Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Januari 2018

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Kegiatan turba (turun ke bawah) yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Ahad (3/12) terasa dari biasanya. Pasalnya dalam turba ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Lumbang yang digelar di aula MI NU Al-Hidayah Desa Lumbang Kecamatan Lumbang ini juga dilakukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo. Terdiri atas 10 orang dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, 11 orang Ketua PAC Muslimat NU, 11 orang Ketua Ranting Muslimat NU di Kecamatan Lumbang beserta 100 orang Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurhayati mengatakan, turba ini merupakan agenda kegiatan rutin pertemuan Muslimat NU Kabupaten Probolinggo sekaligus silaturahmi Muslimat NU terhadap anggota dari tingkat PAC sampai Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

PKS Piyungan Taubat

“Kebetulan kali ini kami juga melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kebersamaan dan menghormati serta merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Menurut Nurhayati, agenda utama dalam turba ini adalah silaturahmi. Serta pembinaan terhadap anggota agar lebih semangat dan terus berjuang untuk kepentingan umat sebagai media syiar Islam melalui kegiatan Muslimatan NU .

PKS Piyungan Taubat

“Fokus dari turba ini adalah kebersamaan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, pemantapan pembinaan anggota serta memberikan sports dan motivasi dukungan agar anggota majelis taklim lebih semangat tulus dan ikhlas menggerakkan roda organisasi Muslimat NU sebagai amal makruf nahi mungkar. Agar bisa diterima amal keberadaan Muslimat NU di semua bidang pembangunan yang ada di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Nurhayati menyampaikan dalam organisasi tidak ada kata berhenti, cuti, mengundurkan diri. Dalam berorganisasi berjuang membangun organisasi tidak harus kader Muslimat NU harus pintar, karena banyak pengurus pintar tapi tidak mau. Oleh karena itu membangun organisasi Muslimat NU itu mereka kader yang mau membangun dan peduli.

“Kunci persaudaraan dari Muslimat NU yang utama ta’aruf dan silaturahmi. Yang kedua ta’awun tolong menolong dan kepedulian. Yang ketiga tasamuh, persamaan derajat dan umat Islam NU  itu sama,” tegasnya.

Lebih lanjut Nurhayati menambahkan bahwa pengurus Muslimat NU harus mengaktifkan amal  infaq dan sedekah digerakkan untuk beramal lebih banyak, sadar dan peduli untuk meningkatkan amal maruf nahi mungkar. “Terpenting lagi, mengajak aktif rutin amal sedekah lewat majelis taklim Muslimat NU,” pungkasnya.

Ketua Muslimat NU Kecamatan Lumbang Sanipah Suparman menyampaikan bahwa turba ini bisa menjadi wadah dalam memberikan semangat anggota agar kegiatan yang ada di tiap ranting lebih dioptimalkan, lebih peduli dan merasa menjadikan nilai persaudaraan berjuang untuk kepentingan umat Islam.

“Lebih meningkatkan amal ibadah, amal jariyah, peduli lingkungan sekitar bagi mereka yang tidak mampu dan kemiskinan perbaikan akhlak. Yang utama sebagai modal majunya pembangunan,” katanya.

Ketua MWCNU Lumbang Ustadz Saiful Arif  menyampaikan hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta teladan yang harus dilakukan oleh umat Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan ini Hj Latifah dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan taushiyah Maulid Nabi Muhammad SAW dengan topik keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah mempunyai 3 pegangan meliputi salam, senyum dan sapa. Teladan beliau menghadiri undangan tidak boleh memilih kaya dan miskin. Pemantapan ibadah, amal kebaikan, keikhlasan, harus tulus disampaikan permohonan terhadap Allah SWT. Ta’aruff kita kebaikan yang harus kita contoh, yang tidak baik kita abaikan agar menjadikan bekal iman kita lebih baik sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Amalan, Ulama PKS Piyungan Taubat

Jumat, 29 Desember 2017

Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI

Depok, PKS Piyungan Taubat. Untuk memotivasi kalangan santri dan pelajar NU melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia (UI), Forum Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UI atau Forluni PMII UI sejak 2014 telah merancang program khusus Sanlat Supercamp "Road to UI" yang merupakan inovasi atas Pesantren Kilat (Sanlat) Sukses Masuk PTN yang dilaksanakan Forluni PMII UI sejak 2012. ?

Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI

Selain memberikan materi tes masuk UI dan PTN (perguruan tinggi negeri) lain, manajemen Sanlat juga membekali peserta dengan motivasi spiritual, pengembangan karakter dan wawasan kebangsaan. Program Sanlat Supercamp 2014 lalu berhasil meluluskan 9 siswa dari total 14 peserta Sanlat, 5 siswa diantaranya berhasil diterima di UI.

"Dari 9 peserta yang lulus, 5 peserta di antaranya adalah santri lulusan pesantren yaitu 2 orang dari Pesantren Al Hamidiyah Depok dan masing-masing 1 orang dari Pesantren Al Itqon Jakarta Barat, Pesantren SMK Arrahman Depok, dan Pesantren An Nawawi Magelang," papar Alfanny.

PKS Piyungan Taubat

Untuk Sanlat 2015, manajemen Sanlat akan mengadakan Try Out Seleksi sanlat dengan pola tes SIMAK UI pada Sabtu, 18 April 2015 di Pusat Studi Jepang Kampus UI Depok.? Bagi santri atau pelajar NU yang ingin mengikuti Sanlat, dapat mengetahui informasi tentang sanlat dan proses seleksinya di website www.sanlat.forluni.com.

PKS Piyungan Taubat

"Tidak ada alasan kalangan santri enggan berkuliah di UI, karena pemerintah sudah menyediakan banyak beasiswa khususnya beasiswa bidik misi.? Persaingan yang ketat untuk masuk UI juga bukan alasan, karena dengan disiplin belajar dan doa, banyak santri yang sudah kuliah di UI," urai Alfanny, Ketua Umum Forum Alumni PMII UI. (Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Amalan PKS Piyungan Taubat

Kamis, 30 November 2017

Berguru ke Mbah Hasyim, "Luru Ilmu Kanthi Lelaku"

Nama Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim) di kalangan nahdliyyin tidak asing lagi. Di samping sebagai pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1926, Mbah Hasyim juga didaulat sebagai Ra’is Akbar NU hingga wafat di tahun 1947. Sebuah posisi tertinggi dalam organisasi NU.?

Buku baru berjudul Berguru Ke Sang Kiai; Pemikiran Pendidikan KH. M. Hasyim Asy’ari yang ditulis Mukani ini sebagai sebuah bentuk pengakuan terhadap kehebatan sosok Mbah Hasyim. Buku ini pada awalnya adalah hasil penelitian tesis di IAIN/UIN Sunan Ampel Surabaya. Karya ini menjadikan 23 tulisan Mbah Hasyim sebagai sumber primer. Baik dalam bentuk kitab ataupun risalah.

Berguru ke Mbah Hasyim, Luru Ilmu Kanthi Lelaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Berguru ke Mbah Hasyim, Luru Ilmu Kanthi Lelaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Berguru ke Mbah Hasyim, "Luru Ilmu Kanthi Lelaku"

Sebagai sosok asli Jombang, nama Mbah Hasyim sudah ditulis dengan tinta emas dalam sejarah perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan. Tidak hanya mampu mendirikan NU, juga mendirikan Pesantren Tebuireng. Kedua “warisan” ini sampai sekarang masih eksis dalam berkontribusi demi pembangunan Indonesia.?

Tidak heran jika sudah puluhan buku ditulis untuk mengkaji sosok kakek Gus Dur ini. Termasuk juga puluhan penelitian. Baik skripsi, tesis ataupun disertasi. Itu semua membuat nama Mbah Hasyim semakin dikenal luas di masyarakat. Tidak hanya Indonesia, tapi juga dunia internasional.?

Hal ini tidak berlebihan. James J. Fox, guru besar antropologi di Australian National University (ANU), adalah orang yang pertama kali menyebut bahwa Mbah Hasyim layak diberi gelar waliyullah. Jadi, gelar itu bukan warga NU yang pertama kali memberikan.?

Begitu juga dengan “tuduhan” bahwa Mbah Hasyim seorang tradisionalis. Pendapat ini sangat tidak tepat. Karena menurut Howard M. Federspiel, guru besar di McGill University Kanada, Mbah Hasyim termasuk orang yang tidak menolak modernisasi. Tetapi, agaknya, sebagai seorang yang tertarik kepada modernisasi, meski dalam sistem di komunitasnya sendiri (hal. 14).

PKS Piyungan Taubat

Pembelajaran Aplikatif

Di samping berhasil menjadi pendidik yang perlu diteladani, Mbah Hasyim juga menulis puluhan kitab dan risalah. Karya-karya itu hingga sekarang masih dijadikan referensi dalam berbagai pengajian-pengajian kitab kuning di dunia pesantren seluruh Nusantara. Karya kelima Mukani ini mampu merekam dengan baik butiran-butiran pemikiran Mbah Hasyim dalam bidang pendidikan.

PKS Piyungan Taubat

Dalam khazanah pengembangan dunia intelektual, buku ini mampu hadir sebagai salah satu referensi utama bagi pengelola, pengambil kebijakan, pendidik, peserta didik dan stakeholders di Indonesia dalam memajukan pendidikan. Terutama pendidikan yang berorientasi pada aspek religius-etis dan afinitas ilmiah dengan kajian Islam.?

Dalam buku ini dipaparkan kunci sukses Mbah Hasyim dalam mengkonsep pendidikan Indonesia adalah model luru ilmu kanthi lelaku. Berdasar pendekatan ini, seorang pendidik dan peserta didik tidak sekedar berteori. Namun langsung belajar secara aplikatif di masyarakat. Itu semua harus dimulai dari diri sendiri (hal. 52).

Sebagai contoh adalah dalam menanamkan nilai nasionalisme dalam jiwa peserta didik. Tidak sekedar melalui penataran, seminar, workshop ataupun acara formal lainnya. Fatwa jihad untuk mengadakan perlawanan kepada bangsa penjajah sebagai aksi nyatanya. Bahwa, umat Islam dalam radius 60 kilometer wajib hukumnya untuk mengangkat senjata melawan kolonialisme Belanda yang hendak merebut kemerdekaan Indonesia. Jika gugur di medan perang, dihukumi mati syahid.

Fatwa ini kemudian yang mengilhami Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Justru dari resolusi yang dikeluarkan para ulama NU inilah meletus pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang sangat heroik itu. Meski, banyak sejarah belum menulisnya secara proporsional.?

Dalam membentengi keimanan umat Islam di Indonesia sebagai contoh kedua. Mbah Hasyim tidak sekedar menulis teori dalam kitab yang tebal. Ketegasan Mbah Hasyim dalam menolak saikere kolonialisme Jepang sebagai bukti nyatanya. Meski Mbah Hasyim harus menerima siksaan fisik di penjara Jombang, Mojokerto dan lalu dipindah ke Kalisosok Surabaya.?

Melalui buku ini, sebenarnya Mbah Hasyim memberikan kerangka konsepsional yang fundamental bagi pendidikan Indonesia. Langkah lebih teknis operasional memang harus tetap dikaji ulang untuk mengimplementasikan pemikiran pendidikan Mbah Hasyim ini.?

Mbah Hasyim, dalam buku ini, digambarkan sebagai sosok yang menghargai keberagaman. Pendidikan tidak boleh melakukan diskriminasi. Motivasi peserta didik dalam mencari ilmu juga harus bersih dari unsur materialisme. Karena mencari ilmu adalah perintah agama (hal. 127).

Sebagai seorang pendidik, guru dan dosen dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensi yang dimiliki. Terutama dalam tradisi literer. Artinya, guru dan dosen dituntut mampu menulis materi pembelajaran. Karya ini yang akan dijadikan pedoman bagi peserta didik dalam pembelajaran (hal. 138).?

Pada tataran kurikulum, Mbah Hasyim menekankan tidak sekedar kecerdasan intelektual (IQ). Namun juga sikap baik dan keterampilan dibenahi dari diri peserta didik. Keseimbangan IQ, EQ dan SQ menjadi sebuah keniscayaan. Materi yang dibelajarkan tidak sekedar ilmu agama, namun juga ilmu-ilmu umum.?

Lingkungan pendidikan juga harus dikelola dengan baik. Keluarga, sekolah dan masyarakat merupakan tiga lingkungan pendidikan yang sangat berpengaruh bagi keberhasilan peserta didik. Namun, ketiganya tetap berpangkal kepada proses pendidikan dalam keluarga. Terutama pentingnya sosok ibu dalam mendidik anak-anaknya (hal. 155).?

Melalui buku ini, sebenarnya Mbah Hasyim memberikan kerangka konsepsional yang fundamental bagi pendidikan Indonesia. Langkah lebih teknis operasional memang harus tetap dikaji ulang untuk mengimplementasikan pemikiran pendidikan Mbah Hasyim ini.?

Sosok pendiri NU ini pada titik tertentu hendak melakukan balancing terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Tidak sekedar aspek formalitas, tetapi juga subtansi dari makna pendidikan harus diinternalisasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan peserta didik. Pada ujungnya, diharapkan pendidikan Indonesia mampu melahirkan “produk” yang tidak hanya memiliki intelektual (pinter), tetapi juga memiliki integritas moral yang baik (bener).

Info Buku

Judul? : Berguru Ke Sang Kiai, Pemikiran Pendidikan KH. M. Hasyim Asy’ari

Penulis: Mukani

Prolog: Prof. Dr. Nur Ahid, M.Ag.

ISBN : 978-602-6827-08-1

Cet: I, Mei 2016

Tebal : 271 + xvi ? ? ? ? ?

Penerbit: Kalimedia, Yogyakarta

Peresensi:? Jumari, Dosen Fakultas Tarbiyah, Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Amalan PKS Piyungan Taubat

Selasa, 28 November 2017

NU Diminta Bantu Pecahkan Masalah DPT

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Daftar pemilih tetap (DPT) yang rencananya ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 4 November 2013 dinilai belum sepenuhnya valid dan akurat. Karena kompleksnya persoalan, proses pemutakhiran seyogianya melibatkan semua pihak, termasuk ormas Islam seperti NU.

NU Diminta Bantu Pecahkan Masalah DPT (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Diminta Bantu Pecahkan Masalah DPT (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Diminta Bantu Pecahkan Masalah DPT

Imbauan ini disampaikan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman dalam “Dialog Mencari Solusi Kisruh DPT Bersama PBNU” di auditorium utama kantor PBNU, Jakarta, Kamis (31/10).

Hadir pula sebagai pembicara Ketua KPU Husni Kamil Malik, anggota Bawaslu Daniel Zuhron, Wakil Ketua Komisi II DPR Arif Wibowo, dan Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) M Afifuddin.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Irman, DPT bisa dikatakan benar-benar akurat ketika ada kesesuaian data antara Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kemendagri dan DPT yang ditetapkan KPU. Sementara saat ini, ada sekitar 20,3 juta nama yang ada dalam DPT tapi tidak tercantum dalam DP4.

Irman menilai sejumlah kesalahan data ini “wajar”, mengingat banyaknya nama penduduk yang harus dicatat, luasnya wilayah Indonesia, dan kesiapan KPU yang tergolong singkat. Karena itu, kerja sama dari pihak-pihak terkait sangat dibutuhkan.

PKS Piyungan Taubat

Daniel Zuhron dalam kesempatan yang sama juga meminta PBNU berpartisipasi dalam upaya pemutakhiran DPT agar akurasi dan validitas data dapat dipertanggungjawabankan. “PBNU dan organisasi masyarakat lain perlu turut menangani jumlah DPT bermasalah yang begitu besar yang barang kali bisa disentuh dengan pendekatan sosio-kultural,” katanya.

Dalam sambutan pengantar, Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menegaskan bahwa pemilu 2014 harus berjalan sukses. Sebagai masyarakat sipil, NU akan selalu mengawasi dan membantu karena hal ini menyangkut hak konstitusional warga dan legitimasi kepemimpinan.

“Kami juga meminta anak muda NU yang ada di Depdagri, KPU, agar dapat mengemban tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Selaku Ketua KPU, Husni Kamil lebih banyak menyoroti kesulitan-kesulitan teknis yang dihadapi KPU selama di lapangan. Menurut dia, persoalan akurasi DPT juga berhubungan dengan masalah kebudayaan masyarakat di daerah tertentu, yang tak dapat diselesaikan hanya mengandalkan variabel data administrasi.

“Saya berterima kasih, masalah yang menyangkut kedaulatan negara ini dapat difasilitasi PBNU sebagai organisasi terbesar di Indonesia,” tuturnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Amalan PKS Piyungan Taubat

Senin, 27 November 2017

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Para santri dan pelajar yang menempuh pendidikan di pesantren nantinya diharapkan menjadi penerus Nahdlatul Ulama (NU). Karenanya membekali mereka dengan materi Aswaja dan NU adalah jawaban nyata agar kelak menjadi kader andalan.

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH Irfan Sholeh merasa prihatin kalau kemudian ada pelajar yang terlibat dalam gerakan Islam garis keras ataupun kiri.?

"Kami sangat tidak ingin bila ada santri maupun pelajar alumni pesantren ini yang keluar dari Nahdlatul Ulama," kata Gus Irfan, sapaan akrabnya, Sabtu (4/4).

PKS Piyungan Taubat

Apalagi seperti diketahui para pimpinan dan pengasuh pesantren Tambakberas adalah aktivis NU. Bahkan KH Abdul Wahab Chasbullah yang nota bene salah seorang pengasuh pesantren ini adalah di antara pendiri NU bersama sejumlah kiai lain.

Karenanya mengenalkan NU sejak dini adalah sebuah jawaban bagi ketersediaan kader dan penerus NU di masa mendatang. "Saya sangat bangga kalau sejak dini para pelajar di sekolah ini bisa dikenalkan keberadaan NU," tegaskanya. Karenanya Gus Irfan sangat berterima kasih atas itikad baik kepengurusan IPNU dan IPPNU Jombang yang telah mendirikan kepengurusan komisariat IPNU dan IPPNU di MTsN Bahrul Ulum.

PKS Piyungan Taubat

Hal yang sama disampaikan Kepala MTsN Bahrul Ulum Muhammad Syuaib. Baginya, NU identik dengan pesantren Tambakberas. "Karena pendiri NU adalah dari pesantren ini," terangnya. Selaku pimpinan sekolah, ia merasa sangat berdosa kalau para siswa dan siswinya tidak kenal dengan baik keberadaan NU. "Karena itu para pelajar di MTsN Tambakberas harus aktif di IPNU dan IPPNU," ungkapnya.

Apa yang disampaikan KH Irfan Sholeh dan Muhammad Syuaib sebagai mata rangkai dari kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di MTsN Bahrul Ulum. Kegiatan berlangsung dua hari yakni hari Kamis (2/4) serta Sabtu (4/4) diikuti sedikitnya 680 pelajar di GOR pesantren setempat.?

Hadir sebagai pemateri antara lain KH Taufiq Abdul Jalil yang mengupas tentang Aswaja NU, juga Dr H Ainur Rofiq yang menyampaikan materi ke-NUan. Sedangkan rekan dari IPNU dan IPPNU Jombang memberikan materi seputar organisasi pelajar tersebut, organisasi serta kepemimpinan. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Pendidikan, Amalan PKS Piyungan Taubat

PMII Majalengka Tekankan Keadaban Kader dalam PKD

Majalengka, PKS Piyungan Taubat. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Majalengka mengadakan pelatihan kader dasar (PKD) tingkat Kabupaten Majalengka dengan tema membentuk kesadaran kader yang berkeadaban, beradab, dan menyejarah yang berlangsung dari Jumat-Senin, (16-19/9) bertempat di aula PCNU Majalengka.

PMII Majalengka Tekankan Keadaban Kader dalam PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Majalengka Tekankan Keadaban Kader dalam PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Majalengka Tekankan Keadaban Kader dalam PKD

Ketua panitia Wanding Ahmad Nurdin kegiatan ini untuk menggalang kembali para kader PMII pemula. dari tiap kader PMII diharuskan untuk mensinergikan program dari gerakan membaca ke analisis.

“Sebenarnya kegiatan mahasiswa yaitu membaca dan melihat (analisis, red) karena mahasiswa bagian struktur yang tertinggi dalam pengetahuan. Selain itu, kegiatan ini untuk melahirnya peradaban manusia maju dan menyejarah,” ujar guru Penjas itu.

Lanjut Wanding, selain itu, mahasiswa merupakan struktur tertinggi dalam bagian ilmu pengetahuan begitu juga PMII salah satu pergerakan maka inilah minatur lahirnya peradaban manusia maju dan menyejarah,” kata Alumi PMII ini

“Selain itu, gerakan mahasiswa dan segala merupakan struktur tertinggi dalam bagian ilmu pengetahuan begitu juga PMII salah satu pergerakan maka inilah minatur lahirnya peradaban manusia maju dan menyejarah,” kata laki-laki berkacamata ini. (Tata Irawan/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Amalan, Tegal PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandi mengatakan, kelompok ekstremis menyasar anak-anak sebagai target perekrutan. Alasannya, anak-anak dinilai masih polos dan belum bisa menyaring mana konten yang mengandung unsur ektrimisme-radikalisme dan mana yang tidak.

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

“Karena mereka kan masih polos dan mereka tidak bisa menolak,” kata Susianah selepas mengisi acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Jakarta, Selasa (29/8).

Menurut dia, pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi kepada para orang tua tentang ideologi radikalisme dan ekstremisme. Sehingga mereka sadar dan mawas diri akan bahaya gerakan-gerakan yang mengarah kepada terorisme.

“Yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan keluarga,” tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Wakil Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu menyebutkan, anak-anak yang terpapar radikalisme biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah seperti orang tuanya bercerai, keluarganya tidak harmonis, dan keluarga yang miskin.

Selain itu, kelompok ekstremis dan radikalis, imbuh Susianah, melakukan propaganda kepada anak-anak dengan menyuguhkan pengertian jihad yang keliru. Mereka menafsirkan jihad dengan dengan perang melawan non-muslim. Maka dari itu, yang paling rentan terhadap radikalisme adalah anak-anak.

“Nilai-nilai itu (pengertian jihad yang keliru) hanya bisa masuk secara mudah kepada orang-orang yang belum punya filter pendidikan, pengalaman, dan sosio kultur,” ucapya. ?





PKS Piyungan Taubat

Anak sudah terpapar radikalisme

Susianah menjelaskan, seandainya ada anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme maka pemerintah seharusnya tidak melakukan upaya-upaya yang represif dan menggunakan pendekatan hukum.?

“Jadi bukan pendekatan represif. Kalau menggunakan represif maka akan menularkan virus dendam kepada anak,” jelasnya.

Ia lebih sepakat apabila pemerintah melakukan program rehabilitasi dan kesejahteraan kepada anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme, yaitu dengan menanamkan pemahaman Islam yang damai.

Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan pendidikan terkait dengan anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme. Sehingga masyarakat juga bisa ikut serta dalam proses rehabilitasi terhadap anak yang sudah terpapar tersebut. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Amalan, Syariah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 18 November 2017

PMII Ciputat Arusutamkan Pemikiran Aswaja

Tangerang Selatan, PKS Piyungan Taubat. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciputat akan mengarusutmakan pemikiran Ahlussunah wal-Jamaah. Untuk tujuan itu diluncurkan program Aswaja Schoolen. Program tersebut diluncurkan di aula Asrama Putri PMI, Ciputat, Tengerang Selatan, Banten (12/6).

PMII Ciputat Arusutamkan Pemikiran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ciputat Arusutamkan Pemikiran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ciputat Arusutamkan Pemikiran Aswaja

Pada peluncuran Aswaja Schoolen PMII Ciputat mengundang penulis buku Pesantren Studies Ahmad Baso sebagai narasumber.

Pengurus Pusat Lakpesdam NU tersebut dalam pengantarnya mengatakan, Islam Indonesia adalah warisan Wali Songo. UIN Jakarta yang menjadikan nama seorang waliyullah di belakang namanya, seharusnya menjadikan kitab-kitab Syarif Hidayatullah masuk ke dalam kurikulum, “sehingga UIN mampu mendidik mahasiswa untuk memiliki karakter seperti Syekh Syarif Hidayatullah,” ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Konstruksi yang dibangun di UIN selama ini hanya memahami Aswaja dari sisi teologi saja, tapi tidak dijelaskan dari sudut gerakan, kenegaraan, dan kebangsaan. Ini pertanda Aswaja sudah banyak disensor  di institusi pendidikan UIN.

Para alumni Barat yang menjadi dosen di UIN, sambung pria kelahiran Sulawesi Selatan ini, Asy’ariah dan Al-Ghazali sebagai penyebab kemunduran Islam. Padahal kedua ajaran tersebut yang menjadi sumber inspirasi revolusi di Indonesia yang dilakukan umat Islam di pesantren.

PKS Piyungan Taubat

“Maka, Aswaja Schoolen diharapkan mampu melakukan rekonstruksi terhadap Aswaja versi UIN!” tegasnya.

Lebih jau, Baso mengemukakan, KH Hasyim Asy’ari melakukan kaderisasi pada orang-orang di luar NU, misalnya saja Jendral Sudirman, Bung Tomo, dan Tan Malaka. Mereka adalah orang-orang yang pernah menjadi santri kilat pendiri NU itu, “Pertanda Ahlussunnah walJamaah yang dianut pesantren juga menjadi salah satu pilar tegaknya  NKRI,” tambahnya.

Kepada PMII Ciputat, Baso menekankan harus dihimpun dari gerakan Aswaja Schoolen ini adalah kekuatan, karena Indonesia merdeka bukan karena text book dari Barat atau Wahabi, tapi karena keilmuan khazanah pesantren, salah satunya adalah ilmu kanuragan.

“Dengan demikian, PMII juga tidak boleh jauh dari kiai. Kalau PMII jauh dari kiai, maka PMII akan hancur. Boleh saja PMII independen dari NU, tapi harus tetap menjaga tradisi NU dan hormat kepada kiai, tegasnya.

Program Aswaja Schoolen diluncurkan karena UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berada di Ciputat, marak dengan pemikiran-pemikiran Wahabisme dan Liberalisme. Karena itulah PMII Ciputat akan memperkuat arus pemikiran Aswaja. Harapannya, kelak bisa menjadi kekuatan PMII dalam penyebaran ajaran Ahlussunnah wal-Jamaah.

Peluncuran program tersebut dikemas dengan diskusi  bertema Bedah Tokoh KH. Hasyim Asy’ari Mempertahankan Ahlussunnah wal-Jamaah dan Mememlihara Keutuhan NKRI. Kegiatan tersebut diikuti 20 aktivis PMII Ciputat.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Adriansyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Amalan, Meme Islam, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Rabu, 15 November 2017

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU?

Boyolali, PKS Piyungan Taubat. Untuk melengkapi referensi bacaan tentang ke-NUan bagi warga NU, Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Boyolali menerbitkan beberapa buku. Di antara buku yang sudah diterbitkan berjudul Mengapa Harus NU?.

Saat ditemui PKS Piyungan Taubat di sela acara bedah buku "Mengapa Harus NU?", Jumat (21/3) lalu di Teras, Ketua LTNNU Boyolali Darsim Ermaya Imam Fajarudin menerangkan, buku ini berisi banyak hal mendasar tentang ke-NUan.

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU?

“Dimulai dari apa itu NU? Bagaimana sejarah berdirinya? Apa saja kontribusi NU terhadap agama, bangsa, dan negara?” kata pria yang akrab disapa Imam.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Imam, dengan mengetahui hal-hal tersebut warga NU diharapkan semakin memahami bahwa NU itu luar biasa. “Dari sini mereka akan menyadari Mengapa Harus NU?, bukan yang lain,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Buku Mengapa Harus NU ini disusun tim penulis dari NU Boyolali. Mereka adalah Katib Syuriyah PCNU Boyolali Kiai Joko Parwoto, Ketua LTNNU Boyolali Imam Fajarudin, Makmun Nuryanto, dan seorang pengurus cabang NU Boyolali KH Ahmad Charir.

Imam menambahkan, buku setebal 300 halaman ini dapat dipesan langsung ke pengurus LTNNU Boyolali. Hasil dari penjualan buku ini akan dimasukkan ke kas PCNU Boyolali. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Ubudiyah, Amalan PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 11 November 2017

Seniman Dukung Kedaulatan Tanah Petani Urutsewu

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Dua malam akhir pekan lalu pusat Kota Yogyakarta 22 Maret 2014, para seniman yang beraliansi di “Solidaritas Budaya untuk Masyarakat Urutsewu” berkumpul di Alun-Alun Kidul. Mereka mepertunjukan Tari Melayu, Tari Cakalele dan Toki Gaba-Gaba dari Maluku, pembacaan puisi dan pertunjukan teaterikal.

Seniman Dukung Kedaulatan Tanah Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Seniman Dukung Kedaulatan Tanah Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Seniman Dukung Kedaulatan Tanah Petani Urutsewu

Malam berikutnya pada 23 Maret 2014, acara dipindahkan ke Titik Nol Malioboro. Kali ini para seniman menampilkan pertunjukan Tari Saman, pembacaan cerpen Eduardo Galeano, pembacaan puisi, permainan Toki Gaba-Gaba dan Tarian Cakalele.

Aliansi ini terdiri dari 12 lembaga gabungan dari berbagai macam kelompok dengan latar belakang seperti seniman, intelektual, aktivis, petani, dan LSM. Mereka adalah Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS), Urutsewu Bersatu (USB), Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam (FNKSDA), Sanggar Rupa Seni Rangka Tulang, Teater 42, Sanggar Nusantara, Mantra Merah Putih, Yayasan Desantara, Etnohistori, Komunitas Wayang Sampah Sanggar Lereng Kendeng, Gerakan Literasi Indonesia, dan Teater GERAK STAINU Kebumen.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Angga Palsewa Putra, koordinator umum Aliansi, tujuan utama Aliansi ini adalah “untuk menegaskan kedaulatan petani Urutsewu, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, atas tanah mereka”.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Angga yang berasal dari kelompok Teater 42 ini, kedaulatan petani dalam konteks ini diartikan sebagai kepemilikan tanah oleh petani, hak penggunaan lahan di tangan petani, hak mendapatkan dan menikmati hasil panen, serta keamanan dalam menggarap tanah-tanah pertanian.

Konflik di wilayah Urutsewu telah berlangsung sejak 1920, tanpa memeroleh perhatian masyarakat luas. TNI AD mengklaim tanah petani Urutsewu sebagai hak milik TNI. Pada 16 April 2011, terjadi penembakan terhadap para petani yang mencoba merebut kembali tanah-tanah mereka.

Akibat peristiwa ini, 6 petani dikriminalisasi, 13 orang luka-luka (6 di antaranya terkena peluru karet tentara), 12 sepeda motor dirusak, serta handphone, handycam, dan data digital dirampak paksa. Sejak itu eskalasi konflik di Urutsewu terus naik. TNI AD sempat memberikan izin penambangan pasir besi kepada PT Mitra Niagatama Cemerlang. Belakangan, sejak akhir 2013, TNI AD melakukan pemagaran sepihak terhadap tanah-tanah petani Urutsewu.

Menurut Angga, acara di Yogyakarta bertujuan untuk menggalang dana yang akan digunakan sebagai biaya untuk mengadakan Arak-arakan Budaya di Urutsewu pada 16 April 2014 yang alan datang. “Kami akan mengadakan satu kali lagi malam pertunjukan berbagai jenis tarian dan pembacaan puisi di Alun-Alun Kidul Yogyakarta pada 24 Maret 2014. Sehabis itu, kami akan ke Urutsewu untuk bersama-sama dengan masyarakat mempersiapkan Arak-arakan Budaya. Kami melakukan ini karena kami gerah dengan ketidakadilan yang terjadi dimana-mana di Indonesia. Dan sebagai pelaku seni, bagi kami seni adalah seni yang membela kaum tertindas,” tambah Angga.

Selain mengadakan rangkaian malam penggalangan dana, aliansi ini juga melakukan kampanye simpatik di media sosial seperti Twitter. Kata kunci #Urutsewu dipakai sebagai simpul kampanye. Dalam akun aliansi, @Satu4Urutsewu, terlihat foto para pengunjung malam pertunjukan dengan memegang poster kampanye bertuliskan “Selamatkan #Urutsewu”.

Untuk acara 16 April 2014, Sunu, Kepala Desa Wiromartan, salah satu desa di kebumen yang terlibat dalam Aliansi, mengatakan bahwa pada dasarnya Aliansi ini memiliki beberapa tuntutan, salah satunya adalah mereka menginginkan agar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Arak-Arakan Budaya pada 16 April 2014. “Pak Gubernur Ganjar perlu datang ke Urutsewu untuk menghadiri Arak-Arakan Budaya Petani Urutsewu, agar beliau mengerti penderitaan rakyatnya,” tutup Sunu. (Bosman Batubara/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Amalan, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Jumat, 10 November 2017

Gubernur Aher Buka Konferwil PWNU Jabar

Garut, PKS Piyungan Taubat



Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membuka Konferensi Wilayah ke-17 PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Fauzan Sukaresmi, Kabupaten Garut pada Selasa (11/10). Pembukaan Konferwil ditandai dengan pemukulan bedug oleh gubernur tersebut.?

Gubernur yang akrab dipanggil Aher ini menyatakan bahwa sejak kecil sudah dididik oleh orang tuanya untuk mengamalkan ajaran-ajaran Ahlussunaah wal-Jama’ah, salah satu buktinya adalah ketika membaca shalawat selalu menyertakan lafal sayyidina mengiringi Muhammad.

Gubernur Aher Buka Konferwil PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Aher Buka Konferwil PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Aher Buka Konferwil PWNU Jabar

Ia mengungapkan apresiasinya kepada jam`iyah Nahdlatul Ulama yang selalu istiqomah mengawal dan menjaga paham Ahlussunah wal-Jamaah di Indonesia. Sebagai bukti kebanggaannya, Pemerintah Propinsi Jawa Barat menggulirkan program pembangunan kobong (asrama pesantren).

Sekjen PBNU H.Ahmad Faisal Zaini mengharapkan kepada Gubernur Aher tidak hanya memukul bedug di acara Konferwil NU saja, melainkan memukul di masjid dan mushola yang ada di kampung-kampung di Jawa Barat.

PKS Piyungan Taubat

Kemudian, kepada Pengurus Wilayah NU Jawa Barat yang terpilih, Mantan Menteri PDT ini juga mengimbau agar bisa mewujudkan cita-cita para pendiri Nahdlatul Ulama, yaitu mensejahterakan masyarakat melalui program-program yang bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Propinsi Jawa Barat.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PBNU, Bupati dan Wakil Bupati Garut, peserta Konferwil dan ribuan warga NU. (Aiz Luthfi-Ayi Abdul Qohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional, Amalan PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Minggu, 29 Oktober 2017

Nada dan Dakwah, Grup Musik Akapela dari Pesantren Al-Hikamussalafiyyah

Sumedang, PKS Piyungan Taubat

Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sumedang, Jawa Barat, memiliki grup musik yang cukup unik. Para personelnya tak menggunakan instrumen musik apapun untuk menghasilkan nada-nada. Untuk mengiringi syair lagu yang dibawakan, mereka mengandalkan kolaborasi suara dari mulut para personel.

Nada dan Dakwah, Grup Musik Akapela dari Pesantren Al-Hikamussalafiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Nada dan Dakwah, Grup Musik Akapela dari Pesantren Al-Hikamussalafiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Nada dan Dakwah, Grup Musik Akapela dari Pesantren Al-Hikamussalafiyyah

Jenis musik yang dikenal dengan istilah akapela atau beatbox ini antara lain tampil memeriahkan pelantikan Pengurus Komisariat IPNU-IPPNU MTs dan MA Plus Al-Hikam di Aula MA Plus Al-Hikam, Senin (8/2) lalu. Seni ini lebih mengendepankan keahlian mulut dalam menciptakan nada atau notasi yang harmonis.

Grup musik bernama “Nada dan Dakwah Al-Hikam” ini digawangi tujuh personel, yaitu Arizal, Anwar, Raghib, Teguh, Chacha, Anggih, dan Tobiin. Mereka semua santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah. Inilah alasan mengama grup ini diberi nama Al-Hikam.

PKS Piyungan Taubat

Minggu kemarin grup nada dan dakwah Al-Hikam ini mengikuti turnamen se-Jawa Barat yang dilaksanakan di kampus STAI Sebelas April Sumedang. Gurp musik para santri ini pun sukses meraih juara kedua.

Manajer grup Nada dan Dakwah Al-Hikam, Mohammad Sholeh Nahru Ulumudin mengatakan bahwa grup ini dibangun atas dasar kewajiban amar maruf nahi munkar. Pesan dakwah disampaikan melalui seni yang sesuai dengan tuntutan zaman. Grup tersebut bisa juga diundang dalam berbagai acara, seperti pesta pernikahan, khitanan, hajatan, dan sejenisnya. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pahlawan, Quote, Amalan PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 28 Oktober 2017

Ini Lima Komitmen Front Penggerak Pancasila

Karanganyar, PKS Piyungan Taubat. Setidaknya 25 ribu lebih Nahdliyin mengikuti kegiatan apel kesetiaan Pancasila di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Ahad (15/10). Dalam kesempatan itu, Koordinator Nasional Front Penggerak Pancasila (FPP) H Abdul Muni’im DZ menyampaikan perlunya diselenggarakan kegiatan ini.

Ini Lima Komitmen Front Penggerak Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Lima Komitmen Front Penggerak Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Lima Komitmen Front Penggerak Pancasila

“Kita hadir di sini bukan untuk rekreasi, bukan untuk bersenang-senang tetapi dalam rangka mengungkapkan keprihatinan kita sebagai bangsa Indonesia. Karena bangsa Indonesia, kini dalam keadaan yang memprihatinkan,” kata Wakil Sekjen PBNU itu.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengembalikan tata aturan sesuai dengan ideologi Pancasila yang tercantum dalam lima komitmen kesetiaan pada Pancasila.

Adapun lima komitmen tersebut, yakni  pertama, memperkokoh dan mempertahankan Pancasila yang mendasari seluruh aktivitas berbangsa dan bernegara. Kedua, mendesak seluruh elemen masyarakat menerapkan Pancasila di semua aspek kehidupan.

PKS Piyungan Taubat

“Kemudian (ketiga) bersikap tegas terhadap kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila,” tegas Kiai Mun’im.

Keempat, menjaga agar Pancasila tidak disalahgunakan untuk memanilpulasi, dan terakhir  mengajak semua kalangan untuk menjalankan Pancasila sepenuh jiwa raga tanpa keraguan.

Sementara itu,  Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh berharap seluruh masyarakat, khsusunya Warga Nahdliyin dapat ikut menjaga Pancasila. “Semoga kita dapat menjaga Pancasila di Bumi Indonesia yang kita cintai,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Budaya, Pahlawan, Amalan PKS Piyungan Taubat

Selasa, 17 Oktober 2017

Kisah Jinten dan Karomah Guru Ibnu Arabi

Dalam kitabnya Ibnu Arabi bercerita mengenai seorang gurunya yang bernama Abu Abdillah Muhammad al-Syarafi. Gurunya ini berasal dari kabupaten al-Jarafe di kota Sevilla. Di luar kota Sevilla tidak banyak yang mengenal karomah sang guru, bukan saja karena sang guru menempuh laku spiritual yang keras, seperti 40 tahun tinggal di rumah tanpa lampu dan perapian, tapi juga karena sang guru termasuk sufi yang menyembunyikan kedudukannya.

Suatu hari Syekh al-Syarafi berjalan ke pasar dan menemui seorang anak kecil yang mengangkat keranjang berisi Adas/Jinten. Anak itu berkisah bahwa ia seorang yatim. Ibunya harus mengasuh sejumlah anaknya yang masih kecil. Sejak pagi mereka belum makan. Ibunya menyuruhnya menjual biji jinten ini ke pasar. Jika uangnya cukup ibunya berharap bisa membeli makanan untuk mereka.

Kisah Jinten dan Karomah Guru Ibnu Arabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Jinten dan Karomah Guru Ibnu Arabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Jinten dan Karomah Guru Ibnu Arabi

Syekh al-Syarafi meneteskan air mata menyimak kisah si bocah. Akan tetapi, alih-alih membeli jinten itu, Syekh al-Syarafi memasukkan tangannya ke keranjang, menggenggam sejumlah biji jinten. "Ini jinten yang bagus," begitu komentar sang syekh. Kemudian Syekh al-Syarafi berkata pada bocah yatim itu:

"Beritahu ibumu bahwa paman al-Syarafi dari al-Jarafe mengambil beberapa biji jinten ini dan meminta ibumu menghalalkannya."

PKS Piyungan Taubat

Sampai di sini, tindakan Syekh al-Syarafi ini di luar nalar. Bocah yang keluarganya sedang kesusahan dan hendak menjual biji jinten yang mereka punya, malah sebagian diambil oleh Syekh al-Syarafi. Bahkan tidak membayar dan malah minta ikhlas dihalalkan saja untuk dia.

PKS Piyungan Taubat

Namun karomah beliau muncul pada titik ini. Saat ia angkat tangannya menggenggam biji jinten, hatinya berdoa kepada Allah maka luluh hati mereka yang berada di sekitar itu. Tiba-tiba ada yang berkata: "Biji jinten yang telah disentuh oleh seorang Syekh pasti barokah." Orang yang berkerumun berebut membeli biji jinten itu. Walhasil, anak itu pulang membawa 70 dinar emas ke rumah ibunya. Subhanallah!

Ibnu Arabi bercerita bagaimana di depan matanya sendiri ia menyaksikan karomah sang guru menolong anak kecil itu dengan cara yang di luar nalar.

Kawan, seringkali di saat kesusahan kita malah mengalami kerugian. Kata orang, ini ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Namun yakinlah dengan kekuatan doa dan keikhlasan hati. Apa yang sudah direnggut oleh tangan-Nya tidaklah tersisa kecuali barokah. Bi yadikal khair. Di tangan-Nya semua kebajikan.

Di balik kesulitan, ada kemudahan

Sungguh di balik kesulitan, ada kemudahan

Begitu Al-Quran merekam janji Allah SWT. Masihkah kita tidak mempercayainya?

Para kekasih Allah itu bekerja menurut apa yang Allah skenariokan. Apa yang terlihat sebuah kerugian di mata manusia boleh jadi merupakan sarana datangnya keberkahan.

Untukmu kawan yang tengah dirundung berbagai kesulitan hidup, berdoalah agar hati kita seperti biji jinten yang disentuh oleh tangan kekasih-Nya. Ikhlaskanlah apa yang telah terambil, nanti Allah ganti semuanya dengan caraNya. Berkah... berkah… berkah.



Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School


Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Amalan, Daerah PKS Piyungan Taubat

Senin, 16 Oktober 2017

Kang Said: Perbedaan Jangan Sebabkan Permusuhan

Semarang, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, mensyukuri kondisi NU yang saat ini menjadi kekuatan civil society terbesar di Indonesia. Nahdliyin ~sebutan warga NU~ diminta bisa memanfaatkannya, dengan menjadi pelopor terbentuknya Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Insaniyah.  

"Dengan Pemerintah dan non Pemerintah, NU menjalin hubungan baik. Dengan agama lain, bahkan dengan luar negeri kita juga berhubungan baik. NU sekarang dalam kondisi baik, besar, dan diharapkan perannya oleh semua pihak," tegas Kiai Said di hadapan seratusan Nahdliyin di Kantor PWNU Jawa Tengah, Ahad (10/6). 

Kang Said: Perbedaan Jangan Sebabkan Permusuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Perbedaan Jangan Sebabkan Permusuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Perbedaan Jangan Sebabkan Permusuhan

Acara di PWNU Jawa Tengah adalah rangkaian Turba PBNU ke kepengurusan di daerah, yang di bingkai dalam Dialog Keorganisasian NU. Hadir juga dalam acara tersebut pengurus PCNU se Jawa Tengah, beserta lembaga, lajnah, dan badan otonomnya. 

PKS Piyungan Taubat

Sesuai dengan cita-cita pendirian NU, Nahdliyin harus bisa mempelopori terbentuknya Ukhuwah Islamiyah di antara umat Islam. Adanya perbedaan pemahaman diminta tidak menjadi penyebab munculnya permusuhan. 

"Perbedaan pasti ada, itu sudah nash dan tidak bisa dipungkiri. Tapi jangan sampai perbedaan itu menjadikan kita saling bermusuhan," ujar Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya. 

PKS Piyungan Taubat

Meski demikian Kang Said juga berpesan, dalam menjalankan Ukhuwah Islamiyah harus dibarengi dengan Ukhuwah Wathaniyah. Mengutamakan Ukhuwah Islamiyah saja dikhawatirkan akan menjadikan umat Islam jadi eksklusif yang berujung ekstremisme, sementara lebih mementingkan Ukhuwah Wathaniyah akan mengantarkan pada suburnya sekulerisme. 

"Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah harus sejalan. Jika itu selesai kita akan persembahkan ke dunia Ukhuwah Insaniyah, kita pelopori perdamaian dunia tanpa adanya peperangan," tuntas Kang Said. 

Turba PBNU ke PWNU Jawa Tengah ini adalah rangkaian dan yang ke sekian kalinya. Ikut dalam rombongan Kang Said adalah Katib Syuriyah PBNU KH Ikhwan Syam, Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf, Sekjend PBNU H Marsudi Syuhud, Wakil Sekjend PBNU Imdadun Rahmat, Ketua Lembaga Kesehatan NU Imam Rosyadi, Ketua Lembaga Penyusuhan dan Bantuan Hukum NU Andi Najmi Fuaidi, Ketua Lajnah Talif wan Nasyr NU. Sulthon Fathoni, dan Sekretaris RMI NU Miftah Faqih. 

Redaktur    : Emha Nabil Haroen

Kontributor: Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Amalan, PonPes PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 09 September 2017

Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Dorong Santri Berthariqah

Jombang, PKS Piyungan Taubat

Pondok Pesantren al-Urwatul Wutsqo, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang mendorong para santrinya untuk berthariqah dengan rutin. Selain kepada santri, pesantren ini juga mengajak wali santri dan warga sekitar. Hal ini dilakukan setiap bulan sekali di halaman pesantren setempat.

Nama aliran thariqah tersebut adalah Syadziliyah al-Mas’udiyah yang dipelopori oleh Abul Hasan Asy Syadzili pada zamannya. Salah satu ajaran yang diterapkan dalam thariqah ini, para jamaah diimbau membaca fida’ sebagai usaha meminta ampunan kepada Allah SWT atas dosa yang telah diberbuat.

Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Dorong Santri Berthariqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Dorong Santri Berthariqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Dorong Santri Berthariqah

Seperti halnya yang dilakukan KH Muhammad Qoyim Ya’qub, Pengasuh Pondok Pesantren al-Urwatul Wutsqo yang sekalius sebagai Mursyid Thariqah ini dalam menerapkan fida’. Para jamaah diperintahkan untuk membaca surat Al Ikhlas sebanyak 100.000 di masa hidupnya. 

“Amalan fida’ ada beberapa versi tergantung mursyidnya dari masing-masing thariqah. Tetapi kalau di sini amalan fida’-nya membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 100.000 kali selama orang itu hidup,” kata Gus Qoyim, panggilan akrabnya saat memberikan arahan kepada para jamaah, Sabtu (17/1) lalu.

PKS Piyungan Taubat

Berbeda dari bulan-bulan sebelumnya, pada momentum bulan maulid Nabi Muhammad SAW ini sekaligus dijadikan media bertambahnya kecintaan para jamaah dengan membaca shalawat kepadanya. Mereka tampak antusias dan khusyuk dengan diiringi alat musik al-banjari.

Selain mempelajari ilmu thariqah, pada keesokan harinya, Ahad (18/1/2016) di tempat yang sama, pondok pesantren ini juga mengajak para jamaahnya untuk mendalami ilmu-ilmu syari’at sebagai pemantapan dan penerapan langsung dari ibadah-ibadah syar’i.  “Sebab sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang digurukan kepada guru atau ulama,” ujar Sya’roni Hasan, salah satu pengurus pondok pesantren tersebut. (Syamsul Arifin/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Amalan PKS Piyungan Taubat

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah

Bandar Lampung, PKS Piyungan Taubat. Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung siap membantu kesembuhan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto sebagai langkah mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Banser Lampung bersama KPK. Kami memandang korupsi bertentangan dengan Pancasila. Sifat dan sikap itu yang harus dimusuhi, bukan orangnya," ujar Kasatkorwil Banser Lampung, Tatang Sumantri, di Bandar Lampung, Sabtu (16/9). 

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah

Ketua Umum Golkar ini mangkir dalam pemeriksaan sebagai tersangka korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Senin (11/9) karena tengah dirawat di RS Siloam akibat sakit gula darah diidapnya sejak lima tahun silam kambuh. Penyakit bersangkutan diinformasikan telah menggangu fungsi ginjal dan jantung.

"Banser Husada Lampung siap kami turunkan membantu kesembuhan Setnov dengan terapi hijamah atau bekam dan Aji Tapak Sesontengan atau ATS," papar Tatang lagi.

Kesediaan tersebut, imbuh Tatang, bukan untuk memojokkan Setnov, namun demi kebaikan bersangkutan hingga negara.

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada (Basada) Lampung Gatot Arifianto selaku Kamitua (Master) ATS pada 2014 juga terkena diabetes dengan kadar gula mencapai 524.

PKS Piyungan Taubat

"Alhamdulillah sembuh dengan ATS dan bersama sahabat-sahabat Basada hingga hari ini telah membantu seribu lebih masyarakat Lampung yang menderita lemah jantung, asma, vertigo, migrain, hernia, pasca stroke, asam urat hingga ginjal serta mendapat apresiasi positif dari publik," kata Tatang lagi.

Wakil Ketua PW GP Ansor Lampung Heriyanto Suud mengaku optimistis penyakit diderita Setnov bisa diatasi sehubungan ada pengalaman penyakit kista bisa hilang total terapi tradisional.

"Fakta tersebut memang benar. Apalagi basic ATS ilmiah, tidak lepas dari DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid yang menyimpan ribuan tahun informasi," kata dia lagi.

Untuk diketahui, ATS merupakan ilmu pengetahuan leluhur nusantara jaman dahulu yang terbukti mampu membantu kesembuhan beragam penyakit medis dan non medis dengan sentuhan atau tepukan kasih sayang. Kader Ansor dan Banser yang ingin mengetahui lebih jauh atau belajar ATS bisa menghubungi nomor 085382008080. (Syuhud Tsaqafi/Zunus)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, Amalan PKS Piyungan Taubat

Rabu, 06 September 2017

Pekan Depan PMII STKIP Rekrut Anggota Baru

OKU Timur, PKS Piyungan Taubat. Pengurus PMII STKIP Nurul Huda OKU Timur tahun ini kembali menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru. Pengenalan terhadap gerakan mahasiswa ini akan berlangsung selama tiga hari Jumat-Ahad (10-12/10) di balai kampung Tebat Jaya, Buay Madang, OKU Timur.

Pekan Depan PMII STKIP Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan PMII STKIP Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan PMII STKIP Rekrut Anggota Baru

Menurut Panitia Mapaba Miftahul Huda, calon kader baru ini berasal dari lima jurusan program studi di kampus STKIP Nurul Huda Sukaraja. Sampai saat ini tercatat 25 mahasiswa mengembalikan formulir pendaftaran. 

“Kita juga tentu saja melakukan sosialisasi di kampus-kampus lain di kabupaten OKU Timur,” kata Miftah di sekretariat PMII STKIP Nurul Huda.

PKS Piyungan Taubat

Nurul Huda, Ketua PK PMII STKIP OKU Timur ini berharap rekrutmen anggota baru ini menambah amunisi bagi perubahan masa depan yang lebih baik.

“Kita ingin kader baru dengan komitmen kuat lahir dari Mapaba kali ini, yakni mereka yang loyal dan sadar akan tanggung jawab sebagai mahasiswa yang memperjuangkan idealisme,” harap Nurul. (Heri Amanudin/Alhafiz K)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Amalan, Hikmah, Nasional PKS Piyungan Taubat

Selasa, 05 September 2017

Sebelum Dilantik, PW IPPNU Jawa Barat Lakukan Ta’aruf

Bandung, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Barat masa khidmat 2016-2019 akan dilantik pada awal Maret 2017 mendatang.

Sebelum Dilantik, PW IPPNU Jawa Barat Lakukan Ta’aruf (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Dilantik, PW IPPNU Jawa Barat Lakukan Ta’aruf (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Dilantik, PW IPPNU Jawa Barat Lakukan Ta’aruf

Hal itu tertuang dalam taaruf (perkenalan) Pengurus PW IPPNU Jawa Barat 2016-2019 di gedung dakwah PWNU Jawa Barat, Jalan Galunggung, Kota Bandung awal Januari 2017 lalu.

Ketua PW IPPNU Jawa Barat, Nurul Fatonah mengatakan, pelaksanaan pelantikan yang rencananya dilakukan pada awal Maret tersebut sekaligus memperingati Hari Lahir IPPNU ke 62.

"Hari ini kita masih fokus dalam rangka konsolidasi organisasi untuk mempersiapkan prosesi pelantikan dan harlah ke 62 yang waktu dan tempatnya belum dipastikan. Yang jelas awal Maret," ujar Nurul saat dihubungi.?

Dalam taaruf kepengurusan tersebut, kata Nurul, diharapkan bisa mempererat hubungan shilaturahmi yang mayoritas berasal dari pasca kepengurusan cabang di 27 Kabupaten/ Kota Jawa Barat.

PKS Piyungan Taubat

"Tentunya masih banyak para pengurus yang masih belum pada saling kenal. Diharapkan dengan taaruf ini bisa memudahkan konsolidasi organisasi untuk menjalankan program kerja kedepan," katanya.

PKS Piyungan Taubat

Nurul memastikan, pasca dirinya terpilih menjadi ketua PW IPPNU Jawa Barat pada Konferwil IPPNU di Karawang 27 November 2016 yang lalu hingga penetapan formatur, komposisi struktural IPPNU Jawa Barat yang di nakhodainya tersebut sangat solid.

"Sehingga kami optimistis bisa menjalankan roda organisasi ke arah yang lebih baik," pungkas mantan Ketua PC IPPNU Garut tersebut. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Anti Hoax, Halaqoh, Amalan PKS Piyungan Taubat

Selasa, 29 Agustus 2017

Ratusan Santri Rembang Galang Aksi Seribu Foto Selfie Antiradikalisme

Rembang, PKS Piyungan Taubat - Rastusan santri di Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang menolak penyebaran radikalisme di Indonesia. Mereka mengadakan aksi “Seribu Foto Selfie Gerakan Santri Antiradikalisme” yang berpusat di aula MA YSPIS Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan, Kamis (18/2) pagi.

Ketua Panitia Pelaksana Aan Ainun Najib mengatakan, aksi ini merupakan buntut dari maraknya pemberitaan tentang bahaya penyebaran kelompok-kelompok radikalisme yang sebagian besar juga menyerang pesantren dan madrasah tertentu.

Ratusan Santri Rembang Galang Aksi Seribu Foto Selfie Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Rembang Galang Aksi Seribu Foto Selfie Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Rembang Galang Aksi Seribu Foto Selfie Antiradikalisme

Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan semacam ini, para santri akan mengetahui bahaya perilaku dan paham radikalisme. "Memang kami menyosialisasikan bahaya perilaku dan paham radikal ini dengan berfoto selfie karena remaja sekarang hobi berfoto selfie," jelas Wakil Ketua IPNU Rembang tersebut.

Aksi ini juga menggalang dukungan dari para pengguna media sosial, baik facebook, twitter maupun instagram dengan menggunakan hashtag #GerakanSantriAntiRadikalisme atau #Ge_SAR.

PKS Piyungan Taubat

"Kami berharap partisipasi para pengguna media sosial agar turut peduli dalam aksi pencegahan perilaku dan paham radikal ini dengan menggunakan hashtag #GerakanSantriAntiRadikalisme atau #Ge_SAR," pungkasnya.

Dengan menggunakan kertas yang bertuliskan pesan penolakan paham radikal para santri mengekspresikan diri lewat foto selfie. Mereka juga diwajibkan untuk mengikuti hashtag yang telah ditentukan pihak panitia sebagai upaya sosialisasi pencegahan perilaku dan paham radikal lewat media sosial.

PKS Piyungan Taubat

Ketua MWCNU Sedan Muhtar Nur Halim mengatakan, pihaknya akan terus mengawal upaya untuk menangkal paham dan perilaku radikal.

"Nanti malam kita akan mengadakan talkshow dengan tema menggugat paham dan perilaku radikal yang mana akan dihadiri ratusan peserta dari remaja-remaja NU yang peduli terhadap upaya penolakan radikalisme," ujar Muhtar di sela-sela mengikuti sesi acara foto selfie.

Peserta yang mayoritas merupakan anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) tampak begitu sangat semangat dalam menggelorakan penolakan terhadap perilaku dan paham radikali.

Turut hadir para pengurus harian IPNU-IPPNU Rembang, serta aktivis pelajar NU dari komisariat IPNU-IPPNU MA YSPIS Gandrirojo. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, Quote, Amalan PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock