Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Songsong Konfercab NU, Banom Gelar Pengobatan Gratis

Jombang, PKS Piyungan Taubat. GP Ansor bersama badan otonom NU lainnya terlihat kompak menggelar pengobatan gratis. Pengobatan gratis digelar dalam rangka mnyongsong Konferensi cabang NU Jombang disambut ratusan warga NU dari berbagai pelosok desa.

Kegiatan Banom NU yang melibatkan Fatayat NU, IPNU- IPPNU, PMII, RSNU juga menggandeng Ikatan Naturopatis Indonesia Dewan Pengurus Daerah Jawa Timur (IKNI DPD Jatim)  Buddhist Education Centre(BEC), Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok(PPIT), Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) Jombang, Perhimpunan Indonesia Tionghoa Jombang, di gelar di Halaman Stikes Annajiah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. 

Songsong Konfercab NU, Banom Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Konfercab NU, Banom Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong Konfercab NU, Banom Gelar Pengobatan Gratis

”Kegiatan ini digelar menyongsong gawe Konfercab NU, disamping untuk membantu masyarakat yang butuh pengobatan melalui pijat tradisional,” ujar Dahril Kamal, ketua panitia pelaksana membeberkan.

PKS Piyungan Taubat

Pengobatan yang diberikan, lanjut Gus Aril biasa dipanggil, salah satunya adalah pijet taero (tulang), pijet elektrik (Diambo), pijet refleksi, pijat akupuntur (tusuk jarum). Yang diikuti tidak kurang sekitar 500 warga NU dari pelosok desa.

PKS Piyungan Taubat

”Sejak pagi mereka sudah mengantri, antusias warga mengikuti pengobatan tradisional ini sangat besar,” tandasnya.

Disamping pengobatan dengan metode Traditional Chinese Medicine (TCM) nampak ratusan warga antusias mencoba pijak refleksi, tusuk jarum serta Aero. ”Rasanya cukup bugar usai dipijat tulang,” ujar Fathul hidayat salah satu warga asal Kesamben usai menikmati pijatan.

Sementara itu, Ketua PC Ansor Jombang Sholahul ’Am Notobuwono mengatakan melihat antusias warga, kegiatan sosial ini rencananya akan dilakukan kembali. 

”Ini atas kerjasama temen temen Tionghoa yang juga peduli terhadap warga yang membutuhkan pengobatan, doakan kita bisa kembali bisa menggelar lagi,” ujarnya.

Disamping pengobatan secara tradisional, pihaknya lanjut salah satu pengasuh PP Bahrul Ulum ini menambahkan, sebenanrnya juga menggandeng Ikatan Dokter dan RSNU. ”Semuanya kita libatkan untuk membantu masyarakat, tadi juga ada donor darah yang ditangani PMI, pesertanya juga cukup banyak,” pungkasnya.

 Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Cerita PKS Piyungan Taubat

Kamis, 15 Februari 2018

Laporkan Kejahatan Korupsi, Fatayat NU Jember Merawat Nasionalisme

Jember, PKS Piyungan Taubat. Hj Erma Fatmawati mendorong Fatayat NU Jember untuk terus melakukan penguatan paham Aswaja NU di masyarakat. Dengan cinta tanah air, kader Fatayat NU Jember memperkecil pintu masuk paham-paham radikal dan kejahatan korupsi.

Laporkan Kejahatan Korupsi, Fatayat NU Jember Merawat Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Laporkan Kejahatan Korupsi, Fatayat NU Jember Merawat Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Laporkan Kejahatan Korupsi, Fatayat NU Jember Merawat Nasionalisme

“Sejak zaman Belanda, NU telah menunjukkan sikap nasionalismenya yang tinggi, dan sampai kapanpun harus tetap dipertahankan,” kata Hj Erma di hadapan 45 peserta Latihan Kader Dasar Fatayat NU di aula PCNU Jember, Sabtu (20/9).

Ia juga mengajak anggota Fatayat NU untuk menjadi pioner dalam menjaga nasionalisme dengan memperluas wawasan kebangsaan dan menghayati nilai-nilai Islam.

PKS Piyungan Taubat

Di dalam Islam sudah jelas, mencintai  tanah air adalah sebagian dari iman. "Fatayat adalah bagian dari NU. Mari bekerja dengan benar, laporkan kejahatan korupsi, itu sudah termasuk menjaga nasionalisme," ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Ketua Fatayat NU Jember Rahmah Saidah menegaskan pentingnya kader NU untuk  memperluas wawasan, terutama terkait dengan NU dan kebangsaan.

"Yang juga penting kita sikapi adalah pasar bebas Asia tahun depan. Kita berharap anggota muslimat juga tahu dan paham soal itu," ujar Rahmah. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tegal, Santri PKS Piyungan Taubat

Senin, 12 Februari 2018

Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko

Maroko, PKS Piyungan Taubat. Kiai NU yang mewakili Indonesia, Ahmad Najib Afandi berhasil meraih penghargaan penulisan makalah terbaik dalam The International Academic Center of ? Sufi and Aesthetic Studies (IACSAS) yang berlangsung di kota Fes, Maroko, (9-12/5).?

Pengasuh Pesantren asy- Syafiiyyah, Kedungwungu Krangkeng Indramayu Jawa Barat itu, menerima penghargaan dari Direktur IACSAS, Syeikh Dr Aziz ? al-Chubaeti, usai memaparkan makalah berjudul "Pengaruh Tasawuf ? Maroko terhadap Interaksi Sosial Masyarakat Indonesia" di hadapan perwakilan dari 40 negara.

Gus Najib, demikian akrab disapa, berhasil membentangkan data pengaruh tasawuf Maroko terhadap keberagamaan di Indonesia.

Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko

"Diantara bukti persambungan antara tasawuf Indonesia dengan tasawuf Maroko –yang selama ini sering dilupakan--baik melalui hubungan guru dan murid dan hubungan budaya, juga faktor lainnya. Ibrahim Harakat dalam bukunya Pengantar Sejarah Ilmu di Maroko, bahwa setelah berdirinya Maroko di wilayah Afrika yang subur dengan ulamanya telah membuka akses mereka untuk ekspansi ke Timur (masyriq) untuk berdakwah dengan membawa karya-karya monumentalnya sehingga tersebarlah mereka di wilayah Timur sampai memiliki banyak murid," tutur mantan wakil sekretaris Pengurus Pusat Maarif ? NU itu.

Dengan data tersebut, Gus Najib meyakini bahwa perjalanan ulama-ulama Maroko sampai ke Jawa setelah pertemuan mereka dengan orang Jawa di Tanah Suci, Mekah. Hal itu, katanya, dapat dibuktikan dengan banyaknya ulama yang dimakamkan di Jawa dengan nama Syeikh al-Maghribi.

PKS Piyungan Taubat

Sementara, bukti adanya hubungan intelektual secara langsung dengan ulama Maroko adalah banyaknya pelajar Indonesia yang pernah berguru kepada ulama Maroko, seperti Syeikh Abdul Hadi (Abad IX) dari kerajaan Buton yang berguru kepada Syeikh Said al Maghribi, Syeikh Muhamad ? Nafis Al-Banjari (1710-1812 M) murid dari Syeikh Abdurahman bin Abdul Aziz al Maghribi ketika di Makkah, yang pendapatnya banyak dipakai oleh Syeikh Ihsan Jampes Kediri dalam karya fenomenalnya Sirajuttalibin.

Gus Najib memaparkan, sisi lain yang jelas menjadi bukti persambungan dan pengaruh tasawuf ? Maroko di Indonesia adalah karya para sufi ? Maroko, seperti, Asyifa karya Qadi Iyad, Dalail Khaerat karya Syeikh al-Jazuli, Jawahirul Maani dan Shalawat al-Fatih karya Syeikh Attijani.

"Selanjutnya banyak tarekat yang didirikan oleh ulama Maroko, kini besar di Indonesia, seperti As-Sadziliyah, At-tijaniyah, Al-Ahmadiyah (Ahmad bin Idris al - Maghribi (1760-1837 M)," kata Gus Najib.

Tasawuf Indonesia sebenarnya memiliki persambungan dengan banyak negara. Kurdi melalui Syeikh Amin al-Kurdi dengan kitabnya Tanwirul Qulub. India melalui karya Syeikh Burhanpuri dengan karyanya Tuhfat Al Mursalah yang menjadi referensi awal lahirnya tasawuf ? falsafi di Indonesia.

“Demikian juga dengan Persia melalui kitab "Syuab Al-Iman" karya al-Mulaibari yang dikomentari oleh Syeikh Nawawi Banten dengan nama Qamiut Tughyan,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Namun, dari sekian sumber tasawuf Indonesia itu, semuanya memiliki validitas referensi yang menjamin ke-sunah-an tasawuf Indonesia. Dengan sumber-sumber yang Islam natural itu, semestinya sudah menjamin segala praktik tasawuf dan tarekat di Indonesia tidak akan menyimpang dari syariat dan akidah. "Dan, dengan keragaman sumber itu pula, seharusnya menjadikan kuatnya kebhinekaan tasawuf dan Islam Indonesia," tegasnya.

"Bukti lain yang menguatkan adanya hubungan Islam Indonesia dengan Maroko, adanya persamaan ornamen ukiran kayu (yang kaya warna) di atap di sejumlah masjid di Maroko dengan yang ada di bangunan warisan budaya Indonesia, seperti, Masjid Sunan Gunung Jati dan Masjid Said Naum, Kebon Kacang, Jakarta. Juga lainnya," pungkas pria yang juga rektor Sekolah Tinggi Islam al-Hikmah Brebes itu. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja

Bagi mayoritas kalangan muda NU, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok yang paling inspiratif sekaligus memberikan energi yang luar biasa untuk berproses pada dunia yang mereka pilih di kemudian hari.

Saya termasuk pengagum berat beliau. Kekaguman tersebut diawali oleh perkenalan nama beliau yang seringkali di diskusikan oleh almarhum ayah saya, M. Ichsan, ketika saya baru akan lulus SD.

Sebagai kiai kampung dan aktivis NU tingkat desa di Blora, rumah kami hampir tiap malam selalu kedatangan orang-orang yang berbincang hingga tengah malam. Masih terlalu kecil bagi saya untuk mengikuti pembicaraan mereka. Namun dari obrolan malam ke malam tersebut, selalu ada satu nama yang disebut, Gus Dur. Ritual obrolan para aktivis kampung tersebut berlanjut hingga saya SMA.

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja

Belakangan, setelah ayah saya meninggal, saya baru sadar bahwa yang mereka bicarakan adalah seputar pergerakan kritik melawan Orde Baru. Saya mengetahuinya dari arsip yang ditinggalkan ayah, di situ ada tulisan-tulisan opini Gus Dur di beberapa media, termasuk Tempo. Sebagian besar dalam bentuk fotocopy.

PKS Piyungan Taubat

Juga ada beberapa coretan tangan, seperti penanda kode diskusi. Arsip tersebut sekaligus menjawab rasa ingin tahu saya di masa kecil perihal ayah saya, M. Ichsan, yang bolak-balik berurusan dengan aparat ABRI, Koramil, Korem, dan Kodim.

PKS Piyungan Taubat

Sebagai PNS rendahan, tentu sangat riskan bagi ayah saya untuk menunjukkan sikap oposan terhadap Orba. Tapi sikap tersebut dipilih secara sadar, karena sebagai ta’dzim kepada pimpinan. Sikap kepatuhan seorang ketua MWC NU terhadap ketua umum PBNU. Bukan saja dipilih secara sadar, bahkan melibatkan kiai-kiai langgar dan pemuda desa untuk mendukung pilihan yang diambil oleh pimpinan besar—oposan atas Orba!

Risikonya, ayah tak kunjung naik pangkat, hampir dipecat, rumah dilempar molotov, hingga suatu ketika kami sekeluarga pergi ke luar kota, lalu sepulangnya kami mendapati rumah kami sudah berganti cat berwarna kuning.

Perkenalan saya dengan sosok Gus Dur berlanjut secara intensif ketika saya kuliah di Jogja, melalui tulisan-tulisan beliau tentunya. Ada satu konsistensi yang tidak pernah pudar dari sosok KH Aburahman Wahid tersebut. Yakni, pembelaannya terhadap hak-hak kaum minoritas dan lemah secara politik. Perlawanan terhadap hegemoni Orde baru beliau lakukan ketika tidak banyak orang berani memulainya.

Saat itu, jangan pernah berharap bisa memiliki karir yang bagus di birokrasi atau swasta bila mengaku sebagai orang NU. Ini salah satu dampak opisisi Gus Dur terhadap Soeharto di saat belum ada tokoh publik sentral berani melakukannya.

Sikap oposan Gus Dur tersebut menghalangi peluang anak muda NU untuk meniti profesi di pemerintahan. Tetapi, perlu dicatat, langkah tersebut menjadi pemantik reproduksi kader yang paling massif dalam sejarah perjalanan NU, bahkan mungkin belum ada satu pun ormas yang mengalaminya.

Mulai saat itu, anak-anak muda NU aktif di dunia pergerakan. Bahkan dunia LSM saat itu penuh riuh dengan anak-anak muda NU. Tentu ini pergerakan sosial besar yang tidak bisa dilepaskan dari sosok Gus Dur.

Sosok Gus Dur seperti hadir dalam setiap perjalanan hidup saya, dari masa kecil, hidup di dunia pergerakan kampus, hingga suatu ketika saya akhirnya benar-benar bertemu langsung dengan beliau.

Saat itu tahun 2004, untuk keperluan melamar beasiswa S2 saya menyengajakan diri sowan Gus Dur ke PBNU. Saya minta restu, tapi beliau malah mentertawakan saya. “Kalau minta restu, kamu salah alamat. Lebih baik datang ke kiai-kiai kampung yang lebih sholeh. Kalau datang ke saya itu untuk minta rekomendasi saja,” kata Gus Dur.

Tentu saja ini sangat mengejutkan saya. Sebagai orang biasa dan bukan darah biru pesantren atau grade pertama NU, tentu saya tidak akan berani untuk minta rekomendasi tertulis dari Gus Dur. Tapi beliau malah menawarkan diri. Tidak itu saja, beliau juga langsung menelpon Pak Mahfud MD dan Pak Alw Shihab untuk menerima saya dan memberikan rekomendasi tertulis.

Luar biasa! Saya mendapatkan rekomendasi tertulis dari ketiga tokoh tersebut.

Ketika akhirnya saya bekerja di International Labour Organization (ILO), hingga sekarang, saya baru merasakan kehadiran Gus Dur di ‘dunia lain’, dunia yang selama ini tidak terlalu tampak di muka publik seperti pembelaan terhadap keyakinan minoritas. Gus Dur ternyata memiliki rekam jejak yang luar biasa terkait pembelaannya terhadap kelas pekerja/buruh! Pembelaan ini dilakukan Gus Dur secara konsisten jauh hari sebelum beliau menjadi Presiden RI hingga menjelang akhir hayat beliau.

Dalam catatan aktivis buruh Muchtar Pakpahan, misalnya, Abdurrahman Wahid menjadi salah satu tokoh sentral dalam pertemuan nasional aktivis buruh pada tahun 1992. Saat itu karena kebijakan penyeragaman dan kontrol Orde Baru, hanya ada satu organisasi buruh yang dibolehkan oleh pemerintah, yakni SPSI. Menjadi penjamin dan inisiator pertemuan di luar mainstream seperti itu tentu bukan perkara yang mudah bagi Gus Dur.

Menurut kesaksian Muchtar Pakpahan, arena pertemuan buruh tersebut sudah dikepung oleh tentara. Dari pembicaraan Handy Talky (HT) Muchtar mendengar inteljen melapor ke atasan bahwa “di dalam arena selalu ada gajah yang tak pergi-pergi.” Sosok tersebut adalah Gus Dur. Ternyata pertemuan tersebut tidak jadi dibubarkan dan melahirkan organisasi buruh baru, yakni SBSI.

Sejak saat itu Muchtar dan SBSI yang dipimpinnya dicap sebagai organisasi terlarang, diperlakukan seperti Orba memperlakukan PKI. Gus Dur seringkali memberikan perlindungan kepada aktivis-aktivis buruh yang dikejar-kejar aparat Orba saat itu. Bahkan, Muchtar Pakpahan seperti mendapat waktu khusus di PBNU karena setiap saat berdiskusi dan melaporkan perkembangan kepada Gus Dur yang saat itu menjadi Ketua Umum PBNU.

Perhatian Abdurrahman Wahid terhadap kelas pekerja tidak redup ketika ia berhasil menduduki kursi kepresidenan. Pada masa Gus Dur, setiap tahun gaji PNS mengalami kenaikan. Tidak hanya itu saja, Gus Dur juga menaikkan gaji guru hingga 150%. Saat itu guru merupakan PNS yang paling dipandang sebelah mata, karena gajinya paling kecil.

Kebijakan Gus Dur memberikan pijakan atas upaya profesionalisasi guru di masa kemudian. Saat ini bisa kita lihat, guru merupakan profesi yang menjanjikan semenjak ada kebijakan tunjangan profesi melalui sertifikasi guru. Guru yang tersertifikasi bisa bergaji lebih besar meski ia belum berstatus PNS.

Selanjutnya, Gus Dur sebenarnya layak disebut sebagai Bapak Jaminan Sosial Indonesia. Saat itu Indonesia terkenal sebagai salah satu dari sedikit negara di dunia yang tanpa jaminan sosial bagi warga negaranya.

Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara, Abdurrahman Wahid dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2000 mencetuskan perlunya bagi Indonesia untuk mengembangkan konsep Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Kini setelah 14 tahun berlalu, akhirnya rakyat Indonesia memiliki jaminan nasional dengan diberlakukannya UU BPJS per 1 Januari 2014.

Tentu ini merupakan salah warisan dari Gus Dur yang memberikan pondasi bagi perlindungan kesehatan yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. Bila dulu hanya orang-orang kaya saja yang memiliki jaminan sosial, sebentar lagi kelas buruh pun mendapatkan jaminan yang sama dari negara.

Gus Dur juga tercatat sebagai Presiden RI yang paling peduli terhadap nasib buruh migran atau lebih dikenal sebagai TKI. Gus Dur selalu menempatkan 1 nyawa warga negara yang terancam di luar negeri sebagai pertaruhan martabat bangsa.

Tahun 1999, ketika seorang TKI asal Bangkalan Madura mendapatkan ancaman hukuman mati di Arab Saudi, Gus Dur selaku Presiden RI turun tangan langsung dengan menulis surat resmi kepada Raja Arab Saudi untuk keringanan hukuman. Bahkan Gus Dur juga menelpon langsung Sang Raja. Akhirnya hukuman mati dibatalkan oleh Raja, diperingan dengan hukuman lainnya.

Pembelaan Gus Dur terhadap TKI tidak berhenti setelah beliau dilengserkan dari kursi kepresidenan. Beliau pernah menampung puluhan TKI yang dideportasi dari Malaysia dan tidak mendapatkan gaji. Bukan saja menampung mereka, Gus Dur bahkan melakukan lobi langsung untuk menyelesaikan gaji TKI yang tidak dibayar.

Pembelaan terhadap TKI dari ancaman hukuman mati juga pernah dilakukan oleh Gus Dur ketika seorang TKI asal Lombok Tengah, Adi bin Asnawi mendapat vonis hukuman gantung dari pengadilan Malaysia. Mendapatkan laporan dari keluarga Adi, Gus Dur langsung bertolak ke Malaysia untuk menemui langsung Perdana Menteri Malaysia saat itu, Abdullah Badawi, guna memperingan hukuman. Akhirnya Adi bisa menghirup udara tanah air pada tanggal 9 Januari 2010, satu minggu setelah Gus Dur wafat. Adi tidak sempat mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Gus Dur. ?

Satu hal lagi yang tidak banyak diketahui oleh publik adalah pembelaan Gus Dur terhadap hak-hak pekerja rumah tangga (PRT) atau lebih sering disebut sebagai pembantu tersebut. Seorang aktivis kawakan advokasi PRT, Lita Anggraini, pernah menuturkan kepada saya bahwa Gus Dur memberikan dukungan atas perjuangan PRT untuk mendapatkan pengakuan sebagai pekerja. Gus Dur bahkan menyumbang perangkat komputer kepada LSM tersebut ketika harga komputer masih belum terjangkau.

Pembelaan Gus Dur terhadap hak-hak PRT juga beliau tunjukkan secara langsung dengan datang ke kantor ILO Jakarta pada tahun 2005. Saat itu beliau datang untuk menegaskan betapa sentralnya peran PRT dalam bagi sektor ketenagakerjaan. Ironisnya PRT masih mengalami diskriminasi dan tidak diakui sebagai pekerja. Ini tentu sesuatu yang sangat berarti bagi PRT, di saat banyak aktivis sekaliber aktivis HAM sekalipun yang masih tidak terbuka terhadap pembelaan PRT, Gus Dur melakukan pembelaan secara konsisten.

Akhirul kalam, dari sekelumit jejak rekamnya tersebut, Gus Dur sebenarnya layak menyandang gelar sebagai Bapak Buruh Nasional, bukan saja tokoh pluralisme seperti yang kita kenal. Terima kasih Gus, semoga kami dapat mewarisi sedikit perjuanganmu. Hanya itu yang bisa kita lakukan, bukan?

IRHAM ALI SAIFUDDIN, adalah GUSDURian dan bekerja di ILO

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Meme Islam, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Kamis, 25 Januari 2018

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mendorong upaya rasionalisasi kurikulum 2013 yang tengah melewati uji publik. Upaya rasionalisasi kurikulum menjadi sebuah keniscayaan dalam menentukan arah pendidikan ke depan.

Demikisan disampaikan Farida Farichah, Ketua Umum PP IPPNU seusai mengikuti pengajian Tasawuf oleh bersama KH SAid Aqil Siroj di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/1) malam.

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru

Menurut Farida, rasionalisasi kurikulum berupa penyesuaian materi kurikulum dengan batas kemampuan dan kebutuhan para siswa. Sejumlah riset bisa dijadikan panduan untuk mengukur kesesuaian bobot materi ajar dengan kemampuan peserta didik.

PKS Piyungan Taubat

“Jangan sampai kurikulum menetapkan materi untuk tingkat SMP diberikan kepada tingkat SD; materi SMA diajarkan kepada siswa SMP,” tambahnya.

Perhatian terhadap bobot materi pelajaran, menjadi acuan utama dalam memperbaiki kurikulum pendidikan di Indonesia. Karena, sebuah kurikulum akan gagal ketika bobot materi yang tertuang dalam kurikulum tidak sebanding dengan kemampuan para siswa, imbuh Farida.

PKS Piyungan Taubat

Farida menyatakan, kurikulum bahkan sudah gagal di tengah jalan saat para siswa tertekan karena beban materi di luar kemampuan mereka. Dampaknya, mereka enggan masuk ke dalam kelas yang selanjutnya berpengaruh pada suasana dan keseriusan belajar.

Masalah bobot materi bahan ajar, laik menjadi perhatian dalam merumuskan kurikulum. Selain menekan para siswa, penerapan kurikulum dengan menuangkan bobot materi di luar kesanggupan siswa, akan menyulitkan para guru, tandas Farida.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Santri, News PKS Piyungan Taubat

Minggu, 21 Januari 2018

Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Polisi Israel dalam kondisi siaga tinggi untuk mencegah kemungkinan bentrokan Yahudi dan Muslim yang memperingati hari besar agama mereka, Yom Kippur dan Idul Adha, yang tumpang tindih tahun ini, seperti dilaporkan oleh al arabiya.?

Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi

Juru bicara Kepolisian Luba Samri mengatakan pasukan polisi dikerahkan di seluruh Israel. Ada minoritas besar Muslim di empat kota Israel penting: Yerusalem, kota kembar Tel Aviv Jaffa - Yafo dalam bahasa Ibrani - dan juga di Haifa dan Acre.?

Yom Kippur, hari suci Yudaisme, dimulai saat matahari terbenam Jumat dan berakhir pada Sabtu malam.?

PKS Piyungan Taubat

Idul Adha, liburan tiga hari yang dimulai Sabtu, adalah kesempatan untuk perayaan keluarga dan acara. Ini memperingati kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan anaknya sesuai dengan kehendak Allah. (mukafi niam)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Daerah, Santri PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah

Batam, PKS Piyungan Taubat. Tim kerja PBNU untuk pemberdayaan masyarakat desa mengizinkan para relawan pendamping desa yang dibentuk oleh NU direkrut oleh pemerintah. Meski demikian ditegaskan sejak awal pembentukan relawan NU di tiap ranting itu tidak terkait dengan program pemerintah.

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah

Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU yang juga ketua tim kerja PBNU untuk pemberdayaan masyarakat desa Yahya Ma’shum mengatakan, Surat Edaran PBNU kepada PCNU di kabupaten/kota untuk membentuk relawan pendamping desa di setiap pengurus ranting NU dirancang jauh sebelum Kementerian Desa dan PDT meluncurkan program pendamping desa.

Soal peristilahan yang mirip, menurut Yahya itu wajar saja. “Istilah ‘pendamping’ adalah nomenklatur umum, sudah lebih dulu digunakan oleh ormas dan LSM. Tapi yang membedakan kita dengan pemerintah yakni ada kata ‘relawan’nya,” kata Yahya di sesi akhir Rakernas V Lakpesdam NU di Batam, Kamis (16/4).

PKS Piyungan Taubat

Menurut Yahya, relawan desa bekerja secara swadaya dan mandiri. Tugas relawan pendamping desa yang dibentuk oleh NU adalah memberikan pendidikan dan informasi terkait dengan persoalan pembangunan, bukan hanya soal undang undang desa.

PKS Piyungan Taubat

“Relawan pendamping desa ini akan menginformasikan kepada warga NU melalui pranata sosial yang sudah ada di NU. Seperti melalui jamah tahlil, yasinan, diba’iyah, atau kelompok tani. Jadi kita tidak menggunakan pranata yang baru,” ujarnya.

“Kita juga akan melakukan advokasi bagaimana dana desa yang dialokasikan benar-benar memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat, yang diantaranya adalah warga NU,” tambahnya

Para peserta Rakernas dari berbagai daerah menanyakan, bagaimana jika relawan direkrut oleh pemerintah? Menurut Yahya, PBNU mengizinkan para relawan pendamping desa NU ikut bergabung menjadi relawan desa yang direkrut secara resmi oleh pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. “Malah bagus itu. Berarti performance kita diakui oleh pemerintah,” kata Yahya.

“Apa kita bisa ke sana (menjadi pendamping desa yang direkrut oleh pemerintah) itu terserah. Yang jelas program NU relawan pendamping desa NU ini tidak ada hubungannya dengan pemerintah,” tambahnya.

Dalam forum itu seorang peserta Rakernas dari Maluku menyampaikan pertanyaan dari daerah-daerah mengenai Surat Edaran PBNU yang mensyaratkan relawan pendamping desa NU harus memenuhi kualifikasi pendidikan S1.

“Sudah kita pikirkan masak-masak. Kenapa harus S1? Agar relawan pendamping desa kita ini mempunyai kepercayaan tinggi. Agar ita tidak direndahkan, kita equal. Kita ingin mendobrak stigma yang tidak menguntungkan kita,” kata Yahya. Para peserta Rakernas dalam kesempatan itu memastikan bahwa di tiap ranting NU telah mempunyai calon kader relasan pendamping desa yang telah menempuh pendidikan setingkat S1.

Sesi terakhir Rakernas V Lakpesdam di Batam memang secara khusus membahas mengenai desa, khususnya terkat dengan implementasi UU Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD). Salah satu narasumber Eman A. Rahman sebelumnya menjelaskan berbagai perkembangan terbaru terkait dana desa itu. Beberapa kelurahan, misalnya mengajukan diri untuk berubah status menjadi desa agar bisa mendapatkan dana desa itu. (A. Khoirul Anam)

?

Foto: Yahya Mashum memberikan penghargaan kepada PC dan PW Lakpesdam yang dinilai telah sukses melakukan program penembangan sumberdaya manusia dan kaderisasi NU.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Santri, Nasional PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Fatayat NU, Meneguhkan Keislaman dan Keindonesiaan

Jakarta,PKS Piyungan Taubat  

Fatayat NU, sebagai salah satu perangkat Nahdlatul Ulama, berkepentingan mengampanyekan karakter keislaman dan keindonesiaan sebagaimana yang dirumuskan organisasi yang didirikan para kiai tersebut.

Fatayat NU, Meneguhkan Keislaman dan Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU, Meneguhkan Keislaman dan Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU, Meneguhkan Keislaman dan Keindonesiaan

Ketua Umum PP Fatayat NU Ida Fauziyah mengatakan, untuk itu, pada peringatan Hari Lahir ke-63 ini, mengambil tema “Meneguhkan karakter keislaman dan Keindonesiaan”.

“Pemilihan tema ini merupakan refleksi dari berbagai persoalan kemasyarakat dan kebangsaan,” katanya pada pidato peringatan Harlah ke-63 yang diigelar PP Fatayat NU di gedung Langen Palikrama Pegadaian, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu, (24/4).

PKS Piyungan Taubat

Dengan tema ini, Fatayat NU ingin memberikan kontribusi bagi penyelesaian berbagai persoalan kemasayarakat dan kebangsaan.

Fatayat NU memandang berbagai persoalan seperti maraknya mafioso pangan dan ekonomi; korupsi yang terus terjadi, kekerasan, terorisme, penindasan dan pelanggaran HAM, penyalahgunaan narkoba, pornografi, hingga konflik sosial terjadi karena luruhnya karakter keislaman dan keindonesiaan.

PKS Piyungan Taubat

Oleh karena itu, bagi Fatayat NU, penyelesaian problem tersebut hanya mungkin bisa dilakukan dengan penanaman dan peneguhan karakter keislaman dan keindonesiaan.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua PBNU H. Slamet Effendi Yusuf, mantan Ketua Umum PP Fatayat NU periode 2000-2010 Maria Ulfa Ansor, dan salah seorang senior Fatayat NU Musdah Mulia. Hadir juga ratusan kader Fatayat.

Fatayat NU didirikan pada tanggal 24 April 1950 yang dirintis tiga serangkai, yaitu Murthasiyah, Khuzaimah Mansur, dan Aminah.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Pesantren, Kajian Islam PKS Piyungan Taubat

Selasa, 26 Desember 2017

Kiai Said: Kita Hargai Pilihan Rakyat Amerika

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan apresiasinya atas pelaksanaan pemilihan presiden di Amerika Serikat yang berlangsung secara demokratis, bebas, dan berjalan dengan baik dengan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden ke 45.?

Kiai Said: Kita Hargai Pilihan Rakyat Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Kita Hargai Pilihan Rakyat Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Kita Hargai Pilihan Rakyat Amerika

“Saya ucapkan selamat, kami sebagai warga NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia, mengucapkan selamat kepada Donald Trump, yang telah diberi kepercayaan oleh rakyat Amerika Serikat. Kita hargai pilihan rakyat Amerika Serikat,” katanya di Jakarta, (11/11).

Mengenai sejumlah ucapan Trump yang kontroversial terkait dengan Islam, ia menilai hal tersebut hanya retorika kampanye dan semoga tidak benar-benar menjadi kebijakan yang dijalankan oleh Trump. “Kalau sudah menang, ada penasehat yang memberi masukan. Ngak mungkin Amerika akan putus dengan negara-negara teluk yang sumber minyak. Pakistan kan juga mitranya Amerika. Kalau sudah jadi presiden ngak akan sekeras itu,” paparnya.

Dari pengalamannya selama ini, memang ada perbedaan gaya kepemimpinan antara presiden yang berasal dari Partai Republik dan Partai Demokrat. Republik seringkali menekankan pendekatan kekuatan militer dalam menghadapi politik internasional sedangkan Demokrat lebih mengedepankan hak asasi manusia.?

“Kalau Demokrat yang jadi presiden, Islam atau Palestina bisa bernapas, walaupun belum bisa maksimal membebaskan Palestina. Kalau Republik yang memang, Palestina akan tertekan lagi. Sesak lagi nafasnya,” paparnya.?

PKS Piyungan Taubat

Ia menegaskan, umat Islam tidak boleh menyerahkan nasibnya kepada keputusan pihak lain. Yang paling penting adalah memperkuat diri sendiri. Seperti tubuh, jika memiliki antibodi yang kuat, maka akan tahan dari berbagai macam jenis penyakit.?

“Persatuan Arab adalah senjata paling ampuh dalam menghadapi pihak lain. Minyak bisa dimainkan. Minyak bisa jadi senjata. Sayangnya negara-negara Arab ngak pernah akur, masing-masing punya bos. Dan mudah sekali diadu domba,” paparnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat RMI NU, Santri, Hikmah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 24 Desember 2017

Samadiyah, Wujud Kesalehan Anak

Samadiyah berasal dari sifat Tuhan, yakni ash-Shomad, tempat bergantung. Secara istilah, Samadiyah digunakan masyarakat Aceh untuk menyebut tradisi doa bersama yang dikirimkan kepada orang yang telah meninggal dunia.?

Disebut Samadiyah karena dalam doa tersebut selalu ditonjolkan pembacaan surat al-Ikhlas, di mana surat itu menyebut Allahush Shomad, ayat kedua. Di Jawa dan tempat lain, Samadiyah sepadan dengan istilah Tahlilan. Isi Samadiyah relatif sama dengan di tempat lain, hanya saja pembacaan surat al-Ikhlas diperbanyak, biasanya 33 atau 100 kali.

Samadiyah, Wujud Kesalehan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Samadiyah, Wujud Kesalehan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Samadiyah, Wujud Kesalehan Anak

Setelah upacara pemakaman jenazah, masyarakat Aceh ada doa pasca kematian sejak hari pertama hingga hari ketujuh. Di Aceh, tradisi berdoa untuk orang meninggal disebut Khanduri Matee (kenduri orang meninggal). Semua ritual itu diselenggarakan oleh ahli waris yang di tinggalkan. Juga dibantu oleh masyarakat gampong setempat. Berikut ini beberapa ritual kenduri pasca kematian yang dikenal dalam adat masyarakat Aceh.

Samadiyah malam pertama orang meninggal biasanya dilakukan di Meunasah (Mesjid, Mushalla, Surau). Para sanak keluarga ataupun tetangga datang dengan sendirinya, Samadiyah dilakukan setelah shalat Magrib berjamaah.?

PKS Piyungan Taubat

Lalu ada Samadiyah malam ketiga disebut Khanduri Malam Lhee (Kenduri Malam Tiga), dimana saudara yang masih hidup dating ke rumah duka untuk mendoakan yang meninggal dunia. Para tamu yang datang membawa oleh-oleh ala kadarnya, semampunya. Sebelum berdoa, para tamu disuguhi makan malam bersama.

Seunujoeh adalah sebutan untuk Samadiyah hari ketujuh. Seuneujoh merupakan puncak daripada upacara kematian setelah jenazaha dikuburkan. Pada Samadiyah Seunujoeh lebih ramai dari samadiyah sebelumnya, orang lebih banyak berdatangan. Kerabat dan tetangga datang ke rumah duka membawa beras, gula, kopi, kue dan lain-lain.?

PKS Piyungan Taubat

Ada juga yang membawa sedekah uang yang dimasukkan dalam amplop, ketika pamit pulang si tamu menyalami tuan rumah Seuneujoh itu. Kenduri Seuneujoh juga dilaksanakan untuk menunggu para pelayat dari jauh atau dekat yang belum bisa hadir ke rumah duka pada hari pertama dan seterusnya.?

Pada pagi harinya, masyarakat gampong di pimpin oleh Imam Gampong menjadi pemimpin Samadiyah. Adapun doa-doa yang dibacakan pada pelaksanaan Samadiyah adalah: Syahadat, Selawat Nabi, Tahlilan, surat-surat Pendek al-Akhlas, an-Naas, al-Falak, dan talkin.

Setelah itu ada Malam Lheeploh (malam ketiga puluh), Khanduri Peutploh(Malam keempat puluh, Khanduri Ppeutplohpeut atau malam keempat puluh empat, Khanduri Tujohploh atau ke tujuhpuluh, Khanduri sikureungplohatau hari kesembilan puluh, Khanduri reuthoh atau hari keseratus.

Samadiyah juga dilakukan saat pernikahan, pindahan rumah, khitanan.Pada acara khitanan, samadiyah juga dibaca, selain al-Barjanzi. Samadiyah adalah salah satu perwujudan kesalehan, yakni anak mendoakan orang tua dan para leluhurnya. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Halaqoh, Santri PKS Piyungan Taubat

PMII Raden Mas Said Siapkan Fasilitator Mapaba

Sukoharjo, PKS Piyungan Taubat. Pengurus PK Raden Mas Said Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sukoharjo menggelar ‘Training of Trainers’ (ToT) selama dua hari, Jumat-Sabtu (21-22/3). Forum ini membekali peserta untuk menjadi fasilitator dalam mapaba dan acara apapun ke depan.

Kegiatan ini diikuti para pengurus rayon yang ada di bawah naungan PMII Komisariat Raden Mas Said. “Harapannya pelatihan ini para kader siap untuk menjadi fasilitator, baik dalam acara internal PMII seperti mapaba, maupun acara lainnya,” terang Ketua PC PMII Sukoharjo Wakhid Andriyanto.

PMII Raden Mas Said Siapkan Fasilitator Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Raden Mas Said Siapkan Fasilitator Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Raden Mas Said Siapkan Fasilitator Mapaba

Dalam pelatihan yang bertempat di pesantren al-Hikmah Gatak tersebut, para peserta mendapatkan beberapa materi di antaranya penguasaan materi, pengendalian forum dan bagaimana cara untuk menghidupkan forum.

PKS Piyungan Taubat

Wakhid menambahkan, sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, para kader nantinya akan langsung diterjunkan pada acara Mapaba rayon yang akan digelar bulan April mendatang. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Santri, Doa PKS Piyungan Taubat

Kamis, 21 Desember 2017

Dana Mandiri untuk Hindari Intervensi Konfercab NU Jombang

Jombang, PKS Piyungan Taubat - Gelaran konferensi cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Jombang pada 22-23 April 2017 mendatang diupayakan terselenggara dengan profesional dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh nahdliyin di Kota Santri ini adalah memfasilitasi semua kebutuhan Konfercab dengan mandiri, khususnya dari sisi pendanaan.

Akumulasi dana dari warga nahdliyin Jombang hingga saat ini terkumpul sekitar Rp. 201.610. 000 mulai beberapa bulan terakhir. Dana itu diperoleh dengan cara menyebarkan voucher kepada sejumlah MWCNU, lembaga atau banom NU se-Jombang, di samping itu ratusan kaleng disebarkan LAZISNU khusus untuk kader penggerak NU, kaleng ini diisi tiga uang koin sebesar 500 rupiah setiap hari dengan membaca “Yaa Jabbaar Yaa Qohhaar “.

Dana Mandiri untuk Hindari Intervensi Konfercab NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dana Mandiri untuk Hindari Intervensi Konfercab NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dana Mandiri untuk Hindari Intervensi Konfercab NU Jombang

Ketua Pelaksana Konfercab Munif Khusnan mengatakan, gerakan kemandirian untuk Konfercab NU di Jombang ini baru pertama dilakukan sepanjang sejarah Konfercab.

PKS Piyungan Taubat

Untuk pertama kalinya, dana Konfercab ditanggung oleh warga nahdliyin sendiri yang tidak ada motif apapun selain niat mengabdi buat NU. Bisa jadi ini adalah langkah pertama bagi PCNU seluruh Nusantara, tegasnya di acara Tasyakuran Harlah NU ke-94 di GOR Chasbullah Said Tambakberas Jombang, Rabu (12/4).

Terobosan baru dari PCNU Jombang tersebut juga mendapat apresiasi dari Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Anwar Iskandar. “Catatan yang saya dengar bahwa PCNU Jombang satu-satunya cabang yang seperti ini ya baru cabang Jombang,” ujar Kiai Anwar.

PKS Piyungan Taubat

Dalam penuturannya, Kiai Anwar akan mensosialisasikan terobosan baru dari PCNU Jombang tersebut kepada PCNU-PCNU yang ada di Jawa Timur untuk dicontoh. Akan saya ceritakan di mana saja agar bisa dicontoh, pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 16 Desember 2017

Keliru Pahami Al-Quran Bisa Menyesatkan

Sleman, PKS Piyungan Taubat - Al-Quran adalah petunjuk bagi umat manusia. Hal ini tentu saja bila mereka benar mencari petunjuknya. Namun demikian, Al-Quran bisa juga menjadi racun bila seseorang keliru mengambil dan memahami makna dari Al-Quran itu sendiri.

Demikian disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Sunan Pandanaran KH Mutashim Billah (Gus Tashim) saat memberi sambutan pada acara Kuliah Tafsir Pesantren, Kamis, (6/5) pagi.

Keliru Pahami Al-Quran Bisa Menyesatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keliru Pahami Al-Quran Bisa Menyesatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keliru Pahami Al-Quran Bisa Menyesatkan

Kajian ini rutin digelar setiap selapan (empat puluh hari sekali) di Kampus STAI Sunan Pandanaran, Kabupaten Sleman.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Gus Tashim, saat ini dalam khazanah keilmuan tafsir, ada yang dalam memahami Al-Quran sepenuhnya berdasarkan ilmu pengetahuan namun tanpa kontrol yang baik sehingga melanggar rambu-rambu ajaran Islam itu sendiri. Ada pula produk tafsir yang tekstualis, apa adanya, sehingga menyebabkan pemahaman terhadap Al-Quran menjadi sempit.

"Di tengah situasi yang seperti ini, kita beruntung masih ada pesantren-pesantren dengan misinya, yaitu melanjutkan dakwah dan perjuangan Rasulullah SAW. Harapannya adalah kita dapat menghasilkan produk tafsir Al-Quran yang sesuai dengan misi Rasulullah SAW dan jiwa serta semangat pesantren," kata Gus Tashim.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, visi dan misi Al-Quran yang dibawa oleh pesantren adalah menerjemahkan kehidupan Rasulullah SAW yang penuh dengan kasih sayang. Rasulullah SAW mengajarkan Islam dengan penuh cinta kasih sehingga Islam dipahami sebagai agama yang damai dan membawanya pun dengan cara yang damai pula.

Sementara, narasumber Kuliah Tafsir Pesantren KH Ali Nurdin mengatakan, tafsir pesantren adalah upaya menuju tafsir moderat. Menurutnya, tafsir moderat ini berusaha mempertemukan secara seimbang aspek etika, intelektualitas, serta keterampilan manusia sekaligus tetap bertujuan untuk mengajak dan membuat orang melakukan hal baik. (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Santri PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 09 Desember 2017

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Sedikitnya 773 orang calon haji (calhaj) Kabupaten Probolinggo mengikuti bimbingan manasik haji yang digelar Pemkab Probolinggo bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/7).

Kegiatan yang dipusatkan di obyek wisata religius Miniatur Ka’bah Desa Curahsawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo ini dibuka secara resmi oleh Kabag Kesra Pemkab Probolinggo H Moh Syarifuddin.

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik

Hadir dalam kegiatan awal tersebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Busthami, Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i, dan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Ahmad Masrur Nashor.

Moh Syarifuddin mengatakan bahwa calhaj Kabupaten Probolinggo akan berangkat ke tanah suci sekitar awal September 2016. Mereka akan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 63 dan 64.

PKS Piyungan Taubat

“Bimbingan manasik haji bagi para calon jamaah haji ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan wawasan terkait dengan manasik haji. Sehingga nantinya para calon jamaah haji bisa melaksanakan rukun haji dengan lancar selama berada di tanah suci,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Syarifuddin, bimbingan manasik haji sangatlah penting untuk dipahami oleh para calhaj. Sebab banyak hal yang harus diketahui oleh para calhaj antara melaksanakan ibadah yang wajib dilakukan dan ibadah yang sunahnya.

“Calon tamu Allah ini harus senantiasa menjaga kesehatannya, karena ibadah haji merupakan ibadah fisik. Nantinya Pemkab Probolinggo juga akan mengirimkan tenaga dokter, perawat dan pendamping untuk melayani jama’ah haji selama berada di Mekkah dan Madinah,” tegasnya.

Sementara H Busthami berharap kepada ratusan calhaj Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini untuk melaksanakan bimbingan dan praktik tentang manasik haji ini sebagai persiapan untuk kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji agar menjadi haji yang mabrur. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Pendidikan, Santri PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Langkah Jitu ASBIHU Magelang Kenalkan Program Umrah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat?

Untuk mengenalkan dan semakin mengembangkan ASBIHU Tour and Travel perwakilan Magelang, Jawa Tengah, dilakukan sejumlah langkah. Koordinator Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) ASBIHU Magelang, KH Abdurrasyid Ahmad, mengungkapkan langkah awal adalah dengan menyiapkan infrastruktur Kantor Pusat Informasi dan Pelayanan bimbingan umrah beserta seluruh perangkat kerjanya, baik perangkat keras maupun lunak.?

Langkah Jitu ASBIHU Magelang Kenalkan Program Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Langkah Jitu ASBIHU Magelang Kenalkan Program Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Langkah Jitu ASBIHU Magelang Kenalkan Program Umrah

“Hal itu diperlukan sebagai wadah dan media bagi masyarakat yang telah memiliki niat melakukan perjalanan umrah, dengan mudah mendapatkan informasi yang tepat yang diperlukan,” kata Kiai Rasyid, sapaan akrabnya pada Kamis (30/3).

Langkah berikutnya adalah membuka cabang-cabang PIP ASBIHU di tingkat kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Temanggung. Pada tahap awal terdapat 7 tempat sebagai cabang-cabang ASBIHU Magelang.

Sosialisasi memerlukan tim kerja yang kompak dan solid. Karenanya ASBIHU Magelang juga telah membentuk tim kerja sosialisasi yang menyasar individu, keluarga, pondok pesantren, jamaah majelis talim, dan jamaah KBIH.?

PKS Piyungan Taubat

“Selain itu pengenalan kepada komunitas atau paguyuban juga dilakukan, antara lain kepada paguyuban tani dan pedagang,” tambah Kiai Rasyid.

Dalam sosialisasi tim kerja melakukannya baik melalui tatap muka secara langsung, brosur-brosur, maupun media sosial.

Tak kalah penting adalah pembekalan bagi calon jamaah umrah. Pembekalan dalam hal ini diselenggarakan dalam bentuk praktik manasik umrah. Manasik diadakan sebagaimana kondisi nyata di tanah suci.?

"Manasik ini dibuat seperti keadaan atau kondisi sebenarnya seperti saat jamaah mengikuti manasik di tanah suci. Jarak tempuh kita buat sama dengan jarak tempuh yang dilakukan di tanah suci,” terang Kiai Rasyid.

PKS Piyungan Taubat

Bukan hanya jarak tempuh, untuk durasi waktu pelaksanaannya pun disesuaikan dengan waktu saat nanti jamaah berada di tanah suci.

“Karena menurut hemat saya, calon jamaah umrah akan mendapat gambaran nyata dari manasik yang dilakukan sebelum berangkat," Kiai Rasyid beralasan.

Saat ini selain membuka pendaftaran umrah regular, ASBIHU Tour and Travel Magelang juga menyiapkan perjalanan umrah Ramadlan. Bagi calon jamaah umrah yang berminat bergabung bersama ASBIHU Magelang, dapat menghubungi Kiai Rasyid di nomor HP/WA 0856-4053-8700. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Ubudiyah, Internasional PKS Piyungan Taubat

Minggu, 03 Desember 2017

SBY-JK Jadi Saksi Akad Yenny, Mahar 10 Ekor Sapi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Yenny Wahid akhinya resmi melepas masa lajangnya, menikah dengan Dhohir Farisi. Dalam akad nikah yang berlangsung di masjid Al Munawwarah Ciganjur, Kamis siang, Dhohir mengucapkan ijab Kabul dengan saksi presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla. Gus Dur sendiri didampingi oleh Gus Mus.

Sebagaimana tradisi yang berlaku di lingkungan pesantren, saat akad, Yenny tidak dihadirkan. Ia berada di rumah Gus Dur sampai kemudian dipertemukan setelah selesainya acara ijab kabul itu.

SBY-JK Jadi Saksi Akad Yenny, Mahar 10 Ekor Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
SBY-JK Jadi Saksi Akad Yenny, Mahar 10 Ekor Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

SBY-JK Jadi Saksi Akad Yenny, Mahar 10 Ekor Sapi

Yenny mendapatkan mahar berupa 10 ekor sapi, yang diserahkan dalam bentuk sertifikat kepemilikan. Mahar sapi merupakan simbol kebudayaan orang Madura sebagai kesiapan membangun rumah tangga. Dhohir Farisi masih keturunan Madura, tetapi tinggal di Probolinggo. Sasrahan lain yang diberikan adalah perhiasan emas, perlengkapan sholat dan beberapa perlengkapan pribadi wanita.

PKS Piyungan Taubat

"Pengantin pria memberikan 10 ekor sapi, karena sapi identik dengan orang Madura. Karena itu binatang piaraan orang Madura," kata Humas Panitia Pernikahan Yenny-Farisi, Akuat Supriyanto di kediaman Gus Dur.

Sebagai tuan rumah dari mempelai wanita, keluarga Gus Dur menggunakan adat Surakarta seperti masang bleketepe yang dilakukan oleh Gus Dur langsung dan serangkaian adat lainnya.

PKS Piyungan Taubat

"Kemarin waktu acara adat Yenny itu pake baju kebaya jadul, karena ingin seperti pernikahan ibunya dulu. Dan yang musti diingat ini adalah mantu pertama Gus Dur yang punya trah NU. Karena Farisi sejak kesil suka nganterin majalah NU pake sepeda di Probolinggo," terang Akuat

Beberapa undangan yang hadir dalam acara akad nikah diantaranya dr Umar Wahid, Hasyim Muzadi, KH Nuril Huda, KH Tolhah Hasan, Prabowo Subianto, Siti Fadillah Supari, KH Said Aqil Siradj, Syaifullah Yusuf, Mahfud MD, Effendy Choirie, KH Nur Iskandar SQ, KH Salahuddin Wahid, KH Mutawakkil Allallah, Soerjadi Soedirdja serta beberapa tamu lainnya. (mkf/min)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Kiai PKS Piyungan Taubat

Kamis, 09 November 2017

Kelompok Guru Ploso Helat Lomba Madrasah Se-Kecamatan

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang  mengelar kegiatan ajang kompetisi seni dan olaraga atau kenal Aksioma. Perlombaan tersebut dihelat dari tanggal 19 hingga 24 Januari 2015 dan diperuntukkan bagi madrasah-madrasah di kecamatan setempat.

Kelompok Guru Ploso Helat Lomba Madrasah Se-Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Guru Ploso Helat Lomba Madrasah Se-Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Guru Ploso Helat Lomba Madrasah Se-Kecamatan

Cabang lomba yang akan diikuti siswa MI se-Kecamatan Ploso Jombang ini meliputi voli, pidato tiga bahasa (bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia), membaca puisi, MTQ (seni baca al-Quran), rebana, paduan suara, catur, tenis, kaligrafi, dan bulu tangkis.

Andik Widodo selaku sekertaris KKG  mengatakan, acara ini merupakan ajang silaturahim antarmadrasah, di samping sebagai ajang evalusi bagi lembaga peserta lomba untuk meningkatkan mutunya.

PKS Piyungan Taubat

“Karena lembaga lembaga yang tidak lolos dalam kompetisi ini akan berbenah guna mengikuti kompetisi yang akan datang,” tutur megister ilmu agama Islam Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang.

Menurut Andik, kegiatan  ini kita laksanakan setahun sekali. Setiap siswa yang menang dalam kompetisi ini akan dikirim ke ajang kompetisi tingkat kabupaten. “Kigiatan ini maraton kita laksanakan di beberapa madrasah, antara lain MI Nidzomiyah Kebon Agung, MI Nidzomiyah Ploso, MI Nidzomiyah Tangung Kramat, MI Nidzomiyah Jatigedong,” paparnya.

PKS Piyungan Taubat

M Khoirul anwar, guru MI Nidzomiyah, mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, perlombaan ini amat membantu peserta didik dalam hal meningkatkan kualitas belajar mereka. (Muhamad Anwar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 25 Oktober 2017

Kisah Nabi Tegakkan Keadilan bagi Orang Nasrani

Suatu ketika Bilal radliyallahu ‘anh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang bertamu di kediaman Sayyidina Abu Bakar, tiba-tiba ada orang mengetuk pintu. Lantas Bilal membukakan pintu tersebut. Ternyata orang tersebut beragama Nasrani yang tengah mencari Rasulullah.

"Apakah di sini ada Muhammad bin Abdullah," tanya orang Nasrani yang masih di depan pintu kepada Bilal.

Kisah Nabi Tegakkan Keadilan bagi Orang Nasrani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Nabi Tegakkan Keadilan bagi Orang Nasrani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Nabi Tegakkan Keadilan bagi Orang Nasrani

Bilal tidak menjawab, tapi mempersilakan tamu tersebut masuk ke dalam rumah Abu Bakar untuk berdialog langsung dengan Rasulullah.

"Hai Muhammad, jika engkau mengaku dan benar sebagai utusan Allah, maka tolonglah aku, karena sekarang sedang terzalimi," pintanya kepada Rasulullah

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Nabi Muhammad pun bertanya, "Siapa yang telah menzalimimu?"

"Abu Jahal bin Hisyam, dia telah mengambil hartaku," jawab Nasrani.

Lantas Rasullah beranjak berdiri dan bergegas menuju ke rumah Abu Jahal. Namun Bilal merasa keberatan dan ia berkata, "Sekarang waktu qailulah (sekitar pukul 11.00) sebagaimana kebiasaan Abu Jahal sedang beristirahat dan aku khawatir jika engkau menemuinya, ia merasa terganggu dan marah bahkan melukai engkau wahai Rasulullah, sehingga dia tidak mendengarkan perkataan orang."

Tetapi Rasulullah tidak menggubris perkataan sahabatnya tersebut dan langsung menuju ke rumah Abu Jahal dan mengetuk pintunya. Akhirnya Abu Jahal membuka pintu dengan raut muka marah dan berkata, "Silakan masuk, kenapa tidak mengutus teman-temanmu, Muhammad?”

"Oh itu tujuanmu ke sini, andaikan mengutus seseorang ke sini untuk mengambil harta tersebut, tentunya saya akan dengan suka rela mengembalikannya," ucapnya.

"Sudahlah jangan terlalu lama, kembalikan harta orang Nasrani tersebut," tegas Rasullah.

Akhirnya Abu Jahal menyuruh pembantunya untuk mengeluarkan dan mengembalikan seluruh harta yang ia ambil dari orang Nasrani.

Kemudian Rasulullah berkata kepada orang yang terzalimi oleh Abu Jahal tersebut, "Apakah seluruh hartamu sudah kau terima."

“Ya Rasulullah, namun masih ada yang tersisa satu, yaitu kulit kambing. Akhirnya Rasulullah menyuruh Abu Jahal untuk mengembalikannya.”

Abu Jahal pun mencari kulit kambing tersebut di dalam rumahnya. Proses pencarian tak membuahkan hasil dan Abu Jahal pun menggantinya dengan kulit kambing yang bagus.

Ketika Orang Nasrani tersebut menyaksikan peristiwa ketegasan dan kerelaan Rasulullah dalam membantu disaat ia terzalimi, lantas ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan berkata, Wahai Muhammad saya menyakini bahwa engkau adalah utusan Allah dan agama yang engkau ajarkan adalah haq (benar)." (Ahmad Rosyidi)

Disarikan dari kitab Duratun Nashihin karya Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asyakir al Khubawi, halaman 99, Penerbit Toha Putra Semarang



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, News PKS Piyungan Taubat

Selasa, 17 Oktober 2017

Kaballangan Cukur Almadaniyah 7-0

Bandung, PKS Piyungan Taubat -

Kesebelasan Al Madaniyah, Kabupaten Tabalong dan Darud Dakwah wal-Irsyad (DDI), Kaballangan, sama-sama memasuki lapangan dengan kepercayaan diri yang tinggi. Kedua tim telah dua kali berpartisipasi dalam gelaran Liga Santri Nusantara (LSN), dan sama-sama melakukan persiapan khusus menyambut putaran Seri Nasional LSN 2017 di Bandung ini.

Kaballangan Cukur Almadaniyah 7-0 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaballangan Cukur Almadaniyah 7-0 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaballangan Cukur Almadaniyah 7-0

“Persiapan (kami) sangat matang, dan kami ada teknik-teknik sendiri untuk menghadapi (tekanan) mental, terutama,” kata Khalifaturrahman, Ketua Panitia Pelaksana tim Al Madaniyah, yang menargetkan timnya pulang dengan berbekal gelar juara LSN tahun ini.

Di pihak lawan, DDI juga berbekal optimisme yang sama. Mereka meyakini bahwa kekuatan timnya lebih baik dari LSN tahun 2016 lalu.

PKS Piyungan Taubat

“Kami sudah belajar (berlatih) selama satu tahun, mengevaluasi dari (kekurangan) tahun lalu,” ujar H. Alimuddin Budung, Koordinator Region Sulawesi II yang diwakili tim DDI.

Langit mendung dan cuaca dingin yang menyambut kedua tim memasuki lapangan Stadion Siliwangi, Bandung, pada Senin (23/10) sore, menyaksikan bahwa optimisme belaka tidak cukup buat menghadapi pertandingan kompetitif. Kedua tim mengakhiri laga dengan kondisi yang kontras, setelah tim DDI berjaya menggelontor gawang Al Madaniyah dengan tujuh gol tanpa balas.

PKS Piyungan Taubat

Al Madaniyah yang memakai kostum merah merah dengan strip hitam, turun ke lapangan dengan formasi 4-4-2 berlian. Sementara DDI yang berseragam biru langit, menggelar formasi 4-5-1, yang beralih menjadi 4-3-3 ketika tengah menyerang. Di atas kertas Al Madaniyah unggul jumlah pemain dengan menumpuk empat orang di lini tengah, melawan tiga gelandang DDI. Tapi sejak sepak mula dilakukan, terlihat jelas bahwa lini tengah justru menjadi kelemahan tim asal Kalimantan Selatan ini.

Empat gelandang Al Madaniyah tidak terlihat bermain sebagai tim dan minim pemahaman atas tugasnya masing-masing. Tiga gelandang di depan jangkar terlihat enggan mengganggu lawan ketika timnya tengah kehilangan bola. Gelandang jangkar yang bekerja sendirian di tengah, kerap ditekan mundur sampai sejajar dengan posisi bek tengah.

Penampilan kontras ditunjukkan DDI yang terorganisasi dengan baik. Sejak awal mereka sudah mencium kelemahan lawan di lini tengah dan langsung mengusai permainan sejak awal laga. Secara umum DDI unggul dalam hal kecepatan, ditambah dengan seringnya pemain lawan melakukan kesalahan pengambilan posisi.

DDI sudah unggul ketika pertandingan baru berlangsung tiga menit melalui tendangan Abdul R. Aswan. Aswan kembali menjebol gawang lawan pada menit ke 15 untuk menggandakan keunggulan timnya. Penyerang Abdul Hamid tak mau ketinggalan dengan mencetak dua gol pada menit 23 dan 28, untuk melebarkan margin keunggulan. Babak pertama ditutup dengan skor 5-0, setelah Erick Anggriawan memaksa kiper Al Madaniyah memungut bola dari gawang pada menit 35. Di babak kedua DDI kembali mencetak gol cepat melalui Nudin pada menit 46. Gol pamungkas dicatatkan oleh pemain belakang DDI, Arsyad, pada menit 56.

Permainan brilian yang ditunjukkan DDI ditandai dengan tujuh gol yang dicetak dengan cara yang relatif bervariasi. Ini menunjukkan bahwa tim asal Kaballangan ini memiliki variasi permainan yang baik dan punya keragaman rencana dalam menekan musuh. Hal ini diakui oleh Pelatih DDI, Muhammad Aiman Mustafa, memang masuk dalam rencana latihan rutin mereka.

Selepas laga, pelatih Al Madaniyah, Saipul, mengakui kesalahannya melakukan eksperimen dengan memasang beberapa rekrutan baru dalam susunan sebelas pemain utama.

“Dari uji coba kami sebelumnya di daerah, para pemain tampil bagus. (Ketika) main di sini, mungkin yang pertama (pemain) demam lapangan,”

Pelatih DDI, Muhammad Aiman Mustafa, mengaku puas dengan hasil pertandingan dan mengatakan bahwa strategi timnya berjalan sesuai yang diinginkan..

“Tahun kemarin kita sudah ada pengalaman di Jogja (LSN 2016). Kita kecolongan pada saat pergantian pemain. Materi pemain yang sekarang kita bawa ini, pemain inti dan pemian cadangan hampir sama,” kata Mustafa yang menargetkan timnya mencapai laga final LSN tahun ini.

Meski puas, Mustafa juga mengeluhkan lapangan yang licin akibat hujan di tengah laga. Untuk itu ia menarik beberapa pemain andalannya agar lebih bugar dalam pertandingan berikutnya. (Ahmad Makki/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Kisah Jinten dan Karomah Guru Ibnu Arabi

Dalam kitabnya Ibnu Arabi bercerita mengenai seorang gurunya yang bernama Abu Abdillah Muhammad al-Syarafi. Gurunya ini berasal dari kabupaten al-Jarafe di kota Sevilla. Di luar kota Sevilla tidak banyak yang mengenal karomah sang guru, bukan saja karena sang guru menempuh laku spiritual yang keras, seperti 40 tahun tinggal di rumah tanpa lampu dan perapian, tapi juga karena sang guru termasuk sufi yang menyembunyikan kedudukannya.

Suatu hari Syekh al-Syarafi berjalan ke pasar dan menemui seorang anak kecil yang mengangkat keranjang berisi Adas/Jinten. Anak itu berkisah bahwa ia seorang yatim. Ibunya harus mengasuh sejumlah anaknya yang masih kecil. Sejak pagi mereka belum makan. Ibunya menyuruhnya menjual biji jinten ini ke pasar. Jika uangnya cukup ibunya berharap bisa membeli makanan untuk mereka.

Kisah Jinten dan Karomah Guru Ibnu Arabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Jinten dan Karomah Guru Ibnu Arabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Jinten dan Karomah Guru Ibnu Arabi

Syekh al-Syarafi meneteskan air mata menyimak kisah si bocah. Akan tetapi, alih-alih membeli jinten itu, Syekh al-Syarafi memasukkan tangannya ke keranjang, menggenggam sejumlah biji jinten. "Ini jinten yang bagus," begitu komentar sang syekh. Kemudian Syekh al-Syarafi berkata pada bocah yatim itu:

"Beritahu ibumu bahwa paman al-Syarafi dari al-Jarafe mengambil beberapa biji jinten ini dan meminta ibumu menghalalkannya."

PKS Piyungan Taubat

Sampai di sini, tindakan Syekh al-Syarafi ini di luar nalar. Bocah yang keluarganya sedang kesusahan dan hendak menjual biji jinten yang mereka punya, malah sebagian diambil oleh Syekh al-Syarafi. Bahkan tidak membayar dan malah minta ikhlas dihalalkan saja untuk dia.

PKS Piyungan Taubat

Namun karomah beliau muncul pada titik ini. Saat ia angkat tangannya menggenggam biji jinten, hatinya berdoa kepada Allah maka luluh hati mereka yang berada di sekitar itu. Tiba-tiba ada yang berkata: "Biji jinten yang telah disentuh oleh seorang Syekh pasti barokah." Orang yang berkerumun berebut membeli biji jinten itu. Walhasil, anak itu pulang membawa 70 dinar emas ke rumah ibunya. Subhanallah!

Ibnu Arabi bercerita bagaimana di depan matanya sendiri ia menyaksikan karomah sang guru menolong anak kecil itu dengan cara yang di luar nalar.

Kawan, seringkali di saat kesusahan kita malah mengalami kerugian. Kata orang, ini ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Namun yakinlah dengan kekuatan doa dan keikhlasan hati. Apa yang sudah direnggut oleh tangan-Nya tidaklah tersisa kecuali barokah. Bi yadikal khair. Di tangan-Nya semua kebajikan.

Di balik kesulitan, ada kemudahan

Sungguh di balik kesulitan, ada kemudahan

Begitu Al-Quran merekam janji Allah SWT. Masihkah kita tidak mempercayainya?

Para kekasih Allah itu bekerja menurut apa yang Allah skenariokan. Apa yang terlihat sebuah kerugian di mata manusia boleh jadi merupakan sarana datangnya keberkahan.

Untukmu kawan yang tengah dirundung berbagai kesulitan hidup, berdoalah agar hati kita seperti biji jinten yang disentuh oleh tangan kekasih-Nya. Ikhlaskanlah apa yang telah terambil, nanti Allah ganti semuanya dengan caraNya. Berkah... berkah… berkah.



Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School


Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Amalan, Daerah PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock