Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Assalamualaikum wr.wb

Redaksi Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat yang dirahmati Allah. Saya punya teman perempuan di tempat bekerja. Ia berhias sedemikian rupa. Yang saya tanyakan, bolehkah merapikan alis? Kalau alis dicukur habis bagaimana? Apakah itu termasuk mengubah ciptaan Allah? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum wr.wb. (Syukur/Jakarta)

Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga Allah merahmati Anda di mana pun berada. Bentuk dan gaya berhias mengalami perubahan yang sangat cepat. Gaya berhias ditentukan kadang oleh mode yang sedang tren, kenyamanan yang bersangkutan, atau motif lainnya.

PKS Piyungan Taubat

Penanya yang budiman, alis sebagaimana tubuh secara keseluruhan merupakan perhiasan wajah yang Allah karuniakan kepada manusia. Karenanya kita diwajibkan merawat perhiasan yang telah Allah berikan. Di samping perawatan kita juga harus merapikan anugerah-Nya.

Namun demikian ada sejumlah rambu-rambu yang mesti dipatuhi dalam hal merawat tubuh. Misalnya seperti hadits Rasulullah SAW sebagai berikut.

PKS Piyungan Taubat

«? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang membantu menyambung rambut, perempuan yang menajamkan gigi, perempuan yang membantu menajamkan gigi, perempuan yang menato tubuh, perempuan yang membantu menato tubuh, perempuan yang mencabut alis, perempuan yang merenggangkan gigi demi berhias yang mana mengubah ciptaan Allah.”

Perihal hadits di atas, ada baiknya kita menyimak pandangan Syekh Ahmad bin Ghanim yang bermadzhab Maliki. Menurutnya, mencukur bulu alis harus dibedakan dari “menyambung rambut” seperti disebutkan di dalam hadits.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? -: «? ? ? ? ? ?» ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dari keterangan larangan menyambung rambut ini, kita dapat memahami ketidakharaman untuk menghilangkan bulu sebagian alis atau alis secara keseluruhan. Ini yang disebut tarjih, tadqiq, tahfif. Berikut ini tambahan keterangannya.

Ibnu Rusyd mengatakan, pendapat yang membolehkannya ditolak karena menyalahi dalil. Dalil yang mengharamkannya jelas disebut di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut....” “Mencabut alis” adalah mencabut bulu alis hingga tipis dan indah. Tetapi riwayat dari Sayidatina Aisyah RA membolehkan penghilangan bulu alis dan bulu di wajah. Pendapat terakhir ini sesuai dengan keterangan yang lalu yaitu pendapat yang mu‘tamad membolehkan pencukuran seluruh bulu perempuan kecuali rambut. Larangan di dalam hadits ini bisa dimengerti bagi perempuan yang dilarang untuk berhias seperti perempuan yang ditinggal wafat suaminya dan perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana.

Khalil berkata, perempuan yang ditinggal wafat suaminya meskipun belum dewasa, meskipun ahli kitab, perlu meninggalkan aktivitas berhias. Demikian juga perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana. Tiada halangan untuk menakwil dalil yang memiliki sejumlah kemungkinan makna ketika ada isyarat yang mencegah salah satu makna. Mencabut bulu alis di sini tidak bisa dikatakan sebagai kategori “mengubah ciptaan Allah”. Hemat kami, tidak semua “mengubah ciptaan Allah” itu dilarang. Coba perhatikan, sesuatu yang memang fitrahnya seperti berkhitan, memotong kuku, mencukur rambut, mengebiri hewan yang boleh dimakan, dan banyak lagi contoh lainnya, diperbolehkan. (Lihat Ahmad bin Ghanim An-Nafrawi Al-Azhari Al-Maliki [wafat 1126 H], Al-Fawakihud Dawani ala Risalah Ibni Zaid Al-Qairuwani, Darul Fikr, Beirut).

Pada prinsipnya Islam memang tidak mengharamkan laki-laki maupun perempuan untuk berhias. Karena Allah memang menitipkan tubuh kita sebagai anugerah-Nya untuk dijaga dan dirawat. Sejauh tidak melanggar rambu-rambu yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, berhias sangat dianjurkan karena Islam menyukai kerapian baik rambut, kuku, kumis, dan lain sebagainya. Hanya saja untuk masalah mencukur bulu alis untuk kerapian perlu juga mempertimbangkan aspek kepantasan. Jangan sampai melebihi batas seperti mencukur habis alis hingga bulu di atas mata itu yang menjadi perhiasan wajah kehilangan fungsinya. Bukan kerapian yang didapat, justru keburukan keburukan yang ada.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga jawaban ini bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima masukan dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, RMI NU, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Jumat, 02 Februari 2018

Jadwal Putaran Akhir Fase Grup Liga Santri Nusantara

Bandung, PKS Piyungan Taubat

Memasuki hari ketiga, beberapa kesebelasan akan melewati laga menentukan lolos dan tidaknya ke babak selanjutnya. Sementara, beberapa tim telah dipastikan lolos dan dipastikan gagal. Inilah jadwal putaran final atau seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 yang berlangsung di kota Bandung.  

Senin, 29 Januari 2018

NU-CARE LAZISNU Tangsel Kenalkan Program di Festival Jazz

Tangerang, PKS Piyungan Taubat. NU-CARE LAZISNU Tangerang Selatan akan membuka stand di Bintaro Xchange, Bintaro Jaya, Kota Tangerang Selatan. Stand yang digelar untuk mengenalkan program-program tersebut berada di tengah-tengah pagelaran BritAmaX Tangsel Jazz Festival 2016 pada Sabtu 12 November mendatang.

“Tujuan utama NU-CARE LAZISNU Tangsel buka stand di acara BritaAmaX Tangsel Jazz Festival 2016 adalah untuk menggalang dana dalam rangka santunan anak yatim yang dibungkus dengan acara makan bersama di McD Perempatan Duren tanggal 13 November,” papar Sekretaris LAZISNU Tangsel, Rizky Subagia kepada PKS Piyungan Taubat pada Rabu (9/11) malam.

Waktu

Jadwal Putaran Akhir Fase Grup Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadwal Putaran Akhir Fase Grup Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadwal Putaran Akhir Fase Grup Liga Santri Nusantara

Tempat

Pertandingan

Grup

07:30 WIB

PKS Piyungan Taubat

Stadion Siliwangi

Babussalam FC Rohul vs Al Madaniyah

PKS Piyungan Taubat

Grup D

07:30 WIB

Stadion Brigif

DDI Kaballangan vs Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB)

Grup D

07:30 WIB

Stadion Pusdikif

Minhajussalam Subulussalam vs Darul Hikmah

Grup H

07:30 WIB

Stadion Lodaya

Al Kahfi vs Nurul Khaeraat

Grup H

09:00 WIB

Stadion Siliwangi

Assalam vs Al Ikhlas

Grup C

09:00 WIB

Stadion Brigif

Alkhairaat Bintauna FC vs Nurul Iman

Grup C

09:00 WIB

Stadion Pusdikif

Nurul Jadid vs Al-Anshor

Grup G

09:00 WIB

Stadion Lodaya

AIAI vs Mamba’ul Hikmah

Grup G

10:30 WIB

Stadion Siliwangi

Darul Huda vs Hamzan Wadi

Grup A

10:30 WIB

Stadion Brigif

Nurul Fauzi vs Walisongo

Grup A

10:30 WIB

Stadion  Pusdikif

Mambaul Ma’arif vs Al-Ijtihad

Grup E

10:30 WIB

Stadion Lodaya

Asshidiqiyah vs Al-Mujtahid

Grup E

13: 30 WIB

Stadion Siliwangi

Alhusaeni vs Al Huda

NU-CARE LAZISNU Tangsel Kenalkan Program di Festival Jazz (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-CARE LAZISNU Tangsel Kenalkan Program di Festival Jazz (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-CARE LAZISNU Tangsel Kenalkan Program di Festival Jazz

(Baca: http://www.nu.or.id/post/read/72630/peringati-hari-pahlawan-lazisnu-tangsel-adakan-santunan-anak-yatim)

Rizky menambahkan hal yang tak kalah penting melalui pembukaan stand di Bintaro XChange adalah mengenalkan kepada masyarakat Tangsel khususnya tentang adanya NU-CARE LAZISNU.

“NU-CARE Tangsel juga akan mengenalkan program Tabungan Berkah salah satu program andalan kami saat ini,” kata Rizky seraya menambahkan Tabungan Berkah dari NU-CARE LAZISNU Tangsel sangat mudah karena hanya dengan mengisi donasi melalui kencleng (kaleng) yang disediakan NU-CARE LAZISNU Tangsel. Jumlah donasi pun menyesuaikan minat dan kemampuan donatur.?

PKS Piyungan Taubat

Melalui rilis yang diterima PKS Piyungan Taubat, Promotor BritaAmaX Tangsel Jazz Festival 2016 Dinni Deniasti Atiek mengatakan BritAmaX Tangsel Jazz Festival merupakan pagelaran musik jazz terbesar di Kota Tangerang Selatan.?

Didukung Pemerintah Kota Tangerang Selatan, acara yang diadakan selama satu hari itu akan diisi oleh penampilan artis jazz papan atas Indonesia seperti Glenn Fredly, Iga Mawarni, Fariz RM, Jeffrey Tahalele, Rio Moreno Latin Combo, Amelia Ong, KSP Band, Alsa Quartet, Tiyo Alibasjah dan Ginda Bestari.?

Acara yang pada tahun ini memasuki tahun ketiga, akan diisi dengan bazaar dan produk kreatif warga Tangsel. Selain panggung utama, panitia menyiapkan dua panggung yang dinamakan “BritAmaX Jawara dan Blandongan” yang akan menjadi panggung bagi ? musisi jazz mempertontonkan skill kecanggihan bermusik mereka.

Dari sisi konsep penyelenggaraan acara pada tahun ini berbeda dengan konsep tahun 2015 lalu. Tahun ini TJF mengusung konsep jazz family, jazz yang dapat ditonton oleh seluruh anggota keluarga, mulai anak hingga kakeknya. Selain itu juga jazz yang lebih akrab, hangat, dan memasyarakat. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

PKS Piyungan Taubat

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 27 Januari 2018

Pesan Kiai Asep Usai Kembali Didapuk Jadi Ketum Pergunu

Mojokerto, PKS Piyungan Taubat. Selesai sudah acara demi acara Kongres II Persatuan Guru NU (Pergunu) melaksanakan agenda lima tahunan, Sabtu (29/10). Selesainya acara kongres ditandai dengan penutupan dan pernyataan atas kesediaan KH Asep Saifuddin Chalim sebagai Ketua Umum Pergunu masa khidmat 2016-2021.

Pesan Kiai Asep Usai Kembali Didapuk Jadi Ketum Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Kiai Asep Usai Kembali Didapuk Jadi Ketum Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Kiai Asep Usai Kembali Didapuk Jadi Ketum Pergunu

Kongres Pergunu kali ini terasa istimewa karena dihadiri dua pucuk pimpinan NU. Pembukaan hadir KH Said Aqil Siroj Ketua Umum PBNU dan ditutup oleh KH Maruf Amin Rais Aam PBNU.

Dihadapan Rais Aam, Kiai Asep mengatakan akan mengadakan Rakernas setiap tahun. Untuk tahun pertama akan dilaksanakan di Ponpes Amanatul Ummah tapi di tahun berikutnya akan dilaksanakan di beberapa PW Pergunu di luar jawa.?

"Organisasi yang unggul dan maju salah satu caranya yaitu seringnya melakukan rapat, rakernas akan dilaksanakan di luar jawa dan rakernas nantinya akan mengundang cabang tidak hanya wilayah saja," kata Kiai Asep disambut tepuk tangan.

Tidak hanya itu, Ketum terpilih ini berjanji tidak akan membebankan Pimpinan Wilayah Pergunu. "Mereka cukup menjadi panitia lokal, soal konsumsi dan transportasi akan ditanggung oleh Pimpinan Pusat," ucar putra KH Abdul Chalim pendiri NU asal Cirebon, Jabar ini.

PKS Piyungan Taubat

Dengan tegas Kiai Asep mengatakan Pergunu dalam lima tahun masa kepemimpinannya tidak akan menopang diri pada PBNU tapi Pergunu harus berbeda dengan Banom lain. Pergunu harus menggagas berbagai program produktif supaya menjadi penopang bagi PBNU.?

PKS Piyungan Taubat

"Mari kita dengan segala upaya terus meningkatkan kualitas diri kita sebagai guru, ujung tompak dari pendidikan NU dan bangsa Indonesia ini," pungkas Kiai Asep. (Rof Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Rabu, 24 Januari 2018

Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat

Nur Hakimah Ismawati akhirnya dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo periode 2016-2018. Dia terpilih dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XVI IPPNU Probolinggo di kantor PCNU setempat, Ahad (22/5) sore.

Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo

Dalam Konfercab tersebut, Nur Hakimah terpilih setelah memperoleh 19 suara. Sementara kandidat lain Luluk Ma’rifah hanya mengantongi 9 suara. Atas hasil tersebut, dia akan memimpin PC IPPNU Kabupaten Probolinggo 3 tahun ke depan.

Konfercab PC IPPNU Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah beserta segenap perwakilan lembaga dan badan otonom, Wakil Ketua PW IPPNU Provinsi Jawa Timur Khoirun Nisa dan Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo periode 2014-2016 Lika Kurniawati.

PKS Piyungan Taubat

Dalam sambutannya Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi berpesan, melalui Konfercab ini hendaknya siapa pun yang nantinya terpilih bisa membawa organisasi IPPNU yang baik, mengayomi, berbuat untuk generasi muda dan tentunya kepentingan Bangsa dan Negara.

PKS Piyungan Taubat

“Kader IPPNU merupakan generasi kader Muslimat NU. Pada saatnya nanti keberadaanya amat dibutuhkan oleh Muslimat dan NU, karena perempuan merupakan sekolah yang pertama bagi anak-anaknya, ibu yang baik berasal dari generasi yang baik, generasi yang baik itu melalui regenerasi yang mumpuni dan sudah ditempa dalam berorganisasi yang bermutu dan berdaya saing,” katanya.

Menurut Kiai Abdul Hadi, sebagaimana lembaga dan banom lainnya, IPPNU juga memiliki peran penting dalam turut membentuk kepribadian pemudinya tentunya melalui kaderisasi yang intens. Kaderisasi IPPNU menjadi penentu terjaga tidaknya generasi NU kedepan dalam upaya memperjuangkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sesuai dengan garisnya.

“Kita berharap seluruh pengurus PC IPPNU bisa menjalankan roda organisasi dengan sebaik-baiknya dengan berlandaskan pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, dengan mengingat terus visi-misi organisasinya,” harapnya.

Sementara Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Nur Hakimah Ismawati menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh para pengurus IPPNU di Kabupaten Probolinggo. “Mudah-mudahan kami dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Mohon doa dan dukungannya supaya program yang dijalankan bisa sesuai dengan harapan semua pelajar,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Senin, 22 Januari 2018

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Meski sebetulnya hari lahir Gus Dur jatuh pada tanggal 7 September atau pada hari keempat bulan kedelapan tarikh Hijriah (4 Sya’ban), namun masyarakat Indonesia tetap merayakan Harlah Gus Dur tanggal 4 Agustus. Sebab, sebagaimana yang tertulis dalam buku The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid karangan Greg Barton, Gus Dur beserta keluarga dan teman-temannya pun merayakan ulang tahun Gus Dur pada 4 Agustus.

Pada 4 Agustus 2017, warganet membuat tagar #HarlahGusDur untuk merayakannya, dan hingga selama beberapa jam jadi trending topic di jagat Twitter Indonesia. Perayaan Harlah ke-77 Gus Dur, Jumat (4/08) malam, di Rumah Pergerakan Griya Gus Dur, Menteng, Jakarta Pusat berjalan dengan meriah sekaligus khidmat, dengan diisi pembacaan Tahlil, pentas musik, musikalisasi puisi, dan cerita tentang Gus Dur oleh Wahid M. Maryanto, teman dekat Gus Dur.

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya

Wahid M. Maryanto atau yang akrab dipanggil Pak Acun mengisahkan, ada satu kebiasaan yang bahkan menjadi ciri khas Gus Dur, yakni menggerak-gerakkan telunjuk. Baik sedang diam maupun ketika ngobrol, kata Pak Acun, Gus Dur selalu menggerak-gerakkan telunjuknya.

PKS Piyungan Taubat

“Saya pernah punya niat, bagaimana ketika Gus Dur menggerak-gerakkan telunjuknya, terus saya pegang,” seloroh Pak Acun, yang kemudian disambut tawa hadirin. Pak Acun adalah salah satu orang yang sering menemani aktivitas Gus Dur di berbagai tempat, termasuk saat Presiden RI ke-4 itu mengisi program rutin Radio 68H di Jakarta Timur.

PKS Piyungan Taubat

Pak Acun mengungkapkan bahwa gerak telunjuk Gus Dur adalah dzikir. Gerak telunjuk Gus Dur itu, kata Pak Acun, menuliskan atau melukiskan lafal basmalah.

“Beliau sedang menuliskan huruf-huruf dalam bacaan bismillahirrahminirrahim. Hal itu juga sebagai klarifikasi atas tuduhan kepada Gus Dur yang dibilang jarang shalat. Mana mungkin Gus Dur jarang shalat sedangkan di setiap saat beliau selalu berdzikir dengan menggerak-gerakkan telunjuknya? Klarifikasi atas tuduhan-tuduhan kepada Gus Dur, dulu sering disampaikan di Radio 68 dalam sesi Kongkow bareng Gus Dur,” tutur Pak Acun.

Malam itu, Pak Acun menceritakan banyak hal tentang Gus Dur, antara lain sosok Gus Dur sebagai presiden yang kere, yang dompetnya kosong, dan sabar akan kemiskinan, tentu di luar guyonan-guyonannya.

Acara perayaan Harlah Gus Dur ke-77 itu disambut oleh putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari dan dipungkasi dengan iringan lagu-lagu kebangsaan oleh musisi-musisi jalanan. (Wahyu Noerhadi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat News, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

"Islam Radikal" Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal

Bondowoso,PKS Piyungan Taubat. Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda  (GP) Ansor Bondowoso Ustadz Salam menjelaskan, bahwa paham radikalisme agama tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di negara- negara lain, dengan pengaruh secara global.

Di Indonesia, kata dia, paham tersebut tersebar berangkat dari pemahan agama dangkal seperti memahami ayat secara tektualis.

Islam Radikal Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Radikal Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal (Sumber Gambar : Nu Online)

"Islam Radikal" Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal

“Maka hal ini pemahaman agama secara mendalam itu sangat perlu tentunya," terangnya pada workshop “Deradikalisasi Agama” dan “Akreditasi GP Ansor” di Aula Kantor Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama Jl.KH. Agus Salim No. 85 Belindungan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Ahad (20/9).

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, jika dibiarkan, paham Islam radikal sangat membahayakan pada keamanan Republik Indonesia (NKRI) dan ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah atau NU atau Islam Nusantara. Karena itu, ia mengimbau supaya jangan boleh berleha-leha membiarkan benih- benih paham radikalisme agama yang tumbuh di Bondowoso

“Tapi sepanjang Nahdlatul Ulama dan seluruh Banom-banom kuat, pesantren kuat, insya Allah ruang gerak radikalisme sempit,"tambahannya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, dengan workshop tersebut peran Ansor secara internal harus memperkuat basis keilmuan, semakin meneguhkan keislaman yang damai, toleran, moderat. Sementara secara eksternal, Ansor harus memberikan pemahan kepada publik tentang Islam secara teks yang dibarengi secara kontektual.

Workshop tersebut merupakan kegiatan PC GP Ansor se-Jawa Timur. Kegiatan itu telah dilakukan dengan melibatkan sebelas Pimpina Cabang. Tahap kedua melibatkan empat belas Pimpin Cabang.

Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso, Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, Kodim 0822 Bondowoso, serta Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor dan Pimpinan Anak Cabang (PAC)GP Ansor Se-Bondowoso.

Akreditasi GP Ansor

Pimpian Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur Habibullah Maksum mengatakan, pada workshop deradikalisasi, dimanfaatkan sebagai ajang akreditasi PC-PC.

Manfaat akreditasi itu, kata dia, untuk mengetahui kegiatan yang sudah dilakukan PC. Dari kegiatan tersebut bisa diketahui tolok ukur kinerja pengurusnya. “Supaya Ansor tetap berjalan secara struktrul dan berjalan secara operasional," tambahnya.

Workshop tersebut dibuka H.Yasin dari Pimpinan Wilayah (PW) Rijalul Ansor Jawa Timur. Workshop terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mengundang narasumber dari Kodim 0822 yang diwakili Handoko dan Gus H. Yasin dengan moderator Noval.

Sementara sesi kedua dengan narasumber dari Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur Habibullah Maksum dan Bakron Hadi dengan moderator Ustd Salam. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Fragmen, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 18 Januari 2018

PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan

Lamongan, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU IPPNU Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar aksi bakti sosial di Yayasan Panti Asuhan Siti Masyithoh Kecamatan Mantup, Lamongan, Ahad (15/2). Acara tersebut dalam rangkaian acara peringatan harlah ke-89 NU, ke-60 IPNU dan ke-61 IPPNU.

“Bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan dan sosial,” ujar Afifurrohman Ketua IPNU Unisla.

PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan

Acara yang dibuka pukul  09.00 WIB tersebut diikuti anggota IPNU-IPPNU dan anak–anak panti asuhan, mereka sangat antusias dan merasa senang. Anak–anak panti juga diberi motivasi training, dan diberi keyakinan agar mempunyai mimpi dan cita-cita yang tinggi. 

PKS Piyungan Taubat

“Hidup itu harus punya motivasi, harus punya harapan dan mimpi yang besar, karena Allah menciptakan manusia dalam kondisi sebaik-baiknya,” kata motivator Zainul Asyhari, S.Pd.I.

Selain itu, Ketua IPPNU Unisla Wellaika Pristya mengharapkan, bantuan yang disalurkan ke anak–anak panti dapat bermanfaat dan dipergunakan sesuai kebutuahan anak-anak.

PKS Piyungan Taubat

“Saya juga mengharap ke pemerintah Kabupaten Lamongan, supaya mengawal dengan teliti bantuan sosial yang disalurkan ke pihak yayasan panti asuhan karena rawan adanya penyelewengan,” imbuh Wella.

Sementara itu, Dewi, Ketua Panitia Kegiatan Baksos mengatakan, tidak hanya baksos saja, puncak dari kegiatan ini yakni menggelar motivasi training dan hypnoterapi ke sekolah-sekolah, dan memberi motivasi pelajar-pelajar yang akan menghadapi UN 2015. (Asyhari/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Humor Islam, Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Peserta Kongres Diundang Bupati Boyolali di Pendhapa Alit Boyolali

Boyolali, NU Online. Para peserta Kongres ke-XVIII Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di Boyolali Jawa Tengah diminta hadir di Pendhapa Alit Kabupaten Boyolali.

Peserta Kongres Diundang Bupati Boyolali di Pendhapa Alit Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Kongres Diundang Bupati Boyolali di Pendhapa Alit Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Kongres Diundang Bupati Boyolali di Pendhapa Alit Boyolali

“Malam ini, akan diadakan acara welcome party bersama Bupati Boyolali. Juga pertemuan perwakilan Pengurus Wilayah se-Indonesia,” terang Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Tengah, Amir Mustofa Zuhdi, saat dihubungi PKS Piyungan Taubat Jumat (4/12).

Ditambahkan Amir, selain acara penyambutan tersebut, sebagai rangkaian dari kegiatan untuk memeriahkan kongres juga akan diadakan kegiatan apresiasi seni. “Kegiatan tersebut, akan menampilkan berbagai kesenian seperti tari dan sebagainya dari perwakilan cabang Jawa Tengah,” kata dia.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan Kongres IPNU-IPPNU yang rencananya selama lima hari (4-8/12) ini, Amir berharap menjadi momentum untuk kembali mempertegas dan memperjelas fungsi serta peran IPNU.

PKS Piyungan Taubat

“Khittah IPNU sebetulnya ranah pelajar. Nah, pada kongres nanti semoga ada pembahasan dan penataan ulang khususnya terkait pola kaderisasi di IPNU,” papar Amir.

Dalam kegiatan kongres ini, secara resmi masing-masing cabang berhak untuk mengirimkan masing-masing perwakilan 4 orang anggota IPNU dan 4 orang anggota IPPNU. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Kamis, 11 Januari 2018

Renungan Ramadhan Kiai Sahal

Tak terasa kita akan kembali berjumpa dengan bulan yang suci, istimewa dan mulia: Ramadhan. Banyak sekali kejadian penting yang terjadi di bulan ini sehingga patut menjadi alasan keistimewaan Ramadhan di bandingkan sebelas bulan yang lain.

Hal terpenting yang harus disebut hubungannya dengan Ramadhan adalah diturunkannya al-Qur’an pada bulan Ramadhan. Ada pula momentum penting lainnya yaitu perang badar dan penaklukan (fathu) Makkah. Keduanya mempunyai peran luar biasa dalam perjuangan umat Islam pada masa itu. Keduanya selanjutnya menjadi titik tolak perkembangan Islam di dunia. Begitu istimewanya bulan Ramadhan sehingga Rasulullah saw bersabda:

Telah datang kepadamu Ramadhan, bulan utama atas segala bulan, telah datang. maka sambutlah Bualan puasa dengan segala berkahnya telah datang. Maka muliakanlah. Sungguh amat mulialah tamu kalian ini.

Tidak hanya dalam wacana keIslaman saja Ramadhan menjadi Istimewa. Di Indonesia Ramadhan bulan bersejarah karena proklamasi kemerdekaan yang jatuh pada tanggal 17 agustus tahun 1945 bertepatan pula dengan Ramadhan. Lantas apakah sebenarnya nilai istimewa yang terkandung dalam Ramadhan itu?

Renungan Ramadhan Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Renungan Ramadhan Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Renungan Ramadhan Kiai Sahal

Ramadhan adalah bulan ibadah, di mana pahala segala amal dilipatgandakan bahkan ditetapkan jenis ibadah wajib yang khusus hanya dilakukan pada bulan itu saja yaitu puasa. Dengan segala ‘fasilitas’ dan ‘motivasi’ yang sedemikian itu, diharapkan umat muslim memanfaatkan bulan ini sebaik-sebaiknya untuk menyucikan diri hingga putih bersih ‘sebagaimana saat kelahirannya’

Masalahnya adalah, apakah kita cukup peduli pada keistimewaan Ramadhan? apakah kita siap mendapatkan fasilitas, dengan berbagai keistimewaannya? Atuakah Jangan-jangan kita sudah tidak merasa memerlukan lagi fasilitas itu atau jangan-jangan kita tidak lahi membutuhkan dan merasa tidak perlu dengan bulan Ramadhan, na’udzubillah mindzalik…

Keistimewaan Ramadhan ini akan sangat terasa jika kita maknai sebaik mungkin dengan mengisinya dengan bermacam bentuk peribadahan. Sehingga keistimewaan itu mengaktualisasikan dirinya dalam kehidupan kita. Sebagaimana halnya hari ulang tahun seseorang yang tidak bermakna jika tidak dimaknai oleh yang bersangkutan. Begitu pula dengan Ramadhan.

PKS Piyungan Taubat

Tanpa pemaknaan itu Ramadhan hanya akan menjadi satuan waktu biasa. Setiap harinya sama tidak istimewanya dengan hari-hari lainnya. Tidak akan bermakna apa-apa bagi kita selama kita sendiri tiak menempatkan makna khusus terhadapnya.

Memberikan makna dan nilai untuk bulan Ramadhan, tidak berarti kita berlebih-lebihan mengisinya di bulan ini saja dan untuk sebelas bulan selanjutnya kita teledor. Karena aktualisasi makna Ramadhan itu justru terdapat dalam sebelas bulan lainnya. Ramadhan harus menjadi titik tolak perjalanan kehidupan muslim di sepanjang tahun selebihnya. Seperti halnya fathu makkah ataupun perang badar yang menjadi tonggak perjalanan umat Islam di dunia.

Dengan kata lain, nilai optimal Ramadhan baru bisa kita dapatkan jika kita menempatkan bulan ini sebagai inspirasi dan momentum untuk mengubah pola pikir dan perilaku kita. Sudahkan kita memenuhi kewajiban kita atas perintah-perintah-Nya? Masih pantaskah kita menuntut hak dari-Nya, padahal kita tak selalu memenuhi kewajiban kita atas-Nya? Atau malahan Allah telah memenuhi hak kita, namun kita tak pernah menyadarinya! Astagfirullah…

PKS Piyungan Taubat

Pada hakikatnya, Allah swt tidak pernah memerlukan kita. Namun kita harus tahu diri bahwa segala fenomena alam di dunia ini merupakan tanda dan pelajaran mengenai kekuasaan-Nya. Tidak diciptakan semua makhluk di dunia ini kecuali untuk mengabdi pada-Nya. Dan segala di dunia menjadi jalan mengabdi untuk-Nya. Maka, jalan menuju ilahi bagi makhluk sosila seperti manusia adalah mengabdikan diri dengan cara memperbaiki pola hubungan kita dengan sesama manusia, lingkungan dan dunia sekitar kita. Dengan bahasa lain, hubungan transcendental (hablum minallah) antara manusia dan tuhan tak akan lengkap dan sempurna tanpa merangkai hubungan horizontal (hablum minan nas) antar manusia.

Oleh karena itu Ramadhan adalah waktu yang diciptakan oleh Allah lengkap dengan fasilitas dan kemewahannya untuk dimanfaatkan manusia sebagai madrasah kehidupan yang melatih dan membelajari poa kehidupan yang sehat. Sangat saying jika dilewatkan.

Namun, bukankah Ramadhan hanyalah putaran waktu yang akan hadir kembali pada tahun yang akan datang? ah, siapakah kita ini hingga seyakin itu akan menemui Ramadhan yang akan datang? bukankah hidup ini adalah misteri tersbesar umat manusia? Kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya!

Disarikan dari Dialog dengan Kiai Sahal Mahfudh, Solusi Problematika Umat,  Ampel Suci 2003/(Red. Ulil H). 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Minggu, 24 Desember 2017

Jadikan Masjid dan Mushola sebagai Markas GP Ansor

Brebes, PKS Piyungan Taubat?

Ketua Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor M Rizqon Halal Syah Aji menyerukan kepada anggota Ansor dan Banser untuk menjadikan masjid dan mushola sebagai markasnya. Menurut dia, hal itu perlu dilakukan karena telah terjadi gerakan radikalisme yang menggerogoti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Sikap Ansor harus tegas, tetap menjaga Kiai dan NU yang berarti menjaga NKRI. Masjid dan mushola adalah lambang keunggulan Islam dan harus menjadi pusat kegiatan dan konsolidasi serta membangun kekuatan keimanan maupun pertahanan NKRI.?

Jadikan Masjid dan Mushola sebagai Markas GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadikan Masjid dan Mushola sebagai Markas GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadikan Masjid dan Mushola sebagai Markas GP Ansor

“Bangsa yang berdaulat, jangan seenaknya diinjak-injak dengan mengatasnamakan jihad dan agama. Maka mari jadikan masjid dan mushola sebagai markas Ansor, jangan sampai diduduki mereka,” seru Rizqon saat menyampaikan sambutan Ansor bersholawat dalam rangka Hari Jadi ke-338 Kabupaten Brebes di Lapak Bawang Hj Tiroh Desa Klampok Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Kamis malam (21/1/16).

Ansor, lanjutnya, wajib menjaga kiai dan NU yang berarti pula menjaga kedaulatan NKRI. Bagi Ansor, NKRI adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Ansor tidak takut!” teriak Rizqon sambil mengepalkan tangan menonjok angkasa.

Menghendaki umat untuk bertakwa, sambungnya, tidak perlu dengan tindakan-tindakan teror dan kekerasan. Justru dengan pendekatan budaya, perkembangan dan kemajuan Islam bisa jaya. Terbukti Walisongo telah sukses mengembangkan Islam di tanah jawa antara lain lewat kesenian gamelan, gending jawa. “Maka tidak keliru kalau Ansor bersholawat kali ini juga mengundang Ki Dalang Enthus Susmono dengan wayang santrinya,” ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Hal senada disampaikan Ketua PC GP Ansor Brebes Ahmad Munsip menyatakan, Ansor diharapkan mampu menjadi garda terdepan, dan penjaga kiai. Sedari dulu, Ansor sebagai penolong umat, tidak takut dengan tindakan anarkisme, apalagi terorisme. “Lawan teroris, Ansor tidak takut, ? siap berada di garda terdepan,” tandasnya.

Wakil Rais Syuriah PBNU KH Subhan Makmun menandaskan, keimanan tanpa keamanan tidak akan kokoh. Untuk itu, sangat penting menjaga keamanan dan menciptakan kedamaian ditengah masyarakat agar umat ayem dan khusyu beribadah.?

Ketua Panitia Zaenal Mutaqin menjelaskan, Ansor bersholawat digelar dalam rangka memperingati hari jadi ke-338 Kabupaten Brebes. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan pertunjukan Wayang Santri dengan dalang Ki Enthus Susmono dari Tegal lengkap dengan grup music Satria Laras.?

PKS Piyungan Taubat

Dalam penampilannya, dalang Ki Enthus Susmono mengambil lakon Lupit Jaga Putri. Dalang yang juga Bupati Tegal tersebut, tampil sangat kocak sehingga membuat para pengunjung betah hingga acara klar pukul 02.00 dini hari.

"Alhamdulillah, kami bisa berkontribusi dalam pembangunan rohani, lewat ansor bersholawat," kata ketua panitia Zaenal Mutaqin.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengapresiasi kegiatan Ansor Bersholawat. Karena disamping bisa mensyiarkan agama juga menjalin silaturahmi dengan seluruh kalangan masyarakat. Bupati juga mengajak kepada para pemuda Brebes yang sudah berumur di atas 17 tahun agar bergabung dengan Ansor. “Bapak, Ibu, kalau punya anak laki-laki di atas 17 tahun silakan bergabung dengan Ansor. Jangan ikut-ikutan organisasi yang tidak jelas,” saran Idza.

Menurut Bupati, kita semua berkwajiban menjaga moral anak bangsa. Ansor juga diharapkan menjadi motivator dalam pembangunan daerah dengan menguatkan karakter pemuda ke jalan yang lurus. “Ayo Kerja, mari bangun Kabupaten Brebes,” ajaknya penuh semangat. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Humor Islam, Pahlawan PKS Piyungan Taubat

Rabu, 20 Desember 2017

Selama Tak Melanggar Syariat, NU Rangkul Tradisi Nusantara

Sijunjung, PKS Piyungan Taubat

Nahdlatul Ulama tidak pernah menolak tradisi Nusantara, selama hal itu tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Hadits. Selagi itu budaya positif, NU tak segan mengakomodasi tradisi tersebut dalam kehidupan beragama.

Selama Tak Melanggar Syariat, NU Rangkul Tradisi Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Tak Melanggar Syariat, NU Rangkul Tradisi Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Tak Melanggar Syariat, NU Rangkul Tradisi Nusantara

Hal itu disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Sijunjung Buya Bustamam Habib pada acara halal bihalal PCNU Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Rabu (3/8/2016) di Mesjid Raya Baiturrahman Sungai Lansek, Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung.

Buya Bustamam mencontohkan, tradisi halal bihalal yang dilakukan mayoritas umat Islam di Indonesia tidak diterangkan secara eksplisit di dalam Al-Quran dan Hadist Nabi. Namun, halal bihalal ini sangat dianjurkan karena menjadi sarana meningkatkan silaturahim.

PKS Piyungan Taubat

Di bagian lain Buya Bustaman menyebutkan, semangat ber-NU terbersit dari nilai-nilai perjuangan NU di masa silam untuk bangsa Indonesia. Selain ideologi Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang tertanam di dalam diri setiap individu masyarakat NU juga nilai bahwa NKRI adalah sebuah kajian final untuk sebuah negara yang wajib ditaati oleh setiap warganya.

PKS Piyungan Taubat

Dari awal perjuangan sampai kepada kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945, NU berkomitmen untuk menjaga dan merawat bangsa Indonesia secara utuh. Maka, kecintaan masyarakat NU harus dibuktikan dengan kembalinya ke pesantren dan masjid.

“Seperti yang kita lakukan pada saat ini. Bukti pertama bahwa PCNU Kabupaten Sijunjung sedang mendirikan pesantren Nurul Ilmi,” kata Buya Busatamam Habib yang juga akan mengasuh dan memimpin langsung pesantren tersebut.

Bukti kedua bahwa PCNU Kabupaten Sijunjung dalam setiap acara dilakukan di masjid mulai dari pelantikan MWC NU sampai dengan perayaan-perayaan hari besar.

Halal bihalal dihadiri lebih kurang 300 jamaah dengan penceramah Buya Hendri Malin Sulaiman yang juga ulama NU Kabupaten Sijunjung.

Turut memberikan sambutan Staf ahli Bupati Kabupaten Sijunjung Syahril dan hadir juga Kasi Pontren Kemenag Sijunjung Yoni Hendra, Dandim, MWCNU, camat dan wali wagari setempat. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Hikmah, Ulama PKS Piyungan Taubat

Sambut Harlah, PWNU DIY Gelar Berbagai Acara

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Dalam rangka menyambut Harlah NU ke-90 yang jatuh pada tanggal 16 Rajab 1434/27 Mei 2013, Pengurus Wilayah NU DIY menggelar rangkaian acara bertemakan “Mempertegas Relasi Islam Aswaja-Budaya: Untuk Yogyakarta Damai-Sejahtera”. Jika dikalkulasi, ada sekitar 14 acara yang disiapkan untuk memeriahkan Harlah NU tersebut.

Setelah sebelumnya menggelar acara Diklat Dokumentasi dan Media (28/4), Ahad besok (5/5), PWNU DIY mengadakan acara Pameran Foto Dokumentasi Kegiatan NU. Acara yang akan diselenggarakan di Gedung PWNU DIY tersebut, rencananya diikuti oleh seluruh Lembaga/Lajnah PWNU DIY dan PCNU se-DIY.?

Sambut Harlah, PWNU DIY Gelar Berbagai Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, PWNU DIY Gelar Berbagai Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, PWNU DIY Gelar Berbagai Acara

Satu minggu kemudian, tepatnya pada tanggal 11 Mei 2013, PWNU DIY akan menggelar acara “Kirap Seni Budaya Aswaja” dengan rute Lapangan Piyungan-Prambanan-Kalasan- Berbah-Piyungan. Acara tersebut akan dimulai pada pukul 13.00-Selesai. Malamnya, masih di lapangan Piyungan pagelaran wayang dengan mengambil lakon “Lahirnya Sang Tetuko (Gatot kaca)” dikolaborasikan dengan Sholawat Arab-Tionghoa-Jawa dan Tausyiyah Budaya akan menjadi tontonan yang menarik bagi warga Nahdhiyin di DIY.?

PKS Piyungan Taubat

Tak berhenti sampai di situ, untuk mengkaji lebih mendalam tentang ketokohan seseorang dalam sebuah karya, PWNU DIY akan mengadakan kajian bedah buku. Buku pertama yang akan dibedah adalah buku “Sang Penakluk Badai” karya Aguk Irawan (14/05). Selanjutnya, buku yang berjudul “Babad Cariyos Ronggowarsito” akan dikaji dan dibedah lebih mendalam (18/05). Kedua acara bedah tersebut, akan diselenggarakan di Gedung PWNU DIY yang terletak di Jl MT. Haryono No. 40-42 Yogyakarta. Rencananya, acara akan dimulai pukul 20.00.

PKS Piyungan Taubat

Secara berurutan, acara selanjutnya yang akan digelar oleh PWNU DIY dalam menyambut Harlah NU ke-90 adalah, Apel Akbar yang akan diikuti oleh santri, ustadz pesantren/madrasah, pelajar dan guru Maarif se-DIY (14/05), gema dzikir dan tadarus puisi (17/05) di Alun-Alun Selatan Yogyakaarta, ? temu saudagar NU (18/05) dan masih ada sekitar tujuh acara lagi yang akan diselenggarakan oleh PWNU DIY ke depannya. Semoga semakin istimewa.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim Bangkit

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Quote, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Senin, 11 Desember 2017

SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi

SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi 

Banyuwangi, PKS Piyungan Taubat. Santri Design Community (SDC) Kabupaten Banyuwangi menggelar pelatihan design grafis untuk santri dan kader-kader IPNU IPPNU setempat. Pelatihan bertajuk "Madrasah Design Chapter Banyuwangi" dilaksanakan di Aula Kantor PCNU Banyuwangi. Minggu (11/6) pagi.

Ketua Santri Design Community, Dodik Nur Cahyo mengatakan bahwa SDC merupakan komunitas yang digagas oleh para santri pesantren yang tersebar di berbagai daerah. Selain untuk melatih santri-santri dan kader-kader NU asal Banyuwangi, gelaran ini juga digunakan untuk pembentukan SDC Kabupaten Banyuwangi.

SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi

" Kita yakin dari komunitas SDC ini, akan lahir santri-santri yang menjadi inisiator designer yang kreatif dan handal," jelas Dodik.

Dodik menambahkan, terjun ke dalam dunia design memiliki dua tujuan. Pertama adalah sebagai media dakwah dan yang kedua adalah untuk media pembelajaran bagi kader muda NU yang lebih banyak dari santri dan kader IPNU-IPPNU. 

PKS Piyungan Taubat

"Tak jarang beberapa hikmah di dapat, saat kita memiliki keahlian design dan jaringan dengan pihak luar, salah satunya akan mendatangkan tambahan rezeki.  Dan ini sebagai motivasi kita untuk terus berkarya dan berkarya," jelas pemuda asal Ponorogo.

Kegiatan bertajuk ‘Madrasah Design’ lanjut Dodik, selain untuk melatih santri-santri dan kader-kader muda NU asal Banyuwangi, juga untuk pembentukan SDC Kabupaten Banyuwangi. 

Dalam kelas ‘Madrasah Design’ini, beberapa materi penting akan diberikan diantarana mulai pembuatan logo sampai brosur, CorelDraw dan Adobe Photoshop. design grafis. “Kelas design ini kami berikan batasan peserta. Karena antusias peserta cukup banyak,” ujar ketua Panitia M. Khoirul Abda.

PKS Piyungan Taubat

Sofyan Sauri salah satu santri yang menjadi peserta pelatihan menuturkan, madrasah desin bagi santri ini diharapkan bisa memberikan ilmu baru terutama untuk kepentingan dakwah di media social agar bisa mewarnai dakwah yang sejuk dan ramah. 

"Karena menurut saya dakwah bukan hanya melalui ceramah dan tulisan sebagaimana sering kita temukan. Dewasa ini kita juga membutuhkan sarana dakwah berupa desaign grafis meme-meme yang menyejukkan. Bukan meme-meme ujaran kebencian dan kekerasan yang sering berkeliaran di media sosial, sebagaimana sarana dakwah mereka di luar kalangan nahdliyin," tutur Sofyan. (M. Sholeh Kurniawan / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Berita, Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Minggu, 10 Desember 2017

Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah

Judul : Kemuliaan Umat Muhammad

Penulis : Dr Muhammad Alawi Al-Maliky Al-Hasani

Penerbit : Cakrawala Publishing, Jakarta *

Cetakan: I, 1427 H / 2006 M

Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah

Tebal : x + 410 halaman

Peresensi: Muhammad Said Hasyim**

PKS Piyungan Taubat



Syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW terbilang paling mudah dibanding syariat nabi-nabi sebelumnya. Rasulullah tidak diutus untuk mempersulit umatnya, namun sebaliknya untuk mempermudah segala urusan yang dihadapi umatnya. Beliau bersabda: “Berilah kabar gembira dan janganlah kalian menjadikan takut, mudahkanlah dan janganlah kalian persulit.” (HR Bukhari-Muslim)

PKS Piyungan Taubat

Allah SWT telah memberikan banyak perintah yang sungguh berat kepada Bani Israel, namun sudah tidak berlaku untuk umat Muhammad. Misalnya, jika pakaian mereka terkena najis maka bagian tang terkena najis itu harus dibuang, sementara umat Muhammad diberikan ajaran untuk menyucikan pakaian dan anggota badan dari najis. Ada tata cara bersuci yang tidak memberatkan yang diajarkan kepada umat Muhammad, tidak harus dengan air, namun dalam keadaan tertentu bisa dengan benda lain yang bisa menyucikan. Misalnya lagi, bagi Bani Israel hukuman terhadap semua bentuk pembunuhan atau penganiayaan adalah qisash, namun umat Muhammad bisa menggantinya dengan denda tertentu (diyat) dengan syarat-syarat tertentu.

Ada pula cara bertaubat bagi Bani Israel yang telah berbuat dosa-dosa berat yakni dengan bunuh diri, atau memotong lidah bagi yang berdusta, atau memotong kemaluan bagi yang berzina. Tapi ini tidak berlaku untuk umat Muhammad. Rasulullah SAW mengajarkan tata cara bertaubat yang manusiawi namun tetap memunculkan efek jera sehingga para pelakunya enggan untuk melakukan kesalahan serupa.

Demikianlah berbagai keistimewaan umat Muhammad dipaparkan secara indah dalam buku Kemuliaan Umat Muhammad (Khashaish Ummah Muhammad) yang ditulis oleh Dr Muhammad Alawi Al-Maliky Al-Hasani.

Jika umat terdahulu diharuskan melakukan ibadah di tempat-tempat tertentu seperti di kuil atau gereja, maka bagi umat Muhammad shalat tidak harus dilakukan di satu tempat tertentu; Bumi ini adalah masjid buat umat Muhammad. Allah juga menghalalkan berbagai jenis makanan baik hewani maupun nabati yang baik-baik, kecuali beberapa jenis saja. Berbeda dengan Bani Israil yang dilarang memakan beberapa binatang ternak seperti onta, angsa, dan itik.

Sedikitnya ada empat belas keistimewaan yang dimiliki oleh umat Muhammad dalam buku Kemuliaan Umat Muhammad tersebut. Keempatbelas kemuliaan ini tidak dimiliki oleh umat-umat sebelumnya. Dijelaskan pula, ada banyak kabar gembira bagi umat Muhammad. Bagi mereka yang hidup belakangan, yang tidak semasa dengan Rasulullah SAW tidak kalah istimewanya dibanding dengan para Sahabat Nabi. Rasulullah SAW bersabda: ”Beruntunglah bagi orang-orang yang melihatku dan beriman kepadaku, dan beruntunglah –Rasulullah mengulang sebanyak 7 kali– bagi orang-orang yang tidak melihatku namun beriman kepadaku.”

Lebih dari separuh bagian buku yang ditulis oleh Dr Muhammad Alawi ini menjelaskan keutamaan-keutamaan menjalankan beberapa perintah Rasulullah SAW seperti berbagai gerakan dan doa-doa dalam shalat, keutamaan zakat dan haji, beberapa keutamaan ibadah-ibadah lain yang kita lakukan seperti berwudlu, menjawab azan, mendirikan masjid, serta berbagai bentuk perbuatan baik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW seperti membesuk orang sakit, memberikan pinjaman, memenuhi kebutuhan orang yang sedang tertimpa musibah, dan menepati janji.

Hemat kami, buku ini sangat berguna untuk umat Islam yang ingin memperdalam ilmu agama dan memberikan semangat untuk mengamalkan beberapa ibadah dan perbuatan yang dinilai baik oleh umat Muhammad SAW. Dipaparkan pula beberapa keutamaan shalat sunnah seperti shalat Dhuha, shalat istikharah dan doa-doannya, shalat hajat, shalat tasbih, dua rakaat shalat seteleh wudhu, juga shalat untuk memperkuat hafalan.

Buku ini diawali dengan penjelasan yang sangat gamblang tentang definisi hadits dhaif, atau hadits-hadits yang dinilai lemah periwayatannya. Beberapa kelompok kecil umat Islam memang sangat ”anti” dengan hadits dhaif ini karena takut menjalankan perbuatan bid’ah, namun sebaliknya dalam buku ini dijelaskan bahwa hadits dhaif tetap perlu diamalkan jika berkaitan dengan fadhailul a’mal atau keutamaan-keutamaan dalam menjalankan ibadah, dan tidak dijadikan sebagai landasan dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan akidah dan hukum.

Jangan menolak hadits-hadits dhaif karena penolakan itu berarti angkuh dan tidak melakukan upaya ikhtiyathi atau kehati-hatian dalam memenerima ajaran yang telah diriwayatkan sampai kini. Dalam buku ini dirinci beberapa persyaratan penggunaan hadits dhaif yang perlu diketahui umat Islam sebagai pegangan dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Buku ini setebal 410 halaman ini diakhiri dengan pengetahuan seputar alam barzakh, hari kebangkitan, balasan amal-perbuatan selama hidup di dunia dan penjelasan mengenai syafaat Nabi Muhammad yang diberikan kepada umatnya pada Hari Akhir kelak. Sebelumnya juga terdapat bab khusus seputar definisi dan keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beberapa keutamaan beribadah yang dipaparkan dalam buku ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah SWT kepada Rasulullah SAW dan umatnya.

** Penulis adalah alumnus Universitas Darul Ulum, Hudaidah, Yaman



* Alamat lengkap dan kantor pemasaran: Cakrawala Publishing Jl. Palem Raya. No. 57 Jakarta 12260. Telp (021) 70602394-5853238. Web: http://www.penerbitcakrawala.com/ Email: cakrawalapublish@cbn.net.id
Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Berita, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 03 Desember 2017

Sumbangan untuk Suriah Jangan Sampai Masuk ke Kelompok Radikal

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Anggota DPR RI Maman Imanulhaq mengingatkan bahwa sumbangan yang dikumpulkan masyarakat Indonesia untuk rakyat Suriah harus dikelola secara transparan dan akuntabel.

"Misi kemanusiaan ke Suriah harus didukung untuk membantu rakyat kecil di Suriah yang menjadi korban, tetapi semua bantuan harus transparan dan akuntabel agar tidak salah sasaran," kata Maman di Jakarta, Jumat.

Sumbangan untuk Suriah Jangan Sampai Masuk ke Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Sumbangan untuk Suriah Jangan Sampai Masuk ke Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Sumbangan untuk Suriah Jangan Sampai Masuk ke Kelompok Radikal

Maman menambahkan bahwa solidaritas #SaveAleppo yang ramai di dunia maya relatif sangat menggugah publik untuk peduli kepada para korban bom di Suriah akibat konflik yang berkepanjangan.

Menurut dia, solidaritas tersebut merupakan aksi mulia yang menjadi misi kemanusiaan dan tuntunan agama.

PKS Piyungan Taubat

"Sebagai orang Indonesia ini sesuai dengan tujuan konstitusional, ikut dalam perdamaian dunia," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Meski demikian, kata Maman, harus ada kepastian amanat umat itu betul-betul sampai kepada korban, bukan kepada pihak yang tidak berhak.

"Jangan sampai justru jadi amunisi kelompok-kelompok yang bertikai, apalagi masuk ke kantong kelompok radikal, seperti ISIS yang menguasai sebagian kota Aleppo, juga ada kelompok radikal lainnya, seperti Jabat Nusra, salah satu kelompok Al Qaida," katanya.

Mengutip hasil penelitian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tahun 2015, dari 11 lembaga yang biasa menyalurkan bantuan dana kemanusiaan yang diteliti, hanya tiga lembaga yang mengantongi izin.

"Jadi, siapa yang mengumpulkan bantuan tersebut harus jelas," kata Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU itu.

PKS Piyungan Taubat

Anggota Komisi VIII DPR RI ini meminta selain melakukan pengumpulan dan pengawalan penyaluran bantuan, publik juga harus mendorong pemerintah untuk ikut mengupayakan perdamaian di Suriah.

"Solidaritas kemanusiaan itu penting, tetapi lebih penting bagaimana perdamaian bisa terwujud di Suriah. Indonesia harus lebih gencar lagi meminta PBB turun tangan karena tanpa solidaritas perdamaian dan peran PBB konflik di Suriah tidak akan pernah selesai," kata Maman. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Habib, Lomba PKS Piyungan Taubat

Rabu, 29 November 2017

Dua Jenis Doa agar Segera Mendapat Panggilan Ibadah Haji

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat. Ibadah haji adalah ibadah yang tidak mengenal pangkat, jabatan dan golongan. Siapapun berhak dan bisa melaksanakanya selama ada niat lahir batin. Hal tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin ketika menghadiri safari haji di Desa Sentong Kecamatan Krejengan, Selasa (18/7) sore.

Dua Jenis Doa agar Segera Mendapat Panggilan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Jenis Doa agar Segera Mendapat Panggilan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Jenis Doa agar Segera Mendapat Panggilan Ibadah Haji

“Bagi yang belum berhaji, saya menyarankan untuk segera menabung dan niatkan khusus lahir bathin untuk ibadah haji sebelum ajal menjemput. Imbangi usaha tersebut dengan senantiasa berdoa kepada Allah agar segera mendapatkan panggilan ke tanah suci,” katanya.

Menurut Hasan ada dua jenis doa yang bisa di amalkan agar bisa segera mendapatkan panggilan menunaikan ibadah ke tanah suci. Yakni doa halus dan doa kasar. Kedua doa tersebut harus istiqomah dilakukan.

“Berdoalah di tiap sholat lima waktu, mintalah kepada Allah secara terus menerus. Ini merupakan doa halus. Kemudian mulailah menabung khusus untuk haji sebagai doa kasar nya. Dengan niat seperti ini maka Allah dan malaikatnya akan mengintervensi di dalamnya,” tegasnya.

Terkait dengan antrian panjang dalam pemberangkatan ibadah haji, Hasan menuturkan bahwa Allah memiliki berjuta cara yang tidak terbatas. Dengan hikmah dari silaturahim safari haji Insya Allah akan mempercepat untuk dipanggil menjadi tamu Allah.

PKS Piyungan Taubat

“Jangan permasalahkan waktu pemberangkatan, tabungkanlah uangnya dulu dan niatkan lahir bathin untuk haji niscaya akan ada jalan. Sebab dengan niat yang tulus maka malaikat sudah mencatat sebagai amalan ibadah haji,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Kepada para calon tamu Allah dan Rasulullah, Hasan mengharapkan agar ibadah haji ini dilaksanakan dengan niat ikhlas lahir dan batin untuk mencari ridho Allah dengan perasaan yang penuh kegembiraan.

“Lupakanlah sejenak segala permasalahan hidup, lipat gandakan kebahagiaanmu melebihi apapun. Karena sebentar lagi akan menjadi tamu Allah dan Rasulullah di tanah suci Mekkah dan Madinah,” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H. Santoso, Khatib PCNU Kota Kraksaan KH Wasik Hannan serta sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Bahtsul Masail, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

Membangun Optimisme Indonesia

Oleh Aswab Mahasin

Menurut data, indeks kesejahteraan di Indonesia terlihat berkembang pesat ketika masyarakat Indonesia sedang “bermimpi/berkhayal”. Namun, ini hanya data ala Cak Lontong. Yang hanya bisa dipertanggung jawabkan pada “Republik Dagelan”. Karena itu, mari kita bangun, bangunkan jiwamu, bangunkan badanmu, dan gelorakan semangatmu untuk Indonesia Raya.

Dalam hal ini, kita tidak akan berbincang mengenai data ekonomi, data kesejahteraan, data apa pun yang menyangkut hal tersebut. Melainkan, sebuah refleksi ringan untuk membangkitkan gairah kita dalam menyongsong masyarakat yang lebih ceria. 

Membangun Optimisme Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Optimisme Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Optimisme Indonesia

Setiap hari, di berbagai media elektronik ataupun cetak, online maupun offline—kritik tajam terhadap pemerintah selalu ada, tidak satu atau dua. Susah dihindari, hal tersebut pasti ada pada sebuah negara, walaupun sistem kerajaan. Apalagi Indonesia dengan alam demokrasi terbuka, ada dua kubu, koaliasi dan oposisi.

Hal wajar sebenarnya, seperti kecintaan seseorang terhadap pahlawan dan para tokoh Indonesia, tidak sedikit mereka cinta Soekarno, dan tidak sedikit juga dari mereka mengktitik Soekarno, begitupun dengan Hatta, Tjokroaminoto, Soeharto, dan seluruh Mantan Presiden Indonesia. Namun, tidak bisa dipungkiri—yang dicinta dan dibenci adalah sekelompok tokoh yang telah menyumbangkan banyak jasa untuk Indonesia. 

PKS Piyungan Taubat

Inilah lucunya Indonesia, selalu bahagia dan terhibur ketika melihat orang saling menjatuhkan, saling menghardik, dan saling ribut. Lantas apa sebenarnya peran positif kita untuk Indonesia? Renungkan saat ini juga.

Seperti sekarang, ramai-ramai setiap tahun tepatnya disetiap bulan September, Indonesia rutin dihebohkan oleh serangkaian berita mengenai pertentangan sejarah G30S/PKI. Di tahun ini, belum genap September habis, berita mengenai G30S/PKI sudah mewabah di setiap media, apalagi didukung dengan kejadian dramatis di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Saya berbicara ini hanya seklumit saja, sebagai pengantar—bukan kapasitas saya untuk bicara berlebih.

PKS Piyungan Taubat

Anehnya, dari setiap golongan, memegang teguh sejarah yang dipahaminya, saya baca diberbagai media, salah satunya media online, ada 6 tafsiran mengenai G30S/PKI, Anda bisa cari sendiri informasinya,saya tidak mau terjebak panjang lebar.

Dalam tulisan ini yang ingin dibangun adalah, Indonesia sudah terlalu lelah dengan intrik-intrik yang tidak mencerahkan. Pekerjaan rumah Indonesia masih seabrek, dari mulai korupsi, kesejahteraan belum merata, keadilan tumpang tindih, toleransi belum berimbang, dan sebagainya. Masalah-masalah tersebut seharusnya yang menjadi concern bangsa ini untuk menatap jauh kedepan.

Sejarah memang penting, namun lebih penting membuat sejarah (berkualitas). Sekarang momen yang tepat menggelorakan api optimisme Indonesia,bertepatan dengan “Tahun Baru 1 Muharram 1439 H” bisa dijadikan sebagai proses perjalanan ke dalam diri bangsa kita, apa yang salah dari bangsa ini? 

Bagi pemahaman saya, akar masalah dari bangsa kita adalah tipisnya pemahaman kita tentang “nilai”. Nilai sendiri menurut Louis O. Kattsoff ada dua, (1) Nilai Intrinsik, yakni nilai dari sesuatu yang sejak semula sudah bernilai, dan (2) Nilai Instrumental, ialah nilai dari sesuatu karena dapat dipakai sebagai sarana untuk mencapai tujuan sesuatu. 

Indonesia mempunyai sebuah nilai yang asal mula kelahirannya sudah bernilai, seperti Pancasila, Undang-undang Dasar 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Ke-4 prinsip nilai tersebut dijadikan oleh bangsa kita sebagai pedoman laku kita dalam merajut kualitas bangsa. 

Sudah kita ketahui bersama, Pancasila adalah realisasi dari ide-ide kemanusiaan kita sebagai makhluk spiritual, makhluk sosial, makhluk ekonomi, makhluk politik, dan sejenisnya. Di mana dalam butir-butirnya mengusung Ketuhanan, Kemanusiaan, persatuan, kebijaksanaan, dan keadilan.

Sama sekali tidak ada yang bertentangan, tinggal bagaimana kita menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan kita. Sayangnya, dari kita semua sering lupa (termasuk saya), kemanusiaan dan kesatuan lebih utama dari apapun, di sinilah manusia akhirnya membelot dari kepatuhannya terhadap hukum yang berlaku. Terlahirlah kebiasaan korupsi, melanggar hak, dan melanggar aturan. 

Kita semua pasti tidak berharap, kalau Indonesia yang kita cintai ini menjadi sebuah negara-bangsa yang remeh-temeh, tidak. Apalagi sampai masuk pada kubangan disintegrasi. Karena itu, optimisme harus kita tularkan, optimisme harus kita bangun, dan optimisme harus kita wariskan kepada anak-cucu kita kelak (pemegang estafet generasi selanjutnya)

Amerika memang super power, apakah warga Amerika lebih bahagia dari warga Indonesia, belum tentu juga. Bill Gates memang kaya, orang terkaya di dunia, dengan kekayaan mungkin 1.000 triliuan kali lipat dari warga kita, namun apakah Bill Gates lebih bahagia 1.000 triliuan kali lipat dari kita, tidak!Tidak selalu itu masalahnya, bukan masalah negara kita yang masih dalam taraf berkembang, atau dengan rakyat yang masih belum maju diberbagai hal. Utamanya adalah optimisme. Kreatifitas akan terlahir dari sikap yang optimis. 

Anda tahu? Janji Allah SWT dalam surat al-Insyirah, pada ayat 5-6, Allah SWT menyatakan dengan tegas, “Makasesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan adakemudahan.” Di sinilah Allah menyuruh setiap manusia berlaku optimis. Karena Allah memberikan pesan kepada manusia, “Janganlah berputus asa dari Rahmat Allah.”

Ini yang harus kita jemput dan harus kita rubah. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Rubahnya Indonesia, tidak hanya ditangan pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat pun bertanggung jawab atas perubahan Indonesia—kearah lebih baik. 

Membangun optimisme fungsional, salah satu syaratnya adalah menarik semua kepentingan pribadi kita, egoisme kita, dan kerakusan kita. Allah SWT dan Rasul-Nya selalu mengingatkan kita semua, kendalikan hawa nafsu, tarik hawa nafsu, dan jangan mengedepankan hawa nafsu. Nah, hawa nafsu ini harus kita alihkan kepada kemanfaatan yang nyata dan bermakna. 

Pengorbanan kita terhadap diri kita sendiri baru akan bermakna jika kemudian berefek dan berimplikasi pada kepentingan sosial. Melawan dan mengendalikan hawa nafsu dari berbuat jahat/korupsi, baru akan berarti ketika dalam praksisnya tidak berbuat jahat/korupsi. Yang diperlukan sekarang, bagaimana berbagai aksi pengendalian diri kita dimuarakan kepada kemaslahatan bersama, kepentingan bangsa dan masyarakat luas, sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. 

Sebagai contoh, para guru ngaji terus konsisten membimbing anak didiknya untuk berbuat baik, dengan berpegang pada akhlak yang mulia; para kiai merawat dan selalu mengingatkan serta mengontrol santri/jamaahnya untuk terus menebarkan kedamaian; majelis taklim, LSM, lembaga pendidikan, lembaga kemanusiaan terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat dengan memberi penyuluhan, pemberdayaan, pengembangan mental-spiritual, dan sebagainya; lalu pemerintah terus mengupayakan kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat dan terus memikirkan dibarengi dengan aksi nyata menanggulangi keresahan-keresahan yang terjadi di masyarakat.  Inilah seklumit contoh untuk menebarkan optimisme kepada Indonesia. 

Kita tidak bisa berpangku tangan hanya diam saja, apalagi dengan berbagai perdebatan-perdebatan yang sejatinya tidak mencirikan kemajuan bangsa. Perspektif kita sekarang harus didudukan pada pemahaman “disini, kini, dan nanti”.

Saya akan menutup tulisan ini dengan kata-kata sejarawan sekaligus pengamat politik Indonesia, yaitu Prof. Salim Said, ada kata-kata menarik dan menggairahkan dalam salah satu acara di stasiun televisi, beliau mengatakan, “Kenapa Indonesia masih jalan ditempat, sedangkan Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Israel maju dan berkembang. Kata beliau, karena ada yang mereka takuti, Taiwan takut sama Cina Daratan, Korea Selatan takut sama Korea Utara, Singapura karena dia mayoritas Tionghoa di tengah lautan melayu, Israel takut karena ditengah lautan Arab, kalau mereka tidak hebat, pasti “dikremus”, sedangkan“Indonesia?” Tuhan pun tidak ditakuti (banyak yang melanggar sumpah jabatan), satu bangsa tidak ada yang ditakuti, susah untuk berkembang. Mari kita renungkan bersama, banyak makna di dalamnya.

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 25 November 2017

Informasi Jangan Ditelan Mentah-mentah, Budayakan Tabayun

Bandar Lampung, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid mengingatkan dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk waspada dan selektif terhadap berbagai informasi dan pemberitaan yang saat ini dengan gampangnya dapat diakses oleh setiap orang.

"Berita jangan ditelan mentah-mentah. Budayakan tabayun. Cek dari siapa, apa dan dianalisa baik atau buruk. Kalau baik, silakan di-share," ujarnya saat hadir pada Forum Dialog Literasi Media Sosial Berbasis Islam Wasathiyah di Hotel Novotel kerjasama Kementerian Kominfo dan MUI Provinsi Lampung, Sabtu (14/10).

Informasi Jangan Ditelan Mentah-mentah, Budayakan Tabayun (Sumber Gambar : Nu Online)
Informasi Jangan Ditelan Mentah-mentah, Budayakan Tabayun (Sumber Gambar : Nu Online)

Informasi Jangan Ditelan Mentah-mentah, Budayakan Tabayun

Kiai Khairuddin juga mengingatkan kepada masyarakat khususnya warganet (netizen) untuk bijak dalam menerima sebuah berita agar gesekan tidak terjadi di tengah masyarakat.

"MUI sudah mengeluarkan Fatwa Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial sebagai panduan agar masyarakat bermedsos dengan sehat. Bijak dan selalu ingin berbuat baik adalah pilihan terbaik dalam bermedsos," tambahnya.

PKS Piyungan Taubat

Senada dengan Ketua MUI Lampung, Wakil Ketua Komisi Infokom MUI Pusat Musthafa Helmi menjelaskan bahwa dalam Fatwa MUI Nomor 24 disebutkan beberapa hal yang seharusnya tidak dilakukan netizen.

"Jangan menyebarkan permusuhan, bullying, menyebar hoaks, pornografi dan konten yang benar tapi tidak sesuai tempat dan waktunya," jelasnya.

Ia menilai bahwa jika netizen menyebarkan berita-berita yang tidak benar atau berita bohong menurutnya sama saja dengan menjual kebohongan kepada orang lain. "Menjual kebohongan sama saja menjaul keharaman. Kebohongan adalah racun dan membuat hidup tidak berkah," tegasnya.

Ia juga mengingatkan kepada para netizen untuk menyebarkan hal-hal  yang positif dan mengisi konten-konten dunia maya dengan hal yang baik. "Jangan menulis dengan tulisan selain sesuatu yang akan membahagiakan diakhirat nanti. Karena kiamat sudah dekat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 16 November 2017

Kemeriahan Berlangsung Jelang Konfercab Ke-14 PCINU Sudan

Khartoum, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Khartoum Sudan akan mengadakan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-14, Sabtu (18/4) ini, di aula Muktamar Jamiyah al-Quran al-Karim. Namun, suasana kemeriahan sudah terlihat sejak sepekan sebelum forum musyawarah tertinggi tingkat cabang ini.

Jumat (10/4) waktu setempat, pengajian rutin dwi-mingguan "Al Hijrah" terselenggara di Aula H Agus Salim KBRI Khartoum Sudan dan dihadiri jamaah NU Sudan yang terdiri dari berbagai kalangan seperti mahasiswa dan tenaga kerja Indonesia (TKI).

Kemeriahan Berlangsung Jelang Konfercab Ke-14 PCINU Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemeriahan Berlangsung Jelang Konfercab Ke-14 PCINU Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemeriahan Berlangsung Jelang Konfercab Ke-14 PCINU Sudan

Pengajian "Al Hijrah" merupakan salah satu agenda unggulan Lembaga Dakwah PCINU Sudan, yang menjadi sarana bagi pengurus NU setempat untuk mendekati dan melakukan gerakan sosial terhadap warganya di Sudan.

PKS Piyungan Taubat

Sebelumnya, pelatihan IT (informasi dan teknologi) lebih dulu digelar Sabtu (11/4) dengan peserta mayoritas mahasiswa. Kegiatan ini dihelat Lajnah Talif wa Nasyr (LTN) PCINU Sudan dan menjadi program terakhir LTN-PCINU Sudan periode kepengurusan ini. Pada pelatihan yang diadakan di Hall PCINU Sudan ini, pemateri, Radhi Harisca, mengulas tips dan trik kreatif menggunakan Microsoft Word.

Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) pun sukses menyelenggarakan "Gema Sholawat dan Pengajian Akbar bersama Dr. Alfatih Ali Hasanain". Al-Fatih adalah salah satu mustasyar PCINU Sudan yang kini menjabat sebagai salah satu penasihat presiden Omar al-Bashir. Acara berlangsung semarak di kediaman Dr. Alfatih Ali Hasanan dan diikuti sebagian besar warga NU di Sudan.

PKS Piyungan Taubat

Al-Fatih menyambut baik acara ini, bahkan berharap ia sesering mungkin ia mendengarkan shalawat tersebut. "Bisa tidak kita bikin acara shalawatan dengan rebana ini setiap hari di rumahku?" katanya yang disambut haru para pengurus PCINU Sudan. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Fragmen, Tegal PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock