Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Januari 2018

Jaringan Gusdurian Bincang Strategi Media Masa Gus Dur

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Komunitas pecinta KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menamakan diri Jaringan Gusdurian, Jumat (2/11) malam, kembali menggelar diskusi rutin. Kali ini tema yang diangkat adalah “Gus Dur dan Strategi Media Masa”.

Jaringan Gusdurian Bincang Strategi Media Masa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaringan Gusdurian Bincang Strategi Media Masa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaringan Gusdurian Bincang Strategi Media Masa Gus Dur

Berdasarkan undangan yang PKS Piyungan Taubat terima, forum yang diselenggarakan saban Jumat pertama tiap bulan ini dimulai pukul 18.00 WIB di Aula The Wahid Institute, Jl Taman Amir Hamzah 8, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Acara dibuka bagi masyarakat umum.

Akan hadir sebagai narasumber seorang jurnalis Tempo Wahyu Muryadi. Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid juga dijadwalkan turut mendampingi peserta yang terdiri dari para aktivis dan pelajar lintas kalangan ini.

PKS Piyungan Taubat

Alissa Wahid dalam sebuah kesempatan menyatakan, Forum Jumatan bukan wadah untuk memuja atau mengultuskan Gus Dur. Menurutnya, forum justru ditujukan bagi proses pengembangan segenap gagasan dan perjuangan Presiden RI keempat ini.

PKS Piyungan Taubat

Putri sulung Gus Dur ini berharap, pertemuan rutin dapat menjadi ajang saling berdialog dan silaturahmi antarindividu atau komunitas demi kemaslahatan dan kemajuan bangsa secara umum. Selain membahas Gus Dur, Jaringan Gusdurian juga menanggapi berbagai persoalan mutakhir di Tanah Air.

 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat News PKS Piyungan Taubat

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Meskipun kongres I Pagar Nusa tinggal 8 hari lagi, sampai saat ini bursa kandidat yang akan memimpin Pagar Nusa sebagai badan otonom NU belum muncul.

“Sejauh ini belum ada wilayah atau cabang yang menyuarakan aspirasinya mendukung calon tertentu,” tutur Ketua Panitia Kongres. H. Fuad Anwar, Selasa.

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Mekanisme pencalonan sampai saat ini juga belum ditentukan, berapa suara minimal yang harus dipenuhi untuk bisa mencalonkan diri.

“Masih terdapat perdebatan bagaimana mekanisme pemilihan ketua umum, melalui one man one vote, sistem ahlul halli wal aqdi atau sistem presidium, ini masih akan dibahas dalam tatib,” tutur Sekretaris Panitia Mujtahidur Ridho.

Edo, panggilan akrab Mujtahirur Ridho menjelaskan ada usulan dari pengurus PBNU yang menginginkan sistem ahlul halli wal aqdi untuk kongres pertama ini.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara pra kongres yang akhirnya forumnya dirubah menjadi kongres, namun tidak diakui oleh PBNU yang diselenggarakan pada 25 September 2005 di Ponpes Ciganjur, terpilih H. Suharbillah.

Kala itu, terdapat 5 kandidat yang bersaing dalam kongres. Dari 72 suara wilayah dan cabang, sebanyak 53 memilih Suharbillah diikuti KH Sayuthi Ghozali 13 suara, Kuncoro 3 suara, Abdul Latif 2 suara dan Abdul Halim 1 suara. Abstain 1 suara dan 1 suara lagi memilih Gus Maksum, pendiri Pagar Nusa yang saat ini sudah meninggal dunia. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat News, Aswaja, IMNU PKS Piyungan Taubat

Minggu, 28 Januari 2018

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Garut, PKS Piyungan Taubat - Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyempatkan hadir dalam acara Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Satkorcab ke-15 Kabupaten Garut di Pesantren As-Saadah Kecamatan Limbangan, Garut. Kiai Ma’ruf memberikan amanat kepada 534 Banser yang baru saja diambil sumpah setianya.

"Banser itu bukan galak, tapi santun. Kita mengajak itu harus dengan cara yang santun agar yang diajak sadar dengan sendirinya. Karena itu yang dilakukan oleh Wali Songo," ujarnya.

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah bagi warga NU memiliki karakter khas yang membedakan dengan kelompok-kelompok Islam yang lain yang juga mengaku Ahlussunnah.

"Bagi warga NU itu Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Karena ada juga yang Ahlussunnah tapi mengkafirkan Imam Al-Asyari. Itu Wahabi namanya. Itu bukan NU," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Kiai Ma’ruf, Islam Nusantara yang hari ini diwacanakan dan dipegang teguh oleh NU memiliki sifat tidak tekstualis dan juga tidak liberalis.

PKS Piyungan Taubat

"NU itu moderat. Tidak tekstualis seperti Wahabi yang gampang membidahkan. Tapi juga tidak liberalis yang menganggap bahwa teks itu tidak penting. Kalau terlalu tekstualis maka umat Islam tidak akan maju. Karena hukum itu justru banyak lahir dari ijtihad," ujarnya.

Kiai Ma’ruf yang juga masih keturunan Syekh Nawawi Banten menegaskan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. NKRI merupakan buah hasil dari perjuangan para ulama.

"Pancasila itu dirumuskan oleh para kiai. NU itu pemilik sah NKRI. Karena menurut sejarawan sebelum ada tentara dan polisi, yang membuat gerakan melawan Belanda itu santri yang mencari ilmu di Mekkah. Meskipun kalau NU itu pemilik saham republik ini, tetapi belum menerima deviden," ujar Kiai Ma’ruf yang disambut tepuk tangan hadirin.

Terkait dengan wacana Khilafah Islamiah yang di Indonesia diwacanakan oleh HTI, Kiai Ma’ruf menganggap sudah tidak relevan.

"Khilafah Islam itu hanya sampai pada Khulafaur Rasyidun. Setelah itu bermacam-macam. Sekarang ada yang kerajaan seperti di Arab Saudi atau Republik seperti di Indonesia. Jadi sudah tidak relevan lagi. Kalau kita kembali mengusik dasar negara maka kita akan kembali pada situasi sebelum 1945. Kapan Indoensia majunya," jelasnya. (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, RMI NU, News PKS Piyungan Taubat

Kamis, 25 Januari 2018

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mendorong upaya rasionalisasi kurikulum 2013 yang tengah melewati uji publik. Upaya rasionalisasi kurikulum menjadi sebuah keniscayaan dalam menentukan arah pendidikan ke depan.

Demikisan disampaikan Farida Farichah, Ketua Umum PP IPPNU seusai mengikuti pengajian Tasawuf oleh bersama KH SAid Aqil Siroj di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/1) malam.

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru

Menurut Farida, rasionalisasi kurikulum berupa penyesuaian materi kurikulum dengan batas kemampuan dan kebutuhan para siswa. Sejumlah riset bisa dijadikan panduan untuk mengukur kesesuaian bobot materi ajar dengan kemampuan peserta didik.

PKS Piyungan Taubat

“Jangan sampai kurikulum menetapkan materi untuk tingkat SMP diberikan kepada tingkat SD; materi SMA diajarkan kepada siswa SMP,” tambahnya.

Perhatian terhadap bobot materi pelajaran, menjadi acuan utama dalam memperbaiki kurikulum pendidikan di Indonesia. Karena, sebuah kurikulum akan gagal ketika bobot materi yang tertuang dalam kurikulum tidak sebanding dengan kemampuan para siswa, imbuh Farida.

PKS Piyungan Taubat

Farida menyatakan, kurikulum bahkan sudah gagal di tengah jalan saat para siswa tertekan karena beban materi di luar kemampuan mereka. Dampaknya, mereka enggan masuk ke dalam kelas yang selanjutnya berpengaruh pada suasana dan keseriusan belajar.

Masalah bobot materi bahan ajar, laik menjadi perhatian dalam merumuskan kurikulum. Selain menekan para siswa, penerapan kurikulum dengan menuangkan bobot materi di luar kesanggupan siswa, akan menyulitkan para guru, tandas Farida.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Santri, News PKS Piyungan Taubat

Senin, 22 Januari 2018

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Meski sebetulnya hari lahir Gus Dur jatuh pada tanggal 7 September atau pada hari keempat bulan kedelapan tarikh Hijriah (4 Sya’ban), namun masyarakat Indonesia tetap merayakan Harlah Gus Dur tanggal 4 Agustus. Sebab, sebagaimana yang tertulis dalam buku The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid karangan Greg Barton, Gus Dur beserta keluarga dan teman-temannya pun merayakan ulang tahun Gus Dur pada 4 Agustus.

Pada 4 Agustus 2017, warganet membuat tagar #HarlahGusDur untuk merayakannya, dan hingga selama beberapa jam jadi trending topic di jagat Twitter Indonesia. Perayaan Harlah ke-77 Gus Dur, Jumat (4/08) malam, di Rumah Pergerakan Griya Gus Dur, Menteng, Jakarta Pusat berjalan dengan meriah sekaligus khidmat, dengan diisi pembacaan Tahlil, pentas musik, musikalisasi puisi, dan cerita tentang Gus Dur oleh Wahid M. Maryanto, teman dekat Gus Dur.

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya

Wahid M. Maryanto atau yang akrab dipanggil Pak Acun mengisahkan, ada satu kebiasaan yang bahkan menjadi ciri khas Gus Dur, yakni menggerak-gerakkan telunjuk. Baik sedang diam maupun ketika ngobrol, kata Pak Acun, Gus Dur selalu menggerak-gerakkan telunjuknya.

PKS Piyungan Taubat

“Saya pernah punya niat, bagaimana ketika Gus Dur menggerak-gerakkan telunjuknya, terus saya pegang,” seloroh Pak Acun, yang kemudian disambut tawa hadirin. Pak Acun adalah salah satu orang yang sering menemani aktivitas Gus Dur di berbagai tempat, termasuk saat Presiden RI ke-4 itu mengisi program rutin Radio 68H di Jakarta Timur.

PKS Piyungan Taubat

Pak Acun mengungkapkan bahwa gerak telunjuk Gus Dur adalah dzikir. Gerak telunjuk Gus Dur itu, kata Pak Acun, menuliskan atau melukiskan lafal basmalah.

“Beliau sedang menuliskan huruf-huruf dalam bacaan bismillahirrahminirrahim. Hal itu juga sebagai klarifikasi atas tuduhan kepada Gus Dur yang dibilang jarang shalat. Mana mungkin Gus Dur jarang shalat sedangkan di setiap saat beliau selalu berdzikir dengan menggerak-gerakkan telunjuknya? Klarifikasi atas tuduhan-tuduhan kepada Gus Dur, dulu sering disampaikan di Radio 68 dalam sesi Kongkow bareng Gus Dur,” tutur Pak Acun.

Malam itu, Pak Acun menceritakan banyak hal tentang Gus Dur, antara lain sosok Gus Dur sebagai presiden yang kere, yang dompetnya kosong, dan sabar akan kemiskinan, tentu di luar guyonan-guyonannya.

Acara perayaan Harlah Gus Dur ke-77 itu disambut oleh putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari dan dipungkasi dengan iringan lagu-lagu kebangsaan oleh musisi-musisi jalanan. (Wahyu Noerhadi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat News, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim

Surabaya, PKS Piyungan Taubat

Wakil Presiden Jusuf Kalla dipastikan akan meresmikan gedung baru Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, di Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya pada 1 September mendatang.



Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim

Hal tersebut dikatakan Sekretaris PWNU Jatim Masyhudi Muchtar usai rapat khusus gabungan Syuriah dengan Tanfidziyah PWNU Jatim di Surabaya, Rabu (15/8) kemarin. Rapat tersebut juga membahas persiapan Konferwil NU Jatim di Pondok Pesantren Zainul Hasan, Probolinggo, 2-4 Nopember mendatang.

“Karena saat ini warga NU yang menempati posisi paling tinggi di pemerintahan kan Pak Jusuf Kalla. Tapi, ini tidak ada kaitannya dengan (Pemilu) 2009, jauh dari itu,” ujar Masyhudi.

PKS Piyungan Taubat

Kantor PWNU Jatim dengan 3 lantai itu ditempati seluruh lembaga, badan otonom, unit-unit usaha, ruang pertemuan, musala, perpustakaan, ruang rapat dan ruang pertemuan besar. Letaknya hanya dipisah jalan dengan Masjid Al-Akbar Surabaya.

PKS Piyungan Taubat

PWNU, menurut Masyhudi, akan menyambut maksimal prosesi peresmian yang akan ditandai dengan penandatanganan prasasti tersebut. Selain mengundang seluruh Pengurus Cabang NU se-Jatim, PWNU juga akan mengundang para bupati/walikota dan seluruh jajaran Pem Provinsi Jatim serta para tokoh partai politik.

“Soal acara tambahan, belum dipastikan bentuknya, yang jelas sayang kalau momen penting itu dilewatkan begitu saja. Tentunya nanti akan ada acara yang bisa semakin merekatkan hubungan sesama warga NU yang ada di mana-mana,” imbuh alumnus Ponpes Tebuireng itu.

Ia menambahkan, usai meresmikan kantor baru tersebut, Wapres Kalla bersama pimpinan PWNU Jatim akan menuju Pesantren Tebuireng, Jombang. (sbh)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tegal, Syariah, News PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Jadwal perhelatan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih lebih dari lima bulan lagi. Namun sejumlah nama sudah menyatakan siap maju dalam bursa pencalonan ketua umum pada forum tertinggi di NU tersebut.

Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Zuhri Yaqub mengaku memiliki harapan untuk kemajuan Nahdlatul Ulama, baik di sektor ekonomi maupun penguatan kaderisasi umat. Ketika ditanya kesiapannya maju atau tidak pada Muktamar NU pada Agustus mendatang, sembari tersenyum ia menjawab, "Iya, saya mau maju, akan tetapi saya lebih mementingkan pengabdian saya kepada NU dan umat."

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU

Menurut kiai kelahiran Tanah Betawi ini, yang terpenting saat ini adalah mengabdi kepada NU sebagaimana yang telah diperjuangkan para pendiri dan pejuang NU, juga memikirkan bagaimana agar warga NU bias lebih sejahtera.

PKS Piyungan Taubat

"Mengabdi untuk NU itu lebih penting bagi saya ketimbang maju pada Muktamar 2015. Untuk mengabdi, kita sudah diberikan contoh oleh pendiri dan pejuang NU, sekarang harus lebih memikirkan bagaimana warga NU lebih sejahtera," jelas Zuhri, di kediamannya di Jalan Duri Kosambi, Jakarta Barat, Selasa (17/2).

PKS Piyungan Taubat

Selain Zuhri, nama lain sudah lebih dahulu menyampaikan ke media terkait kesediaannya maju di Muktamar ke-33 NU, di antaranya Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Muktamar ke-33 NU yang bakal digelar di Jombang, 1-5 Agustus 2015, ini akan menjadi sejarah baru perhalatan akbar tersebut terselenggara di kabupaten kelahiran para pendiri NU. Dalam forum itu, para muktamirin diwacanakan akan menerapkan sistem Ahlul Halli wal Aqdi atau semacam tim formatur dalam proses penetapan pemimpin. (Junaidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nahdlatul, News PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 06 Januari 2018

Kang Said: Damai Adalah Wajah Islam Sesungguhnya

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. “Kalau ada satu orang Yahudi mati, beritanya merebak luar biasa di media massa. Tapi kalau ada orang Islam dalam satu bangsa yang mati beritanya paling cuma dua hari, itu pun di pojok,” demikian kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada Seminar Lembaga Persahabatan Indonesia-Libya (LPIL), di Hotel Sahid, Jakarta, 9 Januari 2011.

Karena pemberitaan yang tidak seimbang –menurut Kang Said- akhirnya Islam dianggap keras. “Padahal wajah Islam yang sebenarnya adalah sejuk dan damai, seperti di Indonesia ini,” tegas Kang Said kepada PKS Piyungan Taubat.

Kang Said: Damai Adalah Wajah Islam Sesungguhnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Damai Adalah Wajah Islam Sesungguhnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Damai Adalah Wajah Islam Sesungguhnya

Kang Said mengatakan bahwa suksesnya dakwah Islam di Indonesia adalah dengan dakwah yang damai, bukan dengan kekerasan. “Walisongo sudah memberikan contoh yang jelas, itu harus kita tiru. Walisongo sukses karena bisa memadukan ajaran dengan tradisi, sehingga tidak terjadi benturan dalam kultur masyarakat,” tambah Kang Said.

PKS Piyungan Taubat

Ia juga menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan sebagian kelompok Islam. “Islam tidak mengajarkan kekerasan. Ayat-ayat al Quran tentang perang pun diturunkan ketika kondisi perang. Ayat-ayat itu tidak diwahyukan kepada Rasulullah dalam kondisi aman dan damai. Banyak pihak yang salah menggunakan ayat-ayat al Quran karena tidak memahami asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya) ayat-ayat itu,” papar pria kelahiran Cirebon ini.

PKS Piyungan Taubat

Seminar LPIL yang mengetengahkan tema “Kebijakan Dakwah Menghadapi Islam Phobia” ini juga sekaligus menjadi seremonial pemberangkatan mahasiswa yang mendapat program beasiswa dari Pemerintah Libya. Seminar kali ini juga dihadiri pimpinan 12 ormas Islam anggota LPIL.

Dalam kesempatan ini para pimpinan ormas Islam mengusulkan agar Islam memperkuat jaringan media informasinya. “Merespon apa yang disampaikan Kiai Said, memang kita harus memiliki media informasi yang kuat untuk menyeimbangkan pemberitaan, sehingga Islam tidak selalu tersudut,” ujar perwakilan Al Ittihadiyah yang diamini para peserta seminar lainnya.

Hal ini juga diamini oleh pimpinan Majelis Az Zikra, Ust. Arifin Ilham, “Saya juga sepakat, dakwah yang kita sampaikan memang harus penuh dengan toleransi. Ada tetangga saya non Muslim yang bersikap kurang baik terhadap saya, tapi saya selalu memberinya senyuman. Alhamdulillah akhirnya dia masuk Islam,” cerita Arifin.

12 Ormas itu adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad Al Islamiyyah, Syarikat Islam Indonesia, Rabithah Alawiyyah, Mathlaul Anwar, Al Ittihadiyah, Ikadi, PITI, BKMT, dan Majelis Az Zikra. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, News PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Al Azhar Mesir Undang Ketum PBNU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Said Aqil Siroj bertemu Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Moawad di Kedutaan Mesir, Jakarta, Ahad (26/2).

Pertemuan tokoh dua negara tersebut membahas beberapa hal termasuk agenda Kiai Said yang diundang untuk berceramah di Universitas Al-Azhar Kairo.

Al Azhar Mesir Undang Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Al Azhar Mesir Undang Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Al Azhar Mesir Undang Ketum PBNU

“Kehormatan bagi kami Muslim Indonesia dapat kesempatan berbicara di depan para cendikia Mesir, utamanya di hadapan para alim Al-Azhar,” kata Kiai Said kepada Ahmed.

Menurut Kiai Said, kesempatan berkunjung ke Mesir akan dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan, sehingga transmisi keilmuan Islam antara Indonesia dan Mesir semakin kuat dan terjaga.

PKS Piyungan Taubat

“Ahlussunnah wal Jamaah itu mereferensi kepada ulama Sunni di Mekkah, Madinah dan Al-Azhar, di era ini Al-Azhar dan Nahdlatul Ulama memegang peran strategis,” kata kiai said.

PKS Piyungan Taubat

Di samping itu Kiai Said juga akan menyampaikan komitmen NU bersama-sama masyarakat dunia untuk mengupayakan perdamaian dunia Islam. Masyarakat Mesir yang punya basis peradaban punya kesamaan dengan Muslim Indonesia.

“Perdamaian dunia Islam perlu kita dorong bersama-sama sehingga beberapa negara mayoritas muslim yang saat ini masih berkonflik dapat secepatnya menyadari dan melakukan recovery,” ujar Kiai Said.

Atas harapan Kiai Said, Ahmed menyambut baik dan berharap misi NU ke Mesir berjalan baik dan berhasil.

“Kita sekarang silaturahim agar hubungan dan harapan kita berjalan dengan baik,” kata Ahmed. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Hikmah, News PKS Piyungan Taubat

Senin, 01 Januari 2018

Pesantren Tambakberas Tuan Rumah Kartanu Kali Ketiga

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang turut berbangga menjadi tuan rumah pelaksanaan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu). Bahkan untuk kali ketiga, pesantren menjadi saksi sejarah antuasias para santri dan penduduk setempat.

Pesantren Tambakberas Tuan Rumah Kartanu Kali Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tambakberas Tuan Rumah Kartanu Kali Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tambakberas Tuan Rumah Kartanu Kali Ketiga

Ahad (31/3) kemarin, sejak pagi hingga jam sembilan malam, para petugas Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) harus siap di Gedung Serba Guna KH Chasbulloh Sa’id area Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Ini sebenarnya pengalam kali ketiga bagi panitia untuk melakukan pemotretan Kartanu. 

“Yang pertama pada saat launching Kartanu, kemudian pada pemotretan kedua serta hari ini untuk ketiga kalinya,” kata Affandi. Sebenarnya jadual pemotretan harusnya di MWCNU Kesamben. “Namun karena pengurus di kecamatan tersebut belum siap, akhirnya dialihkan ke sini,” tandasnya.

PKS Piyungan Taubat

Bukan semata pengalihan jadual, namun panitia bekerja secara total. “Seluruh alat Kartanu yang berjumlah empat unit dihadirkan di pesantren ini,” katanya. Padahal untuk satu unit, dibutuhkan empat operator. 

PKS Piyungan Taubat

Hal ini dilakukan karena setidaknya ada dua ribu lembar yang akan diproses.  “Karenanya kami turun full team,” kata pria asli Baweaan Gresik ini. 

Diluar itu semua, panitia merasa salut dengan kiprah pengurus khususnya Ketua MWCNU Jombang, KH Asharun Nur. “Pak Asharun selalu hadir di setiap kegiatan pemotretan,” katanya. Hal itu tentu saja membuat warga yang sempat didatangi merasa puas dan bangga lantaran pimpinannya juga terlihat sibuk dan menyapa mereka.

Untuk pemotretan kali ini, setidaknya telah siap diproses sekitar seribu lima ratus lembar Kartanu. Sedangkan untuk periode kedua saat susulan kemarin berjumlah sekitar seribu lima ratus buah. “Jombang kota memang beda dengan MWC lain,” katanya.

Dengan sejumlah pesantren besar yang dimiliki, sebenarnya sukses Kartanu di MWC NU Jombang dapat menginspirasi wilayah lain untuk melakukan hal yang sama. Sejumlah MWC memiliki sejumlah pesantren di wilayahnya.

“Ini sangat bergantung kepada para pimpinan NU setempat untuk silaturahim kepada pengasuh pesantren setempat,” katanya. “Kalau di Jombang kota saja bisa, pastinya di tempat lain juga bisa kan?” pungkasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat News PKS Piyungan Taubat

Senin, 18 Desember 2017

Lakpesdam Berikan Penghargaan Cabang-Wilayah yang Sukses Kaderisasi

Batam, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau Lakpesdam NU memberikan penghargaan kepada Pengurus Cabang dan Wilayah Lakpesdam yang telah berhasil menyelenggarakan program kaderisasi. Kaderisasi yang dilakukan Lakpesdam ini meliputi dua hal yakni Program Pendidikan Kader Penggerak Ranting dan Program Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK).

Lakpesdam Berikan Penghargaan Cabang-Wilayah yang Sukses Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Berikan Penghargaan Cabang-Wilayah yang Sukses Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Berikan Penghargaan Cabang-Wilayah yang Sukses Kaderisasi

Penghargaan telah diberikan pada malam pembukaan Rakernas Lakpesdam di Batam, Selasa (14/4), antara lain langsung oleh Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali, Ketua Pelaksana Program Kaderisasi PBNU H Masyhuri Malik dan Walikota Batam Ahmad Dahlan.

Ada delapan PC dan PW yang mendapatkan penghargaan yakni PC Lakpesdam Jepara diwakili Maya Dina, Tuban diwakili Tasyudi, Kendal diwakili Khafidzin, Tasik diwakili Hasan, Mataram diwakili Baiq Eli Mahmudah dan PW Lakpesdam Kalimantan Selatan diwakili Sudirno, masing-masing untuk untuk Program Pendidikan Kader Penggerak Ranting.

PKS Piyungan Taubat

Sementara untuk program PPWK PP Lakpesdam memberikan penghargaan kepada PC Lakpesdam NU Kudus dan Bogor.

PKS Piyungan Taubat

Sekretaris PP Lakpedam Lilis Nurul Husna mengatakan, Lakpesdam mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan sumber daya manusia NU melalui program kaderisasi. Ada dua program unggulan yakni program Pendidikan Kader Penggerak Ranting dan Program Pengembangan Wawasan Keulamaan. Yang pertama untuk para calon pengurus tanfidziyah terutama di ujung tombang gerakan NU di tingkat paling bawah, sementara yang kedua untuk calon syuriyah atau para calon ulama NU.

Penghargaan yang telah diberikan dimaksudakan sebagai apresisi kepada PC dan PW yang telah berhasil menjalankan dua program unggulan kaderisasi Lakpesdam itu.

“Mereka? menyelenggarakan kaderisasi secara mandiri. Kami hanya memberikan modul, selenjutnya mereka mengembangkan sendiri,” kata Lilis di sela Rakernas , Kamis (16/4).

Menurut Lilis, dua program kaderisasi di Lakpesdam NU itu terintegrasi dengan program Pendidikan Kader Penggerak (PKPNU) yang dilaksanakan oleh PBNU di tingkat pusat dan berlanjut ke tingkat Wilayah dan Cabang.

“Dalam program penggerak ranting dan PPWK ini sebagian instrukturnya juga merupakan instruktur PKPNU atau alumni PKPNU,” katanya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik pada saat pembukaan Rakernas V Lakpesdam di Batam mengatakan, para kader NU yang telah mengikuti kaderisasi baik PKPNU, PKP Ranting maupun PPWK akan dipersiapkan untuk menyongsong masa satu abad NU, 10 tahun mendatang.

“Para kader unggulan NU tidak bisa muncul dengan sendirinya, atau muncul secara tiba-tiba. Harus ada upaya-upaya kaderisasi yang terencana agar nanti pada peringatan satu abad para kader ini sudah siap pemimpin NU,” katanya. (A. Khoirul Anam)

?

Foto: Sekretaris PP Lakpedam Lilis Nurul Husna

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tokoh, News, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Jumat, 15 Desember 2017

Mendirikan Shalat Jangan Direcoki Niat Lain

Jember, PKS Piyungan Taubat. Peringatan Isra Miraj sejatinya adalah ulang tahun memperingati perintah shalat. Sebab, hal terpenting dalam peristiwa Isra Miraj adalah terbitnya perintah melaksanakan shalat. Demikian disampaikan Wakil Sekretaris PCNU Jember Ustadz Moch. Eksan saat mengisi pengajian yang diselenggarakan oleh Pemuda Simpati  (Simpang Tiga) di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Jember, Jawa Timur, Sabtu (15/4) malam.  

Mendirikan Shalat Jangan Direcoki Niat Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendirikan Shalat Jangan Direcoki Niat Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendirikan Shalat Jangan Direcoki Niat Lain

Menurut Ustadz Eksan, shalat begitu penting karena  merupakan pondasi dari segala ibadah. "Ibarat bangunan, kalau pondasinya kuat, maka bangunan di atasnya, juga bakal kuat," ujarnya.

Ustadz Eksan menambahkan, tentang wajibnya shalat tak henti-hentinya dikumandangkan, baik masjid-masjid saat khotbah Jumat maupun di acara-acara pengajian umum. Sebab, shalat yang dilakukan dengan benar dan khusuk akan memberikan pengaruh kejiwaan yang luar biasa pada yang bersangkutan. 

Namun ia mengingatkan agar dalam melaksanakan shalat tidak direcoki dengan niat yang lain, misalnya ingin hidup tenang, murah rezeki dan sebagainya. Tapi benar-benar diniatkan karena melaksanakan perintah Allah.  

"Sama dengan puasa. Terkadang orang berpuasa niatnya  karena ingin sehat. Itu keliru. Sama dengan orang melaksanakan shalat, berpuasa juga harus diniatkan tunggal karena Allah. Kalau akhirnya ada manfaat lain yang dirasakan kemudian, itu namanya karunia Allah," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengaku bangga jika ada anak muda rajin melaksanakan shalat. Sebab, godaan-godaan yang berpotensi mengganggu bahkan membuat remaja lalai terhadap shalatnya, sungguh luar biasa. 

PKS Piyungan Taubat

Anak muda, kata Ustadz Eksan, biasanya mobilitasnya tinggi karena banyaknya agenda kegiatan. Selain itu, aneka hiburan dan internet menjadi bagian yang seolah tak terpisahkan dari dunia remaja. 

"Akhinrya shalatnya dinomorduakan. Tapi Allah Maha Adil. Ibadahnya remaja, pahalanya dilipatgandakan oleh Allah. Nilainya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan ibadahnya orang tua," urainya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, News PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Melalui Sanlat, GP Ansor Ajak Pelajar NU Way Kanan Berjihad

Way Kanan, PKS Piyungan Taubat. Pesantren Kilat (Sanlat) atau Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) merupakan jihad yang dilakukan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ikhtiar kuat untuk melanjutkan pendidikan juga terbilang jihad di jalan Allah.

Melalui Sanlat, GP Ansor Ajak Pelajar NU Way Kanan Berjihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Melalui Sanlat, GP Ansor Ajak Pelajar NU Way Kanan Berjihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Melalui Sanlat, GP Ansor Ajak Pelajar NU Way Kanan Berjihad

Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Way Kanan Lampung Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Ahad (17/1).

Jihad menurut syariat Islam adalah berjuang dengan sungguh-sungguh, berdakwah segaris perjuangan Rasul SAW, memberikan pengajaran kepada umat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi dengan damai dan saling mengasihi. Islam juga melarang pemaksaan dan kekerasan dalam berjihad.

"Pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah merupakan tiga garis besar disampaikan dalam Sanlat BPUN. NU hingga hari ini tidak memicingkan mata untuk kemaslahatan bangsa. Apakah mendorong generasi bangsa tidak mampu untuk berpendidikan lebih tinggi bukan suatu jihad? Apakah menghargai perbedaan bukan hal yang diajarkan Nabi Muhammad SAW? Apakah mengajak orang berubah lebih baik, lebih mumpuni bukan jihad?" ujar Gatot lagi.

PKS Piyungan Taubat

Sanlat BPUN di Way Kanan dihelat pertama kali pada tahun 2015. Pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menuturkan, awalnya ada kegamangan mengingat program tersebut ditawarkan Yayasan Mata Air sekitar April 2015. Dibandingkan dengan GP Ansor atau badan otonom NU lain di Indonesia yang sudah menjalankan program ini, tentu tengat waktu untuk GP Ansor Way Kanan sangat terbatas. Belum ada pemahaman juga pengalaman hingga menyangkut bagaimana pendanaannya.

"Namun harus dicoba. Alhamdulillah ada jalan serta hasil positif. Lima dari empat belas peserta lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN. Itulah jihad, GP Ansor didukung sejumlah pihak telah mengajak para peserta Sanlat BPUN untuk berjihad demi masa depan mereka. Apakah jika para alumni menjadi pribadi yang baik, menjadi orang-orang yang sejahtera bukan suatu jihad demi bangsa?" ujarnya.

Alumni Susbanpim PP GP Ansor itu menegaskan, Sanlat BPUN ialah jihad kreatif, jihad humanis, jihad yang damai, jihad yang berorientasi pada perubahan untuk perbaikan.

PKS Piyungan Taubat

"Itulah jihad yang layak dilakukan, kalau teror, menebar ketakutan bahkan membunuh, itu bukan jihad, tapi jahat," tegasnya lagi.

Mata Air didirikan kyai, budayawan Gus Mus bersama sejumlah kyai, intelektual dan professional seperti Al Habib Luthfi bin Yahya, Dr. KH. Asad Said Ali, KH Masdar F. Masudi, KH Muadz Thohir, KH Thantowi Jauhari Musaddad dan (Alm) KH. Masykur Maskub. Salah satu misi program Sanlat BPUN adalah membekali calon mahasiswa dengan nilai dan karakter kebangsaan, keberagaman yang inklusif, dan nilai-nilai kepemimpinan, sehingga ketika masuk PTN tidak terseret arus gerakan radikal atau ekstremis.

Sanlat BPUN 2016 di Way Kanan, akan digelar di Gedung PCNU, jalan lintas Sumatera, Kampung Tiuh Balak I Kecamatan Baradatu. Untuk dapat mengikuti program tersebut, ada beberapa syarat harus dipenuhi calon peserta, yaitu siswa baru lulus SMA/MA/SMK, lulus tes seleksi diadakan oleh panitia dan benar-benar memunyai keinginan untuk melanjutkan kuliah, menyerahkan foto kopi rapor kelas 10, 11 dan 12 lalu dikirimkan ke sekretariat pendaftaran jalan Jenderal Sudirman km 1 nomor 83, Kelurahan dan Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan paling lambat 31 Januari 2016. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia pada nomor 085382008080.

"GP Ansor Way Kanan mengajak generasi muda muslim di bumi Ramik Ragom ini untuk berjihad demi masa depan mereka melalui Sanlat BPUN," pungkas Gatot. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat News PKS Piyungan Taubat

Kamis, 30 November 2017

NU Surabaya Protes Pembongkaran Situs Bersejarah Bung Tomo

Surabaya, PKS Piyungan Taubat

Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menyatakan prihatin terhadap perusakan bangunan bersejarah Rumah Radio Bung Tomo yang ada di kawasan Surabaya tengah, tepatnya di Jalan Mawar Nomor 10 Kota Surabaya beberapa hari lalu.

NU Surabaya Protes Pembongkaran Situs Bersejarah Bung Tomo (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Protes Pembongkaran Situs Bersejarah Bung Tomo (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Protes Pembongkaran Situs Bersejarah Bung Tomo

"Kami prihatin atas perusakan salah satu situs bersejarah di Kota Surabaya yang terkait langsung dengan peristiwa besar nasional yakni perang 10 November 1945 (Hari Pahlawan) dan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 (Hari Santri)," kata Ketua PCNU Surabaya H A Muhibbin Zuhri, kepada PKS Piyungan Taubat saat dihubungi via WhatsApp.

Pembongkaran rumah radio Bung Tomo dianggap sebagai bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai sejarah bangsa dan perampasan atas hak warga Surabaya untuk menjaga sejarah dan melestarikan budaya bangsa. PCNU Surabaya juga menilai, pembongkaran rumah radio Bung Tomo tersebut sama halnya tidak menghargai perjuangan Bung Tomo yang juga santri KH Hasyim Asyari (pendiri NU) dan pejuang kemerdekaan lainnya.

PKS Piyungan Taubat

Soal isu terakhir yang dibahas, yakni pelestarian cagar budaya Surabaya, Muhibbin Zuhri mengatakan pihaknya termasuk orang yang berkepentingan langsung. "Kami menempati, mengurus dan mengelola salah satu bangunan cagar budaya kelas A, yakni kantor HBNO (Hoofdbestuur Nahdlatoel Ulama) di Bubutan VI/2," jelas dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, tempat itu merupakan situs penanda Hari Santri Nasional, tempat dilahirkannya Resolusi Jihad yang meresonansi ke peristiwa Surabaya Battle (Hari Pahlawan). Bangunan ini terhubung dalam kesatuan peristiwa historis dengan Pahlawan Nasional Bung Tomo dan bangunan rumah radio yang dibongkar tersebut.

"Kami siap bersinergi bersama elemen dan komunitas masyarakat Kota Surabaya yang juga intens memperjuangkan nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa di Surabaya untuk bersama menggugat pembongkaran rumah bersejarah tempat Bung Tomo mengobarkan semangat warga Surabaya pada pertempuran 10 november 1945," pungkas Muhibbin.

Seperti diberitakan sejumlah media, bangunan bersejarah tersebut dibongkar sebuah perusahaan alat kecantikan, PT Jayanata. Setelah rata dengan tanah, di lokasi itu akan berdiri sebuah galeri kecantikan. (Rof Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Tokoh, News PKS Piyungan Taubat

Minggu, 19 November 2017

PC Muslimat NU Jombang Tetapkan Empat Program Prioritas

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Dalam pelaksanaan program kerjanya, Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Jombang memprioritaskan program kerja sektor pendidikan, kesehatan, ketenagaan kerja dan dakwah. Hal itu sebagaimana disampaikan dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang digelar di Kantor Muslimat NU Jombang.

Ketua PC Muslimat NU Jombang, Hj. Aisyah Muhammad mengatakan, untukmendukung program tersebut, PC Muslimat NU Jombang akan bersinergi dengan DinasPendidikan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama dan Balai Latihan Kerja dibawahkoordinasi Dinas Tenaga Kerja dan Transformasi Sosial (Disnekertransos).?

PC Muslimat NU Jombang Tetapkan Empat Program Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
PC Muslimat NU Jombang Tetapkan Empat Program Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

PC Muslimat NU Jombang Tetapkan Empat Program Prioritas

“Bidang-bidang lain memang tidak kalah pentingnya, namun empat bidang ini menjadi program prioritas muslimat, dimana kami telah bersinergi dengan dinas dan Instansiterkait," ujarnya.

Komitmen untuk memprioritas empat program tersebut langsung disaksikan oleh ? seluruh pengurus harian anak cabang dari 21 Kecamatan di Jombang. Mereka terdiri dariketua, sekretaris, bendahara dan pengurus 4 bidang, yaitu bidang pendidikan, kesehatan, tenaga kerja dan bidang dakwah. Diharapkan, dengan komitmen bersama pelaksanaan program prioritas bisa maksimal.?

Selaras dengan hal itu, Bupati Jombang Nyono Suharli berharap, Muslimat NU ? bisa bersinergi dengan program SKPD dalam melaksanakan program, termasuk Tim Penggerak PKK. ? Salah satunya mengawal Kabupaten Jombang yang berhasil menjadijuara nasional untuk kelompok pendukung ASI sebagai salah satu prioritas di bidang kesehatan.?

PKS Piyungan Taubat

“Untuk menjadikan Jombang sebagai Kabupaten ASI tolong ibu-ibu Muslimat juga turut mengawal dan menjadi kader motivator ASI dilingkungannya, termasuk program posyandu, lansia dan yang lainnya," tuturnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat News, Habib PKS Piyungan Taubat

Jumat, 17 November 2017

Semaan

Semaan adalah rradisi membaca dan mendengarkan pembacaan Al-Quran di kalangan masyarakat NU dan pesantren umumnya. Kata ‘semaan’ berasal dari bahasa Arab sami’a-yasma’u, yang artinya mendengar.?

Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi “simaan” atau “simak”, dan dalam bahasa Jawa disebut “semaan”. Dalam penggunaanya, kata ini tidak diterapkan secara umum sesuai asal maknanya, tetapi digunakan secara khusus kepada suatu aktivitas tertentu para santri atau masyarakat umum yang membaca dan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Semaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Semaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Semaan

Tidak hanya sekadar membaca dan mendengar Al-Qur’an, penggunaan kata semaan saat ini secara ketat disematkan kepada sejumlah orang yang membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan cara menghafalnya.

Dalam pengertian ini, semaan dapat dijadikan sebagai metode menghafal Al-Qur’an, yaitu biasanya berkumpul minimal dua orang, atau bisa juga lebih, yang salah satu di antara mereka ada yang membaca Al-Qur’an (tanpa melihat teks ayat), sementara yang lainnya mendengar serta menyimaknya.?

Pendengar sangat bermanfaat dalam metode hafalan ini, sebab ia/mereka bisa melakukan koreksi atau membenarkan jika pelantun Al-Qur’an itu membacanya salah.

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Ada pula pengertian bahwa semaan adalah kegiatan membaca dan mendengarkan Al-Qur’an berjama’ah atau bersama-sama, di mana dalam semaan itu juga selain mendengarkan al-Qur’an, yang hadir (sami’in) juga bersama-sama melakukan ibadah sholat wajib secara berjama’ah juga sholat-sholat sunnah yang lain, dari ba’da subuh hingga khatamnya Al-Qur’an.

Dilihat dari akar kesejarahannya, semaan Al-Qur’an tidak bisa dilepaskan dari pencetusnya, KH Chamim Djazuli atau yang bisa dikenal Gus Miek. Gus Miek adalah tokoh sentral semaan Al-Qur’an yang pengikutnya ribuan orang. Gus Miek memimpin Majelis Semaan, yang mula-mula didirikan di kampung Burengan Kediri sekitar tahun 1986.?

Mula-mula pengikutnya hanya 10-15 orang, tetapi terus berkembang menjadi ribuan. Tempatnya pun tidak hanya di masjid atau dari rumah ke rumah, tetapi sudah memasuki wilayah pendopo kabupaten, Kodam bahkan sampai ke Keraton Yogyakarta.?

Gus Miek yang mempunyai “kebiasaan” berkelana ke beberapa daerah, timbullah gagasan semaan Al-Qur’an. Ungkapan Gus Miek yang terkenal, “Saya ingin benar dan tidak terlalu banyak salah, maka saya ambil langkah silang dengan menganjurkan pada para santri untuk berkumpul sebulan sekali, mengobrol, guyonan santai, diiringi hiburan.?

Syukur-syukur jika hiburan itu berbau ibadah yang menyentuh rahmat dan nikmat Allah. Kebetulan saya menemukan pakem bahwa pertemuan seperti itu jika dibarengi membaca dan mendengarkan Al-Qur’an, syukur-syukur bisa dari awal sampai khatam, Allah akan memberikan rahmat dan nikmat-Nya”.

Jadi menurut Gus Miek, secara batiniah semaan Al-Qur’an adalah hiburan yang baik (hasanah). Selain itu juga merupakan upaya pendekatan diri kepada Allah, dan sebagai tabungan di hari akhir. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, News PKS Piyungan Taubat

Ini Pandangan Pelajar NU Surabaya tentang PKI dan HTI

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Dalam sebuah forum diskusi dwi pekan, Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Surabaya, Jawa Timur membedah fenomena menguatnya kampanye anti PKI dan HTI di hadapan anggota, kader, dan pengurus Ikatan Pelajar NU se-Surabaya. Diskusi berlangsung di Aula Jam’iyyatul Qurra wa al-Hufaz PCNU Surabaya, Selasa (17/5) malam.

Ini Pandangan Pelajar NU Surabaya tentang PKI dan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pandangan Pelajar NU Surabaya tentang PKI dan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pandangan Pelajar NU Surabaya tentang PKI dan HTI

Forum yang digelar bersama PW IPNU Jawa Timur ini menghasilkan sebuah analisis sosial sebagai alat primer dalam membedah realita faktual berupa penelaahan atas sebuah gejala sosial, pola sosial, dan sistem sosial serta aktor di balik sistem sosial. Selain ketiga hal tersebut, terdapat pula empat aspek yang saling berkaitan yaitu: politik, ekonomi, sosiokultrural, dan teknologi.?

“Ibarat sebuah puzzle, antara satu fenomena dengan fenomena lain pasti saling berkaitan. Termasuk fenomena naiknya isu ancaman PKI dan HTI,” ujar Haykal A. Zamzami, Ketua PW IPNU Jatim dalam siaran persnya kepada PKS Piyungan Taubat, Rabu (18/5).

Sementara itu, Ketua PC IPNU Surabaya, Agus Setiawan mengimbau kepada nahdliyyin untuk tidak reaktif maupun menempuh langkah militeristik dalam menyikapi isu bangkitnya PKI dan HTI, karena sikap yang tidak terkoordinir dan tidak sistematis hanya akan menaikkan pamor PKI dan HTI, sementara NU hanya akan terkena dampak negatifnya. Ia juga menambahkan, bahwa kader NU harus cermat dalam merespon berbagai isu.?

“Ini mengingat Islam terbukti tidak dapat dihancurkan dengan kekuatan dari luar, apalagi yang bebentuk fisik dan posisi NU sebagai organisasi terbesar di negara dengan umat Islam terbesar di dunia, kita harus bisa memotong kompas,” tandasnya.

PKS Piyungan Taubat

M. Najih Arromadloni selaku Wakil Ketua PC IPNU dan koordinator diskusi menjelaskan, bahwa forum ini merupakan upaya rutin PC IPNU-IPPNU Surabaya dalam mengkaji berbagai isu aktual sebagai kerja akademis pelajar NU. Menurutnya, kader pelajar NU harus menjiwai tiga elemen dasar, yaitu baca, tulis, dan diskusi.?

“Agar kita selalu bersikap dan berbicara by data,” jelas Najih. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat News PKS Piyungan Taubat

Nasib Para Pengais Rezeki di Pantura Brebes Pasca Pembangunan Tol

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Sejak diresmikannya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) tahun 2015 lalu kemudian dilanjutkan pembangunan tol Kanci-Pejagan, praktis para pengais rezeki di sepanjang jalan pantura (pantai utara) merasakan imbas sepi dari usahanya. Baik, dari para pedagang lapak di pinggir jalan, pedagang asongan, jasa toilet umum, bahkan POM bensin.

Nasib Para Pengais Rezeki di Pantura Brebes Pasca Pembangunan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasib Para Pengais Rezeki di Pantura Brebes Pasca Pembangunan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasib Para Pengais Rezeki di Pantura Brebes Pasca Pembangunan Tol

Nasib tragis ini semakin panjang seiring dengan pembangunan tol Pejagan-Brebes dan Brebes-Pemalang hingga Semarang yang berimbas kepada sepinya para pedagang oleh-oleh khas Brebes, telor asin dan bawang merah.

PKS Piyungan Taubat mencoba menelusuri jalan pantura Brebes untuk menangkap imbas fenomena jalan tol yang semakin panjang sejak dari Jakarta ini. Kondisi sepi tersebut terlihat di beberapa titik, baik di kedua sisi sepanjang jalan pantura, POM Bensin, rest area, dan toilet umum di beberapa tempat.

Para pengais rezeki di tempat-tempat tersebut mengakui beberapa hari menjelang Idul Fitri suasana ramai masih ada, tetapi tidak seramai ketika belum ada pembangunan tol. Itu juga ramai karena para pemudik yang menggunakan sepeda motor.

“Sekarang itungannya jalan tol dari Jakarta sudah sampai Semarang, gimana nggak sepi,” ujar Wirso dengan logat khas Brebes, pria penjaga toilet umum kepada PKS Piyungan Taubat, Senin (26/6).

PKS Piyungan Taubat

Wirso mengungkapkan, pendapatannya turun drastis jika dibandingkan ketika para pemudik, baik yang menggunakan mobil dan sepeda motor masih melewati Pantura. Toliet umum yang ia buka tidak pernah sepi dari pagi hingga sore.

?

PKS Piyungan Taubat

Kini ia mengakui bisa dihitung jari orang yang memakai jasa toilet umum, terutama setelah Lebaran. Meskipun pemudik pasca lebaran yang menggunakan mobil terlihat ramai dari keluar pintu tol Pejagan menuju Purwokerto dan Semarang.

Hal serupa dirasakan pria yang tidak mau disebut namanya, petugas POM Bensin di kawasan pantura Kecamatan Tanjung, Brebes. Pria tersebut mengatakan, pasca lebaran sehari atau H+1, jarang mobil yang mengisi BBM, kebanyakan sepeda motor.?

Bahkan ia mengakui kondisi Brebes cukup sepi sejak beberapa tahun yang lalu, tepatnya sejak ada tol Pejagan dan tol Gringsing menuju Pemalang serta Semarang.

“Dampaknya juga ke para pedagang telor asin dan bawang merah. Mereka banyak yang tutup lapak dan pindah ke Tegal karena para pemudik kebanyakan keluar tol dari sana,” ungkapnya.

Kondisi ini juga terjadi di Jawa Barat sejak jalan tol Cipali difungsikan. Para pedagang musiman yang ramai-ramai membuka warung teduh di sepanjang jalan pantura merasakan trurun drastisnya pendapatan mereka.

Bahkan di awal-awal pengoperasian tol Cipali, mereka nekad membuka lapak dagangannya tepat di depan setiap pintu keluar tol. Petugas saat itu menoleransi karena tol masih pada tahap uji coba alias gratis.?

Namun sekarang, para pengais rezeki itu harus kembali membuka lapak di pantura, di mana para pemudik yang menggunakan mobil pribadi lebih banyak yang memanfaatkan jalan tol ketimbang melewati jalan legenda para pemudik tersebut. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Daerah, News, Kyai PKS Piyungan Taubat

Senin, 13 November 2017

Bupati Bondowoso Ajak Nahdliyin Melek IT

Bondowoso, PKS Piyungan Taubat?

Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengatakan, warga Nahdlatul Ulama saat ini wajib melek teknologi informasi. Menurut dia, melek artinya bukan sekadar Fecebookkan, tetapi harus turut serta memproduksi dan menyebarkan pikiran-pikiran Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah.

Bupati Bondowoso Ajak Nahdliyin Melek IT (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Bondowoso Ajak Nahdliyin Melek IT (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Bondowoso Ajak Nahdliyin Melek IT

Tak hanya itu, ia juga meminta untuk menyebarkan gagasan-gagasan tentang Islam rahmatan lilalamin, untuk menyebarkan pikiran-pikiran cerdas bagaimana mempersatukan Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika.

Mustasyar PCNU Bondowoso ini menambahkan, jika tidak menyediakan dan menyebarkan konten-konten tersebut sebagian warga akan mengkonsumsi konten yang disampaikan ISIS, tentang khilafah.

Menurut dia, sejak dari awal para ulama telah menjadi bagian pendirian bangsa ini dengan bentuk dan dasar yang telah mereka sepakati.?

"Tidak harus mengerek bendara yang bertulis negara Islam. Tidak harus menyatakan negara Islam Indonesia," tegasnya pada Halal Bihalal dan Silaturahim Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Bondowoso yang diselenggarakan di masjid PCNU Bondowoso, Jawa Timur Selasa (11/7) malam.

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, formalitas seperti bendera Islam itu tidak penting. Justru yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Ahlussunnah wal-Jama’ah yang diajarkan ulama bisa terus diajarkan, diwariskan, diamalkan generasi-genarasi yang akan datang dalam suasana nyaman.

PKS Piyungan Taubat

Sementara Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengatakan, momentum halal bihalal adalah untuk mengintropeksi diri dalam kehidupan berkebangsaan dan bernegara.

“Indonesia didera dengan berbagai macam problema kebangsaan, problema kebersamaan dan kalau kita tidak mampu memenej perbedaan-perbedaan ini, bukan tidak mungkin negara kita bisa terpecah belah," lanjutnya pada kegiatan yang dihadiri Rais Syuriah PCNU Bondowoso KH Asyari Phasa dan Nahdliyin. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, News PKS Piyungan Taubat

Senin, 06 November 2017

Kader NU Pimpinan MUI Kota Probolinggo

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat. Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Probolinggo KH Nizar Irsyad Kota Probolinggo akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo masa khidmat 2015-2020.

Kader NU Pimpinan MUI Kota Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Pimpinan MUI Kota Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Pimpinan MUI Kota Probolinggo

Direktur Aswaja NU Center Kota Probolinggo ini terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) II DPD MUI Kota Probolinggo yang dilaksanakan di aula MAN 2 Kota Probolinggo, Sabtu (12/12). Musda II MUI ini dipimpin oleh KH Ahmad Hudri yang juga Wakil Ketua PCNU Kota Probolinggo.

Hadir dalam Musda II itu Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Jhony Hariyanto, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah MUI Provinsi Jawa Timur KH Abddusshomad Buchori serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan di Kota Probolinggo mulai dari NU, Muhammadiyah, dan Al-Irsyad.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Nizar yang merupakan utusan PCNU Kota Probolinggo ini meraih 6 suara dari total 10 suara mengalahkan calon petahana Kiai Masruchin Ahmad yang hanya meraih 3 suara. Sementara 1 suara diraih oleh Ustadz Nurhasan yang juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Probolinggo.

Setelah terpilih Kiai Nizar Irysad yang merupakan kiai muda ini menyampaikan bahwa MUI Kota Probolinggo memiliki tantangan sangat berat. Terutama masalah keumatan yang meliputi maraknya miras, narkoba, hiburan malam, dan tempat kemaksiatan lainnya di Kota Probolinggo.

PKS Piyungan Taubat

“Terutama tempat hiburan malam MUI akan mendesak secara tegas agar Pemkot Probolinggo menutup tempat-tempat maksiat itu. Sebelum itu MUI tidak ikut merespon bahkan terkesan mendukung adanya tempat hiburan malam itu. Karena itu pemkot setempat ke depan diharapkan lebih peka terhadap masalah-masalah keumatan,” katanya.

Sementara KH Abddusshomad Buchori mengungkapkan, MUI adalah mitra kerja strategis pemerintah. Tetapi dalam merespon masalah keumatan MUI tidak boleh tunduk pada kemungkaran dan kemudlaratan.

“Pemkot Probolinggo harus memberikan dukungan anggaran yang cukup kepada MUI sebagai mitra kerja pemerintah. Di mana pemerintah harus memerhatikan saran dan masukan MUI sebagai poin penting dalam pembangunan terutama terkait masalah moralitas umat,” ungkapnya.

Ketua panitia musyawarah KH Ahmad Hudri mengharapkan kepengurusan MUI yang baru bisa membawa aspirasi masyarakat terutama terkait dengan maraknya tempat-tempat hiburan malam yang sangat meresahkan masyarakat Kota Probolinggo.

“Mudah-mudahan pengurus yang baru bisa mendesak Pemkot Probolinggo agar bisa menutup tempat hiburan malam yang sangat merusak moral para generasi muda yang ada di Kota Probolinggo,” katanya.

Musda II DPD MUI Kota Probolinggo ini diikuti oleh seluruh dewan pimpinan MUI mulai dari dewan penasehat, dewan pimpinan harian, komisi dan dewan pimpinan kecamatan serta dari ormas PCNU, Muhamnadiyah, dan Al-Irsyad dengan jumlah total undangan mencapai 77 orang dan 25 undangan. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, News, Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock