Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya

KH Bisri Mustofa (1914-1977) selain diakui sebagai kiai penulis dan penerjemah kitab yang cukup produktif. Ia juga merupakan orator (muballigh) ulung yang sering mengisi pengajian di berbagai daerah dalam pelbagai kesempatan. Karena penyampaian materi ceramahnya yang menarik, pidatonya diminati khalayak luas.

Meski permintaan ceramah di luar daerah begitu padat namun Kiai Bisri karena kasih sayang dan kecintaanya yang besar kepada para santrinya, penulis Tafsir Al-Ibris ini senantiasa berusaha agar kegiatan dakwah di masyarakat tidak mengganggu aktivitasnya dalam mengajar santri di pesantren.? ?

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya

Seperti pernah disampaikan putranya, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam suatu pidatonya, kendati jadwal sudah diatur, ada saja permintaan atau undangan dari panitia pengajian yang kadang-kadang waktunya berbenturan dengan jadwal Kiai Bisri mengajar santri di pesantren. Sekali lagi, sebetulnya sudah menjadi prinsip bagi menantu Mbah Kiai Kholil Harun Kasingan Rembang tersebut bahwa jadwal mengajar santri di pondok pesantren yang diasuhnya jangan sampai absen atau kosong. Sehingga, beliau mengatur agar saat mengisi pengajian di masyarakat tidak berbarengan dengan jadwal mengajar di pesantren. ?

Ketika undangan ceramah ternyata bersamaan dengan jadwal ngajar di pesantren, Kiai Bisri selalu berkata kepada mereka dengan terang-terangan bahwa beliau dengan terpaksa menolak karena tidak mau mengecewakan para santri yang sudah dititipkan orang tuanya kepadanya yang pada saat bersamaan mereka berhak mendapatkan pelajaran.

PKS Piyungan Taubat

Tapi tamu pengundang terkadang tidak menyerah dalam membujuk supaya sahabat karib KH Mahrus Ali Lirboyo ini berkenan dapat rawuh sesuai waktu yang ditargetkan panitia, sementara mereka tidak sabar bila menunggu waktu-waktu longgar yang tentu sulit didapatkan karena padatnya agenda mengisi pengajian di tempat lain.

Agar maksudnya tercapai, pihak pengundang umumnya mengajukan alasan, "Kiai, bukankah para santri sudah setiap hari belajar dengan panjenengan, jadi kesempatan mereka masih begitu banyak, sementara kesempatan untuk kami masyarakat yang jauh hanya sekali-kali saja dapat memperoleh pengajian dari Kiai Bisri."

PKS Piyungan Taubat

Akhirnya karena didesak dan atas dasar alasan di atas, Kiai Bisri Mustofa pun mengalah dan bersedia memenuhi undangan ceramah dari perwakilan penitia tersebut.

Dalam sebuah acara pengajian di daerah Cirebon di sela-sela pembicaraannya, Mbah Bisri berdoa memohon pada Allah agar pahala ngajinya di tempat itu supaya diberikan kepada santrinya di pondok yang malam itu beliau tinggalkan. "Pengajian saya di tempat ini meninggalkan jadwal ngaji bersama santri di pondok, maka dari itu pahala ngajiku di sini berikanlah ya Allah kepada santri-santriku di pondok yang saya tinggalkan," doa Mbah Bisri. (M. Haromain)

Cerita ini pernah dikisahkan KH A Mustofa Bisri dalam sambutan acara Peringatan Satu Abad Pesantren Lirboyo di Aula Al-Muktamar, Kediri, Jawa Timur, tahun 2010.



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Meme Islam, Lomba PKS Piyungan Taubat

Kamis, 08 Februari 2018

Jadi Wisata Religi, Ini Konsep yang Dikembangkan Pesantren Giren

Tegal, PKS Piyungan Taubat. Pondok Pesantren Attauhidiyah Giren Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengha resmi menjadi wisata religi. Pesantren asuhan KH Achmad Saidi bin Said bin Armia ini memang sudah dikenal luas hingga ke mancanegara. Bahkan Presiden RI Joko Widodo pun juga pernah melakukan Tarkhim ke pesantren tersebut Juni 2016 lalu.

Jadi Wisata Religi, Ini Konsep yang Dikembangkan Pesantren Giren (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Wisata Religi, Ini Konsep yang Dikembangkan Pesantren Giren (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Wisata Religi, Ini Konsep yang Dikembangkan Pesantren Giren

Selain memiliki sejumlah situs ziarah, keberadaan Pondok Pesantren At-Tauhidiyyah diharapkan mampu memperkuat wisata religi di Kabupaten Tegal melalui sejumlah agenda peribadatan rutin tahunan maupun yang bersifat khusus atau memiliki keunikan dan nilai religi tersendiri yang mungkin tidak dijumpai di tempat lain.

Pengasuh Pesantren Attauhidiyah Giren, KH Achmad Saidi menuturkan, melalui konsep pengembangan wisata religi ini pihaknya akan menghadirkan taman keilmuan, pusat kajian dan pengembangan Islam dengan melibatkan para kiai dan santri yang siap membantu masyarakat mendalami ilmu Al-Quran, hadits, tafsir, filsafat, dan lain sebagainya.

"Taman ilmu ini juga kami sediakan bagi mereka yang ingin belajar membaca dan menulis Al-Quran", katanya.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, Humas Pesantren At-Tauhidiyyah Ahmad Suyanto menambahkan, dengan diresmikannya desa wisata religi ini pihaknya berharap Dukuh Giren bisa menjadi Islamic Center dan pusat pendidikan keagamaan. 

"Pesantren telah mempersiapkan takhasus atau kelas-kelas khusus untuk belajar agama, kemudian pelajaran dan kedisiplinan pesantren pun turut diperketat," ujarnya

Dia menjelaskan bahwa wisata religi ini bukan seperti wisata pada umumnya, tapi lebih mengkhususkan pada pendalaman ilmu keagamaan. Selain itu, desa wisata religi Giren berlaku untuk umum dan terbuka bagi semua kalangan tanpa terkecuali. 

"Wisata disini juga memiliki beberapa alternatif waktu kunjungan, antara lain malam Ahad dan malam Kamis.Kemudian bagi masyarakat yang ingin belajar lebih dalam tentang ilmu keagamaan, bisa mondok (bermukim) di pesantren", katanya. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Pemurnian Aqidah, Kajian Islam PKS Piyungan Taubat

Jumat, 26 Januari 2018

Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri

Jakarta, PKS Piyungan Taubat?

Penyelenggaraan Liga Santri Nusantara tahun ini memiliki nuansa tersendiri dibandingkaan tahun-tahun sebelumnya. Keterlibatan sektor privat dan publik serta kehadiran dua media televisi nasional sebagai official media partner LSN 2017 menjadi pembeda dari penyelenggaraan liga santri tahun sebelumnya.

Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri

Hal ini tentu tidak terlepas dari kerja sama tim LSN baik di tingkat nasional, region hingga panitia tingkat pesantren. Salah satu yang perlu disebut di sini adalah Cornelius Ariyanto Wibisono. Nama tersebut adalah Direktur Pengembangan Bisnis LSN 2017.?

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa ada Cornelius di namanya?

Tak salah! Sosok yang akrab dengan nama sapaan Pak Ary adalah seorang mualaf, yang baru 2 tahun ini beralih dari keyakinan lamanya ke iman Islam. Melalui tangan dinginnya, LSN mendapatkan sentuhan managerial ke arah yang lebih profesional.

PKS Piyungan Taubat

Tidak mengherankan memang. Pak Ary memang memiliki segudang pengalaman dalam bidang menejemen. Meraih gelar MBA dalam bidang Human Resources Management dari Phoenix University Arizona Amerika Serikat setelah kuliah 2 tahun, Ary pernah hidup delapan tahun di negeri Paman Sam ketika ia bekerja di markas besar sebuah perusahaan rakasasa minyak, yakni Chevron. Selanjutnya ia bekerja dua tahun di sebuah perusahaan multinasional lainnya di Thailand.

Ada yang menarik ketika ia kembali ke tanah air untuk menduduki jabatan di top management di kantor Chevron Indonesia. Saat itu perusahaan multinasional tersebut sedang melakukan program perampingan pekerja di beberapa lini jabatan kerja. Salah satunya menimpa unit kerja perusahaan minyak tersebut di Riau.

PKS Piyungan Taubat

Alih-alih berdiri di pihak perusahaan, Ary malah melakukan pembelaan terhadap buruh-buruh yang terkena program perberhentian kerja dari perusahaan. Inilah awal persentuhannya yang intensif dengan komunitas Muslim. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Aswaja, Daerah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 03 Januari 2018

Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Seorang ulama menurut Rais Aam PBNU KH Maruf Amin memiliki tanggung jawab yang kompleks. Selain harus membina umat atau bangsa, ulama juga harus memikirkan keselamatan negara dari gangguan-gangguan orang tak bertanggung jawab.

Persoalan keumatan, kebangsaan dan kenegaraan belakangan ini kian beragam pula, sehingga peran ulama dalam hal ini harus benar-benar maksimal.

Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU

Misalnya keberadaan sejumlah kelompok yang mencoba memecah belah bangsa sebab sebuah perbedaan pandangan, ditambah lagi kelompok lain yang hendak merusak tatanan kenegaraan karena sebuah pandangan sistem kenegaraan yang berbeda.

Demikian disampaikan Kiai Makruf saat memberikan taushiyah dalam kegiatan Haul ke-38 salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri di halaman Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Selasa (27/3) lalu.

PKS Piyungan Taubat

Tanggung jawab tersebut, kata kiai yang juga Ketua Umum MUI Pusat ini, telah diajarkan Nabi Muhammad SAW pada masanya, bahkan saat mau wafat pun salah satu yang dipikirkan adalah keselamatan umatnya. Karenanya, ulama sebagai pewaris perjuangan nabi sudah seharusnya mencontoh segala ucapan dan sikap para nabi.?

"Rasulullah saat mau wafat, salah satu yang diingat adalah umat, jadi umat itu menjadi tanggung jawab ulama karena ulama pewaris para Nabi," ujarnya.

Demikian juga peran NU, organisasi kemasyarakatan bentukan para ulama ini memiliki peran yang sama. "NU adalah kumpulan para ulama, maka masalah keumatan dan kebangsaan merupakan tanggung jawab NU," imbuh Kiai Makruf.

Namun demikian saat ini tantangan ulama kian besar. "Belakangan ini ada banyak kelompok yang bermacam-macam, baik dari yang berupaya untuk mengubah akidah, syariah juga sistem negara," lanjutnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba

Pontianak, PKS Piyungan Taubat 

Kota Pontianak telah lama masuk dalam deretan papan atas dalam penggunaan narkoba. Bahkan, pernah masuk peringkat lima besar di Indonesia dalam pemakaian dan perdagangannya. Tak hanya itu, Pontianak dikenal pula sebagai tempat memproduksi “barang haram” tersebut.

Untuk menangkal penyebaran dan penggunan narkoba di kalangan pelajar, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Cabang (IPNU) Kota Pontianak, menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada ratusan pelajar madrasah aliyah dan tsanawiyah di Yayasan Al-Mujtahid Jalan Parwasal Pontianak Utara, Sabtu (3/11) pagi.

IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba

Dengan mengangkat tema “Manifesto pelajar dan santri dalam mewujudkan Narkoba menjadi musuh bersama”. IPNU Kota Pontianak menaruh harapan generasi muda yang mendapat pencerahan akan bahaya barang haram tersebut menularkan kepada rekan yang lain untuk tidak mendekati obat terlarang apalagi mengkonsumsinya.

PKS Piyungan Taubat

Sosialisasi yang sedianya akan dihadiri perwakilan dari BNN Kota Pontianak tetap berjalan meski tak ada satu pun perwakilan yang hadir. Padahal surat audiensi telah dikirim kepada BNN Kota Pontianak.

Ketua IPNU Kota Pontianak M. Dardiri kepada wartawan mengatakan sosialisasi hanya menghadirkan pemateri dari Napza Universitas Tanjungpura dan dari internal IPNU Kota Pontianak.

PKS Piyungan Taubat

IPNU sebagai organisasi pelajar yang merupakan badan otonum dari Nahdlatul Ulama kepeduliannya tak hanya sebatas pada pendidikna agama. Namun sosial masyarakat juga turut menjadi perhatian.

M. Dardiri juga ikut menyikapi terhadap hukum Indonesia yang meringankan terhadap pelaku narkoba. “Sudah jelas narkoba merusak generasi muda. Telah banyak bukti residivis narkoba banyak yang kembali ke alamnya setelah keluar dari hukuman. Tapi kenapa pemerintah malah meringankan hukuman kepada mereka,” ungkapnya.

Dardiri mengakui, tak mudah melakukan penyelamatan generasi muda dari bahaya obat terlarang, akan tetapi setidaknya dengan gerakan banyak organisasi menyentuh pelajar dan generasi muda dapat mengurangi penyebaran narkoba.

“Saya sepakat, generasi muda adalah asset bangsa yang harus diselamatkan, bukan hanya dari bahaya pergaulan dan seks komersial. Namun juga dari bahaya narkoba,” pungkasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ubay KPI

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Budaya, Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Kamis, 14 Desember 2017

NU Kudus Santuni 1.321 Yatim 595 Faqir Miskin

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus membagikan santunan kepada 1.321 yatama (yatim) dan 595 faqir miskin, pada Kamis-Jum’at (24-25/7). Santunan bagi yatama diserahkaan melalui Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) se-Kabupaten Kudus.

?

Ketua Panitia Santunan Sya’roni Suyanto mengatakan jumlah 1.321 anak yatim ini yang menerima santunan berasal dari siswa-siswi madrasah atau sekolah di lingkungan Ma’arif NU Kudus. Sedangkan santunan fuqoro masakin diberikan kepada mereka dari 6 desa tertentu yang dipandang layak menerimanya.

NU Kudus Santuni 1.321 Yatim 595 Faqir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kudus Santuni 1.321 Yatim 595 Faqir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kudus Santuni 1.321 Yatim 595 Faqir Miskin

?

“Masing-masing penerima rahtawu (gebog) 150 orang dan pelajar dhu’afa 73 anak, kayuapu (bae) 100 orang, ngeseng (undaan) 100 orang, payaman dan gulang (mejobo) 123 orang, janggalan (kota) 19 orang dan masyarakat sekitar kantor NU Kudus 30 orang. Pembagiannya langsung didistribusikan ke desa tersebut melalui PRNU setempat,” terangnya dalam acara penyerahan santunan secara simbolis di kantor NU Kudus Kamis (24/7).

PKS Piyungan Taubat

Sya’roni melaporkan dana santunan yang dibagikan merupakan hasil penerimaan zakat, infaq dan shodaqoh para muzakki dan dermawan di Kudus yang terkumpul sebesar Rp 149.050.000,.

PKS Piyungan Taubat

“Semua dibagikan habis secara tunai dengan rincian santunan yatama Rp 70.000/anak, siswa siswi dhuafa Rp 60.000/anak dan fuqoro masakin Rp 100.000/orang,” jelasnya.

?

Ia menambahkan, kegiatan santunan ini dilaksanakan setiap bulan Ramadhan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian NU kepada? anak yatim dan fuqoro masakin. “Semoga gerakan NU ini mampu memberikan kebahagiaan anak yatim dan fuqoro masakin,” harap Sya’roni.

Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi dalam sambutannya mengatakan sangat berterima kasih kepada muzakki dan para dermawan yang telah memberikan kepercayaan dan berpartisipasi memberikan zakat,infaq shodaqoh melalui NU sehingga dapat berbagi kebahagian serta membangun peradaban yang rahmatal lilalamin.

?

“Ke depan program santunan ini akan dikembangkan dan diberdayakan oleh LAZISNU Kudus yang mulai merintis dan menata dengan program-program unggulan di bidang pendidikan, ketrampilan, kewirausahaan dan tanggap darurat dan kepedulian,” tandasnya.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Kamis, 07 Desember 2017

HPN DKI Berupaya Perkuat Basis Pengusaha Nahdliyin di Ibu Kota

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ibu Kota Jakarta merupakan pusat bisnis dan perkantoran. Mereka yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya serta para pegawai yang telah memasuki masa pensiun terkadang bingung ingin mengaktualisasikan jiwa bisnis mereka.?

HPN DKI Berupaya Perkuat Basis Pengusaha Nahdliyin di Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
HPN DKI Berupaya Perkuat Basis Pengusaha Nahdliyin di Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

HPN DKI Berupaya Perkuat Basis Pengusaha Nahdliyin di Ibu Kota

Hal ini menjadi perhatian Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Pengusaha Nadliyin (HPN) DKI Jakarta untuk menarik mereka bergabung di organisasi para saudagar NU ini.

“Kami akan meyakinkan kepada mereka bahwa para pengusaha memerlukan tali kuat berupa organisasi. Tujuan kami tidak lain memberikan semaksimal mungkin tenaga dan pikiran kita untuk memberdayakan warga NU,” ujar Ketua DPW HPN DKI Jakarta, Bambang Adi S ketika berkunjung ke Kantor Redaksi PKS Piyungan Taubat, Rabu (9/11) usai rapat konsolidasi HPN Pusat.

Dari sisi memperkuat basis pengusaha Nahdliyin, lanjut Bambang, HPN akan kesulitan jika hanya menjaring orang-orang yang sudah jelas aktif di NU. Karena menurutnya, tidak banyak warga NU yang terjun ke dunia bisnis meskipun jumlah Nahdliyin yang menjadi pengusaha juga tidak sedikit.

Sebab itu, imbuhnya, pihaknya akan menggandeng mereka dari sisi nasab atau keturunan. “Banyak dari mereka yang dulu ternyata keluarganya aktif di NU, namun mereka justru kurang tahu NU dikarenakan berbagai hal atau mungkin selama ini karena NU kurang merangkul mereka,” kata Bambang.

PKS Piyungan Taubat

Perjuangan ini menurutnya tidak mudah, tetapi juga tidak sulit karena HPN mempunyai misi mulia untuk mewujudkan pemberdayaan umat lewat aktivitas bisnis dan usaha di berbagai bidang sesuai potensi warga NU.

Bambang menegaskan, jika para pengusaha yang tergabung dalam HPN ini hanya bertujuan mencari keuntungan, dia memastikan bahwa orang tersebut akan gugur dengan sendirinya.?

“Karena di HPN ini, semua anggota mempunyai misi memberdayakan umat dengan berbagai keahlian dan akses yang dimiliki. HPN berupaya maksimal untuk menyediakan tenaga, pikiran, edukasi bisnis, pengembangan dan marketing produk, serta modal untuk warga NU,” tutur Bambang yang didampingi oleh Sekretaris Umum HPN DKI Jakarta Iswandi F. Tanjung. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Kyai, Pertandingan, Internasional PKS Piyungan Taubat

Rabu, 06 Desember 2017

Awal Mula Munculnya Gagasan Liga Santri Nusantara

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Salah seorang inisiator Liga Santri Nusantara (LSN) H. Abdul Muhaimin Iskandar mengungkapakan latar belakang muncul gagasan Liga Santri Nusantara (LSN).

Menurutnya, karena saat ramai sepakbola, tapi sulit mencari bibit-bibit pemain, dalam pertandingan sering kalah, maraknya kerusuhan, dan sumber rekrutmen yang terbatas.

Awal Mula Munculnya Gagasan Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Mula Munculnya Gagasan Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Mula Munculnya Gagasan Liga Santri Nusantara

“Maka ada gagasan santri itu punya pola pikir, Insyaallah gak berantem,” kata Muhaimin saat pidato acara Launching Liga Santri Nusantara (LSN) di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (27/7).

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa sumber daya manusia yang ada di pesantren itu sangat melimpa. Melihat itu, menurutnya, sangat mudah apabila dilakukan suatu kompetisi yang melibatkan para santri, pelajar yang ada di pesantren yang punya tradisi kuat dan kokoh dalam hal olahraga, kemandirian, ? dan potensi sportivitas.

PKS Piyungan Taubat

“Istilahnya tidak akan macem-macem, sak nakal-nakalnya santri itu gak kebengeten lah,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin ini.

Terlepas dari itu, lanjutnya, pesantren punya spirit kejujuran, keberanian, dan soprtifitas. Sehingga menjadi potensi untuk majunya olahraga nasional dan lahirnya bibit-bibit potensial pesepakbola dari pesantren.

Turut Hadir pada acara launching ini; Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil siroj, Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi, ketua PBNU H Marsyudi Syuhud, Ketua PBNU H Robikin Emhas, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Pertandingan, Kyai PKS Piyungan Taubat

Senin, 27 November 2017

Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang

Boyolali, PKS Piyungan Taubat. Pada malam ketiga pelaksanaan Kongres XVIII IPNU dan Kongres XVII IPPNU, Ahad (6/12)? malam, para peserta? telah memasuki? agenda persidangan komisi. Peserta dibagi menjadi empat komisi yakni komisi A (Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga), komisi B (Garis-gairs Besar Perjuangan Pengembangan) , Komisi C (Prinsip Perjuangan) dan Komisi D (Rekomendasi).

Dari keempat komisi tersebut, persidangan yang paling menghabiskan pikiran ada di komisi A yang membahas rancangan PD/PRT.? Peserta saling interupsi dan beradu argumentasi? mempertahankan gagasan-usulannya. Saking alotnya pembahasan, sidang komisi ini berakhir hingga Senin dini hari tadi.

Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang

Bila suasana di dalam ruangan terlihat tegang, tidak demikian di luar ruangan.? Seperti Ahad? malam itu, para pelajar yang turut memeriahkan kongres asyik menikmati penampilan musik beraroma anak muda di panggung apresiasi. Malam itu, grup musik IPNU Band (Purworejo) tampil menghibur dengan musik-musik yang sesuai selera peserta kongres. Ia juga bisa mengiringi peserta yang ingin bernyanyi sesuai lagu yang dibawakan.

?

PKS Piyungan Taubat

"Mari kita luapkan kegembiraan di arena kongres malam ini.? Yang di dalam tegang, yang di luar kita senang-senang," ucap salah seorang host panggung Ahad malam.

?

PKS Piyungan Taubat

Panggung apresiasi yang disediakan panitia ternyata mampu mencairkan suasana kongres. Saat sidang lagi diskors, para peserta pun larut bergabung di panggung sambil bernyanyi seakan ingin menghilangkan kepenatan.

Panitia daerah Ahmad Noufa Khairul Faizin mengatakan panggung apresiasi sengaja disiapkan guna memberi ruang berekpresi bagi kader-kader IPNU-IPPNU. Mereka bisa menampilkan kreativitas bersama musik host yang ditampilkan.

?

"Selama kongres kami menampilkan hiburan musik di sini. Mulai sore hingga malam 1-3? grup musik? menghibur teman-teman peserta kongres di panggung apresiasi," ujarnya pada PKS Piyungan Taubat.

?

Peserta asal Pati Maksum mengaku senang atas penampilan IPNU Band yang menghibur . Terlebih lagi, banyak kader-kader IPNU-IPPNU dari seluruh Indonesia yang kreatif bernyanyi di atas panggung.

?

"Salut deh ama panitia, kita tidak hanya terbebani pembahasan-pembahasan materi sidang, tetapi juga bisa terhibur," katanya singkat. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Islam, Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Minggu, 12 November 2017

GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan

Kupang, PKS Piyungan Taubat. GP Ansor NTT dan Brigade Meo bentukan Pendeta Adi Ndiy bersama mendiskusikan berbagai isu yang mempengaruhi harmonisasi kehidupan antarumat beragama di Nusa Tenggara Timur. Bersama organisasi kepemudaan lainnya, mereka di akhir pertemuan mengeluarkan petisi perdamaian di Kantor PWNU NTT, Kupang, Sabtu (24/10).

GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan

Mereka menginginkan suasana masyarakat lengang dari berbagai isu-isu SARA dalam rangka menjaga bingkai kemajemukan. Semua organisasi kepemudaan yang hadir bertekad menjadikan NTT sebagai barometer ukuran kemajemukan. Mereka tidak ingin ada langkah-langkah tertentu yang akan menghancurkan keberagaman.

Berbagai masukan seluruh organisasi dan beberapa petisi menyatakan keinginannya untuk menjaga keamanan dan kedamaian bersama masyarakat NTT melalui sebuah bingkai kemajemukan yang ada di kota Kupang.

PKS Piyungan Taubat

Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis mengajak seluruh komponen tokoh muda peduli kemajemukan.

PKS Piyungan Taubat

“Mari sama-sama kita menjaga perdamaian untuk kerukunan. Jangan sampai terjadi di lingkungan atau tanah kita flobamora ini berbagai isu-isu miring yang dapat menghancurkan dan keretakan di antara kita. Oleh karena itu tanggung jawab kemajemukan di NTT ada di tangan para generasi-generasi penerus NTT.”

Pendeta Adi Ndiy ? dalam forum juga mengajak seluruh komponen masyarakat para pemuka agama, tokoh pemuda untuk sama-sama membangun daerah dengan berbagai keragaman melalui perbedaan. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Quote, Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Minggu, 05 November 2017

Batu Akik Syaikhona Kholil dan Pesan Muktamar NU

Oleh Abdullah Hamid

Syaikhona Kholil Bangkalan Madura lahir Tahun 1820 M atau 1235 H merupakan guru ulama besar di pulau Jawa. Ulama besar yang digelar oleh para kiai sebagai “Syaikhuna” yakni guru kami, karena kebanyakan kiai-kiai dan penggasas pondok pesantren di Jawa dan Madura pernah belajar dan nyantri dengan beliau.

Di antara santrinya yang menjadi ulama besar adalah Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, Mbah Ma’shoem Lasem dll. Mereka juga dikenal sebagai pendiri NU. Berdirinya NU tahun 1926 M tidak lepas dari doa dan restu Syaikhona Khalil gurunya yang disampaikan melalui utusannya, KH As’ad Syamsul Arifin.

Batu Akik Syaikhona Kholil dan Pesan  Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Batu Akik Syaikhona Kholil dan Pesan Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Batu Akik Syaikhona Kholil dan Pesan Muktamar NU

Syaikhona Kholil berasal dari keluarga walisongo. Ayahnya, KH Abdul Lathif, mempunyai pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati. Ayah Abdul Lathif adalah Kiai Hamim, anak dari Kiai Abdul Karim. Yang disebut terakhir ini adalah anak dari Kiai Muharram bin Kiai Asror Bujuk Langgundih Desa Kramat keturunan dari Kiai Abdullah bin Sayyid Sulaiman Mojoagung. Sayyid Sulaiman adalah cucu Sunan Gunung Jati.

Istri Syaikhona Kholil memiliki keponakan bernama Amna, sejak kecil dirawat dan diambil anak hingga dewasa olehnya bersama suaminya, Syaikhona Kholil. Perhatian dan kasih sayangnya sangat besar, seperti dengan anaknya sendiri yang bernama Nyai Asma.

Contoh kecil perhatiannya, Syaikhona memberikan cincin yang begitu indah kepada Amna. Berupa batu akik atau batu mulia Kecubung Kalimantan dengan ring cincin berukir keemasan yang indah pula. Cincin tersebut masih ada tersimpan, bernilai cagar budaya. Seperti yang kita lihat di fotonya, tampak kemilau bagai gugusan awan tebal.

Nyai Amna menikah dua kali, suami pertama meninggal tanpa anak kemudian menikah kedua kalinya dengan Hadji Ismail Desa Ujung Piring yang juga kehilangan istrinya yang wafat yaitu Nyai Musyrifah masih family Syaikhona Kholil. Hadji Ismail membawa 4 anak, salah satunya Abdul Hamid masih berusia 6 tahun (H.A.Hamid Ismail ayah penulis). Karena dirawat sejak kecil hubungan keduanya paling dekat. 

PKS Piyungan Taubat

Semasa hidup Hajjah Amna, kakak penulis HM. Baihaqi semasih remaja pernah meminta 3 kali cincin pemberian Syaikhona tersebut, dijawab beliau bahasa Madura arti Indonesianya begini: ”Cucuku aku ingin memakai sendiri selagi aku masih hidup, cincin ini pemberian Abah Kholil kepadaku”. Sampai akhirnya Nyai Amna wafat, dikubur di Komplek Syaikhona Kholil seperti juga Hadji Ismail.

Dari peristiwa yang sederhana itu kita ingin mengambil hikmah dan barakah sebanyak-banyaknya dari Syaikhona Kholil, kira-kira apa pesan yang bisa ditarik untuk Muktamar NU? Sebagaimana kita baca tadi perhatian Syaikhona terhadap anak perempuan sangat besar, memberi isyarat pentingnya Muktamar NU 2015 di Jombang mengangkat derajat pendidikan perempuan dan akhlakul karimah di tengah pertaruhan ideologi global abad ini.

PKS Piyungan Taubat

Salah satu contoh kecil agar Pemerintah Indonesia memberi peluang perempuan-perempuan desa pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan lingkungannya yang Islami di pesantren salaf. Salah satu caranya dengan membuka perkuliahan di Universitas Terbuka dengan sistem pendidikan jarak jauh, masalahnya hingga kini UT belum membuka prodi agama Islam.

Maka Muktamar NU perlu merekomendasikan pembukaan prodi tersebut kepada pemerintah terkait. Sekaligus menindaklanjuti Keputusan Musykerwil NU Jatim No: /MKW-NU/II/2014. Pengesahan Hasil Sidang Rekomendasi tertanggal 27 Feb 2014 sebagai berikut: Pendidikan a. Secara formal-yuridis. UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) telah mengakui keberadaan pondok pesantren sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional.

Sayangnya, selama satu dekade, pengakuan tersebut tampak masih belum diterapkan sepenuh hati. Pasalnya, masih masih banyak aspek teknis dalam kebijakan pendidikan nasional yang terasa diskriminatif terhadap kalangan pondok pesantren.

Dalam kaitan itu, Forum Muskerwil NU Jatim mendesak pemerintah (c.q.Kementerian dan Kebudayaan RI) untuk memfasilitasi akses pendidikan tinggi bagi santri di lingkungan pondok pesantren salaf dengan membuka Fakultas atau Program Studi Agama Islam di Universitas Terbuka. Dengan demikian, peran sosial kemasyarakatan lulusan pondok pesantren salaf dalam hal memberdayakan masyarakat dan meyukseskan program pembangunan diharapkan akan berjalan secara optimal

Lasem, 25 Juli 2015

Abdullah Hamid, Padepokan Sambua Lasem

 

Foto: Cincin Peninggalan Syaikhona Kholil

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Lomba, Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Rabu, 01 November 2017

Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar!

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Guna meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk mengikuti pendidikan di Politeknik Ketenagakerjaan.

 

Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Buka Politeknik Ketenagakerjaan, Ayo Segera Daftar!

“Ini merupakan sebuah terobosan yang kami lakukan untuk menyiapkan SDM yang kompeten di bidang ketenagakerjaan,” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri  di kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (26/9).

 

Hanif menjelaskan, Politeknik Ketenagakerjaan akan membuka tiga program studi, yaitu Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Program Studi D4 Relasi Industri, dan Program Studi D3 Manajemen Sumber Daya Manusia.

PKS Piyungan Taubat

 

“Pada tahun ajaran 2017/2018 ini, Politeknik Ketenagakerjaan membuka penerimaan mahasiswa baru sebanyak 90 mahasiswa,” jelas Menaker Hanif.

PKS Piyungan Taubat

 

Selain itu, kata Hanif, biaya pendaftaran dan biaya studi di Politeknik Ketenagakerjaan akan disubsidi oleh pemerintah melalui Kemnaker.

 

“Ya, mahasiswa akan mendapat subsidi biaya studi. Selain itu, setelah lulus mereka tidak hanya mendapat ijasah, akan tetapi juga mendapat sertifikat kompetensi, dan sertifikat Teofl,” tuturnya.

 

Untuk mengetahui syarat pendaftaran ke Politeknik Ketenagakerjaan ini, calon mahasiswa dapat mengakses http://polteknaker.kemnaker.go.id/ atau dengan mengunjungi http:polteknaker.kemnaker.go.id/pendaftaran-online/ untuk mengisi formulir pendaftaran.

 

Tidak lupa, calon mahasiswa juga harus mengirim lampiran berkas (maksimal file 25 Mb, dalam bentuk extension .ZIP) melalui email kepmb.polteknaker@naker.go.id. Pendaftaran sendiri akan dibuka mulai 25 September 2017.

 

“Saya tekankan bahwa program Politeknik Ketenagakerjaan ini bukanlah program ikatan dinas Kementerian Ketenagakerjaan,” papar Menaker Hanif.

 

Untuk informasi lebih lanjut, calon mahasiswa dapat menghubungi Sekretariat PMB Politeknik Ketenagakerjaan yang terletak di Kantor Pusdiklat Pegawai Kemnaker, Jl. Pusdiklat Kemnaker, Kp. Lembur, Kel/KecMakasar Jakarta Timur, telp: (021) 8090952 atau melalui whatsApp: 082115226064.

 

Alamat Kampus Balai Besar Peningkatan Produktifitas (BBPP) jalan Guntur Raya Kayuringin Jaya Bekasi, Jawa Barat. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Anti Hoax, Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Rabu, 06 September 2017

Pesantren Al-Ikhlas Tamedang Juara I Region Maluku-Papua

Maluku Tenggara, PKS Piyungan Taubat. Liga Santri Nusantara 2016 Regional Maluku yang meliputi Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, sudah melangsungkan laga final, Selasa (4/10), di Stadion Maren, Kota Tual, Maluku Tenggara. Setalah melalui babak penyisihan akhirnya pada laga final Region Maluku ini mempertemukan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Tamedang Maluku melawan Aliyah Negeri Langgar Maluku.

Sejak awal pertandingan dimulai, kedua tim tampil dengan pola permainan cepat, hal ini terlihat dari berbagai tekanan yang saling kedua tim lakukan.

Pesantren Al-Ikhlas Tamedang Juara I Region Maluku-Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Ikhlas Tamedang Juara I Region Maluku-Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Ikhlas Tamedang Juara I Region Maluku-Papua

Dengan pola permainan cepat dan saling serang ini, hingga ? pertandingan selesai skuad Al-Ikhlas berhasil menciptakan 3 gol, sedangkan Aliyah Negeri Langgar hanya berhasil mengoleksi 2 gol. Sehingga tampil sebagai juara I Liga Santri Nusantara Region Maluku adalah Pesantren Al-Ikhlas.

Menurut Koordonator Region Maluku ? Hamzah Rayahan dengan kemanangan tersebut, maka Pesantren Al-Ikhlas berhak melaju ke babak seri nasional mewakili Region Maluku yang akan berlangsung di Yogyakarta pada tanggal 21-30 Oktober.

PKS Piyungan Taubat

Hamzah juga bersyukur karena pelaksanaan LSN Region Maluku berjalan dengan lancar dan sukses sejak awal hingga laga final selesai.

"Kami bersyukur LSN Region Maluku berjalan sukses sejak awal hingga final, dan kami sangat apresiatif dengan kebijkan Menpora yang langsung menyentuh pada masyarakat bawah khususnya kaum santri," ucapnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Senin, 21 Agustus 2017

Cita-cita Jamaah Masjid

Oleh Darul Qutni 

Cita-cita dapat dikatakan sebuah harapan dan keinginan dari seseorang. Lalu apakah cita-cita dari orang yang selalu ke Masjid. Doa yang mereka panjatkan kepada Allah SWT baik sebelum, ketika, dan sesudah shalat dapat dikatakan sebagai cita-cita dan keinginan mereka yang diharapkan dikabul oleh Allah SWT.

Dalam nomenklatur keilmuan Islam, doa didefinisikan sebagai tholabul fili minal adna ilal ala. Harapan dari seorang hamba kepada Tuhannya. Dari sekian banyak doa yang dipanjatkan oleh jamaah Masjid adalah doa keselamatan berikut ini: allahumma inna nasaluka salamatan fiddiin wa afiyatan fil jasadi wa ziyadatan fil ilmi wa barakatan firrizqi wa taubatan qablal maut wa rahmatan indal maut wa maghfiratan badal maut wannajata minnannar wal afwa indal hisab

Cita-cita Jamaah Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Cita-cita Jamaah Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Cita-cita Jamaah Masjid

Artinya: "Ya Allah, kami memohon kepada engkau keselamatan dalam (akidah) agama, kesehatan dalam jasmani, bertambahnya ilmu, keberkahan rizki, taubat sebelum wafat, rahmat ketika wafat, ampunan sesudah wafat, keselamatan dari api neraka, dan maaf ketika dihisab".

Ada sembilan cita-cita seorang jamaah Masjid. Pertama, keselamatan dalam (akidah) agama. Maksudnya, adalah beragama dengan selamat. Yaitu tidak sesat dalam beragama. Bagaimanakah caranya agar selamat dan tidak sesat dalam beragama. Syekh Nawawi, di dalam kitab Tafsirnya, Marah Labid Fi Tafsiril Quranil Majid memberikan cara untuk membedakan haq dan yang bathil adalah dengan cara mempelajari ilmu syariat Islam. Dengan syariat yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, insya Allah, seorang muslim akan selamat dari kesamaran antara yang haq dan yang bathil. Ia dapat membedakan mana ajakan syetan dan mana yang bukan. 

PKS Piyungan Taubat

Tentu saja, memahami syariat ini harus dibimbing oleh seorang guru. Sebagaimana para sahabat memahami Al-Qur’an dan sunnah langsung dari baginda Rasulullah SAW. Di zaman sekarang, memahami Al-Qur’an dan Sunnah harus dibimbing oleh para ulama yang bersanad dan bersambung ilmunya dengan Baginda Rasulullah SAW sehingga keilmuannya dapat dipertanggungjawabkan. Pengurus Masjid oleh karena itu, harus membimbing jamaahnya dengan mengadakan majelis ilmu di bawah bimbingan para ulama dengan kategori di atas.

Cita-cita kedua, adalah afiyatan fil jasad. Kesejahteraan jasmani. Cita-cita jamaah masjid ini juga harus difasilitasi oleh pengurus Masjid dengan program-program yang dapat memakmurkan masyarakat/jamaah masjid. Tidak hanya Masjid yang dimakmurkan. Tapi juga, para jamaahnya pun harus dimakmurkan kesejahteraannya. Dengan program-program ekonomi tentunya. Islam telah mempunyai konsep Zakat sebagai sarana pemakmuran dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Zakat jika dikelola dengan baik insya Allah dapat memakmurkan jamaah masjid. 

Cita-cita ketiga, adalah ziyadatan fil ilmi. Ilmu yang bertambah. Pengurus Masjid harus memperhatikan harapan jamaah masjid seperti ini. Bertanggung jawab untuk meningkatkan wawasan keilmuan para jamaah. Apalagi, amal ibadah yang tidak disertai dengan proses belajar ilmu, sulit diharapkan akan diterima Allah SWT, kalau tidak ingin dikatakan tidak akan diterima sama sekali. Syekh Ibnu Ruslan dalam kitabnya Matan Zubad, mengatakan, wa kullu man bighoiri ilmin yamalu, amaluhu marduudatun la tuqbalu. "Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amaliyahnya ditolak tidak diterima". Pengurus Masjid selain membuka pengajian umum melalui Majelis Talim, kiranya juga dapat membuka Madrasah Diniyah dan institusi pendidikan lainnya untuk memenuhi kebutuhan jamaahnya terhadap ilmu.

Cita-cita keempat, adalah barakatan firrizki. Keberkahan rizki. Cita-cita ini dapat diwujudkan Masjid dalam bentuk motivasi untuk selalu mencari rizki yang berkah dan maupun penyediaan sarana-sarana usaha perekonomian yang halal untuk menampung kebutuhan jamaah. Bisa dalam bentuk mengadakan koperasi jamaah Masjid maupun sarana-sarana lainnya. 

PKS Piyungan Taubat

Cita-cita kelima, sampai dengan kesembilan berhubungan dengan urusan kematian dan sesudah kematian. Taubat sebelum wafat, rahmat ketika wafat, ampunan setelah wafat, selamat dari api neraka dan dimaafkan Allah SWT di yaumul hisab (hari perhitungan/hari kiamat) nanti. Intinya, bagaimana jamaah dapat husnul khotimah (merasakan akhir yang baik) dalam kehidupannya. Yaitu dengan istiqomah (konsisten) dalam ajaran Islam dan kehidupan yang baik. Fasilitas untuk hal ini, masjid dapat membentuk kelompok dzikir masjid yang membimbing jamaah untuk selalu istiqamah mengingat Allah SWT di setiap saat dan pengelolaan jenazah yang tepat dan sesuai dengan ajaran Islam.

Semoga semua cita-cita dan doa jamaah ini dikabulkan dan di-ijabah oleh Allah SWT melalui sebab-sebab yang diusahakan oleh para pengurus (tamir) Masjid. Amiin. 

Penulis adalah pengurus Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) PCNU Kota Depok

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Budaya, Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Selasa, 15 Agustus 2017

Bersama Warga, Bagana GP Ansor Atasi Banjir di Patrang

Jember, PKS Piyungan Taubat?



Tim Bagana Gerakan Pemuda Ansor Jember, Jawa Timur bersama warga, bergotong-royong mengatasi datangnya banjir akibat meluapnya air sungai di Jl. Nusa Indah Gang. V-B Kreongan Patrang.

Hujan deras yang mengguyur di beberapa wilayah Kabupaten Jember Senin siang (23/1), khususnya di Kecamatan Patrang, sebagaimana siaran pers Ansor Cyber Jember, mengakibatkan naiknya debit aliran air sungai sehingga meluber ke wilayah perumahan warga.

Bersama Warga, Bagana GP Ansor Atasi Banjir di Patrang (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Warga, Bagana GP Ansor Atasi Banjir di Patrang (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Warga, Bagana GP Ansor Atasi Banjir di Patrang

Aksi kerja bakti tersebut dipimpin Ketua Bagana Cabang Jember Muhammad Lefand. Turut hadir di lokasi dan berjibaku dalam genangan air dan lumpur Sekretaris PC GP Ansor Jember H. Kholidi Zaini, Kasetma Banser M. Sholeh Huddin serta Kepala Biro Logistik Moh Rasyidi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Tim Bagana juga bergerak melanjutkan aksinya di Jl. Mawar Gg. XI Lingkungan Bromo Kreongan Jember. Bersama masyarakat, mereka bahu-membahu membersihkan material lumpur dan sampah akibat dampak banjir tersebut.

Kesadaran untuk membersihkan lingkungan merupakan salah satu bentuk antisipasi sebelum dan sesudah terjadinya banjir pada saat musim penghujan. Sehingga sikap siap dan siaga dalam mengantisipasi bencana dan menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. (Red: Abdullah Alawi)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, AlaSantri, Pertandingan PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Minggu, 13 Agustus 2017

Nikmat Iman dan Islam

Mungkin pernah terbetik di dalam benak kita, kenapa kita yang seorang muslim hidupnya jauh lebih sengsara, ketimbang mereka yang hidup di dalam kekafiran. Padahal seorang muslim hidup di atas keta’atan menyembah Allah ta’ala, sedangkan orang kafir hidup di atas kekufuran kepada Allah. Berikut ini adalah riwayat mengenai Sahabat Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Kisah berikut termuat dalam kitab Tafsir Surat Yasin karya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah.  Suatu hari ‘Umar mendatangi rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliau sedang tidur di atas dipan yang terbuat dari serat, sehingga terbentuklah bekas dipan tersebut di lambung beliau.

Tatkala ‘Umar melihat hal itu, maka ia pun menangis. Nabi yang melihat ‘Umar menangis kemudian bertanya, “Apa yang engkau tangisi wahai ‘Umar?” ‘Umar menjawab, “Sesungguhnya bangsa Persia dan Roma diberikan nikmat dengan nikmat dunia yang sangat banyak, sedangkan engkau dalam keadaan seperti ini?”

Nikmat Iman dan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Nikmat Iman dan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Nikmat Iman dan Islam

Nabi pun mengatakan, “Wahai ‘Umar, sesungguhnya mereka adalah kaum yang Allah segerakan kenikmatan di kehidupan dunia mereka.”

Di dalam hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir disegerakan nikmatnya oleh Allah di dunia, dan boleh jadi itu adalah istidraj dari Allah. Namun apabila mereka mati kelak, sungguh adzab yang Allah berikan sangatlah pedih. Dan adzab itu semakin bertambah tatkala mereka terus berada di dalam kedurhakaan kepada Allah ta’ala. Maka sungguh Allah telah memberikan kenikmatan yang banyak kepada kita, dan kita lupa akan hal itu, kenikmatan itu adalah kenikmatan Islam dan Iman.

Sungguh kenikmatan di dunia, tidaklah bernilai secuil pun dibanding kenikmatan di akhirat.

PKS Piyungan Taubat

Mari kita bandingkan antara dunia dan akhirat, dengan membaca sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Demi Allah! Tidaklah dunia itu dibandingkan dengan akhirat, kecuali seperti salah seorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke lautan. Maka perhatikanlah jari tersebut kembali membawa apa?” (HR. Muslim)

Lihatlah, dunia itu jika dibandingkan dengan akhirat hanya Nabi misalkan dengan seseorang yang mencelupkan jarinya ke lautan, kemudian ia menarik jarinya. Perhatikanlah, apa yang ia dapatkan dari celupan tersebut. Jari yang begitu kecil dibandingkan dengan lautan yang begitu luas, mungkin  hanya beberapa tetes saja. Hadits di atas juga menunjukkan bahwa perhatiannya ‘Umar kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau tidak tega, hingga menangis melihat kondisi Nabi yang terlihat susah, sedangkan orang-orang kafir hidup di dalam kenikmatan dunia.

PKS Piyungan Taubat

Sebagai penutup tulisan ini, akan saya petikkan kisah seorang hakim dari Mesir, beliau adalah Al-Hafizh Ibnu Hajr. Suatu hari Ibnu Hajr melewati seorang Yahudi yang menjual minyak zaitun, yang berpakaian kotor, dan Ibnu Hajr sedang menaiki kereta yang ditarik oleh kuda-kuda, yang dikawal oleh para penjaga di sisi kanan dan kiri kereta. Kemudian Yahudi tersebut menghentikan kereta beliau dan berkata, “Sesungguhnya Nabi kalian telah bersabda, ‘Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan Surga bagi orang kafir. Engkau adalah Hakim Agung Mesir. Engkau dengan rombongan pengawal seperti ini, penuh dengan kenikmatan, sementara aku di dalam penderitaan dan kesengsaraan.”

Ibnu Hajr rahimahullah menjawab, “Aku dengan nikmat dan kemewahan yang aku rasakan ini dibandingkan dengan kenikmatan di Surga adalah penjara. Ada pun engkau dengan kesengsaraan yang engkau rasakan, dibandingkan dengan adzab yang akan engkau rasakan di Neraka dalah Surga. Orang Yahudi itu lalu berkata, “Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah.” Masuk Islam lah orang Yahudi tersebut.

 

Firdaus Maulana, Mahasiswa University of Zitouna, Tunisia

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Amalan PKS Piyungan Taubat

Kamis, 10 Agustus 2017

Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan "Plus-Plus"

Waykanan, PKS Piyungan Taubat. Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung mendapat apresiasi positif dari peserta yang berasal dari tiga kecamatan dan empat sekolah di daerah tersebut sehubungan memberikan wawasan lebih, ujar sejumlah peserta di Blambangan Umpu, Senin (1/6).

Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan Plus-Plus (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan Plus-Plus (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan "Plus-Plus"

"Kegiatan ini membuat pola pikir kami menjadi optimistis. Sanlat BPUN memberikan wawasan plus-plus bagi saya. Saya tidak ragu lagi mengkampanyekan pentingnya kegiatan luar biasa ini bagi adik-adik kelas saya," ujar Diduri Sri Faridah, peserta dari SMAN 1 Blambangan Umpu.

Sanlat BPUN Waykanan dihelat di Pesantren Tahfidzul Quran 18 Mei hingga 1 Juni 2015. 9 hingga 17 Mei, 27 peserta belajar mandiri setelah mendapatkan modul dari penyelenggara. Namun saat karantina mulai berlangsung, sejumlah peserta mengundurkan diri sehingga diikuti 14 peserta.

PKS Piyungan Taubat

"Program ini gratis, tanpa dipungut biaya. Tahun depan, kami siap berpartisipasi mencarikan donatur untuk terselenggaranya BPUN di Waykanan sehingga bisa diikuti adik-adik kelas kami," ujar Ayu Sri Ningsih, Siti Husnul Khotimah, Eis Novia, Nindya Fela Roza dan Frastika dari SMAN 1 Blambangan Umpu.

Sejumlah peserta mengaku jarang melakukan sholat wajib di rumah masing-masing. Tapi saat mengikuti Sanlat BPUN, setiap peserta harus mengikuti sholat rawatib berikut tahajud dan dhuha, terkecuali bagi perempuan yang sedang berhalangan.

PKS Piyungan Taubat

"Ini salah satu nilai lebih Sanlat BPUN. Ibadah kami ditempa, bahkan setiap malam Jumat diwajibkan untuk Yasinan," papar Ayu menambahkan. Selain ibadah, Ayu juga mengaku mendapat lecutan semangat dari sejumlah narasumber yang dihadirkan. Salah satu diantaranya, Sekretaris PAC GP Ansor Baradatu Very Triyono.

Very merupakan mahasiswa STAI Maarif Baradatu, Waykanan. Very yang membiayai kuliahnya sendiri dengan berdagang telur puyuh hingga sabun mandi bercita-cita melanjutkan kuliah hingga strata 2.

"Sahabat Very membuat kami mempunyai semangat untuk tidak takut berwirausaha. Kami semakin optimistis melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi," ujar Diduri Sri Faridah lagi.

Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto menambahkan, kualitas peserta Sanlat BPUN Waykanan 2015, dari pola pikir dan ibadah insyaallah mengalami kenaikan.

"Ibadah yang diajarkan selama Sanlat BPUN harus dilanjutkan dan dilakukan di rumah. Santri BPUN Waykanan harus menjadi satu lilin yang bisa menerangi seribu lilin. Memberikan ilmu bermanfaat akan terus dicatat sebagai amal ibadah. Santri BPUN Waykanan 2015 harus mempunyai saham untuk masuk surga dengan tidak ragu dan malu berbagi untuk sesama," ujar Gatot.

Sanlat BPUN Waykanan diikuti peserta dari empat sekolah, yakni SMAN 1 Blambangan Umpu, SMAN 2 Blambangan Umpu, SMAN 1 Baradatu dan SMAN 2 Gununglabuhan. Berdasarkan hasil musyawarah peserta, Disisi Saidi Fatah dari SMAN 1 Blambangan Umpu dipilih menjadi Ketua Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015, lalu Sekretaris Dicky Afrizal dari SMAN 2 Gununglabuhan dan ? Bendahara Diduri Sri Faridah dari SMAN 1 Blambangan Umpu. Adapun koordinator bidang studi IPA dipercayakan kepada Suryaningsih dan IPS dipercayakan kepada Siti Husnul Khotimah, keduanya dari SMAN 1 Blambangan Umpu.? ? ? ?

Bendahara PC GP Ansor Waykanan Abdullah Candra Kurniawan menyerahkan piagam keapada perwakilan peserta Sanlat BPUN Waykanan 2015 Ocha Sindy Octa Vintika dari SMAN2 Blambangan Umpu disaksikan Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto dan Pengasuh pesantren Tahfidzul Quran Ustad Ahmad Jasmani. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Kajian, Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Kamis, 27 Juli 2017

CBP-KKP Kudus Baksos Bersih Desa

Kudus,  PKS Piyungan Taubat. Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda, Dewan Koordinator cabang Corp brigade Pembanguan - Korp Kepanduan Putri (DKC CBP-KKP) IPNU-IPPNU kabupaten Kudus mengadakan Bakti sosial bersih desa di sepanjang desa Loram Jati, Ahad (28/10). Kegiatan yang bertema gerakan bersih desa dan latihan gabungan (latgab) ini diikuti 102 anggota CBP dan KKP. 

Komandan CBP IPNU Kudus Khoirul Anam mengatakan kegiatan ini merupakan latihan simulai penanggungan bencana serta simulasi pertolongan pertama bagi anggota CBP dan KKP. Tujuannya membersihkan lingkungan untuk antisipasi pencegahan penyakit maupun banjir.

CBP-KKP Kudus Baksos Bersih Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
CBP-KKP Kudus Baksos Bersih Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

CBP-KKP Kudus Baksos Bersih Desa

"Begitu pula, memmberikan pemahaman dan ketrampilan bagaimana menanggulangi bencana banjir maupun kebakaran dan cara pertolongan pertama," ujarnya kepada PKS Piyungan Taubat.

PKS Piyungan Taubat

Anam menungkapkan gerakan bersih desa ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tenatang perlunya pengetahuan dalam menanggulangi bencana yang datang secara tiba-tiba.

PKS Piyungan Taubat

"Gerakan ini akan dilakukan di sembilan kecamatan dengan masing-masing satu desa. Kita jadwalkan mulai 28 Oktober hingga 17 pebuari mendatang," terangnya.

Ketua PC IPNU Kudus Dwi Saifullah mengatakan kegiatan bersih desa ini  perlu mengadakan bekerja sama dengan masyarakat agar tercipta kembali budaya gotong royong ynag mulai luntur, "Begitu pula kegiatan ini untuk mencegah secara dini adanya bencana banjir yang sering melanda di desa ini,"katanya saat membuka acara.

Ia menegaskan CBP dan KKP tetap menjadi pasukan terdepan di IPNU-IPPNU yang mempunyai ketrampilan keilmuan beragam. "Kami berharap rekan-reaknita selalu semangat dalam belajar dan berjuang untuk kepentingan masyarakat," tandas Dwi.

Dalam acara ini, anggota CBP dan KKP juga digembleng pelatihan dan ketrampilan simulasi penanganan bencana seperti penanganan korban banjir, kebakaran. Termasuk pula praktek teori yang telah diajarkan dalam pelatihan-pelatihan sebelumnya.

Dalam pantauan PKS Piyungan Taubat, peserta sangat antusias mengikuti kegiatan mulai awal hingga akhir. Bahkan dengan penuh suka cita, mereka bisa bergotong royong dengan masyarakat sekitar dalam bakti sosial bersih desa ini.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Habib, Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Rabu, 26 Juli 2017

Kurban Media Mengasah Kesalehan Sosial

Bogor, PKS Piyungan Taubat. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor Ifan Haryanto mengatakan, kurban dimaksudkan untuk napak tilas tentang keteladanan, ketulusan hati, dan ketakwaan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Kurban Media Mengasah Kesalehan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban Media Mengasah Kesalehan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban Media Mengasah Kesalehan Sosial

"Ritual kurban yg dilakukan oleh umat Muslim dalam peringatan Hari Raya Idul Adha bisa juga dimanfaatkan sebagai media untuk mengasah kesalehan sosial," kata Ifan usai menyerahkan hewan kurban Lazisnu Kota Bogor di kawasan Lapangan Sempit Bogor, Jumat (1/9).

Ia menyatakan, segala sesuatu yang dimiliki oleh manusia di dunia ini adalah merupakan titipan dari Allah. Oleh karena itu, orang yang dmendapatkan titipan lebih banyak hendaknya berbagi dengan mereka yang kurang mampu.

PKS Piyungan Taubat

"Sudah selayaknya dalam konteks kehidupan sosial kita (yang mampu) mesti ikhlas berbagi dengan kaum yang kurang mampu dan kurang beruntung," ucapnya.

Turut mendampingi Ifan, Ketua Lazisnu Kota Bogor Zimamul Adli dan segenap Pengurus Lazisnu Kota Bogor serta Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) IPB.

Lazisnu Kota Bogor setiap tahunnya rutin menyalurkan hewan kurban ke daerah yang masyarakatnya dianggap kurang mampu. Selain kegiatan kurban, Lazisnu dan PCNU Kota Bogor juga banyak melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan yang ditujukan untuk masyarakat umum seperti santunan fakir miskin, pemberian beasiswa kepada siswa yang kurang mampu, layanan dakwah dan keagamaan, serta kegiatan lainnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Budaya PKS Piyungan Taubat

Minggu, 23 Juli 2017

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Dalam rangka memperingati tahun ketiga kepulangan mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), keluarga Almarhum menggelar acara doa bersama di kediaman Ciganjur, Ahad malam (30/12). Sebelum acara puncak doa bersama, dari pagi keluarga juga menggelar acara khataman Al-Quran yang melibatkan mahasiswa penghafal Al-Quran (huffadh) dari Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta dan santri Pesantren Ciganjur.

Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jakarta dan sekitarnya turut menhadiri acara tahlil, istighotsah dan doa bersama ini. Para jamaah hadir atas inisiatif sendiri tanpa dikoordinasi oleh panitia.

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur

Seluruh anak, menantu dan cucu-cucu Gus Dur lengkap turut ambil bagian dalam acara ini. Turut hadir pula dalam acara ini, keluargah besar Wahid Hasyim seperti adik-adik dan keponakan-keponakan Gus Dur, antara lain Aisyah Hamid Baidlowi, Lily Wahid dan lain-lain.

PKS Piyungan Taubat

Para tamu undangan yang hadir dalam acara doa bersama ini antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfudh MD, Wakil Menteri Agama Nazaruddin Umar, Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Persatuan Nasional (2000-2001) Luhut Binsar Panjaitan, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia Bhikku Dhammasubo Mahathera, Pembimbing Frather Xaverian Romo Mateo dan lain-lain.

PKS Piyungan Taubat

"Acara ini memang sebenarnya dimaksudkan untuk kalangan terbatas saja. Beberapa tamu undangan dan masyarakat sekitar saja. Tapi Alhamdulillah ternyata antusias masyarakat melebihi yang kami perkitakan," tutur Ibu Nyai Hj. Shinta Nuriyah isteri Almarhum Gus Dur kepada PKS Piyungan Taubat, usai acara.

Sementara itu dalam testimoninya, Mahfudh MD menyatakan, Gus Dur adalah sosok yang terbukti bersih secara hukum. Baik persidangan karena kasus Bulog maupun hibah dana dari sultan Brunei.?

"Dalam kedua persidangan hukum kedua kasus tersebut, pengadilan telah menyatakan bahw Gus Dur tidak terlibat. Sementara orang-orang yang terlibat dalam Buloggate telah divonis masing-masing empat tahun," tandas Mahfudh.

Penulis : Syaifullah Amin?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Tokoh, Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock