ini jangan sampai meniru Orde Baru yang sentralistik dan otoriter meskipun dengan pertumbuhan ekonomi 6 persen setiap tahun,tetapi akhirnya mengalami keruntuhan perekonomian pada tahun 1997-1998.

“Dampak pemberantasan korupsi politik tentu berbeda dengan korupsi birokrasi yang sebenarnya merupakan turunan dari korupsi politik. Pada korupsi birokrasi, manfaatnya terhadap perekonomian mungkin bisa dirasakan langsung. Namun, tidak bertahan lama jika korupsi politiknya atau orang-orang kuat di baliknya tidak ikut ditindak,” tegasnya. (Faridurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita PKS Piyungan Taubat

Senin, 11 Desember 2017

SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi

SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi 

Banyuwangi, PKS Piyungan Taubat. Santri Design Community (SDC) Kabupaten Banyuwangi menggelar pelatihan design grafis untuk santri dan kader-kader IPNU IPPNU setempat. Pelatihan bertajuk "Madrasah Design Chapter Banyuwangi" dilaksanakan di Aula Kantor PCNU Banyuwangi. Minggu (11/6) pagi.

Ketua Santri Design Community, Dodik Nur Cahyo mengatakan bahwa SDC merupakan komunitas yang digagas oleh para santri pesantren yang tersebar di berbagai daerah. Selain untuk melatih santri-santri dan kader-kader NU asal Banyuwangi, gelaran ini juga digunakan untuk pembentukan SDC Kabupaten Banyuwangi.

SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi

" Kita yakin dari komunitas SDC ini, akan lahir santri-santri yang menjadi inisiator designer yang kreatif dan handal," jelas Dodik.

Dodik menambahkan, terjun ke dalam dunia design memiliki dua tujuan. Pertama adalah sebagai media dakwah dan yang kedua adalah untuk media pembelajaran bagi kader muda NU yang lebih banyak dari santri dan kader IPNU-IPPNU. 

PKS Piyungan Taubat

"Tak jarang beberapa hikmah di dapat, saat kita memiliki keahlian design dan jaringan dengan pihak luar, salah satunya akan mendatangkan tambahan rezeki.  Dan ini sebagai motivasi kita untuk terus berkarya dan berkarya," jelas pemuda asal Ponorogo.

Kegiatan bertajuk ‘Madrasah Design’ lanjut Dodik, selain untuk melatih santri-santri dan kader-kader muda NU asal Banyuwangi, juga untuk pembentukan SDC Kabupaten Banyuwangi. 

Dalam kelas ‘Madrasah Design’ini, beberapa materi penting akan diberikan diantarana mulai pembuatan logo sampai brosur, CorelDraw dan Adobe Photoshop. design grafis. “Kelas design ini kami berikan batasan peserta. Karena antusias peserta cukup banyak,” ujar ketua Panitia M. Khoirul Abda.

PKS Piyungan Taubat

Sofyan Sauri salah satu santri yang menjadi peserta pelatihan menuturkan, madrasah desin bagi santri ini diharapkan bisa memberikan ilmu baru terutama untuk kepentingan dakwah di media social agar bisa mewarnai dakwah yang sejuk dan ramah. 

"Karena menurut saya dakwah bukan hanya melalui ceramah dan tulisan sebagaimana sering kita temukan. Dewasa ini kita juga membutuhkan sarana dakwah berupa desaign grafis meme-meme yang menyejukkan. Bukan meme-meme ujaran kebencian dan kekerasan yang sering berkeliaran di media sosial, sebagaimana sarana dakwah mereka di luar kalangan nahdliyin," tutur Sofyan. (M. Sholeh Kurniawan / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Berita, Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Minggu, 10 Desember 2017

Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah

Judul : Kemuliaan Umat Muhammad

Penulis : Dr Muhammad Alawi Al-Maliky Al-Hasani

Penerbit : Cakrawala Publishing, Jakarta *

Cetakan: I, 1427 H / 2006 M

Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah

Tebal : x + 410 halaman

Peresensi: Muhammad Said Hasyim**

PKS Piyungan Taubat



Syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW terbilang paling mudah dibanding syariat nabi-nabi sebelumnya. Rasulullah tidak diutus untuk mempersulit umatnya, namun sebaliknya untuk mempermudah segala urusan yang dihadapi umatnya. Beliau bersabda: “Berilah kabar gembira dan janganlah kalian menjadikan takut, mudahkanlah dan janganlah kalian persulit.” (HR Bukhari-Muslim)

PKS Piyungan Taubat

Allah SWT telah memberikan banyak perintah yang sungguh berat kepada Bani Israel, namun sudah tidak berlaku untuk umat Muhammad. Misalnya, jika pakaian mereka terkena najis maka bagian tang terkena najis itu harus dibuang, sementara umat Muhammad diberikan ajaran untuk menyucikan pakaian dan anggota badan dari najis. Ada tata cara bersuci yang tidak memberatkan yang diajarkan kepada umat Muhammad, tidak harus dengan air, namun dalam keadaan tertentu bisa dengan benda lain yang bisa menyucikan. Misalnya lagi, bagi Bani Israel hukuman terhadap semua bentuk pembunuhan atau penganiayaan adalah qisash, namun umat Muhammad bisa menggantinya dengan denda tertentu (diyat) dengan syarat-syarat tertentu.

Ada pula cara bertaubat bagi Bani Israel yang telah berbuat dosa-dosa berat yakni dengan bunuh diri, atau memotong lidah bagi yang berdusta, atau memotong kemaluan bagi yang berzina. Tapi ini tidak berlaku untuk umat Muhammad. Rasulullah SAW mengajarkan tata cara bertaubat yang manusiawi namun tetap memunculkan efek jera sehingga para pelakunya enggan untuk melakukan kesalahan serupa.

Demikianlah berbagai keistimewaan umat Muhammad dipaparkan secara indah dalam buku Kemuliaan Umat Muhammad (Khashaish Ummah Muhammad) yang ditulis oleh Dr Muhammad Alawi Al-Maliky Al-Hasani.

Jika umat terdahulu diharuskan melakukan ibadah di tempat-tempat tertentu seperti di kuil atau gereja, maka bagi umat Muhammad shalat tidak harus dilakukan di satu tempat tertentu; Bumi ini adalah masjid buat umat Muhammad. Allah juga menghalalkan berbagai jenis makanan baik hewani maupun nabati yang baik-baik, kecuali beberapa jenis saja. Berbeda dengan Bani Israil yang dilarang memakan beberapa binatang ternak seperti onta, angsa, dan itik.

Sedikitnya ada empat belas keistimewaan yang dimiliki oleh umat Muhammad dalam buku Kemuliaan Umat Muhammad tersebut. Keempatbelas kemuliaan ini tidak dimiliki oleh umat-umat sebelumnya. Dijelaskan pula, ada banyak kabar gembira bagi umat Muhammad. Bagi mereka yang hidup belakangan, yang tidak semasa dengan Rasulullah SAW tidak kalah istimewanya dibanding dengan para Sahabat Nabi. Rasulullah SAW bersabda: ”Beruntunglah bagi orang-orang yang melihatku dan beriman kepadaku, dan beruntunglah –Rasulullah mengulang sebanyak 7 kali– bagi orang-orang yang tidak melihatku namun beriman kepadaku.”

Lebih dari separuh bagian buku yang ditulis oleh Dr Muhammad Alawi ini menjelaskan keutamaan-keutamaan menjalankan beberapa perintah Rasulullah SAW seperti berbagai gerakan dan doa-doa dalam shalat, keutamaan zakat dan haji, beberapa keutamaan ibadah-ibadah lain yang kita lakukan seperti berwudlu, menjawab azan, mendirikan masjid, serta berbagai bentuk perbuatan baik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW seperti membesuk orang sakit, memberikan pinjaman, memenuhi kebutuhan orang yang sedang tertimpa musibah, dan menepati janji.

Hemat kami, buku ini sangat berguna untuk umat Islam yang ingin memperdalam ilmu agama dan memberikan semangat untuk mengamalkan beberapa ibadah dan perbuatan yang dinilai baik oleh umat Muhammad SAW. Dipaparkan pula beberapa keutamaan shalat sunnah seperti shalat Dhuha, shalat istikharah dan doa-doannya, shalat hajat, shalat tasbih, dua rakaat shalat seteleh wudhu, juga shalat untuk memperkuat hafalan.

Buku ini diawali dengan penjelasan yang sangat gamblang tentang definisi hadits dhaif, atau hadits-hadits yang dinilai lemah periwayatannya. Beberapa kelompok kecil umat Islam memang sangat ”anti” dengan hadits dhaif ini karena takut menjalankan perbuatan bid’ah, namun sebaliknya dalam buku ini dijelaskan bahwa hadits dhaif tetap perlu diamalkan jika berkaitan dengan fadhailul a’mal atau keutamaan-keutamaan dalam menjalankan ibadah, dan tidak dijadikan sebagai landasan dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan akidah dan hukum.

Jangan menolak hadits-hadits dhaif karena penolakan itu berarti angkuh dan tidak melakukan upaya ikhtiyathi atau kehati-hatian dalam memenerima ajaran yang telah diriwayatkan sampai kini. Dalam buku ini dirinci beberapa persyaratan penggunaan hadits dhaif yang perlu diketahui umat Islam sebagai pegangan dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Buku ini setebal 410 halaman ini diakhiri dengan pengetahuan seputar alam barzakh, hari kebangkitan, balasan amal-perbuatan selama hidup di dunia dan penjelasan mengenai syafaat Nabi Muhammad yang diberikan kepada umatnya pada Hari Akhir kelak. Sebelumnya juga terdapat bab khusus seputar definisi dan keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beberapa keutamaan beribadah yang dipaparkan dalam buku ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah SWT kepada Rasulullah SAW dan umatnya.

** Penulis adalah alumnus Universitas Darul Ulum, Hudaidah, Yaman



* Alamat lengkap dan kantor pemasaran: Cakrawala Publishing Jl. Palem Raya. No. 57 Jakarta 12260. Telp (021) 70602394-5853238. Web: http://www.penerbitcakrawala.com/ Email: cakrawalapublish@cbn.net.id
Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Berita, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 28 November 2017

Hari Sumpah Pemuda Momentum Gelorakan Semangat Nasionalisme

Sidoarjo, PKS Piyungan Taubat. Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo, Slamet Budiono menyatakan, Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 28 Oktober merupakan momentum untuk menggelorakan kembali semangat Nasionalisme. Maka dari itu, dirinya meminta kepada seluruh kader Ansor terutama di Sidoarjo untuk terus mencintai tanah air.

"Untuk penguatan kader dalam melanjutkan amanat organisasi serta memupuk rasa cinta tanah air, GP Ansor Sidoarjo senantiasa menjalankan kaderisasi. Kaderisasi itu sendiri alhamdulillah sudah berjalan 3 tahun pada periode saya dan sudah terselenggara 6 kali diklat. Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ini, mari kita gelorakan kembali semangat Nasionalisme," kata Slamet melalui pesan singkatnya yang dikirim ke PKS Piyungan Taubat, Senin (26/10).

Hari Sumpah Pemuda Momentum Gelorakan Semangat Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Sumpah Pemuda Momentum Gelorakan Semangat Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Sumpah Pemuda Momentum Gelorakan Semangat Nasionalisme

Slamet berharap, dengan adanya peringatan tersebut, Pemuda lebih banyak diberikan kepercayaan untuk bisa menempati posisi strategis di Pemerintahan serta senantiasa difasilitasi dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya yang ada di Organisasi Kepemudaan (OKP).

PKS Piyungan Taubat

"Harapan kami kepada Pemerintah terutama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk tetap mengapresiasi OKP dalam bentuk fasilitasi kegiatan," harap Slamet. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Bahtsul Masail, Berita PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

Pembuatan Kartanu Jombang Dimulai

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Kesiapan Panitia Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) PCNU Jombang akan diuji hari ini. Target kepemilikan kartu identitas hingga angka setengah juta adalah tantangan yang akan dibuktikan panitia.

Pembuatan Kartanu Jombang Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembuatan Kartanu Jombang Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembuatan Kartanu Jombang Dimulai

Peluncuran program Kartanu untuk wilayah Jombang dimulai hari ini, Ahad (10/3). Menempati gedung serba guna KH Hasbullah Said di area Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, rangkaian seremonial diselenggarakan.

“Pada acara pembukaan, akan diputarkan rekaman sosialisasi dari Kartanu ini,” tandas Didik Firdiyanto yang dipercaya sebagai ketua panitia. Rekaman itu adalah sebagai juklak dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

PKS Piyungan Taubat

Untuk bisa menggenjot target dari Kartanu untuk daerah MWC Jombang Kota, pihak panitia telah menyiapkan empat titik lokasi pemotretan. “yang pertama adalah di Tambakberas ini, juga di daerah Sengon, Tunggorono serta Kantor PCNU Jombang,” katanya kepada PKS Piyungan Taubat.

Diharapkan dengan lebih banyak titik tersebut, antusias warga untuk memiliki kartu identitas akan semakin mudah terlayani. “Waktu pemotretan juga akan berlangsung sejak jam 8 pagi hingga jam 9 malam,” lanjutnya.

PKS Piyungan Taubat

Sosialisasi yang secara silmultan dilakukan panitia dengan dukungan penuh para aktifis di PCNU semua tingkatan, lembaga, badan otonom serta lajnah cukup memberikan harapan bahwa target panitia akan terlampaui. “Kami juga akan melakukan jemput bola kepada sejumlah warga yang belum terlayani program ini,” tandasnya.

Memang khususu untuk di Jombang, ada beberapa keistimewaan bagi para pemegang Kartanu. “Ada sejumlah keringanan biaya saat menggunakan fasilitas di sejumlah rumah sakit NU,” kata Afandi, Sekretaris Panitia Kartanu. Rumah sakit yang telah menyatakan kesediaan adalah Rumah Sakit Unipdu Medika Peterongan, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Jombang, serta Rumah Sakit Ibu dan Anak Muslimat Jombang. 

Bahkan Direktur Utama Rumah Sakit Unipdu Medika, DR Zulfikar As’ad berharap akan lebih banyak lagi manfaat yang akan diterima warga NU saat memiliki kartu identitas. “Inilah yang perlu dipikirkan oleh para pengusaha, pemilik lembaga pendidikan dan sejenisnya,” katanya. “Jangan hanya memanfaatkan warga NU namun tidak memberikan manfaat kepada mereka,” tandas Gus Ufik.

Program Kartanu di Jombang akan berlangsung dari tanggal  10 Maret hingga 8 Juli mendatang. Seluruh MWC akan mendapatkan giliran pemotretan Kartanu yang difasilitasi panitia dari PCNU Jombang. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pesantren, Berita PKS Piyungan Taubat

Kamis, 23 November 2017

Grup Debu Ramaikan Malam Taaruf Konferensi Internasional Bela Negara

Pekalongan, PKS Piyungan Taubat. Malam taaruf peserta konferensi internasional ulama ‘bela negara’ yang berlangsung di Kota Pekalongan terasa istimewa. Pasalnya, salah satu grup musik reliji asal Amerika yang melantai di Indonesia sejak tahun 2001 silam, Grup Debu akan mengisi dengan lagu lagu andalannya.

Kegiatan malam taaruf yang dilangsungkan di Gedung Kanzus Sholawat akan diikuti oleh seluruh peserta dari dalam dan luar negeri, Habib Luthfy bin Yahya selaku shohibul bait ? dan seluruh jajaran Pengurus Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN).

Grup Debu Ramaikan Malam Taaruf Konferensi Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Grup Debu Ramaikan Malam Taaruf Konferensi Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Grup Debu Ramaikan Malam Taaruf Konferensi Internasional Bela Negara

Sebagaimana diketahui, Debu adalah kelompok pemusik muslim ? Sufi yang anggotanya berasal dari berbagai negara. Pertama kali tampil pada tahun 2001 dan sekarang berbasis di Indonesia. Kelompok musik Debu saat ini beranggotakan 12 orang, masing-masing 6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Sebagian besar anggota Debu berasal dari Amerika Serikat, tetapi ada juga anggota yang berasal dari Swedia, Inggris, dan terakhir, bergabung juga anggota dari Indonesia.?

Musik yang dimainkan Debu kaya nuansa dengan dentaman rebana pada paduan alunan irama ala Timur Tengah, country, bahkan jazz dan world music. Berbagai alat musik dari berbagai negara turut melengkapi keragaman musik mereka, seperti santur dari Iran, tambura dari Turki, gendok-gendok dari Sulawesi Selatan digabungkan dengan harmonis bersama harpa, biola, bass dan berbagai jenis perkusi. Sedangkan lirik-lirik lagunya sufistik, mistis, lahir dari kalbu yang mabuk cinta dan kerinduan pada Allah SWT.

PKS Piyungan Taubat

Kelompok musik ini lahir di Amerika Serikat di bawah bimbingan Syekh Fattaah, pendiri Debu sekaligus guru tasawwuf mereka. Saat di Amerika Serikat, nama kelompok musik mereka adalah Dust on the Road atau Debu di Jalanan. Personel Dust on the Road adalah orang tua sebagian besar personel Debu yang sekarang. Mereka hijrah ke Indonesia pada tahun 1999. Setelah di Indonesia mereka mengubah nama mereka menjadi Debu dengan perubahan formasi. Beberapa personel terdahulu adalah pengajar di pesantren milik Universitas Muslim Indonesia di Makassar.

Selain itu, panitia konferensi juga menggelar istighotsah sebagai kegiatan pra konferensi yang pembukaannya akan dilangsungkan di Gedung Junaid, Rabu (27/7) yang dihadiri tidak kurang dari 2000 undangan peserta dari dalam dan luar negeri. Sedangkan siang harinya hingga Jumat (29/7) peserta utusan khusus dan dari delegasi 40 negara akan membahas masalah bela negara di Hotel Santika Pekalongan.

Sementara itu, ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, hingga berita ini ditulis masih melakukan regist rasi untuk mendapatkan fasilitas akomodasi penginapan di rumah rumah penduduk, sedangkan peserta khusus dan delegasi 40 negara diinapkan di Hotel Santika, Horison dan Istana Pekalongan. (Abdul Muiz/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Meme Islam, Berita PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock