Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Rapat Pleno PBNU Bahas Sejumlah Isu Penting

Wonosobo, PKS Piyungan Taubat. Rapat Pleno PBNU di Kompleks Pondok Pesantren Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq), Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu-Ahad (7-8/9) akan membahas sejumlah persoalan internal NU dan beberapa rekomendasi terkait isu-isu penting nasional dan internasional.

Rapat Pleno PBNU Bahas Sejumlah Isu Penting (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Pleno PBNU Bahas Sejumlah Isu Penting (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Pleno PBNU Bahas Sejumlah Isu Penting

Para peserta rapat Pleno PBNU berjumlah sekitar 130 orang yang terdiri dari pengurus PBNU dari jajaran syuriyah, tanfidziyah, mustasyar dan a’wan, serta ketua-ketua lembaga, lajnah dan badan otonom di tingkat pusat.

Para peserta rapat dibagi ke dalam empat komisi, yakni organisasi, program, penataan aset dan rekomendasi. Masing-masing komisi beranggotakan unsur syuriyah, tanfidziyah, mustasyar dan a’wan, serta ketua-ketua lembaga, lajnah dan badan otonom.

PKS Piyungan Taubat

Usai pembukaan Sabtu (7/9) besok, para peserta rapat akan mendengarkan laporan perkembangan NU pasca-Munas Cirebon 2012 oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Rapat kemudian dilanjutkan dengan sidang-sidang komisi.

Pada komisi program akan dievaluasi sejumlah program PBNU pasca Munas Cirebon yang dilaksanakan oleh lembaga, lajnah, serta beberapa program badan otonom.

PKS Piyungan Taubat

Untuk Komisi Organisasi, menurut Ketua Panitia Rapat Pleno PBNU H Arvin Hakim Thoha, akan dibahas konsep Ahlul Halli wal Aqdi, atau model pemilihan baru Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk disahkan dalam Muktamar mendatang.

“Sudah disiapkan draftnya nanti insyaallah akan dibahas. Pengennya nanti di Muktamar 2015, kita tidak lagi memakai model pemilihan langsung,” katanya.

Selain itu, lanjut Arvin, akan dibahas seputar kedudukan cabang dan wilayah. Sementara ini, kepengurusan cabang dan wilayah NU masih mengikuti administrasi kepemerintahan.

“Yang sekarang ada, berapa pun jumlah warga di PWNU maupun PCNU dan sepadat apapun programnya tetap saja suaranya sama di Muktamar,” katanya.

Pada komisi rekomendasi, Rapat Pleno antara lain akan membahas sikap NU terkait pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2014. “Untuk Capres nanti NU tidak akan menitipkan aspirasinya pada satu parpol saja. Tapi nanti ini kan dibahas dalam komisi,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

Foto:Dok. PKS Piyungan Taubat: Dari kiri Ketua PBNU H Arvin Hakim Thoha, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hikmah, Tokoh, Sejarah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 13 Februari 2018

Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran

Makassar, PKS Piyungan Taubat. Muslimat NU Kota Makassar menyerahkan bantuan sejumlah 50 paket sembako kepada korban kebakaran di jalan Kandea kota Makassar, Jumat (21/5). Mereka turut prihatin atas musibah kebakaran pada Kamis (14/5) lalu yang membuat 40 kepala rumah tangga kehilangan tempat tinggal.

Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran

Ketua Muslimat NU Makassar Hj Syukriah Ahmad memimpin lansung penyerahan bantuan. Ia mengajak masyarakat yang sedang tertimpa musibah untuk bersabar.

"Kami warga Muslimat NU Kota Makassar sangat prihatin dan turut merasakan kesedihan masyarakat yang tertimpa musibah ini," kata Hj Syukriah.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, bantuan ini secara materi tidak seberapa nilainya. Namun ia berharap sedikit upaya ini bisa meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.

Setiap paketnya memuat beras, gula dan teh. Muslimat NU Makassar menyerahkan langsung kepada panitia penerimaan bantuan kebakaran. (Rahman Hasanuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Sejarah, Doa PKS Piyungan Taubat

Senin, 12 Februari 2018

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

Tasikmalaya,? PKS Piyungan Taubat. Pada era banjirnya informasi yang masuk dan gerakan radikal yang mulai kelihatan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya memberikan perhatian khusus untuk menjaga tradisi agar masyarakat memiliki pegangan. PCNU Tasikmalaya berupaya untuk menyemarakkan tradisi Aswaja dengan melibatkan pemuda dan remaja setempat.

Ketua Panitia Konfercab XVI PCNU Kabupaten Tasikmalaya H Tatang Sunarya mengatakan, gerakan-gerakan ormas yang mencoba menyebarkan paham radikalisme mulai masuk di tengah-tengah warga NU. Mereka sedikit-banyak mengubah segala tradisi dan pemikiran warga. Ini membuat pengurus harian NU Tasikmalaya resah.

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

“Seperti halnya dulu di masjid-masjid kampung itu marhabaan, dibaan, pengajian dan memakmurkan masjid itu gampang dijumpai dan kaum muda menjadi aktornya. Namun susah kita mencari hal-hal seperti itu sekarang,” kata Tatang ketika ditemui PKS Piyungan Taubat di Kantor PCNU Kabupaten Tasikmlaya, Senin (26/12).

Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmalya ini melanjutkan, di era global ini apapun bisa masuk tanpa ada filter seperti isu-isu yang berseliweran di media sosial. Tak sedikit orang koar-koar tak jelas dan termakan isu sehingga membuatnya tak karuan mencaci sana-sini dan membabi buta. Bahkan paham-paham radikal dan sebagainya sangat deras masuk ke tengah masyarakat.

Hal-hal semacam ini terjadi karena tak kuatnya basis keilmuan dan pemahaman terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mantap. Kelemahan inilah yang membuat mereka mudah terbakar emosi.

PKS Piyungan Taubat

Karenanya pembinaan-pembinaan itu sangat dibutuhkan. PCNU Tasikmalaya memilih pembinaan itu dalam bentuk syiar terhadap tradisi dan lewat cara yang massif mengikuti cara global sekarang harus dilakukan.

Konfercab yang akan dilaksanakan di Pesantren Cipasung, Kamis (29/12) kali ini menitikberatkan pada hal-hal itu. Panitia mengusung tema Menjaga Tradisi dan Memperkokoh Aqidah Aswaja di Tengah Tantangan Global.?

PKS Piyungan Taubat

“Tema ini menjadi PR besar buat kami. Dalam persidangan nanti kami berharap ditemukan keputusan-keputusan terbaik untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai kota santri lahir dan batin,” kata Tatang. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Internasional, Sejarah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 09 Februari 2018

Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung

Bandung, PKS Piyungan Taubat. Tim Pelajar Antiradikalisme (PAR) melakukan sosialisasi mengenai bahaya radikalisme di kalangan pelajar di Kecamatan Regol Kota Bandung, Kota Bandung, Sabtu, (27/1).

Ketua Harian Tim PAR Ahmad Regi Maulana mengatakan sosialisasi ini adalah bentuk nyata atas keprihatinan PAR terhadap paham radikal di kalangan pelajar.

Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung

"Maka pada acara masa kesetiaan anggota (Makesta) Pimpinan Anak Cabang (Pac) Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Regol Tim PAR kembali hadir untuk mengingatkan bahaya paham radikalisme di kalangan pelajar yang dapat merusak generasi muda saat ini," kata dia.

Ia menambahkan sosialisasi langsung kepada pelajar sangatlah efektif guna mencegah serta mengikis paham radikalisme dikalangan pelajar serta terciptanya suasana yang interaktif dan menyenangkan untuk pelajar itu sendiri.

"Tatap muka seperti ini kan sangat efektif sekali menurut saya," bebernya.

PKS Piyungan Taubat

Ia berharap Tim PAR  dapat menjadi media komunikasi dikalangan pelajar dalam menangkal paham-paham radikalisme yang mencoba merusak masa depan bangsa, serta kedepan kegiatan seperti ini akan sering dilakukan oleh Tim PAR.

"Kita sih berharapnya Tim PAR ini bisa menjadi media komunikasi bagi pelajar, bahkan menjadi solusi dalam menangkal paham-paham radikalisme, dan kedepannya kegiatan seperti ini akan sering kita lakukan," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Nasional PKS Piyungan Taubat

Selasa, 30 Januari 2018

Kiai Hasyim Minta Islam Aswaja Dikawal di Maluku

Ambon, PKS Piyungan Taubat



Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Wilayah Maluku, Abidin Wakano mengatakan almarhum KH Hasyim Muzadi pernah berpesan untuk mengawal Islam yang "rahmatan lil alamin" dalam konteks berbangsa dan bernegara di Maluku.

Kiai Hasyim Minta Islam Aswaja Dikawal di Maluku (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Minta Islam Aswaja Dikawal di Maluku (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Minta Islam Aswaja Dikawal di Maluku

"Pesan itu disampaikan saat pertemuan ulama di Jakarta pada 2009. Saya dipanggil beliau, selanjutnya berpesan tolong kawal Islam yang rahmatan lil alamin dalam konteks kemalukuan. Saya ingat sekali apa yang beliau katakan saat itu," katanya, di Ambon, Kamis.

Mengenang sosok mantan Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Hasyim Muzadi yang wafat di Malang, Jawa Timur, sekitar pukul 06.15 WIB, Abidin mengatakan warga NU di Maluku merasa sangat kehilangan tokoh Islam yang dikenal dengan sifat moderatnya.

Tokoh bangsa yang memahami progresifnya dinamika Islam dan menaruh perhatian besar terhadap keberagaman untuk kesatuan bangsa, tak terkecuali di Maluku.

PKS Piyungan Taubat

Ia bahkan pernah memberikan pesan khusus, bahwa pasca konflik sosial pada 1999, tugas para ulama di Maluku menjadi sangat berat, tetapi tanggung jawab untuk selalu menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara harus dijalankan, dengan mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamin atau peduli dengan sesama.

"Sebagai warga NU, kami di Maluku merasa sangat kehilangan tokoh dan guru bangsa dengan pemikiran yang moderat, memahami dinamika keislaman dan mencoba menjembataninya. Dalam banyak perjumpaan, beliau selalu menegaskan untuk terus mengawal nilai-nilai moral berbangsa," tandasnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Abidin, di berbagai perjumpaan dengan ulama-ulama lainnya, KH Hasyim Muzadi dengan pemikiran Islam "ahlus sunnah wal jamaah" selalu menegaskan penentangannya terhadap radikalisme mengatasnamakan agama.

Satu waktu dalam kunjungan ke Ambon untuk menghadiri zikir akbar, KH Hasyim Muzadi berkali-kali mengingatkan pengurus NU Maluku agar terus menjaga keutuhan bangsa, memperhatikan kalangan masyarakat bawah, dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

Selain itu, ia juga perpesan agar pesantren-pesantren NU didirikan di wilayah provinsi seribu pulau tersebut.

"Beliau bilang pikiran kalian maju, tapi juga harus mampu memperhatikan lapisan bawah. Di sisi lain wahabisme juga adalah tantangan yang berat. Paling penting adalah umat Islam di Maluku harus mengembangkan SDM. Beliau juga mengingatkan untuk membangun pesantren NU di sini," tegas Abidin. (Antara/Mukafi Niam)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 19 Januari 2018

#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter

Jakarta, PKS Piyungan Taubat 



Meski wafat tujuh tahun lalu, KH Abdurrahman Wahid masih terus hadir, kendati hanya cerita atau kutipan pembicaraannya, tulisannya, dan pemikirannya. Seperti hari ini, Jumat (4/8), Gus Dur diungkapkan warga dunia maya hingga merajai trending topic di media sosial Twitter dengan tagar #HarlahGusDur.  

Saat berita ini ditulis, tagar tersebut menempati urutan pertama di Twitter Indonesia. Warga dunia maya ada yang ngetwitt ungkapan pribadi tentang Gus Dur, ungkapan Gus Dur sendiri, menautkan foto bersama Gus Dur, video, atau quote Gus Dur.   

#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter

Dedi Mulyadi misalnya, melalui akun ?@DediMulyadi71, ngetwit dengan mencantumkan foto bersama Gus Dur. Bupati Purwakarta itu mengatakan, “Beliau tidak pergi, senantiasa ada di hati, menyejukan lewat petuahnya, menebar bahagia dengan humornya #HarlahGusDur.”

Akun Pengagum Gusdur? @KangMishbah1, melakukn kultwitt. Pada twitt ketujuh ia mengatakan, “Pkaian bliau yaitu kjujuran. Prinsip ksukaannya adalh kterbukaan. Smua klompok bliau rangkul, trmasuk yg dlu prnah mmukul #HarlahGusDur”.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ulil Abshar Hadrawi, Gus Dur masih dibicarakan orang karena ia fenomenal. Pemikiran dan tindakan Gus Dur selalu menjadi teladan. Pemikirannya berusia panjang karena bersumber dari hati yang jernih. Tema-temanya sepanjang masa, seperti tema kemanusiaan. 

“Dia tidak hanya mikirin NU, tapi yang lebih besar, yaitu bangsa dan dunia,” katanya di gedung PBNU, Jakarta.  

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri juga turut serta pada ngetwitt bareng harlah Gus DUr ke-77 tersebut. Kiai yang akrab disapa Gus Mus itu ngetwitt: “Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin besar rasa toleransinya. "K. H. Abdurrahman Wahid" #HarlahGusDur”. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Ulama, Internasional PKS Piyungan Taubat

Kamis, 11 Januari 2018

Unggul 6-0 atas Darunnajah, Tim Sepak Bola Al-Asyariah Masuk Babak Final

Sidoarjo, PKS Piyungan Taubat. Liga Santri Nusantara (LSN) U-17 di Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (3/12) mempertemukan tim sepak bola pesantren Darunnajah Garut melawan tim dari pesantren Al-Asyariah Tangerang. Pertandingan berakhir dengan skor 6-0 untuk tim sepak bola pesantren Al-Asyariah. Kemenangan ini mengantarkan tim Al-Asyariah pada putaran final.

Unggul 6-0 atas Darunnajah, Tim Sepak Bola Al-Asyariah Masuk Babak Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Unggul 6-0 atas Darunnajah, Tim Sepak Bola Al-Asyariah Masuk Babak Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Unggul 6-0 atas Darunnajah, Tim Sepak Bola Al-Asyariah Masuk Babak Final

Tim pesantren Al-Asyariah unggul lebih dulu pada menit ke-8 yang disunting M Sopyan. Gol kedua dicetak oleh M Janisahri di menit ke-13 lewat tendangan jarak jauhnya sehingga mampu merobek gawang tim sepak bola pesantren Darunnajah.

Wasit M Agus Muslim akhirnya harus memberikan ganjaran kartu merah kepada pemain dari kubu tim pesantren Darunnajah Asep Syahri karena melakukan pelanggaran.

PKS Piyungan Taubat

Tak berselang lama, tim sepak bola Al-Asyariyah mendapatkan hadiah penalti yang mampu dimanfaatkan oleh Afrisal dengan baik sehingga tendangan itu membobol gawang tim pesantren Darunnajah. Pertandingan bertahan dengan skor 3-0 hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua pemain pesantren Al-Asy-ariah mampu menambahkan tiga poin yang dihasilkan oleh Khairul, M Aruiyan lewat sundulannya, dan Afrisal sehingga skor akhir pada babak kedua menjadi 6-0.

PKS Piyungan Taubat

Selanjutnya, pesantren Al-Asyariah akan bertemu dengan tim sepak bola pesantren Nurul Islam Jember pada babak final yang digelar di Gelora Delta Sidoarjo, Ahad (6/12) mendatang.

Pelatih tim sepak bola pesantren Al-Asyariah H Agus Suparman mengaku, dengan hasil akhir 6-0 yang mampu dihasilkan oleh anak asuhnya pihaknya tetap akan memfokuskan anak asuhnya pada kosentrasi. Kemenangan yang dihasilkan itu merupakan gaya dari para pemain pesantren Al-Asyariah dan bukan terpengaruh oleh pemain lawan.

"Kita imbang dengan pemain dari Jember. Namun, kita harus juara. Karena sebelum sampai Surabaya kami selalu latihan rutin seminggu tiga kali. Mohon doanya sehingga kami mendapatkan juara," pinta Agus.

Salah satu pemain sepak bola Al-Asyariah Afrisal Dwi Salgani mengaku senang bisa lolos ke babak final. Hal itu ditegaskan Afrisal karena kerja sama tim yang cukup bagus.

"Kami sangat senang karena baru pertama main di stadion Gelora Delta Sidoarjo dan bisa lolos ke babak final. Hari ini permainan kami cukup bagus. Nanti ada yang diperbaiki lagi sehingga menambah finishing dan kondisional saja," kata Afrisal dengan nada gembira. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hikmah, Sejarah, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Rabu, 10 Januari 2018

Muliakan Bulan Puasa Dengan Safari Ramadhan

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat. Dalam rangka memulyakan sekaligus menyemarakkan kegiatan keagamaan pada bulan suci Ramadhan 1433 H ini, Bupati Probolinggo yang juga Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin bersama anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), tokoh agama dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melaksanakan Safari Ramadhan dan buka puasa bersama di beberapa tempat. 

Muliakan Bulan Puasa Dengan Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muliakan Bulan Puasa Dengan Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muliakan Bulan Puasa Dengan Safari Ramadhan

Rabu (1/8) sore kemarin, Safari Ramadhan dan buka bersama Bupati Probolinggo tersebut digelar di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Selain anggota Forpimda, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan H. Nasrullah Ahmad Suja’i dan Ketua Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil.

Safari Ramadhan dan buka puasa bersama ini dihadiri oleh ratusan masyarakat yang berasal dari Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Sejak pukul 16.00 WIB mereka sudah berkumpul di lokasi kegiatan.

PKS Piyungan Taubat

Dalam sambutannya Bupati Hasan mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan ini. Menurutnya, sudah menjadi tugas kita bersama untuk saling mengingatkan saudara seiman agar sadar untuk menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan suci Ramadhan ini.

”Mari kita berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah di bulan suci ini. Perbanyak shodaqoh kepada sesama yang membutuhkan, jangan berlomba-lomba untuk mencari shodaqoh,” ujar Bupati Hasan.

PKS Piyungan Taubat

Lebih lanjut Bupati Hasan juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk selalu menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dengan memberikan contoh perbuatan yang baik, bukan hanya wacana.

”Tugas kita adalah bagaimana mengingatkan sesama ummat Rasulullah untuk melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Yang diperlukan sekarang adalah uswah hasanah dan bukti nyata bukan wacana saja”, tegasnya.

Saat adzan Maghrib berkumandang, seluruh jamaah langsung membatalkan puasa dengan menyantap buah kurma dan segelas air mineral yang disediakan panitia. Usai sholat Maghrib berjamaah, Bupati Hasan dan seluruh anggota Muspida dan undangan lainnya berbuka puasa bersama.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Sejarah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Menjaga Entitas Pesantren Salaf

Dari bilik-bilik sederhana pesantren salaf yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara, dakwah Islam Indonesia yang damai ini dijalankan. Para kiai dengan kerelaan hatinya mengajarkan dan mewariskan berbagai ilmunya kepada para santri. Tanpa terasa, pewarisan ilmu dari generasi ke generasi ini, dan pengembangannya di masyarakat luas telah membentuk karakter Muslim Indonesia sebagaimana adanya saat ini, yang mampu mengombinasikan antara nilai agama dan lokalitas budaya, yang kini semakin menemukan maknanya.

Dengan semakin berkembangnya sistem pendidikan, pengajaran Islam kini lebih banyak bertumpu pada perguruan tinggi Islam, sementara pendidikan ala pesantren salaf dengan berbagai keterbatasannya tidak mampu bersaing. Tetapi ada satu hal yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi tersebut, yaitu tafaqquh fiddin, yaitu pemahaman agama secara luas dan mendalam. Pesantren bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Kiai menjadi figur sentral dengan yang menjadi suri teladan dalam bersikap dan berperilaku. Di pesantren, ilmu dimaknai bukan sekadar belajar tetapi juga dicari keberkahannya. Ini sangat berbeda dengan pendekatan di perguruan tinggi yang menempatkan ilmu sebagai obyek kajian dan peran dosen yang sekadar mengajarkan dan memberi nilai kepada mahasiswanya. Dengan proses yang berbeda ini, hasil lulusannya juga menjadi berbeda. Dari pesantren dilahirkan para ulama-ulama besar yang dengan tulus ikhlas mengabdikan diri kepada umat sementara perguruan tinggi Islam lebih banyak mencetak pegawai dan akademisi.

Menjaga Entitas Pesantren Salaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Entitas Pesantren Salaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Entitas Pesantren Salaf

Turunnya minat masyarakat untuk belajar di pesantren salaf ini menjadi keprihatinan banyak pihak, termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dikhawatirkan, dalam jangka panjang, terjadi krisis ulama yang selama ini dihasilkan melalui pesantren. Sejauh ini, pesantren tetap berkembang, tetapi segmen yang berkembang adalah santri yang belajar mengaji sambil sekolah, bukan mereka yang benar-benar berniat untuk memperdalam ilmu agama dan menjadi ulama.

PKS Piyungan Taubat

Ada banyak kendala yang menyebabkan pesantren salaf kekurangan peminat. Salah satunya adalah legalitas dari pemerintah. Meskipun sebagian besar santrinya tidak ingin menjadi pegawai, tetapi tetap diperlukan formalitas seperti ijazah yang dalam waktu tertentu tetap diperlukan bagi mereka yang membutuhkan. Lulusan pesantren salaf tidak bisa melanjutkan pendidikannya pada jenjang yang lebih tinggi, sekalipun kapasitas keilmuannya sangat memadai. Ijazah juga diperlukan ketika kaum santri memasuki ranah jabatan publik seperti menjadi bupati, walikota, atau jabatan lain.

Upaya Kementerian Agama untuk mengesahkan eksistensi ma’had aly sebagai pendidikan tinggi bercirikan pesantren melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 71 Tahun 2015 tentang ma’had aly patut diapresiasi. Dengan demikian, lulusannya akan memperoleh status setara sarjana yang ijazahnya bisa digunakan untuk berbagai keperluan, sebagaimana sarjana dari perguruan tinggi Islam atau umum. Tentu hasilnya masih perlu dilihat bagaimana kurikulum yang mengombinasikan tradisi pesantren yang tidak hanya bertumpu pada kepintaran akademik belaka tetapi juga nilai keberkahan dalam belajar dengan tradisi perguruan tinggi yang sangat menekankan sikap kritis terhadap ilmu pengetahuan. ?

PKS Piyungan Taubat

Legalitas ini diharapkan juga membuka “pintu” yang lain seperti pemberian bantuan dan beasiswa kepada santri yang selama ini hanya dinikmati oleh mahasiswa dari perguruan tinggi Islam dan umum. Tanpa dukungan tambahan, upaya pesantren untuk mampu bersaing dengan perguruan tinggi akan sangat sulit mengingat pendidikan yang berkualitas membutuhkan sumber daya yang besar.

Di luar pemberian status ma’had aly, pesantren salaf juga perlu berbenah dengan memasukkan kurikulum yang sangat diperlukan alumninya untuk bermasyarakat. Sejauh ini, kurikulum yang ada seolah-orang tidak bergerak. Kitab-kitab yang dikaji dari masa ke masa tetap itu-itu saja, padahal dunia sudah berkembang pesat dan membutuhkan pendekatan baru karena kondisi masyarakat yang dihadapi sudah sangat berubah. Dari fakta yang ada santri yang mampu bersaing adalah mereka yang belajar di pesantren dan kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi.

Jika eksistensi pesantren salaf diabaikan, maka kerugian besar akan menimpa umat Islam Indonesia dalam jangka panjang. Kekhasan dan daya juang yang selama ini selalu dimiliki lulusan pesantren salaf dalam berdakwah di masyarakat, yang tak tergantikan dengan alumni perguruan tinggi, akan hilang. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah PKS Piyungan Taubat

Senin, 25 Desember 2017

Rais Syuriyah Jatim: Ahlul Halli wal Aqdi Jati Diri NU

Sumenep, PKS Piyungan Taubat 

Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Miftahul Akhyar mengatakan, pemilihan pucuk pimpinan NU melalui sistem Ahlul Halli Wal Aqdi adalah cara terbaik.

"Ahlul halli wal aqdi adalah jati diri NU," paparnya saat memberikan tausyiah pada Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep di PP Al Ihsan di Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Ahad (26/7).

Rais Syuriyah Jatim: Ahlul Halli wal Aqdi Jati Diri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah Jatim: Ahlul Halli wal Aqdi Jati Diri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah Jatim: Ahlul Halli wal Aqdi Jati Diri NU

Menurutnya, pada masa KH. Hasyim Asy’ari penentuan pucuk pimpinan pengurus NU melalui musyawarah mufakat atau Ahlul halli wal aqdi, bukan melalui sistem pemilihan langsung.

PKS Piyungan Taubat

"Konferensi NU Sumenep akhir pemilihan rais syuriyah melalui pemilihan langsung. Oleh karena itu, gunakan sebaik mungkin," imbaunya.

Pemilihan pucuk pimpinan melalui sistem musyawarah juga sudah digunakan partai politik "Dan tercantum dalam Pancasila," paparnya.

PKS Piyungan Taubat

Sistem ini dinilai lebih baik dibandingkan pemilihan langsung karena lebih kuat kekompakannya. "Pemilihan langsung lebih kuat individualitasnya," ujanya.

Namun, ia sadar rentan ada penumpang gelap. Bahkan, menurutnya, sejak pemilihan melalui sistem AHWA diembuskan, banyak penumpang gelap.

"Pemilihan melalui sistem AHWA sejak di atas angin sudah mulai ada penumpang gelap, sehingga harus diwaspadai betul," katanya. (M Kamil Akhyari/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Hadits, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 24 Desember 2017

120 Pelajar Ikuti Sanlat IPNU-IPPNU Sorong

Sorong, PKS Piyungan Taubat 

Sekitar 120 pelajar mengikuti pesantren kilat yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan (IPNU) dan PC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sorong, Papua Barat pada Senin-Rabu (22-24/8). 

Kontributor PKS Piyungan Taubat di Sorong Zaenal Arifin mengabarkan, peserta tersebut adalah siswa-siswi MTs Al Maarif 1 Aimas beserta santriwan-santriwati Pondok Pesantren Minhajuth Tholibin. Pesantren tersebut sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. 

120 Pelajar Ikuti Sanlat IPNU-IPPNU Sorong (Sumber Gambar : Nu Online)
120 Pelajar Ikuti Sanlat IPNU-IPPNU Sorong (Sumber Gambar : Nu Online)

120 Pelajar Ikuti Sanlat IPNU-IPPNU Sorong

Dalam kegiatan tersebut diharapkan peserta lebih mengenal dan mencintai agamanya, sekaligus penanaman faham Ahlussunnah wal-Jamaah sejak dini bagi mereka.

PKS Piyungan Taubat



Redaktur: Abdullah Alawi 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sejarah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 22 Desember 2017

Suhu Politik Memanas, Kapolri: Peran Ulama Mendinginkan

Banten, PKS Piyungan Taubat. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menilai halaqah ulama yang kerap digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) punya peran penting dalam mendinginkan situasi politik nasional yang kian dinamis.

"Halaqah ulama menjadi penting untuk ikut mendinginkan situasi politik yang terjadi," ujarnya dihadapan peserta Silaturahim dan Dialog Kebangsaan Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren, Syuriah PCNU se-Banten, di Pesantren An-Nawawi, Tanara, Serang, Rabu (8/2).

Suhu Politik Memanas, Kapolri: Peran Ulama Mendinginkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Suhu Politik Memanas, Kapolri: Peran Ulama Mendinginkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Suhu Politik Memanas, Kapolri: Peran Ulama Mendinginkan

Di era demokrasi yang terbuka ini, kata Kapolri, dapat memberikan dampak positif tetapi juga dampak negatif. Dampak positifnya adalah terjadinya mekanisme check and balance di dalam sistem pemerintahan. Sedangkan dampak negatifnya adalah kebebasan yang begitu terbuka, sehingga menjadi ancaman keamanan Negara.

NU lanjut Kapolri, memiliki wajah tersendiri. NU dalam perjalanannya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tidak meninggalkan local wisdom (kearifan lokal). NU menurutnya, mampu mengambil peran memberikan pengaruh secara internasional terkait Islam Nusantara, yang oleh pandangan Kapolri sebagai Islam yang ramah, penuh toleransi, damai.

"NU menampilkan wajah Islam yang pengembangannya dengan kata-kata (word) – cara-cara yang santun, bukan dengan pedang (sword)- perang, layaknya perkembangan Islam di kawasan Timur Tengah," tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia berharap ke depan NU semakin solid dengan Polri. Bila perlu, kata Kapolri, dibuatkan MoU (Memorandum of Understanding) antara Polri dan NU agar kerjasamanya semakin strategis.

Dalam tataran operasionalisasi, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh tingkatan di jajaran Polri untuk memperkuat peran NU, termasuk Muhammadiyah. Jadi, tegas Kapolri, kegiatan silaturahmi/halaqah di setiap daerah harus didukung. (Tan Malika/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Nahdlatul, Tegal PKS Piyungan Taubat

Kamis, 21 Desember 2017

Ansor Bersholawat Tonton Bareng Film “Sang Kiai”

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Pengajian Ansor Bersholawat yang digelar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Brebes mengajak ribuan jamaah menyaksikan kisah perjuangan KH Hasyim Asyari melalui pemutaran film “Sang Kiai” di alun-alun Brebes, Jawa Tengah, Ahad (8/12) malam.

Ansor Bersholawat Tonton Bareng Film “Sang Kiai” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Bersholawat Tonton Bareng Film “Sang Kiai” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Bersholawat Tonton Bareng Film “Sang Kiai”

Selain pemutaran film Sang Kiai, PC Ansor Brebes juga mengadakan sejumlah kegiatan seperti santunan kepada para sopir becak, donor darah, festival rebana, dan lomba tata administrasi masjid.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, Wakil Bupati Brebes Narjo, dan Sekda Brebes H Emastoni Ezam. Kecuali mereka, Ansor Bersholawat juga diikuti jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan masyarakat Brebes.

PKS Piyungan Taubat

Ketua PC GP Ansor Brebes menjelaskan, kegiatan Ansor Bersholawat tidak hanya melulu berisi pengajian umum. Berbagai kegiatan digelar sebagai manifestasi kecintaan kepada Rosulullah SAW.

“Ansor Bersholawat diisi dengan terutama kegiatan yang menyangkut kepekaan sosial sehingga nilai-nilai rahmatan lil alamin sebagai misi utama Islam bisa terwujud,” tegas Ketua PC Ansor Brebes.

PKS Piyungan Taubat

Senada dengan Ketua PC Ansor Brebes, Ketua PW Ansor Jawa Tengah Jabir Al-Faruqi meminta agar Ansor bisa berperan dalam masyarakat. Ketika negara sedang sakit misalnya, GP Ansor wajib mengobati.

“Namun ketika pemerintah baik dan mengambil kebijakan prorakyat, GP Ansor harus mendukung penuh,” tambah Jabir. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 08 Desember 2017

PB PMII: Mendukung Kemerdekaan Palestina Adalah Jihad Fi Sabilillah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indoenesia (PMII), Aminuddin Maruf mengapresiasi atas terselenggaranya KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (KTT OKI) 2016, yang digelar di Indonesia atas inisiasi Presiden Jokowi, yang khusus membahas berdirinya Negara Palestina.

PB PMII: Mendukung Kemerdekaan Palestina Adalah Jihad Fi Sabilillah (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII: Mendukung Kemerdekaan Palestina Adalah Jihad Fi Sabilillah (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII: Mendukung Kemerdekaan Palestina Adalah Jihad Fi Sabilillah

"Kami mengapresiasi hal itu dan mendukung dengan sepenuh hati upaya pemerintah Indonesia untuk mendorong berdirinya Negara palestina," ujar Aminuddin melalui rilis yang diterima PKS Piyungan Taubat, Senin (7/3).

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sebagai organisasi mahasiswa islam terbesar di indonesia, imbuh Amin, merupakan bagian dari komponen intelektual muda Islam Indonesia yang memiliki tangung jawab memperjuangkan cita-cita kemerdekaan sebagaimana termaktub dalam konstitusi, tentunya kami sangat mendukung hal itu.?

"Bagi kami, mendukung berdirinya Negara Palestina merdeka adalah final. PMII siap berjihad fi sabilillah untuk bersama-sama memperjuangkan hal itu," tegasnya.

Menurut Amin, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, dan sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian dunia.?

PKS Piyungan Taubat

"Perdamaian abadi, yang tidak lagi ada penjajahan, dimana pun, kapan pun dan Atas nama apapun. Kekerasan dan penjajahan di atas dunia harus di hapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan keadilan," papar Amin.

Masih menurut Amin, Indonesia juga memiliki tanggung jawab sejarah, sejarah Indonesia yang berdiri sebagai negara yang merdeka sangat jelas dalam pembukaan konstitusi negara ini.?

PKS Piyungan Taubat

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan". Ini adalah tanggung jawab sejarah Indonesia berdiri," tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Quote, Sejarah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 07 Desember 2017

Jihad Pagi Bahas Manisnya Ibadah

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat. Sebagai salah satu cara Allah memberikan rahmat-Nya kepada seluruh ciptaan-Nya adalah dengan memberikan tugas atau kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap makhluq-Nya. Dengan kewajiban-kewajiban yang diberikan ini banyak makhluq seperti manusia merasa berat untuk melakukannya.

Jihad Pagi Bahas Manisnya Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Pagi Bahas Manisnya Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Pagi Bahas Manisnya Ibadah

Padahal jika kewajiban itu dilakukan orang yang beriman dan diberi rahmat-Nya, maka kewajiban itu tidak akan menjadi beban berat. Sebaliknya, kewajiban yang dilakukannya akan berubah menjadi sebuah kenikmatan yang luar biasa.

Demikian penjelasan KH Sujadi Saddad ketika menjadi pemateri tafsir Al-Quran pada Kegiatan Jihad Pagi (Ngaji Ahad Pagi) yang rutin dilaksanakan di Gedung NU, Ahad (8/11). Dalam Jihad Pagi yang dimulai tepat pada pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 07.00 WIB ini, ia menjelaskan tafsir lafadz Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

PKS Piyungan Taubat

Lebih lanjut Abah Sujadi menjelaskan bahwa dengan sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim, Allah SWT menyimpan sesuatu yang belum kita ketahui. "Kewajiban-kewajiban kita selaku makhluq-Nya seperti beribadah tidak berarti memberatkan dan mempersulit kita. Allah akan mempermudah kepada semua yang telah diciptakan-Nya," tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Abah Sujadi mencontohkan hal ini dengan bentuk pendidikan orang tua kepada anak-anaknya. "Cara orang tua mendidik anaknya terkadang terkesan membebani anak. Dengan bentuk aturan yang ketat, orang tua tidak bosan-bosan mengingatkan bahkan terkadang memarahinya dan memberi hukuman kepada anaknya," katanya.

Namun di balik semua itu, ada hal yang terkadang jarang diketahui oleh anak-anaknya. "Membuat peraturan, mengingatkan, memarahi dan pemberian hukuman merupakan wujud kasih sayang orang tua kepada putra-putrinya," lanjut Mustasyar PCNU Pringsewu ini.

Di akhir Jihad Pagi itu, Abah Sujadi memberikan ijazah berupa dzikir agar hati tenang dan jiwa lapang dalam mengarungi kehidupan di dunia. "Baca ayat Al-Quran surat Al-Fajri ayat 27 dan 28 sebanyak 101 kali. Yang 100 dibaca biasa dan yang 101 dibaca sambil menyilangkan kedua tangan di dada," jelasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Tegal PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 02 Desember 2017

Festival Al-Banjari Meriahkan Hari Santri Temanggung

Temanggung, PKS Piyungan Taubat



Festival rebana Al-Banjari menjadi jamuan istimewa perhelatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 di kampus STAINU Temanggung, Jawa Tengah. Kampus tersebut pada Jumat (20/10) dipenuhi rebana dari berbagai daerah. 

Festival Al-Banjari Meriahkan Hari Santri Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Al-Banjari Meriahkan Hari Santri Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Al-Banjari Meriahkan Hari Santri Temanggung

“Selain dari Temanggung sendiri, ada 30 grup rebana yang berpartisipasi dari Kota Salatiga, Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Jogjakarta,” kata Ketua Panitia Podo Muksin.

Perhelatan Festival Al-Banjari itu disambut antusias oleh masyarakat. Dilihat dengan banyaknya grup yang mendaftar membuat warga setempat berbondong-bondong ke STAINU Temanggung.

Mukhsin menyebut ada beberapa juri yang didapuk menilai para peserta dari beberapa aspek, mulai Samani, Pelatih Rebana Senior yang menilai aspek ketukan rebana; Fauzan, Vokalis Grup Rebana Panji Kinasih menilai aspek lagu; Sholahudin, KUA Bejen dari aspek vokal; serta Budianto dari KUA Kedu yang menilai sisi penampilan.

Festival Al-Banjari berlangsung hingga Sabtu (21/10) hari ini.

PKS Piyungan Taubat

Selain Festival Rebana Al-Banjari, PCNU Temanggung merayakan puncak HSN dengan Apel Akbar Hari Santri pada Ahad 22 Oktober 2017 di Gedung Pemuda Temanggung. Apel direncanakan diikuti ribuan santri, murid madin, serta siswa LP Maarif, dan mahasiswa STAINU Temanggung. (Dama/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Sejarah, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Senin, 27 November 2017

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Para santri dan pelajar yang menempuh pendidikan di pesantren nantinya diharapkan menjadi penerus Nahdlatul Ulama (NU). Karenanya membekali mereka dengan materi Aswaja dan NU adalah jawaban nyata agar kelak menjadi kader andalan.

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH Irfan Sholeh merasa prihatin kalau kemudian ada pelajar yang terlibat dalam gerakan Islam garis keras ataupun kiri.?

"Kami sangat tidak ingin bila ada santri maupun pelajar alumni pesantren ini yang keluar dari Nahdlatul Ulama," kata Gus Irfan, sapaan akrabnya, Sabtu (4/4).

PKS Piyungan Taubat

Apalagi seperti diketahui para pimpinan dan pengasuh pesantren Tambakberas adalah aktivis NU. Bahkan KH Abdul Wahab Chasbullah yang nota bene salah seorang pengasuh pesantren ini adalah di antara pendiri NU bersama sejumlah kiai lain.

Karenanya mengenalkan NU sejak dini adalah sebuah jawaban bagi ketersediaan kader dan penerus NU di masa mendatang. "Saya sangat bangga kalau sejak dini para pelajar di sekolah ini bisa dikenalkan keberadaan NU," tegaskanya. Karenanya Gus Irfan sangat berterima kasih atas itikad baik kepengurusan IPNU dan IPPNU Jombang yang telah mendirikan kepengurusan komisariat IPNU dan IPPNU di MTsN Bahrul Ulum.

PKS Piyungan Taubat

Hal yang sama disampaikan Kepala MTsN Bahrul Ulum Muhammad Syuaib. Baginya, NU identik dengan pesantren Tambakberas. "Karena pendiri NU adalah dari pesantren ini," terangnya. Selaku pimpinan sekolah, ia merasa sangat berdosa kalau para siswa dan siswinya tidak kenal dengan baik keberadaan NU. "Karena itu para pelajar di MTsN Tambakberas harus aktif di IPNU dan IPPNU," ungkapnya.

Apa yang disampaikan KH Irfan Sholeh dan Muhammad Syuaib sebagai mata rangkai dari kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di MTsN Bahrul Ulum. Kegiatan berlangsung dua hari yakni hari Kamis (2/4) serta Sabtu (4/4) diikuti sedikitnya 680 pelajar di GOR pesantren setempat.?

Hadir sebagai pemateri antara lain KH Taufiq Abdul Jalil yang mengupas tentang Aswaja NU, juga Dr H Ainur Rofiq yang menyampaikan materi ke-NUan. Sedangkan rekan dari IPNU dan IPPNU Jombang memberikan materi seputar organisasi pelajar tersebut, organisasi serta kepemimpinan. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Pendidikan, Amalan PKS Piyungan Taubat

Senin, 20 November 2017

Wapres Ajak Masyarakat Berzakat ke LAZISNU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak masyarakat untuk gemar berzakat melalui Lembaga Amil Zakat dan Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama? (LAZISNU).

"Saya menandatangani kartu anggota (zakat) LAZISNU atas nama saya pribadi. Mari budayakan gemar berzakat," kata Jusuf Kalla dalam pembukaan acara peluncuran NU Care di Hotel Syahid, Jakarta, Kamis (25/2) malam.

Wapres Ajak Masyarakat Berzakat ke LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Ajak Masyarakat Berzakat ke LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Ajak Masyarakat Berzakat ke LAZISNU

Wapres mengungkapkan, zakat berbeda dari pajak. Jika pajak adalah kewajiban warga negara, sementara zakat adalah kewajiban Muslim yang bernilai ibadah. Zakat yang diwajibkan bagi umat Islam tak hanya zakat fitrah tetapi juga zakat harta yang mencakup zakat penghasilan, zakat perdagangan, zakat pertanian, zakat ternak, zakat hasil pertambangan, serta zakat hasil laut dan zakat benda temuan.

PKS Piyungan Taubat

"Para kiai harus aktif mengampanyekan, supaya umat yang berzakat semakin banyak," sarannya mustasyar PBNU ini.

LAZISNU, kata Jusuf Kalla, harus meningkatkan kepercayaan dan simpati masyarakat agar banyak dermawan yang menunaikan zakatnya. Terlebih, imbuhnya, banyak pesantren, masjid, madrasah, majelis talim dan madrasah yang selama ini dibina jamaah NU dan berhak mendapat bantuan (mustahiq) zakat.

PKS Piyungan Taubat

"Di Indonesia terdapat sekitar 800 ribu masjid dan mushalla, 30 ribu pesantren dan puluhan ribu lembaga pendidikan Islam lainnya," paparnya.

Budaya zakat, menurutnya, juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan ekonomi di negeri ini. Selain itu, para kiai juga selayaknya mampu memotivasi masyarakat untuk giat berusaha dan bekerja. Karena mereka yang berzakat tentu harus mampu mandiri dan mengelola penghasilannya.

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan, para kiai NU selama ini telah turut membantu menjaga harmoni dan mengupayakan pemerataan kesejahteraan, melalui peningkatan pendidikan masyarakat di pesantren, serta pemberdayaan masyarakat di pedesaan.

"Kita harus meningkatkan kepedulian pada fakir miskin. Pemerataan kesejahteraan harus diupayakan, agar kekayaan tak hanya bertumpuk di satu golongan tertentu saja," tandasnya. (Malik Mughni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Hikmah, IMNU PKS Piyungan Taubat

Jumat, 17 November 2017

Semaan

Semaan adalah rradisi membaca dan mendengarkan pembacaan Al-Quran di kalangan masyarakat NU dan pesantren umumnya. Kata ‘semaan’ berasal dari bahasa Arab sami’a-yasma’u, yang artinya mendengar.?

Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi “simaan” atau “simak”, dan dalam bahasa Jawa disebut “semaan”. Dalam penggunaanya, kata ini tidak diterapkan secara umum sesuai asal maknanya, tetapi digunakan secara khusus kepada suatu aktivitas tertentu para santri atau masyarakat umum yang membaca dan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Semaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Semaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Semaan

Tidak hanya sekadar membaca dan mendengar Al-Qur’an, penggunaan kata semaan saat ini secara ketat disematkan kepada sejumlah orang yang membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan cara menghafalnya.

Dalam pengertian ini, semaan dapat dijadikan sebagai metode menghafal Al-Qur’an, yaitu biasanya berkumpul minimal dua orang, atau bisa juga lebih, yang salah satu di antara mereka ada yang membaca Al-Qur’an (tanpa melihat teks ayat), sementara yang lainnya mendengar serta menyimaknya.?

Pendengar sangat bermanfaat dalam metode hafalan ini, sebab ia/mereka bisa melakukan koreksi atau membenarkan jika pelantun Al-Qur’an itu membacanya salah.

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Ada pula pengertian bahwa semaan adalah kegiatan membaca dan mendengarkan Al-Qur’an berjama’ah atau bersama-sama, di mana dalam semaan itu juga selain mendengarkan al-Qur’an, yang hadir (sami’in) juga bersama-sama melakukan ibadah sholat wajib secara berjama’ah juga sholat-sholat sunnah yang lain, dari ba’da subuh hingga khatamnya Al-Qur’an.

Dilihat dari akar kesejarahannya, semaan Al-Qur’an tidak bisa dilepaskan dari pencetusnya, KH Chamim Djazuli atau yang bisa dikenal Gus Miek. Gus Miek adalah tokoh sentral semaan Al-Qur’an yang pengikutnya ribuan orang. Gus Miek memimpin Majelis Semaan, yang mula-mula didirikan di kampung Burengan Kediri sekitar tahun 1986.?

Mula-mula pengikutnya hanya 10-15 orang, tetapi terus berkembang menjadi ribuan. Tempatnya pun tidak hanya di masjid atau dari rumah ke rumah, tetapi sudah memasuki wilayah pendopo kabupaten, Kodam bahkan sampai ke Keraton Yogyakarta.?

Gus Miek yang mempunyai “kebiasaan” berkelana ke beberapa daerah, timbullah gagasan semaan Al-Qur’an. Ungkapan Gus Miek yang terkenal, “Saya ingin benar dan tidak terlalu banyak salah, maka saya ambil langkah silang dengan menganjurkan pada para santri untuk berkumpul sebulan sekali, mengobrol, guyonan santai, diiringi hiburan.?

Syukur-syukur jika hiburan itu berbau ibadah yang menyentuh rahmat dan nikmat Allah. Kebetulan saya menemukan pakem bahwa pertemuan seperti itu jika dibarengi membaca dan mendengarkan Al-Qur’an, syukur-syukur bisa dari awal sampai khatam, Allah akan memberikan rahmat dan nikmat-Nya”.

Jadi menurut Gus Miek, secara batiniah semaan Al-Qur’an adalah hiburan yang baik (hasanah). Selain itu juga merupakan upaya pendekatan diri kepada Allah, dan sebagai tabungan di hari akhir. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, News PKS Piyungan Taubat

Rabu, 15 November 2017

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU?

Boyolali, PKS Piyungan Taubat. Untuk melengkapi referensi bacaan tentang ke-NUan bagi warga NU, Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Boyolali menerbitkan beberapa buku. Di antara buku yang sudah diterbitkan berjudul Mengapa Harus NU?.

Saat ditemui PKS Piyungan Taubat di sela acara bedah buku "Mengapa Harus NU?", Jumat (21/3) lalu di Teras, Ketua LTNNU Boyolali Darsim Ermaya Imam Fajarudin menerangkan, buku ini berisi banyak hal mendasar tentang ke-NUan.

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU?

“Dimulai dari apa itu NU? Bagaimana sejarah berdirinya? Apa saja kontribusi NU terhadap agama, bangsa, dan negara?” kata pria yang akrab disapa Imam.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Imam, dengan mengetahui hal-hal tersebut warga NU diharapkan semakin memahami bahwa NU itu luar biasa. “Dari sini mereka akan menyadari Mengapa Harus NU?, bukan yang lain,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Buku Mengapa Harus NU ini disusun tim penulis dari NU Boyolali. Mereka adalah Katib Syuriyah PCNU Boyolali Kiai Joko Parwoto, Ketua LTNNU Boyolali Imam Fajarudin, Makmun Nuryanto, dan seorang pengurus cabang NU Boyolali KH Ahmad Charir.

Imam menambahkan, buku setebal 300 halaman ini dapat dipesan langsung ke pengurus LTNNU Boyolali. Hasil dari penjualan buku ini akan dimasukkan ke kas PCNU Boyolali. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Ubudiyah, Amalan PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock