Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Pemerintah perlu melakukan pendekatan kepada pimpinan pondok pesantren (ponpes) dan majelis taklim yang memiliki multimedia sehingga bisa bersinergi untuk menyebarkan narasi moderat. Ini merupakan salah satu rekomendasi workshop tentang Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya di Hotel Milennium, Jakarta, Kamis (24/3) malam.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat dan menyebarkan narasi moderat sekaligus menangkal isu-isu hoax dan isu radikalisme. Selain itu, pemerintah didorong untuk memfasilitasi masyarakat guna membuat website, domain, hosting dan desain grafis sebagai medium untuk penyebaran kontra narasi paham radikal terorisme.

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Pertemuan di Hotel Millenium ini juga merekomendasikan agar NU menjadi komando dari komunitas media moderat.

"WhatsApp grup sebagai wadah sharing content antara BNPT dan media moderat. BNPT sebagai content provider bagi media sosial," ujar Abdul Wahab, saat membacakan rekomendasi kelompok 1 sebelum penutupan acara.

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Acara yang dihadiri oleh 200 peserta ini diisi dengan penyampaian materi dan digelar diskusi kelompok untuk melahirkan rekomendasi terkait pencegahan berita hoax radikalisme. Yang menarik, tidak hanya materi dan diskusi yang memperbincangkan soal pemberantasan hoax, doa penutupun juga diselilingi dengan kalimat puitis antihoax. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Hadits PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Tiga PR Besar NU Menurut Helmy Faishal Zaini

H. Helmy Faishal Zaini, mantan menteri PDT dipercaya menjadi sekretaris jenderal PBNU periode 2015-2020. Dengan pengalamannya dalam berbagai bidang dan jaringannya yang luas, ia diharapkan mampu turut menjalankan bisi, misi, dan program yang menjadi amanat NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang mengayomi puluhan juta pengikutnya. Bagaimana ia melihat NU ke depan, berikut wawancara dengan Mukafi Niam di ruang kerjanya di lt3 gedung PBNU, Jum’at (28/8).

Sebagai orang yang diberi amanah untuk menjalankan peran sekjen PBNU, bagaimana Mas Helmy melihat NU ke depan?.
Tiga PR Besar NU Menurut Helmy Faishal Zaini (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga PR Besar NU Menurut Helmy Faishal Zaini (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga PR Besar NU Menurut Helmy Faishal Zaini

Ada tiga hal yang menurut saya menjadi PR besar yang akan terus relevan dengan perkembangan dunia yang dinamis. Pertama adalah langkah yang disebut deradikalisasi. Ini meliputi tiga level, yaitu level fikrah, kedua, haraqah, ketiga amaliahnya. Upaya deradikalisasi harus dimulai dari perspektif pikirannya atau pada manhaj-nya. Kalau haraqah harus ada aksi kegiatannya sedangkan pada tataran amaliah dengan menjaga tradisi yang sudah ada. Ini pekerjaan yang menjadi fokus kita. Banyak orang berpikir dan berharap terhadap NU tentang ini. 

Selanjutnya apa? . Pekerjaan rumah kedua adalah mengambil anak muda. Ini kan generasi indie, ada anak band, Superman is Dead dan lainnya yang menurut saya punya grass root yang kuat. Mereka harus tahu bagaimana itu NU dan mereka jumlahnya besar. Jadi sangat penting bagaimana kita membuat pola transformasi yang bisa masuk ke lapis anak muda tersebut. Mereka juga harus jadi NU, paling tidak punya kesadaran tentang NU. 

PKS Piyungan Taubat

Yang ketiga apa Mas?. Pekerjaan ketiga adalah karena ini organisasi ulama, maka harus punya perencanaan yang matang dalam konteks memproduksi para ulama pewaris nabi. Ulama yang ideal adalah yang mewarisi sifat-sifat kenabian. Dalam konteks leadership-nya, amanah, fathanah, siddiq, dan tabligh. 

PKS Piyungan Taubat

Dulu kita punya pola pengembangan kader keulamaan. Ini kan dalam tanda petik meng-upgrade atau mensosialisasikan ide-ide besar NU itu apa, agar mereka satu pemahaman dan satu visi. Ini tugasnya syuriyah yang dijalankan oleh tanfidziyah. 

Mengenai rekomendasi dan program hasil muktamar bagaimana?. Adapun pekerjaan yang bersifat rekomendasi dan program muktamar, kita akan konsen pada tiga hal. Pendidikan dengan fokus pada pendidikan menengah dan tinggi. Kedua bidang kesehatan dengan memberikan fasilitasi ruang pelayanan kesehatan pada warga NU, dan ketiga pada pengembangan ekonomi kerakyatan. 

Apa langkah dalam pengembangan ekonomi kerakyatan?. Ekonomi kerakyatan ini kita definisikan dalam dua basis. Pertama adalah basis produksi yang berasal dari sektor voluntary, yang bersifat partisipasif, yaitu zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Bagaimana hal ini dikelola secara baik sehingga menghasilkan sesuatu untuk pengembangan pendidikan, keagamaan, kemudian layanan sosial. Ke depan bisa untuk mengembangkan rumah sakit, beasiswa, dll. Ini harus dikelola secara baik.

Model kedua, yang sifatnya reguler, dengan mengembangkan investasi berbasis komunitas unggulan yang dimiliki pesantren. Ini misalnya yang dilakukan oleh pesantrennya Al Ittifaq di Ciwidey Bandung. Kemudian yang dilakukan oleh Kiai Nawawi Sidogiri dengan pengembangan BMT Sidogiri. Pola ini yang harus dikembangkan di pesantren-pesantren lain sebagai pusat produksi dan pertumbuhan ekonomi. Ini kalimatnya kan sederhana tetapi rumit dalam pelaksanaannya. Bisa menjalankan ini saja sudah luar biasa. 

Anda mulai terlibat di NU sejak IPNU, pola pengkaderan dulu kan berbeda dengan sekarang seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup?. Saya mulai berorganisasi dari di IPNU tingkat PAC dan PC Cirebon, sempat juga menjadi anggota PMII, juga di Ansor. 

Untuk strategi dakwah, yang bersifat akidah tak bisa kompromi, tetapi soal cara bisa berkompromi. Ini yang dilakukan oleh Walisongo. Kalau dulu tantangannya ketika mendakwahkan Islam Aswaja adalah berhadapan dengan adat budaya lokal yang sudah mengakar, dan mereka berhasil. Sekarang tantangannya adalah masyarakat baru yang modern. Kalau menggunakan teknologi lama sudah tidak bisa. Sekarang dakwah harus lewat Twitter, FB, Instagram dan media sosial lainnya. Sudah harus pakai periskop. Kesadaran beberapa kiai, ulama, dan muballigh yang masuk ke sosmed itu luar biasa. Di NU ada Gus Mus, ada Gus Ali, ada Yusuf Mansur, ada Anwar Zahid. Kalau kita lihat follower-nya, mereka adalah orang yang tidak terjamah pesantren. Ini yang saya maksud sebagai penjaring. 

Di lingkungan anak muda yang aktif di ranah sosial media ada Ahmad Sahal, ada Syafiq Hasyim, ada Syafiq Allielha, ada Ulil Abshar, meskipun menjadi kontroversi. Kita harus melihat mereka sebagai potensi anak muda yang bisa masuk ke dunia baru itu, yang oleh beberapa yang lain tidak masuk. Jadi ini sifatnya berbagi tugas saja, karena ada fakta bahwa jumlah warga yang masih tradisional di pedesaan masih sangat banyak. Pola lama harus tetap dikembangkan. 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kyai, Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Jumat, 26 Januari 2018

Toleransi sedang Menghadapi Cobaan

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan saat ini toleransi yang ada di dunia sedang menghadapi cobaan. Karena itu, NU terus berjuang untuk menumbuhkan toleransi baik antar agama maupun diantara aliran dalam satu agama.



Toleransi sedang Menghadapi Cobaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Toleransi sedang Menghadapi Cobaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Toleransi sedang Menghadapi Cobaan

Hal ini disampaikannya ketika memberikan sambutan pada puncak acara Global Peace Festival yang berlangsung di Gelora Bung Karno, Ahad (17/10).

“Toleransi harus ditumbuhkan antara muslim dengan non muslim maupun antara muslim dengan muslim lainnya,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengisahkan KH Wahid Hasyim, ayah Gus Dur merupakan salah satu dari tim sembilan yang merumuskan pembentukan negara ini. Mereka sepakat untuk membentuk negara bangsa yang tidak didasarkan atas agama, meskipun umat Islam mayoritas di Indonesia.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu Menakertrans Muhaimin Iskandar menyatakan pemerintah sangat mendukung kampanye perdamaian, baik antara sesama manusia maupun perdamaian antar negara.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan rakyat Indonesia sepakat membentuk sebuah negara karena ingin hidup dalam damai, lepas dari penjajahan bangsa lain.

“Para pendiri negara ini, sebagaimana tercermin dalam UUD 1945 sepakat ikut melaksanakanketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi,” katanya.

Karena itu, UUD memberi jaminan kepada warga negara untuk melaksanakan keyakinannya, serta memiliki berbagai macam hak lainnya yang dilindungi UU. “Tak ada tempat yang tak toleran dalam konstitusi kita,” tegasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tokoh, Pendidikan, Makam PKS Piyungan Taubat

Kamis, 18 Januari 2018

PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan

Lamongan, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU IPPNU Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar aksi bakti sosial di Yayasan Panti Asuhan Siti Masyithoh Kecamatan Mantup, Lamongan, Ahad (15/2). Acara tersebut dalam rangkaian acara peringatan harlah ke-89 NU, ke-60 IPNU dan ke-61 IPPNU.

“Bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan dan sosial,” ujar Afifurrohman Ketua IPNU Unisla.

PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan

Acara yang dibuka pukul  09.00 WIB tersebut diikuti anggota IPNU-IPPNU dan anak–anak panti asuhan, mereka sangat antusias dan merasa senang. Anak–anak panti juga diberi motivasi training, dan diberi keyakinan agar mempunyai mimpi dan cita-cita yang tinggi. 

PKS Piyungan Taubat

“Hidup itu harus punya motivasi, harus punya harapan dan mimpi yang besar, karena Allah menciptakan manusia dalam kondisi sebaik-baiknya,” kata motivator Zainul Asyhari, S.Pd.I.

Selain itu, Ketua IPPNU Unisla Wellaika Pristya mengharapkan, bantuan yang disalurkan ke anak–anak panti dapat bermanfaat dan dipergunakan sesuai kebutuahan anak-anak.

PKS Piyungan Taubat

“Saya juga mengharap ke pemerintah Kabupaten Lamongan, supaya mengawal dengan teliti bantuan sosial yang disalurkan ke pihak yayasan panti asuhan karena rawan adanya penyelewengan,” imbuh Wella.

Sementara itu, Dewi, Ketua Panitia Kegiatan Baksos mengatakan, tidak hanya baksos saja, puncak dari kegiatan ini yakni menggelar motivasi training dan hypnoterapi ke sekolah-sekolah, dan memberi motivasi pelajar-pelajar yang akan menghadapi UN 2015. (Asyhari/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Humor Islam, Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Senin, 15 Januari 2018

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi

Solo, PKS Piyungan Taubat

Wakil Presiden M. Jusuf Kalla mengimbau Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK). JK ingin BLK mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia industri. 

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi

"Saya mengapresiasi pelatihan bergabung dengan produksi atau sebaliknya," ujar Wapres JK saat mengahdiiri forum silaturrahmi Pengurus dan mahasiswa Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) di Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/11).

Menurut Wapres JK kalangan mahasiswa maupun peserta pelatihan vokasi tidak boleh hanya dibekali teori. Tapi juga harus mampu mempraktekkan dan menjalankan proses produksi.

"Perkembangan teknologi dewasa ini sangar luar biasa. Pendidikan harus mendahului industri," katanya.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, setiap negara membutuhkan industri karena industri mampu menyediakan banyak lapangan kerja. Selain itu keterlibatan dunia industri dalam menggalakkan pendidikan dan pelatihan vokasi juga sangat penting.

"Apabila ingin mendidik, bukan hanya menggabungkan teori dan praktik, tapi dengan produksi juga," ungkap JK.

Forum Silaturrahmi Pengurus dan Mahasiswa ATMI tersebut juga dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, dan Menteri Perindusterian Airlangga Hartanto. 

"ATMI bisa menjadi contoh untuk memperbaiki kualitas BLK di daerah lain," imbuh JK.

PKS Piyungan Taubat

Menanggapi hal ini, Hanif mengungkapkan saat ini Kemnaker tengah menggenjot pelatihan vokasi di BLK dan terus membenahi sarana dan prasarana pelatihan. Kemnaker terus melakukan percepatan peningkatan daya saing dan kompetensi tenaga kerja melalui program Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding (3R) BLK.

Melalui 3R, kurikulum BLK disusun melibatkan professional. Peralatan diperbaiki. Peserta mendapatkan sertifikasi keahlian. Dengan demikian, alumni BLK memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industry.

“Untuk mempercepat peningkatan daya saing dan kompetensi tenaga kerja saya telah menetapkan 3 Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja dalam program 3R tahap pertama yaitu BBPLK Bekasi, BBPLK Serang, dan BBPLK Bandung.” ungkap Menaker.

Selain itu, Kemnaker juga menjadikan program pemagangan nasional yang diselenggarakan di lingkungan industri sebagai salah satu program unggulan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Proses pemagangan yang dijalani peserta magangan mengacu kepada suatu jabatan tertentu di dunia kerja. 

Sehingga diharapkan setelah proses magang selesai alumni magang bisa langsung terserap pasar kerja karena kompetensi yang dimiliki sudah sesuai dengan standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Pendidikan, PonPes PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti

Mengubur mayit muslim dengan memasukkannya terlebih dahulu ke dalam peti, hukumnya adalah makruh sesuai pendapat mayorits ulama. Kecuali ada beberapa keperluan yang memang mengharuskan penggunaan peti seperti: 1) tanah kuburan yang basah dan mudah gugur. Sehingga tidak mungkin digali terus menerus. 2) kondisi mayat yang sangat rapuh karena terbakar atau musibah lain. 3) banyak binatang buas yang dapat menggali tanah dan mayit bisa aman hanya apabila dimasukkan ke dalam peti.

Ketiga alasan itu masih bisa ditambah lagi jika memang keberadaannya sangat penting dan menghawatirkan si mayit. Hal ini? sebagaimana dalam Nihayatl Muhtaj ila Syarhil Minhaj.

( ? ? ? ? ) ? ? ? ? ( ? ? ? ? ) ? ? ? ? ( ? ? ) ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .

Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti (Sumber Gambar : Nu Online)
Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti (Sumber Gambar : Nu Online)

Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti

Dan dimakruhkan mdengubur mayit di dalam peti, dengan ijma’ ulama karena hal itu dinilai bid’ah. Kecuali pada bumi yang basah atau sangat lembek...maka tidaklah makruh mengubur mayit dengan peti pada tanah yang tersebut karena maslahah, walaupun mayit sendiri berwashiat demikian. Begitu juga apabila keadaan mayit sangat rapuhnya, karena tersengat atau terbakar yang tidak mungkin mayit bisa utuh kecuali dengan cara dipeti. Atau terkecuali mayat adalah perempuan dan tidak ada muhrim yang dapat menguburkannya sehingga yang tersisa adalah orang lain (yang tidak boleh menyentuhnya) maka mayit boleh dipeti. Dan terakhir jika dikhawatirkan adanya berbagai binatang buas yang menghawatirkan mayat.

Demikianlah makruhnya mengubur mayit menggunakan peti yang telah disepakati mayoritas ulama. Kecuali ada alasan tertentu seperti diterangkan di atas. (Ulil H) ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pesantren, Pendidikan, Hadits PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 30 Desember 2017

Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun

Kebumen, PKS Piyungan Taubat?



Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin menginstruksikan para pengurus NU di tingkat Wilayah, Cabang, hingga Ranting, untuk bergerak bersama dalam memperkuat tradisi amaliah Nahdliyin, termasuk memperkuat madrasah diniyah.?

Instruksi itu disampaikan pada Halaqah Syuriyah PCNU dan Pengasuh Pondok Pesantren di bekas Karesidenan Kedu, yaitu daerah Magelang, Kebumen dan Banyumas (Dulangmas), di Pondok Pesantren Al-Huda, Kebumen, Ahad (3/9).

Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun

"NU sebagai jamiyah harus mampu mengorganisir jamaahnya. NU punya tanggung jawab keummatan, tanggung jawab kenegaraan dan tanggung jawab kebangsaan,” katanya.?

Menurut dia, yang konsisten dalam menjaga itu semua adalah pesantren dan madrasah diniyah. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat madrasah diniyah.?

“Kebijakan FDS ini kita memang kecolongan, tahu tahu ada Permendikbud, judulnya, penguatan karakter di sekolah, tetapi isinya adalah sekolah lima hari. Saya sudah sampaikan ke presiden, bahwa kebijakan tersebut ditolak umat. Jika diteruskan akan menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Kini, lanjutnya, Permendikbud itu akan direvisi dalam Perpres. Ia menduga, dalam Perpres itu, FDS akan diterapkan secara opsional. Jadi, nanti Pemda boleh memilih menerapkan atau tidak.?

Dengan demikian, NU harus kerja keras dengan harakah (gerakan) layyinan yang santun. NU tidak bergerak dengan intimidasi, tidak memaksakan, tapi mendorong kesadaran bersama.?

“PCNU dan PWNU harus melobi bupati dan gubernurnya untuk menolak kebijakan tersebut. Di Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, NTB sudah mulai menolak. Entah ini Jawa Tengah, katanya gubernurnya termasuk penggagas FDS. PCNU-PCNU-nya harus bergerak, meloby bupati-wali kota untuk menolak kebijakan penerapan FDS. (Abdul Malik/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Sholawat, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Kamis, 21 Desember 2017

Hubungan Simbiosis Pesantren dan Sekolah Formal

Oleh Muhammah Jauhari Sofi

Perkembangan dunia pesantren dalam merespon tantangan multi-dimensional di era globalisasi berlangsung begitu cepat dan mudah diamati, terutama setelah era reformasi. Beberapa pesantren masih mempertahankan tradisi salafi dan di saat yang sama membentuk unit-unit pendidikan formal baru, seperti Madrasah Ibtidaiyyah (SD), Madrasah Tsanawiyyah (SMP) dan Madrasah Aliyah (SMA).

Hubungan Simbiosis Pesantren dan Sekolah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)
Hubungan Simbiosis Pesantren dan Sekolah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)

Hubungan Simbiosis Pesantren dan Sekolah Formal

Unit-unit pendidikan baru tersebut menyajikan perpaduan antara pengkajian kitab-kitab salaf dan materi pelajaran umum (modern). Pengembangan ini dimaksudkan agar para lulusan pesantren salaf dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dan berkualitas serta mampu bersaing secara kompetitif dalam intelektualisme pada bidang-bidang studi umum.

Meski demikian, sekolah formal di lingkungan pesantren ini tetap dilaksanakan tanpa meninggalkan aspek-aspek positif sistem pendidikan Islam salafi sebagai ciri khas pesantren (Dhofier: 1982). Pendidikan formal di sekolah dan nilai-nilai kepesantrenan berfungsi saling melapisi dalam membentuk kepribadian para siswa.

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Tuntutan untuk memadukan antara yang salafi (tradisional) dan yang khalafi (modern) secara otomatis akan membawa tantangan tersendiri bagi dunia pesantren. Beberapa faktor seperti perkembangan sains-teknologi, penyebaran arus informasi serta perjumpaan budaya baru dapat menggiring kecenderungan masyarakat akademik di sekolah, termasuk para santri di dalamnya, untuk berfikir rasional dan inklusif.

Civitas akademika di sekolah formal akan dihadapkan pada pilihan-pilihan baru yang menarik dan cukup menggoda untuk diikuti. Terlebih lagi, pilihan-pilihan baru tersebut seringkali dikemas dengan istilah yang mengandung nuansa propaganda yang meskipun dalam taraf tertentu masih bisa dibenarkan, seperti efisiensi, kemajuan, pencerahan, pembaharuan, dan sebagainya.

Pelan tapi pasti, hal ini bisa berdampak pada perubahan-perubahan yang menyangkut pola pikir dan pola hidup para santri yang mengikuti pendidikan di sekolah formal. Para santri ini secara perlahan akan bersikap progresif dan pragmatis sebagai respons atas tuntutan zaman. Gejala ini mesti direspon dengan baik oleh pihak sekolah.



Pendampingan di Sekolah


Perjumpaan aspek salafi dengan khalafi sebagaimana dijelaskan di atas perlu mendapatkan pendampingan yang baik dari pihak sekolah. Kebutuhan untuk mengikuti perkembangan zaman melalui ilmu-ilmu umum dan di saat yang sama menjaga identitas kepesantrenan juga perlu mendapatkan perhatian yang proporsional.

Bagi sekolah formal, keberadaan pesantren dapat menjadi nilai lebih dalam rangka menawarkan alternatif model pendidikan yang sesuai kebutuhan zaman. Hal ini karena ukuran yang digunakan masyarakat dalam menilai lembaga pendidikan saat ini tidak lagi terpaku hanya pada keberhasilan dalam ilmu-ilmu umum atau modern, tetapi juga pada aspek moral dan spiritual.

Komitmen untuk menyertakan ciri khas pesantren dalam proses pembelajaran di sekolah akan turut menambah harga tawar sekolah di tengah masyarakat. Dalam hal ini, sekolah membekali para siswa agar lebih siap menghadapi dan mengantisipasi tantangan global yang beragam. Oleh karenanya, sekolah perlu merawat identitas kepesantrenan di lingkungannya.

Identitas ini dapat ditunjukkan dengan cara, misalnya, memasukkan kajian kitab kuning ke dalam mata pelajaran di sekolah. Tentu materi kitab yang dipilih harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik. Kitab kuning seperti Ta’lim Muta’allim (akhlak) dan Fathul Qarib (fiqih) dapat digunakan sebagai preferensi, disamping kitab lain sesuai kesepakatan pengelola sekolah.

Selanjutnya, nilai-nilai kepesantrenan seperti sopan santun, kebersahajaan, kemandirian, kedisiplinan, dan istiqomah juga perlu ditonjolkan dalam keseharian di lingkungan sekolah. Sebagaimana maklum, nilai-nilai luhur tersebut terlihat jelas dalam denyut nadi aktivitas sehari-hari para santri.

Kehadiran nuansa pesantren di lingkungan sekolah ini dapat ditemukan, misalnya, di Madrasah Aliyah (MA) Fathul Huda yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Fathul Huda, Karanggawang Demak. Tidak hanya kajian kitab kuning, sekolah ini juga menyelenggarakan kegiatan lain berciri pesantren, seperti tadarrus harian, khataman al-Quran dan istighotsah secara berkala oleh semua warga sekolah.

Keberhasilan sekolah formal dalam memadukan modernitas pendidikan dengan tradisi pesantren akan dapat memperkuat pembangunan peradaban Indonesia modern yang berakhlakul karimah. Melalui sekolah formal, tradisi pesantren yang pernah menjadi ujung tombak pembangunan peradaban Melayu Nusantara kini perlu tampil lagi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa sekarang dan mendatang.

Akhirnya, sekolah formal berbasis pesantren harus juga berani meneguhkan kembali maqolah khas dunia pesantren dengan format baru: al-akhdzu bil Jadidil ashlah wal muhafadhah ‘ala al-qadim ash-shalih, yaitu mengadopsi budaya baru yang terbaik atau memberi kemaslahatan dengan tetap menjaga tradisi lama yang luhur.

* Penulis adalah alumnus Pesantren Fathul Huda, Karanggawang Demak



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 09 Desember 2017

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Sedikitnya 773 orang calon haji (calhaj) Kabupaten Probolinggo mengikuti bimbingan manasik haji yang digelar Pemkab Probolinggo bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/7).

Kegiatan yang dipusatkan di obyek wisata religius Miniatur Ka’bah Desa Curahsawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo ini dibuka secara resmi oleh Kabag Kesra Pemkab Probolinggo H Moh Syarifuddin.

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik

Hadir dalam kegiatan awal tersebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Busthami, Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i, dan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Ahmad Masrur Nashor.

Moh Syarifuddin mengatakan bahwa calhaj Kabupaten Probolinggo akan berangkat ke tanah suci sekitar awal September 2016. Mereka akan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 63 dan 64.

PKS Piyungan Taubat

“Bimbingan manasik haji bagi para calon jamaah haji ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan wawasan terkait dengan manasik haji. Sehingga nantinya para calon jamaah haji bisa melaksanakan rukun haji dengan lancar selama berada di tanah suci,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Syarifuddin, bimbingan manasik haji sangatlah penting untuk dipahami oleh para calhaj. Sebab banyak hal yang harus diketahui oleh para calhaj antara melaksanakan ibadah yang wajib dilakukan dan ibadah yang sunahnya.

“Calon tamu Allah ini harus senantiasa menjaga kesehatannya, karena ibadah haji merupakan ibadah fisik. Nantinya Pemkab Probolinggo juga akan mengirimkan tenaga dokter, perawat dan pendamping untuk melayani jama’ah haji selama berada di Mekkah dan Madinah,” tegasnya.

Sementara H Busthami berharap kepada ratusan calhaj Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini untuk melaksanakan bimbingan dan praktik tentang manasik haji ini sebagai persiapan untuk kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji agar menjadi haji yang mabrur. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Pendidikan, Santri PKS Piyungan Taubat

Jumat, 08 Desember 2017

LPBINU Trenggalek Gandeng Pemerintah Atasi Bencana

Trenggalek, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, bersama pemerintah setempat berupaya mengatasi masalah pencegahan dan pengurangan risiko bencana alam di daerah yang terletak di pesisir pantai selatan ini.

Upaya tersebut tampak dari diselenggarakannya “Konsultasi Publik Draft Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) dan Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana (RAD PRB) di Kabupaten Trenggalek” di Balai Benih Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek, Kamis (9/1) kemarin.

LPBINU Trenggalek Gandeng Pemerintah Atasi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Trenggalek Gandeng Pemerintah Atasi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Trenggalek Gandeng Pemerintah Atasi Bencana

Acara ini diikuti 75 peserta dari unsur tim penyusun, tim penulis, tim peta, SKPD terkait, Polres, Kodim 0806, LSM, PT, ormas, camat, kepala desa, serta masyarakat di kawasan rawan bencana. Acara dibuka Wakil Bupati Trenggalek Kholiq dibuka didampingi Sekretaris Daerah yang sekaligus sebagai Kepala BPBD Trenggalek Drs. Ali Mustofa.

PKS Piyungan Taubat

Dalam sambutannya Kholiq mengapresiasi upaya LPBI-NU dalam mengadvokasi kebijakan di bidang Penanggulangan Bencana di antaranya Perda Nomor 23 tahun 2011 tentang Penanggulangan Bencana di Kabupaten Trenggalek.

PKS Piyungan Taubat

“Trenggalek merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang secara geografis memang rawan bencana,” ujarnya.

Kholiq juga meminta dukungan terhadap pembangunan Bendungan Tugu di daerahnya yang akan dimulai Januari ini. “Bendungan ini nantinya tentu mempengaruhi geografis Trenggalek, dengan kemampuan multy effect-nya untuk meredam risiko banjir hingga 75 %, memperbaiki sistem irigasi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ketua LPBI-NU Trenggalek Amin Tohari mengatakan, draf dokumen ini merupakan amanat Undang-Undang yang setiap Kabupaten harus memiliki. “Dokumen ini bersifat living document sehingga memungkinkan untuk dilakukan evaluasi secara berkala,” katanya dalam siaran pers dari yang dikirim Pengurus Pusat LPBI-NU. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Senin, 27 November 2017

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Para santri dan pelajar yang menempuh pendidikan di pesantren nantinya diharapkan menjadi penerus Nahdlatul Ulama (NU). Karenanya membekali mereka dengan materi Aswaja dan NU adalah jawaban nyata agar kelak menjadi kader andalan.

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH Irfan Sholeh merasa prihatin kalau kemudian ada pelajar yang terlibat dalam gerakan Islam garis keras ataupun kiri.?

"Kami sangat tidak ingin bila ada santri maupun pelajar alumni pesantren ini yang keluar dari Nahdlatul Ulama," kata Gus Irfan, sapaan akrabnya, Sabtu (4/4).

PKS Piyungan Taubat

Apalagi seperti diketahui para pimpinan dan pengasuh pesantren Tambakberas adalah aktivis NU. Bahkan KH Abdul Wahab Chasbullah yang nota bene salah seorang pengasuh pesantren ini adalah di antara pendiri NU bersama sejumlah kiai lain.

Karenanya mengenalkan NU sejak dini adalah sebuah jawaban bagi ketersediaan kader dan penerus NU di masa mendatang. "Saya sangat bangga kalau sejak dini para pelajar di sekolah ini bisa dikenalkan keberadaan NU," tegaskanya. Karenanya Gus Irfan sangat berterima kasih atas itikad baik kepengurusan IPNU dan IPPNU Jombang yang telah mendirikan kepengurusan komisariat IPNU dan IPPNU di MTsN Bahrul Ulum.

PKS Piyungan Taubat

Hal yang sama disampaikan Kepala MTsN Bahrul Ulum Muhammad Syuaib. Baginya, NU identik dengan pesantren Tambakberas. "Karena pendiri NU adalah dari pesantren ini," terangnya. Selaku pimpinan sekolah, ia merasa sangat berdosa kalau para siswa dan siswinya tidak kenal dengan baik keberadaan NU. "Karena itu para pelajar di MTsN Tambakberas harus aktif di IPNU dan IPPNU," ungkapnya.

Apa yang disampaikan KH Irfan Sholeh dan Muhammad Syuaib sebagai mata rangkai dari kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di MTsN Bahrul Ulum. Kegiatan berlangsung dua hari yakni hari Kamis (2/4) serta Sabtu (4/4) diikuti sedikitnya 680 pelajar di GOR pesantren setempat.?

Hadir sebagai pemateri antara lain KH Taufiq Abdul Jalil yang mengupas tentang Aswaja NU, juga Dr H Ainur Rofiq yang menyampaikan materi ke-NUan. Sedangkan rekan dari IPNU dan IPPNU Jombang memberikan materi seputar organisasi pelajar tersebut, organisasi serta kepemimpinan. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Pendidikan, Amalan PKS Piyungan Taubat

Rabu, 15 November 2017

Grand Mufti Lebanon Sambut Baik Pertemuan Internasional PBNU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara definitif bakal menghelat pertemuan atau konferensi para pemimpin moderat dunia Islam atau International Summit of The Moderate Islamic Leaders, pada 8-11 Mei 2016 di Hotel Borobudur, Jakarta.

Konferensi ini akan menghadirkan sekitar 300 peserta yang terdiri dari para pemimpin dunia Islam, para pemikir Islam, dan para pemimpin organisasi Islam dunia. Salah satu yang menjadi tamu undangan adalah Grand Mufti Lebanon Syeikh Dr. Abdul Latif Faiz Derian.

Grand Mufti Lebanon Sambut Baik Pertemuan Internasional PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Mufti Lebanon Sambut Baik Pertemuan Internasional PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Mufti Lebanon Sambut Baik Pertemuan Internasional PBNU

Sekretaris Duta Besar Ahmad Jalaludin lewat surat elektronik menyampaikan, Duta Besar RI untuk Lebanon Achmad Chozin Chumaidy telah berkunjung kepada Grand Mufti Lebanon Syeikh Dr Abdul Latif Faiz Derian, menyampaikan undangan dari PBNU untuk menghadiri International Summit of The Moderate Islamic Leaders” (Qimmah Ruasa al-Muslimin Al-Washathiyyin).

PKS Piyungan Taubat

“Mufti Derian menyambut baik dan berterima kasih kepada PBNU atas undangan tersebut. Beliau berusaha untuk hadir, semoga tidak bentrok dengan acara yang telah teragendakan terlebih dahulu di Lebanon,” katanya kepada PKS Piyungan Taubat,Selasa (29/3).

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dalam sebuah rapat perdana panitia International Summit of The Moderate Islamic Leaders mengatakan, PBNU menyelenggarakan penyelenggaraan akbar ini untuk menggalang soliditas para pemimpin muslim dari berbagi negara menyusul pergeseran politik dunia akibat gelombang globalisasi yang berdampak besar bagi dunia dan Islam.

PKS Piyungan Taubat

Upaya tersebut juga untuk mewujudkan spirit Islam Nusantara ke dunia internasional. Hal ini sebagai tindak lanjut dari konflik dan ketegangan yang seolah tak ada habisnya antarnegara maupun kelompok-kelompok Islam di dunia. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Syariah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 12 November 2017

GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan

Kupang, PKS Piyungan Taubat. GP Ansor NTT dan Brigade Meo bentukan Pendeta Adi Ndiy bersama mendiskusikan berbagai isu yang mempengaruhi harmonisasi kehidupan antarumat beragama di Nusa Tenggara Timur. Bersama organisasi kepemudaan lainnya, mereka di akhir pertemuan mengeluarkan petisi perdamaian di Kantor PWNU NTT, Kupang, Sabtu (24/10).

GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan

Mereka menginginkan suasana masyarakat lengang dari berbagai isu-isu SARA dalam rangka menjaga bingkai kemajemukan. Semua organisasi kepemudaan yang hadir bertekad menjadikan NTT sebagai barometer ukuran kemajemukan. Mereka tidak ingin ada langkah-langkah tertentu yang akan menghancurkan keberagaman.

Berbagai masukan seluruh organisasi dan beberapa petisi menyatakan keinginannya untuk menjaga keamanan dan kedamaian bersama masyarakat NTT melalui sebuah bingkai kemajemukan yang ada di kota Kupang.

PKS Piyungan Taubat

Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis mengajak seluruh komponen tokoh muda peduli kemajemukan.

PKS Piyungan Taubat

“Mari sama-sama kita menjaga perdamaian untuk kerukunan. Jangan sampai terjadi di lingkungan atau tanah kita flobamora ini berbagai isu-isu miring yang dapat menghancurkan dan keretakan di antara kita. Oleh karena itu tanggung jawab kemajemukan di NTT ada di tangan para generasi-generasi penerus NTT.”

Pendeta Adi Ndiy ? dalam forum juga mengajak seluruh komponen masyarakat para pemuka agama, tokoh pemuda untuk sama-sama membangun daerah dengan berbagai keragaman melalui perbedaan. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Quote, Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Selasa, 07 November 2017

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Lombok Timur, PKS Piyungan Taubat 

Masing-masing sembilan buku Atlas Walisongo dan Fatwa dan Resolusi Jihad karya Ketua Umum Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, enam kalender NU tahun 2018 dan lima Al-Quran diserahkan ke Pesantren Al-Halimy, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11). 

Pemberian sejumlah buku dan kalender tersebut sebagai bentuk apresiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada lima pesantren tempat penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017.

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Penyerahan dilakukan oleh Panitia Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 H Robikin Emhas dan Ulil Abshar Hadrawi sebagai bentuk terima kasih kepada Pesantren Al-Halimy yang telah berkenan menjadi salah satu lokasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017. 

Sementara dari pihak Pesantren yang menerima Ketua Yayasan Pengurus Harian Pesantren Al-Halimy Ahmad Mutammam Kholid. 

Robikin Emhas saat menyerahkan tanda terima kasih tersebut menyampaikan terima kasih atas nama panitia Munas-Konbes NU dan PBNU. Menurutnya, dalam perhelatan terbesar kedua setelah Muktamar NU ini pasti banyak hal yang harus dipenuhi tapi belum bisa dipenuhi panitia. 

PKS Piyungan Taubat

"Ini adalah ikhtiar kita semuanya. Membangun dunia berperadaban dan lebih baik," katanya. 

PKS Piyungan Taubat

Tak lupa, Robikin juga menyampaikan permohonan maaf jika berbagai kekurangan dari panitia kepada pihak pesantren. 

"Sampean (anda) semuanya luar biasa, kami mohon maaf," kata Robikin.

Sementara Ketua YPH Ahmad Mutammam Kholid berterima kasih kepada panitia atas kepercayaannya menjadikan Pesantren Al-Halimy sebagai salah satu lokasi Munas dan Konbes NU. Ia juga mengatakan, bahwa pelaksanaan Munas dan Konbes NU ini melibatkan masyarakat.

Sebelumnya ucapan terima kasih dan pemberian sejumlah kenang-kenangan tersebut juga dilakukan di empat pesantren, Pesantren Darul Qur’an Bengkel Lombok Barat, Pesantren Darul Falah Pagutan Mataram, Pesantren Nurul Islam Mataram, dan Pesantren Darul Hikmah Mataram. 

Munas dan Konbes yang dibuka Presiden Joko Widodo dan ditutup Wapres Jusuf Kalla menghasilkan sejumlah keputusan penting untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara. Keputusan tersebut disahkan melalui Rapat Pleno pada Sabtu (25/11) di Pesantren Darul Qur’an dilanjut penutupan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Ulama, Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Jumat, 20 Oktober 2017

Tekuk Kesebelasan Hisba, Kesebelasan Al-Kahfi Kebumen Juara LSN 2017 Regional Jateng III

Tegal, PKS Piyungan Taubat - Kesebelasan Pondok Pesantren Al-Kahfi Kebumen menjadi Juara Liga Santri Nusantara (LSN) Regional Jateng III setelah menumbangkan kesebelasan Hisba Pesantren Al-Barokah Kebumen 3-0 pada laga Final LSN Regional Jateng III di Stadion GOR Trisanja Slawi, Kabupaten Tegal, Selasa (19/9) sore.

Koordinator LSN Regional Jateng III Rafiq Abdillah mengatakan, dengan kemenangan itu kesebelasan Al-Kahfi asal Pesantren Al-Kahfi Somolangu, Kebumen itu berhak mewakili Regional Jateng III ke Seri Nasional LSN 2017 yang akan digelar Oktober mendatang di Bandung.

Tekuk Kesebelasan Hisba, Kesebelasan Al-Kahfi Kebumen Juara LSN 2017 Regional Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)
Tekuk Kesebelasan Hisba, Kesebelasan Al-Kahfi Kebumen Juara LSN 2017 Regional Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)

Tekuk Kesebelasan Hisba, Kesebelasan Al-Kahfi Kebumen Juara LSN 2017 Regional Jateng III

Selanjutnya posisi runner up ditempati kesebelasan Hisba, Kebumen. Sedangkan untuk juara ketiga merupakan juara bersama yakni Tim Mangku Aji FC dan Walindo Berbaur FC, keduanya tim asal Pekalongan.

PKS Piyungan Taubat

"Para juara berhak atas uang pembinaan dan trofi piala Bupati Tegal," ujarnya kepada PKS Piyungan Taubat.

Bupati Tegal Ki Enthus Susmono dalam sambutannya pada penutupan LSN 2017 Regional Jateng III mengucapkan selamat kepada para juara khususnya Al-Kahfi FC sebagai juara 1 dan berhak melaju ke Seri Nasional LSN 2017.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, pelatih Al-Kahfi FC Supriyanto mengaku bangga dengan penampilan anak asuhnya.

"Untuk menghadapi seri Nasional, kedepan kita akan terus berlatih lebih serius lagi, agar tampil bagus," ungkapnya.

Selain Bupati Tegal, Enthus Susmono, turut menghadiri partai final LSN Region Jateng III itu, Ketua DPRD Kabupaten Tegal A Firdaus Asyaerozi, Ketua Rabtihah Maahid Islamiyah (RMI) NU Tegal KH Syamsul Arifin, Kabid Pemuda Olahraga Dinas Parpora Kabupaten Tegal Bambang Idayanto, dan sejumlah undangan lain. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pesantren, Pendidikan, Hadits PKS Piyungan Taubat

Rabu, 18 Oktober 2017

Empat Malaikat Berkunjung ke Hamba Mukmin yang Sakit

Dalam perjalanan hidup di dunia, setiap manusia pasti mengalami sakit. Adapun bagi hamba mukmin yang sakit terdapat hikmah tersembunyi sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Imamah Al-Bahili yang mengutip sabda Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam.

Ketika hamba mukmin akan mengalami sakit, Allah subhânahu wata‘âlâ mengutus empat malaikat, masing-masing dari malaikat tersebut diberi tugas yang berbeda.

Empat Malaikat Berkunjung ke Hamba Mukmin yang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Malaikat Berkunjung ke Hamba Mukmin yang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Malaikat Berkunjung ke Hamba Mukmin yang Sakit

Malaikat pertama diperintahkan Allah untuk mencabut kekuatan dalam raga, sehingga hamba yang mukmin itu menjadi lemah tak berdaya. Kemudian Allah memerintahkan kepada malaikat yang kedua untuk mencabut kelezatan rasa dalam lidahnya sehingga makanan apa pun yang masuk dalam mulutnya akan terasa pahit.

PKS Piyungan Taubat

Sementara malaikat ketiga diperintahkan oleh Allah untuk mencabut kecerahan wajah, sehingga raut mukanya akan terlihat pucat. Dan malaikat terakhir diutus oleh Allah untuk mencabut semua dosanya, sehingga ia berada dalam kondisi suci dari dosa.

Ketika hamba mukmin yang sakit tersebut akan disembuhkan oleh Allah, malaikat-malaikat tadi kembali diperintahkan untuk segera mengembalikan kekuatan raga, kelezatan rasa, dan kecerahan wajah, sementara untuk malaikat yang mengambil dosa tidak diperintahkan oleh Allah untuk mengembalikannya.

Malaikat yang keempat ini kemudian bersujud dan memberanikan diri untuk bertanya kepada Allah. "Ya Allah, mengapa Engkau tidak perintahkan aku untuk mengembalikan dosa-dosa ini kepada hambamu?"

PKS Piyungan Taubat

Allah pun menjawab, “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosa hamba-Ku setelah Aku menyulitkannya ketika sakit."

Kemudian malaikat pun kembali bertanya, “Kemanakah dosa-dosa ini harus aku simpan, Ya Rabb?"

Allah pun memerintahkan kepada malaikat tersebut untuk membuangnya ke dalam lautan, kemudian oleh Allah dosa-dosa itu dijadikan buaya dan binatang buas laut lainnya.

Sehingga ketika sudah kembali sehat, hamba mukmin yang sakit tadi menjadi seorang hamba yang bersih dari dosa, namun jika ajal menjemputnya, hamba mukmin itu wafat dalam keadaan bersih dari dosa. (Aiz Luthfi)

Sumber: Syaikh Muhammad bin Abu Bakar, Al-Mawaidzul Ushfuriyyah, (Semarang: Toha Putera Grup, tt), hal. 16

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 06 Oktober 2017

Kaderisasi IPNU-IPPNU Lamongan Diikuti Utusan Empat Cabang

Lamongan, PKS Piyungan Taubat - Dalam rangka meningkatkan mutu kader-kader muda Nahdlatul Ulama, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar Latihan Kader Utama (Lakut) yang merupakan jenjang pengkaderan tertinggi di tingkat cabang.

Lakut yang berlangsung 6-9 Oktober 2016 di TPQ Syech Maulana Ishaq Kemantren, Paciran, Lamongan itu diikuti 50 kader pilihan dari Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU se-Kabupaten Lamongan dan beberapa kader yang didelegasikan PC IPNU-IPPNU di Jawa Timur, di antaranya Surabaya, Sumenep, Pamekasan, dan Tulungagung.

Kaderisasi IPNU-IPPNU Lamongan Diikuti Utusan Empat Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi IPNU-IPPNU Lamongan Diikuti Utusan Empat Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi IPNU-IPPNU Lamongan Diikuti Utusan Empat Cabang

Pembukaan Latihan Kader Utama dibuka langsung Wakil Ketua PCNU Kabupaten Lamongan Fauzi Ahmad. Turut hadir Sekretaris PCNU Lamongan Imam Ghazali, Gus Syahrul (Ketua RMINU Lamongan), dan Husen (Ketua PC LP Ma’arif NU).

Fauzi menyatakan bahwa IPNU-IPPNU adalah ujung tombak perjuangan Nahdlatul Ulama dalam mengembangkan karakter dan pemahaman yang tepat untuk menyikapi perubahan zaman. Kaderisasi, katanya, merupakan langkah konkret dalam organisasi guna mewujudkan kader penerus yang kompeten dan loyal terhadap organisasi.

PKS Piyungan Taubat

Ketua PC IPNU Kabupaten Lamongan Muhlisin mengatakan, Lakut angkatan II kali ini mengusung konsep “Terpimpin dan Terkomando”.? “Kami berharap pasca kegiatan tersebut para kader mampu menjadi pelopor IPNU IPPNU di wilayahnya masing-masing dan siap menghadapi segala macam bentuk fenomena di Indonesia,” tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

Peserta tampak antusias dan bersemangat dalam menerima pemaparan dari para narasumber. Mereka dituntut aktif dan kritis terhadap seluruh materi yang disampaikan, juga menerapkannya dalam tindakan nyata sehari-hari.

Ketua PC IPPNU Kabupaten Lamongan Alifa Puteri F berharap kaderisasi ini memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan kader di masa depan. “Senantiasa melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan para masyayikh terdahulu tanpa mengenal batas waktu,” jelasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Nahdlatul Ulama, Sejarah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 28 September 2017

Perluas Dakwah, Helmy Faishal Ajak Ulama Muda Aktif Bermedsos

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Pentingnya kreativitas dalam memanfaatkan medium dakwah menjadi catatan yang penting saat ini. Apalagi memasuki era digital yang ditandai dengan perubahan pola komunikasi yang lebih padat, ringkat, dan cepat.

Hal itu disampaikan oleh Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini saat menyampaikan materi kaderisasi di Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) yang diselenggarakan oleh Lakpesdam PBNU di Pesantren Luhur Al-Tsaqafa, Kamis (20/4).?

Perluas Dakwah, Helmy Faishal Ajak Ulama Muda Aktif Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Perluas Dakwah, Helmy Faishal Ajak Ulama Muda Aktif Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Perluas Dakwah, Helmy Faishal Ajak Ulama Muda Aktif Bermedsos

“Dalam berdakwah, pesan memang penting. Tapi yang tidak kalah penting adalah media yang digunakan untuk menyempaikan pesan itu. Pesan yang baik, tidak akan mampu diterima dengan baik jika disampaikan melalui media yang kurang tepat,” jelas pria kelahiran Cirebon ini.

Media sosial, lanjut Helmy, menjadi salah satu media yang paling penting dan efektif digunakan sebagai alat untuk berdakwah. Untuk konteks Indonesia dengan pengguna internet yang lebih dari 130 juta jiwa, dakwah melalui media sosial (medsos) untuk mengampanyekan ajaran Islam yang ramah sangatlah dibutuhkan.?

“Saya menyebutnya dakwah virtual. Kiai-kiai, dai-dai harus tampil dan melek media sosial. Sebab di sanalah lahan dakwah sesungguhnya,” papar Helmy.

PKS Piyungan Taubat

Untuk saat ini, PBNU telah menginisiasi untuk membangun jejaring Netizen NU yang tersebar di seleruh Indonesia. Tercatat gerakan konsolidasi antar netizen tersebut sudah mulai merata, baik di Jawa maupun di luar Jawa.?

Misi utama yang diusung Netizen NU adalah mengampanyekan ajaran Islam aswaja an-nahdliyah dan sekaligus mentradisikan bersosial media dengan mengedepankan akhlakul karimah.?

PKS Piyungan Taubat

“Hemat saya, ke depan tren dakwah tidak bisa dilepaskan dari media sosial. Maka dakwah virtual ini harus dimulai dari sekarang. Alumnus PPWK harus bermedia sosial dengan aktif menyebrakan serta mengampanyekan ajaran aswaja,” tutup Helmy. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Minggu, 03 September 2017

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi

Cirebon, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC. IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC. IPPNU) Kab. Cirebon menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Rapat Kordinasi Cabang (Rakorcab), Sabtu 09 Januari 2016 di Sekretariat PC. IPNU-IPPNU Kab. Cirebon.?

Acara tersebut dihadiri lebih dari seratus orang yang terdiri dari perwakilan setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Komisariat (PK), Pimpinan Ranting (PR) dan pengurus Pimpinan Cabang.?

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi

Seperti biasanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak lain adalah Marhabanan (pembacaan shalawat dan Barzanji). Hal ini yang membuat ramai dan lebih semangat serta antusias yang diiringi oleh group hadrah dari Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU SMAN 1 Plumbon Cirebon.?

PKS Piyungan Taubat

Setelah Marhabanan itu selesai dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan makan-makan. Baru kemudian agenda beralih pada Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab).

PKS Piyungan Taubat

Moehammad Mu’min sebagai ketua pelaksana acara tersebut, menyatakan sangat senang karena acara ini bisa berjalan dengan lancar dan memuaskan. “Terlebih, saya sedikit kaget serta tidak menyangka bahwa acara ini didatangi lebih dari seratus orang, yang sebelumnya diperkirakan hanya kurang dari seratus orang,” kata Mu’min.?

Sementara, Nur Aida Fajriyanti sebagai ketua PC. IPPNU Kab. Cirebon berkata, “Kami sebagai umat Nabi Muhammad Saw, sudah seharusnya memperingati maulidnya. Walaupun acaranya hanya sederhana, yang terpenting adalah cara memakanainya. Terlebih saya berharap kegiatan marhabanan ini tidak hanya dilakukan pada peringatan Maulid saja, tapi dilakukan rutin ? setiap minggunya,” tandas Aida. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Habib, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Selasa, 29 Agustus 2017

Potensi Radikalisme di Tangerang Dinilai Tinggi

Kota Tangerang, PKS Piyungan Taubat

Potensi radikalisme di Kota Tangerang cukup tinggi. Survei yang dilakukan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Tangerang, Banten, menyebutkan, 50 persen pelajar di Kota Tangerang setuju dengan negara Islam.

Demikian disampaikan Muhammad Sarbini dalam Seminar Kebangsaan bertema “Nilai-nilai Kebangsaan dalam Menangkal Ideologi Radikalisme” di Aula STISNU Tangerang, Kamis (16/6) sore.

Potensi Radikalisme di Tangerang Dinilai Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Potensi Radikalisme di Tangerang Dinilai Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Potensi Radikalisme di Tangerang Dinilai Tinggi

“Kami juga menemukan hasil yang mencengangkan. Tujuh puluh empat persen dari hasil survei pelajar di Kota Tangerang berpotensi pada radikalisme,” paparnya.

PKS Piyungan Taubat

Di samping itu Kombes Pol Ir H Hamli mengatakan, tindakan radikal dan terorisme sebanyak 45 persen itu dimotori ideologi agama.

PKS Piyungan Taubat

“Sebagai warga NU harus berperan aktif dalam penyelamatan negara. Nilai-nilai kebangsaan sudah ada dalam beberap prinsip NU,” jelas Alumni PMII ITS.

Acara ini disertai dengan deklarasi angkatan muda Nahdlatul Ulama pengawal Pancasila dan NKRI. Wakil Ketua Bidang Akademik Muhammad Qustulani menjelaskan, STISNU berkomitmen untuk mengimplementasikan nilai-nilai Aswaja dan Islam Nusantara dalam mendidik kader-kadernya.

“Kami berkomitmen untuk menyiapkan kader NU yang siap mengawal NKRI. Kami juga memberikan beasiswa kepada kader-kader NU yang kuliah di sini,” tegas alumni UIN Syarif Hidayatullah tersebut. (Suhendra/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock